Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN

LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN RAWATEMBAGA


AKHIR

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Transportasi adalah salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam mendorong
perkembangan masyarakat. Transportasi merupakan alat bantu untuk melakukan perpindahan
manusia dan berbagai barang atau jasan dari tempat yang satu ke tempat yang lain demi
memperoleh nilai tambah. Agar sarana transportasi bisa berkembang dengan baik, di perlukan
adanya prasarana yang memadai. Semakin baik sarana dan prasarana transportasi yang tersedia
disuatu kawasan, akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di
berbagai bidang.
Salah satu prasarana transpotasi adalah jalan dan jembatan, sebagai prasarana lalu lintas
transportasi darat. Dengan tersedianya jalan di suatu wilayah yang sesuai dengan perkembangan
teknologi sarana transportasi di era modern ini (sepeda motor dan mobil/truk),sebagai mobilitas
dan iteraksi masyarakat,baik antar sentra pemukiman,antar sentra bisnis serta pelayanan
masyarakat dalam hal ini adalah lanjutan pembangunan jalan rawatembaga dapat berlangsung
dengan lebih baik dan akan mendorong perkembangan kawasan lebih pesat. Sebaiknya ,jika suatu
kawasan tidak di dukung dengan ketersediaan prasarana jalan yang memadai,maka sebagai
mobilitas dan interaksi ke dalam dank e luar wilayah itu akan terhambat,yang mengakibatkan
kawasan itu akan kesulitan untuk berkembang.
Hingga saat ini, pembangunan dan pemeliharaan prasarana jalan untuk kepentingan
public, termaksud jalan akses ke pemukiman/perumahan dan pusat pelayanan masyarakat wilayah
kecamatan bekasi selatan kota Bekasi, merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, disisi lain
penataan pemukiman yang terus diupayakan pemerintah melalui pembanguan infrastruktur, akan
dapat berjalan dengan baik jika di dukung dengan ketersediaan jalan akses ke suatu wilayah
tersebut.
Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Pemerintah Kota Bekasi Mendukung pemerintahan pusat dalam rangka pembangunan
infrastruktur Daerah dengan program atau kegiatan baik pembangunan/Rehabilitasi jalan maupun
saluran di wilayah kota bekasi.
Adapun anggaran yang di gunakan untuk pembangunan Infrastruktur tersebut menggunakan
sumber dana APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2017.

B. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud :
Kegiatan Pembangunan/Rehabilitasi ini secara umum adalah untuk merealisasikan program
Pemerintahan Kota Bekasi kepada Masyarakat dilingkungan sekitar Kota Bekasi.
Tujuan :
 Terbangunnya/perbaikan Infrastruktur dilingkungan masyarakat sekitar.
 Dengan adanya kegiatan ini akses jalan lingkungan di wilayah setempat menjadi lebih
lancer.

1
LAPORAN
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN RAWATEMBAGA
AKHIR

C. PENJELASAN UMUM KEGIATAN


Kegiatan : Program Lanjutan Pembangunan Jalan Rawatembaga
Paket pekerjaan : Lanjutan Pembangunan Jalan Rawatembaga
Alamat : Kec. Bekasi Selatan
Pemilik : Pemerintah Kota Bekasi
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bekasi
Sumber Dana : APBD Kota Bekasi
Tahun Anggaran : 2017
Jumlah pekerjaan : 1 (satu) Paket Pekerjaan
Kontraktor pelaksana : PT. HELGA PRIMA
Nilai Kontrak : Rp.7.214.218.000,00,-
Waktu pelaksanaan : 90 hari kerja
Konsultan Supervisi : PT. DELLASONTA MOULDING INTERNATIONAL
Waktu Pelaksanaan : 120 Hari Kalender
Direktur Utama : Ir.H.A Ardiansyah
PPK : Arief Maulana, ST , MT
PPTK : Toto Sugiarto S,SOS.M.SI.

2
LAPORAN
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN RAWATEMBAGA
AKHIR

BAB II
PENDEKATAN KEGIATAN

PENDEKATAN KEGIATAN
Pendekatan umumnya Konsultan dalam layanan jasa konsultansi melalui pekerjaan pengawasan
adalah sebagai berikut :

1. Pendekatan Oprasional
Dalam pendekatan ini konsultan akan mengatur strategi dalam pelaksanaan
oprasionalnya, antara lain :
 Konsultan akan melengkapi kantor kecil dilokasi terdekat dari lokasi pengawasan
agar memudahkan dalam koordinasi pekerjaan dengan pihak pelaksana.
 Dikantor akan dilengkapi dengan peralatan kerja seperti : furniture, peralatan
kantor, perlengkapan kantor, komunikasi, computer dan lain-lain yang akan
menunjang kegiatan personil.
 Melengkapi oprasional kerja dengan sarana transportasi kendaraan agar
pekerjaan dapat dilakukan dengan cdepat dan lancer.
 Melakukan hubungan kerja dengan instansi terkait yang akan membantu terhadap
kelancaran kerja serta masyarakat sekitar lokasi peroyek.

2. Pendekatan Permasalahan
Didalam pelaksanaan pekerjaan Pengawasan, tidak sedikit terjadi kesalahan-kesalahan
yang diakibatkan oleh kelalaian pihak pelaksana. Akibatnya kualitas hasil pekerjaan
menjadi tidak sesuai dengan dokumen pelaksanaan bahkan sampai gagalnya konstruksi.
Guna mengantisipasi atau mengurangi kesalahan-kesalahan yang terjadi perlu dilakukan
tindakan untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan baik secara teknis maupun
administratif.

3. Pendekatan pengendalian Mutu


Konsrultan pengawas menempatakan pengendalian mutu sebagai bagian dari pekerjaan
pengendalian yang penting sehinga harus membuat metode-metode, langkah-langkah dan
system pelaporan untuk menjamin setiap pekerjaan yang dilaksanakan konsultan
perencana maupun konteraktor sesuai dengan spesifikasi yang ada.
Pada sisi pengendalian mutu ini, konsultan menentukan parameter yang digunakan untuk
mengatur tingkat ideal kualitas sesuai spesifikasi pekerjaan kontraktor pada dokumen
kontrak. Pada sisi lain, konsultan memeberikan parameter yang dapat digunakan pula
sebagai solusi dalam psetiap penyelesaiaan masalah agar hasil pekerjaan sesuai dengan
spesifikasi.
Secara garis besar program pengendalian mutu yang diusulkan diuraikan seperti dibawah
ini.
1) Pematokan dan Pengontrolan Patok Referensi Pengukuran
Sebelum pekerjaan dimulai, konsultan memerikasa semua patok kontrol bench
mark vertical dan horizontal yang dibuat pada perencanaan. Jika diperlukan
3
LAPORAN
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN RAWATEMBAGA
AKHIR

tambahan bench mark dibuat dengan cara yang sama untuk kemudahan
pelaksanaan konstruki. Konsultan memeriksa ketepatan stake-out dari kontraktor.
Setiap penyimpangan atau ketidak tepatan di catat dan diselesikan secara
bersama antara konsultan dan kontraktor. Data yang berkaitan dengan pematokan
dan pekerjaan survey akan menjadi rekaman dalam buku lapangan dan
diserahkan kepada satuan kerja.

2) Pengujian bahan
Konsultan melakukakn pengujian rutin sebagai bentuk pengendalian bahan
melalui peralatan laboratorium yang disediakan kontraktor sesuai dengan
dokumen kontrak. Mutu bahan yang dipakai dalam pekerjaan konstruksi
dikontrol dengan mengadakan test pengujian laboratorium dan test lapangan
secara ketat agar sesuai dengan standart-standart seperti yang tercantum dalam
dokumen kontrak.sebelum pekerjaan konstruksi di mulai, konsultan menyiapkan
langkah-langkah terperinci yang menyatakan jenis test yang harus di tempuh
berikut jumlah pengetesan, dengan memberikan contoh langkah-lang kah
tersebut kepada kontraktor sehingga bisa di pahami.

4. Pendekatan pengendalian waktu


Pendekatan yang akan digunakan didalam pengendalian waktu adalah menggunakan
“Precedence diagram” atau “Arrow diagram” , analisa terhadap Network dapat dilakukan
dengan cepat dan mudah. Analisa terhadap Networ tersebut dapat menghasilkan “Time
Analysis” serta “Barchart” yang memudahkan untuk dimengerti dalam pelaksanaan
dilapangan.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut konsultan pengawas akan merumuskan
pencapaiaan sasaran kegiatan yang terdiri dari jadwal induk (master schedule) dalam
bentuk diagram panah (network planning) dan diagram balok (bar chart) program
penyedianaan dan penggunaan tenaga kerja ahli kepala, Ahli utama, dan Ahli muda serta
staf pendukung.

4
LAPORAN
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN RAWATEMBAGA
AKHIR

BAB III

METODOLOGI

METODOLOGI PEKERJAAN PENGAWASAN

Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan sebagai berikut :

1. Metode Pelaksanan Pengawasan


Pada pelaksanaan supervisi konstruksi pekerjaan sesuai spesifikasi ( kontruksi ). Konsultan akan
mengarahkan tenaga supervisi kontruksi yang telah berpengalaman/ professional dalam
bidangnya. Unuk mencapai sasaran batas waktu pelaksanaan proyek, maka konsultan akan
mendesiminisasikan dan melaksanakan pengendalian proyek ( waktu – biaya – pelaksanaan )
sesuai dengan standar yang telah disepakati ( kontrak ).
Tugas konsultan supervisi secara garis besar akan meliputi :
1. Pengendalian teknis
Bertindak untuk dan atas nama Pemberi Tugas mengendalikan pelaksanaan fisik
pembangunan yang dilakukan oleh kontraktor. Lingkup pengendalian antara lain meliputi
:
 Aspek mutu hasil pekerjaan
 Aspek volume pekerjaan
 Aspek waktu penyelesain pekerjaan
 Aspek biaya keseluruan pekerjaan
2. Pengendalian atas proses koordinasi terkait
Konsultan supervisi dalam rangka melaksanakan tugas pengendalian teknis berkewajiban
mengendalikan proses koordinasi yang perlu di lakukan oleh pihak lain ( khususnya
pemberi tugas ).
3. Pengendalian adminitrasi proyek
Dalam hal ini konsultan supervisi berkewajiban merancang, memperlakukan serta
mengendalikan pelaksanaan keseluruan sistem adminitrasi proyek yang diawasinya yaitu
mencakup antara lain surat, risalah, laporan, contoh barang, photo, berita acara, gambar,
sketsa, kontrak, dan adendum dan lain lain yang di anggap perlu.
4. Evaluasi rencana proyek
Konsultan supervisi berwenang dan pada saat nya berkewajiban menyatakan bahwa hasil
pekerjaan kontraktor telah memenuhi pesyaratan untuk di setujui atau di sahkan oleh
pemberi tugas.

2. Metode Pengendalian Mutu


Tujuan supervisi pekerjaan fisik yaitu untuk mencapai hasil pekerjaan yang optimal sesuai
dengan spesifikasi teknis dan berwawasan lingkungan. Keberhasilan pengendalian kualitas atau
mutu pekerjaan konstruksi di lapangan akan sangat memberikan manfaat, yaitu kemungkinan
kinerja jalan seperti yang di rencanakan, sedangkan apabila pengendalian mutu dilapangan tidak
5
LAPORAN
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN RAWATEMBAGA
AKHIR

baik akan memberikan kerugian besar. Untuk mencapai keberhasulan pengndalian kualitas
(mutu) dilapangan, ada bebrapa factor yang harus dipenuhi antara lain :
1. Adanya Spesifikasi Pengendalian Mutu Yang Baik
Dengan adanya spesifikasi yang lengkap, isinya jelas dan sesuai dengan standar yang
berlaku akan memberikan ke mudahan bagi kontraktor dalam melasanakan pekerjaan dan
bagi pengawas dalam pengawasan di lapangan.
Spesifikasi pengendalian mutu yang baik mencakup :
 Jenis/ nama pekerjaan/ penguji
 Metode pemeriksaan/ pengujian yang harus dilaksanakan
 Frekuensi dan jumlah pemeriksaan
 Standar mutu yang harus dipenuhi
 Toleransi hasil yang masih dapat di terima

2. Tahapan Pemantauan Pengendalian Mutu yang dilaksanakan oleh pengawas, yaitu :


 Tahap 1
Pengendalian mutu untuk bahan mentah atau baku atau bahan susun untuk jenis
konstruksi yang dapat berupa tanah, semen, argegat, air dan lain lain.
Pengendalian mutu bahan baku dilaksanakan untuk memastikan bahwa bahan
baku yang digunakan sesuai dan memenuhi persyaratan yang telah disepakati.
 Tahap 2
Pengendalian mutu bahan olahan, yaitu hasil pencampuran dari bahan baku
seperti gradasi argegat, campuran/adukan beton dan lain lain. Pengendalian
bahan mutu olahan dilaksanakan untuk memastikan bahwa hasil bahan baku yang
dihasilkan sesuai dan memenuhi persyaratan yang disepakati. Apabila tahap 2
sudah memenuhi spesifikasi yang di syaratkan dilanjutkan pada tahap 3.
 Tahap 3
Pengendalian mutu hasil pekerjaan jadi di laksanakan untuk memastikan apakah
hasil pekerjaan jadi dan bahan olahan yang dihasilkan sudah sesuai dan
memenuhi persyaratan yang telah di sepakati.

3. Cakupan Pengendalian Mutu yang dilaksanakan


Cakupan pengendalian mutu yang harus dilaksanakan dilapangan akan mencakup :
 Pengendalian mutu yang berkaitan dengan dimensi atau geometri dari hasil
pekerjaan seperti lebar, tinggi, tebal, kemiringan dan lain lain.
 Pengendalian mutu yang mencakup proporsi dari bahan baku yang dipaakai.
 Pengendalian mutu yang mencakup kualitas dari bahan baku, baham olahan
perkerjaan jadi.

4. Metode Pengambilan Benda Uji


Bahan baku, bahan olahan dan pekerjaan jadi yang digunakan untuk pembuatan suatu
konstruksi jalan sebaiknya mempunyai kualitas yang seragam, mengingat pertimbangan
ekonomis yang efisiensi. Metode samping sering di gunakan dikarnakan sifat
komogenitas bahan baku dan bahan olahan sangat sulit didapatkan.

6
LAPORAN
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN RAWATEMBAGA
AKHIR

5. Peralatan yang digunakan


Ketepatan dan kondisi jenis peralatan yang digunakan pada saat pemeriksaan
dilabolatorium maupun yang dilakukan dilapangan.

6. Kemampuan dan Kejujuran Personel Pengawas


Kemampuan personil mengenai tahapan dan pelaksanaan pemantauan serta kejujuran
personil dalam pelaksanaan sangat memerlukan mengenai ke- valid –an dari hasil
pemantauan yang dilaksanakan.

7
LAPORAN
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN RAWATEMBAGA
AKHIR

BAB IV
PROGRAM KERJA

A. PROGRAM KERJA

1. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Pengawasan ini adalah selama 97 (Sembilan puluh
tujuh ) hari kelender terhitung setelah penandatangan kontrak/ SPMK. Konsultan akan
menyusun lokasi waktu yang efektif dan terencana dengan baik agar kegiatan ini bisa
mengikuti spesifikasi teknis yang ada. Sehingga output dari kegiatan ini akan dapat diterima
dengan baik oleh pengguna jasa.

2. TAHAP PEKERJAAN

1. Tahap Persiapan
Pada tahap ini dilakukan hal-hal sebagai berikut:
1) Persiapan dan Pertemuan Pendahuluan
Tahap ini mencakup mobilisasi seluruh personil yang telah ditentukan,
mempersiapkan formulir-formulir standar untuk keperluan operasional
pekerjaan, menetapkan prosedur rutin, dan membuat format pelaporan serta
dokumentasi proyek.

2) Survey Pendahuluan dan Staking Out


survey pendahuluan dilaksanakan untuk memeriksa semua bench mark yang ada
dan patok referensi yang menunjukan koordinat horizontal dan vertical . jika
diangga perlu akan dibuat bench mark dan patok referensi tambahan. Pada tahap
ini konsultan akan membantu mengawasi pekerjaan kontraktor dalam hal
pematokan pada lahan lokasi yang telah di tentukan yang dilaksanakan pada saat
Rekayasa Lapangan (Field Engineering).

3) Perencanaan Kegiatan Lapangan


Perencanaan kegiatan ini pada aawalnya dibuat secara gelobal yang kemudian
akan selalu di perbarui sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lapangan. Konsultan
yang akanmembantu kontraktor untuk mempersiapkan jadwal kerja bulanan yang
akan memperlihatkan dan memprediksi kegiatan lapangan selama satu bulan
mendatang.

2. Tahap Pengawasan Konstruksi


Pada tahap ini dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1) Pengendalian Teknis

8
LAPORAN
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN RAWATEMBAGA
AKHIR

Bertindak untuk dan atas nama Pemberi Tugas mengendalikan pelaksanaan


fisik pembangunan yang dilakukan kontraktor. Lingkup pengendalian antara
lain meliputi :
 Aspek mutu hasil pekerjaan
 Aspek volume pekerjaan
 Aspek waktu penyelesaian pekerjaan
 Aspek biaya keseluruan pekerjaan

2) Pengendalian atas Proses Koordinasi Terkait

Konsultan supervisi dalam rangka melaksanakan tugas pengendalian teknis


berkewajiban mengendalikan proses koordinasi yang perlu dilakukan oleh
pihak lain ( khususnya pemberi tugas ).

3) Pengendalian Adminitrasi Proyek


Dalam hal ini konsultan supervisi berkewajiban merancang, memerlukan
serta mengendalikan pelaksanaan keseluruan sistem adminitrasi proyek yang
diawasinya yaitu mencakup antara lain surat , risalah, laporan, contoh
barang, foto, berita acara, gambar, sketsa, kontrak dan adendum dan lain lain
yang dianggapnya perlu.

4) Evaluasi dan Serah Terima Proyek


Evaluasi dilakukan terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan
membuat desain untuk pekerjaan-pekerjaan baru.Selain itu, konsultan
supervisi berwenang dan pada saatnya berkewajiban menyatakan bahwa hasil
pekerjaan kontraktor telah memenuhi persyarat untuk disetujui atau disahkan
oleh pemberi tugas.

3. Tahap Akhir Pekerjaan


Pada tahap ini dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1) Insepeksi Akhir
Setelah seluruh pekerjaan diselesaikan, Pengendali Kegiatan Fisik dan Unit
Pengendali Lapangan dibantu oleh konsultan melakukan inpeksi akhir guna
memastikan bahwa seluruh pekerjaan telah diselesaikan dengan baik sesuai dengan
spesifikasi dan syarat-syarat kontrak/volume terlaksana. Apabila terdapat kesalahan
atau kerusakan pada hasil pekerjaan tersebut maka Pengendali Kegiatan atau Unit
Pengendali Lapangan dibantu konsultan akan memerintahkan untuk mengganti atau
memperbaiki pekerjaan tersebut dalam jangka waktu tertentu.

2) Gambar Terlaksana
Gambar desain yang ada akan direvisi dan disesuikan dengan konstruksi yang
dilaksanakaan (As-Built Drawing) ini menunjukan atau membuktikan bahwa setiap
perubahan tellah dibuat terhadap gambar desain tersebut.

9
LAPORAN
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN RAWATEMBAGA
AKHIR

3) Masa Pemeliharaaan
Konsultan suvervisi akan mempersiapkan laporan mengenai saran dan mtoda
pemeliharaan berupa rekomendasi untuk masa pemeliharaan dan sesudahnya.

4. Tahap Pelaporan
Jenis laporan yang harus diserahkan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan adalah
sebagai berikut :
1) Laporan Pendahuluan
Laporan pendahuluan sebanyak 5 (llima) buku laporan yang terdiri dari 1 (satu) asli
dan 4 (empat) copy diserahkan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak
dikeluarkannya SPMK. Laporan ini berisikan :
 Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh
 Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukug lainnya
 Jadwal kegiatan penyedia jasa

2) Laporan Bulanan
Berupa laporan singkat, dibuar dengan menggunakan bentuk standar sesuai yang
dikeliarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bekasi,
menunjukan kemajuan kemajuan fisik dan keuangan dari tiap paket.Isi statistic yang
utama dari laporan bulanan harus dikirim melalui telex, facsimile atau
telegram/laporan tertulis biasa ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kota Bekasi. Kegiatan monitoring, evaluasi dan Pelaporan dalam waktu 7 (tujuh)
hari dihitung akhir bulan sebanyak 5 (lima) buku laporan yang terdiri 1 (Satu) asli
dan 4 (Empat) copy.

3) Laporan Akhir
Pada saat berikutnyan layanaan konsultan pada masing-masingn kontrak, hal ini
adalah segera take-over (TO). Konsultan harus mengirim ke Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kota Bekasi melalui kegiatan Monitoring, Evaluasi
dan Pelaporan yang b erisi ringkasan konstruksi yang telah dilaksanakan,
rekomendasi untuk pemeliharaan yang akan datang, segala permasalahan teknis yang
muncul selama pelaksanaan, persoalan yang mungkin akan timbul bila ada, dan
berbagai macam perbaikan yang diperlukan dimasa datang oleh Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kota Bekasi bagi proyek-proyek sejenis. Jumlah
laporan ini sebanyak 5 (Lima) buku laporan yang terdiri 1 (Satu) asli dan 4 (Empat)
copy.

10
LAPORAN
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN RAWATEMBAGA
AKHIR

B. ORGANISASI DAN PERSONIL

1. KEBUTUHAN PERSONIL
Untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana ditetapkan didalam KAK ini, terdiri dari tenaga ahli
dengan disiplin ilmu yang setara dengan keahlian seperti berikut dibawah ini :
1) Tenaga Ahli
a. Ketua Tim (Site Engineer)
Site Engineer harus seorang Sarjana Teknik Sipil atau Sarjana Muda Teknik.
Bila seorang Sarjana Teknik Sipil, dia harus mempunyai pengalaman dibidang
pengawasan jalan / jembatan minimum selama 4 (Empat) tahun, sedangkan bila
seorang Sarjana Muda Teknik dia harus mempunyai pengalaman minimal 6 (Enam)
tahun dan harus mempunyai sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh HPJI (Ahli Muda
Pengawasan) dan mempunyai NPWP serta melampirkan bukti setor pajak atau
melampirkan Audit Perol Personil.
Dia akan berkedudukan di tempat bedekat dengan tempat-tempat pekerjaan yang
menjadi tanggung jawabnya.

b. Quantity / Quality Control


Quantity / Quality Control harus Seorang Sarjana Teknik Sipil (S1) atau Sarjana Muda
Teknik Sipil (D3). Jika seorang S1, maka dia harus mempunyai pengalaman dibidang
pengendalian mutu dan test laboratorium, pengawas teknik pekerjaan dan Pemeliharaan
Jalan atau Penggantian dan Pembangunan Jembatan, pemeliharan jalan minimum
selama 3 (Tiga) Tahun, sedangkan bila seorang sarjana muda diperlukan pengalaman
yang sama selama 5 (lima) Tahun dan harus mempunyai sertifikat keahlian sesuai
bidangnya yang dikeluarkan oleh HPJI (Ahli Muda Pengawasan) dan mempunyai
NPWP serta melampirkan bukti setor pajak atau melampirkan Audit Perol Personil.
Dia harus memahami benar metode test laboratorium yang disyahkan oleh dokumen
kontak.

c. Inspektor
Inspektor bertanggung jawab atas pengawasan pekerjaan.Dia bertanggung jawab
langsung oleh Site Engineer tetapi harus mengkoordinasikan diri kepada Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan pada pekerjaan konstruksi yang dimaksud.
Inspektor adalah Sarjana Sipil dengan pengalaman minimum selama 3 (Tiga) Tahun
atau Sarjana Muda Sipil (D3) minimum selama 5 (lima) Tahun dibidang jalan dan
jembatan.

Untuk Sarjana Sipil harus mempunyai pengalaman di bidang konstruksi jalam dan
jembatan, sedangkan untuk D3 harus berpengalaman di bidang Teknis Pengukuran
(Surveying) dan mempunyai pengetahuan di bidang kendalli mutu dan teknologi bahan.

11
LAPORAN
LANJUTAN PEMBANGUNAN JALAN RAWATEMBAGA
AKHIR

d. Lab/Mat Technician
Berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan/pengetesan tanah di laboratorium
khususnya untukn pekerjaan antara lain Analisa Saringan, Compaction, Test Atterberg
Limit, Test CBR dan sebagainya. Tugas dan tanggung jawabnya adalah melaksanakan
dan mengevakuasi hasil test tersebutdan bertanggung jawab terhadap ketelitian dan
kebenaran hasil yang di proses. Mempunyai latar belakang pendidikan minimal
Sarjana Muda Sipil (D3) minimum selama 2 (Dua) tahun atau SLTA dengan
pengalaman dibidangnya.

2) Tenaga Pendukung
a. Adminitrasi/Typist

Mempunyai latar belakang pendidikan minimal SLTA, berpengalaman minimal 3 (tiga)


tahun dibidangnya.

b. Juru Gambar / Drafter


Mempunyai latar belakang pendidikan minimal STM/SMK, berpengalaman minimal
3(tiga) tuhan dibidangnya.

2. STRUKTUR ORGANISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN


Secara eksternal instansi yang terlibat didalam Pembangunan dan Peninggian Jembatan
Hasibuan Kec. Bekasi Selatan terdiri dari:
 Dinas Bina Marga Tata Air Kota Bekasi
 Konsultan Supervisi
 Kontraktor Pelaksana

Konsultan sebagai institusi yang akan di beri kepercayaan oleh Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang Kota Bekasi akan bertanggung jawab dan bekewajiban
menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kerangka acuan kerja(KAK) dan kontrak. Didalam
pelaksanaan pekerjaan konsultan akan membawa surat tugas dari Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang Kota Bekasi.

12