Anda di halaman 1dari 5

Jawaban UAS Metodologi Penelitian

1. Membuat Judul penelitian

 Membuat rumusan masalah penelitian


 Landasan teori yang terdiri dari 1 variabel (tiga pendapat yang berbeda dari ahli)
 Membuat kerangka berfikirnya
 Membuat hipotesis penelitian
2. Anava 2 jalur dan Anava 1 Jalur
Alat yang digunakan untuk menganalisis kesamaan dua sampel atau kelompok populasi yang
masing-masing berdistribusi independen, berdistribusi normal dan memiliki variansi yang
homogen adalah T-tes. Namun jika sampel lebih dari 2 sampel maka t-tes tidak dapat
digunakan. Alat yang digunakan untuk menguji kesamaan 3 sampel atau lebih adalah
ANAVA. ANAVA adalah cara yang digunakan untuk menganalis data hasil eksperimen,
observasi yang terdiri dari K kelompo (K>2) (Siregar, 2004:333)
 Apa karakteristik dari anava tersebut (ciri khasnya)
Anova satu arah
Kapan Anova satu arah digunakan?
Anava satu jalur salah satu dari banyak jenis anava, adalah cara yang digunakan untuk
menganalisa data 3 atau lebih kelompok yang berskala interval atau rasio yang berasal
dari variabel bebas (Basuki, Ismed. PPT 7: ANAVA 1).

Hipotesis anava 1 jalur


H0 : µ1 = µ2 = µ3
H1 : paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku.

Asumsi yang harus dipenuhi dalam analisis ragam (Anova)

 Data yang digunakan adalah data yang berdistribusi normal, karena akan digunakan
statistik uji F
 Varian atau ragam nya bersifat homogen. Istilah tersebut lebih dikenal sebagai
homoskedastisitas, di mana hanya terdapat satu estimator untuk variasi dalam sampel.
 Masing-masing sampel bersifat independen
 Komponen-komponen modelnya bersifat aditif

Contoh bunyi rumusan masalah dari anava 2 jalur dan anava 1 jalur

PERBEDAAN PEMBELAJARAN SFAE DENGAN TGT DISERTAI CONCEPT MAP


DITINJAU DARI HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII SEMESTER II DI
MTS N SURAKARTA 1 TAHUN 2012/2013
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan
hasil belajar biologi yang menggunakan pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan
TGT (Teams GamesTournament) disertai Concept Map pada pokok materi ekosistem siswakelas
VII MTs N Surakarta 1 dilihat dari hasil belajar siswa. Kelas yang digunakan dalam penelitian
tiga kelas yang dipilih dengan uji matching. Kelas yang digunakan dalam penelitian diberi
pembelajaran yang berbeda dan menerapkan 3 materi yang berbeda. Teknik pengumpulan data
pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, metode test dan metode angket.
Analisadata menggunakan uji statistik One-Way ANOVA.

Rumusan Masalah: Secara sederhana pemilihan uji statistika dalam penelitian, adalah sebagai
berikut :
1. Rumusan masalah dengan kata “apakah terdapat perbedaan ?” diselesaikan dengan uji
statistika uji t (Uji T 1 Sampel Uji T 2 sampel bebas, uji T 2 sampel berhubungan/related)
, ANAVA, Friedmann, Kruskal Wallis, Wilcoxon, Mann Whitney U, Chi Square, dan
Cohran
2. Rumusan masalah dengan kata “apakah terdapat hubungan ?” diselesaikan dengan uji
statistika korelasi Pearson, Spearman dan Kendall, dan Parsial
3. Rumusan masalah dengan kata “apakah terdapat pengaruh ?” diselesaikan dengan uji
statistika regresi linear, berganda, ordinal dan logistik

Desain penelitiannya anava 2 jalur dan anava 1 jalur


3. Populasi dan sampel
A. Populasi
Populasi adalah keseluruhan individu atau satuan-satuan tertentu sebagai anggota atau
himpunan dalam suatu kelas/golongan tertentu (widodo: 2009) sedangkan menurut Arikunto
populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.
Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian maka
penelitiannya merupakan penelitian populasi, dibawah ini akan diberikan contoh dari
populasi, yakni sebagai berikut:
1. Semua mahasiswa-mahasiswi yang terdaftar di universitas tertentu
2. Semua perbankan yang ada di Indonesia
3. Semua saham yang tersaftar di Jakarta Islamic index
B. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti, jika peneliti hanya ingin meneliti
sebagian dari populasi maka peneltiannya adalah penelitian sampel (Arikunto: 2002)
Adapun contoh sampel akan dijelaskan dibawah ini:
1. Sebagian mahasiswa yang diteliti untuk dijadikan subyek atau responden
2. Sebagian perbankan yang diteliti untuk dijadikan responden
Penentuan sampel dengan menggunakan rumus Ya-mane

Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara lain :

1. Rumus Slovin (dalam Riduwan, 2005:65)

N
n
N (d ) 2  1

n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.

Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka
jumlah sampel yang digunakan adalah :

N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95


2. Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)

Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara lain :

1. Rumus Slovin (dalam Riduwan, 2005:65)

n = N/N(d)2 + 1
n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.

Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka
jumlah sampel yang digunakan adalah :

N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95


2. Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)

N = L / F^2 + u + 1
Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel

Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1


Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

3. Rumus berdasarkan Proporsi atau Tabel Isaac dan Michael

Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan
jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat
secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan
yang dikehendaki

N = L / F^2 + u + 1
Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel

Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1


Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

Rumus berdasarkan Proporsi atau Tabel Isaac dan Michael

Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan
jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat
secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan
yang dikehendaki.

4. Studi kasus eksperimen


 Buat judul penelitian eksperimen
Pengaruh Model Tugas dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA
(Eksperimen Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri Kalanganyar di Wilayah Kabupaten
Lebak)
 Rumusan masalah
Apakah terdapat pengaruh interaksi antara model tugas dan minat belajar terhadap
hasil belajar IPA
 Outline penelitiannya (Daftar Isi)

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………… 1
A. Latar Melakang…………………………………………………. 1
B. Identifikasi Masalah…………………………………………….. 8
C. Batasan Masalah………………………………………………… 10
D. Rumusan Masalah………………………………………………. 11
E. Tujuan Penelitian……………………………………………….. 11
F. Kegunaan Penelitian……………………………………………. 12
BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS..14
A. Landasan Teori…………………………………………………. 14
1. Hakikat Hasil Belajar IPA………………………………….. 14
2. Hakikat Model Tugas………………………………………. 41
3. Hakikat Minat Belajar……………………………………… 49
B. Kerangka Berpikir……………………………………………… 59
C. Hipotesis……………………………………………................. 62
BAB III METODOLOGI PENELITIAN…………………………………… 63
A. Tempat dan Waktu Penelitian…………………………………. 63
B. Metode Penelitian……………………………………………… 64
C. Populasi dan Sampel…………………………………………… 70
D. Metode Pengumpulan Data……………………………………. 72
E. Instrumen Penelitian…………………………………………… 75
F. Teknik Analisis Data…………………………………………… 90
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN…………………….. 102
A. Deskripsi Data…………………………………………………. 102
B. Teknik Analisis Persyaratan Data……………………………... 108
C. Pengujian Hipotesis Penelitian……….………………………... 113
D. Pembahasan…………………………….……………………… 115
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN………..….…………….. 117
A. Simpulan……………………………………………………… 117
B. Saran………………………………………………………….. 118
C. Rekomendasi…………………………………………………. 119
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………… 120

 Kerangka berfikir dalam bentuk skema

Model Tugas

Hasil Belajar
IPA

Minat Belajar

Kerangka Berpikir
1. Pengaruh Model Tugas Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa
Setiap siswa mendapatkan tugas individu ataupun kelompok maka dengan ini diharapkan
siswa tersebut bekerja secara mandiri dan tidak bergantung kepada siswa yang lain.
Model tugas sangat mendidik siswa untuk belajar bertanggung jawab akan tugas yang
diberikan padanya yang nantinya sangat berpengaruh terhadap hasil belajarnya.
2. Pengaruh Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA
Siswa yang memilki minat yang tinggi dalam belajar IPA tentu saja memiliki hasil belajar
IPA yang baik, sebaliknya siswa yang memiliki minat rendah dalam belajar IPA maka
akan memperoleh hasil belajar IPA yang rendah pula. Untuk mendapatkan hasil belajar
yang maksimal maka harus tetap menjaga minat tersebut tetap tinggi (motif, perasaan).
Dengan demikian dapat disimpulkan hasil belajar IPA sangat ditentukan dari tinggi atau
rendahnya minat siswa mengikuti pelajaran itu.
3. Pengaruh Interaksi Antara Model Tugas Dan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil
Belajar IPA.
Hasil belajar siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun
eksternal. Metode kerja kelompok sebagai faktor eksternal akan memberikan pengaruh
terhadap hasil belajar IPA untuk siswa yang berminat tinggi terhadap pelajaran IPA akan
mendapatkan hasil belajar yang baik dibandingkan dengan siswa yang berminat rendah
mendapatkan hasil yang kurang baik, oleh karena guru yang memiliki peran yang sangat
penting dalam pelajaran dianjurkan memberikan metode pembelajaran yang tepat dan
berusaha untuk meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran IPA. Dengan demikian
diduga terdapat pengaruh interaksi antara model tugas dan minat belajar IPA.

Hipotesis penelitian
1. Terdapat pengaruh model tugas terhadap hasil belajar IPA
2. Terdapat pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar IPA
3. Terdapat pengaruh interaksi antara model tugas dan minat belajar terhadap hasil
belajar IPA.