Anda di halaman 1dari 20

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2011
SISTEM RANGKA BATANG 2 DIMENSI
o Terbentuk dari elemen-elemen batang lurus yang dirangkai dalam
bidang datar
o Sambungan ujung-ujung batang dianggap ‘sendi sempurna’
o Beban luar harus berada di titik buhul
o Posisi tumpuan (sendi atau roll) berada di titik buhul
o Semua elemen batang hanya mengalami gaya aksial (tarik/tekan)
SISTEM RANGKA BATANG 3 DIMENSI
o Terbentuk dari elemen-elemen batang lurus yang dirangkai dalam
ruang 3-dimensi.
o Sambungan ujung-ujung batang dianggap ‘sendi sempurna’
o Beban luar harus berada di titik buhul dengan arah sembarang
dalam ruang 3-dimensi
o Posisi tumpuan (sendi atau roll) berada di titik buhul
o Semua elemen batang hanya mengalami gaya aksial (tarik / tekan)
SISTEM PORTAL 2 DIMENSI
 Struktur terbentuk dari elemen-elemen
batang lurus yang dirangkai dalam
bidang datar
 Sambungan antar ujung batang
diasumsikan kaku sempurna namun
dapat berpindah tempat dalam bidang
strukturnya dan dapat berputar dengan
sumbu putar tegak lurus bidang struktur
tersebut
 Beban luar yang bekerja boleh pada titik
buhul maupun sepanjang batang dengan
arah sembarang namun sebidang
 Tumpuan (sendi, rol atau jepit) harus
berada pada titik buhul X
 Gaya dalam yang bekerja adalah gaya
aksial, momen lentur dan gaya geser
Y
SISTEM BALOK MENERUS
o Terbentuk dari elemen-elemen batang lurus yang dirangkai dalam
bidang datar
o Beban yang bekerja didominasi pada arah tegak lurus sumbu batang
o Posisi tumpuan dapat berada di sepanjang bentang batang
o Gaya dalam yang terjadi berupa gaya aksial, momen lentur dan gaya
geser
SISTEM BALOK SILANG
o Terbentuk dari elemen-elemen batang lurus yang dirangkai dalam
bidang datar
o Sambungan diasumsikan ‘kaku sempurna’ namun dapat berpindah
tempat pada arah tegak lurus bidang struktur dan dapat berputar
o Beban yang bekerja boleh berada di titik buhul maupun
sepanjang batang dengan arah harus tegak lurus bidang struktur
o Posisi tumpuan (jepit/sendi) harus berada di titik buhul
o Gaya dalam yang terjadi berupa gaya geser, momen lentur dan
momen torsi

X
Y
Z
SISTEM PORTAL 3-DIMENSI
o Terbentuk dari elemen-elemen batang lurus yang dirangkai dalam
ruang 3-dimensi
o Sambungan diasumsikan ‘kaku sempurna’ namun dapat berpindah
tempat dan berputar dalam ruang 3-dimensi
o Beban luar bekerja pada titik buhul maupun di sepanjang batang
dengan arah sembarang
o Gaya dalam yang terjadi berupa gaya aksial, momen lentur (2 arah),
momen torsi dan gaya geser (2 arah)

Z
Y
X
DERAJAT KEBEBASAN
Derajat Ketidak-Tentuan Statis
Bila struktur termasuk jenis Struktur Statis Tak Tentu, maka untuk bisa
diselesaikan dengan persamaan kesetimbangan, struktur tersebut dibuat
menjadi Struktur Statis Tertentu. Sedangkan banyaknya kelebihan gaya,
merupakan derajat ketidaktentuan statis dari struktur tersebut.

Contoh:

P
MA
A Derajat ketidak-tentuan statis = 1
θB

RA RB
P
MA MB
A Derajat ketidak-tentuan statis = 2

RA
Derajat Ketidak-Tentuan Kinematis
Derajat ketidak-tentuan kinematis adalah
banyaknya displacement (translasi dan rotasi)
yang belum diketahui pada suatu struktur.
Contoh:
P
MA
A θB B Derajat ketidak-tentuan kinematis = 1

RA RB
P
MA MB
A B
Derajat ketidak-tentuan kinematis = 0

RA RB
DEFORMASI DAN PERPINDAHAN
Deformasi Aksial
Akibat gaya P searah batang, maka batang akan mengalami deformasi
aksial dan menimbulkan perpindahan translasi searah sumbu batang.

A
A,E,L
Δ

A = luas penampang
E = modulus elastisitas
L = panjang batang
Deformasi Lentur
Akibat momen lentur (M), batang akan mengalami deformasi lentur dan
menimbulkan perpindahan berupa translasi searah tegak lurus sumbu batang
(Δ) dan rotasi terhadap sumbu yang tegak lurus bidang struktur (θ)
Mc1
c
Iz
Mc2
t
Iz

My
x
Iz
x My
x
E EI z
dx M M
d x
dx d L xd L x dx
y EI z EI z
L L
M M ML2
d dx d L x dx
0
EI z 0
EI z 2 EI z
Deformasi Geser
Akibat gaya geser (V), batang akan mengalami deformasi geser dan
menimbulkan perpindahan berupa translasi tegak lurus sumbu batang (Δs).

f = shape factor

V .Q
tegangan geser Regangan geser
I zb G
V .dx E
d G 6/5 10/9 2
GA 21
f .P
L
f .P.L G. A
s d dx shear rigidity
G. A 0 G. A f
Deformasi Torsi
Akibat momen torsi (T), batang akan mengalami deformasi
torsi dan menimbulkan perpindahan berupa rotasi terhadap
sumbu yang tegak lurus bidang struktur (θ).

T .r π.R 4
J momen inersia polar
J 2
T .R
max GJ kekakuan torsi
J
T .r
G G.J
max T .R
max
G G.J

L
max T T
d dx dx d dx
R GJ 0
GJ
PERSAMAAN AKSI-DEFORMASI
P P PL3
A, E, L B 1
A B L 48EI
θA θB
2
PL
B
AE ΔC PL2
A B
16 EI
L
BP
A, E, L B PL3
2 B q 5qL4
PL 3EI 1
B
θB A B L 384 EI
θA θB
2
2 EI
ΔC qL3
A B
A, E, L M 24 EI
ML2 L
ML
B B
2 EI
B
EI θB M
A θA θB B
q ΔC
qL4
A, I, L B B
8 EI
L
qL 3
θB ML2 ML ML
B 1 A B
6 EI 2
L 16 EI 6 EI 3EI
PERSAMAAN AKSI-DEFORMASI
P
D Pa 2 L2 Pb L2 b 2
A θA θB B D
3EIL
A
6 EIL
a ΔD b Pa L2 a 2
L B
6 EIL

12 EI 12 EI
6 EI L3 L3 Pb 2 Pa 2
6 EI 3a b a 3b
L2 L3 P L3
L2
Pab 2 Pa 2b
L Pa 3b 3
L2 L2
3EIL3
6 EI 6 EI a b
2 EI L2 L2 θ 4 EI L
L L
qL qL
L qL4
2 q 2
1
2
L 384EI
GJ
GJ θ qL2 qL2
L L x 12 12
PRINSIP SUPERPOSISI
Pengaruh total pembebanan struktur adalah
jumlah dari pengaruh masing-masing
pembebanan yang dikerjakan sendiri-sendiri
secara terpisah.
P1 MB1
θA1
D1
P2 P1 MB RB1
RA
A θA B
D
RA RB P2 MB2
θA2
D2
RA2 RB2

RA RA1 RA2
RB RB1 RB 2 D D1 D2
A A1 A2
MB M B1 M B 2
SUPERPOSISI PEMBEBANAN
Metode Analisis Struktur dengan Matriks
Metode gaya
Gaya merupakan variabel utama yang tidak diketahui

D F A
Dimana D adalah displacement/perpidahan, F adalah fleksibilitas
dan A adalah aksi/gaya. Satuan F = panjang/gaya

Metode Kekakuan / Perpindahan


Perpindahan merupakan variabel utama yang tidak diketahui

A S D
Dimana S adalah stiffness/kekakuan.
Satuan S = gaya/panjang
A
A,E,L
A
D D
Persamaan perpindahan: Persamaan gaya:
D F A A S D
F = fleksibilitas (panjang/gaya) S = kekakuan (gaya/panjang)
D = perpindahan
A = gaya
1 1
Sehingga: F S
S
Contoh:
Berdasarkan contoh pada gambar di atas,

L AE
D A A D
AE L
Main menu