Anda di halaman 1dari 9

Tugas M6 KB2: Penilaian Otentik

Nama : ABDUL HARIS


No peserta : 18160184810039

Tugas
Kemampuan berbahasa peserta didik dapat dinilai dari aspek yaitu kompetensi aktif reseptif dan
kompetensi aktif produktif. Kompetensi aktif reseptif lebih ditujukan untuk mengungkap
pemahaman wacana lisan maupun tulisan, sedangkan kompetensi aktif produktif adalah
kemampuan peserta didik untuk menghasilkan bahasa untuk disampaikan kepada pihak lain
secara lisan (berbicara) maupun tertulis (menulis). Kedua kompetensi ini menuntut dilaksanakan
penilaian unjuk kerja bahasa atau praktik mepergunakan bahasa. Khusus untuk kompetensi aktif
produktif yaitu kompetensi berbicara dan menulis sangat tepat dinilai menggunakan penilaian
otentik.

Tugas
1. Identifikasi tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan kompetensi berbicara.
2. Identifikasi tugas-tugas belajar yangb berkaitan dengan kompetensi menulis.
3. Rancangkan program pembelajaran yang menggunakan penilaian otentik untuk menilai
kompetensi berbicara.
4. Rancangkan program pembelajaran yang menggunakan penilaian otentik untuk menilai
kompetensi menulis.

Jawab :

1. Tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan kompetensi berbicara


Ada banyak bentuk tugas yang dapat diberikan kepada peserta didik untuk
mengukur kompetensi berbicaranya dalam bahasa target. Apapun bentuk tugas yang
dipilih haruslah yang memungkinkan peserta didik untuk tidak saja mengekspresikan
kemampuan berbahasanya, melainan juga mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan,
atau menyampaikan informasi. Bentuk Tugas berbicara antara Lain:
a. Berbicara berdasarkan gambar. Bisa dilakukan dengan menjelaskan gambar
gambar yang terkait dengan materi misalnya gambar hardware komponen CPU
dan fungsinya , atau menerjemahkan flowchart yang diberikan
b. Tugas-tugas pragmatik atau otentik yang diberikan kepada peserta didik untuk
berbicara berdasarkan gambar-gambar yang disediakan tersebut dapat dengan
cara-cara sebagai berikut; Pertama, Pemberian pertanyaan secara terbuka untuk
dijawab semua peserta didik termasuk asesmen otentik.
c. Berbicara Berdasarkan Rangsang Visual dan Suara. Berbicara berdasarkan
rangsang visual dan suara merupakan gabungan antara berbicara berdasarkan
gambar dan suara di atas. Namun, wujud visual yang dimaksud sebenarnya lebih
dari sekedar gambar. Selain wujud gambar diam, ia juga berupa gambar gerak dan
gambar aktivitas. Contoh rangsang yang dimaksud yang paling banyak dikenal
adalah siaran televisi, video, atau berbagai bentuk rekaman sejenis. Siaran televisi
juga dapat direkam untuk kemudian dibawa di kelas, misalnya karena jika siaran
yang diperlukan tidak berkesuaian waktu dengan jam pembelajaran di sekolah.
Siaran televisi yang dipilih dapat berupa siaran berita, sinetron, acara flora dan
fauna, dan lain-lain yang di dalamnya terkandung unsur pendidikan atau unsur
penting lainya.
d. Wawancara. Wawancara biasanya dilakukan terhadap seorang pembelajar yang
kompetensi berbahasa lisannya, bahasa target yang sedang dipelajarinya, sudah
cukup memadai sehingga memungkinan untuk mengungkapkan pikiran dan
perasaannya dalam bahasa itu. Kegiatan wawancara dalam rangkaian tes
kompetensi berbahasa lisan termasuk ke dalam jenis asesmen otentik dan bukan
sekedar kegiatan untuk mengetahui informasi tertentu tentang jati diri peserta uji.
Kegiatan wawancara dilakukan oleh dua (beberapa) orang penguji dalam praktik
yang sering terjadi di sekolah hanya seorang penguji terhadap peserta didik atau
calon tertentu selama jangka waktu tertentu, misalnya minimum sepuluh menit
untuk seorang calon. Wawancara dimaksudkan untuk menilai kompetensi
berbahasa peserta uji lewat pertanyaan tentang berbagai masalah keseharian.
e. Berdiskusi dan Berdebat. ugas berbicara yang dimasukkan dalam bagian ini
adalah berdiskusi, berdebat, berdialog, dan berseminar. Berdiskusi, berdebat, dan
berdialog merupakan tugas-tugas berbicara yang paling tidak melibatkan dua
orang pembicara. Bahkan, dalam berseminar lazimnya diikuti banyak peserta
walau belum tentu semuanya mau dan dapat berbicara. Situasi pembicaraan dalam
kegiatan berdiskusi, berdebat, dan berdialog dapat formal, setengah formal atau
nonformal, sedang dalam berseminar mesti formal. Dalam penulisan ini berbagai
tugas berbicara tersebut diandalkan berlangsung dalam situasi formal, maka
bahasa yang dipergunakan juga karena harus formal.
f. Berpidato. Dalam kaitannya dengan pembelajaran (dan tes) bahasa di sekolah,
tugas berpidato dapat berwujud permainan simulasi. Misalnya, peserta didik
bersimulasi sebagai kepala sekolah berpidato dalam upacara bendera, menyambut
tahun baru, hari sumpah pemuda, dan sebagainya. Kompetensi berbahasa lisan
yang berupa aktivitas berpidato cukup populer di sekolah dan perguruan tinggi,
terbukti dengan seringnya diselenggarakannya lomba berpidato antar peserta didik
2. Tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan kompetensi menulis
tugas kemampuan menulis adalah yang menuntut siswa mempertimbangkan sendiri unsur
bahasa dan gagasan. Dan tugas yang sesuai adalah tugas menulis secara esai (bentuk tes
esai). Adapun tugas menulis adalah sebagai berikut :

a. Tugas menyusun Alinea (Tes Objektif)

Tes kemampuan menulis bentuk objektif yang mampu menuntut siswa untuk
mempertimbangkan unsur bahasa dan gagasan adalah tugas menyusun alinea
berdasarkan kalimat-kalimat (biasanya empat buah)yang disediakan. Tugas tersebut
menuntut siswa untuk menyusun gagasan secara tepat, menentukan kalimat yang
berisi gagasan pokok dan pikiran-pikiran penjelas, dan menemukan urutan kalimat
secara logis.

b. Menulis Berdasarkan Rangsang Visual

Bentuk-bentuk visual sebagai rangsang untuk menghasilkan bahasa dapat berupa


gambar atau film. Gambar yang dimaksud adalah gambar-gambar yang membentuk
rangkaian cerita, bisa berupa gambar yang disengaja dibuat untuk tugas tes, gambar
kartun, ataupun komik yang dapat diambil dari buku, majalah atau surat kabar.
Gambar tersebut hatuslah tidak mengandung tulisan yang menjelaskan.

c. Menulis Berdasarkan Rangsang Suara

Bentuk-bentuk suara yang dapat disajikan rangsang tugas menulis bisa berupa suara
langsung maupun suara tidak langsung (melalui media tertentu).

Suara tak langsung adalah bentuk bahasa yang dihasilkan dalam komunikasi konkret
sepert percakapan, diskusi, ceramah, dll. Tugas yang diberikan kepada siswa adalah
menulis berdasarkan masalah yang dibicarakan dalam percakapan, diskusi, ceramah
yang diikutinya.

Bentuk suara tidak langsung adalah bentuk bahasa yang tidak lagsung didengar dari
orang yang menghasilkannya. Misalnya berupa program rekaman atau radio seperti
percakapan, ceramah, pembacaan buku, drama ataupun acara siaran tertentu di aradio.
Tugas yang diberikan adalah menulis berdasarkan pesan atau informasi yang
didengarnya melalui sarana rekaman atau radio. Tugas rangsang ini bersifat tumpang
tindih dengan tugas mendengarkan.
d. Menulis dengan Rangsang Buku

Buku sebagai bahan atau rangsang untuk tugas menulis sudah lazim dan banyak
dilakukan di sekolah dan perguruan tinggi. Pada tingkat yang sekolah yang ledih
rendah (dasar,menengah petama ,dan atas) untuk melatih siswa secara produktif
menghasilkan bahasa. Hal ini disebabkan isi karangan telah secara pasti ditetapkan di
buku, sehingga tugas menulis itu sebenarnya berupa latihan membahasaan sendiri
gagasan yang telah ditemukan. Pada tingkat sekolah yang lebih tinggi, tidak lagi
sebagai latihan tetapi tugas menulis berupa laporan, misalnya laporan telah membaca
buku, seperti rangkuman.

Buku yang dijadikan perangsang tugas menulis dapat dibedakan dua macam yaitu
buku fiksi dan nonfiksi. Tugas menulis buku fiksi (cerita: cerpen, novel, roman) inilah
yang lebih banyak dilakukan untuk melatih kemampuan menulis siswa.

e. Menulis Laporan

Dalam kaitannya dengan pengajaran bahasa, menulis laporan pun dapat dimanfaatkan
untuk melatih siswa dan mengungkap kemampuan menulis siswa. Ada banyak hal
bisa dijadikan bahan penulisan laporan, misalnya laporan kegiatan perjalanan,
darmawisata, laporan penelitian, laporan mengikuti pelajaran tertentu seperti seminar,
dsb.

Penyusunan yang paling sering ditugaskan kepada siswa adalah laporan peninjauan
ke objek-objek tertentu atau darmawiasata. Sebaiknya gur memberitahukan terlebih
dahulu dan menjelaskan hal-hal apa saja yang harus dilakukan.
3. Program pembelajaran yang menggunakan penilaian otentik untuk menilai
kompetensi berbicara

Langkah – Langkah Pembelajaran Alokasi


Waktu

Pembukaan / Kegiatan Awal

1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai


pembelajaran
2. Melakukan pengkondisian peserta didik
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 15 Menit

4. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan


5. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
6. Melakukan Pre test
Kegiatan Inti

A. Pemberian rangsangan Peserta didik melihat gambar yang disajikan oleh


(Stimulation); guru mengenai beberapa jenis gambar sederhana dan
20 Menit
gambar kompleks dan melakukan proses pengamatan
terhadap gambar tersebut.

B. Pernyataan / identifikasi  Guru mempersilahkan peserta didik untuk


masalah mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang
(Problem Statement) muncul dari beberapa jenis gambar yang
ditampilkan. 30 Menit

 Peserta didik melakukan identifikasi terhadap


masalah yang terjadi pada gambar – gambar
tersebut.
 Guru mempersilahkan siswa secara berkelompok
melakukan identifikasi masalah pada gambar –
gambar tersebut berkaitan dengan unsur – unsur
yang ada pada gambar.
 Peserta didik melakukan proses identifikasi
melalui diskusi kelompok dan menulisakan hasil
identifikasinya dalam lembar notulensi.
 Guru mempersilahkan siswa secara berkelompok
untuk membuat hipotesa mengenai unsur – unsur
yang terdapat pada setiap gambar yang
ditampilkan.
 Siswa secara berkelompok berdiskusi untuk
membuat hipotesa mengenai unsur – unsur pada
setiap gambar.
C. Pengumpulan data  Guru mempersilahkan siswa untuk mencari
(Data Collection) informasi dan data – data mengenai unsur – unsur
tata letak dari buku sumber serta internet. 30 Menit
 Siswa melakukan proses pengumpulan data dan
informasi dari buku sumber dan internet, lalu
mencatatkannya pada lembar notulensi.
D. Pembuktian (Verification)  Guru mempersilahkan siswa secara berkelompok
untuk membandingkan hasil pencarian data dan
informasi dari buku sumber dan internet dengan
hasil hipotesa di awal mengenai unsur – unsur tata
letak pada sebuah gambar. 50 Menit

 Siswa secara berkelompok berdiskusi membuat


perbandingan dan verifikasi terhadap data dan
informasi yang diperoleh dan mencatatkan hasil
verifikasinya dalam lembar notulensi.
E. Menarik kesimpulan  Guru mempersilahkan siswa secara berkelompok
(Generalization) untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang 20 Menit
dikaji.
 Siswa secara berkelompok membuat kesimpulan
terhadap materi yang dikaji dan menuliskannya
dalam lembar notulensi.
 Siswa (perwakilan kelompok) mempresentasikan
hasil kesimpulannya di depan kelas secara
bergiliran mengenai materi yang dikaji.
 Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi
yang di tampilkan.
 Siswa antar kelompok berdiskusi untuk
menghasilkan kesimpulan yang paling tepat.
Penutup

1. Secara bersama-sama siswa diminta untuk menyimpulkan tentang unsur-unsur tata


letak garis, unsur-unsur warna, unsur-unsur tekstur dan tata ruang.
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh siswa secara individu untuk
15 Menit
mengerjakannya.
4. Siswa diberi tugas untuk melakukan observasi tentang unsur – unsur tata letak.
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada siswa untuk
mempelajari materi berikutnya.
6. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa penutup.
4. Program pembelajaran yang menggunakan penilaian otentik untuk menilai
kompetensi menulis

Langkah – Langkah Pembelajaran Alokasi


Waktu

Pembukaan / Kegiatan Awal

1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai


pembelajaran
2. Melakukan pengkondisian peserta didik
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 15

4. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan Menit

5. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan


6. Menyampaikan materi tentang apliaksi CMS yang akan digunakan untuk membuat
projek.
Kegiatan Inti

A. Menyusun perencanaan  Guru mengelompokan peserta didik kedalam


projek beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari
4-6 peserta didik.
 Peserta didik secara berkelompok menentukan
projek yang akan dikerjakan, menentukan judul 15

atau tema yang akan dipilih untuk obyek fotografi Menit

 Guru menyampaikan kriteria penilaian projek


yang dilakukan siswa.
 Guru menyampaikan kriteria penyusunan laporan
yang baik dan standar.
B. Merancang penyelesaian  Peserta didik secara berkelompok
projek mengidentifikasi berbagai kebutuhan software
yang digunakan 25
 Peserta didik secara berkelompok membagi tugas Menit
masing-masing anggota kelompok.
 Peserta didik menyusun langkah-langkah proses
intalsi cms dan web server ke komputer
C. Penyusunan jadwal  Peserta didik secara berkelompok berdiskusi
menentukan jadwal kegiatan projek sesuai dengan
target waktu yang telah disampaikan oleh guru. 20
Menit
 Peserta didik secara berkelompok menyusun
jadwal kegiatan penyelesaian projek tahap demi
tahap.
D. Pelaksanaan  Peserta didik melaksanakan kegiatan berdasarkan 20
jadwal yang ada dengan fasilitasi dan monitoring Menit
guru.
E. Menyusun laporan dan  Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan
presentasi hasil projek hasil pengambilan gambar 20
Menit
 Peserta didik secara berkelompok menyusun
laporan kegiatan projek.
F. Evaluasi pengalaman  Guru dan peserta didik melakukan evaluasi dan 10
refleksi terhadap kegiatan dan produk yang telah Menit
dilakukan secara berkelompok.
Penutup

1. Secara bersama-sama siswa diminta untuk menyimpulkan tentang manfaaat dan


keuntungan penggunaan aplikasi cms
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh siswa secara individu untuk 10

mengerjakannya. Menit

4. Siswa diberi tugas untuk melakukan observasi tentang kegiatan instalasi cms.
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada siswa untuk
mempelajari materi berikutnya.
6. Guru miminta salah satu siswa untuk memimpin doa penutup.