Anda di halaman 1dari 5

NAMA : Novia Muyasyaroh

NIM : 140910202039
PROGRAM STUDI : Ilmu Administrasi Bisnis
FAKULTAS : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

PENTINGNYA KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN


SUATU ORGANISASI
1. Definisi Kepemimpinan
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi dan
mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan
kepada mereka. Sebagaimana didefinisikan oleh Stoner, Freeman, dan Gilber
(1995), leadership is process of directing and influencing the task related
activities of group members. Lebih jauh lagi Griffin (2000) membagi pengertian
kepemimpinan menjadi dua konsep, yaitu sebagai proses dan sebagai atribut.
Sebagai proses, kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para
pemimpin, yaitu proses dimana para pemimpin menggunakan pengaruhnya
untuk memperjelas tujuan organisasi bagi para pegawai, bawahan, atau yang
dipimpinnya, memotivasi mereka untuk mencapai tujuan tersebut, serta
membantu menciptakan suatu budaya produktif dalam organisasi. Adapun dari
sisi atribut, kepemimpinan adalah kumpulan karakteristik yang harus dimiliki
oleh seorang pemimpin. Oleh karena itu, pemimpin dapat didefinisikan sebagai
seorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain
tanpa menggunakan kekuatan, sehingga orang-orang yang dipimpinnya
menerima dirinya sebagai sosok yang layak memimpin mereka.
2. Perkembangan Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan hasil dari organisasi sosial yang terbentuk
atau sebagai hasil dinamika daripada interaksi sosial. Sejak terbentuknya suatu
kelompok sosial, seseorang atau beberapa orang di antara warga-warganya
melakukan peranan yang lebih aktif daripada rekan-rekannya, sehingga orang
tadi atau beberapa orang tampak menonjol daripada yang lainnya. Itulah asal
munculnya kepemimpinan, yang kebanyakan timbu; dan berkembang dalam
struktur sosial yang kurang stabil. Munculnya seorang pemimpin sangat
diperlukan dalam keadaan-keadaan di mana tujuan daripada kelompok sosial
yang bersangkutan terhalang atau apabila kelompok tadi mengalami ancaman-
ancaman dari luar. Dalam keadaan demikianlah, agak sulit bagi warga-warga
kelompok yang bersangkutan untuk memnetukan langkah-langkah yang harus
diambil dalam mengatasi kesulitan yang dihadapinya.
Munculah seorang pemimpin merupakan hasil dari suatu proses yang
dinamis yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kelompok tersebut. Apabila
dalam saat tersebut muncul seorang pemimpin, maka kemungkinan besar
kelompok tersebut akan mengalami suatu disintegrasi.Tidak munculnya
pemimpin tadi adalah mungkin karena seorang individu yang diharapkan
menjadi pimpinan, ternyata tidak berhasil membuka jalan bagi kelompok untuk
mencapai tujuan dan bahwa kebutuhan warganya tidak terpenuhi.
3. Tujuan Pemimpin
 Pemimpin sebagai eksekutif ( executive leader)
Sering kali disebut sebagai administrator atau manager. Fungsinya adalah
menerjemahkan menjadi suatu kegiatan, dia memimpin dan megawasi
tindakan orang-orang yang menjadi bawahannya. Dan membuat keputusan-
keputusan yang kemudian memerintahnya untuk dilaksanakan.
Kepemimpinan ini banyak yang kemudian didalam masyarakat dan biasanya
bersifat kepememerintahan, mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah
memerlukan fungsi tersebut.
 Pemimpin sebagai penengah
Dalam masyarakat modern, tanggungjawab keadilan terletak di tangan
pemimpin dengan keahliannya yang khas dan ditunjuk secara khusus. Ini
dikenal dengan pengadilan. Dan bidang lainnya, umpamanya dalam bidang
olahraga, terdapat wasit yang mempunyai tugas sebagai wasit.
 Pemimpin sebagai penganjur
Sebagai propagandis, sebagai juru bicara, atau sebagai pengarah opini
merupakan orang-orang penting dalam masyarakat. Mereka bergerak dalam
bidang komunikasi dan publistik yang menguasai ilmu komunikasi.
 Pemimpin sebagai ahli
Pemimpin sebagai ahli dapat dianalogikan sebagai instruktur atau
seorang juru penerang, berada dalam posisi yang khusus dalam hubungannya
dengan unit sosial dimana dia bekerja. Kepemimpinan hanya berdasarkan
fakta dan hanya pada bidang dimana terdapat fakta. Termasuk dalam kategori
ini adalah guru, petugas sosial, dosen, dokter, ahli hukum, dan sebagainya
yang mencapai dan memelihara pengaruhnya karena mereka mempunyai
pengetahuan untuk diberikan kepada orang lain.
 Pemimpin diskusi
Tipe pemimpin yang seperti ini dapat dijumpai dalam lingkungan
kepemimpinan yang demokratis dimana komunikasi memegang peranan yang
sangat penting. Seseorang yang secara lengkap memenuhi kriteria
kepemimpinan demokratis ialah orang yang menerima perananya sebagai
pemimpin diskusi.
4. Tipe – tipe kepemimpinan
 Tipe Otokratik
Dilihat dari presepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah
seorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan
menunjukkan sikap yang menonjol “kelakuannya” antara lain dalam bentuk:
o Kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat
lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang
menghargai harkat dan martabat mereka.
o Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa
mengaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para
bawahnya.
o Pengabaian peran para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.
Gaya kepemimpinan yang dipergunakan adalah :
o Menuntut ketaatan penuh dari bawahannya.
o Dalam menegakkan disiplin menunjukkan kelakuannya
o Bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi.
o Menggunakan pendekatan punitif dalam hal terjadinya penyimpangan oleh
bawahan.
 Tipe Paternalistik
Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat
yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri
utama masyarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditunjukkan
oleh para anggota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.
Pemimpin seperti ini kebapakan , sebagai tauladan atau panutan masyarakat.
Biasanya tokoh-tokoh adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat
mengembangkan sikap kebersamaan.
 Tipe Kharismatik
Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang
kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang
khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh
pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang
pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak
pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan
secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.
 Tipe Laissez Faire
Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan
lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang
yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi,
sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas yang harus dilaksanakan oleh
masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.
 Tipe Demokratis
a. Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku
koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi.
b. Menyadari bahwa mau tidak mau organisasi harus disusun sedemikian rupa
sehingga menggambarkan secara jelas aneka ragam tugas dan kegiatan yang
tidak bisa tidak harus dilakukan demi tercapainya tujuan.
c. Melihat kecenderungan adanya pembagian peranan sesuai dengan tingkatnya.
d. Memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan menjunjung harkat
dan martabat manusia.
5. Ciri – ciri Kepemimpinan
Banyak ciri-ciri pemimpin dan kepemimpinan yang ditampilkan oleh para
pakar yang meliputi ciri-ciri fisik, ciri-ciri intelektual, dan ciri-ciri kepribadian.
Dr.W.A.Gerungan telah mengetengahkan ciri-ciri yang dimiliki oleh kebanyakan
pemimpin yang baik dan dijadikan perhatian para penilai ketika sedang
melaksanakan penyaringan terhadap calon-calon pemimpin dalam latihan-
latihan kader kepemimpinan.Penjelasannya sebagai berikut:
1. Persepsi Sosial
Persepsi sosial dapat diartikan sebagai kecakapan dalam melihat dan
memahami perasaan, sikap dan kebutuhan anggota-anggota kelompok.
Kecakapan ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi tugas kepemimpinan.
Persepsi sosial ini terutama diperlukkan oleh seorang pemimpin untuk dapat
melaksanakan tugasnya dalam memberikan pandangan dan patokkan yang
menyeluruh dari keadaan-keadaan didalam dan diluar kelompok.
2. Kemampuan berpikir abstrak
Kemampuan berpikir abstrak dapat menjadikkan indikasi bahw
seseorang mempunyai kecerdasan yang tinggi. Kemampuan abstrak yang
sebenarnya merupakan salah satu segi dari struktur intelegensi, khusus
dibutuhkan oleh seorang pemimpin untuk dapat menafsirkan kecenderungan-
kecenderungan kegiatan di dalam kelompok dan keadaan umum diluar
kelompok dalam hubungannya degan tujuan kelompok. Ini berarti bahwa
ketajaman persepsi dan kemampuan menganalisis didampingi oleh
kemampuan abstrak dan mengintegrasikan fakta-fakta interaksi sosial
didalam dan diluar kelompok. Kemampuan tersebut memerlukan taraf
intelegensia yang tinggi pada seorang pemimpin yang harus diarahkan oleh
persepsi sosial yang telah diterangkan diatas.
3. Keseimbangan emosional
Merupakan faktor paling penting dalam kepemimpinan. Jelasnya, pada
diri seorang pemimpin harus terdapat kematangan emoional yang
berdasarkan kesadaran yang mendalam akan kebutuhan-kebutuhan,
keinginan-keinginan, cita-cita, dan alam perasaan, serta pengintegrasian
kesemuanya itu kedalam suatu kepribadian yang harmonis. Dan ini bukanlah
suatu kepribadian harmoni yang beku dan statis, melainkan suatu harmoni
dalam ketegangan-ketegangan emosional, suatu keseimbangan yang dinamis,
yang dapat bergerak kemana-mana, tetapi mempunyai dasar yang matang
dan stabil. Kematangan emosional ini diperlukkan oleh seorang pemimpin
untuk dapat turut merasakan keinginan dan cita-cita anggota kelompok
dalam rangka melaksanakan tugas kepemimpinan dengan sukses.
6. Hambatan dalam kepemimpinan
 Fakor internal
Kurangnya motivasi dari pemimpin itu sendir, emosi yang tidak stabil,
tidak percaya diri, takut dalam mengambil resiko, terbatasnya kecakapan
pemimpin.
 Fakor eksternal
Tidak adanya dukungan dari orang terdekat, tidak adanya dukungan dari
bawahan, terlalu banyak tekanan.

PENTINGNYA KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN


SUATU ORGANISASI

Dalam kenyataannya para pemimpin dapat mempengaruhi moral dan


kepuasan kerja, keamanan, serta kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat
kinerja staff dalam suatu organisasi. Para pemimpin juga memainkan peranan
yang sangat penting dan juga harus kritis dalam membantu kelompok, organisasi
yang sedang dipimpinnya.
Maka dari itu kepemimpinan di dalam sebuah organisasi sangatlah
penting karena di dalam organisasi pasti terdiri dari beberapa orang yang
bergabung untuk mencapai tujuan yang sama. Tetapi jika didalam organisasi
tersebut tidak terdapat seseorang yang bisa memimpin dengan baik maka
organisasi tersebut tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan
sebelumnya, malah bisa saja organisasi tersebut berbanding terbalik dengan apa
yang menjadi tujuan sebelumnya atau malah bubar karena tidak ada anggota
yang bisa memimpin dan memberikan arahan serta menentukan pilihan yang
terbaik untuk anggota yang lainnya. Seperti yang dilakukan para pemimpin yang
telah skses dengan apa yang ia pimpin untuk sebuah organisasi yang ia jalankan
bersama para anggotanya.
Seorang pemimpin yang baik ialah pemimpin yang bisa makan pada 1
meja dengan para anggotanya dan tidak membedakan anggotanya berdasarkan
status sosial dan bisa berteman baik dengan seluruh anggotanya serta dapat
bertindak tegas untuk semua jenis pelanggaran hukum yang berlaku
dimasyarakat.

REFERENSI

Kepemimpinan.pdf. Tanpa tahun http://www.google.com/url?


sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&ved=0CCcQFjAC&url=http%3A%2F
%2Ffile.upi.edu%2FDirektori%2FFIP%2FJUR._PSIKOLOGI%2F195009011981032-
RAHAYU_GININTASASI
%2Fkepemimpinan.pdf&ei=u533VLPHE5SHuASI04GgDw&usg=AFQjCNE1VSy0
WJJ45FPpjQX2lZ5kt0OtEw&sig2=2nWDy4jVdXSFwDeLI2cG0g&bvm=bv.875198
84,d.c2E