Anda di halaman 1dari 158

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
No.1/XI/2018

Sekolah : SMA Negeri 15 Kota Bekasi


MataPelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : X1/1
Materi Pokok : Pendapatan Nasional.
Waktu : 4 x 3 =12 JP ( 3 Kali Pertemuan)

A. TujuanPembelajaran
A.1 Kompetensi Pengetahuan (C4 tertinggi)
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu:
1. Mendeskripsikan pengertian pendapatan nasional
2. Menguraikan konsep-konsep pendapatan nasional
3. Menerapkan konsep-konsep pendapatan nasional ke perhitungan matematis
4. Menentukan penggunaan metode perhitungan pendapatan nasional
5. Menganalisis manfaat perhitungan pendapatan nasional
6. Mendeskripsikan pengertian pendapatan perkapita
7. Menguraikan manfaat perhitungan pendapatan perkapita
8. Mengkalkulasi hasil perhitungan pendapatan nasional
9. Menerapkan perhitungan pendapatan nasional dengan tepat secara tertulis
10. Menyimpulkan hasil perhitungan pendapatan nasional

A.2 Kompetensi Keterampilan


Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan dapat membuat laporan
dan mampu mensosialisasikan tentang:
1. Mengidentifikasi konsep pendapatan nasional dan pendapatan perkapita
2. Mengoreksi hasil perhitungan pendapatan nasional dan pendapatan perkapita
3. Mendemontrasikan penerapan konsep pendapatan nasional dan pendapatan perkapita

B. KompetensiInti
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

C. KompetensiDasar
3.1 Menganalisis konsep dan metode penghitungan pendapatan nasional.
4.1 Menyajikan hasil penghitungan pendapatan nasional.

D. Indikator Pencapaian Kompetensi(IPK)


Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan mampu:
3.1.1. Mendeskripsikan pengertian pendapatan nasional
1|E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
3.1.2. Mengemukakan konsep-konsep pendapatan nasional
3.1.3. Menertapkan konsep-konsep pendapatan nasional dalam perhitungan matematis
3.1.4. Membedakan metode perhitungan pendapatan nasional
3.1.5. Menganalisis manfaat perhitungan pendapatan nasional
3.1.6. Mendeskripsikan pengertian pendapatan perkapita
3.1.7. Mengemukakan manfaat perhitungan pendapatan perkapita
4.1.1. Menyajikan dan Menerapkan perhitungan pendapatan nasional dengan tepat
secara tertulis
4.1.2. Mempresentasikan hasil perhitungan pendapatan nasional secara lisan

E. MateriPembelajaran
a. Materi berdasarkan fakta
b. Materi berdasarkan Konsep
c. Materi berdasarkan Prosedur
d. Materi berdasarkan Prinsip
Pertemuan 1 :
1. Pengertian Pendapatan Nasional Materi Konsep
2. Konsep-Konsep pendapatan nasional Materi Konsep ,Prosedur
a. GDP (Gross Domestic Bruto) / PDB ( Produk dan Fakta
Domestik Bruto )
b. GNP (Gross National Product) / PNB
(Produk Nasional Bruto)
c. NNP (Net National Product) / PNN
(Produk Nasional Neto)
d. NNI (Net National Income)
e. PI (Personal Income)
f. DI (Disposable Income)

3. Manfaat pehitungan pendapatan nasional Materi Prinsip

Pertemuan 2:
1. Metode perhitungan pendapatan nasional
a. Metode Produksi (Production Approach) Materi Konsep dan
b. Metode Pendapatan (Income Approach) Prosedur dan Prinsip
c. Metode Pengeluaran (Expenditure Approach)

2. Pendapatanperkapita
a. Pengertian pendapatan perkapita Konsep
b. Manfaat perhitungan pendapatan perkapita
c. Hubungan Pendapatan Nasional Penduduk dan Fakta
Pendapatan PerKapita
3. Melaporkan hasil analisis dalam bentuk tulisan tentang
hasil perhitungan pendapatan nasional dan pendapatan Materi Fakta dan
perkapita Prosedur
4. Distribusi pendapatan
Materi Prinsip

Pertemuan ke 3 :

2|E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Refleksi dan Ulangan Harian ke 1

F. Metodepembelajaran
a. Metode pembelajaran yang digunakan adalah:
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
4. Penugasan
b. Pendekatan: Saintifik
c. Model : Discovery Learning

G. Media, alat, dan sumberbelajar


1. Buku-buku Prathama Rahardja, Wiji Purwanta. Eksplorasi Nalar Siswa
Ekonomi SMA/MA kelas X, Bandung. Yrama Widya,2015
2. Kinanti Geminastiti. Ekonomi SMA/MA Kelas X Ilmu-Ilmu Peminatan.
Bandung Yrama Widya,2014
3. Buku panduan Ekonomi KelasX
4. Buku-buku penunjang dari perpustakaan
5. Mediaelektornik/cetak
6. Internet :https://www.youtube.com/watch?v=dlIrREb2ffc

H. Langkah-langkahPembelajaran
Pertemuan I
Alokasi
No. Kegiatan Pembelajaran
Waktu
1. Pendahuluan 15 menit
1. Guru mengucapkan Salam
2. Menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis dengan cara
mengatur tempat duduk terlebih dahulu, memeriksa kebersihan
kelas, kemudian berdoa dilanjutkan kegiatan mengabsen.
3. Apersepsi mengajukan pertanyaan pancingan kepada peserta didik
mengenai definisi / pengertian Pendapatan , Pendapatan Nasional,
Konsep-konsep Pendapatan Nasional dan manfaat pendapatan
Nasional..
4. Motivasi belajar :
Memberikan pernyataan mengenai pentingnya mempelajari
Pendapatan Nasional untuk mencapai kemakmuran.
5. Menyampaikan Informasi rancangan penilaian dan penentuan
besarnyaKKM
6. Menyampaikan pengetahuan prasyarat (permasalahan/tugas) dan
tujuan pembelajaran
7. Pemberian acuan : menyampaikan cakupan materi meliputi
pengertian Pendapatan Nasional , pernyataan positif dan pernyataan
normatif dalam Pembelajaran Pendapatan Nasional
8. Menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan : pembagian
kelompok, penugasan dan diskusi kelompok, diskusi pleno/diskusi
kelas dan seterusnya.

3|E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
2 Kegiatan Inti 95 menit
 Membaca referensi dan atau sumber lain yang relevan
tentang Pengertian Pendapatan Nasional , konsep-konsep
pendapatan nasional dan manfaat pendapatan nasional
 Mengajukan pertanyaan dan berdiskusi sebagai klarifikasi
tentang Pengertian Pendapatan Nasional , konsep-konsep
pendapatan nasional dan manfaat pendapatan nasional
 Membuat pola hubungan informasi/data yangdiperoleh
untuk menyimpulkan tentang Pengertian Pendapatan
Nasional , konsep-konsep pendapatan nasional dan
manfaat pendapatannasional
 Melakukan penghitungan konsep-konsep Pendapatan
Nasional(NNP,NNI,PI,DI ,PK) berdasarkan kasus yang
disajikan guru atau sumber lain yang relevan tentang
Konsep-konsep pendapatan nasional
 Menyajikan hasil analisis penghitungan pendapatan
nasional (NNP,NNI,PI,DI,PK) serta manfaat Pendapatan
Nasional secara lisan dantulisan

3. Kegiatan Penutup 25 menit


1. Peserta didik bersama guru membuat simpulan tentang
Pengertian/ definisi Pendapatan Nasional, Konsep-konsep
pendapatan Nasional dan manfaat Pendapatan Nasional
2. Mengadakan penilaian postest dan/ refleksi kegiatan
pembelajaran.
3. Guru memberikan:
a. Tugas mandiri tidak terstruktur, bagi peserta didik yang
dinyatakan tuntas(pengayaan)
b. Tugas mandiri terstruktur, bagi peserta didik yang dinyatakan
tidak tuntas(remedi)
4. Guru menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya yaitu

Pertemuan II
Alokasi
No. Kegiatan Pembelajaran
Waktu
1. Pendahuluan 15 menit
1. Guru mengucapkan Salam
2. Menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis dengan cara
mengatur tempat duduk terlebih dahulu, memeriksa kebersihan
kelas, kemudian berdoa dilanjutkan kegiatan mengabsen.
3. Apersepsi mengajukan pertanyaan kepada peserta didik
mengenai materi pertemuan sebelumnya tetang definisi /
pengertian, konsep-konesp pendapatan nasional serta manfaat
pendapatan Nasional.
4. Menyampaikan materi Pembelajaran dan tujuan pembelajaran

4|E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
pada pertemuan kedua.
5. Motivasi belajar :
Memberikan pernyataan mengenai pentingnya mempelajari
metode Perhitungan Pendapatan Nasional, pendapatan
perkapita dan Distribusi PendapatanNasional.
6. Menyampaikan pengetahuan prasyarat (permasalahan/tugas)
dan tujuan pembelajaran
7. Menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan :
pembagian kelompok, penugasan dan diskusi kelompok,
diskusi pleno/diskusi kelas dan seterusnya.

2 Kegiatan Inti 95 menit


 Membaca referensi dan atau sumber lain yang relevan tentang
konsep dan metode penghitungan pendapatan nasional,
Pendapatan Perkapita dan Distribusi PendapatanNasional
 Mengajukan pertanyaan dan berdiskusi sebagaiklarifikasi tentang
konsep dan metode penghitungan pendapatan nasional,
Pendapatan Perkapita dan distribusi pendapatan nasional
 Membuat pola hubungan informasi/data yang diperoleh untuk
menyimpulkan tentang konsep dan metode penghitungan
pendapatan nasional, pendapatan perkapita dan distribusi
pendapatan nasional.
 Melakukan penghitungan berdasarkan metode yang dipelajari
dari data-data yang disajikan guru atau sumber lain yangrelevan
 Menyajikan hasil analisis penghitungan pendapatan nasional
dengan metode-metode yang dipelajari
,Pendapatan Perkapita dan distribusi pendapatan nasional secara
lisan dan tulisan
3. Kegiatan Penutup 25 menit
1. Peserta didik bersama guru membuat simpulan tentang Metode
perhitungan Pendapatan Nasional ,pendapatan perkapita dan
Distribusi Pendapatan Nasional
2. Mengadakan penilaian postest dan / refleksi kegiatan
pembelajaran.
3. Guru memberikan:
 Tugas mandiri tidak terstruktur, bagi peserta didik yang
dinyatakan tuntas(pengayaan)
 Tugas mandiri terstruktur, bagi peserta didik yang dinyatakan
tidak tuntas(remidi)
 Guru menginformasikan Ulangan Harin1dan KBM pada
pertemuan berikutnya.

5|E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Pertemuan III
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu
1. Pendahuluan 15 menit
1) Guru mengucapkan Salam
2) Menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis dengan cara
mengatur tempat duduk terlebih dahulu, memeriksa kebersihan
kelas, kemudian berdoa dilanjutkan kegiatan mengabsen.
3) Apersepsi mengajukan pertanyaan kepada peserta didik
mengenai materi pertemuan sebelumnya tetang definisi /
pengertian, konsep-konesp pendapatan nasional serta manfaat
pendapatan Nasional.
4) Menyampaikan peraturan dan criteria dalam penilaian ulangan
harianI.

2 95 menit
Tes Ulangan Harian 1
3. Kegiatan Penutup 25 menit
a. Guru menginformasikan Materi untuk KBM pada pertemuan
berikutnya.
b. Sebagai tindak lanjut hasil Ulangan Harian 1, guru
mengingatkan pada peserta didik untuk mengikuti Program
Remedial bagi siswa yang belum tuntas ,dan pengayaan bagi
siswa yang telah tuntas dan mendapat nilai baik.

I. Penilaian
Penilaian dilakukan selama kegiatan pembelajaran antara lain adalah sebagai berikut:
1.Penilaian sikap
2.Pengetahuan
3.Keterampilan

Instrumen penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan terlampir:


Teknik Waktu
No Aspek yang dinilai
Penilaian Penilaian

1. Sikap

a. Terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran Observasi Selama


yangdilakukan. pembelajaran
b. Toleran terhadap proses pemecahan masalah dan saat diskusi
yang berbeda dan kreatif.
c. Peduli dalam kegiatan pembelajaran.
d. Disiplin selama proses pembelajaran.
e. Jujur dalam menjawab permasalahan yang
diberikan.
f. Tanggung jawab dalam menyelesaikan
tugas.

6|E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Teknik Waktu
No Aspek yang dinilai
Penilaian Penilaian

2. Pengetahuan

Menyelesaikan soal yang relevan. Penugasan Penyelesaian


pribadi

3. Keterampilan

Terampil menerapkan konsep/prinsip dan Analitika Penyelesaian


strategi pemecahan masalah yang relevan. kelompok

J. Instrumen Penilaian Hasil Belajar


1. PenilaianSikap : Observasi
2. PenilaianPengetahuan : Penugasan
3. PenilaianKeterampilan : Analitika

Memeriksa/Menyetujui, Bekasi, Juli 2018


Kepala SMA Negeri 15 Kota Bekasi Guru Mata Pelajaran Ekonomi

Rusti Setiyarti, S.Pd, MM Hasan Basri,S.E


NIP. 19700303 199201 2 001 NIP.

7|E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Lampiran-lampiran :

1. Teknik dan BentukInstrumen


Teknik Bentuk Instrumen
a. Pengamatan Sikap - Lembar pengamatan (Observasi) sikap dan rubrik
b. Tes Unjuk Kerja - Lembar penilaian diskusi / presentasi dan rubrik
c. Tes Tertulis - Tes pilihan dan uraian
d. Penilaian Produk - Lembar penilaian produk

2. Instrumen
a. Lembar pengamatansikap
No Aspek yang dinilai 3 2 1 Keterangan
1 Menunjukkan rasa syukur dalam
rangka pemenuhan kebutuhan
2 Menunjukkan kemampuan dan
keterampilan belajar dan
melakukan proses belajar yang
efektif
3 Menunjukkan sikap ketekunan
dalam melakukan pengamatan dan
diskusi
4 Menunjukkan ketekunan dan
tanggung jawab dalam belajar dan
bekerja baik secara individu
maupun berkelompok

Rubrik Penilaian Sikap


Aspek yang
No Rubrik
dinilai
1 Menunjukkan rasa 3. Menunjukan rasa syukur dengan ekspresi
syukur dalam setuju bekerja keras dan bertanggung jawab
rangka pemenuhan dengan sumber daya yang ada, misalnya rajin.
kebutuhan 2. Belum secara eksplisit menunjukan rasa syukur
dengan ekspresi setuju bekerja keras dan
bertanggung jawab dengan sumber daya yang
ada, misalnya rajin.
1. Tidak menunjukan rasa syukur dengan ekspresi
setuju bekerja keras dan bertanggung jawab
dengan sumber daya yang ada, misalnya rajin.

2 Menunjukkan 3. Menunjukan kemampuan dan keterampilan


kemampuan dan belajar yang besar, antusias, terlibat aktif dan
keterampilan menunjukkan kreatifitas dalam kegiatan
belajar dan kelompok.
melakukan proses Belum menunjukan kemampuan dan
belajar yang efektif 2. keterampilan belajar yang besar, antusias,
terlibat aktif dan menunjukkan kreatifitas
dalam kegiatan kelompok

8|E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Tidak menunjukan kemampuan dan keterampilan belajar yang besar,
1. antusias, terlibat aktif dan menunjukkan kreatifitas dalam kegiatan
kelompok
3 Menunjukkan sikap 1. Tekun dalam melakukan pengamatan dan diskusi
ketekunan dalam 2. Kurang tekun dalam melakukan pengamatan dan diskusi
melakukan 3. Tidak tekun/ pasif dalam melakukan pengamatan dan diskusi
pengamatan dan
diskusi
4 Menunjukkan 1. Tekun dalam menyelesaikan tugas dengan hasil terbaik yang bisa
ketekunan dan dilakukan, berupaya tepat waktu.
tanggung jawab 2. Berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan tugas dengan hasil terbaik
dalam belajar dan yang bisa dilakukan, berupaya tepat waktu.
bekerja baik secara 3. Tidak berupaya sungguh–sungguh dalam menyelesaikan tugas
individu maupun dengan hasil terbaik yang bisa dilakukan, berupaya tepat waktu.
berkelompok

b. Lembar PenilaianDiskusi
Aspek Pengamatan
Nama Kerja Sikap Tolera Akti Menghargai Present Jml
No Nilai Ket
Siswa Sama Berpendapat nsi fitas pendapat asi Skor
teman

Keterangan Skor:
Masing – masing kolom diisi dengan kriteria
4 = Baik Sekali
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

c. Instrumen Tes PilihanGanda

Bentuk soal pilihan ganda


1. Seluruh barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh seluruh input (faktor produksi) milik
warga negara (bangsa), baik faktor produksi tersebut dipekerjakan di dalam negara
maupun dipekerjakan di luar negara dalam satu periode waktu tertentu, biasanya satu
tahun, dan dinilai dalam harga pasar disebut….
A. gross domestic product
B. gross national product
C. net national product

9|E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
D. disposable income
E. national income

2. Untuk mendapatkan nilai produk nasional bruto per kapita, diperoleh dari….
A. GNP dibagi jumlah penduduk
B. GDP dibagi jumlah penduduk
C. Y = w + r + i +p
D. Y = C + I + G +(X-M)
E. NI = P1Q1 + P2Q2 + P3Q3 + ...PnQn

3. Perhatikan persamaan ini, Y = w + r + i + p. Huruf w dalam persamaan tersebut


melambangkan wage/ upah yang diterima oleh rumah tangga keluarga sebagai imbalan
atas….
A. modal
B. tenaga kerja
C. aktiva lancar
D. aktiva tetap
E. entrepreneurship

4. Berdasarkan expenditure approach, nilai pendapatan nasional akan menurun apabila….


A. Ekspor meningkat
B. pengeluaran pemerintah meningkat
C. konsumsi meningkat
D. investasi meningkat
E. impor meningkat

5. Berdasarkan income approach, dividen yang diterima oleh pemegang saham pada
perusahaan perseroan digolongkan sebagai penerimaan….
A. upah
B. sewa
C. bunga
D. laba
E. komisi

Kunci Jawaban
1. B
2. A
3. B
4. E
5. D

d. Lembar PenilaianProduk
Menilai laporan tentang perhitungan pendapatan nasional dengan tepat
Mempresentasikan hasil perhitungan pendapatan nasional secara lisan dengan benar
No Nama Siswa Kelengkapan Kerapihan Nilai Ket.

10 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Keterangan skor:
Masing – masing kolom diisi dengan kriteria:
4 = Baik Sekali
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

11 | Ekonomi XI Hasan Basri


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
No.2/X/2018

Sekolah : SMA Negeri 15 Kota Bekasi


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : X1/1
Materi Pokok : Pertumbuhan & Pembangunan ekonomi
Waktu : 2 x 4JP =8JP (2xpertemuan)

K. TujuanPembelajaran
A.1 KompetensiPengetahuan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pengertian pertumbuhan ekonomi.
2. Membedakan pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan ekonomi.
3. Mengklasifikasikan faktor- faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi.
4. Menentukan Kriteria/indikator alat ukur Pembangunan Ekonomi.
5. Menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi.
6. Mengkorelasikan berbagai teori pertumbuhan ekonomi.
7. Mengidentifikasikan pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan ekonomi.

A.2 KompetensiKeterampilan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat
membuat laporan dan mampu mensosialisasikan tentang:
a. Merancang kriteria/indikator alat ukur pembangunan ekonomi.
b. Menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi.
c. Menyajikan hasil temuan permasalahan pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan ekonomi.
d. Menyajikan cara cara mengatasi masalah pertumbuhan dan pembangunan
ekonomi.

L. KompetensiInti
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan.

12 | Ekonomi XI Hasan Basri


M. KompetensiDasar
3.2 Menganalisis konsep pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi serta
permasalahan dan cara mengatasinya.

4.2 Menyajikan hasil temuan permasalahan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan


ekonomi serta cara mengatasinya.

N. Indikator Pencapaian Kompetensi(IPK)


Setelah mempelajari materi ini peserta didik diharapkan mampu:
3.2.1 Menjelaskan definisi/ konsep pertumbuhan ekonomi.
3.2.2 Menguraikan cara mengukur pertumbuhan ekonomi
3.2.3 Mengklasifikasikan beberapa teori pertumbuhan ekonomi
3.2.4 Menjelaskan definisi/konsep pembangunan ekonomi
3.2.5 Membandingkan perbedaan pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan
ekonomi
3.2.6 Menentukan perencanaan pembangunan ekonomi
3.2.7 Mengidentifikasi indicator keberhasilan pembangunan ekonomi
3.2.8 Menentukan faktor-faktor yang memengaruhi pembangunan ekonomi
3.2.9 Mengidentifikasi permasalahan pembangunan ekonomi di Negara berkembang
3.2.10 Menentukan kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi
4.2.1 Merancang kriteria/indikator alat ukur pembangunan ekonomi.(P2)
4.2.2 Menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi.(P2)
4.2.3 Mengidentifikasi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi
4.2.4 Memilah faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi
4.2.5 Menyajikan cara cara mengatasi masalah pertumbuhan dan pembangunan
ekonomi.

O. MateriPembelajaran
No. Materi Pembelajaran Materi
berdasarkan

1 Pertumbuhan Ekonomi

a. Pengertian pertumbuhan ekonomi Konsep

b. Cara mengukur pertumbuhan ekonomi Prosedural


dan Fakta
c. Teori pertumbuhan ekonomi
Konsep
2 Pembangunan Ekonomi

13 | Ekonomi XI Hasan Basri


a. Pengertian pembangunan ekonomi Konsep

b. Perbedaan pembangunan ekonomi dengan Fakta


pertumbuhan ekonomi

c. Perencanaan pembangunan ekonomi


Prosedu
d. Indikator keberhasilan pembangunan ekonomi
rFakta
e. Faktor - faktor yang memengaruhi
pembangunan ekonomi Prinsip

f. Permasalahan pembangunan ekonomi di Fakta


negara berkembang Prinsip
g. Kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi

P. Metodepembelajaran
d. Metode pembelajaran yang digunakan adalah:
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanyajawab
4. Penugasan
e. Pendekatan : Saintifik
f. Model : Discovery Learning

Q. Media, alat,dan sumber belajar


G.1. Media : LCD dan Laptop
G.2. Sumber Belajar:
1. Buku-buku Prathama Rahardja, Wiji Purwanta. Eksplorasi Nalar Peserta didik
Ekonomi SMA/MA kelas XI, Bandung. YramaWidya,2015
2. S,Alam .Ekonomi SMA /MA kelas XI .Jakarta .ESIS,2013
3. Buku paket ekonomi kemendikbud
4. Kinanti Geminastiti. Ekonomi SMA/MA Kelas XIIlmu-Ilmu Peminatan.
Bandung Yrama Widya,2014
5. Buku ekonomi penunjang yang relevan dan ber-ISBN
6. Penunjang dariperpustakaan
7. Mediaelektornik/cetak
8. Internet : Video pembelajaran Pendapatan Nasional alamatnya adalah :
https://www.youtube.com/watch?v=AjXVfkY3p0E

R. Langkah-langkahPembelajaran
PertemuanI

14 | Ekonomi XI Hasan Basri


No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1. Pendahuluan 20 menit

1. Guru mengucapkan Salam

2. Menyiapkan peserta didik secara


fisik dan psikis dengan cara
mengatur tempat duduk terlebih
dahulu, memeriksa kebersihan
kelas, kemudian berdoa dilanjutkan
kegiatan mengabsen.

3. Apersepsi mengajukan pertanyaan


kepada peserta didik mengenai
definisi / konsep pertumbuhan
dan pembangunan ekonomi
sebatas pengetahuan peserta
didik.

4. Motivasi belajar :

5. Memberikan pernyataan mengenai


pentingnya mempelajari konsep
pertumbuhan dan pembangunan
ekonomi untuk mengetahui posisi
kedudukan negara - negara
berdasarkan kemakmuran.

6. Menyampaikan pengetahuan
prasyarat ( permasalahan / tugas)
dan tujuan pembelajaran

7. Pemberian acuan : menyampaikan


cakupan materi meliputi
pengertian / konsep / prosedur /
Fakta dan Prinsip tentang
pertumbuhan ekonomi dan
hubungannya dengan
pembangunan ekonomi dan
ekonomi Pembangunan.
8. Menyampaikan rencana kegiatan
yang akan dilakukan : pembagian
kelompok, penugasan dan diskusi
kelompok, diskusi pleno / diskusi
kelas dan seterusnya.

15 | Ekonomi XI Hasan Basri


2 Kegiatan Inti 90 menit

a. Guru memberikan tugas pada setiap


kelompok untuk Mengamati
(Video/Power Point / Media
lainnya) dan membaca berbagai
sumber belajar yang relevan
tentang konsep pertumbuhan
ekonomi dan pembangunan
ekonomi
b. Masing – masing kelompok
mengajukan pertanyaan dan
berdiskusi untuk mendapat
klarifikasi tentang konsep
pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan ekonomi dan
ekonomi Pembangunan
c. Tiap kelompok mendiskusikan
jawaban yang benar dengan cara
mengumpulkan data / informasi ,
menganalisis dan menyimpulkan
data / informasi serta membuat pola
hubunganan tarap pengertian/
konsep pertumbuhan ekonomi ,
pembangunan ekonomi dan
Ekonomi Pembangunan.
d. Menyajikan hasil identifikasi
tentang Pertumbuhan Ekonmi
hubungannya dengan Pembangunan
ekonomi dan ekonomi
pembangunan berdasarkan data /
informasi dari berbagai sumber
belajar yang relevan secara lisan
dan tulisan

16 | Ekonomi XI Hasan Basri


3. KegiatanPenutup 25 menit

1. Peserta didik bersama guru


membuat simpulan tentang
pengertian / konsep hubungan
pertumbuhan ekonomi ,
pembangunan ekonomi dan
ekonomi Pembangunan.

2. Mengadakan penilaian post test dan


/ refleksi kegiatan pembelajaran.

3. Guru memberikan:

4. Tugas mandiri tidak terstruktur,


bagi peserta didik yang dinyatakan
tuntas (pengayaan) Tugas mandiri
terstruktur, bagi peserta didik yang
dinyatakan tidak tuntas (remidi)

5. Guru menginformasikan materi


pada pertemuan berikutnya yaitu,
pembangunan ekonomi beberapa
negara. Ditutup dengan berdoa.

Pertemuan II
KegiatanPembelajaran Alokasi
Waktu
Pendahuluan 10 menit

1. Menyiapkan peserta didik untuk belajar, dengan cara


mengatur tempat duduk terlebih dahulu, mengecek
kebersihan kelas kemudian berdoa dan kegiatan mengabsen.

2. Apersepsi:

Guru Mengajukan pertanyaan kepada peserta didik


mengenai materi sebelumnya beberapa indikator
pembangunan ekonomi di beberapa negara

3. Motivasi belajar :

Memberikan pernyataan mengenai pentingnya setiap warga


negara untuk mengetahui dan berpartisipasi / berkontribusi
langsung untuk memajukan negaranya dalam bidang
ekonomi
17 | Ekonomi XI4.Hasan Basri
Menyampaikan pengetahuan prasyarat
(permasalahan/tugas) dan tujuanpembelajaran.

5. PemberianAcuan : Menyampaikan cakupan


3) Perencanaan pembangunan ekonomi

4) Indikator keberhasilan pembangunan ekonomi

5) Faktor - faktor yang memengaruhi pembangunan


ekonomi

6) Permasalahan pembangunan ekonomi dinegara


berkembang

7) Kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi

6. Menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan:


pembagian kelompok, penugasan dan diskusi kelompok,
diskusi pleno / diskusi kelas dan seterusnya.

Kegiatan Inti 100 menit

a. Mengamati dan membaca video / Power Point / gambar /


bacaan
tentang konsep pembangunan ekonomi dari berbagai
sumber yang relevan
b. Mengajukan pertanyaan dan berdiskusi untuk mendapat
klarifikasi tentang konsep pembangunan ekonomi dari
berbagai sumber yang relevan
c. Kelompok mendiskusikan tentang konsep pembangunan
ekonomi yang benar dengan mengumpulkan data / jawaban
informasi serta membuat pola hubungan antara dan
memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya
atau mengetahui jawabannya. serta menyimpulkan tentang
konsep pembangunan ekonomi dari berbagai sumber yang
relevan
d. Menyajikan hasil identifikasi tentang konsep pembangunan
ekonomi berdasarkan data / informasi dari berbagai sumber
yang relevan secara lisan dan tulisan
e. Tanggapan dari peserta didik yang lain kemudian guru
menunjuk nomor yang lain.
Kegiatan Penutup 25 menit

1. Peserta didik bersama guru membuat kesimpulan tentang


pembangunan ekonomi.

2. Mengadakan penilaian post test dan / refleksi kegiatan


pembelajaran.

18 | Ekonomi XI Hasan Basri


3. Guru memberikan:

a. Tugas mandiri tidak terstruktur, bagi peserta didik yang


dinyatakan tuntas (pengayaan)

b. Tugas mandiri terstruktur, bagi peserta didik yang


dinyatakan tidak tuntas (remidi)

4. Kegiatan Berdoa dengan membaca hamdalah bersama-sama

S. Penilaian
Penilaian dilakukan selama kegiatan pembelajaran antara lain adalah sebagai berikut:
1. Penilaian sikap
2. Pengetahuan
3. Keterampilan

Instrumen penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan terlampir:


Aspek yang Waktu
No Teknik Penilaian
dinilai Penilaian
1. Sikap Observasi Selama
a. Terlibat aktif pembelajaran
dalam kegiatan dan saat
pembelajaran diskusi
yang dilakukan.

b. Toleran
terhadap proses
pemecahan
masalah yang
berbeda dan
kreatif.

c. Peduli dalam
kegiatan
pembelajaran.

d. Disiplin selama
proses
pembelajaran.

e. Jujur dalam
menjawab
permasalahan
yangdiberikan.

f. Tanggung
19 | Ekonomi XI Hasan Basri
Aspek yang Waktu
No Teknik Penilaian
dinilai Penilaian
jawab dalam
menyelesaikan
tugas.

2. Pengetahuan Penugasan penyelesaian


pribadi
Menyelesaikan
soal yang relevan.

3. Keterampilan Analitika penyelesan


kelompok
Terampil
menerapkan
konsep/prinsip
dan strategi
pemecahan
masalah yang
relevan.

T. Instrumen Penilaian HasilBelajar


1. Penilaian Sikap : Observasi
2. Penilaian Pengetahuan : Penugasan
3. Penilaian Keterampilan : Analitika

Memeriksa/Menyetujui, Bekasi, Juli 2018


Kepala SMA Negeri 15 Kota Bekasi Guru Mata Pelajaran Ekonomi

Rusti Setiyarti, S.Pd, MM Hasan Basri,S.E


NIP. 19700303 199201 2 001 NIP.

20 | Ekonomi XI Hasan Basri


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
No.3/XI/2018

Sekolah : SMA NEGERI 15 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas / Semester : XI /Satu
Materi Pokok : Ketenagakerjaan
Alokasi Waktu : 2 x 4JP (2 kalipertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
A.1 Kompetensi Pengetahuan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1.Menjelaskan definisi/konsep ketenagakerjaan.
2.Mendeskripsikan pengertian tenaga kerja, angkatan kerja dan kesempatan kerja.
3.Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesempatan kerja.
4.Mengklasifikasikan jenis - jenis tenaga kerja.
5.Mengidentifikasi masalah ketenaga kerjaan di Indonesia.
6.Mengidentifikasi upaya peningkatan kualitas tenaga kerja.
7.Mendiskripsikan sistem upah.
8.Mendiskripsikan pengertian pengangguran.
9.Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pengangguran.
10.Mengidentifikasi macam-macam pengangguran.
11.Menghitung besarnya tingkat pengangguran
12.Membuat dasar pengelompokancara pengatasi pengangguran.
13.Memecahkan permasalahan dampak pengangguran.
14.Menganalisis permasalahan ketenagakerjaan dalam pembangunan ekonomi.

A.2 KompetensiKeterampilan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat
membuat laporan dan mampu mensosialisasikan tentang:
1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesempatan kerja.
2. Merancang cara sistem upah berdasarkan standar upah minimal provinsi.
3. Memecahkan permasalahan dampak pengangguran.
4. Menyimpulkan permasalahan ketenagakerjaan dalam pembangunan ekonomi.

B. KompetensiInti
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

21 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r
21
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

C. Kompetensi Dasar
3.3 Menganalisis permasalahan ketenagakerjaan dalam pembangunan ekonomi
4.3 Menyajikan hasil analisis masalah ketenagakerjaan dalam pembangunan ekonomi
dan cara mengatasinya
D. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Setelah mempelajari materi ini peserta didik diharapkan mampu:
3.3.1 Menjelaskan definisi/konsep ketenaga kerjaan.
3.3.2 Mendiskripsikan pengertian tenaga kerja, angkatan kerja dan kesempatan kerja
3.3.3 Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesempatan kerja
3.3.4 Mengklasifikasikan jenis-jenis tenaga kerja
3.3.5 Mengidentifikasi masalah ketenagakerjaan di Indonesia
3.3.6 Mengidentifikasi upaya peningkatan kualitas tenaga kerja
3.3.7 Mendiskripsikan system upah
3.3.8 Mendiskripsikan pengertian pengangguran
3.3.9 Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengangguran
3.3.10 Mengidentifikasi macam-macam pengangguran
3.3.11 Menghitung besarnya tingkat pengangguran
3.3.12 Menjelaskan cara pengatasi pengangguran
4.3.1 Memecahkan dampak pengangguran
4.3.2 Menganalisis permasalahan ketenaga kerjaan dalam pembangunan ekonomi
4.3.3 Mempresentasikan hasil analisis masalah ketenaga kerjaan dalam
pembangunan ekonomi

E. Materi Pembelajaran
KETENAGAKERJAAN
1. Pengertianketenagakerjaan
Menurut UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dapat dijelaskan
sebagai berikut :
a. Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja
pada waktu sebelum, selama dan sesudah masakerja.
2. Pengertian tenaga kerja, angkatan kerja dan kesempatankerja
a. Tenaga Kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna
menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri
maupun untuk masyarakat.
b. Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang
bekerja, atau mempunyai pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan
pengangguran. Dan bekerja adalah suatu kegiatan ekonomi yang dilakukan
oleh seseorang untuk memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan
atau keuntungan, dengan lama bekerja paling sedikit 1 jam secaraterus-

22 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r
22
menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah
yang membantu dalam suatu kegiatan ekonomi)
c. Kesempatan kerja mempunyai dua pengertian,yaitu:
1. Dalam arti sempit, kesempatan kerja adalah banyak sedikitnya tenaga kerja
yang mempunyai kesempatan untuk bekerja,
2. Dalam arti luas, kesempatan kerja adalah banyak sedikitnya faktor-faktor
produksi yang mungkin dapat ikut dalam proses produksi.
Kesempatan kerja (employment) dibagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Mereka yang bekerja penuh (full employment),yaitu mereka yang sudah
bekerja dan memenuhi syarat antara lain: bekerja 40 jam kerja perminggu,
memiliki upah minimum regional, dan sesuai dengan latar belakang pendidikan /
keahlian)
2. Mereka yang masih setengah menganggur

3. Faktor yang mempengaruhi kesempatan kerja:


1. Usia tenagakerja
2. Tingkat pendidikan, pengetahuan, keterampilann dan keahlian
3. Lapangan kerja yang tersedia / permintaan dan kebutuhan tenaga kerja
4. Jumlah angkatan kerja yangtersedia
5. Besarnya permintaan total masyarakat (permintaan efektif)
6. Besarnya investasi yang dilakukan perseorangan dan badan usaha swasta
7. Kemampuan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan
8. Ekspor dan impor yang dilakukan
9. Kebijakan pajak yang dijalankan oleh pemerintah
10. Kerjasama dengan negara lain, yang mampu menciptakan kesempatan kerjadi
luar negeri

Perbandingan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah penduduk usia kerja
dinyatakan dalam Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), yang dapat
dihitung dengan rumus :

TPAK = x100%

4. Jenis-jenis tenagakerja
Berdasarkan sifatnya tenaga kerja dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu :
1. Tenaga Kerja Rohani yaitu kerja yang dalam kegiatannya lebih banyak
menggunakan pikiran, contoh : manager, pimpinan, direktur
2. Tenaga Kerja Jasmani yaitu tenaga kerja yang dalam kegiatannya lebih banyak
mencakup kegiatan pelaksanaan yang produktif dalam produksi. Tenaga kerja ini
dibedakan 3 jenis, yaitu:
a. Tenaga kerja terdidik
b. Tenaga kerja terlatih
23 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r
23
c. Tenaga kerja tidak terdidik

5. MasalahKetenagakerjaan
Di Indonesia masalah Ketenaga kerjaan menjadi masalah yang komplek dan sulit
teratasi sampai saat ini, adapun masalah yang terkait dengan ketenaga kerjaan adalah
sebagai berikut:
a. Jumlah penduduknya banyak
b. Jumlah angkatan kerja tinggi, tidak sebanding dengan kesempatan kerja
c. Banyaknya pengangguran
d. Rendahnya kualitas tenaga kerja
e. Pembangunan yang tidak merata
f. Perlindungan kesejahteraan tenaga kerja yang belum maksimal
g. Penyebaran tenaga kerja yang tidak merata

6. Upaya meningkatkan kualitas tenagakerja


a. Latihan kerja untuk pengembangan keahlihan dan keterampilan kerja
(profesionalisme) tenaga kerja
b. Pemagangan melalui latihan kerja di tempat kerja
c. Perbaikan gizi dan kesehatan
d. Meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat melalui pendidikan formal, kursus-
kursus kejuruan, dan lain-lain

7. Sistemupah
a. Upah Buruh adalah pendapatan yang diterima buruh dalam bentuk uang yang
mencakup bukan hanya komponen upah / gaji, tetapi juga lembur dan tunjangan-
tunjangan yang diterima secara rutin / regular (tunjangan transport, uang makan
dan tunjangan lainnya sejauh diterima dalam bentuk uang), tidak termasuk
Tunjangan Hari Raya (THR), tunjangan bersifat tahunan, kuartalan, tunjangan-
tunjangan lain yang bersifat tidak rutin dan tunjangan dalam bentuk natural.
b. Upah pekerja dan kebutuhan fisik minimum, maksudnya bahwa penetapan tingkat
upah dan gaji bagi pekerja merupakan kebijakan yang sangat penting untuk
peningkatan taraf hidup perkerja dan keluarganya, yang merupakan kebutuhan
fisiknya.
c. Produktivitas tenaga kerja adalah nilai output (hasil produksi) yang dikerjakan
oleh sejumlah tenaga kerja
d. Ada dua macam upah,yaitu:
1) Upah / pendapatan nominal, yaitu jumlah upah yang diterima buruh dalam
bentuk uang
2) Upah / pendapatan riil, yaitu jumlah barang/jasa yang dapat dibeli dengan upah
nominal
e. Di Indonesia, sistem upah yang diberlakukan adalah dengan menggunakan dasar
upah minimum regional (UMR) atau upah minimum propinsi (UMP), artinya
pengusaha harus memberi upah tenaga kerja minimal sebesar UMR / UMP

24 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r
24
tersebut. UMR/UMP tidak sama besarnya untuk tiap-tiap daerah. Salah satu
penyebabnya adalah kemahalan di setiap daerah tidak sama.
f. Macam-macam cara pemberian upah, antara lain:
1) Upah waktu/jangka, artinya upah dihitung berdasarkan lamanya bekerja
(jam/hari/minggu/bulan)
2) Upah borongan, artinya upah dihitung berdasarkan kesepakatan bersama untuk
menyelesaikan suatu proyek tertentu
3) Upah satuan, artinya upah dihitung berdasarkan banyaknya barang yang
dihasilkan
4) Upah skala berubah, artinya upah buruh tergantung hasil penjualan perusahaan
dengan terlebih dahulu ditentukan upah minimalnya
5) Upah indeks, artinya upah ditentukan oleh indeks hidup buruh dan
keluarganya
6) Upah partisipasi, artinya buruh mendapat upah tertentu dan bagian laba
7) Upah copartnership, artinya buruh mendapat upah tertentu dan bagian laba
berupasaham

8. Pengangguran
a. Pengertian dan Jenis pengangguran
Pengangguran adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari
pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari
pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk
yang tidak mencari pekerjaan karena sudah diterima bekerja / mempunyai pekerjaan
tetapi belum mulai bekerja.

Tingkat pengangguran dihitung dengan rumus :

TingkatPengangguran = x100%

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengangguran


a. Jumlah penduduk yang banyak
b. Pendidikan yang rendah
c. Tidak memiliki ketrampilan
d. Mempunyai sifat malas kerja

c. Macam-macampengangguran
Pengangguran yang terjadi pada suatu negara, disebabkan oleh beberapa
jenis,diantaranya :
1. Pengangguran Ketidakcakapan adalah pengangguran yang terjadi karena seseorang
mempunyai cacat fisik atau jasmani, sehingga dalam dunia perusahaan mereka sulit untuk
diterima menjadi pekerja/karyawan.

25 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r
25
2. Pengangguran Musiman adalah pengangguran yang biasa terjadi pada sektor pertanian,
misalnya pada musim paceklik. Pada musim ini banyak pekerja atau petani yang menganggur,
karena musimnya yang tidak menguntungkan bagi petani.
3. Pengangguran Friksional (peralihan) adalah pengangguran yang terjadi karenapenawaran
tenaga kerja lebih banyak dari pada permintaan tenaga kerja atau tenaga kerja yang sudah
bekerja tetapi menginginkan pindah pekerjaan lain, sehingga belum mendapatkan tempat
pekerjaan yang baru. Kelebihan tersebut menimbulkan adanya pengangguran.
4. Pengangguran karena upah terlalu tinggi artinya pengangguran yang terjadi karena para
pekerja atau pencari kerja menginginkan adanya upah atau gaji terlalu tinggi, sehingga para
pengusaha tidak mampu untuk memenuhi keinginan tersebut, sehingga menimbulkan adanya
pengangguran.
5. Pengangguran Struktural adalah pengangguran yang terjadi karena terdapat kelebihan faktor
produksi, khususnya faktor produksi tenaga kerja. Bila suatu perusahaan atau pengusaha
terjadi kelebihan semacam ini, maka akan terdapat pengangguran faktor produksi tersebut,
sehingga menimbulkan adanya pengangguran.
6. Pengangguran Voluntary adalah pengangguran karena seseorang secara sukarela tidak mau
bekerja.
7. Pengangguran Tehnologi adalah pengangguran karena adanya pergantian tenaga manusia
dengan tenaga mesin

d. Cara-Cara Mengatasi Pengangguran


Adapun cara-cara untuk mengatasi pegangguran antara lain :
a. Memperluas kesempatan kerja, dengan membuka lapangan kerja baru, baik dibidang
pertanian, bidang industri, bidang perdagangan maupun bidang jasa.
b. Meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga para lulusan sudah siap pakai untuk menjadi
tenaga yang trampil.
c. Meningkatkan kualitas tenaga kerja, dengan memberikan pendidikan ketrampilan melalui
pendidikan formal dan nonformal.
d. Memberikan kesempatan kerja ke luar negeri, melalui penyaluran Tenaga Kerja
Indonesia(TKI).
e. Mendorong tumbuh berkembangnya usaha-usaha atau industri rumah tangga.
f. Memberikan peranan KB untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan
sebab-sebab terjadinya pengangguran, maka cara mengatasinya dapat diuraikan sebagai
berikut:
No. Jenis Pengangguran Cara Mengatasi Pengangguran

1. Ketidakcakapan Memberikan ketrampilan yang sesuai


dengan konidi fisiknya

2. Musiman Pemberian informasi yang jelas


tentang adanya lowongan kerja pada
bidang lain dan melatih seseorang
pada masa menunggu musim tertentu

26 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r
26
3. Friksional Mengusahakan informasi yang
lengkap tentang permintaan dan
penawaran tenaga kerja, sehingga
mempermudah dalam pengambilan
keputusan

4. Upah terlalu tinggi Memberikan pemahaman tentang


kondisi ekonomi suatu usaha atau
perusahaan, sehingga tidak
terlalu menimbulkan tuntutan

5. Struktural Memindahkan tenaga kerja dari


tempat yang tidak membutuhkan ke
tempat yang membutuhkan,
meningkatkan mobilitas tenaga kerja,
dan mendirikan industri padat karya

6. Tehnologi Meningkatkan pendidikan dan


pelatihan tenaga kerja agar memiliki
pengetahuan sesuai yang diinginkan,
serta meningkatkan pengatahuan
tentang perkembangan tehnologi

7. Siklis / Konjungtur Peningkatan daya beli masyarakat,


mengadakan proyek umum seperti
membangun jalan, jembatan, irigasi
dan kegiatan lainnya

e. Dampakpengangguran
Dampak pengangguran dapat dilihat dari 2 sisi, yaitu sisi ekonomi dan sisi sosial
Dari sisi ekonomi memiliki dampak
1. Tinnginya jumlah pengangguran menyebabkan turunnya produk domestik bruto
sehingga pendapatan nasional akan mengalami penurunan
2. Akan menghambat investasi karena jumlah tabungan masyarakat ikut menurun
3. Akan menimbulkan menurunnya daya beli
Dari dampak sosial memiliki dampak
1. Perasaan rendahdiri
2. Terjadi gangguan keamanan dalam masyarakat

E. Metode Pembelajaran
a. Pendekatan : Saintifik
b. Model : PBL
c. Metode : Ceramah, Diskusi, tanya jawab dan penugasan

27 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r
27
F. MEDIAPEMBELAJARAN
a. Alat/Bahan : Peta Konsep, Power point, LCD, Laptop

G. SUMBERBELAJAR
G.1. Media : LCD dan Laptop
G.2. Sumber Belajar:
1. Buku-buku Prathama Rahardja, Wiji Purwanta. Eksplorasi Nalar Siswa Ekonomi
SMA/MA kelas X, Bandung. Yrama Widya,2015
2. S, Alam . Ekonomi SMA /MA kelas X .Jakarta .ESIS,2013
3. Buku paket ekonomi kemendikbud
4. Kinanti Geminastiti. Ekonomi SMA/MA Kelas XI Ilmu-Ilmu Peminatan.
Bandung Yrama Widya,2014
5. Buku ekonomi penunjang yang relevan dan ber-ISBN
6. Penunjang dari perpustakaan
7. Media elektornik / cetak
8. Internet: https://pratama1989.wordpress.com

H. Langkah-Langkah Pembelajaran

PertemuanI
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu

Pendahuluan a) Kelas dipersiapkan agar lebih kondusif untuk proses belajar 20 menit
mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, berdoa,
presensi (absensi, kebersihan kelas, menyiapkan media dan
alatserta buku yang diperlukan).
b) guru mengingatkan kepada peserta didik materi minggu yang
lalu tentang pertumbuhan ekonomi, kemudian
menghubungkan dengan kondisi sehari-hari
c) guru menyampaikan topik dan kompetensi yang akan dicapai
d) guru membagi peserta didik menjadi 6 kelompok untuk
diskusi selama 60 menit
Inti a) Sebelum peserta didik mempelajari Ketenagakerjaan, peserta 140 menit
didik dapat diberikan apersepsi dengan menanyakan tentang
perbedaan tenaga kerja, angkatan kerja dengan penduduk
usia kerja yang mereka ketahui.
b) Kelompok I, II dan III ditugaskan untuk melakukan kajian

28 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r
28
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu

tentang pengertian Ketenagakerjaan, tenaga kerja, dan faktor-


faktor yang mempengaruhi kesempatan kerja melalui dengan
membaca buku ekonomi.
c) Kelompok IV, V dan VIditugaskan untuk melakukan kajian
tentang kesempatan kerja, jenis-jenis tenaga kerja, masalah
ketenagakerjaan di Indonesia
d) Setiap kelompok harus membuat laporan sesuai dengan
masalah yang dikaji. Hasil kajian itu sebaiknya didukung
dengan gambar-gambar yang relevan.
e) Kelompok IV, V dan VI ditunjuk oleh guru untuk
mempresentasikan kajiannya kemudian kelompok I, II dan
III yang tidak presentasi dapat mengajukan pertanyaan.
f) Peserta didik diminta menuliskan hasil diskusi pada lembar
kertas kerja.
g) Hasil diskusi kelompok kemudian dikumpulkan kepada guru.
Penutup a) guru menanya kepada peserta didik apakah sudah memahami 20 menit
materi tersebut
b) Peserta didik diminta untuk mengumpulkan kertas kerja.
c) Guru menutup pembelajaran minggu I dengan memberikan
ringkasan tentang ketenagakerjaan.
d) guru memberikan uji pemahaman materi, tugas mandiri dan
tugas kelompok
e) guru mengajak berdo’a dan mengingatkan materi minggu
berikutnya.

29 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r
29
PertemuanII
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu

Pendahuluan a) Kelas dipersiapkan agar lebih kondusif untuk proses 20 menit


belajar mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,
berdoa, presensi (absensi, kebersihan kelas, menyiapkan
media dan alat serta buku yang diperlukan).
b) guru mengingatkan materi minggu yang lalu tentang
ketenagakerjaan kemudian menghubungkan dengan kondisi
sehari-hari
c) guru menyampaikan topik dan kompetensi yang akan
dicapai
d) guru membagi peserta didik menjadi 6 kelompok untuk
diskusi selama 60 menit
Inti a) Sebelum peserta didik mempelajari Ketenagakerjaan, 140 menit
peserta didik dapat diberikan apersepsi dengan menanyakant
entang perbedaan tenaga kerja, angkatan kerja dengan
penduduk usia kerja yang mereka ketahui.
b) Kelompok I,II dan III ditugaskan untuk melakukan kajian
tentang upaya peningkatan kualitas, sistem
upah,menghitung besarnya tingkat upah, macam-macam
pengangguran.
c) Kelompok IV, V dan VI ditugaskan untuk melakukan kajian
tentang Pengangguran, faktor-faktor yang mempengaruhi
pengangguran, cara mengatasi pengangguran.
d) Setiap kelompok harus membuat laporan sesuai dengan
masalah yang dikaji. Hasil kajian itu sebaiknya didukung
dengan gambar-gambar yang relevan.
e) Kelompok I, II dan III ditunjuk oleh guru untuk
mempresentasikan kajiannya kemudian kelompok IV, V dan
VI yang tidak presentasi dapat mengajukan pertanyaan.
f) Peserta didik diminta menuliskan hasil diskusi pada lembar
kertas kerja.
g) Hasil diskusi kelompok kemudian dikumpulkan kepada
guru.
Penutup a) Guru menanya kepada peserta didik apakah sudah 20 menit

30 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu

memahami materi tersebut


b) guru memerintahkan untuk mengumpulkan kertas kerja
untuk masing-masing kelompok
c) Guru menutup pembelajaran minggu ke-2 dengan
memberikan ringkasan tentang pengangguran dan mengajak
berdo’a.
d) Peserta didik diberikan uji pemahaman materi dan tugas
mandiri atau tugas kelompok

I. Penilaian HasilBelajar
1. Prosedur :
a.Penilaian proses belajar mengajar oleh guru
b.Penilaian hasil belajar (tes lisan dan tertulis berbentuk pilihan ganda dan uraian)
2.Alat Penilaian (Soal terlampir)

Memeriksa/Menyetujui, Bekasi, Juli 2018


Kepala SMA Negeri 15 Kota Bekasi Guru Mata Pelajaran Ekonomi

Rusti Setiyarti, S.Pd, MM Hasan Basri,S.E


NIP. 19700303 199201 2 001 NIP.

31 |Ekonomi XI Hasan Basri 31


SOAL PERTEMUAN I
Soal pilihan ganda
1. Angkatan kerja adalah orang yang....
a. Telah bekerja diberbagai sector pekerjaan
b. Telah bekerja di instansi pemerintah dan perusahaan swasta
c. Berada pada usia kerja dan siap untuk bekerja
d. Telah bekerja di Luar negeri
e. Bekerja sebagi dokter

2. Tenaga kerja yang dihasilkan dari suatu pelatihan dan pengalaman disebut....
a. Traine dlabour
b. Unskille dlabour
c. Skille dlabour
d. Untrane dlabour
e. Angkatan kerja

3. Di bawah ini faktor-faktor penyebab meningkatnya jumlah tenaga kerja adalah....


a. Penurunan perkembangan teknologi
b. Pertambahan penduduk yang cepat
c. Banyaknya siswa yang putus sekolah
d. Sedikitnya lowongan pekerjaan
e. Meningkatnya jumlah pengemis dijalanan

4. Masalah dominan yang terdapat di sektor ketenagakerjaan di Indonesia adalah....


a. Informasi ketenagakerjaan masih minim
b. Kualitas tenaga kerjarendah
c. Uang tunjangan tenaga kerja yang masih rendah
d. Pertumbuhan angkatan kerja yang rendah
e. Tenaga kerja Indonesia terlalu memilih-milih pekerjaan

5. Usaha untuk meningkatkan mutu tenaga kerja dilakukan dengan.....


a. Penambahan jam kerja dan penambahan alat produksi
b. Penambahan upah dan penambahan jam kerja
c. Perbaikan jaminan sosial dan pergantian alat produksi
d. Pengawasan pelaksanaan kerja dan penambahan jam kerja
e. Pemyelenggaraan latihan kerja dan pemeliharaan kesehatan

Soal Uraian
1. Apakah yang dimaksud dengan tenaga kerja.......
2. Jelaskan pengelompokan tenaga kerja menurut sifatnya......
3. Jelaskan masalah ketenagakerjaan yang terjadi di Indonesia......
4. Mengapa kualitas tenaga kerja di Indonesia rendah.....
5. Apakah yang dimaksud dengan upah minimum.....

32 |Ekonomi XI Hasan Basri 32


Score : Setiap soal objektif memiliki nilai 2 dan soal uraian memiliki masing-masing 4

Nilai akhir:

TUGAS MANDIRI
Carilah data melalui internet tentang jumlah penduduk Indonesia, jumlah
penduduk usia kerja, jumlah angkatan kerja, jumlah penduduk yang bekerja dan
pengangguran pada tahun 2012 dan 2013 dan grafiknya!

SOAL PERTEMUAN II
Soal pilihan ganda
1. Terjadinya pengangguran disebabkan oleh....
a. Jumlah kesempatan kerja besar dari penduduk
b. Tingginya laju pertumbuhan penduduk
c. Kemajuan teknologi
d. Jumlah angkatan kerja lebih banyak dari lapangan kerja
e. Tingkat pendidikan yang tinggi

2. Suatu pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan oleh satu orang, namun
dikerjakan oleh lebih dari satu orang disebut dengan....
a. Pengangguran terselubung
b. Pengangguran struktural
c. Pengangguran terbuka
d. Setengah menganggur
e. Pengangguran friksional

3. Berikut dampak dari timbulnya pengangguran.....


1) Pendapatan Nasionah Negara menurun
2) Daya beli masyarakat menjadi berkurang
3) Naiknya angka kemiskinan di masyarakat
4) Tingkat kesejahteraan penduduk menurun
5) Ketrampilan yang dimiliki dapat menghilang sedikit demi sedikit keren
tidak dioptimalkan
Dampak pengangguran bagi diri sendiri adalah....
a. 1. 2. Dan3
b. 3. 4. Dan5
c. 2. 4. Dan5
d. 1. 4. Dan5
e. 2. 3. Dan5

4. Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi karena....


a. Pergantian antar musim
b. Pergantian teknologi

33 |Ekonomi XI Hasan Basri 33


c. Adanya tenggang waktu antara proses penerimaan dan saat diterima
d. Adanya tenggang waktu antara lulus sekolah dan proses perekrutan
e. Ketidak cocokan antara lowongan pekerjaan dengan keahlian yang dimilik

5. Berikut adalah pernyataan yang tepat mengenai pengangguran voluntary


adalah....
a. Pengangguran yang terjadi karena kesulitan dalam mempertemukan
pencari kerja dengan lowongan kerja
b. Pengagguran yang terjadi karena perubahan dalam strukturer ekonomian
c. Pengangguran yang terjadi karena adamya orang yang rela meninggalkan
pekerjaannya karena mendapatkan penghasilan
d. Pengangguran akibat adanya perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan
perekonomian
e. Pergantian antar musim

Soal Uraian
1. Apakah yang dimaksud dengan pengangguran?
2. Jelaskan yang dimaksud pengangguran voluntary!
3. Bagaimana dampak pengangguran terhadap segi ekonomi negara?
4. Sebutkan upaya untuk mengatasi pengangguran!
5. Jelaskan jenis pengangguran menurut sifatnya!
Score : Setiap soal objektif memiliki nilai 2 dan soal uraian memiliki masing-
masing 4

Nilai akhir:

TUGAS MANDIRI
Carilah data melalui internet tentang jumlah penduduk Indonesia, jumlah penduduk
usia kerja, jumlah angkatan kerja, jumlah penduduk yang bekerja dan
pengangguran pada tahun 2012 dan 2013 dan grafiknya!

FORMAT PENGAMATAN

Kompetensi yang dinilai:Penilaian Sikap (Observasi)


Kompetensi Inti :
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2:Menghayati dan pengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

34 |Ekonomi XI Hasan Basri 34


Kompetensi Dasar :
1.1 Mensyukuri sumberdaya sebagai pembangunan ekonomi
2.1 Bersikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, kreatif, dan mandiri dalam upaya
mengatasi masalah ketenagakerjaan dalam pembangunan ekonomi
2.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli dan kritis sebagai
pelaku ekonomi

Gotong Ry
Tangg jwb

PercayaDr

Jmh Skor
Toleransi
Disiplin
Spritual

Santun
Jujur

Nilai
Nama
No.
Siswa

1.
2.
3.
4.
5.
6.
dst

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap peserta didik. Berilah tanda cek
(v) pada kolom skor sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan
kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak
melakukan

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan Score:


Peserta didik memperoleh nilai :
Sangat Baik : apabila memperoleh skor 3,20–4,00
Baik : apabila memperoleh skor 2,80 –3,19
Cukup : apabila memperoleh skor 2.40–2,79
Kurang : apabila memperoleh skor kurang 2.40

35 |Ekonomi XI Hasan Basri 35


INDIKATOR KOMPETENSI INTI 1 DAN 2
1. SikapSpiritual
a. Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu.
b. Menjalankan ibadah tepat waktu.
c. Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut.
d. Bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa.
e. Mensyukuri kemampuan manusia dalam mengendalikan diri
f. Mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu.
g. Berserah diri kpd Tuhan bila gagal dalam mengerjakan sesuatu.
h. Menjaga lingk. hidup di sekitar tempat tinggal, sekolah dan masyarakat
i. Memelihara hubungan baik dengan sesama umat ciptaan Tuhan YME
j. Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa Indonesia.
k. Menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai agamanya.
2. Sikap Jujur
a. Tidak menyontek dalam mengerjakan ujian ulangan
b. Tidak menjadi plagiat (mengambil / menyalin karya orang lain tanpa
menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas.
c. Mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya
d. Melaporkan barang yang ditemukan
e. Melaporkan data atau informasi apa adanya
f. Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki
3. SikapDisiplin
a. Datang tepat waktu
b. Patuh pada tata tertib atau aturan bersama/sekolah
c. Mengerjakan / mengumpulkan tugas sesuai waktu yang ditentukan
d. Tertib dalam menerapkan aturan penulisan untuk karya ilmiah
4. Sikap Tanggungjawab
a. Melaksanakan tugas individu dengan baik
b. Menerima risiko atas perbuatan yg dilakukan
c. Tidak menuduh orang lain tanpa bukti
d. Mengembalikan barang yg dipinjam
e. Meminta maaf atas kesalahan yg dilakukan
5. SikapToleransi
a. Tidak mengganggu teman yang berbeda pendapat
b. Menghormati teman yang berbeda suku, agama, ras, budaya, dan gender
c. Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya
d. Dapat menerima kekurangan orang lain
e. Dapat mememaafkan kesalahan orang lain
6. Sikap GotongRoyong
a. Terlibat aktif dalam bekerja bakti membersihkan kelas atau sekolah
b. Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan
c. Bersedia membantu orang lain tanpa mengharap imbalan
d. Aktif dalam kerjakelompok

36 |Ekonomi XI Hasan Basri 36


7. Sikap Santun
a. Menghormati orang yang lebih tua.
b. Tidak berkata-kata kotor,kasar, dan takabur.
c. Tidak meludah di sembarang tempat.
d. Tidak menyela pembicaraan.
e. Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain
f. Bersikap 3S (salam, senyum,sapa)
g. Meminta ijin ketika akan memasuki ruangan orang lain atau menggunakan
barang milik orang lain
8. Sikap Percaya Diri
a. Berpendapat atau melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu.
b. Mampu membuat keputusan dengan cepat
c. Tidak mudah putusasa
d. Tidak canggung dalam bertindak
e. Berani presentasi di depan kelas
f. Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan

PENILAIAN LAPORAN

Penilaian kompetensi ketrampilan : Penilaian Proyek


Kompetensi Dasar:
2.2. Menyajikan hasil analisis masalah ketenagakerjaan di Indonesia
Indikator :
2.2.1. Mempresentasikan hasil analisis masalah ketenagakerjaan di Indonesia

Keakuratan
Kuantitas
Nama Sistematika Sumber Analisis Simpulan
Sumber
Siswa/Kelompok Penulisan Data / Data laporan
Data
Informasi

Score :

Keterangan :
Skala penilaian laporan dibuat dengan rentang antara 1 s.d 4.
1 = kurang; 2 = cukup; 3 = Baik; 4 = sangat baik;

37 |Ekonomi XI Hasan Basri 37


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
No.4/XI/2018

Sekolah : SMA Negeri 15 Kota Bekasi


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas / Semester : XI / 1
Materi Pokok : Indeks harga dan Inflasi
Alokasi Wakt : 5 X 4 JP=20JP (5xpertemuan)

U. TujuanPembelajaran
A.1 Kompetensi Pengetahuan (C4 tertinggi)
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pengertian indeks harga.
2. Menjelaskan tujuan perhitungan indeks harga.
3. Membedakan macam – macam indeks harga
4. Membandingkan metode perhitungan indeks harga.
5. Mengklasifikasi macam – macam indeks harga.
6. Menghitung dengan menggunakan metode perhitungan indeks harga.
7. Menghitung indeks harga.
8. Menganalisis perhitungan indeks harga.
9. Menjelaskan pengertian inflasi.
10. Menjelaskan penyebab inflasi.
11. Mengklasifikasikan jenis – jenis inflasi.
12. Menghitung inflasi.
13. Mencegah dampak inflasi.
14. Menentukan cara mengatasi inflasi.
15. Menganalisis dampak dan cara mengatasi inflas.
16. Mengklasifikasikan teori permintaan dan penawaran uang.
17. Mengemukakan faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan uang.
18. Melaksanakan penelitian tentang indeks harga dan inflasi.
19. Mengilustrasikan hubungan indeks harga dan inflasi dengan teori
permintaan dan penawaran uang.
20. Mendemonstrasikan cara menghitung indeks harga.
21. Membuat gambar kurva inflasi berdasar penyebab.
22. Mendemonstrasikan cara menghitung inflasi.
23. Membuat contoh dampak inflasi.

A.2 KompetensiKeterampilan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat
membuat laporan dan mampu mensosialisasikan tentang:
1. Mengeidentifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan uang.
2. Melaksanakan penelitian tentang indeks harga dan inflasi.

38 |Ekonomi XI Hasan Basri 38


3. Menarik kesimpulan hubungan indeks harga dan inflasi dengan teori
permintaan dan penawaran uang.
4. Mendemonstrasikan cara menghitung indeks harga.
5. Membuat gambar kurva inflasi berdasarkan penyebabnya.
Mendemonstrasikan cara menghitung inflasi.
6. Membuat contoh dampak inflasi.

V. KOMPETENSI INTI
3.Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
procedural, prinsipal berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi seni budaya dan humaniara dengan wawasan kemanusian, kebangsaan,
kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan keyakinan serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang bagian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif serta mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan.

W. KOMPETENSI DASAR ( KD)


3.4 Menganalisis indeks harga dan inflasi
4.4 Menyajikan hasil analisis indeks harga dan inflasi

X. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI(IPK)


Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan mampu:
3.4.1 Menjelaskan pengertian indeks harga
3.4.2 Menjelaskan tujuan perhitungan indeks harga
3.4.3 Mengklasifikasi macam – macam indeks harga
3.4.4 Membedakan macam – macam indeks harga
3.4.5 Menjelaskan metode perhitungan indeks harga
3.4.6 Membandingkan metode perhitungan indeks harga
3.4.7 Menghitung indeks harga
3.4.8 Menganalisis perhitungan indeks harga
3.4.9 Menjelaskan pengertian inflasi
3.4.10 Menjelaskan penyebab inflasi
3.4.11 Mengklasifikasikan jenis – jenis inflasi
3.4.12 Menghitunginflasi
3.4.13 Menjelaskan dampak inflasi
3.4.14 Menjelaskan cara mengatasi inflasi
3.4.15 Menganalisis dampak dan cara mengatasi inflas
3.4.16 Mengklasifikasikan teori permintaan dan penawaran uang
3.4.17 Menjelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan uang
4.4.1 Melaksanakan penelitian tentang indeks harga dan inflasi

39 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
4.4.2 Menganalisis hubungan indeks harga dan inflasi dengan teori permintaan dan
penawaran uang
4.4.3 Mendemonstrasikan cara menghitung indeks harga
4.4.4 Membuat gambar kurva inflasi berdasar penyebab
4.4.5 Mendemonstrasikan cara menghitung inflasi
4.4.6 Membuat contoh dampak inflasi

Y. MATERI PEMBELAJARAN
IndeksHarga
1. Pengertian indeks harga
2. Tujuan perhitungan indeks harga
3. Macam – macam indeks harga
4. Metode perhitungan indeks harga

Inflasi
1. Pengertian inflasi
2. Penyebab inflasi
3. Jenis – jenis inflasi
4. Menghitung inflasi
5. Dampak inflasi
6. Cara mengatasi inflasi

Permintaan dan Penawaran Uang


1. Teori Permintaan dan penawaran uang
2. Faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan uang

Z. PENDEKATAN/METODE / MODELPEMBELAJARAN
Pendekatan ilmiah ( scientific approach ) dengan strategi PJBL dan penugasan
Langkah-langkah Prosedur penugasan :
1. Langkah kerja ilmiah
2. Penyajian informasi
3. Menerapkan indeks harga dan inflasi Meta kognitif:
4. Menganalisis indeks harga dan inflasi

AA. ALAT/BAHAN DAN SUMBERBELAJAR


1. Alat/Bahan:
 Laptop, LCD, LKS, dan browshing internet sesuai materi ajar

2. SumberBelajar:
1) Buku paket ekonomi kemendikbud
2) Prathama Rahardja, Wiji Purwanta. Eksplorasi Nalar Siswa Ekonomi
SMA/MA kelas XI Bandung. Yrama Widya,2015

41 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 41
3) S, Alam. Ekonomi SMA/MA kelas XI, Jakarta .ESIS,2013.
4) Kinanti Geminastiiti. Ekonomi SMA/MA Kelas XI Ilmu-Ilmu
Peminatan. Bandung Yrama Widya,2014
5) Buku ekonomi penunjang yang relevan dan ber-ISBN

Memeriksa/Menyetujui, Bekasi, Juli 2018


Kepala SMA Negeri 15 Kota Bekasi Guru Mata Pelajaran Ekonomi

Rusti Setiyarti, S.Pd, MM Hasan Basri,S.E


NIP. 19700303 199201 2 001 NIP.

42 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 42
BB. LANGKAH LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
No Kegiatan pembelajaran
waktu

Pertemuan 1 :

PENDAHULUAN

A Mempersiapkan peserta didik secara kondusif 15 menit


agardapat menciptakan suasana belajar dengan
nyaman, berdoa dilanjutkan menyapa siswa
dengan ramah melalui pengecekan daftar
kehadiran siswa.

Apersepsi / pretest : mengajukan pertanyaan


berupa permasalahan mengenai indeks harga
dan inflasi.

Memberikan motivasi belajar

Pemberian pedoman sebagai acuan siswa


untuk dapat menyelesaikan masalah terkait
dengan materi ajar.

Informasi kegiatan pembelajaran ( kegiatan inti


):

a. Penyampaian informasi

b. Pembentukan dan kerja kelompok

c. Presentas i/ diskusikelas

d. Evaluasiproses / hasil

KEGIATAN INTI 135menit

Membentuk kelompok yang anggotanya


disesuaikan secara heterogen, pada saat
B kegiatan inti akan dimulai.

Mendorong dan mengorientasikan peserta


didik terhadap permasalahan yang terjadi di
lapangan.

Siswa mencari bahan pembelajaran berupa

43 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 43
data berbagai barang kebutuhan pokok dan
harga – harga barang dalam cakupan
perdagangan besar dan mendeskripsikan
masalah yang terjadi berupa:

1. Indeksharga

2. Tujuan perhitungan indekis harga

Peserta didik mencatat dan menganalisis


hasil pengamatan.

Mengorganisasikan peserta didik dalam


proses belajar.

Guru mendorong peserta didik untuk dapat


menyusun pokok permasalahan yang terjadi
di lapangan dengan cara :

1. Peserta didik diberikan kesempatan


untuk bertanya.

2. Guru memberikan contoh beberapa


permasalahan dan alternatif pemecahan
masalah.

Membimbing penelitian sederhana


secara individu maupun kelompok.

Peserta didik melakukan penelitian dan


guru membimbing peserta didik untuk
mencari informasi tentang harga – harga
barang, indeks harga, dari sumber lain yang
relevan, kemudian menganalisisnya
berdasarkan hasil kajian lapangan.

Mengembangkan dan menyajikan hasil


karya.

Menulis hasil analisis dan kajian dalam


bentuk laporan ilmiah kemudian menunjuk
salah satu kelompok untuk
mempresentasikan hasil yang diperoleh.
Kelompok lain menanggapi dan

44 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 44
memberikan umpan balik, sehingga
memperoleh persepsi dan konsep yang
sama.

Menganalisis dan mengevaluasi proses


pemecahan masalah. 30 menit
Peserta didik bersama guru mengevaluasi
proses pemecahan masalah pada setiap
kelompok maupun terhadap seluruh
aktivitas pembelajaran yang dilakukan serta
guru memberikan penguatan terkait
penguasaan konsep tersebut.

PENUTUP

C Peserta didik bersama guru 15 menit


menyimpulkan secara sederhana dari hasil
belajar. Pemberian tugas sebagai pengayaan
dan menginformasikan materi pada
pertemuan berikutnya. Ditutup dengan doa.

Pertemuan 2 :

PENDAHULUAN

Mempersiapkan peserta didik secara


A kondusif untuk belajar dengan cara
mengatur tempat duduk dan ruangan kelas
yang nyaman, berdoa, dan mendata
kehadiran siswa.

Apersepsi / pretest,dan menyampaikan


cakupan materi yang meliputi : macam –
macam indeks harga, metode perhitungan
indeks harga

Susunan kegiatan pembelajaran ( kegiatan


inti ) : 135menit

a.Penyampaian informasi

b.Pembentukan dan kerja kelompok

45 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 45
c.Presentasi / diskusi kelas

d.Evaluasi proses / hasil

KEGIATAN INTI

B Membentuk kelompok secara


heterogen, pada saat kegiatan inti akan
dimulai.

Mengorientasikan peserta didik terhadap


masalah .

Menampilkan data harga barang – barang,


menyimak dan mendeskripsikan masalah.

Adapun beberapa pokok permasalahan yaitu:

1. Ada berapa macam indeks harga?

2. Bagaimana menghitung indeks harga

Berdasarkan kajian lapangan, bagaimana


data diolah untuk

1. Dikatagorikan menjadi macam indeks


harga tertentu

2. Menghitung indeks harga dengan


berbagai metode

Peserta didik menganalisis hasil


pengamatannya dan menemukan alternatif
pemecahan masalah yang terjadi di
lapangan.

Mengorganisasikan peserta didik untuk


belajar.

Guru membantu peserta didik


mengorganisasi tugas belajar yang
berhubungan dengan materi ajar dan
permasalahannya dengan cara:

46 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 46
1. Peserta didik diberikan kesempatan
untuk bertanya.

2. Guru memberikan beberapa alternatif


pemecahan masalah.

Membimbing penyelidikan individu


maupun kelompok.

Peserta didik melakukan penyelidikan dan


guru membimbing peserta didik untuk
mencari informasi tentang konsep 30 menit
permintaan dari sumber lain yang relevan,
kemudian menganalisisnya.

Mengembangkan dan menyajikan hasil


karya.

Menulis hasil analisis dalam suatu laporan


kemudian menunjuk salah satu kelompok
untuk mempresentasikan hasil analisisnya.
Kelompok yang lain menanggapi dan
memberikan umpan balik, sehingga
memperoleh persepsi dan konsep yang
sama dalam menyelesaikan permasalahan.

Menganalisis dan mengevaluasi proses


pemecahan masalah.

Peserta didik bersama guru mengevaluasi


proses pemecahan masalah pada setiap
kelompok maupun terhadap seluruh
aktivitas pembelajaran yang dilakukan serta
guru memberikan penguatan terkait
15 menit
penguasaan konsep diatas.

PENUTUP

Peserta didik bersama guru membuat


kesimpulan tentang indeks harga, tujuan
C
perhitungan indeks harga, macam indeks
harga, dan cara menghitung indeks harga
dengan berbagai metode, sekaligus

47 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 47
penugasan dalam rangka ketuntasan belajar.

1. Tugas mandiri tidak terstruktur , bagi


peserta didik yang dinyatakan tuntas(
pengayaan)

2. Tugas mandiri terstruktur , bagi peserta


didik yang dinyatakan tidak tuntas
(remidi)

Guru menginformasikan materi untuk


pertemuan berikutnya dilanjutkan dengan
berdoa.

Pertemuan 3 :
A 135menit
PENDAHULUAN

Mempersiapkan suasana belajar secara


kondusif dan nyaman, berdoa dan
dilanjutkan dengan mengecek kehadiran
siswa dan menanyakan kabar siswa lain
yang yang tidak ada di kelas.

Apersepsi / pretest,

Membangkitkan motivasi belajar siswa


dengan menceritakan kondisi pergerakan
harga barang – barang saat ini

Menyampaikan cakupan materi ajar yang


meliputi : pengertian inflasi, penyebab
inflasi, dan macam – macam inflasi

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran (


kegiatan inti ) :

a.Penyampaian informasi

b.Pembentukan dan kerja kelompok

c.Presentasi / diskusi kelas

d.Evaluasi proses / hasil

B.

48 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 48
B KEGIATAN INTI

Membentuk kelompok seacara heterogen


pada saat kegiatan inti akan dimulai .

Mengorientasikan peserta didik terhadap


masalah .

Peserta didik ditugaskan untuk merumuskan


permasalahan yang terkait dengan materi
ajar. Melihat gambar/video, menyimak dan
mendeskripsikan masalah yaitu :

1. Apa saja indicator inflasi?

2. Mengapa terjadi inflasi?

3. Ada berapa macam inflasi?

3. Apa saja yang menjadi penyebab inflasi?

4. Menggambar kurva sesuai penyebabnya

Peserta didik mencatat dan mengamati


hasil pengamatannya.

Mengorganisasikan peserta didik untuk


belajar.

Guru membantu peserta didik dalam


mengorganisasi tugas belajar yang
berhubungan dengan permasalahan terkait
dengan materi ajar, dengan cara :

1. Peserta didik dikondisikan dan diberikan


kesempatan untuk bertanya.

2. Guru memberikan penjelasan lebih rinci


beberapa alternatif pemecahan masalah.
30 menit
Membimbing penelitian sederhana baik
secara individu maupun kelompok.

49 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 49
Peserta didik melakukan penelitian dan
guru membimbing peserta didik untuk
mencari informasi tentang konsep inflasi
dari berbagai sumber, kemudian 15 menit
menganalisisnya.

Mengembangkan dan menyajikan hasil


karya.

Menulis hasil analisis dalam bentuk laporan


kemudian menunjuk salah satu kelompok
untuk mempresentasikan hasil analisisnya.
Kelompok yang lain menanggapi dan
memberikan umpan balik, .

Menganalisis dan mengevaluasi proses


pemecahan masalah.

Peserta didik bersama guru mengevaluasi


proses pemecahan masalah pada setiap
kelompok maupun terhadap seluruh
C aktivitas pembelajaran yang dilakukan serta
guru memberikan penguatan terkait
penguasaan konsep diatas.

PENUTUP 135menit

Peserta didik didorong untuk dapat


menyusun kesimpulan, persamaan persepsi
mengenai konsep inflasi, jenis inflasi, dan
penyebab inflasi

Guru menugaskan siswa untuk mencari


materi ajar untuk pertemuan berikutnya.

A Pertemuan 4 :

PENDAHULUAN

Mempersiapkan peserta didik secara fisik


maupun psikis untuk belajar, dengan cara
mengatur tempat duduk dan ruang belajar

50 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
yang nyaman.

Apersepsi / pretest terkait materi ajar dan


memberikan motivasi belajar.
Menyampaikan cakupan materi meliputi :
menghitung inflasi, dampak inflasi, dan
cara mengatasi inflasi

Langkah kegiatan pembelajaran ( kegiatan


B inti )

a.Penyampaian informasi

b.Pembentukan dan kerja kelompok

c.Presentasi/diskusi kelas

d.Evaluasiproses / hasil

KEGIATAN INTI

Membentuk kelompok secara heterogen


pada saat kegiatan inti akan dimulai.

Mengorientasikan peserta didik terhadap


masalah .

Peserta didik mendeskripsikan masalah


yang terkait dengan materi ajar, yaitu :

1. Bagaimana menghitung inflasi

2. Apa saja dampak inflasi

3.Bagaimana cara mengatas zs -

0iinflasi

Peserta didik mencatat dan menganalisis


hasil pengamatannya.

Mengorganisasikan peserta didik untuk


belajar. 30 menit

Guru membantu peserta didik untuk


mendefinisikan dan mengorganisasi tugas

51 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 51
belajar yang berhubungan dengan masalah
diatas, dengan cara :

1. Peserta didik diberikan kesempatan


untuk bertanya.

2. Guru memberikan penjelasan lebihrinci


beberapa alternatif pemecahan masalah.

Membimbing penyelidikan individu


maupun kelompok.

Peserta didik melakukan penyelidikan dan


guru membimbing peserta didik untuk
mencari informasi tentang keseimbangan
15 menit
pasar dari sumber lain yang relevan,
kemudian menganalisisnya.

Mengembangkan dan menyajikan hasil


karya.

Menulis hasil analisis dalam suatu laporan


kemudian menunjuk salah satu kelompok
untuk mempresentasikan hasil analisisnya.
Kelompok yang lain menanggapi dan
C memberikan umpan balik, demikian
seterusnya.

Menganalisis dan mengevaluasi proses


pemecahan masalah.

Peserta didik bersama guru mengevaluasi


proses pemecahan masalah pada setiap
kelompok maupun terhadap seluruh
aktivitas pembelajaran yang dilakukan serta
guru memberikan penguatan terkait
penguasaan konsep diatas.

PENUTUP

Peserta didik bersama guru membuat


kesimpulan tentang keseimbangan pasar.

Guru memberikan :

52 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 52
1. Tugas mandiri tidak terstruktur , bagi
peserta didik yang dinyatakan tuntas
135menit
( pengayaan)

2. Tugas mandiri terstruktur , bagi


peserta didik yang dinyatakan tidak
tuntas ( remidi)

Guru menginformasikan pada pertemuan


berikutnya yaitu permintaan dan penawaran
uang dilanjutkan berdoa

Pertemuan 5 :

PENDAHULUAN
A Mempersiapkan peserta didik untuk
belajar dengan cara mengatur tempat
duduk terlebih dahulu kemudian berdoa
dilanjutkan mengabsen

Apersepsi / pretest : mengajukan


pertanyaan kepada peserta didik mengenai
permintaan dan penawaran uang

Motivasi belajar : memberikan pernyataan


mengenai teori permintaan dan penawaran
uang, dan faktor – faktor yang
mempengaruhi permintaan uang

Menyampaikan pengetahuan prasyarat


(permasalahan/tugas) dan tujuan
pembelajaran. ( Mengorientasikan
peserta didik pada masalah ).

Pemberian acuan : menyampaikan


cakupan materi yang meliputi : teori
permintaan dan penawaran uang, faktor –
B faktor yang mempengaruhi permintaan
uang

Informasi kegiatan pembelajaran


(kegiatan inti )

a.Penyampaian informasi

53 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 53
b.Pembentukan dan kerja kelompok

c.Presentasi/diskusi kelas

d.Evaluasi proses/hasil

KEGIATAN INTI

Membentuk kelompok yang anggotanya 4


orang dipilih secara heterogen pada saat
kegiatan inti akan dimulai

Mengorientasikan peserta didik


terhadap masalah . 30 menit
Melihat gambar / video, menyimak dan
mendengar deskripsi masalah yaitu :

1. Apakah yang dimaksud dengan


permintaan / penawaran uang

2. Faktor-faktor apa sajakah yang


mempengaruhi permintaan uang ?

Peserta didik mencatat hasil


pengamatannya.

Mengorganisasikan peserta didik untuk


belajar.

Guru membantu peserta didik


mendefinisikan dan mengorganisasi tugas
belajar yang berhubungan dengan masalah
diatas, dengan cara:

1. Peserta didik diberikan kesempatan


untuk bertanya.

2. Guru memberikan penjelasan lebihrinci


beberapa alternatif pemecahanmasah.

Membimbing penyelidikan individu


maupun kelompok.

Peserta didik melakukan penyelidikan dan


guru membimbing peserta didik untuk
mencari informasi tentang keseimbangan

54 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 54
pasar dari sumber lain yang relevan,
kemudian menganalisisnya.
C
Mengembangkan dan menyajikan hasil
karya.

Menulis hasil analisis dalam suatu laporan


kemudian menunjuk salah satu kelompok
untuk mempresentasikan hasil analisisnya.
Kelompok yang lain menanggapi dan
memberikan umpan balik, demikian
seterusnya.

Menganalisis dan mengevaluasi proses


pemecahan masalah.

Peserta didik bersama guru mengevaluasi


proses pemecahan masalah pada setiap
kelompok maupun terhadap seluruh
aktivitas pembelajaran yang dilakukan
serta guru memberikan penguatan terkait
penguasaan konsep diatas.

PENUTUP

Peserta didik bersama guru membuat


kesimpulan tentang elastisitas

Guru memberikan :

1. Tugas mandiri tidak terstruktur , bagi


peserta didik yang dinyatakan tuntas
(pengayaan)

2. Tugas mandiri terstruktur , bagipeserta


didik yang dinyatakan tidak tuntas
(remidi)

Guru memberikan materti pada pertemuan


berikutnya yaitu kebijakan moneter
dilanjutkan berdoa

55 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 55
H . PENILAIAN
ASPEK DAN JENIS / TEKNIK PENILAIAN
a. Pengetahuan:
Tes : a.Tertulis, bentuk : Obyektif (PG) dan uraian : terbatas
b.Penugasan, bentuk : hasil karya/product
( menyusun laporan hasil penelitian sederhana tentang indeks harga
Dan inflasi )
Non Tes :a. observasi, bentuk : lembar pengamatan ( tanya jawab ).
b. Keterampilan / praktik:
Tes: Perbuatan, bentuk : project (penelitian sederhana tentang indeks harga dan inflasi)

BENTUK INSTRUMEN DAN INSTRUMEN


A. TERTULIS

I. Pilihlah salah satu jawab yang paling tepat , dengan caramembertanda


silang ( X ) pada huruf A, B , C , D atau E!

1. Indeks harga dapatdiartikan….


A. Angka yang mengukur perubahan harga barang dan jasa pada waktu tertentu
B. Angka yang menunjukkan perbandingan harga barang danjasa
C. Angka yang mengukur/membandingkan perubahan harga dari waktu ke waktu
D. Angka yang digunakan untuk mengetahui perubahan harga yang dinyatakan dengan
persen
E. Angka yang digunakan untuk menentukan kenaikan harga barang dan jasa

2. Perhatikan pernyataan – pernyataan berikut:


1. Angka yang membandingkan harga dari waktu kewaktu
2. Sebagai dasar untuk menghitung laju inflasi
3. Untuk mengetahui faktor – faktor yang menyebabkan kemajuan / kemunduran ekonomi
4. Menggambarkan perubahan harga barang dan jasa pada periode tertentu
5. Untuk menghitungnya harus dibandingkan dengan harga pada periode sebelumnya
Berdasarkan pernyataan diatas yang merupakan tujuan perhitungan indeks harga adalah….
A. 1 , 2 dan3
B. 1 , 3 dan4
C. 1, 4, dan5
D. 2, 3, dan4
E. 2, 4, dan5
3. Angka yang mengukur perubahan harga barang – barang kebutuhan pokok dari waktu ke
waktu dapat diklasifikasikan sebagai…..
A. Angka indeks
B. Indeks harga
C. Indeks harga produsen
D. Indeks harga konsumen
E. Indeks harga perdagangan besar

56 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 56
4. Perbedaan indeks hara konsumen dengan indeks harga produsen yang benar adalah….
Indeks harga konsumen Indeks harga produsen

A Membandingkan harga rata – Mengukur fluktuasi harga barang


rata yang dihitung pada tahun hasil pertanian
tertentu dan pada tahun dasar

B Membandingkan harga barang Membandingkan harga barang –


– barang hasil pertanian di barang pada perdagangan besar
pedesaan

C Mengukur perubahan harga Mengukur harga barang yang


barang yang dibeli konsumen dibeli produsen

D Membandingkan harga barang Membandingkan harga barang –


hasil pertaanian di pedesaan barang hasil produksi
perusahaan besar

E Mengukur perubahaan harga Mengukur harga barang bahan


barang dan jasa dari sisi baku yang digunakan untuk
konsumen memproduksi

5. Metode perhitungan indeks harga sederhana adalah membandingkan….


A. Harga dengan kuantitas barang pada periode tertentu
B. Jumlah beberapa harga barang dalam dua periode
C. Harga dengan kuantitas barang dalam dua periode
D. Jumlah beberapa harga barang pada periode tertentu
E. Harga dikalikan kuantitas barang dalam periode tertentu

6. Berikut ini penjelasan mengenai metode perhitungan indeks harga yang benar adalah….
A. Metode perhitungan indeks harga Laspayers membandingkan harga (Pn) dikalikan
kuantitas(Qo) dibagi harga (Pn) dikalikan kuantitas(Qo)
B. Metode perhitungan indeks harga Pasche membandingkan harga (Pn) dikalikan
kuantitas(Qo) dibagi harga (Pn) dikalikan kuantitas(Qo)
C. Metode perhitungan indeks harga Laspayers membandingkan harga (Pn) dikalikan
kuantitas(Qo) dibagi harga (Pn) dikalikan kuantitas(Qn)
D. Metode perhitungan indeks harga Pasche membandingkan harga (Pn)dikalikan
kuantitas(Qo) dibagi harga (Pn) dikalikan kuantitas(Qn)
E. Metode perhitungan indeks harga Pasche membandingkan harga (Pn) dikalikan
kuantitas(Qn) dibagi harga (Po) dikalikan kuantitas(Qn)

57 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 57
7. Data hargabarang:
Nama barang 2011 2012

P Q P Q

A 8.000 4.000 9.000 4.100

B 5.000 2.000 6.500 2.200

C 6.000 1.500 7.000 1.600

PoQo=51.000.000 PnQo=59.500.000
Jumlah
PoQn=53.400.000 PnQn=62.400.000

Berdasar data di atas besarnya indeks harga yang dihitung dengan metode Laspeyrs
adalah….
A. 104,17
B. 104,71
C. 111,42
D. 116,67
E. 116,85

8. Data perhitungan indeks harga:


No Bulan IHK

1 Februari 103,24

2 Maret 109,11

3 April 104,36

Berdasar data di atas dapat dianalisa….


A. Indeks harga konsumen terus mengalami kenaikan
B. Indeks harga mengalami penurunan
C. Harga – harga terus mengalami kenaikan
D. Tidak dapat diprediksi
E. Harga barang mengalami penurunan

9. Pengertian inflasiadalah….
A. Kondisi yang menunjukkan terjadinya kenaikan harga barang – barang pada periode
tertentu
B. Kondisi yang menunjukkan kenaikan dan penurunan harga barang pada periode tertentu
C. Kenaikan harga barang – barang disertai dengan kenaikan kuantitas selama periode
tertentu
D. Kondisi yang menunjukkan kenaikan harga barang – barang dari tahun sebelumnya
E. Kenaikan harga barang – barang yang bersifat umum dan terus menerus

58 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 58
10. Kemarau berkepanjangan seperti yang terjadi saat ini mengakibatkan kekeringan lahan
persawahan sehingga hasilnya berkurang dan pasokan ke pasar pun menjadi berkurang,
akibatnya harga melonjak dan dapat menjadi penyebab inflasi yang disebut…..
A. Creeping inflation
B. Domestic inflation
C. Demand pullinflation
D. Hyper inflation
E. Cost push inflation

11. Tabel inflasi dari beberapa negara:


Nomer Negara Inflasi

1 Maya 8,07%

2 Harapan 10,16%

3 Asa 12,89%

4 Impian 26,54%

5 Dambaan 30,23%

Berdasar tabel di atas dapat disimpulkan ….


A. Negara Maya dan Harapan tingkat inflasinya rendah
B. Negara Asa dan Impian tingkat inflasinya sedang
C. Negara Impian dan Dambaan tingkat inflasinya sedang
D. Negara Impian dan Dambaan tingkat inflasinya tinggi
E. Negara Harapan dan Asa tingkat inflasinya rendah

12. Diketahui IHK bulan Juni 104,37 sedang IHK bulan Juli 108,46. Berdasar data tersebut
maka besarnya inflasi adalah….
A. 3,92%
B. 4,09%
C. 4,90%
D. 4,92%
E. 5,10%
13. Data perhitungan indeks harga dan inflasi
Jumlah Tahun

2012 2013

PnQo 30.250.000 33.460.000

PnQn 32.400.000 38.700.000

PoQo 28.600.000 29.900.000

59 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 59
PoQn 30.100.000 33.200.000

Berdasar tabel di atas jika indeks harga dihitung dengan metode Pasche, maka besarnya
inflasi adalah….
A. 5,18%
B. 5,81%
C. 8,03%
D. 8,28%
E. 8,30%

14. Pernyataan dampak inflasi yang benar adalah….


A. Inflasi akan menguntungkan debitur karena jumlah utangnya menurun
B. Kreditur menjadi senang karena jumlah uang yang akan diterima dari debitur meningkat
C. Masyarakat berpenghasilan tetap tidak terpengaruh oleh inflasi
D. Inflasi mengakibatkan daya beli masyarakat meningkat
E. Inflasi dapat mengakibatkan pendapatan riil masyarakat menurun

15. Pemerintah dapat menempuh kebijakan fiskal untuk mengatasi inflasi, yaitudengan….
A. Menaikkan pengeluaran pemerintah
B. Menaikkan suku bunga bank
C. Meningkatkan tarif pajak
D. Memperketat syarat kredit
E. Menurunkan tariff pajak

16. Setiap negara akan berusaha dengan berbagai cara agar tingkat inflasinya rendah. Sebagai
konsekuensinya tingkat pengangguran menjadi tinggi, atau sebaliknya. Dampak lain dari
inflasi adalah mengakibatkan perekonomian tidak berkembang. secara umum dalam
mengatasi inflasi melalui kebijakan moneter adalah dengan menetapkan kebijakan
moneter….
1. Kontraktif
2. Ekspansif
3. yang bersifat easy money policy
4. yang bersifat tight money policy
Kebijakan yang tepat untuk mengatasi inflasi adalah….
A. Semuanya tidak termasuk nomor1
B. Semuanya tidak termasuk nomor2
C. Semuanya tidak termasuk nomor3
D. Semuanya tidak termasuk nomor 2 dan3
E. Semuanya tidak termasuk nomor 1 dan4
17. Teori kuantitas dengan menyusun formulasi bahwa tinggi rendahnya nilai uangakan
ditentukan oleh beberapa hal, yang meliputi jumlah uang beredar (M), kecepatan peredaran
uang (V), tingkat harga (P), dan jumlah barang yang diperdagangkan (T). Teori tersebut
dikemukakan oleh….
A. J.M.Keynes
60 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 60
B. J.B. Say
C. IrvingFisher
D. KarlMarx
E. Samuelson

18. Permintaan uang oleh masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah….
A. Tingkat invesatsi
B. Jumlah uang beredar
C. Kekayaan yang dimiliki
D. Kondisi uang itu sendiri
E. Tingkat peredaran uang

19. Berikut pernyataan yang tepat adalah….


A. Jika suku bunga tinggi permintaan terhadap uang juga tinggi
B. Jika suku bunga tinggi permintaan terhadap uang rendah
C. Jika suku bunga tinggi penawaran uang rendah
D. Suku bunga tidak berpengaruh terhadap permintaan dan penawaran uang
E. Suku bunga yang tinggi menggambarkan tingkat inflasi rendah

20. Masyarakat melakukan permintaan uang untuk alasan – alasan….


1. Nilai nominalnya
2. Jumlah yang dibutuhkan
3. Berjaga –jaga
4. Melakukan transaksi
5. Tindakan spekulasi
Menurut J.M Keynes orang membutuhkan uang untuk alasan – alasan….
A. 1, 2, dan3
B. 1, 2, dan5
C. 1, 4, dan5
D. 2, 3, dan4
E. 3, 4, dan5

II . Jawablah pertanyaan pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!

1. Klasifikasikan jenis – jenis indeks harga


2. Jelaskan perbedaan indeks harga… dengan indeks harga….
3. Gambar dengan kurva cost push inflation
4. Menurutmu faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan uang terutama
bagi pelajar? Apaalasannya?
5. Analisislah hubungan antara indks harga, inflasi, dan teori permintaan dan
penawaran uang!

61 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 61
NILAI TUGAS
Aspek

Skor yang dicapai


Nama

Mater uratan

Pembahasan
Relev ansi

Penyajian
matik a

Pengetahuan
NO Skor yang dicapai
Angka Huruf

4,00 (3,51 -
1 19 - 24 4,00) A

3,00 (2,51 -
2 13 - 18 3.50) B

2,00 (1,51 -
3 07 - 12 2,50) C

1,00 (1,00 -
4 01 - 06 1,50) D

2.KETRAMPILAN
PENILAIAN PROJECT
Nama Aspek yang Dinilai

Siswa
Permula an
Persiapan

ran Ter
Laha n

62 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 62
Keterangan penilaian projek
Penelitian sederhana tentang peran pasar dalam perekonomian

Aspek yang dinilai

Persiapan

Latar Belakang (tepat = 3; kurang tepat = 2; tidak tepat = 1)

Rumusan Masalah (tepat = 3; kurang tepat = 2; tidak tepat = 1)

Pelaksanaan

a. Keakuratan data/informasi (akurat = 3; kurang akurat = 2;tidak


akurat =1)

b. Kelengkapan data (lengkap = 3; kurang lengkap = 2; tidak


lengkap =1)

c. Analisis data (baik = 3; cukup = 2; kurang =1)

d. Kesimpulan (tepat = 3; kurang tepat = 2; tidak tepat =1)

Pelaporan Hasil

a. Sistematika laporan (baik = 3; kurang baik = 2; tidak baik =1)

b. Penggunaan bahasa (sesuai kaidah = 3; kurang sesuai kaidah = 2;


tidak sesuai kaidah =1)

c. Penulisan / Ejaan (tepat = 3; kurang tepat = 2; tidak tepat =1)

d. Tampilan (menarik = 3; kurang menarik = 2; tidak menarik =1)

Skor maksimal

Keterampilan
NO Skor yang dicapai
Angka Huruf

1 24 - 30 80 – 100 A

2 16 - 23 53 – 76,67 B

3 08 - 15 26,67 – 50 C

4 01 - 07 3,33 – 23,33 D

63 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 63
PEDOMAN PENSKORAN / NORMA PENILAIAN

A. Bentuk soal pilihan ganda berlaku ketentuan sebagai berikut:


a. Setiap nomor yang dijawab dengan benar, diberi skor 1dan yang dijawab dengan salah
diberi skor 0.
b. Jumlah soal pilihan ganda sebanyak 20 dengan skor max 20.

B. Bentuk soal uraian terbatas , berlaku ketentuan sebagai berikut:


1. Setiap nomor soal, diberi skor maksimal ( 4 ) dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Dijawab dengan benar atau sempurna, diberi skor 4
b. Dijawab dengan mendekati benar, diberi skor 3
c. Dijawab kurang benar, diberi skor 2
d. Dijawab dengan salah, diberi skor 1
2. Jumlah soal uraian terbatas 5 dengan skor maksimal ( 20)

C. Total skor max adalah:


1. Skor max , bentuk pilihan ganda adalah 20
2. Skor max bentuk uraian terbatas adalah 20

D. Tiap skor memeperoleh nilai 2,5 dengan total nilai 100

Kunci Jawaban

A. Pilihan Ganda

1. C 6. E 11. B 16. D
2. D 7. D 12. A 17. C
3. D 8. C 13. E 18. C
4. A 9. E 14. E 19. B
5. B 10. B 15. C 20. E

B. Uraian

64 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 64
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
No.5/XI/2018

Sekolah : SMA NEGERI 15 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas / Semester : X1/1
Materi Pokok : Kebijakan moneter dan Kebijakan fiskal.
Waktu : 2x4JP=8JP (2xpertemuan)

A. TujuanPembelajaran
A.1 Kompetensi Pengetahuan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan definisi/konsep kebijakan moneter.
2. Menjelaskan tujuan kebijakan moneter.
3. Mengklasifikasikan jenis-jenis kebijakan moneter.
4. Menganalisis instrumen kebijakanmoneter.
5. Mengidentifikasi beberapa macam kebijakan moneter.
6. Mensimulasikan contoh pengaruh kebijakan moneter.
7. Menjelaskan definisi/konsep kebijakan fiskal.
8. Menjelaskan tujuan kebijakan fiskal.
9. Mengklasifikasikan macam-macam kebijakan anggaran.
10.Menganalisis instrumen kebijakan fiskal.
11.Mensimulasikan contoh pengaruh kebijakan fiscal.

A.2 KompetensiKeterampilan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat membuat
laporan dan mampu mensosialisasikan tentang:
1. Mengidentifikasi jenis-jenis kebijakan moneter.
2. Merancang instrumen kebijakan moneter.
3. Menerapkan kebijakan fiskal.
4. Merancang instrumen kebijakan fiskal.

B. Kompetensi Inti
1. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
2. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

65 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 65
C. Kompetensi Dasar
3.5 Menganalisis kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.
4.5 Menyajikan hasil analisis kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.

D. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


Setelah mempelajari materi ini peserta didik diharapkan mampu:
3.5.1 Menjelaskan definisi/konsep kebijakan moneter
3.5.2 Menjelaskan tujuan kebijakan moneter
3.5.3 Menjelaskan jenis-jenis kebijakan moneter
3.5.4 Menguraikan instrumen kebijakan moneter
3.5.5 Mengklasifikasikan beberapa macam kebijakan moneter
3.5.6 Mensimulasikan contoh pengaruh kebijakan fiskal
3.5. 7 Menjelaskan definisi/konsep kebijakan fiskal
3.5.8 Menjelaskan tujuan kebijakan fiskal
3.5.9 Menjelaskan kebijakan anggaran
3.5.10 Menguraikan instrumen kebijakan fiskal
3.5.11 Mensimulasikan contoh pengaruh kebijakan fiskal
4.5.1 Mengidentifikasi jenis-jenis kebijakan moneter.
4.5.2 Merancang instrumen kebijakan moneter.
4.5.3 Menerapkan kebijakan fiskal.
4.5.4 Merancang instrumen kebijakan fiskal.

5 Materi Pembelajaran
a. Materi berdasarkan fakta
b. Materi berdasarkan Konsep
c. Materi berdasarkan Prosedur
d. Materi berdasarkan prinsip
Kebijakan Moneter
a. Pengertian kebijakan moneter
b. Tujuan kebijakan moneter
c. Instrumen kebijakan moneter

Kebijakan fiskal
a. Pengertian kebijakan fiskal
b. Tujuan kebijakan fiskal
c. Instrumen kebijakan fiskal

5.4.1.1 Definisi Kebijakan Fiskal (FiscalPolicy)


Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka
mendapatkan dana-dana dan kebijaksanaan yang ditempuh oleh pemerintah untuk
membelanjakan dananya tersebut dalam rangka melaksanakan pembangunan.
Atau dengan kata lain, Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka
mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah
penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter

66 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 66
untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada
pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah. Instrumen kebijakan fiskal adalah
penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak.
Pada sektor rumah tangga (RTK), dimana rumah tangga melakukan pembelian barang
dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan untuk konsumsi daan mendapatkan
pendapatan berupa gaji, upah, sewa, dividen, bunga, dll dari perusahaan. kegiatan
ekonomi dengan Pemerintah adalah rumah tangga menyetorkan sejumah uang sebagai
pajak dan menerima penerimaan berupa gaji, bunga, penghasilan non balas jasa, dll.
Sedangkan dengan Dunia Internasional adalah rumah tangga mengimpor barang dan
jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pada sektor perusahaan, kegiatan ekonomi memiliki hubungan dengan rumah tangga
yaitu perusahaan menghasilkan produk-produk barupa barang dan jasa yang
dikonsumsi oleh masyarakat dan memberikan penghasilah dan keuntungan kepada
rumah tangga barupa gaji, deviden, sewa, upah, bunga. Sedangkan hubungan dengan
Pemerintah, perusahaan akan membayar pajak kepada pemerintah dan menjual produk
dan jasa kepada pemerintah. Sedangkan hubungan dengan Dunia Internasional,
perusahaan melakukan impor atas produk barang maupun jasa dari luar negri.
Pada sektor pemerintah, kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan RumahTangga
dimana pemerintah menerima setoran pajak rumah tangga untuk kebutuhan
operasional, pembangunan. Dan untuk hubungan dengan Perusahaan, pemerintah
mendapatkan penerimaan pajak dari pengusaha dan
Pemerintah membeli produk dari perusahaan berdasarkan dana anggaran belanja yang
ada. Pada sektor Dunia Internasional / Luar Negeri, dimana Hubungan dengan
RumahTangga adalah dunia internasional menyediakan barang dan jasa untuk
kepentingan rumah tangga. dan untuk Hubungan dengan Perusahaan, dunia
internasional mengekspor produknya kepada bisnis-bisnis perusahaan.
Negara Indonesia yang sedang dilanda krisis ekonomi yang berlangsung sejak beberapa
tahun yang lalu. Dimana Tingginya tingkat krisis yang dialami negeri kita ini
diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. Sebagai dampak atas inflasi, terjadi
penurunan tabungan, berkurangnya investasi, semakin banyak
modal yang dilarikan ke luar negeri, serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Kondisi
seperti ini tak bisa dibiarkan untuk terus berlanjut dan memaksa pemerintah untuk
menentukan suatu kebijakan dalam mengatasinya. Kebijakan moneter dengan
menerapkan target inflasi yang diambil oleh pemerintah mencerminkan arah ke sistem
pasar. Artinya, orientasi pemerintah dalam mengelola perekonomian telah bergeser ke
arah makin kecilnya peran pemerintah. Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa
orde baru sudah pernah memanas. Pada saat itu pemerintah melakukan kebijakan
moneter berupa contractionary monetary policy dan vice versa. Kebijakan tersebut
cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yang harus dibayar relatif
murah. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa open market operation
memerlukan ongkos yang mahal. Kondisi ini diperparah dengan adanya kendala yang
lebih besar, yaitu pengaruh pasar keuanganinternasional.
Pengaruh krisis ekonomi pada kebijakan fiskal, dimana Berdasarkan AD/ART
pemerintah negara Indonesia, sebagaimana yang dipublikasikan oleh BI, untuk semester

67 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 67
pertama tahun anggaran 2000 terlihat bahwa telah terjadi defisit anggaran yang
disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan pembayaran bunga hutang.
Meski sebenarnya terjadi peningkatan penerimaan, namun ternyata besarnya peningkatan
penerimaan masih jauh lebih rendah dibanding peningkatan pengeluaran. Dominasi
kebijakan moneter dibanding kebijakan fiskal dan deregulasi sektor riil menyebabkan
terjadinya kebijakan makro ekonomi yang tidak seimbang.
Dari semua unsur APBN hanya pembelanjaan Negara atau pengeluaran dan Negara dan
pajak yang dapat diatur oleh pemerintah dengan kebijakan fiscal. Contoh kebijakan fiskal
adalah apabila perekonomian nasional mengalami inflasi,pemerintah dapat mengurangi
kelebihan permintaan masyarakat dengan cara memperkecil pembelanjaan dan atau
menaikkan pajak agar tercipta kestabilan lagi. Cara demikian disebut dengan pengelolaan
anggaran.
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang
berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang
berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya
beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output.
Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta
menurunkan output industri secara umum.
Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran :
1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan FiskalEkspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar
dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian.
Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.
2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif Anggaran surplus
adalah kebijakan pemerintah untuk membuatpemasukannya lebih besar daripada
pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian
pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan
tekanan permintaan.
3. Anggaran Berimbang (BalancedBudget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar
dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian
anggaran serta meningkatkan disiplin.
Tujuan kebijakan fiskal adalah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Hal ini
dilakukan dengan jalan memperbesar dan memperkecil pengeluaran komsumsi
pemerintah (G), jumlah transfer pemerntah (Tr), dan jumlah pajak (Tx) yang diterima
pemerintah sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatn nasional
(Y) dan tingkat kesempatan kerja (N).
5.4.1.2 Definisi Kebijakan Moneter (monetarypolicy)
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro
agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang
beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan
inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.
Dengan kata lain, Kebijakan moneter adalah proses di mana pemerintah, bank sentral,
atau otoritas moneter suatu negara kontrol suplai (i) uang, (ii) ketersediaan uang, dan (iii)
biaya uang atau suku bunga untuk mencapai menetapkan tujuan berorientasi pada
68 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 68
pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Kebijakan Moneter bertumpu pada hubungan antara tingkat bunga dalam suatu
perekonomian, yaitu harga di mana uang yang bisa dipinjam, dan pasokan total uang.
Kebijakan moneter menggunakan berbagai alat untuk mengontrol salah satu atau kedua,
untuk mempengaruhi hasil seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar dengan
mata uang lainnya dan pengangguran. Dimana mata uang adalah di bawah monopoli
penerbitan, atau dimana ada sistem diatur menerbitkan mata uang melalui bank-bank
yang terkait dengan bank sentral, otoritas moneter memiliki kemampuan untuk
mengubah jumlah uang beredar dan dengan demikian mempengaruhi tingkat suku
bunga (untuk mencapai kebijakangol).
Adalah penting bagi para pembuat kebijakan untuk membuat pengumuman kredibel.
Jika agen-agen swasta (konsumen dan perusahaan) percaya bahwa para pembuat
kebijakan berkomitmen untuk menurunkan inflasi , mereka akan mengantisipasi harga di
masa depan lebih rendah daripada yang (bagaimana ekspektasi yang terbentuk adalah
hal yang sama sekali berbeda, misalnya membandingkan ekspektasi rasional dengan
ekspektasi adaptif ).
Jika seorang karyawan berharap harga akan tinggi di masa depan, ia akan membuat
kontrak upah dengan upah yang tinggi untuk mencocokkan harga-harga. Oleh karena
itu, harapan upah yang lebih rendah tercermin dalam perilaku penetapan upah antara
karyawan dan majikan (upah lebih rendah karena harga diharapkan lebih rendah) dan
karena upah tersebut sebenarnya lebih rendah tidak ada demand pull inflation karena
karyawan menerima upah lebih kecil dan tidak ada biaya tekanan inflasi karena majikan
membayar kurang dari upah.
Untuk mencapai tingkat inflasi rendah, pembuat kebijakan harus memiliki pengumuman
kredibel, yaitu agen-agen swasta harus percaya bahwa pengumumanini akan
mencerminkan kebijakan masa depan yang sebenarnya. Jika pengumuman tentang target
inflasi yang rendah tingkat dibuat tetapi tidakdiyakini oleh agen-agen swasta, penetapan
upah akan mengantisipasi tingkat inflasi yang tinggi dan upah akan semakin tinggi dan
inflasi akan meningkat. Sebuah upah yang tinggi akan meningkatkan permintaan
konsumen (demand pull inflation) dan biaya sebuah perusahaan (cost push inflation),
sehingga inflasi meningkat. Oleh karena itu, jika pengumuman seorang pembuat
kebijakan tentang kebijakan moneter yang tidak dapat dipercaya, kebijakan tidak akan
memiliki efek yang diinginkan.
Jika pembuat kebijakan percaya bahwa agen-agen swasta mengantisipasi inflasi yang
rendah, mereka memiliki insentif untuk mengadopsi kebijakan moneter ekspansionis
(dimana manfaat marjinal meningkatkan output ekonomi melampaui biaya marjinal
inflasi), namun, dengan asumsi agen-agen swasta memiliki ekspektasi rasional , mereka
tahu bahwa para pembuat kebijakan memiliki insentif ini. Oleh karena itu, agen-agen
swasta tahu bahwa jika mereka mengantisipasi inflasi yang rendah, kebijakan
ekspansionis akan diadopsi yang menyebabkan peningkatan inflasi. Akibatnya, (kecuali
para pembuat kebijakan dapat membuat pengumuman inflasi yang rendah mereka
kredibel), agen-agen swasta mengharapkan inflasi yang tinggi. antisipasi ini dipenuhi
melalui harapan adaptif (perilaku upah-setting), maka, ada inflasi yang lebih tinggi
(tanpa manfaat produksi meningkat). Oleh karena itu, kecuali pengumuman kredibel
dapat dibuat, kebijakan moneter yang ekspansif akan gagal.
69 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 69
Pengumuman dapat dilakukan kredibel dalam berbagai cara. Salah satunya adalah untuk
mendirikan bank sentral yang independen dengan target inflasi yang rendah (tapi tidak
ada target output). Oleh karena itu, agen-agen swasta tahu bahwa inflasi akan rendah
karena sudah diatur oleh badan independen. Bank-bank sentral dapat diberikan insentif
untuk memenuhi target (misalnya, anggaran yang lebih besar, bonus upah untuk kepala
bank) untuk meningkatkan reputasi dan sinyal komitmen yang kuat untuk tujuan
kebijakan. Reputasi merupakan elemen penting dalam pelaksanaan kebijakan moneter.
Tapi gagasan reputasi tidak harus bingung dengankomitmen.
Sementara bank sentral mungkin memiliki reputasi baik karena kinerja yang baik dalam
melakukan kebijakan moneter, bank sentral yang sama tidak mungkin telah memilih
bentuk komitmen tertentu (seperti penargetan rentang tertentu untuk inflasi). Reputasi
memainkan peran penting dalam menentukan berapa pasar percaya pengumuman
komitmen tertentu untuk tujuan kebijakan tetapi kedua konsep tidak boleh berasimilasi.
Juga, perhatikan bahwa di bawah ekspektasi rasional, tidak perlu bagi pembuat
kebijakan untuk telah menetapkan reputasi melalui tindakan kebijakan masa lalu;
sebagai contoh, reputasi kepala bank sentral mungkin berasal sepenuhnya dari ideologi
nya, latar belakang profesional, pernyataan publik, dll
Bahkan telah berpendapat bahwa untuk mencegah beberapa patologi terkait dengan
inkonsistensi waktu pelaksanaan kebijakan moneter (inflasi berlebihan tertentu), kepala
bank sentral harus memiliki kebencian yang lebih besar untuk inflasi dari sisa ekonomi
pada rata-rata. Oleh karena itu reputasi bank sentral tertentu tidak perlu terikat pada
kinerja masa lalu, melainkan untuk pengaturan kelembagaan tertentu bahwa pasar dapat
digunakan untuk membentuk ekspektasi inflasi.
Meskipun sering diskusi kredibilitas yang berkaitan dengan kebijakan moneter, makna
yang tepat dari kredibilitas jarang didefinisikan. kurangnya kejelasan tersebut dapat
berfungsi untuk memimpin kebijakan jauh dari apa yang diyakini paling
menguntungkan. Misalnya, kemampuan untuk melayani kepentingan umum adalah
salah satu definisi dari kredibilitas sering dikaitkan dengan bank sentral. Keandalan
dengan mana suatu bank sentral janjinya juga merupakan definisi umum. Sementara
semua orang setuju kemungkinan besar bank sentral tidak boleh berbohong kepada
publik, perselisihan luas ada di bagaimana bank sentral dapat melayani kepentingan
publik. Oleh karena itu, kurangnya definisi dapat mendorong orang untuk percaya
bahwa mereka mendukung satu kebijakan tertentu kredibilitas ketika mereka benar-
benar mendukung lain.
2.1 Jenis-jenis kebijakan moneter
Dalam prakteknya, untuk menerapkan semua jenis kebijakan moneter alat utama yang
digunakan adalah memodifikasi jumlah uang primer yang beredar. Otoritas moneter
melakukan hal ini dengan membeli atau menjual aset keuangan (biasanya kewajiban
pemerintah). Ini operasi pasar terbuka berubah baik jumlah uang atau likuiditas (jika
bentuk cair kurang dari uang yang dibeli atau dijual). The multiplier effect perbankan
cadangan fraksional memperkuat dampak dari tindakan. transaksi pasar konstan oleh
otoritas moneter memodifikasi pasokan mata uang dan ini dampak variabel pasar lain
seperti suku bunga jangka pendek dan nilai tukar.
1. Inflasi penargetan
Berdasarkan pendekatan kebijakan target adalah untuk menjaga inflasi, di bawah
70 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 70
sebuah definisi tertentu seperti Indeks Harga Konsumen , dalam kisaran yang
diinginkan. Target inflasi ini dicapai melalui penyesuaian berkala kepada Bank Sentral
suku bunga target. Tingkat bunga yang digunakan adalah umumnya tingkat antar bank
di mana bank meminjamkan kepada satu sama lain semalam untuk keperluan arus kas.
Tergantung pada negara ini tingkat bunga tertentu yang bisa disebut uang bunga atau
sesuatu yang serupa.
Target suku bunga dipertahankan untuk jangka waktu tertentu menggunakan operasi
pasar terbuka. Biasanya durasi bahwa target suku bunga dipertahankan konstan akan
bervariasi antara bulan dan tahun. Target suku bunga biasanya ditinjau secara bulanan
atau kuartalan oleh komite kebijakan.
Perubahan target suku bunga dibuat sebagai tanggapan terhadap berbagai indikator
pasar dalam upaya untuk memperkirakan tren ekonomi dan dengan demikian pasar tetap
pada jalur untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan. Sebagai contoh, satu metode
sederhana inflation targeting disebut aturan Taylor menyesuaikan tingkat suku bunga
sebagai respon terhadap perubahan dalam tingkat inflasi dan kesenjangan output .
Aturan diusulkan oleh John B. Taylor dari Universitas Stanford .
Penargetan inflasi pendekatan untuk pendekatan kebijakan moneter ini dipelopori di
Selandia Baru. Hal ini saat ini digunakan di Australia , Brazil , Kanada , Chile ,
Kolombia , yang Republik Ceko , Selandia Baru , Norwegia , Islandia , Filipina ,
Polandia , Swedia , Afrika Selatan , Turki , dan Inggris .
2. Harga Penargetan Tingkat
Harga penargetan tingkat mirip dengan inflation targeting kecuali bahwa pertumbuhan
CPI dalam satu tahun atas atau di bawah target tingkat harga jangka panjang adalah
offset pada tahun-tahun berikutnya sehingga tingkat harga yang ditargetkan tercapai
dari waktu ke waktu, misalnya lima tahun, memberikan kepastian lebih lanjut tentang
masa depan kenaikan harga kepada konsumen.
Dalam inflation targeting apa yang terjadi pada tahun-tahun terakhir segera tidak
diperhitungkan atau disesuaikan dalam tahun berjalan dan masa depan.
3. Agregat Moneter
Pada 1980-an, beberapa negara menggunakan pendekatan yang didasarkan pada
pertumbuhan konstan dalam jumlah uang beredar. Pendekatan ini disaring untuk
memasukkan kelas yang berbeda dari uang dan kredit (M0, M1 dll). Di Amerika Serikat
ini pendekatan kebijakan moneter dihentikan dengan pemilihan Alan Greenspan sebagai
Ketua Fed. Pendekatan ini juga kadang-kadang disebut monetarisme . Sementara
kebijakan yang paling moneter berfokus pada sinyal harga satu bentuk atau lain,
pendekatan ini difokuskan pada jumlah moneter.
4. Nilai TukarTetap
Kebijakan ini didasarkan pada mempertahankan nilai tukar tetap dengan mata uang
asing. Ada berbagai tingkat nilai tukar tetap, yang dapat peringkat dalam kaitannya
dengan cara kaku kurs tetap adalah dengan bangsa jangkar.
Di bawah sistem nilai fiat tetap, pemerintah daerah atau otoritas moneter menyatakan
nilai tukar tetap tetapi tidak aktif membeli atau menjual mata uang untuk
mempertahankan tingkat. Sebaliknya, tingkat dipaksakan oleh- konvertibilitas tindakan-
tindakan non (misalnya kontrol modal , impor / lisensi ekspor, dll). Dalam hal ini ada
tingkat pasar gelap tukar dimana perdagangan mata uang pada pasar / nilai tidak resmi.
71 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 71
Di bawah sistem fixed-kon vertibilitas, mata uang dibeli dan dijual oleh bank sentral atau
otoritas moneter setiap hari untuk mencapai nilai tukar target. Tingkat mungkin target
tingkat tetap atau sebuah band tetap di mana nilai tukar dapat berfluktuasi sampai
otoritas moneter campur tangan untuk membeli atau menjual yang diperlukan untuk
mempertahankan nilai tukar dalam band. (Dalam kasus ini, nilai tukar tetap dengan
tingkat tetap dapat dilihat sebagai kasus khusus dari kurs tetap dengan band-band di
mana band-band yang diatur ke nol.)
Di bawah sistem nilai tukar tetap dikelola oleh suatu dewan mata uang setiap unit mata
uang lokal harus didukung oleh unit mata uang asing (mengoreksi nilai tukar). Hal ini
memastikan bahwa basis moneter lokal tidak akan mengembang tanpa didukung oleh
mata uang keras dan menghilangkan segala kekhawatiran tentang berjalan di mata uang
lokal dengan mereka yang ingin mengkonversi mata uang lokal ke mata uang (jangkar)
keras.
Dalam dolarisasi , mata uang asing (biasanya dolar AS, maka istilah “dolarisasi”)
digunakan secara bebas sebagai media pertukaran, baik secara eksklusif atau paralel
dengan mata uang lokal. Hal ini dapat terjadi karena penduduk setempat telah
kehilangan iman semua dalam mata uang lokal, atau mungkin juga kebijakan dari
pemerintah (biasanya untuk mengendalikan inflasi dan impor kebijakan moneter
kredibel).
Kebijakan ini sering turun tahta kebijakan moneter dengan otoritas moneter asing atau
pemerintah sebagai kebijakan moneter di negara mengelompokkan harus menyelaraskan
dengan kebijakan moneter dalam jangkar bangsa untuk mempertahankan nilai tukar.
Tingkat dimana kebijakan moneter lokal menjadi tergantung pada jangkar bangsa
tergantung pada faktor-faktor seperti mobilitas modal, keterbukaan, saluran kredit dan
faktor ekonomi lainnya.
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah
atau mengurangi jumlah uang yang beredar.

Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :


1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan
dalam rangka menambah jumlah uang yangberedar.
2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan
dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Disebut juga dengan kebijakan
uang ketat (tight money policy).

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan


moneter, yaitu antara lain :
1. Operasi Pasar Terbuka (Open MarketOperation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual
atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah
jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila
ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat
berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain
diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau
singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
72 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 72
2. Fasilitas Diskonto (DiscountRate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan
tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami
kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah
uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya
menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve RequirementRatio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan
jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk
menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio
cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
4. Himbauan Moral (MoralPersuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar
dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti
menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit
untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang
lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.
Kebijakan fiskal dan moneter adalah kebijakan yang di lakukan dengan tujuan untuk
mengelola isi permintaan barang dan jasa, untuk mempertahankan produksi Yang
mendekati full employment dan untuk mempertahankan tingkat harga barang dan jasa
agar inflasi dan deflasi tidak terjadi.
Bagi negara sedang berkembang sebenarnya sulit untuk menyesuaikan antara
pendapatan negara yang sedang berkembang rendah sedangkan kebutuhan untuk
menyediakan barang dan jasa serta membelanjai pengeluaran yang lainya lebih besar.
Sedangkan kebijakan campuran adalah merupakan campuran daari dua kebijakan
bdiatas yang di lakukan dengan cara mengubah pengeluaran, pengenaan pajak ataupun
jumlah uang yang beredar secara bersama-sama.

2.3 Hubungan Antara Kebijakan Fiskal Dan Moneter


Sebagaiman kita ketahui bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi pasar uang
dan pasar surat berharga, dan pasar uang dan surat berhargta itu akan menentukan
tinggi rendahnya tingkat bunga, dan tingkat bunga akan memperngaruhi tingkat
agregat. Kebijakan fiskal akan mempunyai pengaruh terhadap permintaan dan
penawaran agregat, yang pada giliranya permintaan dan penawaran agregat itu akan
menentukan keadaan di pasar barang dan jasa.
Kondisi di pasar barang dan jasa ini akan menentukan tingkat harga dan kesempatan
kerja akan menentukan tingkat pendapatan dan tingkat upah yang di harapkan.
Keduanya akan memiliki umpan balik yaitu pendapatan akan memberikan umpan balik
terhadap permintaan agregat dan upah harapan mempunyai umpan balik terhadap
penawaran agregat dan pasar uang serta pasar surat berharga.

73 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 73
6 Metodepembelajaran
a. Metode pembelajaran yang digunakan adalah:
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanyajawab
4. Penugasan
b. Pendekatan:Saintifik
c. Model: DiscoveryLearning

7 Media, alat, dan sumber belajar


G.1. Media : LCD dan Laptop
G.2. SumberBelajar:
1. Buku-buku Prathama Rahardja, Wiji Purwanta. Eksplorasi Nalar Peserta didik
Ekonomi SMA/MA kelas XI, Bandung. Yrama Widya,2015
2. S, Alam . Ekonomi SMA /MA kelas X .Jakarta .ESIS,2013
3. Buku paket ekonomi kemendikbud
4. Kinanti Geminastiti. Ekonomi SMA/MA Kelas X Ilmu-Ilmu Peminatan. Bandung
Yrama Widya,2014
5. Buku ekonomi penunjang yang relevan dan ber-ISBN
6. penunjang dari perpustakaan
7. Mediaelektornik/cetak
8. Internet:https://pratama1989.wordpress.com
9. Quipperschool :
https://link.quipper.com/en/classes/55c2c43712be0e7009000b07/courses
8 Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan1
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

1. Pendahuluan 20 menit
1. Guru mengucapkanSalam
2. Menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis
dengan cara mengatur tempat duduk terlebih
dahulu, memeriksa kebersihan kelas, kemudian
berdoa dilanjutkan kegiatan mengabsen.
3. Apersepsi mengajukan pertanyaan kepada peserta
didik mengenai definisi / konsep kebijakan
moneter.
4. Motivasi belajar :
a. Memberikan pernyataan mengenai pentingnya
memahami kebijakan moneter.
5. Menyampaikan Informasi rancangan penilaian
dan penentuan besarnya KKM
6. Menyampaikan pengetahuan prasyarat
(permasalahan/tugas) dan tujuan pembelajaran
7. Pemutaran video tentang kebijakan moneter :
https://www.youtube.com/watch?v=KMPnVroI2

8. 74
74 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i

9.
vE
8. Pemberian acuan : menyampaikan cakupan materi
meliputi definisi/konsep kebijakan moneter, tujuan
kebijakan moneter, instrumen kebijakan moneter,
beberapa macam kebijakan moneter, dan pengaruh
kebijakan moneter.
9. Menyampaikan rencana kegiatan yang akan
dilakukan : pembagian kelompok, penugasan dan
diskusi kelompok, diskusi pleno/diskusi kelas dan
seterusnya.
2 Kegiatan Inti 90 menit
a. Guru memberikan tugas pada setiap kelompok
untuk Mengamati dan membaca berbagai sumber
belajar yang relevan tentang konsep kebijakan
moneter.
b. Masing-masing kelompok mengajukan pertanyaan
dan berdiskusi untuk mendapat klarifikasi tentang
konsep kebijakan moneter.
c. Tiap kelompok mendiskusikan jawaban yang
benar dengan cara mengumpulkandata/informasi
, menganalisis dan menyimpulkan data / informasi
serta membuat pola hubungan antara kebijakan
moneter berdampak terhadap keuangan negara.

d. Menyajikan hasil identifikasi jenis-jenis kebijakan


moneter, berdasarkan data/informasi dari berbagai
sumber belajar yang relevan secara lisan dan
tulisan.
3. Kegiatan Penutup 25 menit
1. Peserta didik bersama guru membuatsimpulan
tentang konsep kebijakan moneter.
2. Mengadakan penilaian postest dan / refleksi
kegiatan pembelajaran.
3. Guru memberikan:
a.Tugas mandiri tidak terstruktur, bagi peserta
didik yang dinyatakan tuntas (pengayaan).
b. Tugas mandiri terstruktur, bagi peserta didik
yang dinyatakan tidak tuntas (remidi).
4. Guru menginformasikan materi pada pertemuan
berikutnya yaitu konsep kebijakan fiskal.

75 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 75
Pertemuan 2
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1. Pendahuluan 10 menit
1. Menyiapkan peserta didik untuk belajar, dengan cara
mengatur tempat duduk terlebih dahulu, mengecek
kebersihan kelas kemudian berdoa dan kegiatan
mengabsen.
2. Apersepsi : Guru Mengajukan pertanyaan kepada
peserta didik mengenai macam - macam kebijakan
fiskal.
3. Motivasi belajar :
a. Memberikan pernyataan mengenai pemahaman
kebijakan fiskal terhadap penerimaan pajak
negara.
4. Menyampaikan pengetahuan prasyarat
(permasalahan / tugas) dan tujuan pembelajaran.
5. Pemutaran video tentang kebijakan fiskal :
https://www.youtube.com/watch?v=HFeIhbEz nK0
6. Pemberian Acuan :
a. Menyampaikan cakupan materi meliputi konsep
kebijakan fiskal, macam-macam kebijakan fiskal,
dan instrumenkebijakan fiskal.
7. Menyampaikan rencana kegiatan yang akan
dilakukan : pembagian kelompok,penugasan dan
diskusi kelompok, diskusipleno/diskusi kelas dan
seterusnya.
2 Kegiatan Inti 100 menit
a. Mengamati dan membaca berbagai sumber belajar
yang relevan tentang macam-macam kebijakan fiskal
dari berbagai sumber yang relevan
b. Mengajukan pertanyaan dan berdiskusi untuk
mendapat klarifikasi tentang tentang macam- macam
kebijakan fiskal, dari berbagai sumber yangrelevan
c. Kelompok mendiskusikan jawaban tentang macam-
macam kebijakan fiskal yang benar dengan
mengumpulkan data / informasi serta membuat pola
hubungan antara dan memastikan tiap anggota
kelompok dapat mengerjakannya atau mengetahui
jawabannya. serta menyimpulkan tentang tentang
macam- macam kebijakan fiskal dari berbagai
sumber yang relevan.
d. Menyajikan hasil identifikasi tentang tentang
macam-macam kebutuhan, skala priorotas dan biaya
Peluang berdasarkan data/informasi dari berbagai
sumber yang relevan secara lisan dan tulisan
e. Tanggapan dari peserta didik yang lain kemudian
guru menunjuk nomor yang lain.

76 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 76
3. Kegiatan Penutup 25 menit
1. Peserta didik bersama guru membuat kesimpulan
tentang macam-macam kebijakan fiskal.
2. Mengadakan penilaian postest dan /refleksi kegiatan
pembelajaran.

3. Guru memberikan:

a. Tugas mandiri tidak terstruktur, bagi peserta


didik yang dinyatakan tuntas (pengayaan).

b. Tugas mandiri terstruktur, bagi peserta didik


yang dinyatakan tidak tuntas (remidi).
4. Kegiatan Berdoa dengan membaca hamdalah
9 Penilaian
Penilaian dilakukan selama kegiatan pembelajaran antara lain adalah sebagai berikut:
1) Penilaian sikap
2) Pengetahuan
3) Keterampilan

Instrumen penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan terlampir:


Waktu Penilaian
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian

1. Sikap
a. Terlibat aktif dalam kegiatan
pembelajaran yang dilakukan. Observasi Selama
b. Toleran terhadap proses pembelajaran dan
pemecahan masalah yang saat diskusi
berbeda dan kreatif.
c. Peduli dalam kegiatan
pembelajaran.
d. Disiplin selama proses
pembelajaran.
e. Jujur dalam menjawab
permasalahan yang diberikan.
f. Tanggung jawab dalam
menyelesaikan tugas.
2. Pengetahuan

Menyelesaikan soal yang Penugasan Penyelesaian pribadi


relevan.

77 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i 77
Waktu
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian
Penilaian

3. Keterampilan

Terampil menerapkan Analitika Penyelesaian


konsep/prinsip dan strategi kelompok
pemecahan masalah yang
relevan.

10 Instrumen Penilaian Hasil Belajar


1) Penilaian Sikap:Observasi
2) Penilaian Pengetahuan:Penugasan
3) Penilaian Keterampilan:Analitika

Memeriksa/Menyetujui, Bekasi, Juli 2018


Kepala SMA Negeri 15 Kota Bekasi Guru Mata Pelajaran Ekonomi

Rusti Setiyarti, S.Pd, MM Hasan Basri,S.E


NIP. 19700303 199201 2 001 NIP

78| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
No.6/XI/2018

Sekolah : SMA NEGERI 15 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/ II
Materi Pokok : APBN dan APBD dalam Pembangunan
Alokasi Waktu : 4 x 4 JP = 16 JP (4xpertemuan)

A. TujuanPembelajaran
A.1 Kompetensi Pengetahuan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu:
1. Menjelaskan definisi/konsep (pengertian) APBN.
2. Mengkategorikan sumber-sumber penerimaan Negara.
3. Merinci (menggolongkan) jenis pengeluaran Negara.
4. Mengurutkan mekanisme penyusunan APBN.
5. Mencanangkan (menganalisis) fungsi APBN.
6. Menganalisis tujuan APBN.
7. Menjelaskan definisi/konsep ( pengertian) APBD.
8. Mengkategorikan sumber-sumber penerimaan daerah.
9. Merinci (menggolongkan) jenis pengeluaran daerah.
10. Mengurutkan mekanisme penyusunan APBD.
11. Mencanangkan (menganalisis) fungsi APBD.
12. Menganalisis tujuanAPBD.
13. Menganalisis pengaruh APBN dan APBD terhadap perekonomian.

A.2 KompetensiKeterampilan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan dapat membuat
laporan dan mampu mensosialisasikan tentang:
1. Mengkontruksikan peran APBN dan APBD terhadap pembangunan.
2. Merancang hasil analisis peran APBN dan APBD terhadap pembangunan.
3. Membuat laporan hasil analisis peran APBN dan APBD terhadap
pembangunan.

B. KompetensiInti
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.

81 | Ekonomi XI Hasan Basri


4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
C. Kompetensi Dasar
3.6 Menganalisis APBN dan APBD dalam pembangunan ekonomi
4.6 Menyajikan hasil analisis fungsi dan peran APBN dan APBD dalam pembangunan
ekonomi
D. Indikator Pencapaian Kompetensi(IPK)
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan mampu:
3.6.1 Menjelaskan pengertian APBN
3.6.2 Menganalisis fungsi APBN
3.6.3 Menganalisis tujuan APBN
3.6.4 Mengkategorikan sumber-sumber penerimaan Negara
3.6.5 Merinci jenis pengeluaran Negara
3.6.6 Mengurutkan mekanisme penyusunan APBN
3.6.7 Menjelaskan pengertian APBD
3.6.8 Menganalisis fungsi APBD
3.6.9 Menganalisis tujuan APBD
3.6.10 Mengkategorikan sumber-sumber penerimaan daerah
3.6.11 Merinci jenis pengeluaran daerah
3.6.12 Mengurutkan mekanisme penyusunanAPBD
3.6.13 Menganalisis pengaruh APBN dan APBD terhadap perekonomian
4.6.1 Menganalisis peran APBN dan APBD terhadap pembangunan
4.6.2 Menyajikan hasil analisis peran APBN dan APBD terhadap pembangunan
4.6.3 Membuat laporan hasil analisis peran APBN dan APBD terhadap pembangunan

1. Kompetensi Pengetahuan
Pertemuan kesatu
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik dapat:
a. Menjelaskan pengertian APBN
b. Menganalisis 3 fungsi APBN
c. Menganalisis tujuan APBN
d. Mengkategorikan 3 sumber penerimaan negara

Pertemuan kedua
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik dapat:
a. Merinci 3 jenis pengeluaran Negara
b. Mengurutkan mekanisme penyusunan APBN
Pertemuan ketiga
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik dapat:
a. Menjelaskan pengertian APBD
b. Menganalisis 6 fungsi APBD

82 | Ekonomi XI Hasan Basri


c. Menganalisis 4 tujuan APBD
d. Mengkategorikan 3 sumber-sumber penerimaan daerah

Pertemuan keempat
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik dapat:
a. Merinci 3 jenis pengeluaran Daerah
b. Mengurutkan mekanisme penyusunanAPBD
c. Menganalisis pengaruh APBN dan APBD terhadap perekonomian

2. Kompetensiketerampilan
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik dapat:
a. Menganalisis peran APBN dan APBD terhadap pembangunan
b. Menyajikan hasil analisis peran APBN dan APBD terhadap pembangunan
c. Membuat laporan hasil analisis peran APBN dan APBD terhadap pembangunan

E. MaeriPembelajaran
 APBN
Pertemuan kesatu
1. PengertianAPBN
2. Fungsi APBN
3. Tujuan APBN
4. Sumber-sumber penerimaan APBN
Pertemuan kedua
1. Jenis-jenis pengeluaran Pusat/Negara
2. Mekanisme penyusunan APBN

 APBD
Pertemuan ketiga
1. Pengertian APBD
2. Fungsi APB
3. Tujuan APBD
4. Sumber-sumber penerimaan APBD

Pertemuan keempat
1. Jenis-jenis pengeluaran daerah
2. Mekanisme penyusunan APBD
3. Pengaruh APBN dan APBD terhadap perekonomian

83 | Ekonomi XI Hasan Basri


F. MetodePembelajaran
Pertemuan ke- Pendekatan Model Metode Teknik
Pertemuan ke-1 Saintifik Kooperatif Diskusi Think pair and
learning share

Pertemuan ke-2 Saintifik Kooperatif Diskusi Think pair and


learning share kombinasi
kartu kesempatan
bicara

Pertemuan ke-3 Saintifik Kooperatif Diskusi Make a match


learning

Pertemuan ke-4 Saintifik Kooperatif Diskusi Think pair and


learning share

G. Sumber belajar danalat


Pertemuan ke- Media Alat Bahan Sumber belajar

Pertemuan ke-1 Power point Laptop Lembar data  Indriayu, Mintasih.


penerimaan 2009. Ekonomi. Jakarta:
LCD negara CV. Teguhkarya

Pertemuan ke-2 Power point Laptop Lembar data  Ismawanto. 2009.


pengeluaran Ekonomi. Jakarta: CV.
LCD negara Grahailmu
Kartu  Esis
Bicara

Pertemuan ke-3 Power point Laptop Lembar data


penerimaan
LCD daerah

Pertemuan ke-4 Power point Laptop Lembar data


pengeluaran
LCD daerah

84 | Ekonomi XI Hasan Basri


H. Langkah-langkah Kegiatan
Pembelajaran Pertemuanke-1
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan Guru memberi salam 15 menit
Guru mengecek kehadiran siswa
Guru menanyakan apakah peserta didik sudah membaca materi
yang akan dipelajari

Guru mengaitkan dengan materi sebelumnya


Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan
pembelajaran dari guru
Guru menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan APBN

Inti Mengamati : 135 menit


Peserta didik mengamati data penerimaan Negara yang
disediakan oleh guru dengan cermat.

Menanya :
) Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok untuk
memahami data penerimaan Negara yang telah di berikan
) Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok untuk
menjawab pertanyaan yang diberikan

Mengeksplorasi :
Setiap peserta didik dalam satu kelompok mengumpulkan
informasi/data sebagai bahan untuk menjawab pertanyaan
berdasarkan data penerimaan Negara yang telah diterima dari
buku bacaan maupun internet

Mengasosiasikan
) Peserta didik menjawab pertanyaan yang telah diberikan
berdasarkan data penerimaan Negara yang telah diterima
) Peserta didik menyampaikan pendapatnya kepada anggota di
kelompoknya terkait dengan jawabannya

Mengkomunikasikan
) Setelah menjawab pertanyaan, hasilnya dipresentasikan
) Peserta didik yang lain memperhatikan
) Peserta didik dibantu guru mengambil simpulan atas jawaban
dari pertanyaan berdasarkan data penerimaan Negara yang
telah diterima
Penutup Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang 30 menit
belum dipahami

85 | Ekonomi XI Hasan Basri


Guru bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri
membuat rangkuman/simpulan pelajaran

Guru memberikan tugas untuk membuat daftar harga


kebutuhan pokok rumah tangga per 3 bulan terakhir

Guru mengakhiri pembelajaran dengan membaca doa dan


mengucapkan salam.

Pertemuan ke-2
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu

Pendahuluan Guru memberi salam 15 menit

Guru mengecek kehadiran siswa

Guru menanyakan apakah peserta didik sudah membaca materi


yang akan dipelajari

Guru menanyakan tentang materi sebelumnya

Guru menanyakan tugas untuk membuat daftar harga 3 bulan


terakhir yang diberikan pada pertemuan sebelumnya

Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan


pembelajaran dari guru
Inti Mengamati : 100 menit
Peserta didik mengamati data pengeluaran Negara yang
disediakan oleh guru dengan cermat.

Menanya :
Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok untuk
memahami data pengeluaran Negara yang telah di berikan

Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok untuk


menjawab pertanyaan yang diberikan

Mengeksplorasi :
Setiap peserta didik dalam satu kelompok mengumpulkan
informasi/data untuk menjawab pertanyaan berdasarkan data
pengeluaran Negara yang telah diterima dari buku
bacaan/media cetak maupun internet

86 | Ekonomi XI Hasan Basri


Mengasosiasikan
Peserta didik menjawab pertanyaan yang telah diberikan
berdasarkan data pengeluaran Negara yang telah diterima

Peserta didik menyampaikan kepada anggota di kelompoknya


terkait dengan jawaban

Mengkomunikasikan
Setelah menjawab pertanyaan, hasilnya dipresentasikan

Peserta didik hanya mempunyai kesempatan satu kali untuk


mempresentasikan

Peserta didik yang lain memperhatikan

Peserta didik dibantu guru mengambil simpulan atas jawaban


dari pertanyaan berdasarkan data pengeluaran Negara yang
telah diterima
Penutup Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal 65 menit
yang belum dipahami

Guru memberikan penjelasan atas pertanyaan yang


disampaikan oleh peserta didik

Guru menjelaskan tentang mekanisme penyusunan APBN

Peserta didik memperhatikan penjelasan dari guru

Peserta didik menanyakan materi yang belum jelas

Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran


terkait dengan penguasaan materi

Peserta didik diberi pesan tentang nilai dan moral

Peserta diingatkan untuk mempelajari struktur pasar di rumah

Pertemuan ke-3
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan Guru memberi salam 30 menit

Guru mengecek kehadiran siswa

Guru menanyakan apakah peserta didik sudah membaca materi


yang akan dipelajari

87 | Ekonomi XI Hasan Basri


Guru mengaitkan dengan materi sebelumnya

Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan


pembelajaran dari guru

Guru menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan APBD

Peserta didik memperhatikan penjelasan dari guru

Inti Mengamati : 120 menit


) Peserta didik mengamati buku bacaan

) Guru membagikan kertas yang masing-masing berisi satu


sumber penerimaan daerah, dan siswa mengamati kertas yang
dia dapatkan

Menanya :
Peserta didik memikirkan pasangan dari sumber penerimaan
daerah yang termuat di kertas yang mereka dapatkan

Mengeksplorasi :
Setiap peserta didik mencoba menjawab dengan cara mencari
pasangan

Mengasosiasikan
Setelah berkumpul dengan pasangannya, otomatis terbentuk
kelompok. Peserta didik yang ada di kelompok tersebut
menjelaskan bagian dari sumber penerimaan daerah

Mengkomunikasikan
) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya

) Peserta didik yang lain memperhatikan

Penutup )Peserta
Pesertadidik
didik bersama
diberi guru untuk
kesempatan mengambil simpulan
menanyakan tentang 30 menit
hal-hal
sumber
yang penerimaan
belum dipahamidaerah

Guru memberikan penjelasan atas pertanyaan yang


disampaikan oleh peserta didik

Peserta didik diberi pertanyaan lisan

Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran

88 | Ekonomi XI Hasan Basri


terkait dengan penguasaan materi

Peserta didik diberi pesan tentang nilai dan moral

Peserta diingatkan untuk menyempurnakan laporan hasil


diskusi kelompok untuk dikumpulkan kepada guru

Pertemuan ke-4
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu

Pendahuluan Guru memberi salam 30 menit

Guru mengecek kehadiran siswa

Guru menanyakan apakah peserta didik sudah membaca materi


yang akan dipelajari

Guru mengaitkan dengan materi sebelumnya

Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan


pembelajaran dari guru

Inti Mengamati 120 menit

Peserta didik mengamati data pengeluaran daerah yang


disediakan oleh guru dengan cermat.

Menanya

Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok untuk


memahami data pengeluaran daerah yang telah di berikan

Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok untuk


menjawab pertanyaan yang diberikan

Mengeksplorasi

Setiap peserta didik dalam satu kelompok mengumpulkan


informasi/data untuk menjawab pertanyaan berdasarkan data
pengeluaran daerah yang telah diterima dari buku bacaan
maupun internet

Mengasosiasikan

Peserta didik menjawab pertanyaan yang telah diberikan


berdasarkan data pengeluaran daerah yang telah diterima

Peserta didik menyampaikan kepada anggota di kelompoknya

89 | Ekonomi XI Hasan Basri


terkait dengan jawaban

Mengkomunikasikan

Setelah menjawab pertanyaan, hasilnya dipresentasikan

Peserta didik yang lain memperhatikan

Peserta didik bersama guru mengambil simpulan atas jawaban


dari pertanyaan berdasarkan data penerimaan Negara yang
telah diterima

Penutup Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal 30 menit


yang belum dipahami

Guru memberikan penjelasan atas pertanyaan yang


disampaikan oleh peserta didik

Guru menjelaskan tentang mekanisme penyusunan APBD dan


pengaruh APBN dan APBD terhadap perekonomian

Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran


terkait dengan penguasaan materi

Peserta didik diberi pesan tentang nilai dan moral

Peserta diingatkan untuk menyempurnakan laporan hasil


diskusi kelompok

H. PENILAIAN
1. Penilaian sikap
a. Instrumen penilaian sikap spiritual
Instrumen penilaian sikap melalui observasi
Teknik penilaian : Observasi
Bentuk instrumen : Lembar observasi
Kisi-kisi :
No. Butir nilai (sikap) Indikator Jumlah butir
instrumen

1 Mensyukuri Mengucapkan rasa 1


pembangunan dan syukur telah menikmati
pertumbuhan pembangunan dan
ekonomi di Indonesia pertumbuhan ekonomi
untuk kesejahteraan di Indonesia

90 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Rakyat Mengucapkan doa agar 1
pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi
di Indonesia terus
bertumbuh

2 Mensyukuri karunia Mengucapkan rasa 1


Tuhan YME atas syukur atas keragaman
keragaman dan dan keunggulan antar
keunggulan antar bangsa sehingga bisa
bangsa saling melengkapi satu
sama lain

Mengucapkan doa agar 1


keragaman dan
keunggulan antar
bangsa tetap terjaga

Instrumen
:Lampiran1A
Petunjuk penentuan nilai : Lampiran1B

b. Instrumen penilaian sikap sosial


Instrumen penilaian sikap sosial melalui observasi
Teknik penilaian : Observasi
Bentuk instrumen : Lembar observasi
Kisi-kisi :
No. Butir nilai (sikap) Indikator Jumlah butir
instrument

1 Bersikap jujur, Menunjukkan perilaku 1


disiplin,tanggung jawab, jujur, disiplin,
peduli, kreatif, dan tanggungjawab, peduli
mandiri dalam upaya dalam upaya mengatasi
mengatasi permasalahan permasalahan
pembangunan di pembangunan di indonesia
Indonesia
Menunjukkan 1
kekreativitasan dalam
upaya mengatasi
permasalahan
pembangunan di
indonesia

91| Ekonomi XI Hasan Basri


Menunjukkan perilaku 1
mandiri dalam upaya
mengatasi permasalahan
pembangunan di
indonesia

Menunjukkan perilaku Menunjukkan perilaku 1


jujur, disiplin, tanggung jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli dan kritis jawab, peduli sebagai
sebagai pelaku ekonomi pelaku ekonomi
2

Menunjukkan perilaku 1
kritis sebagai pelaku
ekonomi

Instrumen
:Lampira
n2APetunjuk penentuan nilai :
Lampiran2B

2. Instrumen penilaian
pengetahuan Teknik
penilaian : Tes tulis Bentuk
instrumen :Uraian
Kisi-kisi :

No. Indikator Jumlah butir Nomor butir soal


instrumen
Pilihan Ganda Uraian
Pertemuan ke-1
1. Menjelaskan pengertian 1 1
APBN
2. Menganalisis fungsi APBN 1 2

3. Menganalisis tujuan APBN 1 3

Mengkategorikan sumber-
4. 3 4, 5, 6
sumber penerimaan APBN
Pertemuan ke-2
1. Merinci jenis - jenis 3 1, 2, 3
pengeluaran Negara
2. Mengurutkan mekanisme 1 4
penyusunan APBN

92| Ekonomi XI Hasan Basri


Pertemuan ke-3
1. Menjelaskan pengertian 1 1
APBD
2. Menganalisis fungsi APBD 3 2, 3, 4

3. Menganalisis tujuan APBD 4 5, 6, 7, 8

4. Mengkategorikan sumber -
3 9, 10, 11
sumber penerimaan daerah
Pertemuan ke-4
1. Merinci jenis pengeluaran 2 1, 2
daerah

Mengurutkan mekanisme
2. 1 3
penyusunan APBD

Menganalisis pengaruh
3. APBN dan APBD 1 4
terhadap perekonomian

Instrumen:Lampiran3APetunjuk
penentuan nilai : Lampiran3B

3. Instrumen penilaian
keterampilan Teknik penilaian:
Observasi Bentuk instrumen :
Lembar observasi
Butirnilai : Mengevaluasi peran APBN dan APBD terhadap pembangunan
Kisi-kisi :

No. Indikator Butir

instrument

1. Menganalisis peran APBN dan APBD 1


terhadap pembangunan

Menyajikan hasil analisis peran APBN


2. 1
dan APBD terhadap pembangunan

Membuat laporan hasil analisis peran


3. APBN dan APBD terhadap 1
pembangunan

93| Ekonomi XI Hasan Basri


Instrumen:Lampiran4APetunjuk
penentuan nilai : Lampiran4B

Memeriksa/Menyetujui, Bekasi, Juli 2018

Kepala SMA Negeri 15 Kota Bekasi Guru Mata Pelajaran Ekonomi

Rusti Setiyarti, S.Pd, MM Hasan Basri,S.E


NIP. 19700303 199201 2 001 NIP

94| Ekonomi XI Hasan Basri


LAMPIRAN 1A
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL
A. Petunjukumum
1. Instrumen penilaian kompetensi spiritual ini berupa LembarObservasi
2. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yangdinilai
B. Petunjukpengisian
Berdasarkan pengamatan anda selama empat minggu terakhir, nilailah sikap setiap
peserta didik anda dengan member skor 4,3,2, atau 1 pada Lembar Observasi
dengan ketentuan sebagai berikut:
4 = apabila SELALU melakukan perilaku yang diamati
3 = apabila SERING melakukan perilaku yang diamati
2 = apabila KADANG-KADANG melakukan perilaku yang diamati
1 = apabila TIDAK PERNAH melakukan perilaku yang diamati
C. Lembarobservasi
Kelas :
Semester :
Tahunpelajaran :
Periodepengamatan :Tanggal… s.d…
Butir nilai :
1. Mensyukuri pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia untuk
kesejahteraan rakyat
2. Mensyukuri karunia Tuhan YME atas keragaman dan keunggulan antar
bangsa
Indikator Sikap:
1.1 Mengucapkan rasa syukur telah menikmati pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di
Indonesia
1.2 Mengucapkan doa agar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia terus
bertumbuh
2.1 Mengucapkan rasa syukur atas keragaman dan keunggulan antar bangsa
sehingga bisa saling melengkapi satu samalain
2.2 Mengucapkan doa agar keragaman dan keunggulan antar bangsa tetapterjaga
No Nama PesertaDidik Soal Indikator Sikap Spiritual
. Ind. 1.1 Ind. 1.2 Ind. 1.3 Ind. 1.4
1
.
2
.
3
.
4
.

95| Ekonomi XI Hasan Basri


LAMPIRAN 1B
PETUNJUK PENGHITUNGAN SKOR KOMPETENSI SIKAP SPIRITUAL
1. Rumus penghitungan skor akhir
Skor akhir = Jumlah perolehan skor x4
Skor Maksimal
Skor Maksimal = Banyaknya indikator x 4
2. Kategori skor sikap peserta didik didasarkan pada Permendikbud No. 81 A Tahun
2013yaitu:
Sangat baik (SB): apabila memperoleh skor akhir 3,33 < skor akhir ≤ 4,00
Baik (B): apabila memperoleh skor akhir 2,33 < skor akhir ≤3,33
Cukup (C) : apabila memperoleh skor akhir 1,33 < skor akhir ≤ 2,33
Kurang (K): apabila memperoleh skor akhir ≤1,33

LAMPIRAN 2A
INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI SIKAP SOSIAL
A. Petunjukumum
1. Instrumen penilaian kompetensi sikap sosial ini berupa Lembar Observasi
2. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai
B. Petunjukpengisian
Berdasarkan pengamatan anda selama empat minggu terakhir, nilailah sikap setiap
peserta didik anda dengan member skor 4,3,2, atau 1 pada Lembar Observasi
dengan ketentuan sebagai berikut:
4 = apabila SELALU melakukan perilaku yang diamati
3 = apabila SERING melakukan perilaku yang diamati
2 = apabila KADANG-KADANG melakukan perilaku yang diamati
1 = apabila TIDAK PERNAH melakukan perilaku yang diamati
C. Lembarobservasi
Kelas :
Semester :
Tahunpelajaran :
Periode pengamatan : Tanggal… s.d…
Butirnilai :
1. Bersikap jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli, kreatif, dan mandiri dalam
upaya mengatasi permasalahan pembangunan di Indonesia
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli dan kritis
sebagai pelakuekonomi
Indikator Sikap:
1.1 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli dalam upaya
mengatasi permasalahan pembangunan di Indonesia
1.2 Menunjukkan kekreativitasan dalam upaya mengatasi permasalahan
pembangunan di Indonesia
1.3 Menunjukkan perilaku mandiri dalam upaya mengatasi permasalahan
pembangunan di Indonesia

96| Ekonomi XI Hasan Basri


2.1 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli sebagai
pelaku ekonomi
2.2 Menunjukkan perilaku kritis sebagai pelaku ekonomi

Soal Indikator Sikap Sosial

LAMPIRAN 2B
PETUNJUK PENGHITUNGAN SKOR KOMPETENSI SIKAP
SOSIAL
1. Rumus penghitungan skorakhir
Skor akhir = Jumlah perolehan skor x4
Skor Maksimal
Skor Maksimal = Banyaknya indikator x 4 Kategori skor sikap
peserta didik didasarkan pada Permendikbud No. 81 A Tahun
2013yaitu:
Sangat baik (SB) : apabila memperoleh skor akhir 3,33 < skor akhir ≤ 4,00
Baik(B) : apabila memperoleh skor akhir 2,33 < skor akhir≤3,33
Cukup(C) : apabila memperoleh skor akhir 1,33 < skorakhir≤ 2,33
Kurang(K) : apabila memperoleh skor akhir ≤1,33 Nilai dapat
dikonversi dengan skala100

LAMPIRAN 3A
INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN
Pertemuan ke-1
A. Petunjukumum
1. Instrumen penilaian pengetahuan ini berbentuk soal uraian
2. Soal ini dikerjakan oleh peserta didik
B. Petunjukpengisian
Amatilah data APBN di bawah ini, kemudian analisislah sesuai dengan
pertanyaan tersebut!

97| Ekonomi XI Hasan Basri


98| Ekonomi XI Hasan Basri
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan melihat pada tabel data di atas!
1. Jelaskan pengertian APBN yang kalian ketahui dari sumber datatersebut!
2. Analisislah fungsi APBN yang kalian ketahui. Carilah dari berbagaisumber!
3. Analisislah tujuan APBN yang kalian ketahui. Carilah dari berbagaisumber!
4. Sebutkan jenis-jenis penerimaan Negara dari tahun 2014 ke tahun2015!
5. Apakah pada penerimaan Negara dari tahun 2014 ke 2015 terdapat jenis penerimaan yang
mengalami peningkatan? Jika iya, sebutkan jenis penerimaan mana saja yang mengalami
peningkatan! Dan berapa tingkat kenaikannya?

99 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
6. Apakah pada penerimaan Negara dari tahun 2014 ke 2015 terdapat jenis penerimaan
yang mengalami penurunan? Jika iya, sebutkan jenis penerimaan mana saja yang
mengalami penurunan! Dan berapa tingkat penurunannya?

C. KunciJawaban
1. APBN merupakan suatu daftar rincian yang memuat penerimaan dan
pengeluaran suatu Negara dalam kurun waktu satu tahun
2. Fungsi Alokasi artinya APBN berfungsi untuk mengalokasikan faltor-faktor
produksi yang tersedia di dalam masyarakat, sehingga kebutuhan masyarakat
akan public goods atau kebutuhan umum akanterpenuhi
Fungsi distribusi artinya APBN berfungsi untuk pembagian pendapatan nasional
yang adil atau pembagian dana ke berbagai sektor
fungsi stabilisasi, artinya untuk terpeliharanya tingkat kesempatan kerja yang
tinggi, tingkat harga yang relatif stabil dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang
cukup memadai.
3. Tujuan APBN adalah sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran negara
untuk daerah dalam melaksanakan kegiatan atau program- program
pembangunan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan
selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.
4. Penerimaanperpajakan:
a. Pendapatan pajak dalamnegeri
1) Pendapatan pajak penghasilan (PPh migas dan nonmigas)
2) Pendapatan pajak pertambahan nilai
3) Pendapatan pajak bumi dan bangunan
4) Pendapatancukai
b. Pendapatan pajak perdagangan internasional
1) Pendapatan bea masuk
2) Pendapatan bea keluar
Penerimaan Negara bukan pajak:
a. Penerimaan sumber dayaalam
1) Penerimaan SDA Migas (pendapatan minyak bumi dan gas bumi)
2) Penerimaan SDA non Migas (kehutanan, perikanan)
b. Pendapatan bagian laba BUMN (perbankan, non perbankan)
c. PNBP lainnya
d. Pendapatan BLU
5. Ada. Yaitu dari pendapatan pajak dalam negeri naik sebesar 138.661,2 (M) ,
penerimaan SDA naik sebesar 13155,9 (M), pendapatan bagian laba BUMN
sebesar 4.000 (M), pendapatan BLU sebesar 1.383,4(M)
6. Ada yaitu pendapatan pajak perdagangan internasional turun sebesar 4.776,6
(M)

101 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Pertemuan ke-2
A. Petunjukumum
1. Instrumen penilaian pengetahuan ini berbentuk soal uraian
2. Soal ini dikerjakan oleh peserta didik
B. Petunjukpengisian
Amatilah data APBN di bawah ini, kemudian analisislah sesuai dengan
pertanyaan tersebut!

102 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Kerjakan soal berikut dengan melihat data di atas!
1. Rincikan jenis pengeluaran apa saja yang ada di APBN tahun 2014 dan2015!
2. Apakah pada pengeluaran Negara dari tahun 2013 ke 2014 terdapat jenis
pengeluaran yang mengalami peningkatan? Jika iya, sebutkan jenis pengeluaran
mana saja yang mengalami peningkatan! Dan berapa tingkatkenaikannya?
3. Apakah pada pengeluaran Negara dari tahun 2013 ke 2014 terdapat jenis
pengeluaran yang mengalami penurunan? Jika iya, sebutkan jenis pengeluaran
mana saja yang mengalami penurunan! Dan berapa tingkat penurunannya?
4. Carilah dari berbagai sumber tentang mekanisme penyusunan APBN, kemudian
urutkanlah mekanisme tersebut secara berurutan!

C. Kuncijawaban
1. Belanja pemerintahpusat
a. Belanja kementrianNegara/lembaga
b. Belanja non kementrian Negara/lembaga ( program pengelolaan utang Negara
dan subsidi)
Transfer ke daerah dan dana desa
a. Dana perimbangan
b. Dana otonomi khusus
c. Dana keistimewaan DIY
2. Semuanya meningkat.
3. Tidak ada
4. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Bekasi, Juli
2017 oleh departemen atau lembaga negara dalam bentuk Daftar Usulan
Kegiatan (DUK) dan Daftar Usulan Proyek (DUP) untuk membiayai kegiatan
pembangunan. RAPBN yang telah Bekasi, Juli 2017 oleh pemerintah tersebut
kemudian diajukan oleh presiden kepada DPR, selanjutnya DPR membahas
RAPBN tersebut dalam masa sidang untuk diterima atau ditolak. Apabila
RAPBN tersebut disetujui oleh DPR kemudian ditetapkan sebagai undang-
undang, tetapi apabila RAPBN tersebut tidak mendapatkan persetujuan DPR
maka pemerintah menggunakan APBN tahunsebelumnya.

Pertemuan ke-3
A. Petunjukumum
1. Instrumen penilaian pengetahuan ini berbentuk soal uraian
2. Soal ini dikerjakan oleh peserta didik
B. Petunjukpengisian
Kerjakan soal di bawah ini dengan teliti!
1. Jelaskan pengertian dari APBD!
Jawaban: APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang
dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan
Rakyat daerah, dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
2. APBD memiliki 6 fungsi salah satunya adalah fungsi perencanaan. Analisislah apa
saja yang dilakukan oleh pemerintah untuk menjalankan fungsi tersebut!

103 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Jawaban: merumuskan tujuan serta sasaran kebijakan agar sesuai denganvisi dan misi yang
ditetapkan; merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi
serta merencanakan alternatif sumber pembiayaannya; mengalokasikan dana pada berbagai
program dan kegiatan yangtelah Bekasi, Juli 2017; menentukan indikator kinerja dan tingkat
pencapaian strategi.
3. Berilah satu kasus yang menggambarkan fungsi stabilisasi dari APBD!
Jawaban: jika terjadi ketidakseimbangan yang sangat ekstrem maka pemerintah dapat melakukan
intervensi melalui anggaran untuk mengembalikan pada keadaan normal
4. Mengapa APBDdiperlukan?
Jawaban: Membantu pemerintah daerah mencapai tujuan fiskal dan meningkatkan koordinasi
antarbagian dalam lingkungan pemerintahdaerah; Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan
dalam menyediakanbarang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan; Memungkinkan
pemerintah daerah untuk memenuhi prioritas belanja; Meningkatkan transparansi dan
pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada DPRD dan masyarakat luas.
5. Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pendapatan yang diperoleh daerahyang dipungut
berdasarkan peraturan daerah sesuai denganperaturan perundang- undangan. Darimanakah PAD
bisadidapatkan?
Jawaban: pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengolahan kekayaan daerah, keuntungan dari
perusahaan milik daerah

Pertemuan ke-4
A. Petunjukumum
1. Instrumen penilaian pengetahuan ini berbentuk soal uraian
2. Soal ini dikerjakan oleh pesertadidik

B. Petunjukpengisian
Amatilah data APBN di bawah ini, kemudian analisislah bersama kelompokmu sesuai dengan
pertanyaan
tersebut!

104 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
105 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
106 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
107 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Kerjakan soal berikut berdasarkan data di atas!
1. Apakah jenis pengeluaran antar daerah pada tahun 2015 sama? Jika tidak, sebutkan
perbedaan-perbedaan yang ada pada jenis pengeluaran antar daerah tahun 2015
tersebut!
2. Setelah mengetahui perbedaannya, analisislah mengapa jenis pengeluaran
antar daerah tersebut berbeda!
3. Carilah dari berbagai sumber tentang mekanisme penyusunan APBD, kemudian
urutkanlah mekanisme tersebut secara berurutan!
4. Setelah mempelajari tentang APBN dan APBD, Analisislah pengaruh APBN dan
APBD terhadap perekonomian!

LAMPIRAN 3B
PETUNJUK DAN PENENTUAN SKOR
Pertemuan ke-1
No soal Skor jika jawaban benar Skor jika jawaban salah Skor jika tidak dijawab
1 5 2 0

2 10 5 0

3 10 5 0

4 25 10 0

5 25 10 0

6 25 10 0

Jumlah 100 42 0

Pertemuan ke-2
No soal Skor jika jawaban benar Skor jika jawaban salah Skor jika tidak dijawab
1 25 10 0

2 25 10 0

3 25 10 0

4 25 10 0

Jumlah 100 40 0

108 | Ekonomi XI Hasan Basri


Pertemuan ke-3
No soal Skor jika jawaban benar Skor jika jawaban salah
1 20 5

2 20 5

3 20 5

4 20 5

5 20 5

Jumlah 100 25
Pertemuan ke-4
No soal Skor jika jawaban benar Skor jika jawaban salah Skor jika tidak dijawab
1 25 10 0

2 25 10 0

3 25 10 0

4 25 10 0

Jumlah 100 40 0

LAMPIRAN 4A
INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI KETERAMPILAN
(Diskusi)

A. Petunjukumum
1. Instrumen penilaian kompetensi keterampilan ini berupa Lembar Observasi
2. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai
B. Petunjukpengisian
Berdasarkan pengamatan anda selama empat minggu terakhir, nilailah sikap
setiap peserta didik anda dengan member skor 4,3,2, atau 1 pada Lembar
Observasi dengan ketentuan sebagai berikut:
4 = apabila SELALU melakukan perilaku yang
diamati 3 = apabila SERING melakukan perilaku
yang diamati
2 = apabila KADANG-KADANG melakukan perilaku yang diamati 1 = apabila
TIDAK PERNAH melakukan perilaku yang diamati

109 | Ekonomi XI Hasan Basri


C. Lembar observasi
Kelas :
Semester :
Tahun pelajaran :
Periode pengamatan : Tanggal… s.d…
Butir nilai : Mengevaluasi peran APBN dan APBD terhadap pembangunan

Indikator :
1. Menganalisis peran APBN dan APBD terhadap pembangunan
2. Menyajikan hasil analisis peran APBN dan APBD terhadap pembangunan
3. Membuat laporan hasil analisis peran APBN dan APBD terhadap
pembangunan

No Nama Peserta Soal Indikator Sikap Spiritual (1- 4) Jumlah Perolehan Skor
. Didik
Indikator1 Indikator2 Indikator3
1
.
2
.
3
.
4
.

LAMPIRAN 4B
PETUNJUK PENGHITUNGAN SKOR KOMPETENSI KETERAMPILAN
1. Rumus penghitungan skorakhir
Skor akhir = Jumlah perolehan skor x4
Skor Maksimal
Skor Maksimal = Banyaknya indikator x 4

2. Kategori skor keterampilan didasarkan pada Permendikbud No. 81 A Tahun 2013


yaitu:
Sangat baik (SB) : apabila memperoleh skor akhir 3,33 < skor akhir ≤ 4,00
Baik(B) : apabila memperoleh skor akhir 2,33 < skor akhir≤3,33
Cukup(C) : apabila memperoleh skor akhir 1,33 < skorakhir≤ 2,33
Kurang(K) : apabila memperoleh skor akhir ≤1,33 Nilai bisa dikonveri
dengan rentang angka100

110 | Ekonomi XI Hasan Basri


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
No.7/XI/2017

Sekolah : SMA NEGERI 15 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : X1/1
Materi Pokok : Perpajakan dalam Pembangunan ekonomi.
Waktu : 2x4 JP=8JP (2xpertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
A.1 Kompetensi Pengetahuan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu:
1. Menjelaskan definisi/ konsep perpajakan.
2. Menguraikan fungsi pajak.
3. Mengalokasikan manfaat pajak dalam perekonomian negara.
4. Menentukan tariff pajak.
5. Perbedaan pajak dengan pungutan resmi lainnya.
6. Menentukan Asas pemungutan pajak.
7. Mengklasifikasikan macam-macam pajak.
8. Mengklasifikasikan jenis-jenis pajak.
8. Mengurutkan Sistem pemungutan pajak di Indonesia.
9. Menerapkan Objek dan cara pengenaan pajak.

A.2 Kompetensi Keterampilan


Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan dapat membuat
laporan dan mampu mensosialisasikan tentang:
5. Mengidentifikasi asas pemungutan pajak.
6. Merancang sistem pemungutan pajak.
7. Mendemontrasikan pengisian format pajak PPh.
8. Mengkalkulasi manfaat pajak dalam perekonomian negara.

B.Kompetensi Inti
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan.

111 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
C. KompetensiDasar
3.7 Menganalisis perpajakan dalam pembangunan ekonomi.
4.7 Menyajikan hasil analisis fungsi dan peran pajak dalam pembangunan
ekonomi.
D. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan mampu:
3.7.1 Menjelaskan definisi/ konsep perpajakan.
3.7.2 Menguraikan fungsi pajak.
3.7.3 Mengalokasikan manfaat pajak dalam perekonomian negara.
3.7.4 Menentukan tariff pajak.
3.7.5 Perbedaan pajak dengan pungutan resmi lainnya.
3.7.6 Menentukan Asas pemungutan pajak.
3.7.7 Mengklasifikasikan macam-macam pajak.
3.7.8 Mengklasifikasikan jenis-jenis pajak.
3.7.9 Mengurutkan Sistem pemungutan pajak di Indonesia.
3.7.10 Menerapkan Objek dan cara pengenaan pajak.
4.7.1 Mengidentifikasi asas pemungutan pajak.
4.7.2 Merancang sistem pemungutan pajak.
4.7.3 Mendemontrasikan pengisian format pajak PPh.
4.7.4 Mengkalkulasi manfaat pajak dalam perekonomian negara.

E. MateriPembelajaran
1) Materi berdasarkan fakta
2) Materi berdasarkan konsep
3) Materi berdasarkan prosedur
4) Materi berdasarkan prinsip

Perpajakan
1. Pengertianpajak
2. Fungsi, manfaat, dan tarif pajak
3. Perbedaan pajak dengan pungutan resmi lainnya
4. Asas pemungutan pajak
5. Jenis-jenispajak
6. Sistem pemungutan pajak di Indonesia
7. Objek dan cara pengenaan pajak

Langkah-langkah pembelajaran:
1) Membaca referensi dan mencermati data dan informasi dari sumber yang
relevan tentang perpajakan dalam pembangunanekonomi
2) Mengajukan pertanyaan dan berdiskusi serta melakukan wawancara kepada
narasumber untuk mendapatkan klarifikasi tentang perpajakan dalam
pembangunanekonomi
3) Menganalisis data dan informasi yang diperoleh serta membuat kesimpulan
tentang fungsi dan peran pajak dalam pembangunan ekonomi

112 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
4) Menyajikan hasil analisis tentang fungsi dan peran pajak dalam pembangunan
ekonomi secara lisan dan tulisan

 Pengertian pajak
Pajak (dari bahasa Latin taxo; "rate") adalah iuran rakyat kepada negara
berdasarkan undang-undang, sehingga dapat dipaksakan, dengan tidak mendapat
balas jasa secara langsung. Menurut Charles E.McLure, pajak adalah kewajiban
finansial atau retribusi yang dikenakan terhadap wajib pajak (orang pribadi atau
Badan) oleh Negara atau institusi yang fungsinya setara dengan negara yang
digunakan untuk membiayai berbagai macam pengeluaran publik.[1] Pajak
dipungut berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang
dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. Penolakan untuk
membayar, penghindaran, atau perlawanan terhadap pajak pada umumnya
termasuk pelanggaran hukum. Pajak terdiri dari pajak langsung atau pajak tidak
langsung dan dapat dibayarkan dengan uang ataupun kerja yang nilainya setara.
Beberapa negara sama sekali tidak mengenakan pajak, misalnya Uni
EmiratArab.[2]Lembaga Pemerintah yang mengelola perpajakan negara di
Indonesiaadalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang merupakan salah satu
direktorat jenderal yang ada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik
Indonesia.

 Fungsi, manfaat dan tarifpajak


Ada beberapa fungsi pajak yaitu:
1) Fungsi pajak yang pertama adalah sebagai fungsi anggaran atau penerimaan
(budgetair): pajak merupakan salah satu sumber dana yang digunakan
pemerintah dan bermanfaat untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran.
Penerimaan negara dari sektor perpajakan dimasukkan ke dalam komponen
penerimaan dalam negeri pada APBN.
2) Fungsi pajak yang kedua adalah sebagai fungsi mengatur (regulerend) : pajak
sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam
bidang sosial dan ekonomi. Contohnya adalah pengenaan pajak yang lebih
tinggi kepada barang mewah dan minuman keras.
3) Fungsi pajak yang ketiga adalah sebagai fungsi stabilitas : pajak sebagai
penerimaan negara dapat digunakan untuk menjalankan kebijakan-kebijakan
pemerintah. Contohnya adalah kebijakan stabilitas harga dengan tujuan untuk
menekan inflasi dengan cara mengatur peredaran uang di masyarakat lewat
pemungutan dan penggunaan pajak yang lebih efisien dan efektif.

4) Fungsi pajak yang keempat adalah fungsi redistribusi pendapatan : penerimaan


negara dari pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran umum dan
pembangunan nasional sehingga dapat membuka kesempatan kerja dengan
tujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

113 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
 Manfaat pajak digunakan untuk:
1) manfaat pajak yang pertama adalah membiayai pengeluaran-pengeluaran negara
seperti pengeluaran yang bersifat self liquiditing (contohnya adalah pengeluaran
untuk proyek produktif barang ekspor)
2) manfaat pajak yang kedua adalah membiayai pengeluaran reproduktif (pengeluaran
yang memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat seperti pengeluaran untuk
pengairan dan pertanian)
3) manfaat pajak yang ketiga adalah membiayai pengeluaran yang bersifat tidak self
liquiditing dan tidak reproduktif (contohnya adalah pengeluaran untuk pendirian
monumen dan objek rekreasi)
4) manfaat pajak yang keempat adalah membiayai pengeluaran yang tidak produktif
(contohnya adalah pengeluaran untuk membiayai pertahanan negara atau perang dan
pengeluaran untuk penghematan di masa yang akan datang yaitu pengeluaran untuk
anak yatim piatu).
Pajak yang dipungut oleh negara dilakukan berdasarkan asas pemungutan
pajakdan sistem pemungutan pajak yang sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang- undangan perpajakan yang berlaku di Indonesia.
 Tarifpajak
Secara struktural menurut tarif pajak dibagi dalam empat jenis yaitu :
1. Tarif proporsional(a proportional tax rate structure) yaitu tarif pajak yang
presentasenya tetap meskipun terjadi perubahan dasar pengenaan pajak.Contoh:Pajak
PertambahanNilai
2. Tarif regresif / tetap (a regresive tax rate structure) yaitu tarif pajak akan selalu tetap
sesuai peraturan yang telah ditetapkan
3. Tarif progresif (a progresive tax rate structure) yaitu tarif pajak akan semakin naik
sebanding dengan naiknya dasar pengenaan pajak. Contoh Pajak Pengahsilan
4. Tarif degresif ( a degresive tax rate structure) yaitu kenaikan persentase tarif pajak
akan semakin rendah ketika dasar pengenaan pajaknya semakin meningkat.
Tarif Pajak yang berlaku untuk Pajak Penghasilan di Indonesia adalah tarif
progressif sebagaimana diatur dalam Pasal 17 Undang-undang Pajak Penghasilan.
Sedangkan untuk Pajak Pertambahan Nilai berlaku tarif pajak proporsional yaitu
10%.
 JenisPajak
Secara umum, pajak yang berlaku di Indonesia dapat dibedakan menjadi Pajak
Pusat dan Pajak Daerah. Pajak Pusat adalah pajak-pajak yang dikelola oleh
Pemerintah Pusat yang dalam hal ini sebagian dikelola oleh Direktorat
Jenderal Pajak - Departemen Keuangan. Sedangkan Pajak Daerahadalah
pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Daerah baik di tingkat Propinsi
maupun Kabupaten/Kota.

Pajak-pajak Pusat yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak meliputi :

114 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
1. Pajak Penghasilan(PPh)
PPh adalah pajak yang dikenakan kepada orang pribadi atau badan atas penghasilan yang
diterima atau diperoleh dalam suatu Tahun Pajak. Yang dimaksud dengan penghasilan
adlah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang berasal baik dari Indonesia maupun
dari luar Indonesia yang dapat digunakan untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan
dengan nama dan dalam bentuk apapun. Dengan demikian maka penghasilan itu dapat
berupa keuntungan usaha, gaji, honorarium, hadiah, dan lain sebagainya.
2. Pajak Pertambahan Nilai(PPN)
PPN adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak atau Jasa
Kena Pajak di dalam Daerah Pabean. Orang Pribadi, perusahaan, maupun
pemerintah yang mengkonsumsi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak
dikenakan PPN. Pada dasarnya, setiap barang dan jasa adalah Barang Kena Pajak
atau Jasa Kena Pajak, kecuali ditentukan lain oleh Undang-undang PPN. Tarif
PPN adalah tunggal yaitu sebesar 10%. Dalam hal ekspor, tarif PPN adalah 0%.
Yang dimaksud Dengan Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi
wilayah darat, peraian, dan ruang udara diatasnya.
3. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
Selain dikenakan PPN, atas barang-barang kena pajak tertentu yang tergolong
mewah, juga dikenakan PPn BM. Yang dimaksud dengan Barang Kena Pajak
yang tergolong mewah adalah :
a. Barang tersebut bukan merupakan barang kebutuhan pokok;atau
b. Barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu;atau
c. Pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan
tinggi;atau
d. Barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status;atau
e. Apabila dikonsumsi dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat, serta
mengganggu ketertibanmasyarakat.
4. BeaMeterai
Bea Meterai adalah pajak yang dikenakan atas dokumen, seperti surat perjanjian,
akta notaris, serta kwitansi pembayaran, surat berharga, dan efek, yang memuat
jumlah uang atau nominal diatas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan.
5. Pajak Bumi dan Bangunan(PBB)
PBB adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan atau pemanfaatan tanah dan
atau bangunan. PBB merupakan Pajak Pusat namun demikian hampir seluruh
realisasi penerimaan PBB diserahkan kepada Pemerintah Daerah baik Propinsi
maupun Kabupaten/Kota.

6. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)


BPHTB adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan atau

115 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
bangunan. Seperti halnya PBB, walaupun BPHTB dikelola oleh Pemerintah Pusat
namun realisasi penerimaan BPHTB seluruhnya diserahkan kepada Pemerintah
Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota sesuai dengan ketentuan.

Pajak-pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah baik Propinsi maupun


Kabupaten/Kota antara lain meliputi :

1. Pajak Propinsi
a. Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di AtasAir;
b. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air;
c. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bemotor;
d. Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan.

2. PajakKabupaten/Kota
a. Pajak Hotel;
b. Pajak Restoran;
c. Pajak Hiburan;
d. Pajak Reklame;
e. Pajak Penerangan Jalan;
f. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C;
g. Pajak Parkir.

F. Metode pembelajaran
a. Metode pembelajaran yang digunakan adalah:
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanyajawab
4. Penugasan
b. Pendekatan :Saintifik
c. Model : Discoveri Learning

G. Media, alat, dan sumberbelajar


G.1. Media : LCD danLaptop
G.2. Sumber Belajar:
1. Buku-buku Prathama Rahardja, Wiji Purwanta. Eksplorasi Nalar Siswa Ekonomi
SMA/MA kelas XI, Bandung. Yrama Widya,2015
2. S, Alam. Ekonomi SMA /MA kelas X, Jakarta. ESIS,2013
3. Buku paket ekonomi kemendikbud
4. Kinanti Geminastiti Ekonomi SMA/MA Kelas X Ilmu-Ilmu Peminatan. Bandung
Yrama Widya,2014
5. Buku ekonomi penunjang yang relevan dan ber-ISBN
6. Penunjang dari perpustakaan
7. Mediaelektornik/cetak
8. Internet :https://pratama1989.wordpress.com

116 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
9. Quipperschool :
https://link.quipper.com/en/classes/55c2c43712be0e7009000b07/courses

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan1
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu

1. Pendahuluan 20 menit

1. Guru mengucapkan Salam

2. Menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis


dengan cara mengatur tempat duduk terlebih
dahulu,memeriksa kebersihan kelas, kemudian berdoa
dilanjutkan kegiatan mengabsen.

3. Apersepsi mengajukan pertanyaan kepada peserta didik


mengenai definisi / pengertian ilmu ekonomi.

4. Motivasi belajar :

a. Memberikan pernyataan mengenai pentingnya


mempelajari ilmu ekonomi untuk mencapai
kemakmuran.

b. Menyampaikan Informasi rancangan penilaian dan


penentuan besarnya KKM

5. Menyampaikan pengetahuan prasyarat


(permasalahan/tugas) dan tujuan pembelajaran

6. Pemutaran video tentang pajak :


https://www.youtube.com/watch?v=LhBY_6a8Zlo

7. Pemberian acuan : menyampaikan cakupan materi meliputi


definisi pajak, fungsi pajak, dan manfaat pajak.

8. Menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan :


pembagian kelompok, penugasan dan diskusi kelompok,
diskusi pleno/diskusi kelas dan seterusnya.

Kegiatan Inti 90 menit

a. Guru memberikan tugas pada setiap kelompok untuk


Mengamati dan membaca berbagai sumber belajar yang

117 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
relevan tentang konsep pajak

b. Masing – masing kelompok mengajukan pertanyaan dan


berdiskusi untuk mendapat klarifikasi tentang konseppajak

c. Tiap kelompok mendiskusikan jawaban yang benardengan


cara mengumpulkan data / informasi , menganalisis dan
menyimpulkan data / informasi serta membuat pola
hubungan antara konsep pajak, fungsi pajak dan manfaat
pajak bagi perekonomiannegara.

d. Menyajikan hasil identifikasi tentang konsep perpajakan


berdasarkan data/informasi dari berbagai sumber belajar
yang relevan secara lisan dan tulisan

Kegiatan Penutup 25 menit

1. Peserta didik bersama guru membuat simpulantentang


pengertian/definisi pajak.

2. Mengadakan penilaian postest dan / refleksi kegiatan


pembelajaran.

3. Guru memberikan:

4. Tugas mandiri tidak terstruktur, bagi peserta didik yang


dinyatakan tuntas (pengayaan)

5. Tugas mandiri terstruktur, bagi peserta didikyang


dinyatakan tidak tuntas(remidi)

6. Guru menginformasikan materi pada pertemuanberikutnya


yaitu Perhitungan tarif pajak dan macam-macam pajak .
Ditutup denganberdoa.

Pertemuan 2
No Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu

1. Pendahuluan 10 menit

1. Menyiapkan peserta didik untuk belajar, dengan cara mengatur


tempat duduk terlebih dahulu, mengecek kebersihan kelas
kemudian berdoa dan kegiatan mengabsen.

118 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
2. Apersepsi : Guru Mengajukan pertanyaan manfaat dan fungsi
pajak.

3. Motivasi belajar :

a. Memberikan pernyataan mengenai pentingnyamempelajari


perpajakan dan kontribusi terhadap perekonomian suatu
negara.

4. Menyampaikan pengetahuan prasyarat(permasalahan/tugas)


dan tujuan pembelajaran.

5. Pemberian Acuan : Manfaat dan fungsi pajak dalam


perekonomian.

6. Menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan :


pembagian kelompok, penugasan dan diskusi kelompok,
diskusi pleno/diskusi kelas danseterusnya.

7. Pemutaran video tentang peran pajak bagi perekonomian


Indonesia :
https://www.youtube.com/watch?v=HTV04LGsz_w

Kegiatan Inti 100 menit

a. Mengamati dan membaca berbagai sumber belajar yang


relevan tentang perpajakan dari berbagai sumber yangrelevan

b. Mengajukan pertanyaan dan berdiskusi untuk mendapat


klarifikasi tentang tentang fungsi dan manfaat pajak dari
berbagai sumber yangrelevan.

c. Kelompok mendiskusikan jawaban tentang macam-macam


pajak, fungsi pajak dan manfaat pajak yang benar dengan
mengumpulkan data / informasi serta membuat pola
hubungan antara dan memastikan tiap anggota kelompok
dapat mengerjakannya atau mengetahui jawabannya. serta
menyimpulkan tentang perpajakan dari berbagai sumberyang
relevan

d. Menyajikan hasil identifikasi tentang perpajakan


data/informasi dari berbagai sumber yang relevan secaralisan
dantulisan

e. Tanggapan dari peserta didik yang lain kemudian guru


menunjuk nomor yang lain.

119 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Kegiatan Penutup 25 menit

1. Peserta didik bersama guru membuat kesimpulan tentang


fungsi, manfaat dan tarif pajak.

2. Mengadakan penilaian postest dan / refleksikegiatan


pembelajaran.

3. Guru memberikan:

4. Tugas mandiri tidak terstruktur, bagi peserta didik yang


dinyatakan tuntas(pengayaan)

5. Tugas mandiri terstruktur, bagi peserta didik yang


dinyatakan tidak tuntas(remidi)

6. Kegiatan Berdoa dengan membaca hamdalah bersama-


sama

I. Penilaian
Penilaian dilakukan selama kegiatan pembelajaran antara lain adalah sebagai berikut:
1. Penilaian sikap
2. Pengetahuan
3. Keterampilan

Instrumen penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan terlampir:


Teknik Waktu
No Aspek yang dinilai
Penilaian Penilaian

1. Sikap
a. Terlibat aktif dalamkegiatan
pembelajaran yang Observasi Selama
dilakukan. pembelajaran
dan saat
b. Toleran terhadap proses diskusi
pemecahan masalah yang
berbeda dankreatif.

c. Peduli dalamkegiatan
pembelajaran.

d. Disiplin selama proses

120 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Teknik Waktu
No Aspek yang dinilai
Penilaian Penilaian

pembelajaran.

e. Jujur dalam menjawab


permasalahan yang
diberikan.

f. Tanggung jawab dalam


menyelesaikan tugas.

Pengetahuan

Menyelesaikan soal yang Penugasan Penyelesaian


relevan. pribadi

Keterampilan

Terampil menerapkan Analitika Penyelesaian


konsep / prinsip dan kelompok
strategi pemecahan
masalah yang relevan.

5. Instrumen Penilaian HasilBelajar


1) Penilaian Sikap :Observasi
2) Penilaian Pengetahuan :Penugasan
3) Penilaian Keterampilan :Analitika

Memeriksa/Menyetujui, Bekasi, Juli 2018


Kepala SMA Negeri 15 Kota Bekasi Guru Mata Pelajaran Ekonomi

Rusti Setiyarti, S.Pd, MM Hasan Basri,S.E


NIP. 19700303 199201 2 001 NIP

121| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
No.8/XI/2018
Sekolah : SMA NEGERI 15 KOTA BEKASI
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/II
Materi pokok :Kebijakan Perdagangan Internasional
Alokasi Waktu : 3x4JP=12JP (3 x 45menit)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
A.1 Kompetensi Pengetahuan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan definisi/konsep perdagangan internasional.
2. Menguraikan manfaat perdagangan internasional.
3. Mendeskripsikan tujuan kebijakan perdagangan internasional.
4. Menentukan faktor pendorong dan penghambat perdagangan internasional.
5. Mengklasifikasikan macam-macam teori perdagangan internasional.
6. Menerapkan kebijakan perdagangan internasional.
7. Menerapkan alat pembayaran internasional.
8. Merancang cara menyusun neraca pembayaran internasional
9. Menghitung devisa negara.

A.2 Kompetensi Keterampilan


Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat
membuat laporan dan mampu mensosialisasikan tentang:
9. Menerapkan alat pembayaran internasional.
10. Mendemontrasikan cara menyusun neraca pembayaran.
11. Menunjukkan cara penambahan perolehan devisa dalam perekonomian negara.

B. KOMPETENSIDASAR
3.8 Menganalisis konsep dan kebijakan perdagangan internasional
4.8 Menyajikan hasil analisis dampak kebijakan perdagangan internasional

C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI(IPK)


Setelah mempelajari materi ini peserta didik diharapkan mampu:
3.8.1 Menjelaskan definisi/ konsep definisi /konsep perdagangan internasional.
3.8.2 Menguraikan manfaat perdagangan internasional.
3.8.3 Menentukan faktor pendorong dan penghambat perdagangan internasional.
3.8.4 Mengklasifikasikan Macam-macam Kebutuhan dan alat pemuas kebutuhan.
3.8.5 Mendeskripsikan kebijakan perdagangan internasional.
3.8.6 Membedakan tujuan kebijakan perdagangan internasional.
4.8.1 Menerapkan alat pembayaran internasional.
4.8.2 Merancang cara menyusun neraca pembayaran.

122| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
4.8.3 Mengkalkulasi perolehan devisa dalam perekonomiannegara.

D. MATERI PEMBELAJARAN:
Fakta: Suatu negara menetapkan kebijakan berkaitan dengan kegiatan ekspor impor
untuk melindungi konsumen maupun produsen.
Konsep: Macam – macam kebijakan perdagangan internasional
Prinsip: Kebijakan perdagangan internasional mempengaruhi harga barang ekspor
dan impor
Prosedur: Pengaruh kebijakan perdagangan internasional terhadap kegiatan ekspor
dan impor.
Perdagangan Internasional
1) Pengertian perdagangan internasional
2) Manfaat perdagangan internasional
3) Faktor pendorong dan penghambat perdagangan internasional
4) Teori perdagangan internasional
5) Kebijakan perdagangan internasional
6) Tujuan kebijakan perdagangan internasional
7) Alat pembayaran internasional
8) Neraca pembayaran internasional
9) Devisa

Pembelajaran:
 Menyaksikan youtube tentang perdagangan internasional, missal:
https://www.youtube.com/watch?v=XhK9DOK1wBM,https://www.youtube.com/
watch?v=ZJrbbu38SpM
 Membaca berbagai sumber belajar yang relevan tentang konsep dan kebijakan
perdaganganinternasional
 Mengajukan pertanyaan dan berdiskusi tentang konsep dan kebijakan perdagangan
internasional
 Menganalisis data dan informasi yang diperoleh serta membuat kesimpulan
tentang dampak kebijakan perdagangan internasional
 Menyajikan hasil analisis tentang dampak kebijakan perdagangan internasional
secaratulisan

BAHAN AJAR
KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Perdagangan internasional pada dasarnya masih perlu diawasi oleh negara-negara


di dunia ini mengingat dampaknya terhadap perekonomian nasional.Oleh
karenanya, ada kelompok yang setuju terhadap perdagangan internasional dan ada
pula yang tidak setuju. Hasil kajian dari pendapat dua kelompok yang pro dan
kontra terhadap perdagangan internasional tersebut, melahirkan peraturan-
peraturan perdagangan internasional berupa kebijakan-kebijakan perdagangan

123| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
internasional, berupa tarif, kuota, larangan ekspor, larangan impor, subsidi, premi,
diskriminasi harga, dan dumping.

a. Pengertian Kebijakan Perdagangan Internasional


Kebijakan perdagangan internasional adalah rangkaian tindakan yang akan
diambil untuk mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan
internasional guna melindungi kepentingan nasional. Jenis-jenis kebijakan dapat
diberlakukan untuk impor dan ekspor.

b. Kebijakan perdagangan internasional di bidang impor


1. Kuota
Kuota adalah suatu pembatasan atau jumlah barang yang diimpor oleh suatu
Negara dari semua Negara atau dari Negara-negara tertentu dalam jangka waktu
yang ditentukan. Kuota terdiri dari :
- Absolute Quota:
Mengizinkan pemasukan komoditas tertentu dalam jumlah yang ditetapkan selama
jangka waktu tertentu.
- Tariff Rate Quota :
Mengizinkan pemasukan barang dalam jumlah tertentu ke suatu Negara dengan
tariff yang diturunkan selama jangka waktu tertentu.
Menurut ketentuan WTO (World Trade Organization), sistem kuota ini hanya
dapat digunakan dalam hal berikut : untuk melindungi hasil pertanian, untuk
menjaga keseimbangan neraca pembayaran internasional, untuk melindungi
kepentingan ekonomi nasional.
Kuota biasanya menjadi jalan tengah, artinya : Apabila pemerintah suatu Negara
tidak melakuka pelarangan impor suatu barang, tetapi tidak juga ingin
menggunakan tarif karena dikhawatirkan bisa menaikkan harga dalam negeri,
maka kuota adalah cara yang ditetapkan untuk membatasi jumlah maksimum yang
bisa diimpor. Mekanisme kuota dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Dalam perdagangan bebas atau sebelum kuota diberlakukan, produksi dalam
negeri sebesar 0Q1, impor Q1 Q4 dan total konsumsi sebesar 0Q4 serta harga
sama dengan harga luar negeri, yaitu 0P1.Bila pemerintah memberlakukan kuota,
yaitu impor tidak lebih dari Q2 Q3 dan impor hanya bisa dilakukan oleh
perusahaan yang ditunjuk pemerintah, maka akan menyebabkan naiknya harga
menjadi 0P2. Produksi dalam negeri naik menjadi 0Q2, sedangkan konsumsi turun
menjadi0Q3.

2. Tarif atau BeaMasuk


Tarif atau bea masuk merupakan salah satu cara untuk melindungi produksi dalam
negeri dari serbuan impor. Tarif yang dikenakan terhadap produk impor
memberikan proteksi kepada produsen dalam negeri dalam bentuk mahalnya
barang impor di dalam negeri.

124| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Kebijakan tariff terdiri dari 2, yaitu sebagai berikut :
a) Kebijakan Tariff Barrier(TB)
Kebijakan Tariff Barrier dalam bentuk bea masuk adalah sebagai berikut :
 Tarif rendah antara 0% - 5%, dikenakan untuk bahan kebutuhan pokok dan vital
seperti beras, alat-alat militer,dll.
 Tarif sedang antara 5% - 20%, dikenakan untuk barang setengah jadi dan barang-
barang lain yang belum cukup diproduksi di dalamnegeri.
 Tarif tinggi di atas 20%, dikenakan untuk barang-barang mewah dan bukan
barang kebutuhanpokok.
b) Kebijakan Nontariff Barrier(NTB)
NTB adalah berbagai kebijakan perdagangan selain bea masuk yang dapat
mengurangi potensi manfaat perdagangan internasional. Secara garis besar NTB
dapat dikelompokkan sebagai berikut:
 Pembatasan Spesifik, terdiri dari larangan impor secara mutlak, perizinan impor
sertaembargo.
 Peraturan Bea Cukai, terdiri dari tatalaksana impor tertentu, penetapan harga
kurs valuta asing dandevisa.
 Campur tangan pemerintah, terdiri dari kebijakan pengadaan pemerintah,
subsidi, dan intensif ekspor.

3. Subsidi
Subsidi merupakan kebijakan pemerintah untuk memberikan perlindungan atau
bantuan kepada industri (pengusaha) dalam negeri dalam bentuk modal, berupa
mesin-mesin, peralatan, keahlian, keringanan pajak, dll, yang bertujuan untuk
menambah produksi dalam negeri, mempertahankan jumlah konsumsi di dalam
negeri, serta menjual produk dengan harga yang lebih murah daripada produk impor.
Dengan demikian, kebijakan subsidi lebih baik daripada kebijakan lainnya karena
alasan sebagai berikut :
 Subsidi diberikan secara terbuka, sehingga masyarakat bisa menilai manfaat atau
kerugiannya.
 Subsidi tersebut dibiayai dengan cara yang lebih adil karena tidak terjadi distribusi
pendapatan dari konsumen kepada produsen.

4. LaranganImpor
Larangan impor adalah kebijakan perdagangan internasional yang melarang secara
mutlak impor komoditas tertentu.Misalnya, larangan impor karet mentah dan
pakaian bekas. Akibat larangan impor, maka : naiknya harga produk yang dilarang
di dalam negeri, dan konsumsi masyarakat terhadap produk yang kena larangan
impor menurun.
c. Kebijakan perdagangan internasional di bidang ekspor
1. Diskriminasi Harga
Diskriminasi harga adalah penetapan harga jual yang berbeda pada dua pasar atau lebih
yang berbeda terhadap barang yang yang sama. Tujuannya adalah untuk mengadakan
pengawasan terhadap harga jual dan harga beli sehingga dapat diketahui elastisitas
125 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
permintaan, dan untuk memaksimalkan keuntungan.
Penyebab suatu Negara melakukan diskriminasi harga adalah karena :
- Sifat barang yang dijual dapat memungkinkan dilakukan diskriminasi harga.
- Barang tidak dapat dipindahkan dari suatu pasar ke pasar yang lain.
- Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di masing-masing pasar harus
berbeda.
- Produsen dapat mengeksploitasi beberapa sikap tidak rasional
konsumen,misalnya perbedaan kemasan, ukuran, dan warna.

2. Premi
Premi ialah penambahan dana (dalam bentuk uang) kepada produsen yang berhasil
mencapai target produksi (prestasi) yang ditentukan oleh pemerintah. Dengan adanya
premi dan subsidi kepada produsen dalam negeri maka :
- Harga jual barang lebih murah, lebih terjangkau oleh masyarakat menyebabkan
permintaan bertambah banyak.
- Hasil produksi meningkat.
- Menjaga kelangsungan hidup perusahaan.

3. Dumping
Dumping adalah suatu kebijakan diskriminasi harga secara internasional yang
dilakukan dengan menjual suatu komoditas di luar negeri dengan harga yang lebih
murah dibandingkan yang dibayar konsumen di dalam negeri. Ada 3 tipe dumping,
yaitu sebagai berikut :
a. Persistent dumping, yaitu kecenderungan monopoli yang berkelanjutan dari suatu
perusahaan di pasar domestik untuk memperoleh profit maksimum dengan menetapkan
harga yang lebih tinggi di dalam negeri daripada di uarnegeri.
b. Predatory dumping, yaitu tindakan perusahaan untuk menjual barangnya di luar negeri
dengan harga yang lebih murah untuk sementara sehingga dapat menggusur atau
mengalahkan perusahaan lain dari persainganbisnis.
c. Sporadic dumping, yaitu tindakan perusahaan dalam menjual produknya di luar negeri
dengan harga lebih murah secara sporadic dibandingkan harga di dalam negeri karena
adanya surpus produksi di dalam negeri.
Tujuan dumping adalah sebagai berikut :
a. Untuk menguasai pasar luar negeri
b. Untuk menghabiskan barang-barang produk lama

4. LaranganEkspor
Larangan ekspor merupakan kebijakan pemerintah suatu Negara melarang total semua
ekspor komoditas tertentu. Tujuannya adalah agar industri berkembang, membuka
kesempatan kerja baru, dan memberantas penyelundupan.

Politik Dagang Bebas (Free Trade)


Politik dagang bebas merupakan kebijakan pemerintah untuk mengadakan
perdagangan bebas antar Negara. Pihak-pihak yang mendukung kebijakan
perdagangan bebas mengajukan alasan bahwa perdagangan bebas akan
126 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
memungkinkan bila setiap Negara berspesialisasi dalam memproduksi barang dimana
suatu Negara memiliki keunggulan komparatif.

Politik Autarki
Politik autarki adalah kebijakan perdagangan dengan tujuan untuk menghindarkan
diri dari pengaruh-pengaruh negara lain, baik pengaruh politik, ekonomi, militer,
sehingga kebijakan ini bertentangan dengan prinsip perdagangan internasional yang
menganjurkan adanya perdagangan bebas.

TUJUAN KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL


Kebijakan perdagangan internasional diterapkan baik dalam kegiatan impor maupun
dalam kegiatan ekspor.Kebijakan perdagangan internasional untuk impor di tujukan
untuk mengatasi dampak buruk dari mengimpor barang. Ada beberapa keburukan
mengimpor suatu barang, yaitu salah satunya adalah perusahaan dalam negeri yang
memproduksi jenis barang yang sama akan gulung tikar karena kalah bersaing
dengan barang impor. Untuk itulah, pemerintah harus melindungi atau bertindak
untuk mengatasi keburukan itu dengan jalan memberi perlindungan (proteksi).Sama
halnya dengan kebijakan perdagangan internasionaldi bidang impor, kebijakan
perdagangan internasional di bidang ekspor juga di tujukkan untuk melindungi
produksi dalam negeri di samping memperoleh keuntungan.
Selain itu, kebijakan perdagangan internasional juga bertujuan untuk :
a. Mengendalikan Ekspor dan Impor
Setiap Negara dapat menggunakan kebijakan perdagangan internasional untuk
mengendalikan ekspor dan impor. Kebijakan perdagangan bebas berusaha
meningkatkan ekspor dengan cara menghapus hambatan perdagangan. Sedangkan
kebijakan perdagangan proteksionis berusaha meningkatkan ekspor antara lain
dengan cara menurunkan tariff ekspor.
b. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Bagi Negara maju, perekonomian akan tumbuh dengan baik bila hasil produksi yang
melimpah dapat diekspor ke berbagai Negara. Sebaliknya, bagi Negara berkembang,
perekonomian akan tumbuh dengan baik bila Negara bisa melindungi .
c. Menyehatkan Neraca Pembayaran
Untuk menghindari defisit (kekurangan) dalam neraca pembayaran, Negara dapat
menggunakan kebijakan perdagangan proteksionis sebagai salah satu alat.
Caranya yaitu dengan berusaha meningkatkan ekspor dan sekaligus menekan impor
dengan berbagai cara, seperti pemberlakuan kuota impor, tarif impor, dan larangan
impor.

Perdagangan internasional
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk
suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama.
Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu),
antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara
dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional

127 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan
internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat JalurSutra, Amber Road),
dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan
beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong
Industrialisasi, kemajuan transportasi,globalisasi, dan kehadiran perusahaan
multinasional.
Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam
negeri, perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks.
Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan
kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif,
atau quota barang impor.
Selain itu, kesulitan lainnya timbul karena adanya perbedaan budaya, bahasa, mata
uang, taksiran dan timbangan, dan hukum dalam perdagangan.
Model Adam Smith ini memfokuskan pada keuntungan mutlak yang menyatakan
bahwa suatu negara akan memperoleh keuntungan mutlak dikarenakan negara
tersebut mampu memproduksi barang dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan
negara lain. Menurut teori ini jika harga barang dengan jenis sama tidak memiliki
perbedaan di berbagai negara maka tidak ada alasan untuk melakukan perdagangan
internasional.
Model Ricardian memfokuskan pada kelebihan komparatif dan mungkin merupakan
konsep paling penting dalam teori pedagangan internasional. Dalam Sebuah model
Ricardian, negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik
produksi. Tidak seperti model lainnya, rangka kerja model ini memprediksi di mana
negara-negara akan menjadi spesialis secara penuh dibandingkan memproduksi
bermacam barang komoditas. Juga, model Ricardian tidak secara langsung
memasukan faktor pendukung, seperti jumlah relatif dari buruh dan modal dalam
negara.
Model Heckscgher-Ohlin dibuat sebagai alternatif dari model Ricardian dan dasar
kelebihan komparatif. Mengesampingkan kompleksitasnya yang jauh lebih rumit
model ini tidak membuktikan prediksi yang lebih akurat. Bagaimanapun, dari sebuah
titik pandangan teoritis model tersebut tidak memberikan solusi yang elegan dengan
memakai mekanisme harga neoklasikal kedalam teori perdagangan internasional.
Teori ini berpendapat bahwa pola dari perdagangan internasional ditentukan oleh
perbedaan dalam faktor pendukung. Model ini memperkirakan kalau negara- negara
akan mengekspor barang yang membuat penggunaan intensif dari faktor pemenuh
kebutuhan dan akan mengimpor barang yang akan menggunakan faktor lokal yang
langka secara intensif. Masalah empiris dengan model H-o, dikenal sebagai Pradoks
Leotief, yang dibuka dalam uji empiris oleh Wassily Leontiefyang menemukan
bahwa Amerika Serikat lebih cenderung untuk mengekspor barang padat karya
dibanding barang padat modal dan sebagainya.
Dalam model ini, mobilitas buruh antara industri satu dan yang lain sangatlah
mungkin ketika modal tidak bergerak antar industri pada satu masa pendek. Faktor
spesifik merujuk ke pemberian yaitu dalam faktor spesifik jangka pendek dari
produksi, seperti modal fisik, tidak secara mudah dipindahkan antar industri. Teori

128 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
mensugestikan jika ada peningkatan dalam harga sebuah barang, pemilik dari faktor
produksi spesifik ke barang tersebut akan untuk pada term sebenarnya.
Sebagai tambahan, pemilik dari faktor produksi spesifik berlawanan (seperti buruh
dan modal) cenderung memiliki agenda bertolak belakang ketika melobi untuk
pengendalian atas imigrasi buruh. Hubungan sebaliknya, kedua pemilik keuntungan
bagi pemodal dan buruh dalam kenyataan membentuk sebuah peningkatan dalam
pemenuhan modal. Model ini ideal untuk industri tertentu.
Model ini cocok untuk memahami distribusi pendapatan tetapi tidak untuk
menentukan pola pedagangan.
Model gravitasi perdagangan menyajikan sebuah analisis yang lebih empiris dari
pola perdagangan dibanding model yang lebih teoritis diatas. Model gravitasi, pada
bentuk dasarnya, menerka perdagangan berdasarkan jarak antar negara dan interaksi
antar negara dalam ukuran ekonominya. Model ini meniru hukumgravitasi Newton
yang juga memperhitungkan jarak dan ukuran fisik di antara dua benda. Model ini
telah terbukti menjadi kuat secara empiris oleh analisis ekonometri. Faktor lain
seperti tingkat pendapatan, hubungan diplomatik, dan kebijakan perdagangan juga
dimasukkan dalam versi lebih besar dari model ini.

Manfaat perdagangan internasional


a) Menjalin Persahabatan AntarNegara
b) Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negerisendiri
Banyak faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara.
Faktor-faktor tersebut di antaranya : Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek
dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu
memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.

c) Memperoleh keuntungan darispesialisasi


Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan
yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu
barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi adakalanya
lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri.

d) Memperluas pasar dan menambahkeuntungan


Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya)
dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang
mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan
internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan
menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.
e) Transfer teknologimodern
Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik
produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih modern.
Faktor pendorong
Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional,
di antaranya sebagai berikut :

129 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Faktor Alam/ Potensi Alam
Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
mengolah sumber daya ekonomi
Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk
tersebut.
Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja,budaya, dan
jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya
keterbatasan produksi.
Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.
Perdagangan internasional bukan hanya bermanfaat di bidang ekonomi saja.
Manfaatnyadi bidang lain pada masa globalisasi ini juga semakin terasa. Bidang itu
antara lain politik,sosial, dan pertahanan keamanan. Di bidang ekonomi,
perdagangan internasional dilakukan semua negara untuk memenuhikebutuhan
rakyatnya. Negara dapat diibaratkan manusia, tidak ada manusia yang bisa hidup
sendiri, tanpa bantuan orang lain. Begitu juga dengan negara, tidak ada negara
yangbisa bertahan tanpa kerja sama dengan negara lain. Negara yang dahulu
menutup diri dariperdagangan internasional, sekarang sudah membuka pasarnya.
Misalnya, Rusia, China, dan Vietnam. Perdagangan internasional juga memiliki
fungsi sosial. Misalnya, ketika harga bahan pangan dunia sangat tinggi. Negara-
negara penghasil beras berupaya untuk dapat mengekspornya. Di samping
memperoleh keuntungan, ekspor di sini juga berfungsi secarasosial. Jika krisis
pangan dunia terjadi, maka bisa berakibat pada krisis ekonomi. Akibatberantainya
akan melanda ke semua negara. Pada era globalisasi ini banyak muncul perusahaan
multi nasional. Perusahaan sepertiini sahamnya dimiliki oleh beberapa orang dari
beberapa negara. Misalnya, saham telkomseldimiliki oleh beberapa orang dari
Indonesia dan Singapura. Perusahaan multi nasional sepertiini dapat mempererat
hubungan sosial antar bangsa. Di dalamnya banyak orang dari berbagainegara saling
bekerja sama. Maka terjadilah persabatan di antara mereka. Perdagangan
internasional juga bermanfaat di bidang politik. Perdagangan antar negarabisa
mempererat hubungan politik antar negara. Sebaliknya, hubungan politik juga bisa
mempererat hubungan dagang. Perdagangan internasional juga berfungsi untuk
pertahanan keamanan. Misalnya, suatu negara non nuklir mau mengembangkan
senjata nuklir. Negara ini dapat ditekan dengandikenai sanksi ekonomi. Artinya,
negara lain tidak diperbolehkan menjalin hubungan dagang dengan negara tersebut.
Biasanya upaya seperti ini harus dengan persetujuan PBB. Hal inidilakukan demi
terciptanya keamanan dunia. Perdagangan internasional juga terkait dengan
pertahanan suatu negara. Setiap negaratentu membutuhkan senjata untuk
mempertahankan wilayahnya. Padahal, tidak semua negaramampu memproduksi
senjata. Maka diperlukan impor senjata. Untuk mencegah perdagangan barang-
barang yang membahayakan, diperlukan kerja sama internasional. Barang yang

130 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
membahayakan tersebut misalnya senjata gelap, obat-obatanterlarang, hewan
langka, ternak yang membawa penyakit menular, dsb. Untuk kepentinganinilah
pemerintah semua negara memiliki bea cukai. Instansi ini dibentuk pemerintahsuatu
negara untuk memeriksa barang- barang dan bagasi ketika memasuki suatu negara.
Pemeriksaan ini diperlukan untuk melihat apakah pajaknya telah dibayar.
Pemeriksaan jugauntuk mengecek barang-barang tersebut barang selundupan
ataupun barang terlarang atau tidak.
Cara yang digunakan dalam pemeriksaan antara lain dengan melihat dokumen
barang,menggunakan detektor barang berbahaya, atau menggunakan anjing pelacak.
Peraturan/Regulasi Perdagangan Internasional
Umumnya perdagangan diregulasikan melalui perjanjian bilateral antara dua negara.
Selama berabad-abad dibawah kepercayaan dalam Merkantilismekebanyakan negara
memiliki tarif tinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan internasional. pada
abad ke 19, terutama di Britania, ada kepercayaan akan perdagangan bebas menjadi
yang terpenting dan pandangan ini mendominasi pemikiran di antaranegara barat
untuk beberapa waktu sejak itu di mana hal tersebut membawa mereka ke
kemunduran besar Britania. Pada tahun- tahun sejak Perang Dunia II, perjanjian
multilateral kontroversial seperti GATTdab WTO memberikan usaha untuk membuat
regulasi global dalam perdagangan internasional. Kesepakatan perdagangan tersebut
kadang-kadang berujung pada protes dan ketidakpuasan dengan klaim dari
perdagangan yang tidak adil yang tidak menguntungkan secara mutual.
Perdagangan bebas biasanya didukung dengan kuat oleh sebagian besar negara yang
berekonomi kuat, walaupun mereka kadang-kadang melakukan proteksi selektif
untuk industri-industri yang penting secara strategis seperti proteksi tarifuntuk
agrikultur oleh Amerika Serikat dan Eropa.Belanda dan Inggris Rayakeduanya
mendukung penuh perdagangan bebas di mana mereka secara ekonomis dominan,
sekarang Amerika Serikat, Inggris,Australia dan Jepang merupakan pendukung
terbesarnya. Bagaimanapun, banyak negara lain (seperti India, Rusia, dan Tiongkok)
menjadi pendukung perdagangan bebas karena telah menjadi kuat secara ekonomi.
Karena tingkat tarif turun ada juga keinginan untuk menegosiasikan usaha non tarif,
termasuk investasi luar negri langsung, pembelian, dan fasilitasi perdagangan.
Wujud lain dari biaya transaksidihubungkan dengan perdagangan pertemuan dan
prosedur cukai.
Umumnya kepentingan agrikultur biasanya dalam koridor dari perdagangan bebas
dan sektor manufaktur seringnya didukung oleh proteksi. Ini telah berubah pada
beberapa tahun terakhir, bagaimanapun. Faktanya, lobi agrikultur, khususnya di
Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, merupakan penanggung jawab utama untuk
peraturan tertentu pada perjanjian internasional besar yang memungkinkan proteksi
lebih dalam agrikultur dibandingkan kebanyakan barang dan jasa lainnya. Selama
reses ada seringkali tekanan domestik untuk meningkatkan tarif dalam rangka
memproteksi industri dalam negri. Ini terjadi di seluruh dunia selama Depresi Besar
membuat kolapsnya perdagangan dunia yang dipercaya memperdalam depresi
tersebut.
Regulasi dari perdagangan internasional diselesaikan melalui World Trade

131 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Organization pada level global, dan melalui beberapa kesepakatan regional seperti
MerCOSUR di Amerika Selatan, NAFTA antara Amerika Serikat, Kanada dan
Meksiko, dan Uni Eropa antara 27 negara mandiri. Pertemuan Buenos Aires tahun
2005 membicarakan pembuatan dari Free Trade Area of America (FTAA) gagal
total karena penolakan dari populasi negara-negara Amerika Latin. Kesepakatan
serupa seperti MAI (Multilateral Agreement on Invesment) juga gagal pada tahun-
tahun terakhir.

E. METODEPEMBELAJARAN
Cooperative Script
F. MEDIAPEMBELAJARAN
1. Media
a. VideoYoutube
b. Lembar kerja peserta didikkelompok
c. Powerpoint
2. Alat danbahan
a. Laptop
b. Lcdproyektor
c. Speaker/soundsystem

G. SUMBERBELAJAR
1. Buku-buku Prathama Rahardja, Wiji Purwanta. Eksplorasi Nalar Siswa Ekonomi
SMA/MA kelas XI, Bandung. Yrama Widya,2015
2. Kinanti Geminastiti Ekonomi SMA/MA Kelas X Ilmu-Ilmu Peminatan. Bandung
Yrama Widya,2014
3. Astuti, Sari Dewi, Hery Sawiji dan Ngadiman. 2014. Ekonomi XII. Surakarta :
Mediatama
4. Wahyu, Suwerli dan Suratno. 2007.Ekonomi XI. Jakarta :Erlangga
5. Afifah, Evi Noor dkk. 2007. Ekonomi XI. Jakarta : WidyaUtama
6. Sukamto, Slamet. 2006. Ekonomi SMA Kelas XI. Jakarta:Yudhistira

H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
I. PertemuanI

132 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu

1. Pendahuluan 25 menit

1) Guru memberi salam dan menanyakan


kabar peserta didik.

2) Peserta didik beserta guru berdo’a dipimpin


ketua kelas

3) Guru mengecek kehadiran peserta didik

4) Guru memberikan apersepsi dengan


mengkaitkan materi teori perdagangan
internasional dengan materi kebijakan
perdagangan internasional

5) Guru menyampaikan kompetensi yang


ingindicapai.

6) Motivasi belajar : Memberikan pernyataan


mengenai pentingnya mempelajari
perdagangan internasional untuk mencapai
kemakmuran suatu negara.

7) Menyampaikan Informasi rancangan


penilaian dan penentuan besarnya KKM

8) Menyampaikan pengetahuan prasyarat


(permasalahan / tugas) dan tujuan
pembelajaran

9) Pemberian acuan: menyampai kancakupan


materi meliputi definisi / konsep
perdagangan internasional

10) Menyampaikan rencana kegiatan yangakan


dilakukan: pembagian kelompok,
penugasan dan diskusi kelompok, diskusi
pleno/diskusi kelas dan seterusnya.
2 Kegiatan Inti 130 menit

1.INTI

Sintak pembelajaran Cooperative Script

1) Peserta didik membentuk kelompok 2-3

133 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
orang

2) Guru dan peserta didik menetapkan siapa


yang pertama berperan sebagai pembicara
dan siapa yang berperan sebagaipendengar

3) Peserta didik diberi materi oleh guru dalam


terkait kebijakan perdaganganinternasional

4) Peserta didik diberikan kesempatanuntuk


mempelajari materi tersebut dan peserta didik
diminta membuatringkasan.

5) Setiap kelompok pendengar menuliskan


pertanyaan di LKS tentang hal-hal yangingin
diketahui dari materi kebijakan perdagangan
internasional.

6) Setiap kelompok pembicara membacakan


ringkasannya selengkap mungkin.

7) Kelompok pendengar memberi tanggapan


atas penjelasan yang disampaikan oleh
kelompok pembicara.

8) Setiap kelompok membuat simpulan


pelajaran dalam bentuk laporan kemudian
dikumpulkan kepada guru untuk diberi
penilaian.

3. Kegiatan Penutup 25 menit

a. Guru memberikan pertanyaan di slide


powerpoint, lalu peserta didik menjawab
“True orFalse”

b. Guru dan peserta didik menyimpulkan materi,


guru menginformasikan materi yang akan
dibahas pada pertemuan selanjutnya yaitu
tentang alat pembayaran internasional,
sertaevaluasi.

c. Guru menyampaikan nasehat untuk belajar


materi berikutnya dan memanfaatkan waktu
untuk belajar mandiri.

d. Peserta didik beserta Guru ber do’a dipimpin

134 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
ketua kelas

e. Guru menyampaikan salam penutup

Pertemuan II
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu

1. Pendahuluan 15 menit

1. Menyiapkan peserta didik untuk belajar, dengan


cara mengatur tempat duduk terlebih dahulu,
mengecek kebersihan kelas kemudian berdoadan
kegiatan mengabsen.

2. Apersepsi : Guru Mengajukan pertanyaankepada


peserta didik mengenai macam-macam kegiatan
perdaganganinternasional.

3. Motivasi belajar :

a. Memberikan pernyataan mengenai


perdagangan internasional dalamrangka
sumber devisaNegara.

4. Menyampaikan pengetahuan prasyarat


(permasalahan/tugas) dan tujuan pembelajaran.

5. Pemberian Acuan : Menyampaikan cakupan


materi meliputi : teori perdagangan internasional,
kebijakan perdagangan internasional dan tujuan
perdagangan internasional.

6. Menyampaikan rencana kegiatan yang akan


dilakukan : pembagian kelompok, penugasan dan
diskusi kelompok, diskusi pleno/diskusi kelas dan
seterusnya.
2 Kegiatan Inti 140 menit

a. Mengamati dan membaca berbagai sumber belajar


yang relevan tentang tentang: teori, kebijakan dan
tujuan perdagangan internasional dari berbagai
sumber yang relevan

135 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
b. Mengajukan pertanyaan dan berdiskusi untuk
mendapat klarifikasi tentang tentang : teori,
kebijakan dan tujuan perdagangan internasional
dari berbagai sumber yang relevan

c. Kelompok mendiskusikan jawaban tentang :teori,


kebijakan dan tujuan perdagangan internasional
yang benar dengan mengumpulkan data /
informasi serta membuat pola hubungan antar
anggota dan memastikan tiap anggota kelompok
dapat mengerjakannya atau mengetahui
jawabannya. serta dapat menyimpulkan
berdasarkan berbagai sumber yang relevan

d. Menyajikan hasil identifikasi tentang : teori,


kebijakan dan tujuan perdagangan internasional
berdasarkan data/informasi dari berbagaisumber
yang relevan secara lisan dantulisan

e. Tanggapan dari peserta didik yang lainkemudian


guru menunjuk nomor yang lain.

3. Kegiatan Penutup 25
menit
1. Peserta didik bersama guru membuat kesimpulan
tentang : teori, kebijakan dan tujuanperdagangan
internasional.

2. Mengadakan penilaian postest dan / refleksi


kegiatan pembelajaran.

3. Guru memberikan:

4. Tugas mandiri tidak terstruktur, bagi peserta didik


yang dinyatakan tuntas(pengayaan)

5. Tugas mandiri terstruktur, bagi peserta didik yang


dinyatakan tidak tuntas(remidi)

6. Guru menginformasikan materi pada pertemuan


berikutnya yaitu : alat pembayaraninternasional,
neraca perdagangan internasional dandevisa.

7. Kegiatan ditutup dengan doa (membaca hamdalah)


bersama-sama dan ucapan salam.

136 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Pertemuan III
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu

1. Pendahuluan 15 menit

1. Menyiapkan peserta didik untuk belajar, dengan


cara mengatur tempat duduk terlebih dahulu,
mengecek kebersihan kelas kemudian berdoadan
kegiatanmengabsen.

2. Apersepsi : alat pembayaran internasional,neraca


pembayaran dandevisa.

3. Motivasi belajar :

Memberikan pernyataan mengenai pentingnya


perdagangan internasional dalam kegiatan
perekonomian negara.

4. Menyampaikan pengetahuan prasyarat


(permasalahan/tugas) dan tujuan pembelajaran.

5. Pemberian Acuan : Menyampaikan cakupan


materi meliputi alat pemayaran internasional.
Neraca perdaganan dandevisa.

6. Menyampaikan rencana kegiatan yang akan


dilakukan : pembagian kelompok, penugasan dan
diskusi kelompok, diskusi pleno/diskusi kelas dan
seterusnya.

2 Kegiatan Inti 140 menit

a. Mengamati dan membaca berbagai sumber belajar


yang relevan tentang konsep perdagangan
internasional.

b. Mengajukan pertanyaan dan berdiskusi untuk


mendapat klarifikasi tentang konsep perdagangan
internasional.

137 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
c. Melakukan identifikasi tentang sumber devisa
negara.

d. Menyajikan hasil identifikasi perumusan


penyusunan neraca perdagangan berdasarkan
data/informasi dari berbagai sumber belajar yang
relevan secara tulisan

3. Kegiatan Penutup 25 menit

1. Peserta didik bersama guru membuatkesimpulan


tentang perdaganganinternasional.

2. Mengadakan penilaian postest dan /refleksi


kegiatanpembelajaran.

3. Guru memberikan:

a. Tugas mandiri tidak terstruktur, bagi pesertadidik


yang dinyatakan tuntas(pengayaan)

b. Tugas mandiri terstruktur, bagi peserta didikyang


dinyatakan tidak tuntas(remidi)

4. Kegiatan ditutup dengan Berdoa (membaca


hamdalah) bersama-sama dan mengucapkan
salam

J. PENILAIAN, PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN


1) Kompetensi pengetahuan(terlampir)
a. Teknik Penilaian:
1) Tes Tulis
2) Observasi
b. Bentuk Instrumen:
1) Pilihan ganda
2) Lembar observasi

2) Kompetensi Keterampilan (terlampir)


a.Teknik Penilaian:
Penilaian kinerja
b. Bentuk Instrumen:
Rubik penilaian kinerja

138 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
3) Pembelajaran Remidial dan pengayaan
Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial
a. Cara yang dapat ditempuh
1. Pemberian bimbingan secara khusus dan perorangan bagi peserta didik yang
belum atau mengalami kesulitan dalam materi
b. Materi dan waktu pelaksanaan program remedial
1. Program remedial diberikan hanya pada KD atau indikator yang belum tuntas
2. Program remedial dilaksanakan setelah mengikuti tes/ulangan KD tertentu atau
sejumlah KD dalam satu kesatuan
Teknik pelaksanaan penugasan/pembelajaran remedial:
a. Apabila yang belum memenuhi KKM <20% dari jumlah peserta didik, maka
dapat dilakukan secaraindividual.
b. Apabila yang belum memenuhi KKM antara 20%-50% dari jumlah peserta
didik, maka dengan cara kelompok
c. Apabila yang belum memenuhi KKM > 50% dari jumlah peserta didik, maka
dengan cara klasikal
Pelaksanaan Program Pengayaan
a. Cara yang dapat ditempuh
Memberikan soal-soal latihan tambahan tentang materi
b. Materi dan waktu pelaksanaan programpengayaan
1. Materi program pengayaan berupa penguatan materi yang dipelajari maupun berupa
pengembanganmateri
2. Waktu pelaksanaan program pengayaanadalah:
setelah mengikuti tes/ulangan KD tertentu atau kesatuan KD tertentu

Memeriksa/Menyetujui, Bekasi, Juli 2018


Kepala SMA Negeri 15 Kota Bekasi Guru Mata Pelajaran Ekonomi

Rusti Setiyarti, S.Pd, MM Hasan Basri, S.E


NIP. 19700303 199201 2 001 NIP.

139 | E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
LAMPIRAN :

Jurnal
Nama Sekolah : SMA NEGERI 15 KOTA BEKASI
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/1(Satu)
Tahun Pelajaran : 2018/2019

Nama Catatan Sikap Keterangan*)


Peserta Didik Perilaku (Aspek)

*) Keterangan bisa berupa tindak lanjut dan/atau perkembangan sikap peserta


didik setelah dilakukan pembinaan.

Penilaian Kompetensi Keterampilan

Lembar Penilaian Kinerja

SubPokokBahasan : Kebijakan Perdagangan Internasional


Kelas/Semester : XI/ 1(Satu)
Teknik Penilaian : Pengamatan Terhadap Kinerja peserta didik tentang
Kebijakan Perdagangan Internasional

140 | E k o n o m i X I H a s a n B a a r i
Penilaian Kinerja
Kemampuan Kemampuan Kemampuan
Nama Peserta presentasi bertanya menjawab Jumlah skor
didik
(1-4) (1-4) (1-4)

1.

2.

3.

4.

5.

Rubrik Penilaian
Keterangan Nilai

Amatbaik = skor4

Baik = skor 3

Cukup = skor2

Kurang = skor 1

Catatan:

Penilaian pengetahuan
1. Kebijakan proteksi yang dijalakan suatu negara bertujuan untuk…..
A. meningkatkan pendapatan pengusahan nasional
B. membatasi masuknya barang-barang luar negeri
C. membantu pengusaha nasional memasarkan hasil produksinya di lua negeri
D. melindungi produksi dalam negeri terhadap barang-barang impor
E. melindungi pengusaha dan kebangkrutan

2. Untuk memajukan industri dalam negeri, pemerintah mengenakan bea impor yang
tinggi terhadap barang luar negeri. Kebijakan ini dinamakan…..

141| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
A. tarif D.subsidi
B. dumping E.proteksi
C. kuota

3. Kebijakan pemerintah dalam perdagangan internasional, yaitu menentukan harga


barang dalam negeri lebih mahal dibandingkan dengan harga barang yang dijual ke
luar negeri dinamakan…..
A. dumping D.tarif
B. proteksi E. kuota
C. subsidi

4. Batas atas sejumlah tertentu barang yang diizinkan untuk diekspor dan diimpor
disebut…..
A. tarif D.autarki
B. kuota E.proteksime
C. dumping
5. Untuk menyelesaikan pembayaran internasional eksportir dapat membuka L/C,
yaitu…..
A. kredit dengan jaminan surat-surat berharga
B. kredit dengan jaminan dokumen ekspor
C. surat jaminan kredit untuk ekspor
D. surat kepercayaan tagihan kepada importir
E. kredit dengan jaminan emas

6. Menetapkan tarif yang cukup tinggi bagi barang-barang impor tergolong pada
kebijakan….
A. autarki D.kuota
B. bebas E. dumping
C. proteksi

7. Indonesia menjual barang di Negara lain lebih murah daripada di dalam negerinya
sendiri. Kebijakan tersebut disebut…..
A. kuota D.autarki
B. dumping E.proteksi
C. pengawasan devisa

8. Pembayaran internasional yang dilakukan dengan cara mengkompensasikan eksportir


dan importir dalam suatu Negara yang memiliki hak dan kewajiban sama disebut…..
A. full bodied money
B. bill ofchange
C. letter ofcredit
D. private compensation
E. cheque transfer

142| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
9. Kebijakan pemerintah untuk mengurangi masuknya barang dari luar negeri dengan
menetapkan pajak yang tinggi terhadap barang-barang impor disebut…..
A. Penetapan tarif D.proteksionisme
B. diskriminasi harga E. politik fiskal
C. larangan impor

10. Di bawah ini yang merupakan kebijakan perdagangan internasional di bidang impor
dengan membatasi jumlah barang impor adalah….
A. kuota D.subsidi
B. tarif E. larangan impor
C. dumping

KUNCI JAWABAN EVALUASI

1. D 6. C
2. A 7. B
3. A 8. C
4. B 9. A
5. B 10. A

143| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
No.9/XI/2018

Sekolah : SMA NEGERI 15 KOTA BEKASI


MataPelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : X1/II
MateriPokok : Kerja Sama Ekonomi Internasional.
Waktu : 2x 4JP=8JP (2xpertemuan)

A. TujuanPembelajaran
A.1 Kompetensi Pengetahuan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan definisi/ konsep kerjasama ekonomi internasional.
2. Menguraikan Manfaat kerjasama ekonomi internasional.
3. Menentukan Bentuk-bentuk kerjasama ekonomi.
4. Mengklasifikasikan macam-macam lembaga kerja sama ekonomi internasional.
5. Menganalisis kegiatan kerjasama ekonomi internasional.
6. Mendiagnosis tujuan kerjasama ekonomi internasional.
7. Menelaah kebijakan kerjasama internasional.
8. Memdeteksi dasar pengelompokkan pedoman kerjasama internasional.

A.2 KompetensiKeterampilan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat
membuat laporan dan mampu mensosialisasikan tentang:
1. Mengidentifikasi kegiatan kerjasama ekonomi internasional.
2. Merancang tujuan kerjasama ekonomi internasional.
3. Mendemontrasikan berbagai kegiatan kerjasama ekonomi internasional.
4. Merumuskan pedoman kerjasama ekonomi internasional.

B. Kompetensi Inti
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan.
c) Kompetensi Dasar
3.9 Mendeskripsikan kerja sama ekonomi internasional.
4.9 Menyajikan bentuk dan manfaat kerja sama ekonomi internasional.

144| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
d) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Setelah mempelajari materi ini peserta didik diharapkan mampu:
3.9.1 Menjelaskan definisi/ konsep kerjasama ekonomi internasional.
3.9.2 Menguraikan Manfaat kerjasama ekonomi internasional.
3.9.3 Menentukan Bentuk-bentuk kerjasama ekonomi.
3.9.4 Mengklasifikasikan macam-macam lembaga kerja sama ekonomi
internasion.
3.9.5 Mensimulasikan kegiatan kerjasama ekonomi internasional.
3.9.6 Menentukan tujuan kerjasama ekonomi internasional.
3.9.7 Menetapkan kebijakan kerjasama internasional.
3.9.8 Merumuskan pedoman kerjasama internasional.
4.9.1 Mengidentifikasi kegiatan kerjasama ekonomi internasional.
4.9.2 Merancang tujuan kerjasama ekonomi internasional.
4.9.3 Menyusun kegiatan kerjasama ekonomi internasional.
4.9.4 Merumuskan pedoman kerjasama ekonomi internasional.

e) MateriPembelajaran
1) Materi berdasarkan fakta
2) Materi berdasarkan Konsep
3) Materi berdasarkan Prosedur
4) Materi berdasarkan Prinsip

Kerjasama Ekonomi Internasional


1) Pengertian kerjasama ekonomi internasional
2) Manfaat kerjasama ekonomi internasional
3) Bentuk-bentuk kerjasama ekonomi
4) Lembaga-lembaga kerja sama ekonomi internasional

Kegiatan Pembelajaran
 Membaca buku teks dan atau sumber belajar lainnya yang relevan tentang
kerja sama ekonomi internasional
 Mencari, mengamati sumber belajar atau menyaksikan film yang berhubungan
dengan kerja sama ekonomi internasional
 Mengajukan pertanyaan dan berdiskusi tentang kerja sama ekonomi
internasional
 Mengolah data dan informasi untuk membuat kesimpulan tentang bentuk dan
manfaat kerja sama ekonomi internasional
 Menyajikan bentuk dan manfaat kerja sama ekonomi internasional secara lisan
dan tulisan

145| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Materi Kerjasama Ekonomi Internasional
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
PENGERTIAN KERJASAMA EKONOMI ANTARNEGARA Istilah kerja sama
ekonomi internasional tidak sama dengan perdagangan internasional. Kerja sama
ekonomi internasional mempunyai cakupan yang lebih luas daripada perdagangan
internasional.
Dengan demikian kerjasama ekonomi internasional adalah hubungan antara suatu
negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui
kesepakatankesepakatan tertentu, dengan memegang prinsip keadilan dan saling
menguntungkan. Apakah kerja sama ekonomi internasional itu? Kerja sama
ekonomi internasional adalah suatu kerja sama dalam bidang ekonomi yang
dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain. Kerja sama tersebut dapat terjadi
hanya melibatkan dua negara saja maupun lebih.
Kerjasama ekonomi internasional adalah kerjasama di bidang ekonomi antara dua
atau lebih negara yang saling menguntungkan. Bentuk-Bentuk Kerja Sama
Ekonomi Internasional Banyak negara yang melakukan kerja sama ekonomi
internasional karena menyadari bahwa kerja sama ekonomi internasional
memberikan manfaat. Kerja sama ini dapat dilakukan antara negara maju dengan
negara berkembang, atau antara sesama negara maju. Kerja sama antara negara
maju dengan negara berkembang diwujudkan dalam bentuk tukar-menukar barang
mentah dengan barang jadi, atau pertukaran barang mentah dengan modal dan
tenaga ahli. Sedangkan kerja sama antara sesama negara maju diwujudkan dalam
bentuk pertukaran tenaga ahli serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Dilihat dari letak geografisnya, kerja sama ekonomi internasional dapat
dibedakan menjadi tiga sebagai berikut:
a. Kerja sama ekonomi internasional, yaitu kerja sama di bidang ekonomi yang
dilakukan oleh banyak negara didunia.
b. Kerja sama ekonomi regional, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh negara-
negara yang berada dalam suatu kawasan tertentu.
c. Kerja sama ekonomi antarregional, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh
negara-negara yang berada dalam satu kawasan dengan negara-negara yang berada di
kawasan yanglain.
Berdasarkan banyaknya negara peserta, kerja sama ekonomi internasional dapat
dibedakan menjadi dua sebagai berikut:
a. Kerja sama ekonomi bilateral, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh dua
negara.
b. Kerja sama ekonomi multilateral, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh lebih
dari duanegara.
Faktor-Faktor Penyebab Kerja Sama Antarnegara Setiap kerja sama yang
dilakukan oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Faktor-faktor yang memengaruhi dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan
yang dimiliki antarNegara :

a. Kerja Sama Antarnegara Akibat AdanyaPerbedaan


146| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Berikut ini perbedaan-perbedaan yang mendorong kerja sama antar
negara.Perbedaan sumber daya alam Sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap
negara berbeda-beda baik dari segi jenis dan jumlahnya. Ada negara yang
memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun ada juga negara yang
memiliki sedikit sumber daya alam. Contohnya Indonesia kaya akan sumber daya
alam berupa bahan baku, namun negara Arab Saudi sedikit menghasilkan bahan
baku untuk industri, padahal kebutuhan mereka akan bahan baku sangat besar.
Dengan demikian negara-negara yang sedikit menghasilkan bahan baku akan
melakukan kerja sama dengan negara yang kaya akan bahan baku industri,
dengan tujuan agar kebutuhan bahan baku dapatterpenuhi.
1) Perbedaan iklim dan kesuburan tanah.Perbedaan iklim dan kesuburan tanah
antara satu negara dengan negara lain akan menyebabkan perbedaan jenis
tanaman. Misalnya Indonesia dan beberapa negara lainnya yang beriklim
tropis, curah hujan yang tinggi, dan lahan yang subur akan menghasilkan padi,
kopi, teh, karet, dan sebagainya. Sedangkan negara-negara seperti di Eropa
yang beriklim sedang tidak cocok untuk jenis tanaman tersebut, sehingga
mereka harus memperolehnya dari negara-negaratropis.
2) Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi Kemampuan dan penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu negara dengan
negara lain tidak sama. Negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa
Barat, dan Jerman memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan
dan teknologi dibandingkan negara-negara berkembang seperti di Afrika dan
sebagian Asia. Adanya perbedaan tersebut, negaranegara berkembang dapat
melakukan kerja sama dengan negaranegara maju. Dengan demikian negara-
negara berkembang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan danteknologinya.
3) Perbedaan ideologi Perbedaan ideologi antarsuatu wilayah negara dengan
negara lain dapat memicu konflik antarnegara bahkan menjadi
konflikninternasional. Untuk meredakan konflik atau ketegangan perlu adanya
kerja sama, sehingga tidak memperbesar konflik yang telah ada. Misalnya
negara seperti Hongkong yang memisahkan diri dengan RRC yangberideologi
komunis, memerlukan kerja sama dalam bidang politik dengan negara yang
berideologi liberal seperti Amerika Serikat. Hal ini perlu dilakukan agar
masalah-masalah yang timbul dapat diselesaikan di mejaperundingan.

b. Kerja Sama Antarnegara Akibat AdanyaKesamaan


Berikut ini beberapa kesamaan yang mendorong kerja sama antarNegara :
1) Kesamaan sumber daya alam Kesamaan sumber daya alam antara beberapa
negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama antarnegara. Misalnya
beberapa negara penghasil minyak bumi membentuk suatu kerja sama yang
diberi nama OPEC (Organization of Petroleum ExportingCountries).
2) Kesamaan keadaan wilayah (kondisi geografis) Negara-negara yang terletak di
suatu wilayah yang memiliki kondisi geografis yang sama sering mengadakan
kerja sama untuk kepentingan wilayah dari masing-masing negara anggotanya.
Misalnya negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara membentuk
kerja sama melalui organisasi ASEAN, dan sebagainya.

147| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
3) Kesamaan ideologi Negara-negara yang mempunyai kesamaan ideologi dapat
mendorong suatu negara melakukan kerja sama. Sebagai contoh NATO (North
Atlantic Treaty Organization) adalah kerja sama negaranegara di Atlantik
Utara yang berideologi liberal. Selain itu, negaranegara yang tidak memihak
pada blok Barat ataupun blok Timur membentuk kerja sama dalam organisasi
Nonblok.
4) Kesamaan agama Adanya persamaan agama juga dapat mendorong beberapa
negara untuk bergabung dalam suatu organisasi. Misalnya OKI (Organisasi
Konferensi Islam), yaitu kelompok organisasi negara-negara Islam. Mereka
bergabung dalam OKI sebagai respon atas peristiwa pembakaran Masjid Al
Aqsa di Yerusalem yang dilakukan olehIsrael.

HAL-HAL YANG MENYEBABKAN TIMBULNYA KERJASAMA


ANTARNEGARA:
a. Terbatasnya kemampuan suatu negara dalam memproduksi barang dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan masyarakatnya yang tidakterbatas.
b. Adanya perbedaan kondisi geografis, sosial ekonomi, dan ilmu pengetahuan masing-
masingnegara.
c. Perbedaan faktor produksi yang dimiliki oleh masing-masingnegara.
Tujuan Kerja Sama Ekonomi Internasional Kerja sama ekonomi internasional
dapat berjalan dengan harmonis apabila tiap negara yang terlibat dapat menikmati
keuntungannya. Selain itu, kerja sama tersebut juga harus didasari rasa ingin
membantu negara lain. Mereka yang terlibat dalam kerja sama ekonomi
internasional harus memahami tujuan diadakannya kerja sama tersebut.
Secara rinci, kerja sama ekonomi internasional bertujuan sebagai berikut:
a. Mencukupi Kebutuhan dalam Negeri Tidak ada negara yang memiliki semua barang
dan jasa untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya. Bagi negara yang memiliki
kelebihan suatu produk tertentu dapat menjual ke negara lain sehingga semua negara
dapat memperoleh barang yangdibutuhkan.
b. Meningkatkan Produktivitas dalam Negeri Dengan melakukan kerja sama ekonomi
dengan negara lain, suatu negara bisa memperoleh bahan produksi yang belum
dimiliki. Sumber-sumber produksi yang tidak terdapat di dalam negeri bisa diimpor
dari luar negeri. Dengan demikian, produksi di dalam negeri menjadi lebih lancar
sehingga produktivitasnyameningkat.
c. Memperluas Lapangan Kerja Kerja sama ekonomi internasional membuat
ketercukupan sumber-sumber produksi yang semula tidak dimiliki oleh suatu negara.
Oleh karena ketercukupan sumber-sumber produksi maka proses produksi bisa
berjalan. Hal ini dapat menciptakan lapangan kerja. d. Meningkatkan Pendapatan
Negara melalui Ekspor Ekspor dilakukan apabila harga di luar negeri lebih tinggi
daripada di dalam negeri. Oleh karena itu, ekspor dapat meningkatkan pendapatan
karena perolehan penjualan meningkat. e. Memperkuat Rasa Persahabatan Dengan
melakukan kerja sama ekonomi internasional, jalinan persahabatan negara-negara
yang terlibat menjadi semakin baik. Hal ini karena adanya kesadaran bahwa mereka
salingmembutuhkan.

148| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
Tujuan kerja sama ekonomi internasional adalah sebagai berikut :
a. Mengentaskan bangsa-bangsa di dunia dari kemiskinan, kelaparan, dan
keterbelakanganpendidikan.
b. Memajukan perekonomian dan perdagangandunia.
c. Memajukan pembangunan negara-negaraberkembang.
d. Meningkatkan pendapatan negara(devisa).
e. Menjalin persahabatan antarbangsa didunia.
f. Turut serta dalam menjaga perdamaian dan ketertibandunia.
g. Mengatur pemasaran komoditi di berbagai negara didunia.
h. Mencegah berbagai peraturan yang menghambat perdaganganantarnegara.
i. Memperluas perdaganganantarnegara.
j. Mewujudkan sistem pembayaranmultilateral.
k. Menciptakan kestabilan ekonomi dan memajukan perekonomianantarnegara.

TUJUAN KERJASAMA INTERNASIONAL


Berdasarkan pengertian kerja sama, maka setiap negara yang mengadakan kerja
sama dengan negara lain pasti mempunyai tujuan. Berikut ini tujuan kerja sama
antarnegara.
a. Mengisi kekurangan di bidang ekonomi bagi masing-masing negara yang
mengadakan kerjasama.
b. Meningkatkan perekonomian negara-negara yang mengadakan kerja sama di berbagai
bidang.
c. Meningkatkan taraf hidup manusia, kesejahteraan, dan kemakmuran dunia.
d. Memperluas hubungan dan mempererat persahabatan.
e. Meningkatkan devisa negara.
BADAN - BADAN KERJASAMA ANTAR NEGARA YANG BERSIFAT
REGIONAL DAN MULTILATERAL
Badan kerja sama ekonomi antarnegara: Badan kerja sama regional di bidang
ekonomi terdiri atas ASEAN, AFTA, APEC, EU, EFTA, ADB.
1) ASEAN (Association of South East Asian Nation) ASEAN adalah organisasi yang
bertujuan mengukuhkan kerja sama regional negara-negara di Asia Tenggara. ASEAN
didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok oleh lima negara pendiri ASEAN,
yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Pada perkembangannya,
lima negara Asia Tenggara lainnya yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Laos,
Myanmar, dan Vietnam ikut bergabung dalam ASEAN. ASEAN dalam menjalankan
tugas-tugasnya dengan melibatkan komite di berbagaibidang.

2) AFTA (ASEAN Free Trade Area) AFTA atau kawasan perdagangan bebas ASEAN
adalah forum kerja sama antarnegara ASEAN yang bertujuan menciptakan wilayah
perdagangan bebas di seluruh kawasan ASEAN. Konsep perdagangan bebas iniantara
lain meliputi penghapusan atau penurunan tarif perdagangan barang sesama negara
ASEAN sehingga menurunkan biaya ekonomi. Pembentukan AFTA berawal dari
pertemuan anggota ASEAN pada KTT ASEAN ke-4 di Singapura pada Januari 1992.
Berikut ini beberapa tujuanAFTA.

149| E k o n o m i X I H a s a n B a s r i
a) Meningkatkan spesialisasi di negara-negaraASEAN.
b) Meningkatkan ekspor dan impor baik bagi ASEAN ataupun di luarASEAN.
c) Meningkatkan investasi bagi negaraASEAN.

3) APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) APEC merupakan forum kerja sama
negara di kawasan Asia Pasifik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
perdagangan, dan investasi di antara sesama negara anggota. Keberadaan APEC atas
prakarsa Bob Hawke (perdana menteri Australia). Tujuan dari APEC tertuang dalam
Deklarasi Bogor pada tahun 1994, yaitu menetapkan kawasan APEC sebagai kawasan
perdagangan dan investasi bebas dan terbuka yang berlaku paling lambat tahun 2020.
Untuk negara anggota yang termasuk dalam kategori negara maju, kawasan bebas dan
terbuka harus sudah terealisasi paling lambat 2010. Untuk mencapai tujuannya, APEC
dalam melakukan kegiatannya selalu berlandaskan pada prinsip kesepakatan bersama
yang sifatnya tidak mengikat, dialog terbuka, serta prinsip saling menghargai
pandangan dan pendapat seluruh anggota. Keputusan yang diambil oleh APEC dibuat
berdasarkan konsensus dan kesepakatan yang sifatnya sukarela. Indonesia merupakan
salah satu negara pencetus APEC. Indonesia pernah menjadi tuan rumah pertemuan
pemimpin APEC II di kota Bogor pada tahun 1994. Keikutsertaan Indonesia dalam
forum APEC diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian
nasional, investasi, dan perdagangan internasional. Selain itu, keanggotaan Indonesia
juga diharapkan dapat memperlancar dan mempererat kerja sama nonekonomi
antarsesama negara anggota pada tingkat bilateral maupunmultilateral.

4) EU (European Union) European Union atau Uni Eropa adalah organisasi kerja sama
regional di bidang ekonomi dan politik negara di Eropa. Pembentukan EU berawal
dari penandatanganan Traktat Roma tentang pendirian komunitas energi atom
(European Atomic Energi Community) dan komunitas Masyarakat Ekonomi Eropa
(MEE). Lembaga-lembaga tersebut pada tanggal 1 Juli 1967 bergabung menjadi satu
organisasi yaitu Masyarakat Eropa (ME) dan kemudian pada tahun 1993 menjadi Uni
Eropa. Kegiatan Uni Eropa pada awalnya hanya terbatas di bidang perdagangan.
Akan tetapi sejalan dengan pertambahan anggota Uni Eropa, berkembang pula bentuk
kerja sama itu. Kerja sama tersebut adalah dalam bidang ekonomi yang lebih luas,
seperti kebijakan perpajakan, perindustrian, pertanian, dan politik. Upaya ini
dilanjutkan dengan membentuk pasaran bersama, sebuah perjanjian untuk menghapus
halangan terhadap mobilitas faktor produksi sesama negara anggota Uni Eropa.
Anggota Uni Eropa terdiri atas 27 negara. Negara negara anggota UE terdiri atas:
Irlandia, Inggris, Prancis, Portugal, Spanyol, Italia, Yunani, Austria, Belgia,
Luksemburg, Jerman, Belanda, Denmark, Swedia, Finlandia, Polandia, Ceko,
Hongaria, Slovenia, Siprus, Malta, Slovakia, Latvia, Lithuania, Estonia, Rumania,
Bulgaria.

150 | E k o n o m i X I U b a S o b a r i
5) EFTA (European Free Trade Area) EFTA didirikan pada tahun 1959 sebagai lembaga
kerja sama ekonomi antara negara-negara Eropa yang tidak termasuk MEE. Negara
anggota EFTA terdiri atas Austria, Swiss, Denmark, Norwegia, Swedia, danPortugal.
6) ADB (Asian Development Bank) ADB atau Bank Pembangunan Asia, didirikan
tanggal 19 Desember 1966. ADB berpusat di Manila, Filipina. Tujuan didirikan ADB
adalah untuk membantu negara-negara Asia yang sedang membangun dengan cara
memberikan pinjaman lunak, yaitu dengan masa pembayaran dalam jangka panjang
serta bunga yangrendah.
Badan kerja sama multilateral di bidang ekonomi.
*Di bawah naungan PBB: IMF, IBRD, WTO, FAO, ILO, IFC, UNDP,
UNIDO.
1) IMF (International Monetary Found) IMF atau Dana Moneter Internasional adalah
lembaga keuangan internasional yang didirikan untuk menciptakan stabilitas sistem
keuangan internasional.
IMF didirikan pada tanggal 27 Desember 1945. Markas besar IMF berada di
Washington DC, AS. IMF didirikan dengan beberapa tujuan berikut ini.
a. Meningkatkan kerja sama keuangan atau moneter internasional dan
memperlancar pertumbuhan perdagangan internasional yangberimbang.
b. Meningkatkan stabilitas nilai tukar uang dan membantu terciptanya lalu lintas
pembayaran antar negara.
c. Menyediakan dana bantuan bagi negara anggota yang mengalami defisit yang
bersifat sementara dalam neraca pembayaran.
Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai IMF, maka kegiatan kegiatan utama IMF
terdiri atas hal-hal berikut ini.
a) Memonitor kebijakan nilai tukar uang negaraanggota.
b) Membantu negara anggota mengatasi masalah yang berkaitan dengan
neraca pembayaran.
c) Memberikan bantuan teknis dan pelatihan dalam rangka meningkatkan
kapasitas institusi serta sumber daya manusianya. Bantuan juga
diberikan untuk mendesain dan mengimplementasikan kebijakan
makroekonomi serta perubahan struktural yangrelatif.
2) IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) IBRD disebut juga
World Bank atau Bank Dunia. IBRD merupakan organisasi pemberi kredit kepada
negara-negara anggota untuk tujuan pembangunan. IBRD didirikan pada tanggal 27
Desember 194 dan berkedudukan di Washington DC, Amerika Serikat. IBRD
berusaha mengumpulkan dana dari para anggota untuk dipinjamkan kepada para
anggota yang memerlukan dana untuk pembangunan. Pinjaman yang dibiayai oleh
IBRD hanya ditujukan untuk proyek proyek yangpositif.
3) WTO (World Trade Organization) WTO atau organisasi perdagangan dunia adalah
organisasi internasional yang bertugas untuk menata dan memfasilitasi lalu lintas
perdagangan antarnegara serta mengatasi perselisihan perdagangan antarnegara. WTO
dibentuk pada tahun 1995 sebagai pengganti dari General Agreement on Tariff and
Trade (GATT). GATT merupakan persetujuan umum tentang tarif dan perdagangan
yang dibentuk tahun 1947. Tujuan didirikannya GATT ialah untuk mengurangi

151| Ekonomi XI Hasan Basri


hambatan perdagangan antarnegara dengan memerhatikan kepentingan negara yang
melakukan transaksi perdagangan. GATT dibubarkan di Jenewa,
Swiss pada tanggal 12 Desember 1995. Pembubaran GATT dilakukan setelah
organisasi ini berjalan berdampingan dengan WTO. WTO didirikan untuk
melaksanakan tugas-tugas berikut ini.
a) Memantau pelaksanaan perjanjiandagang.
b) Mengevaluasi kebijakan perdagangan nasional negaraanggota.
c) Sebagai forum negoisasi perdagangan dan aktif menangani setiap konflik
perdagangan yangterjadi.
d) Memberikan bantuan teknik dan pelatihan untuk negara-negara berkembang.
e) Melakukan kerja sama dengan organisasi internasional lainnya.
4) FAO (Food and Agricultural Organization) FAO adalah organisasi
internasional yang bergerak di bidang pangan dan pertanian. FAO didirikan
tanggal 16 Oktober 1945 dan berkedudukan di Roma, Italia. Tujuandidirikannya
FAO untuk meningkatkan jumlah dan mutu pangan serta menyelenggarakan
persediaan bahan makanan dan produksi agraris internasional. Indonesia sebagai
anggota FAO pernah menerima penghargaan atas keberhasilannya dalam
meningkatkan produksiberas.
5) IFC (International Finance Corporation) IFC merupakan bagian dari Bank
Dunia. IFC bertugas memberikan bantuan modal kepada pengusaha-pengusaha
swasta yang dijamin pemerintahannya serta membantu menyalurkan investasi luar
negeri ke negara-negara sedang berkembang. IFC berdiri pada tanggal 24 Juli
1956 dan pusatnya di Washington, AmerikaSerikat.
6) ILO (International Labour Organization) ILO atau Organisasi Perburuhan
Internasional yang bertugas mempromosikan keadilan sosial serta hak buruh. ILO
dibentuk oleh Liga Bangsa-Bangsa Melalui Traktat Versailes (Treaty of
Versailles) pada tahun 1919. Prinsip yang digunakan ILO sebagai dasar
kegiatannya adalah perdamaian abadi dapat dicapai jika didasarkan pada keadilan
sosial. ILO sebagai salah satu organisasi perburuhan dunia akan memperjuangkan
hal-hal berikutini.
a) Penghormatan terhadap hak asasi manusia(HAM).
b) Standar hidup yang lebihbaik.
c) Kondisi kerja yangmanusiawi.
d) Kesempatankerja.
e) Keamananekonomi.
Adapun produk yang dihasilkan ILO baik berupa peraturan atau kesepakatan
antara pengusaha dan pekerja, terdiri atas hal-hal berikut ini.
a) Batasan lama bekerja ialah 8 (delapan)jam/hari.
b) Perlindungan terhadap tenaga kerja wanita (ibu) yang sedang hamil.
c) Pengaturan tentang pekerja anak-anak.
d) Peningkatan keselamatankerja.
e) Penciptaan kondisi kerja yangkondusif.
ILO memiliki dua lembaga penting dalam melaksanakan kegiatannya yakni
Lembaga Studi Perburuhan dan Pusat Pendidikan Internasional. Lembaga Studi

152| Ekonomi XI Hasan Basri


Perburuhan menyelenggarakan pendidikan dan riset tentang kebijakan sosial dan
perburuhan. Adapun pusat pendidikan internasional menyediakan program hasil
rancangan para direktur dan ahli lainnya yang memimpin lembaga kejuruan dan
teknis. ILO dalam menjalankan kegiatannya juga menjalin kerja sama baik dengan
pemerintah, pengusaha, dan organisasi pekerja. Kerja sama ini dilakukan melalui
proyek promosi tenaga kerja, pengembangan SDM, produktivitas, hubungan
industri, dan pendidikan bagi pekerja.
7) UNDP (United Nations Development Program) UNDP adalah organisasi di
bawah PBB yang bertugas memberikan sumbangan untuk membiayai program-
program pembangunan terutama bagi negara-negara yang sedang berkembang.
UNDP dibentuk pada bulan November1965.
8) UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) UNIDO
merupakan organisasi pembangunan PBB yang bertujuan untuk memajukan
perkembangan industri di negara-negara berkembang yaitu dengan memberikan
bantuan teknis, program latihan, penelitian, dan penyediaan informasi. UNIDO
didirikan pada tanggal 24 Juli 1967. UNIDO berkedudukan di Wina, Austria.
Selain organisasi-organisasi ekonomi di atas terdapat pula organisasi internasional
lainnya yang berkaitan dengan bidang ekonomi. Akan tetapi organisasi tersebut
tidak berada di bawah naungan PBB. Berikut ini bentuk-bentuk lembaga
internasional di bidangekonomi.
* Tidak di bawah naungan PBB: OPEC, CGI, OECD.
1) OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) OPEC adalah organisasi
negara-negara pengekspor minyak. OPEC didirikan atas prakarsa lima negara
produsen terbesar minyak dunia, yaitu Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan
Venezuela, pada pertemuan tanggal 14 September 1960 di Baghdad, Irak. OPEC
berkedudukan di Wina,Austria.
OPEC mempunyai beberapa tujuan berikut ini.
a) Menyatukan kebijakan perminyakan antara negara-negara anggota.
b) Memenuhi kebutuhan dunia akan minyak bumi.
c) Menstabilkan harga minyak dunia.
d) Menentukan kebijakan-kebijakan untuk melindungi negara-negaraanggota.
OPEC berupaya menstabilkan harga minyak di pasar internasional dan menjamin
kesinambungan pasokan minyak kepada negara-negara konsumen. Salah satu cara
untuk menjaga stabilitas pasar minyak internasional adalah melalui penentuan
kuota (batas tertinggi) produksi minyak berdasarkan kesepakatan negara anggota.
Misalnya, apabila permintaan minyak dunia meningkat atau salah satu negara
anggota OPEC mengurangi produksinya, maka negara anggota OPEC lain dapat
secara sukarela meningkatkan produksi minyaknya untuk menghindari lonjakan
harga yang tidak terkendali. Dalam perdagangan internasional, OPEC menguasai
55% minyak dunia. Karena itu OPEC memegang peranan penting dalam masalah
perminyakan internasional, terutama dalam hal menaikkan dan menurunkan
tingkat produksinya. Di samping itu OPEC juga terlibat aktif dalam usaha
peningkatan perdagangan internasional serta koservasi lingkungan. Negara -
negara

153| Ekonomi XI Hasan Basri


anggota OPEC antara lain Arab Saudi, Irak, Iran, Kuwait, Venezuela, Nigeria, Uni
Emirat Arab, Qatar, Alberia, Indonesia, Aljazair, dan Lybia.
2) CGI (Consultative Group On Indonesia) CGI adalah lembaga pengganti dari
IGGI (Inter Govermental Group on Indonesia). CGI merupakan kelompoknegara
yang memberikan bantuan kepada Indonesia. Bantuan tersebut diberikan kepada
pemerintah maupun swasta untuk memantapkan dan memajukan ekonomi
Indonesia. Jadi, CGI Indonesia berperan sebagai penerimabantuan.
3) OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) OECD
merupakan organisasi yang bergerak di bidang kerja sama ekonomi dan
pembangunan. OECD didirikan pada tahun 1961. Tujuan OECD adalah
membentuk kerja sama ekonomi antarnegara anggota. Anggota OECD antara lain
Amerika Serikat, Autralia, Austria, Kanada, Jepang, Meksiko, Denmark, Italia,
Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Norwegia, Swedia, Swiss, Turki, Slowakia,
Polandia, Selandia Baru, Inggris, Luksemburg, Irlandia, Ceko, Portugal, Belgia,
Korea Selatan, Finlandia, Hongaria, dan Yunani.
DAMPAK KERJASAMA ANTARNEGARA BAGI PEREKONOMIAN
INDONESIA
1. Dampak Positif Kerjasama Ekonomi Internasional terhadap Perekonomian
Negara
a) Meningkatkan Keuangan Negara Kerja sama ekonomi antarnegara dapat memberikan
banyak manfaat bagi Indonesia, salah satunya di bidang keuangan. Melalui kerjasama
ini Indonesia memperoleh bantuan berupa pinjaman keuangan dengan syarat lunak
yang digunakan untuk pembangunan. Dengan demikian, adanya pinjaman keuangan
otomatis dapat meningkatkan keuangannegara.
b) Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Kerja sama ekonomi dapat
menciptakan persaingan yang sehat di antara negara-negara anggota. Persaingan yang
sehat ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan produsen tiap negara
dalam menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat regional dan internasional pada
gilirannya akan meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan.
c) Meningkatkan Investasi Kerja sama ekonomi antarnegara dapat menjadi cara menarik
bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Banyaknya investor
yang mau menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat menjadi peluang bagi
Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan Indonesia. Selain itu,
banyaknya investasi dapat juga menambah lapangan kerja baru, sehingga jumlah
pengangguran dapat berkurang.
d) Menambah Devisa Negara Kerja sama ekonomi antarnegara khususnya di bidang
perdagangan dapat meningkatkan devisa negara. Devisa diperoleh dari kegiatan
ekspor barang. Semakin luas pasar akan semakin banyak devisa yang diperoleh
negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan negara.
e) Memperkuat Posisi Perdagangan Persaingan dagang di tingkat internasional sangat
berat. Hal ini disebabkan adanya berbagai aturan dan hambatan perdagangan di setiap
negara. Untuk itu perlu adanya kerja sama ekonomi. Sehingga dalam kerja sama
tersebut perlu dibuat aturan per-dagangan yang menguntungkan negara-negara

154| Ekonomi XI Hasan Basri


anggotanya. Dengan demikian adanya aturan tersebut dapat memperlancar kegiatan
ekspor dan impor dan menciptakan perdagangan yang saling menguntungkan.
Akibatnya posisi perdagangan dalam negeri semakin kuat.
2. Dampak Negatif Kerjasama Ekonomi Internasional terhadap Perekonomian
Negara
a) Ketergantungan dengan Negara Lain Banyaknya pinjaman modal dari luar negeri
dapat membuat Indonesia selalu tergantung pada bantuan negara lain. Hal ini akan
menyebabkan Indonesia tidak dapat menggembangkan pembangunan yang lebihbaik.
b) Intervensi Asing Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia Sikap ketergantungan yang
semakin dalam pada negara lain, dapat menyebabkan negara lain berpeluang
melakukan campur tangan pada kebijakan-kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh
pemerintah Indonesia. Jika kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah mendapat
campur tangan negara lain, hal ini dapat merugikanrakyat.
c) Masuknya Tenaga Asing ke Indonesia Alih teknologi yang timbul dari kerja sama
ekonomi antarnegara memberi peluang masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia.
Jika hal ini terjadi tenaga kerja Indonesia menjadi tersingkir dan dampak-nya terjadi
banyaknyapengangguran.
d) Mendorong Masyarakat Hidup Konsumtif Barang-barang impor yang masuk ke
Indonesia mendorong masyarakat untuk mencoba dan memakai produk-produk impor.
Hal ini akan mendorong munculnya pola hidupkonsumtif.
Dampak Kerja Sama Ekonomi Internasional Bagi Indonesia Indonesia sedang
melaksanakan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Dalam melaksanakan pembangunan konomi tersebut, Indonesia
memerlukan bantuan dari negara-negara maju. Bantuan yang datang dari negara
maju dapat berupa modal, teknologi, sumbersumber pro-duksi yang tidak dimiliki
oleh Indonesia, maupun tenaga ahli. Hubungan ekonomi yang dilakukan Indonesia
dengan negara lain sangat luas. Ada yang berbentuk kerja sama ekonomi, baik
yang bersifat regional maupun internasional, ada yang di bawah naungan PBB
maupun tidak.
Kerja sama ekonomi internasional mempunyai beberapa dampak bagi negara yang
melakukan. Bagi Indonesia, dampak yang diterima dengan adanya kerja sama
internasional di antaranya sebagai berikut.
a) Lapangan pekerjaan menjadi semakin luas. Ini terjadi karena dengan adanya kerja
sama ekonomi internasional dapat membuka proyek-proyek baru.
b) Negara mendapatkan pajak dari perusahaan asing yang menanamkan modalnya di
Indonesia.
c) Indonesia bisa memperoleh transfer teknologi dari negara yang menanamkan
modalnya di Indonesia.
d) Dengan masuknya teknologi modern dari luar, Indonesia dapat meningkatkan efisiensi
dalam melakukan produksi suatu barang sehingga harga tersebut bisa menjadi murah.
e. Jika Indonesia dapat memproduksi barang-barang yang semula di impor (karena ada
kerja sama ekonomi dengan negara maju), Indonesia dapat menghemat devisa.
http://nibebisaliraarifin.blogspot.com/2012/11/kerjasama-ekonomi-internasional.html

155| Ekonomi XI Hasan Basri


f) Metodepembelajaran
e. Metode pembelajaran yang digunakanadalah:
 Ceramah
 Diskusi
 Tanyajawab
 Penugasan
f. Pendekatan:Saintifik
g. Model :Discovery Learning

g) Media, alat, dan sumberbelajar


G.1. Media : LCD dan Laptop, soundsystem
G.2. Sumber Belajar:
1. Buku-buku Prathama Rahardja, Wiji Purwanta. Eksplorasi Nalar Peserta didik
Ekonomi SMA/MA kelas X, Bandung. Yrama Widya,2015
2. S, Alam . Ekonomi SMA /MA kelas X .Jakarta .ESIS,2013
3. Buku paket ekonomikemendikbud
4. Kinanti Geminastiti. Ekonomi SMA/MA Kelas X Ilmu-Ilmu Peminatan.
Bandung Yrama Widya,2014
5. Buku ekonomi penunjang yang relevan dan ber-ISBN
6. Buku penunjang dariperpustakaan
7. Mediaelektornik/cetak
8. Internet : kerja sama ekonomiinternasional

h) Langkah-langkah Pembelajaran
PertemuanI
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu

1. Pendahuluan 25 menit

1. Guru mengucapkanSalam

2. Menyiapkan peserta didik secara fisik dan


psikis dengan cara mengatur tempatduduk
terlebih dahulu, memeriksa kebersihan
kelas, kemudian berdoa dilanjutkan
kegiatanmengabsen.

3. Apersepsi mengajukan pertanyaankepada


peserta didik mengenai definisi / konsep
kerjasama ekonomi internasional.

4. Motivasi belajar :

a. Memberikan pernyataan mengenai

156| Ekonomi XI Hasan Basri


pentingnya kerjasama ekonomi
internasional untuk mencapai
kemakmuran.

5. Menyampaikan Informasi rancangan


penilaian dan penentuan besarnyaKKM

6. Menyampaikan pengetahuanprasyarat
(permasalahan/tugas) dan tujuan
pembelajaran

7. Pemberian acuan : menyampaikancakupan


materi meliputi definisi/konsep kerjasama
ekonomi internasional, manfaat dan
tujuannya.

8. Menyampaikan rencana kegiatan yangakan


dilakukan : pembagian kelompok,
penugasan dan diskusi kelompok, diskusi
pleno/diskusi kelas danseterusnya.

2 Kegiatan Inti 130 menit

a. Guru memberikan tugas pada setiap


kelompok untuk Mengamati dan
membaca berbagai sumber belajar yang
relevan tentang kerjasama ekonomi
internasional.

b. Masing – masing kelompok mengajukan


pertanyaan dan berdiskusi untukmendapat
klarifikasi tentang konsep kerjasama
ekonomi internasional.

c. Tiap kelompok mendiskusikan jawaban


yang benar dengan cara mengumpulkan
data / informasi , menganalisis dan
menyimpulkan data / informasi serta
membuat pola hubungan kerjasama
ekonomi internasional, dan memastikan
tiap anggota kelompok dapat
mengerjakan / melakukan identifikasi
tentang manfaat kerjasama ekonomi
internasional serta membuat hubungan

157| Ekonomi XI Hasan Basri


antara anggota kerjasama ekonomi tersebut.

d. Menyajikan hasil identifikasi tentang


kerjasama ekonomi internasional
berdasarkan data/informasi dari berbagai
sumber belajar yang relevan secara lisan
dan tulisan

3. Kegiatan Penutup 25 menit

1. Peserta didik bersama guru membuat


simpulan tentang definisi / konsep
kerjasama ekonomi internasional.

2. Mengadakan penilaian postest dan /


refleksi kegiatan pembelajaran.

3. Guru memberikan:

4. Tugas mandiri tidak terstruktur,bagi


peserta didik yang dinyatakan tuntas
(pengayaan)

5. Tugas mandiri terstruktur, bagi peserta


didik yang dinyatakan tidak tuntas(remidi)

6. Guru menginformasikan materi pada


pertemuan berikutnya yaitu bentuk
kerjasama dan macam-macam lembaga
kerjasama ekonomi internasional.Ditutup
dengan berdoa.

Pertemuan II
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu

1. Pendahuluan 15 menit

1. Menyiapkan peserta didik untuk belajar,


dengan cara mengatur tempat duduk
terlebih dahulu, mengecekkebersihankelas
kemudian berdoa dan kegiatanmengabsen.

2. Apersepsi : Guru Mengajukan pertanyaan


kepada peserta didik mengenai macam-

158| Ekonomi XI Hasan Basri


macam lembaga kerjasama ekonomi
internasional dan bentuknya.

3. Motivasi belajar :

a. Memberikan pernyataan mengenai


pentingnya keikutsertaan dalam
perkumpulan kerjasama ekonomi
internasional.

4. Menyampaikan pengetahuanprasyarat
(permasalahan/tugas) dan tujuan
pembelajaran.

5. Pemberian Acuan : Menyampaikan


cakupan materi meliputimacam-macam
lembaga kerjasama ekonomi internasional
dan bentukkerjasamanya.

6. Menyampaikan rencana kegiatan


yangakan dilakukan : pembagian
kelompok, penugasan dan diskusi
kelompok, diskusi pleno/diskusi kelas
danseterusnya.
2 Kegiatan Inti 140 menit

a. Mengamati dan membaca berbagai sumber


belajar yang relevan tentang tentang
macam-macam lembaga kerjasama
ekonomi internasional dan bentuk
kerjasama tersebut dari berbagai sumber
yangrelevan

b. Mengajukan pertanyaan dan berdiskusi


untuk mendapat klarifikasi tentang tentang
macam-macam bentuk lembaga kerjasama
ekonomi internasional dan bentuk
kerjasamanya dari berbagai sumber yang
relevan

c. Kelompok mendiskusikan jawaban tentang


macam-macam lembaga kerjasama
internasional yang benar dengan
mengumpulkan data / informasi serta
membuat pola hubungan a dan memastikan
tiap anggota kelompok dapat
mengerjakannya ataumengetahui

159| Ekonomi XI Hasan Basri


jawabannya. serta menyimpulkan tentang
tentang kerjasama ekonomi tersebut dari
berbagai sumber yang relevan.

d. Menyajikan hasil identifikasi tentang


macam-macam kerjasama ekonomi
internasional berdasarkan data / informasi
dari berbagai sumber yang relevan secara
lisan dan tulisan

e. Tanggapan dari peserta didik yang lain


kemudian guru menunjuk nomor
yanglain.
3. Kegiatan Penutup 25 menit

1. Peserta didik bersama guru membuat


kesimpulan tentang Macam-macam bentuk
kerjasama ekonomi internasional.

2. Mengadakan penilaian postest dan /refleksi


kegiatan pembelajaran.

3. Guru memberikan:

4. Tugas mandiri tidak terstruktur,bagi peserta


didik yang dinyatakan tuntas (pengayaan).

5. Tugas mandiri terstruktur, bagi peserta


didik yang dinyatakan tidak tuntas(remidi).

6. Kegiatan Berdoa dengan membaca


hamdalah bersama-sama.

i) Penilaian
Penilaian dilakukan selama kegiatan pembelajaran antara lain adalah sebagai
berikut:
a. Penilaiansikap
b. Pengetahuan
c. Keterampilan

160 | E k o n o m i X I U b a S o b a r i
Instrumen penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan terlampir:

Aspek yang Teknik Waktu


No
dinilai Penilaian Penilaian

1. Sikap

a. Terlibat aktifdalam Observasi Selama


kegiatan pembelajaran dan
pembelajaran yang saat diskusi
dilakukan.

b. Toleran terhadap
proses pemecahan
masalah yang
berbeda dan kreatif.

c. Peduli dalam
kegiatan
pembelajaran.

d. Disiplin selama
proses
pembelajaran.

e. Jujur dalam
menjawab
permasalahan yang
diberikan.

f. Tanggungjawab
dalam
menyelesaikan
tugas.

2. Pengetahuan

Menyelesaikan soal Penugasan Tugas Individu/


yang relevan. pribadi

3. Keterampilan

Terampil menerapkan Analitika Tugas kelompok


konsep/prinsip dan
strategi pemecahan

161 |Ekonomi XI Hasan Basri


Aspek yang Teknik Waktu
No
dinilai Penilaian Penilaian

masalah yang relevan.

j)Instrumen Penilaian HasilBelajar


4. PenilaianSikap : Observasi
5. PenilaianPengetahuan : Penugasan
6. PenilaianKeterampilan : Analitika

Memeriksa/Menyetujui, Bekasi, Juli 2018

Kepala SMA Negeri 15 Kota Bekasi Guru Mata Pelajaran Ekonomi

Rusti Setiyarti, S.Pd, MM Hasan Basri


NIP. 19700303 199201 2 001 NIP.

162 |Ekonomi XI Hasan Basri