Anda di halaman 1dari 7

Profil Kemiskinan di Sulawesi Tengah Maret 2018

No. 38/07/72/Th. XXI, 16 Juli 2018

BERITA
RESMI
STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK
PROVINSI SULAWESI TENGAH

Profil Kemiskinan di Sulawesi


Tengah
Maret 2018
• Pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk
Persentase dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis
Kemiskinan) di Sulawesi Tengah mencapai 420,21 ribu orang (14,01
Penduduk persen), berkurang sebesar 3,06 ribu orang dibandingkan dengan
kondisi September 2017 yang sebesar 423,27 ribu orang (14,22

Miskin Maret
persen).
• Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September
2018 2017 sebesar 10,39 persen turun menjadi 10,15 persen pada
Maret 2018. Sementara persentase penduduk miskin di daerah
mencapai 14,01 perdesaan pada September 2017 sebesar 15,59 persen turun
menjadi 15,51 persen pada Maret 2018.
persen • Selama periode September 2017– Maret 2018, jumlah penduduk
miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 3,47 ribu orang (dari
81,56 ribu orang pada September 2017 menjadi 85,03 ribu orang
pada Maret 2018), sementara di daerah perdesaan turun
sebanyak 6,54 ribu orang (dari 341,72 ribu orang pada September
2017 menjadi 335,18 ribu orang pada Maret 2018).
• Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh
lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan
(perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan
Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada
Maret 2018 tercatat sebesar 75,69 persen. Kondisi ini tidak jauh
berbeda dengan kondisi September 2017 yaitu sebesar 76,16
persen.
• Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai
Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan, adalah beras,
rokok kretek filter, tongkol/tuna/cakalang, kue basah, gula pasir,
telur ayam ras, cabe rawit, mie instan, dan bawang merah.
Sedangkan, untuk komoditi bukan makanan yang besar
pengaruhnya adalah biaya perumahan, listrik, bensin, pendidikan,
dan perlengkapan mandi.
Profil Kemiskinan di Sulawesi Tengah Maret 2018 1
1. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Tahun 2009-Maret 2018
Secara umum, pada periode 2009–Maret 2018 tingkat kemiskinan di Sulawesi Tengah mengalami
penurunan baik dari sisi jumlah maupun persentasenya, namun sejak 2015 tingkat kemiskinan tersebut
menunjukkan fluktuasi yang cenderung meningkat. Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin
terutama dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok seperti beras, ikan, telur, gula, dan mie
instan, serta juga dipicu tingginya konsumsi rokok di kalangan penduduk miskin. Perkembangan tingkat
kemiskinan tahun 2009 sampai dengan Maret 2018 ditunjukkan oleh Grafik 1.
Gambar 1. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin, 2009-2018

489,84 474,99
500 30
424,39 433,66 420,05 410,98 406,97 421,63 406,34 420,52 413,15 417,87 423,27 420,21
400,41 392,65 387,06
400
18,98 18,07
Jumlah Penduduk (ribu)

15,83 16,04 15,40 14,94 14,67

Persentase
300 14,32 13,93 13,61 14,66 14,07 14,45 14,09 14,14 14,22 14,01
15
200

100

0 0
Mar-09 Mar-10 Mar-11Sept-11Mar-12Sept-12Mar-13Sept-13Mar-14Sept-14Mar-15Sept-15Mar-16Sept-16Mar-17Sept-17Mar-18

Jumlah Penduduk Miskin Persentase Penduduk Miskin

Sumber: Diolah dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)


Catatan: Maret 2011-September 2013 merupakan backcasting dari penimbang proyeksi penduduk hasil Sensus Penduduk 2010

2. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2017-Maret 2018


Jumlah penduduk miskin di Sulawesi Tengah pada Maret 2018 mencapai 420,21 ribu orang.
Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 3,06 ribu orang dibandingkan September 2017.
Sementara dibandingkan Maret 2017 jumlah penduduk miskin bertambah sebanyak 2,34 ribu orang.
Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2017– Maret 2018, jumlah penduduk
miskin di daerah perkotaan naik sebesar 3,47 ribu orang, sedangkan daerah perdesaan turun sebesar 6,54
ribu orang. Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 10,39 persen menjadi 10,15 persen,
sedangkan di perdesaan turun dari 15,59 persen menjadi 15,51 persen.

Tabel 1
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah, Maret 2017-Maret 2018

Daerah/Tahun Jumlah Penduduk Miskin (ribu orang) Persentase Penduduk Miskin


(1) (2) (3)
Perkotaan
Maret 2017 77,98 10,16
September 2017 81,56 10,39
Maret 2018 85,03 10,15
Perdesaan
Maret 2017 339,88 15,54
September 2017 341,72 15,59
Maret 2018 335,18 15,51
Total
Maret 2017 417,87 14,14
September 2017 423,27 14,22
Maret 2018 420,21 14,01
Sumber: Diolah dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)
Maret 2017, September 2017, Maret 2018

2 Profil Kemiskinan di Sulawesi Tengah Maret 2018


3. Persentase dan Jumlah Penduduk Miskin Menurut Provinsi di Sulawesi Pada
Maret 2018
Pada tabel 2 terlihat bahwa persentase penduduk miskin di Sulawesi Tengah dibanding provinsi
lain di Sulawesi masih cukup tinggi, bahkan untuk daerah perkotaan persentasenya sebesar 10,39
persen merupakan yang tertinggi. Dari sisi jumlah, penduduk miskin di Sulawesi Tengah juga tergolong
besar. Jumlah penduduk miskin sebesar 420,21 ribu orang merupakan tertinggi kedua setelah Sulawesi
Selatan yang sebesar 792,63 ribu orang.

Tabel 2. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi di Sulawesi, Maret 2018

Jumlah Penduduk Miskin (ribu orang) Persentase Penduduk Miskin (%)


Pulau
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Sulawesi Utara 63.88 129.43 193.31 5.13 10.48 7.80
Sulawesi Tengah 85.03 335.18 420.21 10.15 15.51 14.01
Sulawesi Selatan 167.93 624.70 792.63 4.61 12.24 9.06
Sulawesi Tenggara 66.41 240.69 307.10 6.56 14.77 11.63
Gorontalo 24.06 174.45 198.51 5.26 24.09 16.81
Sulawesi Barat 30.76 121.02 151.78 9.64 11.75 11.25
Indonesia 10,144.37 15,805.43 25,949.80 7.02 13.20 9.82
Sumber: Diolah dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2018

4. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2017-Maret 2018

Garis Kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk


menjadi miskin atau tidak miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata
pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Tabel 3 menyajikan perkembangan
garis kemiskinan pada Maret 2017 sampai dengan Maret 2018.

Tabel 3
Garis Kemiskinan dan Perubahannya Menurut Daerah,Maret 2017-Maret 2018
Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bulan)
Daerah/Tahun
Makanan Bukan Makanan Total
(1) (2) (3) (4)
Perkotaan
Maret 2017 295 577 120 877 416 453
September 2017 308 042 122 686 430 728
Maret 2018 309 458 124 955 434 414
Perubahan Mar’17―Mar’18 (%) 4,70 3,37 4,31
Perubahan Sep’17―Mar’18 (%) 0,46 1,85 0,86

Perdesaan
Maret 2017 297 929 85 168 383 097
September 2017 312 051 88 588 400 639
Maret 2018 314 521 91 186 405 707
Perubahan Mar’17―Mar’18 (%) 5,57 7,07 5,90
Perubahan Sep’17―Mar’18 (%) 0,79 2,93 1,26

Total
Maret 2017 297 376 94 388 391 763
September 2017 311 145 97 377 408 522
Maret 2018 313 190 100 595 413 785
Perubahan Mar’17―Mar’18 (%) 5,32 6,58 5,62
Perubahan Sep’17―Mar’18 (%) 0,66 3,30 1,29
Sumber: Diolah dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2017, September 2017, Maret 2018

Profil Kemiskinan di Sulawesi Tengah Maret 2018 3


Selama periode September 2017– Maret 2018, Garis Kemiskinan naik sebesar 1,29 persen, yaitu
dari Rp.408.522,- per kapita per bulan pada September 2017 menjadi Rp.413.785,- per kapita per bulan
pada Maret 2018. Sementara pada periode Maret 2017–Maret 2018, Garis Kemiskinan naik sebesar
5,62 persen, yaitu dari Rp.391.763,- per kapita per bulan pada Maret 2017 menjadi Rp.413.785,- per
kapita per bulan pada Maret 2018.
Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan
Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Terlihat pada Tabel 4 bahwa peranan
komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Besarnya
sumbangan GKM terhadap GK pada Maret 2018 sebesar 75,69 persen.
Tabel 4
Daftar Komoditi yang Memberi Sumbangan Besar terhadap
Garis Kemiskinan beserta Kontribusinya (%), Maret 2018
Jenis komoditi Perkotaan Jenis komoditi Perdesaan
(1) (2) (3) (4)
Makanan: 71,24 Makanan: 77,52
Beras 21,41 Beras 25,55
Rokok kretek filter 12,61 Rokok kretek filter 14,62
Tongkol/tuna/cakalang 4,04 Tongkol/tuna/cakalang 3,33
Kue basah 3,03 Kue basah 3,29
Gula pasir 2,86 Gula pasir 3,54
Telur ayam ras 2,35 Telur ayam ras 1,86
Cabe rawit 2,09 Cabe rawit 1,98
Mie instan 2,04 Mie instan 1,96
Bawang Merah 1,42 Bawang Merah 1,76
Lainnya 19,39 Lainnya 19,63
Bukan Makanan: 28,76 Bukan Makanan: 22,48
Perumahan 9,36 Perumahan 7,66
Listrik 2,73 Listrik 1,36
Bensin 3,28 Bensin 2,95
Pendidikan 2,20 Pendidikan 1,25
Perlengkapan mandi 1,41 Perlengkapan mandi 1,11
Lainnya 9,78 Lainnya 8,15
Sumber: Diolah dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2018

Pada Maret 2018, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK baik di
perkotaan maupun di perdesaan pada umumnya sama. Beras yang memberi sumbangan sebesar 21,41
persen di perkotaan dan 25,55 persen di perdesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan
terbesar ke dua terhadap GK (12,61 persen di perkotaan dan 14,62 persen di perdesaan). Komoditi lainnya
adalah kelompok ikan tongkol/tuna/cakalang (4,04 persen di perkotaan dan 3,33 persen di perdesaan),
kue basah (3,03 persen di perkotaan dan 3,29 persen di perdesaan), gula pasir (2,86 persen di
perkotaan dan 3,54 persen di perdesaan), dan seterusnya. Sementara itu, untuk komoditi bukan
makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada GK perkotaan dan perdesaan adalah
perumahan, bensin, pendidikan, listrik, dan perlengkapan mandi.

5. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Keparahan Kemiskinan


Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.
Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain
harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa
mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.
Pada periode September 2017-Maret 2018, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks

4 Profil Kemiskinan di Sulawesi Tengah Maret 2018


Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami penurunan. Indeks Kedalaman Kemiskinan pada September
2017 adalah 2,80 dan pada Maret 2018 turun menjadi 2,64. Demikian juga dengan Indeks Keparahan
Kemiskinan mengalami penurunan dari 0,78 menjadi 0,74 pada periode yang sama (Tabel 5). Sementara
apabila dilihat pada periode sebelumnya yaitu Maret 2017– Maret 2018 Indeks Kedalaman Kemiskinan
(P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami kenaikan, kecuali di daerah perkotaan.

Tabel 5
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Sulawesi Tengah
Menurut Daerah, Maret 2017-Maret 2018
Tahun Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4)
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1)
Maret 2017 2,05 2,73 2,55
September 2017 1,85 3,14 2,80
Maret 2018 2,02 2,88 2,64
Indeks Keparahan Kemiskinan (P2)
Maret 2017 0,62 0,76 0,72
September 2017 0,46 0,90 0,78
Maret 2018 0,57 0,80 0,74
Sumber: Diolah dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)
Maret 2017, September 2017,Maret 2018

Apabila dibandingkan antara daerah perkotaan dan perdesaan, nilai Indeks Kedalaman
Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan lebih tinggi daripada di
daerah perkotaan. Pada Maret 2018, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) untuk daerah perkotaan
sebesar 2,02 sementara di daerah perdesaan jauh lebih tinggi, yaitu mencapai 2,88. Sementara itu nilai
Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan adalah 0,57 sedangkan di daerah perdesaan
mencapai 0,80.

6. Faktor-faktor Terkait Tingkat Kemiskinan


Beberapa faktor yang terkait dengan tingkat kemiskinan selama periode September 2017–
Maret 2018 antara lain adalah:
1. Pada Maret 2018 terjadi deflasi sebesar -0,08 persen.
2. Laju inflasi pada periode Maret-September 2017 sebesar 2,55 persen, lebih tinggi dibanding
periode September 2017-Maret 2018 sebesar 1,46 persen.
3. NTP Maret 2018 sebesar 97,00 lebih tinggi dibanding NTP September 2017 sebesar 94,43,
sedangkan NTUP Maret 2018 sebesar 108,27 juga lebih tinggi dibanding NTUP September
2017 sebesar 105,41.
4. Tingginya akumulasi luas tanam dan panen komoditi pangan, khususnya padi, periode
Januari-Maret 2018 sebesar 134,46 ribu Ha dibanding periode Juli-September 2017 sebesar
117,66 ribu Ha.
5. Tingkat pengangguran pada bulan Februari 2018 sebesar 3,19 persen lebih rendah dibanding
bulan Agustus 2017 sebesar 3,81 persen.

6. Penjelasan Teknis dan Sumber Data


1. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar
(basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan
dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari
sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung Headcount Index, yaitu persentase
penduduk miskin terhadap total penduduk.

Profil Kemiskinan di Sulawesi Tengah Maret 2018 5


2. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua
komponen, yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).
Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan,
Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di
bawah Garis Kemiskinan.
3. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan
yang disetarakan dengan 2100 kkalori per kapita per hari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan
diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran,
kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll).
4. Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang,
pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar nonmakanan diwakili oleh 51 jenis
komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di perdesaan.
5. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan September 2017 adalah
data Susenas bulan September 2017. Sebagai informasi tambahan, juga digunakan hasil survei SPKKD
(Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar), yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari
pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan.

Tabel 6
Garis Kemiskinan Menurut Provinsi dan Daerah September 2017 - Maret 2018

Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bulan)


Kode Provinsi Perkotaan Perdesaan Total
Sep’17 Mar’18 Sep’17 Mar’18 Sep’17 Mar’18
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
71 Sulawesi Utara 331,931 340,347 340,146 348,023 336,403 344,418
72 Sulawesi Tengah 430,728 434,414 400,639 405,707 408,522 413,785
73 Sulawesi Selatan 303,834 314,549 287,788 299,917 294,358 306,545
74 Sulawesi Tenggara 308,624 311,241 295,496 298,702 300,258 303,618
75 Gorontalo 312,931 318,195 304,353 314,727 307,707 316,296
76 Sulawesi Barat 318,376 321,324 315,137 318,512 315,918 319,121
Indonesia 400 995 415,614 370 910 383,908 387 160 401,220

Tabel 7
Indeks Kedalaman (P1) dan Indeks Keparahan (P2) Kemiskinan
Menurut Provinsi di Sulawesi September 2017 - Maret 2018
Indeks Kedalaman Kemiskinan(P1) Indeks Keparahan Kemiskinan (P2)
Kode Provinsi Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
Sep’17 Mar’18 Sep’17 Mar’18 Sep’17 Mar’18 Sep’17 Mar’18 Sep’17 Mar’18 Sep’17 Mar’18
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
71 Sulawesi Utara 0,84 0,77 1,73 1,77 1,30 1,27 0,22 0,16 0,37 0,44 0,30 0,30
72 Sulawesi Tengah 1,85 2,02 3,14 2,88 2,80 2,64 0,46 0,57 0,90 0,80 0,78 0,74
73 Sulawesi Selatan 0,83 0,82 2,65 2,07 1,92 1,55 0,19 0,22 0,72 0,50 0,50 0,38
74 Sulawesi Tenggara 1,18 0,73 2,61 2,86 2,09 2,04 0,27 0,13 0,67 0,76 0,52 0,52
75 Gorontalo 0,58 0,78 4,90 4,50 3,31 3,06 0,12 0,16 1,27 1,13 0,85 0,75
76 Sulawesi Barat 0,98 1,22 2,06 1,92 1,81 1,76 0,15 0,27 0,54 0,50 0,45 0,44

Indonesia 1,24 1,17 2,43 2,37 1,79 1,71 0,30 0,28 0,65 0,63 0,46 0,44

6 Profil Kemiskinan di Sulawesi Tengah Maret 2018


Diterbitkan oleh:

Badan Pusat Statistik Konten Berita Resmi Statistik dilindungi oleh


Prov. Sulawesi Tengah Undang-Undang, hak cipta melekat pada
Jl. Moh. Yamin No.48 Palu-
94114 Badan Pusat Statistik. Dilarang mengumumkan,
mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau
Moh. Wahyu Yulianto, SSi,SST,M.Si menggandakan sebagian atau seluruh isi tulisan ini
Kepala Bidang Statistik Sosial Telepon: untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan
483611 Pusat Statistik.
E-mail: wahyu_meme@bps.go.id
Website : www.sulteng.bps.go.id

Profil Kemiskinan di Sulawesi Tengah Maret 2018 7