Anda di halaman 1dari 58

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/295705292

Bab 06 Kimia Dasar - Kesetimbangan Kimia

Data · July 2014


DOI: 10.13140/RG.2.1.3099.6244

CITATIONS READS

0 5,459

1 author:

Abdul Wahid
University of Indonesia
57 PUBLICATIONS   41 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

DEDC of Biodiesel education plant View project

Synthesis of Renewable Diesel from Palm Oil and Jatropha Curcas Oil through Hydrodeoxygenation using NiMo/Zal View
project

All content following this page was uploaded by Abdul Wahid on 23 February 2016.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Kesetimbangan Kimia
Abdul Wahid Surhim

2 0 1 4
Rujukan

• Chapter 12 dan 14: Masterton, William L. and Hurley,


Cecile N. 2009. Chemistry: Principles and Reactions.
Sixth Edition. Books/Cole. Cengage Learning
Kerangka Pembelajaran

1. Keadaan Kesetimbangan
2. Konstanta Kesetimbangan
3. Kesetimbangan Heterogen
4. Faktor-faktor yang Mengubah Komposisi Campuran
Kesetimbangan
5. Pengaruh Katalis
6. Kesetimbangan dalam Larutan Asam-Basa (Buffer)
Mencapai Kesetimbangan
Keadaan Kesetimbangan

aA  bB  cC  dD
Dengan berjalannya waktu, konsentrasi reaktan turun dan konsentrasi produk
naik sampai tingkat konsentrasi keduanya berada pada kondisi tetap, harga
kesetimbangannnya (equilibrium values).
1. Laju reaksi maju dan balik adalah sama.
2. Keadaan kesetimbangan kimia.
3. Campuran kesetimbangan – campuran reaktan dan produk yang berada
pada keadaan setimbang.
4. Keadaan dinamik – reaksi maju dan balik berjalan pada laju yang sama.
• Tidak ada konversi netto reaktan ke produk
Konstanta Kesetimbangan

C  D
c d

aA  bB  cC  dD Kc 
A B
a b

aA  bB  cC  dD
1
K 
'
c
Kc
Fasa GAS:
K p  K c RT 
n
aA(g)  bB(g)  cC(g)  dD(g)
pCc pDd
Kp  a b
p A pB
n = (c + d) – (a + b)
Contoh

• Untuk reaksi
CO (g) + 2 H2 (g)  CH3OH (g)
konsentrasi kesetimbangannya adalah:
[CO]e = 2.58 M; [H2]e = 0.280 M; [CH3OH]e = 2.93 M pada
suhu 210o C. Hitung konstanta kesetimbangan, Kc, untuk
reaksi ini dan Kp
Jawaban

[CH3 OH]
Kc 
[CO][H 2 ]2
(2.93)
Kc  2  14.5
(2.58)(0.280)

n = -2
2
 L  atm  
Kp  (14.5) 0.0821 483K   9.22  10 3
 mol  K  
Kesetimbangan Heterogen
• Kesetimbangan homogen (homogeneous equilibria) – raktan
dan produk berada pada fasa tunggal.
• Kesetimbangan heterogen (heterogeneous equilibria) - raktan
dan produk berada pada lebih dari satu fasa.
– Padatan – konsentrasi molarnya tetap
• Dapat dihitung dari densitas dan massa molar.
• Bebas dari jumlahnya
– Konsentrasi padatan murni atau cairan murni tidak
dimasukkan saat menulis persamaan kesetimbangan untuk
kesetimbangan heterogen
Menilai Tingkat Reaksi
Kc 
C  D
c d

• Nilai Kc BESAR ( > 103)


– Produk menonjol dibanding reaktan
A B
a b

– Reaksi mengarah hampir ke sempurna


– Posisi reaksi KE KANAN
• Nilai Kc KECIL ( < 10-3)
– Reaktan menonjol dibanding produk
– Reaksi sulit tidak mendahului
– Posisi reaksi KE KIRI
• 10-3 < Kc < 103
– Ada jumlah cukup besar dari reaktan dan produk
Prediksi Arah Reaksi

• Hasil bagi reaksi (reaction quotient), Qc,


sama seperti konstanta kesetimbangan
kecuali bahwa konsentrasi-konsentrasinya
tidak perlu pada nilai kesetimbangan.
• Prediksi arah reaksi dengan
membandingkan harga Qc terhadap Kc.
– Qc < Kc; reaksi berlangsung dari kiri ke kanan
– Qc > Kc; reaksi berlangsung dari kanan ke kiri
– Qc = Kc; reaksi pada kesetimbangan
Contoh
• Kc = 4.18  10-9 at 425oC untuk reaksi berikut:

2 HBr (g)  H2 (g) + Br2 (g)

bagaimana posisi kesetimbangannya? Jika


konsentrasi semua jenis yang ada: [HBr] = 0.75
M; [H2] = [Br2] = 2.5  10-4 M. Apakah campuran
reaksinya pada kesetimbangan? Ke arah mana
reaksi akan berlangsung?
Jawaban

Qc 
[H2 ][Br2 ]

2.5 10 4
2.5  10 4
  1.1 10
7
[HBr] 2 0.752

Kc = 4.18  10-9
Qc > Kc
KANAN KE KIRI

[HBr]e 
[H 2 ][Br2 ]

2.5 10 2.5 10   3.8
4 4

Kc 4.18 109
Contoh

• Reaksi
PCl5 (g)  PCl3 (g) + Cl2 (g)
memiliki Kc = 85.0 pada suhu 760oC.
• Hitung konsentrasi kesetimbangan dari PCl5, PCl3, and
Cl2 jika konsentrasi awal PCl5 adalah 5.00 M. Asumsikan
volumenya 1.00 L
M;
M

Jawaban
PCl5 (g) PCl3 (g) + Cl2 (g)
Initial Concentration (M) 5.00 0 0
Change (M) -x +x +x
Equilibrium Concentration (M) 5.00 - x x x

Kc 
PCl3 Cl2 
85.0 
x x 
PCl5  5.00  x 
2 2
425  85.0x  x ; x  85.0x  425  0

x
 85.0  7.23 10  1.7 10   89.7;4.74
3 3

2
PCl5  5. 00  4. 74  0. 26

PCl 3  Cl 2  4. 74
Faktor-faktor yang Mengubah
Komposisi Campuran
Kesetimbangan
• Ada 3 faktor
1. Konsentrasi reaktan atau produk
2. Tekanan dan volume
3. Suhu
• Prinsip Le Châtelier
– Jika sebuah tekanan diterapkan pada sebuah
campuran pada kesetimbangan, reaksi terjadi
pada arah yang sebaliknya
Pengaruh Konsentrasi

• Menambah
– Reaktan  reaksi ke arah produk (kanan)
– Produk  reaksi ke arah reaktan (kiri)
• Mengurangi
– Reaktan  reaksi ke arah reaktan (kiri)
– Produk  reaksi ke arah produk (kanan)
Pengaruh Tekanan dan Volume

• Naiknya tekanan (disebabkan oleh turunnya volume) 


arah reaksi ke jumlah mol gas yang LEBIH SEDIKIT
• Begitu pula sebaliknya
• Pada kesetimbangan heterogen: pengaruh tekanan
terhadap padatan dan cairan diabaikan
• Jika jumlah mol gas reaktan = jumlah mol gas produk 
tidak ada pengaruh tekanan
Pengaruh Tekanan

• Apakah
hubungan antara
Q dan K pada
Titik 1, 3 dan 4?
• Apa yang
menyebabkan
gangguan pada
Titik 2?
Pengaruh Tekanan

• Jika pada saat


waktu = 100 detik
N2O4 dinaikkan
tekanannya
menjadi 1,0 atm
apa yang akan
terjadi setelah itu?
Pengaruh Tekanan

kompresi

• Prinsip Le Châtelier
kompresi menyebabkan
reaksi ke arah yang
molnya kecil.
• Beberapa molekul NO2
bergabung satu sama
lain membentuk N2O4
sehingga mol NO2 turun
dan mol N2O4 naik serta
menurunkan tekanan
total
Menerka Koefisien Stoikiometri
Berdasarkan table di bawah ini, perkirakan koefisien
stoikiometri persamaan kimia berikut:

A(g)  B(g)
Time 0 50 100 150 200 250 300
pA 2 1.25 0.95 0.8 0.71 0.68 0.58
pB 0.1 0.6 0.8 0.9 0.96 0.98 0.88
Pengaruh Suhu

• Perubahan konsentrasi, tekanan dan volume:


– Qc ≠ Kc
– Kc tetap pada suhu tetap
• Pengaruh suhu tergantung pada jenis reaksinya
– Eksotermis: suhu naik maka arahnya ke kiri
– Endotermis: suhu naik maka arahnya ke kanan
Contoh
• Bagaimana perubahan berikut merubah kesetimbangan reaksi:

3 Fe (s) + 4 H2O (g) ↔ Fe3O4 (s) + 4 H2 (g) Ho = -150 kJ

a. H2O dihilangkan dari sistem.


b. H2 dihilangkan dari sistem.
c. Volume dari wadah dinaikkan.
d. Fe3O4 ditambahkan pada sistem.
e. Suhu naik
Persamaan van’t Hoff
K 2 H  1 1 
o
ln    
K1 R  T1 T2 

• K1 dan K2 adalah konstanta


kesetimbangan pada T1 dan T2
• Ho adalah perubahan enthalpi standar
untuk reaksi maju
• R konstanta gas idela 8.31 J/mol.K
Contoh
N2(g) + 3H2(g)  2NH3(g) Ho = -92.2 kJ
• Diketahui K = 6x105 pada 25oC
• Berapa K pada 100oC?

K2  92200  1 1 
ln      7,5
6 x10 5
8,31  298 373 
K2 4
 6 x10
6 x105
K 2  4 x10 2
Pengaruh Katalis

• Katalis berpengaruh pada energi aktivasi


(menurunkannya)
• Tidak ada perubahan pada konsentrasi
• Faktor yang mempengaruhi reaksi dengan adanya katalis
sama dengan tidak ada katalis
Hubungan dengan Kinetika
Kimia
• Untuk reaksi: A + B  C + D.
– Laju reaksi maju = kf[A][B]
– Laju reaksi balik = kr[C][D]
kf CD  K
– Pasa kesetimbangan: kf[A][B] = kr[C][D] or  c
kr A B

• Harga relatif kf dan kr menentukan komposisi


campuran kesetimbangan
– kf >> kr; Kc sangat besar; reaksi menuju sempurna.
• Reaksi irreversibel
• Reaksi balik terlalu lambat untuk dideteksi
– kf  kr; Kc  1; reaktan dan produk berada pada
kesetimbangan.
• Reaksi reversibel
Contoh
• Hitungan konstanta kesetimbangan Kc untuk reaksi:

H2O (l)  H+ (aq) + OH- (aq)

diketahui bahwa kf = 2.4  10-5 s-1 dan kr = 1.3  1011 s-1 serta bahwa K
dinyatakan:

[H+ ][OH - ]
K
[H 2 O]

2.4  10 5 s-1 16


Kc   1.8 10
1.3 1011 M-1  s-1
Kesetimbangan pada Larutan
Asam-Basa
• Buffer
• Indikator Asam-Basa
• Titrasi Asam-Basa
BUFFER (Penyangga)
• Larutan BUFFER
– Larutan yang dapat mempertahankan harga pH jika
kedalam larutan tersebut ditambahkan sejumlah kecil
asam, basa atau dilakukan pengenceran
• Jenis larutan buffer
– Asam lemah dan garamnya
– Basa lemah dan garamnya
• Contoh
– Larutan CH3COOH dan CH3COONa
– Larutan HCN dan KCN
– Larutan NH3 dan NH4Cl
pH

K asam 
H B 
 -

HB
H   K B 
 HB
a -

pH  pK a  log
B -

HB
Persamaan Henderson-Hesselbalch
Penyederhanaan pH
• Persamaan pH dapat disederhanakan pada DUA kondisi
1. Dianggap bahwa kesetimbangan dicapai tanpa mengubah konsentrasi
awal:
[HB] = [HB]o
[B-] = [B-]o
2. Karena HB dan B- ada pada larutan yang sama, maka rasio konsentrasinya
= rasio mol-nya
HB  Jumlah mol HB/V  nHB
B 
-
Jumlah mol B- /V nB 
 nHB
[H ]  K a
nB 
Contoh
Asam laktat C3H6O3 adalah asam organik lemah yang ada dalam
susu asam dan susu mentega. Asam ini juga merupakan hasil
metabolisma karbohidrat dan ditemukan dalam darah setelah
aktivitas yang menguras tenaga. Sebuah buffer dipersiapkan
dengan menguraikan asam laktat, HLak (Ka = 1.4 x 10-4) dan
sodium laktat NaC3H5O3, NaLak. Hitung [H+] dan pH jika buffer itu
dibuat dari
1. 1.00 mol sodium laktat dan 1.00 mol asam laktat dalam air yang
cukup untuk membuat larutan 550.0 mL
2. 34.6 gram NaLak diuraikan dalam 550.0 mL dari 1.20 M larutan
HLak (asumsi: tidak ada perubahan volume)
Jawaban
 nHLak  4 1.00
1. [H ]  K a  1.4 x10  1.4 x10 4
nLak  1.00
pH   log 1.4 x10 4  3.85

2.
Memilih Sistem Buffer
H   K B 
 HB  K nHB
a - a
nB-

• Dari persamaan di atas: pH bergantung


pada dua faktor
1. Konstanta kesetimbangan asam dari
asam lemah (Ka)  pengaruhnya sangat
besar karena HB/B- ≈ 1, sehingga
[H+] ≈ Ka pH ≈ pKa
2. Rasio konsentrasi HB dan B-
Berbagai Sistem Buffer
Contoh

• Diinginkan buffer dengan pH = 9.00


a) Berdasarkan Tabel 14.1 sistem buffer mana yang dipilih?
b) Berapa seharusnya rasio konsentrasi asam lemah, HB,
dan basa konjugatnya, B-?
c) Berapa B- harus ditambahkan ke 245 mL dari 0.880 M
HB untuk mendapatkan pH = 9.00?
Jawaban
Pendekatan Lain
• Pendekatan di atas adalah dengan MENCAMPURKAN ASAM LEMAH DENGAN
KONJUGAT BASANYA
• Pendekatan lain: netralisasi parsial dari asam lemah atau basa lemah yang
memberikan buffer
• Ilustasi: 0.18 mol HCl ditambahkan kedalam 0.28 mol NH3. Reaksinya:
Contoh
Industri pangan menggunakan buffer asam asetat/sodium asetat untuk
mengendalikan pH makanan. Diketahui campuran asam asetat, HC2H3O2
(HAc), dan sodium hidroksida, tunjukkan dengan perhitungan yang mana
larutan berikut yang sebagai buffer?
a) 0.300 mol NaOH dan 0.500 mol HC2H3O2
b) 25.00 mL 0.100 M NaOH dan 35.00 mL 0.125 M HC2H3O2
c) 5.00 g NaOH dan 150.0 mL 0.500 M HC2H3O2
Jawaban
Efek Penambahan H+ atau OH-
pada Buffer
• pH buffer akan berubah sedikit pada penambahan
jumlah yang sedang dari asam kuat atau basa kuat
• Penambahan H+ akan menukar jumlah yang sama
dari basa lemah B- pada konjugat asamnya HB:
Penambahan HCl
Penambahan OH -

• Rasio nHB/nB- berubah sehingga merubah


konsentrasi ion H+ dan pH buffer
• Efeknya biasanya kecil
Contoh

• Seperti pada contoh sebelumnya: nHLak = nLak- = 1.00 mol


(Ka HLak = 1.4 x 10-4). pH buffernya adalah 3.85
• Hitung pH setelah penambahan
a) 0.08 mol HCl
b) 0.08 mol NaOH
Jawaban
Analisis
Dari contoh di atas didapatkan beberapa hal
• Buffer efektif untuk menyerap ion H+ atau OH-
• Ini penting
• Pada reaksi orde satu dalam H+
• Jika ingin menaikkan pH dari 5 ke 7, mungkin dengan mengabsorpsi
ammonia dari air, lajunya bisa turun dengan faktor 100
• Reaksi yang seharusnya sempurna dalam 3 JAM akan terus berlangsung
saat Anda kembali 3 HARI kemudian
• Sedikit aneh bahwa Kimiawan sering bekerja dengan buffer untuk
menghindari malapetaka jenis ini
Kapasitas Buffer

• Buffer memiliki kapasitas yang terbatas untuk bereaksi


dengan ion H+ atau OH- tanpa mengalami perubahan pH
yang drastis
• Kapasitas Buffer untuk menyerap ion H+ atau OH- adalah
berhubungan terbalik dengan slope dari kurva
• Perhatikan sistem buffer H2CO3-HCO3-
Analisis
Rentang Buffer

• Rentang buffer (buffer range) adalah rentang pH yang


mana buffer bekerja secar efektif
• Ini berhubungan dengan rasio konsentrasi asam lemah
dan kojugat basanya
• Rentang rasionya biasanya 0.1 – 10
– Log 0.1 = -1 dan log 10 = 1
– Atau ± 1 pH
Contoh
Latihan
• Untuk menjaga kinerja pH enzim lipase dari serbuk wijen dalam reaksi
eterifikasi-enzimitas Gliserol dan Asam Laurat dengan enzim lipase dari
serbuk wijen diperlukan Buffer Fosfat 0,10 M pH 7,5. Menurut General Lab
Technique larutan K2HPO4 dan larutan KH2PO4 yang diperlukan untuk
membuat larutan buffer fosfat tersebut masing-masing memiliki pKas 7,21
dan 12,3; sedangkan berat molekul masing-masing adalah 174,18 g/mol dan
136,09 g/mol. Dengan menggunakan persamaan Henderson-Hasselbach (H-
H), berapa berat masing-masing per 1 liter larutan? Konsentrasi buffer fosfat
sama dengan jumlah konsentrasi K2HPO4 dan KH2PO4 yang diperlukan
untuk pembuatan buffer tersebut.

View publication stats