Anda di halaman 1dari 3

Apa itu tifus (demam tifoid)?

Oleh Lika Aprilia SamiadiInformasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter
Umum.

 14Klik untuk


Klik
Klik untuk
membagikanTumblr(Membuka
untuk berbagi
berbagi pada
di Facebook(Membuka
Twitter(Membuka
viaLinkedln(Membuka
di Google+(Membuka
Line
di
di
di
new(Membukadidi
di jendela
jendela
jendela
jendela
jendela
jendela
yang
yang
yang
yang
yang
yang baru) 14
baru)
baru)
baru)
baru)
baru)

Definisi
Apa itu tifus (demam tifoid)?
Tifus alias demam tifoid adalah penyakit akut yang disertai dengan demam, yang
disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi. Bakteri tersebut
ditemukan di air atau makanan yang terkontaminasi dan disebarkan oleh orang lain di area
yang sama.

Seberapa umumkah tifus (demam tifoid)?


Demam tifoid umum terjadi di negara-negara berkembang, terutama pada anak-anak.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, namun dapat terjadi pada pasien dengan
usia berapapun. Tifus dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan
dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala


Apa saja tanda-tanda dan gejala tifus (demam tifoid)?
Tanda-tanda dan gejala dari tifus yang muncul 1 hingga 3 minggu setelah paparan adalah:

 Demam yang rendah namun meningkat setiap harinya, dalam mencapai hingga 40,5 derajat
Celcius
 Sakit kepala
 Kelemahan dan kelelahan
 Nyeri otot
 Berkeringat
 Batuk kering
 Kehilangan nafsu makan dan berat badan
 Sakit perut
 Diare atau konstipasi
 Ruam
 Perut yang sangat bengkak.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki
kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?


Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

 Menduga Anda terkena tifus


 Sakit saat mengunjungi negara lain
 Munculnya tanda-tanda dan gejala setelah Anda kembali.

Penyebab
Apa penyebab tifus (demam tifoid)?
Infeksi Salmonella typhi dari mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi adalah
penyebab utama dari demam typhoid.

Faktor-faktor risiko
Apa yang meningkatkan risiko saya untuk tifus (demam
tifoid)?
Ada banyak faktor risiko untuk demam tifoid, yaitu:

 Tinggal di negara berkembang, seperti India, Asia Tenggara, Afrika, Amerika Selatan dan
area lainnya
 Anak-anak
 Bekerja atau mengunjungi area dengan wabah demam tifoid
 Mikrobiologis klinis yang menangani bakteri Salmonella typhi
 Memiliki kontak dekat dengan orang yang terinfeksi atau baru saja terinfeksi tifus

Obat & Pengobatan


Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan
pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis tifus (demam tifoid)?


Tifus dapat didiagnosis berdasarkan gejala serta sejarah medis dan perjalanan Anda.

Untuk mengonfirmasi kondisi Anda, diperlukan identifikasi S. typhi pada kultur darah atau
cairan tubuh atau jaringan lainnya.

Tes antibodi untuk memeriksa DNA typhoid pada darah Anda.

Bagaimana mengobati tifus (demam tifoid)?


Satu-satunya cara efektif untuk mengatasi tifus adalah dengan terapi antibiotik, seperti:

 Ciprofoxacin (Cipro) jika Anda tidak sedang hamil


 Ceftriaxone (Rocephin) untuk anak-anak

Ada beberapa perawatan lain untuk demam typhoid, yaitu:

 Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan diare yang
berkelanjutan.
 Operasi untuk memperbaiki apabila usus berlubang.
Pengobatan di rumah
Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan
yang dapat dilakukan untuk mengatasi tifus (demam tifoid)?
Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda
mengatasi tifus:

 Mencuci tangan
 Hindari minum air yang tidak diproses
 Hindari minum dengan es batu yang tidak jelas asalnya
 Hindari buah dan sayuran mentah
 Pilihlah makanan yang panas.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016