Anda di halaman 1dari 6

BAB I

Jenis – Jenis Kesempatan Khusus

A. Pengertian Kesempatan Khusus dan Hidangan Kesempatan Khusus


Kesempatan khusus adalah kesempatan yang diluar biasanya/diluar acara rutin sehari
– hari.
Hidangan kesempatan khusus adalah hidangan yang disajikan hanya dalam
kesempatan khusus atau waktu tertentu.

B. Fungsi Hidangan Kesempatan Khusus


1. Ungkapan rasa syukur
2. Mengandung makna
Setiap hidangan yang disajikan mengandung makna bahwa dalam kehidupan memiliki
nilai historis dan spiritual, yaitu untuk mensyukuri nikmat Tuhan, memohon
perlindungan dan keselamatan.
3. Merupakan simbol berbentuk hidangan
Simbol makna dari pesan yang disampaikan dalam wujud makanan baik berupa bentuk
ataupun hidangan sesungguhnya.
4. Sarana berkumpul keluarga dan masyarakat

C. Jenis – Jenis Hidangan Kesempatan Khusus


1. Hidangan Kesempatan Khusus untuk Acara Keagamaan
1.1 Hari Khusus Keagamaan Islam
a. Hari Raya Idul Fitri
Hidangan khas hari raya idul fitri :
- Ketupat opor lengkap terdiri dari ketupat, opor, telur pindang, sambal
goreng kreni, kerupuk udang.
Menurut H.J. de Graaf, ketupat merupakan simbol perayaan hari raya Islam
pada masa pemerintahan Demak yang dipimpin Raden Patah awal abad ke-
15. De Graaf menduga kulit ketupat yang terbuat dari janur berfungsi untuk
menunjukkan identitas budaya pesisiran yang ditumbuhi banyak pohon
kelapa. Warna kuning pada janur dimaknai oleh de Graff sebagai upaya
masyarakat pesisir Jawa untuk membedakan warna hijau dari Timur Tengah
dan merah dari Asia Timur.
Menurut Slamet Mulyono dalam Kamus Pepak Basa Jawa, kata ketupat
berasal dari kupat. Parafrase kupat adalah ngaku lepat: mengaku bersalah.
Janur atau daun kelapa yang membungkus ketupat merupakan kependekan
dari kata “jatining nur” yang bisa diartikan hati nurani. Secara filosofis
beras yang dimasukan dalam anyaman ketupat menggambarkan nafsu
duniawi. Dengan demikian bentuk ketupat melambangkan nafsu dunia yang
dibungkus dengan hati nurani.

- burasa’(terbuat dari ketan khas Sulawesi Selatan)


- lappa’-lappa’(terbuat dari beras ketan, namun dibungkus dengan janur.
((Makanan khas Sulawesi Selatan) sebagai karbohidratnya.
Lauk :
- opor ayam
- sambal goreng kreni
- sambal goreng krecek
- sambal goreng hati
- sambal goreng kacang tolo
b. Hari Raya Idul Adha
Hari Raya Idul Adha adalah hari umat muslim melaksanakan qurban yang
berupa kambing dan sapi, tidak hanya sebatas itu, mereka juga memberikan
daging qurban kepada yang berhak kepada orang-orang yang memang telah
ditentukan oleh Allah SWT.
Hidangan khas hari raya idul adha :
- sate kambing
- sate sapi
- rendang
- gulai kambing
- bakso sapi
- terik sapi
- olahan lain yang sifatnya lebih tahan lama, yaitu dibuat menjadi sosis,
kornet, nugget, bakso, abon,dll.
c. Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat muslim di
seluruh dunia, mereka melaksanakan perintah Allah SWT untuk berpuasa
selama satu bulan.
Hidangan khas bulan Ramadhan :
- kurma
- kolak pisang
- aneka es (es cendol, es campur, es teh tubruk, es timun suri, es buah, es
pisang ijo, dll)
- aneka olahan bubur manis
- aneka kue
- aneka snack
- kicak khas yogyakarta (terbuat dari dari campuran beras ketan kukus yang
telah ditumbuk halus menjadi jadah, kemudian dicampur dengan parutan
kelapa, gula, garam, daun pandan, serta irisan buah nangka)
- es kopi luwak khas lampung barat
- pakat khas tapanuli
- bongko kopyor khas gresik
- sate susu khas denpasar.
1.2 Hari Khusus Keagaamaan Hindu
Upacara Nyepi adalah upacara dimana semua warga hindu berpuasa 1 hari
penuh dengan tujuan semua dosanya di ampuni oleh Tuhan nya. Upacara Nyepi ini
bertepatan dengan SASIH KESANGE (bulan kesange) atau di bulan masehi
bertepatan bulan Maret atau April.
Hidangan khusus untuk upacara nyepi, diantaranya :
a. Entil
Entil merupakan makanan tradisional masyarakat desa Wongaya Gede yang
dibuat khusus pada hari raya Nyepi. Makanan ini sejenis ketupat yang dibuat dari
beras kemudian dibungkus daun lalu diikat dengan bambu. Proses perebusan
yang semakin lama membuat rasanya akan semakin nikmat dan dapat bertahan
lama. Pada zaman dahulu Entil menjadi menu utama hari raya Nyepi karena pada
hari raya Nyepi tidak diperbolehkan menyalakan api.
b. Nasi Tepeng
Makanan tradisional khas Gianyar Bali ini memiliki rasa yang pedas dengan
bumbu aneka rempah pilihan yang dimasak menjadi satu. Masakan ini berisi
sayuran seperti kacang panjang, kacang merah, nangka muda, terong, dan daun
kelor serta tambahan kelapa parut diatasnya. Nasi Tepeng disajikan dengan
menggunakan daun pisang.
c. Pulung Nyepi
Hidangan khas kelurahan Sukasada ini merupakan salah satu jajanan yang
dipakai dalam tradisi umat Hindu dalam memperingati hari raya Pengerupukan
yaitu satu hari sebelum hari raya Nyepi. Bahannya terbuat dari tepung beras yang
dicampur dengan tepung kanji lalu dikukus, diuleni, dibentuk, kemudian direbus
hingga matang, dan disajikan dengan parutan kelapa muda diatasnya.
d. Lawar
Makanan ini terbuat dari campuran sayuran dan daging cincang yang diberi
bumbu khas Bali. Penamaan Lawar sendiri tergantung dari jenis bahan yang
digunakan. Jika menggunakan sayuran dari nangka muda maka namanya menjadi
Lawar Nangka, begitu pula dengan bahan lainnya.
e. Ayam Betutu
Ayam Betutu merupakan makanan yang sering kali dijadikan sajian untuk acara
sesembahan saat Upacara keagamaan umat Hindu. Ayam Betutu diolah dengan
cara dipanggang dalam api sekam.
f. Cerorot
Cerorot memiliki bentuk yang memanjang seperti kerucut dan dibentuk dari
cetakan kulit ental. Adonan yang telah diuleni kemudian dimasukkan kedalam
cetakan dan dikukus hingga matang.
g. JAJA APEM
Jajanan ini dibuat dari tepung beras yang difermentasi dengan tape singkong dan
air kelapa. Kemudian dicetak pada daun pisang yang dibuat kerucut lalu dikukus
hingga matang.
h. Sambal dan Jukut Undis
Undis adalah salah satu sayuran khas Bali yang berbentuk seperti kacang polong.
Di Bali, Undis biasanya diolah menjadi sambel atau sayuran berkuah. Undis
dimasak dengan berbagai rempah, cabai, dan juga terasi, sehingga kuah yang
dihasilkan olahan undis berwarna agak gelap.
i. Sate Lilit Tengiri
Ikan tenggiri yang dicampurkan dengan berbagai macam rempah yang
ditempelkan pada tusuk sate.
1.3 Hari Khusus Agama Budha
Umat Budha memperingati tiga peristiwa penting, yakni :
a. kelahiran Sidharta,
b. pencapaian penerangan sempurna oleh petapa Gautama
c. Parinibanna-Nya Sang Buddha.

Hidangan yang disajikan pada saat Waisak adalah :


- Menu makanan para Biksu cukup sederhana, yang sebagian besarnya adalah
sayuran.
- Bagi Biksu yang tidak mengkonsumsi daging, mereka akan meniru menu
daging yang dibuat dari campuran ketan dan kedelai atau jamur.

1.4 Hari Khusus Agama Kristen dan Katolik


Hari khusus agama Kristen dan Katolik adalah :
a. Perayaan Paskah identik dengan telur Paskah. Telur merupakan symbol dari
kelahiran kembali.
b. Perayaan Natal adalah hari untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus.
Hidangan khusus yang disajikan agama Kristen dan Katolik adalah :
a. Ayam Rica-Rica
Makanan yang dominan dengan rasa pedas ini merupakan makanan khas
Manado, Sulawesi Utara. Dalam bahasa Manado, rica-rica sendiri artinya
"pedas" atau "cabai".
b. Kue Lampet/Lapet
Lampet atau sering ditulis Lapet adalah jajanan tradisional Batak dari Tapanuli,
Sumatera Utara. Lampet biasanya berbentuk seperti piramida dan dibungkus
dengan daun pisang.
c. Kue Bagia/ Bagea
Kue berwarna coklat dan berbentuk bulat ini berasal dari NTT. Bagea terbuat
dari sagu.
d. Ikan Kuah Kuning (Ambon)
Makanan yang berbahan dasar ikan tuna atau ikan mubara ini menjadi makanan
wajib di Ambon saat perayaan Natal. Makanan ini biasanya dipadukan dengan
Papeda.
e. Kue Lampu-Lampu (Ambon)
Kue basah berbahan tepung beras ini bercita rasa unik dengan perpaduan manis
gula merah dan gurih santan.
f. Kue Biji-biji (Ambon)
Kue ini mirip dengan kue biji ketapang khas Betawi. Bahan dasar kue ini antara
lain tepung terigu, telur, gula, dan santan.
g. Nasi Jaha (Ambon)
Nasi Jaha berasal dari kata Nasi dan Jahe. Sesuai namanya, hidangan ini
menggunakan berbagai bumbu rempah-rempah. Nasi Jaha mirip dengan nasi
lemang (di daerah Jawa). Makanan khas Manado ini berbahan dasar ketan dan
santan yang dimasukkan ke dalam batang bamboo berlapis daun pisang yang
kemudian dibakar.
h. Sayur Pangi (Ambon)
Sayur pangi menggunakan daun muda dari kluwak sebagai bahan dasarnya.
i. Saut (Ambon)
Saut merupakan sayuran dari batang pisang muda. Sayur ini selalu tersedia saat
pesta Natal.
j. Woku Belanga (Ambon)
Belanga adalah wajan untuk memasak atau menggoreng, sementara woku
adalah bumbu masakan dengan banyak rempah-rempah. Masakan ini mirip
dengan bumbu pepes ikan.
k. Nasi Pulu Unti (Ambon)
Makanan Natal khas Ambon Meskipun bernama nasi, tapi makanan ini terbuat
dari ketan yang terbungkus daun pisang dengan topping parutan kelapa dan gula
merah.
l. Kue Poporcis (Poffertjes) (Ambon)
Kue ini biasa disantap sebagai sarapan saat Natal. Rasanya mirip pancake, dan
memiliki campuran gula pasir. Kue ini diadaptasi dari Belanda, yaitu Poffertjes.
Kue ini biasanya terbuat dari labu kuning dengan tepung terigu. Agar tampil
lebih cantik, gula halus ditaburkan di atas kue.
m. Papeda atau bubur (Ambon)
Papeda merupakan makanan pokok masyarakat Ambon yang terbuat dari
tepung sagu. Papeda biasanya disantap dengan ikan kuah kuning.
n. Tuturuga (Ambon)
Tuturuga adalah makanan khas dari daging Penyu atau hewan sejenis kura kura
yang dimasak seperti kari dengan tingkat cita rasa sangat pedas.
o. Sambal Colo-colo
Merupakan bumbu untuk ikan bakar, khususnya ikan cakalang. Terbuat dari air
jeruk nipis, cabe, tomat, garam, bawang merah, dan daun kemangi.
p. Bruder
Bruder adalah sejenis kue yang dicampur dengan sageru (sejenis tuak yang
biasa diminum oleh orang Ambon).
q. Kohu-kohu
Bentuknya mirip urap, disajikan bersama ketela dan singkong rebus. Kohu–
kohu berbahan dasar cabikan ikan tongkol yang dicampur dengan parutan
kelapa sangria, taoge, terung, kacang panjang mentah, serta perasan air jeruk
nipis, bawang merah, cabai rawit dan kemangi.

1.5 Hari Khusus Agama Kong Hu Chu


Hari raya umat kong Hu Chu adalah Hari raya Imlek, hidangan nya adalah :
a. Mie panjang umur
Salah satu makanan yang wajib ada karena dianggap sebagai simbol umur
panjang adalah Mie. Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa sajian Mie -
terutama Siu Mie/Shou Mian yang berarti "mie panjang umur" - harus
dihidangkan tanpa putus dari ujung awal hingga ke ujung akhir.
b. Telur rebus dan teh
Selain dapat menambah stamina dan energi, telur yang direbus dengan teh
dipercaya sebagai simbol kesuburan.
c. Ayam, ikan, dan babi
Tiga hewan berdaging yang kerap muncul di perayaan Tahun Baru Imlek adalah
ayam, ikan, dan babi. Mereka meyakini bahwa ketiganya harus ada di sajian
kuliner Imlek, agar masyarakat yang menyantapnya tidak meniru sifat ketiga
hewan tersebut.
Babi, dilambangkan sebagai hewan yang malas. Ayam, dilambangkan sebagai
hewan yang serakah karena kebiasaannya berpindah tempat ketika makanannya
belum habis. Sementara ikan sendiri mengandung dualisme makna. Di satu sisi,
kulitnya yang bersisik kerap disandingkan dengan ular yang jahat. Namun di
sisi lain, ikan juga dilambangkan sebagai rezeki dan keberuntungan. Seluruh
hidangan ayam dan ikan harus disajikan secara utuh sebagai simbol keutuhan
dan kemakmuran yang berlimpah.
d. Jiaozi
Jiaozi adalah makanan tradisional China yang juga dikenal dengan nama Kuo
Tie, dan biasa disajikan sebagai makanan pembuka atau camilan. Bentuknya
sendiri seperti pangsit yang berisi adonan daging babi atau udang cincang dan
sayuran. Jiaozi melambangkan kebersamaan. Pada umumnya, di malam Imlek
seluruh keluarga akan berkumpul dan memakan Jiaozi yang dibentuk bulat,
sebagai harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan. Secara simbolik,
bentuknya yang bulat mirip dengan uang China kuno dan juga dijadikan
perlambang kelimpahan rezeki.
e. Kue keranjang (Nian Gao)
Kata Nian berarti "tahun", sementara Gao berarti "kue" dan juga terdengar
seperti "tinggi". Ini merupakan perlambang makna peningkatan rezeki atau
kemakmuran.
f. Jeruk
Buah jeruk (terutama warna kuning) merupakan perlambang kemakmuran dan
kekayaan yang selalu bertumbuh.
g. Pisang raja
Buah lain yang juga wajib ada ketika Imlek adalah pisang raja. Maknanya tidak
jauh berbeda dari jeruk, yaitu kemakmuran dan kekayaan.
h. 12 macam masakan dan 12 macam kue
Pada perayaan Tahun Baru Imlek, biasanya masyarakat Tionghoa yang
berkecukupan selalu menyediakan 12 jenis masakan dan 12 jenis kue, terkait
dengan shio yang berjumlah 12. Selain masakan yang selalu mengandung
makna tertentu, kue-kue yang disajikan juga biasanya memiliki rasa yang lebih
manis dari biasanya, dengan harapan agar hidup mereka juga menjadi lebih
manis dan penuh rezeki di tahun-tahun berikutnya.