Anda di halaman 1dari 19

BAB III

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

A. Blok Diagram Sistem

Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem

Sistem kendali saklar nirkabel ini terdiri dari pemancar infra

merah sebagai pengirim data, penerima infra merah sebagai penerima

data, mikrokontroler ATMega8535 sebagai sistem yang mengendalikan

semua proses, dan driver relay sebagai actuator saklar hasil keluaran dari

22
mikrokontroler. Secara keseluruhan sistem ini terdiri dari masukan,

proses dan keluaran.

Gambar 3.2 Sistem Kontrol Infra Merah

B. Gambaran Sistem secara Umum

Cara kerja alat ini dumulai dengan menekan keypad pada remote

control yang memancarkan infra merah untuk mengirim data ke

rangkaian penerima infra merah yang terhubung dengan rangkaian

minimum system. Data yang dikirimkan berupa kode-kode biner yang

akan diterima oleh dioda infra merah pada rangkaian penerima infra

merah. Penerimaan kode-kode biner tersebut dilakukan dengan perioda

yang berbada-beda sesuai dengan tombol yang ada pada remote control

23
SONY. Sinyal yang diterima pada rangkaian penerima akan di olah dan di

saring supaya sinyal yang diterima bersih dari noise.

Setelah melalui proses penyaringan pada rangkaian penerima infra

merah, sinyal akan diteruskan menuju rangkaian minimum system. Sinyal

pulsa yang diterima dari rangkaian penerima infra merah akan masuk ke

PORTB.0 pada mikrokontroler dalam bentuk sinyal pulsa 12 bit serial.

Pada rangkaian minimum system sinyal akan diproses dan dibentuk

sehingga menghasilkan keluaran 1 bit sinyal parallel atau sinyal ON dan

OFF. Pegolahan sinyal dilakukan dengan menggunakan program code

vision AVR.

Sinyal output yang dihasilkan dari rangkaian minimum system

akan dilanjutkan ke rangkaian relay. Pada rangkaian relay sinyal biner

ON dan OFF berfungsi sebagai saklar untuk menjalakan fungsi ON dan

OFF pada relay sehingga relay dapat menjalankan fungsi saklar pada

beban AC.

24
Output 12V Vcc/Output 5V
Input 12 V
1
1
2

2 LS1

5
Vcc/Output 5V 3
D9 L7805/TO3 4
1 2 1 2 1
1 VIN VOUT 1 2
2 R25 2

GND
Beban AC
Input 12V TIPL757 LS2
3
2
1
D10 C2

3
C1 Vcc/Output 5V 5
3
4
1 1
R26 2 R10
2

TIPL757
Beban AC
LS3

5
3
VCC 4
1
R11
2
3
2 TIPL757 Beban AC
1
IC1
VCC Receiv er IR 1 40 LS4
2 PB0(XCK/T0) PA0(ADC0) 39
3 PB1(T1) PA1(ADC1) 38 5
PB2(INT2/AIN0) PA2(ADC2) R12
R28 4 37 3
5 PB3(OC0/AIN1) PA3(ADC3) 36 4
6 PB4(SS) PA4(ADC4) 35 TIPL757 1
S1 7 PB5(MOSI) PA5(ADC5) 34 2
C3 8 PB6[MISO) PA6(ADC6) 33 VCC
PB7[SCK) PA7(ADC7)
9
RESET AREF
32 Beban AC
10 31
C4 11 VCC AGND 30
12 GND AVCC 29
13 XTAL2 PC7(TOSC2) 28
14 XTAL1 PC6(TOSC1) 27 2
C5 CRY STAL 15 PD0(RXD) PC5 26 1
16 PD1(TXD) PC4 25
17 PD2(INT0) PC3 24 Input AC/ 220 V
18 PD3(INT1) PC2 23
19 PD4(OC1B) PC1(SDA) 22
20 PD5(OC1A) PC0(SCL) 21
PD6(ICP) PD7(OC2)
ATMEGA8535-DIL40

Gambar 3.3 Rangkaian Sistem Keseluruhan

25
C. Perancangan Hardware

1. Remote Control

Pada alat ini remote control berfungsi mengirimkan data yang

akan diolah pada mikrokontroler untuk melanjutkan instruksi

selanjutnya. Remote control terdiri dari keypad matrik, catu daya, dan

rangkaian pemancar infra merah, data yang dikirimkan oleh remote ini

berupa sinyal digital 12 bit yang berbeda digunakan sebagai kunci

untuk menentukan intruksi yang akan digunakan selanjutnya pada

rangkaian penerima infra merah. Remote control infra merah

mengirimkan data dengan menggunakan media gelombang infra

merah sebagai media perambatannya memanfaatkan LED infra merah

untuk memancarkan sinyal dari remote control dan diterima dengan

menggunakan modul infra merah, hal ini disebut dengan encoding

system.

Gambar 3.4 Kondisi Remote Control

26
2. power supply

OUTPUT 12 V

1
2
1
2

OUTPUT 5 V

1 2
1 1
2 TIP42C 2
1N4002 IC 7805
INPUT 12 V R1 OUTPUT 5 V
1 2
VIN VOUT
C1

GND
LED C2 1
2

3
R2
OUTPUT 5 V

Gambar 3.5 Power Supply

Rangkaian power supply berfungsi sebagai rangkaian pemberi

tegangan Vcc menuju semua rangkaian yang ada pada system produk

yang dibuat. Prinsip kerja dari rangkaian ini yaitu tegangan 12 Volt

yang diberikan adaptor akan masuk menuju 2 arah yaitu menuju dioda

1N4002 dan menuju header 1. Tegangan yang menuju dioda akan

diteruskan apabila arus yang mengalir menuju dioda merupakan arus

positif dan akan di blok apabila arus yang mengalir merupakan arus

negative, sehingga dioda pada rangkaian ini berfungsi sebagai

protector yang melingdungi rangkaian yang ada pada power supply.

27
Selanjutnya arus akan mengalir melalui percabangan kapasitor

dan resistor dimana kapasitor berfungsi sebagai penyimpan muatan

apabila terjadi pemutusan tegangan dalam waktu singkat tidak akan

merusak rangkaian, sedangkan resistor 2 watt sebagai pembuang

disipasi panas yang dihasilkan transistor TIP42C.

IC 7805 merupakan salah satu IC regulator yang berfungsi

untuk menurunkan tegangan 12 volt DC menjadi tegangan 5 volt DC.

Tetapi arus yang dihasilkan oleh oleh IC ini hanya sebesar 1 A,

sehingga diperlukan penguatan arus. Untuk memperkuat arus yang

mengalir pada rangkaian power supply dipasang transistor TIP42C

yang difungsikan sebagai penguat arus.

Setelah arus melalui transistor dan regulator arus output akan

melalui rangkaian kapasitor kedua yang difungsikan sebagai

penyimpan tegangan. Pada bagian ini juga dipasang LED sebagai

indicator rangkaian berfungsi atau tidak. Langkah selanjutnya

tegangan output akan disalurkan ke rangkaian berikutnya sebagai

sumber tegangan Vcc.

3. Penerima Infra Merah

Sensor penerima infra merah yang digunakan adalah modul

penerima infra merah IRM8510. Rangkaian IRM8510 ditunjukkan

Gambar 3.6.

28
Gambar 3.6 Rangkaian IRM8510

Dari rangkaian penerima IRM8510 dapat dijelaskan bahwa

gelombang infra merah diterima oleh photodioda, kemudian sinyal

yang masuk ke rangkaian amplifier dikuatkan untuk diproses kembali,

setelah dikuatkan, sinyal tersebut akan dibatasi kecepatan transfer

datanya oleh rangkaian limitter dan data yang masuk ke rangkaian

BPF (Band Pass Frequency) akan diatur frekuensi keluarannya,

apabila frekuensi telah sesuai, data analog dari sinyal tersebut diubah

menjadi data digital oleh rangkaian demodulator dan data digital

tersebut diatur kembali oleh rangkaian wave form arrangement

sebelum dikeluarkan.

Sensor ini berfungsi menerima sinyal infra merah yang

dipancarkan oleh remote control. Pada dasarnya, data yang dikirimkan

oleh remote control disertai frekuensi pembawa. Hal ini dimaksudkan

29
agar data dapat ditransmisikan untuk mencapai jarak yang lebih jauh.

Sinyal high yang dikirimkan oleh remote control ditumpangkan pada

pembawa = 40 kHz sehingga di dalam pulsa high tersebut terdapat

pulsa-pulsa kecil dengan frekuensi yang lebih tinggi. Komponen ini

akan menghilangkan sinyal pembawa (frekuensi carrier) sehingga

hanya tersisa pulsa data saja yang sudah sesuai dengan level TTL 5V

dan bisa langsung diolah oleh mikrokontroller. Sinyal yang dihasilkan

oleh modul penerima infra merah ditunjukkan pada Gambar 3.7.

Gambar 3.7 Sinyal Keluaran IRM8510

Bila ada sinyal pembawa (carrier) dari pemancar maka

keluaran dari modul penerima infra merah akan rendah (‘0’ = 0V) dan

bila tidak ada sinyal pembawa, maka keluaran akan tinggi (‘1’ = 5V).

30
4. Minimum System

VCC

R27
RESISTOR

J1
J3
D11 IC1
1 1 40 8
LED JP5 PB0(XCK/T0) PA0(ADC0)
VCC 2 39 7
b6 3 PB1(T1) PA1(ADC1) 38 6
10 9 PB2(INT2/AIN0) PA2(ADC2) VCC
8 7 4 37 5 JP6
reset HEADER 1 5 PB3(OC0/AIN1) PA3(ADC3) 36 4
b8 6 5 PB4(SS) PA4(ADC4) 1
b6 6 35 3
b7 4 3 PB5(MOSI) PA5(ADC5) 2
b7 7 34 2
2 1 PB6[MISO) PA6(ADC6)
b8 8 33 1 VCC HEADER 2
reset 9 PB7[SCK) PA7(ADC7) 32
HEADER 5X2 RESET AREF J2
10 31
VCC VCC AGND
11 30
J4 GND AVCC HEADER 8
VCC R28 x2 12 29 8
reset x1 13 XTAL2 PC7(TOSC2) 28 7
1 14 XTAL1 PC6(TOSC1) 27 6
C3 S1 2 15 PD0(RXD) PC5 26 5
RESISTOR CAP NP 3 16 PD1(TXD) PC4 25 4
SWITCH 4 17 PD2(INT0) PC3 24 3
5 18 PD3(INT1) PC2 23 2
6 19 PD4(OC1B) PC1(SDA) 22 1
7 20 PD5(OC1A) PC0(SCL) 21
8 PD6(ICP) PD7(OC2)
C4 ATMEGA8535-DIL40
x2 HEADER 8

HEADER 8
CAP NP
Q9
C5 CRY STAL
x1

CAP NP

Gambar 3.8 Minimum System

Rangkaian minimum system yang digunakan pada produk ini

berupa mikrokontroler AVR jenis ATMega8535. Mikrokontroler ini

difungsikan sebagai antar muka (interface) atara sinyal yang diberikan

dari rangkaian penerima infra merah menjadi kode biner Hi atau Low.

Pada rangkaian minimum system ini terdapat 4 PORT parallel

yang bisa digunakan sebagai IO pada system produk yang akan di

buat. Pada produk yang akan dibuat hanya digunakan 2 PORT yaitu

PINB.0 sebagai input bit serial dan PORTC0-7 sebagai output parallel.

Pada rangkaian ini, sinyal input berupa sinyal digital 12 bit

akan masuk sesuai dengan frekuensi yang ditransmisikan dari

31
pemancar. Sinyal tersebut akan masuk menuju rangkaian minimum

system dalam betuk 12 bit serial. Sinyal tersebut akan diolah menjadi

8 bit sinyal parallel berupa kode 1 dan 0 yang menunjukan saklar

output dalam keadaan ON atau OFF.

5. Driver Relay

12 V
Tegangan AC
R1
1
TIP122
Lampu AC
OUTPUT MIKRO

5
3
4
1
2

GND

Gambar 3.9 Rangkaian Driver Relay

Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah dengan mengubah

tegangan output dari mikrokontroler berupa kode biner Hi dan Low

dimana kode Hi menunjukan bahwa tegangan input bernilai 3-5 Volt

sebaliknya apabila Low menunjukan tegangan input bernilai 0-2 Volt.

Ketika input yang masuk berlogika 1 maka tegangan input

driver relay bernilai 3-5 volt. Tegangan tersebut akan masuk menuju

resistor yang berfungsi untuk menghambat aliran arus. Kemudian arus

akan mengalir ke transistor dalam bentuk arus basis. Ketika arus basis

masuk maka transistor melebihi arus beban transistor, maka transistor

32
akan mengalami penjenuhan atau saturasi sehingga arus dari kolektor

dapat mengalir menuju emitor (Transistor berfungsi sebagai saklar).

Arus tersebut akan mengalir menuju kumparan yang ada pada relay

sehingga relay tersebut memiliki medan magnet yang mampu menarik

saklar pada relay dari keadaan OFF menjadi ON. Pada rangkaian

tersebut dipasang dioda yang berfungsi untuk menahan tegangan balik

relay ketika keadaan relay berubah dari ON ke OFF.

Saklar pada relay tersebut akan digunakan sebagai saklar untuk

tegangan AC, sehingga saklar tersebut dapat digunakan untuk

peralatan rumah tangga atau kantor sebagai saklar nirkabel.

D. Perancangan Perangkat Lunak

Parancangan perangkat lunak berbasis mikrokontroler dimulai

dengan perancangan perangkat keras, kemudian dilakukan penyusunan

perangkat lunak yang mengendalikan peralatan tersebut. Bahasa

pemrograman yang digunakan pada proyek akhir ini dengan

menggunakan compailer AVR yang terdapat pada CodeVision AVR.

Source code kemudian di-compile dan akan menghasilkan kode-kode

yang dapat dimengerti oleh mikrokontroler (format *.hex).

33
START

Input
Remote

Pencarian Data

Tidak

Data Sesuai?

YA

Saklar ON/OFF

END

Gambar 3.10 Flowchart Sistem

34
1. Program Pencarian Data Remote Control

Pada saat penekanan tombol, remote sony akan

mengirimkan data dengan frekuensi tertentu yang dapat

digunakan untuk menginisialisasi setiap tombol pada

rangkaian remote sony. Alat yang digunakan pada pencarian

data remote adalah :

a. ATMega8535, sebagai pengendali semua proses

b. Remote control, sebagai pemancar

c. IRM-8510, sebagai penerima

Output dari rangkaian penerima infra merah

dihubungkan ke PORTB.0 pada mikrokontroler. Data yang

diterima pada mikrokontroler akan dengan menggunakan

program pencarian data sebagai berikut :

while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);
count++;
};
start=count;
count=0;
if(start>=24 && start<=27) //mode pencarian data
{
while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);
count1++;
};

35
data1=count1;
count1=0;
while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);
count2++;
};
data2=count2;
count2=0;
while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);
count3++;
};
data3=count3;
count3=0;
while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);
count4++;
};
data4=count4;
count4=0;
while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);
count5++;
};
data5=count5;
count5=0;
while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);
count6++;
};
data6=count6;
count6=0;
while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);

36
count7++;
};
data7=count7;
count7=0;
while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);
count8++;
};
data8=count8;
count8=0;
while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);
count11++;
};
data11=count11;
count11=0;
while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);
count12++;
};
data12=count12;
count12=0;
while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);
count13++;
};
data13=count13;
count13=0;
while (in==1){};
while (in==0)
{
delay_us(100);
count14++;
};
data14=count14;
count14=0;
data1=((data1/6)-1)*1;
data2=((data2/6)-1)*2;

37
data3=((data3/6)-1)*4;
data4=((data4/6)-1)*8;
data5=((data5/6)-1)*16;
data6=((data6/6)-1)*32;
data7=((data7/6)-1)*64;
data8=((data8/6)-1)*128;
x=data8+data7+data6+data5+data4+data3+data2+data1;
}

Dari program pencarian data tersebut dihasilkan data

dalam bentuk decimal yang menunjukan karakteristik setiap

tombol yang ditekan. Nilai yang diterima remote TV sony

yang telah dirubah dalam bentuk hexadecimal dan biner.

Tabel 3.1 Data Tombol Remote Control

Kode Kode
Tombol Kode Biner
Hexadecimal Desimal

1 080h 000010000000 128

2 081h 000010000001 129

3 082h 000010000010 130

4 083h 000010000011 131

5 084h 000010000100 132

6 085h 000010000101 133

7 086h 000010000110 134

8 087h 000010000111 135

38
2. Program Saklar Infra Merah

Program saklar infra merah merupakan program

eksekusi data yang diperoleh dari receiver infra merah

menjadi saklar yang akan diteruskan menuju driver relay

sehingga saklar dapat digunakan pada rangkaian AC. Program

saklar yang akan digunakan sebagai berikut :

if (x==128) //tombol 1-8 untuk saklar 1-8


{
if (PORTC.0==1)
PORTC.0=0;
else
PORTC.0=1;
}
if (x==129)
{
if (PORTC.1==1)
PORTC.1=0;
else
PORTC.1=1;
}
if (x==130)
{
if (PORTC.2==1)
PORTC.2=0;
else
PORTC.2=1;
}
if (x==131)
{
if (PORTC.3==1)
PORTC.3=0;
else
PORTC.3=1;
}
if (x==132)
{
if (PORTC.4==1)
PORTC.4=0;
else

39
PORTC.4=1;
}
if (x==133)
{
if (PORTC.5==1)
PORTC.5=0;
else
PORTC.5=1;
}
if (x==134)
{
if (PORTC.6==1)
PORTC.6=0;
else
PORTC.6=1;
}
if (x==135)
{
if (PORTC.7==1)
PORTC.7=0;
else
PORTC.7=1;
}
if (x==149)//tombol power
{
if (PORTC==0xFF)
PORTC=0x00;
else
PORTC=0xFF;
}
delay_ms(500);

40