Anda di halaman 1dari 2

SOP BIAS CAMPAK

No. Dokumen :

S No. Revisi :
O
P Tanggal Terbit :
PPK BLU UPT
PUSKESMAS CICURUG
Halaman : 1 -2
PEMERINTAH
KABUPATEN dr. Teddy Mulyadi S
SUKABUMI NIP. 197012082005011006

A. Pengertian 1. Imunisasi adalah suatu proses untuk meningkatkan system


kekebalan tubuh dengan cara memasukkan vaksin kedalam tubuh.
2. Vaksin adalah senyawa antigenic yang digunakan untuk
menghasilkan kekebalan aktif dan meningkatkan imunitas
terhadap suatu penyakit.
3. Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus measles
4. VVM (Vaccine Vials Monitor) adalah indicator kimiawi untuk
menunjukkan paparan suhu panas dimana terjadi perubahan
warna secara bertahap dan menetap.
B. Tujuan Memberikan perlindungan jangka panjang bagi anak terhadap
penyakit Campak

C. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Cicurug Tentang Imunisasi

D. Referensi Petunjuk Teknis pelaksanaan BIAS, Kementerian Kesehatan RI


Tahun 2013

E. Alat dan Bahan Alat : a. Vaksin Carier


b. Cool Pak
c. Termometer Vaksin
d. Spuit 0,5ml, 5ml
e. Safety Box
f. Kapas air hangat
Bahan : Vaksin Campak dan Pelarut Campak

F. Langkah-langkah

1. Tentukan jumlah sasaran anak sekolah kelas 1 baru


2. Tentukan berapa banyak vaksin yang dibutuhkan untuk pelayanan BIAS
3. Siapkan alat sesuai kebutuhan
4. Siapkan vaksin campak dan pelarut kemudian masukkan kedalam vaksin carrier berisi 4
buah cool pack. Pastikan vaksin masih berkualitas/poten (VVM A atau B, belum
kadaluarsa, label kemasan masih ada dan terbaca)
5. Cuci tangan
6. Siapkan anak untuk dipanggil satu persatu, pastikan anak dalam keadaan sehat
7. Larutkan vaksin campak dengan pelarut menggunakan spuit 5 ml
8. Hangatkan vaksin dengan cara digenggam dan dikocok kuat agar merata
9. Ambil vaksin dengan dosis 0,5 ml
10. Bersihkan kulit tempat penyuntikkan yaitu lengan atas sedikit dibawah insertion M.deltoid
dengan kapas air hangat
11. Tunggu hingga kering
12. Lakukan aspirasi untuk memastikan gelembung udara tidak masuk kepembuluh darah
13. Suntikkan secara pelan-pelan vaksin Dt/Td di lokasi secara Intra Kuskuler/IM (posisi jarum
suntik 900 terhadap permukaan kulit)
14. Setelah vaksin disuntikkan, jarum dikeluarkan
15. Alat suntik bekas langsung dimasukkan dalam safety box tanpa ditutup kembali (no
recapping)
16. Pada lokasi suntikan kemudian ditekan dengan kapas
17. Jika ada perdarahan kapas tetap ditekan pada lokasi suntikan hingga darah berhenti
18. Cuci tangan
19. Pengawasan anak post imunisasi (untuk mengantisipasi kipi)
G. Hal-hal yang perlu Suhu vaksin carier harus diantara 20C – 80C
diperhatikan

H. Unit terkait Puskesmas, Sekolah Dasar