Anda di halaman 1dari 7

MODEL FRAGMENTED

A. Pengertian Model Fragmented

Kurikulum model fragmented disebut juga kurikulum mata pelajaran terpisah


(Separated Subject Curriculum). Separate-subject curriculum merupakan kurikulum
yang bahan pelajarannya disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-pisah,
yang satu lepas dari yang lain. Organisasi subject curriculum dianggap berasal dari zaman
Yunani kuno. Orang Yunani telah mengajarkan berbagai bidang studi seperti
kesusasteraan, matematika, filsafat, dan ilmu pengetahuan ditambah dengan musik dan
atletik. Orang romawi menerimanya dari orang yunani sambil mengadakan perubahan.
Mereka mengadakan dua kategori utama yakni trivium (gramatika, retorika, dan logika)
dan quadrivium (arithmetika, geometri, astronomi, dan musik), yang kemudian dikenal
sebagai “the seven liberal arts” yang memberikan pendidikan umum (Nasution, 2003, hlm.
178).
Model Fragmented merupakan pengaturan kurikulum tradisional yang menentukan
disiplin ilmu yang terpisah dan berbeda. Artinya model ini memisahkan antara mata
pelajaran yang satu dengan yang lain baik waktu, pelaksaan pembelajaran meskipun
pelajaran tersebut masih dalam inter disiplin ilmu. Biasanya, dalam bidang akademik
utama seperti matematika, sains, seni bahasa dan ilmu sosial. Pengelompokan lain
menggunakan kategori disiplin ilmu Humaniora, Ilmu Pengetahuan, Seni tari, dan seni
rupa. Dalam standar kurikulum, area subyek ini diajarkan dalam isolasi, dengan tidak
berusaha untuk menghubungkan atau mengintegrasikan mereka.
Menurut Bambang Soenarko (2011, hlm. 6) Model Fragmented adalah “model
pembelajaran konvensional (umumnya) yang terpisah secara mata pelajaran”. Hal ini
dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan keterkaitan antara satu
pelajaran dengan pelajaran lainnya. Setiap mata pelajaran diajarkan oleh guru yang
berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda. Setiap mata pelajaran memiliki ranahnya
tersendiri dan tidak ada usaha untuk mempersatukannya. Setiap mata pelajaran
berlangsung terpisah dengan pengorganisasian dan cara mengajar yang berbeda dari
setiap guru.
Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model fragmented ini
menunjukkan pengintegrasian secara implisit di dalam satu displin ilmu tertentu (intra
disiplin). Di dalam masing-masing disiplin ilmu itu memiliki bagian-bagian atau bidang-
bidang ilmu yang merupakan satu kesatuan dalam bidang ilmu tersebut. Misalnya dalam
mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terdiri atas ilmu Kimia, Fisika, dan
Biologi.

B. Kelebihan Model Fragmented


1. Sederhana, mudah direncanakan dan dilaksanakan.
2. Guru dapat menyiapkan bahan ajar sesuai dengan bidang keahliannya dan dengan
mudah menentukan ruang lingkup bahasan yang diprioritaskan dalam setiap
pembelajaran.
3. Kurikulum model ini memisahkan setiap mata pelajaran yang lain sehingga siswa
tidak mampu mengintegrasikan sebagian konsep, sikap, keahlian yang ada antar
disiplin ilmu
4. Materi pelajaran merupakan bentuk yang murni dari setiap ilmu.
5. Menciptakan guru yang ahli dalam bidangnya serta dapat mengembangkan ilmunya
secara luas.
6. Menggali pengetahuan lebih dalam dari setiap mata pelajaran.
7. Siswa akan terfokus dan terbimbing dalam belajar.
8. Mudah dinilai dengan ujian atau tes.

C. Kelemahan Model Fragmented


1. Siswa tidak mampu membuat hubungan yang berkesinambungan antara macam
bidang ilmu yang berbeda sehingga mereka tidak mampu membuat hubungan secara
konsep terhadap dua mata pelajaran yang berbeda.
2. Untuk pelajar yang kurang pengawasan dalam menghubungkan kedua konsep antar
atau lintas disiplin ilmu adalah melihat beberapa penelitian terbaru pada proses
pembelajaran sebagai pengalihan panggilan untuk penghubung yang jelas. Dalam
disiplin ilmu berbasis model ini, siswa dapat dengan mudah terjebak dalam tugas
atau pekerjaan yang berat. Meskipun setiap guru memberikan jumlah yang wajar,
efek kumulatif dapat datang luar biasa bagi para siswa.
3. Model ini akan menyebabkan semacam proses tumpang tindih dalam hal konsep
(overlap concept).
4. Tidak adanya pengintegrasian antar disiplin ilmu akan menyebabkan pelimpahan dan
penimbunan materi pada siswa.
5. Keterampilan dan sikap pelajar tidak diperhatikan dan proses pembelajaran pada
situasi yang nyaman (roman) kemungkinan sedikit terjadi.
6. Kurang konkret karena berpusat pada mata pelajaran.
7. Tidak efisien waktu karena mata pelajaran disajikan secara terpenggal-penggal.

D. Manfaat Model Fragmented


Model fragmented ini akan berguna apabila diterapkan pada sekolah dasar yang
siswanya memiliki berbagai macam karakter yang berbeda dengan berbagai macam
bidang ilmu yang ada yang nantinya siswa akan didorong untuk memilih jurusan yang
paling mereka sukai. Dan model ini sangat bermanfaat pada tingkat menengah atas dan
universitas di mana masing-masing siswa akan kita dorong untuk menentukan dan
mengkhususkan bidang keahlian yeng meraka miliki melalui serangkaian aktivitas seperti
monitoring, pelatihan, serta kerja sama belajar. Selain itu model ini juga sangat
bermanfaat untuk guru yang ingin lebih spesifik dalam keahliannya di bidang ilmu
tertentu dan menggembangkan kurikulum yang ada dalam proses pembelajaran di kelas.
Manfaat model fragmented ini diantaranya:
1. Menjaga agar suatu mata pelajaran terjaga keaslian dan kemurniannya, tidak
tercampuri oleh mata pelajaran yang lainnya.
2. Menyiapkan seorang guru yang betul-betul ahli dalam di bidang mata pelajaran
yang ia ajarkan dan mampu mengajarkan, menggali, dan memahami materi secara
luas dan mendalam.
3. Memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta didik. Artinya guru akan
ditempatkan sebagai seorang sumber belajar, sebagai siswa sebagai pencari ilmu
yang berbeda.
4. Dengan bantuan guru siswa akan banyak mendapatkan manfaat dari model
Fragmented ini.
E. Implementasi Model Fragmented
Bentuk aplikasi model fragmented diambilkan dari kurikulum KTSP yang di terapkan
di sekolah dasar, berikut digambarkan dari tabel struktur kurikulum yang dijadikan
pedoman pelaksanaannya.
Tabel 1. Kegiatan Tatap Muka
Komponen Kelas dan Alokasi Waktu
I II III IV, V, VI
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 3 3 3 3
2. Pendidikan Kewarganegaraan 3
3. Bahasa Indonesia 22 22 22 5
4. Matematika Pendekatan 5
5. Ilmu Pengetahuan Alam Tematik 4
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 3
7. Seni Budaya dan Keterampilan 4
8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 3 4
B. Muatan Lokal
1. Bahasa Jawa 2 2 2 2
2. Bahasa Inggris 1 2 2 2
3. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) - - - 1
Jumlah Jam 30 31 32 36
Pengembangan Diri **)
1. Seni Lukis
2. Tahfidz
3. Qiroati/BTA
Aplikasi model fragmented terlihat pada pelaksanaan kurikulum di kelas IV sampai
kelas VI, sedangkan pada kelas I sampai dengan kelas III hanya berlaku sebagian karena
pada mata pelajaran pokoknya disampaikan secara tematik yang masuk aplikasi model
webbed. Hal tersebut ditunjang dengan waktu pelaksanaan pembelajaran di kelas yang
masing-masing berdiri sendiri berdasarkan mata pelajaran yang disampaikan dan tidak
terkait satu sama lain, hal tersebut ditunjukkan dengan contoh jadwal mata pelajaran yang
diberlakukan di suatu kelas.
Tabel 2. Jadwal Mata Pelajaran kelas IV
NO. JAM SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
DO’A DO’A
1. 06.55-07.25 UPACARA DO’A PAGI SENAM
PAGI PAGI
2. 07.25-08.00 PENJAS B.INDO MTK SBK IPA
3. 08.00-08.35 PENJAS B.INDO MTK SBK IPA
4. 08.35-09.10 PAI B.INDO MTK PKN PENJAS
5. 09.10-09.35 ISTIRAHAT
6. 09.35-10.10 PAI TIK PAI B.INDO PENJAS
7. 10.10-10.45 MTK IPA B.JAWA B.INDO BTA
8. 10.45-11.20 MTK IPA B.JAWA IPS BTA
9. 11.20-11.55 B.INGG SBK PKN IPS -
10. 11.55-12.30 B.INGG SBK PKN IPS -
Ditinjau dari kontent materi yang disampaikan maka berikut merupakan contoh materi
Bahasa Indonesia yang disampaikan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Materi
Bahasa Indonesia adalah Teks Pengumuman. Materi berdiri sendiri, SK, KD, tujuan
pembelajaran hanya berpatokan pada satu mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP )
Sekolah : SDN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : IV / 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

1. STANDAR KOMPETENSI
Mendengarkan pengumuman
2. KOMPETENSI DASAR
Menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan
3. TUJUAN PEMBELAJARAN
a. Siswa dapat menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan dengan lafal dan
intonasi yang tepat.Siswa mende-ngarkan pengumuman yang diba cakan
b. Siswa mencatat pokok-pokok pengumuman
c. Siswa menuliskan isi pengumuman ke dalam beberapa kalimat
d. Siswa mendengarkan pengumuman dengan topik berbeda
4. MATERI AJAR
Teks pengumuman
5. METODE PEMBELAJARAN
Ceramah, latihan, dan penugasan.
6. KEGIATAN PEMBELAJARAN
a. Pendahuluan
(Apersepsi dan Motivasi)
1) Guru menjelaskan kepada siswa tentang cara mendengarkan pengumuman yang baik
dan tepat.
b. Inti
(Eksplorasi)
2) Siswa menyimak penjelaskan guru tentang cara mendengarkan pengumuman yang
yang baik dari media elektronik/radio atau orang.
3) Guru meminta salah seorang siswa membacakan pengumuman yang terdapat pada
lampiran Buku Bina Bahasa Indonesia 4b dengan lafal dan intonasi yang tepat.
4) Setiap siswa mendengarkan dengan cermat pengumuman yang dibacakan salah
seorang
(Elaborasi)
5) Semua siswa mencatat pokok-pokok pengumuman dengan menjawab daftar
pertanyaan dan mendiskusikan kepada teman sebangkunya.
6) Selanjutnya, siswa diminta menuliskan isi pengumuman ke dalam beberapa
kalimat.
7) Siswa menyampaikan isi pengumuman dengan kata-kata sendiri di depan kelas.
8) Siswa lain diberi kesempatan memberikan komentar.
(Konfirmasi)
9) Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
10) Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman,
memberikan penguatan dan penyimpulan
c. Penutup
11) Siswa diberi tugas mencari pengumuman di koran, majalah atau di sekolah.
Kemudian mencatat pokok-pokok pengumuman tersebut dan menuliskan ke
dalam beberapa kalimat saja untuk disampaikan di depan kelas.
7. ALAT DAN SUMBER BELAJAR:
a. Standar isi
b. Buku Bina Bahasa Indonesia 4b
c. Surat kabar dan majalah
DAFTAR PUSTAKA

Fogarty, Rovin. 2009. How to Integrated the Curricula. Corwin. California.


“Aplikasi Model Fragmented” https://arum2tpuns.wordpress.com/2015/06/26/pembelajaran-
terpadu-aplikasi-model-fragmented/ (diakses pada 19 Desember pukul 09.27)