Anda di halaman 1dari 1

1. Apakah rencana strategis dan rencana anggaran direncanakan bersama?

kemudian mengajukan
pengusulan pada Pemilik RS?
Jawaban : Ya, dalam penyusunan rencana strategis dan anggaran, dilakukan bersama dalam
bentuk rapat bersama antara Direktur, kepala bagian, kepala sub bagian, kepala unit, kepala
seksi, dan komite atau tim di RS. Buktinya dapat dilihat dalam bukti rapat (Undangan, Materi,
Abesen, Notulen). Setelah rencana strategis dan rencana anggaran dibuat, RS melakukan
pengusulan pada pemilik RS dengan mengirim surat permohonan persetujuan rencana anggaran
dan rencana strategis pada YUMERKRIS. (sasaran : Direktur, Bagian Keuangan, Bagian
Perencanaan).
2. Apakah kualifikasi kepala bidang/divisi sudah sesuai dengan persyaratan jabatan serta tugas
pokoknya.
Jawaban : Berikan alasan yang tepat, jika kepala bagian/divisi tidak sesuai kualifikasi. (sasaran :
Pemilik RS, Direktur, Bagian Kepegawaian, Kepala Bagian)
3. Dalam menjalankan misi RS, apakah kepala bagian saling berkoordinasi?
Jawaban : Ya, kepala bidang saling berkoordinasi yaitu melalui rapat (berikan bukti pelaksanaan
rapat antar kepala bagian). (sasaran : kepala bagian)
4. Apakah ada peran serta secara kolaboratif para kepala bagian/divisi dalam menyusun berbagai
regulasi yang diperlukan untuk menjalankan misi?
Jawaban : Bukti kolaborati para kepala bagian dalam menyusun berbagai regulasi dapat
dibuktikan dalam bukti rapat, yaitu undangan, materi, absensi, notulen. (sasaran : kepala
bagian)
5. Dalam menjamin kepatuhan staf terhadap pelaksanaan regulasi RS, apakah ada pengawasan
oleh para kepala bagian?
jawaban : Setiap kepala bagian, asesor internal, harus melakukan pengawasan tingkat
kepatuhan staf dalam menjalankan regulasi. Bukti tersebut dapat diisi dalam setiap pengisian
lembar ceklist kepatuhan staf dalam menjalankan regulasi.
6. Kepala bagian bersama kepala unit pelayanan menyusun cakupan dan jenis pelayanan yang
disediakan di masing-masing unit sesuai kebutuhan pasien yang dilayani. Bukti penyusunan
berupa bukti rapat, dan penetapan jenis dan lingkup pelayanan di masing-masing unit.
(sasaran : kepala bagian, kepala unit, staf terkait)
7. Rumah sakit memberikan informasi tentang pelayanan yang disediakan keada tokoh
masyarakat, pemangku kepentingan, fasilitas pelayanan kesehatan di RS, serta menerima
masukan untuk peningkatan pelayanannya. Buktinya berupa bukti rapat antara RS dan Tokoh
masyarakat (Camat, RT, RW, Lurah), pemangku kepentingan antara lain (klub-klub penyakit
diabet, stroke, dll), fasilitas pelayanan kesehatan (posyandu, rumah bersalin, klinik swasta).
(sasaran bagian tata usaha)
8.