Anda di halaman 1dari 272

Revolusi KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai

PROFIL KESEHATAN
TAHUN 2016

DINAS KESEHATAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Tim Penyusun:

Penanggung Jawab
Dr. Kornelius Kodi Mete

Pengarah

Klemens Kesule Hala, SH,M.Hum

Tim Editor & Analisa

Ir. Erlina R. Salmun, M.Kes

Donna P. Hutahaean, SKM, M.Kes

Adriana Kikhau, SKM

Maria Theresia Roja, SE

Yos Dominggus Rini, S.Kom

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai
Kontributor

1. Seksi Kesehatan Ibu dan Anak


2. Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat
3. Seksi Promosi Kesehatan dan Peran Serta Masyarakat
4. Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
5. Seksi Penyehatan Lingkungan
6. Seksi Penanggulangan Keadaan Darurat Kesehatan
7. Seksi Asuransi Kesehatan dan Jaminan Pembiayaan & Pemeliharaan Kesehatan
8. Seksi Pelayanan Kesehatan Strata 2 & Strata 3
9. Seksi Kefarmasian, Bahan dan Peralatan Kesehatan
10. Seksi Pendidikan dan Latihan
11. Seksi Pengkajian dan Pendayagunaan SDM Kesehatan
12. Seksi Legalitas Tenaga dan Institusi Diklat
13. Sub Bagian Kepegawaian dan Umum
14. Sub Bagian Keuangan
15. Sub Bagian Program, Data dan Evaluasi
16. UPT Pengembangan SDM Kesehatan
17. UPT Pengelolaan Obat, Vaksin dan Perbekkes
18. UPT Laboratorium Kesehatan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat, rahmat dan
bimbinganNya, maka Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016 dapat diterbitkan.

Profil kesehatan merupakan salah satu produk dari Sistem Informasi Kesehatan Daerah yang
diterbitkan secara berkala setiap tahun guna memberikan data dan informasi tentang berbagai kegiatan dan
pencapaian program pembangunan dibidang kesehatan yang dievaluasi berdasarkan indikator-indikator yang
telah ditetapkan. Data dan informasi dalam profil kesehatan ini berdasarkan hasil kajian dan pengelolaan
pada saat pertemuan Validasi Profil Kesehatan pada bulan Mei tahun 2017.

Dalam proses penyusunan Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, banyak pihak
telah membantu terutama dalam hal pengumpulan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, seksi dan
sub.bagian pada Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan unit-unit kesehatan lain yang ada di
Provinsi Nusa Tenggara Timur. Oleh karena itu perkenankan kami pada kesempatan ini menyampaikan
penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016.

Kami menyadari bahwa isi Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016 ini masih
jauh dari yang diharapkan karena itu kami mengharapkan masukan yang dapat digunakan untuk perbaikan
penyusunan profil ini ke arah yang lebih baik pada periode berikutnya.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai i
Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melimpahkan berkat, rahmat dan bimbingan-Nya kepada
kita semua yang telah terlibat dalam penyusunan Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dan
semoga Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016 dapat dipergunakan berbagai pihak
untuk mencapai masyarakat Nusa Tenggara Timur yang sehat dan sejahtera.

Mari sehati sesuara membangun Nusa Tenggara Timur baru pada umumnya dan bidang
kesehatan pada khususnya.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai ii
REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi iii
Daftar Gambar iv
Daftar Tabel ix
Daftar Lampiran x
BAB I. Pendahuluan 1
BAB II. Gambaran Umum Penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur 4
A. Data Kependudukan 7
B. Data Pendidikan 13
BAB III. Situasi Derajat Kesehatan 26
A. Mortalitas 28
B. Morbiditas 39
C. Prevalensi Masalah Gizi Buruk dan Gizi Kurang 78
BAB IV. Situasi Upaya Kesehatan 86
A. Pelayanan Kesehatan Dasar 86
B. Pelayanan Kesehatan Rujukan 108
C. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit 113
D. Pembinaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 126
E. Perbaikan Gizi Masyarakat 130
BAB V. Situasi Sumber Daya Kesehatan 135
A. Sarana Kesehatan 135
B. Tenaga Kesehatan 142
C. Pembiayaan Kesehatan 145
BAB VI. Penutup 146
Lampiran

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Piramida Penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016 12

Gambar 2.2 Persentase Penduduk Umur 15 Tahun Keatas Menurut Jenis Kelamin dan
25
Ijazah Tertingi yang Dimiliki dan Kabupaten / Kota Tahun 2016
Gambar 3.1 Konversi Angka Kematian Bayi per 1.000 Kelahiran Hidup di Provinsi Nusa
30
Tenggara Timur Tahun 2013 – 2016
Gambar 3.2 Konversi Angka Kematian Balita per 1.000 Kelahiran Hidup di Provinsi Nusa 33
Tenggara Timur Tahun 2013 - 2016
Gambar 3.3 Konversi Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup di Provinsi Nusa
35
Tenggara Timur Tahun 2013 - 2016
Gambar 3.4 Kasus kematian Bayi, Ibu dan Balita di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun
36
2012 – 2016
Jumlah Seluruh Kasus TB (Case Notification Rate (CNR) di Provinsi Nusta
Gambar 3.5 45
Tenggara Timur Tahun 2016
Cakupan Angka Kesembuhan (Cure Rate) TB di Provinsi Nusa Tenggara
Gambar 3.6 47
Timur Tahun 2016
Trend Cakupan Angka Keberhasilan Pengobatan (Succes rate) TB Paru
Gambar 3.7 48
Tahun 2016
Persentase Cakupan Penemuan dan Penanganan Pneumonia pada Balita
Gambar 3.8 51
menurut Kab/Kota di Provinsi NTT Tahun 2011 – 2015

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai iv
Gambar 3.9 Jumlah Kasus Baru HIV di Provinsi NTT Tahun 2016 55

Jumlah Kasus Baru AIDS Berdasarkan Golongan Umur di Provinsi NTT


Gambar 3.10 56
Tahun 2016

Gambar 3.11 CDR Penderita Baru Kusta PB + MB menurut Kab/Kota di Provinsi NTT
58
Tahun 2016

Gambar 3.12 Penemuan Kasus AFP di Provinsi NTT Tahun 2013 – 2016 60

Gambar 3.13 Penemuan Kasus Campak di Provinsi NTT Tahun 2013 – 2016 66

Gambar 3.14 Trend Penderita DBD di Provinsi NTT Tahun 2016 68

Trend Cakupan Penderita Diare yang ditemukan dan ditangani menurut


Gambar 3.15 70
Kab/Kota di Provinsi NTT Tahun 2013 - 2015

Gambar 3.16 Annual Parasite Incidence (API) Per 1000 Penduduk Tahun 2013 - 2016 73

Jumlah Kasus Gizi Buruk menurut Kabupate/Kota di Provinsi NTT Tahun


Gambar 3.17 81
2016

Gambar 3.18 Trend Persentase Bayi dengan BBLR di Provinsi NTT Tahun 2013 - 2015 83

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai v
Gambar 3.19 Jumlah Kasus Gizi Buruk dan BGM di Provinsi NTT Tahun 2016 85

Gambar 4.1 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K1 Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa
89
Tenggara Timur Tahun 2016
Gambar 4.2 Cakupang Kunjungan Ibu Hamil (K4) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi
Nusa Tengara Timur Tahun 2016 90

Gambar 4.3 Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota di


92
Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus 1 Kali (KN1) Menurut


Gambar 4.4 94
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Gambar 4.5 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus 3 Kali (KN3) Menurut


95
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Gambar 4.6 Persentase Cakupan Kunjungan Bayi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi


96
Nusa Tenggara Timur Tahun 2016
Gambar 4.7.a Persentase Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa Sekolah Dasar Sederajat 98
Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2013 - 2016
Gambar 4.7.b Persentase Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa Sekolah Dasar Sederajat
Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahu 2016 99

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai
vi
Gambar 4.8 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Provinsi Nusa Tenggara
101
Timur Tahun 2013 - 2016
Gambar 4.8.a Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Provinsi Nusa Tenggara
102
Timur Tahun 2016
Gambar 4.9 Persentase Cakupan UCI Desa/Kelurahan Menurut Kabupaten/Kota di
104
Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016
Gambar 4.10 Persentase Cakupan Imunisasi Campak Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi
105
Nusa Tenggara Timur Tahun 2016
Gambar 4.10.a Persentase Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Menurut Kabupaten/Kota di
106
Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016
Gambar 4.11 Persentase Cakupan Imunisasi TT2+ pada Ibu Hamil Menurut
108
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016
Jumlah kunjungan Rawat Jalan di Puskesmas dan Rumah Sakit Se-Provinsi
Gambar 4.12 110
Nusa Tenggara Timur Tahun 2016
Jumlah kunjungan Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Se-Provinsi
Gambar 4.12.a 111
Nusa Tenggara Timur Tahun 2016
Gambar 4.13 Cakupan Imunisasi Polio–3 menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa
115
Tenggara Timur Tahun 2016
Jumlah Penderita TB BTA+, Diobati dan Penderita Sembuh Provinsi Nusa
Gambar 4.14
Tenggara Timur Tahun 2013 – 2016 117

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai vii
Persentase, Jumlah Penemuan dan Penanganan Kasus Pneumonia pada
Gambar 4.15 119
Balita di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2013 – 2016

Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menurut Kabupaten/Kota di


Gambar 4.16 122
Provinsi NTT Tahun 2016

Gambar 4.17 Jumlah Kasus Malaria (+) menurut Kabupaten/Kota di Provinsi NTT Tahun
124
2016
Gambar 4.18.a Presentase Tempat Umum dan Tempat Pengolahan Makanan (TUPM) Sehat
128
menurut Kabupaten/Kota di Provinsi NTT Tahun 2016
Gambar 4.18.b Presentase Tempat Pengolahan Makanan (TUPM) Status Hygiene Sanitasi
129
menurut Kabupaten/Kota di Provinsi NTT Tahun 2016
Gambar 4.19.a Jumlah Balita diTimbang dan Balita BGM di Provinsi NTT Tahun 2016. 131

Gambar 4.19.b Jumlah Balita diTimbang dan Balita BGM di Provinsi NTT Tahun 2016. 132

Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi pada Ibu Hamil di Provinsi Nusa
Gambar 4.20 134
Tenggara Timur Tahun 2016
Gambar 5.1 Jumlah Puskesmas Perawatan dan Puskesmas Non Perawatan di Provisni
137
Nusa Tenggara Timur Tahun 2013 – 2106
Gambar 5.2 Perkembangan Jumlah Rumah Sakit di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun
138
2016
Gambar 5.3 Jumlah Posyandu Menurut Strata di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Nusa 140
Tenggara Timur Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai viii
Gambar 5.4 Jumlah Posyandu Menurut Strata di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Nusa 140
Tenggara Timur Tahun 2013 - 2016

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2011 - 2016 9

Presentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Menurut


Tabel 2.2 15
Kabupaten/Kota dan Kemampuan Membaca dan Menulis Tahun 2016
Presentase Penduduk Berumur 7 – 24 Tahun Menurut Kabupaten/Kota
Tabel 2.3 18
dan Status Pendidikan Tahun 2016
Presentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis
Tabel 2.4 Kelamin dan ijazah Tertinggi yang Dimiliki dan Kabupaten/Kota di 21
Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016
Tabel 3.1 27
Indikator Derajat Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2015

Tabel 3.2 Umur Harapan Hidup Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2010 – 2015 38

Pola 10 Penyakit Terbanyak Rawat Inap dan Rawat Jalan di Puskesmas


Tabel 3.3 40
Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya Ratio Per 100.000 Penduduk di


Tabel 5.1 144
Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai ix
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Luas Wilayah, Jumlah Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah


Tangga, dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa
Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur, Kabupaten /
Kota Tahun 2016

Lampiran 3 Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas yang Melek Huruf dan Ijazah Tertinggi
Yang Diperoleh Menurut Jenis Kelamin Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun
2016
Lampiran 4 Jumlah Kelahiran Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan dan Puskesmas
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 5 Jumlah Kematian Nenonatal, Bayi, dan Balita Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 6 Jumlah Kematian Ibu Menurut Kelompok Umur, Kabupaten/Kota di Provinsi


Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 7 Jumlah Kasus Baru TB BTA+, Seluruh Kasus TB, Kasus TB pada Anak, dan
Case Notification Rate (CNR) Per 100.000 Penduduk Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai x
Lampiran 8 Jumlah Kasus dan Angka Penemuan Kasus TB Paru BTA+ Menurut Jenis
Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 9 Angka Kesembuhan dan Pengobatan Lengkap TB Paru BTA+ Serta


Keberhasilan Pengobatan Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi
Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 10 Penemuan Kasus Pneumonia Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota di


Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 11 Jumlah Kasus Baru HIV/AIDS dan Syphilis Menurut Jenis Kelamin, Provinsi
Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 12 Persentase Donor Darah di Skrining terhadap HIV Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten / Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 13 Kasus Diare yang Ditangani Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten / Kota Provinsi
Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 14 Kasus Baru Kusta Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa
Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 15 Kasus Baru Kusta 0 – 14 Tahun dan Cacat Tingkat II Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten / Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 16 Jumlah Kasus dan Angka Prevalensi Penyakit Kusta Menurut Tipe/Jenis, Jenis
Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai xi
Lampiran 17 Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (Release From Treatment/RFT)
Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tahun 2016
Lampiran 18 Jumlah Kasus AFP (Non Polio) menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa
Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 19 Jumlah Kasus Penyakit yang dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Menurut
Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 20 Jumlah Kasus Penyakit yang dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Menurut
Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 21 Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 22 Kesakitan dan Kematian Akibat Malaria Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten/kota
di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 23 Penderita Filariasis Ditangani Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota di


Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 24 Pengukuran Tekanan Darah Penduduk ≥18 Tahun Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 25 Pemeriksaan Obesitas Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi


Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai xii
Lampiran 26 Cakupan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Metode Iva dan Kanker
Payudara dengan Pemeriksaan Llinis (CBE), Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa
Tenggara Timur Tahun 2016
Lampiran 27 Jumlah Penderita dan Kematian pada KLB Menurut Jenis Kejadian Luar Biasa
(KLB), Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 28 Kejadian Luar Biasa (KLB) di Desa/Kelurahan Yang Ditangani < 24 jam,
Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 29 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil, Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan, dan
Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas, Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa
Tenggara Timur Tahun 2016
Lampiran 30 Persentase Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil, Menurut Kabupaten/Kota di
Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 31 Persentase Cakupan Imunisasi TT pada Wanita Usia Subur, Menurut


Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 32 Jumlah Ibu Hamil Yang Mendapatkan Tablet Fe1 Dan Fe3, Menurut
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 33 Jumlah dan Persentase Penanganan Komplikasi Kebidanan Dan Komplikasi


Neonatal Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara
Timur Tahun 2016
Lampiran 34 Proporsi Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi, Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai xiii
Lampiran 35 Proporsi Peserta KB Baru Menurut Jenis Kontrasepsi, Menurut Kabupaten /
Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 36 Jumlah Peserta KB Baru Dan KB Aktif, Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi


Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 37 Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 38 Cakupan Kunjungan Neonatal Menurut Jenis Kelamin, Menurut Kabupaten/Kota


di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 39 Jumlah Bayi Yang Diberi Asi Eksklusif Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota
di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 40 Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota


di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 41 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI), Kabupaten/Kota


di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 42 Cakupan Imunisasi Hepatitis B < 7 Hari Dan BCG Pada Bayi Menurut Jenis
Kelamin, Kabupaten / Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 43 Cakupan Imunisasi DPT-HB/DPT-HB-HIB, Polio, Campak, Dan Imunisasi Dasar


Lengkap Pada Bayi Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten / Kota di Provinsi Nusa
Tenggara Timur Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai xiv
Lampiran 44 Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Bayi dan Anak Balita Menurut Jenis
Kelamin, Kabupaten / Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 45 Jumlah Anak 0-23 Bulan Ditimbang Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten / Kota di
Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 46 Cakupan Pelayanan Anak Balita Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten / Kota di
Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 47 Jumlah Balita Ditimbang Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten / Kota di Provinsi
Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 48 Cakupan Kasus Balita Gizi Buruk Yang Mendapat Perawatan Menurut Jenis
Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 49 Cakupan Pelayanan Kesehatan (Penjaringan) Siswa SD & Setingkat Menurut


Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 50 Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa


Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 51 Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak SD Dan Setingkat Menurut
Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 52 Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut Menurut Jenis Kelamin,


Kabupaten/Kota, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai xv
Lampiran 53 Cakupan Jaminan Kesehatan Penduduk Menurut Jenis Jaminan Dan Jenis
Kelamin, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 54 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap, Dan Kunjungan Gangguan Jiwa
Di Sarana Pelayanan Kesehatan, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara
Timur Tahun 2016
Lampiran 55 Angka Kematian Pasien Di Rumah Sakit, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa
Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 56 Indikator Kinerja Pelayanan Di Rumah Sakit, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa


Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 57 Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Ber-PHBS),
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 58 Persentase Rumah Sehat Menurut, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara


Timur Tahun 2016

Lampiran 59 Penduduk dengan Akses Berkelanjutan Terhadap Air Minum Berkualitas


(Layak) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 60 Persentase Kualitas Air Minum Di Penyelenggara Air Minum Yang Memenuhi
Syarat Kesehatan, Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tahun 2016

Lampiran 61 Penduduk Dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak (Jamban
Sehat) Menurut Jenis Jamban, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara
Timur Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai xvi
Lampiran 62 Desa Yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Kabupaten/Kota
di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 63 Persentase Tempat-Tempat Umum Memenuhi Syarat Kesehatan Menurut


Kabupaten / Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 64 Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Menurut Status Higiene Sanitasi,


Kabupaten / Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 65 Tempat Pengelolaan Makanan Dibina Dan Diuji Petik, Menurut Kabupaten /
Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 66 Persentase Ketersediaan Obat Dan Vaksin, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tahun 2016

Lampiran 67 Jumlah Sarana Kesehatan Menurut Kepemilikan, Provinsi Nusa Tenggara


Timur Tahun 2016

Lampiran 68 Persentase Sarana Kesehatan (Rumah Sakit) Dengan Kemampuan Pelayanan


Gawat Darurat (Gadar ) Level I, Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 69 Jumlah Posyandu Menurut Strata, Menurut Kabupaten / Kota di Provinsi Nusa
Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 70 Jumlah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Menurut


Kabupaten / Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai xvii
Lampiran 71 Jumlah Desa Siaga Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tahun 2016

Lampiran 72 Jumlah Tenaga Medis Di Fasilitas Kesehatan, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa


Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 73 Jumlah Tenaga Keperawatan Di Fasilitas Kesehatan, Kabupaten/Kota di


Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 74 Jumlah Tenaga Kefarmasian Di Fasilitas Kesehatan, Kabupaten/Kota di


Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 75 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat Dan Kesehatan Lingkungan Di Fasilitas


Kesehatan, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 76 Jumlah Tenaga Gizi Di Fasilitas Kesehatan, Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa


Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 77 Jumlah Tenaga Keterapian Fisik Di Fasilitas Kesehatan, Kabupaten/Kota di


Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 78 Jumlah Tenaga Keteknisian Medis Di Fasilitas Kesehatan, Kabupaten/Kota di


Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 79 Jumlah Tenaga Kesehatan Lain Di Fasilitas Kesehatan, Kabupaten/Kota di


Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai xviii
Lampiran 80 Jumlah Tenaga Penunjang/Pendukung Kesehatan di Fasilitas Kesehatan,
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Lampiran 81 Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota, di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun


2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai xix
BAB I
PENDAHULUAN
BAB I
PENDAHULUAN

Pembangunan Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diarahkan untuk


meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang optimal sehingga dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Demi mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat, maka upaya kesehatan
diselenggarakan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara terpadu dan dengan
mengutamakan pendekatan : Peningkatan kesehatan (Promotif), pencegahan penyakit (Preventif),
penyembuhan penyakit (Kuratif), serta pemulihan kesehatan (Rehabilitatif). Dalam konteks ini maka perlu
dilaksanakan secara terintegrasi dan berkesinambungan dengan mengedepankan nilai-nilai
pembangunan kesehatan : a) Berpihak pada rakyat; b) Bertindak cepat dan tepat; c) Integritas tinggi; d)
Transparansi dan Akuntabilitas; e) Kemitraan atau Sinergisme diantara para pelaku Pembangunan
Kesehatan.

Salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil pemantauan terhadap
Pencapaian Pembangunan Kesehatan di Provinsi NTT adalah Profil Kesehatan. Profil Kesehatan
merupakan gambaran situasi Pembangunan Kesehatan di Provinsi NTT yang dihasilkan setahun sekali.
Dalam tahap penerbitan Profil Kesehatan selalu dilakukan berbagai upaya perbaikan baik dari segi

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 1
materi, data/informasi, analisis, maupun bentuk tampilan fisiknya, sesuai masukan dari para pengelola
program di lingkup dinas kesehatan.

Dengan demikian jelaslah bahwa tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Provinsi NTT tahun
2016 adalah dalam rangka menyediakan sarana untuk kebutuhan manajemen (perencanaan,
pelaksanaan, pemantauan serta evaluasi) pembangunan kesehatan, pengambilan keputusan serta
sebagai salah satu rujukan data dan informasi.

Profil Kesehatan Provinsi NTT tahun 2016 ini terdiri dari 6 (enam) bab yaitu :
Bab I : Pendahuluan
Bab ini menyajikan tentang maksud dan tujuan diterbitkan Profil Kesehatan Provinsi NTT tahun 2016
dan sistematika penyajiannya.

Bab II : Gambaran Umum dan Penduduk NTT


Bab ini menyajikan gambaran umum NTT. Selain menggambarkan letak geografis, administratif,
informasi umum lainnya, bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan,
misalnya kependudukan, kondisi ekonomi, perkembangan pendidikan dan lainnya.

Bab III : Situasi Derajat Kesehatan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 2
Bab ini berisi uraian tentang indikator keberhasilan pembangunan kesehatan pada tahun 2016 yang
mencakup umur harapan hidup, mortalitas, morbiditas dan keadaaan status gizi.

Bab IV : Situasi Upaya Kesehatan


Bab ini menguraikan tentang upaya-upaya kesehatan yang telah dilaksanakan oleh bidang kesehatan
selama tahun 2016 yang menggambarkan tingkat pencapaian program pembangunan kesehatan.
Gambaran tentang upaya kesehatan meliputi cakupan pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan
rujukan dan penunjang, pemberantasan penyakit menular, pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi
dasar, perbaikan gizi masyarakat.

Bab V : Situasi Sumber Daya Kesehatan


Bab ini menguraikan tentang sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan,
khususnya untuk tahun 2016. Gambaran tentang keadaan sumber daya mencakup keadaan sarana
kesehatan, tenaga kesehatan dan pembiayaan kesehatan.

Bab VI : Penutup

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 3
BAB II
GAMBARAN UMUM
PENDUDUK NUSA TENGGARA TIMUR
BAB II
GAMBARAN UMUM PENDUDUK PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

 Letak Geografis: 8°-12°&118°-125° BT  Luas Wilayah Daratan ± 48.718,10 Km2 &


 Jumlah Pulau : 1.192 (Besar & Kecil) lautan ± 15.141.773,10 Ha
 Pulau Berpenghuni : 43 Pulau  Wilayah Administratif : 21 Kabupaten dan
 Iklim : Kering (4 Bulan Basah)
1 Kota, 306 Kecamatan, dan
 Penduduk Th. 2016 = 5. 203.514Jiwa
3.270 Desa/Kelurahan
Sumber data : Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 56 Tahun 2015

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 4
Wilayah Provinsi NTT secara geografis terletak di antara 8-12 Lintang Selatan dan 118 - 125
Bujur Timur. Luas wilayah daratan 48.718,10 Km2 dan luas wilayah lautan 15.141.773, 10 Ha yang
tersebar pada 1.192 pulau. 43 pulau yang dihuni, 1.149 pulau belum dihuni, 246 pulau sudah bernama
dan 946 lainnya belum bernama. Memiliki sungai besar sebanyak 40 sungai dengan panjang antara 25-
118 Kilometer. Wilayahnya membentang sepanjang 160 Km dari Utara di Pulau Palue sampai Selatan di
Pulau Ndana dan sepanjang 400 Km dari bagian barat di Pulau Komodo sampai Alor di bagian Timur.
Batas-batas wilayah yaitu; Sebelah Utara dengan Laut Flores, Sebelah Selatan dengan Samudera Hindia
dan Australia, Sebelah Timur dengan Negara Republic Democratic Timor Leste; dan Sebelah Barat
dengan Selat Sape Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Ketinggian wilayah 0- 1.000 Mdpl seluas 86,35% dan ketinggian >1.000 Mdpl seluas 3,65%.
Topografi dominan berbukit hingga bergunung-gunung dengan kemiringan >40%. Wilayah dengan
kemiringan <8% terbatas dan sebagian besar kemiringan lahan 8-40% sehingga tingkat erosi tinggi.
Topografi Desa/Kelurahan yaitu 5,46 % berada di wilayah puncak, 41,23 % di wilayah lereng, 10,69 % di
wilayah lembah dan 42,62 % berada pada wilayah datar. Sebagian besar tanah di wilayah ini memiliki
solum yang sangat dangkal (<30 Cm). Musim hujan berlangsung antara bulan November hingga Maret
dan musim kemarau antara bulan April hingga Oktober. Rata-rata curah hujan tahunan berkisar 850 mm
terjadi di Sabu, Maumere, dan Waingapu, sementara curah hujan tahunan kisaran 2500 mm terjadi di
Ruteng, Kuwus, Mano, Pagal dan Lelogama.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 5
Provinsi NTT mempunyai luas daratan 47.350,00 km2 yang terdiri dari gugusan pulau besar dan
kecil, jumlah seluruh pulau mencapai 1.192 buah, termasuk 4 (empat) pulau besar yaitu Flores, Sumba,
Timor dan Alor (FLOBAMORA). Posisi geografis Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebelah Utara
berbatasan dengan laut Flores, sebelah Selatan dengan lautan Hindia, sebelah Timur dengan Negara
Repoblik Demokratik Timor Leste (RDTL) dan Laut Timor dan sebelah Barat dengan Provinsi Nusa
Tenggara Barat.

Kedudukan Astronomis terletak pada 80 - 120 Lintang Selatan dan 1180 - 1250 Bujur Timur.
Selanjutnya Nusa Tenggara Timur memiliki kondisi geografis yang bervariasi, seperti Pulau Flores, Alor,
Komodo, Solor, Lembata dan pulau-pulau sekitarnya di jalur utara terbentuk secara vulkanik. Sedangkan
Pulau Sumba, Sabu, Rote, Semau, Timor dan pulau-pulau sekitarnya di selatan merupakan daerah
karang, karena terbentuk dari dasar laut yang terangkat ke permukaan. Dengan kondisi seperti ini maka
pulau-pulau yang terletak pada jalur vulkanik dapat dikategorikan sebagai daerah yang subur, sedangkan
daerah karang pada umumnya kurang subur.

Wilayah administratif Pemerintah Provinsi NTT telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai
dengan perkembangan kependudukan. Provinsi NTT terdiri dari 21 Kabupaten, 1 Kota, 306 Kecamatan
dan 3.270 Desa/Kelurahan. Luas wilayah daratan 4.734.990 ha tersebar pada 1.192 pulau (43 dihuni
dan 1.149 tidak dihuni). Tiga besar kabupaten terluas berturut-turut Sumba Timur (15,05 %), Kabupaten
Kupang (11,01 %), dan Timor Tengah Selatan (8,51 %). Sedangkan kabupaten dengan luas wilayah
terkecil adalah Kabupaten Sabu Raijua (1,00 %).

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 6
. Dari segi topografis, keadaan permukaan tanahnya sebagian besar (±70%) merupakan daerah
bergunung dan berbukit dengan kemiringan rata-rata 50 % ke atas dengan morfologi yang agak gundul.
Berdasarkan zone agroklimat, iklim di Provinsi NTT adalah tipe D/E yaitu memiliki hari hujan <3 bulan
atau sekitar 150 hari selama setahun dan selebihnya adalah musim kemarau.

A. DATA KEPENDUDUKAN

1. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk

Data kependudukan merupakan data dasar yang penting dalam proses perencanaan
pembangunan hamper di segala bidangPenduduk merupakan obyek sekaligus subyek pembangunan.
Jumlah penduduk yang besar dapat menjadi modal pembangunan yang potensial. namun jika kualitas
sumber daya manusia (SDM) yang ada tidak memadai maka penduduk dapat menjadi beban bagi
pembangunan. Masalah kependudukan selain kualitas SDM yang rendah, juga tingkat pertumbuhan yang
tinggi dan persebaran antar willyah yang tidak merata. Penduduk Nusa Tenggara Timur (NTT) telah
bertumbuh cukup pesat selama lebih dari dua dasawarsa. Tahun 2011 hasil sensus penduduk, jumlah
penduduk NTT sebesar 4.788.618 jiwa. Setiap tahun telah terjadi pertambahan penduduk. Hasil estimasi
jumlah penduduk Provinsi NTT pada tahun 2016 sebanyak 5.203.514.jiwa, yang terdiri dari 2.577.953
jiwa penduduk laki-laki dan 2.625.561 jiwa penduduk perempuan. Jika dibandingkan pada tahun 2015,
jumlah penduduk sebesar 5.120.061 jiwa, yang terdiri dari penduduk laki-laki sebesar 2.536.872 jiwa,
penduduk perempuan sebesar 2.583.189 jiwa, berarti terjadi peningkatan sebesar 83.453 jiwa, dengan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 7
komposisi penduduk perempuan tetap lebih banyak dibandingkan penduduk laki-laki. Angka penduduk ini
merupakan hasil perhitungan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dengan menggunakan metode
geometric. Jumlah penduduk di Nusa Tenggara Timur Tahun 2016 berdasarkan proyeksi penduduk
sebesar 5.203.514 jiwa , yang mendiami 47.349,9 kilometer persegi luas wilayah daratan Nusa Tenggara
Timur. Dengan demikian, secara rata-rata, satu kilometer persegi di Nusa Tenggara Timur didiami oleh
110 jiwa. Secara rata-rata peningkatan jumlah penduduk per kilometer persegi (km2) setiap tahunnya
antara 1-2 jiwa. Kepadatan jiwa setiap km2 sepanjang lima tahun terakhir berturut-turut : 103 jiwa per
km2 ; 105 jiwa per km2, ; 106 jiwa per km2 ; 108 jiwa per km2 ; 110 jiwa per km2 . Sementara itu jumlah
rumah tangga di tahun 2016 sebanyak 1.126.582 rumah tangga. Berarti bahwa, secara rata-rata setiap
rumah tangga di Nusa Tenggara Timur terdapat sekitar 4-5 jiwa di dalamnya. Jumlah penduduk menurut
kabupaten/kota dapat dilihat pada Tabel 2.1.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 8
TABEL 2.1
JUMLAH PENDUDUK PROVINSI NTT (Dalam Jutaan)
TAHUN 2011 – 2016

KONDISI KEPENDUDUKAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR


Kab/Kota Jumlah Penduduk (Jiwa)
2011 2012 2013 2014 2015 2016
Sumba Barat 113,691 115,672 117,787 119,907 121,921 123,913
Sumba Timur 232,594 236,494 240,190 243,009 246,294 249,606
Kupang 312,215 319,895 328,688 338,415 348,010 360,228
Timor Tengah Selatan 446,002 448,693 451,922 456,152 459,310 461,681
Timor Tengah Utara 233,718 236,703 239,503 242,082 244,714 247,216
Belu 192,808 196,330 199,990 203,284 206,778 210,307
Alor 192,807 194,719 196,613 198,200 199,915 201,515
Lembata 120,783 123,977 126,704 129,482 132,171 134,573
Flores Timur 236,505 239,314 241,590 244,485 246,994 248,889
Sikka 304,221 306,431 309,008 311,411 313,509 315,477
Ende 263,505 265,304 266,909 268,314 269,724 270,886
Ngada 145,503 147,891 150,186 152,519 154,693 156,101
Manggarai 299,006 304,441 309,614 314,491 319,607 324,014
Rote Ndao 126,009 131,467 137,182 142,106 147,778 153,792
Manggarai Barat 228,912 234,811 240,905 245,817 251,689 257,582
Sumba Tengah 63,983 65,070 66,314 67,393 68,515 69,606
Sumba Barat Daya 292,798 299,534 306,195 312,510 319,119 325,699
Nagekeo 132,575 134,427 136,201 137,919 139,577 141,310
Manggarai Timur 257,877 261,777 264,979 268,418 272,514 276,620
Sabu Raijua 76,223 78,592 80,897 83,501 85,970 88,826
Malaka 168,210 171,303 174,391 177,398 180,382 183,387
Kota Kupang 348,673 358,382 368,199 380,084 390,877 402,286
Nusa Tenggara Timur 4,788,618 4,871,227 4,953,967 5,036,897 5,120,061 5,203,514
Sumber : NTT Dalam Angka 2015, BPS
Sumber : Badan Pusat Statistik, 2010. Hasil Sensus Penduduk

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 9
Pada Tabel 2.1 di atas, jika dilihat menurut Kabupaten/Kota, Kabupaten Kupang merupakan
Kabupaten dengan jumlah pertambahan penduduk tertinggi dalam setahun terakhir, yang mencapai 12
ribu jiwa. Sementara secara umum, laju pertumbuhan penduduk Nusa Tenggara Timur tahunan adalah
sebesar 1,63 persen.

Menurut jenis kelamin, penduduk perempuan di Nusa Tenggara Timur masih lebih banyak
dibandingkan penduduk laki-laki. Hal ini dapat dilihat berdasarkan rasio jenis kelamin(sex ratio), yaitu
perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki terhadap perempuan masih dibawah angka 100 persen.
Ini berarti rata-rata untuk setiap 100 penduduk perempuan akan terdapat sekitar 98 penduduk laki-laki.

2. Persebaran dan Kepadatan Penduduk

. Salah satu ciri kependudukan di Provinsi NTT adalah persebaran penduduk antar
kabupaten/kota yang tidak seimbang. Hal ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu secara
alamiah. Namun di berapa wilayah tampak adanya perubahan persentase distribusi penduduk akibat dari
pemekaran wilayah kabupaten.

Dari grafik tersebut di atas dapat diketahui bahwa persebaran penduduk tersebut tidak merata
dimana sekitar 42 % penduduk Provinsi NTT tinggal di enam Kabupaten/Kota, yaitu : Kabupaten Timor
Tengah Selatan, Kupang, Kab. Kupang, Sumba Barat Daya, Belu dan Sikka. Begitu juga dengan
kepadatannya, dimana pada tahun 2016 yang memiliki kepadatan tertinggi adalah Kota Kupang 2.234
jiwa/km2 dan kepadatan penduduk yang terendah di Kabupaten Sabu Raijua sebesar 36 jiwa/km2.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 10
3. Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin

Komposisi umur penduduk di masa depan akan lebih banyak dipengaruhi oleh arah
perkembangan kelahiran dan kematian karena penduduk yang ke luar dan masuk ke NTT dapat
dikatakan relatif seimbang. Jika laju kematian turun sedangkan laju kelahiran tetap tinggi, maka proporsi
penduduk yang tergolong usia muda akan meningkat sehingga pada gilirannya akan menambah angka
beban tanggungan. Kondisi ini akan mengganggu percepatan pembangunan karena dengan jumlah
penduduk yang besar maka sebagian besar sumber daya pembangunan terserap untuk kebutuhan yang
bersifat konsumtif. Efek program keluarga berencana yang berhasil terhadap struktur penduduk baru
terasa setelah sepuluh tahun. Struktur penduduk NTT masih tergolong penduduk muda karena
persentase penduduk usia Produktif pada kelompok umur 15-64 tahun sudah lebih besar dibanding usia
anak-anak (<15 tahun) dan penduduk lanjut usia (>65 tahun).
Komposisi penduduk menurut kelompok umur dapat menggambarkan tinggi rendahnya tingkat kelahiran
dan kematian. Selain itu komposisi penduduk juga mencerminkan Angka Beban Tanggungan yaitu
perbandingan antara jumlah penduduk produktif (umur 15 - 64 tahun) dengan umur tidak produktif (umur
0-14 tahun dan umur 65 tahun ke atas). proporsi penduduk Provinsi NTT yang berusia 0 – 14 tahun
pada tahun pada tahun 2015 ini sebesar 1.799.021 jiwa ( 35 %), sedangkan pada tahun 2016 juga
sebesar 1.813.199 (35%). Artinya tidak ada perbedaan pada tahun 2015 dibandingkan dengan 2016.
Jadi baik pada tahun 2015 maupun tahun 2016 telah terjadi penurunan angka kelahiran. Proporsi
penduduk yang berusia 15 - 64 tahun pada tahun 2015 ini sebesar 3.070.775 jiwa ( 60 %), sedangkan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 11
pada tahun 2016 sebesar 3.134.874 jiwa ( 60 %). Artinya tidak terjadi perbedaan antara tahun 2016 jika
dibandingkan dengan 2015, sedang jumlah penduduk yang berusia tua (≥ 65 tahun) tahun 2015 sebesar
250.265 jiwa (15 %), sedangkan tahun 2016 sebesar 255.441 jiwa (5 %), artinya jumlah usia tua tahun
2015 dibandingkan tahun 2016 tidak ada perbedaan pada tahun 2015 dibandingkan dengan 2016

Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin perkelompok lima tahunan, didominasi kelompok
usia muda. Hal ini tergambar melalui bentuk piramida penduduk yang memiliki dasar lebih panjang atau
ekspansif. Berarti angka kelahiran masih tinggi, sedangkan angka kematian semakin menurun.
Tergambar pada Gambar 2.1
GAMBAR 2.1
PIRAMIDA PENDUDUK PROVINSI NTT TAHUN 2016
PEREMPUAN LAKI-LAKI

65+
60 - 64
55 - 59
50 - 54
45 - 49
40 - 44
35 - 39
30 - 34
25 - 29
20 - 24
15 - 19
10 - 14
5-9
0-4

400.000 300.000 200.000 100.000 0 100.000 200.000 300.000 400.000

Sumber data : BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 12
Pada Gambar 2.1 di atas menunjukkan bahwa struktur penduduk di Indonesia termasuk struktur
penduduk muda, sebab ada sekitar 60 persen penduduk di Nusa Tenggara Timur Tahun 2016 pada
kelompok usia tidak produktif (umur 15 – 64 tahun), sementara kelompok usia tidak produktif (0 – 14
tahun dan 65 tahun ke atas) sebesar 39,75 persen. Dari data tersebut dapat diperoleh gambaran bahwa
angka ketergantungan (age dependency ratio) penduduk Nusa Tenggara Timur tahun 2016 sebesar
65,99 persen. Ini beraarti bahwa secara hipotesisi setiap 100 penduduk usia produktif menanggung
sekitar 66 orang penduduk usia tidak produktif.

B. DATA PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan kualitas
sumber daya manusia. Perubahan yang terjadi secara terus menerus pada perilaku masyarakat
disebabkan oleh semakin meningkatnya tingkat pendidikan. Pembangunan di bidang pendidikan
mempunyai andil besar terhadap kemajuan social ekonomi masyarakat di suatu wilayah.
Pembangunan di bidang pendidikan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas manusia Indonesia
yang maju dan berkualitas demi kemajuan .

Indikator yang digunakan untuk mengukur sensitive pendidikan di Indonesia, antara lain
kemampuan baca tulis atau Melek Huruf dan Kepemilikan Ijazah (pendidikan yang ditamatkan)

1. Angka Melek Huruf (AMH)

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 13
Hal yang mendasar yang dibutuhkan oleh penduduk untuk menuju kehidupan yang lebih
sejahtera yaitu kemampuan membaca dan menulis. Penduduk yang bisa membaca dan
menulis secara umum memiliki akses ke berbagai hal yang jauh lebih besar dibandingkan
dengan penduduk yang tidak memiliki kemampuan tersebut, sehingga peluang untuk hidup
lebih sejahtera dimiliki oleh penduduk yang bisa membaca dan menulis. Kondisi tersebut
terlihat dari Angka Melek Huruf dan Angka Buta Huruf.
Data Susenas menunjukkan bahwa masih terdapat 8,48 persen penduduk usia 15 tahun
ke atas di Nusa Tenggara Timur yang buta huruf. Artinya bahwa dalam 100 penduduk yang
berusia 15 tahun ke atas ada sekitar 8-9 orang yang tidak dapat membaca dan menulis, baik
huruf latin, huruf Arab atau huruf lainnya. Rinciannya dapat kita lihat pada Tabel 2.2.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 14
TABEL 2.2
PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN Ke ATAS
MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS
TAHUN 2016

Dapat Membaca dan Menulis


Huruf Lainnya Buta Huruf
No Kabupaten/Kota
Huruf Latin Huruf Arab
P L P L P L P L
1 Sumba Barat 83,45 84,64 3,77 5,64 1,12 0,81 16,55 15,32
2 Sumba Timur 87,95 92,94 2,22 2,15 0,41 0,00 12,05 7,06
3 Kupang 89,67 91,69 0,90 0,89 0,34 0,38 10,33 8,31
4 TTS 82,56 87,66 1,20 1,65 0,31 0,66 17,44 12,34
5 TTU 90,04 91,87 2,22 2,56 1,06 0,66 9,91 8,13
6 Belu 85,63 89,20 1,86 1,70 0,21 0,12 14,27 10,80
7 Alor 93,36 97,67 21,71 23,00 0,48 2,00 6,54 2,23
8 Lembata 91,79 98,98 3,12 5,50 0,00 0,12 8,21 1,02
9 Flores Timur 91,58 96,82 10,45 13,29 0,49 0,08 8,36 3,18
10 Sikka 88,71 95,37 4,36 4,48 0,04 0,22 11,29 4,63
11 Ende 92,01 96,31 8,26 10,10 0,06 0,97 7,99 3,69
12 Ngada 98,11 98,95 1,22 1,30 0,35 0,15 1,89 1,05

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 15
Dapat Membaca dan Menulis
Huruf Lainnya Buta Huruf
No Kabupaten/Kota
Huruf Latin Huruf Arab
P L P L P L P L
13 Manggarai 92,01 95,96 3,54 4,17 1,56 1,97 7,55 4,04
14 Rote Ndao 91,34 90,39 3,47 3,66 0,16 0,31 8,66 9,50
15 Manggarai Barat 94,23 97,36 9,43 11,20 0,74 0,89 5,52 2,37
16 Sumba Tengah 84,75 92,62 1,57 0,75 0,15 0,27 15,11 7,38
17 Sumba Barat Daya 77,19 81,01 1,00 0,68 0,00 0,25 22,81 18,99
18 Nagekeo 93,29 95,28 4,80 7,00 0,00 0,63 6,64 4,64
19 Manggarai Timur 94,70 96,50 5,08 6,55 0,29 0,31 5,11 3,50
20 Sabu Raijua 85,49 87,74 0,80 0,87 0,24 0,19 14,51 12,26
21 Malaka 83,84 86,48 4,79 4,37 0,60 0,84 16,06 13,47
22 Kota Kupang 99,38 99,61 6,73 7,48 0,85 1,15 0,62 0,39
Nusa Tenggara Timur 89,93 93,14 4,81 5,38 0,46 0,64 10,03 6,84
Sumber : Susenas 2016

Dari tabel 2.2 tersebut di atas dapat kita lihat bahwa penduduk NTT yang berumur di
atas 15 tahun, yang mampu membaca dan menulis yang tertinggi berasal dari Kabupaten
Lembata, sedangkan yang paling rendah adalah Kabupaten Sumba Barat Daya.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 16
2. Angka Partisipasi Sekolah (APS)

Salah satu indikator pokok yang lain untuk kualitas sumber daya manusia adalah Angka
Partisipasi Sekolah (APS). Persentase penduduk usia sekolah (7-24 tahun) yang sementara
bersekolah dari hasil Susenas tahun 2016 menunjukkan bahwa penduduk usia sekolah yang
sementara bersekolah sebesar 77,7 persen, baik di jenjang pendidikan dasar, menengah, atas
maupun pendidikan tinggi dan strata 1-3. Berarti ada sekitar 21, 17 penduduk NTT yang tidak
bersekolah atau putus sekolah. Pada tahun 2016, ada 1 dari 4 penduduk usia 15 tahun ke atas di
Nusa Tenggara Timur tidak memiliki ijazah. Hal ini bisa dikarenakan tidak menamatkan sekolah
atau tidak sekolah sama sekali

Keadaan status pendidikan penduduk yang masih bersekolah pada kelompok umur 7 –
24 tahun dapat kita lihat pada tabel 2.3 di bawah ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 17
Tabel 2.3
Persentase Penduduk Berumur 7-24 Tahun Menurut Kabupaten/Kota
Dan Status Pendidikan Tahun 2016

Masih Bersekolahnulis Tidak


Tidak/Belum
Kabupaten/ Pernah bersekolah lagi
No Sekolah SD SLTP SLTA Diploma/Univ
Kota

P L P L P L P L P L P L
1 Sumba Barat 3,04 4,24 44,60 41,92 17,97 20,17 10,88 10,39 2,04 0,67 16,04 22,61
2 Sumba Timur 1,57 1,91 44,42 40,29 18,58 17,70 15,54 15,36 2,99 1,90 21,57 22,84
3 Kupang 1,63 1,20 42,45 47,26 18,17 13,04 7,86 15,18 7,85 3,54 14,37 18,67
4 TTS 2,93 2,40 48,48 49,27 15,79 13,85 6,96 8,75 3,24 0,67 21,70 25,86
5 TTU 0,91 1,50 47,67 47,99 13,66 12,03 13,36 10,57 5,72 3,18 25,07 24,72
6 Belu 1,93 4,96 43,28 45,72 16,29 12,75 9,96 11,50 3,84 0,24 21,30 24,83
7 Alor 1,60 0,99 41,05 47,99 16,99 15,25 11,80 12,16 1,88 0,52 28,51 23,09
8 Lembata 0,12 0,59 42,89 46,46 14,52 18,78 14,52 10,03 2,63 0,00 28,04 24,14
9 Flores Timur 0,52 0,52 43,61 47,89 19,30 16,12 19,30 13,37 1,01 0,62 21,32 21,48
10 Sikka 1,78 0,36 38,16 46,81 19,20 15,60 19,20 11,21 5,87 2,10 22,53 23,92
11 Ende 0,33 0,68 41,53 43,17 17,92 17,69 17,92 11,51 3,67 2,78 24,55 24,18
12 Ngada 0,42 0,74 43,17 48,19 20,45 17,23 20,45 13,11 3,68 1,11 21,74 19,63

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 18
Tidak/Belum Masih Bersekolahnulis Tidak
Kabupaten/ Pernah Sekolah bersekolah lagi
No SD SLTP SLTA Diploma/Univ
Kota

P L P L P L P L P L P L
13 Manggarai 0,96 0,69 46,67 49,41 21,53 16,57 8,75 13,47 4,10 2,75 17,89 17,10
14 Rote Ndao 1,63 1,23 45,28 50,69 21,54 17,71 10,25 10,73 2,16 1,78 19,14 17,86
Manggarai
15 Barat 0,98 0,49 49,16 53,53 14,48 17,06 6,84 5,30 0,97 0,27 27,56 23,26
Sumba
16 Tengah 1,54 2,10 46,47 47,09 22,07 20,57 8,49 11,21 1,88 0,00 19,54 19,03
Sumba
17 Barat Daya 4,47 5,10 45,26 53,53 20,09 14,20 9,51 10,75 4,93 0,84 15,74 15,59
18 Nagekeo 1,81 1,02 41,29 48,75 18,12 17,64 16,83 11,32 2,87 0,17 19,74 21,09
Manggarai
19 Timur 1,41 0,22 47,82 54,99 19,78 19,90 8,67 7,31 0,65 0,00 21,66 17,57
20 Sabu Raijua 1,24 0,94 44,97 45,22 19,05 16,13 16,34 18,81 1,40 1,05 16,99 17,85
21 Malaka 1,02 3,01 54,44 48,71 16,82 13,74 10,00 14,02 4,49 0,37 13,23 20,15
22 Kota Kuang 0,16 0,00 26,03 27,55 13,02 15,15 15,87 13,85 23,24 20,63 21,97 22,83
Nusa
Tenggara
Timur 1,53 1,59 43,49 46,58 17,64 15,76 11,24 11,66 5,22 2,95 20,88 21,48

Sumber : Susenas 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 19
Dari tabel 2.3 tersebut di atas dapat diketahui bahwa penduduk Provinsi NTT yang tidak
bersekolah lagi pada kelompok umur 7 – 24 tahun sebesar 21 %, artinya bahwa dalam setiap
100 orang penduduk yang berumur 7 – 24 tahun ada sekitar 21 anak yang tidak bersekolah lagi.
Sedangkan yang tidak pernah sekolah sebesar 1,56 %, artinya ada sebanyak antara 1-2 orang
anak pada kelompok umur 7-24 tahun yang tidak pernah bersekolah. Sehingga kelompok umur
7-24 tahun, baik yang belum pernah sekolah, yang masih bersekolah dan yang tidak sekolah lagi,
antara perempuan dan laki-laki perbedaannya tidak terlalu jauh.

3. Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan

.Salah satu capaian dalam bidang pendidikan yaitu kepemilikan ijazah atau Surat Tanda
Tamat Belajar (STTB). Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki penduduk merupakan indikator pokok
kualitas pendidikan formal. Semakin tinggi ijazah/STTB yang dimiliki oleh rata-rata penduduk
suatu negara mencerminkan semakin tingginya taraf intelektualitas bangsa dan negara tersebut.
Kondisi atau keadaan Di Provinsi NTT pada tahun 2016 penduduk NTT yang berumur 10 tahun
ke atas adalah sebesar 3.816.048 orang. Dari angka tersebut atas kepemilikan ijazah yang
dimiliki dapat kita lihat pada tabel di bawah ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 20
TABEL 2.4
PERSENTASE PENDUDUK UMUR 15 TAHUN KE ATAS MENURUT
JENIS KELAMIN DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIMILIKI DAN KABUPATEN/KOTA
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR, TAHUN 2016

Memiliki Ijazah

Tidak Diploma I-
Kabupaten / Punya II/Akademi/D Diploma
No
Kota Ijazah SD SLTP SLTA -III IV/S1/S2/S3

P L P L P L P L P L P L
1 Sumba Barat 34,65 38 29,20 28 12,22 11,04 18,95 17,53 1,30 0,39 3,67 4,85

2 Sumba Timur 35,78 36,96 29,78 25,82 10,58 11,87 14,48 17,76 3,07 1,99 6,31 5,60

3 Kupang 23,74 23,28 41,69 34,32 11,25 14,79 16,65 21,00 2,09 0,89 4,59 5,72

4 TTS 30,68 32,99 40,01 33,92 10,16 10,43 14,36 17,88 0,35 1,55 4,43 3,24

5 TTU 20,73 21,87 46,67 41,72 8,16 9,85 14,57 17,65 2,23 2,26 7,64 6,65

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 21
Memiliki Ijazah

Tidak
Kabupaten/ Punya Diploma I- Diploma
No
Kota Ijazah SD SLTP SLTA II/Akademi/D-III IV/S1/S2/S3

P L P L P L P L P L P L
6 Belu 25,34 27,08 38,73 36,88 11,54 10,15 16,64 19,11 2,28 1,36 5,48 5,42

7 Alor 25,11 20,19 45,18 39,36 9,23 12,53 13,09 20,72 1,90 1,67 5,50 5,53

8 Lembata 24,70 17,86 40,37 43,00 9,83 8,90 15,04 16,90 3,02 3,58 7,04 9,77

Flores

9 Timur 29,15 25,38 40,53 36,52 10,48 12,84 14,55 19,50 1,26 1,44 4,03 4,31

10 Sikka 38,51 36,69 27,94 30,49 9,55 9,96 15,76 15,39 2,27 1,75 5,98 5,52

11 Ende 31,70 25,82 31,10 29,85 9,91 12,10 18,36 21,76 3,06 1,21 5,87 9,26

12 Ngada 15,12 11,99 50,80 52,76 7,88 11,11 15,41 17,54 4,75 0,90 6,04 5,70

13 Manggarai 23,70 24,06 44,41 38,40 9,06 12,64 16,35 14,96 2,44 2,20 4,03 8,01

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 22
Memiliki Ijazah

Tidak Diploma I-
No Kabupaten/Kota Punya II/Akademi/ Diploma
Ijazah SD SLTP SLTA D-III IV/S1/S2/S3

P L P L P L P L P L P L

14 Rote Ndao 26,81 27,22 42,13 38,54 6,54 8,17 18,33 18,20 2,78 1,05 3,41 6,82

15 Manggarai Barat 23,56 21,20 54,34 58,69 8,15 6,64 9,14 8,64 1,36 1,02 3,44 3,82

16 Sumba Tengah 35,73 33,90 34,53 32,96 8,06 12,33 17,24 15,28 1,27 1,62 3,16 3,88

17 Sumba Barat Daya 42,45 44,27 29,94 27,93 9,87 12,10 13,91 12,43 0,48 0,46 3,35 2,81

18 Nagekeo 23,27 24,05 41,77 41,04 11,47 11,07 14,17 15,12 2,51 2,34 6,80 6,38

19 Manggarai Timur 20,62 16,95 60,27 58,88 8,43 7,41 6,60 11,06 0,69 1,97 3,38 3,73

20 Sabu Raijua 30,96 33,48 40,22 34,49 11,70 13,89 11,57 15,46 1,83 0,38 3,73 2,30

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 23
Memiliki Ijazah

N Kabupaten/ Tidak Diploma I-


Kota Punya II/Akademi/D Diploma
o Ijazah SD SLTP SLTA -III IV/S1/S2/S3

P L P L P L P L P L P L
21 Malaka 31,63 31,28 35,52 29,99 8,49 12,75 16,74 19,90 1,15 1,05 6,47 5,02

22 Kota Kuang 3,51 2,90 20,59 19,44 13,70 11,93 44,52 46,59 3,56 3,51 14,11 15,62

Nusa
Tenggara
Timur 26,39 25,46 38,63 35,61 10,01 11,17 17,19 19,57 2,04 1,67 5,74 6,32

Sumber : BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016

Pada tahun 2016, persentase penduduk berumur 10 tahun ke atas menurut kepemilikan
izajah/STTB tertinggi yaitu yang memiliki ijazah/STTB tertinggi yaitu yang memiliki ijazah/STTB
SD/Sederajat sebesar 74,24.%, menyusul yang memiliki ijazah/STTB SMA/Sederajat yaitu sebesar
36,76% dan yang memiliki ijazah/STTB yang paling sedikit yaitu yaitu DII – DIII, yaitu sebesar 3,71 %.
Kepemilikan ijazah berdasarkan jenis kelamin dapat kita lihat pada gambar di bawah ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 24
GAMBAR 2.2
PERSENTASE PENDUDUK UMUR 15 TAHUN KE ATAS MENURUT
JENIS KELAMIN DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIMILIKI DAN KABUPATEN/KOTA
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR, TAHUN 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 25
BAB III
SITUASI DERAJAT KESEHATAN
BAB III
SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Kesehatan merupakan salah satu syarat yang harus terpenuhi agar seseorang dapat melakukan
aktifitasnya dengan lancar. Oleh karena itu kesehatan menjadi salah satu fokus utama pembangunan di
bidang sosial dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah secara berkesinambungan menyediakan
sarana dan prasarana kesehatan dan menggalakkan banyak program agar status kesehatan masyarakat
dapat meningkat. Sasaran utama dalam pembangunan di bidang kesehatan adalah agar semua lapisan
masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, merata dan murah.

Upaya perbaikan kesehatan masyarakat secara strategis juga dilakukan melalui peningkatan
partisipasi masyarakat terutama golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah. Tanpa partisipasi
aktif masyarakat maka program pemerintah tidak akan mencapai hasil yang memuaskan. Dengan
berbagai upaya tersebut diharapkan akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang baik, yang pada
gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan penduduk secara umum. Oleh karena itu seluruh
pembangunan yang sedang digiatkan pemerintah diharapkan dapat berakselerasi positif terhadap
perbaikan derajat kesehatan masyarakat, antara lain dapat ditunjukkan melalui perubahan angka
kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan, angka morbiditas yang nantinya dapat meningkatkan
angka harapan hidup.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 26
Beberapa faktor yang dapat memperburuk derajat kesehatan masyarakat adalah rendahnya
konsumsi makanan bergizi, kurangnya sarana kesehatan, keadaan sanitasi dan lingkungan yang tidak
layak. Faktor terpenting dalam upaya peningkatan kesehatan ada pada manusianya yang bertindak
sebagai subyek sekaligus objek pelayanan kesehatan. Keadaan derajat kesehatan masyarakat
Indonesia / NTT dapat disajikan dalam beberapa Indiktor seperti pada tabel 3.1 berikut ini.

TABEL 3.1
INDIKATOR DERAJAT KESEHATAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2015
NASI
INDIKATOR NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT
NTT NASIONAL ONAL
DERAJAT (IPM (IPM (IPM (IPM (IPM (IPM (SDKI
(SP 2010) (SP 2010) (SDKI
KESEHATAN 2010) 2011) 2012) 2013) 2014) 2015) 2007)
2012)
32/
39/1.000 45/1.000
AKB/IMR - - - - 1.000
KH KH
KH
536/100.000 259/100.000
AKI/MMR KH KH
- - - - -
AKABA 58/ 40/
BALITA - - - - - 1.000 1.000
BLT BLT
UHH NTT
(THN)
65,28 65,45 65,64 65,82 65,91 65,96 - -
LAKI-LAKI - -
PEREMPUAN
Sumber Data : SP 2010, IPM NTT 2010-2015 dan SDKI 2012

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 27
Dari tabel 3.1 tersebut di atas dapat dilihat bahwa Umur Harapan Hidup penduduk Nusa Tenggara
Tenggara Timur, setiap tahun semakin meningkat, namun peningkatan ini tidak terlalu signifikan, hanya
berkisar 1 – 5 bln, hal ini banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti masih tingginya angka kematian
kasar, masih tingginya angka kesakitan baik oleh penyakit menular maupun tidak menular, dan angka
kesuburan.

A. MORTALITAS

Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari kejadian


kematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Di samping itu kejadian kematian juga dapat
digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan program pembangunan kesehatan yang
telah dilaksanakan selama ini dengan melihat perkembangan angka kematian dari tahun ke tahun.

Besarnya tingkat kematian yang terjadi pada periode terakhir dapat dilihat dari berbagai
uraian berikut :

1. Angka Kematian Bayi (AKB)

Data kematian pada suatu komunitas dapat diperoleh melalui survei karena sebagian besar
kematian terjadi di rumah, sedangkan kematian di fasilitas kesehatan hanya memperlihatkan kasus
rujukan. Indikator ini terkait langsung dengan tingkat kelangsungan hidup anak dan merefleksikan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 28
kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan tempat tinggal anak-anak termasuk pemeliharaan
kesehatannya. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia berasal dari berbagai sumber, yaitu Riset
Kesehatan Daerah (Riskesda), Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) dan Sensus
Penduduk (SP).

Dalam beberapa tahun terakhir AKB di Indonesia telah banyak mengalami penurunan yang
cukup besar. AKB Nasional pada tahun 2007 sebesar 34 per 1.000 KH (SDKI 2007), pada tahun
2012 menurun menjadi 32 per 1.000 KH (SDKI 2012) .

Untuk Provinsi NTT, Angka Kematian Bayi pada tahun 2007 sebesar 57 per 1.000 kelahiran
hidup (SDKI 2007), walaupun angka ini sedikit lebih tinggi bila dibandingkan dengan AKB secara
nasional yaitu 32 per 1.000 kelahiran hidup. Selanjutnya pada tahun 2010 (SP 2010) terjadi
penurunan menjadi 39 per 1.000 KH, namun sangat disayangkan pada tahun 2012 menjadi 45 per
1.000 kelahiran hidup (SDKI, 2012). Berarti terjadi lonjakan jika dibanding tahun 2010. Ini menjadi
tantangan yang berat baik bagi pemerintah daerah maupun semua instansi terkait di NTT dalam
upaya menurunkan angka kematian bayi dan kesejahteraan penduduk di masa datang.

Berdasarkan hasil konversi jumlah kasus kematian pada bayi mengalami fluktuasi dari tahun
2013 – 2016, pada tahun 2013 kasus kematian bayi menurun menjadi 1.286 kematian dan pada
tahun 2014 kematian bayi ini menurun lagi menjadi 1.280 kasus, pada tahun 2015 kasus kematian
bayi meningkat lagi dari 1.388 menjadi 1.549 kasus pada tahun 2016. Tetapi secara konversi tahun

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 29
2013 ke 2014 terjadi kenaikan dari 14 per 1000 KH menjadi 14 per 1000 KH. Namun secara
konversi trend tahun 2015 ke tahuun 2016 tetap 11 per 1000 KH. Target dalam Renstra Dinas
Kesehatan Provinsi NTT pada tahun 2016, jumlah kematian bayi ditargetkan sebesar 1.127 kasus,
berarti telah terjadi peningkatan sebanyak 442 kasus yang ditargetkan dalam Renstra tidak tercapai.
Berikut ini adalah gambaran Konversi Angka Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Hidup pada tahun
2013 – 2016 di Prov. NTT, sedangkan rincian Kasus Kematian Bayi per Kabupaten/Kota dapat
dilihat pada Lampiran Tabel 5 dan Gambar 3.1 berikut ini.

GAMBAR 3.1
KONVERSI ANGKA KEMATIAN BAYI PER 1.000 KELAHIRAN HIDUP
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2013 – 2016

Sumber : Profil Kesehatan Prov.NTT Tahun 2013 - 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 30
Dari gambar 3.1 tersebut di atas dapat kita lihat bahwa Angka Kematian Bayi sejak tahun
2013 – 2016 mengalami penurunan. Walaupun 2 (dua) tahun terakhir angka tetap.

2. Angka Kematian Anak Balita (AKABA)

AKABA menggambarkan tingkat peluang untuk meninggal pada fase antara kelahiran dan
sebelum usia lima tahun serta permasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor lingkungan yang
berpengaruh terhadap kesehatan balita seperti gizi, sanitasi, penyakit menular, dan kecelakaan.
Indikator ini juga menggambarkan tingkat kesejahteraan sosial, dalam arti besaran dan tingkat
kemiskinan penduduk, sehingga kerap kali dipakai untuk mengidentifikasi tingkat kesulitan ekonomi
penduduk.

Angka Kematian Balita di Indonesia (menurut estimasi SUPAS 1995) dalam beberapa tahun
terakhir terlihat mengalami penurunan yang cukup bermakna. Pada tahun 1993 AKABA Nasional
diperkirakan 81 per 1.000 kelahiran hidup dan turun menjadi 44,7 pada tahun 2001 (Surkesnas,
2001). Selanjutnya turun lagi menjadi 44 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007),
dan terus turun menjadi 40 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2012 (SDKI, 2012).

Untuk Provinsi NTT, AKABA periode 2002–2012 mengalami fluktuasi. Hasil Survei
Kesehatan dan Rumah Tangga (SKRT) 1995 menunjukkan AKABA NTT sebesar 81 per 1.000
kelahiran hidup yang menurun menjadi 68 per 1.000 kelahiran hidup. Dari hasil SDKI 2002 - 2003

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 31
terjadi peningkatan menjadi 72 per 1.000 kelahiran hidup, dan kembali meningkat menjadi 80 per
1.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007). Selanjutnya pada tahun 2012, AKABA NTT
kembali menurun menjadi 58 per 1.000 kelahiran hidup (SDKI, 2012). Walaupun AKABA NTT masih
lebih tinggi jika dibandingkan dengan AKABA nasional yakni 40 per 1,000 kelahiran hidup, namun
penurunan AKABA NTT ini cukup bermakna.

Angka Kematian Anak Balita (AKABA) yang tergambar dalam Profil Kesehatan Tahun 2016,
dapat menggambarkan kondisi dari tahun 2013 – 2016, AKABA ini tidak menunjukkan perbedaan
data yang signifikan, namun secara kasus dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2013
AKABA sebesar 121 kasus (1,3 per 1.000 KH), pada tahun 2014 kasus AKABA menurun menjadi
128 kasus (1 per 1000 KH), pada tahun 2015 meningkat lagi menjadi 178 kasus (1,3 per 1000 KH),
sedangkan pada tahun 2016 meningkat lagi menjadi sebesar 189 kasus (1,4 per 1000 KH). Dalam
Renstra Dinkes. Prov. NTT tahun 2016 ditargetkan kasus kematian balita sebanyak 115 kasus,
berarti target dalam Renstra tidak tercapai, terjadi peningkatan kasus sebesar 74 kasus. Berikut ini
disajikan gambaran Konversi AKABA per 1.000 KH Prov. NTT tahun 2013 – 2015, sedangkan
rincian per Kab/Kota data dapat dilihat pada Lampiran Tabel 5 dan Gambar 3.2 sebagai berikut :

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 32
GAMBAR 3.2
KONVERSI ANGKA KEMATIAN BALITA PER 1.000 KELAHIRAN HIDUP
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2013 – 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Prov.NTT Tahun 2013 - 2016

Dari gambar tersebut dapat kita lihat bahwa AKABA dari tahun 2013 – 2016 mengalami fluktuasi.
Pada tahun 2013 ke tahun 2014 terjadi penurunan, namun sejak tahun 2015 – 2016 meningkat kembali.

3. Angka Kematian Ibu (AKI)

Angka kematian Ibu senantiasa menjadi indikator keberhasilan pembangunan sektor


kesehatan, AKI mengacu pada jumlah kematian Ibu yang terkait dengan proses kehamilan,

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 33
persalinan dan nifas. Untuk melihat kecenderungan AKI di Indonesia secara konsisten digunakan
data hasil SKRT dan SDKI. Pada tahun 2002 – 2003 AKI sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup
(SDKI 2002 – 2003), angka ini menurun menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007
(SDKI 2007). Selanjutnya pada tahun 2010, AKI turun menjadi 259 per 100.000 kelahiran hidup (SP,
2010). Walaupun cenderung terus menurun, namun bila dibandingkan dengan target yang ingin
dicapai secara nasional pada tahun 2010 yaitu sebesar 125 per 100.000 kelahiran hidup, maka
diperlukan upaya-upaya luar biasa untuk mengatasi permasalahan ini.

AKI Provinsi NTT pada periode 2004 – 2007 cenderung mengalami penurunan yang cukup
bermakna. Pada tahun 2004 AKI NTT sebesar 554 per 100.000 kelahiran hidup (Surkesnas) dan
menurun menjadi 306 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007). Namun
berdasarkan hasil Sensus Penduduk (SP) tahun 2010, AKI meningkat menjadi 536 per 100.000
kelahiran hidup. Bila dibandingkan dengan angka nasional 259 per 100.000 kelahiran hidup
(SP,2010) maka AKI NTT sangat tinggi. Untuk mengatasi masalah ini maka Provinsi NTT telah
menginisiasi terobosan-terobosan dengan Revolusi KIA dengan motto semua ibu melahirkan di
Fasiitas Kesehatan yang memadai. Yang mana capaian indikator antaranya adalah menurunnya
peran dukun dalam menolong persalinan atau meningkatkan peran tenaga kesehatan terampil
dalam menolong persalinan.

Kasus kematian dan Angka Kematian Ibu (AKI) yang tergambar dalam Profil Kesehatan
Tahun 2016, dapat menggambarkan kondisi dari tahun 2013 – 2016, untuk kasus kematian pada

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 34
tahun 2013 sebesar 176 kasus, atau AKI 185,6 per 100.000 KH, selanjutnya pada tahun 2014
menurun lagi menjadi 158 kasus dengan AKI sebesar 169 per 100.000 KH, pada tahun 2015
meningkat menjadi 178 kasus atau AKI 133 per 100.000 KH, sedangkan pada tahun 2016 menjadi
sebesar 893 kasus atau AKI sebesar 131 per 100.000 KH, berarti terjadi peningkatan kasus. Target
dalam Renstra Dinas Kesehatan Provinsi NTT pada tahun 2016, kasus kematian ibu ditarget turun
menjadi 128 .kasus, berarti target tidak tercapai (selisih 765 kasus). Namun secara Konsversi yaitu
Angka Kematian AKI di Provinsi NTT Tahun 2016 terjadi penurunan. Berikut ini digambarkan
Konversi AKI per 100.000 KH Prov. NTT tahun 2013 – 2016, sedangkan rincian data per
Kabupaten/Kota dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6 dan Gambar 3.3 berikut ini.

GAMBAR 3.3
KONVERSI ANGKA KEMATIAN IBU PER 100.000 KELAHIRAN HIDUP
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2013 – 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Prov. NTT Tahun 2013 - 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 35
Dari gambar 3.3 di atas dapat kita lihat bahwa angka kematian ibu (AKI)
pada tahun 2013 ke 2016 terjadi penurunan.

Selanjutnya di bawah ini kita dapat melihat rincian kasus Kematian Bayi, Ibu dan Anak
Balita tahun 2013 – 2016 dapat dilihat pada gambar 3.4 berikut.

GAMBAR 3.4
KASUS KEMATIAN BAYI, IBU DAN ANAK BALITA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2013 – 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Prov. NTT Tahun 2013 - 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 36
Berdasarkan gambar 3.4 di atas dapat kita ketahui bahwa jumlah kematian ibu yang tertinggi
terjadi pada tahun 2015 yaitu mencapai 178 kasus, untuk kasus kematian anak balita dan bayi yang
paling tinggi terjadi pada tahun 2016.

4. Angka Kematian Kasar

Angka kematian kasar adalah jumlah kematian yang terjadi pada suatu waktu dan tempat
tertentu per 1.000 penduduk pada pertengahan tahun. Estimasi Angka Kematian Kasar (AKK)
menurut BPS tahun 2010 menyebutkan bahwa AKK penduduk NTT sebesar 8,4 per 1.000
penduduk.

5. Umur Harapan Hidup Waktu Lahir (UHH)

Angka Umur Harapan Hidup (UHH) dapat digunakan untuk menilai status derajat kesehatan.
Selain itu menjadi salah satu indikator yang diperhitungkan dalam menilai Indeks Pembangunan
Manusia (IPM). Gambaran UHH di Indonesia selama tahun 2010-2015 menunjukkan peningkatan,
begitu juga dengan UHH penduduk NTT cenderung meningkat setiap tahun meskipun tidak secara
signifikan. Pada tahun 2014 angka harapan hidup menjadi 65,91 yang berarti bahwa anak-anak
yang lahir pada tahun 2015 diperkirakan akan hidup rata-rata sampai umur 66 tahun dan pada tahun
2016 data belum ada.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 37
Penurunan Angka Kematian Bayi sangat berpengaruh terhadap kenaikan Umur Harapan
Hidup (UHH) waktu lahir. Angka Kematian Bayi sangat peka terhadap perubahan dengan kesehatan
dan kesejahteraan masyarakat, sehingga perbaikan derajat kesehatan tercermin pada penurunan
AKB dan kenaikan UHH pada waktu lahir. Meningkatnya umur harapan hidup secara tidak langsung
juga memberi gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan
masyarakat.

Data SDKI 2007 menunjukkkan bahwa UHH di Provinsi NTT sebesar 65,1 tahun, untuk jenis
kelamin UHH perempuan sebesar 67,2 tahun dan laki-laki sebesar 62,9 tahun. Berdasarkan data
dari BPS NTT Tahun 2010 UHH NTT rata-rata 65,28, meningkat menjadi 65,45 tahun 2011, tahun
2012 menjadi 65,64, tahun 2013 menjadi 65,82, tahun 2014 menjadi 65,91 dan tahun 2015 menjadi
65,96, sedangkan untuk tahun 2016 belum ada data. Rinciannya dapat kita lihat pada tabel 3.1 dan
gambar di bawah ini :
TABEL 3.2
UMUR HARAPAN HIDUP
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2010-2015
UMUR HARAPAN Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
HIDUP 2010 2011 2012 2013 2014 2015
NTT (THN)
LAKI-LAKI 65,28 65,45 65,64 65,82 65,91 65,96
PEREMPUAN
Sumber : BPS – NTT Dalam Angka 2015

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 38
Dari tabel 3.2 di atas dapat kita lihat ketahui bahwa umur harapan hidup di Provinsi NTT dari tahun
2010 – 2016 terus meningkat, walaupun kenaikannya hanya berkisar 0,5 tahun atau tidak terlalu
bermakna/signifikan.

B. KESAKITAN/MORBIDITAS

Derajat kesehatan penduduk dapat juga dilihat dari angka kesakitan (morbiditas) yang menunjukkan
ada tidaknya keluhan kesehatan yang menyebabkan terganggunya kegiatan sehari-hari baik dalam
melakukan pekerjaan, bersekolah, mengurus rumah tangga maupun aktifitas lainnya. Keluhan yang
dimaksud mengindikasikan adanya jenis penyakit tertentu yang dirasakan penduduk. Semakin tinggi
angka morbiditas, maka semakin banyak penduduk mengalami gangguan kesehatan. Hasil Susenas
penduduk tahun 2012 menunjukkan bahwa angka kesakitan penduduk NTT sebesar 22,69%. Angka ini
menurun sebanyak 1,58% bila dibanding tahun 2011 yakni 24,27%. Rata-rata lama hari sakit penduduk
yang terganggu kesehatan dan aktifitasnya sehari-hari juga mengalami penurunan dari 5,51 hari tahun
2011 menjadi 5,19 hari pada tahun 2012. Lamanya hari sakit penduduk di perdesaan dan perkotaan tidak
berbeda secara signifikan yakni sekitar 5 hari. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa status atau
derajat kesehatan penduduk pada tahun 2012 lebih baik dibanding dengan tahun sebelumnya.
Konsekuensi dari membaiknya status kesehatan penduduk antara lain penduduk menjadi lebih produktif

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 39
dalam bekerja, juga biaya kesehatan yang harus dikeluarkan berkurang. Data morbiditas dapat dilihat
berdasarkan kunjungan pasien ke Puskesmas dan Rumah Sakit.

1. Pola 10 Penyakit Terbanyak di Puskesmas

Data angka kesakitan penduduk berasal dari masyarakat (community based data) yang diperoleh
melalui studi morbiditas dan hasil pengumpulan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta dari
sarana pelayanan kesehatan (facility based data) yang diperoleh melalui sistem pencatatan dan
pelaporan. Gambaran Pola 10 (sepuluh) penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di Puskesmasdan
Rumah Sakit tahun 2016 disajikan pada Tabel 3.3 berikut ini.

Tabel 3.3
Pola 10 Besar Penyakit Terbanyak Rawat Inap dan Rawat jalan di Puskesmas
Se Provinsi NTT Tahun 2016

No Nama Penyakit Jumlah


1. ISPA 530,965
2. Gastritis acut 99,111
3. Myalgia 96,544
4. Hipertensi 76,130
5. Penyakit kulit alergi 64,236

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 40
6. Observasi Febris 51,971
7. Infeksi penyakit usus yang lain 30,549
8. Diare 26,572
9. Penyakit kulit infeksi 24,491
10 Dispepsia 18,017
Sumber : Profil Kesehatan .Kab/Kota Tahun 2016

Dari tabel 3.3 di atas dapat kita ketahui, bahwa sampai saat ini penyakit yang terbanyak berobat
ke Puskesmas adalah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), disusuli dengan penyakit
Gastritis Acut. Hal yang sangat menggembirakan bahwa penyakit malaria sudah tidak termasuk dalam 10
besar penyakit yang terbanyak di NTT. Hal ini menunjukkan keberhasilan pemberantasan penyakit
malaria yang didukung dengan bantuan dana Global Fund, dan dukungan dari seluruh masyarakat dan
Lintas Sektor di NTT.

2. Penyakit Menular

Upaya pemberantasan penyakit menular lebih ditekankan pada pelaksanaan surveilens


epidemiologi dengan upaya penemuan penderita secara dini yang ditindaklanjuti dengan
penanganan secara cepat melalui pengobatan penderita. Disamping itu pelayanan lain yang
diberikan adalah upaya pencegahan dengan pemberian imunisasi, upaya pengurangan faktor risiko

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 41
melalui kegiatan untuk peningkatan kualitas lingkungan serta peningkatan peran serta masyarakat
dalam upaya pemberantasan penyakit menular yang dilaksanakan melalui berbagai kegiatan. Uraian
singkat berbagai upaya tersebut seperti berikut ini.

Penyakit menular yang disajikan dalam bagian ini antara lain AFP, TB Paru, Pneumoni,
HIV/AIDS, Diare, Kusta, Dipteri, Pertusis, Tetanus Neonatorum (TN), Campak, Polio, Hepatitis B,
DBD, Malaria dan Filariasis.

a. Penyakit TBC/TB Paru

TBC atau dikenal juga dengan Tuberkulosis adalah merupakan penyakit menular yang
disebabkan oleh basil tahan asam disingkat BTA nama lengkapnya Mycobacterium tuberculosis.
Penyakit ini dapat menyebar melalui droplet orang yang telah terinfeksi basil TB. Penyakit ini
merupakan salah satu penyakit yang pengendaliannya menjadi komitment global dalam MDGs.

Hampir 10 tahun lamanya Indonesia menempati urutan ke-3 dunia dalam hal jumlah
penderita tuberkulosis (TB). Baru pada tahun 2009 turun ke peringkat ke-5 dan masuk dalam
milestone atau pencapaian kinerja 1 tahun Kementerian Kesehatan. Laporan WHO pada tahun 2009,
mencatat peringkat Indonesia menurun ke posisi lima dengan jumlah penderita TBC sebesar 429 ribu
orang. Lima negara dengan jumlah terbesar kasus insiden pada tahun 2009 adalah India, Cina,
Afrika Selatan, Nigeria dan Indonesia (sumber WHO Global Tuberculosis Control 2010). "Tentu saja

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 42
kasus TB masih banyak, tapi perbaikan peringkat ini merupakan sebuah pencapaian," ungkap
Menkes (Alm.) Endang Rahayu Sedyaningsih dalam evaluasi kinerja 1 tahun Kementerian Kesehatan
di gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (22/10/2010). Dan pada Global Report WHO 2010, didapat
data TB Indonesia,

Pada tawal tahun 1995 WHO telah merekomendasikan strategi DOTS (Derectly Observed
Treatment Short-course) sebagai strategi penanggulangan secara ekonomis paling efektif (cost
efective), yang terdiri dari 5 (lima) elemen kunci : 1) Komitmen politis; 2)Pemeriksaan dahak
mikroskopis yang terjamin mutunya; 3) Pengobatan jangka pendek yang standar bagi semua kasus
TB dengan tatalaksana kasus yang tepat, termasuk pengawasan langsung pengobatan; 4) Jaminan
ketersediaan OAT yang bermutu; 5) Sistem Pencatatan dan pelaporan yang mampu memberikan
penilaian terhadap hasil pengobatan pasien dan kinerja program secara keseluruhan.

Salah satu indikator yang digunakan dalam pengendalian TB adalah Case Detection Rate
(CDR), yaitu proporsi jumlah pasien baru BTA positif yang ditemukan dan diobati terhadap jumlah
pasien BTA positif yang diperkirakan ada dalam wilayah. Kementerian Kesehatan menetapkan target
tersebut sebesar 73‰.
Berdasarkan hasil Riskesdas 2013, ada tiga kabupaten/kota dengan jumlah penderita
tertinggi dalam < 1 tahun terakhir adalah Sumba Barat (1,2 ‰), Sumba Timur (0,7 ‰) dan Sumba
Tengah (0,7 ‰) dan dalam > 1 tahun terakhir adalah Nagekeo (2,3 ‰), Sumba Tengah (2 ‰) dan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 43
Kabupaten Kupang (1,9 ‰), sementara tiga kabupaten/kota dengan pengobatan tertinggi adalah
Sumba Barat (62,9 ‰), Sumba Timur (52,7 ‰) dan Timor Tengah Utara (50,5 ‰).

Berdasarkan data yang masuk dari Kab/Kota pada tahun pada tahun 2015 bahwa kasus
baru BTA + di tahun 2015 adalah sebesar 347 (6,78 per 100.000) artinya dalam 100.000 penduduk
terdapat 7 orang penderita TB Paru .sedangkan pada tahun 2014 sebesar 210 kasus ( per 100.000
penduduk) berarti terjadi peningkatan kasus. Pada tahun 2016 sebesar 794 (15,26 per 100.000
penduduk) berarti terjadi peningkatan kasus baru TB Paru BTA + di tahun 2016. Pada tahun 2015
kasus baru TB, berkisar 10 orang penderita yang ditemukan dari setiap 100.000 penduduk., namun di
tahun 2016 sudah meningkat menjadi 15 orang per 100.000 penduduk.
Berdasarkan Angka Kasus TB Paru seluruhnya (Case Notification rate) pada tahun 2015
sebanyak 4.789 kasus (93,53 per 100.000 penduduk), berarti terjadi penurunan CNR dibandingkan
tahun 2014 sebanyak 5.007 kasus (99,41 per 100.000) penduduk), pada tahun 2016 menjadi
sebesar 1.320 (25,37) yang artinya daiam setiap 100.000 penduduk terdapat penderita TB paru
(untuk semua tipe) kira-kira 26 orang, berarti terjadi penurunan disbanding tahun 2015. Gambaran
tentang program TB ini dapat dilihat pada Lampiran Tabel 7- 9 dan gambar 3.5, 3.6 dan 3.7 berikut
ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 44
GAMBAR 3.5
JUMLAH SELURUH KASUS TB (CASE NOTIFICATION RATE (CNR)
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016

Dari Gambar 3.5 di atas dapat dilihat bahwa CNR tertinggi adalah Kabupaten Flotim (15,5
%), disusul Kab. Alor (9,2%), sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Manggarai Timur (1,4
%), disusul Kab. Rote Ndao (1,7%) dan kabupaten Manggarai barat (1,8%).
WHO telah merekomendasikan strategi DOTS (Derectly Observed Treatment Short-course)
sebagai strategi penanggulangan secara ekonomis paling efektif (cost efective), yang terdiri dari 5
(lima) elemen kunci : 1) Komitmen politis; 2)Pemeriksaan dahak mikroskopis yang terjamin mutunya;
3) Pengobatan jangka pendek yang standar bagi semua kasus TB dengan tatalaksana kasus yang

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 45
tepat, termasuk pengawasan langsung pengobatan; 4) Jaminan ketersediaan OAT yang bermutu; 5)
Sistem Pencatatan dan pelaporan yang mampu memberikan penilaian terhadap hasil pengobatan
pasien dan kinerja program secara keseluruhan.
Keberhasilan program TB Paru ini, salah satu indikatornya yang diukur adalah Angka
Kesembuhan (Cure rate), yang ditargetkan setiap tahun 90 %. Pada tahun 2014 angka
kesembuhan sebesar (79,03%), sedangkan pada tahun 2015 angka kesembuhan menjadi (66,30
%), pada tahun 2016 angka kesembuhan TB Paru ini sebesar 52,81 %. Berarti pada tahun 2016 ini,
terjadi penurunan angka kesembuhan penderita TB Paru BTA+, dan setiap tahun sampai saat ini
belum pernah mencapai target pada Renstra. Gambaran cakupan kesembuhan (Cure Rate) per
Kab/Kota Tahun 2016 dapat kita lihat pada tabel Lampiran 9 dan Gambar 3.6 di bawah ini :

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 46
GAMBAR 3.6
CAKUPAN ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE) TB
MENURUT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016

Dari gambar 3.6 di atas dapat dilihat bahwa Cakupan Angka Kesembuhan Penderita TB
(Cure Rate) tertinggi ada di Kabupaten Sumba Tengah (97,30%), disusul Kab. Sabu Raijua
(88,57%), sedangkan yang terendah adalah Kota Kupang yaitu sebesar 28 %.
Dalam program TB Paru Angka keberhasilan pengobatan TB (success rate) yang diukur dari
pengobatan lengkap (complete rate) yang telah dilakukan penderita TB Paru. Succes Rate untuk 5
(lima) tahun yaitu dari tahun 2012 – 2016 dengan capaian sebagai berikut : pada tahun 2012

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 47
success rate sebesar 82,00 %, tahun 2013 sebesar 84,50 tahun 2014 adalah sebesar adalah 91,04
%, sedangkan pada tahun 2015 sebesar 86,83 %, berarti telah terjadi penurunan dari tahun 2014,
sedangkan pada tahun 2016 menjadi sebesar 87,79 %, terjadi peningkatan sedikit dibanding tahun
2015. Target Nasional untuk Success rate ini di targetkan 100%, berarti pada tahun 2016 untuk
Succes rate ini belum mencapai target. Gambaran keberhasilan pengobatan ini ( Success Rate) per
Kabupaten/Kota dapat kita lihat pada Lampiran Tabel 9 dan Gambar 3.7 di bawah ini :

GAMBAR 3.7
TERND CAKUPAN ANGKA KEBERHASILAN PENGOBATAN (SUCCES RATE) TB PARU
MENURUT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NTT
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 48
Dari gambar 3.7 di atas dapat dilihat bahwa Cakupan Angka Keberhasilan Pengobatan
(Succes Rate) Penderita TB Paru tertinggi yaitu terjadi pada tahun 2014 yaitu sebesar 91,04 %,
yang rerendah yaitu tahun 2012 yaitu sebesar 82,00 %. Sedangkan berdasarkan lampiran tabel 9,
untuk Succes rate Kabupaten yang tertinggi adalah Kabupaten Malaka sebesar 100 %, sedangkan
yang terendah adalah Kota Kupang sebesar 71,93 %, disusul Kabupaten TTU sebesar 72,99 %.

Dari gambar 3.7 di atas dapat dilihat bahwa Cakupan Angka Keberhasilan Pengobatan
(Succes Rate) Penderita TB Paru tertinggi yaitu Kabupaten Malaka sebesar 100 %, sedangkan
yang terendah adalah Kota Kupang sebesar 71,93 %, disusul Kabupaten TTU sebesar 72,99 %.

b. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasa Akut (ISPA)/Pneumonia


Infeksi saluran pernapasan akut disebabkan oleh virus atau bakteri. Pneumonia adalah
infeksi akut yang mengenai jaringan paru (alveoli).Penyakit ini diawali dengan panas disertai salah
satu atau lebih gejala: tenggorokan sakit atau nyeri telan, pilek, batuk kering atau berdahak. Pada
Riskesdas 2007, Nusa Tenggara Timur juga merupakan provinsi tertinggi period prevalence ISPA.
Period prevalence ISPA di Provinsi Nusa Tenggara Timur menurut Riskesdas 2013 (41,7 %) tidak
jauh berbeda dengan 2007, dimana Kabupaten/kota yang tertinggi prevalensi ISPA-nya adalah
Sumba Tengah (69 %) dan terendah Manggarai (22 %). Populasi yang rentan terserang Pneumonia
adalah anak-anak usia kurang dari 5 tahun.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 49
Pola 10 (sepuluh) penyakit terbanyak di rumah sakit umum daerah maupun data survei
(SDKI dan Surkesnas) menunjukkan tingginya kasus ISPA. Penyakit ISPA juga masih merupakan
penyebab utama pada kematian bayi dan balita di Nusa Tenggara Timur (Surkesnas 2001).
Diketahui bahwa (80% - 90%) dari seluruh kasus kematian ISPA disebabkan Pneumoni dan
merupakan penyakit yang akut dan kualitas penatalaksanaannya belum memadai.
Dalam program ISPA ini, bahwa diperkirakan dari jumlah Balita yang ada, akan terdapat 10
% penderita ISPA pada Balita. Dari laporan Profil Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT menunjukkan
cakupan penemuan dan penanganan Pneumonia pada Balita mengalami fluktuasi dari tahun 2011 –
2016. Pada tahun 2011 sebesar 7.048 kasus, pada tahun 2012 meningkat menjadi 8.554 kasus,
berarti target yang tercapai hanya (19,2%), selanjutnya pada tahun 2013 meningkat menjadi
45.928 kasus (26,42%), tahun 2014 telah terjadi penurunan yang sekitar 50 % yaitu menjadi
sebesar 3.714 (13 %), sedangkan pada tahun 2015 sebesar 3.757 (6,03%) dan pada tahun 2016
menjadi sebesar 3.683 kasus (5,87%) .berarti telah terjadi penurunan dalam penemuan dan
penanganan penderita Pneumonia. Gambaran Cakupan Penemuan dan Penangan Pneumonia pada
balita per Kabupaten/Kota pada tahun 2016 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 10 dan Gambar 3.8
berikut ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 50
GAMBAR 3.8
PERSENTASE CAKUPAN PENEMUAN DAN PENANGANAN PNEUMONIA PADA BALITA
MENURUT KAB/KOTA DI PROVINSI NTT
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2016

Dari Gambar 3.8 peresentase cakupan penemuan dan penanganan pneumonia pada tahun
2016 tertinggi ada di kabupaten Sumba Tengah dan terendah di kabupaten Rote Ndao dan yang
tidak melapor adalah kabupaten Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan sabu Raijua.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 51
C. Penyakit Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS)
HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Human
Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Infeksi tersebut menyebabkan
penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai
macam penyakit lain. Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV)
yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan
menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan
yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-
benar bisa disembuhkan.

Sebelum memasuki fase AIDS, penderita terlebih dahulu dinyatakan sebagai HIV positif.
Jumlah HIV positif yang ada di masyarakat dapat diketahui melalui 3 metode, yaitu pada layanan
Voluntary, Counseling and Testing (VCT).

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan
kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV,
seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi
melalui hubungan intim (vaginal, anal ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang
terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin atau menyusui, serta bentuk kontak
lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 52
Hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan
penderita penyakit mematikan lainnya. Kadang-kadang hukuman sosial tersebut juga turut
tertimpakan kepada petugas kesehatan atau sukarelawan, yang terlibat dalam merawat orang yang
hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).

Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus menunjukkan peningkatan meskipun berbagai


upaya pencegahan dan penanggulangan terus dilakukan. Semakin tingginya mobilitas penduduk
antar wilayah, menyebarnya sentra-sentra pembangunan ekonomi di Provinsi NTT, meningkatnya
perilaku seksual yang tidak aman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika,
Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) melalui suntikan, secara simultan telah memperbesar tingkat
risiko penyebaran HIV/AIDS.

Jumlah penderita HIV/AIDS dapat digambarkan sebagai fenomena gunung es (iceberg


phenomena) yaitu jumlah penderita yang dilaporkan jauh lebih kecil daripada jumlah penderita yang
sebenarnya. Di Provinsi NTT jumlah penderita HIV/AIDS yang sebenarnya belum diketahui dengan
pasti.
Jumlah kasus HIV-AIDS dari tahun 2011 – 2016 selalu ada kasus baru, pada tahun 2011
kasus baru HIV sebanyak 247 kasus dan AIDS sebanyak 234. Sedangkan pada tahun 2012 kasus
baru HIV sebanyak 261 kasus dan kasus baru AIDS sebanyak 257 kasus, dengan jumlah kematian
sebanyak 84 kasus. Selanjutnya pada tahun 2013 kasus baru HIV sebanyak 178 kasus dan kasus
baru AIDS sebanyak 283 kasus, pada tahun 2014 kasus baru HIV meningkat menjadi sebesar 219,

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 53
dan pada tahun 2015, penderita HIV menjadi 1.865 dan AIDS menjadi 2.343, pada tahun 2016
kasus HIV menjadi sebesar 395 kasus, sedangkan kasus AIDS sebesar 345 berarti baik untuk
kasus HIV dan AIDS setiap tahun terjadi penurunan dibanding tahun 2015. Penularan HIV ini salah
satunya dapat terjadi melalui donor darah, oleh karena itu dibutuhkan data Diskrining donor darah
terhadap HIV untuk mengetahui berapa persen pendonor darah yang ditemukan penderita HIV
menurut kelompok umur. Namun sangat disayangkan data ini tidak tersedia, disebabkan salah
satunya sistem pencatatan dan pelaporan ini belum optimal dan belum terjadi koordinasi yang baik.
Indikator Pengendalian HIV-AIDS dalam Renstra Dinkes. Provinsi NTT diukur dengan
Formula bahwa penemuan HIV pada penduduk dewasa (umur 15 – 49 tahun) per 1000 penduduk
adalah untuk HIV sebesar 0,10/00, sedangkan AIDS sebesar 0,20/00 . Atas capaian pada tahun 2016
untuk HIV sebesar 0,1 0/00 dan AIDS sebesar 0,09 0/00, berarti untuk HIV maupun AIDS sudah
mencapai target. Gambaran kasus baru AIDS pada tahun 2016 dapat dilihat pada Lampiran Tabel
11 dan Gambar 3.9 di bawah ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 54
GAMBAR 3.9
JUMLAH KASUS BARU HIV BERDASARKAN GOLONGAN UMUR
DI PROVINSI NTT TAHUN 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2016

Dari Gambar 3.9 tersebut di atas dapat kita lihat bahwa kasus HIV tertinggi selama tahun
2016 terdapat pada golongan umur 25 – 40 Tahun sedangkan terendah pada golongan umur 5 -14
Tahun dan 15 – 19 Tahun.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 55
GAMBAR 3.10
JUMLAH KASUS BARU AIDS BERDASARKAN GOLONGAN UMUR
DI PROVINSI NTT TAHUN 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2016

Dari Gambar 3.10 tersebut di atas dapat kita lihat bahwa kasus AIDS tertinggi ada pada
golongan umur 25-49 tahun dan terendah pada golongan umur 15-14 tahun.

d. Penyakit Kusta

Kusta adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae.
Penatalaksanaan kasus yang buruk dapat menyebabkan Kusta menjadi progresif, menyebabkan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 56
kerusakan permanen pada kulit, saraf dan anggota gerak dan mata. Diagnosa kusta dapat
ditegakkan dengan adanya kondisi sebagai berikut : a) Kelainan pada kulit (bercak) putih atau
kemerahan disertai mati rasa; b) Penebalan saraf tepi yang disertai gangguan fungsi saraf berupa
mati rasa dan kelemahan/kelumpuhan otot; c) Adanya kuman tahan asam di dalam kerokan jaringan
kulit.
Dalam Program Kusta ini dikenal dengan Case Detection Rate (CDR) atau angka
penemuan kasus Kusta. Penyakit Kusta di kenal dengan dua type yaitu Multi Basiler (MB) dan Pausi
Basiler (PB). Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan menetapkan 2
(dua) kelompok beban Kusta yaitu Provinsi dengan beban Kusta tinggi (high endemic) jika Newly
Case Detection Rate (NCDR) ≥ 10 per 100.000 penduduk dan Kusta rendah (low endemic) jika
NCDR ≤ 10 per 100.000 penduduk.

Pada tahun 5 tahun terakhir yaitu sejak tahun 2012-2016 dilaporkan bahwa kasus Kusta
mengalami fluktuasi, pada tahun 2012 sebesar 486 (9,97 per 100.000 penduduk), kasus selanjutnya
pada tahun 2013 menurun menjadi 430 kasus (8,68 per 100.000 penduduk), pada tahun 2014
meningkat lagi menjadi 575 kasus (11.42 per 100.000 penduduk), dan menurun lagi menjadi 2015
menjadi 306 kasus (CDR 5,98 per 100.000 penduduk), sedangkan pada tahun 2016 menurun lagi
menjadi 261 Kasus (CDR 5,02 per 100.000 penduduk). Jika dikaitkan dengan indikator yang ada
pada Renstra Dinkes Provinsi NTT berarti NCDR Provinsi NTT pada tahun 2016 masih tetap masuk
pada kriteria low endemic. ( > 10 per 100.000 penduduk).

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 57
GAMBAR 3.11
CDR PENDERITA BARU KUSTA PB + MB
MENURUT KAB/KOTA DI PROVINSI NTT TAHUN 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2016

Dari Gambar 3.11 di atas Newly Case Detection Rate (NCDR) tertinggi pada Kota Kupang,
diikuti TTU, Alor, yang terendah pada Kabupaten Sabu Raijua. Sedangkan kabupaten Ngada,
Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Barat dan Rote Ndao tidak ada kasus.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 58
e. AFP (Acute Flaccid Paralysis/Lumpuh Layu Akut)

AFP merupakan kondisi abnormal ketika seseorang mengalami penurunan kekuatan otot tanpa
penyebab yang jelas, kemudian berakhir pada kelumpuhan. Ditjen. PP & PL Kementerian Kesehatan
telah menetapkan indikator surveilans AFP yaitu ditemukannya Non Polio AFP Rate menimal sebesar
2/100.000 anak usia < 15 tahun. Dalam mendukung upaya sertifikasi bebas polio ini, Provinsi NTT
telah melaksanakan Program Eradikasi Polio (ERAPO) yang terdiri dari pemberian imunisasi Polio
secara rutin dan Surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP). Dimana kinerja Surveilans AFP Provinsi
NTT sampai saat ini telah melampaui target Nasional dengan kinerja baik berdasarkan hasil penilaian
Kementerian Kesehatan RI dan Tim WHO.

Ditjen. PP & PL Kementerian Kesehatan telah menetapkan indikator surveilans AFP yaitu
ditemukannya Non Polio AFP Rate menimal sebesar 2/100.000 anak usia < 15 tahun. Dalam 5 tahun
terakhir yaitu sejak tahun 2012 – 2016 gambaran tentang kasus Non Polio AFP Rate di Provinsi
NTT mengalami fluktuasi, dimana pada tahun 2012 sebesar 3,9 per 100.000 anak usia < 15 tahun,
pada tahun 2013 meningkat menjadi sebesar 8,7 per 100.000 anak usia < 15 tahun, pada tahun 2014
menurun menjadi sebesar 65 kasus ( 3,74 per 100.000 anak usia < 15 tahun), pada tahun 2015
menurun lagi menjadi sebesar 37 kasus (2,06 per 100.000 anak usia < 15 tahun), sedangkan pada
tahun 2016 meningkat lagi walau sedikit menjadi sebesar 40 (2,21 per 100.000 penduduk kelompok
umur < 15 tahun). Jadi sejak tahun 2012 -2016 penemuan kasus Non Polio AFP Rate untuk Provinsi
NTT masih baik, kerana selalu mencapai target Renstra yakni Non Polio AFP Rate ≥ 2 per 100.000

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 59
pada anak usia di bawah 15 tahun. Kasus AFP per Kabupaten/Kota tahun 2016 selengkapnya dapat
dilihat pada Lampiran Tabel 18 dan Gambar 3.12 di bawah ini.

GAMBAR 3.12
PENEMUAN KASUS AFP DI PROVINSI NTT TAHUN 2013 – 2016

Dari gambar 3.12 diatas dapat dilihat bahwa Kasus AFP Non Polio yang paling tinggi
penemuannya pada tahun 2013, sedangkan yang paling rendah terjadi pada tahun 2016.

Jika dilihat dari rincian per Kabupaten yang ada pada Lampiran tabel 18 bahwa Kasus
AFP Non Polio dari tahun 2016 ditemukan hanya pada beberapa Kabupaten/Kota saja antara lain

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 60
: Kota Kupang, TTU, Belu, ALor, Sikka, Ende, Manggarai, Sumba Tengah dan Sabu Raijua. Dari
beberapa Kabupaten tersebut, penemuan yang tertinggi di Kota Kupang yakni sebanyak 10
.kasus AFP Non Polio.

f. Filariasis

Penyakit Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit berupa cacing Filaris, yang
terdiri dari 3 (tiga) spesies yaitu Wucherria bancrofti, Brugaria malayi dan Brugaria timori. Penyakit ini
menginfeksi jaringan limfe (getah bening). Filaria menular melalui gigitan nyamuk yang mengandung
cacing Filaria dalam tubuhnya. Di dalam tubuh manusia cacing tersebut tumbuh menjadi cacing
dewasa dan menetap di jaringan limfe sehingga menyebabkan pembengkakan di kaki, tungkai,
payudara, lengan dan organ genital.

Pada tahun 2013 ditemukan kasus baru Filariasis di Provinsi NTT sebesar 754 kasus Angka
kesakitan Filariasis per 100.000 penduduk pada tahun 2013 sebesar 19 per 100.000 penduduk, pada
tahun 2014 hanya ada 1 Kabupaten yang melaporkan kasus Filariasis ini yaitu Kabupaten Manggarai
Timur sebanyak 2 kasus, pada tahun 2015 sebesar 68 kasus, pada tahun 2016 tidak ada yang
melaporkan (tidak ada penemuan kasus), sedangkan target pada Renstra Dinkes.Provinsi NTT pada
tahun 2016 yang harus dicapai sebesar ≤ 1 per 100.000 penduduk, ini artinya tidak mencapai
target. Rincian kasus per Kab/Kota dapat dilihat pada Lampiran Tabel 23.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 61
3. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)

a. Hepatitis B
Hepatitis adalah penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A, B, C, D
atau E. Hepatitis dapat menimbulkan gejala demam, lesu, hilang nafsu makan, mual, nyeri
pada perut kanan atas, disertai urin warna coklat yang kemudian diikuti dengan ikterus (warna
kuning pada kulit dan/sklera mata karena tingginya bilirubin dalam darah). Hepatitis dapat pula
terjadi tanpa menunjukkan gejala (asimptomatis).
Hasil Riskesdas tahun 2013, di antara 4 jenis hepatitis yang dikenal, jenis hepatitis yang
terbanyak penderitanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah hepatitis B (29,6 %) lalu
disusul oleh hepatitis A (27,9 %) sedangkan hepatitis C dan hepatitis lainnya sangat kecil
proporsinya dan bahkan kedua jenis hepatitis terakhir ini hanya ditemukan di 1 atau 2
kabupaten/kota saja. Kabupaten/kota yang tertinggi proporsi hepatitis B adalah Sabu Raijua
(100 %) dan hanya jenis hepatitis tersebut yang ditemukan di kabupaten itu. Adapun proporsi
hepatitis A yang tertinggi adalah di Manggarai (74,6 %).

Kasus Hepatitis B berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi NTT Tahun 2016 yang
ditemukan di Puskesmas berjumlah 61 kasus, hanya terdapat pada beberapa Kabupaten
yaitu Kota Kupang dan Manggarai Timur. Rinciannya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 20.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 62
b. Difteri

Penyakit Difteri merupakan salah satu Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi
(PD3I). Penyakit ini disebabkan oleh kuman Dipteri Penyakit Difteri disebabkan oleh bakteri
Corynebacterium diphteriae yang menyerang system pernapasan bagian atas. Penyakit ini
memilki gejala sakit leher, demam ringan, sakit tekak. Difteri juga kerap ditandai dengan
tumbuhnya membrane kelabu yang menutupi tonsil serta bagian saluran pernafasan. Jumlah
kasus Difteri pada tahun 2016 di Provinsi NTT sebesar 4 kasus, yang ditemukan di Kabupaten
Malaka data lengkapnya pada lampiran tabel 19.

c. Pertusis

Pertusis atau batuk rejan atau batuk seratus hari merupakan salah satu Penyakit yang
Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Penyakit ini disebabkan oleh kuman Bordetella
pertussis. Jumlah kasus Pertusis sampai saat ini tahun 2016 di Provinsi NTT tidak ada (nol),
data lengkapnya pada lampiran tabel 19.

d. Tetanus Neonatorum (TN)

Tetanus Neonatorum (TN) merupakan salah satu Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan
Imunisasi (PD3I). Penyakit ini disebabkan oleh basil Clostridium tetani, yang masuk ke tubuh
melalui luka. Penyakit ini menginfeksi bayi yang baru lahir yang salah satunya disebabkan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 63
oleh pemotongan tali pusat dengan alat yang tidak steril. Umumnya kasus TN banyak
ditemukan di negara berkembang khususnya dengan cakupan persalinan ditolong tenaga
kesehatan rendah.

Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT tahun 2011-2013


menunjukkan kasus Tetanus Neonatorum tidak terdapat di Kabupaten/Kota, namun pada
tahun 2014 terdapat kasus TN sebanyak 1 kasus, di Kabupaten Sikka. Pada tahun 2015 -
2016 tidak ditemukan lagi. Gambaran tentang kasus Pertusis dapat dilihat pada lampiran tabel
19.

e. Polio

Polio adalah salah satu penyakit menular yang termasuk ke dalam PD3I. Penyakit ini
disebabkan oleh virus yang menyerang sistem syaraf hingga penderita mengalami
kelumpuhan. Penyakit yang pada umumnya menyerang anak berusia 0-3 tahun ini ditandai
dengan demam, lelah, mual, kaku di leher dan sakit di tungkai dan lengan. Sampai saat ini
kasus polio di NTT tidak ada (nol). Rincian datanya dapat dilihat pada Lampiran table 20.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 64
f. Campak

Campak merupakan salah satu kasus PD3I yang disebabkan oleh virus campak.
Sebagian besar kasus campak menyerang anak-anak. Penularan dapat terjadi melalui udara
yang telah terkontaminasi oleh sekret orang yang telah terinfeksi.

Campak ini juga merupakan penyakit menular yang sering menyebabkan kejadian
luar biasa (KLB). Laporan tentang kasus campak pada Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se-
Provinsi NTT mengalami fluktuasi dalam periode 5 (lima) tahun terakhir dari tahun 2012–
2016. Pada tahun 2012 sebesar 114 kasus, pada tahun 2013 meningkat menjadi 261 kasus,
pada tahun 2014 meningkat menjadi 411 kasus, dan pada tahun 2015 menurun menjadi
sebesar 284 kasus, sedangkan pada tahun 2016 meningkat lagi menjadi sebesar 329 kasus,.
Gambaran tentang kasus campak per Kabupaten/Kota dapat kita lihat pada Lampiran Tabel
20 dan dari tahun 2013 – 2016 berikut ini dapat dilihat pada gambar 3.13.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 65
GAMBAR 3.13
PENEMUAN KASUS CAMPAK DI PROVINSI NTT TAHUN 2013– 2016

Dari gambar 3.13 dapat kita lihat bahwa kasus campak dari tahun 2013 s/d 2015
mengalami fluktuas, dimana kasus yang tertinggi terjadi pada tahun 2014 yaitu sebesar 411
kasus.

Berdasarkan Lampiran Profil Tabel 20 dapat kita lihat bahwa kasus campak hanya
terdapat pada beberapa Kabupaten/Kota saja yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS,
Alor, Ende, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Timur dan Sabu Raijua, dengan kasus
tertinggi berasal dari Kota Kupang.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 66
4. Penyakit Potensial Kejadian Luar Biasa/KLB

a. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit berpotensi KLB/wabah disebabkan oleh virus
Dengue dan ditularkan oleh vektor nyamuk Aedes aegypty. Penyakit ini menyerang sebagian
besar anak usia < 15 tahun, namun dapat juga menyerang orang dewasa.

Kasus DBD untuk 5 (lima) tahun terakhir yaitu tahun 2012 – 2016, gambarannya sebagai
berikut : pada tahun 2012 ditemukan kasus DBD sebesar 1.542 (31,5 per 100.000 penduduk),
pada tahun 2013 ditemukan kasus DBD sebanyak 2.986 kasus (58 per 100.000 penduduk),
pada tahun 2014 menurun menjadi sebesar 487 kasus ( 10 per 100.000 penduduk), pada tahun
2015 meningkat menjadi sebesar 665 kasus (13 per 100.000 penduduk), sedangkan pada tahun
2016 meningkat lagi menjadi sebesar 1.213 (23,3 per 100.000 penduduk). Jika dikaitkan dengan
capaian Renstra Dinkes NTT pada tahun 2016, belum mencapai target yang seharusnya
sebesar 8 per 100.000. Rincian kasus DBD pada tahun 2016 dapat dilihat pada Lampiran Tabel
21 dan Gambar 3.14 tentang perkembangan kasus DBD sejak tahun 2013 -2016 sebagai berikut:

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 67
GAMBAR 3.14

TREND PENDERITA DBD DI PROVINSI NTT TAHUN 2013 – 2016

Sumber : Profil Kesehatan Provinsi NTT Tahun 2013 - 2016

Dari Gambar 3.14 tersebut di atas dapat kita lihat bahwa penderita kasus yang paling
banyak terjadi pada tahun 2013, sedangkan yang paling rendah pada tahun 2014.

b. Diare
Diare adalah penyakit yang terjadi ketika terjadi perubahan konsistensi feses selain dari
frekuensi buang air besar. Seseorang dikatakan menderita Diare bila jumlah feses lebih besar dari
biasanya, atau bila buang air besar tiga kali atau lebih, atau buang air besar yang berair tetapi tidak

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 68
berdarah dalam waktu 24 jam. Dari hasil Riskesdas tahun 2013 bahwa karakteristik berdasarkan
kelompok umur pada kelompok balita (> 5 tahun), penderita diare ini lebih banyak menyerang balita
yang tinggal di pedesaan sedangkan berdasarkan jenis kelamin lebih banyak menyerang anak laki-
laki.
Gambaran penanganan kasus diare lima tahun terakhir yaitu tahun 2012 – 2016,
berdasarkan laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota dapat kita lihat sebagai berikut : pada tahun
2012 perkiraan kasus diare berjumlah 206.216 kasus, yang ditangani sebanyak 106.193 kasus
(51,5%). pada tahun 2013 perkiraan kasus diare berjumlah 209.553 kasus, yang ditangani
sebanyak 102.217 kasus ( 48,8%), pada tahun 2014 ditemukan penderita yang diare yang ditangani
sebesar 86.429 kasus (80,2%) telah terjadi peningkatan, selanjutnya pada tahun 2015 penderita
diare yang ditemukan dan ditangani sebesar 98.918 (90 %), berarti terjadi peningkatan penanganan
penderita sedangkan pada tahun 2016 diperkirakan kasus diare sebesar 111.355, yang ditangani
sebanyak 91.938 (82,6%) agak menurun penanganan penderita disbanding tahun 2015. Kasus diare
yang ditangani yang ditargetkan dalam Renstra Dinkes NTT pada tahun 2016 yaitu sebesar 8 per
1000 pendududk sudah tercapai. Gambaran Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Diare
pada balita ini dapat dilihat pada Lampiran Tabel 13 dan gambaran tentang persentase capaian
target penemuan diare pada Gambar 3.15.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 69
GAMBAR 3.15
TREND CAKUPAN PENDERITA DIARE YANG DITEMUKAN DAN DITANGANI
DI PROVINSI NTT TAHUN 2013 – 2016

Dari gambar 3.15 di atas bahwa persentase penemuan dan penanganan yang tertinggi yaitu
pada tahun 2015 hampir 100 %, sedangkan yang paling rendah terjadi pada tahun 2013 yaitu
berkisar 48 %. Pada tahun 2016 kasus diare ditemukan dan ditangani tertinggi dan terendah ada
terdapat di kabupaten Sumba Tengah dan Malaka. Rincian data per Kabupaten/Kota tahun 2016
dapat dilihat pada Lampiran Tabel 13.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 70
c. Penyakit Malaria
Malaria merupakan penyakit menular yang menjadi perhatian global. Penyakit ini
masih merupakan masalah kesehatan masyarakat karena sering menimbulkan KLB,
berdampak luas terhadap kualitas hidup dan ekonomi, serta dapat mengakibatkan kematian.
Penyakit ini dapat bersifat akut, laten atau kronis. Kepada responden yang menyatakan
“tidak pernah didiagnosis malaria oleh tenaga kesehatan” ditanyakan apakah pernah
menderita panas disertai menggigil atau panas naik turun secara berkala, dapat disertai sakit
kepala, berkeringat, mual, muntah dalam waktu satu bulan terakhir atau satu tahun terakhir.

Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan di
Provinsi NTT, dimana penyakit ini masih menjadi penyebab kematian bagi bayi, balita dan ibu
hamil serta dapat menurunkan produktifitas tenaga kerja. Penyakit ini juga salah satu penyakit
menular yang upaya pengendaliannya menjadi komitment global dalam Millenium Development
Goals (MDGs).

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel
darah marah manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria (Annopheles) betina. Hampir 90%
desa di Provinsi NTT hampir 100% desa endemis malaria. Wilayah endemis malaria pada
umumnya adalah desa-desa terpencil dengan kondisi lingkungan yang tidak baik, sarana
transportasi dan komunikasi yang sulit, akses pelayanan kesehatan kurang, tingkat pendidikan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 71
dan sosial ekonomi masyarakat yang rendah, serta buruknya perilaku masyarakat terhadap
kebiasaan hidup sehat.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian


Kesehatan telah menetapkan Stratifikasi endemisitas malaria berdasarkan Annual Parasite
Incidences (API) suatu wilayah di Indonesia menjadi 4 (empat) strata yaitu :
1. Endemis Tinggi bila API > 5 %. (per 1000 penduduk)
2. Endemis Sedang bila API 1 - 5 %. (per 1000 penduduk)
3. Endemis Rendah bila API 0 - 1 %. (per 1000 penduduk)
4. Non Endemis bila tidak ada penularan malaria
Sejak tahun 2010 Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Kementerian Kesehatan telah menggunakan Indikator API di seluruh Provinsi di Indonesia.
Berdasarkan laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota, API mengalami penurunan yang signifikan.
Pada periode 2011 – 2015 Provinsi NTT memiliki API yang semakin menurun. Di mana pada tahun
2012 menurun menjadi 23 %, selanjutnya pada tahun 2013 menurun lagi menjadi 20 %, tahun 2014
menjadi 14 %, pada tahun 2015 menurun menjadii 7 %. Sedangkan pada tahun 2016 menurun lagi
menjadi 6 %. Target yang dicapai pada tahun 2015 sesuai Renstra Dinkes. Provinsi NTT sebesar
17,7 %, berarti telah mencapai target. Angka ini sangat bermakna karena diikuti dengan
intensifikasi upaya pengendalian malaria yang salah satu hasilnya adalah peningkatan cakupan
pemeriksaan sediaan darah (konfirmasi laboratorium). Tingginya cakupan pemeriksaan sediaan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 72
darah di laboratorium tersebut merupakan pelaksanaan kebijakan nasional pengendalian malaria
dalam mencapai eliminasi malaria, yaitu semua kasus malaria klinis harus dikonfirmasi dengan
laboratorium. Hasil konfirmasi malaria positip ini dilakukan dengan pemriksaan mikroskop oleh
tenaga mikroskopis dan dipstik bagi puskesmas yang tidak di dukung tenaga miroskopis. Setiap
pasien yang positip ini barulah bisa diberi dengan pengobatan program seperti Artesunat dan
Cloroquin. Rincian kasus malaria ini dapat dilihat pada Lampiran Tabel 24 dan periode Tahun 2013
– 2016 dapat dilihat pada gambar 3.16 berikut ini.
GAMBAR 3.16
ANNUAL PARASITE INCIDENCE (API) PER 1000 PENDUDUK
PADA TAHUN 2013 - 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 73
Dari Gambar 3.16 tersebut di atas dapat diketahui bahwa Annual Parasite Incidence (API)
di Provinsi NTT sejak tahun 2012 telah terjadi penurunan yang bermakna. Dimana penurunan yang
tertinggi terjadi pada tahun 2016 yaitu sudah menjadi 5,78 per 1000 penduduk.

3. Penyakit Tidak Menular


Pada akhir-akhir ini negara yang sedang berkembang tidak hanya mengalami permasalahan
tentang penyaikt menular, saat ini juga penyakit tidak menular menjadi beban bagi bangsa Indonesia.
Untuk perkembangan penyakit tidak menular ini, telah dilakukan juga pendeteksian dini terhadap
penyakit tidak menular ini, baik di Posbindu, maupun di Puskesmas.Penyakit tidak menular (PTM)
adalah penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang. PTM mempunyai durasi yang panjang
dan perkembangan yang umumnya lambat. Empat jenis PTM utama menurut WHO adalah penyakit
kardiovaskular (penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke), kanker, diabetes (DM) dan penyakit
pernafasan kronis (asma dan penyakit paru obstruksi kronis). (WHO media centre, update 2013). Di
dalam Profil Kesehatan sejak tahun 2013 telah dilakukan pengumpulan data untuk penyakit tidak
menular ini seperti Kanker Payudara dan leher rahindan, hipertensi (darah tinggi) serta Obesitas
(kegemukan). Namun sayangnya kondisi data yang tersedia belum begitu valid.

a. Hipertensi
Hipertensi berdasarkan hasil pengukuran, dilakukan pengukuran tekanan darah/tensi
menggunakan alat pengukur/tensimeter digital. Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 74
darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Hal tersebut dapat terjadi karena jantung
bekerja lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh. Jika
dibiarkan, penyakit ini dapat mengganggu fungsi organ-organ lain, terutama organ-organ vital
seperti jantung dan ginjal. Didefinisikan sebagai hipertensi jika pernah didiagnosis menderita
hipertensi/penyakit tekanan darah tinggi oleh tenaga kesehatan (dokter/perawat/bidan) atau
belum pernah didiagnosis menderita hipertensi tetapi saat diwawancara sedang minum obat
medis untuk tekanan darah tinggi (minum obat sendiri). Kriteria hipertensi yang digunakan pada
penetapan kasus merujuk pada kriteria diagnosis JNC VII 2003, yaitu hasil pengukuran tekanan
darah sistolik ≥ 140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Kriteria JNC VII 2003 hanya
berlaku untuk umur ≥ 18 tahun, maka prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan
darah dihitung hanya pada penduduk umur ≥ 18 tahun. Mengingat pengukuran tekanan darah
dilakukan pada penduduk umur ≥ 18 tahun .
Hasil Riskesdas tahun 2013 prevalensi hipertensi hasil wawancara di seluruh Provinsi
Nusa Tenggara Timur adalah 7,2 persen dan berada di bawah angka nasional yang mencapai
9,4 persen. Ditambah dengan penderita yang sedang minum obat hipertensi sendiri meskipun
belum pernah didiagnosis dokter, prevalensi seluruh hipertensi di provinsi itu adalah 7,4 persen
dan berada di bawah prevalensi nasional yang mencapai 9,5 persen. Tiga kabupaten/kota
dengan prevalensi tertinggi semua kasus hipertensi adalah Sikka (11,4 %), Ende (11,1 %) dan
Ngada (11,1 %). Adapun prevalensi hipertensi hasil pengukuran pada usia 15 - <18 tahun

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 75
menurut JNC VII 2003 adalah 23,3 persen atau berada di bawah prevalensi nasional (25,8 %).
Tiga kabupaten/kota dengan prevalensi tertinggi hipertensi hasil pengukuran adalah Ngada (29,8
%), Flores Timur (28,3 %) dan Manggarai Timur (28,1 %).

Dari hasil pengumpulan data profil kesehatan Kabupaten/Kota bahwa kasus hipertensi
ini, belum dilaporkan dengan baik. Pada tahun tahun 2016 Hipertensi dilaporkan sebanyak
28.456 kasus, namun Kabupaten/Kota yang melaporkan hanya hanya 41 %, yaitu Kota Kupang,
Kab.Kupang, TTS, Belu, Malaka, Ngada, Manggarai Timur, Sumba Timur dan Sumba Barat
sedangkan sebagian besar Kabupaten tidak melaporkannya. Rincian penyakit Hipertensi inii
dapat kita lihat pada Lampiran Tabel 24.

b. Obesitas / Kegemukan

Obesitas atau kegemukan adalah terjadinya penimbunan lemak yang berlebihan pada
tubuh yang dapat menimbulkan resiko bagi kesehatan. Dikatakan obesitas apabila hasil
pengukuran berat badan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥ 25 yang di ukur pada kelompok
umur ≥ 15 tahun. Gambaran kasus obesitas pada tahun 2016 berjumlah 2.164 orang, ini hanya
dilaporkan beberapa Kabupaten/Kota seperti Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu dan Manggarai
Timur dan Sumba Timur (hanya 22 %). Rinciannya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 25.

c. Pemeriksaan Leher Rahim dan Payudara

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 76
Pemeriksaan leher rahim dan payudara ini dilakukan pada kelompok umur 30 – 50
tahun, dengan menggunkan metode IVA (Infeksi Visual dengan Asam Asetat) . Dari hasil
pemeriksaan ini diketahui bahwa IVA yang positip hanya 4 % dan Kabupaten/Kota yang
melaporkannya adalah Kota Kupang, TTS, TTU, Belu, Flotim, dan Manggarai Timur.

Kanker atau tumor ganas adalah pertumbuhan sel/jaringan yang tidak terkendali, terus
bertumbuh/bertambah, immortal (tidak dapat mati). Sel kanker dapat menyusup ke jaringan
sekitar dan dapat membentuk anak sebar. Pemeriksaan leher rahim dan payudara ini dilakukan
pada kelompok umur 30 – 50 tahun, dengan menggunkan metode IVA .
Berdasarkan Laporan Profil kesehatan sejak tahun 2014 dan 2015, menggambarkan
karena terlalu kecilnya prevalensi kanker di provinsi NTT, gambaran karakteristik penderita
kankernya juga sulit ditentukan untuk karakteristik tertentu. Sejak tahun 2014 Program Penyakit
tidak menular mulai mendapat perhatian, untuk pemeriksaan Kanker leher rahim dengan metode
IV mulai dilaporkan, namun hasilnya belum maksimal, karena keterbatasan petugas dan
puskesmas yang dapat melakukan IVA. Sampai saat ini pada tahun 2016 hasil pemeriksaan
yang menggunakan metode IVA ini diketahui bahwa IVA yang positip sebesar 674 orang
(12,56%), namun yang melaporkan hanya beberapa Kabupaten/Kota seperti : Kota Kupang,
TTU, Belu,Malaka, Alor, Manggarai Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah dan Rote Ndao (hanya
41 %). Rincian kasus IVA positip ini dapat dilihat pada Lampiran Tabel 26.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 77
C. Prevalensi Masalah Gizi Buruk dan Gizi Kurang

Masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat
dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Masalah gizi disamping
merupakan sindrom kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat
rumah tangga dan juga menyangkut aspek pengetahuan serta perilaku yang kurang mendukung
pola hidup sehat. Keadaan gizi masyarakat akan mempengaruhi tingkat kesehatan dan umur
harapan hidup yang merupakan salah satu unsur utama dalam penentuan keberhasilan
pembangunan negara yang dikenal dengan istilah Human Development Index (HDI).

Secara umum di Indonesia terdapat dua masalah gizi utama yaitu kurang gizi makro dan
kurang gizi mikro. Kurang gizi makro pada dasarnya merupakan gangguan kesehatan yang
disebabkan oleh kekurangan asupan energi dan protein. Masalah gizi makro adalah masalah gizi
yang utamanya disebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan asupan energi dan protein.
Kekurangan zat gizi makro umumnya disertai dengan kekurangan zat gizi mikro. Hasil SDKI baik
tahun 2017 dan Riskesdas 2010 menunjukkan di Provinsi NTT bahwa prevalensi gizi kurang
menurun dari 20,4% (SDKI 2007) menjadi 13,0% (Riskesdas 2010) dan kondisi tersebut diikuti
dengan penurunan prevalensi gizi buruk 9,0% (SDKI 2007) menjadi 4,9% (Riskesdas 2010).

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 78
a. Gizi Buruk

Gizi buruk adalah satu kondisi dimana seseorang dinyatakan kekurangan nutrisi, atau
dengan ungkapan lain status nutrisinya berada di bawah standar rata-rata. Nutrisi yang dimaksud
bisa berupa protein, karbohidrat dan kalori. Di Indonesia kasus KEP (Kurang Energi Protein) adalah
salah satu masalah gizi utama yang banyak dijumpai pada balita.

Banyak faktor yang mengakibatkan terjadinya kasus gizi buruk. Menurut UNICEF ada dua
penyebab langsung terjadinya gizi buruk, yaitu :
1. Kurangnya asupan gizi dari makanan. Hal ini disebabkan terbatasnya jumlah makanan yang
dikonsumsi atau makanannya tidak memenuhi unsur gizi yang dibutuhkan karena alasan sosial
dan ekonomi yaitu kemiskinan.
2. Akibat terjadinya penyakit yang mengakibatkan infeksi. Hal ini disebabkan oleh rusaknya
beberapa fungsi organ tubuh sehingga tidak bisa menyerap zat-zat makanan secara baik.

Faktor lain yang mengakibatkan terjadinya kasus gizi buruk yaitu:


1. Faktor ketersediaan pangan yang bergizi dan terjangkau oleh masyarakat
2. Perilaku dan budaya dalam pengolahan pangan dan pengasuhan asuh anak
3. Pengelolaan yang buruk dan perawatan kesehatan yang tidak memadai.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 79
Untuk KEP yang ringan dan sedang/Gizi Kurang, gejala klinis yang bisa dijumpai pada anak
adalah berupa kondisi badan yang tampak kurus. Sedangkan gejala klinis KEP berat/gizi buruk
secara garis besar bisa dibedakan menjadi tiga tipe: marasmus, kwashiorkor dan marasmic-
kwashiorkor.
Percepatan peningkatan status gizi perlu segera dilakukan karena masalah gizi
kurang/buruk masih cukup banyak. Upaya perbaikan ekonomi, perubahan perilaku penduduk,
memerlukan upaya yang terkoordinasi dan terintegrasi secara baik.
Status gizi seseorang terkait dengan permasalahan kesehatan secara umum disamping
merupakan faktor predisposisi yang dapat memperberat penyakit infeksi secara langsung juga dapat
menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan secara individual. Bahkan status gizi janin yang
masih berada dalam kandungan dan bayi yang sedang menyusui sangat dipengaruhi status gizi ibu
hamil dan ibu menyusui. Prevalensi Masalah Gizi Buruk dan Kurang biasanya diukur dengan
membandingkan berat badan menurut umur.

Berdasarkan Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota tahun 2016, gizi buruk pada balita
terdapat sebanyak 3.072 orang dan mendapat perawatan 100 %. Kasus gizi buruk ini berasal dari
22 Kabupaten/Kota. Rinciannya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 48 dan Gambar 3.17.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 80
GAMBAR 3.17
JUMLAH KASUS GIZI BURUK MENURUT KABUPATEN/KOTA
DI PROVNSI NTT TAHUN 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2016

Dari Gambar 3.17 di atas dapat diketahui bahwa Kasus Gizi buruk yang tertinggi di
Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 360 kasus, disusuli Kabupaten Sumba Timur sebanyak
317 kasus, sedangkan yang terendah di Kabupaten Nagekeo sebanyak 6 kasus dan Nagada
sebanyak 10 kasus.

2. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (B 3.830BLR)

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 81
Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2.500 gram) merupakan salah satu faktor utama
yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. BBLR dibedakan dalam 2 kategori
yaitu : BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena
Intrauterine Growth Retardation (IUGR), yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya
kurang. Di negara berkembang banyak BBLR dengan IUGR karena ibu berstatus gizi buruk, anemia,
malaria, dan penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil.

Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota periode 5 tahun yaitu tahun 2012 – 2016 terdapat
gambaran sebagai berikut : pada tahun 2012 tercatat bahwa jumlah bayi dengan BBLR sebanyak
3.911 bayi (4,6% ) dari total bayi baru lahir yang ditimbang, selanjutnya pada tahun 2013 jumlah bayi
dengan BBLR sebesar 4.457 ( 5,3%), pada tahun 2014 sebesar 3.830 (5,1 %), pada tahun 2015
sebesar 5.577 orang (7,7%) dan pada tahun 2016 sebesar 4.792 (5,7%). berarti terjadi penurunan
dibanding tahun 2015. Gambaran trend perkembangan kasus BBLR dari tahun 2012 – 2016 dapat
dilihat pada Gambar 3.18, dan rincian per Kabupaten/Kota dapat dilihat pada Lampiran Tabel 37.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 82
GAMBAR 3.18
TREND PERSENTASE BAYI DENGAN BBLR
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2013 - 2016

Dari gambar 3.18 di atas dapat diketahui bahwa Persentase BBLR terendah terjadi pada
tahun 2014 (5,1%), yang paling tinggi terjadi pada tahun 2015 (7,7%) pada tahun. Berdasarkan
Kabupaten Kota yang tertinggi kasus BBLR pada Tahun 2016 yaitu terjadi pada Kabupaten
Ende(12,2%), yang terendah pada Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya (0%).

Status gizi Balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat
kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara penilaian status gizi Balita adalah dengan anthropometri
yang menggunakan indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U). Kategori yang digunakan adalah:

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 83
gizi lebih (z-score > +2 SD); gizi baik (z-score –2 SD sampai +2 SD); gizi kurang (z-score < -2 SD
sampai –3 SD); gizi buruk (z-score < -3 SD).

Indikator BB/U memberikan indikasi masalah gizi secara umum. Indikator ini tidak
memberikan indikasi tentang masalah gizi yang sifatnya kronis ataupun akut karena berat badan
berkolerasi positif dengan umur dan tinggi badan. Dengan kata lain berat badan yang rendah dapat
disebabkan kerena anaknya pendek (kronis) atau karena diare atau penyakit infeksi lainnya (akut).
Perbandingan jumlah kasus status gizi balita NTT berdasarkan Gizi buruk dan BGM pada
Balita 2016 (Lampiran Tabel 47 & 48), dimana Balita Gizi Buruk sebanyak 3.072, sedangkan Bawah
Garis Merah (BGM) sebanyak 7.465 balita. Gambaran perbandingan balita gizi buruk dengan BGM
dapat juga kita lihat pada Gambar 3.19 di bawah ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 84
GAMBAR 3.19
JUMLAH KASUS GIZI BURUK DAN BGM
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016

Sumber : Profil KesehatanKabupaten/Kota Tahun 2016

Dari Gambar 3.19 di atas dapat kita lihat bahwa status balita dibawah garis merah yang
lebih banyak, dibanding dengan status gizi buruk.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 85
BAB IV
SITUASI UPAYA KESEHATAN
BAB IV
SITUASI UPAYA KESEHATAN

Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat


kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Berikut ini
diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khususnya untuk tahun 2016.

A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR

Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal yang sangat penting dalam
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan pemberian pelayanan kesehatan
dasar secara tepat dan cepat, diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah
dapat diatasi. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan
kesehatan adalah sebagai berikut.

1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi

Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan
perkembangan anak. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada
kesehatan janin dalam kandungan hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya.
Kebijakan tentang kesehatan ibu dan bayi baru lahir secara khusus berhubungan dengan pelayanan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 86
antenatal, persalinan, nifas, dan perawatan bayi baru lahir yang diberikan di semua jenis fasilitas
kesehatan dari posyandu sampai rumah sakit pemerintah maupun fasilitas kesehatan swasta.

a. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4)

Masa kehamilan merupakan masa yang rawan kesehatan, baik kesehatan ibu yang
mengandung maupun janin yang dikandungnya sehingga dalam masa kehamilan perlu dilakukan
pemeriksaan secara teratur. Hal ini dilakukan guna menghindari gangguan sedini mungkin dari
segala sesuatu yang membahayakan terhadap kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.

Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan professional


(dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter umum dan bidan) kepada ibu hamil selama
masa kehamilannya, yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang ada diutamakan pada
kegiatan promotif dan preventif. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1
dan K4.

Cakupan K1 atau juga disebut akses pelayanan ibu hamil merupakan gambaran besaran ibu
hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk
mendapatkan pelayanan antenatal. Sedangkan K4 adalah gambaran besaran ibu hamil yang telah
mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai dengan standar serta paling sedikit empat kali kunjungan,
dengan distribusi sekali pada trisemester pertama, sekali pada trisemester kedua dan dua kali pada

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 87
trisemester ketiga. Angka ini dapat dimanfaatkan untuk melihat kualitas pelayanan kesehatan
kepada ibu hamil.

Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT pada tahun 2016 presentase
rata – rata cakupan kunjungan ibu hami (K1) sebesar 69,3 %, pada tahun 2015 presentase cakupan
kunjungan ibu hamil (K1) sebesar 72,7%, tahun 2014 presentase rata – rata cakupan kunjungan ibu
hami (K1) sebesar 82 %, tahun 2013 presentase cakupan kunjungan ibu hamil (K1) mengalaami
peningkatan sebesar 60 % dan pada pada tahun 2012 presentase cakupan kunjungan ibu hamil
(K1) mengalami peningkatan sebesar 88,5 %. Hal ini menunjukan bahwa terjadi penurunan cakupan
ibu hamil (K1) dari tahun 2012 ke 2013, mengalami peningkatan kembali pada tahun 2014 dan
mengalami penurunan dari tahun 2014 ke 2015 dan 2016. Sedangkan target yang harus dicapai
dalam RENSTRA Dinas Kesehatan Provinsi NTT sebesar 100%, artinya cakupan K1 belum
mencapai target.

Pada tahun 2016 presentase rata – rata cakupan kunjungan ibu hami (K4) sebesar 50,9%, pada
tahun 2015 presentase cakupann kunjungan ibu hamil (K4) sebesar 48,2%, tahun 2014 presentase
rata – rata cakupan kunjungan ibu hami (K4) sebesar 63,2%, tahun 2013 presentase cakupan
kunjungan ibu hamil (K1) mengalami peningkatan sebesar 64,0% dan pada pada tahun 2012
presentase cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sebesar 67,0%. Hal ini menunjukan bahwa terjadi
penurunan cakupan ibu hamil (K4) dari tahun 2012 sampai Tahun 2015 mengalami peningkatan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 88
kembali pada tahun 2016. Sedangkan target pencapaian K4 yang harus dicapai sesuai RENSTRA
Dinas Kesehatan Provinsi NTT sebesar 95% artinya belum mencapai target.

Rincian cakupan K1 dan K4 Kabupaten/Kota Tahun 2016 dapat dilihat pada. Gambar 4.1
dan Gambar 4.2 di bawah ini:

GAMBAR 4.1
CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1) MENURUT KABUPATEN/KOTA
DI PROVINSI NTT TAHUN 2016

Sumber : Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 89
GAMBAR 4.2
CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K4) MENURUT KABUPATEN/KOTA
DI PROVINSI NTT TAHUN 2016

Sumber : Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016

Dari Gambar 4.1 di atas dapat kita lihat bahwa cakupan K1 yang tertinggi adalah Kota
Kupang dan terendah adalah Kabupaten Rote Ndao, sedangkan cakupan K4 yang tertingi adalah
Kota Kupang yang terendah adalah di Kabupaten Sumba Barat Daya.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 90
b. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan
Proses persalinan dapat mempengaruhi keselamatan ibu dan bayinya, sehingga dapat
mempengaruhi angka kematian bayi maupun angka kematian ibu saat melahirkan. Dan
pertolongan persalinan oleh nakes ini juga harus dilakukan di fasilitas kesehatan. Pemerintah
Provinsi NTT melalui Pergub. NTT No.42 Tahun 2009 telah membuat Kebijakan tentang Revolusi
Kesehatan Ibu dan Anak (Revolusi KIA) dengan mottonya semua ibu hamil melahirkan di fasilitas
kesehatan yang memadai. Fasilitas kesehatan yang memadai ini harus didukung 6 aspek. Dari 6
aspek, Aspek Sumber Daya Manusia (Bidan dan Perawat) harus memenuhi jumlah dan
kompetensi pelatihan yang dimiliki sesuai standar. Disamping itu juga sarana/gedung juga
menjadi perhatian. Oleh karena itu pemerintah selalu memperluas akses sarana, pelayanan,
serta menambah tenaga kesehatan dengan menempatkan bidan-bidan di desa dan pemenuhan
tenaga bidan di setiap puskesmas menjadi minimal 5 tenaga. Hal ini sesuai dengan Rencana
Strategis Kementerian Kesehatan 2010-2014 yang telah ditetapkan dalam Perpres No.5 tahun
2010 yaitu meningkatkan pengembangan dan pembangunan SDM kesehatan yang merata dan
bermutu.

Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa
di sekitar persalinan, hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga
kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (profesional). Rincian cakupan persalinan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 91
ditolong oleh nakes per Kabupaten/Kota dapat dilihat pada Lampiran Tabel 29 dan Gambar 4.3
berikut ini.

Gambar 4.3
Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2016

Sumber : Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016

Dari Gambar 4.3 di atas dapat kita lihat bahwa cakupan Persalinan oleh tenaga kesehatan
yang tertinggi ada di Kota Kupang dan terendah ada di Kabupaten Sumba Barat Daya.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 92
c. Deteksi Resiko, Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi

Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas,
beberapa ibu hamil diantaranya tergolong dalam kasus risiko tinggi (risti) dan memerlukan
pelayanan kesehatan rujukan ke unit pelayanan kesehatan yang memadai. Dari hasil Riskesdas
tahun 2010 diketahui bahwa yang termasuk dalam kelompok resiko tinggi adalah kelompok ibu hamil
dengan K1 dan K4 yang rendah, umur < 20 tahun, umur > 35 tahun, kehamilan ke-4 atau lebih,
tinggal di pedesaan dan tingkat pendidikan dan status ekonomi rendah.

d. Kunjungan Neonatus

Bayi hingga usia kurang satu bulan merupakan golongan umur yang memiliki risiko
gangguan kesehatan paling tinggi. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko
tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan
pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali, satu kali pada umur 0-7 hari dan
satu kali lagi pada umur 8-28 hari. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus, petugas kesehatan
disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi
kepada ibu. Pelayanan tersebut meliputi pelayanan kesehatan neonatal dasar yang terdiri dari
tindakan resusitasi, pencegahan hipotermia, pemberian ASI dini dan ASI eksklusif, pencegahan
infeksi (perawatan mata, perawatan tali pusat, perawatan kulit dan pemberian imunisasi), pemberian
vitamin K, penyuluhan perawatan neonatus di rumah menggunakan buku KIA.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 93
Berdasarkan Data Profil Kesehatan tahun 2013 cakupan Kunjungan Neonatal 1 (KN1) &
(KN3) sebesar 90,8% dan 88,9 %, pada tahun tahun 2014 sebesar 78,3 % dan 73,2 %, pada tahun
2015 menurun menjadi 26,6 % dan 23,4 %, dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 56,3 % dan
56%. Dari cakupann kunjungan neonatal (KN1) tahun 2013 – 2016 mengalamai fluktuasi dan belum
mencapai target dala RENSTRA Dinkes Provinsi NTT. Rincian data menurut Kabupaten/Kota dapat
dilihat pada Lampiran Tabel 38 dan Gambar 4.4 dan 4.5 berikut ini.

GAMBAR 4.4
PERSENTASE CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS 1 KALI (KN1)
MENURUT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 94
GAMBAR 4.5
PERSENTASE CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS 3 KALI (KN3)
MENURUT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

Pada gambar 4.4 dan 4.5 di atas dapat dilihat bahwa cakupan Kunjungan Neonatus 1
(KN1) dan Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) pada tahun 2016 ada beberapa kabupaten
yang telah mencapai target yaitu Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Tengah. Kabupaten yang
tidak melaporkan adalah Kabupaten Sikka, Sumba Timur, Nagekeo, Sumba Barat dan Sumba Barat
Daya.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 95
e. Kunjungan Bayi
Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota tahun 2016 menunjukkan bahwa persentase
cakupan kunjungan bayi pada tahun 2016 adalah sebesar 58 %. Rincian cakupan kunjungan bayi
menurut kabupaten/kota pada tahun 2016 dapat dilihat pada Gambar 4.6 dan Lampiran Tabel 40.

GAMBAR 4.6
PERSENTASE CAKUPAN KUNJUNGAN BAYI
MENURUT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 96
Dari Gambar 4.6 di atas yang menunjukkan bahwa Kabupaten/Kota yang telah mencapai
target yaitu Kabupaten Belu dan yang terendah dalah kabupaten Sabu Raijua dan yang tidak
melapora adala Kabupaten SIkka, Sumba Timur, Sumba Barat Daya dan Sumba Barat.

2. Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah

Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota tahun 2013 - 2016 menunjukan cakupan


pelayanan kesehatan siswa SD/MI se Provinsi NTT tahun 2013 mencapai 59,1 %, pada tahun 2014
mencapai 61,88 %, sedangkan pada tahun 2015 mencapai 89,9 % pada tahun 2016 mencapai 94.73
%, berarti terjadi peningkatan dibanding dengan tahun sebelumnya. Persentase cakupan pelayanan
kesehatan siswa SD/MI Kabupaten/Kota se Provinsi NTT dari tahun 2013 s/d 2016 mengalami
fluktuasi. Rincian data dapat dilihat gambar 4.7.a & 4.7.b dan Lampiran Tabel 49 berikut ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 97
GAMBAR 4.7.a
PERSENTASE CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN SISWA SEKOLAH DASAR/SEDERAJAT
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2013 – 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 98
GAMBAR 4.7.b
PERSENTASE CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN SISWA SEKOLAH DASAR/SEDERAJAT
MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

Cakupan pelayanan kesehatan siswa SD/MI Kabupaten/Kota yang mencapai rata – rata
mencapai target dan kabupaten yang tidak melapor adalah Kabupaten Manggarai, Kota kupang dan
TTU.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 99
3. Pelayanan Keluarga Berencana

Masa subur seorang wanita memiliki peran penting bagi terjadinya kehamilan sehingga
peluang wanita melahirkan cukup tinggi. Menurut hasil penelitian, usia subur seorang wanita
biasanya antara umur 15-49 tahun. Oleh karena itu untuk mengatur jumlah kelahiran atau
menjarangkan kehamilan, wanita lebih diprioritaskan untuk menggunakan alat/cara KB. Tingkat
pencapaian pelayanan KB dapat digambarkan melalui cakupan peserta KB yang ditunjukkan melalui
kelompok sasaran program yang sedang/pernah menggunakan alat kontrasepsi menurut daerah
tempat tinggal, tempat pelayanan serta jenis kontrasepsi yang digunakan akseptor.

Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT tahun 2016 cakupan KB aktif
menurut jenis kontrasepsi sebesar 70,3 %,, pada tahun 2015 cakupan KB aktif sebesar 67,9 %, pada
tahun 2014 cakupan KB aktif sebesar 73,1 %, pada tahun 2013 cakupan KB aktif sebesar 60,1%,
berarti pada tahun 2013 – 2016 cakupan KB Aktif mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jika
dibandingkan dengan target yang harus dicapai sebesar 70%, berarti sudah mencapai target. Rincian
cakupan peserta KB aktif menurut kabupaten/kota tahun 2016 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 34
& 35 dan Gambar 4.8. & 4.8.a.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 100
GAMBAR 4.8
PERSENTASE KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2013-2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2013-2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 101
GAMBAR 4.8.a
PERSENTASE CAKUPANG KB AKTIF MENURUT KABUPATEN/KOTA
SE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

Dari Gambar 4.8.a di atas diketahui bahwa cakupan KB aktif tertinggi di kabupaten Sabu
Raijua dan terendah pada kabaupaten Rote Ndao dan tidak melapor kabupaten Sumba Barat.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 102
4. Pelayanan Imunisasi

Pencapaian Universal Child Immunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi


terhadap cakupan sasaran bayi yang telah mendapatkan imunisasi secara lengkap. Bila cakupan UCI
dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu, berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan
besarnya tingkat perlindungan terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi
(PD3I).
Suatu desa/kelurahan telah mencapai target UCI apabila > 100% bayi di desa/kelurahan
tersebut mendapat imunisasi lengkap. Pada tahun 2016 persentase cakupan desa/kelurahan UCI
menurut Kabupaten/Kota sebesar 66 %, pada tahun 2015 pencapaian sebesar 57,2%, pada tahun
2014 pencapaian sebesar 70,7 % sedangkan pada tahun 2013 sebesar 57 %. Berarti dari
pencapaian jika dibanding tahun 2016 terjadi peningkatan. Rincian data persentase cakupan UCI
Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT tahun 2016 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 41 dan Gambar 4.9.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 103
GAMBAR 4.9
PERSENTASE CAKUPAN UCI DESA/KELURAHAN MENURUT KABUPATEN/KOTA
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

Pada Gambar 4.9 di atas terlihat bahwa pada tahun 2016 Kabupaten/Kota dengan
persentase cakupan desa/kelurahan UCI tertinggi adalah Kabupaten Malaka, sedangkan Kabupaten
UCI yang terendah adalah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Rote Ndao.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 104
Pelayanan imunisasi Campak (1 kali), yang dilakukan melalui pelayanan rutin di Posyandu
dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Gambaran persentase cakupan imunisasi bayi menurut
Kabupaten/Kota tahun 2016 dapat dilihat pada Gambar 4.10 dan Lampiran Tabel 43 berikut ini.

GAMBAR 4.10
PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI CAMPAK
MENURUT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

Pada Gambar 4.10 di atas dapat terlihat bahwa cakupan Imunisasi Campak pada bayi di
Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT untuk masing-masing jenis vaksin menurut kabupaten/kota dari tahun

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 105
2016 yang tertinggi adalah Kabupaten Rote Ndao dan yang terendah adalah Kabupaten Sumba Barat
Daya.
GAMBAR 4.10.a
PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP
MENURUT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

Pada Gambar 4.10.a di atas dapat terlihat bahwa Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap pada
bayi di Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT untuk masing-masing jenis vaksin menurut kabupaten/kota
dari tahun 2016 yang tertinggi adalah Kabupaten TTU, Belu dan Flores Timur dan yang terendah
adalah Kabupaten Sumba Barat Daya.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 106
Pada seorang wanita, juga diharapkan dilakukan imunisasi Tetanus Toksoid untuk kesehatan
sang bayi agar terhindar dari tetanus toksoid.

Pada kurun waktu 2013 -2016 Cakupan imunisasi TT-1 dan TT-2 pada ibu hamil mengalami
Fluktuasi. Pada tahun 2013 cakupan TT-1 maupun TT-2 masing-masing sebesar 28,8 % dan 24,2%
tahun 2014 TT-1 menjadi sebesar 13,6 % dan 13,8%. Pada tahun 2015 sebesar 24 % dan 17,7 %.
Pada tahun 2016 menurun lagi menjadi 20,3% dan 16,4%. Cakupan imunisasi TT-1 dan TT-2 pada
ibu hamil mengalami Fluktuasi. Rincian persentase cakupan imunisasi TT pada ibu hamil menurut
kabupaten/kota tahun 2016 dapat pula dilihat pada Lampiran Tabel 30 dan Gambar 4.11.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 107
GAMBAR 4.11
PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT2+ PADA IBU HAMIL
MENURUT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

Dari Gambar di atas cakupan imunisasi TT2+ tertinngi ada pada Kota Kupang dan terendah
Kabupaten Manggarai.

B. PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN

Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi
masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 108
langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan
sedang hingga berat. Sebagian besar sarana pelayanan Puskesmas dipersiapkan untuk
memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan dan ada pula puskesmas yang
melayani rawat inap, sedangkan RS yang dilengkapi berbagai fasilitas disamping memberikan
pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani untuk kunjungan rawat jalan.

Beberapa kegiatan pokok upaya kesehatan perorangan adalah peningkatan pelayanan


kesehatan rujukan, pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin di kelas III di rumah sakit dan lain-
lain. Berikut adalah uraian singkat tentang pelayanan kesehatan rujukan tersebut.

Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan pasien rawat inap hasil
pengumpulan data Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se Provinsi NTT tahun 2016 dapat dilihat pada
Lampiran Tabel 54 dan Gambar 4.12 berikut ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 109
GAMBAR 4.12
JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS & RUMAH SAKIT
SE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 110
GAMBAR 4.12.a
JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT INAP DI DI PUSKESMAS & RUMAH SAKIT
SE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

Pada gambar 4.12 dan 4.12.a di atas, pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan
rawat inap hasil pengumpulan data Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se Provinsi NTT tahun 2016
terbanyak ada di puskesmas.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 111
1. Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit

Penilaian tingkat keberhasilan pelayanan di rumah sakit biasanya dilihat dari berbagai segi
yaitu pemanfaatan sarana, mutu dan tingkat efisiensi pelayanan. Beberapa indikator stándar terkait
dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dipantau antara lain pemanfaatan tempat tidur
(BOR), rata-rata lama hari perawatan (LOS), rata-rata tempat tidur dipakai (BTO), rata-rata selang
waktu pemakaian waktu tempat tidur (TOI), persentase pasien keluar yang meninggal (Gros Death
Rate /GDR) dan persentase pasien keluar yang meninggal < 24 jam perawatan (Net Death Rate
/NDR).

Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT tahun 2016, persentase


pemanfaatan tempat tidur rumah sakit (BOR) baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit
swasta sebesar 1,8%, pada tahun 2015 sebesar 49,8%, tahun 2014 sebesar 48,9% pada tahun
2013 sebesar 47,6%. Hal ini menunjukkan adanya penurunan BOR. Stándar untuk BOR adalah
60-85%, berarti dari tahun 2013 – 2016. Persentase pasien yang keluar mati <48 jam (GDR) tahun
2013 sebesar 3,1%, pada tahun 2014 sebesa 2,8%, pada tahun 2015 sebesar 1,8% sedangkan
tahun 2016 sebesar 424%. Sedangkan persentase pasien yang keluar mati >48 jam (NDR) pada
tahun 2013 sebesar 1,9 %, pada tahun 2014 sebesar 50,6%, pada tahun 2015 sebesar 64,3 %,
sedangkan pada tahun 2016 sebesar 23,1 %. Rincian indikator pelayanan kesehatan di puskesmas

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 112
dan rumah sakit menurut kabupaten/kota pada tahun 2016 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 55
dan 56.

2. Pelayanan Kesehatan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin (JPKMM)

Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin adalah salah satu
program yang memberi andil besar dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Program ini menjadi
vital mengingat sebagian penduduk masyarakat kita masih berada di bawah garis kemiskinan dan
mereka yang termasuk kelompok keluarga miskin (gakin) sering kali direpotkan dengan masalah
biaya saat berhadapan dengan problem kesehatan. Melalui program ini, keluarga miskin bisa
terbebas dari biaya kesehatan sebab dalam JPKMM pemerintah menanggung biaya pelayanan
kesehatan untuk gakin.

Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT tahun 2016, persentase


cakupan pelayanan masyarakat miskin pada tahun 2016 adalah 1,18% (61.575.8830) dengan total
penduduk Tahun 2016 sebanyak 5.203.514.Rincian data dapat dilihat pada Lampiran Tabel 53.

C. PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT

Upaya pemberantasan penyakit menular lebih ditekankan pada pelaksanaan surveilens


epidemiologi dengan upaya penemuan penderita secara dini yang ditindaklanjuti dengan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 113
penanganan secara cepat melalui pengobatan penderita. Disamping itu pelayanan lain yang
diberikan adalah upaya pencegahan dengan pemberian imunisasi, upaya pengurangan faktor risiko
melalui kegiatan untuk peningkatan kualitas lingkungan serta peningkatan peran serta masyarakat
dalam upaya pemberantasan penyakit menular yang dilaksanakan melalui berbagai kegiatan. Uraian
singkat berbagai upaya tersebut seperti berikut ini.

1. Pengendalian Penyakit Polio

Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit Polio di Provinsi NTT telah melaksanakan
program Eradikasi Polio (Erapo) yang terdiri dari pemberian imunisasi Polio secara rutin dan
Surveilans Acute Flaccid Paralysis (S-AFP). Berdasarkan data Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se-
Provinsi NTT tahun 2016 5,90%. Rincian cakupan imunisasi Polio-3 menurut kabupaten/kota tahun
2016 dapat dilihat pada gambar 4.13 dan Lampiran Tabel 43.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 114
GAMBAR 4.13
CAKUPAN IMUNISASI POLIO-3 MENURUT KABUPATEN KOTA
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

Pada Gambar 4.13 di atas dapat kita lihat bahwa Kabupaten/kota yang Imunisasi Polio ≥
tertinggi adalah kabupaten TTU dan terendah kabupaten Rote Ndao.

Pemberian imunisasi polio pada balita sebanyak 3 kali, gunanya untuk mencegah
terjadinya penyakit polio, upaya lain untuk pencegahan dan pemberantasan penyakit Polio adalah
dengan melaksanakan surveilans AFP dengan baik. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk
mencari kemungkinan adanya virus Polio liar yang bekembang di masyarakat dengan pemeriksaan

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 115
spesimen tinja dari kasus AFP yang menyerang masyarakat (Community Based Surveillance/CBS)
dan Rumah Sakit (Hospital Based Surveillance/HBS). Berdasarkan kegiatan surveilans, AFP pada
penduduk < 15 tahun pada tahun 2013 ditemukan sebesar 79 kasus dengan AFP Rate Non Polio
sebesar 8,8 per 100.000 penduduk, pada tahun 2014 sebesar 65 kasus dengan AFP rate sebesar
5,32 per 100.000 penduduk, pada tahun 2015 sebesar 32 kasus dengan AFP rate sebesar 1,78 per
100.000 penduduk. Sedangkan tahun 2016 AFP sebanyak 40 kasus, dengan AFP rate sebesar 2,21
per 100.000 penduduk. Rincian data Kasus AFP (Non Poilo) menuirut Kecamatan dan Puskesmas
Kabupaten/Kota se Provinsi NTT Tahun 2016 dapat dilihat pada lampiran Tabel 18, berarti Tahun
2013 – 2016 mengalami fluktuasi.

2. Pengendalian TB-Paru

Upaya pencegahan dan pemberantasan TB-Paru dilakukan dengan pendekatan DOTS


(Directly Observe Treatment Shortcource) atau pengobatan TB-Paru dengan pengawasan langsung
oleh Pengawas Menelan Obat (PMO). Kegiatan ini meliputi upaya penemuan penderita dengan
pemeriksaan dahak pada suspek di sarana pelayanan kesehatan yang ditindaklanjuti dengan
pemberian paket pengobatan. Upaya pemberantasan penderita TB selama tahun 2013-2016 terlihat
pada Gambar 4.14 berikut ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 116
GAMBAR 4.14
JUMLAH PENDERITA TB BTA+, DIOBATI DAN PENDERITA SEMBUH
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2013 - 2016

Dari Gambar 4.14 di atas terlihat bahwa pelaksanaan pemberantasan penyakit TB


dari tahun 2013-2016 menunjukkan fluktuasi. Kesembuhan penderita TB+ pada tahun 2013 baru
dapat dievaluasi dengan hasil 3.500 penderita yang sembuh. Sedangkan jumlah penderita di tahun
2013 yakni sebanyak 4.551 orang akan dapat dievaluasi kesembuhannya pada tahun 2014.
Penderita TB+ pada tahun 2014 baru dapat dievaluasi dengan hasil 3.659 penderita yang sembuh.
Sedangkan jumlah penderita di tahun 2014 yakni sebanyak 2.796 orang akan dapat dievaluasi
kesembuhannya pada tahun 2015. Penderita TB+ pada tahun 2015 baru dapat dievaluasi dengan
hasil 2.071 penderita yang sembuh. Sedangkan jumlah penderita di tahun 2015 yakni sebanyak

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 117
3.007 orang akan dapat dievaluasi kesembuhannya pada tahun 2016. Penderita TB+ pada tahun
2016 baru dapat dievaluasi dengan hasil 2.992 penderita yang sembuh. Sedangkan jumlah penderita
di tahun 2016 yakni sebanyak 794 orang akan dapat dievaluasi kesembuhannya pada tahun 2017.
Persentase kesembuhan/angka keberhasilan pengobatan penderita baru TB BTA (+) menurut
kabupaten/kota tahun 2016 dapat dilihat pada lampiran Tabel 7-9.

3. Pengendalian Penyakit ISPA

Upaya dalam rangka Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (P2 ISPA)
lebih difokuskan pada upaya penemuan secara dini dan tatalaksana kasus yang cepat dan tepat
terhadap penderita Pneumonia Balita yang ditemukan. Upaya ini dikembangkan melalui suatu
manajemen terpadu dalam penanganan balita sakit yang datang ke unit pelayanan kesehatan atau
lebih dikenal dengan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Dengan pendekatan MTBS semua
penderita ISPA langsung ditangani di unit yang menemukan penderita tersebut.

Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT cakupan pneumonia pada


balita yang ditangani pada tahun 2013 sebanyak 26,43 %, pada tahun 2014 adalah sebesar 13%
tahun 2015 sebesar 5,38%, dan pada tahun 2016 sebesar 5,87%, berarti ada peningkatan pada
tahun 2016 jika dibandingkan dengan Tahun 2015. Persentase penemuan dan pengobatan kasus
Pneumonia pada balita tahun 2016 per Kabupaten/Kota dapat dilihat pada lampiran Tabel 10 dan
trend 2013-2016 pada Gambar 4.15 berikut ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 118
GAMBAR 4.15
PERSENTASE, JUMLAH PENEMUAN DAN PENANGANAN KASUS PNEUMONIA
PADA BALITA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2013-2016

Sumber Profil Dinkes Provinsi Tahun 2013 – 2106

Berdasarkan Gambar 4.15 di atas, jumlah balita yang ditangani selama tahun 2013-2016
mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 119
4. Penanggulangan Penyakit HIV/AIDS dan PMS

Hasil Riskesdas tahun 2010 secara nasional menunjukkkan bahwa persentase penduduk
yang mempunyai persepsi benar bahwa seseorang tidak dapat tertular HIV karena makanan yang
disiapkan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sebesar 32,9% dan yang mempunyai persepsi benar
bahwa seseorang tidak dapat tertular HIV melalui gigitan nyamuk 23,5%. Sedangkan penduduk
yang mengetahui cara pencegahan yang benar bahwa HIV dapat dicegah dengan berhubungan
seksual hanya dengan satu pasangan tetap yang tidak beresiko sebesar 49,4%, bahwa HIV dapat
dicegah dengan berhubungan seksual suami/istri saja sebesar 50,3%, bahwa HIV dapat dicegah
dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual dengan pasangan beresiko sebesar
41,9%. Selanjutnya 44,9% penduduk mengetahui bahwa HIV dapat dicegah dengan menggunakan
jarum suntik bersama dan 21,8% mengetahui bahwa HIV tidak dapat dicegah dengan melakukan
sunat/sirkumsisi.

Upaya pelayanan kesehatan dalam rangka penanggulangan penyakit HIV/AIDS disamping


ditujukan pada penanganan penderita yang ditemukan juga diarahkan pada upaya pencegahan
melalui penemuan penderita secara dini dan dilanjutkan dengan kegiatan konseling. Sedangkan
upaya penemuan penderita dilakukan melalui skrining HIV/AIDS terhadap darah donor dan upaya
pemantauan dan pengobatan penderita penyakit menular seksual (PMS). Penyakit menular seksual

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 120
termasuk HIV/AIDS sudah menjadi masalah kesehatan di Provinsi NTT, terlihat adanya
kecenderungan penambahan kasus.

Upaya-upaya yang telah dilakukan dalam penanggulangan penyakit HIV/AIDS ini antara
lain : sasaran penanggulangan adalah kelompok umur seksual aktif 15-45 tahun dan mencakup
kelompok perilaku resiko tinggi dan rendah di daerah dengan prevalensi penyakit menular seksual
yang tinggi; Upaya pencegahan dengan melakukan uji saring darah donor, promosi kondom,
penerapan kewaspadaan universal, pencegahan penularan vertikal dan pencegahan penularan
pada penyalahgunaan obat; Surveilans dilaksanakan melalui sentinel setahun dan sulveilans ad hoc
dilaksanakan 2 kali setahun; KIE diarahkan pada kelompok resiko tinggi dan masyarakat umum
yang dilaksanakan dengan metode yang tepat dan efektif yaitu lewat mimbar-mimbar dan lembaga
keagamaan; Peningkatan koordinasi lintas program dan sektor dalam naungan Komisi
Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Provinsi; Peningkatan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga
kesehatan dan masyarakat.

5. Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang sampai
saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, sering muncul sebagai KLB dan
menimbulkan kepanikan di masyarakat karena menyebar sangat cepat dan dapat menyebabkan
kematian. Penyebab DBD adalah virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 121
Upaya pemberantasan DBD dititikberatkan pada penggerakan potensi masyarakat untuk dapat
berperan serta dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M plus (Menguras,
Menutup, Mengubur dan Menabur larvasida), penyebaran ikan pada tempat penampungan air serta
kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat mencegah/memberantas nyamuk Aedes aegypti berkembang
biak, juru pemantauan jentik (Jumantik) untuk memantau Angka Bebas Jentik (ABJ), serta
pengenalan gejala DBD dan penanganannya di rumah tangga. Rincian jumlah kasus dan jumlah
kematian DBD pada Lampiran tabel 21 dan Gambar 4.16 berikut ini.
GAMBAR 4.16
JUMLAH KASUS DBD MENURUT KABUPATEN/KOTA
SE PROVINSI NTT
TAHUN 2016

Sumber : Profil Dinkes Provinsi Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 122
6. Pengendalian Penyakit Malaria

Hasil Riskesdas tahun 2010 menunjukkan bahwa Provinsi NTT merupakan Provinsi
dengan Kasus Baru Malaria tertinggi dalam satu tahun terakhir yakni sebesar 117,5 0/00. Berdasarkan
data Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT menunjukkan bahwa pada tahun 2016
jumlah penderita malaria positif dengan pemeriksaan mikroskop adalah sebanyak 30.071 penderita
dengan Annual Parasite Incidens Rate sebesar 5,78 per 1000 penduduk, artinya dalam setiap 1000
penduduk ada sekitar 6 orang yang menderita malaria positip. Rincian data dapat dilihat pada
Gambar 4.17 dan lampiran Tabel 22.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 123
GAMBAR 4.17
JUMLAH KASUS MALARIA MENURUT KABUPATEN/KOTA
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

Dari Gambar 4.17 di atas diketahui bahwa penderita malaria positif yang tertinggi pada
tahun 2016 ada pada Kabupaten Alor.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 124
7. Pengendalian Penyakit Kusta

Upaya pelayanan terhadap penderita penyakit Kusta antara lain melakukan penemuan
penderita melalui berbagai survei anak sekolah, survei kontak dan pemeriksaan intensif penderita
yang datang ke sarana kesehatan dengan keluhan atau kontak dengan penderita penyakit Kusta.

Pada penderita kusta yang ditemukan, diberikan pengobatan paket MDT (Multi Drag
Therapy Pausi Basiler (RFT PB) selama 6-9 Bulan maupun Multi Drag Therapy Multi Basiler (MDT
MB) selama 12-15 bulan berupa Rifampicin dan Lampren. Berdasarkan data Profil Kesehatan
Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT pada tahun 2016 dilaporkan bahwa jumlah penderita kusta (baik
PB dan MB) sebanyak 261 kasus dengan angka prevalensi rate per 10.000 penduduk sebesar 5,0
per 1.000 penduduk artinya dalam setiap 10.000 penduduk ada penderita kusta sebanyak 5 orang.
Rincian dapat dilihat pada dilihat pada lampiran Tabel 14 s/d 17.

8. Pengendalian Penyakit Filaria

Filariasis adalah penyakit menular (Penyakit Kaki Gajah) yang disebabkan oleh cacing
filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat kronis dan bila tidak
mendapat pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat
kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini dapat mengakibatkan penderita tidak dapat

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 125
bekerja secara optimal, bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga menjadi beban
keluarga, masyarakat dan negara.

Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT tahun 2016 penderita penyakit
filariasis sebanyak 554 kasus prevalensi sebesar 11 per 100.000 penduduk yang artinya dalam
setiap 100.000 penduduk ada 11 orang penderita Filariasis. Jumlah Kasus tertinggi adalah
Kabupaten Sikka. Rincian data dapat dilihat pada Lampiran Tabel 23.

D. PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN SANITASI DASAR

Faktor lingkungan mempunyai peranan yang sangat besar dalam proses timbulnya
gangguan kesehatan baik secara individual maupun masyarakat umum. Untuk memperkecil resiko
terjadinya penyakit atau ganguan kesehatan sebagai akibat dari lingkungan kurang sehat, dilakukan
berbagai upaya peningkatan kualitas lingkungan, antara lain dengan pembinaan kesehatan
lingkungan pada institusi, surveilens vektor, dan pengawasan tempat-tempat umum (TTU) serta
perbaikan sarana sanitasi dasar (Penyediaan Air Bersih, Jamban Keluarga, Tempat Sampah dan
Pengelolaan Air Limbah).

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 126
1. Pengawasan Tempat-Tempat Umum dan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)

Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT tahun 2016 jumlah TTU yang
ada sebanyak 8.073 buah, yang memenuhi syarat 5.622 buah (69,64%). Jumlah TPM yang ada
sebanyak 5.968 buah, yang memenuhi syarat hygiene sanitasi sebanyak 2.383 buah (40,61%) dan
yang tidak memenuhi syarat hygiene sanitasi sebanyak 1627 buah (27,73%). Jumlah dan
persentase TTU & TPM sehat menurut Kabupaten/Kota tahun 2016 dapat dilihat pada lampiran
Tabel 63 & 64 dan Gambar 4.18.a dan Gambar 4.18.b

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 127
GAMBAR 4.18.a
PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT
MENURUT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 128
GAMBAR 4.18.b
PERSENTASE PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) STATUS HYGIENE SANITASI
MENURUT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

Dari gambar 4.18.a dan gambar 4.18.b di atas diketahui bahwa Persentase Tempat Umum
dan Tempat Pengelolaan Makanan (TUPM) sehat yang tertinggi adalah Kabupaten Lembata dan
Kabupaten Sabu Raijua dan yang terendah adalah Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai
Timur.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 129
2. Sarana Sanitasi Dasar

Sarana sanitasi dasar Penduduk dengan Akses berkelanjutan terhadap Air Bersih
berkualitas (layak) tahun 2016 sebanyak 2.539.474 (48,80%) pengguna dengan jumlah sarana
263.412 sarana Air Bersih, dengan jumlah asarana Air Bersih yang memenuhi syarat sebanyak
32.449 sarana.

Data kepemilikan sarana sanitasi dasar penduduk dengan akses terhadap fasilitas
sanitasi yang layak (Jamban Sehat) pada tahun 2016 sebanyak 2.294.772 penduduk pengguna
(44%), yang memenuhi syarat 22.906 sarana dari jumlah sarana 39.806 sarana.

Data Desa yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat sebanyak 2.332 Desa
(70,14%), desa yang sudah STBM sebanyak 775 desa (23,21%). Rincian data keluarga dengan
kepemilikan sarana sanitasi dasar dapat dilihat pada Lampiran Tabel 59, 61 dan 65.

E. PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT

Upaya perbaikan gizi masyarakat pada hakekatnya dimaksudkan untuk menangani


permasalahan gizi yang dihadapi masyarakat. Beberapa permasalahan gizi yang sering dijumpai
pada kelompok masyarakat adalah kekurangan kalori protein, kekurangan vitamin A, gangguan
akibat kekurangan yodium, dan anemia gizi besi.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 130
1. Pemantauan Pertumbuhan Balita

Upaya pemantauan terhadap pertumbuhan balita dilakukan melalui kegiatan penimbangan


di Posyandu secara rutin setiap bulan. Rincian per kabupaten/kota dapat dilihat pada Lampiran
Tabel 47 dan cakupan terhadap balita yang ditimbang dan Balita BGM (Bawah Garis Merah) tahun
2016 353.453 orang (79,2%) dan 7.465 (2,1%). Cakupan Balita yang ditimbang, dan Bawah Garis
Merah sejak tahun 2016 dapat dilihat pada Gambar 4.19.a dan Gambar 19.b berikut.

GAMBAR 4.19.a
CAKUPAN JUMLAH BALITA DITIMBANG
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 131
GAMBAR 4.19.b
CAKUPAN BALITA BGM
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT Tahun 2016

Dari gambar 4.19.a dan gambar 4.19.b di atas dapat dilihat cakupan Balita di Timbang dan
Balita BGM (Bawah Garis Merah) yang tertinggi ada pada kabupaten Malaka dan Ende, yang
terendah ada di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah.

2. Pemberian Tablet Vitamin A

Vitamin A adalah salah satu zat gizi mikro yang diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk
meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan mata. Anak yang menderita kekurangan vitamin A

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 132
jika terserang penyakit campak, diare atau penyakit infeksi lain, penyakit tersebut akan bertambah
parah dan dapat mengakibatkan kematian. Infeksi akan menghambat kemampuan tubuh untuk
menyerap zat-zat gizi dan pada saat yang sama akan mengikis habis simpanan vitamin A dalam
tubuh. Kekurangan vitamin A untuk jangka waktu yang lama juga akan mengakibatkan terjadinya
gangguan pada mata yang jika tidak segera ditangani dapat mengakibatkan kebutaan.

Laporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota, jumlah anak balita (1-4 tahun) pada tahun 2016
sebanyak 332.228 balita, yang mendapat kapsul vitamin A sebanyak 2 (dua) kali berjumlah 306.923
orang (92,3%),. Untuk pemberian Vitamin A pada bayi (6-11 bulan), pada tahun 2016 dari total
jumlah bayi (6-11 bulan) sebanyak 53.373 orang, yang mendapat Vitamin A sebanyak 47.272 orang
(89%). Rincian pemberian Vitamin pada Balita 1-4 tahun dan Bayi 6-11 bulan per Kabupaten/Kota
dapat dilihat pada lampiran Tabel 44.

1. Pemberian Tablet Besi

Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) dimaksudkan untuk mengatasi kasus Anemia serta
meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe khususnya pada ibu hamil. Presentase
cakupan pemberian tablet besi pada ibu hamil (Fe-1 dan Fe-3) pada tahun 2016 dapat dilihat pada
Gambar 4.24 di bawah ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 133
GAMBAR 4.20
PERSENTASE CAKUPAN PEMBERIAN TABLET BESI PADA IBU HAMIL
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT Tahun 2016

Pada Gambar 4.20 di atas terlihat bahwa cakupan pemberian tablet besi (Fe-1 dan Fe-3)
dari tahun 2016 tertinggi ada di Kota Kupang dan terendah di Sumba Barat. Rincian cakupan
pemberian tablet besi kepada ibu hamil menurut kabupaten/kota tahun 2016 dapat dilihat pada
Lampiran Tabel 32.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 134
BAB V
SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN
BAB V
SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

Penyediaan pelayanan kesehatan yang berkualitas salah satunya didukung oleh sarana dan
prasaranan kesehatan yang memadai. Penyediaan sarana dan prasarana kesehatan sebagai salah
satu syarat pokok dalam upaya meningkatkan taraf kesehatan masyarakat secara umum yang harus
dilakukan sera terus menerus dari tahun ke tahun. Sarana kesehatan tersebut berupa rumah sakit,
puskesmas, puskesmas pembantu, puskesmas keliling, balai pengobatan serta tenaga kesehatan.

Penyediaan sarana ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dalam
bab ini situasi sumber daya kesehatan disajikan melalui gambaran keadaan sarana kesehatan,
tenaga kesehatan dan pembiayaan kesehatan.

A. SUMBER DAYA KESEHATAN

1. Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan yang disajikan dalam bab ini meliputi Puskesmas Rawat Inap dan Non
rawat Inap, keliling dan pembantu), rumah sakit (umum dan khusus), sarana produksi dan distribusi
farmasi dan alat kesehatan, sarana Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM), dan
institusi pendidikan tenaga kesehatan.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 135
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang merupakan pusat
pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping
memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah
kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Tahun 2013 jumlah Puskesmas 368 unit, jumlah
Puskesmas perawatan sebanyak 108 unit dan Puskesmas non perawatan sebanyak 260 unit. Tahun
2014 jumlah Puskesmas 379 unit, jumlah Puskesmas perawatan sebanyak 200 unit dan Puskesmas
non perawatan sebanyak 179 unit. Tahun 2015 jumlah Puskesmas sebanyak 383 dengan jumlah
Puskesmas Perawatan 193 unit dan puskesmas Non Perawatan 190 unit sedangkan pada tahun
2016 menjadi 384 dengan jumlah puskesmas Perawatan 205 unit dan puskesmas Non Perawatan
179 unit dapat dilihat pada Gambar 5.1 dan Lampiran Tabel 67.

Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas, beberapa Puskesmas


non perawatan ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas perawatan. Lokasi Puskesmas
perawatan ini ditempatkan di daerah yang jauh dari rumah sakit, di jalur-jalur jalan raya yang rawan
kecelakaan, serta di wilayah atau pulau-pulau yang terpencil. Rincian sarana-sarana pelayanan
kesehatan ini dapat kita lihat pada Lampiran Tabel 67.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 136
GAMBAR 5.1
JUMLAH PUSKESMAS PERAWATAN DAN PUSKESMAS NON PERAWATAN
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2013– 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2016

Rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang bergerak di bidang
kuratif dan rehabilitatif, dan juga sebagai sarana pelayanan kesehatan rujukan. Sejalan dengan
meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, jumlah rumah sakit (umum dan
khusus) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Untuk mengetahui jumlah rumah sakit umum dan
khusus berdasarkan kepemilikannya pada periode tahun 2013 - 2016 dapat dilihat pada Lampiran Tabel
68 dan Gambar 5.2 di bawah ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 137
GAMBAR 5.2
PERKEMBANGAN JUMLAH RUMAH SAKIT
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2013– 2016

Dari Gambar 5.2 diketahui bahwa jumlah rumah sakit dari tahun 2013-2016 mengalami peningkatan
yang cukup signifikan, di mana tahun 2013 jumlah rumah sakit umum dan khusus masing – masing 24
dan 2, pada tahun 2014 jumlah rumah sakit umum dan khusus masing – masing 23 dan 3. Pada tahun
2015 jumlah rumah sakit umum dan khusus masing – masing 43 dan 2, pada tahun 2016 jumlah rumah
sakit umum dan khusus masing – masing 43 dan 2. Berarti terjadi peningkatan dari tahun ke tahun.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 138
2. Sarana Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)

Pengembangan Sarana Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat merupakan salah satu


langkah dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang melibatkan potensi
masyarakat didalamnya. Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) di antaranya
adalah Posyandu, Polindes (Pondok Bersalin Desa), Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) dan Desa
Siaga.

Posyandu, merupakan salah satu bentuk UKBM yang telah lama dikembangkan dan paling
dikenal di masyarakat. Dalam menjalankan fungsinya di masyarakat, Posyandu diharapkan dapat
menyelenggarakan 5 (lima) program prioritas, yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana,
perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangan dan penilaian
kinerjanya, Posyandu diklasifikasikan menjadi 4 (empat) strata yaitu Posyandu Pratama, Posyandu
Madya, Posyandu Purnama dan Posyandu Mandiri Pada tahun 2016 dari 10.033 Posyandu yang
ada, yang aktif sebanyak 5.753 (57,34 %), berarti ada terjadi penurunan pada tahun 2016 yaitu
sebanyak 0,66 %. Rincian Posyandu berdasarkan Strata ini dapat dilihat pada Lampiran Tabel 69
dan Gambar 5.3.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 139
GAMBAR 5.3
JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA
DI KABUPATEN/KOTA SE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2016

GAMBAR 5.4
JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2013 - 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2016

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 140
Dari Gambar 5.4 di atas dapat dilihat bahwa sejak tahun 2013 – 2016 jumlah Posyandu
menurut strata mengalami fluktuasi, untuk jumlah Posyandu yang aktif dari tahun ke tahun
meningkat.

Poskesdes merupakan salah satu upaya mendekatkan pelayanan kesehatan dasar bagi
masyarakat desa. Kegiatan utama poskesdes yaitu pengamatan dan kewaspadaan dini (surveilans
perilaku berisiko, lingkungan dan masalah kesehatan lainnya), penanganan kegawatdaruratan
kesehatan dan kesiapsiagaan terhadap bencana serta pelayanan kesehatan. Pelayanan yang
diberikan di Poskesdes juga mencakup pertolongan persalinan dan pelayanan KIA. Tenaga
poskesdes minimal 1 (satu) orang bidan dan 2 (dua) orang kader. Pada tahun 2013 jumlah
Poskesdes yang dilaporkan menurun menjadi 570 unit, tahun 2014 meningkat menjadi 728 buah,
tahun 2015 jumlah Poskesdes meningkat menjadi 803 buah dan pada tahun 2016 jumlah Poskesdes
yang dilaporkan menurun menjadi 720 buah. Jumlah Polindes pada tahun 2014 sebanyak 1.022
buah, tahun 2015 menurun menjadi 981 buah dan pada tahun 2016 jumlah Polindes meningkat
menjadi 1,010 buah. Jumlah Posbindu pada tahun 2014 sebanyak 81 buah, tahun 2015 meningkat
menjadi 105 buah dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 203 buah. Rincian jumlah Poskesdes,
Polindes dan Posbindu tahun 2016 menurut kabupaten/kota disajikan pada Lampiran Tabel 70.

Desa/Kelurahan siaga adalah desa/kelurahan yang memiliki kesiapan sumber daya dan
kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 141
Menindaklanjuti Kepmenkes RI Nomor : 1529/Menkes/SK/X/2010, desa/kelurahan siaga
dikembangkan menjadi desa/kelurahan siaga aktif. Desa/kelurahan Siaga Aktif adalah pembentukan
bentuk pengembangan dari desa siaga yang penduduknya dapat mengakses dengan mudah
pelayanan kesehatan dasar yang memberikan pelayanan setiap hari melalui Pos Kesehatan Desa
(Poskesdes) atau sarana kesehatan yang ada di wilayah tersebut seperti Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas), Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) atau sarana kesehatan
lainnya, dan atau penduduknya mengembangkan UKBM dan melaksanakan surveilens berbasis
masyarakat (meliputi pemantauan penyakit, kesehatan ibu dan anak, gizi, lingkungan, dan perilaku),
kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan sehingga
masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jumlah Desa Siaga tahun 2014
sebanyak 1.601 buah (49,9%). tahun 2015 jumlah Desa Siaga sebanyak 1.599 (48,9%) desa dan
pada tahun 2016 jumlah Desa Siaga meningkat menjadi 1.730 (52,03%) desa. Rincian jumlah Desa
Siaga per Kabupaten/Kota dapat kita lihat pada Lampiran Tabel 71.

B. TENAGA KESEHATAN

Tenaga kesehatan yang memadai baik dari segi jenis, jumlah maupun kualitas diperlukan
dalam pembangunan kesehatan. Untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 142
dibutuhkan pendidikan, pelatihan dan pengembangan yang berkualitas tentunya. Proses pendidikan
dan pengembangan/pelatihan tenaga kesehatan dapat disediakan oleh pemerintah dan swasta.

Ketersediaan Tenaga Kesehatan tidak saja berasal dari pihak pemerintah tetapi juga
mendapat sumbangan dari pihak swasta. Penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan jenjang
Diploma yang berada dibawah binaan Kementerian Kesehatan adalah Politeknik Kesehatan dan
Non Poltekkes (milik Swasta, TNI/POLRI dan Pemda). Program Pendidikan D-III institusi pendidikan
tenaga kesehatan dan program studi (Prodi) berkembang pesat terutama dari sektor swasta karena
semakin banyak diminati oleh masyarakat. Gambaran ketenagaan ini dapat di lihat pada Lampiran
Tabel 72 s/d 78.

Ratio ketenagaan yang ada dibandingkan dengan standar untuk Provinsi NTT dan
Nasional dapat kita lihat pada Tabel 5.1. di bawah ini.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 143
TABEL 5. 1
TENAGA KESEHATAN MENURUT JENISNYA
RATIO PER 100.000 PENDUDUK
DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016

JENIS TENAGA KESEHATAN NTT NASIONAL

1. Dokter Umum 9,8 : 100.000 40 : 100.000


2. Dokter Spesialis 1,8 : 100.000 6 : 100.000
3. Dokter Gigi 2,6 : 100.000 11 : 100.000
4. Perawat 150,4 : 100.000 158 : 100.000
5. Bidan 68,5 : 100.000 130 : 100.000
6. Ahli Gizi 11,0 : 100.000 22 : 100.000
7. Sanitarian 13,0 : 100.000 40 : 100.000
8. Tenaga Kefarmasian 12,5 : 100.000 30 : 100.000
9. Sarjana Kesehatan Masyarakat 15,9 : 100.000 18 : 100.000
10. Keterapian Fisik 1,7 : 100.000 6 : 100.000
11. Keteknisian Medis 16,8 : 100.000 15 : 100.000

Sumber : Profil Kabupaten/Kota Tahun 2016

Dari Tabel 5.1 di atas, ratio masing-masing jenis tenaga kesehatan per 100.000
penduduk, artinya bahwa dalam 100.000 penduduk dapat dilayani oleh tenaga kesehatan sesuai
masing-masing jenis yang tenaga pada tabel 5.1 tersebut di atas.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 144
C. PEMBIAYAAN KESEHATAN

Pembiayaan kesehatan adalah salah satu komponen sumber daya yang diperlukan dalam
menjalankan pembangunan kesehatan. Untuk mendukung pembangunan di bidang kesehatan di
Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT tahun 2014 - 2016 terdapat berbagai sumber pembiayaan
kesehatan seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN), Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) dan Sumber Pemerintah Lain. Pada
tahun 2014 total anggaran kesehatan sebesar Rp.2.702.632.903.832,- total anggaran kesehatan
bersumber APBD Kabupaten/Kota tahun 2014 sebesar Rp. 2.228.028.861.645,- atau 82,44%. Total
anggaran kesehatan Tahun 2015 sebesar Rp.1.247.694.699.611, total anggaran bersumber APBD
Kabupaten/Kota sebesar Rp.1.015.461.992.311,- atau 81,38% dan pada tahun 2016 alokasi
anggaran kesehatan sebesar Rp. 2.517.429.213.899,- sedangkan total APBD Kabupaten/Kota
sebesar Rp.1.676.388.716.879,- atau 66,59% (Rinciannya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 81).

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 145
BAB VI
PENUTUP
BAB VI
PENUTUP

Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016 memberikan gambaran secara
garis besar tentang situasi dan kondisi kesehatan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun
2016 yang mana memperlihatkan seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan yang
telah dicapai, serta menunjukkan kekurangan dan kelebihan dari setiap upaya-upaya kesehatan yang
dilaksanakan tentunya tidak terlepas dari kontribusi lintas sektor terkait.

Gambaran tersebut merupakan fakta yang harus dikomunikasikan baik kepada pimpinan
dan pengelola program kesehatan maupun kepada lintas sektor dan masyarakat di kabupaten/kota yang
dideskripsikan melalui data dan informasi. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang
disajikan di dalam Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Demikianlah penyajian Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016,
dengan harapan bermanfaat bagi berbagai pihak.

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai 146
RESUME PROFIL KESEHATAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
A. GAMBARAN UMUM
1 Luas Wilayah 1.383.946 Km2 Tabel 1
2 Jumlah Desa/Kelurahan 3325 Desa/Kel Tabel 1
3 Jumlah Penduduk 2.577.953 2.625.561 5.203.514 Jiwa Tabel 2
4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 4,8 Jiwa Tabel 1
5 Kepadatan Penduduk /Km2 3,8 Jiwa/Km2 Tabel 1
6 Rasio Beban Tanggungan 66,0 per 100 penduduk produktif Tabel 2
7 Rasio Jenis Kelamin 98,2 Tabel 2
8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! % Tabel 3
9 Penduduk 10 tahun yang memiliki ijazah tertinggi
a. SMP/ MTs 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3
b. SMA/ SMK/ MA 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3
c. Sekolah menengah kejuruan 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3
d. Diploma I/Diploma II 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3
e. Akademi/Diploma III 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3
f. Universitas/Diploma IV 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3
g. S2/S3 (Master/Doktor) 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3

B. DERAJAT KESEHATAN
B.1 Angka Kematian
10 Jumlah Lahir Hidup 0 0 135.048 Tabel 4
11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 1000 1000 11 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 4
12 Jumlah Kematian Neonatal 480 365 845 neonatal Tabel 5
13 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) 0 0 6 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
14 Jumlah Bayi Mati 371 333 704 bayi Tabel 5
15 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 0 0 5 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
16 Jumlah Balita Mati 459 434 893 Balita Tabel 5
17 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 0 0 7 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
18 Kematian Ibu
Jumlah Kematian Ibu 177 Ibu Tabel 6
Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 131 per 100.000 Kelahiran Hidup Tabel 6
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
B.2 Angka Kesakitan
19 Tuberkulosis
Jumlah kasus baru TB BTA+ 476 318 794 Kasus Tabel 7
Proporsi kasus baru TB BTA+ 59,95 40,05 % Tabel 7
CNR kasus baru BTA+ 18,46 12,11 15,26 per 100.000 penduduk Tabel 7
Jumlah seluruh kasus TB 770 550 1.320 Kasus Tabel 7
CNR seluruh kasus TB 29,87 20,95 25,37 per 100.000 penduduk Tabel 7
Kasus TB anak 0-14 tahun 5,91 % Tabel 7
Persentase BTA+ terhadap suspek #DIV/0! #DIV/0! 9,36 % Tabel 8
Angka kesembuhan BTA+ 52,95 52,63 52,81 % Tabel 9
Angka pengobatan lengkap BTA+ 34,43 35,67 34,98 % Tabel 9
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) BTA+ 87,38 88,30 87,79 % Tabel 9
Angka kematian selama pengobatan 4,81 2,86 3,82 per 100.000 penduduk Tabel 9
20 Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 6,01 5,72 5,87 % Tabel 10
21 Jumlah Kasus HIV 227 168 395 Kasus Tabel 11
22 Jumlah Kasus AIDS 226 119 345 Kasus Tabel 11
23 Jumlah Kematian karena AIDS 44 33 77 Jiwa Tabel 11
24 Jumlah Kasus Syphilis 53 23 76 Kasus Tabel 11
25 Donor darah diskrining positif HIV 0,45 0,78 0,51 % Tabel 12
26 Persentase Diare ditemukan dan ditangani 0,00 0,00 0,00 % Tabel 13
27 Kusta
Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 73 188 261 Kasus Tabel 14
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 2,83 7,16 5,02 per 100.000 penduduk Tabel 14
Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun 0,00 % Tabel 15
Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,38 % Tabel 15
Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,00 per 100.000 penduduk Tabel 15
Angka Prevalensi Kusta 0,87 0,00 0,01 per 10.000 Penduduk Tabel 16
Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) 61,11 69,23 64,52 % Tabel 17
Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) 56,85 57,14 56,93 % Tabel 17
28 Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
AFP Rate (non polio) < 15 th 2,21 per 100.000 penduduk <15 tahun Tabel 18
Jumlah Kasus Difteri 4 0 4 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Difteri 0 % Tabel 19
Jumlah Kasus Pertusis 0 0 0 Kasus Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) #DIV/0! % Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus Neonatorum #DIV/0! % Tabel 19
Jumlah Kasus Campak 181 148 329 Kasus Tabel 20
Case Fatality Rate Campak 0 % Tabel 20
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
Jumlah Kasus Polio 0 0 0Kasus Tabel 20
Jumlah Kasus Hepatitis B 15 6 61Kasus Tabel 20
29 Incidence Rate DBD 24,90 21,75 23,31per 100.000 penduduk Tabel 21
30 Case Fatality Rate DBD 0,31 0,35 0,33% Tabel 21
31 Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence ) 5,63 5,93 5,78per 1.000 penduduk berisiko Tabel 22
32 Case Fatality Rate Malaria 0,01 0,00 0,01% Tabel 22
33 Angka Kesakitan Filariasis #REF! #REF! #REF! per 100.000 penduduk Tabel 23
34 Persentase Hipertensi/tekanan darah tinggi 5,76 4,10 4,72% Tabel 24
35 Persentase obesitas 3,26 3,60 3,46% Tabel 25
36 Persentase IVA positif pada perempuan usia 30-50 tahun 12,56 % Tabel 26
37 % tumor/benjolan payudara pada perempuan 30-50 tahun 1,33 % Tabel 26
38 Desa/Kelurahan terkena KLB ditangani < 24 jam 90,70 % Tabel 28

C. UPAYA KESEHATAN
C.1 Pelayanan Kesehatan
39 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 69 % Tabel 29
40 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 50,94 % Tabel 29
41 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 61,11 % Tabel 29
42 Pelayanan Ibu Nifas 61,47 % Tabel 29
43 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 63,43 % Tabel 29
44 Ibu hamil dengan imunisasi TT2+ 34,97 % Tabel 30
45 Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3 63,37 % Tabel 32
46 Penanganan komplikasi kebidanan 45,55 % Tabel 33
47 Penanganan komplikasi Neonatal 22,46 23,20 30,81 % Tabel 33
48 Peserta KB Baru 8,58 % Tabel 36
49 Peserta KB Aktif 57,19 % Tabel 36
50 Bayi baru lahir ditimbang #REF! #REF! #REF! % Tabel 37
51 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) #REF! #REF! #REF! % Tabel 37
52 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 56,32 56,38 56,35 % Tabel 38
53 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 53,72 58,30 55,97 % Tabel 38
54 Bayi yang diberi ASI Eksklusif #DIV/0! #DIV/0! 76,28 % Tabel 39
55 Pelayanan kesehatan bayi 57,55 58,51 58,02 % Tabel 40
56 Desa/Kelurahan UCI 65,95 % Tabel 41
57 Cakupan Imunisasi Campak Bayi #REF! #REF! #REF! % Tabel 43
58 Imunisasi dasar lengkap pada bayi #REF! #REF! #REF! % Tabel 43
59 Bayi Mendapat Vitamin A #DIV/0! #DIV/0! 88,57 % Tabel 44
60 Anak Balita Mendapat Vitamin A #DIV/0! #DIV/0! 92,37 % Tabel 44
61 Baduta ditimbang - - 62,21 % Tabel 45
62 Baduta berat badan di bawah garis merah (BGM) #DIV/0! #DIV/0! 2,06 % Tabel 45
63 Pelayanan kesehatan anak balita 47,67 47,43 47,55 % Tabel 46
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
64 Balita ditimbang (D/S) #DIV/0! #DIV/0! 79,24 % Tabel 47
65 Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) #DIV/0! #DIV/0! 2,11 % Tabel 47
66 Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan 100,00 100,00 100,00 % Tabel 48
67 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat 107,17 101,31 87,45 %
Tabel 49
68 Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap 0,34 Tabel 50
69 SD/MI yang melakukan sikat gigi massal 50,79 sekolah Tabel 51
70 SD/MI yang mendapat pelayanan gigi 75,14 sekolah Tabel 51
71 Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) 41,50 40,82 #REF! % Tabel 51
72 Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) 50,22 48,94 49,95 % Tabel 51
73 Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan
mulut 50,22 48,94 49,95 % Tabel 51
74 Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) 33,55 39,60 36,74 % Tabel 52

C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan


Persentase

75 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan - - 1.183,35 % Tabel 53


76 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 49,02 80,53 67,56 % Tabel 54
77 Cakupan Kunjungan Rawat Inap 2,26 3,42 3,15 % Tabel 54
78 Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) di RS 34,79 28,64 423,74 per 100.000 pasien keluar Tabel 55
79 Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) di RS 420,20 457,61 23,09 per 100.000 pasien keluar Tabel 55
80 Bed Occupation Rate (BOR) di RS 71,47 % Tabel 56
81 Bed Turn Over (BTO) di RS 38,80 Kali Tabel 56
82 Turn of Interval (TOI) di RS 2,68 Hari Tabel 56
83 Average Length of Stay (ALOS) di RS 3,13 Hari Tabel 56

C.3 Perilaku Hidup Masyarakat


87 Rumah Tangga ber-PHBS 51,98 % Tabel 57

C.4 Keadaan Lingkungan


88 Persentase rumah sehat 66,95 % Tabel 58
89 Penduduk yang memiliki akses air minum yang layak 48,80 % Tabel 59
90 Penyelenggara air minum memenuhi syarat kesehatan 77,14 % Tabel 60
91 Penduduk yg memiliki akses sanitasi layak (jamban sehat) 44,10 % Tabel 61
92 Desa STBM 23,31 % Tabel 62
93 Tempat-tempat umum memenuhi syarat 69,64 % Tabel 63
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
TPM memenuhi syarat higiene sanitasi 40,61 % Tabel 64
TPM tidak memenuhi syarat dibina 85,13 % Tabel 65
TPM memenuhi syarat diuji petik 62,82 % Tabel 65

D. SUMBERDAYA KESEHATAN
D.1 Sarana Kesehatan
94 Jumlah Rumah Sakit Umum 42,00 RS Tabel 67
95 Jumlah Rumah Sakit Khusus 3,00 RS Tabel 67
96 Jumlah Puskesmas Rawat Inap 205,00 Tabel 67
97 Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap 179,00 Tabel 67
Jumlah Puskesmas Keliling 2.684,00 Tabel 67
Jumlah Puskesmas pembantu 1.081,00 Tabel 67
98 Jumlah Apotek 300,00 Tabel 67
99 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 100,00 % Tabel 68
100 Jumlah Posyandu 10.033 Posyandu Tabel 69
101 Posyandu Aktif 57,34 % Tabel 69
102 Rasio posyandu per 100 balita 2,25 per 100 balita Tabel 69
103 UKBM
Poskesdes 720,00 Poskesdes Tabel 70
Polindes 1.010,00 Polindes Tabel 70
Posbindu 203,00 Posbindu Tabel 70
104 Jumlah Desa Siaga 1.730,00 Desa Tabel 71
105 Persentase Desa Siaga 52,03 % Tabel 71

D.2 Tenaga Kesehatan


106 Jumlah Dokter Spesialis 88,00 76,00 159,00 Orang Tabel 72
107 Jumlah Dokter Umum 184,00 281,00 463,00 Orang Tabel 72
108 Rasio Dokter (spesialis+umum) 11,22 per 100.000 penduduk Tabel 72
109 Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi Spesialis 42,00 104,00 146,00 Orang Tabel 72
110 Rasio Dokter Gigi (termasuk Dokter Gigi Spesialis) 2,81 per 100.000 penduduk
111 Jumlah Bidan 5.038,00 Orang Tabel 73
112 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 96,82 per 100.000 penduduk Tabel 73
113 Jumlah Perawat 2.030,00 4.690,00 7.650,00 Orang Tabel 73
114 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 147,02 per 100.000 penduduk Tabel 73
115 Jumlah Perawat Gigi 121,00 405,00 531,00 Orang Tabel 73
116 Jumlah Tenaga Kefarmasian 120,00 569,00 731,00 Orang Tabel 74
117 Jumlah Tenaga Kesehatan kesehatan 262,00 362,00 707,00 Orang Tabel 75
118 Jumlah Tenaga Sanitasi 232,00 374,00 642,00 Orang Tabel 76
119 Jumlah Tenaga Gizi 139,00 432,00 601,00 Orang Tabel 77
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan

D.3 Pembiayaan Kesehatan


120 Total Anggaran Kesehatan 2.517.429.213.899,00 Rp Tabel 81
121 APBD Kesehatan terhadap APBD Kab/Kota 100,00 % Tabel 81
122 Anggaran Kesehatan Perkapita 483.794,07 Rp Tabel 81
TABEL 1

LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,


DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

NO KABUPATEN LUAS JUMLAH JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN


WILAYAH PENDUDUK RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK
(km²) DESA KELURAH DESA + TANGGA TANGGA per km²
AN KELURAH
AN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 KOTA KUPANG 180,3 0 51 51 402.286 95.258 4,22 2.232
2 KUPANG 5.298,1 160 17 177 360.228 2.290 157,30 68
3 TTS 3.955,4 266 12 278 461.681 114.365 4,04 117
4 TTU 2.667,7 185 9 194 247.216 58.945 4,19 93
5 BELU 1.284,9 69 12 81 210.307 46.865 4,49 164
6 MALAKA 1.160,63 127 0 127 183.387 45.905 3,99 158
7 ALOR 292.888 158 17 175 201.515 42.705 4,72 0,69
8 LEMBATA 3,0 144 7 151 134.573 30.225 4,45 44.858
9 FLORES TIMUR 1.812,3 229 21 250 248.889 52.744 4,72 137
10 SIKKA 1.731,6 147 13 160 315.477 78.518 4,02 182
11 ENDE 2.046,6 256 23 279 270.886 71.150 3,81 132
12 NAGEKEO 1.416,5 97 16 113 141.310 29.084 4,86 100
13 NGADA 1.620,9 135 16 151 156.101 35.320 4,42 96
14 MANGGARAI TIMUR 2.517,8 159 17 176 276.620 65.094 4,25 110
15 MANGGARAI 1.152,5 145 26 171 324.014 84.770 3,82 281
16 MANGGARAI BARAT 836.306 164 5 169 257.582 59.645 4,32 0
17 SUMBA TIMUR 7.000,5 140 16 156 249.606 54.530 4,58 36
18 SUMBA TENGAH 1.869,2 65 0 65 69.606 20.100 3,46 37
19 SUMBA BARAT 73.742,0 62 11 73 123.913 28.508 4,35 2
20 SUMBA BARAT DAYA 144.712 174 2 176 325.699 30.931 10,53 2
21 ROTE NDAO 1.280,1 82 7 89 153.792 24.733 6,22 120
22 SABU RAIJUA 460,1 58 5 63 88.826 21.902 4,06 193
JUMLAH (KAB/KOTA) 1.383.945,6 3.022 303 3.325 5.203.514 1.093.587 4,76 4
Sumber: BPS Provinsi Tahun 2016
TABEL 2
JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH PENDUDUK
NO KELOMPOK UMUR (TAHUN)
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN

1 2 3 4 5 6

1 0-4 319.199 308.272 627.471 103,54

2 5-9 304.279 300.267 604.546 101,34

3 10 - 14 297.586 283.596 581.182 104,93

4 15 - 19 274.472 259.646 534.118 105,71

5 20 - 24 225.866 216.614 442.480 104,27

6 25 - 29 179.045 184.139 363.184 97,23

7 30 - 34 164.769 178.618 343.387 92,25

8 35 - 39 150.876 170.392 321.268 88,55

9 40 - 44 140.733 156.692 297.425 89,82

10 45 - 49 128.612 140.162 268.774 91,76

11 50 - 54 112.830 120.765 233.595 93,43

12 55 - 59 92.517 97.422 189.939 94,97

13 60 - 64 68.636 72.068 140.704 95,24

14 65 - 69 48.762 54.189 102.951 89,99

15 70 - 74 34.230 39.095 73.325 87,56

16 75+ 35.541 43.624 79.165 81,47

JUMLAH 2.577.953 2.625.561 5.203.514 98,19

ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 66

Sumber: BPS Provinsi Tahun 2016


TABEL 3

PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF


DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH PERSENTASE
NO VARIABEL LAKI-LAKI+ LAKI-LAKI+
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8

1 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 0

PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG


2 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
MELEK HURUF
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG
3
DITAMATKAN:

a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD


0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

b. SD/MI
0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

c. SMP/ MTs
0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
d. SMA/ MA
0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
f. DIPLOMA I/DIPLOMA II
0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

g. AKADEMI/DIPLOMA III
0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV
0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR)
0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

Sumber: BPS Provinsi Tahun 2016


TABEL 4

JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH KELAHIRAN
JUMLAH LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN
NO KABUPATEN
PUSKESMAS
HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 KOTA KUPANG 11 16 16 14 14 8.351 30 8.381

2 KUPANG 26 60 60 47 47 9.295 107 9.402


3 TTS 35 55 55 40 40 12.669 95 12.764
4 TTU 26 66 66 55 55 6.271 121 6.392
5 BELU 17 40 40 29 29 5.191 69 5.260

6 MALAKA 17 25 25 13 13 4.577 38 4.615

7 ALOR 24 51 51 46 46 5.511 97 5.608


8 LEMBATA 9 19 19 16 16 3.351 35 3.386

9 FLORES TIMUR 20 33 33 23 23 5.562 56 5.618

10 SIKKA 23 0 0 0 0 7.033 0 7.033


11 ENDE 24 31 31 37 37 6.008 68 6.076
12 NAGEKEO 7 21 21 17 17 3.505 38 3.543
13 NGADA 14 30 30 29 29 3.890 59 3.949

14 MANGGARAI TIMUR 23 60 60 47 47 7.248 107 7.355

15 MANGGARAI 21 29 29 38 38 8.464 67 8.531


16 MANGGARAI BARAT 18 40 40 32 32 7.358 72 7.430

17 SUMBA TIMUR 22 53 53 41 41 6.978 94 7.072


18 SUMBA TENGAH 8 0 0 16 16 2.183 16 2.199

19 SUMBA BARAT 9 23 23 18 18 3.688 41 3.729


20 SUMBA BARAT DAYA 12 18 18 13 13 10.899 31 10.930
21 ROTE NDAO 12 30 30 21 21 4.335 51 4.386

22 SABU RAIJUA 6 16 16 141 141 2.681 157 2.838


JUMLAH (KAB/KOTA) 384 - 716 716 - 733 733 135.048 1.449 136.497
ANGKA LAHIR MATI PER 1.000 KELAHIRAN (DILAPORKAN) 1.000,0 1.000,0 10,6
Sumber : Data proyeksi Pusdatin Tahun 2016
Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi
TABEL 5

JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH KEMATIAN
JUMLAH LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN
NO KABUPATEN
PUSKESMAS ANAK ANAK ANAK
NEONATAL BAYIa BALITA NEONATAL BAYIa BALITA NEONATAL BAYIa BALITA
BALITA BALITA BALITA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 KOTA KUPANG 11 2 2 0 2 2 2 0 2 4 4 0 4
2 KUPANG 26 76 23 17 40 42 19 15 34 118 42 32 74

3 TTS 35 21 23 9 32 30 18 6 24 51 41 15 56

4 TTU 26 30 51 6 57 28 47 22 69 58 98 28 126

5 BELU 17 23 39 1 40 19 28 2 30 42 67 3 70
6 MALAKA 17 14 1 0 1 9 2 0 2 23 3 0 3

7 ALOR 24 35 34 0 34 32 32 0 32 66 66 0 66
8 LEMBATA 9 11 14 6 20 10 17 4 21 21 31 10 41

9 FLORES TIMUR 20 24 39 1 40 26 43 5 48 50 82 6 88

10 SIKKA 23 32 11 5 16 29 9 6 15 61 20 11 31

11 ENDE 24 35 42 10 52 24 32 6 38 59 74 16 90
12 NAGEKEO 7 20 8 2 10 10 5 2 7 30 13 4 17
13 NGADA 14 10 17 3 20 14 19 4 23 24 36 7 43

14 MANGGARAI TIMUR 23 21 30 1 31 12 14 2 16 33 44 3 47

15 MANGGARAI 21 33 11 3 14 22 8 4 12 55 19 7 26

16 MANGGARAI BARAT 18 26 4 0 4 27 10 0 10 53 14 0 14

17 SUMBA TIMUR 22 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
18 SUMBA TENGAH 8 30 8 7 15 10 13 7 20 40 21 14 35

19 SUMBA BARAT 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

20 SUMBA BARAT DAYA 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

21 ROTE NDAO 12 21 8 13 21 9 11 13 24 30 19 26 45

22 SABU RAIJUA 6 17 6 4 10 10 4 3 7 27 10 7 17
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 480 371 88 459 365 333 101 434 845 704 189 893
ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) 6 5 1 7
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
Keterangan : - Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan AKN/AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi
- a : kematian bayi termasuk kematian pada neonatal
TABEL 6
JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

KEMATIAN IBU
JUMLAH JUMLAH
JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU
NO KECAMATAN PUSKESM LAHIR
AS HIDUP 20-34 ≥35 JUM < 20 20-34 ≥35 JUM < 20 20-34 ≥35 JUM < 20 20-34 ≥35 JUM
< 20 tahun
tahun tahun LAH tahun tahun tahun LAH tahun tahun tahun LAH tahun tahun tahun LAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1 KOTA KUPANG 11 8.351 0 0 0 0 0 1 0 1 0 2 1 3 0 3 1 4

2 KUPANG 26 9.295 0 2 0 2 0 6 2 8 0 2 0 2 0 10 2 12

3 TTS 35 12.669 0 2 2 4 0 5 14 19 1 0 3 4 1 7 19 27

4 TTU 26 6.271 0 1 0 1 2 1 1 4 1 0 1 2 3 2 2 7

5 BELU 17 5.191 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 3 3 0 2 3 5

6 MALAKA 17 4.577 0 1 0 1 0 2 1 3 0 0 0 0 0 3 1 4

7 ALOR 24 5.511 0 3 3 6 0 0 7 7 0 0 0 0 0 3 10 13

8 LEMBATA 9 3.351 0 2 1 3 0 0 0 0 0 1 0 1 0 3 1 4

9 FLORES TIMUR 20 5.562 0 1 0 1 0 2 2 4 0 1 0 1 0 4 2 6

10 SIKKA 23 7.033 0 3 1 4 0 2 1 3 0 2 4 6 0 7 6 13

11 ENDE 24 6.008 0 3 0 3 0 5 0 5 0 3 0 3 0 11 0 11

12 NAGEKEO 7 3.505 0 0 0 0 0 1 0 1 0 3 0 3 0 4 0 4

13 NGADA 14 3.890 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 3 4 0 3 3 6

14 MANGGARAI TIMUR 23 7.248 0 0 1 1 0 5 5 10 0 0 0 0 0 5 6 11

15 MANGGARAI 21 8.464 0 0 0 0 0 5 2 7 0 0 0 0 0 5 2 7

16 MANGGARAI BARAT 18 7.358 0 1 0 1 0 5 0 5 0 6 0 6 0 12 0 12

17 SUMBA TIMUR 22 6.978 1 2 1 4 0 2 2 4 0 3 0 3 1 7 3 11

18 SUMBA TENGAH 8 2.183 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 2

19 SUMBA BARAT 9 3.688 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1

20 SUMBA BARAT DAYA 12 10.899 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

21 ROTE NDAO 12 4.335 1 0 1 2 1 3 3 7 1 0 0 1 3 3 4 10

22 SABU RAIJUA 6 2.681 0 1 0 1 1 2 1 4 0 2 0 2 1 5 1 7


JUMLAH (KAB/KOTA) 384 135.048 2 26 10 38 4 49 41 94 3 26 16 45 9 101 67 177
ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 131
Sumber : Profil Dinkes kab/Kota Tahun 2016
Keterangan:
- Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas
- Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi
TABEL 7

KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK
MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016
JUMLAH SELURUH
JUMLAH KASUS BARU TB BTA+ KASUS TB ANAK
JUMLAH JUMLAH PENDUDUK KASUS TB
NO KABUPATEN 0-14 TAHUN
PUSKESMAS L P L P
L+P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 KOTA KUPANG 11 206.129 196.157 402.286 17 71 7 29,17 24 28 68 13 31,71 41 2 4,88

2 KUPANG 26 184.314 175.914 360.228 9 69 4 30,77 13 21 68 10 32,26 31 1 3,23

3 TTS 35 227.877 233.804 461.681 17 61 11 39,29 28 21 55 17 44,74 38 6 15,79

4 TTU 26 122.209 125.007 247.216 22 56 17 43,59 39 22 56 17 43,59 39 2 5,13

5 BELU 17 105.187 105.120 210.307 19 61 12 38,71 31 41 53 36 46,75 77 7 9,09

6 MALAKA 17 88.709 94.678 183.387 17 55 14 45,16 31 30 61 19 38,78 49 1 2,04

7 ALOR 24 98.287 103.228 201.515 48 61 31 39,24 79 75 61 47 38,52 122 8 6,56

8 LEMBATA 9 62.986 71.587 134.573 33 60 22 40,00 55 41 57 31 43,06 72 2 2,78

9 FLORES TIMUR 20 118.779 130.110 248.889 38 50 38 50,00 76 104 51 101 49,27 205 14 6,83

10 SIKKA 23 149.189 166.288 315.477 20 59 14 41,18 34 50 62 31 38,27 81 7 8,64

11 ENDE 24 128.230 142.656 270.886 24 75 8 25,00 32 25 74 9 26,47 34 2 5,88

12 NAGEKEO 7 68.594 72.716 141.310 6 43 8 57,14 14 16 52 15 48,39 31 1 3,23

13 NGADA 14 75.823 80.278 156.101 11 55 9 45,00 20 15 50 15 50,00 30 2 6,67

14 MANGGARAI TIMUR 23 136.792 139.828 276.620 9 82 2 18,18 11 14 74 5 26,32 19 1 5,26

15 MANGGARAI 21 158.378 165.636 324.014 25 58 18 41,86 43 34 61 22 39,29 56 0 0,00

16 MANGGARAI BARAT 18 127.409 130.173 257.582 15 65 8 34,78 23 16 67 8 33,33 24 0 0,00

17 SUMBA TIMUR 22 128.201 121.405 249.606 14 47 16 53,33 30 25 44 32 56,14 57 6 10,53

18 SUMBA TENGAH 8 35.913 33.693 69.606 20 74 7 25,93 27 55 65 30 35,29 85 10 11,76

19 SUMBA BARAT 9 64.018 59.895 123.913 41 71 17 29,31 58 53 67 26 32,91 79 1 1,27

20 SUMBA BARAT DAYA 12 167.195 158.504 325.699 30 65 16 34,78 46 30 65 16 34,78 46 0 0,00

21 ROTE NDAO 12 78.328 75.464 153.792 13 57 10 43,48 23 13 57 10 43,48 23 2 8,70

22 SABU RAIJUA 6 45.406 43.420 88.826 28 49 29 50,88 57 41 51 40 49,38 81 3 3,70


JUMLAH (KAB/KOTA) 384 2.577.953 2.625.561 5.203.514 476 60 318 40 794 770 58 550 42 1.320 78 6
CNR KASUS BARU TB BTA+ PER 100.000 PENDUDUK 18,46 12,11 15,26

CNR SELURUH KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK 29,87 20,95 25,37


Sumber : Laporan TB Seksi P2PM Dinkes Prov NTT Tahun 2016
Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar:
TABEL 8

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

TB PARU
JUMLAH
SUSPEK % BTA (+)
NO KABUPATEN PUSKESMA BTA (+)
S TERHADAP SUSPEK
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 KOTA KUPANG 11 561 17 7 24 #DIV/0! #DIV/0! 4
2 KUPANG 26 330 9 4 13 #DIV/0! #DIV/0! 4
3 TTS 35 389 17 11 28 #DIV/0! #DIV/0! 7
4 TTU 26 369 22 17 39 #DIV/0! #DIV/0! 11
5 BELU 17 830 19 12 31 #DIV/0! #DIV/0! 4
6 MALAKA 17 642 17 14 31 #DIV/0! #DIV/0! 5
7 ALOR 24 373 48 31 79 #DIV/0! #DIV/0! 21
8 LEMBATA 9 171 33 22 55 #DIV/0! #DIV/0! 32
9 FLORES TIMUR 20 507 38 38 76 #DIV/0! #DIV/0! 15
10 SIKKA 23 565 20 14 34 #DIV/0! #DIV/0! 6
11 ENDE 24 677 24 8 32 #DIV/0! #DIV/0! 5
12 NAGEKEO 7 123 6 8 14 #DIV/0! #DIV/0! 11
13 NGADA 14 207 11 9 20 #DIV/0! #DIV/0! 10
14 MANGGARAI TIMUR 23 242 9 2 11 #DIV/0! #DIV/0! 5
15 MANGGARAI 21 123 25 18 43 #DIV/0! #DIV/0! 35
16 MANGGARAI BARAT 18 822 15 8 23 #DIV/0! #DIV/0! 3
17 SUMBA TIMUR 22 330 14 16 30 #DIV/0! #DIV/0! 9
18 SUMBA TENGAH 8 668 20 7 27 #DIV/0! #DIV/0! 4
19 SUMBA BARAT 9 165 41 17 58 #DIV/0! #DIV/0! 35
20 SUMBA BARAT DAYA 12 226 30 16 46 #DIV/0! #DIV/0! 20
21 ROTE NDAO 12 128 13 10 23 #DIV/0! #DIV/0! 18
22 SABU RAIJUA 6 39 28 29 57 #DIV/0! #DIV/0! 146
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 0 0 8.487 476 318 794 #DIV/0! #DIV/0! 9
Sumber : Laporan TB Seksi P2PM Dinkes Prov NTT Tahun 2016
Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga
Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 9

ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

ANGKA PENGOBATAN LENGKAP ANGKA


ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE)
JUMLAH (COMPLETE RATE) KEBERHASILAN JUMLAH KEMATIAN
BTA (+) DIOBATI
NO KABUPATEN PUSKES PENGOBATAN SELAMA PENGOBATAN
L P L+P L P L+P
MAS (SUCCESS RATE/SR)
JUMLA JUMLA JUMLA JUMLA JUMLA JUMLA
L P L+P % % % % % % L P L+P L P L+P
H H H H H H
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

1 KOTA KUPANG 11 400 309 709 113 28,25 90 29,13 203 28,63 170 42,50 137 44,34 307 43,30 70,75 73,46 71,93 25 11 36

2 KUPANG 26 138 112 250 72 52,17 42 37,50 114 45,60 41 29,71 51 45,54 92 36,80 81,88 83,04 82,40 7 7 14

3 TTS 35 269 207 476 161 59,85 100 48,31 261 54,83 94 34,94 102 49,28 196 41,18 94,80 97,58 96,01 6 1 7

4 TTU 26 118 93 211 91 77,12 63 67,74 154 72,99 0 0,00 0 0,00 0 0,00 77,12 67,74 72,99 1 2 3

5 BELU 17 307 254 561 221 71,99 173 68,11 394 70,23 71 23,13 72 28,35 143 25,49 95,11 96,46 95,72 8 6 14

6 MALAKA 17 142 161 303 125 88,03 128 79,50 253 83,50 17 11,97 33 20,50 50 16,50 100 100 100 0 0 0

7 ALOR 24 126 106 232 40 31,75 36 33,96 76 32,76 43 34,13 31 29,25 74 31,90 65,87 63,21 64,66 10 11 21

8 LEMBATA 9 99 67 166 54 54,55 33 49,25 87 52,41 41 41,41 30 44,78 71 42,77 95,96 94,03 95,18 3 0 3

9 FLORES TIMUR 20 132 79 211 99 75,00 63 79,75 162 76,78 23 17,42 11 13,92 34 16,11 92,42 93,67 92,89 3 2 5

10 SIKKA 23 229 181 410 113 49,34 108 59,67 221 53,90 65 28,38 53 29,28 118 28,78 77,73 88,95 82,68 25 9 34

11 ENDE 24 202 147 349 72 35,64 50 34,01 122 34,96 95 47,03 74 50,34 169 48,42 82,67 84,35 83,38 14 7 21

12 NAGEKEO 7 83 53 136 24 28,92 20 37,74 44 32,35 53 63,86 30 56,60 83 61,03 92,77 94,34 93,38 3 1 4

13 NGADA 14 70 74 144 27 38,57 25 33,78 52 36,11 37 52,86 39 52,70 76 52,78 91,43 86,49 88,89 3 4 7

14 MANGGARAI TIMUR 23 94 78 172 42 44,68 49 62,82 91 52,91 41 43,62 21 26,92 62 36,05 88,30 89,74 88,95 4 2 6

15 MANGGARAI 21 107 76 183 74 69,16 61 80,26 135 73,77 31 28,97 15 19,74 46 25,14 98,13 100 98,91 0 0 0

16 MANGGARAI BARAT 18 115 80 195 74 64,35 49 61,25 123 63,08 40 34,78 30 37,50 70 35,90 99,13 98,75 98,97 1 0 1

17 SUMBA TIMUR 22 246 184 430 99 40,24 82 44,57 181 42,09 141 57,32 96 52,17 237 55,12 97,56 96,74 97,21 3 4 7

18 SUMBA TENGAH 8 43 31 74 42 97,67 30 96,77 72 97,30 0 0,00 1 3,23 1 1,35 97,67 100 98,65 0 1 1

19 SUMBA BARAT 9 160 142 302 94 58,75 84 59,15 178 58,94 57 35,63 48 33,80 105 34,77 94,38 92,96 93,71 2 2 4

20 SUMBA BARAT DAYA 12 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0 0 0

21 ROTE NDAO 12 58 59 117 20 34,48 18 30,51 38 32,48 23 39,66 22 37,29 45 38,46 74,14 67,80 70,94 3 5 8

22 SABU RAIJUA 6 16 19 35 13 81,25 18 94,74 31 88,57 3 18,75 0 0,00 3 8,57 100 94,74 97,14 3 0 3

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 3.154 2.512 5.666 1.670 52,95 1.322 52,63 2.992 52,81 1.086 34,43 896 35,67 1.982 34,98 87,38 88,30 87,79 124 75 199

ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER 100.000 PENDUDUK 5 3 4


Sumber : Laporan TB Seksi P2PM Dinkes Prov NTT Tahun 2016
Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 10

PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016
PNEUMONIA PADA BALITA
JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI
JUMLAH
NO KABUPATEN PENDERITA L P L+P
PUSKESMAS
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 KOTA KUPANG 11 19.682 19.118 38.800 1.968 1.912 3.880 48 2,44 48 2,51 96 2,5

2 KUPANG 26 22.019 21.170 43.189 2.202 2.117 4.319 230 10,45 203 9,59 433 10,0

3 TTS 35 29.655 29.202 58.857 2.966 2.920 5.886 252 8,50 217 7,43 469 8,0

4 TTU 26 14.829 14.309 29.138 1.483 1.431 2.914 61 4,11 57 3,98 118 4,0

5 BELU 17 12.224 11.897 24.121 1.222 1.190 2.412 72 5,89 48 4,03 120 5,0

6 MALAKA 17 10.749 10.516 21.265 1.075 1.052 2.127 23 2,14 8 0,76 31 1,5

7 ALOR 24 13.065 12.542 25.607 1.307 1.254 2.561 21 1,61 19 1,51 40 1,6

8 LEMBATA 9 8.027 7.544 15.571 803 754 1.557 121 15,07 100 13,26 221 14,2

9 FLORES TIMUR 20 13.289 12.553 25.842 1.329 1.255 2.584 188 14,15 186 14,82 374 14,5

10 SIKKA 23 16.828 15.847 32.675 1.683 1.585 3.268 183 10,87 189 11,93 372 11,4

11 ENDE 24 14.302 13.615 27.917 1.430 1.362 2.792 77 5,38 36 2,64 113 4,0

12 NAGEKEO 7 8.305 7.978 16.283 831 798 1.628 29 3,49 24 3,01 53 3,3

13 NGADA 14 9.179 8.894 18.073 918 889 1.807 37 4,03 54 6,07 91 5,0

14 MANGGARAI TIMUR 23 17.107 16.571 33.678 1.711 1.657 3.368 25 1,46 19 1,15 44 1,3

15 MANGGARAI 21 19.921 19.407 39.328 1.992 1.941 3.933 44 2,21 48 2,47 92 2,3

16 MANGGARAI BARAT 18 17.123 17.063 34.186 1.712 1.706 3.419 139 8,12 148 8,67 287 8,4

17 SUMBA TIMUR 22 16.589 15.834 32.423 1.659 1.583 3.242 283 17,06 245 15,47 528 16,3

18 SUMBA TENGAH 8 5.114 5.029 10.143 511 503 1.014 69 13,49 107 21,28 176 17,4

19 SUMBA BARAT 9 8.756 8.377 17.133 876 838 1.713 0 0,00 0 0,00 0 0,0

20 SUMBA BARAT DAYA 12 25.944 24.697 50.641 2.594 2.470 5.064 0 0,00 0 0,00 0 0,0

21 ROTE NDAO 12 10.157 9.985 20.142 1.016 999 2.014 17 1,67 8 0,80 25 1,2

22 SABU RAIJUA 6 6.335 6.124 12.459 634 612 1.246 0 0,00 0 0,00 0 0,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 319.199 308.272 627.471 31.920 30.827 62.747 1.919 6,01 1.764 5,72 3.683 5,87
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 11

JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH KEMATIAN
HIV AIDS SYPHILIS
AKIBAT AIDS
PRO PRO PRO
KELOMPOK
NO PORSI PORSI PORSI
UMUR
L P L+P KELOM L P L+P KELOM L P L+P L P L+P KELOM
POK POK POK
UMUR UMUR UMUR
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 ≤ 4 TAHUN 4 6 10 2,53 5 6 11 3,19 1 3 4 0 0 0 0,00

2 5 - 14 TAHUN 1 0 1 0,25 0 1 1 0,29 0 1 1 0 0 0 0,00

3 15 - 19 TAHUN 4 2 6 1,52 1 1 2 0,58 0 1 1 0 0 0 0,00

4 20 - 24 TAHUN 35 31 66 16,71 66 11 77 22,32 2 7 9 0 0 0 0,00

5 25 - 49 TAHUN 177 123 300 75,95 140 91 231 66,96 37 20 57 46 19 65 85,53

6 ≥ 50 TAHUN 6 6 12 3,04 14 9 23 6,67 4 1 5 7 4 11 14,47

JUMLAH (KAB/KOTA) 227 168 395 226 119 345 44 33 77 53 23 76


PROPORSI JENIS
57,47 42,53 65,51 34,49 57,14 42,86 69,74 30,26
KELAMIN
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016

Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus baru yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 12

PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

DONOR DARAH
SAMPEL DARAH DIPERIKSA/DISKRINING
NO UNIT TRANSFUSI DARAH POSITIF HIV
JUMLAH PENDONOR TERHADAP HIV
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 RSUD Kab. TTS 690 155 845 690 100,00 155 100,00 845 100,00 2 0,29 0 0,00 2 0,24

2 RSUD / UTDRS Kefa 3.920 3.920 7.840 437 11,15 436 11,12 873 11,14 0 0,00 1 0,23 1 0,11

3 PMI Kabupaten Belu 2.056 520 2.576 2.056 100,00 520 100,00 2.576 100,00 10 0,49 5 0,96 15 0,58

4 RSUD KALABAHI 1.543 243 1.786 1.543 100,00 243 100,00 1.786 100,00 11 0,71 0 0,00 11 0,62

5 RSUD dr. Hendrikus Fernandez 1.213 382 1.595 1.213 100,00 382 100,00 1.595 100,00 2 0,16 0 0,00 2 0,13

6 PMI Kabupaten Ngada 994 144 1.138 994 100,00 144 100,00 1.138 100,00 1 0,10 1 0,69 2 0,18

7 PMI Kabupaten Manggarai 2.264 930 3.194 2.341 103,40 948 101,94 3.289 102,97 3 0,13 1 0,11 4 0,12

8 RS St. Rafael Cancar 179 41 220 179 100,00 41 100,00 220 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00

9 RSUD Umbu Rara Meha Waingapu 2.109 120 2.229 2.109 100,00 120 100,00 2.229 100,00 26 1,23 16 13,33 42 1,88

10 RSK Lindimara 803 53 856 803 100,00 53 100,00 856 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00

11 RSU Imanuel 125 8 133 125 100,00 8 100,00 133 100,00 1 0,80 0 0,00 1 0,75

12 RSK Lendemoripa 441 5 446 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

13 Rumah Sakit Bergerak 24 34 58 24 100,00 34 100,00 58 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00

JUMLAH 16.361 6.555 22.916 12.514 76,49 3.084 47,05 15.598 68,07 56 0,45 24 1 80 0,51

Sumber:Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016


TABEL 13

KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

DIARE
JUMLAH JUMLAH PENDUDUK DIARE DITANGANI
NO KABUPATEN JUMLAH TARGET PENEMUAN
PUSKESMAS L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 KOTA KUPANG 11 206.129 196.157 402.286 4.411 4.198 8.609 3.439 78 3.547 84 6.986 81

2 KUPANG 26 184.314 175.914 360.228 3.944 3.765 7.709 5.727 145 6.649 177 12.376 161

3 TTS 35 227.877 233.804 461.681 4.877 5.003 9.880 3.274 67 3.937 79 7.211 73

4 TTU 26 122.209 125.007 247.216 2.615 2.675 5.290 1.098 42 1.009 38 2.107 40

5 BELU 17 105.187 105.120 210.307 2.251 2.250 4.501 1.087 48 1.152 51 2.239 50

6 MALAKA 17 88.709 94.678 183.387 1.898 2.026 3.924 736 39 711 35 1.447 37

7 ALOR 24 98.287 103.228 201.515 2.103 2.209 4.312 1.586 75 1.684 76 3.270 76

8 LEMBATA 9 62.986 71.587 134.573 1.348 1.532 2.880 773 57 919 60 1.692 59

9 FLORES TIMUR 20 118.779 130.110 248.889 2.542 2.784 5.326 1.445 57 1.553 56 2.998 56

10 SIKKA 23 149.189 166.288 315.477 3.193 3.559 6.751 1.352 42 1.413 40 2.765 41

11 ENDE 24 128.230 142.656 270.886 2.744 3.053 5.797 1.911 70 2.018 66 3.929 68

12 NAGEKEO 7 68.594 72.716 141.310 1.468 1.556 3.024 1.494 102 1.561 100 3.055 101

13 NGADA 14 75.823 80.278 156.101 1.623 1.718 3.341 1.350 83 1.606 93 2.956 88

14 MANGGARAI TIMUR 23 136.792 139.828 276.620 2.927 2.992 5.920 2.043 70 2.129 71 4.172 70

15 MANGGARAI 21 158.378 165.636 324.014 3.389 3.545 6.934 2.245 66 1.881 53 4.126 60

16 MANGGARAI BARAT 18 127.409 130.173 257.582 2.727 2.786 5.512 1.870 69 1.861 67 3.731 68

17 SUMBA TIMUR 22 128.201 121.405 249.606 2.744 2.598 5.342 3.492 127 3.746 144 7.238 136

18 SUMBA TENGAH 8 35.913 33.693 69.606 769 721 1.490 1.583 206 1.922 267 3.505 235

19 SUMBA BARAT 9 64.018 59.895 123.913 1.370 1.282 2.652 1.526 111 1.553 121 3.079 116

20 SUMBA BARAT DAYA 12 167.195 158.504 325.699 3.578 3.392 6.970 2.798 78 3.342 99 6.140 88

21 ROTE NDAO 12 78.328 75.464 153.792 1.676 1.615 3.291 1.759 105 1.873 116 3.632 110

22 SABU RAIJUA 6 45.406 43.420 88.826 972 929 1.901 1.924 198 1.360 146 3.284 173
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 2.577.953 2.625.561 5.203.514 55.168 56.187 111.355 44.512 80,7 47.426 84,4 91.938 82,6
ANGKA KESAKITAN DIARE PER 1.000 PENDUDUK 214
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 14

KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

KASUS BARU
JUMLAH
NO KABUPATEN Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah PB + MB
PUSKESMAS
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 KOTA KUPANG 11 1 7 8 3 39 42 4 46 50

2 KUPANG 26 0 0 0 0 2 2 0 2 2
3 TTS 35 0 0 0 0 15 15 0 15 15
4 TTU 26 1 2 3 26 18 44 27 20 47

5 BELU 17 0 0 0 0 2 2 0 2 2
6 MALAKA 17 0 2 2 1 12 13 1 14 15

7 ALOR 24 8 2 10 10 20 30 18 22 40
8 LEMBATA 9 0 0 0 0 15 15 0 15 15
9 FLORES TIMUR 20 2 0 7 1 9 10 3 9 12

10 SIKKA 23 0 0 0 7 1 8 7 1 8
11 ENDE 24 0 3 3 1 21 22 1 24 25

12 NAGEKEO 7 0 0 0 0 2 2 0 2 2
13 NGADA 14 0 0 0 0 0 0 0 0 0
14 MANGGARAI TIMUR 23 0 0 2 0 0 0 0 0 0

15 MANGGARAI 21 0 0 0 0 0 0 0 0 0
16 MANGGARAI BARAT 18 0 0 0 0 0 0 0 0 0

17 SUMBA TIMUR 22 11 1 0 1 4 5 12 5 17
18 SUMBA TENGAH 8 0 4 4 0 3 3 0 7 7
19 SUMBA BARAT 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0

20 SUMBA BARAT DAYA 12 0 1 5 0 2 2 0 3 3

21 ROTE NDAO 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0

22 SABU RAIJUA 6 0 0 0 0 1 1 0 1 1

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 23 22 45 50 166 216 73 188 261


PROPORSI JENIS KELAMIN 51,11 48,89 23,15 76,85 27,97 72,03

ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE ) PER 100.000 PENDUDUK 2,83 7,16 5,02

Sumber : Laporan Kusta Seksi P2PM Tahun 2016


TABEL 15

KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

KASUS BARU
JUMLAH PENDERITA KUSTA
NO KABUPATEN PENDERITA CACAT TINGKAT 2
PUSKESMAS 0-14 TAHUN
KUSTA
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 KOTA KUPANG 11 50 - 0,00 0 -
2 KUPANG 26 2 - 0,00 0 -
3 TTS 35 15 - 0,00 0 -
4 TTU 26 47 - 0,00 - -
5 BELU 17 2 - 0,00 0 -
6 MALAKA 17 15 - 0,00 0 -
7 ALOR 24 40 - 0,00 0 -
8 LEMBATA 9 15 - 0,00 0 -
9 FLORES TIMUR 20 12 - 0,00 - -
10 SIKKA 23 8 - 0,00 0 -
11 ENDE 24 25 - 0,00 0 -
12 NAGEKEO 7 2 - 0,00 0 -
13 NGADA 14 - - #DIV/0! 0 #DIV/0!
14 MANGGARAI TIMUR 23 - - #DIV/0! 0 #DIV/0!
15 MANGGARAI 21 - - #DIV/0! 0 #DIV/0!
16 MANGGARAI BARAT 18 - - #DIV/0! 0 #DIV/0!
17 SUMBA TIMUR 22 17 - 0,00 1 5,88
18 SUMBA TENGAH 8 7 - 0,00 0 -
19 SUMBA BARAT 9 - - #DIV/0! 0 #DIV/0!
20 SUMBA BARAT DAYA 12 3 - 0,00 0 -
21 ROTE NDAO 12 - - #DIV/0! 0 #DIV/0!
22 SABU RAIJUA 6 1 - 0,00 0 -
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 261 - 0,00 1 0,38
ANGKA CACAT TINGKAT 2 PER 100.000 PENDUDUK 0,00 0,38
Sumber : Laporan Kusta Seksi P2PM Tahun 2016
TABEL 16

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

KASUS TERCATAT
JUMLAH Pausi Basiler/Kusta kering Multi Basiler/Kusta Basah JUMLAH
NO KABUPATEN
PUSKESMAS
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 KOTA KUPANG 11 3 3 6 40 13 53 43 16 59
2 KUPANG 26 0 0 0 0 0
3 TTS 35 3 0 3 10 3 13 13 3 16
4 TTU 26 3 0 3 58 21 79 61 21 82
5 BELU 17 0 0 0 11 4 15 11 4 15
6 MALAKA 17 0 0 0 8 3 11 8 3 11
7 ALOR 24 0 0 0 0 0
8 LEMBATA 9 0 0 0 0 0
9 FLORES TIMUR 20 5 5 10 43 30 73 48 35 83
10 SIKKA 23 0 0 0 0 0 0 0 0 0
11 ENDE 24 2 2 4 9 5 14 11 7 18
12 NAGEKEO 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0
13 NGADA 14 0 0 0 2 1 3 2 1 3
14 MANGGARAI TIMUR 23 1 0 1 2 0 2 3 0 3
15 MANGGARAI 21 0 0 0 3 0 3 3 0 3
16 MANGGARAI BARAT 18 5 0 5 0 0 0 5 0 5
17 SUMBA TIMUR 22 0 0 0 0 0 0 0 0 0
18 SUMBA TENGAH 8 0 0 0 0 0
19 SUMBA BARAT 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0
20 SUMBA BARAT DAYA 12 5 0 5 10 3 13 15 3 18
21 ROTE NDAO 12 0 1 1 1 1 2 1 2 3
22 SABU RAIJUA 6 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 27 11 38 197 84 281 224 95 319
ANGKA PREVALENSI PER 10.000 PENDUDUK 0,87 0,00 0,01
Sumber : Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 17

PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

KUSTA (PB) KUSTA (MB)


JUMLAH RFT PB RFT MB
NO KABUPATEN PUS KES PENDERITA PBa PENDERITA MBa
L P L+P L P L+P
MAS
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

1 KOTA KUPANG 11 4 8 12 4 100 7 88 11 92 23 17 40 16 70 12 71 28 70

2 KUPANG 26 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

3 TTS 35 3 0 3 0 0 0 #DIV/0! 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

4 TTU 26 2 0 2 2 100 0 #DIV/0! 2 100 58 20 78 25 43 10 50 35 45

5 BELU 17 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 10 4 14 6 60 0 0 6 43

6 MALAKA 17 3 1 4 0 0 0 0 0 0 3 1 4 1 33 0 0 1 25

7 ALOR 24 11 9 20 6 55 6 67 12 60 82 16 98 38 46 9 56 47 48

8 LEMBATA 9 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!

9 FLORES TIMUR 20 5 5 10 3 60 3 60 6 60 41 30 71 31 76 16 53 47 66

10 SIKKA 23 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

11 ENDE 24 2 2 4 2 100 2 100 4 100 9 5 14 9 100 5 100 14 100

12 NAGEKEO 7 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

13 NGADA 14 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 2 1 3 1 50 1 100 2 67

14 MANGGARAI TIMUR 23 1 0 1 0 0 0 #DIV/0! 0 0 2 0 2 0 0 0 #DIV/0! 0 0

15 MANGGARAI 21 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

16 MANGGARAI BARAT 18 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

17 SUMBA TIMUR 22 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

18 SUMBA TENGAH 8 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

19 SUMBA BARAT 9 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

20 SUMBA BARAT DAYA 12 5 0 5 5 100 0 #DIV/0! 5 100 10 3 13 10 100 3 100 13 100

21 ROTE NDAO 12 0 1 1 0 #DIV/0! 0 0 0 0 1 1 2 0 0 0 0 0 0

22 SABU RAIJUA 6 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!


JUMLAH (KAB/KOTA) 384 36 26 62 22 61,1 18 69,2 40 64,5 241 98 339 137 57 56 57 193 57
Sumber : Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
Keterangan : a = Penderita kusta PB/MB merupakan penderita pada kohort yang sama
TABEL 18

JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KASUS AFP


NO KABUPATEN
PSUKESMAS <15 TAHUN (NON POLIO)
1 2 3 4 5
1 KOTA KUPANG 11 107.771 10
2 KUPANG 26 123.883 0
3 TTS 35 162.194 0
4 TTU 26 85.046 6
5 BELU 17 74.704 1
6 MALAKA 17 67.979 0
7 ALOR 24 69.215 3
8 LEMBATA 9 45.347 0
9 FLORES TIMUR 20 82.429 0
10 SIKKA 23 98.746 1
11 ENDE 24 83.799 9
12 NAGEKEO 7 47.570 0
13 NGADA 14 54.216 0
14 MANGGARAI TIMUR 23 104.163 0
15 MANGGARAI 21 121.387 1
16 MANGGARAI BARAT 18 100.468 0
17 SUMBA TIMUR 22 86.505 0
18 SUMBA TENGAH 8 27.054 6
19 SUMBA BARAT 9 47.612 0
20 SUMBA BARAT DAYA 12 138.007 0
21 ROTE NDAO 12 52.048 0
22 SABU RAIJUA 6 33.056 3
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 1.813.199 40
AFP RATE (NON POLIO) PER 100.000 PENDUDUK USIA < 15 TAHUN 2,21
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
Catatan : Jumlah penduduk < 15 tahun kolom 4 = jumlah penduduk < 15 tahun pada tabel 2, yaitu sebesar:
TABEL 19

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH KASUS PD3I


JUMLAH DIFTERI TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM
NO KABUPATEN PERTUSIS
PUSKESMAS JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS
MENINGGAL MENINGGAL MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 KOTA KUPANG 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

2 KUPANG 26 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3 TTS 35 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

4 TTU 26 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

5 BELU 17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

6 MALAKA 17 4 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

7 ALOR 24 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

8 LEMBATA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

9 FLORES TIMUR 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

10 SIKKA 23 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

11 ENDE 24 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

12 NAGEKEO 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

13 NGADA 14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

14 MANGGARAI TIMUR 23 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1

15 MANGGARAI 21 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

16 MANGGARAI BARAT 18 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

17 SUMBA TIMUR 22 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

18 SUMBA TENGAH 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

19 SUMBA BARAT 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

20 SUMBA BARAT DAYA 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

21 ROTE NDAO 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

22 SABU RAIJUA 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 4 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1


CASE FATALITY RATE (%) 0,00 #DIV/0! #DIV/0!

Sumber: …Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016


TABEL 20

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH KASUS PD3I


JUMLAH CAMPAK
NO KABUPATEN POLIO HEPATITIS B
PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENING
L P L+P GAL L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 KOTA KUPANG 11 118 98 216 0 0 0 0 0 0 40
2 KUPANG 26 12 9 21 0 0 0 0 0 0 0
3 TTS 35 3 0 3 0 0 0 0 0 0 0
4 TTU 26 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BELU 17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 MALAKA 17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 ALOR 24 3 6 9 0 0 0 0 0 0 0
8 LEMBATA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
9 FLORES TIMUR 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
10 SIKKA 23 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
11 ENDE 24 3 2 5 0 0 0 0 0 0 0
12 NAGEKEO 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
13 NGADA 14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
14 MANGGARAI TIMUR 23 0 0 0 0 0 0 0 15 6 21
15 MANGGARAI 21 1 2 3 0 0 0 0 0 0 0
16 MANGGARAI BARAT 18 12 14 26 0 0 0 0 0 0 0
17 SUMBA TIMUR 22 15 8 23 0 0 0 0 0 0 0
18 SUMBA TENGAH 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
19 SUMBA BARAT 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
20 SUMBA BARAT DAYA 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
21 ROTE NDAO 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
22 SABU RAIJUA 6 14 9 23 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 181 148 329 0 0 0 0 15 6 61
CASE FATALITY RATE (%) 0,0
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 21

JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)


JUMLAH
NO KABUPATEN JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%)
PUSKESMAS
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 KOTA KUPANG 11 205 176 381 0 0 0 0,0 0,0 0,0
2 KUPANG 26 9 11 20 1 0 1 11,1 0,0 5,0
3 TTS 35 41 44 85 0 0 0 0,0 0,0 0,0
4 TTU 26 13 9 22 0 1 1 0,0 11,1 4,5
5 BELU 17 15 18 33 0 0 0 0,0 0,0 0,0
6 MALAKA 17 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
7 ALOR 24 7 5 12 1 1 2 14,3 20,0 16,7
8 LEMBATA 9 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
9 FLORES TIMUR 20 6 3 9 0 0 0 0,0 0,0 0,0
10 SIKKA 23 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
11 ENDE 24 60 61 121 0 0 0 0,0 0,0 0,0
12 NAGEKEO 7 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
13 NGADA 14 21 16 37 0 0 0 0,0 0,0 0,0
14 MANGGARAI TIMUR 23 18 12 30 0 0 0 0,0 0,0 0,0
15 MANGGARAI 21 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
16 MANGGARAI BARAT 18 203 180 383 0 0 0 0,0 0,0 0,0
17 SUMBA TIMUR 22 41 33 74 0 0 0 0,0 0,0 0,0
18 SUMBA TENGAH 8 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
19 SUMBA BARAT 9 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
20 SUMBA BARAT DAYA 12 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
21 ROTE NDAO 12 2 2 4 0 0 0 0,0 0,0 0,0
22 SABU RAIJUA 6 1 1 2 0 0 0 0,0 0,0 0,0
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 642 571 1.213 2 2 4 0,3 0,4 0,3
INCIDENCE RATE PER 100.000 PENDUDUK 24,9 21,7 23,3
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 22

KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

MALARIA
JUMLAH SEDIAAN DARAH DIPERIKSA
NO KABUPATEN PUSKESM SUSPEK MENINGGAL CFR
POSITIF
AS L P L+P
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

1 KOTA KUPANG 11 3.102 3.102 424 #DIV/0! 351 #DIV/0! 775 24,98 0 0 0 0 0 0

2 KUPANG 26 6.606 5.928 84 #DIV/0! 61 #DIV/0! 145 2,45 1 0 1 1,19 0,00 0,69

3 TTS 35 15.240 15.240 883 #DIV/0! 1.039 #DIV/0! 1.922 12,61 0 0 0 0,00 0,00 0,00

4 TTU 26 9.497 8.795 76 #DIV/0! 70 #DIV/0! 146 1,66 0 0 0 0,00 0,00 0,00

5 BELU 17 22.530 22.193 866 #DIV/0! 821 #DIV/0! 1.687 7,60 0 0 0 0,00 0,00 0,00

6 MALAKA 17 9.634 9.634 284 #DIV/0! 290 #DIV/0! 574 5,96 1 0 1 0,35 0,00 0,17

7 ALOR 24 2.811 2.252 611 #DIV/0! 767 #DIV/0! 1.378 61,19 0 0 0 0,00 0,00 0,00

8 LEMBATA 9 27.976 27.976 3.146 #DIV/0! 3.416 #DIV/0! 6.562 23,46 0 0 0 0,00 0,00 0,00

9 FLORES TIMUR 20 8.024 8.024 251 #DIV/0! 284 #DIV/0! 535 6,67 0 0 0 0,00 0,00 0,00

10 SIKKA 23 22.953 22.953 140 #DIV/0! 118 #DIV/0! 258 1,12 - - 0 0,00 0,00 0,00

11 ENDE 24 26.991 26.991 785 #DIV/0! 719 #DIV/0! 1.504 5,57 0 0 0 0,00 0,00 0,00

12 NAGEKEO 7 10.193 10.193 230 #DIV/0! 234 #DIV/0! 464 4,55 0 0 0 0,00 0,00 0,00

13 NGADA 14 4.643 4.643 53 #DIV/0! 63 #DIV/0! 116 2,50 0 0 0 0,00 0,00 0,00

14 MANGGARAI TIMUR 23 4.891 4.891 19 #DIV/0! 19 #DIV/0! 38 0,78 0 0 0 0,00 0,00 0,00

15 MANGGARAI 21 20.482 20.482 54 #DIV/0! 12 #DIV/0! 66 0,32 0 0 0 0,00 0,00 0,00

16 MANGGARAI BARAT 18 6.843 6.815 305 #DIV/0! 380 #DIV/0! 685 10,05 0 0 0 0,00 0,00 0,00

17 SUMBA TIMUR 22 22.047 21.999 1.879 #DIV/0! 1.902 #DIV/0! 3.781 17,19 0 0 0 0,00 0,00 0,00

18 SUMBA TENGAH 8 10.883 10.702 714 #DIV/0! 750 #DIV/0! 1.464 13,68 0 0 0 0,00 0,00 0,00

19 SUMBA BARAT 9 7.701 7.701 869 #DIV/0! 769 #DIV/0! 1.638 21,27 - - 0 0,00 0,00 0,00

20 SUMBA BARAT DAYA 12 20.191 15.938 2.661 #DIV/0! 3.355 #DIV/0! 6.016 37,75 0 0 0 0,00 0,00 0,00

21 ROTE NDAO 12 3.017 3.017 82 #DIV/0! 87 #DIV/0! 169 5,60 0 0 0 0,00 0,00 0,00

22 SABU RAIJUA 6 3.414 3.414 88 #DIV/0! 60 #DIV/0! 148 4,34 0 0 0 0,00 0,00 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 0 0 269.669 0 0 262.883 14.504 #DIV/0! 15.567 #DIV/0! 30.071 11,44 2 0 2 0,014 0 0,007

JUMLAH PENDUDUK BERISIKO 2.577.953 2.625.561 5.203.514

ANGKA KESAKITAN (ANNUAL PARASITE INCIDENCE ) PER 1.000 PENDUDUK BERISIKO 5,63 5,93 5,78
Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
Sumber :Laporan Malaria Tahun 2016
TABEL 23

PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016
PENDERITA FILARIASIS
JUMLAH
NO KABUPATEN KASUS BARU DITEMUKAN JUMLAH SELURUH KASUS
PUSKESMAS
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 KOTA KUPANG 11 0 0 0 0 0 2
2 KUPANG 26 0 0 0 0 0 31
3 TTS 35 0 0 0 0 0 6
4 TTU 26 0 0 0 0 0 17
5 BELU 17 0 0 0 0 0 2
6 MALAKA 17 0 0 0 0 0 23
7 ALOR 24 0 0 0 0 0 167
8 LEMBATA 9 0 0 0 0 0 24
9 FLORES TIMUR 20 0 0 0 0 0 134
10 SIKKA 23 0 0 0 0 0 356
11 ENDE 24 0 0 0 0 0 233
12 NAGEKEO 7 0 0 0 0 0 98
13 NGADA 14 0 0 0 0 0 36
14 MANGGARAI TIMUR 23 0 0 0 0 0 256
15 MANGGARAI 21 0 0 0 0 0 24
16 MANGGARAI BARAT 18 0 0 0 0 0 3
17 SUMBA TIMUR 22 0 0 0 0 0 27
18 SUMBA TENGAH 8 0 0 0 0 0 160
19 SUMBA BARAT 9 0 0 0 0 0 38
20 SUMBA BARAT DAYA 12 0 0 0 0 0 121
21 ROTE NDAO 12 0 0 0 0 0 154
22 SABU RAIJUA 6 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 0 0 0 0 0 1.912
ANGKA KESAKITAN PER 100.000 PENDUDUK (KAB/KOTA) 0 0 37
Sumber: Laporan Filaria Dinkes Prov NTT Tahun 2016
Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 24

PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK ≥ 18 TAHUN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

DILAKUKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH HIPERTENSI/TEKANAN DARAH TINGGI


JUM
LAH JUMLAH PENDUDUK ≥ 18 TAHUN LAKI-LAKI + LAKI-LAKI +
NO KABUPATEN PUS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
KES
MAS LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 KOTA KUPANG 11 24.366 25.019 49.385 21.162 86,85 33.322 133,19 54.484 110,32 4.867 23,00 6.140 18,43 11.007 20,20
2 KUPANG 26 19.919 17.496 37.415 47.952 240,73 81.440 465,48 129.392 345,83 746 1,56 1.000 1,23 1.746 1,35

3 TTS 35 22.216 21.664 43.880 27.312 122,94 37.760 174,30 65.072 148,30 906 3,32 1.283 3,40 2.189 3,36

4 TTU 26 12.682 12.225 24.907 2.355 18,57 4.961 40,58 7.316 29,37 - 0,00 - - - 0,00

5 BELU 17 12.381 12.224 24.605 3.392 27,40 4.769 39,01 8.161 33,17 511 15,06 722 15,14 1.233 15,11

6 MALAKA 17 9.352 9.147 18.499 12.795 136,82 15.401 168,37 28.196 152,42 600 4,69 504 3,27 1.104 3,92
7 ALOR 24 10.464 9.987 20.451 0 0,00 0 0,00 0 0,00 - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0!

8 LEMBATA 9 5.949 5.461 11.410 210 3,53 351 6,43 561 4,92 - 0 - 0 - 0

9 FLORES TIMUR 20 12.990 11.516 24.506 34.671 266,91 84.141 730,64 118.812 484,83 - 0 - 0 - 0

10 SIKKA 23 15.568 15.826 31.394 0 0,00 0 0,00 0 0,00 - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0!

11 ENDE 24 14.268 13.840 28.108 0 0,00 0 0,00 0 0,00 - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0!
12 NAGEKEO 7 6.900 6.274 13.174 0 0,00 0 0,00 0 0,00 - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0!

13 NGADA 14 7.671 6.922 14.593 0 0,00 0 0,00 0 0,00 1.487 #DIV/0! 1.756 #DIV/0! 3.243 #DIV/0!

14 MANGGARAI TIMUR 23 13.428 12.424 25.852 22.377 166,64 29.964 241,18 52.341 202,46 1.114 4,98 1.180 3,94 2.294 4,38

15 MANGGARAI 21 18.506 18.097 36.603 29.562 159,74 55.269 305,40 84.831 231,76 - 0 - 0 - 0

16 MANGGARAI BARAT 18 12.495 11.911 24.406 1.756 14,05 2.242 18,82 3.998 16,38 - 0 - 0 - 0
17 SUMBA TIMUR 22 14.196 13.051 27.247 0 0,00 0 0,00 0 0,00 2.013 #DIV/0! 2.307 #DIV/0! 4.320 #DIV/0!

18 SUMBA TENGAH 8 3.314 2.803 6.117 0 0,00 0 0,00 0 0,00 661 #DIV/0! 659 #DIV/0! 1.320 #DIV/0!

19 SUMBA BARAT 9 7.021 6.403 13.424 0 0,00 0 0,00 0 0,00 - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0!

20 SUMBA BARAT DAYA 12 18.484 16.309 34.793 0 0,00 0 0,00 0 0,00 - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0!

21 ROTE NDAO 12 7.409 6.896 14.305 19.672 265,51 28.890 418,94 48.562 339,48 - 0 - 0 - 0

22 SABU RAIJUA 6 4.893 4.151 9.044 976 19,95 648 15,61 1.624 17,96 - 0 - 0 - 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 274.472 259.646 534.118 224.192 81,68 379.158 146,03 603.350 112,96 12.905 5,76 15.551 4,10 28.456 4,72
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 25

PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUM JUMLAH PENGUNJUNG PUSKESMAS DILAKUKAN PEMERIKSAAN OBESITAS OBESITAS


LAH DAN JARINGANNYA BERUSIA ≥ 15 LAKI-LAKI + LAKI-LAKI +
NO KABUPATEN PUS TAHUN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
KES
LAKI-LAKI +
MAS LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 KOTA KUPANG 11 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

2 KUPANG 26 70.581 87.284 157.865 14.234 20,17 18.215 20,87 32.449 20,55 404 2,84 582 3,19517 986 3,04

3 TTS 35 2.939 4.124 7.063 1.147 39,03 2.370 57,47 3.517 49,79 208 18,13 217 9,15612 425 12,08

4 TTU 26 25.867 46.141 72.008 151 0,58 1.068 2,31 1.219 1,69 11 7,28 47 4,40075 58 4,76

5 BELU 17 43.301 92.919 136.220 1.841 4,25 2.691 2,90 4.532 3,33 179 9,72 446 16,5738 625 13,79

6 MALAKA 17 10.574 11.944 22.518 1.405 13,29 1.885 15,78 3.290 14,61 2 0,14 1 0,05305 3 0,09

7 ALOR 24 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

8 LEMBATA 9 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

9 FLORES TIMUR 20 38.417 90.962 129.379 1.619 4,21 4.657 5,12 6.276 4,85 0 - 0 0 0 -

10 SIKKA 23 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

11 ENDE 24 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

12 NAGEKEO 7 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

13 NGADA 14 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

14 MANGGARAI TIMUR 23 72.445 85.255 157.700 3.008 4,15 3.936 4,62 6.944 4,40 0 - 29 0,73679 29 0,42

15 MANGGARAI 21 33.748 41.289 75.037 1.390 4,12 2.143 5,19 3.533 4,71 0 - 0 0 0 -

16 MANGGARAI BARAT 18 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

17 SUMBA TIMUR 22 0 0 0 4 #DIV/0! 10 #DIV/0! 14 #DIV/0! 4 100,00 10 100 14 100,00

18 SUMBA TENGAH 8 0 0 0 6 #DIV/0! 14 #DIV/0! 20 #DIV/0! 0 - 0 0 0 -

19 SUMBA BARAT 9 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

20 SUMBA BARAT DAYA 12 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

21 ROTE NDAO 12 24.921 46.417 71.338 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

22 SABU RAIJUA 6 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 322.793 506.335 829.128 24.805 7,68 36.989 7,31 61.794 7,45 808 3,26 1.332 3,60 2.140 3,46
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 26

CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE)
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

PEMERIKSAAN LEHER RAHIM


JUMLAH PEREMPUAN IVA POSITIF TUMOR/BENJOLAN
NO KABUPATEN DAN PAYUDARA
PUSKESMAS USIA 30-50 TAHUN
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 KOTA KUPANG 11 99.682 1.757 2 38 2,16 0 0,00

2 KUPANG 26 84.669 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

3 TTS 35 112.213 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

4 TTU 26 59.501 1.277 2 68 5,32 43 3,37


5 BELU 17 47.420 303 1 8 2,64 8 2,64

6 MALAKA 17 41.895 165 0 8 4,85 0 0,18


7 ALOR 24 47.835 245 1 61 24,90 0 0,00
8 LEMBATA 9 32.179 0 0 40 #DIV/0! 9 #DIV/0!

9 FLORES TIMUR 20 58.551 - 0 - #DIV/0! - #DIV/0!


10 SIKKA 23 76461 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

11 ENDE 24 66.633 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!


12 NAGEKEO 7 35.431 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0!

13 NGADA 14 39.215 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!


14 MANGGARAI TIMUR 23 69.835 714 1 110 15,41 7 0,98
15 MANGGARAI 21 75.028 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

16 MANGGARAI BARAT 18 61.001 138 0 0 0,00 0 0,00


17 SUMBA TIMUR 22 57.252 293 1 7 2,39 4 1,37

18 SUMBA TENGAH 8 16.227 334 2 334 100,00 0 0,00


19 SUMBA BARAT 9 27.818 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
20 SUMBA BARAT DAYA 12 68.843 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

21 ROTE NDAO 12 34.626 139 0 0 0,00 0 0,00

22 SABU RAIJUA 6 18.539 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!


JUMLAH (KAB/KOTA) 384 1.230.854 5.365 0 674 12,56 71 1,33
Sumber: …Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
Ket: IVA: Inspeksi Visual dengan Asam asetat
CBE: Clinical Breast Examination
TABEL 27 Lanjutan

JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH JUMLAH PENDUDUK


KELOMPOK UMUR PENDERITA ATTACK RATE (%) CFR (%)
KEMATIAN TERANCAM

45- 55- 60-


15- 20- 70+
10-14 54 59 69
19 44 TH L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
THN TH TH TH
THN THN N
N N N
16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

257 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - - -


197 38 13 18 4 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - - -

8 0 0 0 0 0 0 1 1 294 319 613 1,70 2,19 1,96 - 14,29 8,33


8 0 0 0 0 0 0 0 0 124 153 277 2,42 3,27 2,89 - - -

0 868 886 1.754 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - - -

0 0 0 0 1 1 2 2 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 100,00 #DIV/0! 100,00


0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
8 7 7 13 4 1 1 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - 3,13 1,85
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - - -

40 117 114 27 10 6 0 0 1 1 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - 0,56 0,26


4 7 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - - -

0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 797 796 1.593 0,13 - 0,06 100,00 #DIV/0! 100,00


1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1.343 1.278 2.621 0,07 - 0,04 100,00 #DIV/0! 100,00
1 0 5 0 1 0 0 0 0 0 589 574 1.163 1,02 1,22 1,12 - - -
0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 431 486 917 0,23 - 0,11 100,00 #DIV/0! 100,00
525 169 147 58 16 10 1 5 3 8 4.446 4.492 8.938 11,29 13,74 12,52 1,00 0,49 0,71
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 28

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH KLB DI DESA/KELURAHAN


NO KABUPATEN
PUSKESMAS JUMLAH DITANGANI <24 JAM %
1 2 3 4 5 6
1 KOTA KUPANG 11 0 0 #DIV/0!
2 KUPANG 26 0 0 #DIV/0!
3 TTS 35 2 2 100
4 TTU 26 0 0 #DIV/0!
5 BELU 17 0 0 #DIV/0!
6 MALAKA 17 5 1 20
7 ALOR 24 2 2 100
8 LEMBATA 9 0 0 #DIV/0!
9 FLORES TIMUR 20 0 0 #DIV/0!
10 SIKKA 23 1 1 100
11 ENDE 24 0 0 #DIV/0!
12 NAGEKEO 7 0 0 #DIV/0!
13 NGADA 14 4 4 100
14 MANGGARAI TIMUR 23 0 0 #DIV/0!
15 MANGGARAI 21 4 4 100
16 MANGGARAI BARAT 18 25 25 100
17 SUMBA TIMUR 22 0 0 #DIV/0!
18 SUMBA TENGAH 8 0 0 #DIV/0!
19 SUMBA BARAT 9 0 0 #DIV/0!
20 SUMBA BARAT DAYA 12 0 0 #DIV/0!
21 ROTE NDAO 12 0 0 #DIV/0!
22 SABU RAIJUA 6 0 0 #DIV/0!
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 43 39 90,70
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 29

CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

IBU HAMIL IBU BERSALIN/NIFAS


JUMLAH PERSALINAN MENDAPAT IBU NIFAS
NO KABUPATEN K1 K4
PUSKESM
JUMLAH JUMLAH DITOLONG NAKES YANKES NIFAS MENDAPAT VIT A
AS
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 KOTA KUPANG 11 9.186 9.054 98,6 7.705 83,9 8.769 8.057 91,9 7.859 89,6 8.190 93,40
2 KUPANG 26 10.224 6.693 65,5 4.809 47,0 9.760 5.370 55,0 5.972 61,2 5.942 60,88
3 TTS 35 13.936 9.366 67,2 7.278 52,2 13.302 7.204 54,2 7.234 54,4 7.289 54,79
4 TTU 26 6.898 5.782 83,8 4.449 64,5 6.585 5.185 78,7 5.039 76,5 5.188 78,79

5 BELU 17 5.710 4.851 85,0 3.697 64,7 5.451 4.263 78,2 4.189 76,9 4.328 79,40
6 MALAKA 17 5.035 3.708 73,6 2.405 47,8 4.806 3.409 70,9 3.454 71,9 3.439 71,56

7 ALOR 24 6.062 4.644 76,6 3.761 62,0 5.787 3.429 59,3 3.429 59,3 3.673 63,47
8 LEMBATA 9 3.686 2.358 64,0 1.401 38,0 3.519 2.135 60,7 2.070 58,8 2.193 62,33

9 FLORES TIMUR 20 6.118 4.148 67,8 3.378 55,2 5.840 3.971 68,0 3.630 62,2 4.006 68,59
10 SIKKA 23 7.736 5.476 70,8 4.020 52,0 7.385 5.160 69,9 4.821 65,3 5.206 70,50
11 ENDE 24 6.609 4.743 71,8 2.931 44,3 6.308 4.195 66,5 4.072 64,5 3.824 60,62
12 NAGEKEO 7 3.856 2.728 70,8 2.025 52,5 3.680 2.650 72,0 2.688 73,0 2.688 73,04
13 NGADA 14 4.279 2.572 60,1 2.179 50,9 4.085 2.705 66,2 2.628 64,3 2.735 66,96
14 MANGGARAI TIMUR 23 7.973 5.778 72,5 4.521,0 56,7 7.610 4.735 62,2 4.906 64,5 5.053 66,40

15 MANGGARAI 21 9.310 6.206 66,7 4.914 52,8 8.887 5.994 67,4 5.565 62,6 6.115 68,81

16 MANGGARAI BARAT 18 8.094 5.282 65,3 4.545 56,2 7.726 4.558 59,0 4.864 63,0 4.970 64,33
17 SUMBA TIMUR 22 7.676 5.154 67,1 3.101 40,4 7.327 4.421 60,3 4.323 59,0 4.633 63,23
18 SUMBA TENGAH 8 2.401 1.545 64,3 1.257 52,3 2.292 1.253 54,7 1.336 58,3 1.328 57,94

19 SUMBA BARAT 9 4.057 1.954 48,2 1.260 31,1 3.872 1.527 39,4 1.293 33,4 1.407 36,33
20 SUMBA BARAT DAYA 12 11.989 6.834 57,0 3.482 29,0 11.444 3.593 31,4 4.316 37,7 4.471 39,07
21 ROTE NDAO 12 4.769 2.497 52,4 1.669 35,0 4.552 1.843 40,5 2.182 47,9 1.909 41,94
22 SABU RAIJUA 6 2.949 1.592 54,0 892 30,2 2.815 1.003 35,6 1.299 46,1 1.364 48,45385
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 148.552 102.965 69,3 75.679 50,9 141.800 86.660 61,1 87.169 61,5 89.951 63,43

Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016


TABEL 30

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016
IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL
JUMLAH JUMLAH IBU
NO KABUPATEN TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+
PUSKESMAS HAMIL
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1 KOTA KUPANG 11 9.186 4.360 47,5 3.288 35,8 2.460 26,8 1.587 17,3 1.317 14,3 8.652 94,2

2 KUPANG 26 10.224 2.257 22,1 1.880 18,4 673 6,6 410 4,0 318 3,1 3.281 32,1

3 TTS 35 13.936 1.684 12,1 1.300 9,3 935 6,7 540 3,9 536 3,8 3.311 23,8

4 TTU 26 6.898 1.083 15,7 837 12,1 849 12,3 548 7,9 600 8,7 2.834 41,1

5 BELU 17 5.710 1.091 19,1 918 16,1 560 9,8 274 4,8 364 6,4 2.116 37,1

6 MALAKA 17 5.035 831 16,5 657 13,0 366 7,3 156 3,1 103 2,0 1.282 25,5

7 ALOR 24 6.062 1.267 20,9 933 15,4 0 - 0 - 571 9,4 1.504 24,8

8 LEMBATA 9 3.686 505 13,7 377 10,2 256 6,9 178 4,8 140 3,8 951 25,8

9 FLORES TIMUR 20 6.118 1.345 22,0 1.101 18,0 645 10,5 336 5,5 687 11,2 2.769 45,3

10 SIKKA 23 7.736 1.040 13,4 1.000 12,9 563 7,3 356 4,6 455 5,9 2.374 30,7

11 ENDE 24 6.609 2.361 35,7 2.045 30,9 856 13,0 285 4,3 195 3,0 3.381 51,2

12 NAGEKEO 7 3.856 693 18,0 580 15,0 289 7,5 159 4,1 172 4,5 1.200 31,1

13 NGADA 14 4.279 660 15,4 437 10,2 408 9,5 226 5,3 313 7,3 1.384 32,3

14 MANGGARAI TIMUR 23 7.973 0 - 0 - 1.097 13,8 764 9,6 500 6,3 2.361 29,6

15 MANGGARAI 21 9.310 3.779 40,6 3.189 34,3 424 4,6 121 1,3 326 3,5 4.060 43,6

16 MANGGARAI BARAT 18 8.094 42 0,5 49 0,6 35 0,4 43 0,5 21 0,3 148 1,8

17 SUMBA TIMUR 22 7.676 2.083 27,1 1.750 22,8 0 - 0 - 0 - 1.750 22,8

18 SUMBA TENGAH 8 2.401 626 26,1 429 17,9 109 4,5 19 0,8 25 1,0 582 24,2

19 SUMBA BARAT 9 4.057 792 19,5 652 16,1 559 13,8 367 9,0 366 9,0 1.944 47,9

20 SUMBA BARAT DAYA 12 11.989 2.045 17,1 1.677 14,0 977 8,1 714 6,0 738 6,2 4.106 34,2

21 ROTE NDAO 12 4.769 1.034 21,7 777 16,3 330 6,9 143 3,0 159 3,3 1.409 29,5

22 SABU RAIJUA 6 2.949 624 21,2 470 15,9 18 0,6 10 0,3 49 1,7 547 18,5

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 148.552 30.202 20,3 24.346 16,4 12.409 8,4 7.236 4,9 7.955 5,4 51.946 35,0

Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016


TABEL 31

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS


JUMLAH JUMLAH WUS
NO KABUPATEN TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5
PUSKESMAS (15-39 TAHUN)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

1 KOTA KUPANG 11 101.157 172 0,2 155 0,2 71 0,1 24 0,0 12 0,0
2 KUPANG 26 67.328 2.257 3,4 1.880 2,8 781 1,2 410 0,6 318 0,5

3 TTS 35 86.131 56 0,1 65 0,1 94 0,1 72 0,1 45 0,1

4 TTU 26 47.161 1.083 2,3 837 1,8 849 1,8 548 1,2 600 1,3

5 BELU 17 42.504 28 0,1 22 0,1 21 0,1 12 0,0 12 0,0


6 MALAKA 17 33.570 286 0,9 280 0,8 146 0,4 95 0,3 51 0,2
7 ALOR 24 39.794 1.267 3,2 933 2,3 0 - 0 - 571 1,4
8 LEMBATA 9 23.765 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
9 FLORES TIMUR 20 43.497 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 -

10 SIKKA 23 62.991 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
11 ENDE 24 55.447 2.882 5,2 2.318 4,2 553 1,0 167 0,3 86 0,2
12 NAGEKEO 7 25.843 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
13 NGADA 14 29.316 179 1,2 52 0,3 67 0,4 55 0,4 42 0,1
14 MANGGARAI TIMUR 23 53.405 0 - 0 - 124 0,3 44 0,1 24 0,0
15 MANGGARAI 21 64.759 3.455 5,3 2.837 4,4 448 0,7 16 0,0 288 0,4

16 MANGGARAI BARAT 18 49.338 6 0,0 8 0,0 22 0,0 5 0,0 2 0,0


17 SUMBA TIMUR 22 47.821 29 0,1 24 0,1 0 - 0 - 0 -

18 SUMBA TENGAH 8 11.833 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -


19 SUMBA BARAT 9 22.625 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 -

20 SUMBA BARAT DAYA 12 58.079 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 714 #DIV/0! 738 1,3
21 ROTE NDAO 12 28.352 1.369 4,8 1.374 4,8 990 3,5 866 3,1 975 3,4
22 SABU RAIJUA 6 14.693 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 1.009.409 13.069 1,3 10.785 1,1 4.166 0,4 3.028 0,3 3.764 0,4

Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016


TABEL 32

JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH JUMLAH FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET)


NO KABUPATEN
PUSKESMAS IBU HAMIL JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 KOTA KUPANG 11 9.186 0,00 9.054 98,56
2 KUPANG 26 10.224 0 6.129 59,95
3 TTS 35 13.936 0 8.218 58,97
4 TTU 26 6.898 0 5.782 83,82
5 BELU 17 5.710 0 4.952 86,72
6 MALAKA 17 5.035 0 3.691 73,31
7 ALOR 24 6.062 0 4.644 76,61
8 LEMBATA 9 3.686 0 2.338 63,43
9 FLORES TIMUR 20 6.118 0 2.640 43,15
10 SIKKA 23 7.736 0 5.476 70,79
11 ENDE 24 6.609 0 4.493 67,99
12 NAGEKEO 7 3.856 0 2.720 70,55
13 NGADA 14 4.279 0 2.700 63,10
14 MANGGARAI TIMUR 23 7.973 0 4.967 62,30
15 MANGGARAI 21 9.310 0 6.115 65,68
16 MANGGARAI BARAT 18 8.094 0 5.264 65,04
17 SUMBA TIMUR 22 7.676 0 2.816 36,69
18 SUMBA TENGAH 8 2.401 0 1.262 52,55
19 SUMBA BARAT 9 4.057 0 1.151 28,37
20 SUMBA BARAT DAYA 12 11.989 0 6.745 56,26
21 ROTE NDAO 12 4.769 0 1.948 40,85
22 SABU RAIJUA 6 2.949 0 1.025 34,76
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 148.552 - 0 94.130 63,37
Sumber : Laporan F1-F3 Dinkes Provinsi Tahun 2016
TABEL 33

JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL


MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

NO KABUPATEN JUM JUMLAH PERKIRA PENANGANAN PERKIRAAN NEONATAL PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL
LAH IBU AN BUMIL KOMPLIKASI JUMLAH BAYI KOMPLIKASI
PUS HAMIL DENGAN KEBIDANAN L P L+P
KES KOMPLI
MAS KASI
KEBIDAN
S % L P L+P L P L+P S % S % S %
AN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

1 KOTA KUPANG 11 9.186 1.837 1.135 62 4.209 4.394 8.304 625 621 1.246 108 17,3 114 18,4 222 17,8
2 KUPANG 26 10.224 2.045 728 36 4.538 4.299 8.837 681 645 1.326 134 19,7 123 19,1 257 19,4
3 TTS 35 13.936 2.787 1.216 51 6.260 6.104 8.216 609 624 1.232 186 30,6 231 37,0 417 33,8
4 TTU 26 6.898 1.380 680 49,3 2.960 2.820 5.780 444 423 867 - 0,0 - 0,0 536 61,8
5 BELU 17 5.710 1.142 848 77 2.377 2.337 4.257 331 308 639 195 59,0 192 62,3 387 60,6
6 MALAKA 17 5.035 1.007 470 58 1.935 1.929 3.362 169 194 426 98 58,1 109 56,3 199 46,7
7 ALOR 24 6.062 1.212 100 8 2.911 2.816 5.727 437 422 859 60 13,7 40 9,5 100 11,6
8 LEMBATA 9 3.686 737 339 46 1.606 1.507 3.113 241 226 467 65 27,0 72 31,9 137 29,3
9 FLORES TIMUR 20 6.118 1.224 830 100 2.629 2.408 3.985 307 291 598 307 100,0 291 100,0 598 100,0
10 SIKKA 23 7.736 1.547 985 64 3.369 3.217 5.181 401 376 777 - 0,0 - 0,0 415 53,4
11 ENDE 24 6.609 1.322 545 55 3.018 2.855 4.319 291 357 648 27 9,3 46 12,9 73 11,3
12 NAGEKEO 7 3.856 771 510 62 1.748 1.649 2.692 194 209 404 60 30,9 78 37,2 138 34,2
13 NGADA 14 4.279 856 698 108 1.852 1.714 2.699 211 194 405 124 58,8 88 45,4 212 52,4
14 MANGGARAI TIMUR 23 7.973 1.595 722 43 3.244 3.016 6.000 461 439 900 48 10,4 41 9,3 89 9,9
15 MANGGARAI 21 9.310 1.862 1.432 113 4.061 3.815 6.182 466 461 927 131 28,1 134 29,1 265 28,6
16 MANGGARAI BARAT 18 8.094 1.619 697 44 3.282 3.262 4.933 389 351 740 - 0,0 - 0,0 298 40,3
17 SUMBA TIMUR 22 7.676 1.535 777 54 3.785 3.588 4.724 369 339 709 131 0,0 134 0,0 106 15,0
18 SUMBA TENGAH 8 2.401 480 125 26 1.064 1.071 2.135 160 161 320 34 21,3 34 21,2 68 21,2
19 SUMBA BARAT 9 4.057 811 - - 1.865 1.802 577 181 162 343 - 0,0 - 0,0 60 17,5
20 SUMBA BARAT DAYA 12 11.989 2.398 269 11 5.501 5.232 4.870 384 347 731 - 0,0 - 0,0 120 16,4
21 ROTE NDAO 12 4.769 954 415 44 2.207 2.145 4.352 331 322 653 54 16,3 43 13,4 97 14,9
22 SABU RAIJUA 6 2.949 590 11 2 1.445 1.358 2.803 217 204 420 12 5,5 11 5,4 23 5,5
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 148.552 29.710 13.532 46 65.866 63.338 103.048 7.897 7.675 15.635 1.774 22,5 1.781 23,2 4.817 30,8
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 34
PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

PESERTA KB AKTIF
JUM
MKJP NON MKJP
LAH %
MKJP +
NO KABUPATEN PUS OBAT MKJP
IM KON LAIN NON
KES IUD % MOP % MOW % % JUMLAH % % SUNTIK % PIL % VAGI % % JUMLAH % + NON
PLAN DOM NYA MKJP
MAS NA MKJP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

1 KOTA KUPANG 11 1.535 6,3 2 0,0 870 3,5 2.271 9,3 4.678 19,1 607 2,5 15.416 62,8 3.836 15,6 0 0,0 0 0,0 19.859 80,9 24.537 100,0

2 KUPANG 26 432 0,9 21 0,0 522 1,1 2.838 5,7 3.813 7,7 215 0,4 42.820 86,6 2.590 5,2 0 0,0 0 0,0 45.625 92,3 49.438 100,0

3 TTS 35 1.342 2,5 1.251 2,3 1.061 2,0 11.402 21,1 15.056 27,9 386 0,7 35.592 65,9 2.947 5,5 0 0,0 0 0,0 38.925 72,1 53.981 100,0

4 TTU 26 680 3,7 5 0,0 601 3,2 3.562 19,2 4.848 26,1 54 0,3 12.667 68,1 1.026 5,5 0 0,0 0 0,0 13.747 73,9 18.595 100,0

5 BELU 17 578 3,6 94 0,6 957 6,0 1.072 6,7 2.701 16,9 68 0,4 12.274 77,0 903 5,7 0 0,0 0 0,0 13.245 83,1 15.946 100,0

6 MALAKA 17 127 1,0 39 0,3 257 2,0 964 7,4 1.387 10,6 35 0,3 11.008 84,3 623 4,8 0 0,0 0 0,0 11.666 89,4 13.053 100,0

7 ALOR 24 92 2,2 0 0,0 0 0,0 145 3,4 237 5,6 803 ### 2.789 66,1 389 9,2 0 0,0 0 0,0 3.981 94,4 4.218 100,0

8 LEMBATA 9 323 3,6 7 0,1 1.002 11,2 2.618 29,4 3.950 44,3 188 2,1 3.653 41,0 1.121 12,6 0 0,0 0 0,0 4.962 55,7 8.912 100,0

9 FLORES TIMUR 20 1.313 4,7 86 0,3 1.206 9,4 3.586 27,7 6.191 42,0 281 1,5 6.037 47,2 1.252 9,2 16 0,1 0 0,0 7.586 55,1 13.777 97,1

10 SIKKA 23 3.420 13,1 65 0,2 1.513 5,8 4.990 19,1 9.988 38,2 538 2,1 13.066 49,9 2.588 9,9 0 0,0 0 0,0 16.192 61,8 26.180 100,0

11 ENDE 24 3.078 12,2 18 0,1 1.663 6,6 3.156 12,5 7.915 31,3 698 2,8 13.446 53,2 3.162 12,5 2 0,0 46 0,2 17.354 68,7 25.269 100,0

12 NAGEKEO 7 602 9,1 56 0,8 1.129 17,0 1.636 24,7 3.423 51,7 164 2,5 2.387 36,0 648 9,8 0 0,0 0 0,0 3.199 48,3 6.622 100,0

13 NGADA 14 1.175 11,3 25 0,2 982 9,4 2.628 25,2 4.810 46,2 121 1,2 4.680 45,0 798 7,7 0 0,0 0 0,0 5.599 53,8 10.409 100,0
MANGGARAI
14 23 4.579 13,0 37 0,1 1.066 3,0 3.881 11,1 9.563 27,3 311 0,9 16.975 48,4 8.243 23,5 0 0,0 0 0,0 25.529 72,7 35.092 100,0
TIMUR

15 MANGGARAI 21 9.080 27,0 18 0,1 1.851 5,5 3.193 9,5 14.142 42,1 104 0,3 13.319 39,7 6.022 17,9 0 0,0 0 0,0 19.445 57,9 33.587 100,0
MANGGARAI
16 18 1.892 6,6 0 0,0 164 0,6 1.697 5,9 3.753 13,2 98 0,3 15.483 54,3 8.825 30,9 0 0,0 0 0,0 24.406 85,5 28.534 98,7
BARAT

17 SUMBA TIMUR 22 1.101 5,7 8 0,0 1.426 7,4 1.697 41,9 10.646 55,1 98 0,4 15.843 38,7 8.825 5,8 0 0,0 0 0,0 8.691 44,9 19.337 100,0

18 SUMBA TENGAH 8 975 10,3 0 0,0 1.328 14,0 1.527 16,1 3.830 40,4 1.318 ### 1.891 19,9 2.055 21,7 0 0,0 396 4,2 5.660 59,6 9.490 100,0

19 SUMBA BARAT 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SUMBA BARAT
20 12 2.473 13,9 17 0,1 1.713 9,7 8.634 48,6 12.837 72,3 52 0,3 4.252 24,0 610 3,4 0 0,0 0 0,0 4.914 27,7 17.751 100,0
DAYA

21 ROTE NDAO 12 103 0,4 14.041 54,7 786 3,1 3.504 13,7 18.434 71,8 141 0,5 5.994 23,4 1.091 4,3 0 0,0 0 0,0 7.226 28,2 25.660 100,0

22 SABU RAIJUA 6 8 0,1 0 0,0 0 0,0 259 2,9 267 3,0 227 2,6 6.713 75,9 1.636 18,5 0 0,0 0,0 8.576 97,0 8.843 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 34.908 7,6 15.790 3,4 20.097 4,4 65.260 14,2 136.055 29,7 6.507 1,4 256.305 55,9 59.190 12,9 18 0,0 442 0,1 322.462 70,3 458.517 100,0
Sumber: Profil Dinas Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 35

PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUM PESERTA KB BARU


LAH MKJP NON MKJP %
OBA MKJP +
NO KABUPATEN PUS LAI MKJP
KON T JUMLA NON
KES IUD % MOP % MOW % IMPLAN % JUMLAH % % SUNTIK % PIL % % N % % + NON
DOM VAGI H MKJP
MAS NYA MKJP
NA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

1 KOTA KUPANG 11 291 7,4 0 0,0 8 0,2 975 24,9 1.274 32,6 140 3,6 2.198 56,2 299 7,6 0 0,0 0 0,0 2.637 67,4 3.911 100,0

2 KUPANG 26 77 1,3 15 0,3 115 1,9 1.038 17,5 1.245 21,0 1.245 21,0 74 1,2 2.750 46,3 625 10,5 0 0,0 4.694 79,0 5.939 100,0

3 TTS 35 51 0,7 9 0,1 155 2,3 1.608 23,4 1.823 26,5 41 0,6 4.491 65,3 519 7,6 0 0,0 0 0,0 5.051 73,5 6.874 100,0

4 TTU 26 80 2,3 3 0,1 78 2,2 668 18,8 829 23,3 22 0,6 2.390 67,2 313 8,8 0 0,0 0 0,0 2.725 76,7 3.554 100,0

5 BELU 17 77 2,7 0 0,0 141 4,9 286 10,0 504 17,7 12 0,4 2.151 75,4 185 6,5 0 0,0 0 0,0 2.348 82,3 2.852 100,0

6 MALAKA 17 23 1,0 10 0,4 71 3,0 552 23,4 656 27,8 125 5,3 1.463 62,1 112 4,8 0 0,0 0 0,0 1.700 72,2 2.356 100,0

7 ALOR 24 92 2,1 92 2,1 0 0,0 145 3,4 329 7,6 803 18,6 2.789 64,7 389 9,0 0 0,0 0 0,0 3.981 92,4 4.310 100,0

8 LEMBATA 9 50 2,6 9 0,5 47 2,5 668 35,4 774 41,0 67 3,6 785 41,6 261 13,8 0 0,0 0 0,0 1.113 59,0 1.887 100,0

9 FLORES TIMUR 20 268 8,9 2 0,1 126 4,2 849 28,2 1.245 41,4 62 2,1 1.434 47,7 268 8,9 0 0,0 0 0,0 1.764 58,6 3.009 100,0

10 SIKKA 23 376 8,5 2 0,0 104 2,4 1.222 27,8 1.704 38,7 153 3,5 2.057 46,7 488 11,1 0 0,0 0 0,0 2.698 61,3 4.402 100,0

11 ENDE 24 235 10,2 18 0,8 100 4,3 447 19,3 800 34,6 89 3,8 1.124 48,6 299 12,9 2 0,1 0 0,0 1.514 65,4 2.314 100,0

12 NAGEKEO 7 49 3,5 0 0,0 303 21,4 370 26,2 722 51,1 89 6,3 441 31,2 161 11,4 0 0,0 0 0,0 691 48,9 1.413 100,0

13 NGADA 14 92 4,5 0 0,0 46 2,2 628 30,6 766 37,3 33 1,6 979 47,7 275 13,4 0 0,0 0 0,0 1.287 62,7 2.053 100,0
MANGGARAI
14 23 725 11,6 0 0,0 54 0,9 1.458 23,4 2.237 35,9 91 1,5 2.652 42,6 1.250 20,1 0 0,0 0 0,0 3.993 64,1 6.230 100,0
TIMUR
15 MANGGARAI 21 973 20,7 9 0,2 89 1,9 663 14,1 1.734 36,8 33 0,7 2.408 51,2 531 11,3 0 0,0 0 0,0 2.972 63,2 4.706 100,0
MANGGARAI
16 18 250 12,2 0 0,0 27 1,3 104 5,1 381 18,7 39 1,9 1.256 61,5 366 17,9 0 0,0 0 0,0 1.661 81,3 2.042 100,0
BARAT
17 SUMBA TIMUR 22 75 4,0 0 0,0 27 1,4 104 5,6 206 11,0 39 2,1 1.256 67,3 366 19,6 0 0,0 0 0,0 1.661 89,0 1.867 100,0
SUMBA
18 8 144 10,7 0 0,0 171 12,7 273 20,3 588 43,8 186 13,8 258 19,2 312 23,2 0 0,0 0 0,0 756 56,3 1.344 100,0
TENGAH
19 SUMBA BARAT 9 1 1,4 0 0,0 8 11,6 8 11,6 17 24,6 6 8,7 43 62,3 3 4,3 0 0,0 0 0,0 52 75,4 69 100,0
SUMBA BARAT
20 12 172 4,5 2 0,1 122 3,2 1.883 49,7 2.179 57,5 7 0,2 1.519 40,1 83 2,2 0 0,0 0 0,0 1.609 42,5 3.788 100,0
DAYA
21 ROTE NDAO 12 10 0,4 1 0,0 4 0,2 857 34,1 872 34,7 46 1,8 1.382 55,0 214 8,5 0 0,0 0 0,0 1.642 65,3 2.514 100,0

22 SABU RAIJUA 6 6 0,4 0 0,0 0 0,0 149 10,6 155 11,0 75 5,3 910 64,5 270 19,1 0 0,0 0 0,0 1.255 89,0 1.410 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 4.117 6,0 172 0,2 1.796 2,6 14.955 21,7 21.040 30,6 3.403 4,9 34.060 49,5 9.714 14,1 627 0,9 0 0,0 47.804 69,4 68.844 100,0
Sumber: Profil Dinas Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 36

JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH PESERTA KB BARU PESERTA KB AKTIF


NO KABUPATEN JUMLAH PUS
PUSKESMAS JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 KOTA KUPANG 11 46.218 3.911 8,5 24.789 53,6
2 KUPANG 26 55.034 5.939 10,8 49.438 89,8
3 TTS 35 84.844 6.874 8,1 53.981 63,6
4 TTU 26 45.982 3.554 7,7 18.595 40,4
5 BELU 17 24.208 2.852 11,8 15.946 65,9
6 MALAKA 17 29.319 2.356 7,1 14.861 50,7
7 ALOR 24 33.620 4.310 12,8 6.599 19,6
8 LEMBATA 9 1.887 1.887 100,0 8.912 472,3
9 FLORES TIMUR 20 31.328 3.009 9,6 13.777 44,0
10 SIKKA 23 44.346 4.402 9,9 26.180 59,0
11 ENDE 24 45.097 2.314 5,1 41.903 92,9
12 NAGEKEO 7 18.863 1.413 7,5 6.382 33,8
13 NGADA 14 19.891 2.053 10,3 10.409 52,3
14 MANGGARAI TIMUR 23 44.527 6.230 14,0 35.092 78,8
15 MANGGARAI 21 54.224 4.706 8,7 33.587 61,9
16 MANGGARAI BARAT 18 46.849 2.042 4,4 31.404 67,0
17 SUMBA TIMUR 22 33.998 1.867 5,5 19.337 56,9
18 SUMBA TENGAH 8 13.820 1.344 9,7 9.490 68,7
19 SUMBA BARAT 9 23.453 69 0,3 231 1,0
20 SUMBA BARAT DAYA 12 62.372 3.788 6,1 17.751 28,5
21 ROTE NDAO 12 27.487 2.514 9,1 11.625 42,3
22 SABU RAIJUA 6 15.420 1.410 9,1 8.843 57,3
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 802.787 68.844 8,6 459.132 57,2
Sumber: Profil Dinas Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 37

BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

BAYI BARU LAHIR DITIMBANG BBLR


JUMLAH JUMLAH LAHIR HIDUP
NO KABUPATEN L P L+P L P L+P
PUSKESMAS
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 KOTA KUPANG 11 0 0 8.351 4.165 #DIV/0! 4.139 #DIV/0! 8.304 99,4 152 3,6 158 3,8 310 3,7

2 KUPANG 26 0 0 9.295 3.035 #DIV/0! 2.766 #DIV/0! 5.801 62,4 146 4,8 145 5,2 291 5,0

3 TTS 35 0 0 12.669 3.418 #DIV/0! 3.194 #DIV/0! 6.612 52,2 261 7,6 287 9,0 548 8,3

4 TTU 26 0 0 6.271 2.764 #DIV/0! 2.480 #DIV/0! 5.244 83,6 231 8,4 250 10,1 481 9,2

5 BELU 17 0 0 5.191 2.288 #DIV/0! 2.135 #DIV/0! 4.423 85,2 174 7,6 167 7,8 341 7,7

6 MALAKA 17 0 0 4.577 1.714 #DIV/0! 1.777 #DIV/0! 3.491 76,3 99 5,8 115 6,5 214 6,1

7 ALOR 24 0 0 5.511 2.287 #DIV/0! 2.428 #DIV/0! 4.715 85,6 10 0,4 11 0,5 21 0,4

8 LEMBATA 9 0 0 3.351 1.162 #DIV/0! 1.030 #DIV/0! 2.192 65,4 112 9,6 122 11,8 234 10,7

9 FLORES TIMUR 20 0 0 5.562 2.045 #DIV/0! 1.940 #DIV/0! 3.985 71,6 136 6,7 185 9,5 321 8,1

10 SIKKA 23 0 0 7.033 2.676 #DIV/0! 2.505 #DIV/0! 5.181 73,7 205 7,7 271 10,8 476 9,2

11 ENDE 24 0 0 6.008 2.076 #DIV/0! 2.233 #DIV/0! 4.309 71,7 219 10,5 304 13,6 523 12,1

12 NAGEKEO 7 0 0 3.505 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0,0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

13 NGADA 14 0 0 3.890 1.406 #DIV/0! 1.293 #DIV/0! 2.699 69,4 86 6,1 71 5,5 157 5,8

14 MANGGARAI TIMUR 23 0 0 7.248 2.520 #DIV/0! 2.306 #DIV/0! 4.826 66,6 43 1,7 30 1,3 73 1,5

15 MANGGARAI 21 0 0 8.464 3.107 #DIV/0! 3.075 #DIV/0! 6.182 73,0 143 4,6 148 4,8 291 4,7

16 MANGGARAI BARAT 18 0 0 7.358 2.075 #DIV/0! 2.053 #DIV/0! 4.128 56,1 111 5,3 116 5,7 227 5,5

17 SUMBA TIMUR 22 0 0 6.978 2.075 #DIV/0! 2.053 #DIV/0! 4.128 59,2 111 5,3 116 5,7 227 5,5

18 SUMBA TENGAH 8 0 0 2.183 633 #DIV/0! 660 #DIV/0! 1.293 59,2 27 4,3 28 4,2 55 4,3

19 SUMBA BARAT 9 0 0 3.688 1.207 #DIV/0! 1.080 #DIV/0! 2.287 62,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

20 SUMBA BARAT DAYA 12 0 0 10.899 2.354 #DIV/0! 2.124 #DIV/0! 4.478 41,1 0 0,0 2 0,1 2 0,0

21 ROTE NDAO 12 0 0 4.335 1.219 #DIV/0! 996 #DIV/0! 2.215 51,1 75 6,2 76 7,6 151 6,8

22 SABU RAIJUA 6 0 0 2.681 452 #DIV/0! 485 #DIV/0! 937 34,9 0 0,0 0 0,0 0 0,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 0 0 135.048 44.678 #DIV/0! 42.752 #DIV/0! 87.430 64,7 2.341 5,2 2.602 6,1 4.943 5,7
Sumber: Profil Dinas Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 38

CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

KUNJUNGAN NEONATAL 1 KALI (KN1) KUNJUNGAN NEONATAL 3 KALI (KN LENGKAP)


JUMLAH JUMLAH BAYI
NO KABUPATEN L P L+P L P L+P
PUSKESMAS
L P L +P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 KOTA KUPANG 11 4.209 4.394 8.603 4.115 98,9 4.101 93,3 8.216 95,5 3.858 91,7 3.802 86,5 7.660 89,0

2 KUPANG 26 4.538 4.299 8.837 3.072 67,7 2.779 64,6 5.851 66,2 2.872 63,3 2.668 62,1 5.540 62,7

3 TTS 35 6.260 6.104 12.364 3.806 93,8 3.614 59,2 7.420 60,0 3.539 56,5 3.426 56,1 6.965 56,3

4 TTU 26 2.960 2.820 5.780 2.756 93,1 2.476 87,8 5.232 90,5 2.546 86,0 2.302 81,6 4.848 83,9

5 BELU 17 2.377 2.337 4.714 2.270 99,2 2.128 91,1 4.398 93,3 2.151 90,5 2.051 87,8 4.202 89,1

6 MALAKA 17 1.935 1.929 3.864 1.701 94,2 1.727 89,5 3.428 88,7 1.686 87,1 1.676 86,9 3.362 87,0

7 ALOR 24 2.911 2.816 5.727 2.287 78,6 2.428 86,2 4.715 82,3 2.260 77,6 2.405 85,4 4.665 81,5

8 LEMBATA 9 1.606 1.507 3.113 1.136 70,7 1.028 68,2 2.164 69,5 1.103 68,7 989 65,6 2.092 67,2

9 FLORES TIMUR 20 2.629 2.408 5.037 2.045 100,0 1.940 80,6 3.985 79,1 1.577 60,0 1.852 76,9 3.429 68,1

10 SIKKA 23 3.369 3.217 6.586 0 #DIV/0! 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

11 ENDE 24 3.018 2.855 5.873 2.076 105,2 2.122 74,3 4.198 71,5 1.980 65,6 2.056 72,0 4.036 68,7

12 NAGEKEO 7 1.748 1.649 3.397 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

13 NGADA 14 1.852 1.714 3.566 1.404 99,9 1.290 75,3 2.694 75,5 1.320 71,3 1.222 71,3 2.542 71,3

14 MANGGARAI TIMUR 23 3.244 3.016 6.260 2.448 79,7 2.316 76,8 4.764 76,1 2.376 73,2 2.205 73,1 4.581 73,2

15 MANGGARAI 21 4.061 3.815 7.876 3.039 97,8 3.038 79,6 6.077 77,2 2.852 70,2 2.906 76,2 5.758 73,1

16 MANGGARAI BARAT 18 3.282 3.262 6.544 2.546 88,1 2.317 71,0 4.863 74,3 2.492 75,9 2.294 70,3 4.786 73,1

17 SUMBA TIMUR 22 3.785 3.588 7.373 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

18 SUMBA TENGAH 8 1.064 1.071 2.135 605 56,9 593 55,4 1.198 56,1 1.022 96,1 1.008 94,1 2.030 95,1

19 SUMBA BARAT 9 1.865 1.802 3.667 - - - 0,0 0 0,0 - 0,0 2.302 127,7 2.302 62,8

20 SUMBA BARAT DAYA 12 5.501 5.232 10.733 0 #DIV/0! 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

21 ROTE NDAO 12 2.207 2.145 4.352 1.228 55,6 1.026 47,8 2.254 51,8 1.209 54,8 997 46,5 2.206 50,7

22 SABU RAIJUA 6 1.445 1.358 2.803 561 38,8 786 57,9 1.347 48,1 541 37,4 766 56,4 1.307 46,6

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 65.866 63.338 129.204 37.095 56,3 35.709 56,4 72.804 56,3 35.384 53,7 36.927 58,3 72.311 56,0

Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kab/Kota Tahun 2017


TABEL 39

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF


JUMLAH JUMLAH BAYI (0-6 bulan) USIA 0-6 BULAN
NO KABUPATEN
PUSKESMAS L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 KOTA KUPANG 11 3.666 #DIV/0! #DIV/0! 2.461 67,1
2 KUPANG 26 3.960 #DIV/0! #DIV/0! 2.264 57,2
3 TTS 35 8.120 #DIV/0! #DIV/0! 5.576 68,7
4 TTU 26 1.864 #DIV/0! #DIV/0! 1.737 93,2
5 BELU 17 3.157 #DIV/0! #DIV/0! 2.488 78,8
6 MALAKA 17 2.948 #DIV/0! #DIV/0! 1.726 58,5
7 ALOR 24 3.136 #DIV/0! #DIV/0! 2.065 65,8
8 LEMBATA 9 1.607 #DIV/0! #DIV/0! 1.398 87,0
9 FLORES TIMUR 20 3.059 #DIV/0! #DIV/0! 2.611 85,4
10 SIKKA 23 5.358 #DIV/0! #DIV/0! 4.401 82,1
11 ENDE 24 2.234 #DIV/0! #DIV/0! 1.943 87,0
12 NAGEKEO 7 1.781 #DIV/0! #DIV/0! 1.597 89,7
13 NGADA 14 2.543 #DIV/0! #DIV/0! 2.416 95,0
14 MANGGARAI TIMUR 23 3.837 #DIV/0! #DIV/0! 3.506 91,4
15 MANGGARAI 21 6.117 #DIV/0! #DIV/0! 5.592 91,4
16 MANGGARAI BARAT 18 4.294 #DIV/0! #DIV/0! 3.751 87,4
17 SUMBA TIMUR 22 3.809 #DIV/0! #DIV/0! 3.101 81,4
18 SUMBA TENGAH 8 745 #DIV/0! #DIV/0! 634 85,1
19 SUMBA BARAT 9 1.553 #DIV/0! #DIV/0! 1.200 77,3
20 SUMBA BARAT DAYA 12 5.538 #DIV/0! #DIV/0! 3.208 57,9
21 ROTE NDAO 12 1.844 #DIV/0! #DIV/0! 1.278 69,3
22 SABU RAIJUA 6 1.235 #DIV/0! #DIV/0! 276 22,3
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 - - 72.405 - #DIV/0! - #DIV/0! 55.229 76,3

Sumber: Laporan F1-F3 Dinkes Provinsi NTT Tahun 2016


TABEL 40

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH PELAYANAN KESEHATAN BAYI


JUMLAH BAYI
NO KABUPATEN PUSKESMA L P L+P
S L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 KOTA KUPANG 11 4.209 4.394 8.603 4.639 110,2 4.613 105,0 9.252 107,5

2 KUPANG 26 4.538 4.299 8.837 4.392 96,8 4.047 94,1 8.439 95,5

3 TTS 35 6.260 6.104 12.364 3.222 51,5 3.238 53,0 6.461 52,3

4 TTU 26 2.960 2.820 5.780 2.881 97,3 2.710 96,1 5.591 96,7

5 BELU 17 2.377 2.337 4.714 2.736 115,1 2.731 116,9 5.467 116,0
6 MALAKA 17 1.935 1.929 3.864 1.734 89,6 1.695 87,9 3.429 88,7
7 ALOR 24 2.911 2.816 5.727 2.260 77,6 2.405 85,4 4.665 81,5
8 LEMBATA 9 1.606 1.507 3.113 949 59,1 895 59,4 1.844 59,2

9 FLORES TIMUR 20 2.629 2.408 5.037 1.142 43,4 1.096 45,5 2.238 44,4
10 SIKKA 23 3.369 3.217 6.586 0 0,0 0 0,0 0 0,0
11 ENDE 24 3.018 2.855 5.873 1.611 53,4 1.608 56,3 3.219 54,8
12 NAGEKEO 7 1.748 1.649 3.397 1.296 74,1 1.396 84,7 2.692 79,2
13 NGADA 14 1.852 1.714 3.566 1.216 65,7 1.231 71,8 2.447 68,6

14 MANGGARAI TIMUR 23 3.244 3.016 6.260 2.193 67,6 1.957 64,9 4.150 66,3
15 MANGGARAI 21 4.061 3.815 7.876 3.107 76,5 3.075 80,6 6.182 78,5

16 MANGGARAI BARAT 18 3.282 3.262 6.544 2.492 75,9 2.294 70,3 4.786 73,1
17 SUMBA TIMUR 22 3.785 3.588 7.373 0 0,0 0 0,0 0 0,0

18 SUMBA TENGAH 8 1.064 1.071 2.135 571 53,7 590 55,1 1.161 54,4

19 SUMBA BARAT 9 1.865 1.802 3.667 0 0,0 0 0,0 0 0,0


20 SUMBA BARAT DAYA 12 5.501 5.232 10.733 0 0,0 0 0,0 0 0,0

21 ROTE NDAO 12 2.207 2.145 4.352 1.087 49,3 1.069 49,8 2.156 49,5
22 SABU RAIJUA 6 1.445 1.358 2.803 379 26,2 410 30,2 789 28,1

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 65.866 63.338 129.204 37.907 57,6 37.060 59 74.968 58,0

Sumber : Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016


TABEL 41

CAKUPAN DESA/KELURAHAN UNIVERSAL CHILD IMMUNIZATION (UCI) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH JUMLAH DESA/KELURAHAN % DESA/KELURAHAN


NO KABUPATEN
PUSKESMAS DESA/KELURAHAN UCI UCI

1 2 3 4 5 6
1 KOTA KUPANG 11 51 30 58,8
2 KUPANG 26 177 125 70,6
3 TTS 35 278 196 70,5
4 TTU 26 194 114 58,8
5 BELU 17 81 68 84,0
6 MALAKA 17 127 44 100,0
7 ALOR 24 175 106 60,6
8 LEMBATA 9 151 129 85,4
9 FLORES TIMUR 20 250 214 85,6
10 SIKKA 23 160 112 70,0
11 ENDE 24 279 220 73,1
12 NAGEKEO 7 113 38 57,5
13 NGADA 14 151 136 90,1
14 MANGGARAI TIMUR 23 176 133 75,6
15 MANGGARAI 21 171 161 94,2
16 MANGGARAI BARAT 18 169 146 86,4
17 SUMBA TIMUR 22 156 80 83,3
18 SUMBA TENGAH 8 65 38 58,5
19 SUMBA BARAT 9 73 13 17,1
20 SUMBA BARAT DAYA 12 176 27 20,6
21 ROTE NDAO 12 89 19 21,3
22 SABU RAIJUA 6 63 44 69,8
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 3.325 2.193 66,0
Sumber: Laporan Imunisasi Tahun 2016 Seksi Surveilance Dinkes Prov NTT
TABEL 42

CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUM BAYI DIIMUNISASI


JUMLAH LAHIR
LAH Hb < 7 hari BCG
NO KABUPATEN HIDUP
PUS L P L+P L P L+P
KES L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 KOTA KUPANG 11 - - 8.351 281 #DIV/0! 290 #DIV/0! 571 6,84 244 #DIV/0! 254 #DIV/0! 498 5,96
2 KUPANG 26 - - 9.295 128 #DIV/0! 114 #DIV/0! 242 2,60 129 #DIV/0! 154 #DIV/0! 283 3,04
3 TTS 35 - - 12.669 191 #DIV/0! 170 #DIV/0! 361 2,85 246 #DIV/0! 277 #DIV/0! 523 4,13
4 TTU 26 - - 6.271 223 #DIV/0! 215 #DIV/0! 438 6,98 203 #DIV/0! 252 #DIV/0! 455 7,26
5 BELU 17 - - 5.191 169 #DIV/0! 177 #DIV/0! 346 6,67 173 #DIV/0! 187 #DIV/0! 360 6,94
6 MALAKA 17 - - 4.577 123 #DIV/0! 137 #DIV/0! 260 5,68 139 #DIV/0! 137 #DIV/0! 276 6,03
7 ALOR 24 - - 5.511 113 #DIV/0! 106 #DIV/0! 219 3,97 123 #DIV/0! 125 #DIV/0! 248 4,50
8 LEMBATA 9 - - 3.351 69 #DIV/0! 58 #DIV/0! 127 3,79 63 #DIV/0! 61 #DIV/0! 124 3,70
9 FLORES TIMUR 20 - - 5.562 201 #DIV/0! 200 #DIV/0! 401 7,21 201 #DIV/0! 205 #DIV/0! 406 7,30
10 SIKKA 23 - - 7.033 129 #DIV/0! 118 #DIV/0! 247 3,51 201 #DIV/0! 190 #DIV/0! 391 5,56
11 ENDE 24 - - 6.008 109 #DIV/0! 119 #DIV/0! 228 3,79 168 #DIV/0! 141 #DIV/0! 309 5,14
12 NAGEKEO 7 - - 3.505 54 #DIV/0! 49 #DIV/0! 103 2,94 70 #DIV/0! 71 #DIV/0! 141 4,02
13 NGADA 14 - - 3.890 56 #DIV/0! 44 #DIV/0! 100 2,57 64 #DIV/0! 66 #DIV/0! 130 3,34
14 MANGGARAI TIMUR 23 - - 7.248 164 #DIV/0! 140 #DIV/0! 304 4,19 320 #DIV/0! 285 #DIV/0! 605 8,35
15 MANGGARAI 21 - - 8.464 142 #DIV/0! 118 #DIV/0! 260 3,07 159 #DIV/0! 173 #DIV/0! 332 3,92
16 MANGGARAI BARAT 18 - - 7.358 135 #DIV/0! 146 #DIV/0! 281 3,82 185 #DIV/0! 167 #DIV/0! 352 4,78
17 SUMBA TIMUR 22 - - 6.978 139 #DIV/0! 140 #DIV/0! 279 4,00 189 #DIV/0! 158 #DIV/0! 347 4,97
18 SUMBA TENGAH 8 - - 2.183 28 #DIV/0! 35 #DIV/0! 63 2,89 47 #DIV/0! 47 #DIV/0! 94 4,31
19 SUMBA BARAT 9 - - 3.688 50 #DIV/0! 42 #DIV/0! 92 2,49 109 #DIV/0! 97 #DIV/0! 206 5,59
20 SUMBA BARAT DAYA 12 - - 10.899 39 #DIV/0! 35 #DIV/0! 74 0,68 152 #DIV/0! 155 #DIV/0! 307 2,82
21 ROTE NDAO 12 - - 4.335 20 #DIV/0! 32 #DIV/0! 52 1,20 66 #DIV/0! 43 #DIV/0! 109 2,51
22 SABU RAIJUA 6 - - 2.681 27 #DIV/0! 20 #DIV/0! 47 1,75 66 #DIV/0! 63 #DIV/0! 129 4,81
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 - - 135.048 2.590 #DIV/0! 2.505 #DIV/0! 5.095 3,77 3.317 #DIV/0! 3.308 #DIV/0! 6.625 4,91
Sumber: Laporan Imunisasi Tahun 2016 Seksi Surveilance Dinkes Prov NTT
TABEL 43

CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

NO KABUPATE JUM JUMLAH BAYI BAYI DIIMUNISASI


N LAH (SURVIVING INFANT)
POLIO 1 DPT/HB-Hib (1)
PUS
L P L+P L P L+P
KES
MAS L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 KOTA
KUPANG
11 4.209 4.394 8.603 335 7,96 318 7,24 653 7,59 354 8,06 302 6,87 656 7,63
2 KUPANG 26 4.538 4.299 8.837 137 3,02 152 3,54 289 3,27 212 4,93 146 3,40 358 4,05
3 TTS 35 6.260 6.104 12.364 266 4,25 309 5,06 575 4,65 279 4,57 280 4,59 559 4,52
4 TTU 26 2.960 2.820 5.780 243 8,21 270 9,57 513 8,88 229 8,12 196 6,95 425 7,35
5 BELU 17 2.377 2.337 4.714 200 8,41 213 9,11 413 8,76 214 9,16 176 7,53 390 8,27
6 MALAKA 17 1.935 1.929 3.864 90 4,65 91 4,72 181 4,68 88 4,56 95 4,92 183 4,74
7 ALOR 24 2.911 2.816 5.727 120 4,12 130 4,62 250 4,37 173 6,14 162 5,75 335 5,85
8 LEMBATA 9 1.606 1.507 3.113 77 4,79 74 4,91 151 4,85 61 4,05 57 3,78 118 3,79
9 FLORES 20 2.629 2.408 5.037 203 7,72 201 8,35 404 8,02 200 8,31 217 9,01 417 8,28
TIMUR
10 SIKKA 23 3.369 3.217 6.586 212 6,29 195 6,06 407 6,18 185 5,75 203 6,31 388 5,89
11 ENDE 24 3.018 2.855 5.873 140 4,64 146 5,11 286 4,87 137 4,80 125 4,38 262 4,46
12 NAGEKEO 7 1.748 1.649 3.397 102 5,84 105 6,37 207 6,09 96 5,82 103 6,25 199 5,86
13 NGADA 14 1.852 1.714 3.566 62 3,35 65 3,79 127 3,56 89 5,19 84 4,90 173 4,85
14 MANGGARA 23 3.244 3.016 6.260 224 6,91 218 7,23 442 7,06 203 6,73 212 7,03 415 6,63
I TIMUR
15 MANGGARAI 21 4.061 3.815 7.876 167 4,11 187 4,90 354 4,49 171 4,48 163 4,27 334 4,24
16 MANGGARA 18 3.282 3.262 6.544 215 6,55 193 5,92 408 6,23 202 6,19 185 5,67 387 5,91
I BARAT
17 SUMBA 22 3.785 3.588 7.373 172 4,54 161 4,49 333 4,52 181 5,04 203 5,66 384 5,21
TIMUR
18 SUMBA 8 1.064 1.071 2.135 67 6,30 75 7,00 142 6,65 46 4,30 52 4,86 98 4,59
19 TENGAH
SUMBA 9 1.865 1.802 3.667 125 6,70 102 5,66 227 6,19 137 7,60 126 6,99 263 7,17
20 BARAT
SUMBA 12 5.501 5.232 10.733 117 2,13 142 2,71 259 2,41 126 2,41 138 2,64 264 2,46
BARAT
21 ROTE NDAO 12 2.207 2.145 4.352 77 3,49 51 2,38 128 2,94 75 3,50 67 3,12 142 3,26
22 SABU 6 1.445 1.358 2.803 90 6,23 91 6,70 181 6,46 40 2,95 41 3,02 81 2,89
RAIJUA
JUMLAH
(KAB/KOTA) 384 65.866 63.338 129.204 3.441 5,22 3.489 2,70 6.930 5,36 3.498 129.537 3.333 62.141 6.831 127.358

Keterangan: a = khusus provinsi yang menerapkan 3 dosis polio maka diisi dengan polio 3
Sumber: Laporan Imunisasi Tahun 2016 Seksi Surveilance Dinkes Prov NTT
TABEL 43 Lanjutan

CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN / KOTA
TAHUN 2016

BAYI DIIMUNISASI
POLIO 2 DPT/HB-Hib (2) POLIO 3
L P L+P L P L+P L P L+P
JUMLA JUMLA
% JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % %
H H
19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36

374 8,89 352 8,01 726 8,44 307 7,29 316 7,19 623 7,24 339 8,05 326 7,42 665 7,73
186 4,10 201 4,68 387 4,38 172 3,79 162 3,77 334 3,78 173 3,81 162 3,77 335 3,79
289 4,62 315 5,16 604 4,89 383 6,12 363 5,95 746 6,03 345 5,51 320 5,24 665 5,38
266 8,99 214 7,59 480 8,30 266 8,99 261 9,26 527 9,12 271 9,16 260 9,22 531 9,19
242 10,18 218 9,33 460 9,76 193 8,12 186 7,96 379 8,04 200 8,41 219 9,37 419 8,89
113 5,84 108 5,60 221 5,72 86 4,44 107 5,55 193 4,99 100 5,17 98 5,08 198 5,12
170 5,84 159 5,65 329 5,74 158 5,43 157 5,58 315 5,50 166 5,70 156 5,54 322 5,62
59 3,67 57 3,78 116 3,73 62 3,86 62 4,11 124 3,98 63 3,92 68 4,51 131 4,21
206 7,84 204 8,47 410 8,14 201 7,65 200 8,31 401 7,96 217 8,25 200 8,31 417 8,28
196 5,82 199 6,19 395 6,00 203 6,03 196 6,09 399 6,06 207 6,14 207 6,43 414 6,29
159 5,27 153 5,36 312 5,31 167 5,53 158 5,53 325 5,53 142 4,71 131 4,59 273 4,65
135 7,72 158 9,58 293 8,63 103 5,89 111 6,73 214 6,30 161 9,21 149 9,04 310 9,13
72 3,89 82 4,78 154 4,32 73 3,94 78 4,55 151 4,23 80 4,32 82 4,78 162 4,54
159 4,90 159 5,27 318 5,08 145 4,47 156 5,17 301 4,81 143 4,41 152 5,04 295 4,71
159 3,92 159 4,17 318 4,04 207 5,10 179 4,69 386 4,90 176 4,33 170 4,46 346 4,39
279 8,50 251 7,69 530 8,10 200 6,09 191 5,86 391 5,97 225 6,86 201 6,16 426 6,51
186 4,91 201 5,60 387 5,25 187 4,94 190 5,30 377 5,11 185 4,89 196 5,46 381 5,17
57 5,36 46 4,30 103 4,82 43 4,04 54 5,04 97 4,54 52 4,89 67 6,26 119 5,57
133 7,13 136 7,55 269 7,34 121 6,49 136 7,55 257 7,01 120 6,43 139 7,71 259 7,06
153 2,78 144 2,75 297 2,77 127 2,31 125 2,39 252 2,35 162 2,94 152 2,91 314 2,93
69 3,13 69 3,22 138 3,17 83 3,76 70 3,26 153 3,52 69 3,13 63 2,94 132 3,03
40 2,77 45 3,31 85 3,03 60 4,15 51 3,76 111 3,96 66 4,57 52 3,83 118 4,21
3.702 5,96 3.630 2,85 7.332 5,76 3.547 124.446 3.509 60951,99 7.056 122.564 3.662 6,01 3.570 2,91 7.232 5,90
TABEL 43 Lanjutan

CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI
MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN / KOTA
TAHUN 2016
BAYI DIIMUNISASI
DPT/HB-Hib (3) POLIO 4
L P L+P L P L+P
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

336 7,98 307 6,99 643 7,47 318 7,56 315 7,17 633 7,36
224 4,94 199 4,63 423 4,79 216 4,76 197 4,58 413 4,67
398 6,36 389 6,37 787 6,37 384 6,13 359 5,88 743 6,01
271 9,16 269 9,54 540 9,34 327 11,05 310 10,99 637 11,02
182 7,66 196 8,39 378 8,02 217 9,13 217 9,29 434 9,21
81 4,19 90 4,67 171 4,43 76 3,93 80 4,15 156 4,04
169 5,81 180 6,39 349 6,09 171 5,87 183 6,50 354 6,18
98 6,10 86 5,71 184 5,91 95 5,92 91 6,04 186 5,97
216 8,22 218 9,05 434 8,62 211 8,03 211 8,76 422 8,38
223 6,62 240 7,46 463 7,03 227 6,74 251 7,80 478 7,26
128 4,24 153 5,36 281 4,78 159 5,27 138 4,83 297 5,06
110 6,29 106 6,43 216 6,36 130 7,44 152 9,22 282 8,30
87 4,70 70 4,08 157 4,40 98 5,29 84 4,90 182 5,10
217 6,69 180 5,97 397 6,34 209 6,44 184 6,10 393 6,28
168 4,14 181 4,74 349 4,43 178 4,38 216 5,66 394 5,00
221 6,73 219 6,71 440 6,72 249 7,59 260 7,97 509 7,78
230 6,08 233 6,49 463 6,28 119 3,14 112 3,12 231 3,13
53 4,98 54 5,04 107 5,01 71 6,67 61 5,70 132 6,18
117 6,27 106 5,88 223 6,08 236 12,65 237 13,15 473 12,90
148 2,69 157 3,00 305 2,84 169 3,07 158 3,02 327 3,05
81 3,67 68 3,17 149 3,42 73 3,31 81 3,78 154 3,54
62 4,29 46 3,39 108 3,85 70 4,84 53 3,90 123 4,39
3.820 131.147 3.747 63.502 7.567 128.241 4.003 6,30 3.950 3,08 7.953 6,20
TABEL 43 Lanjutan

CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI
MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN / KOTA
TAHUN 2016
BAYI DIIMUNISASI
CAMPAK IMUNISASI DASAR LENGKAP
L P L+P L P L+P
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUM LAH % JUM LAH % JUM LAH %
55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66

295 7,01 301 6,85 596 6,93 295 7,01 301 6,85 596 6,93
198 4,36 169 3,93 367 4,15 198 4,36 169 3,93 367 4,15
408 6,52 405 6,63 813 6,58 368 5,88 367 6,01 735 5,94
260 8,78 208 7,38 468 8,10 260 8,78 208 7,38 468 8,10
199 8,37 199 8,52 398 8,44 194 8,16 189 8,09 383 8,12
127 6,56 114 5,91 241 6,24 76 3,93 71 3,68 147 3,80
192 6,60 170 6,04 362 6,32 191 6,56 155 5,50 346 6,04
108 6,72 88 5,84 196 6,30 108 6,72 88 5,84 196 6,30
212 8,06 208 8,64 420 8,34 212 8,06 208 8,64 420 8,34
228 6,77 226 7,03 454 6,89 215 6,38 207 6,43 422 6,41
172 5,70 172 6,02 344 5,86 172 5,70 172 6,02 344 5,86
112 6,41 122 7,40 234 6,89 112 6,41 122 7,40 234 6,89
68 3,67 83 4,84 151 4,23 68 3,67 83 4,84 151 4,23
221 6,81 201 6,66 422 6,74 196 6,04 186 6,17 382 6,10
261 6,43 247 6,47 508 6,45 238 5,86 197 5,16 435 5,52
238 7,25 215 6,59 453 6,92 242 7,37 217 6,65 459 7,01
248 6,55 219 6,10 467 6,33 249 6,58 223 6,22 472 6,40
55 5,17 52 4,86 107 5,01 54 5,08 53 4,95 107 5,01
81 4,34 83 4,61 164 4,47 87 4,66 89 4,94 176 4,80
143 2,60 146 2,79 289 2,69 138 2,51 132 2,52 270 2,52
452 20,48 56 2,61 508 11,67 82 3,72 79 3,68 161 3,70
50 3,46 67 4,93 117 4,17 48 3,32 65 4,79 113 4,03
4.328 140.514 3.751 60.485 8.079 130.273 3.803 6,29 3.581 2,75 7.384 5,67
TABEL 44

CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI DAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

NO KABU- JUM BAYI 6-11 BULAN ANAK BALITA (12-59 BULAN) BALITA (6-59 BULAN)
PATEN LAH MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A
JUMLAH BAYI JUMLAH JUMLAH
PUS L P L+P L P L+P L P L+P
KES S
MAS
L P L+P % S % S % L P L+P S % S % S % L P L+P S % S % S %
Ʒ
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
1 KOTA
KUPANG 11 2.975 #DIV/0! #DIV/0! 2.799 65,06 14.193 #DIV/0! #DIV/0! 13.130 92,24 17.168 #DIV/0! #DIV/0! 15.929 92,78
2 KUPANG
26 3.391 #DIV/0! #DIV/0! 3.383 99,78 22.821 #DIV/0! #DIV/0! 22.621 99,12 26.212 #DIV/0! #DIV/0! 26.004 99,21
3 TTS
35 4.955 #DIV/0! #DIV/0! 4.750 115,35 36.230 #DIV/0! #DIV/0! 33.382 92,87 41.185 #DIV/0! #DIV/0! 38.132 92,59
4 TTU
26 2.380 #DIV/0! #DIV/0! 2.206 81,28 15.226 #DIV/0! #DIV/0! 13.673 52,10 17.606 #DIV/0! #DIV/0! 15.879 90,19
5 BELU
17 2.147 #DIV/0! #DIV/0! 2.037 100,18 12.603 #DIV/0! #DIV/0! 11.974 100,21 14.750 #DIV/0! #DIV/0! 14.011 94,99
6 MALAKA
17 1.866 #DIV/0! #DIV/0! 1.806 97,83 12.214 #DIV/0! #DIV/0! 11.820 96,79 17.959 #DIV/0! #DIV/0! 13.626 75,87
7 ALOR
24 2.462 #DIV/0! #DIV/0! 2.294 93,17 15.497 #DIV/0! #DIV/0! 11.974 77,27 10.377 #DIV/0! #DIV/0! 17.455 168,21
8 LEMBATA
9 1.210 #DIV/0! #DIV/0! 1.210 100,00 9.167 #DIV/0! #DIV/0! 15.161 165,39 17.780 #DIV/0! #DIV/0! 10.377 58,36
9 FLORES
TIMUR 20 2.122 #DIV/0! #DIV/0! 1.843 19.984 15.658 #DIV/0! #DIV/0! 9.167 22369 23.713 #DIV/0! #DIV/0! 13.139 55,41
10 SIKKA
23 2.913 #DIV/0! #DIV/0! 2.624 90,08 20.800 #DIV/0! #DIV/0! 11.296 54,31 16.757 #DIV/0! #DIV/0! 22.627 135,03
11 ENDE
24 1.972 #DIV/0! #DIV/0! 1.319 89,42 14.785 #DIV/0! #DIV/0! 20.003 81,26 11.148 #DIV/0! #DIV/0! 10.351 92,85
12 NAGEKEO
7 1.375 #DIV/0! #DIV/0! 1.145 95,10 9.773 #DIV/0! #DIV/0! 9.032 92,09 11.160 #DIV/0! #DIV/0! 9.027 80,88
13 NGADA
14 1.558 #DIV/0! #DIV/0! 1.546 99,23 9.602 #DIV/0! #DIV/0! 7.882 99,12 15.919 #DIV/0! #DIV/0! 11.148 70,03
14 MANGGARAI
TIMUR 23 2.770 #DIV/0! #DIV/0! 2.290 94,92 13.149 #DIV/0! #DIV/0! 9.602 82,59 27.198 #DIV/0! #DIV/0! 11.911 43,79
15 MANGGARAI
21 3.467 #DIV/0! #DIV/0! 3.377 97,42 23.731 #DIV/0! #DIV/0! 9.621 94,73 20.681 #DIV/0! #DIV/0! 25.185 121,78
16 MANGGARAI
BARAT 18 2.857 #DIV/0! #DIV/0! 2.652 92,82 17.824 #DIV/0! #DIV/0! 21.808 122,35 22.001 #DIV/0! #DIV/0! 20.306 92,29
17 SUMBA
TIMUR 22 4.297 #DIV/0! #DIV/0! 2.947 68,73 17.704 #DIV/0! #DIV/0! 17.654 92,69 6.193 #DIV/0! #DIV/0! 20.378 329,08

18 SUMBA
TENGAH 8 799 #DIV/0! #DIV/0! 741 92,80 5.394 #DIV/0! #DIV/0! 17.431 323,16 9.595 #DIV/0! #DIV/0! 5.536 57,70
19 SUMBA
BARAT 9 1.285 #DIV/0! #DIV/0! 1.152 89,65 8.310 #DIV/0! #DIV/0! 4.795 57,70 24.646 #DIV/0! #DIV/0! 7.208 29,24
20 SUMBA
BARAT DAYA 12 3.975 #DIV/0! #DIV/0! 2.868 0,00 20.671 #DIV/0! #DIV/0! 6.056 0,00 12.503 #DIV/0! #DIV/0! 21.101 168,76

21 ROTE NDAO 12 1.635 #DIV/0! #DIV/0! 1.622 99,17 10.868 #DIV/0! #DIV/0! 18.233 167,77 7.036 #DIV/0! #DIV/0! 12.230 173,83
22 SABU
RAIJUA 6 968 #DIV/0! #DIV/0! 667 68,94 6.068 #DIV/0! #DIV/0! 10.608 174,82 14.080 #DIV/0! #DIV/0! 6.363 45,19

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 53.373 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 47.272 88,5691 0 0 332.288 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 306.923 92,37 0 0 385.661 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 347917 90,21
Sumber: Laporan F1-F3 Gizi Dinkes Prov NTT Tahun 2016
Keterangan: Pelaporan pemberian vitamin A dilakukan pada Februari dan Agustus, maka perhitungan bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A dalam setahun
dihitung dengan mengakumulasi bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A di bulan Februari dan yang mendapat vitamin A di bulan Agustus
TABEL 45

JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

NO KABUPATEN JUMLAH ANAK 0-23 BULAN (BADUTA)


PUSKESMAS JUMLAH BADUTA DITIMBANG BGM
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
JUM JUM JUM
L P L+P L P L+P L P L+P % % %
LAH LAH LAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 KOTA KUPANG 11 8.212 8.339 16.551 7.963 0,0 0 48,1 #DIV/0! #DIV/0! 183 2,3

2 KUPANG 26 8.956 8.533 17.489 10.780 0,0 0 61,6 #DIV/0! #DIV/0! 392 3,6

3 TTS 35 12.301 12.040 24.341 14.860 0,0 0 61,0 #DIV/0! #DIV/0! 567 3,8
4 TTU 26 5.885 5.634 11.519 8.300 0,0 0 72,1 #DIV/0! #DIV/0! 323 3,9
5 BELU 17 4.757 4.660 9.417 4.899 0,0 0 52,0 #DIV/0! #DIV/0! 115 2,3

6 MALAKA 17 3.987 3.960 7.947 5.981 0,0 0 75,3 #DIV/0! #DIV/0! 175 2,9
7 ALOR 24 5.645 5.452 11.097 6.095 0,0 0 54,9 #DIV/0! #DIV/0! 109 1,8
8 LEMBATA 9 3.221 3.031 6.252 4.017 0,0 0 64,3 #DIV/0! #DIV/0! 153 3,8
9 FLORES TIMUR 20 5.275 4.883 10.158 7.426 0,0 0 73,1 #DIV/0! #DIV/0! 135 1,8
10 SIKKA 23 6.727 6.381 13.108 9.340 0,0 0 71,3 #DIV/0! #DIV/0! 137 1,5

11 ENDE 24 5.931 5.624 11.555 7.199 0,0 0 62,3 #DIV/0! #DIV/0! 45 0,6
12 NAGEKEO 7 3.445 3.271 6.716 4.273 0,0 0 63,6 #DIV/0! #DIV/0! 29 0,7

13 NGADA 14 3.693 3.477 7.170 4.836 0,0 0 67,4 #DIV/0! #DIV/0! 46 1,0
14 MANGGARAI TIMUR 23 6.619 6.260 12.879 11.383 0,0 0 88,4 #DIV/0! #DIV/0! 71 0,6
15 MANGGARAI 21 8.066 7.676 15.742 11.698 0,0 0 74,3 #DIV/0! #DIV/0! 43 0,4

16 MANGGARAI BARAT 18 6.662 6.653 13.315 9.174 0,0 0 68,9 #DIV/0! #DIV/0! 64 0,7

17 SUMBA TIMUR 22 7.275 6.905 14.180 8.653 0,0 0 61,0 #DIV/0! #DIV/0! 103 1,2

18 SUMBA TENGAH 8 2.111 2.119 4.230 2.486 0,0 0 58,8 #DIV/0! #DIV/0! 47 1,9

19 SUMBA BARAT 9 3.662 3.526 7.188 3.814 0,0 0 53,1 #DIV/0! #DIV/0! 20 0,5
20 SUMBA BARAT DAYA 12 10.823 10.316 21.139 8.521 0,0 0 40,3 #DIV/0! #DIV/0! 325 3,8

21 ROTE NDAO 12 4.301 4.190 8.491 4.490 0,0 0 52,9 #DIV/0! #DIV/0! 160 3,6
22 SABU RAIJUA 6 2.781 2.647 5.428 3.023 0,0 0 55,7 #DIV/0! #DIV/0! 38 1,3

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 130.335 125.577 255.912 0 0 159.210 0,0 0 62,2 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 3.280 2,1

Sumber: Laporan Fi-F3 Dinkes Prov NTT Tahun 2016


TABEL 46

CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

ANAK BALITA (12-59 BULAN)


JUMLAH MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI)
NO KABUPATEN JUMLAH
PUSKESMAS L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 KOTA KUPANG 11 15.473 14.724 30.197 14.332 92,6 14.148 96,1 28.480 94,3
2 KUPANG 26 17.481 16.871 34.352 17.875 102,3 16.838 99,8 34.713 101,1

3 TTS 35 23.395 23.098 46.493 13.807 59,0 13.447 58,2 27.254 58,6

4 TTU 26 11.869 11.489 23.358 8.826 74,4 7.426 64,6 16.252 69,6
5 BELU 17 9.847 9.560 19.407 5.918 60,1 5.936 62,1 11.854 61,1
6 MALAKA 17 8.814 8.587 17.401 2.328 26,4 2.329 27,1 4.657 26,8

7 ALOR 24 10.154 9.726 19.880 7.966 78,5 7.445 76,5 15.411 77,5
8 LEMBATA 9 6.421 6.037 12.458 2.756 42,9 2.596 43,0 5.352 43,0
9 FLORES TIMUR 20 10.660 10.145 20.805 1.852 17,4 1.849 18,2 3.701 17,8
10 SIKKA 23 13.459 12.630 26.089 0 0,0 0 0,0 0 0,0
11 ENDE 24 11.284 10.760 22.044 6.629 58,7 6.099 56,7 12.728 57,7

12 NAGEKEO 7 6.557 6.329 12.886 4.163 63,5 3.588 56,7 7.751 60,2
13 NGADA 14 7.327 7.180 14.507 4.239 57,9 4.040 56,3 8.279 57,1

14 MANGGARAI TIMUR 23 13.863 13.555 27.418 5.923 42,7 5.706 42,1 11.629 42,4
15 MANGGARAI 21 15.860 15.592 31.452 9.693 61,1 10.412 66,8 20.105 63,9

16 MANGGARAI BARAT 18 13.841 13.801 27.642 5.004 36,2 5.091 36,9 10.095 36,5
17 SUMBA TIMUR 22 12.804 12.246 25.050 0 0,0 0 0,0 0 0,0
18 SUMBA TENGAH 8 4.050 3.958 8.008 2.893 71,4 2.879 72,7 5.772 72,1

19 SUMBA BARAT 9 6.891 6.575 13.466 0 0,0 0 0,0 0 0,0


20 SUMBA BARAT DAYA 12 20.443 19.465 39.908 49 0,2 76 0,4 125 0,3

21 ROTE NDAO 12 7.950 7.840 15.790 3.806 47,9 3.696 47,1 7.502 47,5

22 SABU RAIJUA 6 4.890 4.766 9.656 2.702 55,3 2.565 53,8 5.267 54,5
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 253.333 244.934 498.267 120.761 47,7 116.166 47,4 236.927 47,6
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 47

JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

BALITA
JUMLAH BALITA DITIMBANG BGM
PUSKES-
NO KABUPATEN DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
MAS
JUM- JUM- JUM-
L P L+P L P L+P L P L+P % % %
LAH LAH LAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 KOTA KUPANG 11 20.730 14.612 #DIV/0! #DIV/0! 70,5 #DIV/0! #DIV/0! 452 3,1

2 KUPANG 26 30.294 23.884 #DIV/0! #DIV/0! 78,8 #DIV/0! #DIV/0! 965 4,0

3 TTS 35 43.269 32.244 #DIV/0! #DIV/0! 74,5 #DIV/0! #DIV/0! 890 2,8
4 TTU 26 22.802 18.751 #DIV/0! #DIV/0! 82,2 #DIV/0! #DIV/0! 920 4,9

5 BELU 17 17.054 14.372 #DIV/0! #DIV/0! 84,3 #DIV/0! #DIV/0! 339 2,4
6 MALAKA 17 14.189 13.690 #DIV/0! #DIV/0! 96,5 #DIV/0! #DIV/0! 400 2,7
7 ALOR 24 19.423 13.974 #DIV/0! #DIV/0! 71,9 #DIV/0! #DIV/0! 314 2,2

8 LEMBATA 9 11.278 9.325 #DIV/0! #DIV/0! 82,7 #DIV/0! #DIV/0! 153 1,6
9 FLORES TIMUR 20 20.164 17.416 #DIV/0! #DIV/0! 86,4 #DIV/0! #DIV/0! 462 2,9

10 SIKKA 23 26.631 21.532 #DIV/0! #DIV/0! 80,9 #DIV/0! #DIV/0! 399 2


11 ENDE 24 18.455 15.248 #DIV/0! #DIV/0! 82,6 #DIV/0! #DIV/0! 165 10,8
12 NAGEKEO 7 12.284 10.372 #DIV/0! #DIV/0! 84,4 #DIV/0! #DIV/0! 85 3,4

13 NGADA 14 12.958 10.728 #DIV/0! #DIV/0! 82,8 #DIV/0! #DIV/0! 136 1,3
14 MANGGARAI TIMUR 23 32.681 27.809 #DIV/0! #DIV/0! 85,1 #DIV/0! #DIV/0! 149 0,8
15 MANGGARAI 21 30.035 26.244 #DIV/0! #DIV/0! 87,4 #DIV/0! #DIV/0! 195 0,7
16 MANGGARAI BARAT 18 23.190 20.169 #DIV/0! #DIV/0! 87,0 #DIV/0! #DIV/0! 159 0,8

17 SUMBA TIMUR 22 24.650 19.036 #DIV/0! #DIV/0! 77,2 #DIV/0! #DIV/0! 236 6,4
18 SUMBA TENGAH 8 6.862 5.772 #DIV/0! #DIV/0! 84,1 #DIV/0! #DIV/0! 47 0,8

19 SUMBA BARAT 9 10.164 6.793 #DIV/0! #DIV/0! 66,8 #DIV/0! #DIV/0! 185 1,9

20 SUMBA BARAT DAYA 12 25.893 14.954 #DIV/0! #DIV/0! 57,8 #DIV/0! #DIV/0! 276 3,4

21 ROTE NDAO 12 13.830 9.658 #DIV/0! #DIV/0! 69,8 #DIV/0! #DIV/0! 427 4,4
22 SABU RAIJUA 6 9.223 6.881 #DIV/0! #DIV/0! 74,6 #DIV/0! #DIV/0! 112 1,6

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 0 0 446.059 0 0 353.463 #DIV/0! #DIV/0! 79,2 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 7.465 2,1
Sumber: Laporan Fi-F3 Dinkes Prov NTT Tahun 2016
TABEL 48

CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

KASUS BALITA GIZI BURUK


JUMLAH MENDAPAT PERAWATAN
NO KABUPATEN JUMLAH DITEMUKAN
PUSKESMAS L P L+P
L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 KOTA KUPANG 11 151 127 278 151 100,0 127 100,0 278 100
2 KUPANG 26 - - 236 - #DIV/0! - #DIV/0! 236 100
3 TTS 35 - - 442 - #DIV/0! - #DIV/0! 442 100
4 TTU 26 48 27 75 48 100,0 27 100,0 75 100
5 BELU 17 - - 69 - #DIV/0! - #DIV/0! 69 100
6 MALAKA 17 - - 132 - #DIV/0! - #DIV/0! 132 100
7 ALOR 24 - - 246 - #DIV/0! - #DIV/0! 246 100
8 LEMBATA 9 - - 25 - #DIV/0! - #DIV/0! 25 100
9 FLORES TIMUR 20 - - 111 - #DIV/0! - #DIV/0! 111 100
10 SIKKA 23 - - 190 - #DIV/0! - #DIV/0! 190 100
11 ENDE 24 - - 85 - #DIV/0! - #DIV/0! 85 100
12 NAGEKEO 7 - - 6 - #DIV/0! - #DIV/0! 6 100
13 NGADA 14 - - 10 - #DIV/0! - #DIV/0! 10 100
14 MANGGARAI TIMUR 23 - - 105 - #DIV/0! - #DIV/0! 105 100
15 MANGGARAI 21 - - 58 - #DIV/0! - #DIV/0! 58 100
16 MANGGARAI BARAT 18 - - 64 - #DIV/0! - #DIV/0! 64 100
17 SUMBA TIMUR 22 - - 220 - #DIV/0! - #DIV/0! 220 100
18 SUMBA TENGAH 8 - - 31 - #DIV/0! - #DIV/0! 31 100
19 SUMBA BARAT 9 - - 69 - #DIV/0! - #DIV/0! 69 100
20 SUMBA BARAT DAYA 12 - - 364 - #DIV/0! - #DIV/0! 364 100
21 ROTE NDAO 12 - - 90 - #DIV/0! - #DIV/0! 90 100
22 SABU RAIJUA 6 - - 166 - #DIV/0! - #DIV/0! 166 100
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 199 154 3.072 199 100,0 154 100,0 3.072 100,0
Sumber: Laporan Fi-F3 Dinkes Prov NTT Tahun 2016
TABEL 49

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT


SD DAN SETINGKAT
MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN)
JUMLAH JUMLAH
NO KABUPATEN L P L+P MENDAPAT
PUSKESMAS PELAYANAN
JUMLAH %
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % KESEHATAN
(PENJARINGAN)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 KOTA KUPANG 11 3.619 3.590 9.706 3.084 62,1 2.990 63,0 6.074 62,6 134 127 94,78
2 KUPANG 26 4.283 4.260 8.543 3.144 73,4 2.855 67,0 5.999 70,2 340 288 84,71

3 TTS 35 5.408 5.518 14.743 7.188 93,6 6.613 93,6 13.507 91,6 504 502 99,60

4 TTU 26 3.044 3.037 6.081 3.776 124,0 3.274 107,8 7.050 115,9 273 259 94,87
5 BELU 17 2.665 2.653 9.789 3.699 77,6 4.132 82,2 7.831 80,0 148 147 99,32

6 MALAKA 17 2.460 2.379 5.280 2.702 98,3 2.504 98,9 5.206 98,6 205 199 97,07
7 ALOR 24 2.177 2.132 4.309 2.804 128,8 2.717 127,4 5.521 128,1 11 11 100,00

8 LEMBATA 9 1.530 1.462 2.992 1.635 106,9 1.455 99,5 3.090 103,3 176 176 100,00

9 FLORES TIMUR 20 2.755 2.722 5.863 3.000 98,8 2.680 94,8 5.680 96,9 5.863 5.680 96,88
10 SIKKA 23 3.369 3.303 7.811 3.756 91,0 3.402 92,3 7.158 91,6 332 332 100,00

11 ENDE 24 2.728 2.687 6.381 3.165 98,7 3.016 95,0 6.181 96,9 0 0 #DIV/0!

12 NAGEKEO 7 1.546 1.541 3.646 1.784 95,8 1.645 92,2 3.429 94,0 180 175 97,22

13 NGADA 14 1.804 1.846 3.557 1.758 94,2 1.579 93,4 3.337 93,8 182 182 100,00
14 MANGGARAI TIMUR 23 3.516 3.531 13.897 5.991 83,6 5.621 83,5 11.612 83,6 313 313 100,00
15 MANGGARAI 21 3.959 4.082 8.891 4.423 93,2 3.960 95,5 8.383 94,3 257 255 99,22

16 MANGGARAI BARAT 18 3.443 3.438 6.657 3.307 92,6 2.800 90,8 6.107 91,7 289 289 100,00
17 SUMBA TIMUR 22 2.724 2.741 8.748 1.969 #DIV/0! 1.634 #DIV/0! 6.068 69,4 251 0 0,00

18 SUMBA TENGAH 8 892 844 1.736 1.638 183,6 2.518 298,3 4.156 239,4 124 120 96,77

19 SUMBA BARAT 9 1.566 1.544 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 #DIV/0!


20 SUMBA BARAT DAYA 12 4.587 4.445 12.998 3.643 #DIV/0! 3.468 #DIV/0! 7.111 54,7 193 193 100,00

21 ROTE NDAO 12 1.732 1.798 3.530 1.856 107,2 1.677 93,3 3.533 100,1 147 147 100,00

22 SABU RAIJUA 6 1.020 1.026 2.046 869 85,2 833 81,2 1.702 83,2 76 76 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 60.827 60.579 147.204 65.191 107,2 61.373 101,3 128.735 87,5 9.998 9.471 94,73
CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT 107,2 101,3 87,5
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 50

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT


NO KABUPATEN PUSKESMAS TUMPATAN GIGI PENCABUTAN GIGI RASIO TUMPATAN/
TETAP TETAP PENCABUTAN
1 2 3 4 5 6
1 KOTA KUPANG 11 425 578 0,7
2 KUPANG 26 632 876 0,7
3 TTS 35 45 402 0,1
4 TTU 26 257 261 1,0
5 BELU 17 122 431 0,3
6 MALAKA 17 46 169 0,3
7 ALOR 24 214 192 1,1
8 LEMBATA 9 187 353 0,5
9 FLORES TIMUR 20 71 523 0,1
10 SIKKA 23 253 652 0,4
11 ENDE 24 74 339 0,2
12 NAGEKEO 7 17 844 0,0
13 NGADA 14 548 1.268 0,4
14 MANGGARAI TIMUR 23 9 229 0,0
15 MANGGARAI 21 29 768 0,0
16 MANGGARAI BARAT 18 255 438 0,6
17 SUMBA TIMUR 22 20 519 0,0
18 SUMBA TENGAH 8 - - #DIV/0!
19 SUMBA BARAT 9 - - #DIV/0!
20 SUMBA BARAT DAYA 12 - - #DIV/0!
21 ROTE NDAO 12 20 519 0,0
22 SABU RAIJUA 6 20 88 0,2
JUMLAH (KAB/ KOTA) 384 3.244 9.449 0,3
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 51

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

NO KABU- JUM UPAYA KESEHATAN GIGI SEKOLAH


PATEN LAH
JUM JUM JUMLAH
PUS JUMLAH MURID SD/MI MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN
LAH LAH SD/MI
KES
SD/MI SD/MI MENDAP
MAS
DGN AT YAN.
SIKAT % GIGI %
GIGI L P L+P L % P % L+P % L P L+P L % P % L+P %
MAS
SAL
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
1 KOTA
11 134 128 95,5 128 95,5 20.521 19.598 11.429 3.291 56,1 3.203 58,2 6.525 57,1 1.928 1.742 1.106 1.885 97,8 1.937 111,2 4.136 374,0
KUPANG
2 KUPANG 26 340 183 53,8 233 68,5 24.622 23.929 48.551 12.053 49,0 11.776 49,2 23.829 49,1 4.957 4.878 9.835 1.719 34,7 1.458 29,9 3.177 32,3

3 TTS 35 461 257 55,7 376 81,6 31.254 31.007 56.859 18.896 66,0 17.648 62,4 36.544 64,3 6.260 6.370 12.630 3.410 54,5 3.287 51,6 6.697 53,0

4 TTU 26 266 59 22,2 259 97,4 17.036 16.680 40.856 16.762 85,6 16.464 77,4 33.226 81,3 7.419 6.717 14.136 3.802 51,2 3.500 52,1 7.302 51,7

5 BELU 17 133 104 78,2 120 90,2 15.414 15.105 28.266 15.843 111,4 15.242 108,6 31.085 110,0 4.557 4.185 8.742 1.322 29,0 1.252 29,9 2.574 29,4

6 MALAKA 17 185 185 100,0 151 81,6 14.616 13.975 27.186 11.682 82,8 11.081 84,7 22.763 83,7 2.519 2.574 5.093 574 22,8 502 19,5 1.076 21,1

7 ALOR 24 285 76 26,7 285 100,0 13.339 12.810 26.149 2.804 21,0 2.717 21,2 5.521 21,1 388 322 710 165 42,5 95 29,5 260 36,6

8 LEMBATA 9 175 59 33,7 132 75,4 9.306 8.854 18.160 3.990 42,9 3.744 42,3 7.734 42,6 1.203 1.246 2.449 447 37,2 483 38,8 930 38,0
9 FLORES
20 266 100 37,6 100 37,6 17.714 16.840 11.187 4.296 72,9 4.332 81,9 8.628 77,1 35 79 114 - 0,0 - 0,0 - 0,0
TIMUR
10 SIKKA 23 342 32 9,4 32 9,4 20.453 19.473 1.578 432 52,1 364 48,6 796 50,4 51 55 106 13 25,5 10 18,2 23 21,7

11 ENDE 24 - - - - - 17.126 16.555 - - - - - - #DIV/0! - - - - - - - - -

12 NAGEKEO 7 180 152 84,4 177 98,3 9.671 9.327 21.001 7.148 65,5 6.669 66,1 13.817 65,8 1.529 1.766 3.295 734 48,0 836 47,3 1.570 47,6

13 NGADA 14 182 130 71,4 145 79,7 10.983 11.047 20.074 8.222 81,6 8.137 81,4 16.359 81,5 2.513 2.403 4.916 1.343 53,4 1.193 49,6 2.536 51,6
14 MANGGARAI
TIMUR 23 346 181 52,3 276 79,8 21.808 21.480 32.489 10.395 61,8 10.061 63,4 20.456 63,0 4.404 4.003 8.407 2.200 50,0 2.017 50,4 4.217 50,2

15 MANGGARAI 21 257 257 1,0 257 100,0 24.809 25.084 54.924 21.920 77,4 20.932 78,6 42.852 78,0 5.949 5.665 11.614 4.671 78,5 4.302 75,9 8.973 77,3

16 MANGGARAI
BARAT 18 289 289 100,0 289 100,0 20.256 20.238 6.657 3.307 92,6 2.800 90,8 6.107 91,7 - - - - - - - - -

17 SUMBA
22 224 - - 16.356 15.851 - - - #DIV/0! - - 735 - - - - - 0,0
TIMUR
18 SUMBA
8 - - - - - 5.273 4.987 10.260 - 0,0 - 0,0 - 0,0 - - - - - - - - -
TENGAH
19 SUMBA
9 - - - - - 9.351 9.014 - - - - - #REF! #REF! - - - - - - - - -
BARAT

SUMBA
20 12 193 - 0,0 193 100,0 27.015 25.804 7.111 3.643 100,0 3.468 100,0 7.111 100,0 - - 7.111 - - - - 2.638 37,1
BARAT DAYA

21 ROTE NDAO 12 147 84 57,1 138 93,9 9.518 9.502 19.020 5.810 61,0 5.606 59,0 11.416 60,0 1.979 1.770 3.749 663 33,5 553 31,2 1.216 32,4

SABU
22 6 76 - 0,0 76 100,0 6.156 6.217 12.373 - 0,0 - 0,0 - 0,0 - - - - - - - - -
RAIJUA
JUMLAH (KAB/
384 4.481 2.276 50,8 3.367 75,1 362.597 353.377 454.130 150.494 41,5 144.244 40,8 #REF! #REF! 45.691 43.775 94.748 22.948 50,2 21.425 48,9 47.325 49,9
KOTA)
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 52

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

USILA (60TAHUN+)
JUMLAH
NO KABUPATEN
PUSKESMAS JUMLAH MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN
L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 KOTA KUPANG 11 7.483 8.493 15.976 1.486 19,39 2.209 26,01 3.695 23,13
2 KUPANG 26 13.627 13.592 27.219 15.047 110,42 18.779 138,16 33.826 124,27
3 TTS 35 18.883 18.889 37.772 6.591 66,80 8.529 45,15 15.120 40,03
4 TTU 26 10.474 10.450 20.924 1.199 75,31 2.579 24,68 3.778 18,06
5 BELU 17 6.636 6.255 12.891 4.059 39,97 4.846 77,47 8.905 69,08
6 MALAKA 17 7.916 8.299 16.215 3.180 51,66 4.330 52,17 7.510 46,32
7 ALOR 24 6.936 8.639 15.575 467 6,73 715 8,28 1.182 7,59
8 LEMBATA 9 5.843 9.169 15.012 1.223 20,93 3.020 32,94 4.243 28,26
9 FLORES TIMUR 20 10.956 16.507 27.463 1.102 54,77 2.941 17,82 4.043 14,72
10 SIKKA 23 13.061 17.131 30.192 0 #DIV/0! 0 - 0 -
11 ENDE 24 11.058 13.424 24.482 1.165 #DIV/0! 1.504 11,20 2.669 10,90
12 NAGEKEO 7 6.920 7.202 14.122 1.339 100 2.203 30,59 3.542 25,08
13 NGADA 14 6.387 7.414 13.801 2.955 50,86 3.658 49,34 6.613 47,92
14 MANGGARAI TIMUR 23 8.832 8.796 17.628 6.198 41,22 7.683 87,35 13.881 78,74
15 MANGGARAI 21 9.551 10.207 19.758 2.219 22,92 3.526 34,54 5.745 29,08
16 MANGGARAI BARAT 18 7.715 8.030 15.745 2.633 47,42 2.452 30,54 5.085 32,30
17 SUMBA TIMUR 22 8.822 9.093 17.915 3.122 #DIV/0! 2.797 30,76 5.919 33,04
18 SUMBA TENGAH 8 2.586 2.666 5.252 2.197 84,96 2.258 84,70 4.455 84,82
19 SUMBA BARAT 9 3.801 3.927 7.728 0 #DIV/0! 0 - 0 -
20 SUMBA BARAT DAYA 12 8.647 8.986 17.633 1.409 #DIV/0! 1.851 20,60 3.260 18,49
21 ROTE NDAO 12 7.017 7.210 14.227 5.206 74,19 6.874 95,34 12.080 84,91
22 SABU RAIJUA 6 4.018 4.597 8.615 0 - 0 - 0 -
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 187.169 208.976 396.145 62.797 33,55 82.754 39,60 145.551 36,74
Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 53

CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

PESERTA JAMINAN KESEHATAN


NO JENIS JAMINAN KESEHATAN JUMLAH %
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Jaminan Kesehatan Nasional 58.869.056 0,00 0,00 1.131

1.1 Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 1.344.524 0,00 0,00 25,84

1.2 PBI APBD 122.362 0,00 0,00 2,35

1.3 Pekerja penerima upah (PPU) 245.345 0,00 0,00 4,71

1.4
Pekerja bukan penerima upah (PBPU)/mandiri 80.371 0,00 0,00 1,54

1.5 Bukan pekerja (BP) 80.164 0,00 0,00 1,54

2 Jamkesda 516.412 0,00 0,00 9,92

3 Asuransi Swasta 20.679 0,00 0,00 0,40

4 Asuransi Perusahaan 1.353 0,00 0,00 0,03

5 Non PBI 295.617 0,00 0,00 5,68

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 61.575.883 0,00 0,00 1.183,35


Sumber: Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
XX MANGGARAI BARAT

1 RS KOMODO 0 0 0

SUB JUMLAH II 134.083 173.462 339.016 41.581 55.524 109.376 791 758 1.549

1 Rumah Bersalin Keluarga Kudus 0 0 0

2 Balai Pengobatan St. Martin de Pores 0 0 0

3 Balai Pengobatan Kartini Ndona 0 0 0

4 Balai Pengobatan Kasih A & A Rahmat 0 0 0

5 Balai Pengobatan Gunung Maria Moni 0 0 0

6 Balai Pengobatan Hedwig Welamosa 0 0 0

7 UPTD Lab Kesehatan Lingkungan 0 0 0

8 UPTD Instalasi Farmasi 0 0 0

9 Klinik Sumber Sehat 0 0 0

10 Klinik Kartini 0 0 0

11 Balai Pengobatan Adven 0 0 0

SUB JUMLAH III 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.263.757 2.114.241 3.515.643 58.167 89.898 163.801 2.722 2.394 5.116

JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 2.577.953 2.625.561 5.203.514 2.577.953 2.625.561 5.203.514

CAKUPAN KUNJUNGAN (%) 49,0 80,5 67,6 2,3 3,4 3,1

Sumber : Profil Dinkes Prov NTT Tahun 2016


Catatan: Puskesmas non rawat inap hanya melayani kunjungan rawat jalan
VIII ROTE NDAO

1 RSUD ROTE BA'A 36 617 945 1.562 17 37 54 9 21 30 27,6 39,2 34,6 14,6 22,2 19,2
IX MANGGARAI - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

1 RSUD RUTENG 137 5.404 6.604 12.008 211 276 487 102 124 226 39,0 41,8 40,6 18,9 18,8 18,8
2 RS ST. RAFAEL. CANCAR 60 717 809 1.526 5 3 8 - - - 7,0 3,7 5,2 - - -
X NGADA

1 RSUD BAJAWA 106 2.480 4.794 7.274 104 103 207 69 67 136 41,9 21,5 28,5 27,8 14,0 18,7
XI ENDE - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

1 RSUD ENDE 145 - - 10.256 - - 382 - - - #DIV/0! #DIV/0! 37,2 #DIV/0! #DIV/0! -
2 RSUD SANTO ANTONIUS JOPU - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
XII SIKKA

1 RSUD DR TC HIILLERS 199 4.010 6.177 10.187 340 302 642 - - - 84,8 48,9 63,0 - - -
2 RSU ST.GABRIEL KEWAPANTE 91 - - - - - - - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
3 RS ST. ELISABETH LELA 65 - - - - - - - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

XIII FLORES TIMUR

1 RSUD LARANTUKA 105 2.313 3.800 6.113 92 102 194 43 65 108 39,8 26,8 31,7 18,6 17,1 17,7
XIV LEMBATA

1 RSUD LEWOLEBA - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!


2 RS BUKIT LEWOLEBA 42 326 773 1.099 5 11 16 1 5 6 15,3 14,2 14,6 3,1 6,5 5,5
3 RS KUSTA ST. DAMIAN - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

XV ALOR
1 RSUD KALABAHI 124 2.302 2.585 4.887 108 142 250 42 60 102 46,9 54,9 51,2 18,2 23,2 20,9

2 RS BERGERAK 15 22 32 54 11 8 19 5 5 10 500,0 250,0 351,9 227,3 156,3 185,2


XVI SUMBA BARAT DAYA
1 RS KARITAS WEETABULA 117 - - 6.809 - - 149 - - - #DIV/0! #DIV/0! 21,9 #DIV/0! #DIV/0! -

XVII SUMBA TIMUR


1 RSUD UMBU RARA MEHA 130 2.057 3.085 5.142 78 68 146 50 48 98 37,9 22,0 28,4 24,3 15,6 19,1

2 RSK LINDIMARA 99 2.409 3.123 5.532 36 56 92 24 41 65 14,9 17,9 16,6 10,0 13,1 11,7

3 RS IMMANUEL 54 1.446 1.564 3.010 22 26 48 9 17 26 15,2 16,6 15,9 6,2 10,9 8,6
XVIII SUMBA BARAT

1 RSUD WAIKABUBAK 125 - - 7.874 - - 27.362 - - - #DIV/0! #DIV/0! 3.475,0 #DIV/0! #DIV/0! -
2 RS KRISTEN LENDE MORIPA 90 - - 7.464 - - 27.438 - - - #DIV/0! #DIV/0! 3.676,0 #DIV/0! #DIV/0! -
XIX SUMBA TENGAH
1 RS BERGERAK 95 1.051 1.141 2.192 17 19 36 4 4 8 16,2 16,7 16,4 3,8 3,5 3,6
XX MANGGARAI BARAT
1 RS KOMODO - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
KABUPATEN/KOTA 3.561 44.121 53.954 138.170 1.535 1.545 58.548 645 707 1.352 35 29 424 420 458 23
Sumber : Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta
VI MALAKA
1 RSUD BETUN 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
VII SABU RAIJUA 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 RSU SEBA 46 2.568 365 2.620 2,2 56 6,4 1,0
VIII ROTE NDAO
1 RSUD ROTE BA'A 36 1.562 6.121 4.138 46,6 43 4,5 2,6
IX MANGGARAI
1 RSUD RUTENG 137 12.008 38.701 36.456 77,4 88 0,9 3,0
2 RS ST. RAFAEL. CANCAR 60 1.526 5.387 3.854 24,6 25 10,8 2,5
X NGADA
1 RSUD BAJAWA 106 7.274 22.174 22.313 57,3 69 2,3 3,1
XI ENDE
1 RSUD ENDE 145 10.256 10.256 35.577 19,4 71 4,2 3,5
2 RSUD SANTO ANTONIUS JOPU 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
XII SIKKA
1 RSUD DR TC HIILLERS 199 10.187 45.424 40.310 62,5 51 2,7 4,0
2 RSU ST.GABRIEL KEWAPANTE 91 - - - 0,0 - #DIV/0! #DIV/0!
3 RS ST. ELISABETH LELA 65 - - - 0,0 - #DIV/0! #DIV/0!
XIII FLORES TIMUR 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 RSUD LARANTUKA 105 6.113 29.493 28.900 77,0 58 1,4 4,7
XIV LEMBATA
1 RSUD LEWOLEBA 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
2 RS BUKIT LEWOLEBA 42 1.099 1.099 3.479 7,2 26 12,9 3,2
3 RS KUSTA ST. DAMIAN 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
XV ALOR
1 RSUD KALABAHI 124 4.887 15.016 5 33,2 39 6,2 0,0
2 RS BERGERAK 15 54 5.017 5 91,6 4 8,5 0,1
XVI SUMBA BARAT DAYA
1 RS KARITAS WEETABULA 117 6.809 34.631 27.771 81,1 58 1,2 4,1
XVII SUMBA TIMUR
1 RSUD UMBU RARA MEHA 130 5.142 23.059 21.589 48,6 40 4,7 4,2
2 RSK LINDIMARA 99 5.532 21.114 27.377 58,4 56 2,7 4,9
3 RS IMMANUEL 54 3.010 11.203 7.784 56,8 56 2,8 2,6
XVIII SUMBA BARAT
1 RSUD WAIKABUBAK 125 7.874 27.362 31.736 60,0 63 2,3 4,0
2 RS KRISTEN LENDE MORIPA 90 7.464 27.438 2.884 83,5 83 0,7 0,4
XIX SUMBA TENGAH
1 RS BERGERAK 95 2.192 2.511 2.303 7,2 23 14,7 1,1
XX MANGGARAI BARAT
1 RS KOMODO 0 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
KABUPATEN/KOTA 3.561 138.170 928.938 431.882 71,5 38,80 2,7 3,1
Sumber : Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta
TABEL 57

PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (BER-PHBS)


MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

RUMAH TANGGA
NO KABUPATEN PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH
JUMLAH % DIPANTAU % BER- PHBS
DIPANTAU BER- PHBS
1 2 3 4 5 6 7 8
1 KOTA KUPANG 11 67.909 8.873 13,1 2.983 33,6
2 KUPANG 26 74.991 46.506 62,0 18.970 40,8
3 TTS 35 114.405 50.042 43,7 26.773 53,5
4 TTU 26 58.945 32.040 54,4 10.690 33,4
5 BELU 17 55.443 38.700 69,8 29.152 75,3
6 MALAKA 17 42.207 25.784 61,1 15.617 60,6
7 ALOR 24 45.169 40.403 89,4 23.316 57,7
8 LEMBATA 9 30.225 27.219 90,1 13.152 48,3
9 FLORES TIMUR 20 50.807 32.699 64,4 26.165 80,0
10 SIKKA 23 78.518 1.800 2,3 1.800 100,0
11 ENDE 24 54.509 2.009 3,7 - -
12 NAGEKEO 7 29.136 18.750 64,4 1.751 9,3
13 NGADA 14 34.258 27.897 81,4 17.983 64,5
14 MANGGARAI TIMUR 23 50.811 41.575 81,8 18.934 45,5
15 MANGGARAI 21 72.595 41.613 57,3 24.960 60,0
16 MANGGARAI BARAT 18 50.887 38.978 76,6 23.703 60,8
17 SUMBA TIMUR 22 54.535 8.703 16,0 2.470 28,4
18 SUMBA TENGAH 8 13.186 8.012 60,8 6.573 82,0
19 SUMBA BARAT 9 25.741 5.608 21,8 - -
20 SUMBA BARAT DAYA 12 - - #DIV/0! - #DIV/0!
21 ROTE NDAO 12 32.324 8.995 27,8 4.209 46,8
22 SABU RAIJUA 6 16.857 11.659 69,2 - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 1.053.458 517.865 49,2 269.201 52,0
Sumber : Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 58

PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

NO KABUPATEN PUS JUMLAH TAHUN LALU TAHUN LAPORAN


KES SELURUH
MAS RUMAH RUMAH MEMENUHI JUMLAH RUMAH DIBINA RUMAH DIBINA
RUMAH YANG RUMAH MEMENUHI
SYARAT (RUMAH MEMENUHI
BELUM SYARAT (RUMAH SEHAT)
SEHAT) SYARAT
MEMENUHI
SYARAT
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1 KOTA KUPANG 11 67.909 26.294 38,72 32.152 15.536 48 7.701 50 33.995 50,06
2 KUPANG 26 66.936 25.910 38,71 41.026 50.692 124 20747 41 46.657 69,70
3 TTS 35 108.660 42.913 39,49 58.286 52.472 90 27.496 52 70.409 64,80
4 TTU 26 56.028 - 0,00 56.028 47.337 84 26.182 55 26.182 46,73
5 BELU 17 39.573 19.071 48,19 18.278 18.278 100 18.278 100 37.349 94,38
6 MALAKA 17 27.547 19.953 72,43 19.953 24.309 122 17.002 70 36.955 134,15
7 ALOR 24 39.698 24.496 61,71 15.266 14.585 96 1198 8 25.694 64,72
8 LEMBATA 9 28.308 23.223 82,04 5.085 21.528 423 23510 109 46.733 165,09
9 FLORES TIMUR 20 52.744 46.114 87,43 6.630 27.406 413 - - 46.114 87,43
10 SIKKA 23 60.519 37.871 62,58 22.648 22.648 100 695 3 38.566 63,73
11 ENDE 24 - - #DIV/0! - - #DIV/0! 0 #DIV/0! - #DIV/0!
12 NAGEKEO 7 25.388 15.668 61,71 9.720 9.720 100 4.479 46 20.147 79,36
13 NGADA 14 29.203 21.058 72,11 8.145 3.597 44 1.689 47 22.747 77,89
14 MANGGARAI TIMUR 23 55.387 26.123 47,16 20.333 10.978 54 - - 26.123 47,16
15 MANGGARAI 21 57.647 29.065 50,42 14.893 14.893 100 2187 15 31.252 54,21
16 MANGGARAI BARAT 18 47.943 23.172 48,33 16.296 - - 0 #DIV/0! 23.172 48,33
17 SUMBA TIMUR 22 44.414 6.227 14,02 930 #DIV/0! 6.227 670 12.454 28,04
18 SUMBA TENGAH 8 13.186 6.573 49,85 3.586 3.586 100 2537 71 9.110 69,09
19 SUMBA BARAT 9 - - #DIV/0! - - #DIV/0! 0 #DIV/0! - #DIV/0!
20 SUMBA BARAT DAYA 12 - - #DIV/0! - #DIV/0! 0 #DIV/0! - #DIV/0!
21 ROTE NDAO 12 30.466 14.675 48,17 15.791 15.791 100 6545 41 21.220 69,65
22 SABU RAIJUA 6 12.988 3.078 23,70 9.894 2.803 28 840 30 3.918 30,17
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 864.544 411.484 47,60 316.607 357.089 113 167.313 47 578.797 66,95
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 59

PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

NO KABUPATEN JUMLAH JUMLAH BUKAN JARINGAN PERPIPAAN


PUSKESMAS 'PENDUDUK

SUMUR GALI TERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN POMPA SUMUR BOR DENGAN POMPA

MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI


SYARAT SYARAT SYARAT

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK
JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1 KOTA KUPANG 11 402.286 4.121 35.396 2.275 14.705 86 2.161 75 1.850 1.404 9.828 796 5.572

2 KUPANG 26 360.228 8.594 126.205 9.897 98.248 383 5.170 339 4.648 647 12.618 1.083 11.989

3 TTS 35 461.681 3.269 124.581 1.843 74.166 12 873 10 838 13 222 12 224

4 TTU 26 247.216 4.340 71.440 2.932 38.884 3 547 3 547 55 799 40 709
5 BELU 17 210.307 4.614 67.664 3.109 52.507 58 2.166 48 1.449 27 5.150 33 5.300

6 MALAKA 17 183.387 7.710 100.315 5.248 55.321 244 1.494 243 1.863 50 1.408 22 654

7 ALOR 24 201.515 4.941 9.720 3.581 7.337 5 12 5 12 137 954 137 954

8 LEMBATA 9 134.573 3.944 - 3.944 - - - - - - - - -

9 FLORES TIMUR 20 248.889 1.902 52.621 1.592 40.931 41 6.015 38 5.942 29 1.450 626 1.450

10 SIKKA 23 315.477 6.329 96.127 1.528 27.349 - - - - - - - -

11 ENDE 24 270.886 4.798 6.875 1.968 32.924 - - - - 125 252 64 869

12 NAGEKEO 7 141.310 247 1.388 131 1.360 211 1.839 59 364 194 1.946 89 642

13 NGADA 14 156.101 699 8.348 455 6.028 - - - - 38 852 37 852

14 MANGGARAI TIMUR 23 276.620 3.103 32.043 1.011 21.090 103 170 81 927 36 373 16 80

15 MANGGARAI 21 324.014 1.200 12.954 820 10.261 - - - - 202 1.476 155 1.107

16 MANGGARAI BARAT 18 257.582 854 14.361 662 11.378 272 5.199 204 5.122 214 4.735 197 4.650

17 SUMBA TIMUR 22 249.606 9.213 74.090 5.679 51.849 312 3.691 260 2.907 98 1.845 85 1.686
18 SUMBA TENGAH 8 69.606 737 8.215 641 5.502 - - - - - - - -

19 SUMBA BARAT 9 123.913 748 22.931 746 22.931 740 22.931 740 22.931 264 22.931 264 22.931

20 SUMBA BARAT DAYA 12 325.699 - - - - - - - - - - - -

21 ROTE NDAO 12 153.792 5.397 93.254 3.433 54.390 1 7 1 7 11 397 3 176


22 SABU RAIJUA 6 88.826 3.485 33.977 1.776 7.856 6 191 3 150 8 - - -

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 5.203.514 80.245 992.505 53.271 635.017 2.477 52.466 2.109 49.557 3.552 67.236 3.659 59.845

Sumber : Profil Dinkes Kab/Kota Tahun 2016


Lanjutan TABEL 59

PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KABUPATEN / KOTA
TAHUN 2016

BUKAN JARINGAN PERPIPAAN PENDUDUK


DENGAN AKSES
BERKELANJUTA
PERPIPAAN (PDAM,BPSPAM)
N TERHADAP
TERMINAL AIR MATA AIR TERLINDUNG PENAMPUNGAN AIR HUJAN
AIR MINUM
LAYAK
MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI
MEMENUHI SYARAT
SYARAT SYARAT SYARAT
JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK
JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

%
17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

- - - - 14 2.156 37 1.976 23 24 873 4.374 34.187 212.232 28.393 173.162 201.639 50

235 8.536 152 4.375 312 31.831 218 19.294 678 2.860 407 1.905 489 14.321 400 15.599 156.058 43

338 14.359 321 13.694 691 63.353 327 40.794 583 4.369 427 2.839 6.169 61.123 5.863 77.688 210.243 46

33 469 21 344 246 12.598 105 6.786 155 3.531 108 2.736 682 78.704 630 69.079 119.085 48
118 2.634 109 2.184 172 26.175 137 20.255 139 2.221 75 547 3.847 53.022 3.790 48.525 130.767 62

10 977 8 984 2.330 11.876 883 7.040 451 3.460 360 2.766 2.925 22.746 2.460 13.299 81.927 45

- - - - 59 829 35 638 3.770 6.086 2.233 4.977 171 20.236 122 14.477 28.395 14

1 - - - 13 - - - 4.216 - 4.216 - 1.252 18.493 - - - -

1.100 60.339 891 56.037 38 26.808 38 26.808 2.791 16.575 2.352 14.398 10.607 88.504 9.790 81.042 226.608 91

- - - - 225 17.607 85 5.613 12.065 59.082 3.093 14.653 13.960 140.693 6.269 75.705 123.320 39

578 12.562 378 2.654 310 2.654 180 12.562 1.912 1.578 761 2.157 10.334 15.545 4.872 87.560 138.726 51

1 - - - 46 731 25 585 298 3.178 238 2.369 6.066 96.119 5.059 81.734 87.054 62

21 445 21 399 76 15.918 64 15.644 1.088 11.349 1.039 10.970 8.289 76.934 8.078 74.681 108.574 70

4 23 4 23 458 52.562 282 41.336 1.363 4.106 694 3.069 5.794 119.131 2.141 80.245 146.770 53

- - - - 313 53.808 131 25.006 40 1.220 15 504 17.335 255.476 13.914 211.649 248.527 77

20 199 0 0 410 32.071 272 22.155 897 20.932 949 12.449 11.144 145.138 8.907 117.941 173.695 67

- - - - 245 18.436 206 14.732 102 536 85 447 14 56.166 14 55.961 127.582 51
- - - - 138 26.225 118 24.292 521 7.153 434 6.454 80 2.699 64 2.429 38.677 56

- - - - 2.421 22.831 2.421 22.831 351 22.931 351 22.931 - - - - 114.555 92

- - - - - - - - - - - - - - - - - -

- - - - 87 17.184 42 5.255 1.187 3.762 640 1.719 18 10.779 10 5.893 67.440 44


11 1.718 8 1.203 12 2.807 6 623 58 378 - - 1 - 1 - 9.832 11

2.470 102.261 1.913 81.897 8.616 438.460 5.612 314.225 32.688 175.331 19.350 112.264 133.364 1.488.061 100.777 1.286.669 2.539.474 49
TABEL 60

PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH MEMENUHI SYARAT


JUMLAH SAMPEL (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN KIMIA)
NO KABUPATEN PUSKESMAS PENYELENGGARA
DIPERIKSA
AIR MINUM
JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7
1 KOTA KUPANG 11 383 414 356 86
2 KUPANG 26 36 18 14 78
3 TTS 35 396 141 79 56
4 TTU 26 28 253 28 11
5 BELU 17 57 24 24 100
6 MALAKA 17 12 33 1 3
7 ALOR 24 117 30 11 37
8 LEMBATA 9 40 161 107 66
9 FLORES TIMUR 20 2 - - #DIV/0!
10 SIKKA 23 122 695 608 87
11 ENDE 24 - - - #DIV/0!
12 NAGEKEO 7 - - - #DIV/0!
13 NGADA 14 58 219 91 42
14 MANGGARAI TIMUR 23 637 296 238 80
15 MANGGARAI 21 790 431 313 73
16 MANGGARAI BARAT 18 30 30 23 77
17 SUMBA TIMUR 22 44 372 243 65
18 SUMBA TENGAH 8 - - - #DIV/0!
19 SUMBA BARAT 9 - - - #DIV/0!
20 SUMBA BARAT DAYA 12 - - - #DIV/0!
21 ROTE NDAO 12 18 - - #DIV/0!
22 SABU RAIJUA 6 1.218 1.218 1.208 99
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 3.988 4.335 3.344 77
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 61

PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT)
MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JENIS SARANA JAMBAN


KOMUNAL LEHER ANGSA
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
JUM

PENDUDUK
JUMLAH
LAH

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK
% PENDUDUK

% PENDUDUK
JUMLAH

JUMLAH
NO KABUPATEN PUS

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
KES
MAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 KOTA KUPANG 11 402.286 25 515 13 383 74 37.081 238.326 22.203 140.567 59
2 KUPANG 26 360.228 8.745 18.495 4.296 17.646 95 33.513 138.123 23.374 106.194 77
3 TTS 35 461.681 23.603 43.904 3.716 20.714 47 23.386 102.180 21.024 89.823 88
4 TTU 26 247.216 835 3.577 835 3.577 100 23.550 89.989 28.453 75.577 84
5 BELU 17 210.307 18 500 18 500 100 18.201 83.710 17.270 81.302 97
6 MALAKA 17 183.387 9.144 33.219 4.473 18.111 55 7.648 33.118 5.311 21.936 66
7 ALOR 24 201.515 1.367 19.163 1.255 17.523 91 19.177 119.661 15.968 109.321 91
8 LEMBATA 9 134.573 148 426 148 426 100 22.148 89.402 20.300 89.402 100
9 FLORES TIMUR 20 248.889 - - - - #DIV/0! 44.657 231.151 44.657 231.151 100
10 SIKKA 23 315.477 - - - - #DIV/0! 28.379 185.287 22.063 145.948 79
11 ENDE 24 270.886 1.261 - 926 9.675 #DIV/0! 30.620 242.833 16.977 84.885 35
12 NAGEKEO 7 141.310 133 1.716 64 1.697 99 16.255 86.559 12.080 63.579 73
13 NGADA 14 156.101 - - - - #DIV/0! 19.158 108.540 17.243 98.827 91
14 MANGGARAI
23 276.620 - - - - #DIV/0! 12.201 68.060 8.510 42.492 62
TIMUR
15 MANGGARAI 21 324.014 - - - - #DIV/0! 22.155 152.826 23.265 149.521 98
16 MANGGARAI
18 257.582 490 1.960 490 1.960 100 17.333 69.332 17.333 69.332 100
BARAT
17 SUMBA TIMUR 22 249.606 - 27.075 1.382 27.075 100 - 85.155 3.413 85.155 100
18 SUMBA TENGAH 8 69.606 - - - - #DIV/0! 2.793 11.532 2.162 8.648 75
19 SUMBA BARAT 9 123.913 - - - - #DIV/0! - - - - #DIV/0!
20 SUMBA BARAT
12 325.699 - - - - #DIV/0! - - - - #DIV/0!
DAYA
21 ROTE NDAO 12 153.792 44 800 44 800 100 15.919 73.954 15.579 72.253 98
22 SABU RAIJUA 6 88.826 3 108 3 108 100 7.241 36.612 4.675 5.450 15
JUMLAH (KAB/KOTA) 387 5.203.514 45.816 151.458 17.663 120.195 79 401.415 2.246.350 341.860 1.771.363 79
Sumber: Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
LANJUTAN TABEL 61

PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT)
MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN / KOTA
TAHUN 2016

JENIS SARANA JAMBAN PENDUDUK


PLENGSENGAN CEMPLUNG DENGAN AKSES
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT SANITASI LAYAK
JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
(JAMBAN SEHAT)
PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK
% PENDUDUK

% PENDUDUK
JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
JUMLAH %

15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
2.442 12.154 683 5.274 43 258 1.050 7 6 1 81.639 20
11.849 41.926 5.500 13.781 33 16.342 54.579 1.825 3.144 6 119.975 33
35.479 111.710 16.604 63.161 57 37.814 137.029 3.624 19.095 14 89.397 19
10.416 45.018 7.971 32.311 72 15.735 53.993 973 3.267 6 114.732 46
7.594 38.285 4.619 22.519 59 6.555 32.208 - - - 104.321 50
5.666 25.616 3.783 13.501 53 6.312 15.966 3.751 7.099 44 20.270 11
4.716 27.422 3.129 23.596 86 4.913 2.939 3.028 23.588 803 174.028 86
2.804 12.708 2.389 12.708 100 395 8.268 - - - 102.536 76
7.593 36.293 7.593 36.293 100 371 1.731 371 1.731 100 269.175 108
11.721 89.282 8.551 63.280 71 4.457 28.677 1.647 10.399 36 219.627 70
1.040 18.495 317 4.701 25 927 48.008 642 25.335 53 124.596 46
3.301 20.142 687 4.821 24 428 2.303 139 692 30 70.789 50
5.119 33.074 3.380 24.605 74 249 1.668 - - - 123.432 79
31.239 140.333 15.360 69.154 49 4.237 21.163 1.805 8.703 41 120.349 44
20.823 108.078 8.977 101.130 94 3.724 8.660 983 4.818 56 255.469 79
20.211 80.844 20.211 80.844 100 4.552 18.208 - - - 152.136 59
- - - - #DIV/0! - - - - #DIV/0! - -
5.065 20.260 3.462 13.848 68 5.064 20.256 2.619 10.476 52 32.972 47
- - - - #DIV/0! - - - - #DIV/0! - -

- - - - #DIV/0! - - - - #DIV/0! - -

4.706 16.797 4.017 14.340 85 2.126 7.871 1.535 3.938 50 91.331 59


1.659 3.565 331 1.488 42 2.922 6.793 9 54 1 27.999 32
193.443 882.002 117.564 601.355 68 117.381 471.370 22.958 122.345 26 2.294.772 44
TABEL 62

DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)


JUMLAH JUMLAH DESA/ DESA MELAKSANAKAN DESA STOP BABS
NO KABUPATEN DESA STBM
PUSKESMAS KELURAHAN STBM (SBS)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 KOTA KUPANG 11 51 51 100,00 51 100,00 51 100,00
2 KUPANG 26 177 83 46,89 36 20,34 47 26,55
3 TTS 35 278 263 94,60 218 78,42 215 77,34
4 TTU 26 194 188 96,91 145 74,74 37 19,07
5 BELU 17 81 81 100,00 0 - - -
6 MALAKA 17 127 19 14,96 - - 7 5,51
7 ALOR 24 175 169 96,57 31 17,71 1 0,57
8 LEMBATA 9 151 121 80,13 99 65,56 64 42,38
9 FLORES TIMUR 20 250 228 91,20 131 52,40 84 33,60
10 SIKKA 23 160 160 100,00 73 45,63 26 16,25
11 ENDE 24 279 130 46,59 - 44 15,77
12 NAGEKEO 7 113 71 62,83 9 7,96 9 7,96
13 NGADA 14 151 103 68,21 38 25,17 38 25,17
14 MANGGARAI TIMUR 23 176 116 65,91 60 34,09 39 22,16
15 MANGGARAI 21 171 162 94,74 49 28,65 - -
16 MANGGARAI BARAT 18 169 169 100,00 11 6,51 - -
17 SUMBA TIMUR 22 156 - - 28 17,95 - -
18 SUMBA TENGAH 8 65 65 100,00 17 26,15 65 100,00
19 SUMBA BARAT 9 73 - - 0 - - -
20 SUMBA BARAT DAYA 12 176 15 8,52 0 - 15 8,52
21 ROTE NDAO 12 89 89 100,00 14 15,73 - -
22 SABU RAIJUA 6 63 49 77,78 33 52,38 33 52,38
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 3.325 2.332 70,14 1.043 31,37 775 23,31
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 63

PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

TEMPAT-TEMPAT UMUM

YANG ADA MEMENUHI SYARAT KESEHATAN

JUM SARANA PENDIDIKAN SARANA KESEHATAN HOTEL


SARANA TEMPAT-
LAH SARANA PENDIDIKAN HOTEL
KESEHATAN RUMAH TEMPAT UMUM

JUMLAH TTU
NO KABUPATEN PUS SD SLTP SLTA PUSKESMAS BINTANG NON BINTANG
SAKIT UMUM
KES

RUMAH SAKIT
PUSKESMAS
MAS

BINTANG

BINTANG

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
UMUM
SLTP

SLTA

NON
SD

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

1 KOTA KUPANG 11 133 46 40 50 11 11 50 341 100 75 27 59 17 43 36 72 6 55 1 9 18 36 205 60

2 KUPANG 26 352 148 77 38 2 - 2 619 293 83 129 87 67 87 23 61 1 50 - #DIV/0! 2 100 515 83

3 TTS 35 452 236 183 159 141 139 150 1.460 415 92 136 58 57 31 32 20 2 1 - - 11 7 653 45

4 TTU 26 279 95 56 26 2 - 6 464 218 78 83 87 44 79 26 100 2 100 - #DIV/0! 3 50 376 81

5 BELU 17 151 46 31 17 4 - 10 259 147 97 45 98 30 97 17 100 4 100 - #DIV/0! 9 90 252 97

6 MALAKA 17 197 61 36 49 1 - 3 347 181 92 56 92 35 97 51 104 2 200 - #DIV/0! 11 367 336 97

7 ALOR 24 291 94 41 26 2 1 7 462 205 70 64 68 32 78 42 162 2 100 1 100 5 71 351 76

8 LEMBATA 9 175 49 19 9 2 - 6 260 175 100 49 100 19 100 9 100 2 100 - #DIV/0! - - 254 98

9 FLORES TIMUR 20 300 71 36 20 1 - 16 444 263 88 69 97 36 100 19 95 1 100 - #DIV/0! 16 100 404 91

10 SIKKA 23 309 85 41 23 3 2 21 484 238 77 2 2 - - - - - - - - 2 10 242 50

11 ENDE 24 342 84 35 24 1 1 17 504 215 63 33 39 20 57 24 100 1 100 1 100 11 65 305 61

12 NAGEKEO 7 177 57 19 7 - - 9 269 149 84 46 81 11 58 7 100 - #DIV/0! - #DIV/0! 6 67 219 81

13 NGADA 14 195 64 25 14 1 - 29 328 183 94 59 92 21 84 13 93 1 100 - #DIV/0! 28 97 305 93


14 MANGGARAI
TIMUR 23 290 127 49 19 - - 11 496 247 85 112 88 43 88 18 95 - #DIV/0! - #DIV/0! 8 73 428 86

15 MANGGARAI 21 249 65 39 21 2 1 14 391 210 84 10 15 10 26 21 100 2 100 1 100 14 100 268 69


16 MANGGARAI
BARAT 18 274 76 35 18 1 5 34 443 134 49 23 30 5 14 5 28 - - 5 100 12 35 184 42

17 SUMBA TIMUR 22 - - - 22 3 - 9 34 - ###### - ##### - #DIV/0! 22 100 3 100 - #DIV/0! - - 25 74


18 SUMBA
8 87 28 6 8 1 - - 130 51 59 18 64 7 117 8 100 1 100 - #DIV/0! - #DIV/0! 85 65
TENGAH
19 SUMBA BARAT 9 - - - - - - - - - ###### - ##### - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0!
20 SUMBA BARAT
12 - - - - - - - - - ###### - ##### - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0!
DAYA
21 ROTE NDAO 12 147 36 16 12 1 - 14 226 126 86 22 61 9 56 9 75 - - - #DIV/0! 1 7 167 74

22 SABU RAIJUA 6 77 18 9 6 1 - 1 112 29 38 8 44 4 44 5 83 1 100 - #DIV/0! 1 100 48 43

JUMLAH (KAB/KOTA) 384 4.477 1.486 793 568 180 160 409 8.073 3.579 80 991 67 467 59 387 68 31 17 9 6 158 39 5.622 70
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 64

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUM TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI
LAH
JUMLAH RUMAH DEPOT AIR RUMAH DEPOT AIR
NO KABUPATEN PUS JASA MAKANAN JASA MAKANAN
TPM MAKAN/ MINUM TOTAL % MAKAN/ MINUM TOTAL %
KES BOGA
RESTORAN (DAM)
JAJANAN BOGA
RESTORAN (DAM)
JAJANAN
MAS
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1 KOTA KUPANG 11 1.172 46 236 239 18 539 46 4 224 97 44 369 31


2 KUPANG 26 197 - 40 42 28 110 56 - 64 3 25 92 47

3 TTS 35 220 2 56 19 50 127 58 1 47 3 46 97 44


4 TTU 26 120 - 13 23 - 36 30 - 81 3 - 84 70

5 BELU 17 254 5 112 44 42 203 80 - 28 3 16 47 19


6 MALAKA 17 37 - 7 15 - 19 51 - 7 4 - 11 30
7 ALOR 24 439 2 24 14 44 84 19 - 18 8 320 346 79
8 LEMBATA 9 135 - 75 40 20 135 100 - - - - - -

9 FLORES TIMUR 20 240 2 72 59 60 193 80 - 3 1 43 47 20


10 SIKKA 23 215 14 14 73 82 183 85 1 - 10 21 32 15

11 ENDE 24 400 36 43 11 63 153 38 27 22 4 13 66 17


12 NAGEKEO 7 113 - 18 13 23 54 48 - 34 4 21 59 52

13 NGADA 14 192 12 85 7 51 155 81 4 24 - 9 37 19


14 MANGGARAI TIMUR 23 1.474 1 8 - 61 70 5 4 29 3 73 109 7
15 MANGGARAI 21 152 - 35 11 - 46 30 - 104 - 2 106 70
16 MANGGARAI BARAT 18 251 2 62 12 13 89 35 3 32 18 8 61 24
17 SUMBA TIMUR 22 59 2 15 32 24 73 124 - 11 3 6 20 34

18 SUMBA TENGAH 8 30 - 1 1 12 14 47 1 1 1 13 16 53

19 SUMBA BARAT 9 - - - - - - #DIV/0! - - - - - #DIV/0!


20 SUMBA BARAT DAYA 12 - - - - - - #DIV/0! - - - - - #DIV/0!
21 ROTE NDAO 12 155 - 15 15 43 73 47 1 8 9 6 24 15
22 SABU RAIJUA 6 13 - 13 6 8 27 208 1 1 - 2 4 31
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 5.868 124 944 676 642 2.383 41 47 738 174 668 1.627 28

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016


TABEL 65

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH TPM DIBINA JUMLAH TPM DIUJI PETIK

MEMENUHI SYARAT

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH TPM TIDAK

TPM DIUJI PETIK


HIGIENE SANITASI
PERSENTASE

PERSENTASE
RUMAH MAKAN/

RUMAH MAKAN/
TPM DIBINA

JUMLAH TPM
MINUM (DAM)

MINUM (DAM)
JASA BOGA

JASA BOGA
RESTORAN

RESTORAN
DEPOT AIR

DEPOT AIR
PUS

MAKANAN

MAKANAN
JAJANAN

JAJANAN
TOTAL

TOTAL
NO KABUPATEN KES
MAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 KOTA KUPANG 11 369 4 222 93 29 348 94,31 539 46 212 229 13 500 92,76
2 KUPANG 26 92 0 40 42 28 110 119,57 110 0 48 24 0 72 65,45
3 TTS 35 97 10 83 17 28 138 142,27 105 25 77 17 18 137 130,48
4 TTU 26 84 0 81 3 0 84 100,00 36 0 0 0 0 0 0,00
5 BELU 17 47 0 25 4 16 45 33,83 138 218 111 47 42 418 302,90
6 MALAKA 17 11 0 7 11 0 20 50,00 4 1 0 4 0 5 125,00
7 ALOR 24 346 0 18 8 320 346 100,00 84 0 8 4 50 62 73,81
8 LEMBATA 9 0 2 13 8 3 26 #DIV/0! 135 2 13 11 2 28 20,74
9 FLORES TIMUR 20 47 - 3 1 43 47 100 193 - - - - - -
10 SIKKA 23 32 1 1 17 10 29 90,63 183 1 0 20 3 24 13,11
11 ENDE 24 66 0 0 0 0 0 #DIV/0! 0 0 0 0 0 0 #DIV/0!
12 NAGEKEO 7 59 0 10 1 5 16 27,12 54 0 0 0 0 0 0,00
13 NGADA 14 37 4 13 0 8 25 67,57 155 0 0 0 0 0 0,00
14 MANGGARAI TIMUR 23 109 3 26 3 73 105 96,33 70 1 2 1 57 61 87,14
15 MANGGARAI 21 106 0 0 0 0 0 0,00 46 0 0 0 0 0 0,00
16 MANGGARAI BARAT 18 61 98 3 32 18 8 61,00 62 105 2 62 12 13 89,00
17 SUMBA TIMUR 22 20 0 0 0 0 0 0,00 73 0 0 0 0 0 0,00
18 SUMBA TENGAH 8 16 0 1 1 1 3 18,75 14 0 0 0 0 0 0,00
19 SUMBA BARAT 9 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! 0 0 0 0 0 0 #DIV/0!
20 SUMBA BARAT DAYA 12 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! 0 0 0 0 0 0 #DIV/0!
21 ROTE NDAO 12 24 1 8 9 14 32 133,33 73 0 0 0 0 0 0,00
22 SABU RAIJUA 6 4 0 1 0 2 3 75,00 27 0 0 0 0 0 0,00
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 1627 123 555 250 598 1385 85,13 2101 399 473 419 197 1320 62,82
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
PERSEN
TASE
SATUAN TOTAL JUMLAH KETERSE
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN DIAAN
OBAT /
VAKSIN

1 2 3 4 5 6 7 8
125 Sianokobalamin (Vitamin B12) injeksi 500 ampul 10.000 9.000 1.000 10.000 100,00

126 mcg
Sulfasetamida Natrium tetes mata 15 % botol - - - - #DIV/0!

127 Tetrakain HCL tetes mata 0,5% botol - 141 143 284 #DIV/0!

128 Tetrasiklin kapsul 250 mg kapsul - 29.900 51.200 81.100 #DIV/0!

129 Tetrasiklin kapsul 500 mg kapsul - 32.200 - 32.200 #DIV/0!

130 Tiamin (vitamin B1) injeksi 100 mg/ml ampul 2.000 2.170 - 2.170 108,50

131 Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat) tablet - - - - #DIV/0!

132 Tiopental Natrium serbuk injeksi 1000 ampul - - - - #DIV/0!


mg/amp
133 Triheksifenidil tablet 2 mg tablet - - - - #DIV/0!

134 Vaksin Rabies Vero vial - - - - #DIV/0!

135 Vitamin B Kompleks tablet tablet 1.200.000 284.400 915.600 1.200.000 100

VAKSIN - - - -

136 BCG vial 4.055 3.343 712 4.055 100,00

137 T T vial 1.594 1.265 329 1.594 100,00

138 D T vial 2.267 1.998 269 2.267 100,00

139 CAMPAK 10 Dosis vial 11.660 8.150 3.510 11.660 100,00

140 POLIO 10 Dosis vial 6.680 6.026 654 6.680 100,00

141 DPT-HB vial 13.258 10.718 2.540 13.258 100,00

142 HEPATITIS B 0,5 ml ADS vial 6.592 5.575 1.017 6.592 100,00

143 POLIO 20 Dosis vial - - - - #DIV/0!

144 CAMPAK 20 Dosis vial - - - - #DIV/0!

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016


TABEL 67

JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

PEMILIKAN/PENGELOLA
NO FASILITAS KESEHATAN KEMEN PEM. PEM.KAB TNI / SWA JUM
BUMN
KES PROV / KOTA POLRI STA LAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9
RUMAH SAKIT
1 RUMAH SAKIT UMUM 0 1 19 5 0 17 42
2 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 0 0 0 0 3 3
PUSKESMAS DAN JARINGANNYA
1 PUSKESMAS RAWAT INAP 0 0 205 0 0 0 205
- JUMLAH TEMPAT TIDUR 0 0 3.651 0 0 0 3.651
2 PUSKESMAS NON RAWAT INAP 0 0 179 0 0 0 179
3 PUSKESMAS KELILING 0 0 2.684 0 0 0 2.684
4 PUSKESMAS PEMBANTU 0 0 1.081 0 0 0 1.081
SARANA PELAYANAN LAIN
1 RUMAH BERSALIN -
2 BALAI PENGOBATAN/KLINIK -
3 PRAKTIK DOKTER BERSAMA -
4 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN -
5 PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL -
6 BANK DARAH RUMAH SAKIT -
7 UNIT TRANSFUSI DARAH -
SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN
1 INDUSTRI FARMASI 0 1 22 0 0 0 23
2 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 0 -
3 USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 0 -
4 PRODUKSI ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 0 -
5 PEDAGANG BESAR FARMASI 0 0 16 0 0 0 16
6 APOTEK 0 0 300 0 0 0 300
7 TOKO OBAT 0 0 100 0 0 0 100
8 PENYALUR ALAT KESEHATAN 0 0 4 0 0 0 4
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 68

PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT)


DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR


NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA LEVEL I
JUMLAH %
1 2 3 4 5

1 RUMAH SAKIT UMUM 42 42 100,00

2 RUMAH SAKIT KHUSUS 3 3 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 45 45 100,00

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016


TABEL 69

JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

STRATA POSYANDU POSYANDU


PUS
PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI AKTIF
NO KABUPATEN KES JUM
MAS JUM JUM JUM JUM LAH JUM
% % % % %
LAH LAH LAH LAH LAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 KOTA KUPANG 11 8 2,56 144 46,01 145 46,33 16 5,11 313 161 51,44
2 KUPANG 26 7 0,99 33 4,65 521 73,38 149 20,99 710 670 94,37
3 TTS 35 49 6,22 378 47,97 349 44,29 12 1,52 788 361 45,81
4 TTU 26 1 0,20 8 1,57 499 98,23 0 0,00 508 499 98,23
5 BELU 17 83 19,81 105 25,06 157 37,47 74 17,66 419 231 55,13
6 MALAKA 17 0 0,00 4 0,77 400 76,92 116 22,31 520 516 99,23
7 ALOR 24 125 28,87 172 39,72 108 24,94 28 6,47 433 136 31,41
8 LEMBATA 9 0 0,00 111 34,91 207 65,09 0 0,00 318 207 65,09
9 FLORES TIMUR 20 1 0,18 83 14,95 453 81,62 18 3,24 555 471 84,86
10 SIKKA 23 0 0,00 39 6,24 464 74,24 122 19,52 625 586 93,76
11 ENDE 24 368 57,95 237 37,32 24 3,78 6 0,94 635 30 4,72
12 NAGEKEO 7 6 2,30 187 71,65 66 25,29 2 0,77 261 68 26,05
13 NGADA 14 42 12,21 106 30,81 189 54,94 7 2,03 344 196 56,98
14 MANGGARAI TIMUR 23 0 0,00 83 14,85 385 68,87 91 16,28 559 476 85,15
15 MANGGARAI 21 0 0,00 369 64,17 192 33,39 14 2,43 575 206 35,83
16 MANGGARAI BARAT 18 36 7,91 183 40,22 217 47,69 19 4,18 455 236 51,87
17 SUMBA TIMUR 22 174 31,07 228 40,71 152 27,14 6 1,07 560 158 28,21
18 SUMBA TENGAH 8 9 4,84 69 37,10 103 55,38 5 2,69 186 108 58,06
19 SUMBA BARAT 9 117 53,42 68 31,05 28 12,79 6 2,74 219 34 15,53
20 SUMBA BARAT DAYA 12 49 10,54 260 55,91 119 25,59 37 7,96 465 156 33,55
21 ROTE NDAO 12 66 17,65 272 72,73 22 5,88 14 3,74 374 36 9,63
22 SABU RAIJUA 6 0 0,00 0 0,00 211 100,00 0 0,00 211 211 100,00
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 1.141 11,37 3.139 31,29 5.011 49,95 742 7,40 10.033 5.753 57,34
RASIO POSYANDU PER 100 BALITA 2
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 70

JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT


NO KABUPATEN DESA/
PUSKESMAS (UKBM)
KELURAHAN
POSKESDES POLINDES POSBINDU
1 2 3 4 5 6 7
1 KOTA KUPANG 11 51 9 5 8
2 KUPANG 26 177 22 13,00 24
3 TTS 35 278 51 60 27
4 TTU 26 194 18 139 21
5 BELU 17 81 33 41 22
6 MALAKA 17 127 36 50 9
7 ALOR 24 175 44 40,00 0
8 LEMBATA 9 151 34 64,00 13
9 FLORES TIMUR 20 250 39 80 17
10 SIKKA 23 160 46 120 6
11 ENDE 24 279 39 86 0
12 NAGEKEO 7 113 10 47,00 21
13 NGADA 14 151 37 42 4
14 MANGGARAI TIMUR 23 176 89 20,00 12
15 MANGGARAI 21 171 78 20 0
16 MANGGARAI BARAT 18 169 68 18 0
17 SUMBA TIMUR 22 156 6 72 0
18 SUMBA TENGAH 8 65 11 29,00 0
19 SUMBA BARAT 9 73 0 0,00 0
20 SUMBA BARAT DAYA 12 176 38 57 0
21 ROTE NDAO 12 89 6 7,00 19
22 SABU RAIJUA 6 63 6 0,00 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 3.325 720 1.010 203
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 71

JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN


KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

JUMLAH DESA/KELURAHAN SIAGA


JUMLAH DESA/
NO KABUPATEN
PUSKESMAS KELURAH PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH %
AN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 KOTA KUPANG 11 51 38 7 3 3 51 100,00
2 KUPANG 26 177 29 5,00 42 34,00 110 62,15
3 TTS 35 278 33 10 6 2 51 18,35
4 TTU 26 194 14 42 31 0 87 44,85
5 BELU 17 81 15 33,00 13 4,00 65 80,25
6 MALAKA 17 127 6 3 61 1 75 70,75
7 ALOR 24 175 14 20,00 0 0,00 34 19,43
8 LEMBATA 9 151 33 34,00 4 0,00 71 47,02
9 FLORES TIMUR 20 250 34 115 45 13 207 82,80
10 SIKKA 23 160 160 0,00 0 0,00 160 100,00
11 ENDE 24 279 54 4,00 0 2,00 60 21,51
12 NAGEKEO 7 113 31 4,00 0 1,00 36 31,86
13 NGADA 14 151 81 0,00 0 0,00 81 53,64
14 MANGGARAI TIMUR 23 176 21 6,00 51 3,00 81 46,02
15 MANGGARAI 21 171 109 50,00 3 0,00 162 94,74
16 MANGGARAI BARAT 18 169 98 0,00 0 0,00 98 57,99
17 SUMBA TIMUR 22 156 41 0,00 56 0,00 97 62,18
18 SUMBA TENGAH 8 65 2 31,00 29 0,00 62 95,38
19 SUMBA BARAT 9 73 0 0,00 0 0,00 0 0
20 SUMBA BARAT DAYA 12 176 0 0,00 0 0,00 29 22,14
21 ROTE NDAO 12 89 50 0,00 0 0,00 50 56,18
22 SABU RAIJUA 6 63 63 0,00 0 0,00 63 100,00
JUMLAH (KAB/KOTA) 384 3.325 926 364 344 63 1.730 52,03
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
DOKTER
NO UNIT KERJA DR SPESIALIS a DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI
GIGI SPESIALIS
TOTAL
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

VI MALAKA

1 RSUD BETUN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

VII SABU RAIJUA

1 RSU SEBA 0 0 0 2 3 5 2 3 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0

VIII ROTE NDAO

1 RSUD ROTE BA'A 2 0 2 2 0 2 4 0 4 0 1 1 0 0 0 0 1 1

IX MANGGARAI

1 RSUD RUTENG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
RS ST. RAFAEL.
2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
CANCAR
X NGADA

1 RSUD BAJAWA 4 1 5 2 1 3 6 2 8 0 1 1 0 0 0 0 1 1

XI ENDE

1 RSUD ENDE 0 7 7 4 4 0 11 11 1 1 0 0 1 1
RSUD SANTO
2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
ANTONIUS JOPU
XII SIKKA
RSUD DR TC
1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
HIILLERS
RSU ST.GABRIEL
2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KEWAPANTE
RS ST. ELISABETH
3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
LELA
XIII FLORES TIMUR

1 RSUD LARANTUKA 2 4 6 6 8 14 8 12 20 0 1 1 0 0 0 0 1 1

XIV LEMBATA

1 RSUD LEWOLEBA 0 2 2 5 3 8 5 5 10 1 1 2 0 0 0 1 1 2
RS BUKIT
2 0 0 0 2 0 2 2 0 2 1 1 2 0 0 0 1 1 2
LEWOLEBA
RS KUSTA ST.
3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
DAMIAN
XV ALOR

1 RSUD KALABAHI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

2 RS BERGERAK 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PERAWATa PERAWAT GIGI
NO UNIT KERJA BIDAN
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
VII SABU RAIJUA
RSU SEBA 15 9 16 25 1 3 4
VIII ROTE NDAO
RSUD ROTE BA'A 10 6 35 41 0 3 3
IX MANGGARAI
RSUD RUTENG 0 0
RS ST. RAFAEL. CANCAR 0 0
X NGADA
RSUD BAJAWA 30 11 111 122 3 4 7
XI ENDE
RSUD ENDE 34 133 5
RSUD SANTO ANTONIUS JOPU 0 0
XII SIKKA
RSUD DR TC HIILLERS 0 0
RSU ST.GABRIEL KEWAPANTE 0 0
RS ST. ELISABETH LELA 0 0
XIII FLORES TIMUR
RSUD LARANTUKA 43 22 121 143 2 3 5
XIV LEMBATA
RSUD LEWOLEBA 9 25 25 2 1 3
RS BUKIT LEWOLEBA 4 2 13 15 0 0 0
RS KUSTA ST. DAMIAN 0 1 3 4 0 0 0
XV ALOR
RSUD KALABAHI 48 30 33 63 2 4 6
RS BERGERAK 6 8 10 18 1 1 2
XVI SUMBA BARAT DAYA
RS KARITAS WEETABULA 12 0 0 81 0 1 1
TENAGA KEFARMASIAN
TENAGA TEKNIS
NO UNIT KERJA a APOTEKER TOTAL
KEFARMASIAN
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
XVIII SUMBA BARAT
1 RSUD WAIKABUBAK 0 2 2 0 1 1 0 3 3
2 RS SWASTA 1 1 2 0 1 1 1 2 3
XIX SUMBA TENGAH
1 RS BERGERAK 2 2 1 1 2 1 3 4
XX MANGGARAI BARAT
1 RS KOMODO 1 4 5 1 1 2 2 5 7

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 24 109 147 10 74 86 34 183 224

SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0

KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0

KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 97 455 595 23 112 147 120 569 731

RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 11,43458 2,825014 14,0482

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016

Keterangan : a termasuk analis farmasi, asisten apoteker, sarjana farmasi


KESEHATAN MASYARAKATa KESEHATAN LINGKUNGANb
NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8
XVIII SUMBA BARAT

1 RSUD WAIKABUBAK 1 5 1 1 2

2 RS SWASTA 0 0 0

XIX SUMBA TENGAH

1 RS BERGERAK 0 1 1 0 0 0

XX MANGGARAI BARAT

1 RS KOMODO 0 2 2 0 2 2

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 27 48 76 18 22 44

SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0

KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0

KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 262 362 707 232 374 642

RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 13,58697219 12,33781633

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016

Keterangan :
a
termasuk tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga biostatistik dan kependudukan,
tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, epidemiolog kesehatan
b
termasuk tenaga sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan
NUTRISIONIS DIETISIEN TOTAL
NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

XVII SUMBA TIMUR 0 0 0 0 0

1 RSUD UMBU RARA MEHA 0 4 4 0 0 0 0 4 4

2 RSK LINDIMARA 0 1 1 0 1 1 0 2 2

3 RS IMMANUEL 0 3 3 0 0 0 0 3 3

XVIII SUMBA BARAT 0 0 0 0 0

1 RSUD WAIKABUBAK 1 6 7 0 1 6 7

2 RS SWASTA 0 3 3 0 0 3 3

XIX SUMBA TENGAH 0 0 0 0 0

1 RS BERGERAK 0 2 2 0 0 0 0 2 2

XX MANGGARAI BARAT

1 RS KOMODO 0 4 0 0 0 0
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 16 71 87 1 2 3 17 69 90
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 133 433 592 6 3 9 139 432 601
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 11,5498872
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
TENAGA KETERAPIAN FISIK
TOTAL
NO UNIT KERJA FISIOTERAPIS OKUPASI TERAPIS TERAPIS WICARA AKUPUNKTUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

VI MALAKA

1 RSUD BETUN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

VII SABU RAIJUA

1 RSU SEBA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

VIII ROTE NDAO

1 RSUD ROTE BA'A 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

IX MANGGARAI

1 RSUD RUTENG 0 0 0 0 0 0 0

2 RS ST. RAFAEL. CANCAR 0 0 0 0 0 0 0

X NGADA

1 RSUD BAJAWA 3 3 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 3 6

XI ENDE

1 RSUD ENDE 4 0 0 0 0 0 0

2 RSUD SANTO ANTONIUS JOPU

XII SIKKA

1 RSUD DR TC HIILLERS 0 0 0 0 0 0 0

2 RSU ST.GABRIEL KEWAPANTE 0 0 0 0 0 0 0

3 RS ST. ELISABETH LELA 0 0 0 0 0 0 0

XIII FLORES TIMUR

1 RSUD LARANTUKA 0 3 3 0 0 0 0 3 3

XIV LEMBATA

1 RSUD LEWOLEBA 2 5 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 5 7

2 RS BUKIT LEWOLEBA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3 RS KUSTA ST. DAMIAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

XV ALOR

1 RSUD KALABAHI 2 2 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 4
TENAGA KETEKNISIAN MEDIS
REKAM MEDIS
NO UNIT KERJA TEKNISI REFRAKSI- TEKNISI TEKNISI
RADIO- RADIO- ANALISIS ORTETIK DAN
ELEKTRO- TEKNISI GIGI ONIS TRANSFUSI KARDIO- JUMLAH
GRAFER TERAPIS KESEHATAN PROSTETIK INFORMASI
MEDIS OPTISIEN DARAH VASKULER
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

XIII FLORES TIMUR

1 RSUD LARANTUKA - 11 11 - 3 - 3 - 2 16 18 - 1 1 - 1 2 3 1 2 3 - - - 7 32 39

XIV LEMBATA

1 RSUD LEWOLEBA 1 5 6 - - - 2 - 2 - - - 1 6 7 - - - - - - - - - - - - - - - 4 11 15

2 RS BUKIT LEWOLEBA - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 1 1

3 RS KUSTA ST. DAMIAN - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

XV ALOR

1 RSUD KALABAHI 1 1 2 - - - 1 - 1 - 1 1 3 2 5 - - - - - - 4 4 8 2 2 4 1 1 2 12 11 23

2 RS BERGERAK - - - - - - - - - - - - -

XVI SUMBA BARAT DAYA

1 RS KARITAS WEETABULA - - 2 - - - - - 1 - - - - - 6 - - - - - - - - 16 - - - - - - - - -

XVII SUMBA TIMUR

1 RSUD UMBU RARA MEHA - - - - - - - - - - - - - - -

2 RSK LINDIMARA 2 - 2 - - - - - 1 1 2 - - - - - 3 1 4

3 RS IMMANUEL - - - - - - 1 1 1 3 4 - - - - - 1 4 5

XVIII SUMBA BARAT

1 RSUD WAIKABUBAK 2 2 - - - 3 6 9 - - 2 3 5 1 3 4 - -

2 RS SWASTA 2 2 - - - 2 2 4 - - 1 2 3 - - -

XIX SUMBA TENGAH

1 RS BERGERAK 2 - 2 - - - - - - - - - 1 7 8 - - - - - - 1 2 3 - - - - - - 4 9 13

XX MANGGARAI BARAT

1 RS KOMODO - - - - - - 1 1 2 - - - - 3 3 - - - - - - - 1 1 - - - - - - 1 5 6

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 25 28 55 2 - 2 19 3 23 1 3 4 41 118 176 - 3 4 - - - 20 43 85 9 17 26 1 1 2 112 204 334


SARANA PELAYANAN KESEHATAN
- - - - - - - - - - - - -
LAIN
KLINIK DI INSTITUSI
- - - - - - - - - - - - -
DIKNAKES/DIKLAT
KLINIK DI DINAS KESEHATAN
- - - - - - - - - - - - -
KAB/KOTA
JUMLAH (KAB/KOTA) 26 32 61 2 - 2 24 4 30 10 34 44 132 389 556 1 5 6 - - - 35 76 155 10 20 30 1 1 2 235 550 843
RASIO TERHADAP 100.000
16
PENDUDUK
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
TENAGA KESEHATAN LAIN
PENGELOLA PROGRAM TOTAL
NO UNIT KERJA TENAGA KESEHATAN LAINNYA
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

2 RSK LINDIMARA 2 0 2 0 0 0 2 0 2

3 RS IMMANUEL 0 0 0 0 0 0 0 0 0

XVIII SUMBA BARAT

1 RSUD WAIKABUBAK 0 120 0 0 0


2 RS SWASTA 1 1 2 0 1 1 2

XIX SUMBA TENGAH

1 RS BERGERAK 0 0 0 0 0 0 0 0 0

XX MANGGARAI BARAT

1 RS KOMODO 0 0 0 0

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 116 200 316 24 39 183 140 239 379
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0

INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 287 505 792 96 170 387 380 674 1054
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 20,255543

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016


TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN
STAF TENAGA
STAF TENAGA TOTAL
NO UNIT KERJA PEJABAT STAF PENUNJANG PENUNJANG TENAGA PENUNJANG
PENUNJANG KEPENDIDIK- JURU
STRUKTURAL ADMINISTRASI PERENCANA- PENDIDIK KESEHATAN
TEKNOLOGI AN
AN LAINNYA
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29
XII SIKKA

1 RSUD DR TC HIILLERS 2 9 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 9 11
2 RSU ST.GABRIEL
KEWAPANTE 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3 RS ST. ELISABETH LELA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0


XIII FLORES TIMUR
1 RSUD LARANTUKA 9 4 13 7 14 21 1 0 1 1 2 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 18 20 38
XIV LEMBATA
1 RSUD LEWOLEBA 6 13 19 2 2 4 1 0 1 2 1 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 16 27
2 RS BUKIT LEWOLEBA 3 8 11 2 2 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 10 14
3 RS KUSTA ST. DAMIAN 1 2 3 1 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5
XV ALOR
1 RSUD KALABAHI 3 2 5 8 10 18 1 1 2 3 3 6 0 2 2 0 0 0 0 12 12 4 8 12 19 38 57
2 RS BERGERAK 2 3 5 2 2 4 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 6 5 11
XVI SUMBA BARAT DAYA
1 RS KARITAS WEETABULA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
XVIISUMBA TIMUR
1 RSUD UMBU RARA MEHA 6 4 10 60 45 105 5 0 5 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 72 49 121
2 RSK LINDIMARA 18 15 33 10 15 25 1 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 3 8 0 34 34 68
3 RS IMMANUEL 4 13 17 0 8 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 19 14 33 23 36 59
XVIIISUMBA BARAT
1 RSUD WAIKABUBAK 6 8 14 35 42 77 0 0 0 2 2 0 0 0 43 50 93 86 100 186
2 RS SWASTA 6 16 22 12 14 26 0 0 0 0 0 18 30 48 36 60 96
XIX SUMBA TENGAH
1 RS BERGERAK 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
XX MANGGARAI BARAT
1 RS KOMODO 3 1 4 5 1 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 9 2 11
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 108 182 299 298 295 546 11 11 24 14 7 19 1 2 8 6 26 65 136 209 315 207 126 333 781 858 1639
SARANA PELAYANAN
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KESEHATAN LAIN
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 311 293 632 573 555 1081 12 13 27 15 12 25 1 3 9 7 26 66 198 221 389 366 174 624 1483 1297 2866
RASIO TERHADAP 100.000
55
PENDUDUK
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
TABEL 81
ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2016

ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN


NO SUMBER BIAYA
Rupiah %
1 2 3 4
ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:

1 APBD KAB/KOTA 1.676.388.716.879 66,59


a. Belanja Langsung 1.104.486.983.116 0,00

b. Belanja Tidak Langsung 571.901.733.763 0,00


2 APBD PROVINSI 72.984.017.000 2,90
a. Belanja Langsung 52.993.974.000 0,00
b. Belanja Tidak Langsung 19.990.043.000 0,00
3 APBN : 768.056.480.020 30,51
- Dana Alokasi Umum (DAU) 0,00
- Dana Alokasi Khusus (DAK) Prov & Kab/Kota 662.685.835.020 26,32
- Dana Dekonsentrasi Provinsi 105.370.645.000 4,19
- Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota 0 0,00
- Lain-lain (sebutkan) 0,00
4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) 0 0,00
(sebutkan project dan sumber dananya) 13.062.909.000 0,00
5 SUMBER PEMERINTAH LAIN 0 0,00
TOTAL ANGGARAN KESEHATAN 2.517.429.213.899
TOTAL APBD KAB/KOTA 1.676.388.716.879
% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 66,59 100,00
ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 483.794,07
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2016
PIMPINAN DAN STAF DINAS KESEHATAN NTT BERSAMA PENGELOLA PROFIL KESEHATAN
KABUPATEN / KOTA SE-PROVINSI NTT TAHUN 2017

Revolusi KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai