Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hasil pemutakhiran data Kelompok Tani Hutan (KTH) di Wilayah
Kabupaten Nganjuk sejumlah 149 (seratus empat puluh sembilan) kelompok
dan sebagian besar masih termasuk dalam kriteria kelas kelompok pemula.
Rencana pembengunan jangka menengah (RPJM) Kementerian Kehutanan
(2017-2019) diantaranya yaitu memantapkan pembangunan secara menyeluruh
dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang
berbasis sumber daya alam yang tersedia, sumber daya manusia yang
berkualitas, serta kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu,
pembentukan, penguatan dan pengembangan Kelompok Tani Hutan merupakan
salah satu langkah strategis dalam upaya pencapaian kemandirian dan
kesejahteraan masyarakat.

B. Maksud dan Tujuan


Laporan akhir kegiatan peningkatan Kelas Kelompok Tani Hutan (KTH)
ini disusun dengan maksud untuk memberikan gambaran pelaksanaan kegiatan
pendampingan peningkatan kelas KTH Tahun 2017 di Kelompok Tani Hutan
“Rukun Mulyo” di Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk dan
sebagai bahan dan hasil monitoring evaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Permasalahan dan hambatan pada pelaksanaan kegiatan ini kami sampaikan
sebagai upaya tindak lanjut dan perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan
berikutnya.
Adapun tujuan dari penyusunan laporan akhir ini adalah terwujudnya
pelaksanaan kegiatan pendampingan peningkatan kelas KTH Tahun 2017 dari
kelas pemula ke kelas madya dan didukung sistem pelaporan yang akurat dan
transparan sehingga dapat digunakan sebagai umpan yang baik dalam
melakukan langkah kebijakan yang akan datang.

C. Dasar Pelaksanaan
1. Peraturan Menteri Kehutanan No. P57/Menhut-II/2014 tentang Pedoman
Pembinaan Kelompok Tani Hutan.
2. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan
No. P.1/IX-Set/2017 tentang Petunjuk Teknis Peningkatan Kelas KTH.
3. Surat Keputusan Kepala Pusat Penyuluhan Nomor : SK.8/Kpts/Luh-3/2017
tentang Penetapan Kelompok Tani Hutan Penerima Kegiatan Fasilitasi

1
Peningkatan Kelas KTH dan Penyuluh Kehutanan Pendamping KTH Provinsi
Jawa Timur Tahun 2017.
4. Surat Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Nomor :
522/939/123.05/2017 tentang Penerima Fasilitasi Peningkatan Kelas
Kelompok Tani Hutan (KTH) Tahun 2017 pada satker kehutanan Provinsi
Jawa Timur DIPA BA 29-01 Tahun 2017, tanggal 11 Mei 2017.
5. Surat Perjanjian kerjasama antara Pejabat Pembuat Komitmen Bidang
Peningkatan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Satker Dinas
KehutananProvinsi Jawa Timur dengan Kelompok Tani Hutan Rukun Mulyo
Nomor : 029/05/PKS/123.05/2017 tentang pelaksanaan fasilitasi peningkatan
kelas kelompok tani hutan tahun 2017

2
BAB II
PROFIL KTH

A. Nama, alamat dan tahun berdiri KTH


Nama KTH : Rukun Mulyo
Alamat : Desa Blongko, Kecamatan Ngetos
Tahun berdiri : 2004

B. Legalitas dan Struktur Organisasi


1. Legalitas kelompok
a. Sertifikat Pengukuhan Kelompok Tani Pemula dari Kepala Desa Joho.
Nomor : 103 / 39 / 411.615.105 / 2015 (sertifikat terlampir).

2. Susunan Organisasi
1. Pelindung : Kepala Desa Joho
2. Pembina : Penyuluh Kehutanan Kecamatan Pace
3. Ketua : Drs. H. Amari
4. Sekretaris : Moh. Yusup
5. Bendahara : Ahmad Syahri
6. Seksi Produksi : Setu
7. Seksi Ekologi : Warjid
8. Seksi Sosial : Fuji Anasari N.
9. Seksi Pengembangan usaha dan pengelolaan jaringan kerjasama : Siti
Mujianah
Jumlah anggota : 35 orang

C. Jenis – jenis kegiatan / usaha yang sedang dikerjakan, volume produksi dan
pemasarannya.

Volume Produksi Pemasaran Keterangan


No Jenis Kegiatan/ Usaha
(Kg/thn)
1 Hutan rakyat 25 Ha - -
2 Pengembangan - Belum
20 Ha
tanaman porang Panen
3 Kunir 3 ton / 7 Ha Dijual kepada Lokal
pengepul

3
D. Modal KTH (sumber modal dan perkembangannya)

No Sumber Modal Jumlah awal Jumlah akhir Keterangan


1. Iuran anggota Rp. 3.000.000,- Rp. 21.000.000,- Berasal dari iuran
sukarela anggota
dan dari kas arisan
anggota setiap
pertemuan
kelompok.

E. Mitra KTH (Instansi, Pemerintah, LSM, Dunis Usaha)


Dalam melakukan usahanya selama ini, kelompok selalu bekerjasama dengan
dinas /instansi terkait dan lembaga-lembaga swasta tetapi belum sampai ke tingkat
perjanjian(Mou).

4
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN PENDAMPINGAN PENINGKATAN KELAS KTH

A. Pelaksanaan Kegiatan Penguatan Kelembagaan


1. Pertemuan Kelompok
a. Pemantapan kepengurusan KTH yang dilaksanakan satu kali pertemuan
dengan jumlah peserta 20 orang, materi yang disampaikan adalah
pemantapan pengurus KTH dengan nara sumber Penyuluh Kehutanan.
Hasil pertemuan : pengurus dan anggota memahami tentang arti sebuah
perkumpulan / kelompok tani hutan, pengurus dan anggota memahami
bahwa suatu kelompok / perkumpulan / organisasi harus memiliki susunan
kepengurusan, persamaan gender dalam kepengurusan sangat dirasakan
penting karena kaum wanita dan generasi muda mempunyai peran yang
sama pentingnya dalam membangun dan mengembangkan kegiatan /
usaha kelompok.
b. Penyusunan uraian tugas pengurus KTH yang dilaksanakan satu kali
pertemuan dengan jumlah peserta 20 orang, materi yang disampaikan
adalah penjabaran uraian tugas pengurus KTH dengan narasumber
Penyuluh Kehutanan. Hasil Pertemuan : membuat dan menyepakati masing-
masing uraian tugas pengurus diantaranya ketua, sekretaris, bendahara dan
seksi – seksi. Meskipun setiap pengurus dan anggota mempunyai tugas
masing – masing yang berbeda, namun tetap diharapkan untuk tetap saling
membangun kerjasama dan kekompakan demi kemajuan KTH.
c. Pertemuan kelompok untuk menyepakati aturan tertulis AD / ART KTH yang
dilaksanakan satu kali pertemuan dengan jumlah peserta 20 orang, materi
yang disampaikan adalah pembuatan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga KTH Tani Makmur Jaya dengan narasumber penyuluh
kehutanan. Hasil pertemuan : telah dibuat dan disepakati Anggaran Dasar
dan Anggaran Rumah Tangga KTH Rukun Mulyo.
d. Pertemuan kelompok untuk menyepakati visi dan misi KTH yang
dilaksanakan satu kali pertemuan dengan jumlah peserta 20 orang, materi
yang disampaikan adalah pemahaman tentang visi dan misi KTH dengan
narasumber Penyuluh Kehutanan. Hasil pertemuan : telah disepakati visi
KTH Rukun Mulyo “Membangun hutan lestari menuju masyarakat mandiri
dan sejahtera”, sedangkan misinya adalah Konservasi sumberdaya hutan
dan hayati serta ekosistemnya, Pemanfaatan potensi sumberdaya hutan,
secara optimal dengan tetap memperhatikan fungsi hutan dari segi sosial,
ekonomi dan ekologi, Pengembangan usaha ekonomi produktif, dengan

5
memanfaatkan seluruh potensi yang ada, Pemahaman tentang pentingnya
kelola kelembagaan,kelola kawasan dan kelola usaha.
e. Pertemuan kelompok untuk menyusun rencana kegiatan KTH rencana
jangka pendek yang dilaksanakan satu kali pertemuan dengan jumlah
peserta 20 orang, materi yang disampaikan adalah pemahaman rencana
jangka pendek KTH dengan narasumber Penyuluh Kehutanan. Hasil
pertemuan : Identifikasi potensi wilayah KTH Rukun Mulyo, Identikasi
permasalahan wilayah KTH Rukun Mulyo, Memperbaiki administrasi
kelompok, Melakukan pengembangan usaha kegiatan kelompok :
Pengembangan hutan rakyat seluas 50 Ha yang berupa : jati, sengon dan
gmelina arborea, Pemanfaatan lahan di Bawah tegakan yang dilakukan oleh
para anggota KTH diantaranya dengan penanaman jahe, ketela pohon dan
kunir, pembuatan bangunan sipil teknis yang berupa gully plug dan dam
penahan yang bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kab. Nganjuk.
f. Pertemuan kelompok menyusun rencana tahunan KTH yang dilaksanakan
satu kali pertemuan dengan jumlah peserta 20 orang, materi yang
disampaikan adalah pemahaman rencana jangka panjang KTH dengan
narasumber Penyuluh Kehutanan. Hasil pertemuan : Peningkatan kelas
kelompok dari pemula ke madya, Pengembangan tanaman bawah tegakan
(ahe, ketela pohon dan kunir), Pengembangan hutan rakyat, Pelatihan
Kelompok (pengurus dan anggota KTH), Pembentukan Koperasi KTH
“Rukun Mulyo” dan atau Koperasi Wanita KTH.
g. Pertemuan kelompok untuk menyepakati serta menyusun jadwal dan
agenda KTH serta meningkatkan kemampuan melakukan monitoring dan
evaluasi partisipatif Peningkatan kelas kelompok tani hutan yang
dilaksanakan satu kali pertemuan dengan jumlah peserta 20 orang, dengan
narasumber Penyuluh Kehutanan. Hasil Pertemuan : Setiap anggota
kelompok diharapkan mampu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap
setiap kegiatan yang dilakukan KTH terutama di wilayah yang berdekatan
dengan anggota kelompok yang bersangkutan, Jadwal dan agenda KTH
yang telah disepakati diharapkan bisa dilaksanakan sesuai dengan waktu
yang telah ditentukan.
h. Pertemuan kelompok untuk membuat laporan / mengekspose kegiatan KTH
dalam berbagai media yang dilaksanakan satu kali pertemuan, dengan
jumlah peserta 20 orang dan narasumber penyuluh Kehutanan. Hasil
pertemuan :
- Adanya fasilitasi kegiatan peningkatan kelas dari kelas pemula ke kelas
madya tahun 2017 ini, KTH “Rukun Mulyo” berkesempatan untuk

6
mendapatkan berbagai tambahan pengetahuan dan wawasan
diantaranya untuk membuat laporan / mengekpose berbagai kegiatan
yang ada dan telah berjalan di KTH ini dalam berbagai media dengan
dibantu dan arahan dari Penyuluh Kehutanan Kecamatan Ngetos.
- Dari kegiatan tersebut, banyak sekali manfaat positif yang dapat diambil
oleh anggota KTH “Rukun Mulyo” diantaranya dapat meningkatkan
kapasitas SDM pengurus dan anggota KTH, serta memberikan dampak
konservasi dan penghijauan di lingkungan wilayah KTH “Rukun Mulyo”
- Selama proses kegiatan berlangsung, dokumentasi dan pelaporan
kegiatan dapat diekpose atau dituangkan dalam laporan tertulis,
sehingga dapat membantu memberikan informasi kepada masyarakat
bahwa KTH “Rukun Mulyo” mau dan mampu dalam melaksanakandan
mensukseskan program pemerintah.
2. Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pengurus dan anggota KTH
Pelatihan ini dilaksanakan 19 September 2017, dengan jumlah peserta 25
orang dengan narasumber Penyuluh Kehutanan. Hasil pertemuan :
a. Pengurus kelompok mengerti tentang tugas dan kewajiban dari
masing – masing jabatan pengurus.
b. Memahami hak dan kewajiban anggota dalam kelompok.
c. Pengurus dan anggota memahami tentang proses pengelolaan
kelompok (manajeman kelompok) yaitu pengambilan keputusan
kelompok dan manajemen konflik.
d. KTH sebagai pelaku utama dalam pembangunan kehutanan harus
konsisten dan memiliki komitmen untuk berkembang. Untuk itu perlu
pemberdayaan kelompok tani hutan agar tercipta para pelaku usaha
yang mandiri dan profesional.
e. Pengurus dan anggota KTH memahami tentang pemberdayaan
kelompok. Kelompok tani hutan yang berdaya memiliki ciri sebagai
berikut :
f. Memiliki kemampuan dalam membuat perubahan ke arah yang lebih
baik dari keadaan sebelumnya, sehingga mereka memiliki
kemampuan dalam memberikan tanggapan terhadap perubahan yang
terjadi, termasuk dalam kemampuan memecahkan masalah –
masalah.
g. Memiliki kemampuan dalam membuat keputusan yang terbaik bagi
kelompoknya secara mandiri sehingga kelompok akan mampu
mewujudkan bagi anggotanya dalam memperoleh
kesempatan/peluang. Dalam hal ini, fungsi kelompok sebagai sarana

7
kelas belajar, unit produksi dan wahana kerjasama dapat dirasakan
oleh anggotanya.
h. Memiliki kemampuan dalam menggali dan memanfaatkan
sumberdaya secara berkesinambungan untuk menghasilkan
perubahan yang lebih baik bagi mereka dan masyarakat sekitarnya.
i. Memiliki kepekaan dengan kondisi lingkungan sekitarnya yang
nantinya dapat berpengaruh pada perkembangan Kelompok baik dari
segi Politik maupun dari system pemerintahan setempat.
j. Memiliki kelengkapan administrasi sebagai sarana pendukung dalam
pelaksanaan kegiatanya
3. Pengadaan ATK dan perlengkapan administrasi kelompok
Untuk melengkapi sekretariat KTH telah terealisasi pengadaan ATK dan
perlengkapan administrasi berupa pensil 2B, bolpoin gell, stopmap folio, buku
folio, kertas HVS Folio, kertas Kuarto.
4. Pengadaan perlengkapan ruang sekretariat
Pengadaan perlengkapan ruang sekretariat KTH yang telah terealisasi
diantaranya white board 1 buah, meja tulis 1 buah dan lemari 1 buah.
5. Dokumentasi dan pelaporan
Pelaksanaan KTH selalu didokumentasikan dari awal sampai akhir kegiatan
untuk lampiran dokumen pelaporan. Laoran akhir kegiatan ini merupakan
gambaran hasil pelaksanaan pendampingan peningkatan kelas Kelompok Tani
Hutan dari Kelas Pemula ke Kelas Madya yang memuat realisasi kegiatan,
permasalahan yang ada dan upaya pemecahan masalahserta sran tindak lanjut
agar kegiatan tercapai optimal tepat dan susai sasaran.
6. Insentif penyuluh pendamping
Insentif pendampingan ini terealisasi selama 4 bulan untuk bulan September,
Oktober, Nopember dan Desember 2017.
7. Pengukuhan Kelompok Tani Hutan, agar kelembagaan KTH dapat dikelola
dengan tepat dan mempunyai legalitas formal. SK Penetapan KTH Rukun
Mulyo kedalam kelas Madya ditetapkan oleh Camat Ngetos.

B. Pelaksanaan Kegiatan Kelola Kawasan


1. Pertemuan Kelompok :
a. Memberikan pemahaman tentang pentingnya kelola kawasan dan pemetaan
wilayah kelola KTH secara partisipatif yang dilaksanakan satu kali, dengan
jumlah peserta 20 orang, narasumber Penyuluh Kehutanan. Hasil
pertemuan :

8
- Tata Kelola kawasan dan pemetaan wilayah kelola KTH sangat penting
karena dapat dijadikan dasar bagi pembuatan rencana kerja kegiatan
kelompok.
- Setiap anggota kelompok diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif
dalam melakukan pemetaan wilayah di sekitarnya sehingga didapatkan
data yang valid tentang wilayah kelola KTH.
b. Pembuatan peta / sket wilayah kelola dan rencana pemanfaatan wilayah
kelola KTH yang dilaksanakan satu kali, dengan jumlah peserta 20 orang,
dengan narasumber Penyuluh Kehutanan. Hasil pertemuan :
- KTH “Tani Makmur Jaya” berada di Dusun Jatirejo, Desa Joho,
Kecamatan Pace, dimana mempunyai wilayah kelola hutan rakyat
seluas kurang lebih 25 Ha.
- Hutan rakyat seluas 25 Ha tersebut terdiri dari tegakan tanaman Jati,
Sengon, Akasia Mangium. Karena kondisi tanahnya merupakan tanah
berbatu, maka tanaman Jati dan Akasia Mangium mendominasi
tegakan.
- Pemanfaatan lahan di Bawah tegakan yang dilakukan oleh para
anggota KTH diantaranya dengan penanaman empon-empon yaitu
jahe dan kunir. Ada juga yang menanam tanaman porang, dimana
umbi ataupun bibit tanaman bawah tegakan tersebut berasal dari
bantuan kegiatan Dinas Kehutanan Kabupaten Nganjuk maupun dibeli
secara swadaya oleh anggota KTH sendiri.
- Untuk bangunan sipil teknis / usaha konservasi sipil teknis, KTH “Tani
Makmur Jaya” telah berhasil membuat dam penahan dimana program
kegiatan dari Dinas Kehutanan Kab. Nganjuk, serta tahun 2017 ini
mendapat bantuan berupa sumur resapan air sebanyak 15 unit, yang
diharapkan dapat membantu memperbaiki simpanan air tanah di Desa
Joho, mengingat kondisi tanahnya yang berbatu.
2. Praktek Pembuatan peta sket dan rencana pemanfaatan wilayah kelola KTH.
- Pengurus dan anggota mampu dan paham kondisi wilayah kelola binaan
KTH Tani Makmur Jaya.
- Mampu mengidentifikasi potensi dan masalah yang ada di wilayah
binaan.
- Mampu menuangkan kegiatan-kegiatan yang sudah pernah dilaksanakan
oleh kelompok baik bantuan dari Pemerintah maupun yang dilakukan
secara swadaya ke dalam peta / sket pemanfaatan wilayah kelola KTH
Purbo Jati I Desa Wilangan, Kecamatan Wilangan.

9
3. Kegiatan fasilitasi kegiatan rehabilitasi dan konservasi sumberdaya alam yang
memberikan dampak pada pembangunan kehutanan.
Kegiatan teknis ini dimaksudkan untuk pengkayaan tanaman pada lahan
anggota kelompok yang masih ada potensi untuk dikembangkan dengan pola
pengkayaan tanaman dan penghijauan lingkungan. Pelaksanaan kegiatan
penanaman dilaksanakan pada bulan nopember (musim hujan) yang
dilaksanakan secara swadaya dan dikerjakan dengan gotong royong oleh
anggota KTH Tani Makmur Jaya.

C. Pelaksanaan Kegiatan Kelola Usaha


1. Pertemuan kelompok
a. Pertemuan kelompok untuk pelatihan pembuatan proposal untuk merintis
kemitraan untuk pengembangan usaha kelompok, yang dilaksanakan satu
kali, dengan jumlah peserta 20 orang, dengan narasumber Penyuluh
Kehutanan. Hasil pertemuan :
- Potensi yang ada di wilayah Desa Joho diantaranya adalah tegakan
Jati, Akasia Mangium dan beberapa tanaman sengon. Sedangkan
untuk potensi tanaman bawah tegakannya adalah jahe, kunir, dan
porang.
- Potensi yang diharapkan bisa ditingkatkan oleh KTH “Tani Makmur
Jaya” adalah potensi tanaman porang. Oleh karena itu dengan
adanya fasilitasi pertemuan kelompok ini, para pengurus dan
beberapa anggota dilatih dan didampingi untuk penyusunan proposal
kerjasama / kemitraan dengan perusahaan yang menangani masalah
pemasaran porang, yaitu PT Marefa Alam Samudra yang
beralamatkan di Dusun Gambyok, Desa Sidoharjo, Kecamatan
Tanjunganom, Nganjuk.
- Diharapkan proposal kemitraan yang telah diajukan dapat disetujui
dan membuahkan hasil positif sehingga usaha KTH “Tani Makmur
Jaya” dapat meningkat.
b. Pertemuan kegiatan temu usaha
- Dari hasil kunjungan ke UMKM atau pelaku usaha yang dilaksanakan
pada hari Jumat tanggal 8 Desember di LMDH “Sido Makmur”, Desa
Makmur, Kecamatan Wilangan, para pengurus KTH “Tani Makmur
Jaya” mendapatkan tambahan wawasan dan ilmu di bidang usaha
kecil (industri rumah tangga) pengolahan umbi ketela siap konsumsi.
- Sebenarnya teknologi ini bisa juga diadopsi di wilayah KTH “Tani
Makmur Jaya” Desa Joho, Kecamatan Pace. Namun, para anggota

10
dan pengurus KTH mempunyai kesepakatan untuk lebih
memfokuskan diri ke pengembangan tanaman porang.
- Semangat dan kegigihan LMDH Sido Makmur yang wajib diadopsi
oleh para anggota dan pengurus KTH Tani Makmur Jaya, sehingga
bisa lebih maju dan unggul.
2. Kegiatan fasilitasi penjajagan, kerjasama / akses permodalan,
informasi/teknologi ke UMKM, Pelaku usaha dan pihak lainnya.
- Kegiatan fasilitasi penambahan volume dan jenis usaha KTH dilaksanakan
dengan kegiatan kunjungan ke LMDH Sido Makmur, Desa Mancon,
kecamatan Wilangan. LMDH ini sudah bergerak dalam kegiatan UMKM
usaha pembuatan kripik ketela rasa gadung yang sudah dijual dan
didistribusikan ke hampir seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.
- Untuk penambahan volume dan jenis usaha KTH Tani Makmur Jaya,
difasilitasi dengan pembelian umbi porang dan pupuk kompos yang
ditanam di lahan bawah tegakan anggota KTH Tani Makmur Jaya.

D. Output Kegiatan Pendampingan Peningkatan Kelas KTH


1. Kelola Kelembagaan
a. Kelembagaan KTH Tani Makmur Jaya kelas Madya ditetapkan oleh Camat
Pace, sehingga kepengurusan KTH berjalan sesuai dengan AD ART yang
telah ditetapkan.
b. Keikutsertaan kaum wanita dalam kepengurusan dan keanggotaan KTH
sebanyak 20 %.
c. Telah tersususnnya Rencana Tahunan Kegiatan KTH.
d. Keterlibatan pengurus dan anggota setiap pelaksanaan kegiatan kelompok
selalu kompak dengan kehadiran diatas 80%.
e. Cukup lengkapnya (lebih dari 5 unsur) dalam penetapan lokasi dan
kelengkapan serta pengaktifan fungsi sekretariat (papan naman kelompok,
peta wilayah kelola, bubuk – buku pendukung kesekretariatan KTH).
f. Jenis pelatihan yang diikuti oleh pengurus / anggota kelompok (bidang
teknis,kelembagaan, manajemen usaha,administrasi) lebih dari 3 jenis.
g. Keterlibatan generasi muda dalam KTH terserap 50%.
2. Kelola Kawasan
a. Sebagian anggota kelompok telah memahami tentang batas-batas wilayah
kelola sesuai potensi.

11
b. Pemetaan dilakukan secara partisipatif oleh sebagian anggota oleh
sebagian anggota dalam penataan dan pemetaan wilayah kelola kawasan.
c. Teridentifikasinya dan dipetakan dan didokumentasikan dengan cukup baik
tentang potensi, daya dukung wilayah kelola, permasalahan wilayah kelola
dan kawasan hutan disekitarnya.
d. Pemanfaatan wilayah kelola sesuai dengan potensi telah direncanakan
secara tertulis.
e. Dampak terhadap peningkatan kesadaran dan kepedulian anggota /
masyarakat terhadap kelestarian hutan dan lingkungan terbangun cukup
baik (kebakaran htan, rehabilitasi lahan kritis, pelestarian sumber mata air,
pengawetan tanah dan pelestarian keanekaragaman hayati).
3. Kelola Usaha
a. Bertambahnya kemitraan dengan perjanjian kemitraan (Mou) tahun
mendatang kedepan dengan PT Marefa Alam Samudra yang beralamatkan
di Dusun Gambyok, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk
dalam kegiatan pemanfaatan lahan di bawah tegakan dengan tanaman
Porang yang masih dalam proses.

BAB IV
PERMASALAHAN DAN UPAYA PEMECAHAN MASALAH

I. PERMASALAHAN
Pada kegiatan peningkatan Kelas Kelompok Tani Hutan tahun 2017 ini,
ditemukan beberapa permasalahan yaitu :
1. Modal kelompok masih belum ada penambahan secara rutin (kas kelompok)
melalui kas anggota tiap pertemuan.
2. Sekretariat KTH masih belum milik sendiri.
3. Peningkatan nilai tambah hasil hutan belum dilaksanakan secara maksimal
karena minimnya peralatan dan pengetahuan teknologi.
4. Masih kurangnya pengetahuan pengurus dan anggota KTH tentang
administrasi pembukuan kelembagaan dan keuangan masih belum optimal.

II. UPAYA PEMECAHAN MASALAH


1. Pengurus KTH diharapkan dapat menambah modal sendiri (simpanan
pokok, simpanan wajib dan sukarela), dengan pihak lain (bantuan program
pemerintah dana hibah maupun dana bergulir, perbankan, serta penyertaan
modal anggota).

12
2. Dalam pemanfaatan lahan bawah tegakan agar pengurus KTH
mengupayakan peluang kemitraan pengusaha dan mengusulkan kepada
pemerintah.
3. Peningkatan SDM pengurus dan anggota melalui pelatihan administrasi
pembukuan dan administrasi pembukuan dan administrasi keuangan,
teknologi pengolahan hasil hutan dan kunjungan lapang ke daerah KTH
yang berhasil.

BAB V
PENUTUP

Laporan pendampingan peningkatan kelas KTH Tahun 2017 ini masih banyak
kekurangan baik isi, tulisan maupun pelaksanaan di lapangan, namun kami telah
berupaya secara maksimal untuk melaksanakan secara tepat waktu sesuai dengan
RAB/RUKK yang telah ditetapkan.
Kegiatan pendampingan peningkatan kelas KTH ini dapat bervariasi antar
penyuluh kehutanan pada pelaksanaan di lapangan, disesuaikan dengan kondisi
masyarakat / kelompok pendampingan. Laporan ini masih banyak kekurangan, untuk
itu diharapkan adanya saran dan kritik dari semua pihak yang bersifat membangun.
Dan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terwujudnya laporan ini kami
sampaikan terimakasih.

13
BAB VI
LAMPIRAN

a. Realisasi Fisik

No. Jenis Pekerjaan Satuan / Realisasi Realisasi %


Volume Fisik
I. PENGUATAN KELEMBAGAAN
1. Fasilitasi Pertemuan Kelompok :
- Memantapan kepengurusan KTH
diupayakan melibatkan kaum wanita
dan generasi muda dalam
kepengurusan
- Menyusun uraian tugas / pembagian
tugas pengurus
- Konsumsi (2kali @Rp 300.000) 2 kali 2 kali 100
2. Fasilitasi Pertemuan kelompok untuk
menyusun dan menyepakati :
- Aturan tertulis (AD/ART KTH dan
aturan lainnya)
- Visi misi dan tujuan KTH

14
- Konsumsi (2kali @ Rp 300.000) 2 kali 2 kali 100
3. Fasilitasi pertemuan kelompok untuk
menyusun rencana kegiatan KTH
(rencana jangka pendek, rencana
tahunan)
- Konsumsi (2kali @Rp 300.000) 2 kali 2 kali 100
4. - Pengadaan 3 buku administrasi
kelompok
- Pengumpulan data dan pencatatan
dalam buku Administrasi (buku
daftar anggota, buku kas, buku
tamu)
- Pembelian ATK dan Perlengkapan
ADM KTH 1 Paket 1 Paket 100
5. Penetapan ruang sekretariat
- Pengadaan perlengkapan ruang
sekretariat (papan nama, papan
informasi, peta wilayah kelola,
whiteboard)
- Pengadaan sarpras sekretariat KTH 1 Paket 1 Paket 100

6 Fasilitasi Pelatihan
Partisipatif/Peningkatan Kapasitas SDM
Pengurus dan Anggota KTH dalam :
- Manajemen kelompok
- Membangung kebersamaan/team
building
- Kepemimpinan
Honor Narasumber 3 OJ 3 OJ 100
Bantuan Transport Nara sumber 1 Org 1 Org 100
Konsumsi 25 org 25 org 100
7 Pertemuan kelompok untuk :
- Menyepakati serta menyusun jadwal
dan agenda
- Meningkatkan kemampuan
melakukan monitoring dan evaluasi
partisipatif
- Membuat laporan/mengekpose
kegiatan KTH dalam berbagai media
- Konsumsi (2 kali @ Rp. 300.000) 2 kali 2 kali 100
8 Dokumentasi dan Pelaporan 1 paket 1 paket 100

15
9 Insentif Penyuluh Pendamping 4 bulan 4 bulan 100
II. PEMANTAPAN KELOLA KAWASAN
1 Pertemuan Kelompok
- Memberikan pemahaman tentang
pentingnya kelola kawasan
- Pemetaan wilayah kelola KTH secara
partisipatif
- Konsumsi (Makan minum) 20 org @ 1 kali 1 kali 100
Rp. 15.000
2 Praktek Pertemuan Partisipatif
- Identifikasi Potensi, Permasalahan
dan kearifan lokal
- Pembuatan Peta/sket wilayah kelola
- Pembuatan peta/sket pemanfaatan
wilayah kelola sesuai potensi
- Bahan praktek pembuatan peta/skets 1 paket 1 paket 100
- Konsumsi (makan minum) 20 org @ 1 kali 1 kali 100
Rp. 15.000
3 Pertemuan kelompok untuk :
- Pembuatan Peta/skets wilayah kelola
KTH
- Pembuatan Peta/skets rencana
pemanfaatan wilayah kelola
- Konsumsi (makan minum) 20 org @ 1 paket 1 paket 100
Rp. 15.000
4 Fasilitasi kegiatan rehabilitasi dan
konservasi sumberdaya alam yang
memberikan dampak (pembuatan pupuk
dan aplikasi di lapangan) 1 paket 1 paket 100
III PEMANTAPAN KELOLA USAHA
1 Pertemuan kelompok untuk pelatihan
pembuatan proposal untuk merintis
kemitraan untuk pengembangan usaha
- Konsumsi (makan minum) 20 org @ 1 paket 1 paket 100
Rp. 15.000
2 Fasilitasi penjajagan kerjasam/akses
permodalan, informasi/teknologi ke
UMKM, Pelaku usaha dan pihak lainnya
- Bantuan transportasi untuk kunjungan 5 OJ 5 OJ
- Fasilitasi penambahan volume dan 1 Paket 1 paket
jenis usaha KTH (jenis usaha bisa

16
disesuaikan)
- Fasilitasi kegiatan temu usaha 1 kali 1 kali
(pertemuan)

b. Realisasi Keuangan

Satuan / Realisasi Realisasi


No. Jenis Pekerjaan Jumlah Realisasi
Volume Fisik %
I. PENGUATAN KELEMBAGAAN
1. Fasilitasi Pertemuan Kelompok :
- Memantapan kepengurusan
KTH diupayakan melibatkan
kaum wanita dan generasi
muda dalam kepengurusan
- Menyusun uraian tugas /
pembagian tugas pengurus
- Konsumsi (2kali @Rp 2 kali 2 kali 600.000 600.000 100
300.000)
2. Fasilitasi Pertemuan kelompok
untuk menyusun dan
menyepakati :
- Aturan tertulis (AD/ART KTH
dan aturan lainnya)
- Visi misi dan tujuan KTH

17
- Konsumsi (2kali @ Rp 2 kali 2 kali 600.000 600.000 100
300.000)
3. Fasilitasi pertemuan kelompok
untuk menyusun rencana
kegiatan KTH (rencana jangka
pendek, rencana tahunan)
- Konsumsi (2kali @Rp 2 kali 2 kali 600.000 600.000 100
300.000)
4. - Pengadaan 3 buku
administrasi kelompok
- Pengumpulan data dan
pencatatan dalam buku
Administrasi (buku daftar
anggota, buku kas, buku
tamu)
- Pembelian ATK dan 1 Paket 1 Paket 500.000 500.000 100
Perlengkapan ADM KTH
5. Penetapan ruang sekretariat
- Pengadaan perlengkapan
ruang sekretariat (papan
nama, papan informasi, peta
wilayah kelola, whiteboard)
- Pengadaan sarpras 1 Paket 1 Paket 2.000.000 2.000.000 100
sekretariat KTH
6 Fasilitasi Pelatihan
Partisipatif/Peningkatan
Kapasitas SDM Pengurus dan
Anggota KTH dalam :
- Manajemen kelompok
- Membangung
kebersamaan/team building
- Kepemimpinan
Honor Narasumber 3 OJ 3 OJ 100.000 100.000 100
Bantuan Transport Nara sumber 1 Org 1 Org 100.000 100.000 100
Konsumsi 25 org 25 org 750.000 750.000 100
7 Pertemuan kelompok untuk :
- Menyepakati serta menyusun
jadwal dan agenda
- Meningkatkan kemampuan
melakukan monitoring dan
evaluasi partisipatif

18
- Membuat
laporan/mengekpose kegiatan
KTH dalam berbagai media
- Konsumsi (2 kali @ Rp. 2 kali 2 kali 600.000 600.000 100
300.000)
8 Dokumentasi dan Pelaporan 1 paket 1 paket 500.000 500.000 100
9 Insentif Penyuluh Pendamping 4 bulan 4 bulan 1.200.000 1.200.000 100
II. PEMANTAPAN KELOLA
KAWASAN
1 Pertemuan Kelompok
- Memberikan pemahaman
tentang pentingnya kelola
kawasan
- Pemetaan wilayah kelola KTH
secara partisipatif
- Konsumsi (Makan minum) 20 1 kali 1 kali 300.000 300.000 100
org @ Rp. 15.000
2 Praktek Pertemuan Partisipatif
- Identifikasi Potensi,
Permasalahan dan kearifan
lokal
- Pembuatan Peta/sket wilayah
kelola
- Pembuatan peta/sket
pemanfaatan wilayah kelola
sesuai potensi
- Bahan praktek pembuatan 1 paket 1 paket 1.150.000 1.150.000 100
peta/skets
- Konsumsi (makan minum) 20 1 kali 1 kali 300.000 1.150.000 100
org @ Rp. 15.000
3 Pertemuan kelompok untuk :
- Pembuatan Peta/skets wilayah
kelola KTH
- Pembuatan Peta/skets
rencana pemanfaatan wilayah
kelola
- Konsumsi (makan minum) 20 1 paket 1 paket 300.000 300.000 100
org @ Rp. 15.000
4 Fasilitasi kegiatan rehabilitasi dan
konservasi sumberdaya alam
yang memberikan dampak

19
(pembuatan pupuk dan aplikasi
di lapangan) 1 paket 1 paket 2.800.000 2.800.000 100
III PEMANTAPAN KELOLA
USAHA
1 Pertemuan kelompok untuk
pelatihan pembuatan proposal
untuk merintis kemitraan untuk
pengembangan usaha
- Konsumsi (makan minum) 20 1 paket 1 paket 300.000 300.000 100
org @ Rp. 15.000
2 Fasilitasi penjajagan
kerjasam/akses permodalan,
informasi/teknologi ke UMKM,
Pelaku usaha dan pihak lainnya
- Bantuan transportasi untuk 5 OJ 5 OJ 100.00 100.000 100
kunjungan
- Fasilitasi penambahan volume 1 Paket 1 paket 1.300.000 1.300.000 100
dan jenis usaha KTH (jenis
usaha bisa disesuaikan)
- Fasilitasi kegiatan temu usaha 1 kali 1 kali 300.000 300.000 100
(pertemuan)
JUMLAH 15.000.000 15.000.000
DOKUMENTASI
KEGIATAN PENINGKATAN KELAS KTH
KTH “TANI MAKMUR JAYA”
TAHUN 2017

1. Pertemuan kelompok

2. Praktek pembuatan peta wilayah kelola dan rencana pemanfaatan wilayahnya.

20
3. Penanaman bibit rambutan dan sirsat untuk kegiatan konservasi dan penghijauan
lingkungan.

4. Penanaman umbi porang.

21
5. Kunjungan ke UMKM.

22