Anda di halaman 1dari 3

PERBEDAAN KUTIPAN LANGSUNG DAN KUTIPAN TIDAK LANGSUNG

KUTIPAN LANGSUNG

Kutipan langsung adalah kutipan yang mengambil isi yang dikutip dengan sama persis dengan isi dalam
teks aslinya (tidak dipotong atau disingkat).
Selain menulis isi kutipannya, referensinya juga harus disertai dengan nama pengarang, tahun terbitan
dan juga nomor halamannya apabila ada.
Umumnya teks yang dijadikan rujukan untuk kutipan langsung berupa kajian ilmiah, karya tulis ilmiah,
jurnal, penelitian dan pendapat ahli.
Kutipan langsung yang berbahasa asing umumnya ditulis dengan 3 cara; (1) Mengutipnya teks aslinya
tanpa diterjemahkan. (2) Mengutip langsung teks terjemahannya. (3) Mengutip teks terjemahan di
dokumennya dan menyertakan teks berbahasa asing dalam lampiran.
KUTIPAN TIDAK LANGSUNG

Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang mengambil isi yang dikutip dengan bahasa peneliti/penulis
sendiri, namun intinya sama dengan isi dalam teks aslinya.
Selain menulis isi kutipan dengan bahasa sendri, referensinya juga harus disertai dengan nama
pengarang, tahun terbitan dan nomor halamannya jika ada.
Umumnya teks yang diambil sebagai rujukan untuk kutipan tidak langsung sama dengan kutipan
langsung, yakni berupa kajian ilmiah, karya tulis ilmiah, jurnal, penelitian dan juga pendapat ahli.
Kutipan tidak langsung umumnya ditulis dengan 2 cara; (1) Meringkas, menyimpulkan dan merujuk
pendapat/pikiran orang lain, baru dikutip. (2) Langsung mengambil inti dari pikiran orang lain, kemudian
diterjemahkan dalam bahasa peneliti/penulis sendiri.
Setelah mengetahui perbedaan antara kutipan langsung dan kutipan tidak langsung, tinggal menentukan
saja mana cara menulis kutipan yang akan di pakai. Pada dasarnya keduanya sama, sehingga baik
kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung dapat dipakai untuk menulis kutipan di skripsi, thesis,
makalah maupun karya tulis ilmiah.
A. Pengertian Kutipan
Kutipan adalah pinjaman sebuah kalimat ataupun pendapat dari seseorang pengarang, atau
ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah, dan
surat kabar. Kutipan juga dapat diambil dari sumber lisan yaitu dari ucapan lisan seperti pidato
atau dsikusi. Penulis cukup mengutip pendapat yang dianggap benar dengan menyebutkan di
mana pendapat itu dibaca atau didengarkan, sehingga pembaca dapat mencocokkan kutipan itu
dengan sumber aslinya.
Walaupun kutipan di atas terdapat seorang ahli itu diperkenalkan, tidaklah berarti bahwa sebuah
tulisan seluruhnya dapat terdiri dari kutipan-kutipan. Penulis harus bisa menahan dirinya untuk
tidak terlalu banyak mempergunakan kutipan supaya karangannya jangan dianggap suatu
himpunan dari berbagai macam pendapat, garis besar kerangka karangan, serta kesimpulan-
kesimpulan yang dibuat merupakan pendapat penulis sendiri. Sebaliknya, kutipan-kutipan hanya
berfungsi sebagai bahan menunjang pendapatnya itu.
E. Prinsip-prinsip Mengutip
Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh penulis pada waktu membuat kutipan, antara
lain:
1. Jangan mengadakan perubahan
Pada waktu mengadakan kutipan langsung pengarang tidak boleh mengubah kata-kata atau
teknik dari teks aslinya. Bila pengarang menggarap perlu untuk mengadakan perubahan
tekniknya, maka ia harus menyatakan atau member keterangan yang jelas bahwa telah diadakan
perubahan tertentu. Misalnya dalam naskah aslinya tidak ada kalimat atau bagian kalimat yang
diletakkan dalam huruf miring (kursif) atau digaris bawahi, tetapi oleh pertimbangan penulis,
kata-kata atau bagian kalimat itu diberikan huruf tebal , huruf miring, atau direnggangkan.
Pertimbangan untuk mengubah teknik itu bisa bermacam-macam untuk member tekanan, contoh,
pertentangan, dan sebagainya. Dalam hal yang demikian, penulis harus memberikan keterangan
dalam tanda kurung segi empat [ ... ] bahwa perubahan itu dibuat sendiri oleh penulis, dan tidak
ada dalam teks aslinya. Keterangan dalam kurung segi empat itu misalnya berbunyi sebagai
berikut: [huruf miring dari segi penulis].
1. Bila ada kesalahan
Bila dalam kutipan itu terdapat kesalahan atau keganjilan. Entah dalam persoalan atau dalam
sola-soal ketatabahasaan, penulis tidak boleh memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Ia hanya
pengutip sebagaimana adanya demikian pula halnya kalau penulis tidak setuju dengan suatu
bagian dari kutipan itu.
Dalam hal terakhir ini, kutipan tetap dilakukan, hanya penulis diperkenankan mengadakan
perbaikan atau catatan terhadap kesalahan tersebut. Perbaikan atau catatan itu dapat ditempatkan
sebagai catatan kaki., atau dapat pula ditempatkan dalam tanda kurung segi empat [ ... ] seperti
halnya dengan perubahan teknik seperti telah dikemukakan di atas. Catatan dalam tanda kurung
empat itu langsung ditempatkan di belakang kata dasar unsur yang hendak diperbaiki, diberi
catatan atau yang disetujui itu.misalnya kalau kita tidak setuju dengan bagian itu, maka biasanya
diberi catatan singkat.
2. Menghilangkan bagian kutipan
Dalam kutipan-kutipan diperkenankan pula menghilangkan bagian-bagian tertentu dengan syarat
bahwa penghilangan bagian itu tidak boleh mengakibatkan perubahan makna aslinya atau makna
keseluruhannya. Penghilangan bagian itu biasanya dinyatakan dengan mempergunakan tiga titik
sapasi [...] jika unsur yang dihilangkan itu terdapat pada akhir sebuah kalimat, maka ketiga titik
berspasi itu ditambah sesudah titik yang mengakhiri kalimat itu. Bila bagian yang dihilangkan itu
terdiri dari satu alinea atau lebih, maka biasanya dinyatakan dengan titik berspasi sepanjang satu
baris halaman. Bila ada tanda kutip, maka titik-tiitik itu baik pada awal maupun akhir kutipan
harus dimasukkan dalam tanda kutip sebab unsur yang dihilangkan itu dianggap sebagai bagian
dari kutipan.
G. Tata Cara Mengutip Karya Orang Lain
Cara mengutip tulisan atau artikel dari buku, majalah, surat kabar, atau media cetak lain adalah
sebagai berikut:
1. Kutipan dari buku.
Nama pengarang dengan nama belakang terlebih dahulu jika terdapat gelar letakan
paling belakang dan jika gelar lebih dari satu maka setiap gelar dipisahkan dengan tanda koma
}, { judul lengkap dengan huruf italic atau underline } , { nama kota diterbitkan buku tersebut}:
{ nama penerbit, tahun terbit buku tersebut jika tidak ada bisa memakai tahun
buku tersebut dicetak jika keduanya tidak ada boleh tidak dicantumkan}.
Apabila kutipan lebih dari satu maka perlu diurutkan sesuai dengan huruf alphabet.
Contoh:
Aksin, M, Merancang Audio Mobil Hi-Fi Stereo System, Semarang: Effhar, 2002.
Harsono, Drs, Manajemen Pabrik, Jakarta: Balai Aksara, 1984.
Mukhtar., Widodo, Erna, Konstruksi Ke Arah Penelitian Deskriptif, Yogyakarta: Avyrouz,
2000.
2. Kutipan dari majalah, tabloid atau koran.
{ Nama majalah, tabloid atau koran }, { kata atau serangkaian huruf yang khas }, { nomor edisi
lengkap dengan tahun terbit }, { nama kota diterbitkan majalah tersebut }, { nama penerbit (jika
ada) }.
Contoh:
Bobo, Majalah Mingguan Anak-Anak, No. 51/1998, Jakarta.
PC Mild, Indonesia's Greatest Computer Newspaper, Edisi 02/2008, Jakarta: PT. Dian Digital
Media.
PCplus, Paling Plus Bicara PC, No. 290 Tahun VII 21 Agustus-03 September 2007, Jakarta: PT.
Prima Infosarana Media.

3. Etika Pengutipan di Internet


Internet merupakan salah satu agen yang makin mempermudah penggandaan suatu karya cipta
terutama yang dipasang di internet. Kemudahan itu pada gilirannya melenakan, membuai kita
sehingga pada saat mengutip lupa untuk memberi penghargaan (acknowledgement) kepada
pengarangnya. Berikut ini format pengutipan sumber-sumber online menurut Modern Language
Association di Amerika.
1. FTP (File Transfer Protocol)
Cara penulisan kutipan lewat File Transfer Protocol adalah sebagai berikut:
- Sertakan nama pengarang (jika ada) dengan nama belakang terlebih dahulu; judul lengkap;
tanggal dokumen; protokol yang digunakan (dalam hal ini ftp) berikut alamatnya; tanggal
akses.
Contoh:
Johnson-Eilola, Johndan., "Little Machines: Rearticulating Hypertext
User." 3 Dec. 1994, ftp://ftp.daedalus.com/pub/CCCC95/johnson-eilola, (14 Aug 1996).

2. HTTP (HyperText Transfer Protocol)


WWW Sites (World Wide Web). Cara penulisan kutipan lewat File HyperText Transfer
Protocol adalah sebagai berikut:
- Sertakan nama pengarang (jika ada) dengan nama belakang terlebih dahulu; judul lengkap
dalam tanda petik; tanggal dokumen; protokol yang digunakan (dalam hal ini http) berikut
alamat URL-nya; dan tanggal akses.
Contoh.
Burka, Lauren P, "A Hypertext History of Multi-User Dimensions.", MUD History. 1993,
http://www.utopia.com/talent/ipb/muddex/essay, (2 Aug. 1996).
Priadi, Prasetyo, Membuat Printed Circuit Board (PCB) Menggunakan DipTrace, Prasetyo
Laboratories. 2008, http://www.PrasetyoLabs.Co.Cc, (15 Desember 2008).
c. Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda
kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

d. Kutipan atas ucapan lisan


Harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat
dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau tidak langsung.

e. Kutipan dalam kutipan


Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat kutipan. Dapat dilakukan dengan dua cara:
1) bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda
kutip tunggal atau tanda kutip ganda.
2) bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip ganda.
Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip
tunggal.

f. Kutipan langsung pada materi

Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hingga penghentian terdekat (dapat berupa koma, titik
koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.
Contoh:
“Jelas,” kata Prof. Haryati, “kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa
Sansekerta.”
Catatan: Kutipan yang panjang sebaiknya dimasukkan dalam lampiran.