Anda di halaman 1dari 13

Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

MODUL MATERI INTI. 1


DASAR-DASAR ADMINISTRASI KESEHATAN

I. DESKRIPSI SINGKAT

Seorang administrator kesehatan seyogyanya menguasai dasar-


dasar administrasi kesehatan. Administrasi kesehatan mempunyai 2
dimensi penting, yaitu dimensi praktis dan dimensi teoritis; kajian
sebagai ilmu dan aplikasinya di lapangan, bagaimana ilmu
administrasi kesehatan di terapkan dalam memberikan pelayanan
kesehatan pada masyarakat.

Ruang lingkup administrasi kesehatan sangat luas dan kompleks.


Seseorang administrator kesehatan harus mampu memahami atau
menguasai tujuan fungsi dan perangkat administrasi, namun
sekaligus harus memahami makna pelayanan kesehatan sebagai
pelayanan ilmu dan teknologi kesehatan.

Seorang adminstrator kesehatan yang ideal dapat menyebabkan


pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien dalam penggunaan
sumber daya, mudah terjangkau masyarakat, dan pelayananan
kesehatan yang diberikan berkualitas dan dapat dipertanggung
jawabkan.

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

A. Tujuan Pembelajaran Umum:


Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu memahami
dasar-dasar administrasi kesehatan.

B. Tujuan pembelajaran khusus


Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu:
1. Menjelaskan pengertian administrasi kesehatan.
2. Menjelaskan lingkup garapan administrasi kesehatan.
3. Menjelaskan manfaat administrasi kesehatan.
4. Menjelaskan hubungan administrasi kesehatan dan
otonomi daerah.

Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 1


Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

III. POKOK BAHASAN dan SUB POKOK BAHASAN

Pokok bahasan materi ini meliputi:

Pokok bahasan 1. Pengertian administrasi kesehatan.


Pokok bahasan 2. Lingkup garapan administrasi kesehatan.
Pokok bahasan 3. Manfaat administrasi kesehatan.
Pokok bahasan 4. Hubungan administrasi kesehatan dan otonomi
daerah.

IV. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Berikut merupakan langkah-langkah kegiatan pembelajaran.


a. Fasilitator memperkenalkan diri dan menjajagi tingkat
pengetahuan peserta.
b. Fasilitator menjelaskan mengenai pengertian administrasi
kesehatan dan menanyakan pada beberapa peserta beberapa
pengertian lainnya.
c. Fasilitator bertanya dan mendiskusikan tentang ruang lingkup
administrasi kesehatan, bertanya mengenai pelayanan
kesehatan yang bermutu, bertanya beberapa definisi sehat
pada peserta.
d. Fasilitator bertanya pada peserta mengenai manfaat
administrasi kesehatan dan mendiskusikannya bersama-sama.
e. Fasilitator bertanya apakah ada hal-hal yang mash belum jelas.
f. Fasilitator mendiskusikan mengenai UU otonomi daerah, serta
hubungannya dengan seorang administrator kesehatan.

V. URAIAN MATERI

Pokok Bahasan 1.
PENGERTIAN ADMINISTRASI KESEHATAN

Administrasi kesehatan memiliki 2 dimensi penting; yaitu dimensi


teoritis dan dimensi praktis. Dimensi teoritis mengedepankan kajian
filosofis dan teoritis administrasi kesehatan sebagai ilmu; sedangkan
kajian praktis mengedepankan kajian riil dan praktis aplikasi
administrasi kesehatan.

Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 2


Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

Dalam mempelajari administrasi kesehatan, seorang Administrator


Kesehatan tidak cukup hanya dengan memahami dan menghafal
Fungsi Manajemen misalnya POAC (George R.Terry), POCC (Henry
Fayol), POSCORB (Luther Gullick) dan POSDC (Koontz Donnell)
Akan tetapi untuk benar-banar dapat melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya, Administrator Kesehatan juga perlu memahami
masalah teknologi sistem kesehatan dengan subsistem pelayanan
dan pembiayaan serta perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan
dan evaluasi program kesehatan. Membahas dasar-dasar
administrasi kesehatan berarti membahas batasan, unsur, ruang
lingkup serta manfaat dan aplikasinya.

Beberapa batasan yang perlu diketahui:

a. Administrasi

Berasal dari bahasa Latin: Ad = pada dan Ministare = Melayani;


Administrasi = Memberi pelayanan kepada ...

Dewasa ini terdapat banyak definisi administrasi diantaranya:


 Administrasi adalah kombinasi antara pengambilan
keputusan dengan pelaksanaan keputusan tersebut untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Robert D.Calkins)
 Administrasi ialah upaya untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dengan mempergunakan orang lain. (George R.
Terry)
 Administrasi ialah upaya untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dengan menciptakan lingkungan kerja yang
menguntungkan. (Koontz O’Donnell).
 Administrasi adalah kegiatan kerjasama secara rasional
yang tercermin pada pengelompokan kegiatan menurut
fungsi yang dilakukan. (Dwight Waldo)
 Administrasi adalah upaya mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dengan menggunakan orang lain. (George
R.Terry)
 Administrasi adalah suatu proses dengan mana upaya
untuk mencapai tujuan tertentu dapat dilaksanakan dan
diawasi. (Social Science Encyclopedia)

Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 3


Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

b. Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan


sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk
menguatkan, memelihara, mencegah ataupun mengobati
masyarakat; sedangkan yang dilayankan adalah ilmu dan
teknologi kesehatan.

c. Sehat

Pengertian sehat mengalami banyak perubahan. Pengertian


sehat sakit tak dapat digambarkan sebagai hitam atau putih;
artinya masih banyak orang yang berpendapat bahwa kalau
seseorang tidak sakit berarti sehat; padahal kita tahu bahwa
orang tidak sakit belum tentu atau tidak otomatis sehat. Oleh
karena itu berkembang konsep sehat obyektif dan sehat
subyektif. Konsep ini digunakan untuk menjawab pertanyaan
”Berapa sehatkah orang yang merasa sehat?”

Sementara itu sejak konsep Cartesian (1700) definisi sehat


mengalami beberapa kali perubahan.

 Cartesian: Sehat berarti tidak ditemukan adanya disfungsi


organ tubuh. Dokter hanya mengobati organ tubuh yang
sakit sedangkan roh dan jiwa bukan urusan dokter,
melainkan urusan agama dan gereja.
 Setelah kuman penyebab penyakit ditemukan, definisi sehat
berbeda, yaitu apabila setelah diteliti dengan seksama tidak
ditemukan bibit penyakit, maka orang tersebut sehat.
 Sehat adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara
bentuk dan fungsi tubuh dengan berbagai faktor yang
berusaha mempengaruhinya (Perkins 1938).
 Sehat menurut WHO 1947 dan dalam UU pokok Kesehatan
nomor: 9 tahun 1960 yaitu sehat meliputi keadaan fisik,
mental dan sosial dan bukan hanya terbebas dari penyakit
dan kelemahan.
 Sehat adalah suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh
yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan
dan lingkungan yang dipunyainya. (WHO -1957)
 Sehat adalah keadaan dimana seseorang pada waktu
diperiksa tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat
tanda-tanda penyakit atau kelainan. (White 1977)

Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 4


Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

 Definisi sehat WHO, 1988 seperti tertera dalam UU


kesehatan nomor: 23 tahun 1992, yaitu meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat
yang optimal serta dapat membawa setiap individu dalam
masyarakat untuk mencapai hidup sehat dan produktif
secara sosial dan ekonomis.
 Canada: sehat adalah alat/sarana hidup sehari-hari yang
memungkinkan seseorang hidup produktif, definisi ini
sekarang banyak dianut di banyak negara.

Jadi administrasi kesehatan pada dasarnya adalah perpaduan


atau penggunaan ilmu dan teknologi administrasi dalam
pelayanan kesehatan. Atau penerapan pelayanan ilmu dan
teknologi kesehatan agar pelayanan kesehatan yang diberikan
menjadi lebih efektif dan efisien untuk meningkatkan kesehatan
masyarakat agar bisa hidup produktif.

Unsur-unsur dalam Administrasi Kesehatan yaitu: Fungsi


administrasi, Perangkat administrasi dan Tujuan administrasi
Kesehatan.

Fungsi Administrasi

Kita mengenal berbagai ragam pembagian fungsi administrasi,


antara lain:
 George R.Terry: membedakan fungsi administrasi menjadi 4
macam yaitu Perencanaan/planning, Pengorganisasian/
Organizing, Penggerakan/Actuating dan Pengawasan/
Controlling  POAC
 Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika
Serikat membedakan fungsi administrasi atas enam macam
yakni perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
pengarahan (directing), pengawasan (controlling),
pengkoordinasian (coordinating) dan penilaian (evaluation).
 Freeman membedakan fungsi administrasi atas enam
macam yakni perencanaan (planning), penggerakan
(actuating), pengkoordinasian (coordinating), bimbingan
(guidance), membebaskan (freedom) dan pertanggungjawaban
(responsibility).
 Barton membedakan fungsi administrasi atas delapan
macam yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian

Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 5


Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

(organizing), penyusunan staff (staffing), penyusunan


anggaran belanja (budgeting), pelaksanaan (implementing),
pengkoordinasian (coordinating), pelaporan (reporting) dan
penilaian (evaluation).
 Luther M. Gullick membedakan fungsi administrasi atas 7
macam yakni perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), penyusunan staff (staffing), pengarahan
(directing), pengkoordinasian (coordinating), pelaporan
(reporting), dan penyusunan anggaran belanja (budgeting).
Fungsi administrasi menurut Gullick ini dikenal dengan
POSDCORB.
 Hendry Fayol membedakan fungsi administrasi atas 5
macam yakni perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), perintah (commanding), pengkoordinasian
(coordinating) dan pengawasan (controlling). Dikenal dengan
singkatan POCCC
 Departemen Kesehatan membedakan fungsi administrasi
kesehatan dalam 3 P yaitu, Perencanaan (P1), Penggerakan
Pelaksanaan (P2) dan Pengawasan, Penilaian dan
Pengendalian (P3).

Perangkat/tools
Dalam public administration untuk organisasi non profit dikenal 4
perangkat administrasi yaitu: Man, Money, Material dan Method;
sedangkan dalam Bussiness Administration ditambah 2 M lagi,
yaitu Machine dan Market.

Pokok Bahasan 2.
RUANG LINGKUP ADMINISTRASI KESEHATAN

Ruang lingkup administrasi kesehatan sangat luas dan kompleks.


Seseorang yang akan menjadi Administrator Kesehatan harus
mampu memahami atau menguasai tujuan fungsi dan perangkat
administrasi namun sekaligus memahami makna pelayanan
kesehatan sebagai pelayanan ilmu dan teknologi kesehatan dalam
mencapai tujuan pembangunan seperti yang digariskan pada UU
nomor: 23 tahun 1992 serta visi pembangunan kesehatan yang
tercantum dalam Rencana Pembangunan Kesehatan Indonesia Sehat
2010. Sementara itu masih perlu diperhatikan bagaimana
melaksanakan paradigma sehat dalam era desentralisasi.

Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 6


Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

Secara sederhana ruang lingkup administrasi kesehatan meliputi:

a. Fungsi administrasi
Kegiatan disini meliputi semua kegiatan administrasi seperti,
perencanan, pengorganisasian, koordinasi, penyusunan
anggaran dan pengawasan serta perencanaan berikutnya.
Demikian seterusnya, berulang-ulang dan berkesinambungan
yang oleh Marry Arnold digambarkan dalam bentuk hubungan
spiral yang terus menerus.

b. Sistem kesehatan itu sendiri


Sistem kesehatan tidak lain adalah kumpulan dari berbagai
faktor yang kompleks dan saling berhubungan yang terdapat
pada suatu negara dan yang diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan dan tuntutan kesehatan perorangan, keluarga,
kelompok serta masyarakat pada setiap saat.
Sistem kesehatan mencakup atas 2 subsistem, yaitu subsistem
pelayanan kesehatan dan subsistem pembiayaan kesehatan.
Untuk dapat terselenggaranya upaya kesehatan yang baik,
kedua subsistem ini perlu ditata dan dikelola dengan sebaik-
baiknya.
Seorang administrator kesehatan seyogyanya tidak hanya
merencanakan dan melaksanakan program-program kesehatan
saja, tetapi juga piawai menganalisa keberhasilan program-
program kesehatan yang diperoleh dari laporan-laporan yang
masuk, sehingga diperlukan adanya sistem informasi kesehatan
yang memadai. Seorang administrator kesehatan yang baik
dapat menyebabkan tersedianya dan terselenggaranya upaya
kesehatan sedemikian rupa, sehingga dengan masukan yang
sekecil-kecilnya diperoleh keluaran yang sebesar-besarnya.
Seorang administrator kesehatan selalu berprinsip optimalisasi,
efisien dan efektif.

Pokok Bahasan 3.
MANFAAT ADMINISTRASI KESEHATAN

Apabila Administrasi Kesehatan dilaksanakan dengan baik dan


benar, manfaat yang diperoleh adalah:
a. Meningkatnya efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya
dan dana yang masih sangat terbatas.

Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 7


Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

b. Membuat pelayanan kesehatan dapat menjawab kebutuhan dan


tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu
dan berkesinambungan.
c. Membuat pelayanan kesehatan mudah terjangkau oleh
masyarakat, mendorong pemerataan dalam pelayanan kesehatan
dengan demikian diharapkan dapat memenuhi harapan bahwa
kesehatan adalah Hak Azasi Manusia.

Pokok Bahasan 4.
HUBUNGAN ADMINISTRASI KESEHATAN DAN OTONOMI
DAERAH.

Dalam melaksanakan amanat rakyat Indonesia yang tertuang dalam


TAP MPR RI tahun 1998 telah digulirkan desentralisasi kekuasaan
pemerintahan. Telah diundangkan UU nomor. 22 tahun 1999
tentang Pemerintahan Daerah dan UU nomot. 25 tahun 1999 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
Berbagai peraturan pemerintah juga telah ditetapkan, sehingga mau
tidak mau, suka tidak suka, siap atau tidak siap pelaksanaan
desentralisasi dimulai 1 Januari 2001.

Hal ini memberikan konsekuensi perubahan luas dan cukup


mendasar pada penerapan administrasi kesehatan. Bagi
Administrator Kesehatan, khususnya administrator kesehatan di
tingkat propinsi dan kabupaten/kota sangat meningkat peranannya,
sebaliknya di tingkat pusat.

Di era desentralisasi seorang administrator kesehatan disamping


memahami dasar-dasar administrasi kesehatan, sistem kesehatan,
pendekatan sistem dan organisasi juga perlu memahami kebijakan
baru tentang kesehatan yang dilandasi oleh 4 kebijakan dasar yaitu:
a. Paradigma sehat (15 September 1998).
b. Gerakan pembangunan berwawasan kesehatan (1 Maret 1999).
c. Rencana Pembangunan Kesehatan Indonesia Sehat 2010 (1 Maret
1999).
d. Kesehatan itu adalah Hak Azasi Manusia (November 2000).

Disamping itu, seorang Administrator Kesehatan harus pula


memahami UU nomor. 22 tahun 1999 dan UU nomor. 25 tahun 1999
serta PP nomor. 25 tahun 2000 yang erat kaitannya dengan
pelaksanaan otonomi daerah/desentralisasi kesehatan.

Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 8


Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

Dalam UU nomor. 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah


disebutkan:
Pemerintahan daerah ialah penyelenggaraan pemerintah daerah
otonom oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut azas
desentralisasi.
Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh
Pemerintah kepada daerah otonom dalam kerangka negara
kesatuan RI.
Dekonsentrasi ialah penyerahan wewenang dari Pemerintah
kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau perangkat
pusat di daerah.
Tugas pembantuan adalah penugasan dari pemerintah kepada
daerah dan desa untuk melaksanakan tugas tertentu yaang
disertai pembiayaan, sarana dan prasarana serta sdm dan
berkewajiban melaporkan pelaksanaannya kepada yang
menugaskan.
Otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk
mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat
menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat
dalam ikatan negara kesatuan RI.
Kawasan pedesaan: kegiatan utama pertanian.
Kawasan perkotaan: kegiata utama bukan pertanian.

Kewenangan daerah meliputi:


Seluruh bidang pemerintahan, kecuali:
Politik luar negeri
Hankam
Peradilan
Moneter dan fiskal
Agama

Undang-undang ini kemudian dianggap tidak sesuai dengan


perkembangan ketatanegaraan dan tuntutan penyelenggaraan
otonomi daerah sehingga perlu diganti. Dengan demikian lahirlah
undang-undang penggantinya yaitu: UU Otonomi Daerah tahun
2004 yang terdiri dari:
UU RI Nomor. 32 tahun 2004. tentang Pemerintahan Daerah.
UU RI Nomor. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pusat dan Pemerintah Daerah.

Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 9


Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

Dalam UU nomor. 32 tahun 2004 pasal 1 tentang ketentuan umum


disebutkan antara lain:
Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah adalah
Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaaan
pemerintahan negara RI sebagaimana dimaksud dalam UUD
Negara RI tahun 1945.
Pemerintahan daerah adalah penyelengaraan urusan pemerintah
an oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi
dan tugas perbantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya
dalam sistem dan prinsip NKRI sebagaimana dimaksud dalam
UUD 1945.
Pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati atau Walikota dan
perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintah
daerah.
Otonomi daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah
otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.
Daerah otonom, selanjutnya disebut daerah adalah kesatuan
masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang
berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan
kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri
berdasarkan aspirasi masyarakatvdalam sisten NKRI.
Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintah oleh
Pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan
mengurus urusan pemerintahan dalam sistem NKRI.
Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh
pemerintah kepada gubernur sebagai wakil pemerintah
dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.
Tugas perbantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada
daerah dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada
kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemerintah
kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas
tertentu.
Perimbangan keuangan antara pemerintah dan pemerintahan
daerah adalah suatu sistem pembagian keuangan yang adil,
proporsional, demokratis, transparan dan bertanggung jawab
dalam rangka pendanan penyelenggaraan desentralisasi, dengan
mempertimbangkan potensi, kondisi dan kebutuhan daerah
serta besaran pendanaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan
tugas pembantuan.
Dan seterusnya.
Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 10
Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

Dalam Bab III tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, disebutkan


bahwa uusan pemerintahan yang menjadi urusan pemerintah
sebagaimana disebutkan pada ayat 1 meliputi:
a. Politik luar negeri
b. Pertahanan
c. Keamanan
d. Yustisi
e. Moneter dan fiskal nasional
f. Agama.

Dalam pasal 13 disebutkan:


Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan provinsi
merupakan urusan dalam skala provinsi yang meliputi:
a. Perencanaan dan pengendalian pembangunan.
b. Perencanaan, pemanfaatan dan pengawasan tata ruang.
c. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat.
d. Penyediaan sarana dan prasarana umum.
e. Penanganan bidang kesehatan.
f. Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia
potensial.
g. Penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota.
h. Penanganan bidang ketenaga kerjaan lintas kabupaten/kota.
i. Fasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah
termasuk lintas kabupaten/kota.
j. Pengendalian lingkungan hidup.
k. Pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota.
l. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil.
m. Pelayanan administrasi umum pemerintahan.
n. Pelayanan administrasi penanaman mdal termasuk lintas
kabupaten/kota.
o. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat
dilaksanakan oleh kabupaten/kota.
p. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan
perundang-undangan..

Apabila dipelajari dengan seksama otonomi daerah penuh diberikan


kepada propinsi dan kabupaten/kota; hal ini berarti bahwa
keputusan yang terkait dengan pelaksanaan program kesehatan
sangat tergantung dari pemahaman bupati/walikota dan DPRD
tentang makna kesehatan bagi kelangsungan pembangunan.

Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 11


Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

Seorang administrator kesehatan harus mampu membuat


perencanaan kesehatan yang dapat meyakinkan pimpinan daerah
untuk menyediakan alokasi dana anggaran kesehatan yang cukup.
Hal ini berarti seorang administrator kesehatan bersama Kepala
Dinas Kesehatan harus mampu melaksanakan advokasi tentang
pentingnya pembangunan kesehatan untuk kelangsungan
pembangunan di daerah.

Seorang administrator kesehatan harus pandai meyakinkan DPRD


akan pentingnya anggaran kesehatan yang memadai agar program-
program kesehatan dapat berjalan dengan baik dan
berkesinambungan.

Seorang administrator kesehatan harus bisa melihat peluang dan


memprioritaskan program-program kesehatan spesifik daerah,
punya daya ungkit yang tinggi yang dapat membuat masyarakat
dapat meningkatkan derajat kesehatannya.

Memang berat dan tidak mudah menjadi seorang adminstrator


kesehatan yang ideal. Diperlukan niat yang teguh dan upaya yang
kuat serta motivasi yang tinggi.

Penutup

Sangat dapat dimengerti kesulitan daerah baik di tingkat propinsi


dan kabupaten menyiapkan sumber daya yang memadai,
profesional di bidangnya dan berdedikasi tinggi. Salah satu jenis
tenaga yang diperlukan adalah administrator kesehatan yang
berfungsi menganalisa kebijakan kesehatan, melihat permasalahan
kesehatan di daerah; merancang program-program kesehatan yang
spesifik dan pandai mengadvokasi DPRD, Gubernur, Bupati,
Walikota sehingga anggaran kesehatan dapat dialokasikan sesuai
kebutuhan.

Mudah-mudahan modul ini dapat memberikan sedikit gambaran


tentang pengertian, dan fungsi serta dasar-dasar administrasi
kesehatan.

Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 12


Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama Kali Dalam Jabfung Adminkes

VII. REFERENSI

Azwar, Azrul, 1998, Pengantar Administrasi Kesehatan, Binarupa


Aksara, Jakarta.
Departemen Kesehatan, Pusdiklat Kes, 2001, Modul Pelatihan
Adminkes, Dasar-dasar Administrasi Kesehatan, Jakarta.
Djoko Wiyono, 1999, Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan, Teori
strategi dan aplikasi, Airlangga University Press, Surabaya.
Undang-undang Otonomi Daerah 1999, Sinar Grafika, Jakarta, 1999
Undang-undang no 32/2004 tentang otonomi daerah.

Pusdiklat SDM Kesehatan – Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI 13