Anda di halaman 1dari 1

PENANGANAN PER, PEB DAN

EKLAMSIA
No. : SOP/UKP/
SOP Dokumen
No. Revisi : 0
Tanggal : 28 Desember
Terbit 2017
Halaman : 1/3
UPTD
dr. RINI ARIYANTI
Puskesmas
NIP.196712312002122015
Pulokulon I
1. Pengertian Penanganan PER (Pre Eklamsia Ringan), PEB (Pre Eklamsia
Berat) dan Eklamsia (Kejang) adalah asuhan yang diberikan pada
Ibu baik dalam kehamilan atau persalinan dengan tensi ≥ 140/90
mmHg di usia kehamilan > 20 minggu dan tes urin menunjukkan
proteinuria +1 atau lebih dan atau disertai Kejang (Eklamsia)
2. Tujuan Sebagai pedoman bidan untuk melakukan penanganan PER (Pre
Eklamsi Ringan) PEB (Pre Eklamsia Berat) dan Eklamsia (Kejang)
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No / 2017
tentang
4. Referensi Buku Saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Essensial di Fasilitas
Kesehatan Dasar dan Rujukan. 2013
5. Prosedur / 1. Persiapan alat dan Bahan
Tensi meter, stetoskop, tes celup proteinuria, MgSo4 40%,
Langkah –
Kateter, Infus Set, Aquabides 3 , spuit 10 cc dan 5 cc, Kalsium
langkah
Glukonas, Reflek Patela, Tongue Spatel, RL 500 cc, Diazepam
2. Petugas yang melaksanakan
Bidan, Dokter, Perawat
3.Langkah-langkah
a. Setiap Pasien dengan Pre Eklamsi Berat dan Eklamsi harus
segera dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Lanjutan dengan
Stabilisasi
b. Pre Eklamsi Kehamilan kurang dari 37 minggu
Lakukan penilaian 2 kali seminggu secara rawat jalan
1) Pantau tekanan darah, priotein urine, refleks dan
kondisi janin
2) Konseling pasien dengan tanda-tanda bahaya dan
gejala preeklampsi dan eklampsi
3) Lebih banyak istirahat
4) Diet biasa
5) Jika tekanan darah naik maka pasien perlu dirawat
6) Jika terdapat tanda2 pertumbuhan janin terhambat,
pertimbangkan terminasi kehamilan, jika tidak rawat
sampai aterm
7) Jika protein urine meningkat tangani sebagai
preeklampsi berat.
c. Penanganan Pre Eklamsia dan Eklamsia
1) Kolaborasi dengan dokter
2) Pasang Infus RL500 cc
3) Pasang Kateter tetap, nilai pengeluaran urine
4) Beri Anti Konvulsan MgSO4 atau Diazepam sesuai advis
dokter 1/3
5) Oksigen 4-5 l/mnt
6) Jika terjadi Kejang lindungi pasien dari kemungkinan
trauma
7) Baringkan pasien pada sisi kiri untuk menghindari resiko