Anda di halaman 1dari 11

RENCANA PELAKSANAAN DAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMAN 2 SAMARINDA


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : XII/1
Pertemuan ke- : IV (Empat)
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit

A. Standar Kompetensi
2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian
masalah dan produk teknologi.

B. Kompetensi Dasar
2.1 Memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, energi
potensial listrik serta penerapannya pada kehidupan sehari-hari.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Mendeskripsikan interaksi antar muatan listrik yang sejenis atau berlawanan jenis.
2. Memformulasikan hukum Coulomb.
3. Mengaplikasikan hukum Coulomb dalam memecahkan persoalan listrik statis
dalam kehidupan sehari-hari.
4. Mendeskripsikan medan listrik dan hukum Gauss untuk menentukan kuat medan
listrik oleh satu atau beberapa muatan.
5. Memformulasikan medan lisrik dan hukum Gauss.
6. Mengaplikasikan medan listrik dan Hukum Gauss dalam menyelesaikan masalah
yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu mendeskripsikan interaksi antar muatan listrik yang sejenis
atau berlawanan jenis melalui percobaan dengan bekerja sama.
2. Peserta didik mampu memformulasikan medan lisrik dan hukum Gauss melalui
diskusi dan kaji pustaka.
3. Peserta didik mampu mengaplikasikan hukum Coulomb dalam memecahkan
persoalan listrik statis melalui diskusi kelompok.
4. Peserta didik mampu mendeskripsikan medan listrik dan hukum Gauss untuk
menentukan kuat medan listrik oleh satu atau beberapa muatan melalui diskusi
kelompok
5. Peserta didik mampu memformulasikan medan lisrik dan hukum Gauss melalui
diskusi dan kaji pustaka.
6. Peserta didik mampu mengaplikasikan medan listrik dan Hukum Gauss dalam
menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

E. Materi Pembelajaran
Listrik Statis dan Muatan Listrik
Kata “listrik” dalam bahasa Inggris electric, berasal dari bahasa Yunani elektron,
yang berarti “amber”. Amber adalah pohon damar yang membatu, dan pengetahuan
kuno membuktikan bahwa jika anda menggosok batang amber dengan sepotong kain,
maka amber menarik potongan daun kecil-kecil atau debu. Batang karet keras, batang
kaca, atau penggaris plastik, jika digosok dengan sepotong kain atau rambut kering
(gambar 4.2a) juga akan menunjukkan “efek amber” atau listrik statis sebagaimana
yang kita sebut sekarang. Barangkali anda telah memiliki pengalaman tentang listrik
statis yakni ketika anda menggosok-gosokkan balon ke rambut kering, dan rambut
anda tertarik sebagaimana tampak pada gambar (4.2b). Atau ketika menyetrika baju
nilon (gambar 4.2c), dengan suara gemericik yang ditimbulkan dan seakan-akan baju
itu tertarik oleh setrika.

Pada fenomena tersebut, semua benda (penggaris plastik, balon dan baju nilon)
menjadi benda “bermuatan listrik.” Setiap benda tersusun atas ribuan bahkan jutaan
atom. Setiap atom tersusun atas proton, nutron dan elektron. Proton dan neutron
terdapat di dalam inti atom, sedangkan elektron terdapat di dalam kulit atom. Jumlah
proton dan elekton dalam sebuah atom adalah sama, itulah sebabnya, atom bersifat
netral.
Tapi, jika keseimbangan ini terganggu, benda menjadi bermuatan listrik. Ketika
penggaris atau balon, di gosok dengan rambut kering atau kain, elektron dipindahkan
dari atom-atom rambut/kain ke atom-atom penggaris/balon. Penggaris/balon
kelebihan elektron sehingga menjadi bermuatan negatif, dan rambut/kain yang
kehilangan elektron menjadi bermuatan positif. Begitu juga saat anda menggosok baju
dengan setrika ada perpindahan energi gerak yang diberikan ke baju. Setrika yang
panas akan memudahkan perpindahan muatan, sedangkan sifat atau jenis baju sangat
menentukan mudah tidaknya terjadi perpindahan muatan. Oleh karena itu, baju yang
kering akibat disetrika, akan mudah menimbulkan sifat kelistrikan. Mengapa harus
yang kering? Tentu karena air mempunyai sifat konduktor yang kurang baik dan
energi yang ditimbulkan akibat gosokan antara rambut basah dan sisir plastik akan
diserap oleh air tersebut, sehingga tidak muncul gejala kelistrikannya.

Hukum Coulomb
Benda dikatakan bermuatan listrik negatif jika benda tersebut kelebihan elektron,
sedangkan suatu benda dikatakan bermuatan listrik posistif jika benda tersebut
kekurangan elektron. Benda tidak bermuatan (netral) jika jumlah muatan posisif dan
jumlah muatan negatfnya sama.
Interaksi elektrostatis antara dua muatan menghasilkan dua macam gaya listrik
yakni gaya tolak menolak dan gaya tarik menarik.

Charles Augustin de Coulomb mengukur besarnya gaya tarik dan gaya tolak
listrik statis secara kuantitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, ia
menyimpulkan bahwa : “besarnya gaya tarik menarik atau tolak-menolak antara dua
benda bermuatan listrik berbanding lurus dengan muatan masing-masing benda dan
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda tersebut.”
Pernyataan ini dikenal sebagai Hukum Coulomb, yang dinyatakan dalam
persamaan :
Bila sebuah muatan listrik dipengaruhi oleh dua muatan listrik lain atau lebih,
maka gaya listrik yang dialami oleh muatan listrik tersebut adalah jumlah vektor gaya-
gaya listrik yang dihasilkan.

Medan Listrik
Benda yang bermuatan listrik dikelilingi sebuah daerah yang disebut medan
listrik. Medan listrik adalah ruang disekitar benda bermuatan listrik yang masih
mengalami gaya listrik. Untuk memvisualisasikan medan listrik, dilakukan dengan
menggambarkan serangkaian garis untuk menunjukkan arah medan listrik pada
berbagai titik di ruang, yang disebut garis-garis gaya listrik, dan ditunjukkan pada
gambar (4.5)
Beberapa kaidah yang berlaku untuk melukiskan garis medan adalah sebagai berikut:
1 Semakin berdekatan jarak antara satu garis medan dengan garis medan lainnya,
semakin besar kuat medan listriknya.
2 Garis medan berawal (keluar) dari muatan positif dan berakhir (masuk) ke muatan
negatif.
3 Jumlah garis medan yang masuk atau keluar sebanding dengan besarnya muatan
listrik.

Kuat Medan Listrik


Ada tidaknya medan listrik di suatu daerah diuji dengan cara menyimpan sebuah
muatan uji positif di daerah tersebut. Jika muatan uji tersebut mendapat gaya, berarti
ada medan listrik di daerah tersebut. Besaran untuk menyatakan medan listrik disebut
kuat medan listrik. Kuat medan listrik ( E ) disuatu titik didefinisikan sebagai gaya
Coulomb per satuan muatan yang dialami oleh sebuah muatan titik tersebut.
Sebaliknya jika muatan uji tersebut tidak mendapat gaya, berarti tidak ada medan
listrik di daerah tersebut.
Berdasarkan persamaan (4.5) dapat dinyatakan bahwa kuat medan listrik suatu
titik disekitar muatan listrik sebanding dengan besar muatannya dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak titik ke muatan tersebut. Dengan kata lain, jika
muatannya dijadikan 2 kali semula pada jarak yang tidak berubah, maka kuat medan
lsitriknya akan naik menjadi 2 kali semula. Akan tetapi jika jaraknya dijadikan 2 kali
semula dengan muatan sumbernya tetap, maka kuat medan listriknya akan turun
menjadi ¼ kali semula.
Kuat medan listrik merupakan besaran vektor (sama dengan gaya listrik),
sehingga kuat medan listrik oleh beberapa muatan sumber titik adalah jumlah vektor
dari kuat medan listrik oleh tiap-tiap sumber.
F. Model/Metode Pembelajaran
a. Model : - Discovery Learning
b. Metode : - Studi pustaka
- Diskusi
- Percobaan
- Presentasi

G. Media Pembelajaran
a. Alat : Laptop, proyektor dan LCD
b. Bahan : Lembar Kerja Siswa (LKS), video, balon, benang, potongan kertas, air
keran, kaca, kain sutera, dan kain wol

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahulua  Guru memberi salam dan  Peserta didik 10 menit
n mengecek kehadiran menjawab salam dan
peserta didik. memberitahukan
(Menumbuhkan karakter kepada guru apabila
Religius) ada siswa yang tidak
hadir.
 Guru menanyakan
 Peserta didik fokus
kesiapan peserta didik
pada pembelajaran
dalam melakukan
yang akan
pembelajaran dan
dilaksanakan.
meminta peserta didik  Peserta didik
unuk fokus pada kegiatan menjawab
pembelajaran. pertanyaan guru
 Guru menyampaikan mengenai materi
tujuan pembelajaran dan sebelumnya.
manfaatnya dalam  Peserta didik
kehidupan sehari-hari. membentuk
 Guru menyampaikan beberapa kelompok.
apersepsi dengan
menanyakan materi
sebelumnya yaitu tentang
apa itu peristiwa
interferensi, difraksi dan
polarisasi.
 Guru membagi peserta
didik dalam beberapa
kelompok secara acak.
Inti Stimulation (memberi 5 menit
stimulasi)
 Peserta didik
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
 Guru menampilkan video memerhatikan video
tentang rambut seorang yang ditampilkan
anak yang berdiri ketika guru.
memegang generator Van
De Graff.
Problem statement 10 menit
(pernyataan/identifikasi
masalah)
 Peserta didik
 Guru memberi
menyampaikan
kesempatan kepada
persepsinya dan
peserta didik untuk
mengajukan
mengemukan persepsinya
pertanyaan
dan mengajukan
mengenai video
pertanyaan mengenai
yang ditayangkan.
video yang ditayangkan.
 Peserta didik
 Guru memberikan
mengidentifikasi
bimbingan kepada peserta
pertanyaan/
didik dengan memberikan
masalah mengenai
pertanyaan-pertanyaan/
materi hukum
permasalahan lainnya
Coulomb, medan
yang mengarah pada
listrik dan hukum
materi hukum Coulomb,
Gauss
medan listrik dan hukum
Gauss.
Data Collection 10 menit
(pengumpulan data)
 Peserta didik
 Guru membagikan LKS
mengumpulkan
hukum Coulomb serta
informasi melalui
memberikan bimbingan
percobaan dan
kepada peserta didik
diskusi kelompok
untuk melakukan
untuk menjawab
percobaan dan menjawab
soal pada LKS.
pertanyaan pada LKS.
Data Processing (mengolah 30 menit
data)
 Guru memberikan  Peserta didik dalam
bimbingan kepada peserta kelompok diskusi
didik dalam kelompok mengola data dan
diskusi untuk mengola menganalisis
data hasil percobaan dan informasi/jawaban
menganalisis informasi/ yang telah
jawaban yang telah diperolehnya.
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
diperolehnya.
Verification 15 menit
(memferifikasi/menguji
hasil)
 Setiap kelompok
 Guru meminta setiap
mempresentasikan
kelompok
hasil diskusinya untuk
mempresentasikan
mencari kesamaan
hasil diskusinya
berupa kelebihan dan
untuk mencari
kekurangannya.
kesamaan berupa
 Kelompok yang tidak
kelebihan dan
melakukan presentasi
kekurangannya.
mendengarkan
 Guru meminta
presentasi kelompok
kelompok lain untuk
lain.
menyampaikan hasil
 Kelompok
diskusinya jika ada
menyampaikan hasil
jawaban lain.
diskusinya jika ada
jawaban lain.
Penutup Generalization 10 menit
(menyimpulkan)
 Guru bersama siswa  Siswa ikut mereview
menyimpulkan dengan hasil pembelajaran.
mereview hasil kegiatan
pembelajaran.
 Guru memberi umpan  Siswa mendapatkan
balik dengan memberi apresiasi dari guru.
apresiasi atau .
penghargaan kepada
peserta didik yang aktif
dan memberikan motivasi
kepada siswa yang kurang
aktif atau belum secara
aktif berpartisipasi.
 Guru memberikan tugas
 Siswa mencatat
kepada siswa berupa
tugas yang akan
tugas rumah ( PR ).
dikerjakan .
 Guru menutup pelajaran
 Siswa berdoa dan
dengan mengajak siswa
menjawab salam.
bersama-sama berdoa
(Menumbuhkan karakter
religius)
 Guru mengucapkan
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
salam.
Jumlah 90 menit

I. Sumber Belajar
1 Buku Fisika SMA dan MA Kelas XII, Marthen Kanginan, 2004, Penerbit
Erlangga
2 Buku Cerdas Fisika untuk SMA/MA Edisi Ketiga, Wulyo Slamet
3 Modul pembelajaran SMAN 2 Samarida, Wulyo Slamet
4 Modul pembelajaran SMAN 1 Watansoppeng, Kurniadi
J. Penilaian Hasil Belajar
Metode dan Bentuk Instrumen
No Aspek Bentuk Instrumen
1. Sikap Lembar Pengamatan sikap
2. Pengetahuan Tes Uraian tertulis
3. Keterampilan Lembar Pengamatan keterampilan

Samarinda, 18 Oktober 2017


Guru Pamong Mahasiswa PPL II

Wulyo Slamet, S.Pd Berdy Wandara


NIP. 196905121995011001 NIM. 1405035049

Mengetahui

Kepala SMAN 2 Samarinda Dosen Pembimbing

Dr. Mukhtar Lubis, M.Pd Dr. Zeni Haryanto, M.Pd


NIP.196506291994031003 NIP.19681210 199403 1 002