Anda di halaman 1dari 16

RAHASIA

1
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH SUMATERA BARAT
RESOR PASAMAN BARAT
Jalan Soekarno-Hatta 60 Simpang Empat 26366
Nomor : R/ Kirsus/ / XII / 2016 / Sat Intelkam

PERKIRAAN INTELIJEN KHUSUS


Tentang

PERAYAAN NATAL DAN TAHUN BARU 2017


POLRES PASAMAN BARAT

Penunjukan : 1. Peta: Kab. Pasaman Barat


Skala : 1 : 14.000
Tahun : 2000
2. Dokumen
a. Ren Ops Polda Sumbar Nomor : R/ Ren Ops /
/XII/2016/ Dit IK tanggal Desember 2016, tentang Ops
Pengamanan Hari Raya Natal Tahun 2016 dan Tahun Baru 2017.
b. Kir Intelkam Polres Pasaman Barat pada Perayaan Natal
dan Tahun Baru 2017

W a k t u : Waktu Indonesia Barat (WIB )

I. Tugas Pokok
Kepolisian Resor Pasaman Barat beserta segenap Jajaran dan kekuatannya akan
melaksanakan Operasi Khusus Kepolisian dengan sandi Ops Lilin tahun 2016
dalam wilayah hukum Polres Pasaman Barat guna memelihara dan memantapkan
situasi Kamtibmas, sekaligus untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan
pelayanan bagi masyarakat dalam melakukan kegiatan pada hari Natal dan Tahun
Baru 2017 serta Gakkum maupun kontijensi yang diperkirakan muncul selama
pelaksanaan Natal dan tahun baru 2017.

II. Sasaran Operasi

1. Daerah Operasi
Dalam rangka perayaan Natal dan Tahun baru 2017 di wilayah Hukum
Pasaman Barat secara umum hanya akan berlangsung dibeberapa tempat /
wilayah saja, hal ini berkaitan dengan lokasi hunian komunitas umat Kristiani
yang hanya terdapat pada tempat-tempat tertentu dengan jumlah yang relatif
kecil, sehingga ada kemungkinan pada tempat /wilayah tertentu yang jumlah
pemeluk agama Kristen sedikit pergi ketempat / wilayah lain untuk bersama-
sama melaksanakan perayaan Natal, namun dalam menyambut perayaan
Tahun baru 2017 kegiatannya tidak hanya sebatas kegiatan bagi umat Kristiani
saja, tetapi juga sudah menjadi kegiatan masarakat secara umum, sehingga
kegiatan menyambut Tahun baru tersebut akan lebih semarak dan meriah oleh
aktifitas perorangan / Pok masyarakat dengan bergerombol berpergian ke
suatu tempat untuk mengadakan pertunjukan dll, sehingga dapat di invetarisir
beberapa lokasi / tempat yang menjadi pusat kegiatan antaranya :

1) Tempat-tempat umum sasaran prioritas sebagai berikut :


a) Sarana dan Prasarana ibadah ( Gereja )
RAHASIA
RAHASIA
2
b) Gedung-gedung tempat diadakan acara hiburan
c) Hotel dan Restoran
d) Pusat-pusat perbelanjaan seperti Pasar
e) Terminal
f) Tempat-tempat Wiasata dan pantai yang sering di
kunjungi masarakat
g) Tempat-tempat perumahan penduduk yang
menyelengarakan kegiatan menyambut acara perayaan Natal dan
Tahun Baru.

2) Tempat-tempat rekreasi yang menjadi sasaran perioriatas sebagai berikut :


a) Kec. Pasaman : Pantai Sasak, Bendungan Batang Tongar, Ikan
larangan Lubuk Landur dan waterboom padang tujuh.
b) Kec. Kinali : Pantai Muaro Binguang.
c) Kec. Sei Berema : Pantai Air Bangis, Pulau Panjang.
d) Kec. Koto Balingka : Danau Indah

3) Route Transportasi yang menjadi sasaran perioritas


a) Jalur Lintas Padang-Air Bangis
b) Jalur Lintas Padang-Panti Kab. Pasaman

2. Kondisi Lingkungan Strategis

a. Medan
a) Daerah Hukum Polres Pasaman Barat di bagi atas 7 (tujuh ) Kepolisian
Sektor, terdiri dari 7 (tujuh) Pos Polisi, dan 11 (sebelas) Kecamatan,
sebelah Selatan berbatasan dengan daerah Polres Pasaman, sebelah
Utara dengan Polres Agam, sebelah timur berbatas dengan Polres
Pasaman dan sebelah Barat dengan Polres Madina Polda Sumatera
Utara.

b) Daerah Hukum Polres Pasaman Barat berada pada bagian Barat dari
Propinsi Sumatera Barat yang wilayahnya dilewati satu ruas jalan lintas
Sumatera yakni lintas barat, pada saat sekarang ini prasarana jalan raya
dan pendukungnya yang menghubungkan antar daerah tingkat
Kecamatan telah diaspal bahkan sampai ke berbagai pelosok Desa. Hal
ini ditinjau dari sisi pembangunan merupakan suatu potensi yang sangat
besar dalam percepatan pertumbuhan pembangunan disegala bidang
kehidupan masarakat yang berpengaruh terhadap meningkatnya
mobilitas manuasia dan barang, keadaan ini merupakan salah satu
faktor yang menentukan dalam proses percepatan pembangunan di
Kabupaten Pasaman Barat, namun ditinjau dari sisi lainnya hal ini juga
akan berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap
lingkungan yang menjadi faktor pendorong timbulnya gangguan
kamtibmas terhadap para pemudik.

c) Letaknya Geografis Daerah Polres Pasaman Barat secara umum beriklim


tropis namun pada bulan- bulan tertentu seperti pada akhir dan awal
RAHASIA
RAHASIA
3
tahun merupakan musim penghujan dengan curah hujan yang cukup
tinggi. Sementara Kondisi Geografis Pasaman Barat yang berbatasan
dengan Propinsi Sumatera Utara merupakan keadaan yang berpengaruh
langsung pada kerawanan di jalan raya baik dalam bentuk kecelakaan,
kemacetan maupun pelanggaran dan Propinsi Sumatera Utara
mempunyai karakteristik wilayah yang rawan kriminalitas yang juga
dapat berpengaruh langsung pada kondisi kamtibmas baik sebagai
tempat / sasaran perbuatan maupun sebagai tempat pelarian para
pelaku kejahatan konvensinal.

b. Demografi

1) Jumlah penduduk Kabupaten Pasaman Barat berdasarkan data dari


Badan Statistik Pasaman Barat tahun 2016 adalah sebesar 392.907
Jiwa dengan pertambahan penduduk rata-rata tiap tahun 0,61 % /
pertahun sehingga dengan demikian maka dapat diperkirakan jumlah
penduduk Pasaman Barat pada tahun 2016 ini adalah sekitar 400.000
jiwa, dengan penyebaran penduduk yang belum merata dan
cenderung hanya bertumpu atau terfokus pada beberapa Kecamatan
tertentu saja diantaranya Kecamatan Pasaman, Kecamatan Luhak Nan
Duo, Kecamatan Kinali dan Kecamatan Lembah Melintang.

2) Penduduk Pasaman Barat yang mayoritas dihuni oleh suku Minang


dan Madahiling adalah beragama Islam, namun keanekaragaman
sebagai kekayaan budaya bangsa juga menyebabkan ada tempat bagi
kaum pendatang dan suku lain yang beragama Kristen untuk menetap
dan tinggal di Kabupaten Pasaman Barat walau hanya pada tempat-
tempat tertentu, kondisi ini menyebabkan proses Asimilasi antar
pendatang / suku lain yang beragama tersendat dengan penduduk
pribumi.

3) Penyebaran penduduk yang tidak merata dan hanya terkonsentrasi


pada daerah Ibukota kabupaten dan tempat-tempat tertentu, namun
kondisi seperti ini akan terjadi Mobilitas masarakat kelokasi tertentu
sebagai bahagian dari kegiatan untuk memeriahkan momen Natal dan
Tahun baru.

c. Sumber Daya Alam


1. Sumber daya alam di Kabupaten Pasaman Barat sudah mulai
terekspolitasi secara berkesinambungan, namun masih belum
maksimal.

2. Sumber daya alam di Pasaman Barat bertumpu pada sektor pertanian


dan perkebunan yakni dengan perkebunan tanaman kelapa sawit
sebagai hasil utama, sehingga cukup banyak perusahaan- perusahaan
perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang berdiri baik sebagai investor
asing ( PMA ) maupun penanaman modal dalam negeri. Sehingga
dengan banyaknya perusahaan berdampak langsung terhadap
aktifitas di jalan raya, padatnya aktifitas per kebunan,

disamping itu keberadaan perusahaan tersebut berkaitan langsung


dengan perekonomian masyarakat terutama tingkat daya beli pada
kendaraan bermotor.
RAHASIA
RAHASIA
4

3. Selain bersumber dari hasil perkebunan, hasil kekayaan alam yang


juga sudah bepotensi dalam kehidupan masyarakat adalah hasil laut.
Namun keterbatasan SDM dan sarana, maka pengeksploitasian masih
dilakukan secara tradisionil sehingga hasil yang diperoleh belum
optimal untuk meningkatkan perekonomian.

d. Kondisi Cuaca dan suhu

1. Cuaca pada saat ini masih musim penghujan terutama pada sore dan
malam hari.
2. Suhu dan kelembaban udara pada siang hari rata-rata 24 – 28 derajat
celcius dan malam hari antara 23 – 26 Derjat celcius

e. Kondisi Sosial

1. Sosial Politik
Secara umum kondisi politik Kab. Pasaman Barat berada dalam
keadaan aman dan tertib, Dibawah kepala daerah Kab. Pasaman Barat
yang baru, diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan-
permasalahan yang terjadi di wilayah hukum Pasaman Barat.

2. Sosial Ekonomi

a. Booming sektor perdagangan pada awal 2016, terutama


pertumbuhan pusat-pusat pertokoan dan mini market di Kab.
Pasaman Barat dirasakan sangat mempengaruhi supplay dan
demand, sehingga kebutuhan pokok masyarakat cenderung
tersedia dalam stok yang cukup dengan harga yang cenderung
kompetitif.

b. Bahan pokok seperti: Telur, tepung beras, Minyak Goreng,


gula dan Cabe sampai saat ini masih stabil dan untuk kebutuhan
BBM tidak ditemukan adanya kelangkaan untuk BBM dan pasokan
tetap lancar.

c. Masih banyaknya masalah bidang ekonomi yang belum


terselesaikan dari suatu sisi mengakibatkan semakin sulitnya
kehidupan serta rendahnya kesejahteraan masarakat sehingga
semakin membuka peluang terhadap mereka untuk melakukan
tindak kejahatan dan gangguan kriminalitas demi memenuhi
kebutuhan hidup.

3. Data Sasaran

Data-data Gereja dan Rumah Ibadah dengan


jarak tempuh di Wilayah Pasaman Barat
RAHASIA
RAHASIA
5

JARAK
JARAK TEMPU
JARAK
TEMPUH H KE
TEMPU
POS PAM POS
N PENDETA / H KE
NAMA GEREJA ALAMAT SIMPANG PAM
O PASTOR POLRE
EMPAT SIMP
S KE
KE TIGA
GEREJA
GEREJA KE
GEREJA
1 2 3 4 5 6 7
1 Gereja Lapau B. Sitompul 15 KM 8 KM 16 KM
Protestan GPSI Tempurung dan R.
(Gereja Jorong Siahaan
Pentakosta Sion Ampek Koto,
Indonesia ) Nag. Kinali
Tempurung Kec. Kinali
Kab. Pasaman
Barat
2 Gereja Jorong TIA 27, 5 KM 14 KM 28 ,
Protestan Tandikek, Nag. Raintung ,S.Si 5KM
Indonesia Kinali Kec. Toel
Bagian Barat Kinali Kab.
(GPIB) Pasaman Heru Asmoro
Jemaat Efata Barat 08127586446
Pasaman 5
Sektor Efata
Sumber Agung
3 Gereja Bunda Jorong Padang Amsel Mus 30 KM 15 KM 31 KM
Maria Diangkat Canduah, dan Fansiskus
Kesurga Nag. Kinali
Kec. Kinali
Kab. Pasaman
Barat
4 Gereja Khatolik Jorong Ophir, Kus Alianda 13 KM 3 KM 14 KM
Ophir Stasi Nag.Koto Baru dan Pastor
Yohanas Kec.Luhak Amsel
Pembatis Nan Duo Kab.
Pasaman
Barat
5 Gereja Paroki Jorong Maha Kus Alianda 14 KM 4 KM 15 KM
Keluarga Kudus Karya dan Pastor
Khatolik Nag.Koto Baru Amsel
Mahakarya Kec. Luhak
Nan Duo Kab.
Pasaman
Barat
6 HKBP (Huria Jorong jambak Marikon 6 KM 4 KM 7 KM
Kristen Batak Jalur VI Simbolon, S.
Protestan) Nag.Lingkung TH
Jambak Aur Kec. 08136221690
Pasaman Kab. 9
Pasaman
Barat
RAHASIA
RAHASIA
6

Data-data Gereja dan Rumah Ibadah dengan kegiatan perayaan Natal di Wilayah
Pasaman Barat

N
NAMA GEREJA Dokumen Kegiatan
O
1 2 4 5
1 Gereja Protestan 1. Hari Sabtu tgl 24-12-2016
GPSI pukul 19.30 wib, Ibadah Malam
(Gereja Pentakosta Natal
Sion
Indonesia ) 2. Hari Minggu tgl 25-12-2016
Tempurung, Nagari pukul 08.30 wib Ibadah Natal
Kinali Kec. Kinali Kab.
Pasaman Barat. 3. Hari Sabtu tgl 31-12-2016
pukul 20.00 wib Ibadah
Perpisahan Tahun

4. Hari Minggu tgl 01-01-2017


pukul 08.00 wib, Ibadah Tahun
Baru

 Pendeta : B. Sitompul
HP : 081266904058

 Jumlah Jemaat : 120 Orang

 Tema : Menyambut Yesus Juru


Selamat.

2 Gereja Protestan 1. Hari Sabtu tgl 24-12-2016


Indonesia pukul 19.00 Wib Perayaan
Bagian Barat (GPIB) Malam Natal
Jemaat Efata
Pasaman Sektor 2. Hari Minggu tgl 25-12-2016
Efata Sumber Agung, pukul 09.00 Wib Perayaan Natal
Nagari Kinali Kec.
Kinali Kab. Pasaman 3. Hari Sabtu tgl 31-12-2016
Barat. pukul 19.00 Wib Perayaan
Malam tahun Baru.

4. Hari Minggu tgl 01-01-2017


pukul 09.00 Perayaan tahun
Baru

 Pendeta : Pdt.Depp Bukit


No HP : 082388015765

 Jumlah Jemaat : 100 Orang

 Memberdayakan sumber daya


insani demi mensejahterakan
RAHASIA
RAHASIA
7
persekutuan, pelayanan dan
kesaksian.

3 Gereja Bunda Maria 1. Hari Sabtu tgl 24-12-2016


Diangkat Kesurga, pukul 19.00 Wib, Perayaan
Padang Canduah Malam natal
Nag. Kinali Kec. Kinali
Kab. Pasaman Barat 2. Hari Minggu tgl 25-12-2016
pukul 08.00 Wib Perayaan Natal
Pagi.

3. Hari Jumat Tgl 30-12-2016


pukul 20.00 Wib, Perayaan Misa
Keluarga Kudus

4. Hari Sabtu tgl 31-12-2016


pukul 18.30 Wib Perayaan
Tutup Tahun

5. Hari Minggu tgl 01-01-2017


pukul 10.00 Wib Perayaan
Tahun Baru

 Pastor : Romo Ansel, Romo


Toto
082283408624
 Jumlah Jemaat : 400 Orang
 Memberdayakan sumber daya
insani demi mensejahterakan
persekutuan,pelayanan dan
kesaksian

4 Gereja Khatolik Ophir 1. Tgl 15/23-12-2016 pukul


Stasi Yohanas 18.00-20.30 wib, Novena
Pembatis, Jrg. Ophir Natal
Nag. Koto Baru Kec.
Luhak Nan Duo Kab.
2. Hari Sabtu tgl 24-12-2016
Pasaman Barat.
pukul 19.00 wib Malam Natal

3. Hari Minggu tgl 25-12-2016


pukul 10.00 wib Natal Pagi.

4. Hari Sabtu tgl 31-12-2016


pukul 18.30 wib, Ibadah
Tutup Tahun

5. Hari Minggu tgl 01-01-2017


Pukul 10.00 wib Tahun Baru

 Romo Folrianus Sarno Pr No.HP :


RAHASIA
RAHASIA
8
081275781330
 Jumlah Jemaat : 600 Orang
 Hari ini telah lahir bagimu
juru selamat yaitu kristus.

5 Gereja Paroki 1. Tgl 15/23-12-2016 pukul


Keluarga Kudus 19.00-21.30 wib Novena
Khatolik Mahakarya, Natal
Jrg.Mahakarya, Nag.
Koto baru Kec. Luhak 2. Hari Sabtu tgl 24-12-2016
Nan Duo Kab. pukul 19.00 Wib Malam natal
Pasaman Barat
3. Hari Minggu tgl 25-12-2016
pukul 07.30 Wib Natal Pagi

4. Hari Sabtu tgl 31-12-2016


pukul 19.00 Wib Tutup Tahun

5. Hari Minggu tgl 01-01-2017


pukul 07.30 Tahun Baru

 Romo Folrianus Sarno Pr


No.HP :
081275781330
 Jumlah Jemaat + 1.000 Orang
 Hari ini telah lahir bagimu
juru selamat yaitu kristus.

6 HKBP (Huria Kristen 1. Hari Jumat tgl 17-12-2016


Batak Protestan) pukul 18.00 Wib Perayaan natal
Jambak, Jrg. Jambak Pemuda
Nag. Koto Baru Kec.
Luhak Nan Duo kab. 2. Hari Sabtu tgl 18-12-2016
Pasaman Barat pukul 17.00 Wib Perayaan
kaum bapak

3. Hari Minggu tgl 20-12-2016


pukul 18.00 Wib Perayaan
kaum ibu

4. Hari Jumat tgl 24-12-2016


pukul 18.00 Wib Natal Umum

5. Hari Sabtu tgl 25-12-2016


pukul 10.00 Wib Natal I

6. Hari Minggu tgl 26-12-2016


pukul 10.30 Wib Natal II

7. Hari Jumat tgl 31-12-2016


RAHASIA
RAHASIA
9
pukul 18.00 Wib Ibadah Malam
pergantian tahun

8. Hari Minggu tgl 1-1-2017 pukul


10.30 Wib Ibadah Tahun Baru

 Pdt Marikon Simbolon. No HP :


081362216909
 Jumlah Jemaat : 350 Orang
 Keselamatan telah nyata

Potensi kerawanan pembangunan gereja

1. Gereja GPIB (Gereja Pantekosta Indonesia Bagian Barat) Ophir Jln.


Sekunder I, Jr. Ophir, Nag. Koto Baru, Kec. Luhak Nan Duo, Kab. Pasaman
Barat dan Gereja Khatolik Mahakarya pada tanggal 20 November 2012
pernah menjadi sasaran aksi oleh Ormas Islam FKOI (Forum Komunikasi
Ormas Islam), namun aksi hanya berupa pernyataan penolakan atas
operasional tempat-tempat seperti kafe dan pabrik minuman tuak serta
bangunan gereja yang tidak memiliki izin, namun dalam pelaksanaannya
pembangunan renovasi gereja tetap berjalan dan aksi FKOI tidak
mengganggu peribadatan umat Nasrani.

2. Kapel GPSI Tempurung, melakukan renovasi bangunan pada tahun 2013,


namun muncul penolakan dari ninik mamak Kinali, sehingga
pembangunan dihentikan dan situasi berada dalam keadaan aman dan
terkendali, namun setelah mendapat kesepakatan dengan Ninik mamak
serta tokoh Masyarakat kemudian Gereja dilanjutkan perehapan dan
ibadah berjalan sebagaimana mestinya dapat berjalan aman dan
terkendali.

3. Pada hari Minggu tanggal 4 Mei 2014 sekira pukul 06.10 wib,
bertempat di dalam ruangan Gereja Khatolik Bunda Maria Diangkat
Ke Surga jorong Padang Canduah Nagari Kinali Kec. Kinali Kab.
Pasaman Barat, telah terjadi Percobaan Pembakaran, Kejadiannya
berawal pada pukul 06.00 wib saksi Wardoyo, 40 tahun, jawa,
swasta, alamat jorong Padang Canduah Kinali melihat seorang laki-
laki yang tidak dikenal mengendarai sepeda motor Vario warna
hitam nomor polisi tidak ketahui kearah kebun samping kanan
gereja, karena tidak menaruh curiga saksi membiarkan saja,
beberapa saat kemudian saksi melihat adanya titik api didalam
gereja selanjunya saksi berteriak memanggil warga lain disekitar
gereja, sehingga secara spontan masyarakat sekitar berdatangan
dan membantu bersama-sama untuk memadamkan api dengan
peralatan seadanya, sehingga api saat itu juga dapat dipadamkan,
dalam kejadian ini yang terbakar meja Altar beserta peralatannya
kerugian senilai lebih kurang Rp. 5.000.000.- (Lima juta rupiah),
perkara ini masih dalam proses lidik dan sidik Polsek Kinali.

RAHASIA
RAHASIA
10
4. Pada hari Rabu tanggal 30 April 2014, Sekira pukul 24.00 Wib,
Bertempat di Kejorongan Tandikek (Sumber Agung) Nagari Kinali
Kec.Kinali Kab. Pasaman Barat, Diduga telah terjadi percobaan
pembakaran gedung Gereja GPIB Efata yang dilakukan oleh Orang
tidak di kenal, Kejadi diketahui pada pagi harinya pada hari Kamis
tanggal 01 Mei 2014, Pukul 08.00 Wib oleh saksi An. Hartono, Umur
40 tahun, Suku Jawa, Pekerjaan Tani, Alamat Jorong Tandikek
(Sumber Agung) Nag.Kinali Kab.Pasaman Barat, Diketahui ketika
sedang lewat didekat gedung Gereja, Pada saat itu Saksi melihat
ada bekas arang / terbakar dibagian dinding dari bagian bawah
hingga plafon, Setelah dilihat dan diperiksa api juga menjalar
kebagian dalam dan sempat membakar bagian kain gorden
diperkirakan padam dengan sendirinya, Disekitar tempat kejadian
ditemukan bekas bahan bakar minyak tanah, Keterangan saksi An.
Syamsul, Umur 45 tahun, Suku Jawa, Pekerjaan Tani, Alamat Jorong
Tandikek (Sumber Agung) Nag. Kinali Kec. Kinali Kab. Pasaman
Barat, Sesaat sebelum kejadian sekira pukul 23.00 Wib saksi
melihat 2 (Dua) Orang laki –laki berboncengan menggunakan
Ranmor Roda Dua Metic dan salah satunya menyandang tas ransel
menuju arah gedung Gereja, Dalam hal kejadian ini pihak pengurus
gereja akan melakukan perehapan terhadap bangunan yang bekas
terbakar dengan perbaikan terhadap 2 (dua) jendela, Kain Gorden
dan Pengecatan dengan biaya lebih kurang Rp. 1.000.000 (satu
juta rupiah) dan perkara ini masih dalam proses lidik dan sidik
Polsek Kinali Polres Pasaman Barat.

. 3. Modus Operandi
1) Perayaan Natal bagi pemeluk agama Nasrani biasanya diisi dengan
kegiatan peribadatan, sehingga sudah barang tentu rumah / tempat
tinggal banyak di tinggal dalam keadaaan kosong dan tidak menutup
kemungkinan rawan akan terjadinya pencurian dan kebakaran.
2) Perayaan dalam menyambut Tahun Baru identik dilakukan masyarakat
dengan berbagai macam acara dan berekreasi ketempat-tempat objek
wisata, secara otomatis mobilitas masyarakat di jalan raya dengan
menggunakan kendaraan bermotor meningkat dari biasanya. Sehingga
tidak menutup kemungkinan tingginya angka kecelakaan lalu lintas
yang mengakibatkan jatuh korban dan kerugian material.
3) Kegiatan masyarakat yang banyak terkonsentrasi ditempat-tempat
tertentu / keramaian sebagai bentuk rangkaian kegiatan menunggu
pergantian Tahun menimbulkan kerawanan, kriminalitas, kehilangan
harta benda seperti Curanmor, penjambretan, selain itu rawan akan
terjadinya pergesekan / perkelahian.

III. ANALISA
A. Kondisi Sasaran
Dalam rangka Misa Natal dan tahun baru 2017 dengan sasaran
perayaan Natal dan menyambut Tahun Baru 2017, dapat dianalisa
sebagai berikut :

a. Perayaan Natal
RAHASIA
RAHASIA
11
Perayaan Natal merupakan kegiatan Keagamaan bagi umat
kristiani, Perayaan Natal biasanya diawali dengan kegiatan
misa, ini biasanya dilakukan di Gereja-gereja, namun di rumah
kediamannya juga kadang-kadang dihiasi berbagai symbol-
symbol Natal, dari kegiatan Natal dapat diperidiksi beberapa
permasalahan yang perlu diantisipasi oleh Aparat Polri antara
lain :
1) Ancaman Bom
Bahaya terhadap adanya ancaman bom akan terus
menyelimuti khususnya bangsa Indonesia yang
merupakan gembong para teroris. Meski telah adanya
usaha terhadap penangkap para teroris, namun hal ini
masih sebagian kecil. Untuk potensi kerawanan
munculnya ancaman bom di Kab. Pasbar cukup kecil dan
masih termonitor aman.

2) Meningkatnya kasus kriminalitas


a) Terfokusnya kegiatan umat Nasrani dalam
beribadah terutama pada malam hari di Gereja,
menyebabkan mereka meninggalkan tempat
tinggalnya dalam keadaan kosong dan hal itu
perlu peningkatan giat patroli oleh kepolisian
serta pembinaan terhadap pengamanan swakarsa
lingkungan permukiman / tempat tinggal
masyarakat tersebut.
c) Banyaknya muncul lokasi / tempat yang dijadikan
parkir ranmor terutama sekitar Gereja oleh
Jema’at Gereja perlu juga mendapat perhatian,
karena hal ini merupakan salah satu bentuk
potensial kerawanan munculnya kasus curanmor.

b. Penyambutan Tahun Baru


Tahun baru sebenarnya merupakan bahagian dari rangkaian
kegiatan perayaan Natal, namun sealan dengan perjalanan
budaya, maka kegiatan tahun baru sudah dianggap sebagai
kegiatan rutinitas warga masarakat secara umum setiap
tahunnya, berkaitan dengan hal tersebut dapat dilakukan
analisa terhadap kemungkinan permasalahan yang dapat
dilakukan analisa terhadap kemungkinan permasalahan yang
dapat timbul yang perlu tindakan antisipasi oleh Polri,
diantaranya sebagai berikut :

1) Meningkatnya kasus Laka Lantas


a) Tahun Baru merupakan momen yang ditunggu
oleh sebagian orang terutama oleh kawula muda,
menjelang detik-detik pergantian tahun berbagai
kegiatan dan antraksi dilakukan, rangkaian
kegiatan tersebut berdampak negatif, akan
timbulnya kecelakaan lalu lintas.
b) Budaya dan kebiasaan warga masyarakat yang
menciptakan situasi hiru pikuk dijalan raya akan
mewarnai dari pada aktifitas warga dalam
RAHASIA
RAHASIA
12
menyambut tahun baru, hal ini kadang kala dapat
mengurangi kehati–hatian para pemakai jalan
yang sangat beresiko dengan terjadinya kasus
laka lantas.

2 Munculnya beberapa kasus Kriminalitas


a) Dalam menyambut tahun baru berbagai kegiatan
diadakan oleh masyarakat mulai dari bersifat
perorangan sampai pada kegiatan atau acara
pertunjukan yang menimbulkan keramaian
dengan rentan munculnya kasus Kriminalitas
seperti Curanmor, pemerasan, penganiayaan dan
perkelahian.

b) Adanya pola pikir sebagian kawula muda yang


menafsirkan arti pergantian tahun sebagai
“Trend” yang tidak bisa dilupakan. Hal ini sangat
berpeluang akan terjadinya perbuatan-perbuatan
yang melanggar kesopanan atau kesusilaan dan
pastinya tidak sesuai dengan norma-norma
kehidupan di Pasaman Barat.

c) Munculnya tempat atau lokasi keramaian dadakan


telah membuat sebagian kelompok orang mencari
keuntungan didalamnya, berbagai bentuk
pungutan dilakukan, sehingga situasi seperti itu
dapat mendorong munculnya kasus penodongan,
pemerasan serta perebutan lahan tertentu.

3) Muncul kasus perkelahian / Cakak Banyak

a) Permasalahan perkelahian dalam wilayah


Pasaman Barat merupakan persoalan yang perlu
mendapat perhatian khusus oleh Polri, hal ini
tidak lepas dari budaya dan pola kekerabatan di
Minangkabau yang dikenal dengan sistim
Matrinial, telah membuat hubungan kekeluarga-
an dan kesukuan begitu kental dalam kehidupan
sehari-hari, sehingga sangat mudah untuk diajak
dan digerakan.

b) Faktor lain yang membuat munculnya perkelahian


/ cakak banyak ini juga disebabkan oleh sistim
Pemerintahan Nagari yang menonjolkan ikatan
kesukuan / kedaerahan dalam suatu kesatuan
hukum adat di Nagari. Oleh sebagian orang
timbul penafsiran rasa kesukuan dan fanatisme
sempit berkaitan dengan kedaerahannya. Rasa
emosional warga akan langsung bergejolak
apabila itu sudah menyangkut harga diri
kampung, nagari dan lain sebagainya.

c) Penyebab munculnya kasus perkelahian di


Wilayah Pasaman Barat kebanyakan hanya

RAHASIA
RAHASIA
13
disebabkan persoalan kecil seperti perkelahian
antar perorangan pada saat ada kermaian, atau
perkelahian di pasar dan lain sebagainya,
sehingga pada saat parayaan tahun Baru
khususnya dimana masyarakat sangat sering
membuat / mengadakan acara keramaian dan
sangat rentan timbulnya kasus perkelahian.

d) Disamping kondisi sosial budaya masarakat,


maka kondisi pengetahuan dan pola pikir
masyarakat juga sangat berpengaruh terhadap
munculnya kasus perkelahian, masyarakat begitu
mudah di provokasi, digerakan dan sangat mudah
terpancing emosinya sehingga dapat saja
melakukan tindakan-tindakan anarkhis.

4) Maraknya Peredaran Miras dan Narkoba


Sebahagian pok orang menilai dan menafsirkan momen
malam pergantian Tahun merupakan malam pesta,
malam gembira, malam bersenang, sehingga muncul
pendapat dan anggapan bahwa untuk mewujudkan itu
semua dapat dilakukan dengan mengadakan acara yang
biasa membuat mereka ceria, happy diantaranya
dengan mengkomsumsi miras dan narkoba.

5) Munculnya pertunjukan tanpa Izin


Malam tahun baru telah menjadi daya tarik tersendiri
bagi para pengelola tempat–tempat hiburan, berbagai
upaya dilakukan untuk menarik orang / pengunjung
untuk melewatkan malam Tahun baru di tempatnya,
mulai dari pertunjukan yang biasa saja sampai kepada
pertunjukan dengan cara mendatangkan artis top,
kegiatan seperti ini ada kemungkinan disalah gunakan
dengan menyuguhkan pertunjukan yang tidak sesuai
dengan budaya Minangkabau tanpa dilengkapi izin oleh
instansi yang berwenang.

6) Pengunaan Kembang Api yang disertai Handak / Mercon


Tanpa Izin :
Pada malam Tahun Baru khususnya pada detik-detik
pergantian tahun berbagai antraksi ditampilkan , semua
orang berusaha melewatkan malam itu dengan
semeriah mungkin, setiap orang berkreasi dengan
caranya sendiri, berbagai bunyi- bunyian ditiupkan,
bermacam kembang api dilontarkan yang kadang kala
disertai dengan dentuman mercon yang cukup keras
yang seharusnya tidak boleh dilakukan tanpa izin pihak
berwenang.

7) Adanya kegiatan pembakaran ban Mobil yang


mengganggu ketertiban umum :
Banyak cara dilakukan oleh orang dalam menyambut
malam pergantian tahun, kegiatan pembakaran ban
RAHASIA
RAHASIA
14
bekas merupakan oleh sebagian pok orang sudah
dianggap sebagai kegiatan yang lazim, namun kegiat-
an pembakaran ban yang dilakukan tanpa perhitungan
dapat menimbulkan bahaya disamping dapat
mengganggu ketertiban umum seperti pemakaian
badan jalan untuk melakukan aktifitas tersebut.

8). Adanya kegiatan pendakian


Kegiatan pendakian puncak gunung, seperti Gunung
Pasaman / Talamau merupakan keasikan tersendiri bagi
mereka yang suka berpetualang, walaupun sebenarnya
aktifitas seperti itu sangat rawan akan bahaya terlebih
dilakukan tanpa pengawasan dan izin dari pihak yang
berwenang, biasanya puncak gunung Pasaman /
Talamau merupakan sasaran yang rutin bagi pecinta
alam untuk menyambut tahun baru.

2. Kemampuan

a. Personil Polri

1) Melihat beberapa permasalahan tersebut di harapkan setiap


Satfung dapat melakukan analisa tugas dalam pengerahan
kekuatannya dalam rangka memberikan perlindungan,
penganyoman dan pelayanan kepada masyarakat.

2) Penempatan / penjagaan oleh Anggota Polri secara tetap pada


lokasi – lokasi terutama tempat ibadah, tempat keramaian
merupakan pilihan yang tepat untuk antisipasi munculnya
permasalahan.

3) Peningkatan giat Patroli dengan mendayagunakan Sat Shabara


Polres diserta penindakan terhadap para pelanggar yang harus
dilakukan secara proporsional oleh Satuan Lalu lintas untuk
antisipasi kasus kecelakaan, juga dengan patroli diharapkan dapat
memutuskan mata rantai niat dan kesempatan pelaku kejahatan
melakukan aksinya, serta kasus lain yang dapat mengganggu
ketertiban umum.

4) Kemampuan personil Polri khususnya dari Satuan Brimob mengenai


Handak harus di siagakan untuk antisipasi munculnya ancaman /
terror bom,

5) Kemampuan deteksi dini perlu dioptimalkan untuk mengelimir


kasus yang mungkin timbul, sehingg setiap potensi yang dimiliki
harus dimamfaatkan secara optimal untuyk menyerap informasi,
kisaran suara dan persoalan yang meresahkan masyarakat.

RAHASIA
RAHASIA
15
6) Kemampuan penindakan dalam rangka penegakan Hukum oleh
Satuan Reskrim.

b. Sarana dan pra sarana

Kemampuan Perorangan Personil Polri harus diimbangi oleh


kelangkapan sarana dan prasarana sebagai alat penunjang, artinya
dalam masalah tertentu Polri sangat memerlukan sarana untuk
mendukung keberhasilan seperti : alat untuk pendeteksi handak, alat
penjinak bom. Serta dukungan trasportasi / Ranmor dll.

c. Keterpaduan dan koordinasi dengan Instansi samping

Untuk menghadapi permasalahan yang mungkin muncul sangat


diperlukan keterpaduan dan koordinasi lintas instansi, artinya Polri
perlu mendapat dukungan dan kerja sama dengan instansi lain.

IV. KESIMPULAN

1. Sasaran

a) Kemungkinan adanya ancaman dari ormas FKOI, Front Pembela Islam


(FPI) dan teror bom di tempat Ibadah ( Gereja ) atau lokasi lain yang
biasa dilakukan oleh kelompok tertentu baik untuk kepentingan pribadi
maupun golongan dalam menimbulkan gangguan Kamtibmas, sampai
saat sekarang tidak ada ditemukan, namun tetap perlu dilakukan
monitoring dan deteksi.

b) Meningkatnya kasus-kasus pencurian, terutama untuk wilayah


pemukiman Umat Kristiani, karena adanya kesempatan dengan
padatnya kegiatan keagamaan di gereja sehingga rumah di tinggal
dalam keadaan kosong merupakan factor kesempatan bagi pelaku
kejahatan.

c) Meningkatnya kasus laka lantas sebagai konsekuensi atau prilaku


masyarakat dijalanan dalam menyambut Tahun Baru.

d) Banyaknya giat masyarakat dalam menyemarakkan malam Tahun Baru


yang rawan konflik seperti pertunjukan keramaian yang medatangkan
orang banyak yang dilakukan di tempat-tempat hiburan tanpa ada izin.

e) Kemungkinan maraknya peredaran Miras dan Narkoba sebagai bagian


pola pikir warga masyarakat khususnya kaum muda dalam
memeriahkan Tahun Baru.

f) Adanya giat pendakian gunung yang rawan kecelakaan / orang hilang


karena di lakukan tanpa izin / rekomendasi dari pihak yang berwenang

4. Kemungkinan Penanggulangannya

a) Sekiranya perlu dilakukan penempatan penjagaan oleh personil Polri


berpakaian Dinas pada lokasi gereja terutama tempat-tempat ibadah,
RAHASIA
RAHASIA
16
yang dapat disertai dengan kegiatan penggunaan alat deteksi oleh
petugas.

b) Sekiranya juga perlu peningkatan giat Patroli gabungan Polri, Kodim, dan
Sat Pol PP ke gereja-gereja dan pemukiman penduduk, serta pembinaan
terhadap petugas parkir atau petugas pam swakarsa oleh
babinkamtibmas dan Sat Bimmas di lingkungan pemukiman penduduk.
c) Sekiranya perlu diantisipasi dengan azas selektifitas dalam pemberian
izin keramaian dan diimbangi dengan kegiatan penjagaan lokasi oleh
Polri atau di jadikan sasaran prioritas giat Patroli.
d) Terhadap munculnya kasus laka lantas dapat diantisipasi dengan
penempatan personil Satuan Lalu Lintas pada tempat / lokasi rawan laka
lantas dan di dukung oleh giat Patroli yang disertai penindakan secara
proporsional terhadap pelanggar lalu lintas.
e) Adanya kemungkinan pertunjukan tanpa izin oleh pengelola tempat
Hiburan perlu dilakukan dengan cara koordinasi dengan Instansi terkait
untuk menentukan langkah-langkah penindakan
Simpang Empat, 17 Desember 2016
KEPALA SATUAN INTELKAM

MUZHENDRA, SH
AJUN KOMISARIS POLISI NRP 71010364

RAHASIA

Anda mungkin juga menyukai