Anda di halaman 1dari 37

CV.

SADWA RAMA Consultant

BAB

5 PENDEKATAN DAN METODOLOGI

5.1. Tanggapan dan saran terhadap Kerangka Acuan Kerja

Setelah membaca dan menelaah Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Supervisi


Pembangunan Rumah Khusus Kabupaten Banjar konsultan memberikan tanggapan-
tanggapan sebagai berikut :

1. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN


KERJA
a. Tanggapan Terhadap Latar Belakang
Konsultan telah mengetahui sepenuhnya mengenai latar belakang Pekerjaan
Pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus Kabupaten Banjar.

b. Tanggapan Terhadap Maksud dan Tujuan Pekerjaan


Maksud dan tujuan pekerjaan Pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus
Kabupaten Banjar menurut hemat konsultan sudah cukup tepat dan strategis, yaitu :
Agar pelaksanaan pencapaian target mutu, waktu dan pembiayaan pembangunan
bisa berjalan dengan baik, sehingga hasil pembangunan yang dihasilkan nanti
semakin berharga serta memiliki kinerja yang baik.

c. Tanggapan Terhadap Sasaran


Ketiga point Sasaran pekerjaan Pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus
Kabupaten Banjar ini menurut konsultan sudah cukup tepat guna sesuai dengan
maksud dan tujuannya.

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

d. Tanggapan Terhadap Tugas, Tanggung jawab dan Program Kerja Konsultan

Pengawas

Konsultan telah mengetahui sepenuhnya mengenai Tugas, Tanggung jawab dan


Pogram Kerja Konsultan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus Kabupaten Banjar
dan akan melaksanakan seoptimal mungkin.

e. Tanggapan Terhadap Ruang Lingkup Proyek


Ruang lingkup Penyusunan Pekerjaan Pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah
Khusus Kabupaten Banjar sebagaimana diarahkan dalam KAK sudah cukup jelas
dan lengkap. Ruang lingkup pekerjaan terdiri dari :
Lingkup Pekerjaan : Kegiatan Pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus
Kabupaten Banjar yang meliputi pengendalian waktu, biaya, pencapaian sasaran
fisik (kuantitas dan kualitas), dan tertib administrasi dalam Pekerjaan Supervisi
Pembangunan Rumah Khusus Kabupaten Banjar pada tahap pelaksanaan
konstruksi sampai dengan masa pemeliharaan.

Tahap Lingkup Tugas : Kegiatan Pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus


Kabupaten Banjar yang memiliki spesifikasi umum sebagai berikut : -Struktur beton
bertulang -Pekerjaan pasangan -Pekerjaan rangka atap dan plafond -Instalasi air
(bersih dan kotor) -Pekerjaan mekanikal dan elektrikal Konsultan pada intinya akan
berupaya melaksanakan seluruh lingkup yang diisyaratkan. Penjabaran pelaksanaan
lingkup kegiatan akan diuraikan lebih rinci dalam pendekatan Masalah dan
Metodologi.

f. Tanggapan Terhadap Pendekatan dan Metodologi


Konsultan telah mengetahui sepenuhnya mengenai kebutuhan wawasan yang luas
terhadap pendekatan dan metodologi pelaksanaan sebagai pendukung utama dalam
Pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus Kabupaten Banjar

g. Tanggapan Terhadap Waktu Pelaksanaan


Jangka waktu pelaksanaan kegiatan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus
Kabupaten Banjar selama 180 hari kalender sejak penandatanganan Surat Perintah
Mulai

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

Kerja (SPMK) pekerjaan fisik oleh Kuasa Pengguna Anggaran sampai dengan masa
pemeliharaan. Konsultan akan membuat rencana kerja yang terkoordinasikan
dengan baik dan akan mengerahkan kemampuan yang dimiliki agar dalam
pelaksanaan nantinya tepat waktu dan tepat sasaran.

h. Tanggapan Terhadap Tenaga Ahli Yang Diperlukan


Untuk melaksanakan Pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus Kabupaten
Banjar, jenis keahlian kualifikasi dan jumlah tenaga ahli yang disebutkan KAK akan
disediakan sebaik mungkin. Konsultan memberikan komposisi tim ahli yang telah
berpengalaman luas di proyek-proyek baik proyek pemerintah maupun swasta.
Rincian tenaga ahli ini dapat dilihat pada bab Tenaga Ahli dan Tanggung jawabnya.
Untuk mendukung kerja tim ahli ini diperlukan tim pendukung yang dapat akomodatif
terhadap berbagai tugas yang dibebankan. Oleh karena itu tim pendukung ini juga
akan melibatkan tenaga -tenaga pendukung yang telah berpengalaman.

i. Tanggapan Terhadap Lokasi Pekerjaan


Konsultan telah mengetahui bahwa Kegiatan jasa konsultasi Supervisi
Pembangunan Rumah Khusus Kabupaten Banjar ini harus dilaksanakan di wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia tepatnya di Kec. Aluh –Aluh Provinsi
Kalimantan Selatan dengan mengenali karakteristik kawasan secara fisik dan
ataupun secara non fisik sesuai dengan yang terdapat dalam KAK.

j. Tanggapan Terhadap Keluaran


Konsultan telah mengetahui keluaran pada tahap pelaksanaan pekerjaan Supervisi
Pembangunan Rumah Khusus Kabupaten Banjar yang harus dihasilkan sesuai
dengan KAK.

k. Tanggapan Terhadap Laporan


Konsultan telah mengetahui jenis – jenis laporan yang harus dihasilkan selama

pelaksanaan pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus Kabupaten Banjar

sesuai dengan KAK.

2. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP PERSONIL / FASILITAS


PENDUKUNG DARI PPK
Tanggapan perihal penyediaan peralatan/ material/ personil/ fasilitas pendukung oleh
PPK meliputi:

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

a. Konsultan memahami maksud KAK sebagai arahan dalam mewujudkan


pengawasan pembangunan berdasarkan sasaran kegiatan yang harus dipenuhi
sehingga mendapatkan hasil ekonomis, berkualitas dan berfungsi secara optimal

b. Penyediaan peralatan maupun material oleh PPK yang masuk dalam usulan
biaya dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan pengawasani sudah sesuai
dengan kebutuhan seperti untuk penyelesaian administrasi dan teknis di lapangan

c. Jumlah Personil maupun disiplin ilmu untuk tenaga ahli dan tenaga pendukung
sudah sesuai dengan kebutuhan personil pengawasan
d. Data dan fasilitas penunjang sudah bisa dijadikan modal untuk melaksanakan
kegiatan pengawasan dari aspek biaya, mutu, waktu dan keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) yang dilakukan personil konsultan pengawas dalam
mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan oleh pemborong

e. Pelaporan sudah sesuai dengan keluaran yang tepat sasaran

5.2. Uraian Pendekatan, Metodologi, dan Program Kerja

1.UMUM
Metodologi pelaksanaan layanan Jasa Konsultansi Pekerjaan Supervisi
Pembangunan Rumah Khusus Kabupaten Banjar, mengacu pada pemahaman dan
apresiasi konsultan terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Berita Acara
Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) untuk paket pekerjaan tersebut di atas. Orientasi
pokok dalam penyusunan metodologi ini adalah tercapainya maksud dan tujuan dari
pelaksanaan pekerjaan pengawasan dalam pengendalian dan pengawasan teknik
bangunan gedung secara memuaskan.

Metodologi ini disusun berdasarkan beberapa pendekatan yaitu pendekatan umum,


pendekatan teknis dan administrasi serta pendekatan professional. Pendekatan-
pendekatan tersebut akan menjadi kerangka dasar dari penyusunan program kerja
secara terperinci khususnya yang berhubungan dengan teknik pelaksanaan
Pengawasan pekerjaan di lapangan.

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

2.KOORDINASI DENGAN INSTANSI TERKAIT


Koordinasi dengan instansi terkait atau lembaga yang terkait di semua tingkatan
merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, agar implementasi dan
pelaksanaan pekerjaan Pengawasan di lapangan dapat berjalan secara lancar tanpa
ada benturan dan kesalah pahaman yang diakibatkan kurangnya koordinasi dan
informasi dari pihak - pihak yang terkait.

Pihak - pihak yang terkait yang dimaksud bukan hanya dari pihak Proyek, namun
juga instansi - instansi terkait lainnya. Prasarana sebelum pelaksanaan pekerjaan
Pengawasan dilaksanakan perlu adanya koordinasi dan pemberian informasi baik
secara formal maupun secara non formal. Hal ini perlu ditekankan khususnya
kepada personil - personil yang akan melakukan pengendalian dan pengawasan
langsung pada setiap harinya di lapangan.

Agar pelaksanaan kerja dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan, konsultan
Pengawas akan membina dan menjalin kerjasama yang baik dengan Konsultan lain
di lingkungan Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Selatan serta
dengan instansi - instansi pemerintah yang terkait.

3.PENDEKATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI


Pendekatan teknis dan administrasi yang dimaksud adalah pendekatan terhadap
semua aspek teknis dan administrasi yang akan dihadapi dalam pelaksanaan
pekerjaan Pengawasan di lapangan. Pendekatan ini akan menunjukkan pemahaman
konsultan mengenai aspek teknis dan administrasi yang terkait dengan pelaksanaan
pekerjaan Pengawasan di lapangan.

a. Pendekatan Secara Teknis


Prinsip-prinsip keteknikan yang akan diaplikasikan dalam pelaksanaan pekerjaan
pengawasan ini adalah pedoman - pedoman teknik yang biasa dipakai di lingkungan
Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Selatan. Pedoman yang
dimaksud adalah semua produk yang diterbitkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat yang relevan dengan item pekerjaan - pekerjaan yang akan
dilaksanakan di lapangan yang tentunya akan mengacu pada dokumen kontrak
termasuk pada lingkup pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus
Kabupaten Banjar. Prinsip keteknikan dalam hal pengendalian dan pengawasan
pelaksanaan pekerjaan yang akan diaplikasikan, pada dasarnya merupakan alat
Bantu agar pengelolaan pembangunan dapat menghasilkan out – put seperti yang
Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

diharapkan. Alat Bantu tersebut adalah sarana dan bukan tujuan yang akan dicapai,
dan hasil pelaksanaan prinsip - prinsip tersebut sangat tergantung kepada komitmen
para pelaksana di lapangan untuk melaksanakannya.

Ukuran dasar keberhasilan suatu rehabilitasi adalah menyangkut mutu, sehingga


aplikasi keteknikan dapat dikatakan sebagai “Quality Assurance“ bahwa sarana dan
prasarana yang dibangun akan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan
fungsinya dan dalam waktu pemanfaatan yang sesuai dengan umur rencana.

b. Pendekatan Administrasi
Administrasi pelaksanaan pekerjaan Pengawasan merupakan bagian penting yang
tidak boleh diabaikan. Bagian ini merupakan catatan penting mengenai jalannya
pelaksanaan program, mulai dari tahap awal pengendalian dan pengawasan
pekerjaan, sampai dengan masa pemeliharaan pekerjaan. Administrasi pelaksanaan
program secara umum terdiri dari administrasi teknik, keuangan dan pelaporan.
Dalam pelaksanaan di lapangan konsultan akan menerapkan prinsip -prinsip
administrasi sebagai berikut :
 Menggunakan format - format standar yang sudah ada dan sudah biasa

dipakai di lingkungan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah



 Menggunakan format sederhana namun informatif (semua informasi penting
yang dibutuhkan dapat tercatat), sehingga mudah dipahami oleh para
pelaksana di lapangan maupun oleh penerima laporan.

 Sistem pelaporan yang jelas dan berjenjang serta tidak “overlapping “

4.PENDEKATAN PROFESSIONAL
Secara umum tugas konsultan Pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus
Kabupaten Banjar dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian yaitu :

a. Tugas - tugas yang bersifat “ Assistance Concept “


Dalam hal ini konsultan Pengawas bertindak sebagai pemberi saran dan bantuan
teknis, administrasi dan manajerial kepada Pejabat Pembuat Komitmen yaitu
Pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah Khusus Kabupaten Banjar. Dalam
konsep ini konsultan tidak berwenang memutuskan suatu kebijakan atau suatu
langkah konkret, karena hal tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab dari instansi
terkait.
Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

b. Tugas - tugas yang bersifat “ Task Concept ”


Dalam hal ini konsultan bertindak untuk melaksanakan suatu kegiatan, baik lingkup
organisasi konsultan sendiri, maupun dalam lingkup secara keseluruhan. Dalam
konsep ini konsultan berwenang mengambil keputusan dan menentukan kebijakan
dimana keputusan yang diambil oleh konsultan bersifat mengikat terhadap pihak lain
yang terkait (misal : kontraktor). Konsultan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap
semua implikasi yang mungkin terjadi sebagai akibat dari keputusan yang diambil.

Dalam Pendekatan Profesional perlu kiranya ditekankan mengenai Prinsip dasar


yang harus dipahami dalam pelaksanaan pekerjaan Pengawasan, yang meliputi hal -
hal sebagai berikut :

a) Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan


Konsultan akan melakukan kegiatan pengendalian dalam lingkup kerja secara
cepat, tepat, praktis dan efisien. Kegiatan pengendalian ini meliputi sasaran,
target dan keberhasilan pelaksanaan pekerjaan.

b) Pengaturan Tata Kerja Personil


Konsultan akan membentuk suatu organisasi intern konsultan maupun
pembentukan organisasi proyek secara keseluruhan agar dapat berjalan secara
efektif dan efisien. Pengaturan tata kerja atau organisasi yang kurang baik akan
menyebabkan kegiatan berjalan tanpa arah dan terget.

c) Pemeriksaan Kegiatan Kerja


Pemeriksaan kegiatan kerja akan dilakukan dengan memeriksa :
 Penetapan langkah (apa, dimana, dan bagaimana ?)

 Pengaturan waktu (kapan ?)

 Penugasan (siapa ?)

 Tahap lanjutan (atau penyelesaian dengan segera).

5.METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN


Metodologi pelaksanaan pekerjaan yang diajukan ini merupakan penjabaran secara
lebih konkrit terhadap bidang kerja jasa konsultansi Pengawas. Metode ini meliputi
pembahasan mengenai prosedur umum Pekerjaan Supervisi Pembangunan Rumah
Khusus Kabupaten Banjar secara keseluruhan, maupun prosedur pelaksanaan

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

kegiatan dari bagian - bagian pekerjaan, termasuk didalamnya uraian sistem


informasi dan pelaporan yang akan dilaksanakan.

a. Pengetahuan Tentang Dokumen Kontrak


Dalam setiap kegiatan proyek perlu direncanakan dan dilaksanakan dengan sistem
pengawasan/pengendalian yang teratur, agar hasil akhir yang dicapai dapat
memuaskan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas dari proyek itu dan memenuhi
sasaran dan persyaratan yang telah ditetapkan. Pada umumnya dan sudah menjadi
suatu keharusan sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai antara pemilik proyek
dengan pelaksana pekerjaan perlu dibuat suatu Dokumen Kontrak Kerja,

dokumen kontrak ini merupakan acuan dan pedoman untuk melaksanakan


pekerjaan di lapangan. Dengan demikian perlu kiranya personil - personil
Pengawasan menguasai hal - hal yang berhubungan dengan manajemen proyek,
yang salah satu diantaranya adalah penguasaan Dokumen Kontrak tersebut.
Dokumen Kontrak Fisik merupakan dokumen yang harus dikuasai oleh personil
konsultan Pengawas. Biasanya dokumen kontrak berisi :

 Instruksi Kepada Peserta Pelelangan



 Syarat - syarat Umum

 Spesifikasi Teknik

 Gambar Rencana Proyek

 Surat Penawaran Kontraktor beserta lampiran - lampirannya.

 Addendum Kontrak, jika ada.
Di dalam pengendalian dan pengawasan di lapangan nantinya Konsultan Pengawas
akan selalu berpedoman pada Dokumen Kontrak yang telah dibuat dan disepakati
antara Kuasa Pengguna Anggaran, dengan pihak - pihak yang terkait, kecuali kalau
ada perintah perubahan (Contract Change Order) atau Addendum yang dikeluarkan
oleh Kuasa Pengguna Anggaran.

b. Program Pengendalian dan pengawasan pekerjaan


Program Pengendalian dan Pengawasan dalam Pengawasan harus dilaksanakan
secara ketat dan terus - menerus sepanjang waktu kontrak, dimana masing - masing
periode mempunyai tahapan/langkah sendiri - sendiri dan berkesinambungan antara
kegiatan yang satu dengan kegiatan yang lainnya.

Konsultan diwajibkan untuk kerja penuh waktu dalam pemberian saran

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

kepada Kuasa Pengguna Anggaran pada Pekerjaan Supervisi Pembangunan


Rumah Khusus Kabupaten Banjar yang masuk dalam paket pekerjaan proyek dan
pelaksanaan kontrak - kontrak. Konsultan akan menentukan dengan jelas dan
spesifik, luas dan dalam cakupan kerja Pengawasan dalam penugasan ini, dan akan
mengkonfirmasikan tingkat pelayanan dan/atau masukan dari staf yang disyaratkan
untuk kepastian cukupnya pengawasan dan pemeriksaan.

a) Masa Mobilisasi
Pada periode Mobilisasi ini disamping Konsultan akan melakukan mobilisasi
personil - personilnya yang akan terlibat dalam pekerjaan Pengawasan,
Konsultan juga sudah harus mulai mengadakan checking, pengendalian dan
pengawasan terhadap :
 Schedule mobilisasi Kontraktor.

 Realisasi Mobilisasi Peralatan, Personil serta Kantor (direksi–keet)
Kontraktor.

 Realisasi pemenuhan spesifikasi atas fasilitas untuk Team Supervisi
(jika ada).

 Schedule Pekerjaan yang diajukan Kontraktor, diarahkan agar efektif,
dituangkan dalam Kurva S, sehingga Konsultan akan mudah mengawasi
atas kemajuan pekerjaan Kontraktor.
 Review terhadap design yang ada, serta alternatif design bila dipandang
perlu.

 Pembuatan Shop Drawing (terutama penampang memanjang dan
melintang dulu).

 Mulai meneliti bahan - bahan yang akan dipakai, menurut spesifikasi
yang ada.

 Penyiapan blangko - blangko (form) yang akan dipergunakan selama masa
kontrak, termasuk diantaranya blanko pengujian, blangko perhitungan volume,
blangko laporan, serta blangko sertifikat bulanan (MC) atau sertifikat eskalasi
bulanan (Price Escalation Certificate) jika ada.

Dalam masa mobilisasi inilah Konsultan Pengawas benar - benar harus dapat
mengarahkan dan memberi bimbingan kepada kontraktor agar semuanya dapat
selesai dalam jangka waktu mobilisasi tersebut.

Penekanan dalam pembuatan schedule pekerjaan yang diajukan Kontraktor,


harus diteliti betul serta diperiksa kemungkinan - kemungkinan dalam penerapan
urutan pekerjaan apakah sudah sesuai dengan tahapan serta sesuai dengan
kondisi dan keadaan di lapangan. Yang jelas di dalam pembuatan schedule ini

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

harus memperhatikan "hari efektif " yang ada didalam jangka waktu pelaksanaan
serta harus mengingat batas waktu yang harus diselesaikan.

b) Masa Pelaksanaan Pekerjaan Fisik


Pada masa pelaksanaan pekerjaan fisik ada beberapa pokok pengendalian dan

pengawasan yang dapat dibagi dalam kategori sebagai berikut :

1) Pengendalian dan Pengawasan Kualitas (Mutu) Pekerjaan


:
Dalam pengendalian dan pengawasan kualitas ini Konsultan harus benar - benar
ketat, mengingat bahwa intensitas penyimpangan dalam hal mutu di pandang
saat ini masih cukup tinggi. Pengendalian mutu yang dimaksud adalah untuk
mendapatkan hasil pelaksanaan pekerjaan fisik yang awet, tahan lama dan
dapat dipergunakan/dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan usia/umur
pelayanan.

Pencapaian mutu hasil pelaksanaan yang optimal akan ditempuh melalui


pengendalian mutu bahan/material dan metode/cara pelaksanaan pekerjaan.
Kegiatan pengendalian mutu direalisasikan melalui kegiatan “kontrol kualitas“,
sesuai dengan setiap tahapan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Hal – hal yang perlu dicermati terutama adalah kualitas pada pekerjaan utama.

Agar diperoleh kualitas yang baik, perlu adanya cheking bahan/material, dalam

hal ini kontraktor mengajukan contoh bahan dengan "request sheet" yang

memuat asal bahan, komposisi bahan, hasil test mutu, ukuran type, spesifikasi,

sertifikat dan sifat - sifatnya.

Dari hasil penelitian bahan, konsultan supervisi membuat rekomendasi atas


bahan - bahan yang dipakai harus sesuai contoh yang disetujui, dan bahan yang
tidak sesuai dengan ketentuan akan ditolak oleh Konsultan Pengawas, bahan
yang ditolak harus dikeluarkan dari lokasi proyek.

Inspeksi secara terus menerus merupakan salah satu alat dari pengendalian
kualitas, disamping dokumentasi. Serta memberikan pengarahan pada para
pekerja agar sesuai dengan rencana dan spesifikasi, sebagai upaya untuk
mencegah terjadinya penyimpangan.

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

2) Pengendalian dan Pengawasan Kuantitas :


Dalam pengendalian dan pengawasan kuantitas pekerjaan ini tugas utama ada
pada Surveyor dan Pengawas lapangan. Harus dipahami betul masalah aturan
dan cara pembayaran yang ada di dalam Spesifikasi, mana yang dapat dibayar
dan mana yang tidak dan harus mengacu pada dokumen kontrak dan
Addendum kontrak (bila ada).

3) Pengendalian Biaya/Anggaran :
Pengendalian Biaya/Anggaran yang ada sangat erat hubungannya dengan
pengendalian kwantitas. Karena pada umumnya kontrak - kontrak sekarang
menggunakan sistem Harga Satuan, maka pengendalian kwantitas juga akan
merupakan pengendalian anggaran.

4) Pengendalian Waktu
Pengendalian pelaksanaan pekerjaan dilakukan untuk menjamin agar
pelaksanaan pekerjaan dapat selesai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
Dengan demikian pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan harus selalu
terkontrol.
Pengendalian waktu akan dilakukan melalui analisa terhadap

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

performance pelaksanaan proyek, dimana untuk proyek ini dapat menggunakan

indikator SPI (Schedule Performance Index) dan CPI (Cost Performance Index).

SPI adalah perbandingan antara realisasi fisik yang telah dikerjakan dengan
rencana (schedule) yang ada pada periode yang sama. Sedangkan CPI adalah
perbandingan antara dana yang telah dibayarkan dengan dana/biaya yang
tersedia (kontrak).
Secara umum SPI dan CPI dapat diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga)
kriteria, yaitu :

SPI / CPI = 1, Proyek dikatakan tepat


SPI / CPI > 1, Proyek dikatakan cepat
SPI / CPI < 1, Proyek dikatakan

5) Contract Change Order (Perintah Perubahan Kontrak) dan


Addendum
Apabila selama jangka waktu pelaksanaan ini terdapat hal - hal yang tidak sama
(dalam hal volume atau biaya dimana jumlah akhir tidak melebihi harga kontrak)
harus ada perintah perubahan dari owner.

Kalau perubahan itu bersifat mendasar, termasuk perubahan Spesifikasi Teknis

serta Anggaran yang melebihi Harga Kontrak harus dibuat Addendum.

6) Pembuatan Monthly Certificate/Price Escalation Certification Di dalam


kontrak - kontrak saat ini biasanya pembayaran dilaksanakan secara bulanan.
Setiap akhir bulan Konsultan Pengawas Konstruksi bertugas memeriksa dan
menyiapkan pembayaran yang dapat dilakukan untuk bulan yang bersangkutan.
Sertifikat Pembayaran Bulanan ini atau MC ini harus dilengkapi dengan Back Up
data yang lengkap. Konsultan Pengawas bertanggung jawab atas kebenaran
dari Back Up Data tersebut.

Dalam Back Up Data harus jelas ditulis untuk lokasi dan pekerjaan apa volume -
volume yang dibayarkan pada bulan tersebut. Seandainya di dalam kontrak di
sebutkan bahwa selama jangka waktu kontrak, Kontraktor akan mendapatkan
eskalasi harga, maka Konsultan juga selain Monthly Certificate harus
menyiapkan Price Escalation (PEC). Eskalasi harga didasarkan pada index
harga yang dikeluarkan oleh BPS (Biro Pusat Statistik).
Perlu diperhatikan betul - betul cara pembuatan dari Price Escalation Certificate

ini biasanya aturannya tercantum dalam Buku 3 Syarat -syarat Umum.


Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

Bagian dari Proses Penyusunan Sertifikat Pembayaran Bulanan Kontraktor ini


lebih jelasnya disajikan seperti pada Gambar di bawah ini Bagan Proses
Penyusunan Sertifikat Bulanan Kontraktor.
Bagan Proses Penyusunan Sertifikat Bulanan Kontraktor

Hasil Opname terhadap


Pekerjaan Yang telah
lengkap

Kontraktor mengajukan data


- data Pendukung sertifikat
bulanan

Pengawas lapangan
Memeriksa pengajuan
tersebut

Penyusunan Draft Sertifikat


bulanan Oleh Kontraktor
berdasarkan data Yang telah
diperiksa oleh Pengawas

Site Engineer memeriksa dan


Menyetujui Draft sertifikat

Draft sertifikat dikembalikan


ke Kontraktor untuk
dikonfirmasikan Dan
penyiapan pengajuan
lengkap Jumlah salinannya

Site Engineer mengechek


dan menandatangani,
diteruskan Pemimipin Proyek

Pemimpin Proyek Menerima


Dan menyetujui, kemudian di
proses
Untuk pembayarannya

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

c) Masa Akhir Pelaksanaan


Pada Akhir Pelaksanaan ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan, yaitu :
1) Penyiapan As Built Drawing
Pada akhir masa pelaksanaan Kontraktor diwajibkan membuat As Built
Drawing. Gambar ini akan merupakan dasar pembayaran terakhir. Tanggung
jawab Konsultan adalah memeriksa kebenaran dari As Built Drawing tersebut.

Supaya pada saat akhir pekerjaan kontraktor tidak terlalu banyak, kontraktor
dapat menyiapkan gambar terlaksana ini sedikit demi sedikit seiring dengan
selesainya item - item pekerjaan di lapangan (item pekerjaan yang telah selesai
dikerjakan/dipasang). Gambar terlaksana ini merupakan gambar kenyataan di
lapangan yang dikerjakan oleh Kontraktor, dimana gambar ini akan sangat
bermanfaat untuk masa ke depan, untuk masa pemeliharaan konstruksi, juga
diperlukan jika nantinya akan

diadakan overlay (pelapisan ulang), rehabilitasi bangunan/konstruksi kembali.

2) Pembuatan Final Certifikat/Price Escalation Certificate Setelah


pembuatan As Built Drawing , harus dibuat Final Certificate (Sertifikat Akhir),
demikian juga Final Escalation Certificate (jika ada).

Karena setelah sertifikat akhir ini tidak ada lagi pembayaran. Konsultan
Pengawas harus hati - hati dan harus teliti dalam memeriksa dan
menyiapkannya. Semua hitungan, ukuran, lokasi, aturan pembayaran mulai
dari MC 1 (Monthly Certificate – 1) sampai terakhir/ dihitung ulang.

Demikian juga halnya dengan Final Price Escalation Certificate (jika ada)

3) Claim
Selama mulai periode kontrak mungkin terjadi claim atau tuntutan dari pihak
Kontraktor maupun pihak luar, dalam hal ini konsultan pengawas harus selalu
mendasarkan jawabannya berpedoman dan mengacu pada Dokumen Kontrak
yang ada. Semaksimal mungkin Konsultan harus mengamankan Pemilik dari
segala macam claim/tuntutan yang timbul.

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

4) Provisional Hand Over (Serah Terima Sementara) dan Final Hand


Over (Serah Terima Terakhir)
Biasanya dalam Buku 3 Syarat - syarat umum disebutkan bahwa apabila
pekerjaan sudah mencapai 97 % (dengan syarat pekerjaan utama selesai 100
%). Kontraktor dapat mengadakan Serah Terima Sementara.

Konsultan Pengawas berkewajiban menyiapkan semua data yang perlu untuk


pelaksanaan Serah Terima ini.
Kegiatan ini meliputi :
Penyiapan daftar kerusakan/ kekurangan dari pekerjaan yang dilaksanakan
kontraktor.
Penyiapan buku informasi bagi Panitia Serah Terima ini yang berisi data

proyek, status pembayaran dan progress serta data quality.

Ikut didalam anggota Tim Teknis yang akan menjadi petunjuk didalam
pelaksanaan pemeriksaan Serah Terima.
Menyiapkan semua pekerjaan administrasi yang berkaitan dengan
kegiatan Serah Terima.
Menyiapkan Berita Acara Serah Terima Sementara dan memberi

pertimbangan kepada Penanggung Jawab Kegiatan dalam menyetujui


jangka waktu perbaikan (grace period) yang diajukan kontraktor.

Setelah jangka waktu perbaikan berakhir diadakan lagi pemeriksaan kedua


yang merupakan bagian dari proses Professional Hand Over (PHO). Kalau
hasil pemeriksaan memenuhi Spesifikasi dan syarat, baru dikeluarkan Berita
Acara Serah Terima. Untuk serah terima akhir (FHO) yang dilaksanakan
setelah Masa Pemeliharaan habis secara prosedur sama dengan pelaksanaan
Professional Hand Over.

6.URAIAN KAJIAN DAN PENDEKATAN PENGAWASAN


Uraian kajian dan pendekatan pengawasan sesuai dengan tugas konsultan pengawas
adalah menyelaraskan antara biaya proyek yang optimal, mutu pekerjaan yang
baik/berkualitas, dan waktu pelaksanaan yang tepat.

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

Ketiga nya adalah 3 elemen yang saling mempengaruhi, seperti tertera pada gambar

berikut :

Bagan Keselarasan biaya proyek, mutu dan waktu pelaksanaan

Spesifikasi pekerjaan:

A. STRUKTUR BETON BERTULANG


Dalam rangka pengendalian desain struktur yang telah didesain oleh konsultan
perencana, konsultan Pengawas memberikan apresiasi perlu adanya acuan yang
obyektif, sehingga dalam desain (perencanaan struktur) dapat menghasilkan
keluaran yang optimal. Seperti diketahui biaya fisik (pekerjaan struktur) cukup besar
pengaruhnya terhadap biaya konstruksi.

Untuk bangunan berlantai banyak, konsep pengendalian dan pengawasan


khususnya dalam estimasi beban gempa yang terjadi sangat penting. Karena
kesalahan dalam konsep pengawasan gempa akan berpengaruh terhadap beban
gempa yang bekerja pada joint balok kolom. Dan selanjutnya bisa terjadi over
maupun under Estimate Earth Quake Loads, keadaan ini sangat merugikan pihak
owner.

Melalui usulan teknis ini, Konsultan Pengawas menyampaikan beberapa kajian,


usulan-usulan yang konstruktif yang didasarkan pada kaidah atau peraturan-
peraturan yang berlaku. Dengan demikian Pekerjaan Pembangunan gedung ini
dapat berjalan dengan baik. Secara garis besar, perancangan struktur dibagi
menjadi dua hal pokok yaitu :

a. Perancangan sub structure (struktur bawah), yaitu bagian

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

bangunan yang berada dibawah permukaan tanah yang berfungsi

meneruskan beban bangunan diatasnya ketanah dasar.

b. Perancangan upper structure (struktur atas) yaitu bagian bangunan diatas


permukaan tanah, yang berfungsi sebagai pemikul beban kerja atap dan
lantai bangunan.
Secara umum, keduanya harus merupakan kesatuan yang kokoh dan utuh,
sehingga mampu mengantisipasi perilaku struktur oleh beban-beban yang bekerja
pada struktur tersebut. Dalam perancangan struktur ini, digunakan sebagai berikut:

a) Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIG),1983


b) Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia Untuk Gedung
(PPTGIUG),1981.
c) Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia Untuk Gedung
(PPBBIG),1983.
d) SNI 1726 tahun 2002
e) Peraturan Konstruksi Indonesia (PKKI). 1961.
f) Peraturan Umum Bahan Bangunan (PUBB), 1983.
g) Hasil ” soil test “ berikut analisisnya.
h) Peraturan/ketentuan lain yang terkait dengan pekerjaan perancangan struktur.

Untuk menetapkan sistem yang sesuai, perlu inventarisasi permasalahan yang ada,
yang mungkin berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap
sistem terpilih. Berdasarkan rencana induk dan site engineering permasalahan yang
dipandang berpengaruh pada penentuan sistem struktur ialah :

a)Tata letak bangunan yang direncanakan.


b)System hubungan bangunan baru dengan bangunan lama.
c)Rencana tahapan pelaksanaan masing-masing massa bangunan.
d) Konsep arsitektur tiap-tiap massa bangunan.
e) Rencana utilitas.

Beberapa pekerjaan struktur beton yang perlu diperhatikan dengan seksama adalah

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

 Kepastian pemilihan sub kontraktor yang akan menyediakan adukan beton.

Selalu dipertimbangkan track record dari sub kontraktor tersebut



 Kepastian tentang mixed design dari campuran beton untuk
mendapatkan compressive strength yang diinginkan
 Koordinasi dan monitoring dalam mekanisme pengujian
compressive strength beton
 Pengendalian acuan beton melalui pembuatan shop drawing acuan
beton
 Kebenaran dimensi besi tulangan

 Pengawasan saat pencoran beton, agar beton yang dihasilkan tidak

berongga

B. STRUKTUR BAWAH (SUB STRUCTURE)
Struktur bawah harus sesuai dengan karakteristik tanah dan hasil soil test yang
sudah diklarifikasi dengan kondisi site development. Pekerjaan yang berhubungan
dengan struktur bawah selalu berdekatan dengan tanah.

a) Deep foundation
Perlu diadakan survei sederhana di area rencana Pembangunan untuk
mendapat beberapa data antara lain :
 Kedalaman muka air tanah terhadap muka tanah

 Kedalaman tanah stabil berada di bawah muka tanah
Dengan hasil survey tersebut, diperkirakan fondasi yang cocok mungkin dengan
deep foundation (fondasi dalam). Alternatif pertama untuk fondasi dalam
tentunya adalah driven pile (tiang pancang), karena keuntungan tiang pancang
adalah :
 Kualitas terjamin karena dibuat di pabrik dengan pengawasan yang
sangat ketat

 Pada saat driving (pemancangan) dapat ditentukan beban yang mampu

dipikul oleh pile tersebut.



b) Kelongsoran Tanah Akibat Galian Cutting
Di dalam pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

pekerjaan cutting (galian), perlu diperhatikan faktor-faktor yang diperkirakan akan


mengganggu bahkan menggagalkan pekerjaan tersebut. Aspek yang penting
untuk dicermati menurut perkiraan adalah:

 longsoran tanah akibat aktivitas di sekitar lokasi proyek (lalu-lintas


kendaraan dan sebagainya) dan beban-beban yang timbul selama masa
konstruksi
 berkurangnya potensi daya-dukung fondasi bangunan di sekitar basement
tersebut akibat penggalian tanah, yang mungkin dapat menyebabkan
miringnya bangunan yang sangat dekat dengan lokasi proyek

 longsoran tanah akibat jenis tanah (khususnya jika jenis tanah cenderung

bersifat pasir)

Perkiraan-perkiraan tersebut berdasarkan teori daya-dukung tanah menurut

Terzaghi sebagai berikut

Gambar 5. Daya dukung tanah menurut Terzaghi

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

Dari teori tersebut, apabila persoalan galian tanah ini tidak dipersiapkan secara teliti,
sangat dimungkinkan kejadian-kejadian seperti yang ditunjukkan di dalam Gambar
I.6

(a). Kondisi sebelum penggalian (b). longsor akibat penggalian


tanah tanah
Gambar I.6. Longsor akibat kehilangan sebagian potensi daya-dukung tanah

Dari Gambar I.6 dapat dilihat terjadinya longsoran tanah oleh penurunan daya
dukung tanah (kehilangan sebagian potensi daya-dukung tanah akibat penggalian
tanah). Akibat longsoran ini akan terjadi gangguan tehadap proses konstruksi.

Selain itu, apabila tedapat bangunan-bangunan di sekitar lokasi penggalian yang


fondasinya berada di atas atau sedikit di bawah dasar penggalian potensial
mengalami hal yang sama. Jika tanah yang digali adalah pasir atau lebih bersifat
pasir, berarti sudut longsor akan lebih besar dibandingkan dengan tanah lempung
atau yang bersifat lempung. Untuk jenis tanah yang memiliki sudut longsor besar ini
(tanah dengan sudut gesek internal relatif besar) hampir tidak dimungkinkan
penggalian vertikal, sebab probabilitas kelongsoran tanah sangat besar.

c) Dinding Penahan Longsoran Tanah (Retaining Wall)


Dari analisis longsoran di atas, perlu kajian lebih mendalam tentang kemungkinan
penggunaan dinding penahan longsoran (retaining wall) untuk menghindari
keruntuhan atau kelongsoran tanah akibat galian. Penggunaan dinding ini akan
menjadi sangat penting khususnya apabila terjadi hujan selama pelaksanaannya.
Selain itu, dinding ini juga berfungsi sebagai pelindung bangunan di sekitarnya
dan/atau

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

peralatan/pekerja konstruksi dari longsoran akibat galian. Berdasarkan kondisi site,


penggunaan dinding penahan longsoran yang paling memungkinkan dengan
menggunakan gravity wall (pasangan batu) atau Cantilever wall (beton bertulang).

C. PEKERJAAN FINISHING ARSITEKTUR

Beberapa pemahaman dan aktifitas bidang arsitektur adalah :

a) Pemahaman Karakteristik Kawasan

Dalam hal ini terkait dengan kemampuan Konsultan Pengawas untuk melihat dan
mengenal potensi kawasan serta karakteristik nilai-nilai arsitektur bangunan yang
membentuk “image” bagi kawasan lokasi Pembangunan tersebut.

Demikian halnya dengan keberadaan sebuah desain arsitektur akan mudah dikenali
ketika mampu menampilkan “image” yang terbentuk oleh melalui perwujudan
bangunan dan ataupun ruang arsitektur yang diciptakan. Pembangunan Gedung ini
sebagai ruang komunal harus mampu menampilkan “citra diri” sebagai wadah
space yang akomodatif terhadap aktivitas yang diwadahinya serta dapat
menampilkan “image” sebagai bangunan

pendidikan. Ini bertujuan agar tercipta ruang dan atau bangunan arsitektur yang
“mengenal” para pelaku yang diwadahinya, sehingga para pelaku kegiatan nantinya
tidak merasa “terasingkan”.
b) Pemahaman Karakteristik “Pelaku” Kegiatan

Bangunan arsitektur akan memenuhi “keidealan desain” ketika mampu


menterjemahkan karakteristik pelaku kegiatan kedalam perwujudan bangunan dan
ataupun ruang-ruang arsitektur. Hal ini dapat dilakukan dengan memahami
karakteristik aktivitas “pelaku” yang akan diwadahinya.

c) Pamahaman Karakteristik sirkulasi Internal maupun eksternal


(terkait dengan Manajemen sirkulasi proyek dengan sirkulasi
transportasi kawasan)
Kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan suatu pekerjaan fisik sangat dipengaruhi
oleh adanya sebuah sistem pola sirkulasi yang “optimal” secara internal maupun
eksternal yang saling berkaitan diantara keduanya. “Optimal” dalam artian
terciptanya sistem manajemen sirkulasi tansportasi, material dan ataupun human
resourses yang baik tanpa adanya “crouded” yang dapat menyebabkan
terganggunya kelancaran pekerjaan dan ataupun kelancaran sirkulasi eksternal.
Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

Berawal dari sinilah dituntut kemampuan bagi Konsultan Pengawas dalam


menguasai existing lapangan yang tercakup didalamnya pola sirkulasi internal
maupun eksternal.

Pola sirkulasi eksternal yang harus dapat dikendalikan adalah pemilihan dan
pengaturan sirkulasi keluar masuknya material maupun tenaga kerja dengan
pemilihan main entrance dan ataupun service entrance yang sedapatmungkin tidak
menimbulkan crouded dengan pola sirkulasi eksternal (sirkulasi transportasi lalu
lintas). Dengan demikian diharapkan tidak akan mengganggu kelancaran arus lalu
lintas transportasi kendaraan dan ataupun aktivitas lainnya.

Hal yang menjadi acuan pertimbangan pemahaman site development untuk


kemudian akan diketahui zone-zone area bebas yang dapat dimanfaatkan sebagai
dropping area serta zone- zone yang memungkinkan untuk dijadikan bagian dari
area pengaturan pola sirkulasi.

Kemampuan Konsultan Pengawas dalam memahami site development akan


menjadi titik acuan pula dalam memberikan masukan dalam menentukan pola
sirkulasi internal yang mencakup penentuan dropping area dan pengaturan keluar
masuk kendaraan terkait dengan kelancaran pola sirkulasi eksternal.

d) Pemahaman Konsep zonifikasi


Zonifikasi dalam Pembangunan Gedung ini sangat terkait dengan jenis dan
karakteristik dari aktivitas yang terjadi pada tiap-tiap ruangan ataupun pola aktivitas
secara menyeluruh dalam suatu wadah bentuk arsitektur.

Dalam kapasitasnya sebagai Konsultan Pengawas merupakan suatu keharusan


memahami zonifikasi tiap-tiap massa bangunan dan ataupun zonifikasi ruang-ruang
dari pekerjaan fisik yang dikerjakan oleh kontraktor pelakana. Hal ini diawali dengan
pemahaman terhadap pola aktivitas pelaku kegiatan yang terdiri dari pola kegiatan
pegawai serta pola interaksi antara pegawai ketika melayani keperluan masyarakat,
serta pemahaman konsultan Pengawas terhadap pola sirkulasi yang terbentuk dari
perilaku aktivitas tersebut. Zonifikasi dalam Pengendalian dan Pengawasan
Pembangunan Gedung ini dapat dibagi menjadi beberapa zoning, yaitu :

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

- Zoning Kegiatan Publik


Merupakan zoning untuk kelompok kegiatan yang menjadi tempat interaksi
langsung antara pimpinan dengan pihak intern staff . Zoning ini biasanya diletakkan
di area dekat dan atau berhubungan langsung dengan entrance utama.

- Zoning Kegiatan Semipublik


Merupakan zoning bagi kegiatan yang lebih memerlukan tingkat keprivasian lebih
ketika terjadi interaksi antara para staf dalam menyelesaikan permasalahan-
permasalahan khusus yang harus diselesaikan dengan pihak intern.

- Zoning Kegiatan Privat


Merupakan zoning yang diperuntukkan bagi aktivitas-aktivitas yang memerlukan
tingkat privasi lebih bagi kepentingan kantor.. Biasanya terletak pada area yang
relatif tertutup bagi akses sirkulasi publik namun tetap dapat diakses bagi pelaku
kegiatan intern gedung.
Dari adanya pemahaman Konsultan Pengawas terhadap konsep zonifikasi ruangan
akan memberikan kerangka acuan dalam menentukan penggunaan material serta
pemenuhan terhadap syarat-syarat kenyamanan ruangan yang sesuai dengan pola
aktivitas yang diwadahinya.

e) Konsep Fisika bangunan (pencahayaan dan


penghawaan)
Syarat sebuah desain arsitektur memenuhi standar kenyamanan adalah
terpenuhinya kenyamanan pencahayaan dan penghawaan secara alami maupun
buatan. Demikian halnya dengan menciptakan desain sebagai wadah kegiatan
perkantoran sebagai wadah kegiatan publik, diperlukan pula adanya pengawasan
secara intens terhadap konsep fisika bangunannya yang meliputi konsep
pencahayaan dan penghawaan.

Dalam desain sebuah gedung pencahayaan menjadi sesuatu yang sangat urgen,
terlebih dengan pemaksimalan pemamfaatan pencahayaan alami agar mampu
mendukung aktivitas yang sedang dilakukan, karena aktivitas ini lebih sering
dilakukan pada siang hari. Dengan demikian pengawasan terhadap pemberian
perlubangan-perlubangan sebagai area masuknya cahaya matahari perlu
mendapatkan perhatian yang serius agar jumlah sinar matahari yang masuk
kedalam ruangan mampu mencukupi intensitas penerangan yang diperlukan untuk

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

D. PEKERJAAN MEKANIKAL - PLUMBING

E. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
Pendekatan yang dilakukan dalam penyusunan usulan teknik ini pertama kali
melalui pendalaman dan pemahaman terhadap karakteristik bangunan/ruang yang
terkait dengan kebutuhan instalasi mekanikal/elektrikal serta utilitas yang berada di
dalamnya. Sehingga aspek pemenuhan kebutuhan daya listrik, pemenuhan
kebutuhan sanitasi dan kebersihan serta kenyamanan dapat dicapai. Adapun
tanggung jawab sebagai Konsultan Pengawas dalam melakukan kontrol terhadap
pelaksanaan pekerjaan Mekanikal elektrikal adalah dengan melakukan pengawasan
pada tahapan- tahapan pekerjaan.

Pada tahap pelaksanaan, Konsultan Pengawas melakukan pengendalian


administrasi dan pengendalian teknis. Dalam hal pengendalian ini diantaranya yang
harus dilakukan terutama yang berkaitan dengan pekerjaan Mekanikal/Elektrikal
adalah sebagai berikut :

a. Ketepatan Konstruksi dan Koordinasi Sistem Dalam Pelaksanaan Untuk


mencapai ketepatan dalam konstruksi serta koordinasi antara pekerjaan yang
satu dengan lainnya dilakukan melalui:
- Pembuatan gambar kerja (Shop Drawing) yang dibuat dan diusulkan oleh
kontraktor sebelum pekerjaan yang dimaksud dikerjakan. Shop drawing
hanya dibuat untuk posisi-posisi yang dipandang sulit untuk dikerjakan dan
tidak tergambar secara detil di dalam dokumen perencanaan

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

- Sebelum ada persetujuan dari pihak Konsultan Pengawas maka pekerjaan


tersebut tidak boleh dikerjakan.
- Setiap tahapan pekerjaan harus didahului oleh pembuatan surat ijin
memulai pekerjaan
b. Pencapaian Kualitas Material/Equipment sesuai yang diinginkan Rencana
Kerja dan Syarat. pengendalian dan pengawasan/inspeksi secara terus
menerus di setiap tahapan pekerjaan

e. Pencapaian Unjuk Kerja


Pada saat pelaksanaan sering terjadi harus dilakukan penyesuaian-
penyesuaian dengan kondisi lapangan dan tempat yang sebenarnya. Atau pada
saat pengangkutan/transportasi terjadi hentakan-hentakan yang tidak sengaja
sehingga mengakibatkan adanya pergeseran atau perubahan karakteristik
peralatan sehingga dapat menimbulkan peralatan tidak dapat bekerja secara
optimal seperti yang direncanakan. Untuk mendapatkan unjuk kerja yang baik
harus dilakukan test. Dari data hasil tes inilah dapat dilakukan optimalisasi
dengan melaksanakan setting ulang atau perbaikan seperlunya. Dengan
demikian diharapkan ada jaminan bahwa system akan bekerja secara optimal
seperti yang direncanakan

f. Tahapan Pencermatan/Persiapan dan Testing (Commissioning andTesting)


Tujuan dari pencermatan/persiapan (lebih dikenal dengan istilah
commissioning) dan pengujian secara umum adalah untuk tercapainya jaminan
keamanan, keselamatan dan kenyamanan para pengguna dan lingkungan yang
berada disekitarnya serta terjaminnya kerja system sesuai dengan yang
direncanakan. Secara spesifik bertujuan sebagai berikut:
1) Menjamin terpasangnya instalasi secara cukup dan aman dalam
Menunjang terselenggaranya kegiatan dalam gedung sesuai dengan
fungsinya terselenggaranya kegiatan dalam gedung sesuai dengan fungsinya
2) Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari
adanya kejadian yang tidak diinginkan
3) Menjamin kehandalan system yang dipasang
4) Menjamin mudahnya dilakukan perawatan
5) Menjamin life time peralatan, minimum sesuai dengan yang
direkomendasikan oleh pabrik pembuat
6) Menjamin beroperasinya system sehingga dapat menunjang terselenggaranya
kegiatan di dalam gedung sesuai dengan fungsinya secara optimal.

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

Semua pelaksanaan instalasi dan peralatan (baik electrical maupun mechanical)


harus diuji sehingga mencapai hasil baik dan bekerja sempurna sesuai dengan
standar dan persyaratan yang diacu dalam pekerjaan ini seperti termaktub pada
RKS Mechanical Electrical tentang Standard dan Referensi atau sesuai dengan
standard pabrik. Bilamana diperlukan, bahan-bahan instalasi atau peralatan
dapat diminta oleh Direksi Proyek untuk diuji di laboratorium atas tanggungan
biaya kontraktor

Setiap bagian instalasi pengkabelan harus diuji sehingga dicapai baik, sesuai
dengan PUIL 2000. Untuk bagian-bagian yang akan tertutup instalasinya, harus
diuji sebelum dan sesudah bagian tersebut ditutup.

1) Panel Listrik
Sebelum dilakukan pekerjaan pembuatan panel, maka kontraktor diwajibkan
untuk menyampaikan shop drawing baik ukuran panel, tebal plat, lay out equipment
maupun one line diagram lengkap dengan daftar dan volume equipment yang akan
digunakan Sebelum dilakukan pembuatan panel kontraktor diwajibkan untuk
menunjukan kualitas panel yang pernah dibuat, baik itu di workshop pembuat panel
ataupun diprojek lain yang pernah dikerjakan untuk mendapatkan persetujuan
kualitas yang dikehendaki. Sebelum panel-panel dikirimkan ke lokasi projek,
kontraktor wajib melaporkan ke direksi proyek untuk dilakukan pengecekan akhir
(victory visit). Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan, dan jika
terjadi kesalahan, maka perbaikan harus dilakukan di work shop.

Terutama panel induk (LVMDP dan SDP) yang bekerja secara otomatis, harus
dilakukan test unjuk kerja di workshop. Cek peralatan yang digunakan baik Merk dan
keasliannya, kemampuan hantar arus, breaking capacity, rangkaian kontrolnya dan
ukuran busbar

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

2) Kabel daya, instalasi listrik dan sistem pembumian: Insulation test.


Lakukan pengukuran tahanan isolasi kabel yang meliputi tahanan
penghantar phasa- netral, tahanan penghantar phasa-ground, tahanan
penghantar antar phasa. Tahanan isolasi minimum adalah seperti berikut :

Resistan
Tegangan sirkit Tegangan uji isolasi
(mega
nominal (volt) arus searah (volt) Ohm)
50 V (ac); 120 V (dc) 250 0.25
Sampai dengan 500 V 500 0.5
Di atas 500 V 1000 1.0

Walaupun tahanan isolasi tersebut telah memenuhi syarat minimum, namun


pada proyek ini dikehendaki tahanan isolasi di atas harus mencapai tak
terhingga, atau dapat dianggap besarnya tak terhingga. Dalam satu
kelompok rangkaian instalasi yang menuju ke panel, tahanan isolasinya
haruslah seimbang antara bagian satu dengan lainnya. Jika ada nilai yang
perbedaannya cukup mencolok dibandingkan dengan yang lain, maka
instalasi tersebut harus dicek dan diperbaiki sehingga mendapatkan
tahanan isolasi yang seimbang dengan lainnya.

3) Visual test
- Melakukan pengecekan aplikasi warna kabel serta luas penampang kabel pada
instalasi yang dikerjakan.
- Polaritas penyambungan kabel atau hubungan fase, harus benar dan
semuanya terpasang dengan kuat
- Melakukan pengecekan pada sistem penyambungan kabel instalasi beserta
kelengkapannya.

4) Grounding test.
Besar tahanan pembumian tidak boleh melebihi seperti
berikut ini: Tabel III.1. Nilai Tahanan Isolasi Minimum

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

instalasi yang dikerjakan.


- Polaritas penyambungan kabel atau hubungan fase, harus benar dan
semuanya terpasang dengan kuat
- Melakukan pengecekan pada sistem penyambungan kabel instalasi beserta
kelengkapannya.

4) Grounding test.
Besar tahanan pembumian tidak boleh melebihi seperti
berikut ini: Tabel III.1. Nilai Tahanan Isolasi Minimum
Tahanan
pembumian
Jenis Instalasi
Maksimum (Ohm)
Penyalur Petir 5
Pentanahan Peralatan 2
Listrik
Telekomunikasi/elektroni 0,5
k

5) Pekerjaan Sistem Peringatan Dini


- Lakukan pengetesan dan pengecekan tahanan isolasi pengkabelannya.
- Lakukan test sistem secara simulasi
- Lakukan pengetesan langsung dengan menggunakan asap (untuk smoke detector)
dan dengan menggunakan panas (untuk ROR dan Fix Temperature Detector)
- Lakukan pengetesan terhadap fungsi break glass manual station, telephone,
fungsi flow switch (dari sistem splinkler) dan lain-lain yang terhubung
secara terintegrasi dengan Sistem Peringatan Dini

6) Pekerjaan Sound System, Telephone System


- Lakukan pengetesan dan pengecekan tahanan isolasi pengkabelannya sesuai
dengan persyaratan minimal yang harus dipenuhi seperti tercantum pada tabel III.1.
- Lakukan pengetesan terhadap semua fitur yang dikehendaki RKS, atau sesuai

dengan sistem yang bersangkutan seperti diterangkan oleh pabrik pembuat unit

sistem tersebut

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

Melihat penjelasan pada uraian di atas dapat disampaikan bahwa pengawas yang
mengerti teknis dan administrasi sangat diperlukan dalam pekerjaan pengawasan di
lapangan. Team work pengawas harus memahami lingkup dan wewenang pekerjaan
yang harus ditangani dan dikendalikan, untuk hal tersebut maka
diperlukan suatu prosedur pengawasan di lapangan yang baku integrated dan mudah
dipahami oleh personil yang terlibat di lapangan.

Berikut ini adalah bagan skematis mengenai prosedur pelaksanaan manajemen

pengawasan, pada masa pelaksanaan di lapangan :

1. Skema prosedur pekerjaan persiapan


dan penugasan

2. Skema pekerjaan
persiapan pelaksanaan

3. Skema prosedur
manajemen pengawasan

4. Skema penegasan
gambar kerja

5. Skema
persetujua
n material

6. Skema laporan harian


dan mingguan

7. Skema surat instruksi


Konsultan Pengawas

8. Skema pengesahan
gambar kerja

9. Skema pengajuan pembayaran


angsuran / termijn

10. Skema
perubaha
n
pekerjaan

11. Skema pengesahan as


built drawing

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

Usulan Teknis
CV. SADWA RAMA Consultant

BAB
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

6Jadwal pelaksanaan pekerjaan disusun secara sinergis dan berkesinambungan,


sehingga antara tahap yang satu dengan yang lainnya serta antara kegiatan yang satu
dengan yang lainnya dapat berjalan dengan baik dan sinkron, dimana tahap atau
kegiatan berikutnya dapat dimulai tanpa harus menunggu berakhirnya kegiatan
sebelumnya, sehingga akan terdapat overlap kegiatan secara waktu pelaksanaan untuk
mengoptimalkan dan mengefisienkan waktu kegiatan yang ada.
Sesuai dengan tahapan rencana kerja pada bagian sebelumnya, jadwal
pelaksanaan pekerjaan disusun berdasarkan tahapan tersebut dalam rentang waktu
180 (Seratus Delapan puluh) hari kalender sesuai dengan penugasan di dalam
Kerangka Acuan Kerja. Secara garis besar jadwal pelaksanaan pekerjaan adalah
sebagai berikut :
1. Tahap persiapan
2. Tahap Pengumpulan data
3. Tahap Analisis data
4. Tahap Penyusunan Rencana
5. Tahap Penyusunan Laporan

Selengkapnya jadwal pelaksanaan pekerjaan Pengawasan dapat dilihat pada diagram


Bar Chart berikut ini :
CV. SADWA RAMA Consultant

JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN


No. BULAN KE
KEGIATAN I II III IV V VI
I Tahap Persiapan
a Koordinasi & Konsultasi awal
. dgn Satker
b. Pemeriksaan Kondisi Lapangan
c Pemahaman Dokumen
. Pelaksanaan
d Pemeriksaan dan Persetujuan
.
- Aspek Legalitas Pengawasan
(Gbr Kerja, RAB dll)
- Time Schedule Pelaksanaan
& Shop Drawing
- Surat Perijinan
e Persiapan Form-form
pengawasan

II Tahap Pengawasan Pelaksanaan


Lapangan
a Pengawasan Konsstruksi
. (Mutu, Biaya & Waktu
b Pengawasan Qualitas &
. Quantity
c Penyesuaian Pekerjaan
. (Change Order)
d Konsultasi dengan Tim Teknis
. & Satker
e Rapat-rapat Lapangan
.

III Tahap Pelaporan


a Laporan Fisik (Lapangan
. Harian, Mingguan & Bulanan)
b Laporan Berita Acara
. Kemajuan Pekerjaan
c Penyiapan Berita Acara Serah
. Terima Pekerjaan

IV Tahap Dokumen
a As Built Drawing
.
b Laporan Akhir Pekerjaan
. Pengawasan
CV. SADWA RAMA CONSULTANT

KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN

BAB

7
Tenaga ahli yang diusulkan oleh konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan
merupakan Tenaga Ahli yang berkualitas dan berpengalaman di bidangnya, yaitu
terdiri dari :

1. Team Leader
Yaitu seorang dengan kualifikasi minimal sarjana S1 Arsitektur berpengalaman
5 tahun dalam penanganan pekerjaan Supervisi/Pengawasan Konstruksi
dengan uraian tanggung jawab pekerjaan meliputi antara lain ;
 Bertanggung jawab sebagai ketua tim/koordinator pelaksanaan kegiatan
 Bertanggung jawab langsung kepada direktur, atas semua kegiatan
pengawasan maupun administrasi.
 Menyusun rencana kerja pekerjaan pengawasan dari tahap awal sampai
selesai pekerjaan pengawasan.
 Menyusun jadwal waktu keterlibatan masing-masing tenaga ahli dan tenaga
pendukung apabila diperlukan.
 Mengarahkan/mengkoordinasikan dan menyusun tugas-tugas dan tanggung
jawab masing-masing tenaga ahli yang terlibat dalam pelaksanaan
pekerjaan.
 Menetapkan jadwal koordinasi antar tenaga ahli secara berkala untuk
melihat perkembangan kegiatan dan permasalahan yang timbul selama
pelaksanaan.
 Menyusun/menetapkan jadwal rapat lapangan antara pemberi tugas,
kontraktor pelaksana, konsultan perencana dan konsultan pengawas.
 Mempelajari dokumen pelaksanaan sebagai dasar menentukan dan
mengantisipasi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan serta
memberikan teguran lisan/tertulis kepada kontraktor.
 Melaporkan kepada pemberi tugas permasalahan-permasalahan yang

Usulan Teknis 7-1


CV. SADWA RAMA CONSULTANT

dihadapi di lapangan untuk merumuskan pemecahannya.


 Bertanggung jawab dan terlibat langsung dalam pengawasan pekerjaan
konstruksi fisik yang dilaksanakan oleh kontraktor.
 Melakukan kajian/pertimbangan terhadap perubahan pekerjaan terhadap
aspek teknis dan biaya yang selanjutnya menyampaikan kepada proyek
untuk ditidaklanjuti.
 Melakukan koordinasi/konsultansi dengan unsur - unsur proyek.
 Memeriksa dan menyetujui usulan struktur organisasi, personil dan Time
Schedule yang diajukari oleh kontraktor.
 Membuat, memeriksa dan mengesahkan pelaporan-pelaporan.
 Pelaksana proses kegiatan pengawasan sesuai dengan keahliannya masing-
masing mulai dari tahap penyusunan program, analisa, alternatif, konsep
serta rencana definitif.
 Membuat Laporan-laporan teknis atas kegiatan yang dilaksanakan.
 Mengadakan meeting, diskusi dan evaluasi dengan masing-masing bagian
dalam merumuskan konsep kegiatan pelaksanaan.
 Melakukan pengawasan dalam kualitas pekerjaan, volume, bahan serta
biaya pelaksanaan pekerjaan di lapangan .
 Memperhitungkan kemungkinan adanya perkembangan/perubahan harga.
 Membuat suatu perbandingan harga antara proyek yang dilaksanakan
dengan kegiatan sejenis lainnya.

2. Ahli Struktur
Yaitu seorang dengan kualifikasi minimal sarjana S1 Teknik Sipil
berpengalaman 4 tahun dalam penanganan pekerjaan Supervisi/Pengawasan
Konstruksi dengan uraian tanggung jawab pekerjaan meliputi antara lain ;

 Memberikan bantuan pengawasan kapada para KPA dan PPK


 Melakukan koordinasi dan komunkasi dengan peyelenggaraan program
Pembangunan Proyek pekerjaan pengawasan
 Bersama-sama kontraktor Membantu proyek menyiapkan soft drawing dan as-
buld drawing .
 Memantau peyampaian pelaporan pembangunan kepada team leader
 Melakukan konsolidasi laporan penanggung jawab kegiatan dan pengawas
bangunan dalam setiap bulannya.
 Memberikan saran penanganan apabila ada permasalahan, serta alternatif
tindak lanjut penangananya kepada penyelenggara kegiatan di lapangan ;
 Memberikan dukungan teknis, menajemen kepada pengawas bangunan.
 Melakukan dokumentasi foto-foto pelaksanaan

Usulan Teknis 7-2


CV. SADWA RAMA CONSULTANT

4. AsistenTenaga Ahli
Yaitu seorang dengan kualifikasi minimal sarjana S1 sipil berpengalaman 4
tahun dalam penanganan pekerjaan Supervisi/Pengawasan Konstruksi dengan
uraian tanggung jawab pekerjaan meliputi antara lain ;
 Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum, pengawasan lapangan,
koordinasi dan inspeksi kegiatan–kegiatan pembangunan agar pelaksanaan
teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus
menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya.
 Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan atau
komponen bangunan, peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan
pelaksanaan di lapangan atau ditempat kerja lainnya.
 Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan
cepat, agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang
ditetapkan.
 Memberikan masukkan pendapat teknis tentang penambahan atau
pengurangan biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan
kontrak, untuk mendapatkan persetujuan dari Pengguna Jasa.
 Memberikan petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan
penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari
kontrak, dapat langsung disampaikan kepada pemborong, dengan
pemberitahuan tertulis kepada Pengelola Proyek.
 Memberikan bantuan dan petunjuk kepada Pemborong dalam
mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan.

Usulan Teknis 7-3


CV. SADWA RAMA CONSULTANT

KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN


(DAFTAR PERSONIL)

Tenaga Ahli (Personil Inti)

Tenaga Jumlah
Lingkup
Nama Personil Perusahaan Ahli Posisi Diusulkan Orang
Keahlian
Lokal Bulan
CV. SADWA RAMA Ahli
ANWARI NOVIAN NOYA, ST CONSULTANT 1 Team Leader 6
Arsitektur
CV. SADWA RAMA
GANDA SASMITA, ST CONSULTANT
1 Ahli Sipil Ahli Struktur 6

Tenaga Pendukung

RAHMAWATI YULIA NOOR, ST CV. SADWA RAMA 1 Ahli AsistenTenaga 6


CONSULTANT Arsitek Ahli Arsitektur
DIANSYAH, ST CV. SADWA RAMA 1 Ahli Sipil AsistenTenaga 6
CONSULTANT Ahli Sipil
MAHDALENA CV. SADWA RAMA 1 Admin Opr. Komputer 6
CONSULTANT

JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI

Masukan Personil
No. Nama Personil Orang Bulan
1 2 3 4 5 6

1 ANWARI NOVIAN NOYA, ST 6


2 GANDA SASMITA, ST 6
3 RAHMAWATI YULIA NOOR, ST 6
4 DIANSYAH, ST 6
5 MAHDALENA 6

Total 30

Usulan Teknis 7-4


CV. SADWA RAMA CONSULTANT

Usulan Teknis 7-5