Anda di halaman 1dari 10

•keadaan ini menimbulkan sintesa dan

FISIOLOGI penyimpanan glikogen, penyimpanan lemak dan


transport asam amino ke dalam sel- sel.
KEHAMILAN
Setelah 20 minggu
(Ferry Gunawan 2008-061-173) Resistensi insulin bertambah dan kadar insulin
plasma meningkat.
EFEK UMUM KEHAMILAN PADA IBU
•Suatu beban karbohidrat menghasilkan
Total Cairan Tubuh
peningkatan insulin plasma 3- 4 kali lebih besar
Meningkat sampai rata- rata 8,5 Liter dan terdiri: dari keadaan tidak hamil, tetapi kadar glukosa
plasma juga tinggi.
- cairan fetus - cairan amnion
•Keadaan ini mengurangi penggunaan glukosa
- jaringan plasenta - jaringan maternal - edema maternal dan mendorong terjadinya
glikogenolisis, glukoneogenesis, dan penggunaan
- Hidrasi yang meningkat dari substansi dasar lemak maternal sebagai sumber energi.
jaringan konektif  edema dan keluarnya cairan
dari jaringan konektif  perubahan pada sendi- •Disamping kadar postprandial glukosa plasma
sendi terutama pada trimester III. yang tinggi dan berkepanjangan, kadar glukosa
puasa pada kehamilan lanjut lebih rendah dari
- Edema generalisata  edema kornea, yang tidak hamil.
perubahan tekanan intra okular, edema gingival,
peningkatan vaskular dari sinus- sinus kranial, *Asam amino
edema trakeal.
•Konsentrasi asam amino plasma menurun
Kebutuhan Energi selama kehamilan akibat hemodilusi.

Kebutuhan energi meningkat secara bertahap •Sintesa urea menurun.


mulai minggu ke- 10 sampai minggu 36 sebanyak
*Lipid
50-100 kkal/ hari. Pada 4 minggu terakhir
kebutuhan meningkat menjadi 300 kkal/hari. •Semua kadar lemak meningkat dengan
peningkatan terbesar pada komponen
Metabolisme
Trigliserida.
Modifikasi metabolik dimulai segera setelah
•Lipid dapat melewati plasenta.
konsepsi dan paling nyata terlihat pada
pertengahan ke-2 kehamilan saat pertumbuhan •Hiperlipidemia pada kehamilan bukan
fetus. aterogenik tetapi dapat menyamarkan adanya
hiperlipidemia patologik.
Uterus dan plasenta membutuhkan karbohidrat,
lemak, dan asam amino. *Lemak ( Fat)
*Karbohidrat •Pada permulaan kehamilan lemak akan
disimpan.
Glukosa dapat melalui plasenta secara
permeabel, yang memberikan suplai bagi •Pada pertengahan kehamilan, lemak merupakan
fetus20 minggu pertama sumber energi maternal yang utama.
Sensitivitas insulin meningkat pada pertengahan •Pada postpartum kadar lipid kembali kenormal.
pertama kehamilan.
•Mungkin memerlukan waktu 6 bulan.
•glukosa darah puasa rendah
*Kolesterol
•Terjadi peningkatan perubahan lipoprotein kembali. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara
menjadi kolesterol yang mengakibatkan antara lain:
peningkatan suplai untuk jaringan- jaringan dan
peningkatan suplai untuk produksi steroid. - Selama kehamilan, progesteron menurunkan
ambang batas CO2 yang akan merangsang
•Kolesterol total meningkat pada postpartum pusat napas dan meningkatkan sensitivitas pusat
pada semua ibu, tetapi dapat dikurangi dengan napas. Hal ini akan menyebabkan hiperventilasi
pengelolaan diet setelah persalinan. pada kehamilan.

•Trigliserida, VLDL, LDL, dan HDL meningkat - TV meningkat sampai 200 ml.
selama kehamilan.
- VC meningkat sampai 100- 200 ml.
*Obat- obatan / Substansi lainnya

- Kadar fenitoin dalam plasma menurun selama


kehamilan. Sistem Kardiovaskular

- Waktu paruh kafein menjadi dua kali lipat. Cardiac Output

- Antibiotik dibersihkan lebih cepat oleh ginjal. - CO meningkat sebanyak 40% pada minggu ke-
10 akibat peningkatan 10% pada stoke volume
dan peningkatan frekuensi sebanyak 10- 15%
/menit.
Sistem Saraf Sentral
- Pembesaran menyeluruh dari jantung dan
Sinkop dapat terjadi karena banyak sebab: pembesaran ventrikel kiri.

1.Venous pooling di ekstremitas inferior pusing - Posisi jantung pada anterolateral akibat
/ perasaan melayang terutama pada perubahan peninggian diafragam perubahan EKG dan
posisi. mengakibatkan perubahan yang menyerupai
iskemi.
2. Dehidrasi.
Pemeriksaan Fisik
3. Hipoglikemi.
- Pada akhir trimester pertama, kedua komponen
4. Shunting post prandial dari aliran darah ke
dari S1 bertambah keras dengan splitting yang
lambung.
lebih jelas.
5. Kelelahan pada exercise.
- Setelah pertengahan kehamilan, 90% wanita
hamil menunjukkan adanya bunyi jantung ke-3
atau gallop S3.
Gejala- gejala emosional dan psikis merupakan
akibat dari: - Murmur ejeksi sistolik di sepanjang batas kiri
sternal terdapat pada 96% kehamilan (akibat
-perubahan hormonal pada kehamilan. peningkatan aliran darah yang melalui katup
aorta dan pulmo).
-progesteron  kelelahan, dispnea, depresi.
- Murmur diastolik tidak pernah normal dan
-euforia sebagai akibat dari kortikosteroid memerlukan evaluasi kardiolog.
endogen.
Selama Persalinan

- CO meningkat sebanyak 30% pada setiap


Sistem Respirasi kontraksi dengan peningkatan stroke volume
tetapi tidak terdapat peningkatan pada frekuensi
pCO2 fetus harus lebih besar dari pCO2 ibu.
denyut jantung.
Karenanya pusat pernapasan ibu harus diatur
Sistem Vena
Dilatasi vena merupakan akibat dari: •Statis urin disebabkan karena penurunan
peristatik ureter dan penekanan oleh uterus pada
- Relaksasi otot polos vaskuler. tepi pelvis sesuai dengan kemajuan kehamilan.

- Tekanan dari uterus yang membesar pada vena •Bakteriuria asimtomatik terjadi pada 5 hingga
cava inferior dan vena- vena iliaka. 8% wanita hamil.

•Peningkatan frekuensi berkemih

Sistem Gastrointestinal - Selama 3 bulan pertama kehamilan karena


tekanan pada vesika urinaria oleh uterus yang
*Refluks Esofagitis (nyeri lambung / epigrastrium)
membesar.
•Pembesaran uterus mendorong lambung ke atas
- Selama minggu terakhir kehamilan akibat
spingter esofagus dan menyebabkan peningkatan
penurunan kepala janin ke rongga pelvis.
tekanan dalam lambung.
•Nocturia
•Progesterone menyebabkan relaksasi relatif dari
spingter esofagus. - Fisiologis setelah trimester pertama.

•Mungkin juga terdapat refluks cairan empedu ke - Buang air kecil 4 kali setiap malam masih
lambung karena inkompetensi pilorus. normal.

•Konstipasi dapat terjadi akibat progesterone - Gerakan janin dan insomnia juga dapat
yang menyebabkan relaksasi otot polos intestinal menyebabkan nokturia.
dan melambatkan persitaltik
•Stress Incontinence
*Kandung Empedu
- Sering terjadi selama kehamilan normal.
•Ukurannya membesar.
- Karena relaksasi dari otot-otot vesika urinaria.
•Pengosongan lebih lambat.
- Normalnya uretra memanjang selama hamil
•Kolestasis mungkin disebabkan oleh efek tetapi tidak pada stress incontinence.
hormonal karena dapat ditemukan juga pada
penggunaan kontrasepsi oral dan terapi
pengganti hormon.
*Vesika Urinaria
*Hepar
Tonus vesika urinaria menurun, tetapi kapasitas
•Fungsi hepar meningkat. vesika urinaria meningkat secara progresif
selama kehamilan.
•Konsentrasi plasma globulin dan fibrinogen
meningkat.

•Tingkat sintetis albumin meningkat  total *Ureter


albumin meningkat hingga 19%, dan puncaknya
pada minggu ke 28. Ureter mengalami dilatasi yang progresif dan
kinking > 90% pada wanita hamil di atas ≥ 6
•Kecepatan aliran darah pada vena hepatis akan minggu.
menurun.
- Disertai penurunan aliran urin.
•Serum alkaline phospatase akan meningkat
terutama akibat produksi dari plasenta. - Dilatasi lebih besar pada sebelah kanan karena
dextrorotasi dari uterus dan tidak sampai ke
bawah rongga pelvis.

Sistem urogenital -Dilatasi terjadi karena dari obstruksi oleh uterus


dan efek dari hormon-hormon kehamilan.
-Dilatasi ureter terjadi sampai kaliks  - Manfaat dari peningkatan sirkulasi volume
meningkatkan ukuran glomerulus dan
•Membantu kompensasi peningkatan aliran darah
meningkatkan cairan interstitial pembesaran
ke uterus dan ginjal.
ginjal (panjangnya meningkat hingga 1 cm dan
berat naik hingga 20%). •Mengurangi viscositas darah dan meningkatkan
aliran darah kapiler.

*Sel Darah Merah


*Fungsi renal
•Sel darah merah meningkat secara progresif
- Aliran plasma pada ginjal meningkat dari
selama kehamilan
trimester pertama dan pada minggu ke 20
mencapai 30 hingga 50% diatas normal dan - 18% pada wanita tanpa pemberian suplement
aliran tetap meningkat sampai minggu ke 30 Fe
kemudian menurun perlahan ke nilai semula.
- 30% pada wanita dengan pemberian suplement
- Laju filtrasi glomerulus (GFR) meningkat segera Fe
setelah konsepsi. Pada minggu ke 16 mencapai
60% di atas normal dan tetap meningkat •Retikulosit meningkat ≥ 2%.
sepanjang sisa kehamilan.
•Mean Corpusular Volume (MCV) meningkat.

*Hemoglobin
*Perubahan Tubulus Ginjal
•Konsentrasi HbF meningkat 1 hingga 2% selama
•Tubulus kehilangan daya reabsorbsi asam kehamilan.
amino, asam urat dan glukosa sehingga tidak
dapat diserap dengan sempurna pada wanita *Laju Endap Darah
hamil.
•Meningkat pada awal kehamilan karena
• Peningkatan kehilangan protein sampai 300 peningkatan fibrinogen dan perubahan fisiologis
mg/24 jam lainnya.

Retensi Na+ menyebabkan retensi air oleh ginjal. •Laju endap darah = 100 mm/jam biasa pada
Kandungan Na+ meningkat 500 hingga 900 mmol kehamilan.
(karena peningkatan reabsorpsi oleh tubulus
*Sel darah putih
ginjal).
- Neutrofil
Hematologi
Nilai neutrofil meningkat pada trimester pertama
*Volume Plasma
dan terus naik sampai usia kehamilan 30 mg.
- Volume plasma meningkat 50% selama Aktivitas metabolik neutrofil dan fungsi
kehamilan, karena peningkatan sel darah merah fagositosis meningkat.
dan plasma, tetapi plasma lebih banyak. Hal ini
mengakibatkan terjadinya hemodilusi. • Limfosit Jumlahnya tidak berubah, tetapi
fungsinya berkurang.
- Lebih meningkat pada multigravida daripada
primigravida. * Platelet

- Lebih meningkat pada kehamilan multipel -Aktifitas platelet meningkat pada trimester
daripada kehamilan tunggal. kedua dan trimester ketiga dan kembali normal
pada 12 minggu postpartum.
- Berhubungan dengan berat badan lahir.
-Pada 8 hingga 10% kehamilan normal, platelet
- Peningkatan volume plasma lebih sedikit pada turun di bawah 150 .000 tanpa efek negatif pada
pasien dengan aborsi berulang. fetus.
•Waktu paruh kortisol plasma meningkat
sementara clearence menurun.
Sistem Endokrin

Secara umum, sistim endokrin dimodifikasi


selama kehamilan akibat pembentukan plasenta. *Kelenjar Tiroid
Plasenta menghasilkan Human Chorionic
Gonadotropin (hCG) dan Human Placental Perubahan berikut diduga karena peningkatan
Lactogen (hPL) disamping hormon-hormon estrogen selama kehamilan.
lainnya.
- Ukurannya meningkat selama kehamilan.
- hCG (luteotropic) : mengatur dan menstimulasi
- Total tiroksin dan thyroxine binding globulin
adrenal dan pembentukan steroid oleh plasenta.
meningkat sehingga kadar tiroksin bebas tetap
Merangsang sekresi testosteron oleh testis
normal dan ibu tetap eutiroid.
fetus. Memiliki aktivitas tirotropik.

- hPL disebut juga human Chorionic


Somatomammotropin (hCS) : efeknya sebagai *Kelenjar Paratiroid
antiinsulin dan menyerupai hormon pertumbuhan
menyebabkan gangguan pelepasan glukosa dan - Kadar hormon paratiroid meningkat pada
asam lemak bebas pada ibu. kehamilan yang akan meningkatkan absorpsi
kalsium pada ibu, untuk menghambat kehilangan
kalsium yang melewati plasenta.

*Kelenjar Pituitari - Pada aterm, kadar hormon paratiroid serum


lebih tinggi pada ibu, tapi kalsitonin lebih tinggi
Sensitivitas dan berat meningkat.
pada fetus. Keadaan ini mengakibatkan
Prolactin terbentuknya deposit pada tulang janin.

•Dalam plasma meningkat beberapa hari post


konsepsi.
*Protein Plasma
•Pada yang aterm, kadarnya 10 – 20 x lebih
Konsentrasi protein serum ibu menurun,
tinggi dari normal.
terutama pada kehamilan 20 minggu akibat
Follicel Stimulating Hormone penurunan albumin serum. Penurunan ini
mengurangi tekanan osmotik koloid plasma
•Memberi efek umpan balik pada pelepasan
hormon goradotropin (GnRH).  edema pada kehamilan.

•Menunjukkan penurunan respon yang progresif *Pankreas


 tidak ada respon pada 3 minggu setelah
- Ukuran pulau-pulau langerhans meningkat
ovulasi.
selama kehamilan.
Luteinizing Hormon
- Jumlah sel beta meningkat selama kehamilan.
•Respon terhadap GnRH menurun dan akhirnya
- Jumlah sel reseptor insulin meningkat selama
menghilang.
kehamilan.

Insulin
*Kelenjar Adrenal
- Kadar insulin serum meningkat selama
•Kortisol plasma dan kortikosteroid lain pertengahan kedua kehamilan namun resistensi
meningkat progresif sejak kehamilan 12 minggu insulin juga meningkat.
hingga aterm dan mencapai 3 hingga 5 kali
diatas normal.
- Resistensi insulin mungkin disebabkan oleh ADAPTASI NORMAL PADA KEHAMILAN
adanya hPL, plolaktin dan hormon kehamilan
lainnya yang memiliki efek anti insulin. * Vagina

Glucagon - Hipertrofi epitel vagina dan jumlah sel glikogen


meningkat pada vagina
- Kadarnya meningkat ringan pada kehamilan,
namun tidak setinggi kadar insulin. - Berkurangnya kolagen dan meningkatnya air
pada jaringan konektif.

- Vagina menjadi lebih asam (pH = 4 hingga 5) 


Sistem Integumen / kulit menyamarkan adanya pertumbuhan dari bakteri
patogen dan jamur.
Perubahan fisiologis pada kulit dapat terjadi
selama kehamilan. Beberapa dipercaya akibat * Uterus
perubahan keadaan hormonal kehamilan.
•Hipertrofi dan hiperplasi otot polos miometrium
*Efek MSH (Melanosit Stimulating Hormon). sebagai akibat dari:

Peningkatan MSH menyebabkan: -Hormon steroid

- Linea nigra : Garis hitam / perbedaan warna -Distensi uteri dan penipisan dinding uterus
abdomen dari umblikus hingga pubis, dapat akibat dari pertumbuhan fetus, plasenta, cairan,
terlihat selama akhir gestasi. amnion.

- Hiperpigmentasi Nipple dan areola. •Berat uterus pada aterm 1.100 gr dengan
peningkatan massa 20 x lipat (pada wanita tidak
- Kloasma pada wajah / melasma : hamil berat uterus 70 gr).
hiperpigmentasi coklat terang/gelap pada daerah
wajah yang terpapar. Lebih sering pada orang Ligamentum Rotundum
terkulit coklat atau hitam, yang tinggal di daerah
bermatahari dan yang mengkonsumsi -Panjang komponen otot dan diameternya
kortikosteroid. meningkat

- Warna coklat akibat terbakar sinar matahari -Selama kehamilan ligamentum mungkin
lebih lama menghilang daripada biasanya. berkontraksi secara spontan atau sebagai respon
dari gerakan uterus.
*Efek Estrogen :
-Pada persalinan, kontraksi dari ligamen akan
- Spider nevi (tampak cabang-cabang karena menarik uterus ke depan supaya kekuatan dapat
dilatasi kapiks pada kulit) diarahkan sebanyak mungkin ke pelvis.

- Eritema palmaris. Vaskularisasi uterus

*Efek kortikosteroid : -Selama kehamilanl, arteri uterus merupakan


sumber darah yang terpenting.
- Striae pada abdomen, dada, dll, sebagai akibat
peningkatan kortikosteroid dalam sirkulasi. -Selama kehamilan, arteri ovarium memberikan
20 hingga 30% suplai darah pada 70% wanita.
- Kuku Jari tumbuh lebih cepat selama kehamilan.
-Arteri uterus berdilatasi hingga 1.5 kali.
- Rambut rontok berkurang, namun rambut dapat
rontok akibat stress emosional pada ibu. Serviks uteri

- Jumlah kolagen di dalam cervix berkurang


hingga sepertiganya.
- Lamanya persalinan spontan berbanding *Pembuahan
terbalik dengan konsentrasi kolagen serviks
pada awal dilatasi. Pembuahan biasanya terjadi dalam 24 jam
setelah ovulasi pada 1/3 tuba falopi yang melekat
Akumulasi glycosaminoglycans dan peningkatan pada ovarium (ampula):
kandungan air dan pembuluh darah pada serviks
uterus dan menyebabkan perlunakan dan - Sperma penetrasi ke dalam zona pelucida dan
sianosis = karakteristik serviks pada wanita hamil memfusikan membran plasmanya dengan
: membran plasma ovum.

- Mengakibatkan peningkatan compliance - Inti sperma dan isi sel yang lainnya masuk ke
peregangan. dalam sitoplasma telur.

- Proses ini disebut “cervical ripening” dan - Bila terjadi meiosis II dan menghasilkan badan
berlangsung secara bertahap sampai beberapa polar tambahan.pembuahan ovum akan segera
minggu terakhir kehamilan. menyelesaikan

- Pada awal trimester pertama terdapat *Preimplantasi


hiperaktif epitel skuamosa ektoserviks,
- Telur yang sudah dibuahi tetap di ampula
hiperplasia kelenjar endoserviks, dan proliferasi
selama 80 jam setelah ruptur folikel dan melewati
epitel endoserviks.
ismus tuba falopi selama 10 jam.
- Sekresi dari kanalis endoserviks akan
- Telur yang sudah dibuahi membagi menjadi
membentuk mukous plug di serviks yang bersifat
bentuk blastomer yang multisel
anti bakteri.
- Blastomer melewati tuba falopi masuk ke
Isthmus Uteri
rongga uterus.
- Isthmus uteri merupakan daerah kecil diantara
- Embrio berkembang menjadi blastosit yang
korpus uterus dan serviks uterus.
mengapung secara bebas dalam cavum
- Dimulai pada 12 minggu kehamilan, isthmus endometrium 90- 150 jam setelah konsepsi. (lihat
membesar dan menipis akibat pengaruh tabel )
hormonal pada kehamilan dan adanya distensi
* Implantasi
uterus.
- Pada hari ke 5 sampai 6 perkembangan ,
- Selama persalinan, isthmus memanjang dan
blastosit menempel pada endometrium dengan
dikenal sebagai segmen bawah rahim.
bantuan molekul adhesi yang terdapat pada
permukaan endometrium.

KONSEPSI - Setelah perlengketan, endometrium


berproliferasi disekitar blastosit.
*Ovulasi
*Plasentasi
Ovulasi diperlukan untuk terjadinya pembuahan
yang normal: - Selama minggu ke-2 , sel- sel dibagian luar
massa sel berdiferensiasi menjadi trofoblast.
- Ovum harus keluar dari ovarium dan masuk ke
tuba falopi - Lapisan trofoblastik membentuk batas awal
antara embrio dan endometrium.
- Ovum yang tidak dibuahi dikelilingi oleh zona
pelucida - Trofoblast yang paling dekat dengan
miometrium membentuk cakram plasenta,
- Oosit ini telah menyelesaikan pembelahan trofloblast yang lain membentuk membran
meiosis yang pertama dan menghasilkan badan korionik.
polar I.
*Post Implantasi
- Endometrium/pinggir uterus selama kehamilan *HPL (Human Placental Lactogen)
disebut desidua.
Sumber : Trofoblas
- Sel darah merah ibu tampak dalam lakuna
trofoblastik pada minggu kedua post konsepsi Fungsi : antagonis insulin => intoleransi glukosa
maternal, lipolisis dan proteolisis
*Plasenta

Diatas trimester kedua dan trimester ketiga


plasenta selanjutnya menyesuaikan diri. *CRH (hormone pelepas corticotropin)

Plasenta merupakan penghasil hormon steroid Sumber : jaringan plasenta dan deciduas
primer, setelah kehamilan tujuh minggu.
Fungsi : merangsang plasenta melepaskan
Suplai Darah :Aliran pada arteri arkuata dan ACTH dan berperan pada pembentukan
radial selama kehamilan normal tinggi dengan glukokortikoid fetus yang berhubungan dengan
resistensi rendah (resistensi menurun setelah 20 maturasi fetus pada akhir trimester 3.
minggu).

Kehamilan Multipel

- Pembelahan Embrio sebelum diferensiasi


*Prolactin
trofoblast (antara hari kedua dan ketiga) 2
korion, 2 amnion Sumber : endometrium desidualis

- Pembelahan embrio setelah diferensiasi Fungsi : mengatur cairan dan elektrolit yang
trofoblas dan sebelum pembentukan amnion melalui membran fetus.
( antara hari ke-3 dan 8) 1 plasenta, 1 korion, 2
amnion .

- Pembelahan embrio setelah pembentukan *Alfa Fetoprotein (AFP)


amnion ( antara hari ke 8 dan 13 ) 1 plasenta, 1
Sumber : Yolk sac, traktus gastrointestinal fetus
korion, 1 amnion.
dan hepar fetus, dapat dideteksi awal pada umur
kehamilan 7 minggu.

PROTEIN PADA KEHAMILAN Fungsi :

*HCG (Human Chorionic Gonadotropin) - mengatur volume intravaskular fetus


(osmoregulator)
Sumber: plasenta
- puncak MSAFP berada antara umur
Fungsi kehamilan10-13 minggu, setelah itu akan
menurun.
- Mempertahankan Korpus Luteum.

- Merangsang Adrenal dan Plasenta sebagai


penghasil hormon steroid STEROID KEHAMILAN

*Estrogen

*ACTH (AdrenoCorticoTropic Hormone) Fungsi : estrogen mempengaruhi vaskularisasi


uterus, pembentukan steroid oleh plasenta dan
Sumber : Trofoblas pada proses persalinan.

Fungsi : merangsang peningkatan kortisol bebas


dalam sirkulasi maternal.
*Estradiol
Sumber : ovarium ibu selama umur kehamilan 1- - Sebagai precursor utama dari pembentukan
6 minggu. Selanjutnya akan dihasilkan oleh progesteron oleh corpus luteum.
plasenta dari hasil perubahan DHEA-S maternal
dan fetus dalam sirkulasi. - Penggunaan lipoprotein utama pada
pembentukan steroid oleh adrenal fetus.
Setelah trimester 1, plasenta merupakan
sumber utama dari estradiol dalam sirkulasi.

Kelainan Dermatologis yang Khas pada


Kehamilan
*Estrone
-Papul pruritik dan plak pada kehamilan th/
Sumber : ovarium ibu, adrenal dan konversi
perifer pada kehamilan 4-6 minggu pertama. topikal steroid, obat anti pruitus (Hydroxyzine,
Selanjutnya dihasilkan oleh plasenta dan Dyphenhydramne)
jumlahnya semakin meningkat.
-Erupsi papular (prurigo karena kehamilan dan
papul dermatitis) th/ sistemik dan topikal CS/ anti
pruritus
*Estriol
-Pruritis gravidarum th/ antipruritus
Sumber : Plasenta, produksi tetap berlangsung cholestyramine
selama fetus hidup.
-Impetigo herpetiformis th/sistemik CS dan AB
untuk inf.sekunder

*Progesterone -Herpes Gestational

Sumber : corpus luteum sebelum umur Ringan: topikal CS, antihistamin, Berat: steroid
kehamilan 6 minggu. Selanjutnya plasenta sistemik
menghasilkan progesterone dari LDL kolesteral
sirkulasi ibu Daftar Istilah
Fungsi : Aldosteron: meningkatkan reabsorpsi NA+
diduktus kolektivus ginjal.
- mempengaruhi motilitas tuba, endometrium,
vaskularisasi uterus dan proses persalinan. Aneuploidies: Jumlah kromosom abnormal yang
dapat terjadi sebagai akibat pembelahan miosis
- menghambat penolakan jaringan yang
kromosom yang abnormal pada waktu
dimediator oleh T limfosit.
pembentukan gamet.

Hormon antidiuretik (argininevasopressin):


*Kortisol bertindak untuk menahan air dengan
meningkatkan permeabilitas duktus koletivus
Sumber : jaringan desidua ginjal.

Fungsi : menekan respon penolakan imun Blastosit: pada stadium pembelahan yang terdiri
maternal terhadap implantasi konseptus. atas 8-16 sel, blastomer berubah menjadi
blastokist dengan bertambahnya kavitas sentral
yang membesar. Sel-sel yang berada di lapangan
luar berdiferensiasi menjadi trofoblast
*Kolesterol LDL
Periode Blastogenik: 4 minggu pertama dari
Sumber : Kelenjar adrenal fetus
perkembangan manusia.
Fungsi :
Blastomer/morula: 2- 4 hari setelah fertilisasi,
oosit yang telah dibuahi mengalami serangkaian
pembelahan sel dan menjadi blastomer atau Badan Polar: sel kecil yang dihasilkan dari
morula. oogenesis akibat pembelahan oosit primer dan
sekunder.
BMI: suatu perhitungan mengenai hubungan
antara tinggi badan dan berat badan pasien: Periode Preembrionik: 2 minggu pertama setelah
fertilisasi.
Obese > 30 Over weight 25- 29,9 Normal
18,5- 24,9 Pregenesis: Periode antara pembentukkan sel- sel
germinativum dan penyatuan sperma dan telur.
Tidak memperhitungkan jumlah massa tubuh
atau persentasi lemak tubuh. Puerperium: Periode sampai dengan 6 minggu
setelah kelahiran, dimana ukuran uterus akan
Konsepsi: Fertilisasi sebuah ovum oleh sperma. makin mengecil sampai keukuran normalnya.

Desidua: nama untuk endometrium atau bagian Residual Volume: Volume gas dalam paru setelah
sebelah dalam uterus sebelum kehamilan dan ekspirasi maksimal.
jaringan sekitar ovum yang telah dibuahi.
Tidal volume: volume udara yang dihirup dan
Periode embrionik: mulai dengan melipatnya dikeluarkan pada pernapasan biasa.
diskus embrionik (yang dibentuk dari massa sel
dalam) pada minggu kedua perkembangan. Zona pellucida: Selaput membran dalam, tebal
dan padat dari ovum (membran vitelline, zona
Laju Endap Darah: suatu indikator laboratorium radiata).
yang tidak spesifik pada keadaan penyakit infeksi
dan peradangan. Suatu antikoagulan
ditambahkan kedalam tabung berisi darah dan
jarak jatuhnya sel darah merah dalam waktu satu
jam merupakan nilainya.

Fetus: istilah untuk konsepsi setelah delapan


minggu kehidupan, CRL (Crown Rump
Length)=30 mm dan usia gestasi 10 minggu.
Periode fetal berlanjut sampai kelahiran.

Usia gestasi: waktu pada periode haid terakhir


dan perkembangan yang bertahan sampai usia
diatas 2 minggu.

Oosit: Ovum primitif sebelum berkembang secara


penuh.

Primer: Oosit pada akhir periode pertumbuhan


oogonium dan sebelum pembelahan pematangan
(maturasi) pertama terjadi.

Sekunder: Dua oosit yang lebih besar sebagai


hasil dari pembentukan maturasi pertama.

Oogenesis: Pembentukan dan perkembangan


ovum.

Oogonium: Sel primodial yang merupakan asal


oosit.

Organogenesis: Terjadi antara minggu 4- 8


setelah konsepsi.