Anda di halaman 1dari 14

/BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka kitapun dituntut
untuk selalu memngembangkan dan mempublikasikan hasil dari perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi tersebut agar dapat dinikmati oleh masyarakat. Salah satu
bentuk pengembangan tersebut ialah dengan cara membuat karya tulis ilmiah, buku since,
dan lain sebagainya. Dalam pembuatan karya ilmiah maupun buku-buku since tentu tidak
akan lepas dari yang namanya sumber rujukan. Sumber rujukan dalam hal ini adalah teori-
teori dari berbagai sumber baik diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku,
majalah, internet, dan lain sebagainya yang mendukung argumen kita dalam pembuatan
karya tulis tersebut. Dalam pengambilan informasi tersebut tentu keterangan dari sumber
tersebut harus dicantumkan dalam karya tulis kita. Pencatuman tersebut biasa disebut
kutipan.
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses
pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus,
ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. Mengutip
bukanlah sesuatu hal yang bisa seenaknya saja kita buat, namun ada beberapa aturan
mengutip yang perlu kita ketahui. Aturan-aturan mengutip ini sangat penting untuk
diketahui agar dalam pembuatan karya tulis, catatan kaki dan daftar pustaka tidak terjadi
kesalahan yang berakibat fatal bagi kebenaran penguatan argumen dalam karya tulis kita.
Sungguh ironis jika sampai saat ini masih banyak para terpelajar yang kadang
masih salah dalam melakukan kutipan. Karena pentingnya mengutip dengan cara yang
benar, maka atas keprihatinan akan hal inilah yang mendorong kami untuk membuat
makalah mengenai kutipan. Dengan adanya makalah ini diharapkan bahwa nantinya dalam
pembuatan karya tulis baik siswa maupun mahasiswa, dan para terpelajar lainnya dalam
mengutip bisa mengutip dengan cara yang benar berdasarkan sumber rujukan yang
diambil.
Latar Belakang Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai
sumber. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah,

1
internet, dan lain sebagainya. Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola
Harvard, ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote).
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan
nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di
akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka.
Fungsi kutipan antara lain sebagai landasan teori, penguat pendapat orang lain, penjelasan
suatu uraian, bahan bukti untuk menunjang pendapat.

B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Kutipan?
2. Tujuan dan fungsi Kutipan?
3. Jenis Pengurtipan?
4. Prinsip-prinsip Pengutipan?
5. Cara-cara Mengutip?
6. Tata cara mengutip karya orang lain?

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kutipan
Kutipan adalah pinjaman sebuah kalimat ataupun pendapat dari seseorang
pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun
majalah-majalah, dan surat kabar. Kutipan juga dapat diambil dari sumber lisan yaitu dari
ucapan lisan seperti pidato atau dsikusi. Penulis cukup mengutip pendapat yang dianggap
benar dengan menyebutkan di mana pendapat itu dibaca atau didengarkan, sehingga
pembaca dapat mencocokkan kutipan itu dengan sumber aslinya.
Walaupun kutipan di atas terdapat seorang ahli itu diperkenalkan, tidaklah berarti
bahwa sebuah tulisan seluruhnya dapat terdiri dari kutipan-kutipan. Penulis harus bisa
menahan dirinya untuk tidak terlalu banyak mempergunakan kutipan supaya karangannya
jangan dianggap suatu himpunan dari berbagai macam pendapat, garis besar kerangka
karangan, serta kesimpulan-kesimpulan yang dibuat merupakan pendapat penulis sendiri.
Sebaliknya, kutipan-kutipan hanya berfungsi sebagai bahan menunjang pendapatnya itu.

B. Fungsi dari Kutipan.

 Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi.


 Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
 Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
 Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
 Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
 Meningkatkan estetika penulisan.
 Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan
penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.

C. Tujuan

1. Menegaskan isi uraian dan membuktikan kebenaran yang diteliti oleh penulis.

2. Menjaga agar tidak terjadi tumpang tindih pendapat

3. Mengkaji interpretasi penulis terhadap kutipan tersebut.

3
4. Menunjukkan bagian atau aspek topik yang akan dibahas

5. Mencegah plagiat

6. Menunjukkan bahwa kutipan bukan himpuanan pendapat orang lain yang disalin dan
dibahas.

D. Jenis Pengutipan
Menurut jenis kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan kutipan tak
langsung (kutipan isi). Kutipan langsung adalah pinjaman demi kalimat dari sebuah teks
aslinya. Sedangkan kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat seseorang pengarang
atau tokoh terkenal berupa inti sari dari pendapat tersebut.
Perbedaan antara kedua kutipan ini harus benar-benar diperhatikan karena akan
membawa konsekuensi yang berlainan bila dimasukkan dalam teks. Dalam hubungan ini
cara mengambil bahan-bahan dari buku-buku pada waktu mengumpulkan data atau akan
membantu. Kutipan langsung harus dimasukkan dalam tanda kutip, sedangkan kutipan tak
langsung tidak dapat diapit oleh tanda kutip.
Jika ada beberapa buku yang dijadikan sebagai acuan ditulis oleh orang yang sama
dan diterbitkan dalam tahun yang sama pula, data tahun diikuti oleh lambang a, b, c, dan
seterusnya urutannya ditentukan secara kronologis atau berdasarkan abjad judul buku-
bukunya.
Apabila karya tulis oleh suatu atau dua orang maka penulisan nama pengarang
harus selalu dituliskan setiap kali diacu/dikutip dalam teks. Bila mengacu pada karya tulis
oleh tiga orang, penulisan semua dalam teks hanya dilakukan pada pengutipan pertama
saja. Pada pengutipan seterusnya nama pengarang pertama saja yang ditulis mengikuti
singkatan dkk (dan kawan-kawan) atau dapat juga digunakan et-al (berasal ari bahasa latin
et ahlii atau et aliae yang berarti orang lain.
Untuk karya yang ditulis lebih dari satu orang, sebaliknya digunakan tanda
empersand (&) untuk menghubungkan nama pengarang yang terakhir dengan nama
pengarang yang mendahuluinya. Hal ini digunakan untuk menghindari terjadinya
kejanggalan kalau rujukan yang diacu dalam teks adalah tulisan dari berbagai bahasa
misalnya; dan (Indonesia), and (Inggris), en (Belanda), und (Jerman), dan seterusnya.

4
Dalam mengambil kutipan, hendaknya kutipan itu jangan terlalu panjang, misalnya
satu halaman atau lebih. Bila demikian halnya, pembaca sering lupa apa yang dibacanya
ini seluruhnya merupakan kutipan. Sebaliknya kutipan diambil seperlunya saja, sehingga
tidak termasuk atau mengganggu uraian yang sebenarnya. Bila penulis menganggap perlu
memasukkan uraian yang sebenarnya. Bila penulis menganggap perlu memasukkan
kutipan yang panjang, maka lebih baik memasukkannya dalam bagian apendiks atau
lampiran.
Selain kutipan yang diambil dari buku-buku atau majalah-majalah, ada pula kutipan
yang diambil dari penutur lisan. Penuturan lisan bisa terjadi melalui wawancara atau
ceramah-ceramah. Namun, kutipan semacam ini dalam karya-karya ilmiah akan kurang
nilainya kalau disajikan begitu saja, agar nilanya lebih dapat dipertanggungjawabkan,
maka harus dimintakan pengesahannya lagi dari orang yang bersangkutan.

Contoh cara kutipan langsung:


Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap atau persis
kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli. Cara penulisannya sebagai
berikut :
1. Kutipan yang panjangnya kurang dari 4 baris :
a. Diketik seperti ketikan teks.
b. Diawali dan diakhiri dengan tanda petik (“ “).
c. Jarak antar baris kutipan dua spasi.
d. Sesudah kutipan selesai, langsung ditulis di belakang yang dikutip dalam tanda
kurung ditulis sumber dari mana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat
atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu
diambil (Penulis, Tahun:Halaman).

2. Kutipan yang terdiri dari 4 baris atau lebih :


a. Jarak antar baris kutipan satu spasi.
b. Dimulai 5-7 ketukan dari batas tepi kiri sesuai dengan alinea teks pengarang atau
pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan
dimasukkan lagi 5-7 ketukan.
c. Kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi.
d. Sumber rujukan ditulis langsung sebelum teks kutipan.

5
e. Apabila pengutip memandang perlu untuk menghilangkan beberapa bagian kalimat,
pada bagian itu diberi titik sebanyak tiga buah.
f. Di belakang kutipan diberi sumber kutipan.
g. Kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak diapit tanda kutip.
h. Bila pengutip ingin menghilangkan satu kalimat atau lebih, maka pada bagian yang
dihilangkan tersebut diganti dengan titik-titik sepanjang satu baris.
i. Apabila pengutip ingin memberi penjelasan atau menggarisbawahi bagian yang
dianggap penting, pengutip harus memberikan keterangan. Keterangan tersebut
berada diantara tanda kurung, misalnya: (garis bawah oleh pengutip.
j. Apabila penulis menganggap bahwa ada satu kesalahan dalam kutipan, dapat
dinyatakan dengan menuliskan symbol (sic!) langsung setelah kesalahan tersebut.

Kutipan langsung ditampilkan untuk mengemukakan konsep atau informasi sebagai


data. Titik-titik sepanjang satu baris menandai penghilangan sebuah kalimat, titik-titik
sebanyak tiga menandai penghilangan kata, dan (sic!) menandai adanya kesalahan dalam
kalimat.
Contoh kutipan langsung
Anderson and Clancy (1991:12) memberi pengertian biaya adalah sebagai berikut:
“Cost is an exchange price, or a sacrifice made obtain a benefit”. Dalam pendapat tersebut
Anderson dan Clancy menyatakan bahwa biaya adalah nilai tukar atau suatu pengorbanan
untuk mendapatkan sesuatu keuntungan.

Contoh cara kutipan tidak langsung:


Penulis melakukan parafrase atau menggunakan kalimat-kalimat yang disusunnya sendiri
(hanya mengambil pokok pikiran/inti sari dari sumber yang dikutip) untuk dinyatakan
kembali dengan kalimat yang disusun oleh pengutip menjadi ikhtisar atau intisari
berdasarkan apa yang dikutipnya. Adapun cara peraturan dalam pembuatannya adalah
sebagai berikut:
a. Kalimat-kalimat yang mengandung kutipan ide tersebut ditulis dengan spasi rangkap
sebagaimana teks biasa.
b. Semua kutipan harus dirujuk.
c. Kutipan di integrasikan dengan teks.
d. Kutipan tidak diapit tanda kutip.

6
e. Sumber rujukan dapat ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung
kutipan.
f. Apabila ditulis sebelum teks kutipan, nama akhir sebagaimana tercantum dalam daftar
pustaka masuk ke dalam teks, diikuti dengan tahun terbitan diantara tanda kurung.
g. Apabila ditulis sesudah teks kutipan, rujukan ditulis di antara tanda kurung, dimulai
dengan nama akhir sebagaimana tercantum dalam daftar pustaka, titik dua, dan diakhiri
dengan tahun terbitan

Contoh kutipan tidak langsung


Anderson and Clancy (1991:12) Dalam pendapat tersebut Anderson dan Clancy
menyatakan bahwa biaya adalah nilai tukar atau suatu pengorbanan untuk mendapatkan
sesuatu keuntungan atau “Cost is an exchange price, or a sacrifice made obtain a benefit”.

E. Prinsip-prinsip Mengutip
Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh penulis pada waktu membuat kutipan,
antara lain:
1. Jangan mengadakan perubahan
Pada waktu mengadakan kutipan langsung pengarang tidak boleh mengubah kata-
kata atau teknik dari teks aslinya. Bila pengarang menggarap perlu untuk mengadakan
perubahan tekniknya, maka ia harus menyatakan atau member keterangan yang jelas
bahwa telah diadakan perubahan tertentu. Misalnya dalam naskah aslinya tidak ada kalimat
atau bagian kalimat yang diletakkan dalam huruf miring (kursif) atau digaris bawahi, tetapi
oleh pertimbangan penulis, kata-kata atau bagian kalimat itu diberikan huruf tebal , huruf
miring, atau direnggangkan. Pertimbangan untuk mengubah teknik itu bisa bermacam-
macam untuk member tekanan, contoh, pertentangan, dan sebagainya. Dalam hal yang
demikian, penulis harus memberikan keterangan dalam tanda kurung segi empat [ ... ]
bahwa perubahan itu dibuat sendiri oleh penulis, dan tidak ada dalam teks aslinya.
Keterangan dalam kurung segi empat itu misalnya berbunyi sebagai berikut: [huruf miring
dari segi penulis].
2. Bila ada kesalahan
Bila dalam kutipan itu terdapat kesalahan atau keganjilan. Entah dalam persoalan
atau dalam sola-soal ketatabahasaan, penulis tidak boleh memperbaiki kesalahan-kesalahan

7
itu. Ia hanya pengutip sebagaimana adanya demikian pula halnya kalau penulis tidak setuju
dengan suatu bagian dari kutipan itu.
Dalam hal terakhir ini, kutipan tetap dilakukan, hanya penulis diperkenankan
mengadakan perbaikan atau catatan terhadap kesalahan tersebut. Perbaikan atau catatan itu
dapat ditempatkan sebagai catatan kaki., atau dapat pula ditempatkan dalam tanda kurung
segi empat [ ... ] seperti halnya dengan perubahan teknik seperti telah dikemukakan di atas.
Catatan dalam tanda kurung empat itu langsung ditempatkan di belakang kata dasar unsur
yang hendak diperbaiki, diberi catatan atau yang disetujui itu.misalnya kalau kita tidak
setuju dengan bagian itu, maka biasanya diberi catatan singkat.
3. Menghilangkan bagian kutipan
Dalam kutipan-kutipan diperkenankan pula menghilangkan bagian-bagian tertentu
dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak boleh mengakibatkan perubahan
makna aslinya atau makna keseluruhannya. Penghilangan bagian itu biasanya dinyatakan
dengan mempergunakan tiga titik sapasi [...] jika unsur yang dihilangkan itu terdapat pada
akhir sebuah kalimat, maka ketiga titik berspasi itu ditambah sesudah titik yang
mengakhiri kalimat itu. Bila bagian yang dihilangkan itu terdiri dari satu alinea atau lebih,
maka biasanya dinyatakan dengan titik berspasi sepanjang satu baris halaman. Bila ada
tanda kutip, maka titik-tiitik itu baik pada awal maupun akhir kutipan harus dimasukkan
dalam tanda kutip sebab unsur yang dihilangkan itu dianggap sebagai bagian dari kutipan.

F. Cara-cara Mengutip
Perbedaan kutipan langsung dengan kutipan tidak langsung akan membawa akibat
yang berlainan pada saat memasukkannya dalam teks. Begitu pula cara membuat kutipan
itu. Agar tiap-tiap jenis kutipan dapat dipahami dengan lebih jelas, perhatikan cara-cara
berikut.
1. Kutipan langsung yang tidak lebih dariempat baris.
Sebuah kutipan langsung yang panjangnya tidak lebih empat baris ketika akan
dimasukkan dalam teks dengan cara berikut:
a. Kutipan diintgrasikan langsung dengan teks
b. Kutipan itu diapit dengan tanda kutip
c. Jarak antara baris dengan baris dua spasi

8
d. Sesudah kutipan selesai diberi nomor petunjuk urut penunjukan setengah spasi keatas,
atau dalam tanda kurung ditempatkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor
halaman terdampar kutipan itu.

2. Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris


Kutipan langsung yang panjangnya lebih dari empat baris ketika ditulis dengan cara-
cara berikut:
a. Kutipan itu dipisahkan dari teks dengan jarak dua setengah spasi
b. Jarak antara basir dengan baris atau spasi
c. Kutipan itu dapat diapit atau tidak dengan tanda kutip
d. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penukunan setengah spasi ke atas atau
ditempatkan dalam tanda kurung nama singkat pengarang. Tahun terbit dari nomor
halaman tempat terdapat kutipan itu.
e. Seluruh kutipan dimasukkan ke dalam 5-7 ketikan; bila kutipan itu dimulai dengan
alinea baru, maka baris pertama dari kutipan itu dimasukkan ke dalam lagi 5-7
ketikan.

3. Kutipan tak langsung


Dalam kutipan tak langsung biasanya inti atau sari pendapat itu yang dikemukakan.
Sebab itu, kutipan tak langsung tidak boleh memeprgunakan tanda kutip. Beberapa
syarat harus diperhatikan untuk membuat kutipan tak langsung:
a. Kutipan itu diintegrasikan dengan teks
b. Jarak antara baris dengan baris dua spasi
c. Kutipan tidak diapit dengan tanda kutip
d. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunukan spasi ke atas, atau dalam
kurung ditempatkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman
tempat terdapat kutipan itu.

4. Kutipan pada catatan kaki


Menurut Ardi (Lamabawa, 2006:2) bahwa selain dari kutipan yang dimaksudkkan
dalam teks seperti telah diuraikan di atas, (baik kutipan langsung maupun kutipan tak
langsung), adapula kutipan yang ditempatkan pada catatan kaki.

9
Bilacara demikian yang dieprgunakan, maka kutipan demikian selalu dimasukkan
dalam spasi rapat, biarpun singkat saja. Demikian juga kutipan itu selalu dimasukkan
dalam tanda kutip, dan dikutip tapat seperti teksaslinya cara ini juga memudahkan
pembaca untuk memeriksa kembali.

G. Tata Cara Mengutip Karya Orang Lain


Cara mengutip tulisan atau artikel dari buku, majalah, surat kabar, atau media
cetak lain adalah sebagai berikut:
1. Kutipan dari buku.
Nama pengarang dengan nama belakang terlebih dahulu jika terdapat gelar letakan
paling belakang dan jika gelar lebih dari satu maka setiap gelar dipisahkan dengan tanda
koma }, { judul lengkap dengan huruf italic atau underline } , { nama kota diterbitkan
buku tersebut}: { nama penerbit, tahun terbit buku tersebut jika tidak ada bisa memakai
tahun buku tersebut dicetak jika keduanya tidak ada boleh tidak dicantumkan}.
Apabila kutipan lebih dari satu maka perlu diurutkan sesuai dengan huruf alphabet.
Contoh:
Aksin, M, Merancang Audio Mobil Hi-Fi Stereo System, Semarang: Effhar, 2002.
Harsono, Drs, Manajemen Pabrik, Jakarta: Balai Aksara, 1984.
Mukhtar., Widodo, Erna, Konstruksi Ke Arah Penelitian Deskriptif, Yogyakarta: Avyrouz,
2000.
2. Kutipan dari majalah, tabloid atau koran.
{ Nama majalah, tabloid atau koran }, { kata atau serangkaian huruf yang khas }, {
nomor edisi lengkap dengan tahun terbit }, { nama kota diterbitkan majalah tersebut }, {
nama penerbit (jika ada) }.
Contoh:
Bobo, Majalah Mingguan Anak-Anak, No. 51/1998, Jakarta.
PC Mild, Indonesia's Greatest Computer Newspaper, Edisi 02/2008, Jakarta: PT. Dian
Digital Media.
PCplus, Paling Plus Bicara PC, No. 290 Tahun VII 21 Agustus-03 September 2007,
Jakarta: PT. Prima Infosarana Media.

10
3. Etika Pengutipan di Internet
Internet merupakan salah satu agen yang makin mempermudah penggandaan suatu
karya cipta terutama yang dipasang di internet. Kemudahan itu pada gilirannya melenakan,
membuai kita sehingga pada saat mengutip lupa untuk memberi
penghargaan (acknowledgement) kepada pengarangnya. Berikut ini format
pengutipan sumber-sumber online menurut Modern Language Association di Amerika.
1. FTP (File Transfer Protocol)
Cara penulisan kutipan lewat File Transfer Protocol adalah sebagai berikut:
- Sertakan nama pengarang (jika ada) dengan nama belakang terlebih dahulu; judul
lengkap; tanggal dokumen; protokol yang digunakan (dalam hal ini ftp) berikut
alamatnya; tanggal akses.
Contoh:
Johnson-Eilola, Johndan., "Little Machines: Rearticulating Hypertext
User." 3 Dec. 1994, ftp://ftp.daedalus.com/pub/CCCC95/johnson-eilola, (14 Aug 1996).

2. HTTP (HyperText Transfer Protocol)


WWW Sites (World Wide Web). Cara penulisan kutipan lewat File HyperText
Transfer Protocol adalah sebagai berikut:
- Sertakan nama pengarang (jika ada) dengan nama belakang terlebih dahulu; judul
lengkap dalam tanda petik; tanggal dokumen; protokol yang digunakan (dalam hal ini
http) berikut alamat URL-nya; dan tanggal akses.
Contoh.
Burka, Lauren P, "A Hypertext History of Multi-User Dimensions.", MUD History.
1993, http://www.utopia.com/talent/ipb/muddex/essay, (2 Aug. 1996).
Priadi, Prasetyo, Membuat Printed Circuit Board (PCB) Menggunakan DipTrace,
Prasetyo Laboratories. 2008, http://www.PrasetyoLabs.Co.Cc, (15 Desember 2008).

11
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kutipan adalah pinjaman sebuah kalimat ataupun pendapat dari seseorang pengarang
atau seseorang, baik berupa tulisan dalam buku, kamus, ensiklopedia, artiket, laporan,
majalah, koran, surat kabar atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk lisan misal
media elektronika seperti TV, radio, internet, dan lain sebagainya. Tujuannya sebagai
pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Kutipan terdiri dari:
1. Kutipan langsung
2. Kutipan tidak langsung
Dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya. Hal itu dimaksudkan sebagai
pernyataan penghormatan kepada orang yang pendapatnya kita dikutip dan sebagai
pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut. Selain itu
dalam mengutip kita harus memperhatikan beberapa aturan pengutipanberdasarkan sum
bernya masing-masing agar tindakan pengutipan yang kita lakukan tidak dikatakan
melanggar hukum. Hal ini berdasarkan Pasal 14 UU No. 19 Tahun 2002dan Pasal 15
UU No. 19 Tahun 2002.

B. Saran
Perlu diperhatikan bahwa dalam membuat kutipan ada beberapa prinsip yang harus
diperhatikan yakni:
1. Penulis jangan terlalu banyak mengutip sehingga tulisan yang disusun menjadi
suatu himpunan kutipan.
2. Kutipan dianggap benar jika penulis menunjukkan tempat atau asal kutipan
sehingga pembaca dapat mencocokkan kutipan dengan sumber aslinya.
3. Kutipan hendaknya diambil seperlunya agar tidak merusak uraian sebenarnya.
4. Kutipan yang panjang sebaiknya dimasukkan dalam lampiran.
5. Menghilangkan bagian kutipan diperkenankan dengan syarat bahwa
penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna.
6. Pada kutipan langsung, penulis tidak boleh mengubah apapun dan
andaikata penulis tidak menyetujui apa yang dikutipnya atau menemukan kesalahan, ia

12
dapat memberi tanda : [. . .. ] atau [ sic]. Sic berasal dari kata latin sicut yang berarti
“dengan demikian”, “jadi..”, “ seperti itu”.
7. Pengutip tidak boleh mengadakan perubahan, baik kata-katanya maupun tekniknya.

13
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Di akses Jum’at, 29 September 2017.


http://id.wikipedia.org/wiki/Kutipan

Anonim. Di akses Jum’at, 29 September 2017.


http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18343/Kutipan.ppt

Anonim. Di akses Jum’at, 29 September 2017.


http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19582/Bibliografi.pptx

Anonim. Di akses Jum’at, 29 September 2017.


http://blog.atmasetya.com/yang-dimaksud-dengan-kutipan.html

http://planetxperia.blogspot.co.id/2016/01/pengertian-kutipan-jenis-jenis-kutipan.html

http://alauddinmakassar.blogspot.co.id/2015

https://girlycious09.wordpress.com/tag/pengertian-kutipan/

http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDONESIA/196
401221989031KHOLID_ABDULLAH_HARRAS/Bahan2_Kuliah/Presentasi/KUTIPAN.
pdf

14