Anda di halaman 1dari 110

Penghapusan Barang

BAB I

PENDAHULUAN

Barang yang sudah lama disimpan dan tidak layak pakai, rusak berat, hilang,
maka dapat dihapuskan, namun permasalahannya tidak semua orang terkait dengan tugas
dan pekerjaan tersebut mengerti bagaimana pelaksaan penghapusan barang yang benar
sesuai prosedur. Umumnya penghapusan secara fisik dilakukan namun secara
administrasi tidak mengetahui caranya. Selain itu penghapusan barang sering menjadi
masalah dalam hal penggunaan ekonomis.

Seringkali tidak ditentukan berapa lama barang tersebut dapat digunakan dan
kapan barang tersebut harus dihapuskan, bahkan kadang barang yang sudah lama rusak
masih disimpan walaupun di gudang sudah tidak memadai lagi, akhirnya disimpan di
sembarang tempat sehingga memakan ruangan yang seharusnya dapat berfungsi untuk
kegiatan lainnya. Permasalahan yang lain adalah kurangnya inventarisasi adanya barang
yang hilang sebelum dihapus merupakan perasalahan yang sering dihadapi di dalam suatu
lembaga khususnya lembaga pendidikan sehingga hal ini merupakan pemborosan dan
merugikan negara atau pemiliknya.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penghapusan Barang Inventaris

Penghapusan barang inventaris adalah proses kegiatan yang bertujuan untuk


mengeluarkan/ menghilangkan barang-barang dari daftar inventaris karena barang itu
sudah dianggap tidak mempunyai nilai guna atau sudah tidak berfungsi sebagaimana
yang diharapkan terutama untuk kepentingan dinas, misalnya rusak, susuk, mati, atau
biayanya terlalu mahal kalau dipelihara/ diperbaiki.

Penghapusan sebagai salah satu fungsi sarana dan prasarana pendidikan


mempunyai arti :

a. Mencegah kerugian pemborosan biaya untuk keperluan pemeliharaan/


perbaikan.

b. Meringankan beban kerja dan tanggung jawab pelaksanaan inventaris

c. Membebaskan ruangan dari penumpukan barang yang tidak berguna

2.2 Tujuan Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Penghapusan sarana dan prasarana pendidikan memiliki tujuan :

1. Mencegah dan membatasi kerugian ataupun pemborosan biaya pemeliharaan

2. Meringankan beban kerja pelaksanaan inventaris

3. Membebaskan ruang dari penumpukan barang

4. Membebaskan barang dan tanggung jawab pekerja

2.3 Syarat-syarat Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan

a. Keadaan barang dalam rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau
digunakan lagi

b. Kegunaan tidak seimbang dengan pemeliharaan

c. Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan saat ini

d. Terlalu lama disimpan sehingga mengakibatkan kerusakan


e. Penyusutan barang diluar kekuasaan pengurus

f. Apabila dilakukan pebaikan, akan menelan biaya yang besar

g. Barang yang secara teknis dan ekonomis kegunaannya tidak seimbang dengan
biaya pemeliharaa

h. Terjadi penyusutan diluar kekuasaan

i. Barang-barang tersebut sudah tidak mutahir lagi

j. Hilang akibat susut diluar kekuasaan pengurus barang

k. Musnah akibat bencana alam

l. Merupakan kelebihan persediaan

m. Hilang akibat pencurian

2.4 Pelaksanaan Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Pelaksanaan penghapusan barang inventaris di tiap instansi dari pusat sampai


daerah pada tiap permulaan tahun anggaran dilakukan oleh panitia Peneliti/Penghapusan
barang inventaris, dengan keputusan Unit Utama masing-masing mewakili unsur
keuangan, perlengkapan dan bidang teknis.

Panitia penghapusan barang inventaris tersebut bertugas untuk meneliti, menilai


barang-barang yang ada dan perlu dihapuskan, membuat berita acara, melaksanakan
penghapusan sampai melelang atau memusnahkan barang-barang inventaris tersebut.

2.5 Jenis-jenis Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Dalam pelaksanaan penghapusan dikenal dua jenis, yaitu penghapusan melalui lelang dan
penghapusan melalui pemusnahan.

a. Penghapusan barang inventaris dengan lelang


Menghapus dengan menjual barang-barang melalui kantor Lelang negara. Prosesnya
sebagai berikut :

1. Pembentukan Panitia Penjualan

2. Melaksanakan sesuai prosedur lelang

3. Mengikuti acara pelelangan

4. Pembuatan ”Risalah Lelang” oleh Kantor Lelang

5. Pembayaran uang lelang

6. Biaya lelang dan lainya dibebankan kepada pembeli

7. Dengan perantara panitia lelang melaksanakan penjualan melalui kantor lelang


negara dan menyetorkan hasilnya ke Kas negara setempat, kemudian
menyampaikan.

b. Penghapusan barang inventaris dengan pemusnahan

Penghapusan barang inventaris dilakukan dengan memperhitungkan faktor-faktor


pemusnahan ditinjau dari segi uang. Oleh karena itu pemusnahan dibuat dengan
perencanaan yang matang dan dibuat surat pemberitahuan kepada atasan dengan
menyebutkan barang-barang apa saja yang hendak disingkirkan.

Prosesnya adalah sebagai berikut:

1. Pembentukan panitia penghapusan oleh pimpinan Unit Utama

2. Sebelum barang dihapuskan perlu dilakukan pemilihan barangyang dilakukan


setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan.

3. Panitia melakukan penelitian barang yang akan dihapus

4. Panitia membuat berita acara


5. Setelah mengadakan penelitian secukupnya barang-barang yang diusulkan untuk
dihapus sesuai Surat Keputusan dengan disaksikan oleh pejabat pemerintah
daerah setempat dan atau kepolisian, pemusnahannya dilakukan oleh unit kerja
yang bersangkutan, tata cara pemusnahannya yaitu dengan cara dibakar, dikubur,
dsb

6. Menyampaikan berita acara ke atasan/ Menteri sehingga dikeluarkan keputusan


penghapusan

7. Jika barang itu dimusnahkan, pimpinan unit utama membentuk dan menugaskan
panitia untuk melaksanakan pemusanahan yang harus disaksikan oleh Pemda
setempat.

2.6 Tata Cara Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan

a. Penghapusan barang yang rusak/tua/berlebih

1. Setiap pengurus membuat daftar barang inventaris yang akan diusulkan untuk
dihapuskan kepada pejabat yang berwenang

2. Pengurus menghimpun atau meletakkan barang yang akan diusulkan untuk


dihapuskan tersebut pada tempat tertentu yang telah ditetapkan oleh pimpinan
satuan kerja.

3. Pengurus mengusulkan penghapusannya kepada unit utamanya masing-masing di


daerah tingkat I.

4. Unit utama membentuk panitia penghapusan barang

5. Panitia memeriksa barang yang diusulkan untuk dihapuskan oleh unit kerja dan
panitia melaporkannya kepada pimpinan unit utama disertai dengan usul/
rekomendasi penyelesaiannya.

6. Pimpinan unit utama meneliti barang yang diusulkan untuk dihapuskan


7. Jika barang yang akan dihapuskan seperti barang tidak bergerak, biro perlengkapan
akan meminta persetujuan/ izin tertulis dari menteri keuangan diteruskan kepada
biro hukum dan dinas Depdiknas untuk dibuatkan surat keputusan (SK), di dalam
SK tersebut terdapat cara penghapusannya seperti melalui lelang atau pemusnahan.

b. Penghapusan barang yang hilang/dicuri/dirampok/diselewengkan

- Pimpinan unit satuan kerja bertanggung jawab atas barang yang hilang melaporkan
ke pimpinan unit dan kepolisian.

- Pihak kepolisian diharapkan mengeluarkan berita acara pemeriksaan dalam waktu 3


bulan.

- Hasil penyelidikan berisikan tentang kehilangan, barang tersebut bukan karena


kelalaian petugas atau kehilangan yang disebabkan karena kelalaian petugas.

- Pimpinan unit utama mengusulkan penghapusannya kepada menteri dilampiri berita


acara dan bukti setoran hasil penjualan, mentri mengeluarkan surat keputusan
(SK) penghapusannya.

- Penghapusan dari daftar inventaris dilakukan setelah SK penghapusan dikeluarkan.

c. Penghapusan barang karena bencana alam

Tata caranya disamakan dengan penghapusan barang yang rusak/tua dengan


tambahan SK dari Pemda yang menyatakan bahwa daerah tersebut telah terjadi
bencana alam.

2.7 Landasan Hukum

Dalam pelaksanaan penghapusan barang-barang inventaris harus berlandaskan hukum


berwujud sebagai keputusan presiden, Keputusan Menteri, Instruksi presiden, Peraturan
Pemerintah, Surat Edaran Menteri/dewan pengawas Keuangan, Undang-Undan
Pembendaharaan Indonesia.
a. Perubahan Status Hukum

Perubahan status hukum adalah setiap tindakan hukum dari pemerintah daerah yang
mengakibatkan terjadinya perubahan status hukum pemilikan atas barang. Perubahan
status hukum barang disebabkan oleh tiga hal, yaitu:

1. Penghapusan barang

2. Penjualan barang

3. Tukar menukar

b. Perubahan status hukum terhadap barang milik negara/ daerah

Pelaksanaannya dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku. Pada prinsipnya


penjualan barang berdasarkan atas Peraturan Pemerintah tukar barang pada prinsipnya
dapat dilaksanakan dengan dasar peraturan Menteri.

inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana sekolah


Jul21

A. Pengertian Inventarisasi Sarana dan Sarana Pendidikan


Inventarisasi berasal dari kata “inventaris” (Latin = inventarium) yang berarti daftar barang-
barang, bahan, dan sebagainya. Inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan adalah pencatatan
atau pendaftaran barang-barang milik sekolah ke dalam suatu daftar inventaris barang secara
tertib dan teratur menurut ketentuan dan tata cara yang berlaku. Barang inventaris sekolah adalah
semua barang milik negara (yang dikuasai sekolah) baik yang diadakan/dibeli melalui dana dari
pemerintah, DPP maupun diperoleh sebagai pertukaran, hadiah atau hibah serta hasil usaha
pembuatan sendiri di sekolah guna menunjang kelancaran proses belajar mengajar.
Tiap sekolah wajib menyelenggarakan inventarisasi barang milik negaara yang dikuasai/diurus
oleh sekolah masing-masing secara teratur, tertib dan lengkap. Kepala sekolah melakukan dan
bertanggung jawab atas terlaksananya inventarisasi fisik dan pengisian daftar inventaris barang
milik negara yang ada di sekolahnya.

B. Tujuan Inventarisasi Sarana dan Sarana Pendidikan


Secara umum, inventarisasi dilakukan dalam rangka usaha penyempurnaan pengurusan dan
pengawasan yang efektif terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu sekolah. Secara
khusus, inventarisasi dilakukan dengan tujuan-tujuan sebagai berikut:
1. Untuk menjaga dan menciptakan tertib administrasi sarana dan prasarana yang dimiliki oleh
suatu sekolah.
2. Untuk menghemat keuangan sekolah baik dalam pengadaan maupun untuk pemeliharaan dan
penghapusan sarana dan prasarana sekolah.
3. Sebagai bahan atau pedoman untuk menghitung kekayaan suatu sekolah dalam bentuk materil
yang dapat dinilai dengan uang.
4. Untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian sarana dan prasarana yang dimiliki oleh
suatu sekolah.

C. Manfaat Inventarisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan


Daftar inventarisasi barang yang disusun dalam suatu organisasi yang lengkap, teratur dan
berkelanjutan dapat memberikan manfaat, yakni sebagai berikut:
1. Menyediakan data dan informasi dalam rangka menentukan kebutuhan dan menyusun rencana
kenutuhan barang.
2. Memberikan data dan informasi untuk dijadikan bahan/pedoman dalam pengarahan pengadaan
barang.
3. Memberikan data dan informasi untuk dijadikan bahan/pedoman dalam penyaluran barang.
4. Memberikan data dan informasi dalam menentukan keadaan barang (tua, rusak, lebih) sebagai
dasar untuk menetapkan pengnhapusannya.
5. Memberika data dan informasi dalam rangka memudahkan pengawasan dan pengendalian
barang

D. Pengadministrasian Barang Inventaris


Pelaksanaan kegiatan pengadministrasian barang inventaris dilakukan dalam buku induk barang
inventaris, buku golongan barang inventaris, buku catatan barang non inventraris, daftar laporan
triwulan, mutasi barang inventaris, daftar rekab barang invnetaris.
1. Buku induk barang inventaris adalah buku tempat mencatat semua barang inventaris milik
negara dalam lingkungan sekolah menurut urutan tanggal penerimaannya.
2. Buku golongan barang inventaris adalah buku pembantu tempat mencatat barang inventaris
menurut golongan barang yang telah ditentukan.
3. Buku catatan non inventaris adalah buku tempat mencatat semua barang habis pakai.
4. daftar laporan Triwulan mutasi barang inventaris adalah daftar tempat mencatat jumlah
bertambah dan atau berkurangnya barang inventaris sebagai akibat mutasi yang terjadi dalam
Triwulan yang bersangkutan.
5. Membuat isian inventaris yaitu tempat-tempat mencatat semua barang inventaris menurut
golongan barangnya.
6. Membuat daftar rekappitulasi barang inventaris yaitu merupakan daftar yang menunjukan
barang inventaris menurut keadaan pada tahun lalu, mutasi barang yang terjadi selama setahun
tersebut, dan keadaan barang inventaris pada tahuan anggaran berikutnya.

E. Klasifikasi dan Kode Barang Inventaris


Pada dasarnya maksud dan tujuan mengadakan penggolongan barang ialah agar terdapat cara
yang cukup mudah dan efisien untuk mencatat dan sekaligus untuk mencari dan menentukan
kembali barang tertentu, baik secara fisik maupun malalui daftar catatan ataupun di dalam
ingatan orang. Sesuai dengan tujuan tersebut maka bentuk lambang, sandi atau kode yang
dipergunakan sebagai pengganti nama atau uraian bagi tiap golongan, kelompok dan atau jenis
barang haruslah bersifat membantu/ memudahkan penglihatan dan ingatan orang dalam
mendapatkan kembali barang yang diinginkan.
Sandi atau kode yang dipergunakan melambangkan nama atau uraian kelompok/ jenis barang
adalah berbentuk angka bilangan (numerik) yang tersusun menurut pola tertentu, agar mudah
diingat dan dikenali, serta memberi petunjuk mengenai formulir nama yang harus dipergunakan
untuk tempat mencatat jenis barang tertentu. Di samping itu pula, penyusunan angka nomor kode
ini diusahakan agar memungkinkan dilakukan pengembangan, terutama oleh mereka yang secara
langsung menangani pencatatan barang.
Untuk barang pada umumnya, nomor kode ini terdiri dari 7 (tujuh) buah angka yang tersusun
menjadi tiga atau empat angka, yang dipisahkan oleh sebuah tanda titik. Angka pertama dari
susunan tiga di depan adalah untuk menyatakan jenis formulir yang digunakan. Dua angka
berikutnya yakni yang berada sebelum tanda titik, merupakan sandi pokok untuk kelompok
barang menurut ketentuan di dalam masing-masing formulir. Sebagai contoh secara berturut-
turut disebutkan sebagai berikut:
110.0300 Tanah lapangan olah raga
110.0400 Tanah untuk jalan dan tempat parkir
110.0500 Tanah Pertanian
110.0600 Tanah Peternekan
110.0700 Tanah Perkebunan
110.0800 Tanah Kehutanan
110.0900 ……………………
110.9900 Tandan untuk keperluan lain yang tersebut di atas
Sebagimana terlihat pada contoh-contoh sandi barang tak bergerak tersebut di atas, sandi atau
kode barang inventaris Departemen Pendidikan Nasional seutuhnya dari angka bilangan 1
sampai 99 (numerik). Baik untuk barang tak bergerak maupun barang bergerak pada umumnya
dipergunakan nomor kode yang terbentuk dari tujuh buah angka bilangan seperti itu.

F. Pelaporan Inventarisasi
1. Laporan triwulan mutasi barang inventaris
a. Tiap sekolah dan unit pelaksan teknis wajib membuat daftar laporan triwulan mutasi barang
inventaris rangkap 2 (dua), untuk disampaikan 1 (satu) set (asli) kepada Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat dan 1 set untuk arsip sendiri. Laporan tersebut harus
sudah disampaikan paling lambat 7 hari setelah berakhirnya triwulan tahun anggaran berjalan.
b. Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota membuat rekapitulasi laporan triwulan yang
berasal dari sekolah/ UPT/ Dinas Pendidikan Kecamatan. Selanjutnya Kantor Depdik
Kabupaten/ Kota sendiri menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Profinsi setempat u.p Kepala
Bagian Perlengkapan. Adapun mekanisme laporan triwulan mutasi barang inventaris dapat
dilihat pada bagian bawah ini.

Mekanisme Laporan Triwulan Mutasi Barang

60 hari

30 hari

15 hari

7 hari
2. Laporan tahunan inventaris
a. Tiap sekolah wajib mengisi Daftar Isian Inventaris dan Rekapitulasi Barang Inventaris
rangkap 2(dua). Laporan Tahunan Inventaris (yang membuat Daftar Isian Inventaris dan
Rekapitulasi Brang Inventaris) disampaikan 1 set (asli) kepada Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten/ Kota setempat.
b. Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota wajib mengisi Dafrtar Isian Inventaris dan Daftar
Rekapitulasi Laporan Tahunan Inventaris yang berasal dari sekolah/ UPT di Lingkungannya.
Laporan Tahunan Inventaris tersebut disampaikan kepada kepala Dinas Pendidikan Propinsi u.p
Kepala Bagian Perlengkapan.

G. Pengertian Penghapusan Sarana dan Prasarana


Penghapusan sarana dan prasarana merupakan kegiatan pembebasan sarana dan prasarana dari
pertanggungjawaban yang berlaku dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Secara
lebihoperasional penghapusan sarana dan prasarana adalah proses kegiatan yang bertujuan untuk
mengeluarkan/ menghilangkan sarana dan prasarana dari daftar inventaris, karena sarana dan
prasarana tersebut sudah dianggap tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan terutama untuk
kepentingan pelaksanaan pembelajaran di sekolah.

H. Tujuan Penghapusan Sarana dan Prasarana


Penghapusan sarana dan prasarana bertujuan untuk:
1. Mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian/ pemborosan biaya pemeliharaan
sarana dan prasarana yang kondisinya semakin buruk dan tidak dapat digunakan lagi.
2. Meringankan beban kerja pelaksanaan inventaris
3. Membebaskan ruangan dari penumpukan barang-barang yang tidak digunakan lagi.
4. Membebaskan barang dari tanggung jawab pengurus kerja.

I. Syarat-syarat Sarana dan Prasarana yang Dapat Dihapuskan


Ada beberapa alasan yang harus diperhatikan untuk dapat menyingkirkan sarana dan prasarana,
yaitu:
1. Dalam keadaan sudah tua atau rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki dan dipergunakan
lagi.
2. Perbaikan akan menelan biaya yang besar sehingga merupakan pemborosan.
3. Secara teknis dan ekonomis kegunaannya tidak seimbang dengan besarnya biaya
pemeliharaan.
4. Tidak sesuai lagi kebutuhannya dengan masa kini.
5. Penyusutan di luar kekuasaan pengurus barang (misalnya barang kimia).
6. Barang yang berlebih jika disimpan lebih lama akan bertambah rusak dan tak terpakai lagi.
7. Dicuri, terbakar, musnah sebagai akibat bencana alam.

J. Cara-cara dan Proses Penghapusan Sarana dan Prasarana


Dalam pelaksanaan penghapusan dikenal dua jenis, yaitu penghapusan melalui lelang dan
penghapusan melalui pemusnahan.
1. Penghapusan barang inventaris dengan lelang
Adalah menghapus dengan menjual barang-barang. Prosesnya sebagai berikut:
a. Pembentukan Panitia Penjualan oleh Kepala Dinas Pendidikan;
b. Melaksanakan sesuai prosedur lelang;
c. Mengikuti acara pelelangan;
d. Pembuatan “Risalah Lelang” oleh kantor lelang dengan menyebutkan banyaknya nama
barang, keadaan barang yang dilelang;
e. Pembayaran uang lelang yang disetorkan ke Kas Negara selambat-lambatnya 3 hari;
f. Biaya lelang dan lainnya dibebankan kepada pembeli;
g. Dengan perantara panitia lelang melaksanakan penjualan melalui kantor lelang negara dan
menyetorkan hasilnya ke Kas Negara setempat.

2. Penghapusan barang inventaris dengan pemusnahan


Penghapusan barang inventaris yang dilakukan dengan memperhitungkan faktor-faktor
pemusnahan ditinjau dari segi uang. Oleh karena itu penghapusan dibuat dengan perencanaan
yang matang dan dibuat surat pemberitahuan kepada atasan dengan menyebutkan barang apa
yang hendak disingkirkan. Prosesnya adalah sebagai berikut:
a. Pembentukan panitia penghapusan oleh Kepala Dinas Pendidikan;
b. Sebelum barang dihapuskan perlu dilakukan pemilihan barang yang dilakuakn tiap tahun;
c. bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan;
d. Panitia melakukan penelitian barang yang akan dihapus;
e. Setelah mengadakan penelitian secukupnya barang-barang yang diusulkan untuk dihapus
sesuai Surat Keputusan dan disaksikan oleh pejabat pemerintah setempat dan kepolisian,
pemusnahannya dilakukan oleh unit kerja yang bersangkutan dengan cara dibakar, dikubur, dan
sebagaiannya;
f. Menyampaikan berita acara ke atasan/ Menteri sehingga dikeluarkan keputusan penghapusan;
g. Kepala sekolah selanjutnya menghapuskan barang tersebut dari buku induk dan buku
golongan inventaris.

K. Tata Cara Penghapusan Sarana dan Prasarana


1. Penghapusan sarana dan prasarana yang rusakberat, tua dan berlebih, prosesnya adalah
sebagai berikut:
a. Pengurus barang menyusun daftar barang yang akan dihapus, yang berisi nomor urut, nomor
kode barang, nama barang, dll.
b. Kepala sekolah mengusulkan penghapusan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten/ Kota
setempat yang dilampiri daftar barang.
c. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota meneruskan usul tersebut kepada Dinas Pendidikan
Bagian Perlengkapan.
d. Pembentukan panitia penghapusan oleh Kepala Dinas Pendidikan.
e. Panitia menliti barang-barang yang akan dihapus.
f. Panitia membuat Berita Acara Penelitian.
g. Kepala Dinas Pendidikan mengusulkan kepada Sekretaris Jenderal Depdiknas Biro
Perlengkapan.
h. Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan Keputusan Penghapusan dengan catatan dilelang
atau dimusnahkan.
i. Kalau dilelang, Dinas Pendidikan membentuk Panitia Pelelangan;
1) Panitia pelelangan meminta bantuan Kantor Lelang Negara setempat untuk melelang barang
yang dihapus.
2) Penjualan melalui Kantor Lelang Negara dan hasilnya disetorkan ke Kas Negara Setempat.
3) Pejabat Kantor Lelang Negara membuat risalah lelang berikut bukti setoran hasil lelang
kepada Sesjen Depdiknas.
j. Bila barang itu dimusnahkan, Kepala Dinas Pendidikan membentuk Panitia Pemusnahan.
k. Barang yang telah dihapus, dikeluarkan dari buku induk dan buku golongan barang inventaris
sekolah.

2. Penghapusan gedung kantor/sekolah yang rusak berat


a) Kepala sekolah mengusulkan penghapusan kepada kepala Dinas Pendidikan melalui Kantor
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
b) Pembentukan Panitia Penghapusan pada Dinas Pendidikan setempat dengan menyertakan
unsur pelaksana teknis dari Dinas PU setempat
c) Panitia meneliti gedung yang akan dihapuskan dan membuat Berita acara penelitian
d) Kepala Dinas Pendidikan Propinsi mengusulkan penghapusan gedung sekolah kepada
Sekretaris Jenderal Depdiknas c.q. Biro Perlengkapan
e) Biro Perlengkapan mengadakan penelitian dan melaporkan hasil penelitiannya kepada
Sekretaris Jenderal
f) Sekretaris Jendereal Depdiknas mengajukan permohonan izi penghapusan kepada Menteri
Keuangan
g) Menteri Keuangan mengeluarkan izin tertulis penghapusan/pembongkaran gedung sekolah
h) Berdasarkan izin tertulis dari Menteri Keuangan, Menteri pendidikan Nasional menerbitkan
SK Penghapusan, dengan catatan agar bangunan gedung tersebut dilelang atau dimusnahkan.
i) Apabila bangunan tersebut dilelang, Dinas Pendidikan Propinsi membentuk Panitia
Pelelangan;
1. Panitia Pelelangan meminta bantuan Kantor Lelang Negara setempat untuk melelang
bangunan gedung yang akan dibongkar
2. Kantor Lelang Negara melelang bangunan gedung dan hasilnya disetorkan ke Kas Negara
serta membuat risalah lelang
3. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi menyampaikan risalah lelang berikut bukti setoran hasil
lelang kepada Sekretaris Jenderal Depdiknas
j) Jika bangunan gedung tersebut dimusnahkan, Dinas Pendidikan Propinsi membentuk Panitia
Pemusnahan bangunan gedung dan membuat Berita Acara Pemusnaha
k) Dinas Pendidikan Propinsi menyampaikan laporan pemusnahan.

3. Penghapusan barang yang dicuri, hilang terbakar


a. Pengurus barang melaporkan kejadian-kejadian (kecurian, kehilangan, atau kebakaran) kepada
Kepala Sekolah
b. Kepala Sekolah mengadakan penyidikan dan membuat Berita Acara
c. Kepala Sekolah melaporkan kejadian kepada pihak Kepolisian setempat disertai pembuatan
Berita Acara
d. Kepala Sekolah melaporkan kejadian kepada Dinas Pendidikan Propinsi melalui Kantor Dinas
Pendidikan Kabupaten.Kota dilampiri Berita Acara dari pihak Kepolisian
e. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi melaporkan kejadian kepada Sekretaris Jenderal c.q. Biro
Perlengkapan dengan melampirkan Berita Acara Penyidikan dan Berita Acara/Laporan
Kepolisian
f. Biro Perlengkapan meneliti laporan dan meneruskan kepada BPK, Menteri Keuangan, dan
Panitia Tuntutan Ganti Rugi (PTGR)
g. Panitia Tuntutan Ganti Rugi meneliti masalah tersebut, kalau terbukti kecurian atau
kehilangan disebabkam atas kelalaian petugas, maka setelah mendapat pertimbangan BPK,
petugas yang bersangkutan dikenakan tuntutan ganti rugi
h. Surat Keputusan Ganti Rugi dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Nasional setelah
pembayaran cicilan lunas atas persetujuan Menteri Keuangan
i. Kemudian barang tersebut dihapuskan dari Buku Induk dan Buku Golongan Barang Inventaris

4. Penghapusan rumah dinas golongan III


a. Kepala Sekolah mengusulkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Propinsi melalui Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota untuk penetapan status rumah dinas golongan III
b. Dinas pendidikan Propinsi meneruskan usul tersebut kepada Mneteri Pendidikan Nasional
c. Menteri Pendidikan Nasional menerbitkan SK Penetapan Status Golongan II
d. Apabila rumah dinas tersebut sudah berumur 10 tahun, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi
mengusulkan kepada Sekretaris Jenderal meminta pengalihan rumah dinas golongan II ke
golongan II dengan dilampiri:
1. Gambar legger dan situasi rumah
2. SK penetapan golongan II nya
3. Keterangan atas tanah pekarangan rumah
4. SK otorisasi pembangunan rumah dinas
5. Surat Izin Mendirikan Bngunan (IMB)
6. Surat Izin Mnedirikan Penghunian (SIP) rumah
e. Sekretaris Jenderal Depdiknas meneruskan usul tersebut ke Direktorat Jenderal Cipta Karya
untuk dikeluarkan penetapan golongan III
f. Ditjen Cipta Karya menerbitkan Surat Penetapan golongan II
g. Penghuni mengajukan permohonan pembelian rumah dinas golongan II kepada Ditjen Cipta
Karya Departemen PU
h. Panitia penaksir harga menaksir harga rumah tersebut
i. Diadakan kontrak jual beli antara penghuni rumah tersebut dengan Departemen PU dengan
cara cicilan selama 5 tahun
j. Setelah lunas pembayaran seluruhnya dikeluarkan SK Penjualan dan dibaliknamakan atas
nama pembeli
k. Penghapusan rumah dinas dari Buku Induk dan Buku Golongan Barang Inventaris setelah
diterbitkan SK Penghaousan oleh Menteri Pendidikan Nasional

ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA

PENDAHULUAN
1. latar belakang
Tersedianya sarana dan prasarana yang cukup dengan kualitas yang baik, sangat
dibutuhkan setiap organisasi dimanapun dalam menyelenggarakan kegiatannya untuk mencapai
tujuan yang diharapkan. Tanpa adanya sarana dan prasarana, mustahil tujuan akan dapat dicapai.
Demikian halnya kantor, tempat berlangsungnya kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan
atau administrasi yang sangat memerlukan sarana dan prasarana kantor.
Agar semua kegiatan yang berhubungan dengan perbekalan kantor baik yang bersifat
administrasi maupun teknis operasional dapat dijalankan dengan baik dan efisien, maka
pelaksanaan atau pengelolaan sarana dan prasarana kantor harus dilakukan dengan baik.
Administrasi sarana dan prasarana pendidikan adalah semua komponen yang sacara
langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan
dalam pendidikan itu sendiri.
Terbatasnya pengetahuan dari personal tata usaha sekolah akan administrasi sarana dan
prasarana pendidikan, serta kurangnya minat dari mereka untuk mengetahui dan memahaminya
dengan sungguh sungguh, maka dari itu kami menyusun makalah ini
2. Perumusan masalah
Untuk membahas tentang Administrasi Sarana dan Prasarana terdapat rumusan masalah
sebagai berikut :
1) Apakah yang dimaksud dengan sarana dan prasarana?
2) Apakah yang dimaksud dengan administrasi sarana dan prasarana?
3) Apa proses administrasi sarana dan prasarana?
4) Apakah peran guru dalam administrasi sarana dan prasarana?

3. Tujuan dan manfaat penulisan


Berdasarkan rumusan masalah,maka tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1) Untuk mengetahui penjelasan tentang apa sarana dan prasarana.
2) Untuk mengetahui penjelasan tentang administrasi sarana dan prasarana.
3) Untuk mengetahui penjelasan tentang apa saja proses administrasi sarana dan prasarana.
4) Untuk mengetahui penjelasan tentang apa peran guru dalam administrasi sarana dan prasarana.
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah meningkatkan pengetahuan kelompok dan
pembaca tentang administrasi sarana dan prasarana agar dapat memahami konsep administrasi
sarana dan prasarana dan dapat menerapkan konsep dan teori administrasi sarana dan prasarana
pada dunia pendidikan yang akan dimasuki mahasiswa kependidikan.
PEMBAHASAN
1. Pengertian administrasi sarana dan prasarana
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai
sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu
yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses( usaha, pembangunan,
proyek).
Sedangkan secara etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk
mencapai tujuan dalam pendidikan. misalnya: lokasi/tempat, bangunan sekolah,lapangan
olahraga, uang,dsb. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk mencapai tujuan
pendidikan. misalnya; ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dsb.
Menurut rumusan Tim Penyusun Pedoman Pembakuan Media Pendidikan Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, maka yang dimaksud dengan: “Sarana pendidikan adalah semua
fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik yang bergerak maupun tidak
bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan
efisien”.
Dengan demikian dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan
prasarana pendidikan adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung
menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri.
Sarana pendidikan diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu :
1. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai
Dilihat dari habis tidaknya dipakai, sarana pendidikan ada dua yaitu: sarana pendidikan
yang habis dipakai dan sarana pendidikan tahan lama.
a. Sarana pendidikan yang habis dipakai adalah segala bahan atau alat yang apabila digunakan bisa
habis dalam waktu yang relatif singkat. Seperi : Kapur, bahan kimia dan sebagainya.
b. Sarana pendidikan yang tahan lama adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan
secara terus menerus dan dalam waktu yang relatif lama. Seperti : Kursi, meja, papan tulis dan
sebagainya.

2. Ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan


Terbagi dua yaitu : sarana pendidikan yang bergerak dan sarana pendidikan tidak
bergerak.
a. Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindah
sesuai dengan kebutuhan pemakainya, contohnya: almari arsip sekolah, bangku sekolah, dsb.
b. Sarana pendidikan tidak bergerak adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif
sangat sulit untuk dipindahkan, misalnya saluran dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

3. Ditinjau dari hubungannya dengan proses belajar mengajar


Dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu : alat pelajaran, alat peraga, dan media
pengajaran.
Adapun Prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu:
1) Prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar, seperti
ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktek keterampilan, dan ruang laboratorium.
2) Prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar, tetapi
secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar, misalnya ruang kantor,
kantin sekolah, tanah dan jalan menuju sekolah, kamar kecil, ruang guru, ruang kepala sekolah,
dan tempat parkir kendaraan.

2. Proses administrasi sarana dan prasarana


Menurut Sutjipto (1993) aktivitas administrasi dalam bidang sarana dan prasarana
pendidikan meliputi; perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penyaluran, pemanfaatan dan
pemeliharaan, penghapusan, dan pengawasan sarana dan prasarana pendidikan. Dapat diuraikan
sebagai berikut:
a. Perencanaan
Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan suatu proses analisis dan
penetapan kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembelajaran sehingga muncullah istilah
kebutuhan yang diperlukan (primer) dan kebutuhan yang menunjang. Dalam proses perencanaan
ini harus dilakukan dengan cermat dan teliti baik berkaitan dengan karakteristik sarana dan
prasarana yang dibutuhkan, jumlahnya, jenisnya dan kendalanya (manfaat yang didapatkan),
beserta harganya.
Berkaitan dengan ini Jones (1969) menjelaskan bahwa perencanaan pengadaan
perlengkapan pendidikan di sekolah harus diawali dengan analisis jenis pengalaman pendidikan
yang diprogaramkan di sekolah. Menurut Sukarna (1987) adalah sebagai berikut:
a) Menampung semua usulan pengadaan perlengkapan sekolah yang diajukan oleh setiap unit kerja
dan mengiventarisasi kekurangan perlengkapan sekolah.
b) Menyusun rencana kebutuhan perlengkapan sekolah untuk periode tertentu, misalnya untuk satu
semester atau satu tahun ajaran.

c) Memadukan rencana kebutuhan yang telah disusun dengan perlengkapan yang tersedia
sebelumya.

d) Memadukan rencana kebutuhan dengan dana atau anggaran sekolah yang tersedia. Dalam hal ini,
jika dana yang tersedia tidak mencukupi untuk pengadaan semua kebutuhan yang diperlukan,
maka perlu diadakan seleksi terhadap semua kebutuhan perlengkapan yang telah direncanakan
dengan melihat urgensi setiap perlengkapan yang diperlukan. Semua perlengkapan yang urgen
didaftar dan didahulukan pengadaannya.

e) Memadukan rencana (daftar) kebutuhan perlengkapan yang urgen dengan dana atau anggaran
yang tersedia, maka perlu diadakan seleksi lagi dengan melihat skala prioritas.

f) Penetapan rencana pengadaan akhir.

b. Pengadaan
Pengadaan adalah semua kegiatan penyediaan sarana dan prasarana untuk menunjang
pelaksanaan tugas. Karena fungsi dan kegiatan setiap organisasi berbeda, maka pengadaan
sarana dan prasarana kantor juga tidak selalu sama antara organisasi yang satu dengan organisasi
yang lain. Dalam mengadakan sarana dan prasarana tersebut harus dilakukan perencanaan
terlebih dahulu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan sarana dan
prasarana kantor, antara lain :
 Gunakan prosedur pengelolaan sarana dan prasarana.
 Tentukan jenis, kuantitas, dan kualitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
 Sesuaikan antara kebutuhan sarana dan prasarana dengan biaya yang tersedia.
 Sediakan dan gunakan sarana dan prasarana dalam kegiatan operasional.
 Penyimpanan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
 Kumpulkan dan kelola data sarana dan prasarana.
 Penghapusan sarana dan prasarana sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dalam pengadaan sarana dan prasarana kantor, maka ada seksi perbekalan yang memiliki
fungsi-fungsi sebagai berikut :
a) Penelitian kebutuhan perlengkapan kerja, baik mengenai jumlah maupun mutu. Faktor-faktor
yang perlu diperhatikan dalam penelitian dan penentuan kebutuhan perlengkapan kerja adalah
faktor fungsional, faktor ongkos, faktor prestise, faktor standarisasi dan normalisasi.
b) Standarisasi dan perincian benda. Langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk mengusahakan
standarisasi ialah :
 Klasifikasi alat-alat, menggolong-golongkan alat-alat yang berfungsi sejenis atau menghasilkan
barang-barang tertentu yang sama.
 Spesifikasi dan perincian alat-alat dengan menggunakan kemampuannya.
 Standarisasi alat-alat dengan pertimbangan untuk penggunaan dalam jangka waktu lama dan
pertimbangan efisiensi kerja.
c) Pembelian benda perbekalan. Beberapa pertimbangan pokok dalam pembelian alat-alat atau
barang-barang ialah:
 Sedapat mungkin mengurangi pembiayaan baru dengan mencari benda-benda yang dibutuhkan
dari benda-benda yang merupakan kelebihan.
 Menimbulkan kompetensi diantara produsen dengan membuat spesifikasi atas benda-benda yang
akan dibeli , dan mengadakan penelitian yang seksama diantara produsen dengan baik.
 Mendapatkan keterangan-keterangan terbaru atas benda-benda, keadaan pasar dan harga.
 Mendapatkan keterangan-keterangan mengenai perkembangan baru atas barang-barang, dan cara
yang telah disempurnakan mengenai cara pengepakan.
 Mempertimbangkan semua biaya bagi barang-barang perbekalan tersebut sampai siap digunakan.
d) Pengiriman barang. Dalam pengadaan barang perbekalan dibutuhkan aktivitas pengiriman yang
dapat dilakukan melalui jalan darat, laut maupun udara.

c. Inventaris
Pengadaan semua sarana dan prasarana kantor memerlukan biaya tinggi, termasuk semua
kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaannya. Untuk itu diperlukan kegiatan inventarisasi.
Inventarisasi sarana dan prasarana kantor adalah semua kegiatan dan usaha untuk memperoleh
data yang diperlukan mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki. Secara singkat inventarisasi
dapat diartikan sebagai pencatatan terhadap sarana dan prasarana. Inventarisasi yang dilakukan
di setiap organisasi bisa saja berbeda, namun pada dasarnya semua dilakukan dengan tujuan yang
sama. Tujuan inventarisasi sarana dan prasarana antara lain :
a. Agar peralatan tidak mudah hilang.
b. Adanya bukti secara tertulis terhadap kegiatan pengelolaan barang sehingga dapat
dipertanggungjawabkan.
c. Memudahkan dalam pengecekan barang.
d. Memudahkan dalam pengawasan.
e. Memudahkan ketika mengadakan kegiatan mutasi/penghapusan barang.

d. Penyaluran
Penyaluran merupakan kegiatan yang menyangkut pemindahan barang dan tanggung jawab
dari instansi / pemegang yang satu kepada instansi / pemegang yang lain. Kegiatan penyaluran
barang meliputi tiga bagian yaitu :
1. Penyusunan Alokasi
Untuk menghindari pemborosan dalam pembagian / pendistribusian barang sehingga
merata dan seimbang dengan kebutuhan pemakainya masing-masing, maka perlu disusun alokasi
kuantitas dan frekuensi pendistribusiannya, sehingga sungguh-sungguh dapat menunjang
kegiatan instruksional
2. Pengiriman Barang
Pengiriman barang dari pusat-pusat penyalur barang perlu memperhatikan beberapa hal
sebagai berikut : cara pengiriman, pengemasan, pemuatan, pengangkutan dan pembongkarang.
3. Penyerahan Barang
Dalam penyerahan barang hendaklah tidak dilupakan untuk mengisi daftar penyerahan
barang, surat pengantar, faktur, tanda terima peyerahan barang, biaya pengiriman dan
sebagainya.

e. Pemanfaatan dan pemeliharaan


Pemeliharaan adalah kegiatan terus-menerus untuk mengusahakan agar barang/bahan
kantor tetap dalam keadaan baik atau siap untuk dipakai.
Tujuan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor, antara lain :
 Agar barang tidak mudah rusak karena hama atau suhu/cuaca.
 Agar barang tidak mudah hilang.
 Agar barang tidak kadaluarsa.
 Agar barang tidak mudah susut.
 Agar sarana dan prasarana selalu dalam keadaan bersih.
Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara
lain:
1. Pemeliharaan berdasarkan waktu
 Pemeliharaan sehari-hari
Pemeliharaan sarana dan prasarana yang dilakukan setiap hari, biasanya dilakukan oleh
petugas atau karyawan yang menggunakan barang dan bertanggung jawab atas barang tersebut,
misalnya pemeliharaan ruang kerja, mesin tik, komputer, dan mobil. Pemeliharaan barang-
barang tersebut harus dilakukan setiap hari agar kebersihannya tetap terjaga dan menghindari
kerusakan yang lebih besar.
 Pemeliharaan berkala
Pemeliharaan berkala dilakukan menurut jangka waktu tertentu, misalnya seminggu sekali,
dua minggu sekali, sebulan sekali atau dua bulan sekali. Pemeliharaan berkala dapat dilakukan
untuk berbagai jenis sarana dan prasarana dan biasanya dilakukan oleh petugas yang khusus
menangani pemeliharaan barang.
2. Pemeliharaan berdasarkan jenis barang
 Pemeliharaan barang bergerak
Pemeliharaan barang bergerak dapat dilakukan setiap hari maupun secara berkala. Contoh:
kendaraan bermotor, mesin kantor, dan alat elektronik.
 Pemeliharaan barang tidak bergerak
Pemeliharaan barang tidak bergerak juga dapat dilakukan setiap hari atau secara berkala
untuk mengetahui sampai sejauh mana kualitas barang tersebut masih dapat digunakan. Contoh:
membersihkan debu-debu yang menempel pada alat,sebaiknya dilakukan setiap hari agar alat
dapat selalu terjaga kebersihannya, juga untuk mencegah kerusakan. Instalasi listrik dan air dapat
dilakukan secara berkala.
f. Penghapusan
Penghapusan merupakan suatu proses kegiatan yang bertujuan untuk mengeluarkan/
menghilangkan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris negara berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Apabila biaya rehabilitasi barang terlalu besar sedangkandaya pakainya terlalu singkat maka
barang tersebut lebih baik tidak
dipakai lagi dan dikeluarkandari daftar inventaris.Sebagai salah satu fungsi dari pengelolaan
perlengkapan, penghapusan mempunyai arti:
 Mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian yang jauh lebih besar yang disebabkan
oleh:
a) Pengeluaran yang semakin besar untuk biaya perawatan dan perbaikan / pemeliharaan terhadap
barang yang semakin buruk kondisinya.
b) Pemborosan biaya untuk pengamanan barang-barang kelebihan atau barang lain yang karena
beberapa sebab, tidak dapat dipergunakan lagi.
 Meringankan beban kerja inventarisasi karena banyaknya barang-barang yang tinggal menyusut.

g. Pengawasan
Seluruh kegiatan Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri
tanpa dikendalikan dan diawasi, artinya setiap kegitan masing-masing akan dimonitoring setiap
saat oleh pimpinan organisasi serta diperhatikan kerja samanya satu sama lain.
Pengawasan bukan merupakan suau pengaturan yang kaku dan akan membatasi ruang
gerak masing-masing fungsi pengelolaan, tetapi merupakan koordinasi serta akselerasi bagi
seluruh fungsi pengelolaan administrasi, sehingga pemborosan waktu, tenaga dan biaya dapat
dihindarkan.

3. Peran guru dalam administrasi sarana dan prasarana


Kebijakan pemerintah tentang pengelolaan sarana dan prasarana sekolah tertuang di dalam
UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 45 ayat (1) yaitu ”setiap satuan pendidikan formal
dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai
dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional
dan kejiwaan peserta didik.” (Mohammad Syaifuddin, 2007 : 2.36).
Adapun peran guru dalam administrasi sarana prasarana sekolah:
1. Terlibat dalam perencanan pengadaan alat bantu pengajaran
2. Terlibat dalam pemanfaatan dan pemeliharaan alat bantu pengajaran yang digunakan guru.
3. Pengawasan dalam penggunaan alat praktek oleh siswa

PENUTUP
1. Kesimpulan
Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud
atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang
utama terselenggaranya suatu proses( usaha, pembangunan, proyek).
Dengan demikian dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan
prasarana pendidikan adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung
menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri.
Aktivitas administrasi dalam bidang sarana dan prasarana pendidikan meliputi;
perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penyaluran, pemanfaatan dan pemeliharaan,
penghapusan, dan pengawasan sarana dan prasarana pendidikan.
Adapun peran guru dalam administrasi sarana prasarana sekolah:terlibat dalam perencanan
pengadaan alat bantu pengajaran, terlibat dalam pemanfaatan dan pemeliharaan alat bantu
pengajaran yang digunakan guru., pengawasan dalam penggunaan alat praktek oleh siswa

2. Saran
Dengan membaca makalah ini dan mengetahui apa itu sarana dan prasarana, administrasi
sarana dan prasarana, proses administrasi sarana dan prasarana, dan peran guru dalam
administrasi sarana dan prasarana diharapkan mahasiswa (calon guru/tenaga pendidik) dapat
memahami dan mengaplikasikannya dalam dunia pendidikan.

Administrasi Sarana dan Prasarana

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat
dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan
penunjang utama terselenggaranya suatu proses ( usaha, pembangunan, proyek).

Tersedianya sarana dan prasarana yang cukup dengan kualitas yang baik, sangat dibutuhkan setiap
organisasi dimanapun dalam menyelenggarakan kegiatannya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Tanpa adanya sarana dan prasarana, mustahil tujuan akan dapat dicapai. Demikian halnya kantor,
tempat berlangsungnya kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan atau administrasi yang sangat
memerlukan sarana dan prasarana kantor.

Agar semua kegiatan yang berhubungan dengan perbekalan kantor baik yang bersifat administrasi
maupun teknis operasional dapat dijalankan dengan baik dan efisien, maka pelaksanaan atau
pengelolaan sarana dan prasarana kantor harus dilakukan dengan baik.
Dalam mengelola sarana dan prasarana kantor dilakukan dengan beberapa kegiatan, yaitu pengadaan,
penyimpanan, pemeliharaan, inventarisasi dan laporan sarana dan prasarana.
1. Pengadaan
Pengadaan adalah semua kegiatan penyediaan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan
tugas. Karena fungsi dan kegiatan setiap organisasi berbeda, maka pengadaan sarana dan prasarana
kantor juga tidak selalu sama antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain. Dalam
mengadakan sarana dan prasarana tersebut harus dilakukan perencanaan terlebih dahulu. Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan sarana dan prasarana kantor, antara lain :
 Gunakan prosedur pengelolaan sarana dan prasarana.
 Tentukan jenis, kuantitas, dan kualitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
 Sesuaikan antara kebutuhan sarana dan prasarana dengan biaya yang tersedia.
 Sediakan dan gunakan sarana dan prasarana dalam kegiatan operasional.
 Penyimpanan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
 Kumpulkan dan kelola data sarana dan prasarana.
 Penghapusan sarana dan prasarana sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dalam pengadaan sarana dan prasarana kantor, maka ada seksi perbekalan yang memiliki fungsi-fungsi
sebagai berikut :
a. Penelitian kebutuhan perlengkapan kerja, baik mengenai jumlah maupun mutu. Faktor-faktor yang
perlu diperhatikan dalam penelitian dan penentuan kebutuhan perlengkapan kerja adalah faktor
fungsional, faktor ongkos, faktor prestise, faktor standarisasi dan normalisasi.
b. Standarisasi dan perincian benda. Langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk mengusahakan
standarisasi ialah :
 Klasifikasi alat-alat, menggolong-golongkan alat-alat yang berfungsi sejenis atau menghasilkan barang-
barang tertentu yang sama.
 Spesifikasi dan perincian alat-alat dengan menggunakan kemampuannya.
 Standarisasi alat-alat dengan pertimbangan untuk penggunaan dalam jangka waktu lama dan
pertimbangan efisiensi kerja.
c. Pembelian benda perbekalan. Beberapa pertimbangan pokok dalam pembelian alat-alat atau barang-
barang ialah:
 Sedapat mungkin mengurangi pembiayaan baru dengan mencari benda-benda yang dibutuhkan dari
benda-benda yang merupakan kelebihan.
 Menimbulkan kompetensi diantara produsen dengan membuat spesifikasi atas benda-benda yang akan
dibeli , dan mengadakan penelitian yang seksama diantara produsen dengan baik.
 Mendapatkan keterangan-keterangan terbaru atas benda-benda, keadaan pasar dan harga.
 Mendapatkan keterangan-keterangan mengenai perkembangan baru atas barang-barang, dan cara yang
telah disempurnakan mengenai cara pengepakan.
 Mempertimbangkan semua biaya bagi barang-barang perbekalan tersebut sampai siap digunakan.
d. Pengiriman barang. Dalam pengadaan barang perbekalan dibutuhkan aktivitas pengiriman yang dapat
dilakukan melalui jalan darat, laut maupun udara.

2. Penyimpanan
Penyimpanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas gudang untuk
menampung hasil pengadaan barang atau bahan kantor, baik berasal dari pembelian, instansi lain, atau
yang diperoleh dari bantuan.
a. Tujuan penyimpanan barang/bahan kantor antara lain :
 Agar barang tidak cepat rusak.
 Agar tidak terjadi kehilangan barang.
 Agar tersusun rapi sehingga mudah ditemukan apabila barang tersebut dicari.
 Memudahkan dalam analisis barang.
b. Sebelum penyimpanan barang/bahan kantor dilakukan, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini :
 Persediaan alat-alat pemeliharaan yang diperlukan.
 Pergudangan yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.
 Sifat barang yang disimpan.
 Sarana penyimpanan dan pemeliharaan.
 Prosedur dan tata kerja.
 Biaya yang disediakan.
 Tenaga yang diperlukan.
 Jangka waktu penyimpanan.
c. Cara penyimpanan barang/bahan kantor antara lain :
 Barang disimpan berdasarkan klasifikasi (jenis, berat, merk, dan satuan barang).
 Barang disimpan dalam keadaan bersih.
 Barang disimpan dalam ruangan yang cukup ventilasi.
 Barang disimpan di tempat yang memadai.
 Barang disimpan rapi dengan kode yang telah ditentukan agar mudah dicari.
 Barang yang disimpan harus terhindar dari sengatan matahari atau siraman air.
 Barang disimpan di ruangan yang dapat dikunci.
 Barang yang disimpan harus sudah dihitung dan dicatat dalam buku persediaan.
 Barang yang biasanya dikeluarkan lebih cepat sebaiknya diletakkan di bagian terdepan, sebaliknya
barang yang dikeluarkan lebih lama disimpan lebih dalam.
3. Pemeliharaan
Pemeliharaan adalah kegiatan terus-menerus untuk mengusahakan agar barang/bahan kantor tetap
dalam keadaan baik atau siap untuk dipakai.
Tujuan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor, antara lain :
 Agar barang tidak mudah rusak karena hama atau suhu/cuaca.
 Agar barang tidak mudah hilang.
 Agar barang tidak kadaluarsa.
 Agar barang tidak mudah susut.
 Agar sarana dan prasarana selalu dalam keadaan bersih.
Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
a. Pemeliharaan berdasarkan waktu
 Pemeliharaan sehari-hari
Pemeliharaan sarana dan prasarana yang dilakukan setiap hari, biasanya dilakukan oleh petugas atau
karyawan yang menggunakan barang dan bertanggung jawab atas barang tersebut, misalnya
pemeliharaan ruang kerja, mesin tik, komputer, dan mobil. Pemeliharaan barang-barang tersebut harus
dilakukan setiap hari agar kebersihannya tetap terjaga dan menghindari kerusakan yang lebih besar.
 Pemeliharaan berkala
Pemeliharaan berkala dilakukan menurut jangka waktu tertentu, misalnya seminggu sekali, dua minggu
sekali, sebulan sekali atau dua bulan sekali. Pemeliharaan berkala dapat dilakukan untuk berbagai jenis
sarana dan prasarana dan biasanya dilakukan oleh petugas yang khusus menangani pemeliharaan
barang.

b. Pemeliharaan berdasarkan jenis barang


 Pemeliharaan barang bergerak
Pemeliharaan barang bergerak dapat dilakukan setiap hari maupun secara berkala. Contoh: kendaraan
bermotor, mesin kantor, dan alat elektronik.
 Pemeliharaan barang tidak bergerak
Pemeliharaan barang tidak bergerak juga dapat dilakukan setiap hari atau secara berkala untuk
mengetahui sampai sejauh mana kualitas barang tersebut masih dapat digunakan. Contoh:
membersihkan debu-debu yang menempel pada alat,sebaiknya dilakukan setiap hari agar alat dapat
selalu terjaga kebersihannya, juga untuk mencegah kerusakan. Instalasi listrik dan air dapat dilakukan
secara berkala.
4. Inventaris
Pengadaan semua sarana dan prasarana kantor memerlukan biaya tinggi, termasuk semua kegiatan
yang berkaitan dengan pengelolaannya. Untuk itu diperlukan kegiatan inventarisasi. Inventarisasi sarana
dan prasarana kantor adalah semua kegiatan dan usaha untuk memperoleh data yang diperlukan
mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki. Secara singkat inventarisasi dapat diartikan sebagai
pencatatan terhadap sarana dan prasarana . inventarisasi yang dilakukan di setiap organisasi bisa saja
berbeda, namun pada dasarnya semua dilakukan dengan tujuan yang sama. Tujuan inventarisasi sarana
dan prasarana antara lain :
a. Agar peralatan tidak mudah hilang.
b. Adanya bukti secara tertulis terhadap kegiatan pengelolaan barang sehingga dapat
dipertanggungjawabkan.
c. Memudahkan dalam pengecekan barang.
d. Memudahkan dalam pengawasan.
e. Memudahkan ketika mengadakan kegiatan mutasi/penghapusan barang.
Materi Administrasi Sarana Dan Prasarana

Administrasi Sarana Dan Prasaranan

A. Pengertian

1. Sarana dan Prasarana

Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud
atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang suatu proses
(usaha, pembangunan, proyek).

Dalam mengelola sarana dan prasarana kantor dilakukan dengan beberapa kegiatan,
yaitu pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, inventarisasi dan laporan sarana dan prasarana.
1. Pengadaan
Pengadaan adalah semua kegiatan penyediaan sarana dan prasarana untuk menunjang
pelaksanaan tugas. Karena fungsi dan kegiatan setiap organisasi berbeda, maka pengadaan
sarana dan prasarana kantor juga tidak selalu sama antara organisasi yang satu dengan organisasi
yang lain. Dalam mengadakan sarana dan prasarana tersebut harus dilakukan perencanaan
terlebih dahulu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan sarana dan
prasarana kantor, antara lain :
· Gunakan prosedur pengelolaan sarana dan prasarana.
· Tentukan jenis, kuantitas, dan kualitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
· Sesuaikan antara kebutuhan sarana dan prasarana dengan biaya yang tersedia.
· Sediakan dan gunakan sarana dan prasarana dalam kegiatan operasional.
· Penyimpanan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
· Kumpulkan dan kelola data sarana dan prasarana.
· Penghapusan sarana dan prasarana sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dalam pengadaan sarana dan prasarana kantor, maka ada seksi perbekalan yang memiliki fungsi-
fungsi sebagai berikut :
a. Penelitian kebutuhan perlengkapan kerja, baik mengenai jumlah maupun mutu. Faktor-
faktor yang perlu diperhatikan dalam penelitian dan penentuan kebutuhan perlengkapan kerja
adalah faktor fungsional, faktor ongkos, faktor prestise, faktor standarisasi dan normalisasi.
b. Standarisasi dan perincian benda. Langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk
mengusahakan standarisasi ialah :
· Klasifikasi alat-alat, menggolong-golongkan alat-alat yang berfungsi sejenis atau
menghasilkan barang-barang tertentu yang sama.
· Spesifikasi dan perincian alat-alat dengan menggunakan kemampuannya.
· Standarisasi alat-alat dengan pertimbangan untuk penggunaan dalam jangka waktu lama dan
pertimbangan efisiensi kerja.
c. Pembelian benda perbekalan. Beberapa pertimbangan pokok dalam pembelian alat-alat
atau barang-barang ialah:
· Sedapat mungkin mengurangi pembiayaan baru dengan mencari benda-benda yang
dibutuhkan dari benda-benda yang merupakan kelebihan.
· Menimbulkan kompetensi diantara produsen dengan membuat spesifikasi atas benda-benda
yang akan dibeli , dan mengadakan penelitian yang seksama diantara produsen dengan baik.
· Mendapatkan keterangan-keterangan terbaru atas benda-benda, keadaan pasar dan harga.
· Mendapatkan keterangan-keterangan mengenai perkembangan baru atas barang-barang, dan
cara yang telah disempurnakan mengenai cara pengepakan.
· Mempertimbangkan semua biaya bagi barang-barang perbekalan tersebut sampai siap
digunakan.
d. Pengiriman barang. Dalam pengadaan barang perbekalan dibutuhkan aktivitas pengiriman
yang dapat dilakukan melalui jalan darat, laut maupun udara.

2. Penyimpanan
Penyimpanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas gudang untuk
menampung hasil pengadaan barang atau bahan kantor, baik berasal dari pembelian, instansi
lain, atau yang diperoleh dari bantuan.
a. Tujuan penyimpanan barang/bahan kantor antara lain :
· Agar barang tidak cepat rusak.
· Agar tidak terjadi kehilangan barang.
· Agar tersusun rapi sehingga mudah ditemukan apabila barang tersebut dicari.
· Memudahkan dalam analisis barang.
b. Sebelum penyimpanan barang/bahan kantor dilakukan, sebaiknya memperhatikan hal-hal
berikut ini :
· Persediaan alat-alat pemeliharaan yang diperlukan.
· Pergudangan yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.
· Sifat barang yang disimpan.
· Sarana penyimpanan dan pemeliharaan.
· Prosedur dan tata kerja.
· Biaya yang disediakan.
· Tenaga yang diperlukan.
· Jangka waktu penyimpanan.
c. Cara penyimpanan barang/bahan kantor antara lain :
· Barang disimpan berdasarkan klasifikasi (jenis, berat, merk, dan satuan barang).
· Barang disimpan dalam keadaan bersih.
· Barang disimpan dalam ruangan yang cukup ventilasi.
· Barang disimpan di tempat yang memadai.
· Barang disimpan rapi dengan kode yang telah ditentukan agar mudah dicari.
· Barang yang disimpan harus terhindar dari sengatan matahari atau siraman air.
· Barang disimpan di ruangan yang dapat dikunci.
· Barang yang disimpan harus sudah dihitung dan dicatat dalam buku persediaan.
· Barang yang biasanya dikeluarkan lebih cepat sebaiknya diletakkan di bagian terdepan,
sebaliknya barang yang dikeluarkan lebih lama disimpan lebih dalam.
3. Pemeliharaan
Pemeliharaan adalah kegiatan terus-menerus untuk mengusahakan agar barang/bahan kantor
tetap dalam keadaan baik atau siap untuk dipakai.
Tujuan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor, antara lain :
· Agar barang tidak mudah rusak karena hama atau suhu/cuaca.
· Agar barang tidak mudah hilang.
· Agar barang tidak kadaluarsa.
· Agar barang tidak mudah susut.
· Agar sarana dan prasarana selalu dalam keadaan bersih.
Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
a. Pemeliharaan berdasarkan waktu
Ø Pemeliharaan sehari-hari
Pemeliharaan sarana dan prasarana yang dilakukan setiap hari, biasanya dilakukan oleh petugas
atau karyawan yang menggunakan barang dan bertanggung jawab atas barang tersebut, misalnya
pemeliharaan ruang kerja, mesin tik, komputer, dan mobil. Pemeliharaan barang-barang tersebut
harus dilakukan setiap hari agar kebersihannya tetap terjaga dan menghindari kerusakan yang
lebih besar.
Ø Pemeliharaan berkala
Pemeliharaan berkala dilakukan menurut jangka waktu tertentu, misalnya seminggu sekali, dua
minggu sekali, sebulan sekali atau dua bulan sekali. Pemeliharaan berkala dapat dilakukan untuk
berbagai jenis sarana dan prasarana dan biasanya dilakukan oleh petugas yang khusus menangani
pemeliharaan barang.

b. Pemeliharaan berdasarkan jenis barang


Ø Pemeliharaan barang bergerak
Pemeliharaan barang bergerak dapat dilakukan setiap hari maupun secara berkala. Contoh:
kendaraan bermotor, mesin kantor, dan alat elektronik.
Ø Pemeliharaan barang tidak bergerak
Pemeliharaan barang tidak bergerak juga dapat dilakukan setiap hari atau secara berkala untuk
mengetahui sampai sejauh mana kualitas barang tersebut masih dapat digunakan. Contoh:
membersihkan debu-debu yang menempel pada alat,sebaiknya dilakukan setiap hari agar alat
dapat selalu terjaga kebersihannya, juga untuk mencegah kerusakan. Instalasi listrik dan air dapat
dilakukan secara berkala.
4. Inventaris
Pengadaan semua sarana dan prasarana kantor memerlukan biaya tinggi, termasuk semua
kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaannya. Untuk itu diperlukan kegiatan inventarisasi.
Inventarisasi sarana dan prasarana kantor adalah semua kegiatan dan usaha untuk memperoleh
data yang diperlukan mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki. Secara singkat inventarisasi
dapat diartikan sebagai pencatatan terhadap sarana dan prasarana . inventarisasi yang dilakukan
di setiap organisasi bisa saja berbeda, namun pada dasarnya semua dilakukan dengan tujuan yang
sama. Tujuan inventarisasi sarana dan prasarana antara lain :
a. Agar peralatan tidak mudah hilang.
b. Adanya bukti secara tertulis terhadap kegiatan pengelolaan barang sehingga dapat
dipertanggungjawabkan.
c. Memudahkan dalam pengecekan barang.
d. Memudahkan dalam pengawasan.
e. Memudahkan ketika mengadakan kegiatan mutasi/penghapusan barang.

2. Administrasi Sarana dan Prasarana

Administrasi Sarana dan Prasarana : segala komponen yang membantu efektifitas dan
kinerja seseorang karena efektif dan efisien agar sesuai dengan yang diinginkan/tujuan orang
tersebut.

Tersedianya sarana dan prasarana yang cukup dengan kualitas yang baik, sangat
dibutuhkan setiap organisasi dimanapun dalam menyelenggarakan kegiatannya untuk mencapai
tujuan yang diharapkan. Tanpa adanya sarana dan prasarana, mustahil tujuan akan dapat dicapai.
Demikian halnya kantor, tempat berlangsungnya kegiatan yang berkaitan dengan ketatausahaan
atau administrasi yang sangat memerlukan sarana dan prasarana kantor.
Agar semua kegiatan yang berhubungan dengan perbekalan kantor baik yang bersifat
administrasi maupun teknis operasional dapat dijalankan dengan baik dan efisien, maka
pelaksanaan atau pengelolaan sarana dan prasarana kantor harus dilakukan dengan baik.

B. Tujuan Administrasi Sarana Dan Prasarana

 Untuk mendapatkan kebutuhan sarana dan prasarana


 Untuk dapat mengunakan segala sarpras
 Untuk meningkatkan kinerja seseorang

C. Langkah-langkah Administrasi Sarana Dan Prasarana

 Mendata segala kebutuhan


 Menentukan kebutuhan yang ingin dibeli
 Mencatat dan mengurusi
 Mulai melakukan pengadaan
 Melakukan pemakaian
 Pertanggung Jawaban
 Penyimpanan

D. Ruang Lingkup Sarana Dan Prasarana

Tempat/lingkup yang sering melakukan kegiatan sarana dan prasarana untuk kepentingan
dan tujuan bersama

1. Di sekolah
2. Di kantor

Di sekolah

Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan, dan perabot yang secara
langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah sarana berarti alat langsung untuk
mencapai tujuan pendidikan, misalnya: ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan
sebagainya.[1][1] Adapun secara etimologis prasarana berarti alat tidak langsung untuk
mencapai tujuan dalam pendidikan. Misalnya: lokasi atau tempat, bangunan sekolah, lapangan
olahraga, uang dan sebagainya. Jadi prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan
dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan pelaksanaan proses pendidikan di
sekolah.[2][2]
Sedangkan menurut Soebagio, M. S., manajemen sarana dan prasarana merupakan proses
kegiatan perencanaan, pengorganisassian, pengadaan, pemeliharaan, penghapusan dan
pengendalian logistik atau perlengkapan.[3][3]
Dengan demikian dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa administrasi sarana dan prasarana
pendidikan adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang
jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri.
Sedangkan standar sarana dan prasarana dalam setiap satuan pendidikan telah tercantum
dalam PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 42 :
(1) Setiap satuan pendidikan wajib memilik sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan,
media pendidikan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai serta perlengkapan lain yang
diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
(2) Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang
pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang
laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa,
tempat berolah raga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain
yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Menurut Peraturan Mendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan
Prasarana SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA disebutkan bahwa :
I. Standar Sarana dan Prasarana SD/MI
LAHAN
(1) Lahan untuk SD/MI memenuhi ketentuan rasio minimum luas lahan terhadap peserta didik.
(2) Luas lahan yang dimaksud adalah luas lahan yang dapat digunakan secara efektif untuk
membangun prasarana sekolah berupa bangunan gedung dan tempat bermain/berolahraga.
(3) Lahan terhindar potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta
memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
(4) Lahan terhidar dari gangguan-gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan kebisingan.
BANGUNAN GEDUNG
(1) Bangunan gedung memenuhi ketentuan rasio minimum luas lantai terhadap peserta didik.
(2) Bangunan gedung memenuhi ketentuan tata bangunan .
(3) Bangunan gedung memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan
keamanan.
(4) Bangunan gedung menyediakan fasilitas dan aksesibilitas yang mudah, aman, dan nyaman
termasuk bagi penyandang cacat.
(5) Bangunan gedung dilengkapi sistem keamanan.
(6) Bangunan gedung dilengkapi instalasi listrik dengan daya minimum 900 watt.
(7) Kualitas bangunan gedung minimum permanen kelas B, sesuai dengan PP No. 19 Tahun 2005
Pasal 45, dan mengacu pada Standar PU.
(8) Bangunan gedung baru dapat bertahan meimum 20 tahun.
Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975, sarana pendidikan terdiri dari 3
kelompok besar yaitu :[4][4]
· Bangunan dan perabot sekolah.
· Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan, alat-alat peraga dan laboratorium.
· Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat
penampil dan media yang tidak menggunaakan alat penampil.
Selain memberi makna penting bagi terciptanya dan terpeliharanya kondisi sekolah yang
optimal administrasi sarana dan prasarana sekolah berfungsi sebagai:
· Memelihara agar tugas-tugas murid yang di berikan oleh guru dapat terlaksana dengan lancar
dan optimal
· Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang di perlukan dalam proses
belajar mengajar
Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah tidak lain agar
semua kegiatan tersebut mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Perinciannya sebagai
berikut:
· Mewujudkan situasi dan kondisi sekolah yang baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai
kelompok belajar ,yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan
semaksimal mungkin
· Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi dalam
pembelajaran
· Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan
siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam proses
pembelajaran
· Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta
sifat- sifat individunya.

B. Komponen-Komponen Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan

1. Lahan
Lahan yang di perlukan untuk mendirikan sekolah harus disertai dengan tanda bukti kepemilikan
yang sah dan lengkap (sertifikat), adapun jenis lahan tersebut harus memenuhi beberapa kriteria
antara lain :
- Lahan terbangun adalah lahan yang diatasnya berisi bangunan.
- Lahan terbuka adalah lahan yang belum ada bangunan diatasnya.
- Lahan kegiatan praktek adalah lahan yang di gunakan untuk pelaksanaan kegiatan praktek.
- Lahan pengembangan adalah lahan yang di butuhkan untuk pengembangan bangunan dan
kegiatan praktek.
Lokasi sekolah harus berada di wilayah pemukiman yang sesuai dengan cakupan wilayah
sehingga mudah di jangkau dan aman dari gangguan bencana alam dan lingkungan yang kurang
baik.

2. Ruang
Secara umum jenis ruang di tinjau dari fungsinya dapat di kelompokkan dalam :
a. Ruang pendidikan
Ruang pendidikan berfungsi untuk menampung proses kegiatan belajar mengajar teori dan
praktek antara lain : ruang perpustakaaan, ruang laboratorium, ruang kesenian, ruang olah raga,
dan ruang keterampilan.
b. Ruang administrasi
Ruang administrasi berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor. Ruang administrasi
terdiri dari : ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru, dan gudang.
c. Ruang penunjang
Ruang penunjang berfungsi untuk menunjang kegiatan yang mendukung proses kegiatan belajar
mengajar antara lain : ruang ibadah, ruang serbaguna, ruang koperasi sekolah, ruang UKS, ruang
OSIS, ruang WC / kamar mandi, dan ruang BP.

3. Perabot
Secara umum perabot sekolah mendukung 3 fungsi yaitu : fungsi pendidikan, fungsi
administrasi, dan fungsi penunjang. Jenis perabot sekolah di kelompokkan menjadi 3 macam :
a. Perabot pendidikan adalah semua jenis mebel yang di gunakan untuk proses kegiatan belajar
mengajar.
b. Perabot administrasi adalah perabot yang di gunakan untuk mendukung kegiatan kantor.
c. Perabot penunjang perabot yang di gunakan atau di butuhkan dalam ruang penunjang. Seperti
perabot perpustakaan, perabot UKS, perabot OSIS.

4. Alat dan Media Pendidikan


Setiap mata pelajaran sekurang – kurangnya memiliki satu jenis alat peraga praktek yang sesuai
dengan keperluan pendidikan dan pembelajaran, sehingga dengan demikian proses pembelajaran
tersebut akan berjalan dengan optimal.

5. Buku atau Bahan Ajar


Bahan ajar adalah sekumpulan bahan pelajaran yang di gunakan dalam kegiatan proses belajar
mengajar.

C. Proses Administrasi Sarana dan Prasarana di Sekolah

Jenis peralatan dan perlengkapan yang di sediakan di sekolah dan cara-cara


pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap proses belajar mengajar. Persediaan
yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar mengajar, demikian pula
administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut,
sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Namun yang lebih
penting dari itu semua adalah penyediaan sarana di sekolah di sesuaikan dengan kebutuhan anak
didik serta kegunaan hasilnya di masa mendatang.
Pada garis besarnya, manajemen sarana dan prasarana meliputi 5 hal, yaitu :
a. Penentuan Kebutuhan
Sebelum mengadakan alat-alat tertentu atau fasilitas yang lain lebih dahulu harus melalui
prosedur penelitian yaitu melihat kembali kekayaan yang telah ada. Dengan demikian baru bisa
ditentukan sarana apa yang diperlukan berdasarkan kepentingan pendidikan di sekolah itu
b. Proses Pengadaan
Pengadaan adalah kegiatan untuk menghadirkan prasarana dan sarana pendidikan dalam rangka
menunjang pelaksanaan tugas-tugas sekolah.
Pengadaan prasarana dan sarana pendidikan dapat dilaksanakan dengan cara : pembelian, buatan
sendiri, penerimaan hibah atau bantuan, penyewaan, peminjaman, dan pendaurulangan.
Pengadaan prasarana dan sarana pendidikan di suatu lembaga pendidikan atau sekolah dapat
dilakukan dengan dana rutin, dana dari masyarakat atau dana bantuan dari pemerintah daerah
atau anggota masyarakat lainnya.
c. Pemakaian
Dari segi pemakaian (penggunaan) terutama sarana alat perlengkapan dapat dibedakan atas :
· Barang habis dipakai.
· Barang tidak habis dipakai.
Penggunaan barang habis dipakai harus secara maksimal dan dipertanggung jawabkan pada tiap
triwulan sekali. Sedangkan penggunaan barang tetap dipertanggung jawabkan satu tahun sekali,
maka perlu pemeliharaan dan barang-barang itu disebut barang inventaris.
d. Pemeliharaan
Pemeliharaan dilakukan secara continue terhadap semua barang-barang inventaris yang kadang-
kadang dianggap sebagai suatu hal yang sepele, padahal pemeliharaan ini merupakan suatu tahap
kerja yang tidak kalah pentingnya dengan tahap-tahap yang lain dalam administrasi sarana dan
prasarana. Sarana dan prasarana yang sudah dibeli dengan harga mahal apabila tidak dipelihara
maka tidak dapat dipergunakan.
Pemeliharaan dimulai dari pemakai barang, yaitu dengan berhati-hati dalam menggunakannya.
Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas profesional yang mempunyai
keahlian sesuai dengan jenis barang yang dimaksud.
Adapun pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris meliputi:
- Perawatan.
- Pencegahan kerusakan.
- Penggantian ringan.
e. Pengurusan dan Pencatatan
Untuk keperluan pengurusan dan pencatatan ini disediakan instrumen administrasi berupa antara
lain :
- Buku Inventaris
Inventarisasi adalah kegiatan melaksanakan pengurusan penyelenggaraan, pengaturan, dan
pencatatan barang-barang yang menjadi milik sekolah yang bersangkutan dalam semua daftar
inventaris barang.
Daftar barang inventaris merupakan suatu dokumen berisi jenis dan jumlah barang baik bergerak
maupun tidak bergerak yang menjadi milik dan dikuasai negara, serta berada di bawah tanggung
jawab sekolah. Daftar barang itu terdiri dari:
· kartu inventaris ruangan
· kartu inventaris barang
· buku inventaris
- Buku Pembelian.
- Buku Penghapusan.
Penghapusan ialah kegiatan meniadakan barang-barang milik negara atau daerah dari daftar
inventaris karena barang itu dianggap sudah tidak mempunyai nilai guna atau sudah tidak
berfungsi sebagaimana yang diharapkan, atau biaya pemeliharaannya sudah terlalu mahal.
- Kartu barang.
- Pertanggungjawaban
Penggunaan barang-barang inventaris sekolah harus dipertanggung jawabkan dengan jalan
membuat laporan penggunaan barang-barang tersebut yang ditujukan kepada instansi atasan
(Kanwil) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.[9][9]

Di kantor
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sarana adalah segala sesuatu yang
dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah
segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha,
pembangunan, proyek). Untuk lebih memudahkan membedakan keduanya, sarana lebih
ditujukan untuk benda-benda yang bergerak seperti komputer dan mesin-mesin, sedangkan
prasarana lebih ditujukan untuk benda-benda yang tidak bergerak seperti gedung, ruang, dan
tanah. Sarana dan prasarana juga mempunyai arti dan
maksud yang sama dengan istilah perbekalan kantor. Tersedianya sarana dan prasarana yang
cukup dengan kualitas yang baik, sangat dibutuhkan setiap organisasi dimanapun dalam
penyelenggarakan kegiatannya untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Tanpa adanya sarana
dan prasarana, mustahil tujuan akan dicapai. Demikian halnya kantor, tempat berlangsungnya
kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan ketatausahaan atau administrasi, juga sangat
memerlukan sarana dan prasarana kantor. Bahkan tidak akan ada pekerjaan kantor yang tidak
berkaitan dengan sarana dan prasarana kantor.

1.1.1 Jenis-Jenis Sarana dan Prasarana kantor


a) Peralatan/perlengkapan kantor (office supplies)
Peralatan/perlengkapan adalah alat atau bahan yang digunakan untuk membantu pelaksanaan
pekerjaan kantor, sehingga menghasilkan suatu pekerjaan yang diharapkan selesei lebih cepat,
lebih tepat dan lebih baik. Peralatan/perlengkapan kantor dibedakan menjadi 2 ,yaitu :
i) Paralatan/perlengkapan kantor dilihat dari bentuknya ;
Dilihat dari bentuknya, peralatan/perlengkapan kantor dibedakan menjadi tiga, antara lain :
v Peralatan/perlengkapan kantor berbentuk lembaran
Perlatan/perlengkapan kantor yang berbentuk lembaran/helaian, yaitu kertas HVS, kertas folio
bergaris, kertas karbon, kertas stensil, formulir, kertas berkop, plastik transparan, kertas karton,
kertas buffalo, amplop dan map.
v Peralatan/perlengkapan kantor berbentuk nonlembaran
Peralatan/perlengkapan kantor yang berbentuk nonlembaran (bukan berupa kertas lembaran),
yaitu pulpen, pensil, spidol, penghapus, penggaris, rautan, gunting, pemotong kertas (cutter),
pembuka surat (letter opener), pelubang kertas dll.
v Peralatan/perlengkapan kantor berbentuk buku
Peralatan/perlengkapan kantor yang berbentuk buku, antara lain :
Ø Buku catatan (block note), yaitu buku untuk menulis catatan harian sekretaris.
Ø Buku pedoman organisasi, yaitu buku panduan tentang informasi yang berkaitan dengan
organisasi, mulai sejarah, struktur, produk dan jasa, hingga prosedur kerja.
Ø Buku tamu, yaitu buku yang digunakan untuk mencatat tamu yang datang ke perusahaan.
Ø Buku agenda surat, yaitu buku yang mencatat keluar masuknya surat sehari-hari.
ii) Peralatan/perlengkapan kantor dilihat dari penggunaannya ;
Dilihat dari pengguanaannya, peralatan/perlengkapan kantor dapat dibedakan menjadi dua,
antara lain :
v Barang habis pakai
Barang habis pakai adalah barang/benda kantor yang pengguanaannya hanya satu/beberapa kali
pakai atau tidak tahan lama. Contoh : kertas, tinta, karbon, klip, pensil dan pulpen.
v Barang tidak habis pakai
Barang yang tidak habis pakai adalah barang/benda kantor yang penggunaannya tahan lama.
Contoh : stapler, perforator, cutter, dan gunting.
b) Mesin-mesin kantor (office machine)
Mesin-mesin kantor (office machine) adalah alat yang digunakan untuk menghimpun, mencatat,
mengolah bahan-bahan keterangan dalam pekerjaan kantor yang bekerja secara mekanik,
elektrik, dan magnetik. Contoh : komputer, laptop, LCD, mesin tik manual dan elektrik, mesin
fotocopy dll.
c) Mesin komunikasi kantor
Mesin komunikasi kantor adalah sarana kantor yang digunakan untuk melakukan komunikasi,
baik di lingkungan organisasi sendiri maupun ke luar organisasi. Contoh : telepon, interkom,
faksimile dan telepon wireless.
d) Perabot kantor (office furniture)
Perabot kantor adalah benda-benda kantor yang terbuat dari kayu atau besi untuk membantu
pelaksanaan tugas pekerjaan kantor. Contoh : meja, kursi, sofa (meja dan kursi untuk tamu), rak
buku, lemari, papan tulis dll.
e) Interior kantor (office arrangement)
Interior kantor adalah benda-benda kantor yang digunakan untuk menambah suasana jadi
menyenangkan sehingga memberi semangat dan kenyamanan dalam menyeleseikan pekerjaan.
Contoh : gambar presiden dan wakil presiden, gambar lambang negara, bendera, struktur
organisasi, lukisan, patung, vas bunga, tanaman hidup maupun buatan, jam dinding dll.
f) Tata ruang kantor (office lay out)
Tata ruang kantor adalah pengaturan ruangan kantor serta penyusunan alat-alat dan perabotan
kantor sesuai dengan luas lantai dan ruangan kantor yang tersedia sehingga memberikan
kepuasan dan kenyamanan kepada karyawan dan pekerja.
(Mulyani, Sri dkk. 2008: Hal 43-54)
1.1.2 Pengelolaan Sarana Prasarana Kantor
Dengan banyaknya kebutuhan sarana dan prasarana, maka pengelolahan yang baik, efisien dan
efektif mutlak diperlukan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan. Tujuan
pengelolaan sarana dan prasarana kantor adalah agar semua kegiatan yang berhubungan dengan
perbekalan kantor baik yang bersifat administrasi maupun teknis operasional dapat dijalankan
dengan baik dan efisien. Dalam pengelolaan sarana dan prasarana kantor dilakukan dengan
beberapa kegiatan, yaitu :
a) Pengadaan
Pengadaan adalah semua kegiatan menyediakan sarana dan prasarana (perbekalan) untuk
menunjang pelaksannaan tugas. Pengadaan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing
organisasi tersebut dengan menggunakan prosedur yang berlaku di organisasi tersebut.
Perencanaan perlu dilakukan sebelum melakukan pengadaan yang bertujuan untuk mngetahui
dengan tepat manfaat dan juga biaya yang akan dikeluarkan.
b) Penyimpanan
Penyimpanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas gudang untuk
manampung hasil pengadaan barang/bahan kantor, baik berasal dari pembelian, instansi lain atau
yang diperoleh dari bantuan. Tujuan penyimpanan barang/bahan kantor antara lain :
i) Agar barang tidak cepat rusak.
ii) Agar tidak terjadi kehilangan barang.
iii) Agar tersususn rapi sehingga mudah ditemukan apabila barang tersebut dicari.
iv) Memudahkan dalam pengawasan.
v) Memudahkan dalam analisis barang.
c) Pemeliharaan
Pemelihraan adalah kegiatan terus-menerus untuk mengusahakan agar barang/bahan kantor tetap
dalam keadaan baik atau siap untuk dipakai. Tujuan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor,
antara lain :
a) Agar barang tidak mudah rusak karena hama atau suhu/cuaca.
b) Agar barang tidak mudah hilang.
c) Agar barang tidak kadaluarsa.
d) Agar barang tidak mudah susut.
e) Agar sarana dan prasarana selalu dalam keadaan bersih.
d) Inventarisasi
Inventarisasi adalah semua kegiatan dan usaha untuk memperoleh data yang diperlukan
mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki. Inventarisasi yang dilakukan di setiap organisasi
bisa saja berbeda, namun pada dasarnya semua dilakukan dengan tujuan yang sama, tujuannya
yaitu :
i. Agar peralatan tidak mudah hilang.
ii. Adanya bukti secara tertulis terhadap kegiatan pengelolaan barang sehingga dapat dipertanggung
jawabkan.
iii. Memudahkan dalam pegecekan barang.
iv. Memudahkan dalam pengawasan.
v. Memudahkan ketika mengadakan kegiatan mutasi/penghapusan barang.

Kesimpulan :

Administrasi sarana dan prasarana sangat diperlukan karena apabila tidak ada administrasi sarana
dan prasarana maka tidak akan dapat sarana dan prasarana setelah itu efektifitas dan kinerja tidak
berjalan dengan baik
Home » adm. sarana prasarana » Penghapusan Peralatan Kantor

Penghapusan Peralatan Kantor


anugerah bhavati

Add Comment
adm. sarana prasarana

Friday, January 23, 2015

Penghapusan peralatan kantor adalah usaha menghapuskan barang-barang milik sebuah kantor dari
dalam daftar inventarisasi berdasarkan peraturan yang berlaku. Fungsi penghapusan diantaranya adalah
sebagai berikut:

1. Membatasi kerugian/pemborosan biaya untuk pemeliharaan/perbaikan, pengamanan barang-


barang yang semakin buruk kondisinya, barang yang berlebihan dan atau barang lainnya yang
tidak dapat digunakan lagi.
2. Meringankan kerja pelaksanaan inventaris.
3. Membebaskan ruangan/pekarangan kantor dari penumpukan barang-barang yang tidak
dipergunakan lagi.
4. Membebaskan satuan organisasi dari pengurusan dan pertanggungjawaban barang.
5. Menghindari penjagaan keamanan yang tidak bermanfaat untuk barang-barang yang tidak
terpakai karena rusak.

Syarat-syarat Penghapusan Peralatan Kantor

1. Dalam keadaan rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan lagi.
2. Perbaikan akan menelan biaya, sehingga merupakan pemborosan.
3. Secara teknis dan ekonomis kegunaanya tidak seimbang dengan besarnya biaya pemeliharaan.
4. Hilang akibat susut diluar kekauasaan pengurusan barang misalnya, bahan kimia dan
sebagainya.
5. Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini.
6. Kelebihan persediaan yang jika disimpan lebih lama akan bertambah rusak dan akhirnya tidak
bisa digunakan lagi.
7. Musnah akibat bencana alam
8. Hilang karena dicuri/diselewengkan

Semua penghapusan harus berdasarkan pada aturan atau hukum yang berlaku.
Tata Cara Penghapusan

a. Barang-barang rusak, tua dan berlebihan

1. Kepala gudang menyusun daftar barang yang akan dihapus, kemudian mengusulkan kepada
pimpinan/atasan untuk menghapus barang tersebut.
2. Pimpinan unit membentuk panitia penghapusan, yang terdiri sekurang-kurangnya tiga orang
dari pejabat lingkungan unit yang bersangkutan yang dianggap ahli. Yaitu bagian perlengkapan,
perencanaan dan keuangan.
3. Kemudian panitia tersebut memeriksa barang yang akan dihapuskan, terutama terhadap kondisi
barang tersebut dan dinilai dari barang yang bersangkutan. Hasilnya disampaikan kepada
pimpinan unit dengan berita acara.
4. Panitia mengusulkan untuk menghapuskan barang tersebut disertai dengan berita acara
penelitian dan saran-saran.
5. Pimpinan unit mengajukan permohonan kepada menteri melalui biro perlengkapan untuk
mengadakan penghapusan.
6. Pimpinan pusat mengadakan penelitian lagi keunit yang bersangkutan. Kalau tidak ada
persoalan, maka akan diterbitkan surat keputusan untuk menhapus barang tersebut yang
dilaksanakannya dapat melalui kantor lelang negara dan juga dihapus dengan pemusnahan.

b. Barang yang hilang, dicuri, terbakar

1. Pimpinan unit yang bertanggungjawab atas barang yang bersangkutan, membuat laporan serta
berita acara pemeriksaan, dengan lampiran pemeriksaan kepada unit utama yang selanjutnya di
teruskan ke menteri.
2. Pimpinan unit yang bersangkutan melapor kejadian tersebut kepada kepolisian negara. Dan
kepolisian negara akan memberikan breita acara pelaporan dan hasil penyelidikan kepolisian
tentang peristiwa tersebut.
3. Biro perlengkapan meneruskannya kepada panitia Tuntutan Ganti Rugi (TGR) dan panitia TGR
tersebut akan mencari data-data tambahan sebagai kelengkapan penelitian.
4. Berita acara dari pihak kepolisian harus sudah masuk paling lambat tiga bulan, jika tidak maka
panitian TGR akan menyusun suatu kesimpulan berdasarkan laporan dari unit yang
bersangkutan serta hasil penyelidikan di tempat kejadian.
5. Panitia TGR dapat meminta ganti rugi kepada pegawai yang mengelola barang, jika hasil
penyelidikan menunjukkan bahwa kehilangan/kerkusakan barang tersebut disebabkan kelalaian
dari pegawai yang bersangkutan. Akan tetapi jika ternyata peristiwa itu bukan disebabkan oleh
pegawai tersebut, maka pegawai yang bersangkutan akan dibebaskan dari segala tuntutan.
6. Setelah adanya penetapan tuntutan atau ganti rugi, maka SK penghapusan dapat diterbitkan.

c. Barang susut

Penyusutan barabg harus berdasarkan berita acara pemeriksaan, yang dikeluarkan dari tata usaha
pertanggungjawaban pengurus disertai berita acara tentang barang yang susut. Seandainya barang yang
susut jumlahnya melebihi dari taksiran normal, maka proses penghapusannya sama dengan barang yang
hilang/dicuri/terbakar.

Penyusutan secara normal dapat dikeluarkan dari pertanggungjawaban pengurusan gudang berdasarkan
berita acara pemeriksaan dan harus mendapat persetujuan dari atasan.

PENGHAPUSAN SARANA DAN PRASARANA DI SEKOLAH

1. Pengertian
Secara lebih operasional penghapusan sarana dan prasarana adalah proses kegiatan yang
bertujuan untuk mengeluarkan/menghilangkan sarana dan prasarana dari daftar inventaris, kerena
sarana dan prasarana tersebut sudah dianggap tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan
terutama untuk kepentingan pelaksanaan pembelajaran di sekolah.

2. Tujuan
Adapun tujuan-tujuan utama dari penghapusan sarana dan prasrana tersebut adalah :
a.Meminimalisir atau membatasi kerugian yang lebih besar
b.Meminimalisir terjadinya pemborosan dalam biaya oprasional sekolah
c.Membebaskan atau melepaskan lembaga dari tanggung jawab pengamanan
d.Meringankan beban inventarisasi.

3. Syarat-syarat
Dalam penghapusan sarana dan prasarana sekolah itu, terdapat hal-hal penting yang perluh
diperhatikan, yaitu :
a.Dalam keadaan sudah tua atau rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan
lagi.
b.Dikhawatirkan dengan perbaikan akan menelan biaya besar sehingga terjadi pemborosan.
c.Secara teknis dan ekonomis kegunaannya tidak seimbang dengan besarnya biaya pemeliharaan.
d.Ada barang yang dicuri, terbakar, musnah sebagai akibat bencana alam.[12]
e.Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini. Dan juga apabila barang tersebut di pertahankan
lebih lemah dikhawatirkan akan membahayakan.
f.Terjadinya penyusutan diluar kemampuan pemeliharaan pengurus barang (misalnya barang
kimia).

4. Cara Penghapusan
Dalam proses penghapusan sarana prasarana atau perlengkapan sekolah, harus memperhatikan
cara-cara berikut ini :
a.Kepala sekolah menyatuhkan barang-barang yang akan di hapus, misalnya : meletakkan di
tempat yang aman namun masih di lingkungan sekolah.
b.Kepala sekolah memberikan usulan penghapusan dan membentuk panitia penghapusan
dengan melampiri data barang yang akan di hapus ke kantor dinas pendidikan.
c.Menginventarisasi barang yang akan di hapus dengan mencatat jenis dan tahun pembuatan
barang tersebut.
d.Setelah SK penghapusan terbit, panitia memeriksa kembali barang yang akan di hapus dan
membuat berita acara pemeriksaan serta mengusulkan penghaspusan barang-barang tersebut ke
Kantor Dinas Pendidikan.
e.Setelah memperoleh surat keputusan dari Dinas Pendidikan, maka segera di lakukan
penghapusan . dan penghapusan tersebut biasa di lakukan dengan dua cara yaitu di musnahkan
atau di lelang.

UploadLibrary

BooksAudiobooksComicsSheet Music

P. 68

15 -- KODE -- B1 - 2 -- Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Persekolahan Berbasis Sekolah

15 -- KODE -- B1 - 2 -- Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan


Persekolahan Berbasis Sekolah
(0 ratings)

|Views: 10,774|Likes: 47

Published by m_aqilarrofi

See more

58
1)
Panitia Pelelangan
meminta bantuan
Kantor
LelangNegara
setempat untuk
melelang bangunan
gedung yangakan
dibongkar.
2)
Kantor Lelang
Negara melelang
bangunan gedung
danhasilnya
disetorkan ke Kas
Negara serta
membuat
risalahlelang.
3)
Kepala Dinas
Pendidikan Propinsi
menyampaikan
risalahlelang
berikut bukti
setoran hasil lelang
kepada
SekretarisJenderal
Depdiknas. j. Jika
bangunan gedung
tersebut
dimusnahkan,
DinasPendidikan
Propinsi
membentuk Panitia
Pemusnahanbangu
nan gedung dan
membuat Berita
Acara
Pemusnahan.k.
Dinas Pendidikan
Propinsi
menyampaikan
laporanpemusnaha
n.
3. Penghapusan
barang yang dicuri,
hilang terbakar
a. Pengurus barang
melaporkan
kejadian-kejadian
(kecurian,kehilanga
n, atau kebakaran)
kepada Kepala
Sekolah.b. Kepala
Sekolah
mengadakan
penyidikan dan
membuat
BeritaAcara.c.
Kepala Sekolah
melaporkan
kejadian kepada
pihak
Kepolisiansetempat
disertai pembuatan
Berita Acara.d.
Kepala sekolah
melaporkan
kejadian kepada
Dinas
PendidikanPropinsi
melalui Kantor
Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kotadila
mpiri Berita Acara
dari pihak
Kepolisian.e. Kepala
Dinas Pendidikan
Propinsi
melaporkan
kejadian
kepadaSekretaris
Jenderal c.q. Biro
Perlengkapan
dengan

59
melampirkan Berita
Acara Penyidikan
dan Berita
Acara/LaporanKepo
lisian.f. Biro
Perlengkapan
meneliti laporan
dan meneruskan
kepadaBPK,
Menteri Keuangan,
dan Panitia
Tuntutan Ganti
Rugi(PTGR).g.
Panitia Tuntutan
Ganti Rugi meneliti
masalah tersebut,
kalauterbukti
kecurian atau
kehilangan
disebabkan atas
kelalaianpetugas,
maka setelah
mendapat
pertimbangan BPK,
petugasyang
bersangkutan
dikenakan tuntutan
ganti rugi.h. Surat
Keputusan Ganti
Rugi dikeluarkan
oleh
MenteriPendidikan
Nasional setelah
pembayaran cicilan
lunas
ataspersetujuan
Menteri
Keuangan.i.
Kemudian barang
tersebut
dihapuskan dari
Buku Induk
danBuku Golongan
Barang Inventaris.
4. Penghapusan
rumah dinas
golongan III
a. Kepala Sekolah
mengusulkan
kepada Kepala
Dinas
PendidikanPropinsi
melalui Kepala
Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kotaunt
uk penetapan
status rumah dinas
golongan III.b. Dinas
pendidikan Propinsi
meneruskan usul
tersebut
kepadaMenteri
Pendiudikan
Nasional.c. Menteri
Pendidikan
Nasional
menerbitkan SK
Penetapan
StatusGolongan II.d.
Apabila rumah
dinas tersebut
sudah berumur 10
tahun, KepalaDinas
Pendidikan Propinsi
mengusulkan
kepada
SekretarisJenderal
meminta
pengalihan rumah
dinas golongan II
kegolongan III
dengan dilampiri:

60
1)
Gambar legger dan
situasi rumah.
2)
SK penetapan
golongan II nya.
3)
Keterangan atas
tanah pekarangan
rumah.
4)
SK Otorisasi
pembangunan
rumah dinas.
5)
Surat Izin
Mendirikan
Bangunan (IMB).
6)
Surat Izin
Penghunian (SIP)
rumah.e. Sekretaris
Jenderal Depdiknas
meneruskan usul
tersebut
keDirektorat
Jenderal Cipta
Karya untuk
dikeluarkan
penetapangolongan
III.f. Ditjen Cipta
Karya menerbitkan
Surat Penetapan
golongan III.g.
Penghuni
mengajukan
permohonan
pembelian rumah
dinasgolongan III
kepada Ditjen Cipta
Karya Departemen
PU.h. Panitia
penaksir harga
menaksir harga
rumah tersebut.i.
Diadakan kontrak
jual beli antara
penghuni rumah
tersebutdengan
Departemen PU
dengan cara cicilan
selama 5 tahun. j.
Setelah lunas
pembayaran
seluruhnya
dikeluarkan
SKPenjualan dan
dibaliknamakan
atas nama
pembeli.k.
Penghapusan
rumah dinas dari
Buku Induk dan
Buku
GolonganBarang
Inventaris setelah
diterbitkan SK
Penghapusan
olehMenteri
Pendidikan
Nasional.
5. Penghapusan
sarana dan
prasarana karena
bencana alam
Tata caranya
disamakan saja
dengan
penghapusan
sarana
danprasarana yang
rusak atau tua,
hanya yang perlu
ditambahkan
adalah SKdari
Pemda, yaitu
serendah-
rendahnya Bupati
yang menyatakan
bahwadaerah
tersebut telah
terjadi bencana
alam.

61
DAFTAR RUJUKAN
Anonim 1. 1993.
Pedoman
Pengelolaan
Administrasi
Sekolah
Lanjutan Tingkat
Atas
.
Jakarta: Dirjen
Dikdasmen.Anonim
2. 1996.
Pedoman
Penghapusan
Barang Inventaris
. Jakarta
:Departemen
Pendidikan dan
Kebudayaan.Anoni
m 3. 1996.
Pedoman
Pemeliharaan
Sarana dan
Prasarana
. Jakarta
:Departemen
Pendidikan dan
Kebudayaan.Anoni
m 4. 2003.
Pedoman
Administrasi
Sekolah Dasar dan
Menengah
.Jakarta :
Departemen
Pendidikan
Nasional.Anonim 5.
2006.
Peraturan
Pemerintah Nomor
19 Tahun 2005
Tentang Standar
Nasional
Pendidikan
.
Jakarta: Badan
Standar
NasionalPendidikan
.Abdullah, S.. 2004.
Pengelolaan
Fasilitas
. Jakarta : Direktorat
JenderalPendidikan
Dasar dan
Menengah,
Direktorat
Menengah
Kejuruan,Departem
en Pendidikan
Nasional.Alwi,
Hasan. 2005. dkk
Kamus Besar
Bahasa Indonesia
.
Edisi III.
Jakarta:Balai
Pustaka.Arum,
Wahyu Sri Ambar.
2007.
Manajemen Sarana
dan
Prasarana Pendidik
an
.
Jakarta : CV. Multi
Karya
Mulia.Dwiantara,
Lukas dan Rumsari
Hadi Sumarto.
2004.
Manajemen
Logistik; Pedoman
Praktis Bagi
Sekretaris dan Staf
Administrasi
.
Jakarta:PT.Gramedi
aWidiasarana
Indonesia.Hanafi,
Ivan. dkk. 2001.
Manajemen Sarana
dan Prasarana
Sekolah
Lanjutan Tingkat
Pertama Untuk
Pelatihan Kepala
Sekolah
. Buku 7. Jakarta:

62
Depdiknas,
Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar
dan
Menengah,Direktor
at Sekolah Lanjutan
Tingkat
Pertama.Hanafi,
Ivan. dkk.. 2001.
Manajemen Sarana
dan Prasarana
Sekolah Lanjutan
Tingkat Pertama
untuk Pelatihan
Kepala Sekolah
.
Jakarta:Direktorat
Jenderal Pendidikan
Dasar dan
Menengah,
DepartemenPendidi
kan
Nasional.Sudjana,
Nana. 2002.
Dasar-dasar Proses
Belajar mengajar.

Bandung: SinarBaru
Algesindo.

63
LAMPIRANLAMPIR
AN 1
Identitas SekolahNama
dan Alamat
SekolahBERITA ACARA
PEMERIKSAAN
BARANGNO.Pada hari
ini ………………….
Tanggal
……………………kami
Panitia Pemeriksa
Barang/alat-alat
…………………….. yang
ditunjuk berdasarkan
Keputusan
……………………………tang
gal………………………………
No.
…………………………………
……………… yang
terdiri:1.
…………………………………
………… Ketua
merangkap anggota2.
…………………………………
…...…Sekertaris
merangkap anggota3.
……………………………….…
……………………………...an
ggota4.
…………………………………
……………………………….an
ggota5.
.…………………………………
……………………………...an
ggataMenerangkan
dengan sesungguhnya
bahwa setelah
memeriksa dan
meneliti barang-
barangyang diserahkan
oleh:1. Nama :
…………………………………
…………….2. Jabatan :
…………………………………
…………….3. Alamat :
…………………………………
…………….Yang dipesan
oleh
…………………………………
…..berdasarkan surat
Pesanan
tanggal………………………
… No.
…………………………………
……berupa1.
…………………………………
…………2.
…………………………………
…………3.
…………………………………
…………Menurut
pendapat
kami:…………………………
…………………………………
……………………………(Peri
ncian berita acara ini
dibuat dengan
sesungguhnya rangkap
…………….……Demikian
berita acara ini dibuat
dengan sesungguhnya
rangkap ………
(……….)***) untuk
dipergunakan
sebagaimana
mestinya.……………………
…. 20 …….Yang
menyerahkan Panitia
Pemeriksa1. …………
(……………..)2. …………
(……………..)3. …………
(……………..) _________
_____ 4. …………
(……………..)Mengetahui
*)Kepala
………………. __________
____________ NIP :
Similar to 15 -- KODE -- B1 - 2 -- Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan
P...

Contoh Kode Inventaris Barang (1)


Sarana Dan Prasarana Pendidikan

06 -- KODE -- A1 - 6 -- Manajemen Sarana Dan Prasarana Pddkn Persekolahan Berbasis Sekolah

Program Kerja Wakasek Sarana Prasarana

Kode barang inventaris

c3.3.12 Silabus Sarana Dan Prasarana.xii

RPP Matematika SMP kelas 8

MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PADA
JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA DI SMK NEGERI 2 SURABAYA

Format Buku Pembinaan Guru

Bukti Fisik Dokumen Akreditasi 2014 - Std Ptk


Manajemen Sarana Dan Prasarana

Manajemen Sarana Dan Prasarana

Manajemen Sarana Prasarana

More From This User

15 -- KODE -- B1 - 2 -- Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Persekolahan Berbasis Sekolah

15 -- KODE -- B1 - 2 -- Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Persekolahan Berbasis Sekolah

15 -- KODE -- B1 - 2 -- Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Persekolahan Berbasis Sekolah

Download and print this document

 Read and print without ads


 Download to keep your version
 Edit, email or read offline

Choose a format:

.PDF .TXT

Download
Recommended

Contoh Kode Inventaris Barang (1)

pgri_3

Sarana Dan Prasarana Pendidikan

are_riph

06 -- KODE -- A1 - 6 -- Manajemen Sarana Dan Prasarana Pddkn Persekolahan Berbasis Sekolah

kangsirodj

Program Kerja Wakasek Sarana Prasarana

Fahri Reyna Turez

program

Page 1 of 4

.PDF .TXT

Download

About

 Browse books
 Browse documents
 About Scribd
 Meet the team
 Our blog
 Join our team!
 Contact Us

Support

 Help
 FAQ
 Press
 Purchase help
 AdChoices

Partners

 Publishers
 Developers / API

Legal

o Terms
o Privacy
o Copyright

Memberships

 Join today
 Invite Friends
 Gifts

Stay Connected

Copyright © 2016 Scribd Inc. .Terms of service.Privacy.Mobile Site.Site Language:

English

scribd

Anda mungkin juga menyukai