Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang
Di era bisnis yang berkembang pesat saat ini, perusahaan yang sudah
menguasai pasar di wilayah domestik, melebarkan sayapnya dengan melakukan
kegiatan ekspor atau penjualan internasional. Dari kegiatan ekspor tentu banyak
membawa manfaat yaitu dapat memperluas pasar, menambah devisa negara, dan
memperluas lapangan kerja. Ekspor adalah proses transportasi barang atau
komoditas dari suatu negara ke negara lain. Proses ini seringkali digunakan oleh
perusahaan dengan skala bisnis kecil sampai menengah sebagai strategi utama
untuk bersaing di tingkat internasional. Kompetisi menjadi ciri khas mekanisme
pasar internasional atau global. Dalam menghadapi persaingan, marketing
merupakan strategi yang tepat untuk menaikan kinerja penjualan. Dalam setiap
kegiatan pemasaran, elemen yang sangat penting untuk diperhatikan adalah
komunikasi.
Komunikasi pemasaran mempunyai peran yang sangat penting bagi
perusahaan untuk melakukan pencitraan (image) atas suatu merek tertentu.
Komunikasi pemasaran lebih menekankan pada pemenuhan secara langsung
produk atau jasa yang diperlukan oleh konsumen. Selain itu komunikasi
pemasaran dapat mengembangkan kesadaran konsumen terhadap produk/jasa
yang dihasilkan perusahaan, sehingga konsumen mengenal produk/jasa yang
ditawarkan, dengan begitu dapat merangsang terjadinya penjualan. Integrated
Marketing Communication (IMC) di perusahaan-perusahaan besar saat ini
seolah menjadi tuntutan global. Penerapan IMC dan komunikasi menyeluruh
dapat menciptakan dan menjaga hubungan antara perusahaan dengan brand dan
customer yang dimilikinya. IMC atau komunikasi pemasaran terintegrasi dapat
menghasilkan konsistensi pesan yang lebih kuat dan dapat membantu ekuitas
merek dan menciptakan dampak penjualan yang lebih besar (Kotler dan Keller,
2009: 197).
Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan
dapat diperoleh suatu usaha memikat konsumen. Penjualan menurut Rhonda
Abrams merupakan aktivitas yang berinteraksi langsung dengan konsumen

1
untuk memperoleh pesanan atau penjualan langsung. Secara umum definisi
penjualan dapat diartikan sebagai sebuah usaha atau langkah konkrit yang
dilakukan untuk memindahkan suatu produk, baik itu berupa barang ataupun
jasa, dari produsen kepada konsumen sebagai sasarannya. Dimana dari kegiatan
penjualan tersebut akan mendatangkan keuntungan atau laba dari produk
ataupun barang yang dihasilkan. Dalam pelaksanaannya, penjualan sendiri tak
akan dapat dilakukan tanpa adanya orang-orang yang bekerja didalamnya seperti
tenaga pemasaran, pelaksana dagang, agen, dan lain-lain.

1. 2 Rumusan Masalah
1. Apa saja Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication) yang
dilakukan oleh PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk?
2. Bagaimana penjualan market ekspor PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul Tbk?

1. 3 Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication)
yang dilakukan oleh PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk?
2. Untuk mengetahui penjualan market ekspor PT. Industri Jamu dan Farmasi
Sido Muncul Tbk?

2
BAB II

KONSEPTUAL TEORI

2. 1 Marketing Communication (Komunikasi Pemasaran)

Menurut Philip Kotler & Kevin Lane Keller (2009), komunikasi pemasaran
adalah sarana dimana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan
mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung, tentang produk
dan merek yang dijual. Intinya komunikasi pemasaran mempresentasikan suara
perusahaan dan mereknya serta merupakan sarana dimana perusahaan dapat
membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen.

Kotler & Kevin (2009), menegaskan bahwa komunikasi pemasaran juga banyak
melaksanakan fungsi bagi konsumen. Komunikasi pemasaran dapat memberitahu
atau memperlihatkan kepada konsumen tentang bagaimana dan mengapa produk
itu digunakan, oleh orang yang bagaimana, serta dimana dan kapan. Konsumen
dapat mempelajari tentang produk apa, siapa yang memproduksi, mereknya apa,
cocok dikonsumsi oleh siapa, apa keunggulan nya, dapat diperoleh di mana, dan
bagaimana caranya memperoleh produk itu. Dengan demikian komunikasi
pemasaran memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan untuk
mengkomunikasikan produk yang dipasarkan kepada pasar sasaran secara lebih
luas, bahkan dapat berkontribusi terhadap ekuitas merek dengan menanamkan
merek dalam ingatan dan menciptakan citra (image) merek, serta mendorong
penjualan, dan memperluas pasar.

Komunikasi pemasaran dapat diidentifikasikan sebagai hal berikut:

 Mengidentifikasikan pasar dan kebutuhan konsumen atau persepsi konsumen.


 Menggambarkan dan mengoperasionalkan gambar atau persepsi tujuan target
group.
 Mengevaluasikan sejumlah perilaku yang tergambar diyakini dapat mencapai
tujuan.

Strategi mempromosikan sebuah produk atau perusahan merupakan strategi


pembangunan atribut yang akan dan terus dikenal oleh konsumen.

3
2.1.1 Tujuan Komunikasi Pemasaran

1. Membangkitkan keinginan akan suatu kategori produk

2. Brand Awarness
3. Intention
4. Memfasilitasi Pembelian
2.1.2 Fungsi Komunikasi Pemasaran :

 Konsumen dapat diberitahu atau ditunjuk bagaimana dan mengapa


sebuah produk digunakan oleh orang seperti apa dan bagaimana serta
kapan.
 Konsumen dapat belajar tentang siapa yang membuat produk dan apa
yang dipertahankan perusahaan dan merek.
 Dan konsumen dapat diberikan suatu insentif atau imbalan untuk
percobaan atau penggunaan.

2. 2 Integrated Marketing Communication


Integrated marketing communication adalah bagian dari kegiatan marketing
yang timbul dikarenakan kebutuhan dari produk untuk mengkomunikasikan diri
kepada target audience atau konsumennya. Sedangkan asosiasi agen periklanan
Amerika atau yang dikenal dengan nama The 4As (The American Association of
Advertising Agency) mengatakan bahwa IMC adalah konsep perencanaan
komunikasi pemasaran yang matang dengan mengevaluasi peran masing-masing
bentuk komunikasi pemasaran (periklanan umum, sales promotion, public relations
dan lain-lain) dan memadukan bentuk-bentuk komunikasi pemasaran ini untuk
memberikan kejelasan, konsistensi dan dampak komunikasi yang maksimal (Belch
2009). Maka dapat disimpulkan bahwa IMC adalah sebuah konsep komunikasi
yang terencana, terintegrasi dan diterapkan dalam berbagai bentuk komunikasi
pemasaran untuk memberikan pemahaman dan dampak yang maksimal melalui
konsistensi pesan komunikasi kepada konsumen, pelanggan ataupun pihak lain
yang relevan dengan barang atau jasa yang dikomunikasikan.

4
Untuk dapat mencapai tujuan komunikasi, perusahaan dapat menggunakan
sebuah alat bantu yang disebut promotion mix (Belch 2009). Adapun beberapa
elemen yang terdapat di dalam promotion mix ini adalah sebagai berikut:
 Advertising
Adalah segala bentuk komunikasi non-personal melalui berbagai media massa
seperti TV, radio, majalah dan koran mengenai informasi tentang perusahaan,
produk dan jasa atau ide sebuah sponsor yang dikenal. Elemen komunikasi ini
paling banyak digunakan pemasar karena dapat menjangkau target audience
dalam jumlah yang lebih besar daripada elemen – elemen lain. Selain itu,
advertising juga dapat membangun ekuitas merek dengan menciptakan brand
image dan brand association melalui eksekusi iklan ke dalam benak konsumen.
 Direct Marketing
Merupakan sebuah aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan secara
langsung kepada konsumennya. Umumnya aktivitas pemasaran ini dilakukan
dengan cara mengirimkan direct mail, melakukan telemarketing dan direct
selling kepada konsumen yang dituju. Untuk dapat melakukan hubungan
secara langsung dengan para konsumen potensialnya maka perusahaan
mengelola data based konsumen.
 Interactive/ Internet Marketing
Aktivitas pemasaran yang dilakukan secara interaktif melalui CD-ROMs,
handphone digital, TV interaktif dan lain sebagainya atau secara online
menggunakan jaringan internet untuk mengkomunikasikan produk dan
jasanya. Melalui aktivitas ini, perusahaan dan konsumen dapat melakukan
komunikasi 2 arah langsung secara real-time.
 Sales Promotion
Aktivitas pemasaran yang dilakukan dengan cara memberikan nilai incentive
kepada tim penjualan, distributor, atau konsumennya secara langsung untuk
mendorong penjualan dengan cepat. Sales promotion yang dilakukan kepada
konsumen biasanya dengan membagikan sample produk, kupon dan lain
sebagainya untuk mendorong konsumen agar langsung melakukan pembelian.
Sedangkan sales promotion yang dilakukan kepada distributor dan pedagang

5
dilakukan dalam bentuk kontes penjualan, pemberian harga khusus,
penyediaan merchandising dan masih banyak lagi bentuk lainnya.
 Publicity/ Public Relations
Sama halnya dengan advertising, publikasi/ public relations adalah komunikasi
non-personal melalui berbagai media massa seperti TV, radio, majalah dan
koran mengenai perusahaan, produk, jasa atau sponsor acara yang didanai
langsung atau tidak langsung yang dilakukan dalam bentuk news release, press
conference, artikel, film dan lain-lain. Bedanya dengan advertising adalah,
untuk masuk ke jaringan media massa perusahaan tidak mengeluarkan dana
khusus melainkan menyediakan berita seputar produk dan jasa, melakukan
event atau aktivitas lain yang menarik untuk diliput atau dipublikasikan oleh
media massa.
Sedangkan public relation adalah fungsi manajemen yang dilakukan untuk
mengevaluasi perilaku publik, mengedentifikasi kebijakan dan prosedur
individu atau organisasi terhadap public interest, serta mengeksekusi sebuah
program untuk dapat diterima dan dipahami oleh publik. Tujuan utama
melakukan public relation adalah untuk menciptakan dan mengelola image
positif perusahaan di mata publik yang biasanya dilakukan dengan cara
melakukan pengumpulan dana, mensponsori acara khusus, berpartisipasi
dalam aktivitas sebuah komunitas dan masih banyak lagi yang lainnya.
 Personal Selling
Adalah aktivitas komunikasi yang dilakukan secara langsung oleh pihak
penjual untuk meyakinkan pembeli potensial membeli produk atau jasa yang
ditawarkan. Melalui aktivitas komunikasi ini, penjual dapat memodifikasi
pesan komunikasi agar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen serta
mendapatkan feedback langsung dari konsumennya.

Manfaat Integrade Marketing Communication bagi organisasi/perusahaan, di

antaranya sebagai berikut:

 Membentuk identitas merek yang kuat di pasar dengan mengikat bersama

dan memperkuat semua citra dan pesan komunikasi perusahan.

6
 Mengkoordinasikan semua pesan, positioning dan citra, serta identitas

perusahaan melalui semua bantuk komunikasi pemasaran.

 Adanya hubungan yang lebih erat antara perusahaan (melalui

produk/jasanya) dengan para konsumennya.

2. 3 Penjualan (Selling)
2.3.1 Pengertian Penjualan
Menurut Basu Swastha DH (2004 : 403) penjualan adalah interaksi antara
individu saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan,
memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran
sehingga menguntungkan bagi pihak lain. Menurut Matz dan Usry (1988),
bahwa penjualan merupakan pengalihan hak milik atas barang dengan
imbalan uang sebagai gantinya dengan persetujuan dengan menyerahkan
barang kepada pihak lain dengan menerima pembayaran.
Penjualan adalah kegiatan yang terpadu untuk mengembangkan rencana-
rencana strategis yang diarahkan kepada usaha pemuasan kebutuhan serta
keinginan pembeli/konsumen, guna untuk mendapatkan penjualan yang
menghasilkan laba atau keuntungan.
2.3.2 Tujuan Penjualan
Kemampuan perusahaan dalam menjual produknya menentukan
keberhasilan dalam mencari keuntungan, apabila perusahaan tidak mampu
menjual maka perusahaan akan mengalami kerugian. Menurut Basu
Swastha DH (2004 : 404) tujuan umum penjualan dalam perusahaan yaitu :
1) Mencapai volume penjualan
2) Mendapatkan laba tertentu
3) Menunjang pertumbuhan perusahaan
2.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penjualan
Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan menurut Basu Swastha
(2005) sebagai berikut :
1. Kondisi dan Kemampuan Penjual

7
Kondisi dan kemampuan terdiri dari pemahaman atas beberapa masalah
penting yang berkaitan dengan produk yang dijual, jumlah dan sifat dari
tenaga penjual adalah:
a) Jenis dan karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan
b) Harga produk atau jasa
c) Syarat penjualan, seperti: pembayaran, pengiriman
2. Kondisi Pasar
Pasar mempengaruhi kegiatan dalam transaksi penjualan baik sebagai
kelompok pembeli atau penjual. Kondisi pasar dipengaruhi oleh
beberapa faktor yakni : jenis pasar, kelompok pembeli, daya beli,
frekuensi pembelian serta keinginan dan kebutuhannya.
3. Modal
Modal atau dana sangat diperlukan dalam rangka untuk mengangkut
barang dagangan ditempatkan atau untuk membesar usahanya. Modal
perusahaan dalam penjelasan ini adalah modal kerja perusahaan yang
digunakan untuk mencapai target penjualan yang dianggarkan, misalnya
dalam menyelenggarakan stok produk dan dalam melaksanaan kegiatan
penjualan memerlukan usaha seperti alat transportasi, tempat untuk
menjual, usaha promosi dan sebagainya.
4. Kondisi Organisasi Perusahaan
Pada perusahan yang besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani
oleh bagian tersendiri, yaitu bagian penjualan yang dipegang oleh orang-
orang yang ahli dibidang penjualan.
5. Faktor-faktor lain
Faktor-faktor lain seperti periklanan, peragaan, kampanye, dan
pemberian hadiah sering mempengaruhi penjualan karena diharapkan
dengan adanya faktor-faktor tersebut pembeli akan kembali membeli lagi
barang yang sama.
Menurut Efendi Pakpahan (2009) faktor yang sangat penting dalam
mempengaruhi volume penjualan adalah saluran distribusi yang
bertujuan untuk melihat peluang pasar apakah dapat memberikan laba
yang maksimun. Secara umum mata rantai saluran distribusi yang

8
semakin luas akan menimbulkan biaya yang lebih besar, tetapi semakin
luasnya saluran distribusi maka produk perusahaan akan semakin dikenal
oleh mayarakat luas dan mendorong naiknya angka penjualan yang
akhirnya berdampak pada peningkatan volume penjualan.

2. 4 Penjualan Ekspor
Ekspor adalah penjualan barang ke luar negeri dengan menggunakan sistem
pembayaran, kualitas, kuantitas dan syarat penjualan lainnya yang telah disetujui
oleh pihak eksportir dan importir. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan
untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk
memasukannya ke negara lain.

2.4.1 Jenis-Jenis Ekspor

 Ekspor langsung

Ekspor langsung adalah cara menjual barang atau jasa melalui perantara/
eksportir yang bertempat di negara lain atau negara tujuan ekspor. Penjualan
dilakukan melalui distributor dan perwakilan penjualan perusahaan.
Keuntungannya, produksi terpusat di negara asal dan kontrol terhadap
distribusi lebih baik. Kelemahannya, biaya transportasi lebih tinggi untuk
produk dalam skala besar dan adanya hambatan perdagangan serta
proteksionisme.

 Ekspor tidak langsung

Ekspor tidak langsung adalah teknik di mana barang dijual melalui


perantara/eksportir negara asal kemudian dijual oleh perantara tersebut.
Melalui perusahaan manajemen ekspor ( export management companies ) dan
perusahaan pengekspor ( export trading companies ). Kelebihannya, sumber
daya produksi terkonsentrasi dan tidak perlu menangani ekspor secara
langsung. Kelemahannya, kontrol terhadap distribusi kurang dan
pengetahuan terhadap operasi di negara lain kurang.

9
2.4.2 Tujuan kegiatan ekspor antara lain:
 Meningkatkan laba perusahaan melalui perluasan pasar serta untuk
memperoleh harga jual yang lebih baik.
 Membuka pasar baru di luar negeri sebagai perluasan pasar dalam negeri.
 Memanfaatkan kelebihan komoditas yang telah dimiliki.
 Membiasakan diri bersaing dalam pasar internasional sehingga mampu
bersaing dengan negara lain.

10
BAB III

PEMBAHASAN

3. 1 Profil PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.


3.1.1 Sejarah Perusahaan

PT. SidoMuncul bermula dari sebuah industri rumah tangga pada tahun 1940,
dikelola oleh Ibu Rahkmat Sulistio di Yogyakarta, dan dibantu oleh tiga orang
karyawan. Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu yang lebih praktis,
mendorong beliau memproduksi jamu dalam bentuk yang praktis (serbuk), seiring
dengan kepindahan beliau ke Semarang, maka pada tahun 1951 didirikan perusahan
sederhana dengan nama SidoMuncul yang berarti "Impian yang terwujud" dengan
lokasi di Jl. Mlaten Trenggulun. Dengan produk pertama dan andalan, Jamu Tolak
Angin, produk jamu buatan Ibu Rakhmat mulai mendapat tempat di hati masyarakat
sekitar dan permintaannya pun selalu meningkat. Dalam perkembangannya, pabrik
yang terletak di Jl. Mlaten Trenggulun ternyata tidak mampu lagi memenuhi
kapasitas produksi yang besar akibat permintaan pasar yang terus meningkat, dan
di tahun 1984 pabrik dipindahkan ke Lingkungan Industri Kecil di Jl. Kaligawe,
Semarang.

Guna mengakomodir demand pasar yang terus bertambah, maka pabrik mulai
dilengkapi dengan mesin-mesin modern, demikian pula jumlah karyawannya
ditambah sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan ( kini jumlahnya mencapai lebih
dari 2000 orang). Untuk mengantisipasi kemajuan dimasa datang, dirasa perlu
untuk membangun unit pabrik yang lebih besar dan modern, maka di tahun 1997
diadakan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru di Klepu, Ungaran oleh
Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10 dan disaksikan Direktur Jenderal Pengawasan
Obat dan Makanan saat itu, Drs. Wisnu Kaltim. Pabrik baru yang berlokasi di
Klepu, Kec. Bergas, Ungaran, dengan luas 29 ha tersebut diresmikan oleh Menteri
Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia, dr. Achmad Sujudi pada
tanggal 11 November 2000. Saat peresmian pabrik, SidoMuncul sekaligus
menerima dua sertifikat yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
(CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan

11
sertifikat inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai satu-satunya pabrik jamu
berstandar farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas 7
hektar, lahan Agrowisata ,1,5 hektar, dan sisanya menjadi kawasan pendukung
lingkungan pabrik.

Secara pasti PT. SidoMuncul bertekad untuk mengembangkan usaha di bidang


jamu yang benar dan baik. Tekad ini membuat perusahaan menjadi lebih
berkonsentrasi dan inovatif. Disamping itu diikuti dengan pemilihan serta
penggunaan bahan baku yang benar, baik mengenai jenis, jumlah maupun
kualitasnya akan menghasilkan jamu yang baik. Untuk mewujudkan tekad tersebut,
semua rencana pengeluaran produk baru selalu didahului oleh studi literatur
maupun penelitian yang intensif, menyangkut keamanan, khasiat maupun sampling
pasar. Untuk memberikan jaminan kualitas, setiap langkah produksi mulai dari
barang datang , hingga produk sampai ke pasaran, dilakukan dibawah pengawasan
mutu yang ketat. Seluruh karyawan juga bertekad untuk mengadakan perbaikan
setiap saat, sehingga diharapkan semua yang dilakukan dapat lebih baik dari
sebelumnya.

3.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

Visi :

 Menjadi industri jamu yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat


dan lingkungan.

Misi :

 Meningkatkan mutu pelayanan dibidang herbal tradisional.


 Mengembangkan research/penelitian yang berhubungan dengan
pengembangan pengobatan dengan bahan-bahan alami.
 Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membina kesehatan
melalui pola hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami dan pengobatan
secara tradisional.
 Ikut mendorong pemerintah/instansi resmi agar lebih berperan dalam
pengembangan pengobatan tradisional.

12
3. 2 Potensi Negara Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan Negara benua yang terletak di kawasan Benua
Amerika Utara, tepatnya di antara 24°33’LU - 70°23’LU dan 112°BB - 66°BB.
Luas negara ini mencapai 9.826.630 km² dan merupakan negara keempat terluas di
dunia. Amerika Serikat terdiri atas 50 negara bagian (negara federal), 48
diantaranya terletak antara Kanada dan Meksiko, sedangkan 2 negara bagian
lainnya letaknya terpisah jauh dari ke-48 negara bagian tersebut. Negara bagian
tersebut adalah Alaska dan Hawai. Penduduk Amerika serikat pada pertengahan
tahun 2006 berjumlah 299.100.000 jiwa, Jumlah penduduk ini merupakan jumah
penduduk urutan ke-3 terbesar di dunia setelah Cina dan India. Kepadatan
penduduk yang ada adalah sekitar 31 jiwa/km2. Pertumbuhan penduduk termasuk
rendah, yaitu 0,6 % per tahun. Angka usia harapan hidup penduduk di Amerika
Serikat cukup tinggi , yaitu 77 tahun.

Di bidang perekonomian, Amerika Serikat banyak memegang peran penting,


bahkan dapat dikatakan mendominasi, terutama terhadap negara - negara yang
sedang berkembang. Dengan pendapatan perkapita mencapai 36.010 US dollar dan
kestabilan mata uangnya, Amerika Serikat mampu memosisikan diri sebagai negara
maju. Berikut ini beberapa bentuk kemajuan Amerika Serikat. Amerika Serikat
menerapkan sistem ekonomi kapitalis campuran yang didukung oleh
ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, infrastruktur yang dikembangkan
dengan baik, dan produktivitas yang tinggi. Menurut International Monetary
Fund (IMF), PDB AS adalah $15,1 triliun, atau sekitar 22% dari produk dunia
bruto, dan dengan nilai pertukaran pasar hampir 19% dari total produk dunia bruto
menurut keseimbangan kemampuan berbelanja (KKB). Jika dihitung sebagai
negara tunggal, angka ini merupakan yang terbesar di dunia; PDB nasional AS
hanya 5% lebih kecil dari total PDB Uni Eropa yang jumlah populasinya 62% lebih
banyak. Di antara negara-negara lainnya, Amerika Serikat menempati peringkat ke-
9 di dunia menurut PDB nominal per kapita dan peringkat 6 menurut PDB (KKB)
per kapita. Dolar Amerika Serikat adalah cadangan mata uang utama di dunia.
Amerika Serikat adalah importir barang terbesar pertama dan eksportir terbesar
kedua di dunia, meskipun ekspor per kapita nya masih agak rendah.

13
3. 3 Strategi Integrated Marketing Communication PT. Jamu Sido Muncul

PT. Jamu Sido Muncul sebagai perusahaan yang sudah mapan tentunya
memiliki strategi dalam memasarkan produk-produknya. Strategi pemasaran PT.
Sido Muncul dalam kegiatan pemasaran ditinjau dari sisi Integrated Marketing
Communication adalah:
a. Advertising (Periklanan)
Iklan merupakan media informasi yang dibuat sedemikian rupa untuk
menarik minat khalayak. Dalam iklan diperlukan orisinal, karakteristik tertentu
dan persuasif sehingga para konsumen atau khalayak secara suka rela
terdorong untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan
pengiklan. Secara umum Rhenald Kasali (1995:159) menjelaskan iklan
biasanya dibangun atas empat komponen, yaitu:
1) Aspek perilaku, merupakan tindakan-tindakan yang diharapkan pada calon
pembeli,
2) Sikap yang diharapkan, yang menyangkut sikap atau keistimewaan produk,
3) Kesadaran, dalam mengembangkan produk-produk baru di pasaran merebut
calon pembeli,
4) Positioning, sasaran konsumen.
Tetapi bila ditinjau secara isi berita jenis iklan dapat dibedakan menjaDi tiga
yaitu iklan yang bersifat informatif, persuasif dan pengingat
(reminder). Kegiatan periklanan Tolak Angin sebagai produk PT. Jamu Sido
Muncul dapat dianalisa berdasarkan hal-hal di atas. Sangat jelas sekali bahwa
PT. Jamu Sido Muncul dalam memasarkan Tolak Angin menggunakan iklan
melalui media massa terutama di Televisi. Iklan Tolak Angin sangat dikenal
dengan taglinenya Orang Pintar Minum Tolak Angin. Dalam iklan tolak angin
ini, pihak perusahaan ingin mempengaruhi khalayak bahwa dalam memilih
obat masuk angin perlu minum Tolak Angin. Tagline ini diperkuat dengan
visual orang-orang yang sukses dan memiliki otak yang cukup terkenal seperti
Ronald Kasali seorang akademisi dan tokoh pemasaran, Lula Kamal, seorang
artis dan dokter, Agnes Monica yang dikenal orang masyarakat sebagai muda
berbakat dan memiliki prestasi akademik dan yang terakhir Anggito
Abimanyu, seorang akademisi yang gagal jadi menteri.

14
Iklan Tolak Angin saat ini tidak semata-mata bersifat persuasif semata tetapi
di dalam iklan Tolak Angin terdapat informasi-informasi yang menunujukkan
bahwa Tolak Angin peduli dengan budaya Indonesia. Hal ini cukup wajar
karena secara posisi jamu Tolak Angin sudah cukup dikenal oleh masyarakat
Indonesia karena secara usia produk ini sudah lama, maka iklan-iklan Tolak
Angin ini sebenarnya lebih bersifat reminder (pengingat) kepada masyarakat.
Iklan Tolak Angin bukan lagi sebagai sarana utama untuk memasarkan produk
tetapi menjadi pengingat dan informasi apa saja yang dilakukan oleh Tolak
Angin untuk menjaga loyalitas konsumen. Iklan juga digunakan untuk
memperkuat brand Tolak Angin, supaya nama Tolak Angin ini melekat kuat di
dalam benak khalayak.
b. Sales Promotion (Promosi Penjualan)
PT. Jamu Sido Muncul selain mengunakan medai iklan juga menggunakan
strategi Promosi Penjualan (Sales Promotion). Sales promotion yang
merupakan kegiatan untuk membujuk secara langsung yang menawarkan
insentif atau nilai lebih untuk suatu produk pada sales force, distributor atau
konsumen langsung dengan tujuan utama yaitu menciptakan penjualan yang
segera. Promosi penjualan digunakan untuk menjaring konsumen baru dan
terciptanya penjualan yang meningkat dalam waktu dekat. Salah satu bentuk
promosi yang dilakukan oleh PT. Sido Muncul dalam memasarkan Jamu Tolak
Angin adalah dengan mengemas Jamu Tolak Angin dengan permen Tolak
Angin dalam satu paket. Keuntungan yang di dapat adalah Jamu Tolak Angin
dapat terjual dan sekaligus mengenalkan produk baru PT. Sido Muncul.
Bentuk lain promosi penjualan adalah sebagai Event Sponsorship. Dalam
beberapa event televisi Tolak Angin seringkali menjadi sposor utama seperti
Reality Superstar pada awal tahun 2000an di Indosiar dan sponsor acara musik
Karnaval di SCTV. Sebagai sponsor utama Tolak Angin mendapatkan banyak
keuntungan, sebagaimana dilansir dalam Malang Post dalam acara Karnaval
SCTV di kota Malang pada tanggal 15 Mei 2010 dapat mengadakan
relaunching produk turunan Tolak Angin yang diperuntukkan bagi anak-anak.
Selain itu keuntungan lain yang di dapatkan oleh Tolak Angin adalah mereka
dapat menjual secara langsung lewat stand-stand yang disediakan di tempat

15
acara berlangusng dengan memberikan doorprize dan hadiah-hadiah menarik
lainnya.
c. Public Relations
Dalam pemasaran tentunya perlu dimbangi oleh reputasi perusahaan
maupun produk yang bagus. PT Sido Muncul ternyata tidak melupakan hal ini,
PT. Sido Muncul membangun kawasan Argowisata dengan lahan seluas 1,5
hektar dari lahan 7 hektar kawasan yang dimiliki oleh pabrik PT. Jamu Sido
Muncul dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik. PT Jamu
Sido Muncul memberikan akses yang seluas-luasnya untuk kunjungan ke
lingkungan pabrik. Dalam kunjungan itu terdapat kegiatan-kegiatan edukasi
tentang jamu-jamuan dan tanaman herbal sehingga masyarakat dapat melihat
kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan pabrik. Masyarakat yang datang juga
mendapatkan manfaat tentang edukasi tanaman herbal yang berkahsiat bagi
kesehatan. Kegiatan Public Relations yang diadakan oleh Tolak Angin dalam
hal ini tentunya pihak PT. Sido Muncul mengadakan kegiatan Mudik Gratis
setiap tahun. PT. Jamu SidoMuncul memfasilitasi para pemudik dengan
memberikan pelayan angkutan gratis untuk pulang kampung yang kebanyakan
pesertanya adalah para penjual jamu. Kegiatan ini secara jangka pendek
memang tidak terlalu nampak hasilnya tetapi dalam jangka panjang dapat
membentuk loyalitas konsumen yang tinggi.
d. Direct Selling
Direct Selling is a system of marketing by which organizations
communicate directly with target customers to generate a response or
transaction. Direct Selling ini dapat dilakukan melalui telemarketing, email dan
lain-lain. Kegiatan direct selling dalam kasus Tolak angin ini tidak terlalu
nampak dipermukan tetapi strategi direct selling juga dilakukan oleh pihak
Tolak Angin. Direct selling ini tidaklah langsung dilakukan kepada konsumen
tetapi lebih banyak ditujukan kepada distributor sehingga distributor dapat
menyalurkan produk Tolak Angin secara luas. Tentunya direct selling yang
dilakukan dipadukan dengan program-program yang lain seperti insentif atau
discount yang merupakan bagian dari sales promosi.

16
e. Personal Selling
Pemasaran secara personal selling mencakup penjualan melalui orang ke
orang secara langsung. Kaitan dengan personal selling yang dilakukan dalam
proses pemasaran Tolak Angin tentunya sangat mempengaruhi volume
penjualan. Personal selling Tolak Angin ini dilakukan oleh para penjual
pedagang eceran di bus-bus. Selain dilakukan oleh pedagang pengecer personal
selling ini juga dipadukan dalam kegiatan marketing yang lain sebagai contoh
pembukaan stan di suatu event seperti ketika Tolak Angin menjadi seponsor
utama Karnaval SCTV, PT Sido Muncul membuka stand yang melayani
penjualan langsung dan melalui SPG yang mendatangi pengunjung acara
dengan menawarkan produk Tolak Angin. Personal selling ini sangat bagus
untuk memberikan kebutuhan personal dalam kegiatan marketing dan juga
seller dapat memberikan penjelasan manfaat produk kepada calon konsumen.

Tentunya dalam kaca mata Integrated Communication Marketing pelaksanaan


kegiatan pemasaran yang di atas kadang-kadang dilakukan secara bersama-sama.
Seperti misalnya ketika Tolak Angin menjadi sponsorship suatu acara maka di
tempat tersebut dibuka stand untuk penjualan secara langsung, atau ketika direct
marketing dilakukan maka pihak Sido Muncul akan memberikan discount-discount
atau insentif bagi para pengecer. Kegiatan Publik Relation yang diadakan seperti
agrowisata di kompleks pabrik Sido Muncul bersamaan dengan program lain
seperti sales promotion dengan menjual paket-paket jamu dengan harga yang lebih
murah dan juga terdapat proses personal selling.

3.4 Penjualan PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
Produsen jamu PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) kini
telah berkembang jauh dari para pesaingnya, perusahaan ini sudah berhasil Go
Public dan masuk ke dalam Bursa Efek Indonesia. Saat ini Sido Muncul mampu
tumbuh menjadi perusahaan jamu modern dan raksasa dengan berbagai jenis
produk.

17
Berikut adalah data penjualan tahun 2015 PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido
Muncul Tbk.
JENIS PRODUK PENDAPATAN
Tolak Angin Rp. 1,14 Triliun
Kuku Bima Ener-G Rp. 996,8 Miliyar
Produk lain ( Jamu Herbal, Suplemen,
Rp. 3,376 Triliun
Farmasi, Makanan dan Minuman )

Dari data tersebut dapat dilihat produk tolak angin mampu memberikan
pendapatan hampir setengah dari seluruh pendapatan produk PT Sido Muncul.
Sehingga Tolak Anginlah yang mampu menguasai pasar dibanding produk lain
yang di produksi oleh Sido Muncul.

Pasar ekspor Sido Muncul baru mencapai 4% dari total penjualan. Pada Tahun
2017, produsen jamu Tolak Angin kembali mencanangkan target kontribusi
penjualan ekspor sebesar 5%. Strategi yang dipakai Sido Muncul untuk menjual
produknya ke luar negeri adalah dari kualitas produknya. Dalam mengekspor
produknya sido muncul menyiapkan packaging baru agar produk itu bisa diterima
di negara ekspor, saat ini sido muncul menyiapkan varian packaging dengan bahasa
sesuai dengan daerah tujuan ekspor yang bertujuan agar pesan dalam kemasan
produk Sido Muncul mudah dipahami oleh pembeli.

Distributor produk Tolak Angin di Amerika Serikat adalah PT Empire


International yang berkantor pusat di Los Angeles. Sampai saat ini, produk tersebut
sudah beredar pada separuh dari 50 negara bagian di AS (Haznam Osman, Direktur
PT Empire International). Penjualan produk Tolak Angin dijual di berbagai toko
yaitu di toko-toko oriental atau toko yang menjual produk herbal impor. Dan
penjualan produk Tolak Angin di Amerika dilakukan oleh toko milik orang
Indonesia dan bukan di jaringan ritel negara setempat. Beberapa supermarket dan
mall pun menjual produk Sido Muncul. Sido Muncul belum mempunyai outlet
diluar negeri, tetapi perusahaan merencanakan untuk membuat outlet atau toko di
luar negeri. Walaupun membangun toko di luar negeri sangat susah, tetapi suatu
saat dalam rencana jangka panjang Sido Muncul akan membuka toko di luar negeri.

18
Laporan Laba Rugi Komperehensif Konsolidasian PT. Industri Jamu Dan Farmasi
Sido Muncul Tbk.

Berdasarkan laporan laba rugi perusahaan, PT Industri Jamu Sido Muncul Tbk
menutup akhir tahun 2015 dengan catatan penjualan naik tipis 1,37%. Pada periode
itu, Sido Muncul menjual produk-produknya ke pasaran dengan nilai Rp 2,22
triliun. Dalam laporan keuangannya, kontribusi penjualan terbesar masih berasal

19
dari produk jamu herbal dan suplemen. Tolak Angin merupakan produk yang
berkontribusi paling besar. Pada tahun 2015, lini bisnis utama Sido Muncul ini,
mencatat penjualan Rp 1,14 triliun atau naik 5,55% dari Rp 1,08 triliun di akhir
2014. Kontribusi kedua berasal dari produk makanan dan minuman dengan catatan
Rp 996,77 miliar. Penjualan lini bisnis ini turun 8,97% dari Rp 1,09 triliun.
Sementara penjualan produk farmasi tumbuh 183,73% dari Rp 26,8 miliar menjadi
Rp 76,04 miliar.

20
BAB IV

PENUTUP

4. 1 Kesimpulan
Strategi Integrated Marketing Communication yang dilakukan PT. Industri
Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. antara lain adalah Advertising, Sales
Promotion, Public Relations, Direct Selling and Personal Selling. Pelaksanaan
kegiatan pemasaran tersebut kadang-kadang dilakukan secara bersama-sama. Pasar
ekspor Sido Muncul baru mencapai 4% dari total penjualan. Penjualan produk
Tolak Angin di Amerika Serikat dijual di berbagai toko yaitu di toko-toko oriental
atau toko yang menjual produk herbal impor. Penjualan produk Tolak Angin
dilakukan oleh toko milik orang Indonesia dan bukan di jaringan ritel negara
setempat. Penjualan PT. Industri Jamu Sido Muncul Tbk tahun 2015 naik tipis
1,37%. Pada periode itu, Sido Muncul menjual produk-produknya ke pasaran
dengan nilai Rp 2,22 triliun. Dalam laporan keuangannya, kontribusi penjualan
terbesar masih berasal dari produk jamu herbal dan suplemen. Tolak Angin
merupakan produk yang berkontribusi paling besar.

21