Anda di halaman 1dari 44

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

RT DAN IPSRS
RUMAH SAKIT BANYUMANIK SEMARANG

TAHUN 2016
KATA PENGANTAR

Sebuah buku pedoman memiliki arti penting guna menjelaskan langkah-Iangkah dalam
melaksanakan suatu kegiatan. Dan dalam pelaksanaan kegiatan RT dan IPSRS diperlukan
penjelasan Iangkah-Iangkah dalam pelaksanaannya. Hal ini bertujuan untuk tercapainya
pelaksanaan kegiatan yang optimal dan sesuai di Rumah Sakit. Untuk itu disusunlah buku
Pedoman Pengorganisasian RT dan IPSRS ini dengan maksud untuk membakukan
tatalaksana kegiatan Rumah Tangga dan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit Banyumanik
Semarang sebagai pedoman kerja bagi staf dan pejabat yang terkait.

Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah sakit (IPSRS) adalah Instalasi yang melaksanakan
tugas pemeliharaan bangunan instalasi air minum, instalasi listrik, instalasi gas medis, telepon,
alat elektro medik, peralatan listirk, kendaraan, mesin atau sarana-sarana lain yang terdapat pada
suatu rumah sakit. Biasanya Instalasi ini dibagi menjadi beberapa sub Instalasi/ bidang misalnya:
bidang sarana dan prasarana, bidang gedung dan bangunan, bidang K3 dan lingkungan, bidang
gudang dan administrasi, serta security dan transportasi. Sub bagian tersebut masing-masing telah
memiliki tugas dan tanggung jawab. Rumah sakit tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya
IPSRS di dalamnya.

Pedoman Pengorganisasian ini terdiri dari VII standar sesuai dengan standar yang
ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI dan dilampiri dengan prosedur tetap tatalaksana
Unit Kerja Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit.

Penyusunan Buku Pedoman Pengorganisasian ini tidak tertutup kemungkinan adanya


kekurangan, apabila ada saran yang diberikan akan digunakan sebagai masukan dalam
penyempurnaan. Semoga dengan disusunnya Buku Pedoman Pengorganisasian RT dan IPSRS ini
dapat bermanfaat dan mempermudah pelaksanaan kegiatan di Rumah Sakit Banyumanik
Semarang.

Semarang, 3 Januari 2016


KEPALA RT & IPSRS
RUMAH SAKIT BANYUMANIK SEMARANG

Muh Makhfud
00.007

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS i


PENDAHULUAN

Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit merupakan unit kerja penunjang medis yang
berada dibawah direktur dan dipimpin oleh Kepala Rumah Tangga dan Instalasi Pemeliharaan
Sarana Rumah Sakit.
Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) adalah Instalasi yang melaksanakan
tugas pemeliharaan bangunan instalasi air minum, instalasi listrik, instalasi gas medis, telepon,
alat elektro medik, peralatan listirk, kendaraan, mesin atau sarana-sarana lain yang terdapat pada
suatu rumah sakit. Biasanya Instalasi ini dibagi menjadi beberapa sub Instalasi/ bidang. Sub
bagian tersebut masing-masing telah memiliki tugas dan tanggung jawab. Rumah sakit tidak akan
berjalan dengan baik tanpa adanya IPSRS di dalamnya.
Dalam melaksanakan tugasnya Instalasi Rumah Tangga dan Instalasi pemeliharaan
Sarana Rumah Sakit dilengkapi dengan sarana, prasarana dan personalia dengan lingkup tugas
pemeliharaan peralatan medis dan non medis, K3 dan Kesehatan Lingkungan, gedung dan
bangunan, bidang keamanan dan tranportasi serta tugas digudang dan administrasi.
Adapun uraian mengenai tugas Rumah tangga dan instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit
sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan dapat dibaca dalam buku ini.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS ii


DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i
PENDAHULUAN .............................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................... iii
STANDAR I ...... LATAR BELAKANG DAN TUJUAN ............................................... 1
A. LATAR BELAKANG .. .................................................................. 1
B. TUJUAN .......................................................................................... 1
STANDAR II STRUKTUR ORGANISASI DAN PENGELOLAAN ...................... 2
A. STRUKTUR ORGANISASI ........................................................... 3
STANDAR III STAF DAN PIMPINAN ...................................................................... 4
A. KRITERIA DAN URAIAN TUGAS .............................................. 4
1. Kepala RT dan IPSRS ............................................................... 4
2. Koordinator Bidang Sarana dan Peralatan ................................ 5
3. Koordinator Bidang Gedung dan Bangunan ............................. 5
4. Koordinator Bidang K3 dan Lingkungan.................................. 6
5. Koordinator Bidang Gudang dan Administrasi ....................... 6
6. Koordinator Bidang Security dan Transportasi ....................... 7
7. Koordinator Bidang Sterilisasi dan Laundry ... ....................... 7
STANDAR IV FASILITAS DAN PERALATAN ....................................................... 9
STANDAR V TANGGUNG JAWAB DAN KEBIJAKSANAAN ........................... 10
STANDAR VI PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN ....... 11
STANDAR VII EVALUASI DAN PENGENDALIAN MUTU ................................... 12
A. PRASARANA .................................................................. 12
B. SARANA .......................................................................... 12
C. PERSONIL ....................................................................... 12
D. PROSEDUR/ KEBIJAKAN ............................................. 12
PENUTUP ....................................................................................................... 13

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS iii


STANDAR I
LATAR BELAKANG DAN TUJUAN

A. LATAR BELAKANG

Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Oleh karena itu rumah sakit dituntut untuk dapat
memberikan pelayanan yang profesional, bermutu sesuai standar yang sudah ditentukan.
Pelayanan kesehatan yang bermutu tidak lepas dari fasilitas peralatan penunjang
medik sebagai pendukung hasil diagnosa dari suatu penyakit. Semakin besarnya rumah sakit
semakin banyak pula peralatan yang dimiliki sehingga memerlukan suatu pola manajemen
pengelolaan sarana dan prasarana yang dimiliki agar dapat memberikan pelayanan yang
prima dan umur alat lebih panjang.
Pelayanan yang prima dari pengelola asset dapat terwujud bila mempunyai organisasi,
kompetensi tenaga yang handal serta memperhatikan aspek keselamatan tenaga kerja dan
pengguna. Agar dapat memberikan pelayanan yang prima dalam pemeliharaan sarana dan
prasarana perlu disusun pedoman pengorganisasian ini supaya pelaksanaan pemeliharaan
dapat berjalan efektif, efisien dan aman
Memberikan pelayanan pemeliharaan sarana Rumah Sakit secara profesional
sehingga tersedia sarana rumah sakit yang siap pakai.

B. TUJUAN
a. Tujuan Umum
1. Adanya kejelasan alur proses tata kelola dan tahapan keputusan di Instalasi
Pemeliharaan Sarana dan prasarana Rumah Sakit Banyumanik Semarang.
2. Sebagai pedoman dalam tata kelola instalasi pemeliharaan sarana dan prasarana.

b. Tujuan Khusus
1. Untuk menunjang agar pelayanan berjalan sesuai standar
2. Untuk menjaga keselamatan pasien dan petugas dari kecelakaan karena kerusakan
alat
3. Untuk menjaga kondisi alat agar tetap dalam keadaan prima dan awet.
4. Untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit
5. Dengan terpeliharannya alat dapat meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga
6. Mendeteksi dini tanda - tanda kerusakan alat

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 1


STANDAR II
STRUKTUR ORGANISASI DAN PENGELOLAAN

Rumah Tangga dan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit merupakan unit kerja
Penunjang Pelayanan yang dipimpin oleh Kepala Instalasi yang bertanggung jawab kepada
Direktur serta melaksanakan koordinasi dengan para kepala Seksi, Kepala Sub Bagian dan para
Kepala Instalasi.

Dalam melaksanakan tugasnya kepala Rumah Tangga dan Instalasi Pemeliharaan Sarana
dibantu oleh :
1. Koordinator bidang Sarana dan Prasarana
2. Koordinator bidang Gedung dan Bangunan
3. Koordinator bidang K3 dan Lingkungan
4. Koordinator bidang Gudang dan Administrasi
5. Koordinator Security danTransportasi
6. Koordinator Sterilisasi dan Laundry

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 2


STRUKTUR ORGANISASI

DIREKTUR

MANAJER UMUM

SEKSI RT & IPSRS

KOORDINATOR KOORDINATOR KOORDINATOR KOORDINATOR KOORDINATOR


SARPRAS K3 & KESLING GUDANG & GEDUNG & BANGUNAN SECURITY &
ADIMINISTRASI TRANPORTASI

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 3


STANDAR III
STAF DAN PIMPINAN

Rumah Tangga dan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit dipimpin oleh seorang
Kepala Instalasi yang dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh :
1. Koordinator bidang peralatan
2. Koordinator bidang gedung dan bangunan
3. Koordinator bidang K3 dan lingkungan
4. Koordinator bidang gudang dan administrasi
5. Koordinator bidang Security dan tranportasi
6. Koordinator Sterilisasi dan Laundry

KRITERIA DAN URAIAN TUGAS


KEPALA RT DAN IPSRS
NAMA : Muh Makhfud, Amd
JABATAN : Kepala Instalasi
SPESIFIKASI : - Tenaga Teknik
1. Atau tenaga sarjana lain yang memiliki kemampuan memimpin
2. Kursus Kepemimpinan dan Manajemen.

URAIAN TUGAS
1. Menyusun rencana kerja IPSRS
2. Menginventarisasi sumber daya tugas pemeliharaan sarana
3. Memberikan bimbingan teknis pelaksanaan pekerjaan kepada para pelaksana
4. Membagi tugas-tugas IPSRS kepada para pelaksana yang membidangi.
5. Melaksanakan supervisi pelaksanaan-pelaksanaan tugas para pelaksana teknis yang
membidangi.
6. Melaksanakan evaluasi terhadap semua kegiatan yang telah dilaksanakan
7. Memberikan laporan kepada direktur mengenai pelaksanaan tugas pemeliharaan
8. Melaksanakan perintah yang diberikan oleh direktur.
9. Mengkoordinasikan semua tenaga pelaksanaan yang ada di Instalasi Pemeliharaan
Sarana

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 4


KOORDINATOR BIDANG SARANA DAN PERALATAN
NAMA : Afif Zulkarnaen,Amd.Atem
JABATAN : Koordinator Sub Instalasi Peralatan
SPESIFIKASI : - Tenaga Teknik
- Pendidikan Ahli Madya Muda
- Kursus / Latihan Teknik

URAIAN TUGAS
1. Membuat rencana kerja
2. Menginventarisasi peralatan yang perlu dipelihara.
3. Memberikan petunjuk teknis kepada para pemakai peralatan agar terpelihara atau cara
pemakaian yang baik
4. Memeriksa peralatan medik dan peralatan umum
5. Memperbaiki peralatan medik dan peralatan umum yang rusak
6. Menghadiri rapat koordinasi
7. Memberikan laporan kepada Ka.RT dan IPSRS tentang pelaksanaan tugas.
8. Melaksanakan perintah yang diberikan oleh Ka.RT dan IPSRS
9. Mengkoordinir tenaga pelaksana pemeliharana peralatan.

KOORDINATOR BIDANG GEDUNG DAN BANGUNAN


NAMA : Kasban Ari Setiawan
JABATAN : Koordinator Sub Instalasi Gedung dan Bangunan
SPESIFIKASI : - Tenaga Teknik Bangunan
- Pendidikan STM atau sederajat
- Kursus Pendidikan Teknik

URAIAN TUGAS
1. Membuat rencana kerja
2. Melaksanakan inventarisasi gedung dan bangunan yang menjadi lingkup tugasnya
3. Melaksanakan pemeriksaan gedung, listrik, saluran drainase, jalan, jembatan, pagar
dan bangunan lainnya.
4. Memperbaiki gedung dan bangunan lainnya yang rusak
5. Menghadiri rapat koordinasi
6. Memberikan laporan kepada Ka.RT dan IPSRS mengenai pelaksanaan tugas yang diberikan
7. Melaksanakan perintah yang diberikan oleh Ka.RT dan IPSRS.
8. Mengkoordinir tenaga pelaksanaan pemeliharaan gedung dan bangunan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 5


KOORDINATOR BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN
NAMA : Rahayu Safitri, Amd.KL
JABATAN : Koordinator Sub K3 dan Kesehatan Lingkungan
SPESIFIKASI : - Tenaga Teknik Sanitasi
- Pendidikan Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL)
- Kursus dan pelatihan Fungsional

URAIAN TUGAS
1. Membuat rencana kerja
2. Melaksanakan inventarisasi lingkungan yang menjadi lingkup tugasnya
3. Melaksanakan pemeriksaan fasilitas sanitasi secara berkala
4. Menyusun rencana dan melaksanakan tindak lanjutan hasil pemeriksaan
5. Menghadiri rapat koordinasi
6. Memberikan laporan kepada Ka. RT dan IPSRS mengenai pelaksanaan tugas yang diberikan.
7. Melaksanakan perintah yang diberikan oleh Ka. RT dan IPSRS
8. Mengkoordinir tenaga pelaksana sanitasi lingkungan.

KOORDINATOR BIDANG GUDANG DAN ADMINISTRASI


NAMA : Imam Bukhori
JABATAN : Kepala Sub Instalasi Gudang dan Administrasi
SPESIFIKASI : - Tenaga pelaksana Administrasi
- Pendidikan SLTA
- Kursus Administrasi Barang

URAIAN TUGAS
1. Membuat rencana kerja
2. Melaksanakan Inventarisasi Barang yang menjadi tanggung jawabnya.
3. Melaksanakan tugas-tugas administrasi IPSRS
4. Membuat laporan kegiatan IPSRS
5. Mencatat semua kegiatan IPSRS
6. Menghadiri rapat koordinasi
7. Menyusun Rencana Anggaran dan menyusun laporan pertanggung jawaban
pelaksanaan Anggaran IPSRS
8. Memberikan laporan kepada Ka. RT dan IPSRS mengenai pelaksanaan tugas yang diberikan.
9. Melaksanakan perintah yang diberikan Ka.RT dan IPSRS
10. Mengkoordinir tenaga staf administrasi

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 6


KOORDINATOR BIDANG SECURITY DAN TRANSPORTASI
NAMA : Giyono
JABATAN : Koordinator security dan transportasi
SPESIFIKASI : - Koordinator pelaksana keamanan
- Pendidikan SLTA
- Kursus Security

URAIAN TUGAS
1. Membuat rencana kerja.
2. Membuat konsep standar keamanan dan ketertiban lingkungan.
3. Membuat konsep dan mengawasi pengaturan tata tertib dengan maksud menegakkan
pengaturan tata tertib.
4. Mengatur dan mengkoordinir pekerjaan harian.
5. Mengatur dan mencatat pemakaian kendaraan operasional
6. Menghadiri rapat koordinasi.
7. Menyusun Rencana Anggaran dan menyusun laporan pertanggung jawaban pelaksanaan
Anggaran Security dan Tranportasi.
8. Memberikan laporan kepada Ka. RT dan IPSRS mengenai pelaksanaan tugas yang diberikan.
9. Melaksanakan perintah yang diberikan Ka. RT dan IPSRS

KOORDINATOR INSTALASI STERILISASI DAN LAUNDRY


NAMA : Edi Supriyanto, A.Md.Kep
JABATAN : Koordinator Sterilisasi dan Laundry
SPESIFIKASI : - Koordinator pelaksana
- Pendidikan Diploma
- Kursus Sterilisasi dan Laundry

URAIAN TUGAS
1. Menyusun rencana kerja Sterilisasi dan Laundry
2. Menginventarisasi sumber daya tugas Sterilisasi dan Laundry
3. Memberikan bimbingan teknis pelaksanaan pekerjaan kepada para pelaksana
4. Membagi tugas-tugas Sterilisasi dan Laundry kepada para pelaksana yang membidangi.
5. Melaksanakan supervisi pelaksanaan-pelaksanaan tugas para pelaksana
6. Melaksanakan evaluasi terhadap semua kegiatan yang telah dilaksanakan oleh petugas
7. Memberikan laporan kepada direktur melalui kepala seksi RT dan IPSRS mengenai
pelaksanaan tugas

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 7


8. Melaksanakan perintah yang diberikan oleh direktur.
9. Mengkoordinasikan semua tenaga pelaksanaan yang ada di Instalasi Sterilisasi dan
Laundry

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 8


STANDAR IV
FASILITAS DAN PERALATAN

Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan peralatan
untuk melaksanakan pelayanan pemeliharaan sarana :
1. Bengkel Kit
2. Ruang Work Shop
3. Pakaian Kerja
4. Peralatan listrik
5. Gudang peralatan dan ruang administrasi
6. TPS B3
7. Instalasi Pengolahan Air Limbah

BIDANG BERDASARKAN RESIKO / KECELAKAAN KERJA

A. BAGIAN LISTRIK DAN BANGUNAN


Pada bagian tugas ini petugas diwajibkan melengkapi diri dengan pakaian kerja yang
dapat menghindarkan diri dari bahaya listrik dan jatuh :
1. Sepatu karet
2. Sarung tangan
3. Peralatan Teknik Khusus
4. Sabuk pengaman
5. Helm

B. BAGIAN LIMBAH PADAT DAN CAIR


Pada bagian tugas ini petugas diwajibkan melengkapi diri dengan pakaian kerja yang
dapat mencegah kontaminasi dengan kuman :
1. Sarung tangan
2. Sepatu
3. Masker
4. Pakaian kerja
5. Alat khusus

C. BAGIAN PEMELIHARAAN TIDAK BERESIKO


Pemeliharaan yang tidak beresiko dikerjakan tanpa menggunakan fasilitas dan peralatan
khusus karena dipandang aman serta relatif tidak menimbulkan kecelakaan kerja

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 9


STANDAR V
TANGGUNG JAWAB DAN KEBIJAKSANAAN

Untuk melaksanakan pelayanan pemeliharaan Rumah Sakit yang paripurna dengan


mempertimbangkan berbagai aspek maka disusun kebijakan dan prosedur sebagai berikut:

A. TUJUAN
Sebagai pedoman unit-unit terkait yang memerlukan Pemeliharaan Sarana di Rumah Sakit
Banyumanik Semarang

B. TANGGUNG JAWAB
1. Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana bertanggung jawab atas terselenggaranya
pemeliharaan sarana di Rumah Sakit Banyumanik Semarang.
2. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala RT & Instalasi Pemeliharaan Sarana dibantu oleh
Koordinator Bidang Peralatan, Koordinator Bidang Gedung dan Bangunan, Koordinator
security dan tranportasi, Koordinator Bidang Gudang dan Administrasi, Koordinator Bidang
K3 dan Kesehatan Lingkungan.
3. Setiap Koordinator Bidang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas
menurut bidangnya masing-masing.

C. KEBIJAKSANAAN
1. Pelayanan Pemeliharaan Sarana sederhana dilaksanakan oleh petugas pelaksana
sesuai dengan bidang tugasnya pada hari dan jam kerja
2. Pelayanan Pemeliharaan Sarana Cito dilaksanakan sewaktu-waktu sesuai dengan
kebutuhan
3. Pelayanan Pemeliharaan Sarana tidak sederhana dilaksanakan oleh pihak ketiga dan di
monitor oleh petugas pelaksana menurut bidang tugasnya.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 10


STANDAR VI
PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN

Pengembangan staf profesional dilakukan dengan cara:


 Mengikutsertakan Penanggung jawab bidang mengikuti kursus/ penataran yang dilaksanakan
dilingkungan Rumah Sakit.
 Mengusulkan agar tenaga teknik pemeliharaan diikutsertakan mengikuti pendidikan diluar
Rumah Sakit untuk menyerap ilmu dan Tehnologi yang berhubungan dengan tugas mereka.
 Rencana Jangka Pendek mempersiapkan tenaga profesional yang dapat mengelola Instalasi
Pengolahan Limbah.
 Rencana Jangka Menengah diharapkan semua tenaga teknik Instalasi Pemeliharaan memiliki
keahlian khusus dibidang masing-masing.
 Rencana Jangka Panjang tenaga untuk Instalasi Pemeliharaan mampu mengatasi semua
masalah yang timbul secara mandiri sehingga tercipta kondisi cepat serta tepat dan efisien.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 11


STANDAR VII
EVALUASI DAN PENGENDALIAN MUTU

Evaluasi terhadap sarana, prasarana, personil serta prosedur dilingkungan rumah


tangga dan instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit dilaksanakan secara berkala untuk mencapai
standar pelayanan yang telah ditetapkan. Pengendalian mutu ditujukan untuk mendapatkan
pelayanan pemeliharaan rumah sakit yang berkualitas.

A. PRASARANA
Evaluasi terhadap prasarana gedung dan bangunan dilakukan setiap tiga bulan sekali

B. SARANA
Evaluasi mengenai kemampuan perawatan Instalasi Pemeliharaan disesuaikan berdasarkan
kebutuhan bidang tugas masing-masing.

C. PERSONIL
Evaluasi terhadap kemampuan / ketrampilan tenaga profesional, diusahakan secara merata.
Hal ini dihubungkan dengan permutasian tenaga secara berkala (setiap 6 bulan sekali)

D. PROSEDUR / KEBIJAKAN
Evaluasi terhadap prosedur / kebijakan yang telah ditetapkan apakah telah dapat memenuhi
standar yang ada.
Dengan prasarana, sarana, personil dan prosedur yang menguasai hasil-hasil dengan mutu
prima dapat ditetapkan.
Demikian standar pelayanan, mengenai evaluasi dan pengendalian mutu yang kami buat
dengan tujuan untuk meningkatkan mutu daripada standar pelayanan khususnya dalam lingkungan
Rumah Tangga dan Instalasi pemeliharaan sarana Rumah Sakit.
Dan kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari manapun agar bisa menjadi
lebih sempuma.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 12


PENUTUP

Demikian telah disusun standar Pelayanan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit
yang terdiri atas VII standar pelayanan yaitu :
Standar I : Latar Belakang dan Tujuan
Standar II : Administrasi dan Pengelolaan
Standar III : Struktur Organisasi Staf dan Pimpinan
Standar IV : Fasilitas dan Peralatan
Standar V : Tanggung Jawab dan Kebijaksanaan
Standar VI : Pengembangan Staf dan Program Pendidikan
Standar VII : Evaluasi dan Pengembangan Mutu

Harapan kami dengan standar pelayanan ini dapat menjadi acuan dan pedoman bagi kita,
khususnya yang bertugas di Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit. Standar Pelayanan ini
akan ditinjau kembali apabila diperlukan.

Akhirnya saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan
buku standar ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi kekuatan dan petunjuk dalam setiap
langkah perbuatan kita. Selamat bekerja semoga sukses amien.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 13


D. PROSEDUR
Adapun prosedur dan tata kerja di Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit meliputi:
1. Prosedur Kerja Pelayanan Instalasi Pemeliharaan Sarana
2. Prosedur Kerja Pemeliharaan Peralatan Medik dan Non Medik
3. Prosedur Penyediaan Air Bersih
4. Prosedur Pengaturan Taman
5. Prosedur Pemeliharaan listrik
6. Prosedur Mengepel Lantai
7. Prosedur Penanganan Perangkap Lengkap
8. Prosedur Membersihkan Kamar Mandi / WC
9. Prosedur Membersihkan Pintu, Jendela dan Tiang Selasar
10. Prosedur Pembuangan Sampah Ruangan
11. Prosedur Menyapu dan Membuang Sampah
12. Prosedur Penggunaan AC
13. Prosedur Pemeliharaan Tensimeter
14. Prosedur Pemeliharaan Suction Pump
15. Prosedur Penggunaan Listrik
16. Prosedur Pemeliharaan Listrik
17. Prosedur Pemeliharaan AC
18. Prosedur Pemeliharaan Genset
19. Prosedur Pemeliharaan Tensimeter di Ruangan
20. Prosedur Pemeliharaan Bak Penampung Air Artetis

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 14


B PELAYANAN IPSRS

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
Proses kegiatan pemeliharaan peralatan medik dan non medik
PENGERTIAN
gedung bangunan dan lingkungan.
TUJUAN Untuk mengetahui alur pelayanan di IPSRS.
KEBIJAKAN Rumah Sakit menyediakan blangko permintaan perbaikan
1. Prasarana dan sarana yang rusak atau perlu pemeliharaan
diusulkan dengan cara mengisi blangko permintaan
perbaikan yang ditandatangani oleb kepala instalasi /
seksi / Sub.Bag. serta diserahkan kepada penanggung jawab
bidang administrasi.
a Penanggung jawab bidang peralatan untuk alat medis
dan nonmedis.
b Penanggung jawab bidang gedung bangunan untuk gedung.
c Penanggung jawab bidang lingkungan untuk pemeliharaan
sanitasi lingkungan.
2. Penanggung jawab bidang yang bersangkutan setelah
PROSEDUR menerima formulir pemeliharaan segera memeriksa dan
memperbaiki obyek.
3. Apabila dapat langsung diperbaiki , setelah dikerjakan
formulir pemeliharaan ditulis selesai dengan dilengkapi tanda
tangan serta tanggal
4. Apabila tidak langsung dipcrbaiki karena memerlukan
anggaran, maka pcnanggung jawab bidang yang
bersangkutan menyusun Rencana Anggaran Biaya Perbaikan
dan dilaporkan kepada kepala IPSRS.
5. Rencana Anggaran Biaya setelah diperiksa dan ditandatangani
oleh Ka. IPSRS dikoordinasikan dengan Ka.Sub.Bag Keuangan
kemudian diajukan ke Direktur guna mendapat persetujuan.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 15


B PELAYANAN IPSRS

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
6. Setelah disetujui Direktur , Ka. IPSRS menugaskan
kepada penanggung jawab terkait untuk melaksanakan
perbaikan atau diserahkan kepada pibak kedua.
7. Setelah sarana dan prasarana selesai diperbaiki diserahkan
kembali kepada unit kerja yang bersangkutan dan dicatat
dalam buku kegiatan.
8. Sarana dan prasarana yang tidak bisa diperbaiki
diinformasikan kepada unit kerja terkait serta Ka.Seksi
Pelayanan untuk Alat medis, Ka.Sub.Bag Kesekretariatan untuk
sarana non rnedis kemudian diinventaris.
9. Permohonan perbaikan cito dapat disampaikan melalui lesan
atau telepon tetapi tetap harus segera disusulkan formulir
perbaikan paling lambat 1 hari setelah mengajukan
permohonan.
UNIT TERKAIT Petugas IPSRS yang terkait dan perawat ruangan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 16


B PENGGUNAAN GENSET

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
PENGERTIAN Genset adalah sumber l i s t r i k pengganti P LN
TUJUAN Tersedinnya kebutuhan l i s t r i k sewaktu-waktu
KEBIJAKAN Rumah Sakit menyediakan genset yang sesuai
Cara Penggunaan l i st ri k secara automatic :
1. Pastikan posisi panel breaker dalam keadaam "ON".
2. Periksa air radiator harus dalam keadaan penuh.
3. Periksa AC-CU harus dalam keadaan fuul Strom
(lampu panel kuning ).
4. Periksa tangki bahan bakar/solar.
5. Periksa saklar panel belakang / panel induk dalam posisi
automatic.
6. Kunci kontak siap distater.
7. Saklar panel depan diposisi automatic.
8. Handel panel depan di posisi PLN.
Cara penggunaan lislrik secara manual :
PROSEDUR
1. Pastikan posisi panel breaker dalam keadaan "OFF".
2. Periksa air radiator harus dalam keadaan penuh.
3. Periksa ACCU harus dalam keadaan full Strom
(lampu panel kuning).
4. Periksa tangki bahan baker / solar.
5. Periksa saklar panel belakang / panel induk dalam posisi
manual.
6. MCB dipanel induk dalam posisi manual.
7. Saklar panel depan diposisi manual.
8. Handel panel depan diposisi diesel.
9. Kunci kontak siap distater.
10. Panel baru diposisikan "ON".

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 17


B PENGGUNAAN GENSET

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
PERINGATAN :
Diesel harus dipanasi ±3 hari sekali dengan cara :
1. Panel breaker diposisi "OFF".
2. Saklar panel induk di posisi manual l ist rik dan generator.
UNIT TERKAIT Petugas IPSRS,Unsur urusan umum

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 18


B PEMBUANGAN SAMPAH RUANGAN

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
Sampah Rumah Sakit terdiri dari sampah media dan non
PENGERTIAN
medis
TUJUAN Memisahkan sampah medis dan non medis
1. Sampah terdiri dari sampah medis, padat/cair dan non
medis padat/cair.
2. Sampah dibuang pada tempat sampah masing-masing
KEBIJAKAN
(tempat sampah non medis dan tempat sampah medis ).
3. Pengawasan kebersihan diawasi o l e h Penanggung jawab
Instalasi Lingkungan dan Ka. Ruangan.
1. Sampah non medis dibuang/ditampung pada tempat
sampah non medis yang sudah disediakan dan
dibungkus dengan kantung plastik berwarna hitam.
2. Setiap ruangan yang menghasilkan sampah padat
klinis disediakan kantong plastik berwarna kuning dan
PROSEDUR tempat sampah klinis infectious
3. Semua sampah padat k l i n i s ditampung dalam kantung
plastik kuning pada tempat sampah k l i n i s infectious.
Khusus untuk sampah medis, dipisahkan yaitu untuk
gelas dan non gelas serta masing - masing dimasukkan
dalam plastik barwarna kuning.
1. Setiap petugas ruangan wajib menjaga sedemikian rupa
agar sampah padat klinis tidak berserakan dan dijamah
oleh serangga atau binatang lainnya .
DOKUMEN 2. Setelah ditampung dalam kantung plastik harus diikat
rapat dan tidak boleh bocor atau robek. Bilamana perlu
kantong plastik diberi rangkap.
3. Kepala ruangan bertanggung jawab atas pelaksanaan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 19


B PEMBUANGAN SAMPAH RUANGAN

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
kegiatan nomor 1.2,3,4 dan 5.
4. Setiap pagi petugas sampah mengangkut sampah padat
klinis infectious yang telah terikat rapat dari masing-
masing ruangan dengan bak khusus.
5. Selanjutnya kantung - kantung sampah klinis infectious
yang dihimpun dan berbagai ruangan dikemas dalam peti
kemudian dimasukkan Tempat Penampungan Sementara.
6. Tempat Penampungan Sementara sampah padat klinis
infectious harus selalu terkunci rapat dan tidak boleh ada
serangga atau binatang lain yang menjamah.
7. Paling lambat 24 jam sampali padat klinis harus sudah
dibakar diincenerator yang ditunjuk.
8. Kepala Sub Instalasi Lingkungan bertanggung
jawab atas pelaksanaan kegiatan nomor 7,8,9 dan 10.
UNIT TERKAIT Semua ruangan di Rumah Sakit Banyumanik Semarang.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 20


B PEMELIHARAAN LISTRIK

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
PENGERTIAN Listrik Rumah Sakit tErdiri dari listrik PLN dan genset
TUJUAN Tersedianya kebutuhan listrik setiap saat
Listrik dipelihara rutin agar dapat memberikan pelayanan
KEBIJAKAN
secara terus menerus setiap saat
1. Lampu penerangan dinyalakan pada jam 17.30 WIB dan
dimatikan pada jam 06.00 WIB dan pada saat ruangan
tidak diperlukan.
2. Pemeriksaan atau pembersihan panel-panel listrik
dilakukan 6 bulan sekali.
3. Penggantian lampu mati oleh tenaga listrik IPSRS setelah
ada laporan dari ruangan atau hasil pengecekan sendiri
PROSEDUR
oleh IPSRS.
4. Pengecekan stop kontak langsung oleh tenaga IPSRS.
5. Pemeriksaan tegangan l i s t r i k dimasing-masing ruangan 1
bulan sekali oleh tenaga IPSRS.
6. Lampu dan pompa taman dilakukan operasionalnya dengan
automatic timcr.
7. Bila l i s t r i k P LN padam digantikan dengan genset.
UNIT TERKAIT Petugas IPSRS

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 21


B PENGGUNAAN LISTRIK

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
PENGERTIAN Penggunaan listrik menjadi tanggung jawab masing-masing ruangan
TUJUAN Menghemat pemakaian listrik
1. Listrik digunakan untuk Rumah Sakit.
KEBIJAKAN 2. Petugas ruangan mengendalikan dan memperhatikan
penggunaan listrik
1. Lampu penerangan dinyalakan jam 17.30 WIB dan
dimatikan jam 06.00 WIB.
2. Lampu penerangan dapat dinyalakan apabila ruangan
sangat memerlukan penerangan untuk kegiatan Rumah Sakit.
PROSEDUR 3. Listrik hanya untuk keperluan alat - alat Rumah Sakit.
4. Laporkan segera bila terjadi listrik padam / mati putus
kepada petugas dan tehnik IPS/petugas Satpam.
5. Matikan lampu bi l a diketahui oleh petugas ruangan bahwa
lampu belum dimatikan.
UNIT TERKAIT Semua karyawan Rumah Sakit Banyumanik Semarang.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 22


B PEMELIHARAAN GENSET

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
Genset adalah tenaga l i s t r i k cadangan apabila arus listrik PLN
PENGERTIAN
padam
TUJUAN Terpeliharanya genset
Teknik IPS melakukan pemcliharaan genset agar fungsi dengan
KEBIJAKAN
baik dan siap pakai.
1. Periksa oli mesin , bahan bakar, air pendingin.
2. Tambahkan air pendingin dan bahan bakar jika kurang.
3. Ganti oli mesin tiap 50 jam jumlah waktu mesin hidup atau tiap
3 bulan 1 kali ganti oli.
4. Bersihkan mesin , body tiap 1 kali seminggu.
5. Hidupkan mesin tiap 1 kali seminggu untuk pemanasan
PROSEDUR
bila genset tidak difungsikan.
6. Cek voltase pada voltmeter jika mesin hidup dengan
menambahkan gas mesin , voltase akan bertambah pula.
7. Waktu pemanasan ± 10 menit.
8. Catat pengganti oli pada kartu pemeliharaan
9. Selesai pemanasan mesin dimatikan
UNIT TERKAIT Penanggung jawab bidang peralatan listrik

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 23


B PEMELIHARAAN AC

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
Pendingin ruangan yang dapat membuat kenyamanan dalam
PENGERTIAN
bekerja
TUJUAN Menghindari kerusakan AC
KEBIJAKAN Teknik IPSRS melakukan pemeliharaan rutin AC.
1. Teknik IP S mcnggunakan pakaian kerja dan
membawa alat pemeliharaan : Tool K i t , Compresor, Lap,
Kuas.
2. Penyaring udara diambil dengan menarik skren /
kasa yang berada didepan AC.
3. Bersihkan skren dan debu yang melekat.
4. Keringkan skren.
5. Bodi AC dilap dengan lap basah a i r yang sudah
diperas dan keringkan dengan lap bersih.
6. Semprotkan udara dengan compressor kesela - sela
PROSEDUR yang sulit dijangkau dengan lap.
7. Pasang skren / kasa ke posisi semula.
8. Tidak mcnggunakan benda keras untuk membersihkan
bagian dalam agar tidak mengenai pipa - pipa kapiler gas
freon.
9. Waktu pcmeliharaan AC pada posisi Off/mati.
10. Pemeliharaan salesai diujicobakan AC dihidupkan.
11 Tuliskan tindakan pemeliharaan pada kartu pemeliharaan.
12. Apabila AC lidak dapat bekerja normal/kurang baik
laporkan segera kepada IPSRS untuk proses perbaikan
lanjutan oleh tenaga ahli.
UNIT TERKAIT Penanggung jawab bidang peralatan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 24


B PENGGUNAAN AC

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
Pendengin ruangan yang dapat membuat rasa nyaman dalam
PENGERTIAN
bekerja
TUJUAN Menghindari kerusakan AC
1. AC dihidupkan untuk kegiatan rumah sakit.
KEBIJAKAN 2. Petugas ruangan mengatur pengendalian pengoperasian
penggunaan AC
1. AC digunakan pada ruangan yang tertutup.
2. AC dihidupkan kurang Iebih ½ jam sebelurn ruangan
digunakan untuk kegiatan.
3. Suhui diatur sesuai dengan kebutuhan ruangan oleh petugas
ruang dengan mengatur setelan suhu.
PROSEDUR
4. Tidak diperbolehkan merokok atau membawa benda yang
berbau tidak sedap diruangan ber AC.
5. Matikan AC setelah selesai untuk kegiatan.
6. Laporkan kcpada teknik IPSRS b i l a AC tidak dapat
berfungsi dengan baik.
UNIT TERKAIT Semua ruangan yang ber AC

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 25


B OPERASIONAL SUMUR ARTETIS

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
PENGERTIAN Sumber a i r yang digunakan di rumah sakit selain air PDAM
TUJUAN Tersedianya air untuk keperluan rumah sakit
1. Sumber a i r bersih dari sumur artetis untuk memenuhi
kebutuhan kegiatan Rumah Sakit.
KEBIJAKAN 2. IPS mengelola dan mengoperasionalkan sumur artetis.
3 Pompa air artetis untuk membantu penekanan air ke
bak penampung dan menekan air ke ruangan.
1 Sumur artetis dibantu dengan pompa air untuk
mempercepat air yang masuk ke bak.
2 Pompa digerakkan menggunakan l i s t r i k yang diatur
dengan rangkaian automatik.
PROSEDUR 3. Waktu operasional dan jam 04.00 s / d 21.00 tiap hari.
4. Pengaturan waktu dapat berubah dengan
menyesuaikan kebutuhan.
5. Air bak penampung disuplai ke ruangan.
6. Pengoperasian dilakukan selama 24 jam.
UNIT TERKAIT Penanggung jawab bidang bangun gedung.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 26


PEMELIHARAAN BAK PENAMPUNG AIR
B ARTETIS

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
Bak penampung adalah bak yang digunakan untuk
PENGERTIAN
menampung air bersih.
TUJUAN Menjaga kebersihan bak
1. Penampung a i r artetis dipelihara agar tetap bersih dan
dapat memberikan pelayanan air yang baik dan terus
KEBIJAKAN
menerus.
2. Tenaga l i s t r i k sanitasi memelihara bak penampung.
1. Stop kran pembatas air artetis
2. Stop kran air artetis yang menghubungkan sumur
artetis dan jaringan induk ruangan dibuka.
3. Stop kran air yang menghubungkan air artetis ke pompa
ditutup.
4. Semua pompa dimatikan.
5. Kran penguras bak dibuka untuk menguras bak dan
PROSEDUR
tutup bak atas dibuka.
6. Bersihkan bak dengan menyikat dinding bak dan dibilas
dengan a i r kaporit.
7. Bers i h k a n kotoran d a l a m bak dengan menyiram dinding
bak dan kuras hingga bersih.
8. Tutup kran penguras dan hidupkan pompa untuk
mengisi bak penampung.
UNIT TERKAIT Penanggung jawab bidang gedung

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 27


B PENYEDIAAN AIR BERSIH

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
PENGERTIAN Air yang digunakan untuk operasional Rumah Sakit.
TUJUAN Tersedianya sumber a i r bersih
1. Sumber a i r bersih berasal dari a i r artetis.
2. Air bersih digunakan untuk kegiatan operasionai Rumah
KEBIJAKAN
Sakit.
3. Pengendalian a i r bersih dilaksanakan oleh petugas IPSRS.
1. Penggunaan a i r bersih pengaturannya dibatasi dengan stop
kran.
PROSEDUR
2. Stop kran dibuka bila air artetis mengalami gangguan.
3. Pemeriksaan a i r dilakukan 2 kali setahun.
UNIT TERKAIT Penanggung jawab bidang

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 28


B PENGATURAN TAMAN

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
Tanaman hias yang diatur sedemikian rupa sehingga terlihat
PENGERTIAN
indah
TUJUAN Terciptanya lingkungan yang asri
Untuk mempertahankan bentuk taman agar tetap indah dan
KEBIJAKAN
kelestariannya perlu adanya pengaturan taman yang rutin.
1. Pemeliharaan taman ringan dikerjakan oleh tenaga
cleaning service taman kebun.
2. Pemeliharaan taman berat dikerjakan oleh tukang taman
pihak III atau dikerjakan bersama-sama oleh tenaga
cleaning service.
3. Petugas taman menggunakan alat gunting tanaman,
cangkul, sapu, skrap dan pengangkut kecil
4. Tanaman d i a t u r sesuai bentuk dengan memotong / pangkas.
5. Pembatas bangunan taman dibentuk dengan garis
PROSEDUR
tanah yang dibebaskan rumput.
6. Pekerjaan dilaksanakan setelah selesai pekerjaan
rutin (membuang sampah dan menyapu ) oleh cleaning
service.
7. Pemupukan dilakukan sebulan s e k a l i .
8. Penyiraman dilakukan pada musim kemarau atau pada
lokasi yang terlindung dengan penyiraman t i a p hari.
9 Selesai pekerjaan alat dibersihkan dan disimpan.
10 Sampah taman dibuang ke TPS.
UNIT TERKAIT Petugas kebersihan lingkungan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 29


B MENYAPU DAN MEMBUANG SAMPAH

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
Membersihkan ruangan dengan peralatan sederhana seperti sapu
PENGERTIAN
ijuk, sapu lidi dan engkrak.
TUJUAN Terciptanya ruangan yang bersih
1. Ruangan yang bersih mencerminkan lngkungan yang sehat.
KEBIJAKAN
2. Rumah Sakit menyediakan alat kebersihan
1. Dilaksanakan tenaga cleaning service.
2. Menggunakan pakaian kerja :
• Werpak; Sepatu; Topi; Masker; Sarung tangan.
3. Membawa alat :
• Gerobak; Sapu lidi; Cikrak
4. Dilaksanakan jam 06.00.
5 Membersihkan selokan dan menyapu sampah dilingkungan
PROSEDUR ruangan bangsal.
6. Sampah diambil dan dibawa dengan gerobak untuk dibuang
ke TPS lewat jalan belakang ruangan / bangsal.
7. Sampah medis diambil dari tempat sampah ruangan yang
berada dibelakang dibawa incenerator.
8. Tempat sampah dicuci dan dibersihkan kemudian
dikembalikan ke ruangan.
9. Alat dibersihkan dan disimpan.
UNIT TERKAIT Petugas kebersihan lingkungan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 30


B MENGEPEL LANTAI

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
PENGERTIAN Membersihkan ruangan setelah disapu dengan / air dan desinfectan.
TUJUAN Terciptanya ruangan yang bersih.
1. Ruangan yang bersih mencerminkan lingkungan yang sehat.
KEBIJAKAN
2. Rumah Sakit menyediakan alat kebersihan.
1. Pengepelan lantai selasar ruang tunggu dilaksanakan
oleh cleaning service.
2. Lantai disapu dan dibersihkan dari noda.
3. Lantai diperciki obat pembersih lantai ( Brite Plus )
dengan perbandingan : Obat: Air = 1 : 20.
4. Pengepelan dengan menggunakan lobby duster dengan
PROSEDUR
cara didorong kc arah depan.
5. Selelah pengepelan kain pel dicuci dengan air lalu dijemur.
6. Pembersihan rutin dengan kain pel kering yang disemprot
cong-R-Dust sehari sebelumnya.
7. Selesai kegiatan alat dikumpulkan dan disimpan masing-
masing.
UNIT TERKAIT Petugas kebersihan lingkungan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 31


MEMBERSIHKAN PINTU, JENDELA, DAN TIANG
B SELASAR

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
1. Pintu adalah tempat sirkulasi udara dan keluar masuknya orang.
PENGERTIAN 2. Jendela adalah tempat sirkulasi udara.
3. Ti an g selasar adalah penyangga atap.
TUJUAN Terciptanya ruangan yang bersih
Untuk menjaga kebersihan pintu, jendela dan tiang selasar dari
KEBIJAKAN
kotoran dan debu yang menempel agar senantiasa bersih.
1. Pembersihan dilaksanakan oleh tenaga cleaning service.
2. Petugas mengenakan pakaian kerja dan membawa alat - alat
yang digunakan untuk pembersihan.
3. Alat yang digunakan adalah lap kering, lap basah, ember,
kuas, amplas, skrop.
4. Dilaksanakan setelah pembersihan sampah dan menyapu
PROSEDUR
lingkungan mulai jam 09.00 WIB s / d selesai.
5. Dengan lap kering membersihkan pintu, jendela dan
tiang selasar.
6. Setelah itu dilap lagi dengan lap bersih hingga bersih.
7. Setelah pekerjaan selesai kain pel dicuci dan dikeringkan.
8. Alat disimpan kembali di IPSRS.
UNIT TERKAIT Petugas kebersihan lingkungan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 32


B PEMELIHARAAN SUCTION PUMP

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
PENGERTIAN Suction pump adalah alat untuk mcnghisap Iendir dan darah
TUJUAN Suction pump selalu siap setiap saat
1. Suclion pump dipelihara agar dapat berfungsi dengan baik.
KEBIJAKAN
2. Teknik IPSRS melaksanakan pemeliharaan Suction pump
1. Ambil suction pump dibawa ke IPSRS
2. Lepaslah selang dan bersihkan. Periksa selang dari kebocoran.
3. Suction dicoba / dihidupkan periksa tarikan vacuum pada
lubang masuk udara dan lihat jarum meter untuk mengetahui
kekuatan vacuum.
4. Bila vacuum masih baik bersihkan filter. Filter , baud , dan
lap bodi pelumasan lager poros dinamo dengan membuka
tutup dinamo dan teteskan oli.
5. Bila vacuum lemah buka bagian klep / katup
PROSEDUR
compressor, bcrsihkan klep dari kotoran yang dapat
menyumbat klep dan bocor dengan membuka baud-baud.
6. Cuci / semprot lubang - lubang saluran udara sekitar klep.
7. Pasang kembali tutup klep dan baud dikencangkan dan
selang -selang dipasang.
8. Diujicobakan lek tarikan vacuum dengan melihat jarum
meter vacuum.
9. Selesai pemeliharaan tuliskan kegiatan dikartu pemeliharaan
dan kembalikan ke ruangan pemakai.
UNIT TERKAIT Perawat ruangan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 33


B PEMELIHARAAN TENSIMETER

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
PENGERTIAN Tennsimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur nadi
TUJUAN Tensimeter selalu siap setiap saat
KEBIJAKAN Teknik IPS melakukan pemeliharaan dan kalibrasi tensimeter
1. Tensimeter diambil dari ruangan dibawa ke IPS.
2. Cek tensimeter dengan memompakan udara manset.
3. Lihat gerak a i r raksa di dalam tabung untuk mengetahui
volume.
4. Tambahkan a i r raksa jika volume berkurang dengan tanda
ada gelombang udara pada tabung jika manset dipompakan
air raksa dimasukkan lewat tabung atau tabung kaca dengan
membuka tutupnya.
5. Kalibrasikan tensimeter yang sedang diperbaiki
dengan membandingkan tinggi / posisi ai r raksa tabung kaca
tensimeter dengan l ai n yang masih baik / standart.
PROSEDUR 6. Caranya :
a Tensi yang baru diperbaiki dan yang baik selang manset
dilepaskan.
b Sambungkan selang manset 1 buah secara paralel
menggunakan selang cabang.
c Pompakan selang manset hingga a i r raksa terangkat pada
pipa kaca.
d Lihat ketinggian kedua tensimeter.
• Tinggi sama berarti baik.
• Tinggi tak sama , atur tinggi rendah tensimetcr yang
sedang diperbaiki dengan menambah atau mengurangi
air raksa hingga sama tinggi.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 34


B PEMELIHARAAN TENSIMETER

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
7. Selesaikan perbaikan pasang slang manset masing-masing
dan kembalikan ke ruangan semula.
UNIT TERKAIT Perawat

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 35


B TINDAKAN BILA TERJADI KEBAKARAN

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
PENGERTIAN Musibah yang diakibatkan oleh percikan bunga/api
Sebagai pedoman petugas dalam bertindak apabila terjadi
TUJUAN
kebakaran.
KEBIJAKAN Memperkecil resiko dan bencana kebakaran
1. Petugas Ruangan / Instalasi / Bagian / Seksi segera mengatasi
sesuai dengan kemampuannya serta minta pertolongan kepada
petugas keamanan.
2. Petugas keamanan wajib memberikan bantuan serta
menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Telpon 113.
3. Sambil menunggu bantuan dari Dinas Pemadam
PROSEDUR Kebakaran, anggota SATPAM dibantu petugas lainnya
mengkoordinir dan menggerakkan pemadaman api.
4. Anggota SATPAM / Petugas lainnya segera memberi
laporan kepada urusan Umum, IPSRS, Ka.Kesekretariatan
dan Direktur sebagai penanggung jawab Rumah Sakit.
5. Semua pegawai Rumah Sakit Umum yang menyaksikan
kebakaran wajib mengupayakan agar api segera padam.
UNIT TERKAIT Semua gedung yang ada dilingkungan RS. Banyumanik Semarang

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 36


B TINDAKAN KETIKA AIR PAM MATI

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
Air PDAM adalah air bersih yang digunakan untuk
PENGERTIAN
Operasional Rumah Sakit.
Sebagai pedoman bagi petugas yang terkait apabila air PDAM
TUJUAN
mati
Tersedianya air bersih untuk pasien dan karyawan RS.
KEBIJAKAN
Banyumanik Semarang
1. Lapor ke PDAM.
PROSEDUR 2. Membeli a i r dari luar yang selara kualitasnya dengan a i r
PDAM
UNIT TERKAIT Semua ruangan yang ada di lingkungan RSU Kola Semarang.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 37


TINDAKAN KETIKA TERJADI LEDAKAN
B TABUNG GAS ATAU KOMPOR

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
PENGERTIAN Musibah yang disebabkan oleh ledakan tabung/gas.
Sebagai pedoman petugas dalam bertindak apabila
TUJUAN
terjadi ledakan tabung gas atau kompor
Memperkecil resiko apabila terjadi ledakan tabung gas atau
KEBIJAKAN
kompor
1. Petugas Ruangan / Instalasi / Bagian / Seksi segera
mengatasi sesuai dengan kemampuannya serta minta
pertolongan kepada petugas keamanan.
2. Petugas keamanan wajib memberi pertolongan
serta menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran
(telp.1 1 3 ) .
3. Sambil menunggu bantuan datang, anggota SATPAM
PROSEDUR
dengan dibantu petugas ikut membantu mengeluarkan
pasien yang ada diruangan untuk dibawa ke tempat yang
aman.
4. Bu k a pintu dan jendela.
5. Semua petugas / pegawai Rumah Sakit yang
menyaksikan wajib membantu.
6. Bila ada korban jiwa segera diberikan pertolongan.
UNIT TERKAIT Semua ruangan di lingkungan RS. Banyumanik Semarang.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 38


B TINDAKAN KETIKA LISTRIK PADAM

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
PENGERTIAN Apabila terjadi listrik padam.
Sebagai pedoman pegawai dalam melaksanakan tugas apabila
TUJUAN
mendapatkan l i st ri k padam serta memperjelas tanggung jawab.
Tersedianya penerangan listnk selama 24 jam untuk
KEBIJAKAN
menunjang pelayanan Rumah Sakit.
1. Petugas Ruangan / Instalasi / Bagian / Seksi pada saat i t u
yang ada mengendalikan semampunya.
2. Apabila dipandang perlu Petugas Ruangan / Instalasi / Bagian
/ Seksi memberitahukan SATPAM untuk mendapatkan
PROSEDUR bantuan.
3. Apabila l i s t r i k padam total, SATPAM segera menghidupkan
GENSED.
4. SATPAM segera menginformasikan kepada petugas
yang membidangi di IPSRS untuk diketahui dan diperbaiki
Semua ruangan dan halaman di lingkungan RS. Banyumanik
UNIT TERKAIT
Semarang

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 39


B CARA MEMBERSIHKAN KAMAR MANDI / WC

RS . BANYUMANIK No. Dokumen No. Revisi Halaman


JL. Bina Remaja No. 61
Semarang
…………………….. ……………… …………………..
Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
………………………
Dr. Akbar Kurniawan
Nik. 11.137
KM / WC yang digunakan oleh karyawan atau pasien Rumah Sakit
PENGERTIAN
Banyumanik Semarang.
TUJUAN Terjaga kebersihan
KEBIJAKAN Memberi kenyamanan
1. Setiap hari petugas ruangan membersihkan kamar mandi /
WC dengan menyiram lantai menggunakan campuran lisol
1: 20 sebagai pewangi kemudian lantai kamar mandi
dibersihkan dengan larutan oxford 1 : 20 kemudian untuk
membersihkan lantai menggunakan Brith plus 1 : 40.
2. Kebersihan secara menyeluruh yaitu menyikat dinding
PROSEDUR
menggosok lantai, menguras bak dilakukan oleh tenaga
cleaning service.
3. Petugas melaksanakan kebersihan dari kamar mandi muka
ke arah belakang.
4. Pada saat dilakukan pembersihan menggunakan exhauster /
penyedot udara.
UNIT TERKAIT Semua KM / WC yang ada di Rumah Sakit Banyumanik Semarang.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN RT DAN IPSRS 40