Anda di halaman 1dari 13

RENCANA PELAKSANAAN DAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMAN 2 SAMARINDA


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : XII/1
Pertemuan ke- : VII (Tujuh)
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit

A. Standar Kompetensi
2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian
masalah dan produk teknologi.

B. Kompetensi Dasar
2.2 Menerapkan konsep induksi magnetic dan gaya magnetic pada beberapa produk
teknologi.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Mendeskripsikan medan magnetik di sekitar kawat berarus.
2. Menentukan induksi magnetik pada penghantar lurus, penghantar melingkar,
solenoida dan toroida.

D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu mendefinisikan medan magnet.
2. Peserta didik mampu menjelaskan arah medan magnet di sekitar penghantar
listrik menggunakan kaidah tangan kanan.
3. Peserta didik mampu menggambarkan medan magnet di sekitar penghantar listrik
menggunakan kaidah tangan kanan.
4. Peserta didik mampu menentukan besar induksi magnetik penghantar lurus,
penghantar melingkar, solenoida dan toroida.
E. Materi Pembelajaran
Definisi Magnet
Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan
magnet. Kata magnet (magnit) berasal dari bahasa Yunani magnítis líthos yang berarti
batu Magnesian. Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu
yang kini bernama Manisa (sekarang berada di wilayah Turki) di mana terkandung
batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di wilayah tersebut.
Pada saat ini, suatu magnet adalah suatu materi yang mempunyai suatu
medan magnet. Materi tersebut bisa dalam berwujud magnet tetap atau magnet tidak
tetap. Magnet yang sekarang ini ada hampir semuanya adalah magnet buatan. Magnet
selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara (north/ N) dan kutub selatan (south/ S).
Walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan magnet kecil tersebut akan tetap
memiliki dua kutub.
Magnet dapat menarik benda lain. Beberapa benda bahkan tertarik lebih kuat
dari yang lain, yaitu bahan logam. Namun tidak semua logam mempunyai daya tarik
yang sama terhadap magnet. Besi dan baja adalah dua contoh materi yang mempunyai
daya tarik yang tinggi oleh magnet. Sedangkan oksigen cair adalah contoh materi
yang mempunyai daya tarik yang rendah oleh magnet. Satuan intensitas magnet
menurut sistem metrik pada Satuan Internasional (SI) adalah Tesla dan SI unit untuk
total fluks magnetik adalah weber. 1 weber/m2 = 1 tesla, yang mempengaruhi satu
meter persegi.

Sejarah dan Perkembangan Magnet


Kata magnet (magnit) berasal dari bahasa Yunani magnítis líthos yang berarti
batu Magnesian. Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu
yang kini bernama Manisa (sekarang berada di wilayah Turki) di mana terkandung
batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di wilayah tersebut. Magnet sudah
ditemukan sejak 2500 tahun Sebelum Masehi. Cleopatra, ratu mesir, merupakan orang
yang pertama kali menggunakan magnet untuk menjaga kesehatan. Ratu Cleopatra
tidur di batu yang mengandung magnet untuk menjaga agar selalu kelihatan awet
muda dan cantik. Magnet sudah dipakai obat di Cina dari sekitar 2000 SM, dipadukan
dengan reflexology dan akupuntur. Di abad ke15 Dokter Paracelsus (Swis) mengakui
kekuasaan terapi magnet. Dia menulis surat-surat kedokteran tentang pengaruh
magnet atas proses penyembuhan dalam badan. Pada abad ke 16, seorang doctor dari
Inggris Dr William Gilbert membuat penelitian mengenai elektrik dan magnetisme.
Dia mengeluarkan satu dari buku pertamanya mengenai terapi magnetic yang disebut
“De Magnet”. Dr Gilbert juga merupakan dokter pribadi Ratu Elizabeth I dan
dikatakan kalau dia menggunakan manget dibawah petunjuknya. Michael Faraday,
yang juga dikenal sebagai penemu Biomagnetik membuat penelitian pada
penyembuhan magnetic selama abad ke 18. Pekerjaannya masih digunakan sebagai
dasar dan perawatan magnetic saat ini. Dr. Mesmer (Bapak dari hipnotisme) dan Dr.
Samual Hahnemann (Bapak dari homoeopathy) juga mengkontribusikannya ke
pekerjaannya. Abad ke 20 para ahli termasuk Dr. Kreft doktor Jerman yang pada
tahun 1905 mempelajari efek kesembuhan magnet dari penyakit rematik, sciatica dan
neuralgia. Tahun 1926 Dr Criles mempelajari dampak magnet pada sel kanker dan
diikuti 10 tahun kemudian pada 1938 dengan Albert Davis membawa keluar
percobaannya pada efek dari kutub Utara dan Selatan dari magnet. Bagaimana pun 15
tahun belakangan ini telah diperlihatkan perkembangan Produktif pada pengkajian
medis menjadi terapi magnet. Di era modern ini penggunaan magnet sudah sangat
luas dan dipergunakan oleh tokoh-tokoh dunia seperti: Ratu Elizabeth II, Bill Clinton
dan keluarganya, Michael Jordan, Andre Agassic.

Jenis-Jenis Magnet
1. Magnet tetap
Magnet tetap tidak memerlukan tenaga atau bantuan dari luar untuk
menghasilkan daya magnet (berelektromagnetik). Jenis magnet tetap selama ini
yang diketahui terdapat pada:
 Neodymium Magnets, merupakan magnet tetap yang paling kuat.
 Samarium-Cobalt Magnets
 Ceramic Magnets
 Plastic Magnets
 Alnico Magnets
2. Magnet tidak tetap tergantung pada medan listrik untuk menghasilkan medan
magnet. Contoh magnet tidak tetap adalah elektromagnet.
3. Magnet buatan
Magnet buatan meliputi hampir seluruh magnet yang ada sekarang ini.
Bentuk magnet buatan antara lain:
 Magnet U
 Magnet ladam
 Magnet batang
 Magnet lingkaran
 Magnet jarum (kompas)
Cara membuat magnet
1. Membuat Magnet dengan Cara Menggosok
Besi yang semula tidak bersifat magnet, dapat dijadikan magnet.
Caranya besi digosok dengan salah satu ujung magnet tetap. Arah gosokan dibuat
searah agar magnet elementer yang terdapat pada besi letaknya menjadi teratur
dan mengarah ke satu arah.

2. Membuat Magnet dengan Cara Arus Listrik


Besi yang berujung A dan B dililiti kawat berarus listrik. Kutub magnet
yang terbentuk bergantung pada arah arus ujung kumparan. Jika arah arus
berlawanan jarum jam maka ujung besi tersebut menjadi kutub utara. Sebaliknya,
jika arah arus searah putaran jarum jam maka ujung besi tersebut terbentuk kutub
selatan. Dengan demikian, ujung A kutub utara dan B kutub selatan atau
sebaliknya.

Medan Magnetik di Sekitar Arus Listrik

Pada tahun 1820, seorang ilmuwan berkebangsaan Denmark, Hans Christian


Oersted (1 777 - 1851) menemukan bahwa terjadi penyimpangan pada jarum kompas
ketika didekatkan pada kawat berarus listrik. Hal ini menunjukkan, arus di dalam
sebuah kawat dapat menghasilkan efek-efek magnetik. Dapat disimpulkan, bahwa di
sekitar arus listrik terdapat medan magnetik.
Garis-garis medan magnetik yang dihasilkan oleh arus pada kawat lurus
membentuk lingkaran dengan kawat pada pusatnya. Untuk mengetahui arah garis-
garis medan magnetik dapat menggunakan suatu metode yaitu dengan kaidah tangan
kanan, seperti yang terlihat pada gambar di atas Ibu jari menunjukkan arah arus
konvensional, sedangkan keempat jari lain yang melingkari kawat menunjukkan arah
medan magnetik.
Pemagnetan suatu bahan oleh medan magnet luar disebut induksi. Induksi
magnetik sering didefinisikan sebagai timbulnya medan magnetik akibat arus listrik
yang mengalir dalam suatu penghantar.
Oersted menemukan bahwa arus listrik menghasilkan medan magnetik.
Selanjutnya, secara teoritis Laplace (1 749 - 1827) menyatakan bahwa kuat medan
magnetik atau induksi magnetik di sekitar arus listrik:
a. berbanding lurus dengan kuat arus listrik,
b. berbanding lurus dengan panjang kawat penghantar,
c. berbanding terbalik dengan kuadrat jarak suatu titik dari kawat penghantar
tersebut,
d. arah induksi magnet tersebut tegak lurus dengan bidang yang dilalui arus listrik.
Pada tahun 1820 oleh Biot (1774 - 1862) teori tersebut disempurnakan
dengan perhitungan yang didasarkan pada rumus Ampere (1 775 - 1836) yang
dinyatakan dalam persamaan:

I = kuat arus listrik yang mengalir dalam kawat (A)


dl = elemen kawat penghantar,
r = jarak titik terhadap kawat (m)
dB = menyatakan kuat medan magnetik (Wb/m2)
k = suatu konstanta yang memenuhi hubungan:

Dengan µo menyatakan permeabilitas hampa udara yang besarnya 4π ×

Induksi magnetik di Sekitar Penghantar Lurus Berarus


Kuat medan magnetik di titik P
Induksi magnetik yang diakibatkan oleh kawat berarus listrik diperoleh
dengan menurunkan persamaan (3.6), yaitu:

Dengan memasukkan persamaan 3.7 maka akan diperoleh :

Jadi, besar induksi magnetik di sekitar kawat penghantar lurus berarus yang
berjarak a dari kawat berarus listrik I dinyatakan dalam persamaan:

Dengan :
B = kuat medan magnetik (weber/m2)
a = jarak titik dari penghantar (meter)
I = kuat arus listrik (ampere)
µo = permeabilitas vakum

Induksi Magnetik yang ditimbulkan Penghantar Melingkar Berarus


Sebuah kawat yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari a dan dialiri arus
listrik I. Untuk menentukan induksi magnetik di titik P yang berjarak x dari pusat
lingkaran, dapat dilakukan dengan menggunakan Hukum BiotSavart. Dari gambar
terlihat bahwa r tegak lurus terhadap dl atau θ = 90o sehingga sin θ = 1. Dari
persamaan Biot-Savart, maka:

Untuk penghantar melingkar yang terdiri atas Nlilitan, maka induksi magnetik yang
terjadi di pusat
lingkaran adalah:

Keterangan :
B =induksi magnetik
I =kuat arus listrik (A)
a = jari-jari lingkaran (m)
N = jumlah lilitan

Induksi Magnetik pada Sumbu Solenoida


Solenoida didefinisikan sebagai sebuah kumparan dari kawat yang
diameternya sangat kecil dibanding panjangnya. Apabila dialiri arus listrik, kumparan
ini akan menjadi magnet listrik. Medan solenoida tersebut merupakan jumlah vektor
dari medan-medan yang ditimbulkan oleh semua lilitan yang membentuk solenoida
tersebut. Pada Gambar di atas memperlihatkan medan magnetik yang terbentuk pada
solenoida. Kedua ujung pada solenoida dapat dianggap sebagai kutub utara dan kutub
selatan magnet, tergantung arah arusnya. Kita dapat menentukan kutub utara pada
gambar tersebut adalah di ujung kanan, karena garis-garis medan magnet
meninggalkan kutub utara magnet. Jika arus I mengalir pada kawat solenoida, maka
induksi magnetik dalam solenoida (kumparan panjang) berlaku:

Persamaan (5.18) digunakan untuk menentukan induksi magnet di tengah


solenoida. Sementara itu, untuk mengetahui induksi magnetik di ujung solenoida
dengan persamaan:

Induksi magnetik (B) hanya bergantung pada jumlah lilitan per satuan
panjang (n), dan arus (I). Medan tidak tergantung pada posisi di dalam solenoida,
sehingga B seragam. Hal ini hanya berlaku untuk solenoida tak hingga, tetapi
merupakan pendekatan yang baik untuk titik-titik yang sebenarnya tidak dekat ke
ujung. Induksi Magnetik pada Sumbu Toroida Solenoida panjang yang dilengkungkan
sehingga berbentuk lingkaran dinamakan toroida, seperti yang terlihat pada gambar di
atas.

Induksi Magnetik pada Sumbu Toroida


Solenoida panjang yang dilengkungkan sehingga berbentuk lingkaran
dinamakan toroida, seperti yang terlihat pada gambar di atas. Induksi magnetik tetap
berada di dalam toroida, dan besarnya dapat diketahui dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut:
F. Model/Metode Pembelajaran
a. Model : - Discovery Learning
b. Metode : - Studi pustaka
- Diskusi
- Demonstrasi

G. Media Pembelajaran
a. Alat : Laptop, proyektor dan LCD, 1 set alat percobaan medan magnet.
b. Bahan : Lembar Kerja Siswa (LKS), Buku Ajar.

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahulua  Guru memberi salam dan  Peserta didik 5 menit
n mengecek kehadiran menjawab salam
peserta didik. dan
 Guru menyampaikan memberitahukan
tujuan pembelajaran dan kepada guru apabila
manfaatnya dalam ada siswa yang tidak
kehidupan sehari-hari. hadir.
 Guru menyampaikan  Peserta didik
apersepsi dengan menjawab
bertanya pertanyaan guru
berdasarkan
pengalaman mereka.

“Pernahkah kalian
melihat magnet
pengangkat yang
digunakan untuk
mengangkat rongsokan
logam besi dan baja?
Apa yang terjadi dengan
besi dan baja tersebut
ketika magnet
pengangkatnya
didekatkan dengan besi
dan bajanya?
Inti Stimulation (memberi 5 menit
stimulasi)
 Peserta didik
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
 Guru menyajikan bahan memerhatikan video
kajian/fakta berupa video yang ditampilkan
teknologi kereta maglev guru.
buatan Jepang.

Problem statement 7 menit


(pernyataan/identifikasi
masalah)
 Peserta didik
 Guru memberi
menyampaikan
kesempatan kepada
persepsinya dan
peserta didik untuk
mengajukan
mengemukan persepsinya
pertanyaan
dan mengajukan
mengenai video
pertanyaan mengenai
yang ditayangkan.
video yang ditayangkan.
 Peserta didik
 Guru memberikan
mengidentifikasi
bimbingan kepada peserta
pertanyaan/
didik dengan memberikan
masalah yang
pertanyaan-pertanyaan/
mengarah pada
permasalahan lainnya
materi medan
yang mengarah pada
magnetic.
materi medan magnetic.
Data Collection 30 menit
(pengumpulan data)
 Peserta didik
 Guru membagikan satu
mengumpulkan
LKS medan magnet di
informasi melalui
sekitar penghantar lurus
demonstrasi guru
kepada masing-masing
dan diskusi
dua peserta didik (teman
kelompok untuk
sebangku).
menjawab soal pada
 Guru mendemonstrasikan
LKS.
percobaan medan magnet
di sekitar penghantar
lurus dan meminta
peserta didik
memperhatikan dan
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
mencatat data
demonstrasi.
Data Processing (mengolah 8 menit
data)
 Guru berkeliling  Peserta didik dalam
memberikan bimbingan diskusi teman
kepada peserta didik sebangku mengola
dalam diskusi teman data dan
sebangkunya untuk menganalisis
mengola data hasil informasi/jawaban
demonstrasi dan yang telah
menganalisis informasi/ diperolehnya.
jawaban yang telah
diperolehnya.
Verification 30 menit
(memferifikasi/menguji
hasil)
 Beberapa peserta
 Guru meminta beberapa
didik menyampaikan
peserta didik
hasil diskusinya dan
menyampaikan hasil
didengarkan oleh
diskusinya.
peserta didik lain.
 Guru mengapresiasi
 Peserta didik
jawaban peserta didik
memperhatikan
melalui tepuk tangan.
penjelasan guru
 Guru menjelaskan materi
tentang medan
tentang medan magnet
magnet meliputi
meliputi definisi medan
definisi medan
magnet, arah medan
magnet, arah medan
magnet, dan besar medan
magnet, dan besar
magnet penghantar lurus,
medan magnet
penghantar melingkar,
penghantar lurus,
solenoida dan toroida.
penghantar melingkar,
 Guru memberikan solenoida dan toroida.
beberapa contoh soal  Peserta didik
besar medan magnet memperhatikan dan
penghantar lurus, mencatat contoh soal
penghantar melingkar. yang diberikan oleh
guru
Penutup Generalization 5 menit
(menyimpulkan)
 Guru bersama siswa  Peserta didik ikut
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
menyimpulkan dengan menyimpulkan
mereview hasil kegiatan dengan mereview
pembelajaran. hasil pembelajaran.
 Guru memberikan tugas  Peserta didik
kepada siswa berupa mencatat tugas yang
tugas rumah ( PR ). akan dikerjakan .
 Guru menutup kegiatan  Peserta didik berdoa
pembelajaran dan dan menjawab
mengucapkan salam. salam.
Jumlah 90 menit

I. Sumber Belajar
1 Buku Fisika SMA dan MA Kelas XII, Marthen Kanginan, 2004, Penerbit
Erlangga
2 Buku Cerdas Fisika untuk SMA/MA Edisi Ketiga, Wulyo Slamet
3 Modul pembelajaran SMAN 2 Samarida, Wulyo Slamet
4 Modul pembelajaran SMAN 1 Watansoppeng, Kurniadi
J. Penilaian Hasil Belajar
Metode dan Bentuk Instrumen
No Aspek Bentuk Instrumen
1. Sikap Lembar Pengamatan sikap
2. Pengetahuan Tes Uraian tertulis
3. Keterampilan Lembar Pengamatan keterampilan

Samarinda, 9 November 2017


Guru Pamong Mahasiswa PPL II

Wulyo Slamet, S.Pd Berdy Wandara


NIP. 196905121995011001 NIM. 1405035049

Mengetahui

Kepala SMAN 2 Samarinda Dosen Pembimbing

Dr. Mukhtar Lubis, M.Pd Dr. Zeni Haryanto, M.Pd


NIP.196506291994031003 NIP.19681210 199403 1 002