Anda di halaman 1dari 12

NAMA : DWI AYU PRATIWI

NIM :061540421939
KELAS : 6KIB
RESUME JURNAL
Nama Peneliti/
No Judul Pendahuluan Metodelogi Kesimpulan
Tahun
Dengan adanya sumber daya terbarukan maka Bahan Hasil produksi biogas pada proses
penelitian yang mengkaji mengenai produksi Substrat yang digunakan meliputi biomassa serasah perombakan anaerob dengan variasi
biogas melalui teknologi biokonversi yang terdiri serasah Angsana, Jati, Akasia dan substrat antara campuran biomassa
(digester) anaerob menggunakan bahan biomassa eceng gondok. Sumber inokulum serasah dan biomassa E. crassipes
biomassa serasah dan eceng gondok menggunakan sumber inokulum kotoran sapi atau tidak berpengaruh signifikan.
(Eichhornia crassipes) yang dikombinasikan ayam. Bahan analisis kimia meliputi MgSO4, FeCl3, Berdasarkan data perlakuan bahwa
dengan inokulum kotoran sapi maupun CaCl2, larutan Buffer Phospat, larutan pereaksi produksi biogas pada substrat 75%
kotoran ayam pada perombakan anaerob. Nilai asam sulfat, larutan pencerna tinggi, KHP, akuades. serasah dan 25% eceng gondok dengan
kesadaran penggunaan biogas sebagai Cara kerja sumber inokulum kotoran sapi
Produksi biogas penyuplai energi alternatif pada masyarakat Produksi biogas dengan waktu inkubasi selama menghasilkan biogas perhari mencapai
dari pencerna masih kecil, maka mendorong dilakukannya enam minggu. Sumber inokulum menggunakan 68,85 ml sedangkan pada variasi
anaerob serasah penelitian yang mengkaji mengenai produksi kororan sapi dan kotoran ayam. Penambahan konsentrasi 100% serasah dengan
dan eceng biogas melalui teknologi biokonversi substrat yang terdiri serasah angsana, jati dan akasia sumber inokulum kotoran ayam
Revolusi
gondok (digester) anaerob menggunakan bahan yang dicacah. Pembuatan inokulum dengan menghasilkan biogas sebesar 41,60 ml
Prajaningrat
1 (Eichhornia biomassa serasah dan eceng gondok (E. pengenceran kotoran ternak dengan perbandingan perhari pada skala laboratorium.
Saktiyudha/
crassipes) dengan crassipes) yang dikombinasikan dengan 1:1 dan dihomogenkan. Tujuan penelitian ini adalah Efisiensi penurunan konsentrasi bahan
2014
sumber inokulum kotoran sapi maupun kotoran ayam mengetahui produksi biogas pada proses organik dari proses produksi biogas
inokulum pada perombakan anaerob. perombakan anaerob berbasis substrat campuran antara penggunaan sumber inokulum
kotoran sapi dan biomassa serasah dan biomassa E. crassipes dan kotoran sapi yang lebih optimal dari
kotoran ayam mengetahui efisiensi penurunan konsentrasi bahan pada inokulum kotoran ayam. Efisiensi
organik pada produksi biogas menggunakan sumber penurunan konsentrasi bahan organik
inokulum kotoran sapi dan inokulum kotoran ayam. dengan menggunakan sumber
inokulum kotoran sapi lebih besar pada
parameter COD, BOD, TS dan VS
yaitu 77,35%; 35,77%; 63,36% dan
64,18%. Sedangkan sumber inokulum
kotoran ayam pada parameter COD,
BOD, TS dan VS yaitu 49,68%;
27,27%; 61,85% dan 62,23%.
Nama Peneliti/
No Judul Pendahuluan Metodelogi Kesimpulan
Tahun
Enceng gondok tanaman yang banyak Tahap awal adalah percobaan lamanya fermentasi enceng Pembuatan Instalasi untuk
mengandung amilum dan selulosa yang gondok dan air. Setelah menunggu 2 bulan fermentasi Biogas Dari Enceng Gondok
mempunyai peran penting dalam pembuatan enceng gondok tidak menghasilkan gas. Selanjutnya (Eichhornia crassipes ) yang
biogas. Biogas adalah gas yang mudah dilakukan pembuangan air dan menambah kotoran sapi dan Efisien untuk Lahan Kecil
terbakar (flammable) yang dihasilkan dari enceng gondok. Dalam waktu 1 bulan penampung gas terisi adalah :
proses fermentasi bahan-bahan organik oleh penuh dan kompor gas dapat menyala. Tahapan yang dapat -Reaktor digester yang
bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dilaksanakan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian ini digunakan untuk kegiatan ini
dalam kondisi kedap udara). Proses ini antara lain adalah : menggunakan drum plastic
dilakukan oleh bakteri methan sehingga gas 1. Merancang dan membuat tempat fermentasi enceng yang kedap udara dengan
yang dihasilkan disebut gas methan (Fergusen gondok dari drum plastik yang kedap udara, biasanya kapasitas 250 L.
and Mah, 2006). Tahapan proses yang terjadi disebut juga digester -Gas metan yang dihasilkan
adalah hidrolisis selulosa menjadibeta glukosa 2. Mengambil, merajang enceng gondok. Selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk
dan amilum menjadi alfa glukosa.Tahap memasukkan kotoran sapi sebanyak 2 ember, menyalakan kompor setelah
selanjutnya adalah fermentasi yaitu merubah encenggondok dan air ke dalam digester. Perbandingan 30 hari pengisian dengan
Pembuatan
alfa dan beta glukosa menjadi etanol. Lewat enceng gondok dengan air adalah 1:1, selanjutnya enceng gondok, air dan
Instalasi Untuk
proses dehidrasi, kemudian berubah menjadi dibiarkan, sampai menghasilkan gas. kotoran sapi.
Biogas Dari
etana yang dapat dijadikan bahan bakar 3. Membuat tempat penampung gas dari plastic polietilen -Penambahan kotoran sapi
Fahma Riyanti, Enceng Gondok
2 alternatif. Pembuatan biogas dari enceng dan menghubungkan ke kompor gas yang sudah berfungsi sebagai prekusor
/2012 (Eichhornia
gondok merupakan cara pengendalian dan dimodifikasi. dan sumber mikroba
Crassipes ) Yang
pemanfaatan tanaman ini. Bahan bakar biogas 4. Memberikan penyuluhan kepada warga cara pembuatan penghancur enceng gondok
Efisien Untuk
ini dapat digunakan sebagai alternatif instalasi biogas untuk lahan kecil dan pengolahan
Lahan Kecil
pengganti bahan bakar minyak tanah atau gas enceng gondok sebagai sumber bahan biogas.
alam. Keuntungan biogas ini adalah alat yang 5. Tanya jawab secara langsung denganwarga, agar lebih
relatif sederhana sehingga biaya lebih murah. memahami metode ini
Sebagai gambaran keuntungan penggunaan Metoda Evaluasi
biogas adalah untuk produk biogas sebanyak 1 -Pemantauan dilakukan untuk mengetahui terjadi atau
3
m (1m x 1m x 1m) mampu manyediakan gas tidaknya proses fermentasi dilihat dari terisi atau tidaknya
untuk kebutuhan memasak sebanyak 3 tempat penampungan gas.
keluarga atau satu keluarga biasa -Selanjutnya adalah pemantauan gas yang dihasilkan
dimanfaatkan selama tiga hari. (Daugherty, terhadap nyala kompor.
2001). -Pada warga dilakukan tanya jawab untuk melihat tingkat
pemahaman dari materi yang diberikan
-Evaluasi kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan dilihat
dari pemahaman mahasiswa dan masyarakat peserta.
Nama Peneliti/
No Judul Pendahuluan Metodelogi Kesimpulan
Tahun
Gas bio dapat dibuat dari eceng gondok, tetapi Alat dan Bahan Volume gas bio maksimum
kendala yang dihadapi dalam pengolahan Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah eceng diperoleh pada rasio eceng gondok :
eceng gondok menjadi gas bio adalah gondok dan air, sebagai bahan pembantu digunakan air 50:50 (v/v) dengankonsentrasi
keberadaan lignin dan hemiselulosa serta glukosa dan mikroorganisme yang berasal dari kotoran KOH 4 M pada hari ke-18 dengan
struktur dari selulosa yang sulit untuk sapi yang di campur dengan air dengan perbandingan volume total gas bio sebesar 573
diuraikan.Oleh karena itu perlu dilakukan pre- 1: 1 yaitu 25% dari volume digester terisi (2 L). Alat mL.Hasil analisa uji nyala gas bio
treatment untuk menguraikan lignin dan utama yang digunakan ialah rangkaian alat digester pada setiap variasi menunjukan
hemiselulosa dalam lignoselulosa. Agar anaerobik. nyala api biru yang menandakan
Pengaruh Waktu
bakteri metagenik mampu tumbuh dan Prosedur Percobaan gas metan lebih dari 45%.Proses
Fermentasi
berkembang dengan baik dilakukan Sampel (eceng gondok) dipotong 2 cm dan pre-treatment kalium hidroksida
Terhadap
penambahan buffer untuk meningkatkan dikeringkan, ditreatment dengan KOH kemudian dan asam sulfat pada bahan baku
Volume Gas Bio
alkalinitas yaitu menggunakan Na2CO3. dinetralisasi dengan H2SO4 di campur air dalam rasio mengakibatkan waktu fermentasi
Dan Penyisihan
Reaksi antara penyangga dengan asam adalah 70:30; 50:50; 30:70 dan 100:0 (w/w), kemudian lebih cepat (27 hari) daripada tanpa
Cod Dengan
reaksi reversible (kesetimbangan) sehingga ditambahkan starter (kotoran sapi) yang telah proses pre-treatment (31 hari).
Metode
Setiaty ketika terjadi kelebihan asam akan langsung diaklimatisasi serta glukosa. Bahan isian dimasukkan
3 Perlakuanawal
Pandia/2016 dinetralkan oleh buffer (penyangga). Pre- ke dalam digester sebanyak 80% dari volume digester (
Menggunakan
treatment alkali dengan Kalium Hidroksida 2,5 L) yaitu sebanyak 2 L. Selanjutnya difermentasikan
Kaliumhidroksid
(KOH)bertujuan untuk memutuskan lignin hingga tercapai keadaan tunak. Tangki digester
a(Koh)
pada eceng gondok dan mempercepat proses dihubungkan ke alat pengukur volume biogas, dimana
Pada Eceng
hidrolisis sehingga proses pembentukan gas volume gas diukur setiap tiga hari.
Gondok
metana lebih cepat, sedangkan penambahan Pada tahap ini percobaan dilakukan pada digester
(Eichhornia
natrium karbonat (Na2CO3)bertujuan untuk anaerobik sistem batch. Dengan pH dijaga konstan
Crassipes)
mentralkan pH (5-7) pada slurry eceng antara 6,2 – 8, dan pada temperatur lingkungan (25–30
gondok dengan proses anaerobik terhadap gas oC). Diamati paramater-parameter percobaan yaitu pH,
bio yang dihasilkan dan mempercepat proses COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total
pembentukan metana (CH4) .Untuk Suspended Solid), dan volume biogas hingga tercapai
mengoptimalkannya dilakukan semacam pre- keadaan tunak, kemudian dilakukan uji nyala. Periode
treatment yaitu dengan cara pengeringan dan pengamatan dilakukan setiap 3 hari.
memotong bahan baku lebih kecil .
Nama
No Peneliti/ Judul Pendahuluan Metodelogi Kesimpulan
Tahun
Enceng gondok (Eichhornia Crassipes) mempunyai Metode yang digunakan dalam pembuatan biogas ini adalah Dari hasil penelitian
kecepatan tumbuh yang sangat tinggi sehingga tumbuhan dengan cara fermentasi anaerob. Bahan yang digunakan dalam dapat disimpulkan
ini dianggap sebagai gulma, atau tumbuhan pengganggu penelitian ini harus di rajang terlebih dahulu untuk sebagai berikut:
yang dapat merusak lingkungan perairan karena dengan memperbesar luas permukaan bahan tersebut. Selanjutnya bahan 1) Hasil eksperimen
mudah merusak lingkungan perairan, dan bisa menyebar tersebut dicampur dengan kotoran sapi, yang berfungsi sebagai menyatakan bahwa
kesaluran air dan sebagainya. Enceng gondok ini hidup starter. Sebelum dimasukkan dalam reaktor maka eceng gondok semakin banyak
mengapung diair dan kadang-kadang berakar dalam harus dirajang halus dan dicampur dengan kotoran sapi sebagai perbandingan enceng
tanah Enceng gondok tumbuh dikolam-kolam dangkal, starter. Enceng gondok yang di campur dengan kotoran sapi di gondok yang dipakai,
tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat , tempat- fermentasi selama 60 hari, dilakukan percobaan secara maka semakin besar
tempat penampungan air, tumbuhan ini dapat beradabtasi berulang-ulang dengan menggunakan perbandingan (100:0), volume biogas yang
dengan perubahan yang ekstrem dari ketinggian air, arus (75:25), (50:50), (25:75) dan (0:100). didapat.
air, pH, ketersediaan nutrient, temperatur dan racun- Dengan fermentasi yang dilakukan tanpa oksigen (dalam ruang
2) pH campuran
racun dalam air. tertutup ), pengamatan dilakukan selama 60 hari , disini terlihat
tergantung dari
Pada sat ini konsumsi bahan bakar gas semaikin lama bahwa pembentukan biogas terjadi setelah waktu 10 hari, tetapi
banyaknya enceng
semakin berkurang, hal dikarenakan semakin lama produksi biogas tidak terjadi secara kontinyu, karena produksi
Enceng gondok yang dipakai,
penduduk semakin banyak, sehingga kebutuhan akan biogas terlihat setelah waktu 35 hari produksinya maksimal, tapi
Gondok makin banyak enceng
bahan bakar juga akan semakin banyak dibutuhkan setelah lewat dari situ produksi biogas akan kembali menurun
Sebagai gondok yang dipakai
4 Renilaili/2013 dalam kehidupan manusia.Komsumsi bahan bakar fosil dan lama, kelamaan berhenti.
Biogas maka semakin tinggi
Yang Ramah yang semakin berkurang menyebabkan orang mencari Dalam penelitan ini dapat terlihat bahwa makin banyak
pH campuran yang
Lingkungan bahan bakar alternatif yang bisa menggantikan bahan komposisi enceng gondok yang dipakai, maka akan semakin
terjadi.
bakar fosil ini. Terlebih lagi orang saat ini mencari banyak produksi biogas yang terbentuk.Disini terlihat bahwa
3) COD yang
sumber bahan bakar yang terbarukan yang selalu bisa produksi biogas yang paling banyak terjadi pada perbandingan
maksimum didapat
diperbaharui agar bahan bakar tetap bisa diproduksi komposisi perbandingan 75% enceng gondok dan 25% kotoran
pada perbandingan
secara terus menerus. Pemanfaatan energi yang tidak sapi, biogas yang terbentuk sebanyak 42,7 liter. Biogas memang
komposisi 75% EG :
dapat diperbaharui secara berlebihan dapat menimbulkan pilihan yang tepat untuk dijadikan sebagai energi alternatif
25%KS.
krisis energi. Salah satu krisis energi akhir-akhir ini ,selain murah, biogas sangat ramah lingkungan ,limbah yang
adalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), seperti dihasilkan selama proses produksi biogas juga masih dapat
minyak tanah, bensin, solar dan sebagainya. Kelangkaan dimanfaatkan, hasil samping biogas berupa limbah enceng
energi tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga gondok yang bercampur dengan kotoran sapi dapat
dinegara lain, hal ini secara tidak langsung berdampak dimanfaatkan sebagai pupuk kompos untuk tanaman.
terhadap perekonomian negara, terutama bagi negara Pupuk organik yang dihasilkan, mengandung unsur hara yang
miskin dan sedang berkembang, termasuk Indonesia. tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan
memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, pupuk kompos
yang dihasilkan ini lebih efisien dan tidak membutuhkan lahan
yang luas tetapi hasilnya cukup baik dan berkualitas.
Nama Peneliti/
No Judul Pendahuluan Metodelogi Kesimpulan
Tahun
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini 1.Eceng gondok bisa
Penelitian mengenai pengolahan limbah tahu secara anaerobik antara lain : Limbah cair tahu dan eceng gondok mempercepat proses
telah dilakukan oleh Rizkiyah oewi, Sakinah(2006), Amir sebagai sumber bahan organik untuk membuat biogas, penguraian bahan
Husin (2008) dan AmaliyahRohsari (2010). oalam penelitian kotoran sapi untuk seeding, kertas saring GFA untuk organikyang ada di dalam
pengujian volatile suspended solid (VSS) dan bahan limbah tahu menjadi
tersebut didapatkan hasil bahwa limbahcair tahu memerlukan
kimia untuk pengujian COD. biogas. Biogas terbentuk
waktu yang cukup lama untuk menghasilkan biogas, yaitu Biodigester yang digunakan untuk mengolah limbah pada hari kedua setelah
sekitar 11 hari. Hal ini disebabkan karena limbah tahu cair tahu dan eceng gondok didesain sebagai berikut penambahan substrat ke
mempunyai karakteristik yang cukup kompleks. Oleh karena Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, dalam bioreaktor.
itu dalam penelitian ini akan dicoba memanfaatkan eceng suhu, volume biogas yang dihasilkan, COO dan VSS. 2.Perbandingan komposisi
gondok untuk mempercepat proses penguraian limbah tahu Percobaan ini diawali dengan pembuatan seeding. antara limbah tahu dan
secara anaerobik. Sehingga dapat menghasilkan biogas dalam Seeding adalah proses penanaman bakteri yang akan eceng gondok yang
digunakan sebagai pengurai bahan organik yang ada di memberikan hasit terbaik
waktu yang pendek. Hal-hal yang melatarbelakangi
dalam limbah. Bibit bakteri anaerobik yang akan adalah 1,5:0,5. Volume gas
digunakannya eceng gondok sebagai katalisator dalam proses digunakan dalam penelitian ini adalah kotoran sapi. total yang dihasitkan
penguraian secara anaerobik adalah karena eceng gondok Ambil 1 ember (±25 liter) kotoran sapi yang masih adalah4393 mL dan
Pemanfaatan
memiliki banyak kandungan materi yang dapat berfermentasi segar, kemudian diencerkan dengan air perbandingan penurunan COD yang
Eceng
dan mampu menghasilkan biogas (Chanakya et.al dalam 1:1. Setelah itu di saring untuk memisahkan padatan terjadi adalah 92,65%.
Gondok yang ada di kotoran sapi tersebut. Kotoran sapi yang 3. Reaktor dengan
Gunnarson dan Petersen 2007). Bahan utama dalam eceng
Ardhaningtyas sebagai sudah disaring kemudian dicampur dengan limbah cair perbandingan komposisi
gondok yang paling berperan dalam pembentukan biogas
5 Riza Katalis dalam tahu dan eceng gondok (±1/3 dari volume kotoran antara limbah tahu dan
tersebut adalah hemiselulosa (Gosh dan Henry, 1985).
Utami/2011 Pengolahan sapi). Pencampuran kotoran sapi dengan limbah tahu eceng gondok 1 : 1
Manurut Patel et.al (1993) eceng gondok memiliki 43% dan eceng gondok ini dimaksudkan agar bakteri menghasitkan volume total
Limbah Cair
hemiselulosa dan 17% selulosa. Pemanfaatan eceng gondok anaerob yang ada di dalam kotoran sapi bisa biogas 4010 mL dan
Tahu secara
sebagai campuran limbah tahu untukmenghasilkan biogas bisa "beradaptasi dengan limbah tahu dan eceng gondok penurunan COD 91,73 %.
Anaerobik sebagai bahan nutrisinya. Kemudian campuran tersebut Reaktor dengan
mengurangi kerusakan parairan yang diakibatkan oleh eceng
gondok. Eceng gondok bisa menyebabkan pendangkalan diinkubasi didalam biodigester. Volume biostarter yang perbandingan 1,75 : 0,25
dimasukkan ke dalam masingmasing bioreaktor adalah menghasilkan volume total
perairan dan penurunan oksigen terlarut di badan air.
1/3 dari volume total. Karena volume total reaktor biogas 4175 mL dan
Pemanfaatan eceng gondok sebagai sumber energi' untuk adalah 1liter, maka volume biostarter yang dimasukkan penurunan COD 91,98%.
biogas telah dilakukan oleh Chrisnanda Anggradiar (2010), ke dalam biodigester adalah 6 Liter Inkubasi dilakukan Sedangkan reaktor dengan
Azay Ragsul Saputri (2010) dan Rina Yani Lumban Gaol sampai prosestersebut bisa menghasilkan gas CH4. perbandingan 0,75 1,25
(2010). Pemanfaatan limbah cair tahu dan eceng gondok untuk Proses anaerobik mencapai kesempurnaan ketika telah menghasilkan volume total
biogas sangat menguntungkan. Terutama bagi industri itu terbentuk gas CH4. Pengambilan data pH, suhu dan biogas 3430 mL dan :
sendiri dan masyarakat di sekitamya, karena selain dapat volume biogas dilakukan setiap hari. pH diukur dengan penurunan COD 88,67%.
menggunakan pH meter sedangkan suhu diukur dengan
meminimalisasi pencemaran dan kerusakan lingkungan yang
menggunakan sensor suhu yang dimasukkan ke dalam
disebabkan oleh limbah cair tahu dan eceng gondok, biogas lubang khusus yang disediakan di permukaan tutup
yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan reaktor. Lubang ini ditutup dengan karet dan end pipe,
industri dan aktifitas kehidupan mereka. dan hanya dibuka ketika kita melakukan pengambilan
data pH dan suhu.
Nama
No Peneliti/ Judul Pendahuluan Metodelogi Kesimpulan
Tahun
Eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan Pelitian ini adalah bioreaktor batch, 1. Produksi biogas dari eceng gondok
jenis gulma yang pertumbuhannya sangat cepat. erlenmeyer, gelas ukur 2 liter, gelas menggunakan bioreaktor batch anaerob
Pertumbuhan eceng gondok dapat mencapai 1,9 piala, selang, pisau, blender, saringan menghasilkan biogas dengan kandungan
% per hari dengan tinggi antara 0,9-1,9 cm. dan wadah penampung larutan metana tertinggi yaitu 1,19%.
Pertumbuhannya yang begitu pesat, dirasakan garam. Sedangkan alat untuk analisa 2. Nilai penyisihan COD terbesar pada
sangat merugikan karena sifat eceng gondok yang adalah pipet tetes, buret, pH meter, perbandingan eceng gondok dan air 1:2 yaitu
menutupi permukaan air akan menyebabkan mantel pemanas dan gas sebesar 22.500 mg/L dan efisiensi penyisihan
kandungan oksigen berkurang [Raini, 2011]. Pada chromatography. Bahan yang COD tertinggi pada perbandingan 1:2 sebesar
umumnya eceng gondok tumbuh dengan cara digunakan yaitu tumbuhan eceng 80,85%. Dari hasil yang diperoleh bahwa
vegetatif yaitu dengan menggunakan stolon. gondok yang diperoleh dari kolam perbandingan eceng gondok dan air
Eceng gondok memiliki kandungan serat pancing di Kecamatan Tambang mempengaruhi efisiensi penyisihan COD.
yangtinggi mencapai 64,51% [Raini, 2011]. Kabupaten Kampar, mikroorganisme 3. Efisensi penyisihan padatan yang didapatkan
Pengaruh
Biomassa gulma berpotensi sebagai bahan untuk yang berasal dari filtrat kotoran sapi, menunjukan bahwa pada perbandingan eceng
Perbandingan
pembuatan bioenergi seperti biogas, dan bioetanol garam (KCl), kalium dikhromat gondok dan air 1:2 lebih tinggi nilai efisensi
Eceng Gondok
[Trihadiningrum, dkk., 2008]. Penanganan eceng (K Cr O ) 0,05M, larutan AgSO , penyisihannya dibandingkan dengan
Dan Air Terhadap 2 2 7 4
gondok yang selama ini masih terabaikan dapat larutan ferroamonium sulfat (FAS) perbandingan lainnya. Efisiensi penyisihan
Penyisihan Cod
dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan 0,05 M, indikator ferroin, akuades, padatan tertinggi dicapai pada perbandingan
6 Nurul (Chemical Oxygen
biogas. NaOH 0,1N, H SO 0,2N dan gas eceng gondok dan air 1:2 dengan TS sebesar
Annisa/2015 Demand) Dan 2 4
Dalam pembentukan biogas pada proses anaerob 63,04%, TSS sebesar 65,76%, TVS sebesar
Padatan Pada nitrogen. Variabel tetap pada
dibutuhkan sumber mikroorganisme yang sangat 49,60% dan VSS sebesar 50,50%. Dimana
Produksi Biogas penelitian ini adalah suhu ruang,
penting untuk menghasilkan gas metan yang konsentrasi padatan yang semakin tinggi (rasio
Tahap volume bioreaktor 15 liter dan pH
sempurna, salah satunya mikroorganisme yang substrat semakin kecil) maka efisiensi
Metanogenesis berkisar antara 6,8 - 7. Sedangkan
berasal dari kotoran hewan seperti kotoran sapi. penyisihan juga akan semakin besar.
variabel bebas pada penelitian ini
Kotoran sapi merupakan substrat yang dianggap 4. Kondisi operasi produksi biogas pada pH 7 dan
adalah perbandingan jumlah eceng
paling cocok sebagai pembuat biogas, karena suhu ruang dengan perbandingan eceng gondok
gondok dan air 1:2, 1:3, 1:4, dan 1:5.
substrat tersebut telah mengandung bakteri dan air 1:2. Produksi total biogas dengan
Flowchart sesuai yang terlampir.
penghasil gass metan yang terdapat dalam perut kondisi operasi tersebut pada bioreaktor 1:2,
hewan ruminansia.Tujuan penelitian ini adalah 1:3, 1:4, dan 1:5 berturut-turut adalah 23,3
untuk memproduksi biogas dari campuran eceng liter, 19,1 liter, 16,2 liter, dan 14,9 liter.
gondok dan kotoran sapi serta melihat pengaruh Dengan demikian dapat diketahui produksi
perbandingan eceng gondok dan air terhadap biogas tertinggi diperoleh pada perbandingan
penyisihan COD dan padatan. substrat yang besar yaitu perbandingan eceng
gondok dan air 1:2.
Nama
No Peneliti/ Judul Pendahuluan Metodelogi Kesimpulan
Tahun
Kotoran ternak, seperti kotoran sapi Persiapan substrat Penelitian ini menyelidiki keefektifan
ketiadaan metode pembuangan yang Kotoran sapi segar dikumpulkan dari Feedlot rumah sapi kotoran untuk produksi biogas dan
tepat dapat menyebabkan masalah jagal di Malaysia. Kotoran sapi itu diencerkan dengan mempresentasikan kinerja karakteristik
lingkungan dan kesehatan yang air keran pada rasio 1: 1, dan kemudian serat-serat itu pencernaan anaerobik secara batch dan
merugikan seperti: kontaminasi disaring melalui saringan (0,5 cm x 0,5 cm) ukuran operasi semi-kontinu. Dengan kondisi
patogen, bau, amonia udara, hijau gas mesh. Itu substrat disiapkan disimpan pada 4oC seperti ini, pencernaan kotoran sapi
rumah, dll. Baru-baru ini, kotoran sapi sebelum digunakan. Kemudian Limbah cair pabrik mencapai pengurangan 47% VS dan
dalam jumlah besar dihasilkan dari kelapa sawit (POME) digunakan sebagai inokulum. sekitar 48,5% pengurangan COD dengan
peternakan penggemukan meningkat hasil biogas 0,15 L biogas / kg VSadded.
setiap tahun, sebagian besar dibuang ke Memulai dan Pengerjaan Meskipun banyak variasi konsentrasi
landfill atau diterapkan ke tanah tanpa Sebuah fermentor 10L-berjaket (Biostat B) dilengkapi polutan, peningkatan kinerja pencernaan
perawatan Pencernaan anaerobik dengan probe pH, pengaduk, port sampling dan suhu anaerobik dari fraksi biodegradable sapi
menyediakan opsi alternatif untuk kontroler digunakan dalam penelitian ini. Volume kerja kotoran telah tercapai. Hasil penelitian
pemulihan energi dan limbah bioreaktor dipertahankan pada 7 Liter dan berlari di menunjukkan bahwa kotoran sapi
Baba Shehu Anaerobic pengobatan. Dalam tulisan ini, kotoran bawah pH tidak terkontrol, yang tanpa asam atau basa mungkin menjadi salah satu bahan baku
Umar Ibn Digestion Of Cow sapi dinilai untuk digunakan tambahan. Percobaan dilakukan pada suhu untuk produksi biogas yang efisien dan
7
Abubakar Dung For pencernaan anaerobik dengan tujuan thermophillic 53oC dengan sirkulasi air dari termostat pengolahan limbah.
/2012 Biogas Production mengobati kotoran kotoran untuk melalui jaket air mengelilingi bioreaktor, dan
mengurangi biaya pembuangan dan pencampuran itu dibantu oleh pengaduk mekanis yang
untuk menghasilkan biogas Biogas diatur pada kecepatan 150rpm. Itu sistem dimulai
yang dihasilkan mengandung terutama sebagai batch untuk mencapai yang aktif mengasamkan
metana dan karbon dioksida, dan dapat kultur dengan memuat substrat yang disemaikan
digunakan sebagai sumber terbarukan dengan POME, kemudian disegel dan dibersihkan
energi. Tujuan dari makalah ini adalah dengan gas Nitrogen selama 15 menit. Makan semi-
untuk menyelidiki efektifitas dan kontinu mulai dari hari ke 10, di mana volume bubur
karakteristik kinerja pencernaan yang diketahui ditarik setiap hari dari reaktor dan
anaerobik kotoran sapi untuk produksi diganti dengan bahan baku segar melalui port sampling
biogas di Indonesia operasi batch dan bubur setara dengan HRT 10 hari. Selain itu, sekitar 50
semi-kontinu. ml sampel diambil setiap hari dari bioreaktor melalui
port sampling, yang kemudian mengalami serangkaian
analisis. Produksi biogas adalah diukur dengan metode
perpindahan air.
Nama
No Peneliti/ Judul Pendahuluan Metodelogi Kesimpulan
Tahun
Tergantung pada mode pengumpanan dan konsistensi Penelitian telah menunjukkan
Konvensi Keanekaragaman Hayati, dalam
substrat, tiga jenis utama sistem pencernaan dapat bahwa fasilitas jenis discontinuous
artikelnya 8 (h), merekomendasikan agar setiap
dibedakan. Disgester yang tidak kontinyu (batch), yang adalah mampu menghasilkan
pihak yang melakukan kontrak mengambil
digunakan dalam kasus ini, gunakan substrat organik biogas dari campuran enceng
langkah-langkah untuk mencegah pengenalan
padat (lignoselulosa) terendam dalam bubur bakteri gondok dan residu rumen segar
spesies eksotis dan untuk mengontrol atau
dan kemudian hermetically disegel sampai produksi untuk memenuhi kebutuhan
membasmi mereka yang mengancam ekosistem,
biogas berhenti. Reaktor berkelanjutan diberi makan kolektif dalam memasak energi.
habitat atau spesies. Upaya-upaya yang
dengan substrat cair menyediakan output konstan Hasil fasilitas, dilaporkan dalam m3
dikeluarkan oleh negara dan masyarakat sasaran
(GRET, 1979). The fermentor semi-kontinu biogas per m3 dari digester per hari,
telah tidak berhasil membasmi eceng gondok dari
(sequencing batch reaktor) jatuh di tengah antara dua telah 0,52 selama musim hangat
Sahelian Afrika Barat.
yang pertama. dan 0,29 selama musim dingin.
Para ahli di bidang ini percaya bahwa sulit untuk
Percobaan dilakukan selama musim dingin (20–30°C) Meskipun hasil sudah cukup
membasmi eceng gondok, karena kondisi yang
dan musim hangat (30–40°C) dan berulang tiga kali. memuaskan, mereka dapat
memungkinkannya berproliferasi tidak dikontrol
Biogas production Tiga ratus kilogram berat kering air eceng gondok (300 ditingkatkan dengan menerapkan
O. (Howard dan Matindi, 2003). Di Niger, tindakan
using water hyacinths kg), potong kecil-kecil dengan ukuran 5 hingga 10 cm, pretreatments yang tepat. Fasilitas
Almoust yang diambil telah dilakukan secara periodik
8 to meet dan 1.000 kg berat kering residu rumen segar (rasio ini dapat menghemat 7,3 ton kayu
apha/20 kampanye penyiangan yang diselenggarakan oleh
collective energy needs 3/1) diencerkan dalam 20 m3 cairan dan dimasukkan bakar per tahun. Menggunakan
09 pemerintah kota dan asosiasi. Groupe d’Initiative
in a sahelian country ke dalam digester. Penutup logam yang meluncur ke eceng gondok sebagai substrat
menuangkan Energi Renouvelables (GIER)
sendi hidrolik menutup rapat segel tersebut. Gas untuk produksi biogas adalah
berpartisipasi dalam inisiatif ini. Diberikan
dikumpulkan dan disimpan di gasometer. Volume strategi pengendalian yang
jumlah biomassa yang penting dari air selama
biogas diukur menggunakan sebuah ELSTER menguntungkan karena
kampanye ini, tampaknya bermanfaat untuk
HANDEL GMBH MAINZ volumetric meter, yang memungkinkan "pertempuran
menyelidiki potensi cara valorising yang
memiliki batas deteksi kurang dari 0,0010 m3. Gas produktif" melawan invasi pabrik.
Eksperimen biomassa yang melibatkan
tekanan diukur dengan pengukur tekanan buatan
penggunaan eceng gondok untuk produksi biogas
tangan terbuat dari bagian 10 cm2 tabung plastik yang
untuk memasak. Memang, biogas adalah bahan
dilekatkan (dalam U-bentuk) ke papan persegi panjang
bakar ekologi yang dapat menggantikan kayu
lulus (Gambar. 2 dan 3). Salah satu ujung pipa yang
bakar. Oleh karena itu, pemanfaatan biomassa
berisi air terhubung digester sementara yang lainnya
untuk menghasilkan energi bagi penggunaan
dibiarkan terbuka. Tekanan gas menyebabkan kolom
modern merupakan peluang yang baik dan
air untuk bergerak dan perpindahannya
alternatif yang kredibel (Arris et al., 2008).
menunjukkanjumlah tekanan yang dibuat.
Nama
No Peneliti/ Judul Pendahuluan Metodelogi Kesimpulan
Tahun
Teknologi biogas adalah konversi Merancang dan membuat bioreaktor
Penelitian ini dilakukan dalam model tanaman
biokimia teknologi konversi bio-energi eksperimental: Tidak ada aturan yang keras
biogas kompak ARTI dari 1m3 kapasitas tangki
di mana dekomposisi atau degradasi dan cepat untuk dimensi standar yang harus
penyimpanan air untuk digester di mana bagian
bahan organik terjadi tanpa adanya dipertahankan selama perancangan pabrik
atasnya dilepas untuk menempatkan gasholder. Pipa
oksigen oleh mikroorganisme. Pabrik biogas. Ketidaktersediaan volume yang
inlet, yang sedikit lebih panjang dari ketinggian
biogas yang ringkas adalah teknologi dibutuhkan dan diameter tangki untuk digester
tangki digester, dipasang di dekat bagian bawah
biogas baru. Ini adalah drum biogas dan gasholder untuk meminimalkan
digester dan diperluas ke pusatnya. Pipa saluran
yang mengambang. Digester dari kesenjangan yang lebih luas yang ada antara
keluar adalah tetap di sisi atas tangki digester dan
pabrik adalah tangki penyimpanan air digester dan gasholder (rim), jumlah produksi
drainase katup dekat bagian bawahnya. Gasholder
sederhana dari 1 m3 dan gasholder 0,75 BWs yang lebih sedikit dari rumah tangga dll
sebesar 0,75 m3, yang menerima pipa saluran keluar
m3. Gasholder ditempatkan terbalik di adalah beberapa alasan terkait ukuran pabrik
gas, ditempatkan terbalik di tangki digester
yang lebih besar. Biodegradable limbah biogas. Pabrik biogas yang ringkas ukuran
Pengumpanan awal dan pemeriksaan kebocoran
Biogas Production (BWs) digunakan sebagai bahan rasio 1: 0,75 diambil dalam memfokuskan
gas. Untuk memulai dengan, tangki digester dimuat
Harka Man from Anaerobic makan. Ini tanaman disimpan manajemen 1-2 kg BB yang dihasilkan dari
dengan sekitar 60 kg kotoran sapi sebagai inokulum
9 Lungkhimba/ Digestion of umumnya di atas tanah. Meningkatnya ukuran keluarga 4-6 anggota rumah tangga per
dan diisi hampir di penuh dengan air. Kebocoran
2010 Biodegradable masalah BW dan tidak tepat mereka hari. Fabrikasi tanaman membutuhkan waktu
gas diperiksa dengan merendam tabir surya yang
Household Wastes manajemen merendahkan lingkungan sekitar empat jam untuk dua orang yang
setengah bubur sampai 24 jam.
perkotaan hari demi hari. Batasan memiliki pengetahuan sederhana tentang pipa.
Koleksi, segregasi, dan pemotongan makan zat:
ruang, tidak tersedianya kotoran sapi Suhu: Suhu yang direkam di dalam bioreaktor
Semua jenis limbah padat biodegradable kecuali
atau kotoran hewan lainnya di selama penelitian ditemukan lebih rendah dari
sangat asam dan hampir tidak
perkotaan dan semi daerah perkotaan suhu optimum untuk produksi biogas. Itu
membusukdikumpulkan dari rumah tangga. Mereka
serta hilangnya sumber daya sebagai pengukuran dilakukan di kantor pagi jam
beres, ditimbang, dan dipotong menjadi ukuran
dibuang bahan-bahan yang mendorong periode. Penelitian dilakukan di pos musim
kecil 10-20 mm untuk memungkinkan kemudahan
orang untuk mencari alternatif sumber hujan dan musim gugur. Jangkauan optimal
degradasi-bio dan mengurangi masalah tercekik.
energi terbarukan Tujuan utama dari suhu 32 hingga 37° C mungkin sangat tidak
Mereka disimpan secara terpisah dalam skala kecil
penelitiannya adalah produksi biogas mungkin di daerah perbukitan Nepal seperti
ember untuk pra-fermentasi hingga satu minggu.
sebagai alternatif energi dari lembah Kathmandu tetapi lebih kemungkinan
Tanaman diberi makan setiap hari.
pencernaan anaerobik biodegradable ada di sabuk Terai, di mana suhu lebih
limbah rumah tangga. menguntungkan untuk produksi gas.
Nama
No Peneliti/ Judul Pendahuluan Metodelogi Kesimpulan
Tahun
Teknologi biogas di antara Sampel ini dijemur sampai kering mengurangi kadar airnya. Sampel air Pekerjaan ini telah menyelidiki
proses lainnya (termasuk kering eceng gondok kemudian dipotong kecil untuk memungkinkan lebih produksi biogas dari eceng gondok
termal, pirolisis, pembakaran luas permukaan untuk ditindaklanjuti oleh mikroorganisme yang dicampur dengan kotoran sapi dan
dan gasifikasi) waktu membawa tentang biodigesti anaerobik. Metode perpindahan air unggas kotoran dalam berbagai
belakangan ini juga dipandang digunakan untuk mengumpulkan biogas yang dihasilkan saat ambient proporsi dan energi menghasilkan
sebagai sumber yang sangat harian suhu diambil dan dicatat. Volume potensi campuran enceng gondok dan
baik pengelolaan dan hasil harian biogas dicatat dan komposisi sampel biogas yang dihasilkan juga komposisi biogas yang dihasilkan.
pengelolaan limbah adalah dianalisis menggunakan Gas Chromatography. Semua data Berdasarkan hasil yang diperoleh dari
berkelanjutan, seperti dikumpulkan menjadi sasaran statistik yang sesuai penelitian dan laboratoriumtes yang
pembuangan limbah telah analisis. Rincian prosedur ini disajikan di bawah. dilakukan, kesimpulan berikut dibuat.
menjadi masalah besar Pengolahan Bahan Baku: Produksi biogas dari pencernaan
terutama di kota-kota besar Sampel eceng gondok segar diperoleh sebagai dijelaskan sebelumnya anaerobik eceng gondok dioptimalkan
yang banyak berkembang dikemas dalam lima karung Ketebalan 0,0001-m; tas-tas itu disegel dengan ketika dicampur kotoran hewan seperti
negara. Efluen dari proses ini kawat dasi. Mereka kemudian diangkut ke Energi Matahari Laboratorium kotoran sapi dan kotoran unggas yang
adalah residu kaya di departemen Mekanik Teknik Obafemi Awolowo Universitas Ile Ife, di akan berfungsi sebagai katalis untuk
inorganicelements penting mana penelitian itu dilakukan. Individu tas dikosongkan dan isi yang proses tersebut. Eceng gondok sebagai
yang dibutuhkan untuk sehat terkena kondisi atmosfer sebelum dimulainya studi laboratorium sumber energi akan berkontribusi, dan
Pertumbuhan tanaman dikenal pendahuluan. melengkapi bauran energi dalam
sebagai biofertilizer yang Persiapan sampel: daerah pesisir negara ini, terutama
Biogas
ketika diaplikasikan ke tanah Persiapan sampel adalah tahap penting dalam pencernaan eceng gondok ketika tepat metode pemulihan energi
Fadairo Production From
10 memperkayanya dengan tidak seperti yang telah dibuktikan dari penelitian sebelumnya yang telah seperti yang ada dalam penelitian ini
A.A./2014 Water Hyacinth
merugikan efek pada menunjukkan hal itu pretreatment tertentu dilakukan pada eceng gondok pekerjaan diterapkan. Eceng gondok
Blends
lingkungan. Berbagai limbah sebelum dicerna akan menghasilkan hasil yang lebih tinggi biogas. Eceng bisa menjadi sumber energi, dan
miliki telah digunakan untuk gondok segar yang diperoleh dikeringkan dengan matahari untuk periode karenanya pembangunan ekonomi,
produksi biogas dan mereka tiga puluh (30) hari untuk mengurangi kelembabannya. Setelah ini, yang pesisir wilayah Nigeria dan daerah
termasuk kotoran hewan, kering sampel ditimbang untuk menentukan pengurangannya kadar air. Ini pesisir lainnya di Barat Afrika
limbah industri, limbah kemudian diikuti oleh ukuran reduksi menjadi sekitar 0,02 m. Sampelnya khususnya dan negara berkembang
pengolahan makanan , residu saat itu diukur dan kemudian dibagi rata menjadi 9 bagian yang sama, lainnya.
tanaman. Eceng gondok, masing-masing yang kemudian direndam dalam air selama periode 2 hari
botanikal yang disebut untuk memungkinkan dekomposisi parsial sebelum menjadi dimuat ke
Eichhornia crassipes, adalah dalam reaktor. Kotoran sapi yang dikumpulkan dari tempat pemotongan di
tanaman, mengambang invasif lingkungan ditimbang menggunakan Ambrose 209
umumnya ditemui sebagai Timbangan. Sayangnya, rumah potong hewan setempat melakukannya
tikar padat di habitat air tawar. tidak memiliki data ilmiah tentang pakan sapi yang menghasilkan kotoran
Eceng gondok sangat sulit yang dikumpulkan. Kotoran unggas basah diperoleh dari Unggas Unit
untuk dibasmi dengan cara Pengajaran Universitas Obafemi Awolowo dan Penelitian Pertanian
fisik, kimia dan biologi, dan (OAUTRF). Berat dari jumlah kotoran yang diperoleh ditentukan dengan
sejumlah besar upaya menggunakan 209 Skala Berat Ambrose. Tidak ada data ilmiah tentang
dihabiskan untuk kendali pakan unggas tersedia di OAUTRF.
mereka
setiap tahun di seluruh dunia.
Nama
Kesimpulan
No Peneliti/ Judul Pendahuluan Metodelogi
(Hipotesa)
Tahun
Enceng gondok tanaman yang banyak Persiapan substrat Pembuatan Instalasi untuk Biogas Dari
mengandung amilum dan selulosa yang Kotoran sapi itu diencerkan dengan air keran pada Enceng Gondok (Eichhornia crassipes ) yang
mempunyai peran penting dalam rasio 1: 1, dan kemudian serat-serat itu disaring Efisien untuk Lahan Kecil adalah :
pembuatan biogas. Biogas adalah gas melalui saringan (0,5 cm x 0,5 cm) ukuran mesh. -Reaktor digester yang digunakan untuk
yang mudah terbakar (flammable) yang Itu substrat disiapkan disimpan pada 4oC sebelum kegiatan ini menggunakan drum plastic yang
dihasilkan dari proses fermentasi digunakan. kedap udara dengan kapasitas 250 L.
bahan-bahan organik oleh bakteri- Tahapan yang dapat dilaksanakan untuk -Gas metan yang dihasilkan dapat
bakteri anaerob (bakteri yang hidup melaksanakan adalah : dimanfaatkan untuk menyalakan kompor
dalam kondisi kedap udara). , kotoran 1. Merancang dan membuat tempat fermentasi gondok, air dan kotoran sapi.
sapi dinilai untuk digunakan enceng gondok dari drum plastik yang kedap -Penambahan kotoran sapi berfungsi sebagai
pencernaan anaerobik dengan tujuan udara, biasanya disebut juga digester prekusor dan sumber mikroba penghancur
mengobati kotoran kotoran untuk 2. Mengambil, merajang enceng gondok. enceng gondok
mengurangi biaya pembuangan dan Selanjutnya memasukkan kotoran sapi
Produksi Biogas untuk menghasilkan biogas Biogas sebanyak 2 ember, encenggondok dan air ke
dari Eceng gondok yang dihasilkan mengandung terutama dalam digester. Perbandingan enceng gondok
(Water Hyacinth) metana dan karbon dioksida, dan dapat dengan air adalah 1:1, selanjutnya dibiarkan,
Dwi Ayu
dan Kotoran Hewan digunakan sebagai sumber terbarukan sampai menghasilkan gas.
11 Pratiwi/
Ternak sebagai energi. Pembuatan biogas dari enceng 3. Membuat tempat penampung gas dari plastic
2018
Energi Alternatif
gondok merupakan cara pengendalian polietilen dan menghubungkan ke kompor gas
serta Instalasi
Sederhana dan pemanfaatan tanaman ini. Bahan yang sudah dimodifikasi.
bakar biogas ini dapat digunakan
sebagai alternatif pengganti bahan Fermentasi enceng gondok dan air. Setelah
bakar minyak tanah atau gas alam. menunggu 2 bulan fermentasi enceng gondok tidak
Keuntungan biogas ini adalah alat yang menghasilkan gas. Selanjutnya dilakukan
relatif sederhana sehingga biaya lebih pembuangan air dan menambah kotoran sapi yang
murah. Sebagai gambaran keuntungan telah dilakukan perlakuan terlebih dahulu dan
penggunaan biogas adalah untuk enceng gondok. Dalam waktu 1 bulan penampung
3
produk biogas sebanyak 1 m (1m x 1m gas terisi penuh dan kompor gas dapat menyala.
x 1m) mampu manyediakan gas untuk
kebutuhan memasak sebanyak 3
keluarga atau satu keluarga biasa
dimanfaatkan selama tiga hari.
(Daugherty, 2001).
Gambar Diagram Alir Penelitian Pengaruh Perbandingan Eceng Gondok Dan Air Terhadap
Penyisihan Cod (Chemical Oxygen Demand) Dan Padatan Pada Produksi Biogas Tahap Metanogenesis