Anda di halaman 1dari 56

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

PROGRAM PENDIDIKAN S 1 NERS


UNIVERSITAS HASANUDDIN

RUANG RAWAT : Meranti TGL. DIRAWAT: 17 -05- 2003

I. IDENTITAS KLIEN
Inisial : Ny.E
Umur : 26 tahun Tanggal Pengkajian : 19 Mei 2003
Suku : Bugis RM No. : 01 86 28
Pendidikan : SMA Alamat : Kec.Salomekko KabupateBone
Informen : Klien , Status, Perawat
II. ALASAN MASUK :
Satu bulan sebelum Masuk Rumah Sakit Klien mengamuk dan memukul-mukul
kakinya sendiri, kadang-kadang memukul orang lain .Klien suka berteriak, telanjang di
rumah dan berjalan tidak tentu arah, klien gelisah,mondar-mandir, suka bicara sendiri
dan susah tidur, dan memberat tgl 16-5-2003.Anggota keluarga terutama ibu klien
merasa takut dan kadang jengkel apabila Klien marah dan mengamuk, sehingga tgl 17-
5-2003 Ibu dan Tante klien membawa ke rumah sakit jiwa Dadi Makassar dan dirawat
di Ruang UGD Meranti.
III.KELUHAN UTAMA
Klien mengatakan sering mendengar suara-suara, gelisah, mondar-mandir dan susah
tidur, dan kadang tertawa sendiri.
IV. FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu ? ya, sudah tiga kali masuk Rumah
Sakit Jiwa.
Jelaskan:
 Klien pernah mengalami gangguan jiwa (mendengar suara-suara ) pada tahun
2002, dan 3 kali dirawat di RS jiwa Dadi Makassar .
1. Tgl 23-9-2002 s.d 28-9-2002
2. Tgl 02-10-2002 s.d 28-10-2002
3. Tgl 17-5-2003 sampai sekarang

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


 Riwayat minum obat tidak teratur
 Klien di antar ke rumah sakit oleh ibu dan tantenya. Menurut klien keluarga
membesuk satu kali seminggu
2. Pengobatan sebelumnya ? kurang berhasil, klien tidak rajin kontrol , dan tidak rajin
minum obat.
3. Klien tidak pernah mengalami aniaya fisik ,aniaya seksual, penolakan, kekerasan
dalam keluarga dan tindakan kriminal
Jelaskan 1,2,3 : Klien dirawat yang ke-3 kalinya,keluarga merasa takut dan kadang
merasa jengkel apabila klien marah, sehingga keluarga membawa klien ke RS
Masalah Keperawatan:
Koping keluarga tak efektif ; ketidakmampuan keluarga merawat klien di
rumah
4. Tidak ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
5. Pengalaman yang tidak menyenangkan: Klien dipaksa kawin dengan
pilihan orang tuanya pada tahun 1995 dan sebulan setelah perkawinannya suami klien
menikah lagi. Dulu setelah tamat SMA, klien mendaftar AKPER tapi tidak diterima.
V. FISIK :
1. Tanda vital :TD : 110/80 mmHg N : 84 x/m S: 37 º C P : 24 x/m
2. Ukur : TB : 160 cm BB: 56 kg
3. Keluhan Fisik : Tidak ada
Jelaskan : Dari hasil pemeriksaan tidak menunjukan adanya kelainan/gangguan fisik
Masalah keperawatan : -
VI. PSIKOSOSIAL
1. Genogram

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


Keterangan:

Laki-laki Tinggal serumah


Perempuan Sudah meninggal
Klien
Ayah klien telah meninggal karena penyakit jantung
 Klien tinggal dengan ibu dan ketujuh
saudaranya
 Klien adalah anak kedua dari 8
bersaudara
 Tipe keluarga klien adalah keluarga
inti
Pola komunikasi dengan ibu dan keluarga tidak ada masalah karena menurut klien
ia dibesuk setiap sekali dalam seminggu.
Masalah keperawatan : - - -
2. Konsep Diri
a. Citra Tubuh : Klien mengatakan tidak ada bagian tubuh yang tidak disukai
b. Identitas : Klien sudah pernah menikah dan sekarang ditinggalkan oleh
suaminya.Klien puas sebagai wanita . K mengatakan tidak punya
pacar sejak cerai dengan suaminya.
c. Peran : Klien mengatakan belum bekerja.
d. Ideal diri : Klien berharap agar bisa kembali ke rumah secepatnya dan
berharap keluarga dapat menerimanya kembali serta dapat
membantu ibunya di rumah
e. Harga diri : - Sejak klien sakit merasa dirinya dijauhi oleh teman-temannya
- Klien sakit, tidak normal seperti saudara-
saudaranya
- Klien merasa tidak berguna dan menyusahkan
orang tuanya
Masalah Keperawatan: Gangguan konsep diri ; harga diri rendah
f. Hubungan sosial:

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


1. Orang terdekat ibu dan adik-adiknya
2. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat : klien tidak pernah terlibat
dalam kegiatan sosial
Masalah Keperawatan : Isolasi sosial ; menarik diri

g. Spiritual:
1. Nilai dan keyakinan : Klien merasa bahwa penyakit
yang dialami sekarang sudah merupakan takdir dan hanya bias berdoa kepada
Tuhan mudah-mudahan penyakitnya cepat sembuh.
2. Kegiatan Ibadah : Klien mengatakan selama di
RS belum pernah melaksanakan shalat karena sementara haid.
Masalah keperawatan : Ada permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan
spiritual, tidak dapat konsentrasi dalam setiap ibadah shalat, tapi tetap
melaksanakan shalat.
VI. STATUS MENTAL :
1. Penampilan : Penampilan klien sehari-hari rapi, mandi pagi sore , berpakaian
sesuai, kuku pendek, gigi bersih.
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah
2. Pembicaraan : Klien berbicara bila ditanya, gaya bicara lambat, kontak mata
kurang , Klien lebih sering menatap kosong kedepan atau menunduk. Klien
berbicara jelas sesuai topik pembicaraan.
Masalah keperawatan : Isolasi social ; menarik diri
3. Aktifitas motorik : Klien tampak lesu, gelisah, sering mondar-mandir, sering duduk
menyendiri, tidak nampak tegang, agitasi, tremor dan konpulsi tidak ada
Masalah keperawatan: Resiko prilaku kekersan
4. Alam perasaan : Klien nampak sedih ketika menceritakan bahwa ia tidak dapat
melanjutkan kuliah dan klien mengatakan sakit dibandingkan saudaranya.Klien
menunjukan ekspresi wajah sesuai dengan pernyataannya
5. Afek : Ekspresi wajah datar, klien kadang tertawa sendiri.
Masalah keperawatan : Isolasi social ; menarik diri
6. Interaksi selama wawancara :

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


Selama wawancara klien tampak kooperatif kontak mata kurang . Klien bersikap
sopan selama wawancara , Klien dapat memberi jawaban atas pertanyaan yang
diberikan, kadang-kadang klien bersifat defensif
Jelaskan : Saat interaksi klien sering menunduk , kontak mata kurang dan menjawab
pertanyaan dengan singkat.
Masalah Keperawatan: -Isolasi sosial : menarik diri
7 Persepsi :
Klien mengatakan sering mendengar suara laki-laki yang menyuruh klien untuk
membanting barang-barang, melarang klien untuk tidur dan mengancam akan
membunuh klien. Jenis halusinasi adalah pendengaran. Menurut klien frekuensi
halusinasi tidak menentu , muncul terutama pada malam hari. Apabila halusinasi
muncul klien merasa akan mati, merasa ketakutan, dan hanya menutup telinga.
Tidak ada usaha klien untuk mengontrol halusinasi kecuali mengamuk dan
membanting barang-barang.
Masalah keperawatan : Perubahan persepsi sensori ; Halusinasi dengar
8. Proses Pikir:
Pada saat wawancara pembicaraan klien antara satu kalimat dengan kalimat
lainnya ada hubungan, hanya terkadang klien agak lambat dalam menjawab
pertanyaan, daya ingat klien masih bagus baik ingatan lampau maupun sekarang.
Klien masih mengingat nama-nama teman sekolahnya, nama tantenya, dan tidak
disorientasi waktu, tempat.
Masalah Keperawatan ; -
9. Isi pikir :
Klien tidak mengalami gangguan isi pikir.
10. Tingkat kesadaran: Klien mengatakan dirinya sekarang berada di RS
Jiwa. Klien tidak mengalami disorientasi waktu tempat dan orang.
Masalah keperawatan : -
11. Tingkat konsentrasi dan berhitung:
Pada saat wawancara tampak klien kurang mampu konsentrasi. Terkadang minta di
ulang pertanyaan yang diberikan. Dan diam sebentar pada saat menjawab
pertanyaan Perhatian klien terbagi saat interaksi, klien dapat menghitung jumlah
perawat yang ada di ruangan dan jumlah pasien yang ada di ruang Meranti

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


Jelaskan : Klien kadang mengalihkan perhatiannya saat ditanya menunjuk
temannya , melihat sekeliling
Masalah Keperawatan: -
12. Kemampuan penilaian
Klien tidak mengalami gangguan , klien masih dapat membedakan yang bersih dan
yang kotor.
13. Daya tilik diri:
Pada saat wawancara klien merasa dirinya sakit sehingga dibawa ke RS
Klien ingin cepat sembuh
Masalah Keperawatan : -

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


A. Kebutuhan Persiapan Pulang
a. Makan
 Frekuensi 3 kali sehari mengikuti pola rumah sakit, klien menghabiskan porsi
makannya.
 Klien makan sendiri, tapi agak lambat.
 Nafsu makan baik, tampak klien menghabiskan porsi makanan yang diberikan
b. Bab / Bak
 Klien Bab/Bak di WC
 Kebersihan setelah eliminasi baik
c. Mandi
 Klien rajin mandi selama di rumah sakit dan menggosok gigi tanpa bantuan.
d. Berpakaian/ berhias
 Klien mengganti pakaian dan menyisir rambut sendiri tanpa bantuan .Klien
mampu menggunakan pakaian yang diberikan dengan baik
e. Istirahat dan tidur
Selama di Rumah Sakit klien mengatakan selalu mau tidur sehabis minum obat.
Tidur malam jam 21.00 dan bangun pagi jam 05.00 .
f. Penggunaan obat:
Klien mengatakan minum obat sesuai aturan. Klien diberi obat pada waktu
tertentu . Sehari 3X diberikan secara oral..

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


g. Pemeliharaan kesehatan
Bila klien sembuh, klien mengatakan akan perawatan lanjut di puskesmas.Bila
klien berobat di puskesmas bisaanya klien ditemani oleh ibunya meskipun tidak
teratur. Keluarga klien sangat memperhatikan kesehatan klien dan selalu
menjenguk klien walaupun tidak teratur waktunya.Keluarga klien menanyakan
bagaimana caranya merawat klien di rumah
h. Aktifitas di dalam rumah
Keluarga mengatakan sebelum di bawa ke RS klien rajin membersihkan/
membantu orang tua. Selama di rumah klien mengatakan selalu membantu ibu
bekerja.
i. Aktifitas diluar rumah
Klien mengatakan jarang melakukan aktifitas di luar rumah

B. MEKANISME KOPING
Klien mengatakan kalau ada masalah ia kadang diam ( masuk Kamar menyendiri),
klien tidak dapat menceritakan masalahnya kepada orang lain meskipun itu
keluarganya.
Masalah Keperawatan : Isolasi sosial menarik diri.

C. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN.


- Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik : Klien merasa teman-teman
menghindar atau menjauhi setelah dirinya sakit.
- Masalah berhubungan dengan lingkungan , spesifik :Klien mengatakan jarang
mengikuti kegiatan sosial/ lingkungan.
- Masalah pendidikan, spesifik ; Klien pernah kuliah 3 semester di UMI jurusan
elektro tapi berhenti karena sakit.
- Masalah ekonomi, spesifik : Klien mengatakan biaya perawatan ditanggung oleh
ibunya.
- Masalah dengan pelayanan kesehatan; Kurang memanfaatkan fasilitas kesehatan
yang ada..
D. PENGETAHUAN
Klien mengatakan penyakit jiwa itu adalah orang gila. Klien mengatakan ia tidak
mengalami penyakit lain.

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


Masalah Keperawatan: -
E. ASPEK MEDIK
Diagnosa Medik : Schizoprenia
Terapi Medik : - Haloperidol 1,5 3 X 1 tablet
- CPZ 100 mg 3 X 1 tablet
- THP 2 MG 3 x 1 tablet
1. Khasiat :
 CPZ adalah derivat yang mempunyai khasiat dan bekerja
pada susunan syaraf pusat, yaitu mendepresi sub cortical SSP yang
menimbulkan efek psikotropik, sedasi, anti emetik, dan dapat menekan reflek
batuk. Penghambatan pada hipotalamus dapat mempengaruhi mekanisme
pengaturan suhu. CPZ digunakan dalam penanganan psikosis akut atau kronis
yang meliputi Schizoprenia dan fase manik pada gangguan depresi manik
 Haloperidol adalah obat anti psikotik derivat yang khasiatnya
hampir sama dengan derivat fenotiazin (CPZ). Kemungkinan terjadinya efek
samping ekstrapiramidal lebih tinggi dibandingkan obat golongan fenotiazin
sedangkan efek sedasidan hipotensi kurang dibandingkan dengan jenis obat
transqualizer yang lain. Mekanisme tepatnya tidak diketahui yaitu mendepresi
susunan sarap pusat pada tingkat sub kortikal mid brain dan batang otak. Efek
anti emetik juga terjadi. Haloperidol bisaanya digunakan pada psikosa akut dan
kronis, fase manik pada psikosis manik-depresi dan psiko reaktif
 Trihexyphenidil (THP) adalah obat yang sering dipakai
sebagai penyerta pemberian obat anti psikotik jenis fenotiazin dan butirofenon
karena khasiatnya merelaksasi otot polos dan anti spasmodic
Efek samping
 Efek samping yang dapat terjadi pada pemakaian CPZ
meliputi efek sedasi, pusing, pingsan, hipotensi orthostatik, palpitasi, takikardi,
sindroma pada mulut, kemerahan pada mukosa, vesikel lidah kotor, gigi tanggal,
pandangan kabur, konstipasi, retensi urine, ejakulasi tertahan. CPZ juga
menyebabkan efek samping ekstra pyramidal yang meliputai parkinsonisme,
dystonia, diskinesia. Gangguan hormonal dapat terjadi yaitu menstruasi tidak

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


teratur, gynecomastia, penurunan libido, peningkatan nafsu makan, berat badan
meningkat, edema, glikosuria, hiperglikemia atau hipoglikemia. Reaksi
hipersensitif pada beberapa orang menimbulkan efek/ gejala-gejala jaundice,
gatal-gatal pada kulit, ptechiae dermatitis, fotosensitis, dan reaksi anafilaksit.
 Efek samping haloperidol serupa dengan efek samping
SPZ. Perbedaannya terletak pada efek samping hipothensiorthostatik lebih
ringan, sedang efek samping reaksi ekstra lebih berat. Efek samping pada SSP
meliputi parkinsonisme, gelisah, akatisia, hiperefleksi, tortikolis, dan tardive
diskinesia. Efek otonomi dapat terjadi ; mulut kering (atau hipersalivasi).
Konstipasi (atau diare ), reaksi urine deaporesi (dosis berlebihan ). Pada darah ;
leukopenia, leukositosis, enemia. Pada saluran napas ; laringospasme,
bronkhospasme, peningkatan kedalaman napas, brokopneumonia, depresi
pernafasan. Pada endokrin ; menstruasi tidak teratur, payudara nyeri,
gynecomastia, impotensi. Pada kulit ; kemerahan, fotosintesis, rambut rontok,
lain-lain ; anoreksia, mual, muntah, jaundice, penurunan, kadar kolesterol darah.
Efek samping yang umum terjadi ; mulut kering, pusing, pandangan kabur, midrasis,
fotofobia, mual, nervous, konstipasi, mengantuk, retensi urine. Pada SSP dapat terjadi ;
bingung, gitasi, delirium, manifestasi psikotik, euphoria. Reaksi hipersensitif ; Glaucoma
parotitis
ANALISA DATA
NO DATA MASALAH
1 Data Subjektif :
 Klien mengatakan sering mendengar Resiko mencederai
bisikan-bisikan laki-laki yang menyuruh untuk diri sendiri, orang
membanting barang, mengancam untuk membunuh klien lain dan
,melarang klien untuk tidur. lingkungannya
 Keluarga mengatakan klien
mengamuk dan membanting barang saat di rumah.
 Klien Mengamuk, memukul ibunya
dan orang disekitarnya.
Data Objektif :
 Klien tampak gelisah, kadang tertawa

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


sendiri
2  Klien kadang-kadang mondar-mandir Gangguan persepsi
dalam ruangan. sensori ; halusinasi
Data Subjektif : dengar
 Frekwensi munculnya suara-suara ini
tidak menentu,muncul terutama pada malam hari atau
ketika klien menyendiri.
 Suara-suara yang didengar klien
adalah suara laki-laki yang menyuruh untuk membanting
barang-barang, mengancam untuk membunuh dan
melarang klien untuk tidur.
 Klien merasa ketakutan.
 Klien merasa jengkel dengan suara-
suara yang didengarnya
Data Objektif :
 Kontak mata singkat.
3.  .Menunduk Isolasi Sosial ;
 Kadang tertawa sendiri Menarik diri
Data Subjektif :
 Keluarga mengatakan kalau ada masalah lebih senang
menyendiri.
 Keluarga mengatakan saat di rumah waktu klien marah
ia masuk ke kamar
 Keluarga klien mengatakan klien jarang bergaul, senang
menyendiri dan tidak punya teman.
Data Objektif :
 Klien terlihat jarang berinteraksi
4. dengan klien lain.
 Klien kadang-kadang terlihat Gangguan Konsep
menyendiri di tempat tidurnya Diri ; Harga Diri
Data Subjektif : Rendah

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


 Klien mengatakan pernah punya suami tapi
bercerai
 Klien pernah kuliah di UMI selama 3 .
semester tapi berhenti karena sakit
 Klien sakit, tidak normal seperti saudara-
saudaranya.
 Klien mengatakan sejak sakit ia dijauhi
teman-temannya, klien merasa tidak berguna dan hanya
menyusahkan orang tua.
5. Ketegangan peran
Data Objektif : pemberi perawatan
 Saat interaksi dengan perawat klien kurang
kontak mata. Koping keluarga
 Klien nampak sedih saat menceritakan ia inefektif :
berhenti kuliah dan sakit. Ketidaktahuan
Data Subjektif : keluarga dalam
 Keluarga klien mengatakan anggota keluarga lain takut merawat klien
ketika klien mengamuk, kadang jengkel dengan perilaku
klien saat marah dan mengamuk.
 Klien mengatakan keluarga membesuk sekali seminggu
 Klien mengatakan masuk RS di antar oleh ibunya.
Data Objektif
Klien di rawat yang ke tiga kalinya
Resiko mencederai diri,
Ketegangan Peran orang lain dan lingkungan
Pemberi perawatan
F.Masalah keperawatan (akibat)
1. Halusinasi pendengaran
2. ResikoKoping
mencederai diri, Inefektif:
Keluarga orang lain dan lingkunganPerubahan
Dan lingkungan
Persepsi
Ketidaktahuan
3. Isolasi sosial ; Menarik diri. Sensori : Halusinasi
Keluarga merawat klien di pendengaran
4. Gangguan Konsep Diri ; Harga Diri Rendah
rumah (Masalah utama)
5. Koping keluarga inefektif : ketidakmampuan keluarga merawat klien di rumah.
G. Pohon Masalah Isolasi Sosial Menarik
Diri
( Penyebab )
Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01
Gangguan Konsep Diri : HDR
( penyebab )
H. Diagnosa keperawatan
1. Resiko mencederai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan b.d. Halusinasi
pendengaran
2. Perubahan persepsi sensorik : halusinasi pendengaran b.d. menarik diri
3. Isolasi sosial : menarik diri b.d. harga diri rendah
4. Ketegangan peran pemberi perawatan b.d ketidaktahuan keluarga dalam merawat
Klien di rumah

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01
RENCANA KEPERAWATAN
Nama Klien : Ny. “E” Tanggal masuk : 17 – 5 - 2003
Ruangan : Meranti Tanggal Pengkajian : 19 – 5 - 2003
No. RN : 018628 Diagnosa :

Diagnosa PERENCANAAN
No. Rasional
Keperawatan Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
1. Resiko mencederai TUM :
orang lain dan Klien tidak men-cederai
lingkungan b/d diri, orang lain dan
halusinasi dengar lingkungan
TUK 1 : 1.1. Setelah 3 x 1.1.1. Bina hubungan saling Hubungan saling
Klien dapat membina pertemuan klien percaya dengan menggunakan prinsip- percaya sebagai dasar
hubungan saling percaya dapat berinteraksi prinsip hubungan terapeutik yaitu : keterbukaan klien pada
dan ber-komunikasi -Salam terapeutik, Perkenalkan diri pe-rawat dan sebagai
dengan perawat -Jelaskan tujuan interaksi dasar untuk interaksi
-Ciptakan lingkungan yang tenang selanjutnya
-Buat kontrak yang jelas setiap
pertemuan.
-Observasi respon verbal dan non Dengan observasi
verbal. respon klien dapat
-Bersikap empati diketahui apakah klien
mau melanjutkan
interaksi.
1.2. Ekspresi wajah 1.2.1. Temani Klien dan tunjukan bahwa Respon non verbal yang
klien bersahabat, perawat benar-benar ingin membantu. menunjukan bahwa

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


menunjukan rasa 1.2.2. Dengarkan dengan aktif apa yang perawat benar-benar
senang, ter-senyum, dikemukakan oleh klien dan beri akan membantu me-
ada kontak mata dan kesempatan pada klien untuk nurunkan kecemas-an
respon jika ditanya mengekspresikan pe-rasaannya klien.
1.3 Setelah 3 x 1.3.1 Dengarkan ungkapan klien dengan Rasa empaty akan
pertemuan klien empaty meningkatkan hubung-
dapat menceritakan an saling percaya
perasaan dan Hubungan saling
persepsinya secara percaya dapat me-
spontan. nurunkan perasaan
terancam klien
TUK 2 : 2.1 Klien dapat 2.1.1.Adakan kontak sering dan singkat secara Kontak yang sering dan
Klien dapat mengenal membedakan hal bertahap mis : singkat selain untuk
halusinasinya nyata dan yang tidak 5mnt/jam,10mnt/jam,15mnt/jam. membina hubungan sa-
nyata ling percaya juga dapat
digunakan sebagai
pemutus halusinasi
2.1.2.Observasi tingkah laku/verbal atau non Pada tahap awal
verbal yang berhubungan dengan perawat harus lebih
halusinasi dahulu mengenalkan
-Perhatikan isi kalimat tentang halusinasi
-Tiba-tiba berjalan
-Mata tertutup
2.1.3. Gambarkan tingkah laku halusinasi pada Klien mungkin tidak
klien mis :”apa ada yang terdengar mampu mengungkapkan

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


atau terlihat persepsinya maka
perawat memfalisitasi
klien untuk mengemuka-
kan secara terbuka
dengan memberi tahu
hasil observasi perawat.

2.1.4. Terima halusinasi sebagai hal yang Konfrontasi klien dapat


nyata bagi klien dan tidak nyata bagi merusak hu-bungan
perawat dengan memberi pendapat saling per-caya dan me-
tidak ningkatkan ke-cemasan

2.2.Klien dapat menyebut- 2.2.1. Bersama klien mengidentifikasi situasi Peran serta aktif klien
kan situasi yang me- yang menimbulkan halusinasi, sifat, sangat me-nentukan
nimbulkan sifat frek- frekwensi, isi, waktu terjadi halusinasi keefek-tifan tindakan
wensi, isi dan waktu yang dilakukan.
terjadi halusinasi. 3.2.2.Bersama klien berusaha memastikan Halusinasi pada
factor pencetus halusinasi. Apa yang umumnya terjadi
terjadi sebelum suara-suara itu setelah kecemasan
terdengar dan diskusikan dengan klien timbul.
apa yang dirasakan jika halusinasi
muncul
TUK 3 : 3.1.Klien dapat me- 3.1.1. Identifikasi bersama klien cara tindakan Tindakan yang bisaa-
Klien dapat mengontrol nyebutkan tin-dakan yang dilakukan jika terjadi halusinasi nya dilakukan klien
halusinasi-nya yang bisaanya untuk (tidur,marah,dll) merupakan untuk

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


mengendalikan mengatasi halusinasi
halusinasinya 3.1.2. Diskusikan manfaat dan cara yang digu- Upaya untuk me-
nakan klien, jika bermanfaat beri pujian. mutuskan halusinasi
3.2.Setelah 4 x per- 3.2.1.Dorong klien untuk melaporkan jika Stimulus eksternal
temuan perhati-kan timbul halusinasi. harus selalu dimun-
pada stimuli 3.2.2. Tingkatkan respon klien pada realitas, culkan.
eksternal me- orientasikan klien pada waktu, orang
ningkat. dengan menyebutkan nama klien,
perawat, tempat berada sekarang.
3.2.3. Bersamaklien membuat jadwal aktivitas Dengan aktivitas dapat
untuk menghindari kesendirian. meningkatkan stimulus
eksternal dan stimulus
in-ternal.
3.3. Klien melapor-kan 3.3.1.Bersama klien mengontrol halusinasi, Dengan meningkatkan
waktu terjadinya klarifikasi jika muncul tanda rangsang eksternal dapat
halusi-nasi. halusinasi. meningkatkan kemampu-
an klien dalam mengon-
trol halusinasinya
Pujian dapat
3.3.2. Beri pujian jika klien segera melaporkan meningkatkan harga diri
munculnya halusinasi. klien.
3.4. Klien dapat 3.4.1 Ajarkan klien tentang tehnik yang dapat Berbagai tehnik dapat
melakukan 4 dari 6 membantu memutuskan halusinasi. mengalihkan perhatian
cara distraksi a. Katakan : “saya tidak mau dengar klien dari halusinasinya
halusinasinya kamu” atau “pergi” saat suara itu dan menyiapkan

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


seperti yang tertulis muncul. tindakan alternatif dan
dalam intervensi b. Anjurkan klien bernyanyi membantah klien untuk
keperawatan c. Katakan ketidak yakinan suara itu mengontrol
d. Bergabung dengan klien untuk halusinasinya.
bercerita
e. Katakana pada perawat bila suara
itu muncul
f. Lakukan aktivitas, menonton TV,
jika suara itu muncul
3.4.2. Bantu klien memilih dan melatih cara Diskusi diperlukan untuk
memutus halusinasi secara bertahap mengetahui sejauh mana
perkembangan klien dan
manfaat yang dirasakan
oleh klien yang dapat di-
gunakan untuk memper-
tahankan minat klien
untuk melakukannya.
3.4.3. Diskusikan hasil dari upaya distraksi Dengan halusinasi yang
dan manfaat bagi klien. terkontrol maka resiko
kekerasan tidak terjadi

3.4.4. Beri pujian bila klien berhasil Meningkatkan harga


melakukan distraksi dan dorong klien diri klien
untuk terus melakukannya
3.4.5. Beri kesempatan pada klien untuk Memutuskan halusinasi

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


mengikuti TAK dan diskusikan setelah dan meningkatkan
TAK selesai interaksi K dengan K
lain, diskusi bermanfaat
untuk menguatkan klien
dalam melalui
aktivitasnya
3.4.6. Beri pujian jika klien mengikuti TAK Meningkatkan harga
diri klien
3.4.7. Dorong klien untuk melakukan jadwal Dengan meningkatkan
aktifitas yang telah dibuat bersama motivasi dalam
melanjutkan upayanya
TUK 4 4.1.Klien dapat me- 4.1.1.Kaji dan diskusikan tentang perasaan Dengan mengetahui
Klien mampu meng- yebutkan manfaat sebelum minum obat dan sesudah akibat minum obat
unakan obat-obatan dalam obat bagi minum obat.
mengatasi haluinasinya halusinasinya. 4.1.2.Diskusikan dengan klien halusinasinya Meningkatkan motivasi
serta akibat tidak jika minum obat. dan harga diri klien.
4.1.3.Dorongan klien untuk minum obat sesuai Memotivasi klien untuk
dengan aturannya dan beri pujian, jika minum obat secara
mau minum obat. teratur
TUK5 5.1.Keluarga dapat 5.1.1.Menganjurkan klien untuk Sebagai upaya latihan
Klien dapat membina hubungan memberitahu keluarga jika mengalami klien sebelum pulang ke
memanfaatkan keluarga saling percaya dengan halusinasi. rumah
dalam megontrol perawat 5.1.2.Bina hubungan saling percaya dengan Hubungan saling
halusinasinya keluarga saat datang berkunjung . percaya perawat dengan
-Salam terapeutik keluarga mendorong

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


-Perkenalan perawat dengan keluarga parisipasi dalam
-Menjelaskan tujuan interaksi merawat klien
-Menjelaskan keadaan pasien

5.2.1.Mendorong keluarga untuk selalu Meningkatkan motivasi


menjenguk klien di rumah sakit keluarga
5.2. Keluarga mampu 5.2.2.Mengadakan pertemuan/home visit pada Sebagai dasar dalam
berpartisipasi dalam keluarga untuk membahas. pemberian pendidikan
merawat klien a. Persepsi dan harapan terhadap kesehatan pada
perawatan klien. keluarga.
b. Pengetahuan keluarga dalam merawat
klien sejak di RS sampai di RS
sampai di rumah
5.2.3. Mendiskusikan dengan keluarga cara Meningkatkan
merawat klien di rumah. kemampuan dan
a. Membantu klien mengontrol pengetahuan keluarga
halusinasinya. dalam merawat klien
b. Gejala halusinasi yang dialami klien dirumah
c. Cara merawat anggota keluarga yang
halusinasi di rumah ; beri kegiatan
jangan biarkan sendiri, makan
bersama, bepergian bersama.
d. Beri informasi waktu follow up; kapan
perlu mendapat bantuan; halusinasi
terkontrol dan resiko mencederai

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


orang lain.

5.2.4.Mendorong keluarga untuk Meningkatkan motivasi


melaksanakan pengetahuan tersebut. keluarga menggunakan
fasilitas pelayanan
kesehatan yang ada.

5.2.5Menganjurkan keluarga untuk membawa Meningkatkan


klien kontrol secara teratur dan kesadaran klien tentang
membawa klien segera jika gejala manfaat obat
semakin gawat.

Diagnosa Perencanaan
NO Intervensi Rasional
Keperawatan Tujuan Kriteria hasil
2 Perubahan persepsi TUM
sensori : halusinasi Klien dapat berinteraksi
dengar b/d menarik dengan orang lain
diri sehingga tidak terjadi

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


halusinasi.
TUK 1 : 1.1 K dapat menerima kehadiran 1.1.1 Meningkatkan hubungan saling Kejujuran,kesediaan dan
K dapat membina perawat setelah 2 kali percaya yang telah terbina penerimaan,meningkatkan
hubungan saling pertemuan. kepercayaan hubungan
percaya dengan perawat antara klien-perawat.
TUK 2: 1.2 K dapat menyebutkan 1.2.1 Kaji pengetahuan K tentang Mengetahui sejauh mana K
K dapat mengenal penyebab menarik diri yang menarik diri dan tanda-tandanya. mengenal tanda-tanda
perasaan yang berasal dari diri sendiri, orang menarik diri sebagai dasar
menyebabkan prilaku lain dan lingkungan intervensi Selanjutnya
menarik diri 1.2.2 Beri kesempatan K untuk Mengetahui penyebab MD
mengungkapkan perasaannya pada K atau alasan klien
tentang MD menarik diri.
1.2.3 Diskusikan bersama K tentang Meningkatkan pengetahuan
perilaku MD serta penyebab dan klien dan mencari
tandanya pemecahan bersama tentang
masalah klien
1.2.4 Beri pujian tentang kemampuan Meningkatkan harga diri K
K mengungkapkan perasaannya sehingga berani bergaul de-
ngan lingkungan sosialnya.
TUK 3 3.1 Setelah 5-6 kali pertemuan K 3.1.1 Dorong K untuk berkomunikasi Memberikan motivasi pada
K mampu ber-nteraksi mampu berinteraksi dengan P. dengan P K untuk berinteraksi
dengan orang lain 3.1.2 Beri pujian atas kemampuan K Meningkatkan harga diri K
secara bertahap 3.1.3 Kaji cara K berinteraksi dengan Mengetahui cara K
orang lain selama ini berinteraksi selanjutnya dan
3.1.4 Diskusikan dengan K cara-cara Meningkatkan kemampuan

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


berinteraksi : K dalam berinteraksi.
- menyapa
- mengenalkan nama
- menanyakan khabar
3.1.5 Mendemonstrasikan kepada K cara Meningkatkan kemampuan
berinteraksi K untuk memberi contoh
langsung
3.2 K mampu berinteraksi dengan 3.2.1 Dorong K untuk berkomunikasi Meningkatkan motivasi dan
P lain. dengan P lain harga diri K.
3.2.2 Beri pujian atas kemampuan K Meningkatkan harga diri kli
3.2.3 Hadirkan 1 atau 2 P lain dalam Sebagai langkah awal berin-
berkomunikasi. teraksi dengan orang lain.
3.2.4 Dorong K menyampaikan Meningkatkan kemampuan
keinginannya kepada P. K dalam berinteraksi
dengan orang lain

3.3 K mampu berinteraksi dengan K 3.3.1 Menghadirkan 1-2 orang K lain Mendapatkan orang yang
lain dalam berinteraksi dapat dipercaya bagi K.
3.3.2 Dorong K untuk memulai Meningkatkan kemampuan
pembicaraan dengan K lain . K dalam berinteraksi
dengan orang lain dengan
jumlah lebih.
3.3.3 Beri pujian jika K mau berinteraksi Meningkatkan motivasi
dengan orang lain. klien untuk berinteraksi
TUK 4 4.1 K mampu menyebutkan 4.1.1 Diskusikan dengan K tentang Informasi tentang manfaat

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


K mampu menilai berinteraksi dengan orang lain manfaat berinteraksi dengan mempunyai teman. Dapat
bahwa berinteraksi adalah bermanfaat. orang lain meningkatkan motivasi K
dengan orang lain - mendapatkan teman 4.1.2 Bersama K diskusikan kembali untuk berinteraksi dengan
bermanafaat - Mengungkapkan perasaan akibat yang dialami K karena orang lain
- Membantu pemecahan tidak mau bergaul
masalah 4.1.3 Beri pujian jika K mengungkapkan
perasaannya yang tepat.
TUK 5 5.1 Setelah pertemuan 11-13 kali K 5.1.1 Motivasi K dalam mengikuti Memperluas interaksi sosial
K tidak me-nunjukkan dapat mengembangkan kegiatan ruangan K dan lebih meningkatkan
perilaku menarik diri hubungan dengan orang lain 5.1.2 Ikutsertakan K dalam TAK kemampouan dalam
melalui keikutsertaan K dalam 5.1.3 Kaji perasaan K setelah mengikuti berinteraksi dengan orang
aktivitas ruangan TAK lain
5.1.4 Puji K dalam keikutsertaan Klien
dalam TAK

TUK 6 6.1 Keluarga dapat : 6.1.1 Bina hubungan saliung percaya Hubungan saling percaya
K dapat me-manfaatkan - Menjelaskan perasaannya dengan menggunakan komunikasi sebagai dasar keterbukaan
system pendukung yang - menjelaskan cara merawat K terapeutik keluarga pada P dan sebagai
ada menarik diri dasar untuk interaksi
- Menjelaskan cara merawat K selanjutnya
menarik diri 6.1.2 Diskusikan dengan anggota Peningkatan pengetahuan
- Mendemonstrasikan cara keluarga tentang : keluarga tentang MD dapat
perawatan K menarik diri - perilaku MD memotivasi keluarga untuk
- Berpartisipasi dalam - Penyebab perilaku MD membantu K mengatasi
perawatan K - Akibat yang terjadi jika MD perilaku MD

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


tidak ditanggapi
- Cara Keluarga menanggapi
perilaku MD
6.1.3 Dorong anggota keluarga untuk Menguatkan
memberikan dukungan kemampuan K untuk
berkomunikasi dengan orang lain berinteraksi dengan orang
6.1.4 Anjurkan keluarga untuk lain
menjenguk minimal 1 kali Kunjungan keluarga
seminggu menguatkan kepedulian
6.1.5 Beri pujian atas hal yang telah terhadap K
dicapai keluarga Meningkatkan motivasi
keluarga untuk merawat K
dengan MD

Diagnosa Perencanaan
No. Rasional
Keperawatan Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
3 Isolasi sosial : TUM
menari diri b/d
K dapat berhubungan
harga diri rendah
dengan orang lain
kronik
secara optimal.

TUK 1; 1.1 K dapat 1.1.1 Diskusikan kemampuan aspek Individu dengan harga diri rendah
K dapat mengidentifikasi positif yang dimiliki memiliki kesukaran untuk mengakui
mengidentifikasi kemampuan 1.1.2 Setiap bertemu K hindarkan dari sifat-sifat positif
kemampuan dan aspek positif yang penilaian yang negatif

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


1.1.3 Usahakan memberikan pujian yang
aspek positif yang dimiliki
realistic
dimiliki.
2.11 Dsiskusikan dengan K kemampuan
TUK 2 2.1 K menilai
yang masih dapat digunakan selama
kemampuan
K dapat menilai
sakit
yang digunakan
kemampuan yang
. 2.1.2 Diskusikan kemampuan yang dapat
dapat digunakan
dilanjutkan penggunaannya

3.1.1 Dukung K untuk merumuskan tujuan Dengan menggali alternatif


TUK 3 3.1 K meng-
baru perubahan dapat terjadi penetapan
identifikasi satu tujuan
K adapat tujuan.Menjelaskan sifat perubahan
baru dan 2 respon 3.1.2 Bantu K menjabarkan secara jelas
mengidentifikasi satu dan menyarankan strategi perilaku
koping yang adaptif perubahan yang diinginkan
tujuan baru dan 2 baru yang memungkinkan
renspon koping yang 3.1.3 Pergunakan pelatihan peran, beri
adaptif contoh peran untuk mempraktekkan
perilaku baru.
K membutuhkan bantuan untuk
4.1 K dapat 4.1.1 Rencanakan bersama K aktivitas yang
TUK 4; merumuskan suatu perencanaan
merencanakankegiatan dapat dilaksanakan setiap hari sesuai
untuk mengimplementasikan
K dapat
harian kemampuan K (kegiatan harian)
perubahan yang diharapkan
merencanakan
4.1.2 Tingkatkan kegiatan sesuai dengan
kegiatan yang sesuai
toleransi kondisi K
dengan kemampuan
yang dimiliki Tujuan utama dalam penghayatan
5.1 K Meng- 5.1.1 Beri kesempatan pada K untuk
TUK 5 pasien adalah membuatnya
implementasikan mencoba kegiatan yang telah direncanakan
K dapat menggantikan respon koping
respon konsep diri
mengimplementasikan 5.1.2 Beri pujian atas keberhasilan K

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


respon konsep diri yang baru maladaptive dengan yang lebih
adaptif yang baru adaptif
5.1.3 Diskusikan kemungkinan pelaksanaan
Meningkatkan harga diri K dan
dirumah
mendorong pengulangan perilaku
yang diharapakan
6.1.1 Berikan penkes pada keluarga tentang Meningkatkan peran serta K dalam
TUK 6 6.1. K memanfaatkan
cara merawat K HDR membantu meningkatkan HDR
K dapat me- system pendukung
6.1.2 Bantu Keluarga memberikan dukungan
manfaatkan system yang ada di keluarga
selama K dirawat
pendukung yang ada
6.1.3 Bantu keluarga menyiapkan lingkungan
dirumah

Diagnosa Perencanaan
No Rasional
Keperawatan Tujuan Kriteria Hasil Intervensi

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


4 Ketegangan TUM
peran pemberi Setelah intervensi
perawatan b/d keperawatan K
kurangnya tidak kambuh
pengetahuan kembali selama
keluarga dalam berada dirumah
merawat K TUK 1 1.1 Setelah perte- 1.1.1 Bina hubungan saling percaya Hubungan saling percaya sebagai
Keluarga dapat muan keluarga dapat dengankeluarga dengan prinsip dasar keterbukaan keluarga pada P
membina menerima kehadiran K terapeutik (salam, jelaskan tujuan dan sebagai dasar interaksi
hubungan saling dengan menunjukkan tingkah interaksi) selanjutnya
percaya dengan P laku verbal yang hangat dan 1.1.2 Tunjukkkan bahwa P benar-benar Respon verbal dan nonverbal lebih
bersahabat membantu keluarga menguatkan rasa percaya keluarga
bahwa P benar akan mebantu
keluarga
TUK 2 2.1Keluarga dapat 2.11 Berikan kesempatan pada keluarga untuk Dapat mengurangi sebagian beban
Keluarga dapat mengidentifikasi perasaan mengekspresikan perasaannya keluarga dan sebagai intervensi
meng-ekspersikan terhadap penyakit K 2.1.2 Dengarkan dengan aktif apa yang dikemukan selanjutnya
perasaannya ttg keluarga
penyakit K
TUK 3 3.1 Keluarga dapat 3.1.1 Diskusikan dengan keluarga tentang : Meningkatkan pengetahuan
Keluarga dapat menyebutkan pengertian ten- - Arti dari menarik diri keluarga
mengenaladanya tang menarik diri, halusinasi - Tanada dan gejala MD
masalah kesehatan - Penyebab MD

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


jiwa pada anggota 3.2 Keluarga dapat 3.2.1 Diskusikan bersama keluarga tentang :
keluarga menyebutkan masalah K - Pengertian halusinasi
- Penyebab halusinasi
- Tanda dan gejala halusinasi
3.2.2 Kaji perasaan keluarga tentang masalah K
TUK 4 4.1 Keluarga dapat 4.1.1 Mendiskusikan bersama ke;luarga tentang Diharapkan keluarga dapat
Keluarga dapat menyebutkan akibat jika K akibat jika MD dan halusinasi diatasi berpartisipasi aktif dalam
mengambil kepu- tidak mendapat perawatan 4.1.2 Kaji perasaan keluarga setelah mengetahui membantui K mengatasi
tusan berperan akibat masalah diatas masalahnya
serta dalam pera-
watan K dirumah 4.2 Keluarga dapat 4.2.1 Diskusikan peran serta keluarga dalam Meningkatkan pengetahuan K
sakit dan melaku- menjelaskan kembali peran merawat K tentang cara mengatasi masalah K
kan perawatan se- sertanya dalam perawatan K
telah kembali ke-
rumah
TUK 5 5.1 Keluarga dapat 5.1.1 Mengkaji pengetahuan keluarga tentang cara- Meningkatkan motivasi keluarga
Keluarga mampu menyebutkan cara mengatasi cara mengatasi masalah MD dan halusinasi dalam mengatasi K
melakukan masalah/merawat K
perawatan K 5.1.2 Diskusikan bersama keluarga tentang cara
dirumah mengatasi MD dan halusinasi
5.1.3 Mendorong keluarga untuk selalu
melaksanakan cara mengatasi masalah
yang dipelajari

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


5.1.4 Anjurkan pada keluarga tentang hal yang Meningkatkan kemampuan
perlu diperhatikan keluarga
5.2 Keluarga dapat 5.2.1 Bersama Klg mensimulasikan cara
mendemonstrasikan kembali berkomunikasi dengan K
cara perawatan K 5.2.2 Dorong keluarga untuk memperhatikan hal-
hal yang telah dipelajari
TUK 6 6.1 Keluarga dapat memo- 6.1.1 Diskusikan bersama keluarga tentang Meningkatkan pengetahuan
Keluarga memo- difikasi lingkungan fisik : lingkungan yang dapat menunjang keluarga tentang lingkungan
difikasi lingkung- menghindari K dari benda kesembuhan K terapeutik
an yang berkaitan yang dapat membahayakan 6.1.2 Dorong Keluarga untuk menciptakan
dengan masalah K diri, orang dan lingkungan lingkungan yang mendukung K
TUK 7 7.1 Keluarga dapat 7.1.1 Anjurkan keluarga selalu mebawa K pergi Meningkatkan pengetahuan
Keluarga dapat menggunakan fasilitas kontrol keluarga tentang fasilitas
menggunakan kesehatan pelayanan kesehatan yang ada
fasilitas pelayanan 7.1.2 Anjurkan keluarga untuk segera membawa K Meningkatkan pengetahuan
keseh kerumah sakit terdekat atau RSJ jika keadaan keluarga tentang tindakan cepat
K bertambah parah dalam mengatasi masalah K

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
NO. HARI/TGL/
IMPLEMENTASI EVALUASI
DX JAM
1 Senin, TUK 1 S:
19-5-2003 1.1.1 Membina hubungan  Klien menjawab salam
Jam 10.00 saling per-caya dengan “Pagi Suster”
 Klien mengatakan mau
cara:
tidur
 Memberi salam terapeutik:
O:
Sela-mat Pagi “Bu”
 Bicara lambat
(tersenyum dan
 Suara pelan
membungkuk kearah klien  Ekspresi tenang, klien
 Memperkenalkan diri banyak menunduk
dengan sopan “Nama saya  Terkesan pendiam
Nurinayah, biasanya, A:
biasanya dipanggil Yaya.  Hubungan saling percaya
Saya mahasiswa kepera- belum terbina

watan FK – Unhas, praktik P:


 Tingkatkan dan modifikasi
disini selama dua minggu,
intervensi Ulangi TUK I
mulai Hari Senin – Sabtu
pada jam 11.00
dari Jam 08.00 – 14.00
Wita.
 Menanyakan nama klien
dan nama panggilan yang
disukai
 Nama ibu siapa dan suka
dipang-gil apa ?
 Menjelaskan tujuan
interkasi: Ibu “E” disin
saya akan membantu
masalah ibu “E”. Saya
akan menemani dan
merawat ibu dari jam
08.00 – 14.00, tujuannya
adalah kita sama-sama

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


akan membahas masalah
yang ibu “E” rasakan,
mudah-mudahan saya
dapat membantu
memcahkan masalahnya.
Untuk itu saya berhadap
ibu mau menceritakan apa
yang ada dalam fikiran
dan perasaan ibu, biar
saya lebih tahu
permasalahnnya.
 Membuat kontrak dengan
klien: “E”, Jika ibu tidak
keberatan, apakah ibu
bersedia kita cerita-cerita
sebentar? Sekitar Jam
11.00 sekitar lima belas
menit saja.

Jam 11.00 1.1.1 Kembali melaksanakan S:


dan membina hubungan  Klien menjawab salam
saling perca-ya dengan “Pagi Suster”
menggunakan prinsip-  Nama saya “E” dan

prinsip komunikasi senang dipanggil “E”

terapeutik: O:
 Bicara lambat
 Memberi salam terapeutik:
 Suara pelan
Selamat Pagi “Bu”
 Ekspresi tenang, klien
(tersenyum dan
banyak menunduk
membungkuk kearah klien
 Terkesan pendiam
 Memperkenalkan diri A:
dengan sopan “Nama saya  Hubungan saling percaya
Nurinayah, bisaanya, sudah terbina
bisaanya dipanggil Yaya. P:
Saya mahasiswa kepera-  Lanjutkan TUK 2 dan

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


watan FK – Unhas, tingkatkan intervensi.
praktik disini selama dua Pertemuan berikutnya Jam

minggu, mulai Hari Senin 09.00 wita pada hari selasa


dengan topic mengenal
– Sabtu dari Jam 08.00 –
halusinasi
14.00 Wita.
 Menanyakan nama klien
dan nama panggilan yang
disukai
 Nama ibu siapa dan suka
dipanggil apa ?
 Menjelaskan tujuan
interkasi: Ibu “E” disin
saya akan mem-bantu
masalah ibu “E”. Saya
akan menemani dan
merawat ibu dari jam
08.00 – 14.00, tujuan-nya
adalah kita sama-sama
akan membahas masalah
yang ibu “E” rasaka,
mudah-mudahan saya
dapat membantu
memecah-kan
masalahnya. Untuk itu
saya berhadap ibu mau
menceritakan apa yang
ada dalam fikiran dan
perasaan ibu, biar saya
lebih tahu
permasalahnnya.”
 Membuat kontrak dengan
klien: “E”, Jika ibu tidak
keberatan, apakah ibu
bersedia kita cerita-cerita

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


sebentar? Sekitar Jam
13.00 sekitar lima belas
menit saja. S:
 Selamat pagi,nama kamu
Selasa, TUK 2
suster “N” kan ?
20-05-  Salam terapeutik “Selamat
 Kita akan membicarakan
2003 pagi Bu “E”wah
halusinasi
Jam 09.00 nampaknya segar sekali
 Saya tidak ingat suster,
Wita baru selesai mandi ya..” saya bingung
 Mengingatkan kontrak O:
topik, waktu dan tempat  Kontak mata singkat
“Apakah ibu masih ingat  Klien sering menunduk
pertemuan kita kemarin  Bicara pelan lancar
pagi, pertemuan seka-rang  Kadang tertawa, dan

akan membicarakan apa? nampak bingung


A:
 Mengevaluasi kemampuan
 Klien belum dapat
klien TUK 1 “Apakah Ibu
mengenal halusinasinya
masih ingat nama saya?
P: Tingkatkan dan modifikasi
 Membantu klien
intervensi pada jam 10.30
mengidentifika-si yang
menyebabkan halusinasi
“Apakah ibu mendengar
suara-suara”
“Pada saat ibu sedang
apa suara-suara itu
terdengar, apa isi suara
itu?”
 Mendorong klien
mengungkap-kan
perasaannya pada saat
halu-sinasi “Bagaimana
perasaan ibu pada saat
mendengar suara-suara
itu”
 Memberi pujian pada klien

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


atas ungkapannya selama
interaksi. “Bagus, ibu tadi
sudah menye-butkan nama
dan topic pembica-raan
kita hari ini “.
 Membuat kontrak untuk
perte-muan berikutnya
“Baiklah ibu, kalau belum
mampu mengingat
halusinasi yang ibu alami,
apa-kah ibu “E”bersedia
cerita-cerita sama suster
sebentar di sini pada jam
10.30 ? S:
 Saya mendengar suara-
Jam 10.30
suara laki-laki yang
Wita TUK 2
melarang untuk tidur dan
 Salam terapeutik “Selamat
mengancam akan
Siang Bu “E”
membunuh
 Mengingatkan kontrak  Saya membanting
topik, waktu dan tempat barang-barang, mengamuk
“Apakah ibu masih ingat dan merasa ketakutan
pertemuan kita tadi pagi, O:
pertemuan sekarang akan  Kontak mata lama

membicarakan apa?  Klien sering menunduk

 Mengevaluasi kemampuan  Bicara pelan lancar


 Kadang tertawa
klien TUK 1 “Apakah Ibu
A:
masih ingat nama saya?
 Klien dapat mengenal
 Membantu klien
halusinasinya perlu
mengidentifika-si yang
ditingkatkan
menyebabkan halusinasi P: Lanjutkan intervensi pada
“Apakah ibu mendengar TUK 3 (membuat kontrak waktu
suara-suara” untuk mengadakan interaksi
“Pada saat ibu sedang kembali pada hari Rabu Jam
apa suara-suara itu 09.00 dengan topik mengontrol

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


terdengar, apa isi suara halusinasi)
itu?”
 Mendorong klien
mengungkap-kan
peresaannya pada saat
halu-sinasi “Bagaimana
perasaan ibu pada saat
mendengar suara-suara
itu”
 Memberi pujian pada klien
atas ungkapannya selama
interaksi. “Bagus, ibu tadi
sudah meng-ungkapkan
apa yang ibu rasakan
selama ini”
 Menyimpulkan
kemampuan klien selama
interaksi “Ibu tadi
mengatakan sering
mendengar suara-suara,
saya dan pasien lain tidak
mendengarnya, itu yang
namanya halusinasi.
 Bersama klien berusaha
untuk memastikan factor
pencetus timbulnya
halusinasi, apa yang terjadi
dan apa yang dirasakan
“Apakah yang ibu rasakan
S:
Rabu apabila mendengar suara-  Klien mengatakan saya
21-5-2003 suara itu” menutup telinga bila
jam 09.00 TUK 3 mendengar suara-suara .
wita  Salam terapeutik.  Untuk mengotrol
“Selamat pagi, halusinasi, saya

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


Ibu”E”,nampaknya Ibu mengatakan tidak mau
segar sekali “ mendengar suara-suara,

 Mengingatkan kontrak melakukan banyak


aktivitas (menyapu,
“Apakah ibu masih ingat
membersihkan meja),
sekarang kita akan
melaporkan pada perawat
membicarakan apa?”
dan minum obat secara
 Mengevaluasi
teratur.
kemampuan klien pada O:
TUK 2 “Apakah ibu masih  Kontak mata lama
ingat apakah itu  Bicara pelan lancar
halusinasi?”  Ekspresi tenang
3.1.1 Mengidentifikasi bersama A:
klien tindakan yang  Klien dapat menyebutkan

dilakukan jika terjadi cara memutus atau


mengotrol halusinasi (TUK
halusinasi “Apakah ibu
3 tercapai)
tahu apa yang
P:
seharusnya dila-kukan
 Lanjutkan intervensi
bila mendengar suara-
berikutnya (membuat
suara itu?” kontrak waktu untuk
3.1.2 Mendiskusikan manfaat mengadakan interaksi
tindakan yang dilakukan kembali pada Jam 10.30
klien, jika ber-manfaat Wita dengan topic guna
beri pujian “Bagus, itu obat untuk mengontrol

salah satu cara agar halusinasi)

suara-sua-ra itu hilang,


sehingga tidak
mengganggu Ibu”
3.2.1 Mendorong klien untuk
melapor-kan jika timbul
halusinasi “Ka-lau suara-
suara itu muncul to-long
beri tahu saya”
3.2.2 Meningkatkan respon
klien pada realita “kalau

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


suara-suarat itu tetap
mengganggu ibu cari
teman atau lakukan
aktivitas apa saja”
3.2.3 Bersama klien membuat
jadwal aktivitas untuk
menghindari kesendirian
klien “Bagaimana kalau
ibu membuat jadwal akti-
vitas supaya tidak
mendengar suara-suara
itu”
3.3.1 Bersama klien mengontrol
halu-sinasi “Katakan saya
tidak mau mendengar
suara-suara itu”
3.3.2 Memberi pujian jika klien
segera melaporkan
munculnya halusi-nasi
3.4.1 Mendiskusikan dengan
klien cara untuk
memutuskan halusinasi
 “Untuk mengontrol
halusinasi ada berbagai
cara : harus berani
melawan halusinasi
dengan me-ngatakan tidak
mau mendengar suara itu
lagi, melakukan banyak
aktivitas (menyapu,
bernyanyi, membersihkan
meja dll), memin-ta tolong
perawat/keluarga bila
sedang halusinasi, minum

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


obat teratur”
3.4.2 Meminta klien mengulangi
apa sudah dijelaskan
“Coba ulangi bu, apa
yang sudah saya jelas-kan
tadi !”
3.4.3 Mendiskusikan manfaat
mengon-trol halusinasi
“Apa ibu sudah mengerti
tentang manfaat
mengontrol halusinasi”
3.4.4 Memberikan pujian atas
kemam-puan klien selama
pertemuan “ibu tadi sudah
bisa menyebu-tkan cara
untuk memutuskan ha-
lusinasi, itu bagus sekali,
nanti ibu bisa coba”.
 Mengakhiri kontak
“Baiklah bu, pertemuan
kita cukup sekian”
 Mengadakan kontrak
untuk inte-raksi
selanjutnya berikutnya,
topik, tempat dan waktu
“Bu, bagaimana jika
pertemuan kita lanjutkan
nanti Jam 10.30 Wita, kita
akan bicarakan tentang
Jam 10.30 guna obat untuk S:
wita mengontrol halusinasi,  Selamat pagi suster
apakah ibu setuju?  Klien dapat mengenali
macam dan jumlah obat
TUK 4 yang dimakan

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


 Salam terapeutik “  Klien menyebutkan guna
Selamat pagi Bu..? masing-masing obat

nampaknya Ibu sedang  Klien berjanji akan


makan obat sesuai dengan
menunggu saya ?
anjuran doktor
 Mengingatkan kontrak,
O:
topic dan waktu “Apakah
 Klien memperhatikan
ibu masih kita akan
obat yang diperlihatkan oleh
membicarakan tentang perawat
apa?”  Klien menanyakan satu
 Mengevaluasi persatu obat yang
kemampuan klien tentang diperlihatkan
TUK sebelumnya, “Apa-  Klien makan obat siang
kah ibu masih ingat setelah makan siang

bagaimana cara A:
 Klien dapat menyebutkan
mengontrol halusinasi?”
jenis, nama obat dan guna
 Mengkaji perasaan klien
obat untuk mengontrol
sebelum dan sesudah
halusinasi (TUK 4
minum obat “Apa yang
tercapai)
ibu rasakan sebelum dan P:
sesudah minum obat”  Lanjutkan dan tingkatkan
 Mendiskusikan dengan intervensi. Pertemuan
klien macam obat yang selanjutnya tanggal 26-5-
dimakan “Saat ini ibu 2003 Jam 10.15 Wita.

makan obat 3 macam na-


manya: CPZ (warnanya
kuning orange), HP
(warna putih kecil), THP
(warna putih kecil)”
dimakan tiga kali perhari,
CPZ dimakan satu kali
perhari hanya malam,
guna obat untuk menekan
suara-suara dan
mengendalikan emosi,

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


semua obat harus
diminum oleh ibu secara
teratur supaya ibu dapat
mengontrol suara-suara”
 Meminta klien untuk
mengulangi seperti apa
yang telah didiskusi-kan
“Coba sekarang ibu
ulangi apa yang sudah
kita diskusikan tadi”
 Memberikan pujian atas
kemam-puan klien
mengungkapkan kem-bali
hasil diskusi “Bagus, ibu
sudah dapat menjelaskan
dengan baik, berarti ibu
sudah mengetahui guna
obat untuk mengontrol
halusinasi”
 Mengakhiri kontrak
“Baiklah bu, kita akhiri
Jam 11.00 pertemuan kita disini”
wita  Mengadakan kontrak
2 untuk pertemuan
SENIN berikutnya “Jam 11.00”
S:
26-5-2003 Klien melarikan diri
 Selamat pagi suster
Jam 10.15
 Tentang menarik diri
wita
 Saya tidak mau bergaul
TUK 2 :
dengan orang,saya malu
1.2.1. Mengkaji pengetahuan K dan mereka akan cerita
ten-tang prilaku menarik rahasia saya
diri dan tanda-tandanya “  Suka menyendiri
Selamat pagi, bu!, O:
apakah ibu masih ingat  Klien nampak merespon

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


jan-ji kita kemarin, kita pertanyaan yang diajukan
akan mem-bicarakan  Tatapan mata singkat

tentang apa ? Ya.. be-tul.  Suara pelan


A:
“apa yang ibu ketahui
 Klien dapat menyebutkan
tentang menarik diri ?
penyebab menarik diri
“Ya, ba-gus sekali
P:
Bu”E”,dari mana Ibu
Lanjutkan dan tingkatkan
tahu tentang menarik diri intervensi TUK 3 pada jam
itu?” 11.00 dengan topik melakukan
1.2.2. Memberikan kesempatan interaksi secara bertahap
pada K untuk
mengungkapkan pera-
saan menarik diri atau
tidak mau bergaul “Saya
perhatikan ibu lebih suka
menyendiri, selalu ti-dur
dan duduk di tempat
tidur tidak mau bergaul
dengan K la-in atau
dengan P, bias Ibu ceri-
takan sama saya apa
yang me-nyebabkan ibu
selalu menyen-diri dan
tidak mau bergaul ?”
1.2.3. Mendiskusikan bersama
K ten-tang perilaku MD,
tanda-tanda serta
penyebab “ apa yang Ibu
ungkapkan tentang
menarik diri itu sudah
betul, kalau menurut
pendapat saya menarik
diri itu adalah suatu
kondisi dimana

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


seseorang berhubungan
dengan orang lain lebih
singkat, suka menyendiri,
kontak mata kurang,
tidak aktif dan tidak mau
bekerja “
1.2.4. Memberikan pujian
terhadap kemampuan K
dalam mengungkapkan
perasaannya “Bagus
sekali Ibu sudah mampu
mengungkapkan
perasaan, kenapa ibu E
selalu
Jam 11.00 menyendiri”Bagaimana
S:
wita kalau kita bicara nanti
 Tersenyum dan cerita
jam 11.00 di tempat ini,
 Nama saya “E” siapa
apakah ibu setuju ?
nama suster” apa kabar ?
O:
TUK 3 :  Klien nampak merespon
3.1.1. Mengkaji cara K pertanyaan yang diajukan
berinteraksi dengan orang  Klien nampak malu-
lain “bagaimana cara malu sambil berjabatan

ibu berinteraksi dengan tangan dengan Perawat

orang lain ?  Suara jelas dan pelan


A:
3.1.2. Mendiskusikan dengan K
 Klien dapat
cara berinteraksi dengan
 berinteraksi dengan orang
orang lain “ Bagus ibu
lain secara bertahap
itu salah satu cara
P:
berkomunikasi, sedang Lanjutkan dan tingkatkan
cara berkomunikasi yang intervensi TUK 4 pada jam
lain dengan memberi 13.00 dengan topik
salam, menyebutkan mengungkapkan perasaan
nama, dan menanyakan setelah berhubungan dengan

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


khabarnya” orang lain

3.2.1. Mendorong klien untuk


berinteraksi dengan
Perawat lain “ sekarang
coba ibu praktekkan cara
berkenalan dengan
teman suster ya”
3.2.2. Memberi pujian atas apa
yang telah dilakukan
“Wah pintar sekali,Ibu
sudah bisa berinteraksi
dengan orang lain
Jam 13.00 dengan baik”Bagaimana
S:
wita kalau kita cerita-cerita
 Enak saja dan teman
naniti siang jam 13.00,
bertambah
apa ibu setuju ?”
 Dengan bergaul kita banyak
teman,berbagi
TUK 4 : cerita,perasaan,pengalaman
4.1. Mengkaji pengetahuan K dan masalah terpecahkan
tentang manfaat O:
berhubungan dengan orang  Kontak mata lama
lain “Tadi pagi kita sudah  Bicara lancar

mempratekkan bagaimana  Suara jelas dan pelan

berga-ul dengan org lain,  Tertawa tidak sesuai


stimulus
nah. bagaimana perasaan
A:
Ibu setelah berhubungan
 Klien dapat
dengan orang lain “
mengungkapkan manfaat
4.2. Mendiskusikan dengan K
bergaul dengan bantuan
tentang manfaat Perawat
berhubungan dengan orang P:
lain “apa yang ibu ung- Lanjutkan dan tingkatkan
kapkan itu betul,dengan intervensi TUK 6 pada hari
bergaul dengan orang selasa jam 10.30 dengan topik

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


lain,kita banyak teman, keluarga mampu
dapat berbagi cerita, mengembangkan kemampuan

perasaan, pengalaman K dalam berhubungan dengan


orang lain.
sehingga kita tidak
kesepian dan dapat
memecahkan masalah
yang dihadapi “sekarang
coba ulangi apa yang saya
ungkapkan tadi “
4.3. Mendiskusikan dengan K
keru-gian tidak
berhubungan dengan orang
lain “kalau kita tidak ber-
gaul, tidak ada teman,
merasa kesepian dan
masalah hanya dipendam
sendiri, sehingga
cenderung untuk
menyendiri dan terjadilah
halusinasi “
4.4. Memberi pujian atas
ungkapan perasaan klien
“Bagus sekali ternyata ibu
sudah tahu manfaat
berhubungan dengan
orang lain, jadi ibu tidak
boleh menyendir ilagi
harus berinteraksi dengan
P dan K lain”Bagaimana
perasaan ibu setelah
SELASA berbincang-bincang
Jam 10.30 dengan saya,kita cerita S:
wita lagi jam 10.30 besok ,  Nama saya Ny.M
apakah ibu setuju?  Saya akan membantu K

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


berkomunikasi dengan
TUK 6 : orang lain

6.1. Membina hubungan  Saya akan menjenguk K


sekali 2 minggu
saling percaya dengan
O:
keluarga dengan mengguna-
 Kontak mata lama
kan komunikasi terapeutik
 Bicara lancar
“Nama saya N, saya yang
 Keluarga nampak senang
merawat ibu E selama 1 A:
minggu, apa benar ibu orang  Klien dapat memanfaatkan
tuanya Ny.E. Kalau boleh system pendukung yang
saya tahu nama ibu siapa ?” ada yaitu keluarga
6.2. Mendiskusikan dengan P: Lanjutkan dan tingkatkan
Klg tentang prilaku MD intervensi. Pada jam 12.00

“menarik diri itu adalah DP.3 TUK 1.

suatu kondisi dimana


seseorang berhubungan
dengan orang lain lebih
singkat, suka mnyendiri,
kontak mata kurang,tidak
aktif dan tidak mau bekerja “
dan akibatnya kalau Klien
tidak bergaul,tidak ada
teman, merasa kesepian dan
masalah hanya dipendam
sendiri, sehingga cenderung
untuk menyendiri dan
terjadilah halusinasi “
6.3. Mendorong keluarga
tetap mendukung klien
berkomunkasi dengan orang
lain “jangan biarkan K
sendiri,ajak bicara dan
berikan kegiatan sesuai
kemampuan “

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


6.4. Menganjurkan keluarga
menje-nguk klien sekali
sebulan
6.5. Memberi pujian pada
keluarga “Bagus
sekali..ternyata ibu mau
membantu Klien
berkomunikasi dengan orang
lain”

3.
Jam 12.00
wita S:
 DiRS selain mengurus
diri, membantu
membersihkan

TUK 1 : ruangan,mencuci piring

1.1. Mendiskusikan dengan K  Di rumah biasanya saya


memasak, menyapu
kemampuan dan aspek
halaman,mengepel, nonton
positif yang dimiliki
TV,menimba air di sumur
“menurut ibu apa saja
 Saya akan
yang mampu dilaku-
membersihkan ruangan
kan di rumah maupun di RS nanti sore bersama teman-
” teman
1.2. Menghindarkan penilaian  Ia suster saya akan
negative bila bertemu. melakukannya
1.3. Memberi pujian yang O:

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


realistis “Bagus sekali.. ibu  Kontak mata lama
mampu mengungkapkan  Bicara lancar

kemampuan yang ibu miliki  Klien mengangguk bila


mendengarkan penjelasan
yang bisa diker jakan di
 Klien menulis daftar
rumah maupun diRS”
kegiatan yang dilakukan di
TUK 2 :
RS maupun di rumah bila ia
2.1. Mendiskusikan pada K
pulang
kemampuan yang masih  K tersenyum saat P
dapat digunakan selama memberikan pujian
sakit “Ibu “E”meskipun A:
sedang dalam perawatan  Klien mampu
tetapi ibu harus tetap menyebutkan kemampuan
melakukan kegiatan seperti yang masih dapat di

menyapu, merapikan tempat gunakan


 Klien mampu
tidur, cuci
merencanakan kegiatan
piring,olahraga dll”
yang dapat dilakukan di
2.2. Mendiskusikan dengan K
RS maupun di rumah
kemampuan yang dapat
 Klien
dilanjutkan ,memotivasi K mengimplementasikan
untukmempertahankan kegiatan yang telah
aktifitas yang ada “Ingat direncanakan
ibu harus banyak P: Lanjutkan dan tingkatkan
beraktifitas dan jangan intervensi.

bermalasmalasan,tidak
boleh melamun dan
menyendiri”
TUK 3 :
3.1. Merencanakan bersama K
aktifitas yang dapat
dilakukan setiap hari sesuai
kemampuan “ P
memberikan kertas dan
pena untuk K,kemudian K
menulis kegiatan yang

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


biasa ia lakukan pagi,siang
dan malam di rumah dan di
RS
3.2. Meningkatkan kegiatan
sesuai dengan toleransi
kondisi klien P mengatakan
K harus hati-hati bila selesai
minum obat dan pergi
menimba air di sumur bila
pulang nanti “
TUK 4 :
4.1. Memberi kesempatan pada
K untuk mencoba
melakukan kegiatan yang
direncanakan bersama “ P
mengatakan pada
K,kegiatan yang K tulis
dapat K simpan dan baca
setiap saat, kemuadian K
dapat melaku kannya bila
kondisi K memungkinkan.
4.2. Memberi pujian atas
keberhasilan K “Wah..hebat
sekali ibu sudah dapat
melaksanakan kegiatan
yang telah direncanakan “

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


4.
KAMIS
29-5-2003
jam 08.00
wita
S : Klg mengatakan sangat
senang bertemu dengan P
yang mau membantu
TUK 1 :
keadaan keluarga
1.2.1. Membina hubungan
saling percaya P dengan O : Tersenyum kontak mata
keluarga dengan menyambut P dengan
menggunakan prinsip ramah
terapeutik “Nama saya N, A : Hubungan saling percaya
saya yang merawat ibu E telah terbina
selama 1 minggu, apa
P : Lanjutkan dan tingkatkan
benar ibu orang tuanya
intervensi
Ny.E. Kalau boleh saya
tahu nama ibu siapa ?”
1.2.2. Menunjukkan bahwa P
benar-benar ingin

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


membantu keluarga dan
menunjukkan sikap
empati, mendengarkan
dengan aktif yang
diungkapkan keluarga S : Keluarga K mengatakan
sedih dan cemas dengan
TUK 2 : keadaan K
2.1.1. Mendorong keluarga O : Ekspresi wajah tampak
mengekspresikan perasaan sedih
sehubungan dengan
A : Keluarga dapat
“bagaimana perasaan
mengekspresikan
Ny.M saat anak ibu masuk
perasaannnya
dirumah sakit”
P : Tingkatkan intervensi
2.1.2 Mendengarkan dengan aktif
apa yang dikemukakan
oleh keluarga

S : Keluarga K mengatakan

TUK 3 : bahwa K berbicara


sendiri tidak mau
3.1.1. Mendiskusikan dengan
berkomunikasi dengan
Klg tentang prilaku MD
orang lain
“menarik diri itu adalah suatu
kondisi seseorang O : Keluarga memperhatikan
dimana
berhubungan dengan orang lain dengan baik

lebih singkat, suka mnyendiri, pembicaraaan dengan P

kontak mata kurang,tidak aktif A : Keluarga mampu


dan tidak mau bekerja “ dan mengenal gangguan jiwa
akibatnya kalau Klien tidak pada anggota keluarga
bergaul,tidak ada teman, merasa
P : Lanjutkan intervensi,
kesepian dan masalah hanya
tingkatkan
dipendam sendiri, sehingga
cenderung untuk menyendiri dan
terjadilah halusinasi “

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


3.2.1.Mendiskusikan keluarga
tentang

- Pengertian halusinasi

-Penyebab halusinasi serta


tanda dan gejalanaya

3.2.2 Mengkaji perasaan


keluarga setelah
mengetahui tentang
masalah K”bagaimana
perasaan ibu setelah
mengetahui keadaan K “

S : K menyatakan mengerti
akan akibat jika tidak
TUK 4 : mengikuti aturan yang
4.1.1.Mendiskusikan bersama telah disampaikan P
keluarga tentang akibat O : Ekspresi wajah cemas,
jika menarik diri dan takut penyakit K kambuh
halusinasi lagi
4.1.2 Mengkaji perasaan A : Keluarga dapat mengambil
keluarga setelah tindakan yang tepat
mengetahui akibat sesuai dengan masalah
masalah tidak diatasi : yang dihadapi
Saya merasa cemas, takut
P : Lanjutkan intervensi
bila penyakit K kambuh

4.2.1 Mendiskusikan peran serta


keluarga dalam merawat K”apa
usaha yang ibu lakukan dalam S: Keluarga mengatakan akan
mengatasi penyakit anak ibu “ berusaha merawat K
dirumah,saya tidak akan
membiarkan K menyendiri
TUK 5 :
dan mengajak

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


5.1.1 Mengkaji pengetahuan berkomunikasi.
keluarga tentang cara-cara O : Tersenyum, berbicara
mengatasi masalah MD serius, mempertahankan
dan halusinasi “apa yang kontak mata
akan ibu lakukan apabila
A : Keluarga bersedia
K menarik diri dan
merawat K dirumah
mengalami halusinasi “
P : Tingkatkan intervensi
5.1.2 Menganjurkan pada
keluarga “saya harap ibu
bisa memperhatikan
tentang kebersihan diri K,
aktivitas K, ketaatan K
untuk minum obat dengan
prinsip 5 B”

5.1.3 Mendorong keluarga untuk


mempraktekkan hal-hal
yang dipelajari “saya
S : Keluarga menyatakan akan
harap ibu di rumah nanti membawa K untuk
dapat mempraktekkan cara kontrol kerumah sakit.
mengatasi apabila K
menarik diri dan halusinasi O : Keluarga
mengangguk,mempertah
TUK 6 : ankan kontak mata
6.1.1 Mendiskusikan bersama
keluarga tentang A : Keluarga dapat
menggunakan fasilitas
lingkungan rumah yang kesehatan
menunjang kesembuhan K
(lingkungan tenang, P : Pertahankan intervensi
hubungan yang harmonis)

6.1.2 Mendorong keluarga untuk


menciptakan lingkungan
yang mendukung K

7.1.1 Menganjurkan keluarga

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


untuk membawa K kontrol
ke RSJ setiap minggu
setiap 10 hari, 2 minggu, 1
bulan apabila K keluar
dari RS
7.1.2 Menganjurkan keluarga
untuk mebawa ke RS terdekat
atau ke RSJ bila K kambuh

Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01


Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01
Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners FK Unhas ‘01