Anda di halaman 1dari 8

Nama : PT Sinar Terang

NPWP : 01.184.339.8-001.000
Alamat : Jl. Semarang No 4Surabaya
Jenis usaha : Perdagangan Alat Elektronik
Telepon/Faximili : 031-85783231/85765340
Periode Pembukuan : Januari s.d Desember 2015
Opini auditor : Wajar tanpa pengecualian
Nama KAP : KAP Fauzil Rahman dan Rekan
NPWP KAP : 01.645.890.8-001.000
Nama akuntan publik : Fajar Agustus, SE, M.Ak, CA
NPWP : 18.567.566.8-001.000
Nama direktur : Armand Maulana
NPWP Direktur : 16-532.653.8-001.000
Alamat Direktur : Jl. Kelengkeng No 2 Surabaya

1. Daftar penyusutan aset menurut akuntansi


Perhitungan penyusutan aset (Metode garis lurus)

Jenis aset Kas Beban


Tanggal Umur
perolehan Nilai residu penyusutan
perolehan ekonomis
(Rp) per tahun

Gedung 2 Januari 25 tahun 1.900.000.00 150.000.000 70.000.000


2000 0

Kendaraa 4 Mei 2009 10 tahun 480.000.000 60.000.000 42.000.000


n

Mesin 1 Januari 8 tahun 160.000.000 16.000.000 18.000.000


2010

Peralatan 2 Juni 2012 5 tahun 90.000.000 10.000.000 16.000.000

Inventaris 6 Januari 5 tahun 30.000.000 8.000.000 4.400.000


2013

2. Laporan Laba Rugi


PT Sinar Terang

Laporan laba rugi

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015

Pendapatan dari Penjualan

Penjualan Rp 10.500.240.000

Dikurangi: Retur dan Potongan Penjualan Rp 12.440.000

Diskon Penjualan Rp 8.720.000 Rp (21.160.000)

Penjulan bersih Rp10.479.080.000

Beban Pokok Penjualan

Persediaan per 1 Januari 2015 Rp1.300.800.000

Pembelian Rp7.488.620.000

Dikurangi retur dan pot. Pembelian Rp (22.278.000)

Pembelian bersih Rp7.466.342.000

Ditambah ongkos kirim pembelian Rp 30.600.000

Harga pokok pembelian Rp7.496.942.000

Barang yang tersedia dijual Rp8.797.742.000

Dikurangi persediaan, 31 Des 2015 Rp (940.980.000)

Beban pokok penjualan Rp 7.856.762.000

Laba kotor Rp 2.622.318.000

Beban operasi

Beban Penjualan

Beban gaji staf penjualan Rp 81.400.000

Beban iklan Rp 41.300.000

Beban penyusutan Rp 150.400.000

Ongkos kirim penjualan Rp 60.200.000

Beban perjalanan Rp 110.000.000

Jumlah beban penjualan Rp 443.300.000

Beban administrasi

Beban gaji staf adm. Rp 80.280.000

Beban sewa Rp 14.480.000

Beban pajak Rp 108.000.000


Beban jasa audit Rp 60.000.000

Beban rekreasi karyawan Rp 12.000.000

Beban bahan habis pakai Rp3.040.000

Beban adm. Lain Rp3.340.000

Jumlah beban adm. Rp 281.140.000

Jumlah beban operasi Rp (724.444.000)

Laba operasi Rp 1.897.878.000

Pendapatan dan beban lain

Pendapatan sewa Rp70.820.000

Pendapatan bunga Rp 8.000.000

Beban bunga Rp(4.880.000)

Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Rp 73.940.000

Laba bersih Rp 1.971.818.000

Informasi Tambahan

a. beban gaji staf penjualan, termasuk di dalamnya pemberian kupon isi ulang ponsel senilai Rp4.800.000,00
pemberian ini hanya sebagai kenikmatan yang diberikan perusahaan, dan tidak ada hubungan dengan promosi
ataupun pemasaran produk. Sementara itu, beban gaji staf adminstrasi sebesar Rp7.000.000,00 diberikan dalam
bentuk natura berupa beras, gula dan minyak goreng.
b. total pendapatan sewa sebesar Rp70.820.000,00 terdiri dari pendapatan perusahaan atas gedung yang disewakan
kepada PT. Mitra Sejati senilai Rp20.000.000,00 dan kendaraan yang disewa PT Hexos (NPWP
01.786.553.8.001.000) senilai Rp50.820.000,00. PT Hexos memberikan nomor bukti pemotongan 09/PPh_23/05/15
tertanggal 10 Mei 2015.
c. perusahaan memiliki simpanan di Bank Mandiri dalam bentuk deposito sebesar Rp400.000.000,00. Suku bunga
deposito tersebut 10 % per tahun. Pendapatan bunga sebesar Rp8.000.000,00 yang tercantum dalam laporan laba
rugi berasal dari deposito tersebut.
d. Perusahaan melakukan impor barang senilai Rp1.370.000.000,00. Kredit pajak PPh pasal 22 atas impor tersebut
telah dipungut pihak Bea dan Cukai (NPWP 00.554.886.8.001.000) sebesar Rp102.750.000,00 dengan nomor bukti
pemotongan 08/PPh_22/08/15 tertanggal 10 Agustus 2015.
e. Beban administrasi lain-lain, didalamnya terdapat sumbangan kepada masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan
sebesar Rp2.000.000,00 untuk kerja bakti jumat bersih.
f. Angsuran PPh pasal 25 per bulan yang dilaporkan adalah Rp9.000.000,00, atau total angsuran PPh pasal 25
sepanjang tahun 2015 yang tercantum dalam laporan laba rugi adalah Rp108.000.000,00.
g. Biaya perjalanan, yang di dalamnya terdapat biaya perjalanan keluarga pemegang saham sebesar Rp20.000.000,00.
h. Beban rekreasi karyawan merupakan imbalan dalam bentuk natura menurut aturan perpajakan, sehingga beban
tersebut tidak dapat dibebankan dalam laporan keuangan fiskal. Beban rekreasi karyawan diberikan pada karywan
dan keluarga karyawan sebesar Rp12.000.000,00.

REKONSILIASI FISKAL
PT. SINAR TERANG
PERIODE DECEMBER TAHUN 2015

KOREKSI
LAP KEU
NO KETERANGAN LAP KEU KOMERSIAL
FISKAL
POSITIF NEGATIF

1 Beban Gaji 81.400.000 4.800.000 76.600.000

2 Beban gaji administrasi 80.280.000 7.000.000 73.280.000

3 beban penyusutan 150.400.000 33.100.000 183.500.000

4 penghasilan sewa 70.820.000 20.000.000 50.820.000

5 penghasilan bunga deposito 8.000.000 8.000.000 -

6 Beban adm lain lain 3.340.000 2.000.000 1.340.000

7 beban perjalanan 110.000.000 20.000.000 90.000.000

8 Beban rekreasi karyawan 12.000.000 12.000.000 -

-
45.800.000 61.100.000 15.300.000

Penghasilan bersih Rp 1.971.818.000

Koreksi Positif
Beban Gaji Rp 4.800.000
Beban gaji administrasi Rp 7.000.000
Rp
penghasilan sewa -
Beban adm lain lain Rp 2.000.000
beban perjalanan Rp 20.000.000
Beban rekreasi karyawan Rp 12.000.000 Rp 45.800.000
Koreksi negatif
beban penyusutan Rp 33.100.000
penghasilan sewa Rp 20.000.000
penghasilan bunga deposito Rp 8.000.000
Rp 61.100.000
-Rp 15.300.000

Penghasilan kena Pajak Rp 1.956.518.000

PPh Terhutang :
Omzet
PKP yang dpt potongan tarif Rp 896.193.788 Rp 112.024.224
PKP yang tdk dpt potongan tarif Rp 1.060.324.212 Rp 265.081.053

PPh Terhutang : Rp 377.105.276

PPh pasal 28/ 29

PPh terhutang Rp 377.105.276

Kredit pajak
1. PPh pasal 22 Impor Rp 102.750.000
2, PPh pasal 4 ayat 2 (10%) Rp 1.016.400
3. PPh asal 25 Rp 108.000.000
Rp 211.766.400

PPh pasal 29 ( Pajak yang masih harus dibayar ) Rp 165.338.876

Keterangan penjelasan atas koreksi fiskal:

a. Beban gaji : Isi ulang ponsel termasuk dalam penghasilan dalam bentuk natura

b. Beban gaji adm : beras, gula danminyak goreng termasuk dalam penghasilan dalam
bentuk natura
c. Penghasilan Sewa :

1. Penghasilan dari persewaan tanah & bangunan dikenakan PPh final ( PP no. 29 tahun 1996 tgl 1
April 1996 )
Penghasilan sewa dari penyewaan gedung merupakan obyek PPh pasal 4 ayat 2 yang bersifat final
yang kredit pajaknya tidak bias berposisi sebagai kredit pajak, shg penghasilan tsb tdk perlu diakui
secara fiscal untuk mnghindarkan double taxation
2. Penghasilan atas sewa kendaraan angkutan darat dipotong PPh dengan tarif efektif 2%
dari penghasilan bruto. Penghasilan yang d igabung untuk penghitungan PPh terutang
adalah penghasilan sebelum dipotong PPh.
PPh pasal 23 atas sewa dikenakan tariff 2%, jumlah yang diterima kas adalah net imcome after tax
shg jumlahnya hanya 98%, karena pph ini berfsifat final yang mana kredit pajakanya diakui sebagai
kredit pajak maka di posisi fiscal jumlah seharusnya adalah net income before tax

d. Bunga deposito : Penghasilan dari jasa giro,bunga deposito, tabungan, diskonto


dikenakan PPh final , PPh pasal 4 ayat 2 ( PP no. 131 tahun 2000 tgl 15
des 2000 )adalah penghasilan dari lembaga perbankan merupakan
obyek PPh pasal 4 ayat 2 yang bersifat final yang kredit pajaknya tidak
bisa berposisi sebagai kredit pajak, shg penghasilan tsb tdk perlu
diakui secara fiscal untuk mnghindarkan double taxation

e. Beban adm lain2 : Sumbangan bukan sebagai pengurang penghasilan netto ( psl 9 ay.1
huruf g UU PPh )

f. Beban perjalanan : Biaya yang berkaitan dengan diri wajib pajak atau orang yang menjadi
tanggungannya tidak bisa dikurangkan dari penghasilan bruto ( psl 9
ay.1 huruf i UU PPh )

g. Biaya rekreasi karyawan : termasuk dalam penghasilan dalam bentuk natura

h. Beban penyusutan : penyusutan yang dilakukan di laporan keu komersial sudah


sesuai method yang di pakai dengan method di pajak tetapi
umur ekonomis yang digunakan tdk sesuai dengan
pengelompokan yang ditentukan di fiscal sehingga perlu
dihitung ulang sesuai umur ekonomis yang di akui di fiscal,
jumlah penyusutan yang dipakai adalah yang memenuhi
aturan sesuai di fiscal baik method maupun umur
ekonomisnya, selisihnya akan masuk ke koreksi negative
karena dengan naiknya beban akan menyebabkan penurunan
besaran jumlah pajak, hal ini dimaksud dengan koreksi
negative, negative buat pajak

Rekonsiliasi fiskal dilakukan dengan cara :

1. Jika suatu penghasilan diakui menurutakuntansi komersial tetapi tidak diakui menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan
mengurangkan sejumlah penghasilan tersebut dari penghasilan menurut komersial, yang berarti mengurangi laba
menurut akuntansi komersial dan sebaliknya.

2. Jika suatu biaya diakui menurut akuntansi komersial tapi tidak diakui sebagai pangurang penghasilan bruto menurut
fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan mengurangkan sejumlah biaya dari biaya menurut akuntansi komersial, yang berarti
menambah laba menurut akuntansi komersial dan sebaliknya.
Perbadaan dimasukkan sebagai koreksi positif apabila :
a. Pendapatan bertambah menurut fiskal
b. Biaya berkurang menurut fiskal
Perbedaan dimasukkan sebagai koreksi negatif apabila :
a. Pendapatan berkurang menurut fiskal
b. Biaya bertambah menurut fiskal.

Perbedaan perlakuan dan pengakuan penghasilan dan biaya


1. Penghasilan tertentu diakui dalam akuntansi komersial tetapi bukan merupakan obyek pajak penghasilan. Dalam rekonsiliasi
fiskal, penghasilan tersebut harus dikeluarkan dari total penghasilan kena pajak atau dikurangkan dari laba menurut
akuntansi komersial.
Contoh :

a. Pengantian imbalan yang diterima dalam bentuk natura

b. Hibah, bantuan, sumbangan

c. Bagian laba yang diterima oleh perusahaan modal ventura dari badan pasangan usaha

d. Bunga obligasi yang diterima dari perusahaan reksadana

2. Penghasilan tertentudiakui dalam akuntansi komersial tetapi pengenaan pajaknya bersifat final, dalam rekonsiliasi fiskal
penghasilan tersebut harus dikeluarkan dari total penghasilan kena pajak atau dikurangkan dari laba menurut komersial.

Contoh ;

a. Bunga deposito/tabungan

b. Persewaan tanah/bangunan

c. Imbalan jasa konstruksi

d. Penjualan saham milik ventura/ penjualan saham di bursa efek

e. Bunga simpanan anggota koperasi

f. Penyebab perbedaan lain yang berasal dari penghasilan

3. Kerugian usaha di luar negeri: dlm akunansi komersial kerugian tsb mengurangi laba bersih tp dlm fiskal tidak boleh
mengurangi total penghasilan.

4. Kerugian usaha dlm negeri thn2 sebelumnya: dlm akuntansi komersial tdk berpengaruh terhadap laba thn sekarang, sedang
dlm fiskal dpt mengurangi laba thn sekarang selama belum lewat 5 tahun.

5. Pengeluaran tertentu dlm komersial diakui sebagai biaya tapi dlm fiskaltidak boleh mengurangi penghasilan, dan dalam
rekonsiliasi fiskal pengeluaran/ biaya tsb harus ditambahkan pada penghasilan kena pajak.

Contoh :

a. Imbalan/ penggantian yang diberikan dlm bentuk natura

b. Pajak penghasilan

c. Cadangan

d. Sanksi administrasi perpajakan


e. Biaya yang dibebankan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu / anggota

f. Biaya yang dibebankan untuk kepentingan pribadi wajib pajak/ orang yg menjadi tanggunagannya.