Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KERJA PRAKTIK

PT. CAHAYA FAJAR KALTIM

STUDI PENERAPAN METODE


PROPORTIONAL INTEGRAL DERIVATIVE (PID)
PADA SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATURE
CONTROL VALVE (TCV 109) DESUPERHEATER
BOILER UNIT 1 PLTU EMBALUT
TENGGARONG SEBERANG KALIMANTAN TIMUR

DISUSUN OLEH
AZHAR GALIH BIMANTORO 04151012
MAHENDRA ADIPUTRA 04151026

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI DAN PROSES
INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN
BALIKPAPAN
2018
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KERJA PRAKTIK


DEPARTEMEN TEKNIK
INSTRUMENTASI DAN KONTROL
PT. CAHAYA FAJAR KALTIM
PERIODE JUNI-AGUSTUS 2018

DISUSUN OLEH
AZHAR GALIH BIMANTORO 04151012
MAHENDRA ADIPUTRA 04151026

TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI OLEH

MANAGER
DEPARTEMEN TEKNIK PEMBIMBING LAPANGAN

SUPONO MEDIAN AKBAR

ii
ABSTRAK

3
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan anugerah-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan laporan kerja praktik yang berjudul:
Laporan Kerja Praktik: Studi Sistem Pengendalian Temperatur Superheater
dengan Metode Proportional Integral Derivative (PID) pada PLTU Embalut
Unit 3 (1 x 60 MW) PT Cahaya Fajar Kalimantan Timur
aporan kerja praktik ini merupakan salah satu syarat yang harus ditempuh untuk
menyelesaikan Program Sarjana di Program Studi Teknik Elektro, Jurusan
Teknologi Industri dan Proses, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan.
Untuk itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Tuhan yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya yang selalu melimpah.
2. Kedua orang tua penulis atas dukungannya yang tiada henti.
3. Pak Andhika Giyantara, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing Kerja Praktik.
4. Bapak Sena Sukmananda Suprapto, ST., M.T. selaku Koordinator Kerja
Praktik Program Studi Teknik Elektro ITK.
5. Bapak Yun Tonce Kusuma P., ST., MT. selaku Koordinator Program Studi
Teknik Elektro ITK.
6. Bapak Ir. Agus Purwadi selaku Manager Departemen Pemeliharaan Listrik
yang telah menerima saya untuk melakukan Kerja Praktik
7. Bapak Median Akbar selaku pembimbing lapangan selama periode Kerja
Praktik di PT. Pupuk Kalimantan Timur.
8. Bapak Habibi, Bapak Paidi, Mas Eko Setiawan, Mas Robby, Mas Wimbo, Mas
Adityo, Mas Zakariya, Mas Juna, Mas Andika dan seluruh pihak departemen
pemeliharaan listrik yang membantu kami dalam pelaksanan Kerja Praktik.
9. Pak Mas’ud, Mas Arya, Mas Jo, Mbak Ayu, Mbak Susan dan seluruh pihak
Departemen Diklat dan Manajemen Pengetahuan selaku pelaksana Kerja
Praktik PT. Pupuk Kalimantan Timur Periode-1 secara keseluruhan.
10. M. Rizky, Sayid Raziqurrahman, Tsiqofatul Ulum, dan Yusra selaku rekan-
rekan seperjuangan Kerja Praktik Departemen Pemeliharaan Listrik.

4
11. Rekan-rekan Teknik Elektro angkatan 2015 yang selalu ada dalam susah
maupun senang.
12. Keluarga besar Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro ITK.
13. Serta semua pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan kerja praktik ini.
Kami menyadari bahwa penyusunan laporan kerja praktik ini masih jauh dari
sempurna, karena itu kami mengharapkan segala kritik dan saran yang membangun.
Semoga kerja praktik ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Atas perhatiannya,
kami ucapkan terima kasih.

Bontang, 15 Februari 2018

Penulis

5
DAFTAR ISI

6
DAFTAR GAMBAR

7
DAFTAR TABEL

8
DAFTAR NOTASI

9
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Untuk mengembangkan sektor industri yang kokoh, perlu diciptakan suatu


keseimbangan antara dunia pendidikan dan industri untuk menghasilkan sumber
daya manusia yang memiliki pemahaman, kompetensi, dan keterampilan yang
berkaitan dengan pengembangan teknologi dan bidang penerapannya.

Faktanya saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang seiring
berjalannya waktu, sedangkan kurikulum dalam dunia pendidikan khususnya
perguruan tinggi tidak berubah dalam kurun waktu tertentu. Hal ini menyebabkan
adanya kesenjangan antara dunia industri dan pendidikan. Kesenjangan inilah yang
menyebabkan beberapa dari lulusan sarjana perguruan tinggi hanya sebagai sumber
daya manusia siap latih, bukan sumber daya yang siap pakai. Selain itu, ketatnya
persaingan antara tenaga kerja luar dan dalam negeri juga menjadi permasalahan
yang tidak dapat diabaikan begitu saja saat ini. Oleh sebab itu, lembaga perguruan
tinggi Indonesia sebagai salah satu penghasil sumber daya manusia berkualitas
senantiasa dituntut meningkatkan metode pendidikannya agar siap menghadapi
permasalahan tersebut.

Menanggapi tuntutan yang diberikan, Institut Teknologi Kalimantan (ITK)


sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia berupaya untuk
mengembangkan sumber daya manusia bekualitas guna menunjang pembangunan
industri dalam negeri dengan memberikan kesempatan mahasiswanya
mengembangkan diri melalui program kerja praktik (KP) disuatu lembaga, instansi
atau perusahaan, baik pemerintah maupun swasta, yang sesuai dengan disiplin ilmu
yang ditekuninya. Dengan KP pada perusahaan-perusahaan atau instansi tertentu
diharapkan mahasiswa ITK dapat memiliki gambaran yang lebih mendalam tentang
kondisi nyata di dunia kerja, sekaligus dapat menambah pengalaman serta
membuka cakrawala pandang yang lebih luas yang mungkin tidak didapatkan di

10
bangku kuliah. Program ini merupakan bagian dari kurikulum ITK yang wajib
diselesaikan sebagai kelengkapan teori (khususnya dalam bidang keahlian) yang
dipelajari di bangku kuliah. Dengan adanya program ini diharapkan mahasiswa ITK
mampu menyesuaikan diri dan menghadapi perkembangan dunia industri saat ini.

Gambar 1. 1 Kampus Institut Teknologi Kalimantan, Karang Joang, Balikpapan


Saat ini ITK sendiri memiliki 13 program studi, salah satunya adalah Teknik
Elektro. Lulusan Teknik Elektro dituntut untuk dapat menyelesaikan permasalahan
kelistrikan baik dibidang pembangkitan tenaga listrik, sistem kontrol, elektronika
dan lainnya. Saat ini Teknik Elektro ITK hanya memiliki satu bidang peminatan
yaitu sistem tenaga. Dimana sistem tenaga sendiri memiliki banyak bagian,
meliputi pembangkitan, penyaluran, pendistribusian, pemeliharaan, dan
pengamanannya. Namun selain bidang peminatan sistem tenaga, di Teknik Elektro
ITK dibuka secara khusus bagi mahasiswa 5 bidang minat lainnya yang dapat
ditemui di laboratorimum Elektro ITK. Salah satu bidang minat yang dibuka secara
khusus tersebut adalah otomasi industri, dimana didalamnya hampir mencakup
semua bidang minat yang ada termasuk pembangkitan. Salah satu bagian penting
dari otomasi industri adalah sistem kontrol. sistem kontrol menjadi bagian yang
penting dan terpadu dari proses – proses dalam pabrik dan industri modern, tak
terkecuali dalam sistem pembangkitan tenaga listrik. Sebagai contoh, sistem kontrol

11
sangat diperlukan dalam operasi – operasi di industri untuk mengontrol tekanan,
temperatur, kelembaban, viskositas, dan aliran dalam industri proses, pengerjaan
dengan mesin perkakas, penanganan dan perakitan bagian – bagian mekanik dalam
industri manufaktur, dan sebagainya.
PT Cahaya Fajar Kalimantan Timur sebagai salah satu industri banyak
dijadikan mahasiswa sebagai tempat pelaksanaan KP. PT Cahaya Fajar Kalimantan
Timur merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak dibidang kelistrikan.
Dimana PT Cahaya Fajar Kalimantan Timur telah bekerja sama dengan pihak PT
PLN (Persero) untuk memasok energi listrik disistem mahakam melalui
pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Embalut.

PLTU Embalut merupakan PLTU pertama di Indonesia yang didanai dan


dioperasikan oleh swasta dengan luas area 145 hektar. PLTU Embalut
menghasilkan energi listrik sebesar 110 MW, dari pembangkit listrik unit 1, 2, dan
3 yang dihasilkan dari sumber tenaga uap dengan memanfaatkan sumber daya alam
batubara

Pada PLTU Embalut unit 3 PT Cahaya Fajar Kalimantan Timur terdapat


superheater. Superheater adalah bagian dari boiler untuk menghasilkan uap dengan
temperatur dan tekanan tinggi nantinya akan digunakan untuk menggerakkan
Intermediate Pressure (IP) turbin. Temperatur uap yang dihasilkan dari reheater
terkadang tidak stabil atau berubah-ubah, hal ini dapat disebabkan adanya
penggunaan bahan bakar berlebih ataupun beban dari kebutuhan listrik yang
meningkat. Oleh karena itu, uap keluaran dari superheater akan diseimbangkan
dengan superheater spray agar temperatur uap yang dihasilkan sesuai dengan set
point yang diinginkan. Berdasarkan latar belakang tersebut, topik kerja praktek
yang akan dilakukan adalah “penerapan metode Proportional Integral Derivative
(PID) untuk sistem pengendalian temperature pada reheater PLTU Embalut unit 3
PT Cahaya Fajar Kalimantan Timur”.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang akan dibahas dalam laporan ini adalah sebagai berikut.

1. Permodelan sistem yang terdiri dari reheater, aktuator, dan transmitter kedalam
bentuk matematis.

12
2. Menentukan kestabilan sistem pengendalian temperature pada reheater dengan
kontrol PID di PLTU Embalut unit 3 PT Cahaya Fajar Kaltim.

1.3 Batasan Masalah


Laporan ini membahas tentang pengendalian temperatur pada reheater dengan
menggunakan metode PID di PLTU Embalut unit 3 PT Cahaya Fajar Kaltim.
Berikut batasan masalah dari laporan yang dibuat.
1. Blabla
2. Lalala
3. Aaaaaa
4.
5. Dll

1.4 Tujuan Umum


Tujuan umum yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kerja praktik ini adalah
sebagai berikut.

1. Terciptanya suatu hubungan yang sinergis, jelas dan terarah antara dunia
perguruan tinggi dan dunia kerja sebagai pengguna output.
2. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi dunia usaha dalam memberikan
kontribusinya pada sistem pendidikan nasional.
3. Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami aplikasi
ilmu di dunia industri pada serta mampu menyerap dan berasosiasi dengan dunia
kerja secara utuh.
4. Menumbuhkan dan menciptakan pola berpikir konstruktif yang lebih
berwawasan bagi mahasiswa.
5. Mengembangkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan profesi melalui
penerapan ilmu, latihan kerja, dan pengamatan teknik yang dilakukan di PT
Cahaya Fajar Kaltim
6. Menjalin hubungan baik antara pihak Institut Teknologi Kalimantan dengan PT
Cahaya Fajar Kaltim.

13
1.5 Tujuan Khusus
Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kerja praktik ini adalah
sebagai berikut.

1. Untuk memenuhi beban satuan kredit semester (SKS) yang harus ditempuh
sebagai persyaratan akademis di program studi Teknik Elektro ITK.
2. Untuk memenuhi persyaratan pelaksanaan Kerja Praktik PT Cahaya Fajar
Kaltim
3. Mengembangkan pengetahuan, sikap, keterampilan dan kemampuan profesi
mahasiswa melalui penerapan ilmu, pengamatan langsung, dan latihan kerja di
PT Cahaya Fajar Kaltim
4. Memperdalam wawasan, pengetahuan, dan pemahaman mahasiswa tentang
pembangkit listrik, mesin-mesin listrik dan sistem pengaman PT Cahaya Fajar
Kaltim

1.6 Manfaat Kerja Praktik


Manfaat yang didapatkan dari pelaksanaan kerja praktik ini adalah sebagai
berikut.

1. Mahasiswa dapat memperoleh gambaran tentang dunia kerja yang nantinya akan
berguna bagi mahasiswa apabila telah menyelesaikan perkuliahan, sehingga
dapat menyesuaikan diri dengan dunia kerja.
2. Dapat mengetahui perbandingan antara teori dan ilmu yang diperoleh selama
perkuliahan dengan praktik di lapangan, khususnya di PT Cahaya Fajar Kaltim.
3. Sebagai tambahan referensi bagi ITK, khususnya mengenai perkembangan
teknologi industri di Indonesia yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang
membutuhkan.
4. Sebagai masukan bagi PT Cahaya Fajar Kaltim untuk menentukan kebijakan
pada masa yang akan datang berdasarkan hasil analisis dan penelitian yang
dilakukan selama kerja praktik.

14
BAB II

GAMBARAN UMUM PT CAHAYA FAJAR KALTIM

2.1 Sejarah Lahirnya PT. Cahaya Fajar Kaltim


Selama puluhan tahun lamanya, provinsi Kalimantan Timur mengalami
berbagai permasalahan dibidang ketenagalistrikan. Gubernur Kalimantan Timur
saat itu, Bapak H. Surwana AF sangat perihatin dengan kenyataan akan langkanya
tenaga listrik di Kalimantan Timur. Permasalaan ini terjadi karena adanya
ketimpangan pada produksi daya dengan jumlah beban yang harus dipasok. Selain
itu, belum tersedianya interkoneksi pada wilayah Kalimantan Timur yang membuat
pembangkit-pembangkit di tiap kota harus beroperasi secara isolated juga menjadi
alasan langkanya sumber tenaga listrik di Kalimantan Timur.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah provinsi Kalimantan


Timur berusaha mencari jalan keluar dengan membentuk suatu program kerja sama
untuk membangun pembangkit baru guna menambah kapasitas penyediaan pasokan
daya listrik ke pelanggan di daerah kaltim dengan pihak Jawa Pos Group yang pada
saat itu dipimpin oleh Bapak Dahlan Iskan. Dari kerja sama yang terjalin, dibangun
pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2 x 25 MW dengan bahan baku
batu bara.

Megingat pihak PT. PLN (Persero) tidak dapat melakukan MOU dengan pihak
perusahaan swasta, maka disepakati bahwa penandatanganan MOU dilakukan
antara pihak PT. PLN (Persero) dengan pemerintah provinsi Kalimantan Timur
sehingga terbentuklah sebuah perusahaan. Perusahaan ini sendiri merupakan
perusahan dengan kepemilikan bersama dan berdiri secara patungan antara pihak
PT Perusda Ketenagalistrikan Kalimantan timur dengan Jawa Pos Group,
perusahaan ini dinamai dengan PT. Cahaya Fajar Kaltim (CFK) atau biasa disebut
dengan PT. Cahaya Fajar Kaltim.

Gambar 2. 1

15
Gambar 2. 2

2.2 Profil Perusahaan PT. Cahaya Fajar Kaltim


PT. Cahaya Fajar Kaltim atau CFK diresmikan pada tanggal 26 Maret 2003.
CFK memiliki luas area sekitar 1.450.299 m2 atau 145 hektar di daerah Tanjung
Batu, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, provinsi Kalimantan Timur.
Kemudian daerah tersebut dimanfaatkan untuk membangun sebuah pembangkit
listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara yang selanjutnya diberi nama
PLTU Embalut.

PLTU Embalut merupakan PLTU pertama di Indonesia yang didanai dan


dioperasikan oleh swasta dengan luas area 145 hektar. PLTU Embalut
menghasilkan energi listrik sebesar 110 MW, dari pembangkit listrik unit 1, 2, dan
3 yang dihasilkan dari sumber tenaga uap dengan memanfaatkan sumber daya alam
batubara. Dimana unit 1 dan 2 mulai dioperasikan pada November 2008 sedangkan
unit 3 baru dioperasikan pada Agustus 2014.

PLTU Embalut terletak 1,5 KM dari PLTGU Tanjung Batu milik PLN. Hal ini
memungkinkan distribusi listrik dari PLTU Embalut semakin mudah. Dari PLTGU
Tanjung Batu sumber listrik di salurkan ke pelanggan PLN yaitu perumahan,
perkantoran, dan pabrik-pabrik yang ada di Kalimantan timur. Demi kelancaran
operasional PLTU embalut PT. Cahaya Fajar Kaltim telah membangun
infrastruktur pendukung, seperti jalan, fasilitas air bersih, serta sarana tempat
tinggal dan tempat ibadah, juga sarana olah raga dan sekolah yang memberikan
kemudahan bagi pekerja dan keluarga mereka.

PT. Cahaya Fajar Kaltim juga terus berupaya menjalin hubungan harmonis
antara pekerja dan masyarakat di sekitar PLTU Embalut, demi terwujudnya
pelayanan listrik yang maksimal bagi masyarakat. Dengan program jangka panjang
dan jangka pendek PT. Cahaya Fajar Kaltim memberikan kepeduliannya dalam
berbagai bidang dalam pendidikan, kesehatan, maupun sosial budaya. PT. Cahaya
Fajar Kaltim akan terus mengembangkan diri demi terwujudnya visi dan misi
perusahaan sehingga turut serta mewujudkan masyarakat Kalimantan Timur yang
adil, makmur, dan sejahtera.

16
PT. Cahaya Fajar Kaltim didirikan dengan Visi “Untuk membangun
keunggulan kompetisi bagi Kalimantan Timur menuju daerah industri khususnya
dibidang pengadaan listrik murah”. Serta memiliki Misi “mengurangi kekurangan
listrik di Kalimantan Timur”.

2.3 Lokasi Perusahaan

PLTU Embalut PT. Cahaya Fajar Kaltim terletak di Desa Tanjung Batu,
Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia. Secara
geografis PLTU Embalut terletak diantara 117 03’ 38.39” E-117 03’ 53.06” E dan
00 21’ 11.95” S-00 22’ 25.59” S lebih lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.1 dan
Gambar 2.2.

Tabel 2. 1 Koordinat geografis dan UTM PLTU Embalut PT Cahaya Fajar Kaltim

Geographical UTM Coordinate Height


No Symbol
Longitude Latitude X Y (MSL)

1 BH1 117 03’ 52.22” E 00 22’ 25.29” S 507177.83 9958686.63 1.100

2 BH2 117 03’ 52.49” E 00 22’ 22.94” S 507186.13 9958768.11 1.025

3 BH3 117 03’ 52.41” E 00 22’ 21.68” S 507183.67 9958806.55 1.100

4 BH4 117 03’ 53.06” E 00 22’ 18.81” S 507203.71 9958894.84 1.221

5 BH5 117 03’ 49.37” E 00 22’ 16.55” S 507089.71 9958964.11 1.140

6 BH6 117 03’ 38.39” E 00 21’ 11.95” S 506750.15 9959105.31 1.738

17
Gambar 2. 3 Lokasi PLTU Embalut PT. Cahaya Fajar Kaltim

2.4 Arti Lambang PT. Cahaya Fajar Kaltim

Gambar 2. 4 Lambang PT. Cahaya Fajar Kaltim

 Keseluruhan logo menggambarkan sebuah anak panah dimana simbol


tulisan CFK sebagai mata panahnya mencerminkan PT. Cahaya Fajar
Kaltim yang bergerak maju, tepat sasaran menuju tujuan, dan cepat dalam
perkembangan mengatasi kritis baik di dalam perusahaan maupun di luar
perusahaan.
 Warna menunjukkan langkah besar PT. Cahaya Fajar Kaltim dan aspirasi
perusahaan akan masa depan yang lebih positif dan dinamis.
 Warna merah melambangkan keuletan serta keberanian dalam menghadapi
berbagai macam tantangan.
 Warna hitam melambangkan ketegasan dalam bertindak saat beroperasi.

18
 Tulisan Cahaya Fajar Kaltim dengan pilihan huruf yang mencerminkan
kejelasan dan kelembutan perusahaan dalam melayani masyarakat serta
kesungguhan dalam mengatasi krisis listrik yang terjadi di daerah
Kalimantan Timur.

2.5 Visi dan Misi PT. Cahaya Fajar Kaltim

2.5.1 Visi Perusahaan


“Membangun keunggulan kompetisi bagi Kalimantan Timur menuju daerah
industri khususnya dalam bidang pengadaan listrik rumah”

2.5.2 Misi Perusahaan


“Mengatasi Kekurangan daya listrik di Kalimantan Timur”

2.6 Layout Unit 1, 2, dan 3

Gambar 2. 5 Layout Unit 1 dan 2 (2x25 MW) PLTU Embalut

2.7 Skema Proses Produksi

Gambar 2. 6 Skema Proses Produksi

2.8 Skema Proses Overview

Gambar 2. 7 Skema Proses Produksi Energi Listrik

2.9 Struktur Organisasi

Gambar 2. 8 Struktur Organisasi PT Cahaya Fajar Kaltim

Gambar 2. 9 Struktur Organisasi Departemen Teknik PT Cahaya Fajar Kaltim

Sejak 26 Maret 2003 terbentuk struktur organisasi yang efektif dan efisien
dengan 5 departemen, yaitu: Departemen Operasional, Sumber Daya Manusia &
Umum, Teknik, Keuangan, dan Alat-Alat Berat & Lingkungan. Serta dipimpin satu
direktur utama dan dua direktur serta komisaris.

19
1. Departemen SDM & Umum
SDM merupakan aset yang sangat penting bagi perusahaan. CFK
mempunyai SDM yang berkualifikasi dan menjadi aset penting bagi
perusahaan. Pelatihan-pelatihan telah di adakan untuk meningkatkan
kompetensi dan profesionalisme dari SDM seiring dengan kebutuhan
perusahaan.
2. Departemen Operasional
Departemen yang mengoperasikan unit pembangkit dengan bagian-bagian
sebagai berikut:
a. Coal Feeding
Bagian yang bertugas untuk mensupply batubara ke boiler unit.
b. Water Treatment Plant dan Laboraturium
Bagian yang bertugas untuk memproduksi air bersih dan air demin
yang digunakan untuk pembangkit, sekaligus pada bagian ini
terdapat laboraturium yang difungsikan untuk menganalisa kualitas
air dan batubara.
c. Boiler
Bagian yang mengoperasikan mesin boiler atau ketel uap dengan
menjaga kualitas uap yang akan digunakan menggerakkan turbin
uap.
d. Turbin dan Generator
Bagian yang mengoperasikan mesin turbin dan mengontrol
pembebanan pada generator serta menjalin komunikasi dengan PLN
AP2B (Area Pengatur dan Penyaluran Beban) Balikpapan.
3. Departemen Teknik
Bagian teknik merupakan bagian yang bertanggung jawab atas pelaksanaan
segala hal yang menyangkut kegiatan bersifat teknis yang dilakukan
terhadap unit pembangkit tenaga listrik dan unit-unit pendukungnya. Bagian
– bagian Departemen Teknik sebagai berikut:
a. Millwright
Bagian yang bertugas untuk melakukan perawatan dan perbaikan
mesin yang meliputi seluruh area pembangkit.

20
b. Elektrik
Bagian yang bertugas untuk melakukan perawatan dan perbaikan
yang berhubungan terhadap kelistrikan dan jaringan.
c. Instrumen dan kontrol
Bagian yang bertugas untuk melakukan perawatan dan perbaikan
sistem kontrol dan peralatan instrumentasi yang meliputi seluruh
area pembangkit.
4. Departemen Keuangan
Bagian Keuangan bertanggung jawab atas segala hal yang menyangkut
kondisi keuangan pada kas perusahaan. Bagian ini terdiri dari unit anggaran
dan keuangan serta unit akuntansi.
5. Departemen Alat-Alat Berat & Lingkungan
Departemen yang bertugas untuk menangani alat-alat berat, baik perawatan
maupun maintenance. Pada departemen ini, sekaligus menangani
pembongkaran batubara dari ponton ke coal storage. Dan pengendalian
dampak lingkungan (pengontrolan terhadap kualitas limbah dan
penanganannya).

2.10 Tenaga Kerja dan Waktu Kerja


Waktu kerja bagi karyawan PT Cahaya Fajar Kaltim dibagi menjadi dua,
yaitu karyawan shift dan non shift. Untuk non shift lama jam kerja dari hari senin
sampai kamis adalah 8 jam sehari, dimulai dari pukul 08.00 – 16.00 WITA.
Sedangkan untuk hari jumat, lama jam kerja adalah 9 jam dimulai dari pukul 08.00
– 17.00 WITA.
Untuk pekerja shift, terdapat pembagian kerja menjadi shift A, shift B, dan
shift C. Dimana shift A bekerja dari pukul 07.00 – 15.00 WITA, shift B dari pukul
15.00 – 23.00 WITA, dan shift C dari pukul 23.00 – 07.00 WITA.
2.11 Produksi Energi Listrik
Tabel 2. 2 Produksi Energi Listrik

2.12 Konsumsi Batubara

Tabel 2. 3 Konsumsi Batubara

21
2.13 Konsumsi Solar

Tabel 2. 4 Konsumsi Solar

22