Anda di halaman 1dari 5

Ini Dia Bocoran Pertanyaan Dalam

Seleksi Wawancara Beasiswa LPDP


Susi Fatimah, Jurnalis · Sabtu 27 Januari 2018 13:21 WIBcopy link

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)


 Share on Facebook
 Share on Twitter
 Share on Google
 whatsapp
 Toggle
 0TOTAL SHARE
 Share on Pinterest
 Share on linkedin
 Share on mail
 copy link

AAA
1 Komentar

JAKARTA - Tahapan wawancara dalam memperebutkan beasiswa Lembaga Pengelola


Dana Pendidikan (LPDP) merupakan tahapan paling akhir dari seluruh rangkaian seleksi
beasiswa LPDP dan sangat menentukan kelulusan seorang pelamar.
Meskipun kamu sangat performing di tahapan seleksi sebelumnya, kamu bisa saja
terjungkal diseleksi wawancara dan dinyatakan gagal sebagai awardee. Karena itu, tak
jarang para pelamar LPDP resah dan stres sebelum proses seleksi yang satu ini
berlangsung.

BERITA TERKAIT+
 Pendaftaran Beasiswa LPDP 2018 Dimulai Senin Depan
 Awardee LPDP Buat Proyek Drone untuk Pertanian Indonesia
 Kursi Roda Tak Membatasi Antony Meraih Beasiswa LPDP
Untuk meminimlisir semua kemungkinan terburuknya sekaligus menunjang kelancaran
wawancara LPDP, penerima Beasiswa LPDP 2017 Program Magister Luar Negeri,
Shulhan Rumaru berbagi pengalamannya dalam seleksi wawancara LPDP hingga akhir
sukses meraih "tiket" ke Amerika Serikat, tujuan studi Magister-nya.
(Baca juga: Tips Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP)
Shulhan membeberkan ada beberapa pertanyaan substantif yang sering diajukan para tim
penguji berdasarkan pengalamannya. Ia pun mengkategorikan dalam beberapa bentuk,
diantaranya:
1. Pertanyaan seputar diri sendiri
Pertanyaan jenis ini seringkali membuat peserta seleksi kehilangan arah, bahkan ada yang
benar-benar "tidak mengenal" dirinya sendiri. Dalam arti, ketika diminta menjelaskan
dirinya, peserta cenderung terbata-bata bahkan tak mampu menjelaskan. Ada beberapa
pertanyaan seputar ini:
a. Bisakah Anda perkenalkan diri secara singkat kepada kami?
Di sini, kamu jangan menjelaskan silsilah keluarga secara terperinci (ini tidak penting
bagi interviewer). Kamu harus mengajukan jawaban paket komplit yang memberi kesan
mendalam kepada pewawancara, semisal nama lengkap, domisili, latar belakang
pendidikan, kegiatan kamu paling mutakhir, kegiatan sosial apa yang tengah kamu geluti,
apa saja karya kamu dalam bidang yang digeluti, dan apa prestasi terbesar kamu selama
ini. Hal ini untuk mengarahkan para pewawancara masuk dalam atmosfer kamu, bukan
sebaliknya kamu terjebak atmosfer pewawancara yang ujung-ujungnya kamu malah
tertekan secara psikis.
b. Apa momentum paling membahagiakan dan menyedihkan dalam hidup Anda?
Katakan secara jujur dan jangan merekayasa jawaban dengan tujuan membuat kagum
atau sedih para interviewer. Ingat, dalam seleksi wawancara LPDP, kamu dipantau oleh
seorang psikolog, sehingga kamu dianjurkan untuk jujur dan tenang dalam menjawab
setiap pertanyaan. Biasanya, pertanyaan tentang hal menyedihkan selalu disusul
pertanyaan tentang bagaimana cara kamu mengatasi kesedihan tersebut. Misalkan, kalau
kamu menjawab membaca buku, maka akan ditanya apa judulnya dan diminta
menjelaskan isi buku tersebut. Jadi, berhati-hatilah menjawab pertanyaan ini, sebab
jawaban kamu bisa melahirkan pertanyaan tambahan.
c. Bagaimana orang lain menilai Anda?
d. Apa kelebihan dan kekurangan Anda?
e. Bagaimana Anda menilai diri sendiri?
f. Hendak menjadi apakah Anda sepuluh tahun ke depan?
g. Siapa tokoh yang menginspirasi Anda?
(Baca juga: 4 Tips Lolos Assessment Online Beasiswa LPDP)
2. Pertanyaan seputar aktivitas Anda
Pertanyaan ini tentu berkaitan dengan esai kontribusi bagi Indonesia dan esai rencana
karier dan pengabdian. Jangan lari dari dua esai tersebut sebab kamu bisa dianggap tidak
menguasai materi esai yang kamu tulis sendiri. Sebagai contoh: Apa kontribusi Anda
bagi masyarakat selama masa kuliah? Apa yang Anda akan lakukan setelah pulang kuliah
dari kampus dan negara tujuan? Apa tantangan terbesar Anda selama beraktivitas di
lingkungan kampus dan masyarakat? Apa pencapaian terbesar Anda bagi lingkungan
sekitar? Apa organisasi yang berkontribusi membentuk karakter Anda? Intinya, jelaskan
kembali lebih detil yang mungkin tidak sempat Anda tuangkan dalam esai.
3. Pertanyaan seputar LPDP, kampus dan rencana studi
Anda juga harus berbicara sesuai esai rencana studi yang meliputi rencana studi, topik
tesis dan aktivitas di dalam dan di luar perkuliahan. Beberapa contoh pertanyaannya
seperti ini:
a. Mengapa memilih beasiswa LPDP bukan lainnya?
Ini jawaban yang sering dijawab secara normatif. Padahal, seharusnya kamu
menjustifikasi jawabannya dengan bukti konkrit. Misalkan, saya menemukan visi misi
saya sejalan dengan LPDP yaitu kembali ke masyarakat. Selama ini, selepas kuliah S-1
atau S-2, saya langsung berkontribusi bagi masyarakat dengan melakukan ini dan itu
(sebutkan apa saja yang kamu lakukan). Sebab itu, saya senang jika bisa diterima sebagai
awardee LPDP.
b. Apa yang membuat Anda spesial dan berbeda dari pelamar beasiswa lainnya?
c. Siapkah Anda tidak menerima beasiswa dari lembaga lain jikalau Anda terpilih sebagai
awardee?
d. Mengapa Anda ingin berkuliah lagi?
e. Mengapa Anda memilih kampus ini dan mengambil jurusan tersebut?
f. Mengapa tidak memilih kampus lain dan mengambil jurusan yang berbeda dari jurusan
Anda sebelumnya?
g. Sudahkah Anda mendapat LoA? Bagaimana cara mendapatkannya?
h. Sudahkah Anda melihat kurikulum di kampus pilihan Anda?
i. Siapa profesor yang akan membantu tesis/disertasi Anda nanti?
j. Apa judul tesis/disertasi Anda? Bisa dijelaskan?
k. Jika Anda ditawarkan bekerja di negara tujuan, apakah Anda siap?
Hati-hati dengan pertanyaan ini. Anda harus sesuaikan dengan visi misi LPDP yaitu
kembali ke Indonesia dan berkontribusi untuk lingkungan sekitar. Ingat, wajib pulang
kampung.
l. Bisakah Anda mengikuti proses pembelajaran di kampus tujuan Anda dengan
maksimal?
Jawaban dari pertanyaan ini harus berupa justifikasi, seperti; saya sudah berpengalaman
kuliah di kampus yang jauh dari daerah asal saya dengan ritme belajar yang tinggi dan
saya berhasil menyelesaikan studi sebagai lulusan terbaik, terbukti dengan piagam
penghargaan yang saya sertakan dalam seleksi berkas.
(Baca juga: Tips Jitu Lolos Seleksi Esai Beasiswa LPDP)
4. Pertanyaan seputar negara tujuan
Pertanyaan seputar negara tujuan ini sering menjebak dan membuat para calon awardee
lupa diri lantaran terlena dengan keindahan negara tujuan, bukan fokus pada hal yang
lebih substansial yang berkaitan dengan pendidikan yang akan ditempuh. Terkadang
jawaban-jawaban mereka malah out of topic dan tidak membuat justifikasi. Berikut
beberapa contoh pertanyaanya:
a. Apakah Anda pernah merantau?
Jawaban ini harus diikuti justifikasi. Misalkan, sewaktu ditanya seperti ini, saya langsung
menjawab bahwa sejak usia 11 tahun, saya sudah merantau dari Ambon ke Jawa Barat
untuk bersekolah. Ini contoh jawaban justifikasi yang kuat dan tepat sasaran. Bedakan
dengan jawaban yang normatif saja, seperti: saya suka tantangan dan saya senang kalau
bisa berpindah ke negara lain untuk kuliah. Jawaban normatif dipandang tidak kuat dan
kurang berbobot.
b. Bagaimana Anda beradaptasi di negara tujuan?
Upayakan jawaban ini juga berupa justifikasi, seperti pengalaman anda mengatasi
homesick (kangen kampung halaman/ kangen keluarga) di tanah rantau.
c. Bagaimana mengatasi cuaca ekstrim di negara tujuan?
d. Apa hal yang paling Anda sukai dari negara tujuan studi Anda?