Anda di halaman 1dari 10

http://www.apakabardunia.com/2011/04/bagaimanakah-cara-belut-listrik.

html

Bagaimanakah Cara Belut Listrik Menghasilkan Aliran Listrik


Kekuasaan Tuhan memang besar adanya, menciptakan sebuah belut yang mempunyai aliran
listrik. Berbagai macam mahkluk diciptakan mempunyai kelebihannya masing-masing dari sifat
yang wajar dan tak wajar.

Beberapa ratus spesies ikan memiliki organ penghasil listrik, namun hanya sedikit yang dapat
menghasilkan daya listrik yang kuat. Organ penghasil listrik yang dimiliki oleh kebanyakan ikan
tersusun dari sel saraf dan sel otot yang telah mengalami perubahan penting.

Bentuk organ listrik seperti piringan kecil yang memproduksi lendir disebut elektrosit, tersusun
dan menyatu di bagian atas dari susunan lain yang sejajar. Pada umumnya, semua piringan
menghadap arah yang sama yang memuat 150 atau 200 piringan setiap susunannya.

Misalnya, pada ikan torpedo terdapat 140 sampai 1000 piringan listrik pada setiap kolom. Pada
ikan torpedo yang sangat besar, jumlah seluruh piringan sampai setengah juta.

Prinsip kerja piringan listrik ini mirip dengan cara kerja baterai. Ketika ikan beristirahat, otot-
otot yang tidak berhubungan belum aktif. Namun jika menerima pesan dari saraf, akan segera
bekerja secara serentak untuk mengeluarkan daya listrik.
Pada saat itu, voltase semua piringan listrik atau elektrosit menyatu, sehingga mampu
menghasilkan daya listrik sampai 220 volt pada ikan torpedo atau sampai 650 volt pada belut
listrik.

Pada umumnya semua spesies ikan tawar hanya menghasilkan listrik ringan, kecuali sembilang
listrik dan belut listrik. Ikan listrik yang hidup di laut memiliki tenaga listrik yang lebih kuat dan
berbahaya, karena air laut mengandung garam yang membuat dirinya lebih tahan terhadap arus
listrik. Posisi dan bentuk organ listrik ini bervariasi tergantung pada spesiesnya.

Selain ikan yang dipersenjatai dengan muatan listrik potensial, ada jenis ikan lain pula yang
menghasilkan sinyal bertegangan rendah 2 hingga 3 volt. Jika ikan-ikan ini tidak menggunakan
sinyal listrik lemah semacam ini untuk berburu atau mempertahankan diri, lalu digunakan untuk
apa?

Ikan ini memanfaatkan sinyal lemah ini sebagai alat indera. Tuhan menciptakan sistem indera
dalam tubuh ikan ini, yang menghantarkan dan menerima sinyal-sinyal tersebut.

Ikan ini menghasilkan pancaran listrik dalam suatu alat khusus di ekornya. Listrik ini
dipancarkan melalui ribuan pori-pori di punggung makhluk ini dalam bentuk sinyal yang untuk
sementara menciptakan medan listrik di sekitarnya.

Benda apapun dalam medan ini membiaskannya, sehingga ikan ini mengetahui ukuran, daya alir
dan gerak dari benda tersebut. Pada tubuh ikan ini, ada pengindera listrik yang terus menentukan
medan ini seperti halnya radar.

Pendeknya, ikan ini memiliki radar yang memancarkan sinyal listrik dan menerjemahkan
perubahan pada medan yang disebabkan oleh benda yang menghambat sinyal-sinyal di sekitar
tubuhnya. Ketika kerumitan radar yang digunakan oleh manusia masih kita kembangkan,
penciptaan mengagumkan dalam tubuh ikan seperti ini akan menjadi jelas.
Bentuk tubuh belut listrik unik, hampir 7/8 bagian tubuhnya berupa ekor. Di bagian ekor inilah
terdapat baterai-baterai kecil berupa lempengan-lempengan kecil yang horizontal dan vertikal.
Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 5.000 buah.

Tegangan listrik tiap baterai kecil ini tidak besar, tetapi kalau semua baterai dihubungkan secara
berderet (seri), akan diperoleh tegangan listrik sekitar 600 volt (bandingkan dengan batu baterai
yang hanya 1,5 volt).

Ujung ekor bertindak sebagai kutub positif baterai dan ujung kepala bertindak sebagai kutub
negatif. Belut listrik dapat mengatur hubungan antara baterai kecil dalam tubuhnya itu untuk
mendapat tegangan listrik kecil dan tegangan listrik besar.

Untuk navigasi, belut listrik hanya membutuhkan tegangan listrik yang kecil. Tetapi ketika
berhadapan dengan musuh atau mangsanya, belut listrik akan memberikan tegangan semaksimal
mungkin melalui kepala dan ekornya yang ditempelkan pada tubuh musuh atau mangsanya itu.
Arus listrik sekitar 1 ampere yang ditimbulkan oleh tegangan listrik yang tinggi ini akan
mengalir dan membunuh mereka. Namun hewan lain tidak terganggu karena mereka tidak
bersentuhan langsung dengan ekor dan kepala belut.

http://urangjambakfisika.blogspot.co.id/2016/01/potensi-belut-listrik-sebagai-sumber.html
POTENSI BELUT LISTRIK SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF

POTENSI BELUT LISTRIK SEBAGAI SUMBER


ENERGI ALTERNATIF

1. PENDAHULUAN

Krisis energi adalah masalah yang sangat fundamental di Indonesia,khususnya


masalah energi listrik. Energi listrik merupakan energi yang sangat diperlukan bagi
manusia modern. Bahkan sebagian besar aktivitas manusia ditunjang dengan sebuah
peralatan dan teknologi yang menggunakan listrik sebagai sumber energi. Hal ini
menjadikan bahwa listrik menjadi sebuah bagian yang tidak terpisahkan dalam
aktivitas manusia (Farit Fauzi,2009). Sejak beberapa tahun terakhir ini, para ahli
mulai merubah pendapatnya tentang pemanfaatan sumber energi yang a da di
Indonesia. Timbulnya kesadaran akan sumber bahan bakar fosil yang selama ini
merupakan sumber energi andalan, akan terancam kelangkaan dalam beberapa tahun
kedepan. Untuk itu, pemanfaatan sumber-sumber energi alternatif yang baru dan
terbarukan harus senantiasa diupayakan secara intensif untuk menghadapi krisis
energi yang semakin terasa dampaknya saat ini.
Potensi Belut Listrik sebagai Sumber Energi Alternatif. Salah satu sumber
energi alternatif yang belum banyak dikenal masyarakat luas dan dapat
dimanfaatkan untuk menghemat sumber bahan bakar fosil yang semakin menipis ini
adalah dengan memanfaatkan energi listrik yangdihasilkan oleh belut
listrik (Electrophorus electricus)

Meskipun dinamakan Belut listrik, dia termasuk ke dalam jenis


ikan (Gymnotiformes) Belut listrik biasa ditemukan di sungai Amazon dan daerah -
daerah di sekitarnya. Ia bisa tumbuh hingga panjang 2,5 m dan berat 20 kg. Bentuk
tubuh belut listrik ini unik, hampir 7/8 bagian tubuhnya berupa ekor. Di bagian ekor
inilah terdapat baterai-baterai kecil berupa lempengan -lempengan kecil yang
horizontal danvertikal. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 5.000 buah. Tegangan
listrik tiap baterai kecil ini tidak besar, tetapi kalau semua baterai dihubungkan
secara seri, akan diperoleh tegangan listrik sekitar 600 volt dan arus listrik sebesar
1 ampere.

2. METODE PENELITIAN
2.1. PENDAHULUAN

Bentuk tubuh belut listrik hampir 7/8 bagian tubuhnya berupa ekor. Di bagian
ekor inilah terdapat baterai‐baterai kecil berupa lempengan ‐lempengan kecil yang
horizontal dan vertikal. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 5.000 buah. Tegangan
listrik tiap baterai kecil ini tidak besar, tetapi kalau semua baterai dihubungkan
secara berderet (seri), akan diperoleh tegangan listrik sekitar 600 volt (bandi ngkan
dengan batu baterai yang hanya 1,5 volt).

Gambar 1. Susunan tubuh belut listrik

Ujung ekor bertindak sebagai kutub positif baterai dan ujung kepala bertindak
sebagai kutub negatif. Belut listrik dapat mengatur hubungan antara baterai kecil
dalam tubuhnya itu untuk mendapat tegangan listrik kecil dan tegangan listrik
besar. Untuk navigasi, belut listrik hanya membutuhkan tegangan listrik yang kecil.
Tetapi ketika ketemu musuh atau mangsanya, belut listrik akan memberikan
tegangan semaksimal mungkin melalui kepala dan ekornya yang ditempelkan pada
tubuh musuh atau mangsanya itu. Arus listrik sekitar 1 ampere yang ditimbulkan
oleh tegangan listrik yang tinggi ini akan mengalir dan membunuh mereka. Hewan
lain tidak terganggu karena mereka tidak bersentuhan langsung dengan ekor dan
kepala belut.Belut listrik menghasilkan pancaran listrik dalam suatu alat khusus di
ekornya. Listrik ini dipancarkan melalui ribuan pori -pori di punggung makhluk ini
dalam bentuk sinyal yang untuk sementara menciptakan medan listrik di sekitarnya.
Benda apa pun dalam medan ini membiaskannya, sehingga belut listrik mengetahui
ukuran, daya alir dan gerak dari benda tersebut. Pada tubuh belut listrik ada
pengindera listrik yang terus menentukan medan ini seperti halnya radar. Dengan
kata lain belut listrik memiliki radar yang memancarkan sinyal listrik dan
menerjemahkan perubahan pada medan yang disebabkan oleh benda yang
menghambat sinyal-sinyal di sekitar tubuhnya

2.2. MOTODOLOGI PENELITIAN


Adapun metode yang digunakan dalam melaksanakan tulisan ini dilakukan
dengan metode pendekatan secara literature dengan cara mencari teori yang
berhubungan dengan belut listrik. Pelaksanaan ini dilakukan dengan cara melakukan
pencarian kepustakaan dan sumber yang berhubungan di internet.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 CARA BELUT LISTRIK MENGHASILKAN LISTRIK
Sidat listrik atau belut listrik (Electrophorus electricus) adalah sejenis ikan
yang dapat menghasilkan aliran listrik kuat (sampai 650 volt) untuk berburu dan
membela diri. Walaupun disebut sidat atau belut, ia termasuk anggota ordo
Gymnotiformes, yang tidak mencakup keduanya. Belut listrik merupakan spesies
ikan laut dengan susunan sel saraf dan sel otot bermuatan listrik. Sel -sel tersebut
membentuk piringan yang menghasilkan elektrosit, yaitu berupa lendir. Piringan
tersebut tersusun sejajar dan menghadap ke satu arah, bi asanya mencapai 150 – 200
piringan dalam satu susunan. semakin besar ukuran belut tersebut maka susunan
piringan akan semakin banyak dan listrik yang dihasilkan semakin besar. Belut
hanya akan mengeluarkan daya listrik jika menerima pesan dari otot syaraf yang
langsung mengaktifkan cairan elektrositnya. Ketika semua voltase pada setiap
piringan menyatu maka torpedo mampu menghasilkan 220 volt dan belut listrik
mencapai 650 volt.
Bentuk tubuh belut listrik unik, hampir 7/8 bagian tubuhnya berupa ekor. Di
bagian ekor inilah terdapat baterai -baterai kecil berupa lempengan-lempengan kecil
yang horizontal dan vertikal. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 5.000
buah. Hewan-hewan ini memiliki tumpukan electrocytes khusus (electroplax)
masing-masing sangat sarat dengan pengangkutan ion mampu memberikan ~ 150mV
dan ~ 1 pA, sehingga total kekuatan organ ~ 600W ( ~ 600V dan 1A). Ujung ekor
bertindak sebagai kutub positif baterai dan ujung kepala bertindak sebagai kutub
negatif. Untuk navigasi, belut listrik hanya membu tuhkan tegangan listrik yang
kecil. Tetapi ketika berhadapan dengan musuh atau mangsanya, belut listrik akan
memberikan tegangan semaksimal mungkin melalui kepala dan ekornya yang
ditempelkan pada tubuh musuh atau mangsanya.

3.2 ELEKTRIC EEL POWER


pemanfaatan energi listrik yang dihasilkan oleh belut listrik ( electrophorus
electricus) melalui pembudidayaan hewan tersebut pada waduk berbasis panel
penyerap listrik sebagai pembangkit listrik dalam skala makro.
Gambar 2. Skema konsep elektric eel power
Keterangan:
1. Belut listrik
Belut listrik (Electrophorus electricus) berfungsi sebagai sumber energi listrik.
Terdapat 2 jenis tegangan yang digunakan oleh hewan ini dalam menghasilkan
listrik. Pertama adalah listrik dengan tegangan rendah berbentuk medan lisrik yang
digunakan sebagai alat penglihatan. Kedua adalah listrik dengan tegangan tinggi
yang digunakan untuk memburu mangsa dan mempertahankan diri.
2. Waduk dengan sisitem labirin dilengkapi dengan panel penyerap listrik.
Waduk berfungsi sebagai tempat untuk membudidayakan belut dan sekaligus tempat
pemasangan panel. Waduk ini didesain mirip labirin dengan jarak antar dinding
sekitar 2 meter. Hal ini dilakukan agar panel yang dipasang nantinya selalu berada
di dalam medan listrik yang dihasilkan oleh hewan ini.
3. Rectifier (AC ke DC)
Rectifier berfungsi untuk mengkonversi listrik AC yang dihasilkan oleh belut listrik
menjadi listrik DC, sehingga bisa disimpan di akumulator.
4. Akumulator
Akumulator berfungsi untuk menyimpan daya berupa listrik aliran DC yang telah
dikonversi. Apabila daya yang di tampung telah memenuhi standar untuk digunakan,
maka listrik aliran DC tersebut dikonversi lagi ke AC dan siap untuk
ditransmisikan.
5. Inverter (DC ke AC)
inventer berfungsi untuk mengkonversi listrik DC dari akumulator ke menjadi
listrik AC untuk ditransmisikan ke konsumen.
6. Listrik di transmisikan ke konsumen

3.3 ENERGI BELUT LISTRIK SEBAGAI PENERANGAN PADA KAPAL


TANKER

Permasalahan yang ada sekarang adalah belum dimanfaatkannya


energy listrik dari makhluk hidup seperti pada belut listrik sebagai renewable
energy pada dunia lokal maupun global, sehingga penelitian Bateolpant
(BatteryTechnology Of Electric Eel Power Plant) merupakan sebuah penelitian
yang baru. Oleh karena itu, sebelum sistem pembangkit listrik Bateolpant
(BatteryTechnology Of Electric Eel Power Plant) dapat diwujudkan, maka harus
melalui beberapa tahapan penelitian. Antara lain:

a. Tahap 1

Pada tahap pertama ini, penelitian yang dilakukan adalah menghitung


kemampuan belut listrik sebagai renewable energy untuk daya penerangan
di bangunan atas (superstructure) kapal tanker KM.Avila. Pada tahap ini,dilakukan
pengujian pada belut listrikyang meliputi tes tegangan, tes arus dan tes daya.
Kemudian mencari dan menghitung peralatan Bateolpant (Battery Technology Of
Electric Eel Power Plant), yang meliputi sistem (1) jenis Accu,(2) Inverter, dan (3)
Transformator yang cocok dengan tegangan yang dihasilkan belut listrik dan sesuai
dengan kebutuhan listrik pada penerangan kapal. Outputdari tahapan ini adalah
didapatkan perangkat penyusun Bateolpant (BatteryTechnology Of Electric Eel
Power Plant) dan nilai kekuatan daya listrik belut listrik yang memenuhi standar
untuk menahan beban penerangan pad a kapaltanker KM Avila.

Mangsa belut listrik

LAMPU

ACCU

Inverter

Transformator
Gambar 3. Visual konsep Bateolpant (Battery Technology Of Electric Eel Power
Pant)

b. Tahap 2

Pada tahap kedua adalah penelitian mengenai tempat yang cocok digunakan
sebagai letak pipa paralon Bateolpant (Battery Technology Of Electric Eel Power
Plant). Pada tahapan ini, dianalisa mengenai aspek kelayakan tempat dengan
mempertimbangkan kestabilan kapal pada saat mengangkut muatan dan saat bongkar
muat. Hal lain yang harus diperhatikan adalah instalasi pipa paralon Bateolpant
(Battery Technology Of Electric Eel Power Plant) dirancang agar tidak mengganggu
pipa-pipa minyak di atas deck kapal tanker. Output dari tahapan ini adalah
ditemukannya lokasi instalasi Bateolpant (Battery Technology Of Electric Eel
Power Plant) yang sesuai dan aman.

Gambar 4. Perbandingan ukuran pipa penampung dengan belut listrik dengan


kapal tanker
Sumber: kapaltanker.com

c. Tahap 3

Pada tahap keiga, dilakukan analisa kelayakan Bateolpant


(BatteryTechnology Of Electric Eel Power Plant) di atas deck kapal tanker KM
Avila. Penelitian ini meliputi pengaruh faktor luar, seperti (1) pengaruh tiupan
angin,(2) pengaruh getaran, dan (3) fakto r keamanan system.

3.4 ENERGI BELUR LISTRIK SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK PADA


RUMAH
Sumber energy listrik yang terdapat pada belut listrik dapat menghasilkan
daya sebesar 600 watt. Daya ini lebih besar daripada daya yang ada pada sumber
listrik dari PLN untuk rumah sebesar 450 watt. Maka, belut listrik juga dapat
dimanfaatkan di rumah sebagai energy alternatif. Dengan system panel, energy
listrik padat dimanfaatka dengan efektif dan efisien. Dan dihubungkan dengan
elektroda menuju rectifier yang mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC
sehingga tegangan dapat tersimpan pada Akumulator. Untuk listrik bisa digunakan
pada rumah, maka tegangan DC pada Akumulator di ubah ke tegangan AC dengan
menggunakan inverter. Inverter ini selain dapat mengubah tegangan A C menjadi DC
juga dapat menaikkan da menurunkan tegangan dan alat siap digunakan untuk
rumah-rumah.

4. KESIMPULAN

Potensi yang dihasilkan belut listrik dapat dimanfaatkan dengan baik.


Pemanfaatan belut listrik bias digunakan di rumah sebagai energy al ternatif pada
saat listrik PLN ada permasalahan/gangguan. Belut listrik sangat efektif digunakan
daripada energinya terbuang begitu saja.
Dalam konsep desain untuk sistem Bateolpant (Battery Technology
Of Electric Eel Power Plant) terdiri atas tiga perala tan utama, yaitu
bagian penghantar listrik dengan memanfaatkan Elektroda dari aluminium, penurun
tegangan yang dapat memperbesar arus listrik dengan menggunakan
Transformator step-down, pengubah arus AC menjadi arus DC denganmenggunakan
Inverter, dan penyimpan energi listrik dengan menggunakan accu. Diharapkan
dengan dirancangnya Bateolpant (Battery Technology Of Electric Eel Power Plant)
ini, manusia mulai menyadari bahwasannya pada dasarnya energi dari makhluk
hidup penghasil listrik seperti pada belut li strik dapat dijadikan sebagai sumber
energi alternatif baru, sehingga pelestarian bahan bakar fosil yang merupakan
potensi Indonesia ini senantiasa dapat terpelihara.