Anda di halaman 1dari 3

KEPALA KEPELISIAN NEGARA REPUBLIK INDONSIA

AMANAT
PADA APEL KONSOLIDASI GELAR PASUKAN
DALAM RANGKA OPERASI “MANTAP BRATA-2014”
TANGGAL 4 FEBRUARI 2014

ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB. SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA

Yang saya hormati :

 Pimpinan badan penyelenggara dan pengawas pemilu;


 Segenap unsure pejabat TNI, POLRI dan pemerintahan; Serta
 Hadirin dan peserta apel konsolidasi yang saya banggakan.

Pada kesempatan yang bahagia ini, marilah kita bersama-sama tidak henti-hentinya memuji keagungan
Allah SWT, Tuhan Yamg MAha Kuasa dan Mensyukuri segalanikmat yang dikaruniakan kepada kita,
sehingga dapat hadir di tempat ini untuk mengikuti Apel Konsolidasi Gelar Pasukan Dalam Rangka
Operasi “ Mantap Brata-2014”.
Apel konsolidasi gelar pasukan yang diselenggarakan di seluruh kesatuan kewilayahan ini,
dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personel dan kelengkapan sarana prasarana Polri beserta unsur
terkait, sebelum diterjunkan keapangan. Dengan demikian diharapkan, semua perencanaan yang telah
dipersiapkan dapat berjal;am dengan optimal, dalam rangka mensukseskan pengalaman pemilu 2014.
HADIRIN PESERTA APEL YANG SAYA HORMATI,
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa kehidupan demokrasi di Indonesia telah memberikan
ruang kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat yang di jamin
oleh konstitusi, serta diberikan hak politik yang luas untuk terlibat dalam roda pemerintahan.
Sehubungan dengan hal tersebut, kita melihat proses pendewasaan demokrasi sedang berlangsung
yang dimulai dari tahap transisi demokrasi, dengan melakukan pembelajaran terhadap setiap prinsip-
prinsip demokrasi, melalui penguatan dan pematangan dasar – dasar dalam kehidupan berdemokrasi,
menuju konsolidasi demokrasi hingga tahap pemantapan demokrasi, kehidupan bermasyarakat berbangga
dan bernegara ditandai dengan akuntabilitas pemerintah, tegaknya supremasi hokum, kuatnya partisipasi
masyarakat dalam politi, kepatuhan masyarakat terhadap hokum, serta terselenggarannya pemilu yang
aman dan demokratis.
Berdasarkan undang – undang dasar 1945, pemilu merupakan wujud keikutsertaan seluruh rakyat
Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara di samping itu, pemilu adalah sarana demokratis
untuk menyampaikan aspirasi rakyat, dalam rangka membentuk system negarayang LEGITIMATE dan
berkedaulatan rakyat, sehingga pemerintahan dan pimpinan nasional yang lahir dari hasil
pemilu,merupakan kehendak rakyat dan dijalankan sesuai dengan keinginan rakyat.
Mengingat arti penting dan strategisnya pemilu bagi keberlangsungan kepemimpinan nasional,
pemerintah dan pembangunan dalam mencapai tujuan Negara, maka pada konteks inilah polri sebagai
penanggung jawab untuk mengawal, menjaga dan mengamankan penyelenggaraan pemilu 2014. Hal ini
dilakukan melalui manajemen keamanan yang terpadu dan komprenshif, mengerahkan segala sumber daya
yang ada, serta memperkokoh kerja sama sinergis dengan penyelenggaraan pemilu, TNI, Masyarakat dan
Mitra keamanan lainya, agar pesta demokrasi pemilu 2014 dapat berlangsung aman, jujur, adil dan
demokratis. Dengan demikian diharapkan. Pemantapan demokrasi dapat terwujud, serta menjadi landasan
menuju Indonesia yang makmur dan sejahtera.

HADIRIN PESERTA APEL YANG SAYA HORMATI,


Perlu kita cermati, pada pelaksanaan pemilu 2014 terdapat berbagai potensi kerawanan, yang
memerlukan perhatian serius kita semua untuk diantisipasi sejak dini, agar tidak berkembang menjadi
gangguan nyata, yang dapat mengganggu dan menghambat penyelenggaraan pemilu 2014.
Berbagai potensi kerawanan tersebut, dapat terjdi dalam setiap tahapan pemilu berupa pelanggaran tindak
pidana pemilu, termasuk tindak pidana umum, yang harus dapat di kelola dan ditangani oleh polri secara
professional, tranparan dan akuntabel. Terkait tindak pidana pemilu, polri bekerja sama dengan kejaksaan
dan bawaslu, diharapkan dapat mengoptimalkan peran sentra gakkumdu, sehingga dapat menyelesaikan
dengan tuntas setiap pelanggaran pemilu yang terjadi.
Oleh karena itu, dalam rangka menjamin stabilitas kamtibmas selama berlangsungnya pemilu 2014, polri
menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi “ mantap brata – 2014”, yang dilaksanakan selama 224
hari diseluruh wilayah Negara kesatuan republic Indonesia, dengan mengendepankan kegiatan preemtif dan
preventif, yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hokum, kuratif dan rehabilitasi, dalam rangka
mengamankan setiap inti tahapan pemilu 2014.
Sehubungan dengan pelaksanaan operasi kepolosian tersebut, maka dalam implementasinya, akan
dilakukan pergelaran fungsi – fungsi kepolosian dilapangan dalam bentuk satuan tugas tingkat pusat,
tingkat daerah dan tingkat polres, yang melibatkan dua ratus lima puluh tiga ribu tiga puluh lima (253.035)
personel polri, dengan bantuan perkuatan dua puluh tiga ribu empat ratus lima puluh (23.450) personel tni
dan satu juta Sembilan puluh satu rib lima ratus lima puluh enam (1.091.556) personel linmas untuk
mengamankan sebanyak seratus delapan puluh enam juta seratus tujuh puluh dua ribu lima ratus delapan
(186.172.50) pemilih sementara, yang akan tersebar pada lima ratus empat puluh lima ribu tujuh ratus tujuh
puluh delapan (545.778) tps sementara.
Mencermati tantangan tugas dalam pengamanan pemilu 2014 tersebut, saya perintahkan kepada selurh
jajaran, untuk mengawal dan mengamankan setiap tahapan pemilu dengan sebaik-baiknya, serta berupaya
mewijudkan terciptanya dituasi kamtibnas yang kondusif, agar dapat memberikan rasa aman akepada para
penyelenggara dan peserta pemilu tahun 2014, serta menjamin masyarakat dapat menggunakan hak
pilihanya dengan jernih sesuai hati nuraninya.
Dalam rangka mendukung hal tersebut, saya juga memerintahkan kepada seluruh pimpinan
kesatuan, agar terus meningkatkan kemampuan personel, serta memberikan kelengkapanperorangan yang
memadai. Dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang terjadi pada pemilu 2014, serta kemungkinan
terjadinya situasi kontinjensi. Oleh karena itu, segera laksanakan latihan pra operasi (LATPRAOPS)
“Mantap Brata – 2014” dan Lappraops dalam menghadapi situasi kontinjensi, yang merupakan bagian
integral dari asta siap, sehingga seluruh personel Polri Benar – benar siap untuk mengamankan pemilu
2014.
Selain itu, kepada seluruh jajaran, agar secara proaktif terus memperkokoh sinergi polisional
dengan penyelenggara pemilu, TNI, Masyarakat, dan Mitra Keamanan lainya, dalam rangka mendukung
kesuksesan pemilu 2014. Saya tegaskan agar seluruh personel polri tetap menjaga netralitas, dengan tidak
berpihak kepada kelompok tertentu, dalam memberikan pelayanan maupun tindakan kepolisian lainya,
selama berlangsungnya tahapan-tahapan pemilu 2014.
HADIRIN PESERTA APEL YANG SAYA HORMATI,
Untuk menghadapi tugas mulia dalam rangka pengamanan pemilu 2014, pada kesempatan apel
konsolidasi gelar pasukan ini, ada beberapa pesan yang ingin saya sampaikan, untuk dipedomani dan
dilaksanakan :
1. Siapkan mental dan fisk dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi, dalam
memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, sehingga dapat menampilkan jati diri polri
sebagai sosok penolong, sahabat, pelayanan masyarakat, serta penegak hokum yang yang jujur, benar,
adil, transparan, dan akuntabel.
2. Petakan setiap kerawanan pada setiap tahapan pemilu 2014, serta lakukan deteksi dini dengan
mengoptimalkan fungsi intelijen, didukung babinkamtibmas, untuk mengetahui dinamika dan
fenomena yang berkembang di masyarakat, sehingga setiap permasalahan yang berpotensi
mengganggu jalannya pemilu 2014, dapat diantisipasi sedini mungkin, dan tidak menimbulkan
dampak yang lebih luas.
3. Implementasikan asta siap secara maksimal di masing-masing kesatuan, sehingga pengamanan pemilu
2014 dapat benar-benar kita laksanakan secara optimal.
4. Perkokoh kerja sama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara pemilu, unsure tni, dan segenap
komponen masyarakat, guna mewujudkan sinergi polisional yang proaktif dalam rangka pengamanan
pemilu 2014.
5. Bagi segenap anggota polri, jaga komitmen dan netralitas, serta tidak terlibat dalam kegiatan politik
praktis dalam penyelenggaraan pemilu 2014, yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat
terhadap polri.
6. Tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman terorisme yang memanfaatkan momen pemilu
2014, khususny wilayah yang meiliki kerawaanan serta berpotensi dijadikan target oleh pelaku.
7. Lakukan penegakan huku terhadap pelanggaran tindak pemilu secara terpadu, melalui sentra
gakkumdu.
8. Berikan arahan dan petunjuk yang jelas kepada anggota sebelum bertugas, serta pedomani aturan dan
s.o.p yang berlaku, untuk menghindari keraguan dan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas
9. Sipakan rencana pengamanan kontinjensi serta latihkan epada seluruh personel, sehingga mam[pu
menghadapi eskalasi ancaman yangmengaharah pada situasi konjensi.
10. Lakukan pengawasan dan pengendalian secara melekat, terhadap pelaksanaan operasi dan kineja
anggota untuk meminilisasi terjadinya peyimpangan dalam pelasksanaan tugas dilapangan.

HADIRIN PESERTA APEL YANG SAYA HORMATI

Sebelum menghakhiri amanat ini, marilah kita jadikan apel konsilidasi ini untuk mentaukan tekad dan
komitment dalam rangka mengawal dan mengamankan serta mensukseskan pemilu 2014, semoga segala
tugas pengabdian nilai ibadah dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Demikia amanat saya, semoga Allah SWT senantiasa memberikan bmbingan perlindungan dan kekutan
kepada kita semua dalam melanjutkan tugas pengabdian kepada masyarakat bangsa dan Negara

Sekian dan terima kasi

Wassalamu’alaikum Wr-Wr.

Jakarta, 4 Februari 2014.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia

Drs. Sutarman

Jenderal Polisi