Anda di halaman 1dari 19

xii

PENGARUH HIPERGLIKEMIA TIKUS DIABETIK BUNTING


TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
BENIH GIGI POSTNATAL ANAK TIKUS

SKRIPSI
Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat untuk
menyelesaikan Program Studi Kedokteran Gigi (S1)
dan mencapai gelar Sarjana Kedokteran Gigi

Oleh

Nawang Lintang Clearestha

131610101094

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS JEMBER

2018
xiii

PENGARUH HIPERGLIKEMIA TIKUS DIABETIK BUNTING


TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
BENIH GIGI POSTNATAL ANAK TIKUS

SKRIPSI

Oleh

Nawang Lintang Clearestha

131610101094

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS JEMBER

2018
xiv

PERSEMBAHAN

Dengan ridho Allah SWT Skripsi ini saya persembahkan untuk:

1. Allah S.W.T atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya yang tiada
henti;
2. Ibunda saya, Enik Setyowati dan Ayahanda saya, Rosi in;
3. Adik saya, Cendikiane Beninge Oashe, M. Jibril Mufti Robbani dan M.
Farros Al-Fawwaz;
4. Tanah air Indonesia;
5. Dosen pembimbing dan dosen penguji yang selalu saya jadikan panutan;
6. Guru-guru saya sejak SD sampai dengan perguruan tinggi yang saya
banggakan.
xv

MOTTO

َ ُ ْ َ ً َ ُ ‫َ َ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ُ َ ُ َ ُ َ َ ُ َ َ ً ُ ُّ َ َ َ َ َ ُ َ ر‬
‫ي َوه َىو شيئا تك َرهوا أنى َو َع َسى‬ ‫للا لكمى ر ى‬
‫ش وه ىو شيئا ت ِحبوا أنى وعسى لكمى خ ى‬ ‫م و ى‬
‫ل وأنتمى يعل ى‬
‫تعلمونى ى‬

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh
jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
Dan Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah: 216)*

*) QS. Al-Baqarah : 216


xvi

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : Nawang Lintang Clearestha
NIM : 131610101094
Program Studi : Pendidikan Kedokteran Gigi
Meyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul “Pengaruh
Hiperglikemia Tikus Diabteik Bunting Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan
Benih Gigi Postnatal Anak Tikus” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali
kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada
institusi manapun, serta bukan karya plagiasi. Saya bertanggung jawab atas
keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung
tinggi.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa ada tekanan dan
paksaan dari pihak manapun serta bersedia mendapat sanksi akademik jika ternyata
di kemudian hari pernyataan ini tidak benar.

Jember, 20 April 2018


Yang menyatakan,

Nawang Lintang Clearestha


NIM 131610101061
xvii

SKRIPSI

PENGARUH HIPERGLIKEMIA TIKUS DIABETIK BUNTING


TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
GIGI POSTNATAL ANAK TIKUS

Oleh
Nawang Lintang Clearestha
NIM. 131610101061

Pembimbing
Dosen Pembimbing Utama : drg. Dwi Merry Christmarini Robin,
M.Kes

Dosen Pembimbing Pendamping : Prof. Drg. Mei Syafriadi, M.D.Sc.,


Ph.D
xviii

PENGESAHAN

Skripsi berjudul “Pengaruh Hiperglikemia Tikus Diabteik Bunting Terhadap


Pertumbuhan Dan Perkembangan Gigi Postnatal Anak Tikus” telah diuji dan
disahkan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember pada:

Hari, Tanggal :
Tempat : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Tim Penguji

Dosen Penguji Ketua Dosen Penguji Anggota

drg. Yani Corvianindya R, M.KG drg. Dyah Setyorini, M.Kes


NIP. 1973082519980220 NIP. 196604012000032001
Pembimbing
Dosen Pembimbing Utama Dosen Pembimbing Pendamping

drg. Dwi Merry Ch R, M.Kes Prof. drg. Mei Syafriadi, M.D.Sc., Ph.D

NIP. 196805291994031003 NIP. 197712232008122002

Mengesahkan,
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Jember

drg. R Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp.Pros


NIP 196901121996011001
xix

RINGKASAN

Pengaruh Hiperglikemia Tikus Diabetik Bunting terhadap Pertumbuhan dan


Perkembangan Benih Gigi Postnatal Anak Tikus; Nawang Lintang Clearestha,
131610101094; 2018; 94 halaman; Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
Jember.
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang
ditandai dengan meningkatnya glukosa darah sebagai akibat dari gangguan
produksi insulin atau gangguan kinerja insulin atau karena keduanya. Sampai saat
ini, belum ditemukan cara yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut, yang ada
hanyalah usaha untuk mengendalikan tingginya kadar glukosa darah pada
penderita diabetes mellitus (Suhartono, 2004). Tingginya kadar glukosa darah
pada penderita diabetes mellitus terjadi akibat gangguan sekresi insulin pada
diabetes mellitus tipe 1 dan resistensi insulin pada diabetes tipe 2. Hiperglikemia
tersebut akan memicu stres oksidatif melalui jalur poliol, jalur heksosamin,
aktivasi protein kinase C, dan peningkatan pembentukan AGEs (advanced
glication end products) (Wu et al., 2015). Stres oksidatif oleh karena
hiperglikemia akan memicu perubahan selular dan kerentanan terhadap infeksi
(Herrera et al., 2014).
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
hiperglikemia dari tikus diabetik bunting terhadap pertumbuhan dan
perkembangan benih gigi anak tikus berdasarkan pengukuran berat badan anak
tikus, fase pertumbuhan dan perkembangan benih gigi anak tikus, lebar dimensi
benih gigi anak tikus, dan pembentukan matriks enamel benih gigi anak tikus.
Penelitian ini merupakan penelitian laboratoris dengan rancangan penelitian
the post only group design. Penelitian ini dilakukan pada tikus wistar (Rattus
norvegicus) betina. Besar sampel pada penelitian ini adalah 8 ekor anak tikus yang
dibagi menjadi 2 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor anak
tikus yang diambil dari 4 ekor induk tikus yang berbeda secara simple random
xx

sampling. Induk tikus kelompok hiperglikemia diperoleh dengan cara induksi


streptozotocin (STZ) secara intraperitoneal dengan dosis 40 mg/kgBB induk tikus.
Pemrosesan jaringan dilakukan dengan metode paraffin embedding.
Jaringan dipotong secara vertikal dengan ketebalan 4-6 µm dan diwarnai dengan
metode Haematoxylin Eosin dan Mallory’s Trichrome. Pengamatan dilakukan
dengan perbesaran 100x dan 400x pada benih gigi molar 1 atas anak tikus.
Pengukuran dimensi benih gigi molar 1 atas anak tikus dilakukan berdasarkan
gambaran HPA dengan perbesaran 100x. Pengukuran dilakukan dengan
menggunakan bantuan aplikasi Image Raster Optilab. Pengamatan pembentukan
matriks enamel benih gigi anak tikus diamati dibawah mikroskop dengan
perbesaran 100x dan 400x setelah dilakukan pewarnaan mallory’s trichrome.
Matriks enamel akan terpulas warna biru diantara dental papila dan inner enamel
epithelium.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan berat badan anak tikus
dan lebar dimensi benih gigi anak tikus antara kelompok kontrol dan kelompok
perlakuan. Pengamatan fase pertumbuhan dan perkembangan benih gigi molar 1
atas anak tikus menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol, seluruh sampel telah
berada pada fase bell. Pada kelompok perlakuan, terdapat 3 sampel benih gigi
anak tikus yang berada dalam fase bell namun juga terdapat 1 sampel benih gigi
anak tikus yang masih berada dalam fase cap. Pengamatan pembentukan matriks
enamel pada kelompok kontrol memperlihatkan adanya gambaran matriks enamel
pada 2 sampel.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah hiperglikemia yang terjadi pada ibu
hamil bukan menjadi faktor independen terhadap berat bayi lahir. Hiperglikemia
pada ibu hamil berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan benih gigi
anak yang dapat menyebabkan fase pertumbuhan dan perkembangan benih gigi
terhambat, ukuran dimensi benih gigi anak tikus menjadi lebih kecil dalam
dimensi serviko-oklusal outer dan inner epitelium serta mesio-distal inner enamel
epitelium, dan terhambatnya proses pembentukan matriks enamel pada benih gigi
anak.
xxi

PRAKATA

Alhamdulillahirobbil’aalamiin, Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala


rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul “Pengaruh Hiperglikemia Tikus Diabetik Bunting Terhadap
Pertumbuhan Dan Perkembangan Benih Gigi Postnatal Anak Tikus”. Skripsi ini
disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu
(S1) di Fakultas Kedokteran Gigi.
Penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan tidak lepas dari bantuan berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada:
1. Allah SWT yang atas berkat dan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan
skripsi ini;
2. Kedua orang tua saya tercinta, Umi Enik Setyowati dan Abi Rosiin yang tak
pernah henti untuk mendoakan, memberi dukungan, perhatian dan kasih
sayang yang teramat tulus selama ini;
3. Ketiga adik saya, Cendikiane Beninge Oashe, M. Jibril Mufti Robbani dan M.
Farros Al-Fawwaz atas berbagai bentuk motivasi dan kasih sayang yang telah
diberikan selama ini;
4. drg. R. Rahardyan Parnaadji, M.Kes, Sp.Pros selaku Dekan Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Jember;
5. drg. Dwi Merry Christmarini Robin, M.Kes., selaku Dosen Pembimbing
Utama dan Prof. drg. Mei Syafriadi, M.DSc., Ph.D, selaku Dosen
Pembimbing Pendamping yang telah dengan sabar membimbing, memberi
saran, meluangkan waktu, pikiran, tenaga dan ilmunya sehingga skripsi ini
dapat terselesaikan dengan baik, serta melibatkan penulis dalam
penelitiannya.
6. drg. Yani Corvianindya R, M.KG., selaku Dosen Penguji Ketua dan drg.
Dyah Setyorini, M.Kes., selaku Dosen Penguji Anggota, atas bimbingan,
ilmu, serta saran untuk kesempurnaan skripsi ini.
xxii

7. Dr. drg. Sri Hernawati, M.Kes., selaku Dosen Pembimbing Akademik yang
telah memberikan bimbingan, ilmu, serta motivasi dalam perjalanan saya
sebagai mahasiswa.
8. Teman satu penelitian saya, Ziyana Mawaddatul Walidah dan Nadhir Al Kaff
atas segala kerja keras, waktu, kerja sama dan motivasi selama melakukan
penelitian bersama ;
9. Staf Laboratorium Biomedik; Mas Agusmurdjohadi Putradjaka, Ibu Sri
Wahyuni dan Mas Bagus atas segala bentuk bantuan, ilmu, waktu, doa, dan
tenaganya;
10. Seluruh keluarga besar saya yang selalu memberikan doa dan motivasi
kepada saya.
11. Sahabat-sahabat saya: Arini Al-Haq, Sani Sonia, Natasha Destanti, Hesti
Rasdi, Khurin In Salma, Miftachul Husna, Atika Suryadewi, Karina
Saraswati, Jerry Daniel, Aditya Pristyhari, Tadjul Arifin, Andika Sulistian,
Iman Santoso, Wahyu Hidayat, Pratita Ayu, Nurinta, Veda Chandrika dan
Elisa yang senantiasa menemani dan memberi semangat sejak 2013 sampai
detik ini.
12. Seluruh teman-teman di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember
angkatan 2013 yang belum saya sebutkan diatas terimakasih atas solidaritas,
bantuan dan semangat yang telah diberikan selama ini. Seluruh staf akademik
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember;
13. Semua pihak yang turut terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung
yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

Jember, 6 Mei 2018

Penulis
xxiii

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ................................................................................ i
DAFTAR ISI ............................................................................................ `ii
BAB 1. PENDAHULUAN ....................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................. 3
1.3 Tujuan ................................................................................................ 3
1.4 Manfaat .............................................................................................. 3
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................. 5
2.1 Diabetes Mellitus ............................................................................... 5
2.1.1 Definisi Diabetes Mellitus ........................................................... 5
2.1.2 Klasifikasi Diabetes Mellitus ...................................................... 5
2.1.3 Patogenesis Diabetes Mellitus ..................................................... 6
2.2 Induksi Diabetes Mellitus dengan STZ ........................................... 8
2.3 Masa Kehamilan Pada Tikus ........................................................... 10
2.3.1 Siklus Estrus ................................................................................ 12
2.4 Efek Diabetes Mellitus pada Masa Kehamilan ................................ 12
2.5 Pertumbuhan Dan Perkembangan Gigi .......................................... 14
2.5.1 Tahap Pembentukan Gigi ............................................................ 14
2.5.2 Waktu Pertumbuhan dan Perkembangan Gigi pada Tikus .......... 17
2.6 Kerangka Konseptual ....................................................................... 19
2.7 Penjelasan Kerangka Konseptual ...................................................... 20
2.8 Hipotesis ............................................................................................. 21
BAB 3. METODE PENELITIAN .......................................................... 22
3.1 Jenis Penelitian .................................................................................. 22
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ......................................................... 22
3.2.1 Tempat Penelitian ........................................................................ 22
3.2.2 Waktu Penelitian ......................................................................... 22
xxiv

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ....................................................... 22


3.3.1 Populasi Penelitian ...................................................................... 22
3.3.2 Sampel Penelitian ........................................................................ 22
3.3.3 Kriteria Inklusi dan Eksklusi ....................................................... 23
3.4 Identifikasi Variabel Penelitian ....................................................... 23
3.4.1 Variabel Bebas ............................................................................ 23
3.4.2 Variabel Terikat ........................................................................... 23
3.4.3 Variabel Terkendali ..................................................................... 24
3.5 Definisi Operasional Penelitian ........................................................ 24
3.5.1 Tikus Diabetik ............................................................................. 24
3.5.2 Fase Pertumbuhan dan Perkembangan Benih Gigi
Janin Tikus .................................................................................. 24
3.5.3 Pengukuran Dimensi Benih Gigi Janin Tikus ............................. 25
3.5.4 Pengamatan Pembentukan Matriks Enamel Benih Gigi
Janin Tikus .................................................................................. 25
3.6 Bahan dan Alat Penelitian ................................................................ 25
3.7 Prosedur Penelitian ........................................................................... 27
3.8 Prosedur Pengukuran Berat Badan Anak Tikus ............................. 32
3.9 Prosedur Pengamatan Fase Pertumbuhan Benih Gigi .................. 32
3.10 Prosedur Pengukuran Dimensi Benih Gigi ................................... 33
3.11 Prosedur Pengamatan Pembentukan Matriks Enamel ............... 33
3.12 Analisis Data .................................................................................... 34
3.13 Alur Penelitian ................................................................................. 35
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................. 36
4.1 Hasil .................................................................................................. 36
4.1.1 Rata-Rata Berat Badan Janin Tikus ............................................. 38
4.1.2 Fase Pertumbuhan Benih Gigi Molar 1 Atas Anak Tikus ........... 38
4.1.3 Dimensi Benih Gigi Molar 1 Rahang Atas Anak Tikus .............. 40
4.1.4 Matriks Enamel Benih Gigi Molar 1 Rahang Atas
Anak Tikus .................................................................................. 42
4.2 PEMBAHASAN .............................................................................. 44
xxv

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN .................................................. 52


5.1 KESIMPULAN ................................................................................ 52
5.2 SARAN ............................................................................................. 52
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xxvi

DAFTAR TABEL

Halaman
2.1 Data Biologis Tikus .............................................................................. 11
4.1 Kadar Glukosa Darah Induk Tikus pada Kelompok Kontrol dan
Hiperglikemia ...................................................................................... 36
4.2 Berat Badan Anak Tikus pada Kelompok Kontrol dan Perlakuan ....... 38
4.3 Hasil Pengukuran Dimensi Benih Gigi Molar 1 Atas Anak Tikus........ 41
xxvii

DAFTAR GAMBAR

Halaman
2.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Gigi ................................................ 17
2.2 Gambaran Histologi Fase Pertumbuhan Benih Gigi Anak Tikus ....... 18
3.1 Prosedur Pengukuran Dimensi Benih Gigi ........................................... 33
4.1 Gambaran Histologis Benih Gigi Molar 1 Atas Anak Tikus
dengan Pewarnaan Haematoxilin Eosin (HE) ....................................... 37
4.2 Gambaran HPA Benih Gigi Molar 1 Rahang Atas Anak Tikus
Kelompok Kontrol dengan Pewarnaan Haematoxilin Eosin .............. 39
4.3 Gambaran HPA Benih Gigi Molar 1 Rahang Atas
Kanan Anak Tikus Kelompok Hiperglikemia dengan Pewarnaan
Haematoxilin Eosin ............................................................................. 40
4.4 Gambaran HPA Benih Gigi Anak Tikus Kelompok Kontrol dengan
Pewarnaan Mallory Trichrome Pembesaran 100x .............................. 42
4.5 Gambaran HPA Benih Gigi Anak Tikus Kelompok Kontrol dengan
Pewarnaan Mallory Tricrhome Pembesaran 400x ................................ 43
4.6 Gambaran HPA Benih Gigi Janin Tikus Kelompok Hiperglikemia
dengan Pewarnaan Mallory Trichrome.................................................. 43
xxviii

DAFTAR SINGKATAN

ADA : American Diabetes Asociation


AGEs : Advanced Glycation End Products
AR : Aldose Reduktase
DM : Diabetes Mellitus
DMG : Diabetes Mellitus Gestasional
DNA : Deoksiribonukleat
DP : Dental Papila
eNOS : Endothelial Nitric Oxside Synthase
EO : Enamel Organ
GAD : Glutamic Acid Decarboxylase
GFAT : Glutamine Fructose 6 Phosphat Amidotransferase
GLUT : Glucose Transporter
GSH : Glutathione
HE : Haematoxylin Eosin
ICCA : Islet Cell Cytoplasmic Antibodies
ICSA : Islet Cell Surface Antibodies
IEE : Inner Enamel Epithelium
KGD : Kadar Glukosa Darah
NAD : Nikotinamida
NADPH : Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphate
NAP : Nucleosome Assembly Protein
NO : Nitric Oxide
OEE : Outer Enamel Epithelium
PKC : Protein Kinase C
ROS : Reactive Oxygen Species
SDH : Sorbitol Dehidrogenase
STZ : Streptozotocin
VEGF : Vasculae Endothelial Growth Factor
xxix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A. Sertifikat Ethical Clearance Penelitian


Lampiran B. Surat Ijin Penelitian
Lampiran C. Penghitungan Dosis Perlakuan
Lampiran D. Alat dan Bahan Penelitian
Lampiran E. Prosedur Penelitian
Lampiran F. Hasil Uji Statistik
30