Anda di halaman 1dari 11

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN INTERVENSI RASIONAL


1. Pemenuhan nutrisi kurang dari Klien akan menunjukkan 1. Kaji kemampuan intake nutrisi Menentukan tingkat toleransi
kebutuhan tubuh B/D pembatasan pemenuhan nutrisi peroral klien setiap saat klien dalam intake oral
intake makanan peroral ditandai adekuat, dengan kriteria : Distensi abdomen/perut
dengan :  Mempertahankan, BB 2. Identifikasi adanya distensi kembung, timbul ketidak
DS : Ibu klien mengatakan stabil / menunjukkan abdomen/perut kembung nyamanan, intake oral akan
anaknya belum boleh makan peningkatan BB berkurang
lewat mulut mencapai normal Intake nutrisi cair (susu)
DO : Bibir pecah dan kering  Bebas dari tanda akan memudahkan klien
3. Berikan intake nutrisi cair (susu)
- Klien makan lewat NGT malnutrisi dalam pemenuhan nutrisi
sesuai toleransi klien
- BB = 819 Kg  Keluarga mampu tanpa membebani usus
4. Timbang berat badan setiap hari
- Hb = 10,7 gr/dl mengidentifikasi menurunnya, BB,
- Albumin = 210 perilaku / intervensi menunjukkan pemenuhan
dalam mempertahankan nutrisi tidak adekuat
BB normal Peristaltik usus yang hilang,
5. Auskultasi kemajuan penstaltik
 (BB = 10,2 Kg) menunjukkan fungsi usus
usus
 Hb = 11,5 – 15,5 gr/dl terganggu, sehingga bisa
 Albumin = 3,5 - 5,0 timbul distensi
Tindakan cepat dapat
6. Laporan ke tim medis, jika
dilakukan jika distensi
terdapat tanda-tanda distensi
abdomen terjadi, berupa
Abdomen
pemasangan. NET nutrisi
7. Kolaborasi pemberian nutrisi
farenteral / IV mengganti
parenteral/IV jika klien tidak
intake nutrisi lewat oral yang
dapat memenuhi lewat oral
tidak terpenuhi
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN INTERVENSI RASIONAL


2. Resiko tinggi terjadi infeksi B/D Klien akan mempertahan 1. Kaji adanya tanda-tanda infeksi Mengetahui lebih awal
terputusnya kontinuitas jaringan kan tidak terjadi infeksi disekitar luka post operasi terjadinya infeksi sehingga
(luka post operasi reseksi) dengan kriteria : reseksi/luka drain (kemerahan, dapat dilakukan tindakan
 Tanda-tanda infeksi bengkak – sakit) dengan cepat
tidak ada (merah, pus,
sakit) 2. Ganti balutan dengan tehnik steril Tehnik stril dapat mencegah
 Luka kering/sembuh perkembangan
 TTV dalam batas mikroorganisme penyebab
normal hasil infeksi.
laboratorium (leukosit)
dalam batas normal 3. Lakukan tindakan/perilaku untuk Cuci tangan sebelum dan
(4000 – 10.000) mencegah infeksi (cuci tangan sesudah perawatan,
sebelum dan sesuai melakukan meminimalkan terjadinya
perawatan kontaminasi kuman

4. Monitor TTV setiap 4 jam Infeksi yang terjadi dapat


bermanifestasi perubahan
TTV (terutama SB, DN).

5. Catat dan segera laporkan adanya Deman yang ekstrin,


demam tiba-tiba, drainase yang biasanya menunjukkan
tidak biasanya adanya proses infeksi
sistemik.

6. Pantau hasil pemeriksaan Leukositasis, menunjukkan


laboratorium (leukosit) proses infeksi.

7. Berikan otot antibiotik yang Antibiutik membunuh


diprogramkan/sesuai dosis yang /menghambat perkembang
ditentukan biakan Bakteri/kuman
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN INTERVENSI RASIONAL


3. Resiko tinggi kekurangan volume Klien akan mempertahan 1. Pertahankan intake cairan per-oral 1. Kebutuhan cairan klien
cairan tubuh B/D intake yang kan tidak terjadi ke sesuai toleransi klien (  1000 berdasarkan BB dan
kurang frekuensi BAB meningkat kurangan volume cairan, cc/hari) pemberian  42 cc / jam pengeluaran  1000
(encer) dengan kriteria : cc/hari dapat memenuhi
 Hidrasi cairan adekuat balance cairan
(9000–1000 cc/hari 2. Pantau intake dan out put cairan 2. Menentukan kesimbangan
 TTV dalam batas cairan tubuh klien
normal 3. Identifikasi adanya tanda ke 3. Menunjukkan jika terjadi
 Tidak ada tanda keku- kurangan cairan (turgcr kulit, kehilangan
rangan cairan (seperti yanosis, bibir kering, tachirardi) cairan/dehidrasi
mata cekung, bibir
kering) 4. Amati jika terjadi kelemahan 4. Kehilangan cairan berlebi-
umum atau disritmia jantung han dapat menimbulkan
setiap 4 jam kesimbangan elektrolit
mis k’ yang berfx untuk
tulang dan jantung
4. Resiko terjadinya, gangguan Klien akan mempertahan 1. Kaji adanya tanda-tanda gangguan 1. Menentukan adanya
integritas kulit (disekitar Anus) kan, tidak terjadi gangguan integritas kulit disekitar anus gejala awal terjadinya
integritas kulit disekitar setiap 4 jam gangguan integritas kulit
anus / drain, dengan
kriteria : 2. Lindungi genital, jaga agar area 2. Agar tidak terjadi iritasi
 Lecet tidak ada anus tetap kering dan bersih, ganti kulit genital/daerah
disekitar anus popok bila basah perianal
 Merah tidak ada
 Orang tua klien menun- 3. Rubah posisi sesering mungkin 3. Agar integritas kulit tetap
jukkan perilaku utuh  terjadi ruam
mencegah gangguan 4. Hindari peregangan kulit pada 4. Mencegah trauma
integritas kulit daerah anus mekanik
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

HARI/ KODE JAM IMPLEMENTASI EVALUASI ( S O A P E )


TGL N.DX
Rabu, 01 08.10 1. Mengkaji kemampuan intake nutrisi peroral Jam 12.00
30-6-04 Hasil : klien minum madu (2 sendok teh) S : Ibu klien mengatakan anaknya sudah
08.15 2. Menimbulkan BB klien bisa minum lewat mulut (madu)
Hasil : BB klien = 8,9 Kg O :- BB = 8,9 Kg
08.45 3. Memberikan intake nutrisi cair (susu) sesuai toleransi klien - Susu belum diberikan
Hasil : susu belum diberikan karena habis -  terdapat distensi abdomen
08.50 4. mengidentifikasi adanya distensi abdomen - Peristaltik 4 x dalam 30 detik
Hasil :  terdapat distensi abdomen (kesan normal)
10.00 5. Mengavskuitasi peristaltic usus A : Masalah belum teratasi
Hasil : peristaltic usus , kesan normal 4x dalam 30 detik P : Lanjutkan intervensi

02 10.05 1. Mengkaji adanya tanda-tanda infeksi disekitar luka post Jam 12.15
operasi reseksi / luka drain S:-
Hasil : Luka sudah kering  tampak memerah dan bengkak O : - Luka sudah kering,  tampak
07.45 2. Mengganti balutan dengan teknik steril memerah dan bengkak
- TTV dalam batas normal
07.45 3. Melakukan tindakan untuk mencegah infeksi (cuci tangan TD = 100/60 mmHg
sebelum dan sesudah melakukan perawatan N = 100 x / mt
11.00 4. Memonitor TTV P = 24 x / mt
Hasil : TD = 100/60 mmHg S = 36,5oC
N = 100 x /mt A : Masalah teratasi
P = 24 x / mt P: -
S = 36,5oC
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

HARI/ KODE JAM IMPLEMENTASI EVALUASI ( S O A P E )


TGL N.DX
Rabu, 03 09.00 1. Mempertahankan intake cairan peroral sesuai toleransi klien Jam 12.30
30-6-04 ( 1000 cc / hari) S:-
Hasil : memberikan minum klien dengan  42 cc/jam O :- klien sudah minum 42 cc/jam
09.10 2. Mengidentifikasi adanya tanda kekurangan cairan - Turgor kulit klien baik,  terdapat
Hasil : Turgor kulit klien baik,  terdapat cianosis cianosis
N = 100 x / mnt - N = 100 y / mnt
09.20 3. Mengamati apakah terjadi kelemahan atau distritmia jantung - Klien  lemah,  ada distritmia
Hasil : klien  lemah,  ada terjadi distritmia A : Masalah teratasi
P: -

04 11.15 1. Mengkaji adanya tanda-tanda gangguan integritas kulit Jam 12.45


disekitar anus S:-
Hasil : tampak adanya eritema O : - Masih tampak ada eritma pada anus
A : Masalah tbelum teratasi
11.20 2. Menganjurkan kepada ibu klien agar selalu mengganti popok P : Lanjutkan intervensi
bila basah
Hasil : ibu klien mengerti
11.30 3. Merubah posisi sesering mungkin
Hasil : klien bergerak aktif sehingga  ada penekanan pada
daerah anus Keterangan 13.30
Klien sudah boleh pulang
BAB I
PENGERTIAN TENTANG KOMPUTER

 Defenisi Komputer
Komputer adalah suatu alat pengolah data elektronik
* Data  sesuatu yang bila diolah akan menghasilkan onformasi
* Informasi  Sesuatu yang bila diberitahukan pada seseorang akan mengurangi ketidaktahuan orang tersebut atau
* Membuat orang tersebut dapat mengambil keputusan
1. Komponen CPU (Central Processing Unit)
Istilah CPU disini adalah istilah yang dipakai secara umum di masyarakat, yaitu berupa kotak yang berisi komponen-
komponen komputer diluar monitor, keyboard, mouse dan printer.
Untuk mengingat komponen penyususn “CPU”, maka kita memakai istilah Sembako, yaitu sembilan bahan pokok penyusun
suatu unit komputer. Sembako ini merupakan komponen dasar, jika ke sembilan komponen ini telah tersedia maka komputer
tersebut sudah dapat menjalankan fungsinya. Selebihnya jika kita ingin menambahkan misalnya untuk multimedia maka dapat
ditambahkan komponen multi media.
Sembako terdiri dari :
1. Prosesor
2. Matherboard / Mainboard
3. RAM (Random Acces Memory)
4. Video card (Card monitor)
5. Floppy disk drive (FDD)
6. Hard disk drive (HDD)
7. Casing
8. Monitor
9. Keyboard – Mouse

Untuk multimedia terdiri dari :


1. CD ROM
2. Sound card
3. Modem
4. Land card
5. Dan lain-lain.

1. Processor
Processor berfungsi sebagai otak dari suatu komputer. Tipe processor menjadi penentu bagi tipe suatu komputer. Oleh
karena itu yang menjadi alat ukur kecepatan suatu komputer tersebut terletak pada processornya (dalam satuan Mhz-GHz).
Perlu diketahui bahwa prosessor adalah kumpulan ratusan bahkan jutaan transistor.
Secara fisik jenis prosessor terdiri dari 2 jenis yaitu :
~ Slot  1,2,2…. Dst
~ Soket  1,2,3,4…..dst
Sedangkan yang menciptakan prosessor sendiri yaitu satuan perusahaan, yang terdiri atas 3 bagian yaitu :

 Intel : -486, 386, 286


- P1, P2, P3, P4, P seleron
 AMD : - Duron, tuner bird adlon xp
 VIA : Prosessor jenis ini jarang dipakai kjarena kualitasnya kurang baik.
Baik itu AMD maupun INTEL masing-masing memiliki kelebihan dan kekuarangan
 Kelebihan AMD : Cepat memproses data
 Kelebihan INTEL : Lebih stabil
 Kekurangan AMD : Cepat panas
 Kekurangan INTEL : Sedikit lambat dari AMD

2. Motherboard
Motherboard dapat diartikan sebagai papan induk, artinya semua komponen CPU ditancapkan pada papan ini sehingga
dapat saling berinteraksi dan menghasilkan kinerja.
Bagian dari Motherboard adalah :
a. Slot Expansi
Yang berfungsi untuk menancapkan card interface yang diperlukan, slot tersebut antara lain :
 ISA (Industri Standart Architecture)
 berwarna hitam, digunakan untuk menancapkan sound card, Lan card TV tuner.
 PCI (Peripheral Componen Interconnet)
 berwarna putih untuk menancapkan VGA Card, Sound Card, Land, Card, Modem Internall dll.
 AGP (ccelerated Graphic Post)
 berwarna coklat untuk menancapkan VGA Card (Monitor)
b Chipset
Chipset adalah bagian yang juga ikut menentukan kehandalan sebuah CPU. Cipset ada dua jenis yaitu
- Chipset Selatan (hijau)  Untuk mengetahui cepat lambatnya suatu komputer
- Chipset Utara (hitam)  untuk mengatur sound card

3. RAM (Random Acces Memory)


RAM berfungsi ebagai penyimpan data sementara selama arus masih ada. Data yang dimaksud adalah data dan program
sehingga kita dapat memakai atau menjalankan program yang kita inginkan. RAM terbagi dalam beberapa jenis, yang umum
digunkaan saat ini adalah jenis DIMM (Dual in line memory module) RAM dengan jenis ini biasa dikenal dengan sebutan
SDRAM (Syncronous Dinamic Random Acces Memory) dengan jumlah pin sebanyak 168 pin.

4. Video Card (Monitor Card)


Untuk menampilkan proses yang sedang terjadi pada komputer maka kita membutuhkan monitor. Agar supaya monitor
dapat dikenal dan berfungsi sebagaimana mestinya maka dibutuhkan interface yang sering disebut dengan monitor card (video
card), yang merupakan otak yang mengendalikan monitor dalam hal mengatur resolusi, scan rete dan warna yang ada pada
monitor.

5. FDD (Ploppy Disk Drive)


Disk dibagi dalam dua ukuran yaitu :
1. Ukuran 5,25 jenis DD 360 KB dan jenis FDD 1,2 Mb
2. Ukuran 3,5 jenis DD 720 Kb dan jenis FDD 1,44 Mb

6. Hardisk
Hard Disk juga adalah media penyimpan sama seperti disket, tetapi kapasitasnya jauh lebih besar saat ini ukuran yang paling
kecil di pasaran adalah 7,5 Gb
Hard Disk dibagi kedalam dua tipe yaitu :
~ Tipe IDE (Integreted Drive Electronics), pemasangannya pada card I/O dan dapat dipararel hingga 4 Hd
~ Tipe SCSI ( Small Komputer System Interface.) Jenis I/O tnya berbeda dengan input output pada IDE dan dapat dipararelkan
hingga 7 Hardisk

7. Casing
Casing adalah tempat untuk menyimpan sebagian besar komponen dari komputer, yang dirancang sedemikian rupa
sehingga dapat dipakai oleh semua jenis motherboard
Casing terbagi ke dalam dua tipe
a. Desktop
- Ukuran universal / standart, memiliki 4-5 ruang
- Ukuran slim memiliki 2 ruangan
b. Tower
- Mini tower, memiliki 4 ruang
- Middle tower, memiliki 5 ruang
- Full tower memiliki 8 ruang

8. Keyboard dan mouse


Keyboar dan mouse merupakn input device yang digolongkan dalam dua jenis yaitu serial PS/2
Ciri-ciri keyboard dan mouse PS/2 memiliki konektor bulat kecil 6 pin
Ciri-ciri keyboard serial memiliki konektor bulat besar dengan 6 pin
Sedangkan cirri-ciri mouse serial memiliki konektor 2 baris 9 lubang