Anda di halaman 1dari 13

1

BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian Kertas

Kertas dalam bahasa Inggris disebut paper dan dalam bahasa

Belanda disebut papier. Kertas adalah barang baru ciptaan manusia

berwujud lembaran-lembaran tipis yang dapat dirobek, digulung, dilipat,

direkat, dicoret mempunyai sifat yang berbeda dari bahan bakunya :

tumbuh-tumbuhan. Kertas dibuat untuk memenuhi kebutuhan hidup yang

sangat beragam. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis,

mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan

dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk

hidangan, kebersihan ataupun toilet. Adanya kertas merupakan revolusi

baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam

peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu

menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa

dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu,

bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang

dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah nusantara beberapa abad

lampau.
2

2.2 Bahan Baku Kertas

Bahan baku merupakan salah satu komponen pokok dalam

kegiatan produksi. bahan baku merupakan bagian menyeluruh dari produk

jadi. Bahan baku kertas yaitu komponen-komponen pokok yang

diperlukan dalam kegiatan produksi kertas. Penggunaan kertas dalam

kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat dipisahkan, walaupun baru-baru

ini dicanangkan program less paper office, namun tetap saja pemakain

kertas dunia berada dalam jumlah besar. Untuk memenuhi permintaan

pasar Dunia, Perusahaan Pulp dan Kertas dituntut untuk menghasilkan

Pulp dan Kertas dengan kualitas terbaik tanpa merusak ekosistem dan

keseimbangan alam, untuk itu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang

memadai untuk menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan

(Produksi Bersih) di pabrik kertas yang ada di Dunia khususnya di

Indonesia.

Proses pembuatan kertas pada umumnya menggunakan 2

jenis bahan baku yaitu serat virgin dan serat sekunder. Serat virgin dibagi

kedalam dua kelompok, yaitu serat kayu (wood) dan dari non kayu

(nonwood). Serat kayu terbagi lagi kedalam dua kelompok besar yakni

kayu daun lebar (Hardwood) seperti, Acacia mangium, Eucalyptus sp,

Gmelina sp, Albizia sp, Lamtorogung, etc, dan dari kayu jarum

(Softwood) seperti pinus, Cemara, dan Aghatis. Sementara untuk serat dari

nonwood dapat berasal dari bagas, Kenaf , Rami , Jute , Crotalaria, etc.
3

Untuk serat sekunder berasal dari kertas bekas yang diuraikan dan

kemudian dijadikan kertas.

2.2.1 LBKP (Leaf Bleached Kraft Pulp)

LBKP adalah pulp dari Hardwood yang diproses menggunakan

sistem Kraft pulping yang telah mengalami proses pemutihan. Hardwood

merupakan jenis kayu yang banyak tumbuh di seluruh dunia, terutama di

daerah tropis dan sub tropis. Hardwood memiliki ciri-ciri yaitu daun

sempurna (bertangkai, berhelai dan berurat) dan tergolong dalam Ordo

Dicotiledon. Panjang serat hardwood sekitar 0,8 -1,6 mm. Keuntungan

penggunaan hardwood sebagai bahan baku pembuatan pulp di Indonesia

disebabkan karna bahan baku jenis hardwood ini mudah tumbuh di

daerah dengan iklim tropis dan sub tropis seperti di Indonesia, sehingga

umur tanam yang dibutuhkan juga relatif lebih singkat dibandingkan

dengan tanaman Softwood. Serta kandungan lignin pada hardwood juga

lebih rendah dari softwood. Beberapa efek positif yang diberikan oleh

serat pendek yang berasal dari hardwood terhadap properties kertas

adalah :

1. Meningkatkan kualitas formasi lembaran


2. Meningkatkan smoothness (kelicinan) kertas
3. Meningkatkan opasitas

Adapun kelemahan yang terdapat pada hardwood sebagai bahan

baku pembuatan pulp adalah kandungan vessel yang mengakibatkan

pemborosan pemakaian bahan kimia pemasak pada proses cooking

berlangsung.
4

2.2.3 NBKP (Needle Bleached Kraft Pulp)

NBKP adalah hasil pemasakan kayu jarum (softwood) melalui

proses kraft yang telah mengalami pemutihan (bleaching). Meskipun

kandungan lignin softwood lebih banyak dari pada hardwood namun

lignin pada softwood lebih mudah dihilangkan. softwood tumbuh pada

daerah beriklim dingin terutama di Rusia, Amerika Utara, Scandinavia,

Asia Selatan bagian utara dan beberapa negara lain. Serat soft wood

mempunyai fleksibilitas dan kemampuan berikatan yang tinggi. Hal ini

terjadi karena ukuran seratnya yang lebih panjang yaitu 3-5 mm.

Hasilnya adalah ketahanan lipat, ketahanan sobek dan ketahan tarik yang

tinggi pada lembaran. Ciri-ciri kayu berdaun jarum adalah daun tidak

sempurna dan berbentuk seperti jarum (tidak bertangkai, tidak berhelai

dan tidak mempunyai urat daun). Kayu jarum tergolong dalam Ordo

Coniferales.

2.3 Bahan Kimia Proses Pembuatan Kertas

Bahan penolong atau bahan kimia yang akan digunakan

nantinya akan ditambahkan pada titik-titik tertentu guna mendapatkan

hasil yang maksimal, diantaranya adalah

2.3.1 Retention Aid

Retention Aid merupakan bahan polimer bermuatan positive yang

berfungsi untuk membantu agar bahan additive lain, filler, sizing agent,

dyes, dan lain-lain tetap berada didalam stock. Retensi dikategorikan


5

menjadi tiga golongan yaitu, retensi total (overall retention), FPR (first

pass retention) dan FPAR (first pass ash retention). Dari ketiga pola

retensi tersebut yang paling banyak digunakan adalah FPR. Di industri

pulp dan kertas retensi dari bahan kimia perlu ditingkatkan karena

mempunyai keuntungan – keuntungan sebagai berikut :

1. beban white water berkurang


2. berkurangnya fine dan filler yang lolos
3. penggunaan fresh water dapat dikurangi
4. mengurangi kebutuhan uap
5. formasi lembaran dapat ditingkatkan

2.3.2 Micropolymer

Micropolymer digunakan untuk meningkatkan retensi, dengan

cara membuat flok serat sehingga dapat mengatasi drainase dan juga

meningkatkan formasi.

2.3.3 Internal Sizing

Internal sizing adalah proses pemberian ketahanan terhadap

penetrasi cairan dari kertas dan karton menggunakan aditif dari wet end

(internal), dilakukan dengan jalan mencampurkan bahan sizing dalam

beater, kemudian dibentuk lembaran sehingga distribusi bahan sizing

terbawa pada lembaran. Internal sizing kadang – kadang fungsinya hanya

untuk mengontrol pengambilan bahan cair dan penetrasi dari proses

coating atau size press. Kebanyakan jenis kertas yang dihasilkan

dirancang untuk kertas – kertas tulis, cetak, bungkus dan manfaat

penggunaan pembuatan dengan menggunakan bahan sizing yang kuat


6

atau lemah bergantung pada penggunaan akhir. Contohnya jenis – jenis

kertas tissue, toweling, bitcher dan sanitari yang dirancang untuk

menyerap cairan dengan cepat atau kertas unsize.

2.3.4 Bentonite

Bentonite adalah istilah umum yang digunakan dalam dunia

perdagangan untuk sejenis tanah liat yang mengandung kristal

montmorillonit, yaitu mineral tanah liat Si-Al-Si, yang terbentuk dari dua

lapisan aluminium-oksigen yang terletak diantaranya. Nama bentonit

sendiri diambil dari nama formasi benton yang terdapat di Wyoming,

Amerika Serikat.

Cara kerja dari bentonite menghasilkan flok-flok yang kecil,

menyerap bahan-bahan hidrofobik (pitch) dan menciptakan sistem

retention yang robust (tahan segala kondisi) dan memberikan efek yang

positif terhadap dewatering, formasi dan retensi filler.Bentonite

ditambahkan setelah screen, sekitar 10m sebelum headbox pada

konsistensi stock berkisar 0,2% sampai 0,3 %.

2.3.5 Dyes

Dyes digunakan untuk mengontrol whiteness kertas. Ada 2

warna dye yang digunakan yaitu warna ungu dan warna biru. Dimana

warna biru untuk meningkatkan brightness dan warna ungu untuk

mendegradasi warna kuning.


7

2.3.6 Cationic Starch

Cationik starch digunakan sebagai bahan kimia surface sizing.

Surface sizing adalah pemberian bahan darih (size) pada permukaan

kertas yang telah dibentuk, biasanya dilakukan di mesin kertas.Untuk

kertas tulis, cetak dan kertas sigaret serta kertas bungkus dengan syarat

tertentu surface sizing jauh lebih penting dibandingkan dengan internal

sizing.Tujuan utama dari surfarce sizing adalah untuk mendapatkan

kertas yang tahan terhadap larutan koloid (tinta tulis) atau bahan minyak

(tinta cetak).

2.3.7 Optical Brightening Agent ( OBA )

OBA ( Optical Brightening Agent ) digunakan untuk

meningkatkan whiteness. OBA akan memberikan efek fluorescent

dimana nantinya sinar UV akan diserap terlebih dahulu sebelum

dipantulkan kembali.

2.3.8 Filler

Filler / bahan pengisi banyak digunakan untuk jenis kertas cetak,

sigaret dan bibel. Filler yang digunakan berjenis kalsium karbonat yang

terdiri dari dua jenis yaitu :

1. GCC / Natural (Alam)

Diperoleh dari proses penggilingan dan fraksionasi batu kapur

2. PCC / Pengendapan (Precipitate)

Jenis ini diperoleh dari proses pengendapan khusus yaitu dengan

mereaksikan Ca(OH)2 dengan gas CO2. besarnya partikel yang


8

dikehendaki dapat diatur dari kondisi berlangsungnya reaksi. Kalsium

karbonat dengan cara pengendapan ini menghasilkan mutu yang lebih

baik dengan ukuran partikel 0,2 – 0,5 U, sehingga banyak digunakan di

industri kertas. Ukuran partikel untuk kalsium karbonat alam sekitar 3 –

5 U.

2.3.9 Sodium Bicarbonat

Sodium bicarbonat digunakan untuk mengontrol pH antara 6-7.

pH ditingkatkan agar pada proses refining serat akan lebih mudah

terfibrilasi.

2.3.10 Dry Strength

Pada dasarnya lembaran kertas yang dihasilkan telah

mempunyai kekuatan kering sendiri yang intensitasnya tergantung pada,

kekuatan dan distribusi dari individu serat dalam lembaran, tingkat ikatan

antar serat serta ikatan hidrogen yang terbentuk antar serat. Kekuatan

kering lembaran terkadang untuk jenis – jenis kertas tertentu

dipersyaratkan pada intensitas yang tinggi. Oleh karena itu untuk

meningkatkan kekuatan kering dari lembaran ditambahkanlah bahan

penguat kering atau dry strength additive. Selain meningkatkan kekuatan

kering tanpa menaikkan densitas lembaran, penambahan bahan penguat

kering juga dapat memberikan keuntungan berupa :

1. Penggilingan dapat dikurangi pada kekuatan tertentu sehingga

lebih menghemat waktu dan energi yang pada akhirnya dapat

meningkatkan produksi.
9

2. Dengan pemakaian bahan baku yang murah seperti kertas bekas

kekuatan yang diharapkan dapat tetap tercapai.

3. Dapat meningkatkan retensi dan drainase.

2.3.11 Salt

Salt digunakan untuk menghilangkan efek elektrostatis. Karena

dengan adanya elektrostatis nantinya lembaran yang akan dibuat akan

membuat lembaran saling menempel. Sehingga akan mengganggu proses

web assembly pada finishing. Serta elektrostatis dapat membuat lembaran

menempel saat akan digunakan nantinya.

2.4 Penjelasan Umum Filler

Filler / bahan pengisi banyak digunakan untuk jenis kertas cetak,

sigaret dan bibel. Filler yang digunakan berjenis kalsium karbonat yang

terdiri dari dua jenis yaitu :

1. GCC / Natural (Alam)

Diperoleh dari proses penggilingan dan fraksionasi batu kapur

2. PCC / Pengendapan (Precipitate)

Jenis ini diperoleh dari proses pengendapan khusus yaitu dengan

mereaksikan Ca(OH)2 dengan gas CO2. besarnya partikel yang

dikehendaki dapat diatur dari kondisi berlangsungnya reaksi. Kalsium

karbonat dengan cara pengendapan ini menghasilkan mutu yang lebih

baik dengan ukuran partikel 0,2 – 0,5 U, sehingga banyak digunakan di


10

industri kertas. Ukuran partikel untuk kalsium karbonat alam sekitar 3 – 5

U.

Bahan pengisi perlu ditambahkan pada pembuatan kertas untuk

mendapatkan sifat-sifat tertentu pada kertas. Diantaranya untuk

meningkatkan derajat putih serta memperbaiki sifat permukaan kertas

sehingga mudah untuk di cetak.

Menurut Kocurek (1992), berikut ini beberapa sifat dasar bahan

pengisi yang diperlukan dalam pembuatan kertas sebagai berikut:

1. Ukuran partikel
2. Bentuk partikel
3. Luas Permukaan
4. Indeks Bias

Bahan pengisi juga merupakan suatu pigmen warna pada kertas,

bahan pengisi memberikan warna putih. Sifat bahan pengisi yang ideal

untuk bahan pengisi kertas harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

1. Derajat putih tinggi


2. Partikel cukup kecil
3. Sifat absorbsi terhadap tinta baik
4. Berat jenis rendah
5. Tidak keras

Salah satu jenis bahan pengisi yang banyak digunakan adalah

CaCO3 (kalsium karbonat). Kalsium karbonat (CaCO3) adalah suatu

komposisi senyawa kimia yang secara alamiah terdapat dimana-mana

dalam berbagai bentuk baik berupa batu gamping (kapur), marmar,

mutiara, kapur tulis atau dapat juga dibuat secara kimia dengan dengan

mencampurkan bahan-bahan kimia yang mengandung kalsium dan karbon

dioksida. Kalsium karbonat yang secara alamiah ini mempunyai tingkat


11

kualitas yang berbeda-beda berdasarkan usia nya membentuk suatu

senyawa kimia kalsium karbonat dengan cara proses alamiah. Perbedaan

tingkat kualitas ini terjadi akibat adanya perubahan bentuk atau struktur

berbagai kristal ikatan kimia persenyawaan kalsium karbonat sehingga

kemampuan sebagai pelapis (opacity) akan semakin lebih baik dan

mempunyai tingkat kecemerlangan (brightness) yang tinggi.

Pada industri pembuatan kalsium karbonat digunakan sebagai

bahan pengisi (filler) untuk dapat menambah atau memperbesar volume

produksi kertas tanpa merusak kualitas dari bahan penambah lainnya.

Penambahan bahan pengisi adalah untuk mendapatkan dan memperbaiki

sifat-sifat tertentu pada kertas. Dengan adanya bahan pengisi dapat

menaikkan opasitas, memperbaiki permukaan kertas dan sifat mudah

dicetak. Bahan pengisi dapat juga memperbaiki daya absorbsi tinta pada

permukaan kertas.

Penambahan filler pada pembuatan kertas digunakan sebagai bahan

subsitusi serat yang berfungsi untuk meningkatkan sifat lembaran yang

diinginkan, selain itu untuk menurunkan biaya produksi karena harganya

lebih murah dibanding serat.

Bahan pengisi yang digunakan adalah kalsium karbonat (CaCO3).

Selain dari harganya yang lebih murah dari serat, juga dapat meningkatkan

kualitas kertas terutama terhadap kualitas cetak yang sangat baik dan

mengurangi pemakaian serat. Kegunaan dari bahan pengisi adalah untuk

mengurangi penggunaan serat dan juga sebagai pengisi rongga-rongga


12

antar serat sehingga formasi lembaran akan menjadi lebih baik dan dapat

meningkatkan kecerahan pada lembaran.

Filler

Gambar 2.1 Partikel filler diantara dua serat

Jenis kalsium karbonat yang digunakan ada dua yaitu:

1. Natural (Alam) Diperoleh dari proses pengilingan dari fraksionasi

batu kapur. Kalsium karbonat dari proses ini disebut GCC (Ground

Calcium Carbonat) dengan ukuran partikel yang dihasilkan 3 - 5 µ.


2. Pengendapan (Precipitate)
Diperoleh dari proses pengendapan dengan mereaksikan Ca(OH)2

dengan gas CO2. Besar partikel yang dikehendaki dapat diatur dari

kondisi berlangsungnya reaksi sehingga dapat menghasilkan mutu

yang lebih baik dengan ukuran partikel 0,2 – 0,5 µ dibanding dari

proses alam. Kalsium karbonat dari proses ini disebut PCC

(Precipitate Calcium Carbonat).

Keuntungan dari penggunaan bahan pengisi PCC dan GCC adalah sebagai

berikut:

1. Meningkatnya formasi lembaran karena bahan pengisi mengisi

rongga-rongga kosong diantara serat.


2. Meningkatkan opasitas.
13

3. Meningkatnya printability.
4. Cost saving dari penggunaan serat.

Pada proses pembentukan lembaran, partikel filler memberikan

efek positif bagi formasi, kelicinan (smoothness) dan kecerahan

(brightness) lembaran. Karena ukuran partikelnya yang kecil, bahan

pengisi mengisi rongga-rongga antar serat sehingga formasi lembaran

lebih baik dan permukaan lembaran lebih licin serta dapat meningkatkan

sinar pantul sehingga kecerahan lembaran lebih besar