Anda di halaman 1dari 6

1. Apa yang dimaksud denga organisme eukariota ?

Pengertian Eukariotik. Eukariota adalah organisme yang terdiri dari sel-sel yang memiliki inti
yang terikat membran (yang memegang materi genetik) serta organel terikat membran. Materi
genetik pada eukariota terkandung dalam inti dalam sel dan DNA ini disusun dalam kromosom.
Organisme eukariotik mungkin organisme multiseluler atau bersel tunggal. Semua hewan adalah
eukariota. Eukariota lainnya termasuk tumbuhan, jamur, dan protista.

Pengertian Eukariotik

Eukariotik adalah Salah satu dari domain (Eukarya) atau kelompok taksonomi yang lebih tinggi
(Eukaryota) di atas Kingdom yang meliputi organisme terdiri dari satu atau lebih sel yang
mengandung terlihat jelas inti dan organel.

Definisi Eukariota

Eukariota adalah Organisme dengan sel yang mengandung inti dikelilingi oleh membran dan
DNA yang diikat oleh protein (histon) ke dalam kromosom. Sel-sel eukariota juga mengandung
retikulum endoplasma dan berbagai organel khusus yang tidak hadir dalam prokariota, terutama
mitokondria, badan Golgi, lisosom dan. Organel tertutup di membran tiga bagian (disebut
membran Unit) yang terdiri dari lapisan lipid terjepit di antara dua lapisan protein. Semua
organisme kecuali bakteri dan archaea adalah eukariota.

Eukariota pertama

Cyanobacteria dan archaebacteria dari bumi primitif yang sekarang disebut sebagai prokariota
(bersama-sama dengan bakteri modern). Sekitar 1,5 miliar tahun lalu, dalam atmosfir yang
mengandung oksigen, eukariota pertama muncul menjadi ada. Eukariota memiliki nukleus,
membran nuklir, sejumlah organel, struktur ribosom berbeda dari prokariota, reproduksi dengan
mitosis, dan ciri lain yang membedakan mereka dari prokariota.

Tidak ada yang pasti bagaimana eukariota muncul menjadi ada. Teori endosimbiotik
menunjukkan bahwa bakteri yang ditelan oleh sel-sel yang lebih besar. Sel-sel bakteri tetap
dalam sel, diasumsikan beberapa reaksi kimia untuk sel-sel, dan menjadi mitokondria sel-sel ini.
Sel-sel kemudian diperbanyak dan berkembang. Sel-sel menjadi sel-sel hewan.

Perluasan dari teori endosimbiotik mengacu pada tanaman. Dalam kasus ini, bakteri berpigmen,
seperti cyanobacteria, yang ditelan oleh sel-sel yang lebih besar. Cyanobacteria tetap dalam sel
dan menjadi kloroplas sel-sel ini. Fotosintesis terjadi di kloroplas sel tumbuhan modern.

Inilah Perbedaan sel Prokariotik dan sel eukariotik

Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki membran inti. Definisi yang lebih jelasnya, sel
prokariotik adalah sel yang tidak memiliki sistem endomembran sehingga sel tipe ini memiliki
materi inti yang tidak dibatasi oleh sistem membran, tidak memiliki organel yang dibatasi oleh
sistem membran.

Contoh organisme yang memiliki Sel prokariotik adalah pada bakteri dan ganggang biru.

Sedangkan sel eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti. Definisi yang lebih
lengkapnya, sel eukriotik merupakan tipe sel yang memiliki sistem endomembran. Pada sel
eukariotik, inti tampak jelas karena dibatasi oleh sistem membran. Pada sel ini, sitoplasma
memiliki berbagai jenis organel seperti antara lain: badan Golgi, retikulum endoplasma (RE),
kloroplas (kuhusus pada tumbuhan), mitokondria, badan mikro, dan lisosom.

Contoh organisme yang memiliki Sel eukariotik adalah sel tumbuhan dan sel hewan

2. Sebutkan beberapa jenis penyakit pada hewan yang di sebab kan oleh virus !
Penyakit yang disebabkan virus pada Manusia

Influenza (saluran pernafasan atas)


SARS (Sindrom saluran pernafasan)
Hepatitis B (Hati)
Ebola (sel imunitas)
Cacar/Measles Virus (kulit)
Herpes (sel syaraf pada selaput mucus)
Gondong/Mumps Virus (kelenjar ludah)
Polio (Sistem Syaraf pusat)
HIV/AIDS (Limfosit/Sistem Imunitas)
Kanker leher rahim

2. Penyakit yang disebabkan virus pada hewan

Rabies/Rhabdovirus (anjing gila, sebagian menyerang kucing)


Rous Sarcoma virus/RSV dan Bovine Papillomavirus (tumor pada ayam dan hewan lainnya)
New Castle Desease (tatelo pada ayam)
Penyakit mulut dan kuku (menyerang ternak)

3. Penyakit yang disebabkan virus pada tumbuhan

Tobacco Mozaic Virus/TMV (bercak kuning pada daun tembakau)


Tungru (menyerang padi)
Citrus Leprosies Virus/CLV (menyerang tanaman jeruk)
Citrus Vein Phloem Degeneration (menyerang pembuluh ploem pada tanaman jeruk)

3. Apa perbedaan antar hifa , miselium , dan tubuhbuah pada jamur ?


hifa :berkas-berkas halus yang merupakan bagian dr jamur atau dpt jg diktkan kalau hifa adalah
bentuk tubuh jamur yg sesungguhnya.miselium:kumpulan beberapa hifa. tubuh buah secara
teknis biologi disebut basidium .askokarp:tubuh buah yg berisi askus(jantung).basidiokarp
:tubuh buah basidiosmetes tempat basidium berkumpul.basidiospora:spora yg berada dalam
basidium.

4. Sebutkan urut – urutan langkah metode ilmiah !

Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses
berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol.

Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah

Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya.
Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan,
bukan pula berdasarkan data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah
lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan
demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari
pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.

Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis

Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-
zag. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga
terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-
langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.

Metode ilmiah didasarkan pada data empiris

Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris. maksudnya adalah, bahwa masalah
yang hendak ditemukan pemecahannya atau jawabannya itu harus tersedia datanya, yang
diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan
salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji
tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.

Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol

Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya
terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi
apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa
adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau
bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.

Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-
langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan
dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah
sebagai berikut:

1. Merumuskan masalah.
2. Merumuskan hipotesis.
3. Mengumpulkan data.
4. Menguji hipotesis.
5. Merumuskan kesimpulan.

Merumuskan Masalah

Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah.
Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan
kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk
mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian
menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin
memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum
dirumuskan?

Merumuskan Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian
berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah,
perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu
mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan
penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan
hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar
dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis
yang telah dirumuskan.
Mengumpulkan Data

Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya
dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang
menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah
dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab
berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan
bergantung pada data yang dikumpulkan.

Menguji Hipotesis

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu


permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses
pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan
atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu,
sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf
signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula
derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi
berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri.

Merumuskan Kesimpulan

Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan
perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah
diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif
secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan
dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan
karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun
pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.

5. Jelaskan kegunaan kapsul pada dinding sel bakteri !


Bentuk sel bakteri meliputi:kokus (bulat)basil (batang)spirilum (spiral)filamenBentuk sel
menunjukkan karakteristik spesies bakteri tersebut, tetapi dapat bervariasi tergantung kondisi
pertumbuhannya. Beberapa bakteri memiliki siklus hidup yang kompleks.
Fungsi dinding sel pada prokaryota, adalah melindungi sel dari tekanan turgor yang disebabkan
tingginya konsentrasi protein dan molekul lainnya dalam tubuh sel dibandingkan dengan
lingkungan di luarnya. Dinding sel bakteri berbeda dari organisme lain. Dinding sel bakteri
mengandung peptidoglikanyang terletak di luar membran sitoplasmik. Peptidoglikan berperan
dalam kekerasan dan memberikan bentuk sel. Ada dua tipe utama bakteri berdasarkan
kandungan peptidoglikan dinding selnya yaitu Gram positif dan Gram negatif.Dinding sel Gram
positif[sunting | sunting sumber]Karakteristik utamanya adalah tebalnya lapisan peptidoglikan
pada dinding sel. Akibatnya, pada saat prosedur pewarnaan Gram, meninggalkan warna biru.
Dinding sel Gram positif biasa ditemukan pada Actinobacteria dan Firmicutes.Dinding sel Gram
negatif[sunting | sunting sumber]Tidak seperti dinding sel Gram positif, dinding sel Gram negatif
memiliki lapisan peptidoglikan yang tipis. Hal ini menyebabkan lunturnya warna biru/merah
muda saat disirametanol.
Pili dan fimbria[sunting | sunting sumber]Fimbria adalah tabung protein yang menonjol dari
membran pada banyak spesies dari Proteobacteria. Fimbria umumnya pendek dan terdapat
banyak di seluruh permukaan sel bakteri. Struktur pili mirip dengan fimbria dan ada di
permukaan sel bakteri namun tidak banyak. Pili berperan dalam konjugasi bakteri. Fimbria
hanya ditemukan pada bakteri gram negatif, dimana bakteri tersebut memiliki lapisan
peptidoglikan yang tipis pada dinding selnya.Kapsul dan lapisan lendir[sunting | sunting
sumber]kapsul adalah bagian asesori dari bakteri berfungsi melindungi bakteri dari suhu atau
kondisi lingkungan yang ekstremFlagela[sunting | sunting sumber]A-Monotrik; B-Lofotrik; C-
Amfitrik;D-Peritrik;Flagela adalah struktur kompleks yang tersusun atas bermacam-
macam protein termasuk flagelin yang membuat flagela berbentuk seperti tabung cambuk dan
protein kompleks yang memanjangkan dinding sel dan membran sel untuk membentuk motor
yang menyebabkan flagela berotasi. Flagela berbentuk seperti cambuk. Flagela digunakan
bakteri sebagai alat gerak. Bentuk yang umum dijumpai meliputi:Monotrik - Flagela tunggal
ditemukan di satu sisiPeritrik - Flagela ditemukan diseluruh badan bakteriAmfitrik - Terdapat
satu flagela pada masing masing kutubLofotrik - Terdapat seberkas (banyak) flagel pada satu
sisi/kutub