Anda di halaman 1dari 56

KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

BAB I

PENDAHULUAN

A. Definisi perkantoran

Kantor (dari bahasa Belanda kantoor, sendirinya dari bahasa Perancis


comptoir) adalah sebutan untuk tempat yang digunakan untuk perniagaan atau
perusahaan yang dijalankan secara rutin. Kantor bisa hanya berupa suatu kamar
atau ruangan kecil maupun bangunan bertingkat tinggi.[1] Kantor sering dibagi
kepada dua jenis; kantor yang terbesar dan terpenting biasanya dijadikan kantor
pusat, sedangkan kantor-kantor lainnya dinamakan kantor cabang.

Tujuan utama lingkungan perkantoran adalah untuk mendukung


penghuninya dalam pelaksanaan pekerjaan, dengan biaya serendah mungkin dan
tingkat kepuasan setinggi mungkin. Mengingat beragamnya pekerja dan tugas yang
dikerjakan, tidaklah selalu mudah untuk memilih ruang kantor yang cocok. Guna
membantu pengambilan keputusan desain ruang kerja dan kantor, dapat dibedakan
tiga jenis ruang kantor:

ruangan kerja (work spaces)

ruangan pertemuan (meeting spaces)

ruangan pendukung (support spaces).

Perusahaan-perusahaan baru atau berkembang, kantor cabang jarak jauh,


ruang-ruang proyek, dapat dilayani oleh "Serviced Offices" (kantor yang
mempunyai fasilitas pelayanan) sebagai pemecahan sederhana dan dapat
menyediakan semua jenis-jenis ruangan.

B. Definisi kantor samsat

Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkat Samsat), atau dalam


Bahasa Inggris One Roof System, adalah suatu sistem administrasi yang dibentuk
untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat yang
kegiatannya diselenggarakan dalam satu gedung. Contoh dari samsat adalah dalam
pengurusan dokumen kendaraan bermotor.

Samsat merupakan suatu sistem kerjasama secara terpadu antara Polri,


Dinas Pendapatan Provinsi, dan PT Jasa Raharja (Persero) dalam pelayanan untuk
menerbitkan STNK dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang dikaitkan dengan
pemasukan uang ke kas negara baik melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea
Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu
Lintas Jalan (SWDKLJJ), dan dilaksanakan pada satu kantor yang dinamakan
"Kantor Bersama Samsat".

1 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Dalam hal ini, Polri memiliki fungsi penerbitan STNK; Dinas Pendapatan
Provinsi menetapkan besarnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik
Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB); sedangkan PT Jasa Raharja mengelola
Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Lokasi Kantor Bersama Samsat umumnya berada di lingkungan Kantor


Polri setempat, atau di lingkungan Satlantas/Ditlantas Polda setempat. Samsat ada
di masing-masing provinsi, serta memiliki unit pelayanan di setiap kabupaten/kota.

SEJARAH DAN DASAR HUKUM SAMSAT

sampai dengan tahun 1974

Proses perpanjang STNK harus membuang waktu cukup lama karena mesti
mendatangi tiga kantor. Membayar pajak harus datang ke kantor pajak. Esoknya,
mereka yang hendak membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas
Jalan (SWDKLLJ) dan harus mendatangi kantor Asuransi Jasa Raharja. Dan
mereka pun harus mendatangi kantor polisi lalu lintas untuk memperoleh STNK.
Masing-masing instansi belum terintegrasi.

1974-1976

Dengan Tujuan Registrasi dan Identifikasi Forensik Ranmor dan data pengemudi
lebih akurat, kecepatan dan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, dilakukan
ujicoba pembentukan SAMSAT di Polda Metro Jaya.

1976-1988

Berdasarkan INBERS 3 Menteri, Menhankam, Menkeu & Mendagri No. Pol.


KEP/13/XII/1976, No.KEP-1693/MK/IV/12/1976, 311 TAHUN 1976 bahwa
Konsep SAMSAT diberlakukan di seluruh Indonesia Kepolisian RI, PT Jasa
Raharja (Persero) & Dinas Pendapatan Provinsi bersama-sama. Meski demikian
masing-masing instansi menerbitkan tanda bukti untuk setiap pelunasan kewajiban
di SAMSAT.

1988-1993

Berdasarkan INBERS, Menhankam, Menkeu & Mendagri No. INS/03/X/1988, No.


5/IMK.013/1988, No. 13A Tahun 1988 dilakukan penyederhanaan dokumen yaitu
· Formulir permohonan/pendaftaran STNK/Pajak/SWDKLLJ digabung jadi satu.

· Tanda Pelunasan Pembayaran SWDKLLJ PT Jasa Raharja (Persero)yang


tercantum dalam STNK/STCK berlaku sebagai pengganti polis Asuransi (sertifikat)

1993-1999

2 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Diberlakukan revisi masa berlaku STNK dan TNKB dari 1 tahun menjadi 5 tahun
namun setiap tahunnya melakukan pengesahan STNK berdasarkan INBERS
Panglima Angatan Bersenjata, Menkeu & Mendagri No. INS/02/II/1993, No.
01/IMK.01/1993, No.2A Tahun 1993. Mekanisme Perpanjangan STNK dibentuk 5
pokja (loket) untuk pelayanan.

1999 sd. Sekarang

3 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

BAB II

MAKRO DAN MIKRO

A. Struktur organisasi kantor samsat

Struktur organisasi dapat diartikan sebagai serangkaian hubungan antara


individu-individu dalam suatu kelompok. Struktur ini kemudian digambarkan
dalam bagan organisasi. Bagan Organisasi ini akan memperlihatkan garis-garis
besar hubuungan antara fungsi-fungsi dalam organisasi, arus tanggung jawab dan
wewenang. Dalam pengertian luas, dapat diartikan bahwa struktur organisasi itu
tergantung pada tugas-tugas yang dilaksanakan dan wewenang yang dipergunakan
oleh individu-individu dari kelompok dalam mencapai tujuan yang telah
dilaksanakan. Adapun struktur organisasi yang dimiliki sebagai berikut:

Uraian Tugas dan Fungsi

1) Kepala Unit Pelaksana Tenis

1. Unit Pelaksana Teknis Dinas mempunyai tugas membantu kepala dinas dalam
pengadministrasian, Ketatausahaan Penagihan Pajak, Retribusi dan pendapatan lain
– lain.

2. Untuk melaksanakan tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas


menyelenggarakan fungsi:

a) Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkungan Unit Pelaksana Teknis,

4 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

b) Penyelenggaraan penyusunan dan penyempurnaan standar, normanorma,


kriteria-kriteria, pengadministrasian, pendapatan potensi, penyuluhan,
penagian/pengutipan, penyetoran, serta pelaporan hasil pengutipan/penagihan
PKB-KAA, BBNKB-KAA, PP-ABT/APU, PBB-KB, Retribusi dan Pendapatan
lain-lain,

c) Penyelenggaraan optimalisasi pengadministrasian, pendataan potensi,


penagihan/pengutipa PKB-KAA, BBNKB-KAA, PP-ABT/APU, PBBKB,
Retribusi dan Pendapatan lain-lain serta melaksanakan pelaporan sesuai ketentuan
dan standar yang berlaku,

d) Penyelenggaraan pelayanan administrasi internal dan eksternal UPT,

e) Penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan tugas dan


fungsinya,

f) Penyelenggaraan pengkoordinasian terhadap kabupaten/kota dan instansi


vertikal,

g) Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas, sesuai dengan bidang
tugas dan fungsinya,

h) Penyelenggaraan pemberian masukan dalam bidang tugasnya kepada Kepala


Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya,

i) Penyelenggaraan pelaporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugas


kepada Kepala Dinas, sesuai dengan standar yang ditetapkan,

3. Kepala Unit Pelaksaan Teknis Dinas, mempunyai uraian tugas:

a) Menyelenggarakan pembinaan, bimbingan, arahan dan penegakan disiplin


pegawai pada lingkup Unit Pelaksanaan Teknis Dinas,

b) Menyelenggarakan pemberian arahan dan bimbingan kepada pegawai


dilingkungan Unit Pelaksanaan Teknis Dinas,

c) Menyelenggarakan keamanan dan kenyamanan tugas pada lingkungan kantor,

d) Menyelenggarakan penyusunan perencanaan dan program Unit Pelaksanan


Teknis Dinas,

e) Menyelenggarakan penyusunan konsep standar, norma-norma, dan kriteria-


kriteria di bidang tugas administrasian keuangan, kepegawaian urusan umum dan
pelayanan Unit Pelaksanaan Teknis Dinas,

f) Menyelenggarakan pendataan potensi pajak retribusi dan pendapatan lainlain,

5 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

g) Menyelenggarakan penyuluhan dan sosialisasi dibidang perpajakan, dan


retribusi,

h) Menyelenggarakan penagihan dan pengutipan pajak dan retribusi, sesuai dengan


ketentuan peraturan perundang-undangan,

i) Menyelenggarakan penyetoran dan pelaporan ke kas daerah atas penagihan dan


pengutiapan yang dilakukan,

j) Menyelenggarakan pelayanan administrasi pajak dan non pajak,

k) Menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian tugas-tugas dan kegiatan yang


dilaksanakan, sesuai dengan tugas dan fungsinya,

l) Menyelenggarakan pengamatan dan kajian atas dasar potensi pendapatan baru,

m) Menyelenggarakan koordinasi tetap terhadap Kabupaten/Kota dan Instansi


Vertikal di daerah,

n) Menyelenggarakan laporan-laporan kepada Kepala Dinas,

o) Menyelenggarakan evaluasi atas pelaksanaan tugas dan kegiatan yang


dilaksanakan,

p) Menyelenggarakan pembinaan dan memelihara data bahan dibidang pajakpajak,


retribusi dan pendapatan lain-lain,

q) Menyelenggarakan pemberian masukan kepada Kepala Dinas untuk


pengambilan kebijakan,

r) Menyelenggarakan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas, sesuai tugas dan
fungsinya,

s) Menyelenggarakan pelaporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan


tugasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan.

4. Untuk membantu melaksanakan tugas, fungsi dan uraian tugas sebagaimana


dimaksud pada ayat (1), (2), dan (3) Kepala Unit

Pelaksanaan Teknis Dinas dibantu:

a) Kepala Sub Bagian Tata Usaha,

b) Kepala Seksi Penagihan Pajak,

c) Kepala Seksi Retribusi dan Pendapatan Lain-lain,

d) Kelompok Jabatan Fungsional,

6 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

1. Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas:

1) Melaksanakan pembinaan, bimbingan dan arahan kepada pegawai pada lingkup


Sub Bagian Tata Usaha.

2) Melaksanakan pengumpulan bahan/data

3) atausahaan. Melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan dan program Kerja


Sub Bagian Tata Usaha.

4) Melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan peralatan UPT, sesuai dengan


ketentuan peraturan perundang-undangan.

5) Melaksanakan kegiatan ketatausahaan, pembinaan, pemeliharaan, penataan dan


pengendalian Surat Masuk dan Surat keluar, dan Kearsipan.

6) Melaksanakan kegiatan pembinaan, disiplin dan administrasi Kepegawaian


dibidang Penyusunan daftar urutan kepangkatan (DUK), kenaikan pangkat, layanan
data pegawaian.

7) Melaksanakan kegiatan administrasi keuangan UPT dibidang pembayaran gaji,


gaji berkala pegawai dan Urusan Kepegawaian lainnya.

8) Melaksanakan proses pemberian kesejahteraan pegawai dibidang administrasi


kesehatan dan fasilitas kesejahteraan lainnya.

9) Melaksanakan persiapan kegiatan peningkatan Sumber Daya Aparatur, pegawai


pada lingkungan UPT.

10) Melaksanakan layanan administrasi keuangan pada UPT.

11) Melaksanakan pengelolaan peralatan rumah tangga dan urusan dalam UPT.

12) Melaksanakan perawatan dan pemeliharaan dokumen pada UPT.

13) Melaksanakan fasilitasi kegiatan olahraga, kesenian, kerohanian dan rekreasi.

14) Melaksanakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan


kebijakan.

15) Melaksanakan koordinasi dengan Satuan/Unit Kerja terkait pada wilayah


kerjanya.

16) Melaksanakan tugas lain, yang diberikan kepada Kepala UPT, sesuai dengan
tugasnya.

7 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

17) Melaksanakan pertanggungjawaban atas tugas-tugasnya kepada Melaksanakan


pelaporan tugas/kegiatan Sub Bagian kepada Kepala UPT, sesuai standar yang
ditetapkan.

18) Kepala UPT, sesuai standar yang ditetapkan.

2. Kepala Seksi Penagihan Pajak, mempunyai tugas:

1) Melaksanakan pembinaan, bimbingan dan arahan kepada pegawai pada


lingkungan Seksi Penagihan Pajak.

2) Melaksankan pengumpulan bahan/data dibidang potensi pajak pada wilayah


kerjanya.

3) Melaksanakan penetapan, penagihan, penerimaan wajib pajak.

4) Melaksanakan pemprosesan usul/pengajuan keberatan dari wajib pajak.

5) Melaksanakan pembuatan dan penyusunan daftar jumlah tagihan, tunggakan, dan


denda Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor,
Kendaraan di Atas Air, Bea Balik Nama Kendaraan di Atas Air, sesuai ketentuan
yang ditetapkan.

6) Melaksanakan pembuatan daftar jumlah tagihan, tunggakan dan denda pajak,


pengambilan dan pemanfaatan ABT/APU dan PBBKB, sesuai ketentuan yang
ditetapkan.

7) Melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan dan program Seksi Penagihan


Pajak.

8) Melaksanakan kegiatan pembinaan, bimbingan dan petunjuk serta disiplin kerja


kepada staf/pegawai pada lingkup Seksi Penagihan Pajak.

9) Melaksanakan peningkatan kegiatan penagihan pada lingkup Seksi Penagihan


Pajak.

10) Melaksanakan layanan Administrasi pada Seksi Penagihan Pajak

11) Melaksanakan kebutuhan peralatan pada lingkup Seksi Penagihan.

12) Melaksanakan perawatan, pemeliharaan, dan keamanan dokumen pada Seksi


Penagihan Pajak.

13) Melaksanakan fasilitasi kegiatan Seksi terhadap Unit Organisasi Lain.

14) Melaksanakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan


keputusan.

8 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

15) Melaksanakan koordinasi dengan Satuan/Unit Kerja terkait pada wilayah


kerjanya.

16) Melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan Seksi


kepada Kepala UPT.

17) Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepada Kepala UPT, sesuai dengan
tugasnya.

18) Melaksanakan pelaporan tugas/kegiatan Seksi kepada Kepala UPT, sesuai


standar yang ditetapkan.

19) Melaksanakan pertanggungjawaban atas tugas-tugasnya kepada Kepala UPT,


sesuai standar yang ditetapkan.

3. Kepala Seksi Retribusi dan Pendapatan Lain-lain, mempunyai tugas:

1) Melaksanakan pembinaan, bimbingan, dan arahan kepada pegawai lingkup Seksi


Retribusi dan Pendapatan lain-lain.

2) Melaksankan pengumpulan bahan/data dibidang potensi retribusi dan


pendapatan lain-lain.

3) Melaksanakan penetapan, penagihan, penerimaan wajib retribusi/pajak dan


pendapatan lain-lain.

4) Melaksanakan pemprosesan usul/pengajuan keberatan dari wajib retribusi.

5) Melaksanakan pembuatan dan penyusunan daftar jumlah tagihan, tunggakan, dan


denda pendapatan lain-lain, sesuai ketentuan yang ditetapkan.

6) Melaksanakan pembuatan daftar jumlah tagihan, tunggakan dan denda retribusi.

7) Melaksanakan rencana kebutuhan dan program kegiatan Seksi Retribusi dan


pendapatan lain-lain.

8) Melaksanakan peningkatan kegiatan penagihan Retribusi dan Pendapatan lain-


lain.

9) Melaksanakan kebutuhan peralatan pada lingkup Seksi Retribusi dan Pendapatan


lain-lain.

10) Melaksanakan perawatan, pemeliharaan, dan keamanan dokumen pada Seksi


Retribusi dan Pendapatan lain-lain.

11) Melaksanakan layanan administrasi pada lingkup Seksi Retribusi dan


Pendapatan lain-lain.

9 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

12) Melaksanakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan


kebijakan.

13) Melaksanakan koordinasi dengan Satuan/Unit Kerja terkait pada wilayah


kerjanya.

14) Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepada Kepala UPT, sesuai dengan
tugasnya.

15) Melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan-kegiatan pada Seksi


Retribusi dan Pendapatan lain-lain, sesuai standard yang ditetapkan.

16) Melaksanakan pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan atas tugas-


tugasnya kepada Kepala UPT, sesuai standar yang ditetapkan.

4. Kelompok Jabatan Fungsional, mempunyai tugas:

1. Pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara, dapat
dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional, berdasarkan kebutuhan dan hasil analisis
beban kerja, yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur, sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

2. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas mendukung pelaksanaan tugas


dan fungsi Unit Pelaksana Tekis Dinas Pedapatan Provinsi Sumatera Utara.

3. Kelompok Jabatan Fungsional dapat dibagi dalam sub-sub kelompok yang


masing-masing dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior, sesuai ketentuan
peraturan perundangundangan.

4. Jumlah Kelompok Jabatan Fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan, sifat,


jenis, dan beban kerja.

5. Pembinaan terhadap Kelompok Jabatan Fungsional dilakukan sesuai dengan


peraturan perundang-undangan.

B. Stuktur dan konstruksi


1. Sub struktur

PONDASI

Pondasi merupakan bagian dari struktur bangunan yang termasuk


dalam sub struktur bangunan. Pondasi berfungsi sebagai penerima beban dari
bangunan, kemudian beban tersebut dialirkan ke dalam tanah di bawah
bangunan tersebut. Pondasi adalah bagian terendah dari bangunan yang
meneruskan beban bangunan ke tanah atau batuan yang berada di bawahnya.
Terdapat klasifikasi pondasi, yaitu:

10 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Pondasi Dangkal

Pondasi dangkal adalah pondasi yang mendukung bebannya secara


langsung. Pondasi dangkal biasanya dipergunakan pada bangunan
sederhana/bangunan yang tidak berlantai serta pada bangunan 2 lantai. Jenis
pondasi dangkal pada bangunan terbagia atas dua jenis, yaitu:

Pondasi Batu (Pondasi Garis)

Pondasi batu/garis biasa juga disebut sebagai pondasi memanjang.


Pondasi batu/garis adalah jenis pondasi yang mendukung dinding secara
memanjang atau digunakan untuk mendukung sederetan kolom yang berjarak
dekat. Pondasi batu/garis memiliki kedalaman 1 – 1,5 meter. Pondasi ini tidak
dipergunakan pada struktur vertical/bangunan tinggi

Gambar. Pondasi Batu/Garis

Pondasi Plat Kaki (Pondasi Foot-Plate)

Pondasi plat kaki biasa juga disebut sebagai pondasi telapak. Pondasi
telapak adalah pondasi yang berdiri sendiri dalam mendukung kolom. Pondasi
telapak memiliki kedalaman 1,5 – 2 meter, bias dipakai untuk bangunan
vertical. Pondasi ini haeus bertumpu pada tanah keras atau pada tiang pancang.

11 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Pondasi Tiang

Pondasi tiang biasa juga disebut dengan nama pile foundation yang
digunakan bila tanah pondasi pada kedalaman yang normal tidak mampu
mendukung bebannya, dan tanah keras terletak pada kedalaman yang sangat
dalam. Dan juga bila pondasi bangunan terletak pada tanah timbunan yang
cukup tinggi, sehingga bila bangunan diletakkan pada timbunan akan
dipengaruhi oleh penurunan yang besar. Pondasi tiang bentuknya hampir sama
dengan pondasi sumuran akan tetapi pondasi tiang umumnya berdiameter lebih
kecil dan lebih panjang serta lebih padat.

12 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Pondasi Batu Kali

Jenis-jenis pondasi rencanarumah.com

Pondasi batu kali ini sering disebut juga pondasi menerus atau pondasi memanjang,
fungsinya sendiri yaitu sebagai pendukung untuk menopang beban memanjang, baik itu
untuk menopang beban dinding atau beban kolom yang tidak dapat secara langsung di
tahan olek satu atau dua kolom, sehingga beban menjadi merata dengan adanya pondasi.

Bentuk pondasi ini secara gambar detail pondasi adalah trapesium, namun tak jarang kita
temui dilapangan jennis pondasi batu kali ini berbentuk kotak, pondasi ini selain
menggunakan batu kali juga bisa menggunakan batu pecah sebagai pengganti, mengingat
semain susahnya untuk mendapatkan batu kali sekarang.

Komposisi dari material untuk membuat pondasi batu kali ini adalah semen, pasir dan air,
semua itu diaduk dengan takaran tertentu sehingga membentuk pondasi batu kali yang kuat
untuk menopang beban bangunan.

Pondasi Rakit

Jenis-jenis pondasi prima-mangiri.blogspot.com

13 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Pondasi ini hampir sama dengan yang saya jelaskan diatas, yaitu pondasi yang
terbuat dari plat beton berukuran besar yang saling berdekatan, hal ini untuk
menghantarkan permukaan satu ke kolom lainya dalam beberapa jalur dengan
tanah, apabila memakai telapak maka sisinya akan salaing berhimpitan satu dengan
lainya.

Pondasi Umpak

Jenis-jenis pondasi umpak www.rudydewanto.com

Jenis pondasi ini sangat cocok untuk area tanah yang keras karena pondasi ini tidak
memerlukan kedalaman yang lebih untuk membuatnya, sampai sekarang pun
pondasi ini masih banyak digunakan didaerah tertentu namun dengan bantuan
ditopang oleh pondasi batu kali yang diletakakn tepat di bawahnya.

Pondasi ini juga termasuk kedalam pndasi yang tahan gempa karena pengikat
struktur dan angkur yang mengikat umpak pada kayu atau batu dibagian bawahnya
dilunakkan sehingga dapat menyelaraskan getaran yang timbul akibat gempa atau
getaran lain yang tidak diinginkan sehingga bagian struktur bangunan tidak mudah
patah.

14 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

2. Super struktur

KOLOM

Kolom merupakan bagian dari super struktur yang terletak di atas sloef.
Kolom berfungsi sebagai penyalur gaya dari beban yang berasal dari atap,
ringbalk, dinding. Kolom juga merupakan elemen vertical yang sangat banyak
digunakan. Kolom dapat juga disebut sebagai elemen struktur berarah miring
asalkan memenuhi defenisi kolom, yaitu beban (aksial) hanya diberikan di
ujung-ujungnya dan tidak ada beban transversal. Kolom dalam bangunan dapat
di klasifikasikan, yaitu:

Kolom Pendek

Kolom pendek adalah jenis kolom yang kegagalan material (ditentukan


oleh kekuatan material) atau merupakan elemen struktur yang mempunyai nilai
perbandingan antara panjangnya dengan dimensi penampang melintang
relative kecil. Kapasitas pikul beban kolom pendek tidak tergantung pada
panjang kolom dan apabila mengalami beban berlebihan, kolom pendek pada
umumnya akan gagal karena hancurnya material.

Kolom Panjang

Kolom panjang adalah elemen struktur tekan yang semakin panjang


akan semakin langsing yang disebabkan oleh proporsinya. Perilaku kolom
langsing yang mengalami beban tekan sangat berbeda dengan perilaku kolom
pendek. Karakteristik dari kolom panjang adalah apabila beban tekuk pada
kolom mencapai beban tekuk kritis, kolom akan berada dalam keadaan
keseimbangan netral. Dan apabila kolom mengalami deformasi dari
konfigurasi linear, maka akan tetap pada konfigurasi baru (tidak kembali pada
konfigurasi linear). Beban tekuk adalah beban maksimum yang dapat dipikul
oleh kolom.

Gambar 12. Bentuk Kolom

15 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Sistem perhitungan untuk menentukan besaran kolom pada


bangunan berlantai, yaitu: 110 sampai dengan 112 dari bentangan modul.
Modul adalah sistem grid yang dipergunakan dalam penempatan modul atau
batasan bentangan untuk penempatan kolom. Untuk bangunan 2 (dua) lantai
dalam menentukan besaran kolom yang dipakai 120 dari bentangan modul

BALOK

Balok dalam system struktur bangunan berlantai merupakan system


struktur yang berada pada bagian super struktur, dengan fungsi sebagai
penyalur gaya dari kolom atasnya dan plat lantai. Desain balok dalam
bangunan merupakan struktur statis tak tentu, adalah struktur yang reaksi, gaya
geser, dan momen lenturnya tidak dapat ditentukan secara langsung dengan
hanya menggunakan persamaan keseimbangan statika dasar ΣFx = 0, ΣFy = 0,
ΣFz = 0. Struktur statis tak tentu adalah ari tinjauan desain, yaitu besar reaksi,
gaya geser dan momen lentur bergantung pada karakteristik fisik penampang
melintang, juga jenis material yang digunakan pada struktur tersebut, selain
juga tentunya bergantung pada bentang dan beban yang bekerja.

Pada bangunan berlantai klasifikasi balok terbagia 2 (dua), yaitu:

Balok induk, adalah balok yang berada pada tengah kolom di setiap
lantainya. Fungsi dari balok induk menerima gaya dari kolom atasnya,
ringbalk, plat lantai dan dinding. Besaran balok induk lebih besar dari balok
anak. Untuk menentukan besaran balok induk ditentukan 110 − 120 dari
bentangan

Balok anak, adalah balok yang berada dibawah plat lantai di bangunan
berlantai. Fungsi balok anak sebagai penerima gaya dan beban dari plat lantai
yang kemudian menyalurkan gaya dan beban tersebut ke balok induk. Besaran
balok anak lebih kecil dari balok induk. Untuk menentukan besaran balok anak
maka sebaiknya bentangan di bagi dua untuk menentukan as atau garis
tengahnya, ini berfungsi untuk memberikan keseimbangan dari bentangan

PLAT LANTAI

Plat adalah struktur planar kaku yang secara khas terbuat dari material
monolit yang tingginya kecil dibandingkan dengan dimensi-dimensi lainnya.
Beban yang umum bekerja pada plat mempunyai sifat banyak arah dan
tersebar. Plat dapat ditumpu di seluruh tepinya atau hanya pada titik-titik
tertentu (misalnya oleh kolom-kolom) atau campuran antara tumpuan menerus
dan titik. Ketebalan plat lantai untuk bangunan berlantai adalah 10 cm – 12 cm.
Secara umum tipe plat lantai bangunan berlantai terdiri dari 3 (tiga) macam,
yaitu:

16 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

1. Lantai Plat (Slab-Floor)

Pada jenis plat lantai ini, dikenal 2 (dua) macam, yaitu:

a. Lantai plat tanpa balok anak, dimana jarak kolom 2 – 4 meter.

b. Lantai plat dengan balok anak, dimana jarak kolom > 4 meter.

Gambar 13. Plat Slab Floor

2. Lantai Berusuk 1 Arah (Rib-Floor)

Lantai berusuk 1 arah merupakan jenis plat lantai dimana balok


rusuknya atau balok anak hanya dalam satu arah saja dan memiliki jarak-jarak
balok rusuk/balok anak.

Gambar 14. Plat Lantai Rib Floor

3. Lantai Berusuk 2 Arah/Bersilangan (Grid Floor/Waffle Floor)

Jenis plat lantai ini hampir sama dengan system papan catur, karena
arah balok rusuk/balok anak dari dua arah.

17 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Gambar 15. Plat Lantai Grid Floor/Waffle Floor

3. Upper struktur
DEFINISI ATAP
Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai
penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya terhadap pengaruh panas,
hujan, angin, debu atau untuk keperluan perlindungan. Atap merupakan
bagian dari sistem struktur yang berada pada bagian up struktur. Syarat-syarat
atap yang harus dipenuhi antara lain:
a. Konstruksi atap harus kuat menahan beratnya sendiri dan tahan terhadap
tekanan maupun tiupan angin atau bebah-beban lain, seperti berat air
hujan.
b. Pemilihan bentuk atap yang akan dipakai hendaknya sedemikian rupa,
sehingga menambah keindahan serta kenyamanan bertempat tinggal bagi
penghuninya.
c. Agar rangka atap tidak mudah diserang oleh rayap/bubuk, perlu diberi
lapisan pengawet (lapisan tir).
d. Bahan penutup atap harus tahan terhadap pengaruh perubahan cuaca.
e. Kemiringan atau sudut lereng atap harus disesuaikan dengan jenis bahan
penutupnya.

BENTUK-BENTUK ATAP

Atap dapat direncanakan dengan berbagai macam bentuknya.


Kesesuaian dan keserasian dari suatu bangunan dapat dipengaruhi oleh
bentuk atapnya. Bermacam-macam bentuk atap yang ada, di antaranya
adalah:

1. Atap Datar
Bentuk atap ini kelihatannya paling sederhana, jika dibandingkan
dengan bentuk- bentuk atap lainnya. Meskipun bentuk ini dikatakan atap
datar, akan tetapi pada permukaan atap stlalu dibuat sedikit miring untuk
menyalurkan air hujan ke lubang talang. Atap pelat terbuat dari beton yang

18 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

ditahan/disangga oleh balok-balok dan kolom-kolom beton dengan ukuran


tertentu, sehingga akhirnya merupakan suatu portal.

Gambar 59. Bentuk Atap Datar

Atap Pelana

Atap pelana sebagai penutup ruangan terdiri dari dua bidang atap
miring yang tepi atasnya bertemu pada sate garis lurus, dinamakan bubungan.
Tepi bawah bidang atap, di mana air itu meninggalkan atap dinamakan tepi
teritis. Pada tepi teritis ini dapat dipa:sangi talang air. Di kedua ujung akhir
tembok bangunan dibuatkan gunung-gunung sebagai pengganti fungsi kuda-
kuda. Kalau bangunannya cukup panjang, maka tiap-tiap jarak 3 m perlu
dipasang kuda-kuda untuk menahan gording/bidang penutup atap. Bahan
penutupnya banyak yang menggunakan genteng biasa (genteng kampung)
maupun seng gelombang.

Gambar 61. Bentuk Atap Pelana

Atap Perisai

Atap perisai merupakan penyempurnaan dari bentuk atap pelana


dengan menambahkan dua bidang atap miring yang berbentuk segitiga pada
ujung akhir atap bangunan. Atap perisai terdiri dari dua bidang atap miring
yang berbentuk trapesium panjang yang pada tepi atasnya bertemu pada satu
garis lurus, yang dinamakan bubungan, Dan dua bidang atap lainnya yang
berbentuk segitiga. Pertemuan dari tiap dua bidang atap yang merupakan garis
miring menyudut Berta menjorok ke_luar dinamakan bubungan miring atau
jurai luar. Sedangkan pertemuan dan dua bidang atap yang menjorok ke dalam
dinamakan jurai dalam atau lembahan. Oleh karena air hujan yang jatuh di
sekitar jurai kemudian mengalir ke jurai dalam, maka ini perlu dibuatkan

19 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

talang. Dengan demikian jurai dalam atau lembahan dapat juga dinamakan
jurai talang.

Gambar 62. Bentuk Atap Perisai

Bentuk Konstruksi Kuda-Kuda/Rangka Atap

Kuda-kuda ini diletakkan di atas dua tembok selaku tumpuannya.


Perlu diperhatikan bahwa tembok diusahakan tidak menerima gaya
horisontal maupun momen, karena tembok hanya mampu menerima beban
vertical. Bentuk dasar konstruksi kuda-kuda:

a. Akibat adanya beban maka titik pertemuan kedua kaki kuda-kuda


bagian atas (P) mengalami perubahan letak yaitu turun ke P',
sehingga kaki kuda-kuda menekan ke dua tembok ke arah samping.
b. Untuk mencegah agar kaki kuda-kuda tidak bergerak ke samping
perlu dipasang balok horisontal untuk menahan kedua ujung bawah
balok kaki kuda-kuda tersebut. Balok yang horisontal ini dinamakan
balok tarik. (AB).
c. Karena bentangan cukup besar dan beratnya sendiri, mak' balok tank
AB akan melentur. Titik, P bergerak turun ke titik P'.
d. Untuk mengatasi adanya penurunan pada balok tank di ujung atas
kaki kuda-kuda dipasangi tiang dan ujung bawah tiang menggantung
tengah-tengah balok tank AB. Oleh karenanya dinamakan tiang
gantung.
e. Bentangan makin besar, praktis kaki kuda-kuda yang miring, ini
bertambah besar pules Dan oleh adanya beban kaki ini dapat
melentur.
f. Untuk mencegah adanya pelenturan pada ka.ki kuda-kuda perlu
dipasangi batang sokong/skoor di mana ujung bawah skoor
memancad pada bagian bawah tiang ganttmg ujung atas skoor
menopang kira-kira bagian tengah kaki kuda-kuda.

20 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

g. Pada bangunan-bangunan yang berukuran besar, kemungkinan


konstruksi kuda-kuda melentur pada bidangnya karena kurang
begitu kaku. Untuk itu perlu diperkuat dengan dua batang kayu
horisontal yang diletakkan kira-kira di tengah-tengah tinggi tiang
gantung.

Batang-batang pelengkap kuda-kuda dan bubungan/jurai pada


konstruksi atap antara lain, sebagai berikut:,

a. Balok ternbok (plat tembok), yaitu: balok yang dipasang di


sepanjang tembok atau di atas tumpuan beberapa tiang penyangga
yang berfungsi untuk menahan usuk bagian bawah.
b. Balok gording (gording), yaitu: batang memanjang yang sejajar
balok tembok yang diletakkan di atas kaki kuda-kuda untuk
menumpu usuk dari sambungannya.
c. Balok bubungan (nok), yaitu: balok memanjang yang diletakkan di
atas puncak kaki kuda-kuda dan sejajar balok gording (pada atap
pelana) dan sekaligus. berfungsi untuk menahan pertemuan usuk
bagian atas.
d. Papan bubungan, yaitu: lembaran papan yang diletakkan berdiri di
atas balok bubungan yang berfungsi untuk menahan genteng
bubungan dan adukannya
e. Balok kunci, yaitu: balok yang dipasang di atas atau di samping
balok tarik yang berfungsi untuk mengunci/menahan
sambungannya.
f. Balok angin (ikatan silang), yaitu: balok yang dipasang saling
menyilang di antara tiang-tiang gantung yang diperkuat dengan baut
mur.
g. Balok topang, yaitu: balok yang dipasang miring di mana ujung
atasnya menopang balok bubungan dan ujung-bawahnya memancad
pada tiang gantung. Balok ini berfungsi untuk menahan pelenturan
balok bubungan.
h. Usuk (kasau-kasau), yaitu: kayu yang berukuran 7 cm atau 1 cm
yang menumpang di atas balok bubungan, balok gording dan balok
tembok yang diletakkan berjejer di atas balok gording dengan jarak
± 50 cm dari. sumbu ke sumbu (kecuali pada jurai luar/dalam atap
perisai).
i. Reng, yaitu kayu yang berukuran 2cm atau 3/4 cm yang dipasang di
atas usuk. Jarak reng tidak pasti ini disesuaikan dengan ukuran
panjang genteng yang digunakan.
j. Balok bubungan miring (jurai luar), yaitu: balok yang berada pada
pertemuan dan bidang atap yang menjorok ke luar.

21 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

k. Balok lembahan (balok jurai dalam = balok jurai talang), yaitu:


balok yang berada pada pertemuan dua bidang atap yang menjorok
ke dalam membentuk lernbahan/talang..
l. Tiang pincang, yaitu: tiang yang ujung atasnya menopang balok
bubungan miring pada jarak spanjangnya dari sudut tembok, dan
ujung bawahnya menumpang di atas batang tunjang atau batang
pikul.
m. Batang tunjang (batang pikul), yaitu: batang diagonal yang dipasang
di atas atau di bawah balok tembok yang berfungsi memikul tiang
pincang. Panjang batang tunjang maksimal 3 m atau dipasang lebih
kurang 1,5 m dari sudut tembok.
n. Batang pincang (batang-batang apit), yaitu: dua batang kayu yang
mengapit ujung bawah tiang pincang dan balok bubungan miring.

Gambar 107. Bentuk ½ kuda-kuda

C. Utilitas :
1. Pencahayaan
System pencahayaan yang digunakan dalam kantor samsat yaitu :
a. Pencahayaan alami

Pencahayaan alami adalah sumber pencahayaan yang berasal dari


sinar matahari. Sinar alami mempunyai banyak keuntungan, selain
menghemat energi listrik juga dapat membunuh kuman. Untuk

22 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

mendapatkan pencahayaan alami pada suatu ruang diperlukan jendela-


jendela yang besar ataupun dinding kaca sekurang-kurangnya 1/6 daripada
luas lantai.

Pencahayaan alami dalam sebuah bangunan akan mengurangi penggunaan


cahaya buatan, sehingga dapat menghemat konsumsi energi dan
mengurangi tingkat polusi. Tujuan digunakannya pencahayaan alami yaitu
untuk menghasilkan cahaya berkualitas yang efisien serta meminimalkan
silau dan berlebihnya rasio tingkat terang. Selain itu cahaya alami dalam
sebuah bangunan juga dapat memberikan suasana yang lebih
menyenangkan dan membawa efek positif lainnya dalam psikologi manusi.

Agar dapat menggunakan cahaya alami secara efektif, perlu dikenali


ke beberapa sumber cahaya utama yang dapat dimanfaatkan :

1. Sunlight, cahaya matahari langsung dan tingkat cahayanya tinggi.


2. Daylight, cahaya matahari yang sudah tersebar dilangit dan tingkat
cahayanya rendah.
3. Reflected light, cahaya matahari yang sudah dipantulkan.

b. Pencahayaan buatan
Pencahayaan buatan adalah pencahayaan yang dihasilkan oleh
sumber cahaya selain cahaya alami, secara umum cahaya tersebut
berasal dari hasil karya manusia berupa lampu yang berfungsi
menyinari ruangan sebagai pengganti jika sinar matahari tidak ada.

Sistem Pencahayaan Buatan

Sistem pencahayaan buatan yang sering dipergunakan secara umum


dapat dibedakan atas 3 macam yakni:

1. sistem pencahayaan merata

Pada sistem ini iluminasi cahaya tersebar secara merata di seluruh


ruangan. Sistem pencahayaan ini cocok untuk ruangan yang tidak
dipergunakan untuk melakukan tugas visual khusus. Pada sistem ini
sejumlah armatur ditempatkan secara teratur di seluruh langi-langit.

2. sistem pencahayaan terarah

Pada sistem ini seluruh ruangan memperoleh pencahayaan dari salah


satu arah tertentu. Sistem ini cocok untuk pameran atau penonjolan suatu
objek karena akan tampak lebih jelas. Lebih dari itu, pencahayaan terarah
yang menyoroti satu objek tersebut berperan sebagai sumber cahaya

23 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

sekunder untuk ruangan sekitar, yakni melalui mekanisme pemantulan


cahaya. Sistem ini dapat juga digabungkan dengan sistem pencahayaan
merata karena bermanfaat mengurangi efek menjemukan yang mungkin
ditimbulkan oleh pencahayaan merata.

3. sistem pencahayaan setempat

Pada sistem ini cahaya dikonsentrasikan pada suatu objek tertentu


misalnya tempat kerja yang memerlukan tugas visual. Sistem pencahayaan
ini sangat bermanfaat untuk:

a. memperlancar tugas yang memerlukan visualisasi teliti


b. mengamati bentuk dan susunan benda yang memerlukan cahaya dari
arah tertentu.
c. Melengkapi pencahayaan umum yang terhalang mencapai ruangan
khusus yang ingin diterangi

2. Penghawaan

System pencahayaan yang digunakan dalam kantor samsat yaitu :

a. Penghawaan alami

Penghawaan alami atau ventilasi alami adalah proses pertukaran udara


di dalam bangunan melalui bantuan elemen-elemen bangunan yang terbuka.

Sirkulasi udara yang baik di dalam bangunan dapat memberikan


kenyamanan. Aliran udara dapat mempercepat proses penguapan di permukaan
kulit sehingga dapat memnerikan kesejukan bagi penghuni bangunan.

b. Penghawaan buatan

Manusia membutuhkan lingkungan udara ruang yang nyaman


(thermal comfort) untuk ketergantungan dengan lingkungan luar, maka
digunakan penghawaan buatan (air conditioning).

Penghawaan buatan di sini memiliki pengertian bahwa udara dalam


ruang dikondisikan

berdasarkan beban kalor yang terjadi pada ruangan tersebut.

Agar didapatkan suatu sistim serta kapasitas pendingin yang tepat,


maka perlu diketahui besarnya beban kalor pada ruang/bangunan (karena
fungsi AC adalah untuk menghapus beban kalor tersebut) sehingga suhu dan
kelembaban udara tetap nyaman. Besar beban kalor yang terjadi ditentukan

24 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

oleh: hantaran panas radiasi matahari, hantaran panas secara transmisi,


hantaran panas ventilasi atau infiltrasi, beban panas intern (manusia dan
peralatan elektronik atau mesin).

Jenis-jenis AC:

AC Split Wall

AC Split Wall adalah jenis AC yang paling umum digunakan di rumah, kantor
maupun instansi di Indonesia, ini disebabkan beberapa faktor mulai dari
gampangnya perawatan dan support.

AC ini terbagi menjadi dua bagian yaitu Indoor dan Outdoor. Indoor adalah bagian
yang mengeluarkan hawa dingin dan Outdoor adalah bagian tempat dimana mesin
berada. Acapkali outdoor ditempatkan diluar ruangan karena mengeluarkan hawa
yang panas dan kadangkala suaranya yang berisik.

Kelebihan AC Split Wall :

Bisa dipasang pada ruangan yang tidak berhubungan dengan udara luar, misalnya
pada ruangan yang posisinya ditengah pada bangunan Ruko, karena condenser yang
terpasang pada outdoor bisa ditempatkan ditempat yang berhubungan dengan udara
luar jauh dari ruangan yang didinginkan.

Suara didalam ruangan tidak berisik.

Kekurangan AC Split Wall:

Pemasangan pertama maupun pembongkaran apabila akan dipindahkan


membutuhkan tenaga yang terlatih.

Pemeliharaan/perawatan membutuhkan peralatan khusus dan tenaga yang terlatih.

Harganya lebih mahal.

25 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

AC Window

AC Window adalah AC yang berbentuk kotak dan dalam pengoperasiannya tidak


menggunakan remote. Karena tombol kontrol sudah terintegrasi dengan AC ini. AC
ini hanya terdiri dari satu bagian yaitu unit itu sendiri dan tidak ada istilah outdoor
dan indoor AC.

AC ini sudah tidak diproduksi lagi karena dianggap sudah ketinggalan jaman dan
karena tidak ada unit outdoor yang membuat AC ini tidak praktis. Kapasitas AC ini
mulai dari 0.5 pk - 2.5 pk.

AC Sentral

Pada AC jenis ini, udara dari ruangan/bangunan didinginkan pada cooling plant
diluar ruangan/bangunan tersebut kemudian udara yang telah dingin dialirkan
kembali kedalam ruangan/bangunan tersebut. AC jenis ini biasanya dipergunakan
di hotel atau mall.

AC Standing Floor

AC Standing Floor adalah AC yang unit Indoonya berdiri dan mudah dipindahkan.
Karena kepraktisannya ini, AC ini sering digunakan dalam acara-acara seperti acara
ulang tahun, perkawinan, hajatan dan acara lainnya.

26 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

AC ini bisa dioperasikan dengan remote control. AC ini mempunyai bagian Indoor
dan bagian Outdoor. Kapasitas AC ini mulai dari 2pk - 5pk.

AC Cassette

Jenis AC Cassette ini, indoornya menempel di plafon. jenis AC Cassette dengan


berbagai ukuran mulai dari 1.5pk sampai dengan 6pk.

Cara pemasangan ac ini memerlukan keahlian khusus dan tenaga extra, tidak seperti
memasang ac rumah atau ac split, yang bisa dipasang sendirian.

AC Split Duct

AC Split Duct merupakan AC yang pendistribusian hawa dinginnya menggunakan


Sistem Ducting. Ini artinya, AC Split Duct tidak memiliki pengatur suhu sendiri-
sendiri melainkan dikontrol pada satu titik!. Tipe AC ini biasanya digunakan di
Mall atau gedung-gedung yang memiliki ruangan luas.

AC Split Duct tidak pernah terlepas dari sistem Ducting yang merupakan bagian
penting dalam sistem AC sebagai alat penghantar udara yang telah dikondisikan
dari sumber dingin ataupun panas ke ruang yang akan dikondisikan. Perkembangan
desain ducting untuk AC hingga saat ini sangat dipengaruhi oleh tuntutan efisiensi,
terutama efisiensi energi, material, pemakaian ruang, dan perawatan.

Kelebihan AC Split Duct :

27 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Suara didalam ruangan tidak berisik sama sekali.

Estetika ruangan terjaga, karena tidak ada unit indoor.

Kekurangan:

Perencanaan, instalasi, operasi dan pemeliharaan membutuhkan tenaga yang betul-


betul terlatih.

Apabila terjadi kerusakan pada waktu beroperasi, maka dampaknya dirasakan pada
seluruh ruangan.

Pengaturan temperatur udara hanya dapat dilakukan pada sentral cooling plant.
Biaya investasi awal serta biaya operasi dan pemeliharaan tinggi.

AC Inverter

AC Inverter merupakan jenis AC Split yang menggunakan teknologi inverter.


Inverter yang terdapat di dalam unit AC merupakan alat / komponen untuk
mengatur kecepatan motor-motor listrik. Disini Inverternya terdiri dari Rectivier
dan Pulse-width modulator. Dengan menggunakan Inverter, motor listrik menjadi
variable speed, kecepatannya bisa diubah-ubah atau disetting sesuai dengan
kebutuhan. Jadi dibandingkan AC Split biasa, type AC Inverter lebih hemat listrik
± 60%

AC VRV

VRV = Variable Refrigerant Volume merupakan sistem kerja refrigerant yang


berubah-ubah. VRV system adalah sebuah teknologi yang sudah dilengkapi dengan
CPU dan kompresor inverter dan sudah terbukti menjadi handal, efisiensi energi,
melampaui banyak aspek dari sistem AC lama seperti AC Sentral, AC Split, atau
AC Split Duct. Jadi dengan VRV System, satu outdoor bisa digunakan untuk lebih
dari 2 indoor AC serta dapat mengatur jadwal dan temperatur AC yang diinginkan
secara terkomputerisasi.

28 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

3. Sistem air bersih dan air kotor


a. Air bersih
- Sumber air sumur artesis
Air bersih dari sumur artesis ditampung di bak penampung dan
disalurkan dengan saluran perpipaan untuk menjangkau titik-titik
pendistribusian, misal wc umum, fire hydrant ke bangunan-
bangunan.

- PDAM
Sumber air bersih ini disediakan oleh perusahaan air minum
setempat.

b. Air kotor
Sistem pengolahan air kotor dan drainase diarahkan untuk menghindari
pencemaran lingkungan bagi penduduk setempat.
- Air kotor dari kamar mandi

29 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

- Air kotor dari dapur

- Air kotor dari wc

4. Pengolahan sampah
Sampah
Pengolahan sampah dilakukan dengan memisahkan sampah yang masih bisa
didaur ulang dan sampah yang tidak bisa didaur ulang. Hal ini bertujuan
untuk menghindari pembuangan sampah yang dapat merusak lingkungan
dengan cara memisahkannya dan ditempatkan secara terpisah-pisah dari
sampah lain yang memungkinkan bisa ditangani lebih lanjut sebelum
dibuang.
Sistem pembuangan sampah dengan cara mengumpulkan sampah lalu
dilakukan pemisahan sampah pada bangunan yang dilakukan oleh petugas
- Sampah dari kegiatan umum

30 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

- Sampah dari lingkungan dalam site

5. Sistem transportasi pada bangunan

Vertikal , berupa elevator

Elevator atau biasa disebut dengan lift merupakan alat angkut untuk
mengangkut orang atau barang dalam suatu bangunan yang tinggi. Lift dapat
dipasang untuk bangunan yang tingginya lebih dari 4 lantai, karena
kemampuan orang untuk naik turun dalam menjalankan tugasnya hanya
mampu dilakukan sampai 4 lantai.

Lift menurut fungsinya dapat dibagi menjadi empat, yaitu :

Lift penumpang, (passanger elevator) digunakan untuk mengangkut manusia

Lift barang, (fright elevator) digunakan untuk menngangkut barang

Lift uang/ makanan (dumb waiters)

Lift pemadam kebakaran (biasanya berfungsi sekaligus sebagai lift barang)

Untuk menentukan kriteria perancangan lift penumpang yang perlu


diperhatikan adalah :

a. Type dan fungsi dari bangunan


b. Banyaknya lantai
c. Luas tiap lantai
d. Dan intervalnya

Sistem penggerak dalam elevator dibedakan dalam :

1. Sistem gearless
Yaitu mesin yang berada diatas, untuk perkantoran, hotel, apartemen,
rumah sakit dan sebagainya (sekarang ada juga lift yang mesinnya
disamping).
2. Sistem hydrolic
Yaitu mesin dibawah, hanya terbatas pada 3-4 lantai, biasanya

31 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

digunakan untuk lift makanan dan uang. Sekarang system hydrolic


juga dipakai untuk penumpang manusia contoh di Bandara Kuala
Lumpur.

Rumah lift dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu :

1. Lift pit
Merupakan tempat pemberhentian akhir yang paling bawah, berupa buffer
sangkar dan buffer beban penyeimbang. Karena letaknya yang paling
bawah, harus dibuat dari dinding kedap air.
2. Ruang luncur (hoistway)
Tempat meluncurnya sangkar/kereta lift, terdapat pintu2 masuk ke kereta
lift, tempat meluncurnya beban penyeimbang, meletakkan rel peluncur dan
beban penyeimbang.
3. Ruang mesin
Tempat meletakkan mesin/ motor traksi lift, dan tempat control panel
(yang mengatur jalannya kereta)

Bentuk dan macam lift tergantung pada fungsi dan kegunaan gedung

1. Lift Penumpang (yang tertutup)


Lift yang sering kita jumpai di kantor keempat sisinya tertutup dan
disesuaikan dengan kebutuhan standart.
2. Lift Penumpang (yang transparan)
Lift yang salah satu atau semua sisi interiornya tembus pandang (kaca)
biasanya disebut juga lift panorama. Dalam gedung (mall, pusat
perbelanjaan) biasanya diletakkan di Hall
3. Lift untuk Rumah Sakit
Karena fungsinya untuk RS maka dimensi besarannya memanjang dengan
2 pintu pada sisinya. Ranjang pasien dapat terakomodasi dengan layak
4. Lift untuk kebakaran (barang)
Ruangannya tertutup, interior sederhana, digunakan jika terjadi kebakaran.
Interiornya harus tahan kebakaran minimal 2 jam dengan ruang
peluncurnya terbuat dari beton (dinding tahan api).

32 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Gambar Lift/ Elevator

33 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Tangga Biasa

Tangga adalah suatu konstruksi yang digunakan untuk


menghubungkan dua tingkat vertikal yang memiliki jarak satu sama lain.

Berdasarkan sifat permanensinya, tangga bisa dibedakan menjadi


dua macam yaitu tangga permanen dan non permanen. Tangga permanen
digunakan untuk menghubungkan dua bidang hosrisontal pada bangunan
dan atau lantai bangunan yang berbeda. Sedangkan tangga non permanen
biasanya digunakan untuk mencapai bidang horisontal yang lebih tinggi dan
digunakan pada saat-saat tertentu saja, misalnya tangga bambu dan tangga
lipat

Konstruksi tangga dapat dibuat dengan berbagai material, yaitu


kayu, baja, beton, dan batu bata. Sedangkan bagian-bagiannya terdiri dari
Ibu tangga, anak tangga, railing, bordes, dan baluster (pagar).

Eskalator

Eskalator atau yang lazim disebut sebagai tangga berjalan, adalah sebuah alat
transpotasi konveyor untuk membawa orang antaralantai bangunan. Peralatan ini
terdiri dari motor yang menggerakkan rantai, dan terhubung dengan anak-anak
tangga yang saling terkait sedemikian rupa, sehingga anak-anak tangga tersebut
tetap berposisi horizontal.

Eskalator digunakan untuk menggantikan elevator atau lift tidak efisien kalau
dipakai, atau agar orang yang mempergunakan tetap dapat memperhatiakn

34 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

sekeliling pada saat memakai. Karena hal tersebut, maka tempat yang banyak
memakai adalah pusat perbelanjaan, hotel, pusat konvensi, department store,
bandara dan bangunan-bangunan public

Keuntungan dari eskalator banyak. Peralatan ini memiliki kapasitas untuk


memindahkan sejumlah besar orang, dan dapat ditempatkan dalam ruang fisik yang
sama seperti yang bisa memasang tangga. Mereka tidak menunggu interval (kecuali
selama lalu lintas yang sangat padat), pealatan ini dapat digunakan untuk
membimbing orang menuju pintu keluar utama atau pameran khusus, dan mungkin
tahan cuaca untuk penggunaan di luar ruang.

Eskalator, seperti trotoar bergerak, yang didukung oleh motor arus bolak-balik (AC
motor) berkecapatan konstan dan bergerak di sekitar 1-2 kaki (0,30-0,61 m) per
detik. Maksimum sudut kemiringan eskalator ke lantai tingkat horizontal adalah 30
derajat dengan kenaikan standar sampai dengan sekitar 60 kaki (18 m). Eskalator
modern menggunakan satu kesatuan anak tangga dari alumunium atau baja yang
bergerak dan terhubung, sehingga menghasilkan gerak yang tidak terputus. Berikut
ini gambar bagian dari eskalator.

Motor elektrik berfungsi untuk menggerakkan drive gear yang dimana fungsi
utamanya menggerakkan rantai penggerak anak tangga (chain guide), serta
menggerakkan penggerak pegangan tangga (handrail drive). Untuk membantu
gerak chain guide, dipasang roda gigi tambahan disebut return wheel. Sedangkan
rel bagian dalam untuk menambah kekuatan dari anak tangga, mengubah posisi
anak tangga apakah horisontal (pada saat di bagian atas), atau miring (pada saat di
bagian bawah) dan agar tetap pada jalurnya.

35 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Komponen pegangan tangga yang terbuat dari karet pada bagian terluarnya
(handrail belt), memiliki struktur yang cukup kompleks. Pada bagian dalamnya
terdapat sabuk besi yang menjaga agar kuat menahan tarikan dari handrail drive,
menjaga agar tetap pada jalurnya, dan melindungi dari vandalisme (berusaha
memotong karet handrail).

Hal ini terkait dengan kecepatan orang untuk melangkah ke Eskalator, dimana
kecepatan melangkah ini tergantung pada lebar eskalator. Kecepatan eskalator 
0,75 m/dtk sehingga peningkatan kecepatan Eskalator akan memperbesar
kapasitasnya.

Berikut adalah daftar yang memperlihatkan perkiraan kapasitas Eskalator yang


digunakan dalam satu bangunan dan pemakaian teratur.

Lebar Lebar Lebar Perkiraan kapasitas


tangga max seluruhnya (orang/menit)
anatara (m)
(m) sandaran Kecepatan (m/dtk)
tangga 0,45 0,60 0,75
(m)

0,60 0,85 1,25 65 90 95

0,80 1,05 1,45 95 120 125

1,00 1,25 1,65 125 150 155

“Daftar perkiraan lebar dan kapasitas Eskalator”

Untuk kebutuhan lainnya dapat digunakan angka standar 60


orang/menit.Jika Eskalator ditempatkan pada kompartement anti kebakaran, maka

36 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

perlu dilengkapi dengan pelindung yang dapat menutup sendiri. Umumnya


Eskalator tidak dipakai sebagai tempat untuk menyelamatkan diri dari bahaya

Tangga Darurat

Bangunan gedung harus disediakan sarana vertikal selain lift, seperti tangga
darurat. Dalam Bab 1 butir 69 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor:
26/PRT/M/2008, tangga kebakaran adalah tangga yang direncanakan khusus untuk
penyelamatan bila terjadi kebakaran.

Tangga darurat di luar gedung

Tangga darurat di dalam gedung

Dalam perencanaan tangga darurat/tangga kebakaran ada beberapa kriteria yang


disyaratkan untuk digunakan dalam perancangan menurut Juwana (2005:139) dan
dalam Bab 3 butir 3.8.1.1 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor:
26/PRT/M/2008 bahwa semua tangga darurat, terutama pada bangunan tinggi harus
aman dan terlindung dari api dan gas panas yang beracun.
Pada SNI 03-1746-2000 butir 5.2 kriteria tangga darurat, antara lain:

37 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Konstruksi

Semua tangga yang digunakan sebagai sarana jalan ke luar sesuai persyaratan, harus
dari konstruksi tetap yang permanen.

Setiap tangga, panggung (platform) dan bordes tangga dalam bangunan yang
dipersyaratkan dalam standar ini untuk konstruksi kelas A atau kelas B harus dari
bahan yang tidak mudah terbakar.

Bordes tangga

Tangga dan bordes antar tangga harus sama lebar dengan tanpa pengurangan lebar
sepanjang arah lintasan jalan ke luar. Dalam bangunan baru, setiap bordes tangga
harus mempunyai dimensi yang diukur dalam arah lintasan sama dengan lebar
tangga. Pengecualian: Bordes tangga harus diijinkan untuk tidak lebih dari 120 cm
(4 ft) dalam arah lintasan, asalkan tangga mempunyai jalan lurus.

Permukaan anak tangga dan bordes tangga

Anak tangga dan bordes tangga harus padat, tahanan gelincirnya seragam, dan
bebas dari tonjolan atau bibir yang dapat menyebabkan pengguna tangga jatuh. Jika
tidak tegak (vertikal), ketinggian anak tangga harus diijinkan dengan kemiringan di
bawah anak tangga pada sudut tidak lebih dari 30 derajat dari vertikal,
bagaimanapun, tonjolan yang diijinkan dari pingulan harus tidak lebih dari 4 cm
(1½ inci).

Kemiringan anak tangga harus tidak lebih dari 2 cm per m (¼ inci per ft )
(kemiringan 1 : 48).

Ketinggian anak tangga harus diukur sebagai jarak vertikal antar pingulan anak
tangga.

Kedalaman anak tangga harus diukur horisontal antara bidang vertikal dari tonjolan
terdepan dari anak tangga yang bersebelahan dan pada sudut yang betul terhadap
ujung terdepan anak tangga, tetapi tidak termasuk permukaan anak tangga yang
dimiringkan atau dibulatkan terhadap kemiringan lebih dari 20 derajat (kemiringan
1 : 2,75)

38 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Pengukuran tinggi anak tangga dengan kemiringan kedepan

Pengukuran tinggi anak tangga dengan kemiringan ke belakang

Kedalaman anak tangga

Pengukuran anak tangga dengan tumpuan yang stabil

39 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Pengukuran anak tangga dengan permukaan injakan yang tidak stabil

Pada pingulan anak tangga, pemiringan atau pembulatan harus tidak lebih dari 1,3
cm (½ inci) dalam dimensi horisontal

Harus tidak ada variasi lebih dari 1 cm (3/16 inci) di dalam kedalaman anak tangga
yang bersebelahan atau di dalam ketinggian dari tinggi anak tangga yang
bersebelahan, dan toleransi antara tinggi terbesar dan terkecil atau antara anak
tangga terbesar dan terkecil harus tidak lebih dari 1 cm (3/8 inci) dalam sederetan
anak tangga. Pengecualian: Apabila anak tangga terbawah yang berhubungan
dengan kemiringan jalan umum, jalur pejalan kaki, jalur lalu lintas, mempunyai
tingkat ditentukan dan melayani suatu bordes, perbedaan ketinggian anak tangga
terbawah tidak boleh lebih dari 7,6 cm (3 inci) dalam setiap 91 cm (3 ft) lebar jalur
tangga harus diijinkan.

3. Sistem proteksi kebakaran

Sarana Proteksi Kebakaran Aktif

Sarana proteksi kebakaran aktif berupa alat ataupun instalasi yang


disiapkan untuk mendeteksi dan atau memadamkan kebakaran. Di antara
sarana proteksi kebakaran aktif antara lain :

a. Detektor Asap, Api maupun Panas.


b. Alarm kebakaran otomatis maupun manual.
c. Tabung Pemadam / APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
d. Sistem Hidran.
e. Sistem Springkler.
f. dsj.

Sarana Proteksi Kebakaran Pasif

Sarana proteksi kebakaran pasif berupa alat, sarana atau metode/cara


mengendalikan asap, panas maupun gas berbahaya apabila terjadi kebakaran.
Di antara sarana proteksi kebakaran pasif antara lain :

a. Sistem Kompartementasi (Pemisahan Bangunan Resiko Kebakaran Tinggi).


b. Sarana Evakuasi dan Alat Bantu Evakuasi.
c. Sarana dan Sistem Pengendali Asap dan Api (Fire Damper, Smoke Damper,
Fire Stopping, dsj).
d. Fire Retardant (Sarana Pelambat Api).
e. dsj.

40 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

D. Ruang
1. Kebutuhan ruang
- Ruang tunggu
- Ruang pengambilan formulir
- Ruang legalisir cek fisik
- Ruang foto copy
- Ruang penyerahan berkas atau BNN II
- Ruang pembayaran PKB/Kasir
- Ruang penyerahan STNK
- Ruang pembuatan plat motor
- Ruang kepala unit
- Ruang kasubag
- Ruang seksi penagihan pajak
- Ruang retribusi dan pendapatan
- Ruang dapur
- WC
2. Kapasitas ruang
- Ruang tunggu = 80 m2
- Ruang pengambilan formulir = 40 m2
- Ruang legalisir cek fisik = 25 m2
- Ruang foto copy = 9 m2
- Ruang penyerahan PKB/Kasir = 16 m2
- Ruang penyerahan STNK = 20 m2
- Ruang pembuatan plat motor = 25 m2
- Ruang kepala unit = 20 m2
- Ruang kasubag = 12 m2
- Ruang seksi penagihan pajak = 12 m2
- Ruang retribusi dan pendapatan = 12 m2
- Ruang dapur = 9 m2
- WC = 4 m2
3. Organisasi ruang

Use Case Diagram Pengarsipan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

41 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Gambar 3.2.1 Use Case Diagram Pengarsipan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Berdasarkan gambar 3.2.1 Use Case Diagram sistem yang berjalan saat ini terdapat
keterangan kegiatan sebagai berikut:

a. Satu sistem yang mencakup seluruh kegiatan pengarsipan Pajak Kendaraan

Bermotor (PKB).

b. Tiga Actor diantaranya: Pegawai, Kasubag Tata Usaha, Kepala Unit Pelaksana

Teknis (UPT).

c. Lima use case diantaranya: Memberikan arsip pajak kendaraan bermotor,

Memilah arsip pajak kendaraan bermotor, Menyimpan arsip pajak kendaraan

bermotor, Membuat laporan arsip pajak kendaraan bermotor, Memberikan laporan

arsip pajak kendaraan bermotor.

Use Case Diagram Pendataan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

42 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Gambar 3.2.2 Use Case Diagram Pendataan Arsip Pajak Kendaraan Bermotor
(PKB)

Berdasarkan gambar 3.2.2 Use Case Diagram sistem yang berjalan saat ini terdapat
keterangan kegiatan sebagai berikut:

a. Satu sistem yang mencakup seluruh kegiatan pendataan arsip Pajak Kendaraan
Bermotor (PKB).

b. Tiga Actor diantaranya: Pegawai, Kasubag Tata Usaha, Kepala Unit Pelaksana
Teknis (UPT).

c. Sebelas use case diantaranya: Memberikan arsip PKB, Menerima arsip PKB,
Memilah arsip PKB, Membuat data arsip PKB, Memberikan data arsip PKB,
Menerima data arsip PKB, Mendata arsip PKB, Menyimpan arsip PKB,

43 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Memberikan arsip PKB, Membuat laporan arsip PKB dan Memberikan laporan
arsip PKB.

Activity Diagram Pengarsipan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Gambar 3.2.3 Activity Diagram Pengarsipan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Berdasarkan gambar 3.2.3 Activity Diagram pengarsipan Pajak Kendaraan


Bermotor (PKB) yang berjalan saat ini terdapat:

Satu Initial Node, sebagai awal objek.

Enam action dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

Tiga Swimline sebagai inisial seseorang yang terdapat dalam sistem.

Satu final Node, sebagai objek yang diakhiri.

44 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

4. Zoning

Zoning adalah pembagian area mana saja yang didapat dari aspek-aspek yang
dijadikan sebagai parameter untuk menentukan area zoning yaitu aspek analisa fisik
yang terdiri dari klimatologi, kebisingan, akses pencapaian, pencahayaan,
penghawaan dan pemandangan. Hasil zoning dari masing-masing aspek tersebut
biasa kita simpulkan sehingga membentuk zoning akhir yang nantinya berguna
untuk menentukan dimana akan diletakkan area publik, semi-publik, privat, dan
servis.

1. Zoning publik

Pada umumnya zona publik ini mempunyai akses ke pintu utama dimana
pencapaiannya mudah baik dari luar maupun dari dalam (pintu masuk apotek,
ruang tunggu, kasir swalayan, kasir resep,swalayan farmasi, pelayanan obat &
informasi obat, musollah, dan toilet)

2. Zoning semi public


Merupakan tempat sebagai wadah interaksi dengan seluruh karyawan (apotek)
dan kadang dengan orang luar pengunjung (pasien) Yang termasuk zona semi
publik adalah lemari obat-obatan dan ruang praktek dokter

3. Zoning privat
Merupakan zona yang biasanya hanya diakses dan digunakan oleh pegawai
tertentu.Yang termasuk dalam zona pribadi antara lain adalah ruang racik obat.,

4. Zoning service area


Merupakan ruangan yang berfungsi sebagai penunjang yaitu gudang.

E. Kebutuhan lahan :
1. FAR (Floor Area Ratio)
FAR / KLB adalah perbandingan antara luas lantai bangunan dengan luas
tanah. (BCR X n ), n = jumlah lantai (tingkat) bangunan. Angka koefisien yang
digunakan biasanya berupa desimal (misal : 1,2; 1,6; 2,5; dsb) Peraturan akan
FAR/KLB ini akan mempengaruhi skyline yang tercipta oleh kumpulan
bangunan yang ada di sekitar. Tujuan dari penetapan FAR/KLB ini terkait
dengan hak setiap orang/bangunan untuk menerima sinar matahari. Jika
bangunan memiliki tinggi yang serasi maka bangunan yang disampingnyapun
dapat menerima sinar matahari yang sama dengan bangunan yang ada di
sebelahnya.

45 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

2. BC (Building Coverage)
BCR/KDB adalah perbandingan antara luas lantai dasar bangunan dengan
luas tanah. ( LB/LT X 100%). Koefisien yang digunakan biasanya berupa
persen atau desimal (misal : 60% atau 0,6) BCR/KDB ini bertujuan untuk
mengatur besaran luasan bangunan yang menutupi permukaan tanah, hal ini
akan mempengaruhi infiltrasi air tanah atau ketersediaan air tanah untuk masa
yang akan datang. Selain sebagai penjaga keberadaan air tanah, permukaan
tanah yang tidak tertutup bangunan akan mampu menerima sinar matahari
secara langsung untuk membuat tanah bisa mengering sehingga udara yang
tercipta di sekitar bangunan tidak menjadi lembab.

F. Lanscape

Salah satu hal yang paling berperan dalam perancangan arsitektur adalah kuantitas
dari obyek desain. Pada dasarnya kuantitas ini dipengaruhi oleh luas dan tingginya.
Suatu rancangan obyek arsitektur yang memiliki tinggi tertentu akan mengarah
pada desain ‘skyscraper’ yang sangat tinggi dan ‘building’ yang agak rendah,
sedangkan obyek arsitektur yang memiliki luas tertentu akan mengarah pada desain
‘lanscape’ atau lansekap. Tulisan ini akan membahas bagaimana beda antara
mendesain dalam tataran ‘building’ dengan desain dalam tataran ‘lanscape’.

Sebuah desain ’building’ dapat saja tidak memiliki lansekap jika dibangun pada
area perkotaan yang padat, namun dapat pula memiliki sedikit lansekap dengan
adanya taman dan perparkiran. Jika luas taman dan perparkiran tersebut ternyata
menjadi prioritas desain, maka tataran desain tersebut akan beralih pada desain
’lanscape’. Dalam desain ’lanscape’ atau lansekap, ruang luar lebih diperhatikan
sebagai fokus desain daripada ’building’ atau bangunan itu sendiri. Dalam desain
lansekap segala konsep akan lebih terfokus menampilkan ’layout plan’ dan ’site

46 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

plan’ dibandingkan dengan tampak. Dalam desain lansekap aspek analisis bukan
lagi cenderung kepada bentuk 3 dimensi, namun lebih pada bentuk 2 dimensi dari
sebuah hamparan lahan. Walau demikian pada akhirnya sebuah desain lansekap
akan mengarah pula pada detail-detail yang bersifat 3 dimensional.

Konsep awal dalam desain lansekap diawali dengan kegiatan menganalisa lahan.
Berbagai potensi dan kendala dalam sebuah lahan akan dieksplorasi untuk
dijabarkan dalam data-data yang terklasifikasi secara sistematis. Pendataan ini
minimal akan menyangkut masalah pendayagunaan kontur dan optimalisasi figur
lansekap. Pendayagunaan kontur bertujuan untuk mendapatkan desain arsitektur
yang mempu beradaptasi dan mengantisipasi bentuk lahan secara vertikal,
sedangkan optimalisasi figur lansekap bermaksud untuk mengelola potensi dan
kendala dari bentuk lahan secara horizontal. Di dalam kegiatan optimalisasi figur
lansekap, perancang akan mendapatkan berbagai data penting dari peta lahan. Di
mana pintu masuk paling efektif, di mana letak bangunan paling optimal, adanya
halangan berupa sungai atau laut, adanya tebing curam, garis sempadan sungai atau
laut, adanya tempat pembuangan sampah, adanya lokasi konservasi alam atau
bangunan, dan lain-lain.

Dari data kebutuhan aktifitas, maka perancang lansekap dapat memulai untuk
membuat zona dan sirkulasi. Analisa lahan telah mampu menetapkan dimana saja
zona-zona yang paling baik untuk direncanakan sebagai tempat berlangsungnya
kegiatan. Segala potensi lahan seperti view yang bagus, lingkungan alam yang
sejuk, kedekatan dengan fasilitas rekreasi dan lain-lain menjadi pertimbangan yang
sangat penting. Langkah selanjutnya adalah menghubungkan fasilitas-fasilitas
tersebut dengan jalur sirkulasi. Pertimbangan terbaik dalam membuat jaringan
sirkulasi adalah kedekatan antar fasilitas dari yang paling penting menuju yang
tidak penting. Dengan dasar ini jika memungkinkan agar tidak menghabiskan
seluruh lahan, maka sebaiknya dibuat wilayah rancangan sekecil mungkin saja. Hal
ini didasari dengan pertimbangan bahwa sirkulasi akan memakan demikian banyak
lahan, padahal di satu sisi panjangnya sirkulasi juga akan membuat pengguna
menjadi tersiksa karena terlalu jauh. Sisa lahan dapat dipergunakan sebagai taman
atau hutan buatan. Banyaknya vegetasi akan membuat iklim mikro dari sebidang
lahan menjadi lebih sejuk.

Optimalisasi potensi lansekap dari segi iklim perlu dipertimbangkan sebagai


langkah perancangan yang selanjutnya. Di dalam lahan harus ditandai mana saja
lokasi-lokasi yang kurang tepat untuk meletakkan fasilitas tertentu. Lokasi yang
berada di tebing dan mudah longsor sebaiknya dihindari untuk diarahkan sebagi
tempat berdirinya bangunan. Jika tebing itu cukup stabil, maka boleh saja didirikan
bangunan karena view yang didapat akan menarik. Lokasi lahan yang berbentuk
cekung seringkali terpakai sebagai tempat berkumpulnya jalur air jika terjadi hujan
deras. Oleh karenanya meletakkan aktifitas berupa bangunan ataupun ruang luar

47 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

selayaknya berada pada lokasi yang cembung. Masih banyak pertimbangan dari
segi penyinaran matahari dan alirang angin agar sebuah rancangan lansekap dapat
memiliki keunggulan.

Jika segala hal yang bersifat programatik telah diselesaikan, maka dapat dimulailah
kegiatan pada langkah selanjutnya, yaitu perancangan. Sebuah perancangan
merupakan kegiatan yang bersifat kontekstual. Jika di dalam arsitektur ada dua hal
yang menjadi prioritas, yaitu antar bentuk dan aktifitas, maka demikian pula dengan
sudut padang dalam merancang. Seseorang dapat menyelesaikan desain dari
aktifitas dahulu kemudian menuju pada bentuk, atau sebaliknya merancang bentuk
terlebih dahulu baru menuju pada aktifitas. Dalam perancangan arsitektur ’form
follow function’ perancang lebih cenderung menggunakan pendekatan pertama.
Sedangkan dalam perancangan arsitektur mutakhir, perancang lebih cenderung
menggunakan pendekatan kedua, yaitu merancang bentuk terlebih dahulu baru
kemudian menghaluskannya dengan aktifitas.

Ketika mendesain pertemuan antara bangunan dengan lansekap, maka segala segi
estetik perlu digunakan agar tetap tercapai keindahan dari hubungan dua jenis
perancangan ini. Ketika segenap rancangan lansekap dalam peta besar dengan
berbagai sirkulasi dan zonasinya sudah selesai, maka selayaknya bangunan tersebut
mengikuti kaidah estetikanya. Jika terpaksa bangunan didesain dengan lingkup di
luar bentuk lansekap, maka segenap transisi antara bangunan dan lansekap ini
menjadi media yang harus diselesaikan dalam perancangan. Adakalanya sebagian
elemen bangunan ada yang mengalah kepada estetika lansekap, namun adakalanya
pula sebagian elemen lansekap yang harus mengalah pada estetika bangunan.
Dengan cara ini maka kualitas ruang luar sebagai penghubung antara lansekap
dengan bangunan dapat terjaga.

Dalam menjaga kualitas ruang luar bukan hanya bangunan dan lansekap yang
berupa hardscape saja yang harus dipertimbangkan, namun juga elemen softscape
berupa vegetasi. Vegetasi mulai dari yang rendah dan mendatar seperti rumput,
kemudian agak lebih tinggi berupa perdu, dan yang paling tinggi berupa pepohonan.
Rancangan vegetasi perlu dibuat yang bagus agar dapat mendukung kualitas ruang
luar. Paduan antara rumput, perdu dan pohon perlu ditata dalam irama yang mampu
mendongkrak nilai estetika. Rancangan vegetasi harus mampu berpadu padang
dengan elemen bangunan maupun elemen lansekap yang lain seperti tiang lampu,
gazebo, pagar, gerbang dan lain-lain.

Dimulai dari pertimbangan kualitas ruang luar, maka aspek 3 dimensional dari
perancangan lansekap sudah mulai muncul. Yang paling kuat dari ketrimatraan ini
adalah pada detail elemen lansekap. Dari peta besar rancangan lansekap yang
menunjukkan prioritas aktifitas, menuju peta sedang kualitas ruang luar kemudian
menuju pada denah kecil dari detail elemen lansekap. Di dalam detail elemen

48 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

lansekap ini aspek tampak dan potongan bangunan sangat berperan penting bagi
tempilan obyek. Detail tangga ruang luar, balustrade, pembatas kolam beserta
sclupture-nya, air mancur, dan lain-lain menjadi pertimbangan yang perlu didesain
agar dapat menyelesaikan kegiatan desain lansekap.

JENIS PARKIRAN

Setiap perjalanan yg menggunakan kendaraan diawali dan diakhiri di tempat parkir.


Konsentrasi tujuan perjalanan lebih tinggi drpd asal perjalanan, mk permasalahan
parkir lebih banyak di tempat tujuan perjalanan. Parkir adalah keadaan tidak
bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara karena ditinggalkan oleh
pengemudinya. Secara hukum dilarang untuk parkir di tengah jalan raya; namun
parkir di sisi jalan umumnya diperbolehkan. Fasilitas parkir dibangun bersama-
sama dengan kebanyakan gedung, untuk memfasilitasi kendaraan pemakai
gedung.Termasuk dalam pengertian parkir adalah setiap kendaraan yang berhenti
pada tempat-tempat tertentu baik yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas ataupun
tidak, serta tidak semata-mata untuk kepentingan menaikkan dan/atau menurunkan
orang dan/atau barang.

Ada tiga jenis utama parkir, yang berdasarkan mengaturan posisi kendaraan, yaitu
parkir paralel, parkir tegak lurus, dan parkir serong.

Parkir paralel

Parkir sejajar dimana parkir diatur dalam sebuah baris, dengan bumper depan mobil
menghadap salah satu bumper belakang yang berdekatan. Parkir dilakukan sejajar
dengan tepi jalan, baik di sisi kiri jalan atau sisi kanan atau kedua sisi bila hal itu
memungkinkan,. Parkir paralel adalah cara paling umum dilakasanakan untuk
parkir mobil dipinggir jalan. Cara ini juga digunakan dipelataran parkir ataupun
gedung parkir khususnya untuk mengisi ruang parkir yang parkir serong tidak
memungkinkan.

Parkir tegak lurus

49 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Dengan cara ini mobil diparkir tegak lurus, berdampingan, menghadap tegak lurus
ke lorong/gang, trotoar, atau dinding. Jenis mobil ini parkir lebih terukur daripada
parkir paralel dan karena itu biasanya digunakan di tempat di pelataran parkir parkir
atau gedung parkir. Sering kali, di tempat parkir mobil menggunakan parkir tegak
lurus, dua baris tempat parkir dapat diatur berhadapan depan dengan depan, dengan
atau tanpa gang di antara keduanya. Bisa juga parkir tegak lurus dilakukan dipinggir
jalan sepanjang jalan dimana parkir ditempatkan cukup lebar untuk kendaraan
keluar atau masuk ke ruang parkir.

Parkir serong

Salah satu cara parkir yang banyak digunakan dipinggir jalan ataupun di pelataran
maupun gedung parkir adalah parkir serong yang memudahkan kendaraan masuk
ataupun keluar dari ruang parkir. Pada pelataran ataupun gedung parkir yang luas,
diperlukan gang yang lebih sempit bila dibandingkan dengan parkir tegak lurus.

Bila permintaan parkir meningkat dan tidak mungkin memenuhinya atau bila parkir
di pinggir jalan mengganggu lalu lintas atau perlu untuk membatasi arus lalu lintas
menuju suatu kawasan tertentu, maka sudah perlu untuk mempertimbangkan
penerapan suatu kebijakan parkir untuk mengendalikannnya.

50 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

BAB III
A. PETA KOTA MAKASSAR

Kota Makassar (Makassar dari 1971 hingga 1999 secara resmi dikenal
sebagai ujung pandang) adalah ibu kota provinsi sukawesi selatan.
Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia
Timur dan pada masa lalu pernah menjadi ibu kota negara Indonesia Timur
di provinsi Sulawesi. Makassar terletak di pesisir barat daya pulau Sulawesi
dan berbatasan dengan selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten
Kepulauan Pangkajene di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur
dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan.

51 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

B. PEMBAGIAN WILAYAH KOTA MAKASSAR


Berdasarkan peraturan daerah Kota Makassar nomor 06 tahun
2006 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Makassar 2005-2015,
rencana fungsi struktur tata ruang Kota Makassar telah ditetapkan dalam
9 (Sembilan) BWK yang didalamnya berdasarkan batas administrasi
kecamatan dengan luas, fungsi utama dan fungsi penunjang. Kota
Makassar ditetapkan dengan fungsi utamanya yaitu Kawasan Ekonomi
(Perdagangan) dan Pemerintahan, sedangkan fungsi penunjangnya yaitu
Industri, pendidikan, jasa pelayanan sosial/kesehatan/umum.
Adapun pembagian pemanfaatan lahan yang terdapat di Kota
Makassar yang termasuk ke dalam tata guna lahan yaitu:
1. Pemerintahan
 Aparat Pemerintah
Kegiatan pemerintahan di Kota Makassar dilaksanakan oleh
sejumlah pegawai negeri yang berasal dari berbagai dinas/instansi
pemerintah.
 Perkembangan Desa/Kelurahan
Tingkat klasifikasi kecamatan di Kota Makassar yang terdiri dari
12 Kecamatan, yang masing-masing kecamatan tersiri dari
beberapa kelurahan dengan kategori kelurahan swasembada.
Dengan demikian tidak ada lagi kelurahan yang termasuk
Swadaya dan Swakarya
2. Sosial
 Pendidikan
Pada tahun ajaran 2010/2014 jumlah TK di Kota Makassar ada 39
sekolah dengan 1.422 orang murid dan 116 orang guru. Pada
tingkat Sekolah Dasar, baik negeri maupun swasta berjumlah
sebanyak 30 sekolah dengan 10.426 orang murid dan 402 orang
guru. Untuk tingkat SLTP sebanyak 8 sekolah dengan 3.721 orang
murid dan 297 orang guru. Sedangkan untuk tingkat SMA dan
SMK terdapat 9 sekolah dengan 3.207 orang murid dan 262 orang
guru.

52 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

 Kesehatan
Jumlah sarana kesehatan tahun 2014 di Kota Makassar tercatat 5
Rumah Sakit umum/khusus, 4 puskesmas, 2 pustu, 6 rumah
bersalin dan 55 posyandu. Untuk tenaga medis tercatat 48 orang
dokter umum, 25 orang dokter spesialis, 13 orang dokter gigi, 57
paramedis dengan jumlah paramedis sebanyak 29 orang bidan
desa dan 31 orang perawat/mantri.
 Keluarga Berencana
Jumlah akseptor KB di Kota Makassar 7.783 orang dengan
menggunakan berbagai jenis alat kontrasepsi. Tercatat lebih
banyak akseptor menggunakan jenis kontrasepsi Suntikan dan PIL
masing-masing 3.612 akseptor yang menggunakan kontrasepsi
suntikan dan sebanyak 2.671 orang akseptor yang menggunakan
alat kontrasepsi PIL. Jumlah keluarga sejahtera menurut pra
sejahtera sebanyak 1.487 keluarga kemudian tahapan Keluarga
Sejahtera I sebanyak 3.692 keluarga, tahap ke II sebanyak 10.021
keluarga, tahap ke III sebanyak 4.115 keluarga dan terakhir tahap
keluarga III plus sebanyak 1.963 keluarga.
 Agama
Ditinjau dari agama yang dianut, tercatat bahwa mayoritas
penduduk Kota Makassar adalah beragama Islam. Jumlah tempat
ibadah cukup memadai, terdapat 87 buah Mesjid, 7 buah
Langgar/Surau, 8 buah Gereja dan 1 buah tempat ibadah Pura.
3. Perumahan
Banyaknya rumah tangga pada beberapa perumahan di Kota Makassar
pada tahun 2014 sebanyak 25.553 rumah tangga.
4. Industri dan Perdagangan
Jumlah Perusahaan Industri di Kota Makassar terdiri dari industri
besar sebanyak 3 perusahaan, industri sedang 26 perusahaan dan
industri kecil 8 perusahaan. Masing-masing menyerap tenaga kerja
1.163 orang untuk industri besar, 1.832 orang untuk industri sedang
dan 59 orang tenaga kerja untuk industri kecil. Sarana perdagangan

53 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

yang terdapat di Kota Makassar antara lain kelompok pertokoan


sebanyak 11 buah, mall sebanyak 5 buah, Kios / Toko sebanyak 1.041
buah, restoran 11 buah dan rumah makan sebanyak 54 Buah.

C. LOKASI

Lokasi kawasan pada Kecamatan Makassar.

54 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Kawasan sekitar tapak sangat potensial karena merupakan pusat


kota dan di lihat dari bangunan disekelilingnya yang merupakan pusat
perbelanjaan, selain itu lokasi tersebut juga strategis sehingga sangat cocok
dijadikan sebagai lokasi pembangunan sebuah kantor samsat.

Dasar Pertimbangan Pemilihan Lokasi

Dasar-dasar yang harus dipertimbangkan dari pemilihan lokasi


kelurahan diantaranya:

Luas wilayah
Luas wilayah merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan
dalam pemilihan lokasi.
Perkembangan kelurahan
Imprastruktur berupa jalan dan jembatan yang menghubungkan Kota
Makassar dengan dengan kota-kota lainnya, dan antara Kecamatan
dengan Kecamatan lainnya dalam lingkup kecamatan ini sudah cukup
memadai, dimana semua jalan aspal, sehingga arus transportasi darat
berjalan cukup lancar. Mengingat bahwa dalam wilayah Kota Makassar
banyak fasilitas pelayanan publik yang merupakan sentra bisnis,
pendidikan, dan kesehatan.
Perhatikan pula akses menuju lokasi bisnis.
Pilih lokasi yang mudah di akses oleh para konsumen. Jika
memungkinkan, pilih lokasi bisnis yang dilalui transportasi umum. Agar
konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau
lokasi bisnis Anda.
Tingkat keamanan yang mendukung
Lokasi yang aman juga menambah kenyamanan para konsumen.
Mereka tidak akan ragu meninggalkan kendaraan mereka di tempat
parkir, dan bisa menikmati pelayanan bisnis kita dengan merasa
nyaman. Dengan lingkungan yang aman, kita bisa mengurangi resiko
pencurian maupun perusakan yang bisa terjadi pada lokasi.

55 |MUH RUSMAN (1421042003)


KONSEP PERANCANGAN KANTOR SAMSAT

Kebersihan lokasi bisnis


Konsumen tidak akan mengunjungi sebuah tempat, yang berada di
lingkungan kotor atau kumuh. Mereka akan merasa ragu untuk membeli
produk Anda. Untuk itu jaga kebersihan lingkungan sekitar anda, agar
konsumen merasa nyaman berkunjung ke lokasi bisnis Anda.

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan isi dari tugas ini, maka dapat disimpulkan bahwa
Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkat Samsat), atau dalam
Bahasa Inggris One Roof System, adalah suatu sistem administrasi yang
dibentuk untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan
masyarakat yang kegiatannya diselenggarakan dalam satu gedung. Contoh
dari samsat adalah dalam pengurusan dokumen kendaraan bermotor.

B. SARAN
Dalam melakukan sebuah perancangan, salah satunya perencanaan
pembangunan kantor samsat maka kita harus menyusun konsep dengan
data-data yang lengkap.

56 |MUH RUSMAN (1421042003)