Anda di halaman 1dari 28

METODE PELAKSANAAN

Pekerjaan : Pembangunan RKB SDN Muka Sungai Kuruk (4 Ruang)


Lokasi : KECAMATAN SERUWAY KAB. ACEH TAMIANG
Tahun Anggaran : 2018

I. PENDAHULUHAN
Untuk melaksanakan suatu pekerjaan maka dibutuhkan pedoman atau acuan dalam
melaksanakan Kegiatan yang berguna untuk mencapai suatu mutu dan kualitas yang diinginkan
juga yang disyaratkan didalam RKS.di dalam pelaksanaan pekerjaan memiliki ketentuan
ketentuan yang harus kita jaga dalam melaksanakan suatu aitem pekerjaan agar mutu dari suatu
pekerjaan tersebut dapat terjaga. Disamping penggunaan bahan dan metode yang baik tidak
lepas dari alat pendukung dalam pelaksanaannya. maupun pekerja atau tenaga ahli yang
menguasai bidang ini dan modal kerja yang memadai.

II. LINGKUP PEKERJAAN


Sebelum melangkah dalam pelaksanaan pekerjaan perlu diperhatikan terlebih dahulu macam-
macam pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Adapun Lingkup Pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi :
1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Pondasi
3. Pekerjaan Beton Struktur
4. Pekerjaan Tangga
5. Pekerjaan Pasangan dan Plasteran
6. Pekerjaan Lantai
7. Pekerjaan Atap dan Langit langit
8. Pekerjaan Pengecatan
9. Pekerjaan Instalasi Listrik
10. Pekerjaan Pintu dan Jendela
11. Pekerjaan Penggantung dan Pengunci
12. Pekerjaan WC dan sanitasi
13. Pekerjaan Lainnya
14. Pekerjaan Finishing
Semua item pekerjaan ini harus laksanakan seluruhnya dengan progress atau jadwal
pelaksanaan yang dibuat agar tercapai ketepatan waktu sesuai dengan batas waktu pelaksanaan

III. PEKERJAAN UTAMA


Dalam hal ini pekerjaan utama adalah pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan Aitem
Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) yang telah ada,yang dilaksanakan secara tehnik yang dan spek
bahan atau material yang telah disetujui didalam penawaran. Disini kami mengajukan metode
pelaksanaan secara garis besar :
1. Pekerjaan Persiapan
Setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditandatangani, maka pihak kontraktor harus
segera membuat Surat Pemberitahuan Mulai Kerja Terhadap Pejabat Pembuat
Komitmen, Konsultan Pengawas, Team Teknis dan Instansi terkait. Adapun pekerjaan
yang dilaksanakan dalan hal ini meliputi :

- Pembersihan Lapangan
Sebagai langkah awal pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor membersihkan
lapangan/Lokasi pembangunan dari hal-hal yang dapat menghambat pelaksanaan
pembangunan. Penebangan pohon/pembersihan harus tuntas sampai pada akar-
akarnya sehingga tidak merusak struktur tanah.

- Pemasangan Bowplank
Pemasangan patok dan papan bouwplank boleh menggunakan kayu/papan kls.III
yang diketam rata pada sisi kerjanya. Tinggi bouwplank sama dengan titik nol atau
apabila dikehendaki lain harus dibicarakan dan mendapat persetujuan dengan
Direksi. Setelah pemasangan bouwplank harus dilaporkan kepada Direksi untuk
mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan selanjutnya dilaksanakan.

- Papan Nama Kegiatan


Pemasangan papan nama proyek dengan mencantumkan nama pekerjaan, lokasi,
sumber dana, tahun anggaran, konsultan perencana, konsultan pengawas serta
kontraktor pelaksana.

- Kantor Direksi/ Gudang


Salah satu sarana untuk dapat mengelola proyek dengan baik adalah tersedianya
gudang dan tempat bagi pengawas proyek dan kontraktor yang berupa direksi keet
untuk membuat laporan, mempelajari gambar, membuat gambar kerja dan semua
administrasi proyek. Penempatan alat komunikasi, sehingga hubungan/komunikasi
antara pemilik, pengawas dan kontraktor dapat berjalan dengan baik.

2. Pekerjaan Pondasi
- Galian Tanah Untuk Pondasi
Sebelum melaksanakan penggalian, posisi galian dan ukuran seperti tertera dalam
gambar sudah dipastikan benar dan harus mendapat persetujuan Direksi /
Pengawas lapangan.
Penggalian tanah pondasi dapat dimulai setelah pemasangan bouwplank dan patok-
patok disetujui Direksi / Pengawas lapangan. Dasar galian harus mencapai tanah
keras, dan jika pada galian terdapat akar-akar kayu, kotoran-kotoran dan bagian-
bagian tanah yang longgar (tidak padat), maka bagian ini harus dikeluarkan
seluruhnya kemudian lubang yang terjadi diisi dengan pasir urug.
Untuk mempertahankan kepadatan muka tanah galian, maka lubang yang sudah
siap segera dilanjutkan dengan urugan pasir dan batu kosong.
- Pasir Urug Bawah Pondasi
Pekerjaan urugan pasir pada proyek ini meliputi urugan pasir yang didatangkan
dari, pasir yang didatangkan dari borrow area dengan kualitas pasir yang baik untuk
timbunan, bersihdari kotoran dan akar-akar kayu dan harus mendapat persetujuan
Pengawas Lapangan berdasarkan spesifikasi teknis. Dalam pelaksanaannya
pekerjaan timbunan ini perlu diperhatikan dari segi Kesehatan dan Keselamatan
Kerja., dan dampak lingkungan(Environmental Aspect), terutama pada saat
transportasi material timbunan.
Peralatan yang digunakan.
1.Alat penghampar
2.Tamping Rammer
3.Dumptruck kapasitas 4.0 ton.
4.Manpower
Metode kerja.
Pasir stok dari samping lubang dihampar ke lokasi timbunan dengan tenaga orang.
Dan/atau tanah dari luar lokasi, diangkut dengan dumptruck dituangkanke
lokasitimbunan, dan dihampar dengan tenaga orang.
Dengan menggunankan Alat pemadat, pemadatan dilakukan lapis demi
lapis.Demikian seterusnya sampai dicapai elevasi yang diinginkan

- Beton K 100 Untuk Lantai Kerja Pondasi Selasar


Material Semen PC, Batu Pecah, Pasir Beton, Air, Concrete Mixer dan Concrete
Vibrator sudah harus on site di lokasi yang akan dikerjakan . Pencampuran material
dilakukan dengan Concrete Mixer. Pengecoran tidak bisa dilakukan sebelum
pekerjaan perancah dan pekerjaan persiapan, telah sempurna dikerjakan dan
disetujui oleh Direksi. Permukaan sebelah dalam dari acuan harus sudah dibersihkan
dari bahan-bahan lepas, kotoran-kotoran maupun potongan kawat/besi. Beton untuk
pekerjaan beton bertulang harus dicor dalam jumlah sedikit-sedikit, dalam keadaan
dapat dibentuk dengan perbandingan air semen sedemikian rupa untuk mencapai
kekuatan yang ditentukan. Selama pengecoran beton harus dipadatkan dengan alat
pemadat (Concrete Vibrator) Ketelitian dalam hal pemadatan perlu diperhatikan
agar supaya sudut - sudut, sela-sela diantara terisi dan disekeliling terpenuhi. Semua
rongga-rongga / gelembung udara tidak boleh terjadi pada pemadatan. Harus
diperhatikan agar penggetaran / pemadatan tidak terlalu lama yang dapat
mengakibatkan pemisahan bahan-bahan (segregation). Permukaan beton yang
sudah di cor harus diusahakan tetap dalam keadaan lembab, dengan cara
menutupinya dengan kurang-karung-karung basah atau menggenangi air sampai
selama paling lambat 2 minggu

- Pekerjaan Pas. Pondasi Cycopen


Beton siklop (cyclop) merupakan suatu bahan struktur bangunan yang tersusun dari
campuran beton yang ditambah batu mangga. Komposisi beton siklop terdiri dari
beton dengan mutu beton K-175 ditambah dengan volume batu mangga.
Kekuatan konstruksi beton siklop (cyclop) juga masih di bawah beton bertulang,
tetapi masih lebih baik daripada konstruksi pasangan batu, Penyebabnya karena,
beton siklop (cyclop) masih mampu menahan tegangan tarik dan tekan. Sedangkan,
untuk pasangan batu hanya mampu menahan gaya tekan. tetapi untuk menahan
tegangan tariknya sangat lemah. Beton siklop sering digunakan pada pembuatan
bendungan, pangkal jembatan, dan sebagainya.
Komposisi pemasangan 1 m3 beton siklop diperlukan antara lain:
60 % beton campuran 1 PC : 2 PB : 3 KR (PC= Portland Cement, PB = Pasir Batu, dan
KR = Kerikil) 40 % batu mangga ukuran 10-20 cm

- Urugan Kembali Tanah Galian


Pekerjaan ini pada dasarnya sama dengan pekerjaan timbunan biasa, akan tetapi
sumbermaterialnya berasal dari tanah hasil galian yang menurut ketentuan dapat
digunakan untuk bahan timbunan dengan jarak angkut relative dekat (kurang dari 1
km). Pekerja memuatmaterial timbunan dan selanjutnya diangkut kelokasi
pekerjaan. Penghamparan TimbunanTanah dilakukan dengan man power lapis demi
lapis dan dipadatkan. Pada saat pemadatandilakukan penyiraman agar porinya
dapat saling mengisi hingga dapat mencapaikepadatan/density yang diinginkan
(sesuai dengan yang disyaratkan spesifikasi).Selanjutnya dilakukan pengujian
density untuk mengetahui persentase kepadatan

- Pekerjaan Timbunan Tanah didatangkan


Permukaan yang akan ditimbun dipastikan sudah dala keadaan bersih dan tidak ada
gangguan apapun. Tanah hasil galian yang ada, diangkut ke tempat lokasi timbunan
kemudian dihampar secara perlahan dan bertahap. Saat tanah timbunan yang
dikerjakan sudah sesuai dengan gambar kerja maka timbunan dipadatkan dengan
menggunakan alat.
Selama pemadatan tanah timbunan dipastikan kelembapannya jangan terlalu basah
atau banyak air atau terlalu kering. Saat tanah terlalu basah dipastikan tanah jangan
mengalami longsor dan pada saat hujan ditutup dengan terpal atau penutup laiinya,
apabila tanah terlalu kering maka tanah timbunan dilakukan penyemprotan air
secukupnya.
Saat pengerjaan timbunan disamping pasngan batu dan lainnya dipastikan
pengerjaan timbunan dan pemadatan tidak merusak kondisi pasangan batu

- Pekerjaan Pemadatan Timbunan


Pemadatan harus selalu dikontrol kadar air dari material yang sama dengan kadar
air optimum dari hasil test compaction modified dari contoh material. Setiap lapis
yang dipadatkan harus ditest dengan field dry density test untuk
mengetahui kepadatan tanah yang dicapai serta moisture consten untuk
Masing masing area pekerjaan dan atau sesuai petunjuk pengawas.
Semua bahan-bahan yaang akan digunakan untuk urugan harus dengan persetujuan
konsultan pengawas.
3. Pekerjaan Beton Struktur
- Pekerjaan Pondasi Tapak
Metode konstruksi untuk pekerjaan pondasi setempat yaitu:
Penggalian tanah pondasi
Penulangan pondasi
Pekerjaan bekisting
Pengecoran
1. Pekerjaan Galian Tanah Pondasi
Tahap-tahap pekerjaan galian tanah pondasi setempat yaitu: Penggalian tanah
untuk pondasi setempat dilakukan secara hati-hati serta harus mengetahui ukuran
panjang, lebar dan kedalaman pondasi.
Tebing dinding galian tanah pondasi dibuat dengan perbandingan 5:1 untuk jenis
tanah yang kurang baik dan untuk jenis tanah yang stabil dapat dibuat dengan
perbandingan 1:10 atau dapat juga dibuat tegak lurus permukaan tanah tempat
meletakkan pondasi.
Dalamnya suatu galian tanah ditentukan oleh kedalamnya tanah padat/tanah
keras dengan daya dukung yang cukup kuat, min 0.5 kg/cm2
Bila tanah dasar masih jelek, dengan daya dukung yang kurang dari 0.5 kg/cm2,
maka galian tanah harus diteruskan, sampai mencapai kedalaman tanah yang
cukup kuat, dengan daya dukung lebih dari 0.5 kg/cm2.
Lebar dasar galian tanah pondasi hendaknya dibuat lebih lebar dari ukuran
pondasi agar tukang lebih leluasa bekerjanya.
Semua galian tanah harus ditempatkan diluar dan agak jauh dari pekerjaan
penggalian agar tidak mengganggu pekerjaan.

2. Pekerjaan Penulangan
a) Perakitan tulangan
Untuk pondasi setempat ini perakitan tulangan dilakukan di luar tempat
pengecoran di lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang dan
proses pembuatan pondasi dapat berjalan lebih cepat. Cara perakitan tulangan :
Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang dapat diketahui dari
ukuran pondasi setempat.
Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan pondasi setempat, dengan
memperhitungkan bentuk-bentuk tipe tulangan yang ada pada pondasi setempat
tersebut.
Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan pondasi dengan kawat pengikat
agar kokoh dan tulangan tidak terlepas.

b) Pemasangan Tulangan
Setelah merakit tulangan pondasi setempat maka untuk pemasangan tulangan
dilakukan dengan cara manual karena tulangan untuk pondasi setempat ini tidak
terlalu berat dan kedalaman pondasi ini juga tidak terlalu dalam.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:

Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan diletakkan tegak
turus permukaan tanah dengan bantuan waterpass.
Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan dengan dasar tanah,
jarak antara tulangan dengan dasar tanah 40 mm, yaitu dengan menggunakan
pengganjal yang di buat dari batu kali disetiap ujung sisi/tepi tulangan bawah
agar ada jarak antara tulangan dan permukaan dasar tanah untuk
melindungi/melapisi tulangan dengan beton (selimut beton) dan tulangan tidak
menjadi karat.
Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka dapat langsung
melakukan pengecoran.

3. Pekerjaan Bekisting
Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang bersifat sementara yang digunakan
untuk mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya atau diatasnya.

Tahap-tahap pekerjaan bekisting:


Diasumsikan yang akan dibuat bekisting adalah bagian tiangnya untuk
penyambungan kolom sedangkan untuk pondasinya hanya diratakan dengan
cetok (sendok spesi).
Supaya balok beton yang dihasilkan tidak melengkung maka waktu membuat
bekisting, jarak sumbu tumpuan bekistingnya harus memenuhi persaratan
tertentu. Papan cetakan disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan
di cor.
Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar tegak lurus
tidak miring dengan bantuan alat waterpass. Papan cetakan tidak boleh bocor.
Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit. Paku diantara papan
secara berselang-seling dan tidak segaris agar tidak terjadi retak.

4. Pekerjaan Pengecoran
Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton adalah: semen, pasir, kerikil/split
serta air. Kualitas/mutu beton tergantung dari kualitas bahan-bahan pembuat
beton dan perbandingannya. Bahan-bahan harus diperiksa dulu sebelum dipakai
membuat beton dengan maksud menguji apakah syarat-syarat mutu dipenuhi.
Semen merupakan bahan pokok terpenting dalam pembuatan beton karena
mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil/split menjadi satu
kesatuan berarti semen merupakan bahan pengikat dan apabila diberi air akan
mengeras. Agregat adalah butiran-butiran batuan yang dibagi menjadi bagian
pokok ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus yang disebut pasir dan agregat
kasar yang disebut kerikil/split dan batu pecah.
Tahap-tahap pekerjan pengecoran pondasi setempat yaitu:
Membuat kotak takaran untuk perbandingan material yaitu dari kayu dan juga
dapat mempergunakan ember sebagai ukuran perbandingan.
Membuat wadah/tempat (kotak spesi) hasil pengecoran yang dibuat dari kayu
atau seng/pelat dengan ukuran tinggi x lebar x panjang adalah 22 cm x 100 cm x
160 cm dapat juga dibuat dari pelat baja dengan ukuran tebal 3 mm x 60 cm x 100
cm. Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan untuk pengecoran seperti:
semen, pasir, split, serta air dan juga peralatan yang akan digunakan untuk
pengecoran.
Membuat adukan/pasta dengan bantuan mollen (mixer) dengan perbandingan
volume 1:2:3 yaitu 1 volume semen berbanding 2 volume pasir berbanding 3
volune split serta air secukupnya.
Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam tabung dengan urutan: pertama
masukan pasir, kedua semen portand, ke tiga split dan biarkan tercampur kering
dahulu dan baru kemudian ditambahkan air secukupnya
Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama 4-10 menit
tabung mollen (mixer) dibalikan dan tungkan kedalam kotak spesi.
Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan kedalam lubang galian tanah yang
sudah diletakan tulangan dengan bantuan alat sendok spesi centong/ dan
dilakukan/dikerjakan bertahap sedikit demi sedikit agar tidak ada ruangan yang
kosong dan kerikil/split yang berukuran kecil sampai yang besar dapat masuk
kecelah-celah tulangan.
Setelah melakukan pengecoran, maka pondasi setempat tersebut dibiarkan
mengering dan setelah mengering pondasi diurug dengan tanah urugan serta
disisakan beberapa cm untuk sambungan kolom.

5. Tahap Pelaksanaan Dan Pengendalian Pekerjaan Pengecoran


Pekerjaan persiapan
Pekerjaan persiapan dilakukan dengan mempersiapkan bahan-bahan material
yang akan digunakan untuk pengecoran dan ditempatkan di daerah yang tidak
terlau jauh dengan tempat galian pondasi/tempat yang akan dicor

Cara pengadukan
Karena didalam pengecoran ini diasumsikan memakai mollen/mixer, maka
pengadukan bahan material dimasukan kedalam sebuah tabung mollen/mixer
dengan urutan: pertama memasukan pasir, kedua memasukan kerikil/split, ketiga
memasukan semen dan biarkan tercampur kering dahulu sesuai dengan
perbandingan volume.

Cara pengecoran
Setelah bahan material sudah tercampur dalam keadaan kering kemudian
tambahkan air secukupnya sampai merata, maka material tersebut berubah dalam
bentuk pasta, setelah menjadi pasta tuangkan sedikit demi sedikit kedalam galian
pondasi yang sudah diletakan tulangan dan setelah pasta masuk kedalam galian
pondasi pasta tersebut yang diratakan dengan sendok spesi/cetok sesuai dengan
kemiringan dari bentuk pondasi

Cara pelaksanaan
Setelah semua material bahan pengecoran benar-benar tercampur seluruhnya
mulai dari pasir, kerikil/split serta semen dan air sebagai bahan pengikat, maka
cara pelaksanaan pengecoran pondasi setempat
dituangkan kedalam galian pondasi dengan cara bertahap sedikit demi sedikit
dengan bantuan sendok spesi/cetok agar semua material bahan pengecoran dapat
masuk ketempat pengecoran yang sudah diletakkan tulangan dan tidak ada celah
yang kosong dan lebih padat.

- Pekerjaan Sloof
Pelaksanaan pengecoran beton dilakukan setelah pemasangan bekisting dan
tulangan selesai, dalam hal ini pelaksanaan pengecoran dilakukan serentak untuk
semua balok sloof pada ketinggian tertentu sehingga akan mempercepat waktu,
dimana pengecoran dimulai dari balok terujung dan dilanjut kebalok sloof
berikutnya.
Penuangan spesi beton ke balok sloof beton dengan menggunakan talang cor / atau
mengunakan pump concrate dan dalam pelaksanaan ini kami menngunakan beton
jadi (Ready mix)
Sebelum pelaksanaan pengecoran, dilakukan hal-hal sebagai berikut :
Menyiapkan alat-alat pendukung dilapangan seperti vibrator, pipa penyalur beton,
air compressor, lampu penerangan jika pengecoran dilakukan malam hari.
Sebelum adukan beton dimasukkan kedalam pompa, dilakukan pengambilan benda
uji dan test slump dari truk mixer. Jika tidak memenuhi syarat maka adukan beton
ditolak.
Memeriksa jumlah, letak, jarak antara panjang penyaluran, panjang penjangkaran,
diameter tulangan, beton decking dan “kaki ayam” yang harus sesuai dengan
gambar rencana. Diperiksa pula posisi bekisting agar cukup kokoh menahan beban.
Membersihkan bekisting dan tulangan dari segala jenis sampah dan kotoran dengan
kompresor, kemudian dilapisi dengan mud oil.
Lubang-lubang untuk instalasi listrik, air dan lain-lain harus terpasang dengan baik.
Setelah hal-hal tersebut diatas telah dilaksanakan maka pengecoran dapat
dilaksanakan.
Pengambilan semple beton kubus / silinder sebagai quality control menagement
mutu material harus mencapak karateristik 250 kg/cm2

- Pekerjaan Kolom
Diawali dengan pekerjaan pembesian kolom. Besi dipotong dan dirakit. Pemotongan
besi harus tepat, agar setelah ditekuk (jangkar, radius tekuk), bentuk dan panjang
jadi sesuai BBS (Bar Bending Schedule). Penekukan/pembengkokan (radius tekuk)
besi harus menggunakan piringan tekuk/ roller sesuai kelompok/ jenis diameter
besi. Periksa pemasangan kawat bendrat. (jika menggunakan metode sangkar). Besi
yang belum & sudah dipotong harus diletakkan dan diproteksi dari tanah dan hujan.
Besi yang digunakan harus sesuai jumlah dan ukurannnya dengan gambar kerja.
Setelah itu besi disetting di posisi masing-masing kolom dengan menyambung
tulangan stek yang terdapat pada sloof. Buat garis sipatan batas beton kolom pada
lantai beton tempat bekisting kolom akan didirikan. Pastikan semua pembesian
berada di dalam garis sipatan dan memiliki selimut beton, sesuai spesifikasi struktur,
serta sudah terpasang “beton decking” yang memadai.
Semua bidang dalam plywood bekisting dinding (kolom harus diolesi minyak
bekisting/mould oil sebelum didirikan. Jangan lupa dilakukan pengecekan kembali
terhadap instalasi yang masuk dalam struktur kolom. Baik itu instalasi pembuangan
ataupun instalasi elektrikal. Setelah bekisting kolom ditutup, semua sarana
perkuatan bekisting seperti Tie rod, Form Tie, Steel wale dan Adjustad support
dipasang. Kelurusan bidang bekisting dinding/kolom dicek dengan bantuan unting-
unting, waterpas dan alat ukur. Setelah bekisting terpasang baik, buat sipatan (atau
tanda dari paku) untuk batas/level pengecoran di sisi atas bekisting dinding/kolom.
Setelah bekisting kolom dan tulangannya telah siap, dilanjutkan dengan
pencampuran beton sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.
Pencampuran beton dengan menggunakan concrete mixer. Terlebih dahulu pasir
dengan kualitas baik yang rendah kadar lumpurnya dicampur dengan kerikil.
Setelah itu ditambahkan semen dan dicampur rata lalu terakhir ditambahkan air. Bila
campuran telah rata lalu dituang ke bak pencampuran dan diisi ke ember campuran
untuk diangkut dan dituang ke dalam bekisting kolom.
Dibutuhkan waktu paling kurang 2 minggu sebelum beton mengering dan bekisting
kolom bisa dilepas.

- Pekerjaan Ring Balk


Diawali dengan pemasangan bekisting dasar ring balok berupa papan yang ditopang
dengan perancah pekerjaan pembesian kolom.
Besi dipotong dan dirakit. Pemotongan besi harus tepat, agar setelah ditekuk
(jangkar, radius tekuk), bentuk dan panjang jadi sesuai BBS (Bar Bending Schedule).
Penekukan/ pembengkokan (radius tekuk) besi harus menggunakan piringan
tekuk/ roller sesuai kelompok/ jenis diameter besi. Periksa pemasangan kawat
bendrat. (jika menggunakan metode sangkar).
Besi yang belum & sudah dipotong harus diletakkan dan diproteksi dari tanah dan
hujan. Besi yang digunakan harus sesuai jumlah dan ukurannnya dengan gambar
kerja.
Besi disetting di posisi masing-masing kolom dengan menyambung tulangan stek
yang terdapat pada ring balok. Pastikan semua pembesian berada di dalam garis
sipatan dan memiliki selimut beton, sesuai spesifikasi struktur, serta sudah terpasang
“beton decking” yang memadai.
Semua bidang dalam plywood bekisting dinding (kolom harus diolesi minyak
bekisting/mould oil sebelum didirikan.
Setelah bekisting kolom ditutup, semua sarana perkuatan bekisting seperti Tie rod,
Form Tie, Steel wale dan Adjustad support dipasang.
Kelurusan bidang bekisting ring balok dicek dengan bantuan unting-unting,
waterpas dan alat ukur.
Setelah bekisting terpasang baik, buat sipatan (atau tanda dari paku) untuk
batas/level pengecoran di sisi atas bekisting dinding/kolom.

- Pekerjaan Plat Lantai


Pekerjaan plat lantai dilakukan pengukuran di lapangan bersamaan dengan
persiapan bekisting dan persiapan tulangan dan dilakukan pabrikasi, kemudian hasil
pengukuran dilapangan di cek dengan gambar apakah sudah sesuai apabila tidak
sesuai dilakukan kembali pengukuran dan apabila telah sesuai dilakukan pemasang
bekisting dan kembali di cek apakah bekisiting tersebut telah sesuai atau belum,
apabila belum sesuai dilakukan perbaikan pada bekisting dan apabila telah sesuai
dengan rencana dilanjutkan dengan pemasangan besi tulangan dan di setelah di
pasang pembesian di lakukan pengecekan pada tulangan apakah sudah sesuai
dengan rencana atau tidak, apabila tidak sesuai besi dilakukan perbaikan dan apabila
sudah sesuai dengan rencana dilanjutkan dengan pekerjaan pembersihan, dan
setelah bersih dilakukan pengecoran, dan dilanjutkan dengan pekerjaan curing,
setelah umur mencukupi bekisting di bongkar.

- Pekerjaan Pemasangan Cerucuk


Tahap Pemasangan Cerucuk :
1. Sebelum di gunakan cerucuk harus diperiksa terlebih dahulu sebelum
dipancang untuk memastikan bahwa cerucuk tersebut memenuhi ketentuan
dari bahan dan toleransi yang diijinkan.
2. Sebelum pemancangan, tindakan pencegahan kerusakan pada cerucuk harus
diambil. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan memasang cincin baja atau
besi yang kuat.
3. kepala tiang dipotong tegak lurus terhadap panjangnya sampai bagian kayu
yang keras dan diberi bahan pengawet sebelum pur (pile cap) dipasang.
4. kepala tiang (cerucuk) harus tertanam dalam pur dengan ke dalaman yang
cukup sehingga dapat memindahkan gaya.

4. Pekerjaan Tangga
- Pekerjaan Galian Tanah
Sebelum melaksanakan penggalian, posisi galian dan ukuran seperti tertera dalam
gambar sudah dipastikan benar dan harus mendapat persetujuan Direksi /
Pengawas lapangan.
Penggalian tanah pondasi dapat dimulai setelah pemasangan bouwplank dan patok-
patok disetujui Direksi / Pengawas lapangan. Dasar galian harus mencapai tanah
keras, dan jika pada galian terdapat akar-akar kayu, kotoran-kotoran dan bagian-
bagian tanah yang longgar (tidak padat), maka bagian ini harus dikeluarkan
seluruhnya kemudian lubang yang terjadi diisi dengan pasir urug.
Untuk mempertahankan kepadatan muka tanah galian, maka lubang yang sudah
siap segera dilanjutkan dengan urugan pasir dan batu kosong.

- Pekerjaan Pondasi Tangga


Metode konstruksi untuk pekerjaan pondasi setempat yaitu:
Penggalian tanah pondasi
Penulangan pondasi
Pekerjaan bekisting
Pengecoran
1. Pekerjaan Galian Tanah Pondasi
Tahap-tahap pekerjaan galian tanah pondasi setempat yaitu: Penggalian tanah
untuk pondasi setempat dilakukan secara hati-hati serta harus mengetahui ukuran
panjang, lebar dan kedalaman pondasi.
Tebing dinding galian tanah pondasi dibuat dengan perbandingan 5:1 untuk jenis
tanah yang kurang baik dan untuk jenis tanah yang stabil dapat dibuat dengan
perbandingan 1:10 atau dapat juga dibuat tegak lurus permukaan tanah tempat
meletakkan pondasi.
Dalamnya suatu galian tanah ditentukan oleh kedalamnya tanah padat/tanah
keras dengan daya dukung yang cukup kuat, min 0.5 kg/cm2
Bila tanah dasar masih jelek, dengan daya dukung yang kurang dari 0.5 kg/cm2,
maka galian tanah harus diteruskan, sampai mencapai kedalaman tanah yang
cukup kuat, dengan daya dukung lebih dari 0.5 kg/cm2.
Lebar dasar galian tanah pondasi hendaknya dibuat lebih lebar dari ukuran
pondasi agar tukang lebih leluasa bekerjanya.
Semua galian tanah harus ditempatkan diluar dan agak jauh dari pekerjaan
penggalian agar tidak mengganggu pekerjaan.

2. Pekerjaan Penulangan
a) Perakitan tulangan
Untuk pondasi setempat ini perakitan tulangan dilakukan di luar tempat
pengecoran di lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang dan
proses pembuatan pondasi dapat berjalan lebih cepat. Cara perakitan tulangan :
Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang dapat diketahui dari
ukuran pondasi setempat.
Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan pondasi setempat, dengan
memperhitungkan bentuk-bentuk tipe tulangan yang ada pada pondasi setempat
tersebut.
Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan pondasi dengan kawat pengikat
agar kokoh dan tulangan tidak terlepas.

b) Pemasangan Tulangan
Setelah merakit tulangan pondasi setempat maka untuk pemasangan tulangan
dilakukan dengan cara manual karena tulangan untuk pondasi setempat ini tidak
terlalu berat dan kedalaman pondasi ini juga tidak terlalu dalam.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:

Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan diletakkan tegak
turus permukaan tanah dengan bantuan waterpass.
Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan dengan dasar tanah,
jarak antara tulangan dengan dasar tanah 40 mm, yaitu dengan menggunakan
pengganjal yang di buat dari batu kali disetiap ujung sisi/tepi tulangan bawah
agar ada jarak antara tulangan dan permukaan dasar tanah untuk
melindungi/melapisi tulangan dengan beton (selimut beton) dan tulangan tidak
menjadi karat.
Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka dapat langsung
melakukan pengecoran.

3. Pekerjaan Bekisting
Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang bersifat sementara yang digunakan
untuk mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya atau diatasnya.

Tahap-tahap pekerjaan bekisting:


Diasumsikan yang akan dibuat bekisting adalah bagian tiangnya untuk
penyambungan kolom sedangkan untuk pondasinya hanya diratakan dengan
cetok (sendok spesi).
Supaya balok beton yang dihasilkan tidak melengkung maka waktu membuat
bekisting, jarak sumbu tumpuan bekistingnya harus memenuhi persaratan
tertentu. Papan cetakan disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan
di cor.
Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar tegak lurus
tidak miring dengan bantuan alat waterpass. Papan cetakan tidak boleh bocor.
Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit. Paku diantara papan
secara berselang-seling dan tidak segaris agar tidak terjadi retak.

4. Pekerjaan Pengecoran
Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton adalah: semen, pasir, kerikil/split
serta air. Kualitas/mutu beton tergantung dari kualitas bahan-bahan pembuat
beton dan perbandingannya. Bahan-bahan harus diperiksa dulu sebelum dipakai
membuat beton dengan maksud menguji apakah syarat-syarat mutu dipenuhi.
Semen merupakan bahan pokok terpenting dalam pembuatan beton karena
mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil/split menjadi satu
kesatuan berarti semen merupakan bahan pengikat dan apabila diberi air akan
mengeras. Agregat adalah butiran-butiran batuan yang dibagi menjadi bagian
pokok ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus yang disebut pasir dan agregat
kasar yang disebut kerikil/split dan batu pecah.

Tahap-tahap pekerjan pengecoran pondasi setempat yaitu:


Membuat kotak takaran untuk perbandingan material yaitu dari kayu dan juga
dapat mempergunakan ember sebagai ukuran perbandingan.
Membuat wadah/tempat (kotak spesi) hasil pengecoran yang dibuat dari kayu
atau seng/pelat dengan ukuran tinggi x lebar x panjang adalah 22 cm x 100 cm x
160 cm dapat juga dibuat dari pelat baja dengan ukuran tebal 3 mm x 60 cm x 100
cm. Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan untuk pengecoran seperti:
semen, pasir, split, serta air dan juga peralatan yang akan digunakan untuk
pengecoran.
Membuat adukan/pasta dengan bantuan mollen (mixer) dengan perbandingan
volume 1:2:3 yaitu 1 volume semen berbanding 2 volume pasir berbanding 3
volune split serta air secukupnya.
Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam tabung dengan urutan: pertama
masukan pasir, kedua semen portand, ke tiga split dan biarkan tercampur kering
dahulu dan baru kemudian ditambahkan air secukupnya
Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama 4-10 menit
tabung mollen (mixer) dibalikan dan tungkan kedalam kotak spesi.
Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan kedalam lubang galian tanah yang
sudah diletakan tulangan dengan bantuan alat sendok spesi centong/ dan
dilakukan/dikerjakan bertahap sedikit demi sedikit agar tidak ada ruangan yang
kosong dan kerikil/split yang berukuran kecil sampai yang besar dapat masuk
kecelah-celah tulangan.
Setelah melakukan pengecoran, maka pondasi setempat tersebut dibiarkan
mengering dan setelah mengering pondasi diurug dengan tanah urugan serta
disisakan beberapa cm untuk sambungan kolom.

5. Tahap Pelaksanaan Dan Pengendalian Pekerjaan Pengecoran


Pekerjaan persiapan
Pekerjaan persiapan dilakukan dengan mempersiapkan bahan-bahan material
yang akan digunakan untuk pengecoran dan ditempatkan di daerah yang tidak
terlau jauh dengan tempat galian pondasi/tempat yang akan dicor

Cara pengadukan
Karena didalam pengecoran ini diasumsikan memakai mollen/mixer, maka
pengadukan bahan material dimasukan kedalam sebuah tabung mollen/mixer
dengan urutan: pertama memasukan pasir, kedua memasukan kerikil/split, ketiga
memasukan semen dan biarkan tercampur kering dahulu sesuai dengan
perbandingan volume.

Cara pengecoran
Setelah bahan material sudah tercampur dalam keadaan kering kemudian
tambahkan air secukupnya sampai merata, maka material tersebut berubah dalam
bentuk pasta, setelah menjadi pasta tuangkan sedikit demi sedikit kedalam galian
pondasi yang sudah diletakan tulangan dan setelah pasta masuk kedalam galian
pondasi pasta tersebut yang diratakan dengan sendok spesi/cetok sesuai dengan
kemiringan dari bentuk pondasi

Cara pelaksanaan
Setelah semua material bahan pengecoran benar-benar tercampur seluruhnya
mulai dari pasir, kerikil/split serta semen dan air sebagai bahan pengikat, maka
cara pelaksanaan pengecoran pondasi setempat
dituangkan kedalam galian pondasi dengan cara bertahap sedikit demi sedikit
dengan bantuan sendok spesi/cetok agar semua material bahan pengecoran dapat
masuk ketempat pengecoran yang sudah diletakkan tulangan dan tidak ada celah
yang kosong dan lebih padat.

- Pekerjaan Balok Anak Tangga


Diawali dengan pemasangan bekisting dasar ring balok berupa papan yang ditopang
dengan perancah pekerjaan pembesian kolom.
Besi dipotong dan dirakit. Pemotongan besi harus tepat, agar setelah ditekuk
(jangkar, radius tekuk), bentuk dan panjang jadi sesuai BBS (Bar Bending Schedule).
Penekukan/ pembengkokan (radius tekuk) besi harus menggunakan piringan
tekuk/ roller sesuai kelompok/ jenis diameter besi. Periksa pemasangan kawat
bendrat. (jika menggunakan metode sangkar).
Besi yang belum & sudah dipotong harus diletakkan dan diproteksi dari tanah dan
hujan. Besi yang digunakan harus sesuai jumlah dan ukurannnya dengan gambar
kerja.
Besi disetting di posisi masing-masing kolom dengan menyambung tulangan stek
yang terdapat pada ring balok. Pastikan semua pembesian berada di dalam garis
sipatan dan memiliki selimut beton, sesuai spesifikasi struktur, serta sudah terpasang
“beton decking” yang memadai.
Semua bidang dalam plywood bekisting dinding (kolom harus diolesi minyak
bekisting/mould oil sebelum didirikan.
Setelah bekisting kolom ditutup, semua sarana perkuatan bekisting seperti Tie rod,
Form Tie, Steel wale dan Adjustad support dipasang.
Kelurusan bidang bekisting ring balok dicek dengan bantuan unting-unting,
waterpas dan alat ukur.
Setelah bekisting terpasang baik, buat sipatan (atau tanda dari paku) untuk
batas/level pengecoran di sisi atas bekisting dinding/kolom.

- Pekerjaan Lantai Keramik

Bahan keramik banyak digunakan untuk lantai (flooring). Dengan banyak pilihan
warna, motif, serta ukuran akan memperindah tampilan ruangan. Untuk
memasangya dibutuhkan keahlian dan ketelitian agar mendapatkan hasil yang
bagus. Namun Anda pun bisa belajar memasang keramik sendiri. Dalam
pemasangannya ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, agar pemasangan
keramik tepat dan benar.

Tentukan jenis keramik yang dibutuhkan, misalnya untuk lantai eksterior atau
interior. Pemilihan ini disesuaikan dengan kondisi tempat pemasangannya.
Tentukan luas permukaan yang akan dilapisi keramik, serta bahan pemasangannya.
Keramik yang dibutuhkan dilebihkan sekitar 15% dari luas ruangan terkukur untuk
jenis pemasangan paralel, dan 25% untuk diagonal.
Tentukan warna, ukuran, dan motif keramik.
Tentukan metode atau cara pemasangan yang akan dilakukan, apakah open join
dengan lebar nat >3mm, atau closed join dengan nat kecil < 3mm.
Tentukan pola pemasangan yang diinginkan, apalah paralel atau diagonal.
Pemasangan secara diagonal akan membutuhkan lebih banyak keramik karena
banyaknya keramik yang dipotong pada tepi ruangan.

Persiapan Memasang Keramik


Pastikan lantai yang akan dipasang keramik sudah kuat dan rata. Hal ini untuk
memastikan keramik yang terpasang tidak akan retak dan pecah. Pastikan pula
dasar lantai tidak terdapat retakan dan serpihan, jika ada harus dihaluskan dan
dibersihkan terlebih dahulu.

Bahan yang digunakan :

Meteran
Penggaris siku
Sarung tangan
Kacamata pengaman
Palu karet
Pemotong ubin atau tang ubin
Benang ukur dan paku
Pisau plamur
Cetok
Tile spacer
Waterpass alumunium (bubble level)
Spons
Spidol atau kapur
Mortar sebagai perekat keramik
Tile grout sebagi pengisi nat

Cara Pemasangan Keramik

Temukan titik pusat dari area lantai. Titik pusat dapat ditentukan dengan mengukur
persilangan sudut ruangan yang satu ke sudut lainnya. Kemudian tandai pertengahan
garis yang terukur. Menemukan titik pusat merupakan prioritas utama, karena hal ini
akan menentukan di mana harus memasang keramik yang pertama dan berikutnya.
Mulailah pemasangan keramik yang pertama dari titik pusat ke salah satu dinding
Aplikasikan mortar perekat keramik dengan cetok (bergerigi lebih baik) secara merata
pada dasar lantai. Rentangan aplikasi perekat sebaiknya jangan terlalu luas cukup 3-4
ubin keramik. Dikhawatirkan perekat akan cepat mengering, sehingga rekatannya
pada keramik tidak bagus.
Letakkan keramik di atasnya, dan tekan ke bawah dengan pelan, serta ketok dengan
palu karet hingga posisi ubin stabil. Pada saat mengetok keramik, pastikan Anda
mengecek suara yang timbul. Jika suara berdengung berarti ada perekat yang tidak
merekat pada keramik. Segera angkat keramik tersebut dan lakukan perbaikan
pengadukan perekat hingga merata dan tempelkan pada posisi semula.
Gunakan tile spacer (pemisah ubin) dan lanjutkan pemasangan ubin berikutnya.
Pakailah waterpass alumunium untuk mengepaskan ketinggian keramik sampai
merata. Jika terlihat ada permukaan yang tidak rata, maka bisa menambah atau
mengurangi mortar perekat keramik sampai rata.
Pada saat pemasangan pada ujung baris, lakukan pengukuran pada keramik yang
akan dipotong dengan cara menempatkannya di atas keramik terakhir, serta dengan
memberi ruang untuk nat. Tandai dengan spidol pada keramik yang akan dipotong.
Ulangi langkah nomer 2 hingga 7 untuk baris keramik berikutnya.
Biarkan selama satu setengah hari agar mortar perekat keramik mengering.
Lakukan pengisian nat dengan grout. Grout merupakan mortar (semen) yang
digunakan untuk mengisi kekosongan atau celah keramik.
Bersihkan kelebihan grout dengan menggunakan spons basah.

5. Pekerjaan Pasangan dan Plasteran


- Pasangan Batu Bata
Pasangan batu akan digunakan dalam pembangunan berbagai bangunan dan
pendukungnya yang mencakup namun tidak terbatas kepada, bangunan hidraulik,
pelapis saluran dan bangunan pelindung, saluran drainase, dinding penahan
(retainingwall), penahan lereng, pondasi untuk bangunan, pembatasjalan, dan lain
sebagainya.Semua pekerjaan pasangan batu harus dilaksanakan berdasarkan
persyaratan yang sesuai dalam Spesifikasi Teknis. taudalam Gambar maupun yang
disyartkan oleh Direksi. Bahan dan metode konstruksi untuk pasangan batu harus
memenuhi Standar Peraturan Indonesia yang berlaku untuk material adalah N.I 13
(Batu Belah) dan PUBI-1982 (PeraturanUmum Bahan Bangunan di Indonesia). Selain
itu spesifikasi juga harus mengacu kepada Standar PerencanaanIrigasi yang
diterbitkan oleh Dirjen Pengairan, Departemen Pemukiman dan Pengembangan
Prasarana Wilayah, Republik Indonesia

Material yang harus digunakan dalam pasangan batu adalah sebagai berikut : Batu
pasangan harus berasal dari batuan sungai maupun hasil pemecahan sebagaimana
yang disetujui oleh Direksi, tidak saling melekat satu sama lainnya dan tidak memiliki
cacat lainnya. Batu harus memiliki spesifikasi gravity tidak kurang 2.5. Batu pasangan
harus terdiri dari ukuran yang beragam, dipasang dengan bantuan pemukulan
dengan palu sehingga saling berdekatan dan tidak ada siar besar diantaranya. Setiap
batu harus memiliki berat antara 6 hingga 25 kg. batu yang lebih kecil dapat
digunakan, namun harus memperoleh persetujuan dari Direksi terlebih dahulu.
Ukuran maksimum batu harus dibatasi hingga 2/3ketebalan pelatatau dinding yang
akan dibangun. Atau tidak boleh lebih besar dari pada 30 cm. Kecuali diizinkan oleh
Direksi, penggunaan batu ulat, hanya diizinkan dalam jumlah yang terbatas dengan
pencampuran dengan batu bersudut, dan tidak boleh digunakan untuk dinding
dengan ketebalan kurang dari 40 cm. Batu pasangan yang disimpan di lokasi proyek
harus dijaga agar pada saat akan dipasang berada dalam keadaan basah.

- Plasteran
Pekerjaan plesteran akan dilaksanakan pada setiap permukaan konstruksi yang barus
selesai dibangun dan bagian-bagian lain yang dianggap perlu dilaksanakan.
Pekerjaan ini akan dilaksanakan dalam 2 lapisan, lapisan 1 yaitu dilaksanakan
plesteran sesuai spesifikasi di atas dan lapisan 2 akan dilakukan dengan adukan aci
yang mempunyai kekentalan yang memenuhi syarat. Sebelum pekerjaan ini
dilaksanakan terlebih dahulu permukaan yang akan diplester akan dibuat kasar dan
bersih atau ditentukan lain oleh Direksi.

- Acian
Pastikan semua titik instalasi sudah direncakan agar tidak mengulang pekerjaan.
Dan beri tanda pada titik instalasi ,serta benanmkan kabel pada pvc agar terhindar
dari air yang meresap saat dilakukan penyiraman.
Lakukan penyiraman terhadap permukaan dinding yang akan di plester.
Pembuatan mortal plesteran dengan pencampuran adukan kering mortar MU-100
dengan air hingga homogen dan rata menggunakan adukan mekanis (molen) atau
manual dalam wadah adukan.
Membuat acuan plesteran (point) dengan ketebalan yang ditentukan pada sisi
tembok yang akan diplester dengan jarak antara 1.5 meter vertical.
Memplester atau menghubungkan antara acuan plesteran dengan mortar lalu
diratakan dengan jidar membentuk satu garis lurus vertical.
Setelah pekerjaan plesteran selesai lakukan penyiraman secukupnya agar tidak
terjadi keretakan pada permukaan.
Siapkan peralatan acian dan mortar acian yaiutu mixing antara adukan kering MU-
200 dengan air.
Sebelum mengaci usapkan air pada permukaan plesteran agar permukaan plesteran
dapat menyerap air semen dengan baik.
Lalu laburkan mortar acian di permukaan plesteran usapkan dengan rata dengan
peralatan.
Haluskan permukaan acian yang sudah kering dengan mengamplas menggunakan
kertas semen hingga rata dan halus.

6. Pekerjaan Lantai
- Pekerjaan Pasir Urug
Pekerjaan urugan pasir pada proyek ini meliputi urugan pasir yang didatangkan
dari, pasir yang didatangkan dari borrow area dengan kualitas pasir yang baik untuk
timbunan, bersihdari kotoran dan akar-akar kayu dan harus mendapat persetujuan
Pengawas Lapangan berdasarkan spesifikasi teknis. Dalam pelaksanaannya
pekerjaan timbunan ini perlu diperhatikan dari segi Kesehatan dan Keselamatan
Kerja., dan dampak lingkungan(Environmental Aspect), terutama pada saat
transportasi material timbunan.
Peralatan yang digunakan.
1.Alat penghampar
2.Tamping Rammer
3.Dumptruck kapasitas 4.0 ton.
4.Manpower
Metode kerja.
Pasir stok dari samping lubang dihampar ke lokasi timbunan dengan tenaga orang.
Dan/atau tanah dari luar lokasi, diangkut dengan dumptruck dituangkanke
lokasitimbunan, dan dihampar dengan tenaga orang.
Dengan menggunankan Alat pemadat, pemadatan dilakukan lapis demi
lapis.Demikian seterusnya sampai dicapai elevasi yang diinginkan

- Beton Lantai dan Selasar


Material Semen PC, Batu Pecah, Pasir Beton, Air, Concrete Mixer dan Concrete
Vibrator sudah harus on site di lokasi yang akan dikerjakan . Pencampuran material
dilakukan dengan Concrete Mixer. Pengecoran tidak bisa dilakukan sebelum
pekerjaan perancah dan pekerjaan persiapan, telah sempurna dikerjakan dan
disetujui oleh Direksi. Permukaan sebelah dalam dari acuan harus sudah dibersihkan
dari bahan-bahan lepas, kotoran-kotoran maupun potongan kawat/besi. Beton untuk
pekerjaan beton bertulang harus dicor dalam jumlah sedikit-sedikit, dalam keadaan
dapat dibentuk dengan perbandingan air semen sedemikian rupa untuk mencapai
kekuatan yang ditentukan. Selama pengecoran beton harus dipadatkan dengan alat
pemadat (Concrete Vibrator) Ketelitian dalam hal pemadatan perlu diperhatikan
agar supaya sudut - sudut, sela-sela diantara terisi dan disekeliling terpenuhi. Semua
rongga-rongga / gelembung udara tidak boleh terjadi pada pemadatan. Harus
diperhatikan agar penggetaran / pemadatan tidak terlalu lama yang dapat
mengakibatkan pemisahan bahan-bahan (segregation). Permukaan beton yang
sudah di cor harus diusahakan tetap dalam keadaan lembab, dengan cara
menutupinya dengan kurang-karung-karung basah atau menggenangi air sampai
selama paling lambat 2 minggu

- Pekerjaan Lantai Keramik


Bahan keramik banyak digunakan untuk lantai (flooring). Dengan banyak pilihan
warna, motif, serta ukuran akan memperindah tampilan ruangan. Untuk
memasangya dibutuhkan keahlian dan ketelitian agar mendapatkan hasil yang
bagus. Namun Anda pun bisa belajar memasang keramik sendiri. Dalam
pemasangannya ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, agar pemasangan
keramik tepat dan benar.
Tentukan jenis keramik yang dibutuhkan, misalnya untuk lantai eksterior atau
interior. Pemilihan ini disesuaikan dengan kondisi tempat pemasangannya.
Tentukan luas permukaan yang akan dilapisi keramik, serta bahan pemasangannya.
Keramik yang dibutuhkan dilebihkan sekitar 15% dari luas ruangan terkukur untuk
jenis pemasangan paralel, dan 25% untuk diagonal.
Tentukan warna, ukuran, dan motif keramik.
Tentukan metode atau cara pemasangan yang akan dilakukan, apakah open join
dengan lebar nat >3mm, atau closed join dengan nat kecil < 3mm.
Tentukan pola pemasangan yang diinginkan, apalah paralel atau diagonal.
Pemasangan secara diagonal akan membutuhkan lebih banyak keramik karena
banyaknya keramik yang dipotong pada tepi ruangan.
Persiapan Memasang Keramik
Pastikan lantai yang akan dipasang keramik sudah kuat dan rata. Hal ini untuk
memastikan keramik yang terpasang tidak akan retak dan pecah. Pastikan pula
dasar lantai tidak terdapat retakan dan serpihan, jika ada harus dihaluskan dan
dibersihkan terlebih dahulu.

Bahan yang digunakan :


Meteran
Penggaris siku
Sarung tangan
Kacamata pengaman
Palu karet
Pemotong ubin atau tang ubin
Benang ukur dan paku
Pisau plamur
Cetok
Tile spacer
Waterpass alumunium (bubble level)
Spons
Spidol atau kapur
Mortar sebagai perekat keramik
Tile grout sebagi pengisi nat

Cara Pemasangan Keramik


Temukan titik pusat dari area lantai. Titik pusat dapat ditentukan dengan mengukur
persilangan sudut ruangan yang satu ke sudut lainnya. Kemudian tandai pertengahan
garis yang terukur. Menemukan titik pusat merupakan prioritas utama, karena hal ini
akan menentukan di mana harus memasang keramik yang pertama dan berikutnya.
Mulailah pemasangan keramik yang pertama dari titik pusat ke salah satu dinding
Aplikasikan mortar perekat keramik dengan cetok (bergerigi lebih baik) secara merata
pada dasar lantai. Rentangan aplikasi perekat sebaiknya jangan terlalu luas cukup 3-4
ubin keramik. Dikhawatirkan perekat akan cepat mengering, sehingga rekatannya
pada keramik tidak bagus.
Letakkan keramik di atasnya, dan tekan ke bawah dengan pelan, serta ketok dengan
palu karet hingga posisi ubin stabil. Pada saat mengetok keramik, pastikan Anda
mengecek suara yang timbul. Jika suara berdengung berarti ada perekat yang tidak
merekat pada keramik. Segera angkat keramik tersebut dan lakukan perbaikan
pengadukan perekat hingga merata dan tempelkan pada posisi semula.
Gunakan tile spacer (pemisah ubin) dan lanjutkan pemasangan ubin berikutnya.
Pakailah waterpass alumunium untuk mengepaskan ketinggian keramik sampai
merata. Jika terlihat ada permukaan yang tidak rata, maka bisa menambah atau
mengurangi mortar perekat keramik sampai rata.
Pada saat pemasangan pada ujung baris, lakukan pengukuran pada keramik yang
akan dipotong dengan cara menempatkannya di atas keramik terakhir, serta dengan
memberi ruang untuk nat. Tandai dengan spidol pada keramik yang akan dipotong.
Ulangi langkah nomer 2 hingga 7 untuk baris keramik berikutnya.
Biarkan selama satu setengah hari agar mortar perekat keramik mengering.
Lakukan pengisian nat dengan grout. Grout merupakan mortar (semen) yang
digunakan untuk mengisi kekosongan atau celah keramik.
Bersihkan kelebihan grout dengan menggunakan spons basah.

7. Pekerjaan Atap dan Langit Langit


Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas struktur pendukungnya (kolom atau
ringbalk) harus dilaksanakan secara benar dan cermat, agar rangka atap baja ringan
terpasang sesuai dengan persyaratannya.
Persyaratan teknis rangka atap baja ringan di antaranya adalah:
Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan angkur (dynabolt) pada kedua
tumpuannya. Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk. Ketinggian apex untuk
pemasangan nok di atas setiap

kuda-kuda rata.
Sisi miring atap rata (tidak bergelombang).
Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.
Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat kesalahan pelaksanaan pekerjaan.
Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas kedua tumpuannya dapat dilakukan dengan
dua cara, yaitu:
a. Dipasang langsung di atas ringbalk.
b. Dipasang di atas ringbalk dengan perantara wall-plate.

Penggunaan sistem tumpuan dengan wall-plate sedapat mungkin harus dihindari,


karena tumpuan dengan wall-plate hanya ditujukan untuk meratakan (leveling) ringbalk,
jika ringbalk tidak rata.
Penggunaan wall-plate akan berakibat kedalaman dynabolt yang tertanam di dalam
ringbalk menjadi berkurang. Selain itu, juga terdapat ruang kosong di dalam wall-plate
yang dapat mengakibatkan perletakan kuda-kuda menjadi kurang stabil.

Cara pasang baja ringan


Tumpuan dengan Wall-plate dan Langsung ringbalk
Contoh sistem tumpuan Wall-Plate Kuda-kuda ditumpuka pada boxed C75.100 , diikat
dengan grip segitiga
Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti beberapa langkah kerja sebagai berikut:

Langkah 1: Persiapan kerja


Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan kuda- kuda, dan tidak diperkenankan
menggunakan gambar draft sebagai panduan.
Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja, dan
memperhatikan petunjuk tentang persyaratan melakukan pekerjaan di atas ketinggian
(lihat bagian keselamatan kerja).
Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda, antara lain: bor dan
hexagonal socket,meteran, selang air (waterpass), alat penyiku, mesin pemotong, gergaji
besi, palu, dan sebagainya.
Langkah-langkah : Leveling dan marking
Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku, dengan
menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu

Cara pasang baja ringan


2. Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian bangunan dan
tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.
3. Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar rencana
atap.
4. Mengukur jarak antar kuda-kuda

c. Langkah 3: Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda

1. Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak meng akibatkan kerusakan pada
rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit .
Cara pasang baja ringan

2. Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan kiri
kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat kuda-kuda,
dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi
kiri, sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah sisi kanan.

3. Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus


dengan ringbalok menggunakan benang dan lot (unting-unting)

4. Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan 4 buah


screw 12 – 14 x 20 HEX.

5. Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan menambahkan


balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak berubah.
6. Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda, sesuai
dengan posisinya dalam gambar kerja.
7. Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as
(maksimum 1,2 meter).
8. Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda
(Apex), dan memastikan garis nok memiliki ketinggian yang
sama (datar)

9. Memasang balok nok.


10. Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika bekerja beban angin. Bracing
dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
11. Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas truss,
jurai dan rafter
12. Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap yang
digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat memakai screw ukuran 10-
16×16 sebanyak 2 (dua) buah

13. Memasang outrigger (gording tambahan setelah kuda-kuda terakhir yang menumpu
ringbalk). Pada atap jenis pelana, outrigger dapat dipasang sebagai overhang dengan
panjang maksimal 120 cm dari kuda- kuda terluar, dan jarak antar outrigger 120 cm.
outrigger harus diletakkan dan di-screw dengan dua buah kuda-kuda yang terdekat.

14.Memasang ceilling battens dengan jarak antar masing-masing ceilling battens adalah
120 cm. Komponen ini dipasang pada permukaan bagian atas bottom chord kuda-kuda
dan di-screw.

Untuk pertemuan ceilling battens dengan ring balok di beri bantalan bracket yang diikat
memakai 2 (dua) buah dynabolt. Fungsi ceilling battens adalah untuk memperkuat
ikatan antar kuda-kuda. Jika diperlukan, sambungan memanjang ceilling battens
sebaiknya tepat diatas bottom chord.

Setiap sambungan harus overlap 40 cm, dan setiap pertemuan dengan bottom chord
harus di-screw. Ceiling battens
selanjutnya dapat difungsikan untuk menahan plafond dan penggantungny Pemasangan
ceiling battens Sambungan ceilling battens atau top span overlap sepanjang 40 cm
dengan perkuatan 4 buah screw

d. Pemasangan penutup atap


1. Memeriksa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai dengan nomor, kedataran nok
maupun sisi atap, dan memastikan support overhang terpasang dengan benar .

2. Bila menggunakan Aluminium Foil, maka lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas
jurai dan rafter,
3. Menentukan jarak reng sesuai dengan jenis penutup atap yang digunakan, kemudian
dilanjutkan dengan
pemasangan reng (roof battens) dengan screw 10 – 16 x 16 HEX.
4. Memasang satu jalur penutup terlebih dahulu dari bawah ke atas. Pemasangan
penutup atap harus lurus dan rapi
agar polanya menjadi rapi dan tidak berbelok – belok

Inspeksi Akhir
Karat dapat disebabkan oleh penempelan kotoran (serpihan- serpihan akibat proses
pemotongan baja ringan) atau penggunaan bahan logam lain pada struktur baja ringan,
seperti:

pengikatan dengan kawat bendrat, pemasangan sekrup yang tidak standar, atau karena
goresan benda tajam.
Jika terjadi korosi pada suatu logam yang menempel pada baja ringan, maka resiko
penjalaran korosi sangat besar
Oleh karena itu harus dilakukan inspeksi akhir untuk memastikan tidak ada kotoran
maupun logam-logam lain yang masih menempel ataupun berada di sekitar struktur baja
ringan.

8. Pekerjaan Pengecatan
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan pengecatan meliputi, pembersihan permukaan yang akan dicat, mendempul
permukaan berpori, meratakan permukaan yang akan dicat, pengecatan dan perapihan
hasil pekerjaan.

Persiapan Pekerjaan
Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule, peralatan,
personil kerja pekerjaan dimulai.
Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum tanggal
dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
Menyediakan tangga pijakan untuk pengecatan
Menyediakan alat-alat keselamatan K3 dan rambu-rambu peringatan
Sebelum melakukan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus rata dan
dibersihkan terlebih dahulu.
Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan menggunakan amplas kasar.
Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
Permukaan dihaluskan dengan menggunakan amplas halus.
Melakukan pengecatan dengan cat dasar.
Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan.

4. Tahapan Pekerjaan
Tahapan%2BPekerjaan%2BPengecatan%2BDinding
Tahapan Pekerjaan Pengecatan Dinding

5. Kebutuhan Bahan, Alat dan Tenaga


Bahan
• Cat Primer dan Cat Emulsi : Sesuai degan Spesifkasi
• Kerta Amplas
• Air : air bersih bebas dari unsur minyak

Perlatan
• Alat Tukang
• Kuas

Tenaga
• Pekerja
• Tukang
• Kepala Tukang
• Mandor

9. Pekerjaan Instalasi Listrik


a. Lingkup Pekerjaan
Melakukan Pembobokan dinding, memasang pipa konduit, pemasangan kabel,
pemasangan fitting dan lampu, perapihan, pemasangan daya utama, dan pengujian.

b. Persiapan Pekerjaan
Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule, perlatan, personil
kerja dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk memperoleh persetujuan dari
Konsultan sebelum pekerjaan
Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum tanggal
dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
Pekerjaan bobokan dinding
Pekerjaan pasangan pipa konduit
Pekerjaan wireing
Pekerjaan Instalasi komponen penerangan
Pekerjaan Instalasi Panel

c. Metode Pelaksanaan
Berikut langkah-langkah dalam pekerjaan instalasi elektrikal arus kuat.
Kabel vetical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit yang mana pipa
conduit ditanam dalam dinding sebelum pekerjaan plesteran, supaya tidak mudah
berubah ketika dinding diplester.
Kabel horizontal diletakan ditray yang tergantung pada plat lantai atau dengan pipa
conduit nyang diklem ke plat lantai dengan jarak 1m.
Pekerjaan conduit saklar, stop kotak dan panel dikerjakan sebelum plesteran dan acian
dikerjakan agar ada koordinasi antara pekerjaan ME dan finishing jadi halus rapih.
Perkerjaan pemasangan fitting dan armature menunggu kabel dites ketahanannya agar
tidak terjadi bongkar pasang.
Pekerjaan pemasangan fitting, lampu serta komponen lainnya membutuhkan koordinasi
antara pekerjaan ME dan pekerjaan plafon.
Untuk komponen elektrikal yang tidak dipasangkan di plafon dapat dilakukan dengan
persetujuan direksi.
Penyambungan sparingan akan dilakukan serapih mungkin dan apabila ada pekerjaan
sparingan yang tertinggal akan dilakukan pekerjaan coring.
Panel utama dan panel pembagi listrik dipasang pada dinding yang telah ditentukan rata
dan tidak miring.
Semua pasangan instalasi listrik memiliki arde utama pada panel yang berhubungan
dengan Swicth grounding system.
Pemasangan arde / grounding sistem harus memenuhi spesifikasi teknis yang diaturkan.
Semua kabel yang masuk kedalam panel harus diberi tanda sesuai kegunaannya dan
lubang dilindungi karet agar debu tidak dapat masuk. Kabel dia 16mm2 harus diberi
sepatu kabel pada panel.
Pada pintu bagian dalam dari pada setiap panel dibuatkan diagram instalasinya
termasuk daya cadangan yang sudah direncanakan, serta pada komponen mcb di buat
notasi/tanda.
Tes ketahanan kabel sebesar 2 ohm dan grounding serta fitting dan armature selam -/+ 1
x 24 jam.

10. Pekerjaan Pintu dan Jendela


Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding, dipasang rangka yang
disebut Kusen, kusen untuk tempat tinggal terbuat dari kayu atau logam. Kusen kayu
memberikan penampilan yang hangat dan indah dari tampilan tekstur serat-serat kayu
yang dimilikinya, mempunyai nilai penyekat panas yang baik dan pada umumnya tahan
terhadap pengaruh cuaca. Rangka jenis ini dapat berupa produk pabrik yang telah
diselesaikan dengan pelapisan cat, pewarnaan atau masih berupa kayu asli tanpa
pelapisan. Kusen dari bahan logam berbeda dari kayu,Kusen logam dapat terbuat dari
alumunium, baja atau baja tak berkarat (stainless-steel), warna alami logam dapat
ditutup dengan lapisan cat dan dirawat engan baik untuk mencegah korosi.

Ukuranpenampang batang kayu untuk rangka pintu dan jendela adalah sebagai berikut :
Pada pintu biasa dengan satu daun: 5/10 5/12 5/14 5/15 cm ,6/10 6/12 6/14 6/15 cm
7/12 cm
Pada pintu rangkap dengan dua daun:8/10 8/12 8/14 8/15 cm

Bagian-Bagian Kusen
Kusen terdiri atas :
Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah
sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun jendela.
Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam tembok yang
berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang.
Alur kapur, bagian dari tiang yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk menahan gerakan
kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila terjadi penyusutan, tidak
timbul celah.
Angkur, dipasang pada tiang berfungsi untuk memperkuat melekatnya pada tembok
juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
Duk (neut), dipasang pada tiang di bagian bawah, khusus untuk kusen pintu, berfungsi
untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung tiang kayu terhadap
resapan air dari latai ke atas.

1. Pemasangan Kusen Pintu


Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;
Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau
Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank untuk
menentukan kedudukan kusen.
Pasang angker pada kusen secukupnya.
Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi
bouwplank.
Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-
unting.
Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh.
Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian
dan ketegakan dari kusen.
Bersihkan tempat sekelilingnya.

2. Pemasangan Kusen Jendela


Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;
Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
Rentangkan benang selebar setengah ukuran batu bata dari as bouwplank.
Pasang bata setengah batu setinggi dasar kusen jendela .
Rentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank.
Pasang kusen jendela setinggi benang tersebut.
Pasang kusen jendela sampai betul-betul tegak dengan pertolongan unting-unting.
Pasang skur agar kedudukannya stabil dan kuat.
Cek kembali posisi kusen jendela sampai terpasang pada keadaan yang benar.
Bersihkan tempat sekelilingnya.

3. Memasang Daun Pintu


Pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu. Kusen dipasang tetap atau mati di
dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel
sehingga dapat
berputar pada engsel, berputar ke kiri atau ke kanan. Namun, daun pintu ada yang tidak
berputar pada engsel, melainkan bergeser di depan kusennya. Pintu tersebur dinamakan
dengan pintu geser. Kedudukan daun pintu pada saat ditutup melekat dengan sponing
pada kusen pintu, kecuali pada bagian bawah, kedudukannya dibuat beberapa cm di
atas lantai.

Cara Pemasangan

Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.


Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu (sisi tebal)
dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm (untuk pintu
dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu dengan 3 engsel)
Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan engsel
pada daun pintu.
Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang kusen
Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian
masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada kusen pintunya.
Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan pen.
Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus
dengan kusen.

4. Memasang Daun Jendela


Seperti halnya pintu, jendela terdiri atas kusen atau gawang dan daun jendela. Kusen
dipasang tetap atau mati di dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen
dengan menggunakan engsel
sehingga dapat berputar pada engsel, berputar horizontal (ke kiri danke kanan) atau
berputar ertikal (ke atas dan ke bawah). Namun, ada jenis jendela yang tetap atau mati,
biasa disebut jendela mati engan tujuanuntuk penerangan. Kedudukan daun jendela
pada saat ditutup melekat dengan sponing pada kusen jendela.

Cara Pemasangan
Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.
Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela pada tiang daun jendela (sisi
tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran
horizontal) atau engsel ditanam pada bagian ambang atas daun jendela dengan jarak 15-
20 cm dari bagian tepi (untuk putaran vertikal).
Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang/ambang atas jendela tempat engsel yang sesuai dengan
engsel pada daun jendela.
Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang/ambang atas kusen
Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela pada
kusen jendelanya.
Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan pen.
Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus
dengan kusen.

5. Pemasangan Kaca
Dengan sifat kaca yang sangat mudah pecah dan membutuhkan ekstra hati-hati dalam
penanganannya, sebaiknya perlu diperhatikan beberapa hal yang penting pada saat
memasang kaca pada daun pintu/jendela. Konstruksi pemasangan kaca pada daun
pintu/jendela dapat dilakukan dengan bermacam-macam metode, tergantung dari
ukuran kayu, material rangka daun intu/jendela, fungsi, dan ketebalan kaca. Apabila
kaca dengan tebal kurang dari 4 mm, sebaiknya gunakan sistem rangka tempel, papan
belakang yang sekaligus daun pintu/jendela berfungsi sebagai penahan kaca agar stabil
dan tidak pecah, kemudian ditambahkan lis tempel di sekeliling kaca untuk menahan
kaca tetap pada posisinya. Bila tebal kaca lebih dari 5 mm, dapat digunakan rangka kayu
solid, bagian dalam rangka perlu dibuat satu lajur takikan untuk penempatan kaca.
Kemudian kaca ditahan dengan lis kecil di sekeliling rangka kayu.

Cara memasang kaca pada daun pintu/jendela adalah sebagai berikut;


Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas. Usahakan
letakkan pada meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun pintu. Atau letakkan
pada lantai yang datar.
Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain untuk
memegang kaca.
Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun pintu/jendela.
Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang dipasang lis
kayu. Ini untuk menghindari goresan pada permukaan kaca karena gerakan martil.

Kuala Simpang, 02 Agustus 2018


Penawar,