Anda di halaman 1dari 18

MODUL 2

PEMBUATAN KOLOM STRATIGRAFI


BERDASARKAN DATA CUTTING

By WPA
1. Membuat kolom stratigrafi berdasarkan
data keratan bor (prosesnya dalam
industri migas sering disebut sebagai
mudlog)
2. Kolom stratigrafi dapat dipergunakan
dalam tahapan eksplorasi dan
pengembangan lapangan migas
3. Dalam tahapan eksplorasi kolom tersebut
dapat digunakan untuk mengetahui
interval-interval yang dapat berfungsi
sebagai elemen dalam petroleum sistem
(source rock, reservoir, seal)
4. Dalam tahapan pengembangan lapangan
terutama digunakan untuk mengetahui
keberadaan dari batuan reservoir
 Pembuatan kolom dapat dilakukan dari
data permukaan maupun bawah
permukaan
 Data permukaan biasanya melalui
measuring section (MS) atau pengukuran
penampang stratigrafi (PPS)
 Data bawah permukaan melalui apa yang
disebut sebagai mudlog
 Mud dalam industri migas berarti
campuran antara padatan dan cairan
 Cairan disebut sebagai mud filtrate
 Padatan terdiri paling tidak atas dua
elemen, yaitu: 1. bahan lumpur pemboran
dan 2. keratan bor yang dibawa oleh lumpur
pemboran (sering disebut sebagai cutting)
 Data Cutting dan ROP
 Dibawa oleh lumpur pemboran sehingga
tidak mungkin terdiri hanya satu litologi
--> cara menampilkan dalam bentuk
prosentase
 Ada perbedaan data saat mengukur
kedalaman dan keratan sumur yang
keluar dari lubang bor yang disebut
sebagai lag of time
 Pada tahap awal, perbedaan ini diatasi
dengan “mengkorelasikan” dengan data
Rate of Penetration (ROP)
 ROP mencerminkan litologi yang
ditembus oleh mata bor dan
perubahannya lebih real time, sehingga
dapat lebih dipercaya sebagai posisi
batas lapisan
Small pieces of rock that break away due to
the action of the bit teeth. Cuttings are
screened out of the liquid mud system at the
shale shakers and are monitored for
composition, size, shape, color, texture,
hydrocarbon content and other properties by
the mud engineer, the mud logger and other
on-site personnel. The mud logger usually
captures samples of cuttings for subsequent
analysis and archiving.
 The speed at which the drill bit can
break the rock under it and thus deepen
the wellbore.
 This speed is usually reported in units
of feet per hour/meters per hour or
minutes per feet.

 Sandstone response?
 Limestone response?
 Shale response?
 Parameter pembeda yang lazim
digunakan untuk membedakan interval
reservoir dengan non – reservoir adalah
volume shale.

 Volume shale menyatakan jumlah


kandungan lempung pada suatu interval
yang dinyatakan dalam persentase
volume shale terhadap volume
keseluruhan batuan  (laminar shale,
structural shale & dispersed shale)

 Dari hasil perhitungan volume shale


pada suatu penampang log sumur dapat
diidentifikasi zona – zona reservoir
berdasarkan nilai ambang (cut off)
volume shale yang ditentukan.
Volume shale dapat dihitung dengan menggunakan
beberapa alternatif log sebagai berikut :
a. Log Gamma Ray (GR)
V sh = (GR – GRmin) / (GRmax
– GRmin)
GR = bacaan log GR pada zona interest
GR min = bacaan log GR pada zona 100% bersih
lempung
GR max = bacaan log GR pada zona 100% lempung

b. Log Spontaneous Potential (SP)


V sh = (SP - SP0) / (SP100 -
SP0)
SP = bacaan log SP pada zona interest
SP0 = bacaan log SP pada zona 100% bersih
lempung
SP100 = bacaan log SP pada zona 100% lempung

c. Cross Plot Log Neutron – Density


V sh = (phin - ρb) / (phinSh
- ρbSh)
phin =bacaan log neutron pada zona interest
ρb =bacaan log density (bulk density) pada
zona interest
phinSh =bacaan log neutron pada zona 100%
lempung
ρbSh =bacaan porositas semu lempung pada log
density (bulk density)
a. Log Gamma Ray (GR)
V sh = (GR – GRmin)/(GRmax –
GRmin)
GR = bacaan log GR pada zona interest
GR min = bacaan log GR pada zona 100% bersih
lempung
GR max = bacaan log GR pada zona 100% lempung

500
Ex: 62 @ 515 ft
550
Ex: 27 @ 565 ft

600 Ex: 146 @ 590 ft


• Gross Sand (GS)
thickness → tebal
stratigrafis antara dua
top reservoir

• Net Sand (NS) thickness


→ tebal stratigrafis
hasil GS yang di potong
nilai cut off Vshale
TAF
-6
• Net Effective Sand
N (NES) thickness → tebal
P N
N
Fluid Contact stratigrafis hasil NS
E
G S
S yang di potong nilai cut
S off Porosity

TAF
-5 • Net Pay (NP) thickness
→ tebal stratigrafis
hasil NES yang di
potong nilai kontak
fluida (OWC atau GWC)
 Tentukan interval reservoir pada log GR dengan nilai cut off
untuk Volume of Shale sebesar 40% dengan menggunakan
rumus:

Vsh ≈ IGR = (GRlog – GRclean) / (GRshale – GRclean)

GRlog = bacaan GR pada suatu titik kedalaman tertentu


GRclean = nilai GR pada interval reservoir yang paling bersih, hal ini
ditunjukkan oleh nilai GR yang paling kecil dari interval yang
dipelajari.
GRshale = nilai GR untuk lapisan serpih, ditunjukkan oleh nilai GR yang
paling besar.

 Untuk praktisnya rumus di atas dapat dirubah sebagai berikut:

0.4 = (GRlog – GRclean) / (GRshale – GRclean)


Ex:
Zona 1
GRclean = 39.22
GRshale = 138.47

0.4 = (GRlog – GRclean) / (GRshale – GRclean)


0.4 = (GRlog – 39.22) / (138.47 – 39.22)
0.4 = (GRlog – 39.22) / 99.25
GRlog = 39.7 + 39.22
GRlog = 78.92