Anda di halaman 1dari 32

Kajian Isu Kebijakan Napping

Tenaga Kesehatan dan Kaitannya


dengan Keselamatan Pasien”

Sugih Asih,SKp.M.Kep
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia RSUP Fatmawati
CURICULUM VITAE
• Nama : Sugih Asih, SKp. M.Kep
• NIP : 196309241988032001
• NIRA PPNI: 31710074779
• TTL : Kuningan, 24 September 1963
• Jabatan : Kepala Bagian Sumber Daya Manusia RSUP
Fatmawati Jakarta
• Alamat : Komplek Rumah Dinas RS Fatmawati no 3
Cilandak Jakarta
• Email address : asihsugih@yahoo.com
sugihasih6@gmail.com
RIWAYAT PENDIDIKAN RIWAYAT PELATIHAN
• SD Negeri Cijemit Kuningan • Manajemen Mutu Rumah Sakit (2015)
1970 - 1975 • Keselamatan pasien (2010,2013,2016)
• Inside Perspective into international quality
• SMP Negeri Ciniru Kuningan accreditation Soaul (2014)
1976 - 1978 • Effectif training bagi penyelenggara pelatihan (
2012)
• SMA Negeri Kuningan 1979 - • Analisis modus kegagalan dan dampaknya
1981 (2016)
• Akademi Perawatan Dep Kes • Healthcare failure mode effect analiysis
RI Jakarta 1982 – 1985 : (HFMEA) (2016)
• Assesor keperawatan (2015)
• S 1 Keperawatan Fakultas • Basic dan advance Pengembangan Jenjang
Ilmu Keperawatan Univesitas Karir Profesional Keperawatan (2012, 2015)
Indonesia 1995 – 1998 • Penyusunan Rencana Strategis / Rencana
Strategi Bisnis Rumah Sakit (2015).
• S 2 Manajemen & • Penyusunan standar dokumen akreditasi
Kepemimpinan Fakultas Ilmu (2016)
Keperawatan Universitas • Upgrading Surveior Akreditasi Rumah Sakit
Indonesia 2004 – 2006 (2017)
• Manajemen Pegawai Negeri Sipil (2017)
RIWAYAT JABATAN PENGALAMAN ORGANISASI
• 1988 – 1989 : Staf Ruangan Anak RSUP • Ketua PPNI Komisariat RSUP Fatmawati
Fatmawati (2006 – 2010)
• 1989 – 1993 : Staf Ruangan ICU RSUP • Wakil Ketua PP Himpunan Perawat
Fatmawati Manajer Indonesia / HPMI (2012 – 2017)
• 1993 – 1995 : Wakil Kepala Ruangan ICU • Ketua Himpunan Perawat Manajer
RSUP Fatmawati Indonesia / HPMI DKI (2016 – 2021)
• 1998 – 2003 : Wakil Kepala Instalasi Rawat • Tim Penyusun Rancangan Peraturan
Inap Ibu & anak RSUP Fatmawati Menteri Kesehatan / RPM Komkep
• 2000 – 2002 : Ka Sub Mutu Keperawatan • Tim Penyusun Rancangan Peraturan
RSUP Fatmawati Menteri Kesehatan / RPM Jenjang Karir
• 2003 – 2007 : Kepala Instalasi Rawat Inap Perawat Klinik
Ibu dan Anak RSUP Fatmawati • Pengasuh Buletin RSUP Fatmawati (2000 –
• 2007 – 2009 : Kepala Instalasi rawat Jalan 2010)
RSUP Fatmawati • Sekretaris I Pengurus Korp Pegawai
• 2009 – 2011 : Kepala Komite Keperawatan Republik Indonesia (KORPRI) Sub Unit
RSUP Fatmawati (1998 – 2002)
RSUP Fatmawati
• 2011 – Juli 2017: Kepala Bidang Pelayanan • Waklil Ketua Pengurus Koperasi Pegawai
RSUP Fatmawati (2010 – 2012)
Keperawatan RSUP Fatmawati
• Juli 2017 --- Kepala Bagian Sumber Daya • Pejabat Pembuat Komitmen Medik, Non
Medik Dana Pedapatan dan Rupiah Murni
Manusia RSUP Fatmawati RSUP Fatmawati (2012 --- sekarang)
OBJEKTIF:
• Menginformasikan tanggung jawab manajemen RS mengatur
kesehatan kerja NAKES, salah satunya pengaturan waktu kerja dan
istirahat pekerja
• Menginformasikan dampak kelelahan perawat dan NAKES yang
berkaitan dengan keselamatan pasien
• Menginformasikan strategi pengaturan waktu kerja, istirahat, dan
napping NAKES khususnya perawat guna mewujudkan keselamatan
pasien di rumah sakit
OUTPUT:
• Audiens memahami pentingnya manajemen waktu kerja dan istirahat
NAKES yang baik, memahami dampak dan resiko kelelahan perawat
yang mampu berpengaruh pada keselamatan pasien, serta mampu
memahami strategi pengaturan waktu kerja, istirahat, dan napping
NAKES yang ideal
Dasar hukum
• UU NO 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN
• PERMENKES NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG KESELAMATAN
PASIEN
Siapa yang terlibat dalam Program Keselamatan pasien?

Supporting errors
Medical errors
Staf Klinis
(Staf penunjang medik :
bidan, farmasis, dietisien,
TENAGA MEDIK fisioterapis, penata
(Staf dokter radiologi/anestesi, atem,
spesialis/konsultan, PPDS) fisikawan medis, analis
laboratorium)

TENAGA
KESELAMATAN Keperawatan
(Perawat Klinis, Perawat
PASIEN Manajer, Peserta Didik /
peserta latih)

Nursing-care errors
PERMENKES NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG KESELAMATAN PASIEN
• Keselamatan Pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih
aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien,
pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak
lanjutnya, serta implementasi SOLUSI UNTUK MEMINIMALKAN TIMBULNYA
RISIKO dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan
akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang
seharusnya diambil.
• Pasal 5 è Setiap fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan
Keselamatan Pasien
7 Standar Keselamatan Pasien meliputi:

1. Hak pasien
4. Penggunaan metode 5. PERAN KEPEMIMPINAN dalam
PENINGKATAN KINERJA untuk meningkatkan Keselamatan
melakukan evaluasi dan peningkatan Pasien;
Keselamatan Pasien
1. ;
2. Pendidikan bagi 6. Komunikasi
pasien dan keluarga; merupakan kunci
untuk staf mencapai 7. Pendidikan bagi
3.Keselamatan Keselamatan Pasien. staf tentang
Pasien dalam Keselamatan
kesinambungan Pasien; dan
pelayanan;
Tujuh langkah menuju Keselamatan Pasien
1. Membangun kesadaran akan nilai Keselamatan Pasien;
2. MEMIMPIN DAN MENDUKUNG STAF;
3. Mengintegrasikan aktivitas pengelolaan risiko;
4. Mengembangkan sistem pelaporan;
5. Melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien;
6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang Keselamatan Pasien; dan
7. MENCEGAH CEDERA melalui implementasi sistem Keselamatan
Pasien
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA DAN
KESELAMATAN PASIEN
• Pola kerja yang berubah-ubah dapat menyebabkan kelelahan yang
meningkat, akibat terjadinya perubahan pada bioritmik (irama tubuh).
• Tenaga kesehatan yang bertugas dimalam hari beresiko mengalami
kelelahan, mengurangi kemampuan empati, dan beresiko tinggi untuk
terjadinya medical error yang sangat tidak diharapkan untuk
mewujudkan patient safety
• Beban psikis dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan stres
• Faktor psikososial yang dapat menyebabkan stress :
• Pelayanan kesehatan sering kali bersifat emergency dan menyangkut hidup mati
seseorang.
• Pekerja di tempat kerja kesehatan di tuntut untuk memberikan pelayanan yang
tepat dan cepat disertai dengan kewibawaan dan keramahan-tamahan
KETENTUAN WAKTU KERJA DAN WAKTU ISTIRAHAT
MENURUT UU NO 13 TAHUN 2003
TENTANG KETENAGAKERJAAN
Pasal 77 è Waktu Kerja
• (1) Setiap pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu
kerja.
• (2) Waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
meliputi
• 7 jam / hari è 40 JAM / MINGGU è untuk 6 (enam) hari dalam 1
minggu
• 8 jam / hari è 40 JAM / MINGGU è untuk 5 (lima) hari kerja
dalam 1 (satu) minggu.
• Ketentuan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat
(2) tidak berlaku bagi sektor usaha atau pekerjaan tertentu.
PENGATURAN WAKTU KERJA PERAWAT
• Secara spesifik mengatur waktu kerja perawat tidak ditemukan regulasi
yang pasti
• Pasal 77 è Waktu kerja shift malam bagi pekerja perempuan wajib
mengikuti ketentuan-aturan ketenagakerjaan sebagai berikut:
• Pekerja/buruh perempuan yang berumur kurang dari 18 (delapan belas) tahun
dilarang dipekerjakan antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00.
• Pengusaha dilarang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan hamil yang menurut
keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungannya
maupun dirinya apabila bekerja antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00.
• Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan antara pukul 23.00
sampai dengan pukul 07.00 wajib memberikan makanan dan minuman bergizi dan
menjaga kesusilaan dan keamanan selama di tempat kerja.
• Pengusaha wajib menyediakan angkutan antar jemput bagi pekerja/buruh
perempuan yang berangkat dan pulang bekerja antara pukul 23.00 sampai dengan
pukul 05.00.
Pasal 79 è waktu istirahat
• (1) Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti
kepada pekerja/buruh.
• (2) Waktu istirahat sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1), meliputi :
• a. istirahat antara jam kerja, sekurang kurangnya setengah
jam setelah bekerja selama 4(empat) jam terus menerus dan
waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja;
• b. istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja
dalam 1 (satu) minggu atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) hari
kerja dalam 1 (satu) minggu;
NAPPING SLEEPING
APA BEDA NAPPING SLEEPING?
• "SLEEPING' dan "NAPPING". Keduanya jika
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya sama
yaitu "TIDUR". Namun ada perbedaan mendasar,
dimana Sleeping diartikan tidur lama dan dalam. Jika
seseorang tidur jam 23.00 dan bangun jam 04.00 maka
itu dikatakan SLEEPING.
• Sedangkan NAPPING artinya "Tidur tidur -Ayam" orang
Jawa bilang "NGLIYEP SEDILUK”. Orang Sunda bilang
“PEUREUM SALESSAN ”
MANFAAT NAPPING
Power nap membuat otak membuang
informasi tidak penting yang tersimpan Meningkatkan memori otot, sehingga otak akan
di dalam ingatan jangka pendek bekerja dengan lebih cepat dan akurat

Meningkatkan
kewaspadaan

Menurunkan kelelahan, Mengurangi dampak dari gangguan


tidur akibat tugas shift malam
Manfaat Napping
• Meningkatkan kesehatan jantung è mengurangi stres
• Meningkatkan memori dan memiliki daya konsentrasi yang
lebih bagus.
• Membuat mood menjadi lebih baik
• Meningkatkan kinerja
• Meningkatkan kualitas hubungan èMengurangi marah dan
juga mengurangi kelelahan è memiliki dampak positif pada
kualitas percakapan dengan orang è menyebabkan
peningkatan interaksi sosial dan hubungan.
• MANUSIA SECARA ALAMIAH ADALAH MAKHLUK YANG
HIDUP DI ‘SIANG HARI’
• Survei yang dilakukan oleh National Sleep
Foundation menunjukkan bahwa sekitar 30% orang
diperbolehkan untuk tidur di tempat kerja
Dampak kurang tidur
• Lelah, lesu dan kurang motivasi
• Kurang mood dan lekas marah
• Berkurangnya kreativitas dan kemampuan problem-solving
• Kurang mampu mengontrol dan menghadapi stress
• Berkurangnya imunitas; sering pilek atau tertular penyakit
lainnya
• Bermasalah dengan konsentrasi dan memori (ingatan)
• Terganggunya skill motorik
• Kesulitan mengambil keputusan
• Meningkatnya resiko diabetes, penyakit jantung, dan
penyakit kronis lainnya
STRATEGI NAPPING
1. Menemukan Tempat yang Baik untuk Tidur
Sesaat è Agar tidur sesaat efektif, Anda perlu
menemukan tempat untuk tidur sesaat yang
tidak akan diganggu oleh orang lain
2. Pilihlah ruang yang gelap. Dalam kondisi
gelap,maka akan tertidur lebih cepat. Jika
tidak dapat menemukan ruang gelap, kenakan
masker tidur atau setidaknya kacamata untuk
menciptakan sedikit kondisi gelap bagi diri
Anda.
3. Pastikan bahwa ruang tidak terlalu panas
atau dingin è sistem Ventilasi / AC/ Kipas
angin
Menentukan Lama Tidur Sesaat ( NAPPING)
DURASI POWER NAP BERADA DI ANTARA 10 HINGGA 30
MENIT.
1. Tidurlah selama dua hingga lima menit. Jika Anda
tidak memiliki banyak waktu è"nano-nap", dapat
membantu mengurangi rasa kantuk.
2. Tidurlah selama lima hingga dua puluh menit. Tidur
selama lima hingga dua puluh menit bagus agar diri
tetap terjaga, dan juga meningkatkan stamina dan
performa motorik. Tidur sesaat dalam durasi tersebut
juga dikenal sebagai "mini-nap".
3. Tidurlah selama dua puluh menit. Tidur selama dua
puluh menit disebut sebagai "power nap" oleh
kebanyakan orang, dan merupakan yang paling ideal
bagi kebanyakan orang.
vTidurlah selama lima puluh hingga sembilan
puluh menit. Tidur selama itu dikenal sebagai
"Lazy Man's Nap", dan memungkinkan untuk
mencapai tidur REM gelombang lambat (yang
juga dikenal sebagai tidur nyenyak).

vJika memiliki waktu luang untuk tidur, dan


sangat lelah dari segi fisik maupun mental
setelah bekerja semalaman, tidur selama itu (50
– 90 menit )dapat membantu, karena tubuh
diberikan waktu cukup lama untuk memperbaiki
diri
vCoba "latihan 4-7-8" untuk terlelap dengan cepat.
Jika mengalami kesulitan untuk terlelap, cobalah latihan
berikut:
1. Tutup mata, lalu buang napas hingga habis.
2. Tarik napas perlahan-lahan, lalu hitung hingga empat.
3. Tahan napas, lalu hitung hingga tujuh;
4. Cobalah untuk membuang napas dari mulut hingga
hitungan ke delapan, sambil mendesing.
Tarik napas lagi, lalu ulangi siklus tersebut hingga tiga atau
empat kali
Studi hasil Riset tentang Napping
• People who nap are not lazy. They might be the smartest,
most productive people you know.(Michael Hyatt,2016)
• Napping during the night shift increases the chance of
recovery after work (Nurses' Health Study Rio de Janeiro
2011)
• In a qualitative study exploring napping on breaks during
night shifts, 10 out of 13 critical care nurses who napped
regularly during breaks reported several benefits to napping,
including improved energy, mood and decision-making, and
vigilance (Fallis et al, 2010).
Kajian Issu Kebijakan Napping / Manajemen
Istirahat Sejenak bagi tenaga kesehatan
• REGULASI
• Kemenaker telah mengatur mengenai Jam Kerja, Jam istirahat dan jam lembur è
Jam kerja dan Pengaturan shift kerja Perawat belum diatur
• Istilah Napping belum dikenal dan belum diatur
• Napping belum ada peraturan rujukan
• KONSEPTUAL
• Napping banyak manfaat untuk keselamatan dan kesehatan Pekerja yang akan
mendukung keselamatan Pasien
• TEKNIKAL
• Mudah dilaksanakan
Kajian Issu Kebijakan Napping / Manajemen
Istirahat Sejenak bagi tenaga kesehatan
• PERLU PENGUATAN / ADVOKASI
• NAPPING MERUPAKAN HAK PEKERJA DIANTARA KEWAJIBAN MEMBERIKAN
PELAYANAN
• TIDAK MENGGANGGU PELAYANAN
• PERLU PENETAPAN WAKTU YANG DIIZINKAN
Waktu yang diizinkan untuk Nappingè 10 – 30 menit

• Waktu yang dapat digunakan


• Napping dapat dilakukan pada jam istirahat
Kajian Issu Kebijakan Napping / Manajemen
Istirahat Sejenak bagi tenaga kesehatan
• TINDAK LANJUT
• Perlu studi riset untuk Penguatan Kebijakan
• Agar menjadi bagian dari Manajemen Sumber Daya Manusia
yang mendukung program keselamatan pasien.
• Perlu penyebaran informasi kepada para pemangku
kepentingan dan para pemangku kebijakan mengenai “ Napping
/ Manajemen istirahat sejenak “
• Perlu dicari nomenklatur bahasa
PENGATURAN WAKTU ISTIRAHAT
• Dibuat Regulasi è Pemerintah / OP / Institusi
• Penentuan waktu istirahat Pagi & Shift Siang è 60
Menit diatur agar tidak mengganggu pelayanan
• Contoh pengaturan waktu istirahat shift malam è 90
menit
• Pkl 00.00 – 01.30 ( 30 % dari yang bertugas )
• Pkl 01.30 – 03.00 ( 40 % dari yang bertugas )
• Pkl 03.00 – 04.30 ( 30 % dari yang bertugas )
• Pkl 04.30 è full time melakukan tindakan asuhan
keperawatan
PENUTUP
• Napping memiliki banyak manfaat
• Perlu studi riset untuk penguatan kebijakan
• Napping dapat diimplementasikan oleh semua tenaga
kesehatan dengan menggunakan waktu istirahat yang telah
ditetapkan
• Dapat merupakan program manajemen sumber daya manusia
dalam memberikan kesejahteraan pegawai
• Perlu pengaturan agar pelaksanaan Napping tidak mengganggu
pelayanan
R I M
E
A
T
TERIMA KASIH
H
K
A I
S