Anda di halaman 1dari 10

RESUME MENGENAI

ORGANISASI PEMASARAN

Disusun Oleh :

Kelas 2E

1. Sumarni / 2017.05.1.259
2. Wahyu Eka Indrawati / 2017.05.1.299
3. Dana Mardya / 2017.05.1.310

UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO

FAKULTAS EKONOMI

TAHUN AJARAN 2017/2018


Pengertian Organisasi

Menurut Stephen P. Robbins (1993), organisasi adalah unit sosial yang terdiri
dari dua orang atau lebih yang dikoordinasikan untuk mencapai sejumlah tujuan.
Menurut James D. Money (1977), organisasi merupakan setiap kerja sama manusia
untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan menurut Dwight Waldo (1953),
organisai adalah struktur antarhubungan pribadi yang berdasarkan atas wewenang
format dan kebiasaan-kebiasaan di dalam suatu sistem administrasi.

Pengertian Organisasi Pemasaran

Untuk mengetahui apa itu organisasi pemasaran, kita perlu meninjau aspek
organisasi pemasaran. Dengan mengetahui aspek organisasi pemasaran kita dapat
memahami apa organisasi pemasaran itu sebenarnya. Organisasi pemasaran
merupakan pola hubungan kerja antara dua orang atau lebih dalam susunan hierarki
dan pertanggungjawaban untuk mencapai tujuan di bidang pemasaran.

Menurut Peter Drucker mendefinisikan organisasi pemasaran sebagai


organisasi yang memahami kebutuhan dan keinginan para pembeli, dan secara
efektif mampu mengkombinasikan serta mengarahkan keterampilan dan sumber
daya ke semua bagian organisasi dalam rangka memberikan kepuasan maksimal
kepada konsumennya.

Ada empat alasan utama perlunya suatu perusahaan menyusun organisasi


pemasaran, yaitu:

1. Untuk membedakan tugas dengan tugas lainnya di bidang pemasaran,


sehingga dapat meningkatkan efisiensi dari individu yang ada menspesialisasi
usaha-usaha atau dirinya. Kegiatan yang dapat dispesialisasikan di dalam bidang
pemasaran adalah kegiatan promosi dan advertensi, kegiatan operasi penjualan, dan
kegiatan penelitian dan pengembangan pemasaran.

2. Untuk memberikan kemungkinan dilakukannya koordinasi atas tugas-


tugas atau usaha-usaha dan tenaga-tenaga yang ada sehingga kegiatan yang
dilaksanakan dapat efektif.
3. Untuk menentukan atau memberikan batasan tanggung jawab dan
wewenang yang dibutuhkan oleh tenaga-tenaga yang ada dalam melaksanakan
tugas-tugasnya. Deskripsi yang lengkap dari suatu jabatan mencakup pernyataan
mengenai tanggung jawab dari seorang manajer yang mempunyai tanggung jawab
untuk itu.

4. Sebagai sarana atau alat untuk menyokong dan mencerminkan pelaksanaan


strategi pemasaran yang menyeluruh. Sebenarnya organisasi pemasaran dapat
berupa pendorong maupun pembatas bagi penentuan strategi pemasaran dari suatu
perusahaan.

Belakangan ini, di dalam dunia usaha terdapat perkembangan keadaan dan


penyempurnaan organisasi pemasaran sebagai akibat diterimanya konsep
pemasaran oleh banyak perusahaan. Seperti kita ketahui, konsep pemasaran
menekankan pada kepentingan konsumen untuk mencapai tujuan yang bersifat
jangka panjang. Usaha perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
konsumen direfleksikan dengan mengadakan penyempurnaan organisasi
pemasaran.

Dari uraian ini kita dapat melihat bahwa dalam setiap perusahaan perlu
adanya organisasi pemasaran sebagai wadah kegiatan dan sarana atau alat untuk
pelaksanaan kegiatan di bidang pemasaran yang tidak terlepas dengan manajemen
pemasaran. Perlunya organisasi pemasaran ini dikaitkan pula dengan adanya fungsi
pemasaran dalam suatu perusahaan sebagai salah satu fungsi yang penting di
samping fungsi lainnya, seperti produksi dan keuangan.

Peranan Organisasi Pemasaran dalam pencapaian Tujuan Pemasaran


Pimpinan di bidang pemasaran sering gagal menilai atau kurang menghargai
sepenuhnya akan pentingnya peranan organisasi yang baik. Hal ini terutama karena
telah sedemikian lamanya penjabat atau pimpinan tersebut berkecimpung dalam
pelaksanaan kegiatan atau operasi pemasaran.

Akibatnya beberapa pimpinan hanya menekankan pada pelaksanaan operasi


kegiatan pencapaian target di bidang pemasaran dengan sarana organisasi yang asal
ada dan umumnya kurang efisien. Walaupun demikian, tidak berarti tidak ada
pimpinan di bidang pemasaran yang telah bekerja secara efektif dan efisien dengan
menggunakan sarana organisasi pemasaran yang baik atau sehat.
Di samping itu, perlu pula disadari bahwa usaha pelaksanaan kegiatan pemasaran
tidak mungkin hanya dilakukan sendiri oleh satu orang.

Oleh karena itu, usaha pelaksanaan kegiatan pemasaran dilakukan oleh


sekelompok orang harus diorganisasi dan dikoordinasi sehingga dapat diharapkan
tercapainya tujuan dan sasaran dalam bidang pemasaran. Sedangkan tujuan
pemasaran dalam suatu perusahaan tidak terlepas dari tujuan perusahaan secara
keseluruhan. Adapun tujuan perusahaan secara umum adalah agar perusahaan dapat
hidup, berkembang, dan bersaing.

Hal ini pula yang menjadi landasan bagi tujuan di bidang pemasaran dari
perusahaan tersebut. Dengan demikian organisasi pemasaran sebenarnya ditujukan
untuk menunjang pencapaian tujuan perusahaan.
Pembentukan organisasi pemasaran dalam suatu perusahaan sebenarnya ditujukan
untuk dapat dilaksanakannya kegiatan pemasaran ditujukan untuk dapat
dilaksanakannya kegiatan pemasaran secara efektif dan efisien, sehingga tujuan
perusahaan dapat dicapai.

Kegiatan pemasatran yang efektif dan efisien membutuhkan cara


pengorganisasian yang baik dan tepat, terutama dengan pengaturan pembagian
tugas, wewenang, dan dan tanggung jawab yang jelas dan tegas antara penjabat-
penjabat dan para pelaksana atau petugas di bidang pemasaran. Di samping itu juga
perlu diatur hubungan kerja penjabat-penjabat atau pimpinan-pimpinan yang ada
dan didasarkan atas system serta prosedur kerjqa yang efisien.

Perlu diketahui bahwa pembentukan organisasi pemasaran sangat penting


dalam rangka konsep pemasaran yang terpadu (integrated marketing), agar
pelaksanaannya dapat dikoordinasikan terarah pencapaian tujuan pemasaran.
Pemasaran yang terpadu berkaitan pada dua hal, yaitu:

1. Marketing mix yaitu usaha-usaha untuk mengintegrasikan peralatan


pemasaran (marketing tools) yang terdiri dari unsure-unsur yang kita kenal sebagai
4P.

2. Organisasi pemasaran dan perusahaan untuk perpaduan usaha-usaha dari


bagian-bagian yang ada di pemasaran dan di perusahaan, walaupun kemungkinan
terdapat konflik. Bila terdapat konflik, maka hal ini hendaknya diperkecil dengan
usaha-usaha koordinasi.

Syarat-syarat Suatu Organisasi Pemasaran yang Baik

Ada beberapa persyaratan yang perlu ada agar diperoleh organisasi


pemasaran yang baik. Persyaratan tersebut antara lain adalah:

1. Jangkauan pengendalian (span of control), yaitu kemampuan seorang


atasan mengendalikan bawahannya. Span of control ini dipengaruhi oleh tingkat
pendidikan atasan dan bawahan, tingkat atau level dari manajemen tersebut, ruang
lingkup dan jenis pekerjaan, rutin tidaknya pekerjaan yang ada serta pengalaman
dari atasan dan bawahan.

2. Koordinasi, yaitu kesatuan pengarahan dan kesatuan perintah sehingga


kegiatan yang dilakukan dapat selaras dan terarah untuk pencapaian tujuan.
Koordinasi ini dapat diharapkan bila terdapat tujuan policy dan prosedur kerja,
perencanaan, ketentuan atau peraturan serta saling kerja sama (mutual adjusment).

3. Kesepadanan wewenang dan tanggung jawab setiap penjabat dalam


pemasaran mempunyai tugas dan tanggung jawab. Untuk melaksanakan tugas dan
pertanggungjawaban tersebut, penjabat hendaklah diberikan wewenang yang
sepadan dengan tugas dan tanggung jawabnya. Hendaklah dijaga jangan sampai
terjadi tanggug jawab yang dimintakan dari seorang penjabat lebih besar dari
wewenang yang dibeikan kepadanya.

4. Kelengkapan (complementary), yaitu semua kegiatan yang perlu ada


dalam bidang pemasaran hendaklah terrcakup. Tidak ada suatu kegiatan yang harus
ada, tidak tercakup dalam jabatan-jabatan yang disusun dalam organisasi
pemasaran itu, sehingga semua kegiatan yang perlu jelas siapa penanggung jawab
pelaksanaannya.

5. Tidak terdapat tumpang tindih atau duplikasi (overlapping) tugas dan


tanggung jawab. Adanya hal ini dalam organisasi dapat menimbulkan kekaburan
tugas dan tanggung jawab. Kekaburan tugas dapat menimbulkan penggeseran atau
pengalihan pertanggungjawaban.

6. Internal control, yaitu terciptanya sistem saling mengawasi dengan


memisahkan antara yang melaksanakan dan yang mengotorisasi serta yang
membukukan.

7. Kelanggengan (contuinity) organisasi, yaitu usaha untuk menjaga agar


organisasi yang disusun tidak untuk periode tertentu dalam jangka pendek tetapi
suatu masa yang lebih panjang dan dapat dipertahankan.

PERAN PEMASARAN DALAM ORGANISASI

Di dalam suatu organisasi, manajer harus menyusun suatu struktur organisasi


formal yang orang-orang serta sumber-sumber fisiknya dipersiapkan dengan baik
untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan.

Berikut ini peranan pemasaran dalam organisasi :

Peran Pemasaran dalam Sektor Bisnis

Di dalam sektor bisnis pemasaran mulai di sadari oleh berbagai perusahaan


pada waktu yang berbeda. Ada beberapa sebagian contoh yang termasuk dalam
kategori pelopor di Asia seperti misalnya Unilever, Philips, dan Sony. Di berbagai
negara memiliki perbedaan dalam mempraktikan pada mangsa pasarnya. Secara
umum, pemasaran cepat menyebar di perusahaan – perusahaan penghasil produk
konsumen dalam bentuk kemasan (consumer packaged-goods), dan perusahaan
penghasil produk untuk konsumen tahan lama (consumer durable-goods), dan
perusahaan barang industri. Perusahaan jasa atau pelayanan konsumen (consumer
service firm), khususnya untuk perusahaan penerbangan dan bank mereka telah
menuju pada pemasaran modern.

Peran Pemasaran dalam Sektor Non-Profit

Pemasaran semakin menarik minat organisasi non profit seperti perguruan


tinggi, rumah sakit, gereja, dan kelompok kesenian, khususnya di negara-negara
maju. Berbagai instansi pemerintah dan lembaga non – profit swasta juga
meluncurkan kampanye pemasaran sosial untuk mengurangi merokok, minum
alkohol, penggunaan obat bius, dan hubungan seks yang tidak aman.

Peran Pemasaran dalam Sektor Internasional

Perusahaan multi nasional banyak menanamkan modalnya untuk


meningkatkan kemampuan pemasaran globalnya. Beberapa perusahaan multi
nasional Eropa dan Jepang seperti Nestle, Benetton, Unilever, Sony, dan lain
sebagainya dalam banyak hal telah memahami pemasaran secara lebih baik dan
mengalahkan para pesaingnya dari Amerika Serikat. Perusahaan multi nasional
telah memperkenalkan dan menyebarluaskan praktik pemasaran modern ke seluruh
dunia. Hal ini memaksa perusahaan-perusahaan domestik yang lebih kecil di
berbagai negara untuk memperkuat pemasaran mereka supaya dapat bersaing
secara efektif dengan perusahaan multi nasional.

KONSEP-KONSEP PEDOMAN ORGANISASI DALAM PEMASARAN

Kegiatan pemasaran hendaknya dilakukan dibawah filososi yang telah


dipikirkan secara matang tentang pemasaran yang efisien, efektif dan bertanggung
jawab sosial. Ada empat konsep bersaing yang dijadikan pedoman oleh organisasi
untuk melakukan kegiatan pemasaran yaitu:

1. Konsep Produksi

Konsep produksi adalah salah satu dari konsep tertua dalam bisnis. Konsep
produksi menegaskan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk yang tersedia
secara luas dan murah. Para manajer perusahaan yang berorientasi produksi
berkonsentrasi untuk mencapai efisiensi produk yang tinggi, biaya yang rendah, dan
distribusi secara besar-besaran.

2. Konsep Produk

Konsep ini berpendapat bahwa konsumen cenderung memilih sebuah produk


dengan fitur-fitur yang paling bermutu, dan inovatif. Manajer yang memilih konsep
ini cenderung menciptakan produk yang superior dan meningkatkannya sepanjang
waktu. Yang perlu diwaspadai dari konsep ini adalah seringkali manajer yang
menggunakan konsep ini cenderung terperangkap pada persepsi bahwa sebuah
produk akan berhasil hanya bila produk itu berharga, didistribusikan, diiklankan,
dan dijual secara memadai.

3. Konsep Penjualan

Konsep ini berpendapat bahwa konsumen dan bisnis jika di tinggalkan


biasanya akan cukup banyak membeli produk-produk sebuah perusahaan. Oleh
karena itu, perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
Konsep penjualan dipraktikkan paling agresif pada barang-barang yang tidak dicari,
barang-barang yang biasanya tidak dipikirkan oleh pembeli untuk dibeli, seperti
asuransi, ensiklopedia, dan tempat pemakaman.

Kebanyakan perusahaan mempraktikkan konsep penjualan ketika mereka


memiliki kapasitas berlebih. Tujuan mereka adalah menjual apa yang mereka buat,
dan bukan membuat apa yang diinginkan pasar. Akan tetapi, pemasaran yang
berbasis pada penjualan agresif membawa resiko yang tinggi. Konsep ini
berpandangan bahwa pelanggan yang di bujuk untuk membeli sebuah produk, akan
menyukainya, dan jika mereka tidak suka, mereka tidak akan mengembalikannya,
atau menjelek-jelekkannya, dan mengadu kepada organisasi konsumen dan tidak
menutup kemungkinan bahwa konsumen akan membelinya lagi.

4. Konsep Pemasaran

Konsep ini menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan perusahaan


adalah perusahaan tersebut harus lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam
menciptakan, menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar
sasaran yang terpilih.

Konsep pemasaran itu terdiri dari empat pilar yaitu:

a. Pasar Sasaran

Sebuah perusahaan akan berhasil secara gemilang jika mereka secara cermat
memilih pasar sasarannya dan mempersiapkan program-program pemasaran yang
dirancang khusus untuk pasar tersebut.

b. Kebutuhan Pelanggan

Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tidak selalu sederhana.


Beberapa pelanggan memiliki kebutuhan yang tidak mereka sadari. Untuk itu dapat
dibedakan lima jenis kebutuhan yaitu: kebutuhan yang dinyatakan, kebutuhan riil,
kebutuhan yang tidak dinyatakan, kebutuhan kesenangan, dan kebutuhan rahasia.

c. Pemasaran Terpadu

Pemasaran terpadu dapat terjadi pada dua level. Pertama, berbagai fungsi
pemasaran (meliputi tenaga penjualan, periklanan, pelayanan pelanggan,
manajemen produk, dan riset pemasaran) harus bekerjasama. Semua fungsi
pemasaran itu harus dikoordinasi berdasarkan sudut pandang pelanggan. Kedua,
pemasaran harus pula bekerjasama dengan departemen lain di luar pemasaran.

d. Kemampuan Menghasilkan Laba

Tujuan terakhir dari konsep pemasaran adalah membantu organisasi


mencapai tujuan mereka. Dalam kasus perusahaan swasta, tujuan utama adalah
laba, dalam kasus perusahaan publik dan nirlaba, tujuan utama adalah bertahan
hidup dan menarik cukup dana untuk melakukan pekerjaan yang bermanfaat. Meski
demikian perusahaan swasta seharusnya tidak bertujuan meraup laba saja.
Melainkan mendapatkan laba sebagai akibat dari penciptaan nilai pelanggan yang
unggul. Sebuah perusahaan menghasilkan uang karena memenuhi kebutuhan
pelanggan lebih baik dibandingkan pesaingnya dan kebanyakan perusahaan tidak
menganut konsep pemasaran sebelum dipaksa keadaan seperti: penurunan
penjualan, pertumbuhan yang lambat, perubahan pola pembelian, peningkatan
persaingan dan peningkatan pengeluaran pemasaran.

Kesimpulan

Suatu organisasi pemasaran adalah wadah kegiatan dibidang pemasaran dan


merupakan alat untuk mencapai tujuan dan alat untuk melaksanakan strategi
pemasaran. Organisasi pemasaran mempunyai peranan yang penting dalam
pencapaian tujuan di bidang pemasaran dan tidak terlepas dari tujuan perusahaan.

Oleh karena itu, perlu adanya organisasi pemasaran yang baik atau sehat agar
tetap dapat menunjang pelaksanaan kegiatan pencapaian tujuan perusahaan yang
sekaligus tujuan bidang pemasaran.

DAFTAR PUSTAKA

http://jendela-kampus.blogspot.com/2012/01/organisasi-pemasaran.html

https://imassitimasfufah.wordpress.com/2013/03/04/peranan-pemasaran-dalam-
organisasi/

Anoraga, Andji. 2004. Manajemen Bisnis. Jakarta: Rineka Cipta.


Assauri, Sofjan. 2010 Manajemen Pemasaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Cravens, David W. 1996. Pemasaran Strategis. Jakarta: Erlangga.

DASAR PEMASARAN : Peran Pemasaran Dalam Perusahaan dan Masyarakat


oleh: R.T INDRA