Anda di halaman 1dari 2

َ ‫ َح َر َم اِ ْع‬،ُ‫ َما َح َر َم أ َ ْخذُه‬2

ُ‫طائُه‬

“Apa yang diharamkan mengambilnya, diharamkan memberinya”

Makna kaidah

Memberikan sesuatu yang haram kepada orang lain, atau mengambilnya dari orang lain hukum
haramnya sama saja. Karena yang diminta dari seorang muslim adalah menghilangkan
kemungkaran, kerusakan dan segala yang diharamkan. Apabila seseorang muslim tidak
mampu memberikan kontribusi dalam menghilangkan kerusakan ini, maka hendaknya ia
berkontribusi agar tidak menambah kerusakan itu dan tidak justru menjerumuskan. Contoh
dalam menjerumuskan ke dalam kemungkaran adalah mengambil sesuatu yang haram dari
orang lain lalu memberikannya kepada yang lainnya lagi. Membantu dalam konteks seperti ini
tentu dilarang, karena terbantu dalam pembuatan dosa.

Contoh dan aplikasi kaidah

a. Tidak boleh menerima maupun memberikan suap. Hal ni sebagaimana yang dinyatakan
dalam hadits Nabi saw:

‫لعن هللا الراشي و المرتشي‬

“Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang disuap”

b. Demikian juga dengan riba, tidak diperbolehkan untuk berinteraksi dengannya, baik dalam
bentuk mengambil atau memberikan. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan dalam hadis:

‫لعن هللا اكل لربا وموكله‬

“Allah melaknat orang yang memakan riba dan memberikan riba”

c. Tidak diperbolehkan bagi yang diberikan wasiat untuk memakan sedikit pun dari harta anak
yatim, sebagaimana juga tidak diperbolehkan mengambil untuk dirinya sendiri. Namun apabila
ia takut kehilangan harta anak yatim karena ada orang yang zalim, maka ia dapat memberikan
sedikit darinya untuk menyelamatkan sisanya
   
  
  
   
   
   
  
  
 
52. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik)
bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat
bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu
keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka
rahasiakan dalam diri mereka.