Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KEGIATAN PEMBINAAN KADER

NO DESA LAPORAN KEGIATAN


1 NG. SEPAUK Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 4 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti pembinaan dengan cukup antusias. Pada sesi tanya
jawab kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

2 TANJUNG RIA Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa tj. ria diikuti oleh 6 orang kader.
Materi yang diberikan tentang DDTK (Deteksi Dini Tumbuh
Kembang). Metode penyampaian materi dalam kegiatan pembinaan
kader posyandu adalah ceramah, belajar mengisi format DDTK dan
tanya jawab.
Kader mengikuti pembinaan dengan cukup antusias. Pada sesi tanya
jawab kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

3 ENSABANG Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada


tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa Ensabang diikuti oleh 5 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab kader
bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

4 SUNGAI JAUNG
5 TEMIANG KAPUAS Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 4 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.
6 KENYAUK Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 5 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

7 SINAR HARAPAN Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 4 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

8 NANGA LIBAU
9 MAIT HILIR Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa tj. ria diikuti oleh 5 orang kader.
Materi yang diberikan tentang DDTK (Deteksi Dini Tumbuh
Kembang). Metode penyampaian materi dalam kegiatan pembinaan
kader posyandu adalah ceramah, latihan mengisi format DDTK dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

10 SIRANG SETAMBANG
11 SEKUBANG Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 4 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

12 SEMUNTAI
13 SEKUJAM TIMBAI
14 RIAM KEMPADIK Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 5 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

15 NANGA LAYUNG
16 BERNAYAU
17 SINAR PEKAYAU
18 LIMAU BAKTI
19 TANJUNG MAWANG
20 BUNGKONG BARU
21 NANGA PARI
22 LENGKENAT Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 6 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

23 MANIS RAYA Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 6 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

24 BULUH KUNING Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 4 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.
25 TEMAWANG MUNTAI
26 TAWANG SARI Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 6 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

27 GERNIS JAYA Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 6 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

28 PAOH BENUA Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa tj. ria diikuti oleh 7 orang kader.
Materi yang diberikan tentang DDTK (Deteksi Dini Tumbuh
Kembang). Metode penyampaian materi dalam kegiatan pembinaan
kader posyandu adalah ceramah, latihan mengisi format DDTK dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

29 BEDAYAN
30 TANJUNG HULU Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa tj. ria diikuti oleh 5 orang kader.
Materi yang diberikan tentang DDTK (Deteksi Dini Tumbuh
Kembang). Metode penyampaian materi dalam kegiatan pembinaan
kader posyandu adalah ceramah, latihan mengisi format DDTK dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.
31 SUNGAI RAYA Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 5 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab kader
bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

32 BANGUN
33 SUKAU Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 4 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

34 KEMANTAN Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada


tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 6 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

35 PENINSUNG Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada


tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 5 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.
36 SEPULUT Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa tj. ria diikuti oleh 6 orang kader.
Materi yang diberikan tentang DDTK (Deteksi Dini Tumbuh
Kembang). Metode penyampaian materi dalam kegiatan pembinaan
kader posyandu adalah ceramah, latihan mengisi format DDTK dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

37 TEMAWANG BULAI
38 LANDAU PANJANG Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 5 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.

39 SUNGAI SEGAK
40 TANJUNG BALAI Melakukan kegiatan pembinaan kader di desa Ng. Sepauk pada
tanggal.................
Kader posyandu merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling
dekat dengan masyarakat. Secara umum pembinaan kader
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader
agardapat melakukan kegiatan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat.
Pembinaan kader posyandu di desa ng. sepauk diikuti oleh 5 orang
kader. Materi yang diberikan tentang ASI Eksklusif, manajemen
laktasi dan cara mengisi KMS. Metode penyampaian materi dalam
kegiatan pembinaan kader posyandu adalah ceramah,diskusi, dan
tanya jawab.
Kader mengikuti dengan cukup antusias. Pada sesi tanya jawab
kader bertanya tentang hal yang belum dimengerti.
LAPORAN KEGIATAN DDTK (DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG)

TANJUNG RIA Melakukan kegiatan DDTK di desa Tanjung Ria pada


tanggal.........Maret 2016
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel
sertajaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur
dengan satuan panjang dan berat. (Depkes, 2005).
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
Deteksi dini tumbuh kembang anak/ balita adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan
ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh
kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Ada liama aspek yang perlu dipantau dalam DDTK yaitu: gerakan
kasar, gerakan halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Sasaran
kegiatan DDTK ini adalah bayi/ balita dari usia 4 bulan hingga 60
bulan yang datang ke posyandu. Dari 15 bayi/balita di Posyandu
desa Tanjung Ria yang dilakukan DDTK ada satu orang yang
mengalami keterlambatan perkembangan.
KENYAUK Melakukan kegiatan DDTK di desa Kenyauk pada tanggal.........Maret
2016
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel
sertajaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat di ukur
dengan satuan panjang dan berat. (Depkes, 2005).
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
Deteksi dini tumbuh kembang anak/ balita adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan
ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh
kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Ada liama aspek yang perlu dipantau dalam DDTK yaitu: gerakan
kasar, gerakan halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Sasaran
kegiatan DDTK ini adalah bayi/ balita dari usia 4 bulan hingga 60
bulan yang datang ke posyandu. Dari ... bayi/balita di Posyandu desa
Tanjung Ria yang dilakukan DDTK tidak ada penyimpangan yang
ditemukan.
MAIT HILIR Melakukan kegiatan DDTK di desa mait Hilir pada tanggal.........Maret
2016
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel
sertajaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur
dengan satuan panjang dan berat. (Depkes, 2005).
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
Deteksi dini tumbuh kembang anak/ balita adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan
ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh
kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Ada liama aspek yang perlu dipantau dalam DDTK yaitu: gerakan
kasar, gerakan halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Sasaran
kegiatan DDTK ini adalah bayi/ balita dari usia 4 bulan hingga 60
bulan yang datang ke posyandu. Dari 12 bayi/balita di Posyandu
Desa Mait Hilir yang dilakukan DDTK tidak ada penyimpangan
tumbuh kembang yang ditemukan.
LENGKENAT Melakukan kegiatan DDTK di desa lengkenat pada
tanggal.........Maret 2016
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel
sertajaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur
dengan satuan panjang dan berat. (Depkes, 2005).
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
Deteksi dini tumbuh kembang anak/ balita adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan
ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh
kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Ada liama aspek yang perlu dipantau dalam DDTK yaitu: gerakan
kasar, gerakan halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Sasaran
kegiatan DDTK ini adalah bayi/ balita dari usia 4 bulan hingga 60
bulan yang datang ke posyandu. Dari 27 bayi/balita di Posyandu
Desa Lengkenat yang dilakukan DDTK tidak ada penyimpangan yang
ditemukan.
MANIS RAYA Melakukan kegiatan DDTK di desa Manis Raya pada
tanggal.........Manis Raya 2016
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel
sertajaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur
dengan satuan panjang dan berat. (Depkes, 2005).
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
Deteksi dini tumbuh kembang anak/ balita adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan
ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh
kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Ada liama aspek yang perlu dipantau dalam DDTK yaitu: gerakan
kasar, gerakan halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Sasaran
kegiatan DDTK ini adalah bayi/ balita dari usia 4 bulan hingga 60
bulan yang datang ke posyandu. Dari 26 bayi/balita di Posyandu
desa Manis Raya yang dilakukan DDTK tidak ada penyimpangan yang
ditemukan.
GERNIS JAYA Melakukan kegiatan DDTK di desa Gernis Jaya pada
tanggal.........April 2016
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel
sertajaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur
dengan satuan panjang dan berat. (Depkes, 2005).
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
Deteksi dini tumbuh kembang anak/ balita adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan
ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh
kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Ada liama aspek yang perlu dipantau dalam DDTK yaitu: gerakan
kasar, gerakan halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Sasaran
kegiatan DDTK ini adalah bayi/ balita dari usia 4 bulan hingga 60
bulan yang datang ke posyandu. Dari 29 bayi/balita di Posyandu
desa Gernis Jaya yang dilakukan DDTK ada satu orang balita yang
mengalami penyimpangan perkembangan.
PAOH BENUA Melakukan kegiatan DDTK di desa Paoh Benua pada tanggal.........
April 2016
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel
sertajaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur
dengan satuan panjang dan berat. (Depkes, 2005).
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
Deteksi dini tumbuh kembang anak/ balita adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan
ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh
kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Ada liama aspek yang perlu dipantau dalam DDTK yaitu: gerakan
kasar, gerakan halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Sasaran
kegiatan DDTK ini adalah bayi/ balita dari usia 4 bulan hingga 60
bulan yang datang ke posyandu. Dari 36 bayi/balita di Posyandu
desa Paoh Benua yang dilakukan DDTK ditemukan satu orang balita
yang mengalami penyimpangan tumbuh kembang.
SUNGAI RAYA Melakukan kegiatan DDTK di desa Sungai Raya pada
tanggal.........April 2016
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel
sertajaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur
dengan satuan panjang dan berat. (Depkes, 2005).
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
Deteksi dini tumbuh kembang anak/ balita adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan
ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh
kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Ada liama aspek yang perlu dipantau dalam DDTK yaitu: gerakan
kasar, gerakan halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Sasaran
kegiatan DDTK ini adalah bayi/ balita dari usia 4 bulan hingga 60
bulan yang datang ke posyandu. Dari 14 bayi/balita di Posyandu
desa Suangai Raya yang dilakukan DDTK tidak ada penyimpangan
yang ditemukan.
TANJUNG HULU Melakukan kegiatan DDTK di desa Tanjung Hulu pada
tanggal.........Mei 2016
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel
sertajaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur
dengan satuan panjang dan berat. (Depkes, 2005).
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
Deteksi dini tumbuh kembang anak/ balita adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan
ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh
kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Ada liama aspek yang perlu dipantau dalam DDTK yaitu: gerakan
kasar, gerakan halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Sasaran
kegiatan DDTK ini adalah bayi/ balita dari usia 4 bulan hingga 60
bulan yang datang ke posyandu. Dari 27 bayi/balita di Posyandu
desa Tanjung Hulu yang dilakukan DDTK tidak ada penyimpangan
yang ditemukan.
SEPULUT Melakukan kegiatan DDTK di desa Sepulut pada tanggal.........Mei
2016
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel
sertajaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur
dengan satuan panjang dan berat. (Depkes, 2005).
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
Deteksi dini tumbuh kembang anak/ balita adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan
ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh
kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Ada liama aspek yang perlu dipantau dalam DDTK yaitu: gerakan
kasar, gerakan halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Sasaran
kegiatan DDTK ini adalah bayi/ balita dari usia 4 bulan hingga 60
bulan yang datang ke posyandu. Dari 21 bayi/balita di Posyandu
desa Sepulut yang dilakukan DDTK ditemukan satu orang balita yang
mengalami penyimpangantumbuh kembang.
NANGA SEPAUK Melakukan kegiatan DDTK di desa Nanga Sepauk pada
tanggal.........Mei 2016
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel
sertajaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur
dengan satuan panjang dan berat. (Depkes, 2005).
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
Deteksi dini tumbuh kembang anak/ balita adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan
ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh
kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Ada liama aspek yang perlu dipantau dalam DDTK yaitu: gerakan
kasar, gerakan halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Sasaran
kegiatan DDTK ini adalah bayi/ balita dari usia 4 bulan hingga 60
bulan yang datang ke posyandu. Dari 19 bayi/balita di Posyandu
desa Nanga Sepauk yang dilakukan DDTK tidak ada penyimpangan
yang ditemukan.
SINAR HARAPAN Melakukan kegiatan DDTK di desa Tanjung Ria pada
tanggal.........Mei 2016
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel
sertajaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur
dengan satuan panjang dan berat. (Depkes, 2005).
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
Deteksi dini tumbuh kembang anak/ balita adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan
ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh
kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Ada liama aspek yang perlu dipantau dalam DDTK yaitu: gerakan
kasar, gerakan halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Sasaran
kegiatan DDTK ini adalah bayi/ balita dari usia 4 bulan hingga 60
bulan yang datang ke posyandu. Dari 18 bayi/balita di Posyandu
desa Sinar Harapan yang dilakukan DDTK tidak ada penyimpangan
yang ditemukan.