Anda di halaman 1dari 55

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PENGKAJIAN KELUARGA

I. Data Umum
1. Nama KK : Bpk. I (40 tahun)
2. Alamat dan telfon : RT. 03 RW. 19 Kelurahan Kemiri Muka Kecamatan Beji
3. Komposisi Anggota Keluarga

No Nama Sex Hubungan Keluarga Usia Pendidikan


1. As P Istri 35 tahun SMP
2. Ch P Anak 11 tahun Kelas 6 SD
3. AF L Anak 8 tahun Kelas 1 SD
4. NH P Anak 6 ½ tahun Kelas 1 SD
5. FF P Anak 2 ½ tahun -

Genogram
50 th 65 65 63
th th th

Batuk darah

Is
As
40
35
Maag & hipertensi
Hamil
BB 40 kg

C N FF
H AF 8 H 2
11 6 ½
½
Kejang Sehat Demam
BB 14 kg BB 13 kg

Keterangan:
- Ibu A Hamil 5 bulan (belum pernah kontrol)
- Bapak I sakit maag dan hipertensi ringan
- An. AF kejang, BB 14 kg
- An. NH BB 13 kg
- An. FF demam (batuk pilek)

4. Tipe Keluarga
Keluarga Bp. I adalah keluarga inti yang terdiri dari istri, dan 4 orang anak

5. Kewarganegaraan/Suku Bangsa
Bapak Is dan Ibu As berasal dari suku yang sama yaitu Betawi, dan dalam keluarga
bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa Indonesia, Tidak ada
pantangan terhadap makanan, makanan yang dikonsumsi terdiri dari nasi, sayur, lauk
kadang –kadang buah.

6. Agama

D/trisno/profesi/keluarga/2005
Islam, taat dalam menjalankan ibadah, Bapk Is setiap siang setiap jam istirahat kerja
pulang untuk melakukan ibadah shalat dirumah, keluarga mengikuti kegiatan
pengajian yang diadakan oleh RT/RW. Dalam menyelesaikan masalah kesehatan
keluarga tidak ditemukan kebiasaan menggunakan jampi-jampi. Keluarga tidak
memakan-makanan yang diharamkan agama.

7. Status Sosial Ekonomi


Pencari nafkah dalam keluargga adalah Bpk. I. Menurut ibu As. penghasilan rata-
rata dalam perbulan sebagai buruh angkut cukup untuk kebutuhan sehari-hari
dengan tanpa menyebutkan jumlahnya, pengaturan penggunaan keuangan
diserahkan kepada Ibu. A.

8. Aktifitas Rekreasi
Kegiatan rekreasi hanya dilakukan didalam rumah saja dan kadang silaturahmi
kepada tetangga bila ada waktu luang dengan mengajak jalan-jalan anak-anaknya,
tidak ada jadwal khusus untuk melakukan rekreasi. Anak-anak diberi kebebasan
dalam bermain dengan teman sebayanya.

II. Riwayat Tumbuh Kembang Keluarga

1. Tahap Perkembangan Keluarga Inti


Keluarga pada tingkat perkembangan dengan keluarga usia sekolah. Keluarga
memberi kesempatan anak-anaknya untuk bergaul dengan teman sebayanya dan
sesekali keluarga membawa anak-anaknya berjalan-jalan ke tetangga. Suami bekerja
sebagai buruh angkut dan tidak mempunyai waktu libur yang tetap, tetapi tidak ada
masalah dengan intensitas pertemuan dengan anggota keluarga biasanya lebih sering
dilakukan pada malam hari dan disela-sela jam istirahat kerja. Bila anak sakit
biasanya keluarga hanya membelikan obat diwarung dan jika tidak sembuh baru
dibawa bidan praktik.

2. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi


Semua tahap perkembangan sudah terpenuhi, tinggal memenuhi kebutuhan
perkembangan sesuai usia anak-anaknya.

3. Riwayat Keluarga Inti


Keluarga bapak Is berasal dari suku yang sama, ibu As memiliki anak empat orang
dan sekarang lagi hamil 5 bulan. Ibu As mengatakan anak-anaknya tidak ada yang
lengkap imunisasinya dan pada kehamilan kelima ibu As mengatakan belum pernah
kontrol karena belum punya waktu.

III. Lingkungan
a. Karekteristik Rumah
Rumah yang ditempati adalah rumah sendiri terdiri dari ruang tamu, ruang tengah,
kamar tidur utama, kamar tidur anak, dapur dan kamar mendi. Diruang tamu terdapat
satu set meja dan kursi tamu. Ruang tengah selain berfungsi sebagai ruang makan
juga digunakan juga sebagai ruang tidur dengan menempatkan tempat tidur,
pencahayaan diruang tengah hanya menggunakan lampu, terdapat jendela pada
masing-masing ruangan dan selalu dibuka kecuali di ruang tamu . Kamar tidur anak
masih bergabung. Didekat dapur terdapat kamar mandi dan WC tidak licin. Sumber
air minum diperoleh dari sumur tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa.

D/trisno/profesi/keluarga/2005
Denah Rumah

E
C B F
6M

A D G

9M

Keterangan:
Rumah permanen dengan ukuran 6 X 9 M2
A : Ruang Tamu
B : Ruang Tengah
C : Kamar Tidur Utama
D : Kamar Tidur Anak
E : Tempat tidur
F : Dapur
G : Kamar mandi & WC

b. Karakteristik Tetangga dan Komunitas


Penduduk RT 03/19 cukup padat, jarak rumah bapak Is berdekatan dengan rumah
orang tua ibu Is dan disamping terdapat kandang ayam dan pekarangan yang masih
kosong. Didepan rumah terdapat tetangga yang membuka warung. Status ekonomi
dan budaya pada RT 03/19 rata-rata sama dan tetangga ada yang berasal dari suku
jawa.

c. Mobilitas Geografis Keluarga


Rumah yang ditempati adalah rumah milik pribadi, keluarga mengatakan sejak dari
pertama nikah sudah tinggal di RT 03/19.

d. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat


Keluarga bapak Is mengikuti kegiatan pengajian yang diadakan di RT o3/19 dan ibu
As sering berkunjung ke tetangga saat waktu kosong setelah beres pekerjaan
dirumah. Hubungan dengan tetangga dan masyarakat sekitar cukup baik, tidak ada
konflik

e. Sistem Pendukung Keluarga


Keluarga bapak Is bersebelahan dengan orang tua ibu As. Keluarga tidak ada
masalah dengan tetangga yang lain. Keluarga selalu mendapat dukungan dari orang
tua ibu As kerena berdekatan. Bila ada masalah kesehatan khususnya untuk pergi ke
fasilitas kesehatan ibu As biasa diantar oleh ibunya.

IV. Struktur Keluarga


a. Pola Komunikasi Keluarga

D/trisno/profesi/keluarga/2005
Pola komunikasi dalam keluarga terbuka, keputusan selalu diambil oleh Bpk Is
setelah melalui musyawarah bersama istri. Anak diberi kebebasan untuk berbicara
dan kebebasan untuk bermain dengan teman sebayanya. Anggota keluarga bertemu
setiap hari khususnya malam hari karena babak Is bekerja sampai sore sehingga
komunikasi dalam keluarga sering dilakukan pada malam hari dan disela-sela jam
istirahat siang.

b. Struktur Kekuatan Keluarga


Dalam membuat keputusan selalu dibicarakan terlebih dulu secara bersama-sama,
tetapi dalam pengambilan keputusan yang tersering diambil oleh Bapak Is. Tetapi
untuk masalah anak-anak ibu As lebih sering yang memutuskan karena ibu As yang
selalu berada dirumah.

c. Struktur Peran Keluaga


Masing-masing anggota keluarga sadar dengan perannya masing-masing.Babak Is
berperan sebagai kepala keluarga dan bertanggung jawab untuk mencari nafkah. Ibu
As berperan untuk mengasuh anak-anaknya dan mengelola keuangan untuk
kebutuhan sehari-hari. Anak tertua diberi tanggung jawab untuk menjaga adik-
adiknya.

d. Nilai dan Norma Keluarga


Keluarga adalah penganut agama Islam yang taat dan dalam keluarga diajarkan
saling hormat menghormati sesama anggota keluarga.

V. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Afeksi
Bapak Is dan ibu As sangat memperhatikan kebutuhan anak-nakanya, saling
mengasihi dan menghormati antar anggota keluarga. Bapak dan Ibu langsung
menegur bila anaknya tidak berperilaku sopan saat ada tamu.

b. Fungsi Sosialisasi
Keluarga bapak Is selalu berinteraksi dengan tetangga, terutama ibu As jika ada
waktu luang, sedangkan bapak Is biasanya melakukan interaksi dengan tetangga
malam hari. Anak-anak juga diberi kebebasan untuk bergaul dengan teman
sebayanya.

c. Fungsi Perawatan Keluarga


Ibu As mengatakan suaminya sering mengalami sakit pada ulu hati, mual dan
pusing, ibu As mengatakan tidak tahu apa itu sakit maag, dan tidak mengetahui
penyebab sakit maag mungkin karena kerja yang berat kemudian makan yang tidak
teratur. Ibu As mengatakan bila sakit hanya dibelikan obat promag diwarung dan
istirahat saja dirumah dan biasanya sembuh sendiri. Ibu As mengatakan makanan
tidak ada yang dipantang. Ibu As mengatakan tidak pernah membawa berobat ke
puskesmas atau ke dokter praktik. Ibu As mengatakan suaminya suka mengeluh
pusing dan tegang pada lehernya, ibu As mengatakan tidak pernah kontrol tekanan
darah, dan tidak mengerti mengenai tekanan darah tinggi, penyebab, akibat dan cara
merawat serta mencegahnya. Bapak Is mengatakan biasanya hanya tegang leher
biasa Bapak Is mengatakan tidak tahu berapa tekanan darahnya selama ini dan tidak
tahu kalau mengalami tekanan darah tinggi. Keluarga mengatakan an. F.Z biasanya
suka kejang tetapi tidak berbusa dan sembuh bila diberi minum. Ibu As mengatakan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
tidak tahu penyakit yang diderita an. F.Z tetapi penyakitnya kambuh bila capek.
Tandanya kejang-kejang, mata terlihat putihnya saja dan tidak sadar dan waktunya
tidak lama paling hanya beberapa detik. Setelah tidak kejang biasanya diberi minum
air putih biasa. Keluarga tidak tahu bagaimana cara mencegahnya paling hanya bisa
melarang jangan main terlalu capek. Keluarga juga belum membawa periksa
anaknya ke dokter/ fasilitas kesehatan untuk memastikan apa penyakit an. AF.
Ibu As mengatakan an. F.F hari Rabu tanggal 27 Agustus 2005 malam sakit panas,
batuk sesekali dan pilek. Ibu As mengatakan hanya memberi obat bodrexin yang
dibeli diwarung. Ibu As mengatakan biasa kalau musim panas seperti sekarang anak-
anak banyak yang sakit batuk pilek karena banyak jajan dan debu. Ibu As
mengatakan belum pernah juga membawa anaknya periksa ke puskesmas, dan juga
mengatakan imunisasinya tidak lengkap. Ibu tidak tahu imunisasi apa saja yang telah
diperoleh oleh anaknya. Ibu As mengatakan An. N F badannya kecil, sulit untuk
makan, tetapi jarang sakit. Ibu As mengatakan tidak mengerti mengenai gizi dan
kurang gizi, tidak memahami tentang penyebabnya, dan tidak tahu tentang
fingsi/guna makanan. Ibu As mengatakan kehamilannya adalah anak yang kelima
dan usia kehamilannya adalah 5 bulan jalan. Selama hamil ibu As belum pernah
kontrol dan imunisasi TT. Ibu As mengatakan belum kontrol karena belum ada
waktu, ibu As mengatakan semua anaknya lahir normal dan 2 anaknya yang terakhir
lahir dirumah dengan ditolong bidan. Ibu As mengatakan tidak ada keluhan dengan
kehamilannya.

VI. Stres dan koping Keluarga


a. Stresor Jangka pendek
An. FF baru-baru ini menderita sakit demam dan batuk pilek, serta rewel, tidak mau
dengan yang lain.

b. Stresor jangka Panjang


Keluarga mengatakan tidak merasakan adanya masalah yang berat saat ini, semua
masih dapat diatasi bersama.

c. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Masalah


Keluarga berupaya untuk menyelesaikannya bersama-sama dengan cara memita
pendapat orang tua ibu As dan membelikan obat diwarung.

d. Strategi Koping Yang Digunakan


Bila ada masalah yang sulit untuk dipecahkan biasanya berdiskusi dengan orang tua
ibu As dan keluarga yang lain.

e. Strategi Adaptasi Disfungsional


Keluarga adakalanya marah terhadap sikap anak-anaknya jika membuat kesalahan
dan kadang-kadang membiarkan anak-anaknya bila sudah tidak mampu
mengatasinya.

VII. Harapan Keluarga


Mendapat tambahan informasi tentang kesehatan terutama cara merawat anggota
keluarga yang sakit.
LAMPIRAN HASIL PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Anggota keluarga
fisik Bpk. Is Ibu As An. Cn An. AF An. NH An. FF

D/trisno/profesi/keluarga/2005
a. Tanda vital
Suhu Afebris Afebris - Afebris Afebris Febris
Nadi - - - - - -
RR - - - - - -
TD 140/95 mm 110/70 mm - - - -
Hg Hg
TB
BB 40 kg 14 kg 13 kg
b. Fisik
1. Kepala Kadang Tidak ada Rambut Rambut Rambut
mengeluh keluhan, hitam, hitam, hitam,
pusing, leher rambut hitam distribusi distribusi distribusi
tegang merata merata, tidak merata merata
ada keluhan
2. Mata Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva -
tidak anemis, tidak anemis, tidak anemis, tidak anemis,
sklera tidak sklera tidak sklera tidak sklera tidak
ikterik, tidak ikterik, tidak ikterik ikterik
ada keluhan ada keluhan
3. Telinga Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, -
tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
seruma, tidak seruma, tidak seruma, tidak seruma, tidak
ada keluhan ada keluhan ada keluhan ada keluhan
4. Hidung Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ada ingus
keluhan keluhan ingus, tidak ingus, tidak jernih, tidak
ada keluhan ada keluhan ada
pernapasan
cuping hidung
5. Mulut dan Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada -
gigi keluahan keluahan caries gigi caries gigi
6. Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada -
pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar tiroid kelenjar tiroid kelenjar tiroid kelenjar tiroid
7. Dada/ Tidak ada Tidak ada Tidak sesak. Tidak sesak Tidak terdapat
thorax keluhan keluhan tarikan
dinding dada
8. Abdomen Nyeri tekan Pembesaran Tidak ada Tidak -
pada ulu hati, perut, tidak keluahan kembung
tidak ada keluhan
kembung
9. Ektrimitas Tidak ada Tidak ada Tidak Tidak ada -
edem/ edem dan kelainan keluhan
kelainan varises
10.Kulit Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada -
keluahan, keluhan gatal-gatal gatal
turgor baik

Analisa data

No. Data Diagnosa Keperawatan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
1. Data subyektif: Resiko kebutuhan nutrisi kurang
- Ibu As mengatakan suaminya sering mengalami dari kebutuhan pada keluarga
sakit pada ulu hati, mual dan pusing Bapak Is khususnya Bapak Is
- Ibu As mengatakan tidak tahu apa itu sakit maag berhubungan ketidakmampuan
dan tidak mengetahui penyebab sakit maag keluarga merawat anggota
mungkin karena kerja yang berat kemudian keluarga dengan gasteritis
makan yang tidak teratur. (maag)
- Ibu As mengatakan bila sakit hanya dibelikan
obat promag diwarung dan istirahat saja dirumah
dan biasanya sembuh sendiri.
- Ibu As mengatakan makanan tidak ada yang
dipantang.
- Ibu As mengatakan tidak pernah membawa
berobat ke puskesmas atau ke dokter praktik.
Data obyektif:
- Nyeri tekan pada ulu hati
- Tidak ada kembung
- TD 140/95 mm Hg
2. Data subyektif: Resiko perubahan perfusi
- Ibu As mengatakan suaminya sering mengeluh jaringan serebral pada keluarga
pusing dan tegang pada lehernya bapak Is khususnya bapak Is
- Ibu As mengatakan suaminya tidak pernah berhubungan dengan
kontrol tekanan darah ketidakmampuan keluarga
- Ibu tidak mengerti mengenai tekanan darah merawat anggota keluarga
tinggi, penyebab, akibat dan cara merawat serta dengan masalah tekanan darah
mencegahnya. tinggi ringan
- Bapak Is mengatakan biasanya hanya tegang
leher biasa
- Bapak Is mengatakan tidak tahu berapa tekanan
darahnya selama ini
Data obyektif:
- TD 140/95 mm Hg
- Tidak ada keluhan tegang leher dan pusing saat
dikaji

Analisa data

No. Data Diagnosa Keperawatan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
3. Data subyektif: Resiko terhadap trauma
- Keluarga mengatakan an. F.Z biasanya suka tambahan pada keluarga bapak Is
kejang tetapi tidak berbusa dan sembuh bila khususnya an. AF berhubungan
diberi minum. dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota
- Ibu As mengatakan tidak tahu penyakit yang
keluarga dengan kejang
diderita an. F.Z tetapi penyakitnya kambuh bila
(epilepsi)
capek.
- Keluarga mengatakan tandanya kejang-kejang,
mata terlihat putihnya saja dan tidak sadar dan
waktunya tidak lama paling hanya beberapa
detik.
- Keluarga mengatakan setelah tidak kejang
biasanya diberi minum air putih biasa.
- Keluarga tidak tahu bagaimana cara
mencegahnya paling hanya bisa melarang jangan
main terlalu capek.
- Keluarga juga belum membawa periksa anaknya
ke dokter/ fasilitasa kesehatan untuk memastikan
apa penyakit an. AF
Data obyektif:
- Saat pengkajian tidak kejang
- An. AF memperagakan kejang yang biasanya
dialaminya.
4. Data subyektif: Tidak efektifnya bersihan jalan
- Ibu As mengatakan an. F.F hari Rabu tanggal 27 napas pada keluarga bapak Is
Agustus 2005 malam sakit panas, batuk sesekali khususnya anak FF berhubungan
dan pilek. dengan ketidakmampuan
- Ibu As mengatakan hanya memberi obat keluarga merawat anggota
bodrexin yang dibeli diwarung. keluarga dengan ISPA
- Ibu As mengatakan biasa kalau musim panas
begini anak-anak banyak yang sakit batuk pilek
karena banyak jajan dan debu.
- Ibu As mengatakan belum pernah juga
membawa anaknya periksa ke puskesmas, dan
juga mengatakan imunisasinya tidak lengkap.
- Ibu tidak tahu imunisasi apa saja yang telah
diperoleh oleh anaknya.
Data obyektif:
- Terdapat cairan ingus pada hidung
- Tampak sesekali batuk
- Anak tampak rewel
- Tidak ada tarikan dinding dada
- Febris
Analisa data

No. Data Diagnosa Keperawatan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
5. Data subyektif: Pemenuhan nutrisi kurang dari
- Ibu As mengatakan An. N F dan An. AF kebutuhan pada keluarga bapak
badannya kecil, sulit untuk makan, tetapi jarang Is khususnya an. NF
sakit. berhubungan dengan
- Ibu As mengatakan tidak mengerti mengenai gizi ketidakmampuan keluarga
dan kurang gizi, tidak memahami tentang merawat anggota keluarga
penyebabnya, dan tidak tahu tentang fingsi/guna dengan gizi kurang
makanan.
Data obyektif
- Berat badan 13 kg
- Konjungtiva tak anemis
- Sklera tak ikterik
6. Data subyektif: Pemahaman yang kurang tentang
- Ibu As mengatakan kehamilannya adalah anak perubahan pada trimester kedua
yang kelima dan usia kehamilannya adalah 5 pada keluarga bapak Is
bulan jalan. khususnya ibu As berhubungan
- Ibu As mengatakan selama hamil belum pernah dengan ketidakmampuan
kontrol dan imunisasi TT. keluarga merawat anggota
- Ibu As mengatakan belum kontrol karena belum dengan kehamilan trimester
ada waktu kedua.
- Ibu As mengatakan semua anaknya lahir normal
dan 2 anaknya yang terakhir lahir dirumah
dengan ditolong bidan.
- Ibu As mengatakan tidak ada keluhan dengan
kehamilannya.
Data obyektif:
- Pembesaran perut
- Tidak ada keluhan pusing
- Tidak ada edem
- Tidak ada varises
- Usia 35 tahun
- Gravida ke 5
- Anak cukup banyak 4 orang

SKORING MASALAH

D/trisno/profesi/keluarga/2005
Resiko kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan pada keluarga Bapak Is khususnya Bapak Is
berhubungan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan gasteritis (maag)

Kriteria Bobot Pembenaran


Sifat Masalah 2/3 x 1 = 2/3 Masalah pernah terjadi dan sedang tidak
Resiko terjadi
Kemungkinan untuk diubah ½x2=1 Keluarga tidak mengetahui masalah
Sebagian kesehatan yang dialami, tetapi keluarga
mempunyai kemauan untuk mengatasi.
Ada dukungan dari keluarga dan juga ada
mahasiswa FIK UI yang mengunjungi
keluarga secara rutin.
Potensial dicegah 2/3 x 1 = 2/3 Usaha keluarga untuk mengatasi dengan
Cukup cara membeli obat diwarung dan
beristirahat, ada keinginan dari keluarga
untuk mencegah penyakit yang diderita
dengan bantuan mahasiswa.
Menonjolnya masalah 2/2 x 1 = 1 Keluarga merasakan masalah dan segera
Masalah ada harus segera untuk diatasi karena bisa mengganggu
ditangani aktifitas bila kambuh.
Skore 3 1/3

Resiko perubahan perfusi jaringan serebral pada keluarga bapak Is khususnya bapak Is
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah
tekanan darah tinggi ringan

Kriteria Bobot Pembenaran


Sifat Masalah 2/3 x 1 = 2/3 Masalah sering terjadi, tetapi sedang tidak
Resiko terjadi, bila tidak diatasi dapat menjadi
hipertensi sedang/berat
Kemungkinan untuk diubah 1/2 x 2 = 1 Adanya suppor system dari keluarga, jarak
Sebagian puskesmas bisa dijangkau baik dari segi
keuangan. Adanya mahasiswa yang
praktik.
Potensial dicegah 2/3 x 1 = 2/3 Saat ini tanda-tanda gannguan perfusi tidak
Cukup ada, pola makan masih tidak ada yang
dipantang dan keluarga tidak mengetahui
penyakit hipertensi yang dialami
Menonjolnya masalah 1/2 x 1 = 1/2 Keluarga belum pernah periksa tekanan
Masalah dirasakan tetapi tidak darah dan tidak tahu bila mempunyai
segera ditangani tekanan darah tinggi ringan
Skore 2 5/6

SKORING MASALAH

D/trisno/profesi/keluarga/2005
Resiko terhadap trauma tambahan pada keluarga bapak Is khususnya an. AF berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan kejang (epilepsi)

Kriteria Bobot Pembenaran


Sifat Masalah 2/3 x 1 = 2/3 Masalah sedang tidak terjadi
Resiko Dan tidak harus segera ditangani
Kemungkinan untuk diubah 1/2 x 2 = 1 Adanya mahasiswa keperawatan praktik
Sebagian yang mengunjungi secara rutin, keluarga
dalam mengatasi masalah hanya dengan
memberi minum setelah sadar, ada fasilitas
kesehatan tetapi tidak pernah digunakan
untuk memeriksakan anaknya
Potensial dicegah 1/3 x 1 = 1/3 Masalah terjadi 2 bulan yang lalu dan
Rendah keluarga tidak merasa perlu untuk
mengatasinya karena sembuh setelah diberi
minum air putih
Menonjolnya masalah 1/2 x 1 = 1/2 Keluarga merasa ada masalah dan tidak
Masalah dirasakan tetapi tidak pernah terjadi lagi dalam 2 bulan ini
segera ditangani nilai 1
Skore 2 5/6

Tidak efektifnya bersihan jalan napas pada keluarga bapak Is khususnya anak FF
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan ISPA

Kriteria Bobot Pembenaran


Sifat Masalah 3/3 x 1 = 1 Masalah sudah terjadi dan harus segera
Aktual diatasi
Kemungkinan untuk diubah 2/2 x 2 = 2 Keluarga mempunyai kemamuan untuk
Tinggi merawat anak dengan ISPA. Ada
mahasiswa FIK praktik yang mengunjungi
secara rutin, fasilitas puskesmas terjangka
dari segi keuangan.
Potensial dicegah 2/3 x 1 = 2/3 Masalah ISPA yang dialami masih ringan
Cukup nilai 2 dan usaha yang telah dilakukan dengan
memberi obat penurun panas yang dibeli
diwarung
Menonjolnya masalah 2/2 x 1 = 1 Keluarga merasakan masalah, dan meminta
Masalah segera ditangani pada mahasiswa untuk membantu dalam
perawatan masalah yang dialami
Skore 4 2/3

SKORING MASALAH

D/trisno/profesi/keluarga/2005
Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan pada keluarga bapak Is khususnya an. NF
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan gizi
kurang

Kriteria Bobot Pembenaran


Sifat Masalah 3/3 x 1 = 1 Masalah sudah terjadi, tidak harus segera
Aktual diatasi
Kemungkinan untuk diubah 1/2 x 2 = 1 Keuangan keluarga cukup untuk
Sebagian menyediakan makanan bergizi, dan
memiliki kemauan untuk mengatasi
masalah. Ada mahasiswa FIK yang
melakukan kunjungan dan membantu
mengatasi masalah yang dihadapi.
Potensial dicegah 1/3 x 1 = 1/3 Keluarga tidak merasakan kekuarangan gizi
Rendah pada anaknya. Pola makan anak yang sering
jajan sehingga nafsu makan yang menurun.
Menonjolnya masalah 0/2 x 1 = 0 Keluarga tidak menganggap adanya suatu
Masalah tidak dirasakan masalah yang harus ditangani tentang gizi.
Skore 2 1/3

Pemahaman yang kurang tentang perubahan pada trimester kedua pada keluarga bapak Is
khususnya ibu As berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota dengan
kehamilan trimester kedua.

Kriteria Bobot Pembenaran


Sifat Masalah 3/3 x 1 = 1 Masalah sedang terjadi dan tidak harus
Aktual segera diatasi
Kemungkinan untuk diubah 1/2 x 2 = 1 Kemauan untuk kontrol kurang, jarak
Sebagian fasilitas kesehatan terjangkau baik adri segi
jarak dan biaya. Ada mahasiswa praktik
yang mengunjungi. Dukungan keluarga
untuk memeriksakan diri kurang
Potensial dicegah 2/3 x 1 = 1/3 Ibu As menganggap kehamilan dan
Cukup persalinan terdahulu tidak ada masalah.
Menonjolnya masalah ½x1=½ Keluarga menganggap masalah biasa dan
Masalah dirasakan tetapi tidak tidak perlu segera diatasi
segera ditangani
Skore 2 5/6

Prioritas Diagnosa Keperawatan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
1. Tidak efektifnya bersihan jalan napas pada keluarga bapak Is khususnya anak FF
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan ISPA

2. Resiko kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan pada keluarga Bapak Is khususnya Bapak
Is berhubungan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan gasteritis
(maag)

3. Pemahaman yang kurang tentang perubahan pada trimester kedua pada keluarga bapak Is
khususnya ibu As berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota
dengan kehamilan trimester kedua.

4. Resiko perubahan perfusi jaringan serebral pada keluarga bapak Is khususnya bapak Is
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan
masalah tekanan darah tinggi ringan

5. Resiko terhadap trauma tambahan pada keluarga bapak Is khususnya an. AF berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan kejang (epilepsi)

6. Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan pada keluarga bapak Is khususnya an. NF
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan gizi
kurang

D/trisno/profesi/keluarga/2005
RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA
Tujuan Kriteria Evaluasi
Diagnosa
No. Jangka Jangka pendek Kriteria Standar Rencana Intervensi
Keperawatan
panjang
1. Tidak efektifnya Setelah 1. Setelah pertemuan selama
bersihan jalan napas tindakan 1x45 menit keluarga/
pada keluarga bapak keperawatan lansia mampu mengenal
Is khususnya anak 3x60 menit masalah ISPA
FF berhubungan resiko tidak 1.1. Menyebutkan Respon verbal ISPA adalah penyakit infeksi 1.1.1. Diskusikan dengan keluarga
dengan efektifnya pengertian ISPA saluran pernafasan akut yang tentang pengertian ISPA
ketidakmampuan jalan nafas ditandai dengan batuk pilek yang 1.1.2. Beri kesempatan keluarga
keluarga merawat tidak terjadi datangnya tiba-tiba untuk bertanya
anggota keluarga 1.1.3. Evaluasi kembali penjelasan
dengan ISPA yang sudah diberikan
1.1.4. Beri reinforcement positif atas
DO: usaha keluarga menjelaskan
kembali.
DS:
1.2. Menyebutkan Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 3 dari 1.2.1. Diskusikan dengan keluarga
penyebab ISPA 5 penyebab ISPA tentang penyebab ISPA
Penyebab utama : Virus 1.2.2. Beri kesempatan keluarga
Penyebab lain : untuk bertanya
- Tertular penderita lain 1.2.3. Tanyakan kembali pada
- Kurang gizi keluarga tentang jenis ISPA
- Tinggal dilingkungan yang 1.2.4. Beri renforcement positif
kurang sehat, seperti:
pencahayaan sinar matahari
tidak masuk kedalam rumah,
ventilasi dan jendela rumah
sedikt dan jarang dibuka, ada
anggota keluarga yang merokok,
dan lingkungan rumah dekat
dengan jalan berdebu

1.3. Menyebutkan tanda Respon verbal Keluarga menyebutkan 3 dari 4 1.3.1. Diskusikan dengan keluarga
dan gejala ISPA tanda/gejala ISPA: tentang tanda dan gejala ISPA
- Batuk pilek 1.3.2. Beri kesempatan keluarga
- Demam/panas untuk bertanya

D/trisno/profesi/keluarga/2005
- Nafas sesak/ada tarikan dinding 1.3.3. Evaluasi kembali tentang
dada saat bernapas tanda dan gejala yang telah
- Nafas cepat: yaitu: anak usia 2 didiskusikan
bulan: 60 x/menit, umur 2 bulan- 1.3.4. Beri reinforcement positif
1 tahun: 50 x/menit, dan umur 1-
5 tahun: 40 x/menit.

2. Memutuskan untuk Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 2 dari 2.1.1. Diskusikan dengan keluarga
merawat anggota keluarga 3 akibat ISPA bila tidak diatasi tentang akibat bila ISPA tidak
yang mengalami masalah - Penyakit bertambah parah diatasi
ISPA - Kecerdasan berkurang 2.1.2. Beri kesempatan pada
2.1. Keluarga mampu - Sesak nafas berat bisa sampai keluarga untuk bertanya bila
menyebutkan akibat meninggal ada yang belum jelas
ISPA bila tidak 2.1.1. Beri reinforcement positif
ditangani dengan baik pada keluarga

2.2. Keluarga mampu Respon verbal Keputusan keluarga untuk merawat 2.2.1. Motivasi keluarga untuk
mengambil keputusan dan mengatasi masalah ISPA mengatasi masalah yang
untuk mengatasi dihadapi
anggota keluarga 2.2.2. Beri reinforcement positif
yang mengalami atas keputusan yang diambil
masalah ISPA keluarga

3. Keluarga mampu merawat Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 4 dari 3.1.1. Diskusikan dengan keluarga
anggota keluarga dengan 5 cara pencegahan ISPA: tentang cara pencegahan ISPA
ISPA - Jauhkan dari penderita batuk 3.1.2. Beri kesempatan keluarga
3.1. Menyebutkan cara - Berikan tetap ASI untuk bertanya
pencegahan - Mintakan imunisasi lengkap 3.1.3. Tanyakan kembali pada
timbulnya ISPA - Berikan makanan bergizi setiap keluarga tantang cara
hari pencegahan ISPA
- Jaga kebersihan tubuh, 3.1.4. Beri reinforcement positif
makanan dan lingkungan pada keluarga

3.2. Keluarga mampu Respon Verbal Keluarga dapat menyebutkan 3 dari 3.2.1. Diskusikan dengan keluarga
menyebutkan cara 6 cara perawatan ISPA: tentang perawatan ISPA
perawatan anggota - Istirahat yang cukup 3.2.2. Lakukan demontrasi cara
keluarga yang - Bersihkan hidung yang kompres bila demam
mengalami ISPA tersumbat dengan sapu tangan 3.2.3. Lakukan demontrasi cara
- Jika demam/panas: inhalasi
Anak usia kurang 2 tahun: 3.2.4. Lakukan demontrasi cara

D/trisno/profesi/keluarga/2005
- Berikan ASI membuat obat tradisonal
- Berikan kompres hangat campuran jeruk nipis dengan
- Berikan obat penurun panas kecap dan madu.
sesuai dosis 3.2.5. Minta keluarga untuk
- Berikan minum yang redemonstrasi dengan
banyak bimbingan perawat
- Berikan pakaian tipis dan 3.2.6. Beri kesempatan pada
menyerap kerigat keluarga untuk bertanya yang
Anak usia lebih dari 2 tahun: tidak dimengerti
- Berikan makanan dan 3.2.7. Tanyakan kembali apa yang
minuman yang cukup, dan telah dijelaskan
apabila muntah usahakan 3.2.8. Beri reinforcement positif atas
untuk memberi minum lagi usaha keluarga
- Berikan kompres hangat
- Berikan obat penurun panas
sesuai dosis
Dewasa
- Sama dengan perawatannya
dengan anak usia diatas 2
tahun
- Jika Batuk:
1. Berikan inhalasi (pelega
tenggorokan dan
pernapasan) dengan
menggunakan air panas
dalam baskom dan menthol
(minyak kayu putih)
2. Obat tradisional: campuran
setengah sendok makan air
perasan jeruk nipis dengan
setengah sendok makan
madu atau kecap
3. Tepuk-tepik punggung bila
sulit mengeluarkan dahak
- Memakan makanan yang bergizi
- Datang ke puskesmas atau RS
terdekat

4. Keluarga mampu Respon verbal Cara memodifikasi lingkungan 4.1.1. Diskusikan bersama keluarga
memodifikasi lingkungan: mengatasi masalah ISPA cara memodifikasi lingkungan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
4.1. Menyebutkan cara- - Rumah dan lingkungan bersih 4.1.2. Beri kesempatan keluarga
cara modifikasi - Penerangan dari sinar matahari untuk bertanya
lingkungan untuk cukup 4.1.3. Tanya kembali tentang cara
mengatasi masalah - Hindari debu dan asap (asap modifikasi lingkungan
ISPA rokok/dapur) 4.1.4. Beri reinforcement positif
- Pertukaran udara (ventilasi)
cukup dengan cara membuka
jendela setiap pagi
- Jauhkan anak dari penderita
batuk pilek

5. Keluarga mampu
memanfaatkan pelayanan
kesehatan fasilitas
kesehatan yang ada untuk
mengatasi ISPA:
5.1. Mampu menyebutkan Respon verbal Manfaat fasilitas kesehatan: sebagai 5.1.1. Diskusikan bersama keluarga
manfaat fasilitas sarana untuk pemeriksaan, tentang manfaat fasilitas
pelayanan kesehatan perawatan/pengobatan ISPA, kesehatan
sebagai sarana untuk mendapatkan 5.1.2. Beri kesempatan keluarga
informasi yang akurat dan tepat untuk mengulangi dan beri
untuk mengatasi masalah ISPA pujian atas jawaban yang
benar

5.2. Keluarga mampu Respon verbal Keluarga mengatakan akan 5.2.1. Diskusikan dengan keluarga
membawa anggota membawa anggota keluarga yang tentang fasilitas pelayanan
keluarga yang sakit mengalami ISPA ke fasilitas kesehatan yang dapat
maag ke fasilitas pelayanan kesehatan: Puskesmas, dimanfaatkan sesuai
kesehatan dokter praktek, RS kemampuan keluarga
5.2.2. Motivasi keluarga untuk
membawa anggota keluarga
yang mengalami ISPA ke
fasilitas pelayanan kesehatan
5.2.3. Beri reinforcement positif
pada keluarga atas usaha yang
telah dilakukan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA
Tujuan Kriteria Evaluasi
Diagnosa
No. Jangka Jangka pendek Kriteria Standar Rencana Intervensi
Keperawatan
panjang
2. Resiko terhadap Setelah 1. Setelah pertemuan selama
trauma tambahan tindakan 1x60 menit keluarga/
pada keluarga bapak keperawatan lansia mampu mengenal
Is khususnya an. AF 2x60 menit masalah epilepsi
berhubungan dengan trauma 1.1. Menyebutkan arti Respon verbal Epilepsi/ayan adalah gejala dari 1.1.1 Diskusikan dengan keluarga
ketidakmampuan tambahan epilepsi/ayan banyak gangguan pada otak yang tentang pengertian
keluarga merawat tidak terjadi ditandai dengan kejang yang epilepsi/ayan
anggota keluarga berulang-ulang 1.1.2 Beri kesempatan keluarga
dengan kejang untuk bertanya
(epilepsi) 1.1.1. Evaluasi kembali
penjelasan yang sudah
Faktor Risiko: diberikan
1.1.2. Beri reinforcement
positif atas usaha keluarga
menjelaskan kembali.
1.2. Menyebutkan Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 3 dari
penyebab 6 penyebab epilepsi/ayan 5.3.1. Diskusikan dengan keluarga
epilepsi/ayan - Ketika dalam kandungan, yaitu tentang penyebab epilepsi/
ibu menderita sakit/Infeksi ayan
- Saat melahirkan anak tidak 5.3.2. Beri kesempatan keluarga
segera menangis dan baru untuk bertanya
menangis setelah beberapa 5.3.3. Tanyakan kembali penyebab
menit (kesulitan bernapas) epilepsi/ayan kepada keluarga
- Anak lahir tidak cukup bulan 5.3.4. Beri reinforcement positif
(prematur)
- Infeksi otak atau lapisan otak
karena penyakit flek yang
menyerang otak (meningitis)
- Cedera kepala
- Tumor pada otak

1.3. Menyebutkan tanda Respon verbal Keluarga menyebutkan 3 dari 5


dan gejala tanda epilepsi/ayan 1.3.1. Diskusikan dengan keluarga

D/trisno/profesi/keluarga/2005
epilepsi/ayan - Gangguan kesadaran secara tentang tanda dan gejala dari
mendadak/ tiba-tiba tidak sadar gastritis.
- Tidak sadar dan mata mebalik 1.3.2. Beri kesempatan pada
keatas keluarga untuk bertanya
- Kedua tangan dan kaki kaku 1.3.3. Evaluasi kembali tentang
disertai dengan gerakkan kejut tanda dan gejala yang telah
yang kuat didiskusikan
- Air liur berbusa saat terjadi 1.3.4. Beri reinforcement positif
kejang dan napas ngorok atas jawaban yang benar
- Setelah sadar kadang-kadang
muntah, mengantuk atau
tertidur, dan setelah bangun
normal kembali

1.4. Mampu Respon verbal Menyebutkan anggota keluarga


mengidentifikasi yang mengalami epilepsi/ayan 1.5.1. Diskusikan dengan anggota
anggota keluarga seperti tanda dan gejala diatas keluarga yang mempunyai
yang mengalami tanda dan gejala diatas.
epilepsi/ayan 1.5.2. Motivasi keluarga untuk
memeriksakan penyakit
2. Memutuskan untuk tersebut.
merawat anggota keluarga
yang mengalami
epilepsi/ayan
2.1. Keluarga mampu Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 2 dari
menyebutkan akibat 4 epilepsi/ayan bila tidak ditangani 2.1.1. Diskusikan dengan dengan
epilepsi/ayan bila - Kerusakan pada otak karena keluarga tentang akibat bila
tidak ditangani kekurangan oksigen epilepsi/ayan tidak ditangani
dengan baik - Kejang yang tersu menerus dan 2.1.1. Beri kesempatan pada
berlangsung lama (status keluarga untuk bertanya bila
epileptikus) ada yang belum jelas
- Terjadi cedera fisik/luka 2.1.2. Beri reinforcement positif
- Peurunan kecerdasan (retardasi pada keluarga
mental)

2.1. Keluarga mampu Respon verbal Keputusan keluarga untuk merawat


mengambil keputusan dan mengatasi masalah 2.2.1. Motivasi keluarga untuk
untuk mengatasi epilepsi/ayan mengatasi masalah yang
anggota keluarga dihadapi
yang mengalami 2.2.2. Beri reinforcement positif atas

D/trisno/profesi/keluarga/2005
epilepsi/ayan keputusan yang diambil
keluarga
3. Keluarga mampu merawat
anggota keluarga dengan
epilepsi/ayan
3.1. Menyebutkan cara Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 2 dari
pencegahan 4 cara pencegahan epilepsi/ayan 3.1.1. Diskusikan dengan keluarga
epilepsi/ayan - Kontrol teratur saat hamil tentang cara pencegahan
- Berikan imunisasi lengkap pada epilepsi/ayan
anak-anak 3.1.2. Beri kesempatan keluarga
- Jika anak sering kejang demam: untuk bertanya
lakukan kompres hangat dan 3.1.3. Tanyakan kembali pada
berikan obat penurun panas keluarga tantang cara
- Awasi anak dalam bermain pencegahan epilepsi/ayan
untuk mencegah jatuh/cidera 3.1.4. Beri reinforcement positif
kepala pada keluarga

3.2. Keluarga mampu Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 5 dari


menyebutkan cara 9 cara perawatan epilepsi/ayan 3.2.1. Diskusikan dengan keluarga
perawatan anggota Selama kejang: tentang perawatan
keluarga yang - Temani anak saat kejang epilepsi/ayan
mengalami - Hindarkan benturan kepala atau 3.2.2. Demontrasikan cara
epilepsi/ayan bagian tubuh yang lain ke perawatan saat kejang
benda keras, tajam, atau panas berlangsung
- Miringkan kepala kesamping 3.2.3. Minta keluarga untuk
untuk mencegah lidahnya tidak redemonstrasi dengan
menutupi jalan napas bimbingan perawat
- Biarkan kejang berlangsung 3.2.4. Beri kesempatan pada
- Longgarkan pakaian anak keluarga untuk bertanya yang
- Jangan memasukkan benda tidak dimengerti
keras diantara giginya karena 3.2.5. Tanyakan kembali apa yang
dapat menyebabkan giginya telah dijelaskan
patah 3.2.6. Motivasi keluarga untuk
- Kontrol secra teratur dan melakukan perawatan sesaui
disiplin minum obat sesuai dengan yang telah
dosis didiskusikan
- Untuk jangka panjangberikan 3.2.7. Beri reinforcement positif
jus buah pir 1 buah, susu atas jawaban dan
kedelai 2 sendok makan, redemontrasi yang benar
kecambah 30 gr, terung ungu

D/trisno/profesi/keluarga/2005
30 gr, dan air matang ½ gelas
(100 ml). Berikan sebelum
sarapan pagi
- Setelah kejang pertahankan
posisi kepala tetap miring untuk
mencegah menutupi jalan
napas.

4. Keluarga mampu
memodifikasi lingkungan:
4.1. Menyebutkan cara- Respon Verbal Cara memodifikasi lingkungan
cara modifikasi mengatasi masalah epilepsi/ayan 4.1.1. Diskusikan bersama keluarga
lingkungan untuk - Atur perabotan rumah dengan cara memodifikasi
mengatasi masalah teratur untuk mencegah cidera lingkungan
epilepsi/ayan pada anak 4.1.2. Beri kesempatan keluarga
- Hindari aktifitas fisik (bermain) untuk bertanya
yang melelahkan 4.1.3. Tanya kembali tentang cara
- Hindari bermain diterik modifikasi lingkungan
matahari yang sangat panas 4.1.4. Beri reinforcement positif
- Makan-makanan yang bergizi
- Istirahat yang cukup
- Awasi anak saat bermain sperti
saat bersepeda, dekat kolam
renang, dan dekat api

4.2. Menciptakan suasana Respon Usaha keluarga untuk menciptakan


lingkungan untuk Psikomotor lingkungan yang nyaman dan aman 4.2.1. Lakukan kunjungan yang
mencegah terjadinya bagi anak yang mengalami masalah tidak direncanakan
trauma/cedera pada epilepsi
anak dengan epilepsi

5. Keluarga mampu
memanfaatkan pelayanan
kesehatan fasilitas
kesehatan yang ada untuk
mengatasi epilepsi/ayan
5.1. Mampu menjelaskan Respon verbal Puskesmas, dokter praktik dan
jenis fasilitas rumah sakit 5.1.1. Diskusikan dengan keluarga
pelayanan kesehatan tentang jenis fasilitas
terdekat pelayanan kesehatan yang

D/trisno/profesi/keluarga/2005
dapat dimanfaatkan sesuai
kemampuan keluarga
5.1.2. Beri kesempatan keluarga
untuk mengulangi dan beri
pujian atas jawaban yang
benar
5.2. Mampu menyebutkan Respon verbal Manfaat fasilitas kesehatan: sebagai
manfaat fasilitas sarana untuk pemeriksaan, 5.2.1. Diskusikan bersama keluarga
pelayanan kesehatan perawatan/pengobatan tentang manfaat fasilitas
epilepsi/ayan, sebagai sarana untuk kesehatan
mendapatkan informasi yang akurat 5.2.2. Beri kesempatan keluarga
dan tepat untuk mengatasi masalah untuk mengulangi dan beri
epilepsi/ayan pujian atas jawaban yang
benar
5.3. Keluarga mampu Respon Keluarga membawa anggota
membawa anggota psikomotor keluarga yang sakit epilepsi/ayan ke 5.3.1. Motivasi keluarga untuk
keluarga yang sakit fasilitas pelayanan kesehatan: membawa anggota keluarga
epilepsi/ayan ke Puskesmas, dokter praktek, RS yang mengalami
fasilitas kesehatan epilepsi/ayan ke fasilitas
pelayanan kesehatan
5.3.2. Beri reinforcement positif
pada keluarga atas usaha yang
telah dilakukan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA
Tujuan Kriteria Evaluasi
Diagnosa
No. Jangka Jangka pendek Kriteria Standar Rencana Intervensi
Keperawatan
panjang
3. Pemenuhan nutrisi Setelah 1. Setelah pertemuan selama
kurang dari tindakan 1x60 menit keluarga/
kebutuhan pada keperawatan lansia mampu mengenal
keluarga bapak Is 2x60 menit masalah kurang gizi
khususnya an. NF kebutuhan Menyebutkan arti makanan Respon verbal - Makanan bergizi adalah Diskusikan dengan keluarga tentang
berhubungan dengan nutrisi bergizi, gizi seimbang, dan makanan yang dimakan secara pengertian makanan bergizi,
ketidakmampuan terpenuhi kurang gizi beraneka ragam gizi seimbang dan kurang gizi
keluarga merawat - Gizi seimbang adalah suatu zat Beri kesempatan keluarga untuk
anggota keluarga makanan yang diperlukan bertanya
dengan kurang gizi tubuh dan sesuai dengan umur Evaluasi kembali penjelasan yang
anak sudah diberikan
- Kurang gizi adalah suatu Beri reinforcement positif atas usaha
keadaan dimana tubuh keluarga menjelaskan
mengalami kekurangan zat gizi kembali.
sehingga terjadi perubahan
dalam tubuh
Menyebutkan penyebab kurang Diskusikan dengan keluarga tentang
gizi Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 2 dari penyebab kurang gizi
4 penyebab kurang gizi Beri kesempatan keluarga untuk
- Jumlah makanan yang dimakan bertanya
kurang Tanyakan kembali penyebab kurang
- Jenis makanan tidak seimbang gizi kepada keluarga
- Makan tidak teratur Beri reinforcement positif
- Terserang penyakit
Menyebutkan tanda dan gejala 1.3.1. Diskusikan dengan keluarga
kurang gizi Respon verbal Keluarga menyebutkan 3 dari 5 tentang tanda dan gejala dari
tanda kurang gizi kurang gizi
- Badan kurus 1.3.2. Beri kesempatan pada
- Rambut tipis dan mudah keluarga untuk bertanya
dicabut 1.3.3. Evaluasi kembali tentang
- Lemah dan pucat tanda dan gejala yang telah
- Kulit kering dan kusam didiskusikan
- Pusing 1.3.5. Beri reinforcement positif

D/trisno/profesi/keluarga/2005
- Kaki dan tangan bengkak atas jawaban yang benar
2.2. Mampu 1.5.3. Motivasi keluarga untuk
mengidentifikasi Respon verbal Menyebutkan anggota keluarga mengidentifikasi status gizi
anggota keluarga yang mengalami kurang gizi seperti anaknya sesuai dengan tanda
yang mengalami tanda dan gejala diatas dan gejala
kurang gizi

2. Memutuskan untuk
merawat anggota keluarga
yang mengalami kurang
gizi
Keluarga mampu menyebutkan 2.1.1. Diskusikan dengan dengan
akibat dari kurang gizi Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 2 dari keluarga tentang akibat dari
4 akibat kurang gizi kurang gizi
- Gangguan pertumbuhan 2.1.2. Beri kesempatan pada
- Mudah terkena penyakit keluarga untuk bertanya
- Daya pikir kurang 2.1.3. Motivasi keluarga untuk
- Sering sakit mengulang kembali
2.1.4. Beri reinforcement positif
pada keluarga
2.2. Keluarga mampu
mengambil keputusan 2.2.3. Tanyakan kepada keluarga
untuk mengatasi Respon verbal Keputusan keluarga untuk merawat tentang masalah kurang gizi
anggota keluarga dan mengatasi masalah kurang gizi 2.2.4. Beri reinforcement positif atas
yang mengalami keputusan yang diambil
kurang gizi keluarga

3. Keluarga mampu merawat


anggota keluarga dengan
kurang gizi
Menyebutkan manfaat gizi
bagi tubuh 3.1.1. Diskusikan dengan keluarga
Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan tentang manfaat gizi bagi
manfaat gizi bagi tubuh tubuh
- Sebagai zat tenaga: beras, mie, 3.1.2. Motivasi kembali keluarga
ubi, jegung, kentang, roti. untuk menunjukkan contoh
- Sebagai zat pembangun: tempe, bahan makanan dan
tahu, telur, ikan, ayam, daging, manfaatnya bagi tubuh
kacang tanah, kacang kedelai, 3.1.3. Beri reinforcement positif
kacang hijau pada keluarga

D/trisno/profesi/keluarga/2005
- Sebagai zat pengatur: sayuran
Keluarga mampu menyebutkan dan buah-buahan.
pentingnya gizi seimbang 3.2.1. Diskusikan dengan keluarga
Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan tentang pentingnya gizi
pentingnya gizi seimabng: seimbang
- Untuk pertumbuhan dan 3.2.2. Beri kesempatan pada
perkembangan keluarga untuk bertanya yang
- Meningkatkan potensi tidak dimengerti
kecerdasan
- Meningkatkan daya tahan
Keluarga mampu menyebutkan tubuh.
prinsip penyajian makanan 3.3.1. Diskusikan dengan keluarga
Respon verbal Keluaga mampu menyebutkan 3 tentang prinsip penyajian
dari 6 prinsip penyajian makanan: makanan
- Jenis makanan beraneka ragam 3.3.2. Beri kesempatan pada
- Kombinasi makanan hewani keluarga untuk bertanya
dan nabati jika keuangan 3.3.3. Motivasi keluarga untuk
memungkinkan memperhatikan prinsip setiap
- Disajikan dalam keadaan menyajikan makanan
hangat
- Jumlah makanan sesuai dengan
kebutuhan
- Biarkan anak makan sendiri
dengan piring dan alat makan
Menyebutkan cara memilih sendiri
bahan makanan - Perhatikan jadwal menu
3.4.1. Diskusikan bersama keluarga
Respon verbal Keluarga mampu menyebutkan 2 tentang cara memilih bahan
dari 4 cara memilih bahan makanan: makanan
- Harganya terjangkau 3.4.2. Motivasi kembali keluarga
- Nilai gizinya baik untuk menjelaskan kembali
Keluarga mampu menyebutkan - Masih segar dan tidak busuk 3.4.3. Beri reinforcement positif
cara mengolah bahan makanan - Mudah didapat
3.5.1. Diskusikan bersama keluarga
Respon verbal Cara mengolah makanan yang baik: tentang cara mengolah bahan
- Sayuran dan buah dicuci dulu makanan yang baik
baru dipotong 3.5.2. Motivasi keluarga untuk
- Sayuran dimasak jangan terlalu menjelaskan kembali cara
Keluarga mampu mengolah lama mengolah bahan makanan
bahan makanan yang baik - Alat-alat masak bersih yang baik

D/trisno/profesi/keluarga/2005
- Cuci tangan sebelum memasak
3.6.1. Lakukan kunjungan saat
Respon Melakukan cara pengolahan keluarga sedang memasak
Keluarga mampu menyebutkan psikomotor makanan yang baik sesuai dengan 3.6.2. Motivasi keluarga untuk
prinsip mengatasi anak tidak yang telah didiskusikan melakukan pengolahan
mau makan makanan yang baik

3.7.1. Diskusikan dengan keluarga


Respon verbal Keluarga mampu menyebutkan cara tentang cara mengatasi anak
mengatasi anak tidak mau makan tidak mau makan
- Jangan paksa anak jika tidak 3.7.2. Beri kesempatan pada
mau makan keluarga untuk
- Menggunakan alat makan yang 3.7.3. Motivasi keluarga untuk
Keluarga mampu menyebutkan disukai anak melakukannya.
jumlah makanan yang - Makan sambil bercerita
dibutuhkan anak - Jenis makanan beraneka ragam
dengan bentuk dan warna yang
menarik
3.8.1. Jelaskan kepada keluarga
Respon Verbal Keluarga mampu menyyebutkan tentang jumlah kebutuhan
jumlah makanan yang dibutuhkan yang dibutuhkan pada anak
pada anak usia 6-9 tahun dalam usia 6-9 tahun
sekali makan: 3.8.2. Beri kesempatan kepada
- Nasi 2-3 piring keluarga untuk bertanya
- Lauk hewani 2-4 potong 3.8.3. Motivasi keluarga untuk
Keluarga mampu menyediakan - Lauk nabati 2-3 potong memberikan makanan sesuai
makanan sesuai yang - Sayuran 1 – 1 ½ mangkok dengan jumlah yang
dibutuhkan anak kecil dibutuhkan.
- Buah-buahan 2-3 potong
- Susu 1-2 gelas
Menyusun menu simbang bagi 3.9.1. Motivasi keluarga untuk
anak-anak Respon Menyipakan makanan sesuai menyiapkan makanan sesuai
psikomotor dengan kebutuhan anak dengan kebutuhan anak

3.10.1. Lakukan kunjungan


4. Keluarga mampu Respon Pada kunjungan berikut, keluarga berikutnya untuk melihat
memodifikasi lingkungan: psikomotor dapat menyajikan menu seimbang kemampuan keluarga dalam
bagi anak-anak setiap hari menyajikan makanan
seimbang

D/trisno/profesi/keluarga/2005
Menyebutkan suasana yang
dapat meningkatkan selera 3.10.2. Lakukan kunjungan tidak
makan Respon afektif Kunjungan tidak terencana terencana

4.1.1. Diskusikan bersama keluarga


Respon verbal Cara memodifikasi lingkungan cara memodifikasi
mengatasi masalah kurang gizi lingkungan
- Makan bersama anggota 4.1.2. Beri kesempatan keluarga
keluarga untuk bertanya
Menciptakan suasana - Makanan yang dihidangkan 4.1.3. Tanya kembali tentang cara
lingkungan yang dapat dalam keadaan hangat modifikasi lingkungan
meningkatkan selera makan - Jenis makanan beraneka ragam 4.1.4. Beri reinforcement positif
- Alat makan menarik
5. Keluarga mampu - Makan sambil bercerita
memanfaatkan pelayanan 4.1.5. Lakukan kunjungan tidak
kesehatan fasilitas Respon Usaha keluarga untuk menciptakan terencana
kesehatan yang ada untuk psikomotor suasana lingkungan yang dapat
mengatasi kurang gizi meningkatkan selera makan

Mampu menjelaskan jenis


fasilitas pelayanan kesehatan
terdekat

5.1.1. Diskusikan dengan keluarga


Respon verbal Puskesmas, dokter praktik dan tentang jenis fasilitas
rumah sakit pelayanan kesehatan yang
dapat dimanfaatkan sesuai
kemampuan keluarga
Mampu menyebutkan manfaat 5.1.2. Beri kesempatan keluarga
fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengulangi dan beri
pujian atas jawaban yang
benar

5.2.1. Diskusikan bersama keluarga


Respon verbal Manfaat fasilitas kesehatan: sebagai tentang manfaat fasilitas
Keluarga mampu membawa sarana untuk pemeriksaan, kesehatan
anggota keluarga yang perawatan/pengobatan kurang gizi, 5.2.2. Beri kesempatan keluarga
mengalami kurang gizi ke sebagai sarana untuk mendapatkan untuk mengulangi dan beri

D/trisno/profesi/keluarga/2005
fasilitas kesehatan informasi yang akurat dan tepat pujian atas jawaban yang
untuk mengatasi masalah kurang benar
gizi
5.3.1. Motivasi keluarga untuk
Respon Keluarga membawa anggota membawa anggota keluarga
psikomotor keluarga yang mengalami kurang yang mengalami kurang gizi
gizi ke fasilitas pelayanan ke fasilitas pelayanan
kesehatan: Puskesmas, dokter kesehatan
praktek, RS 5.3.2. Beri reinforcement positif
pada keluarga atas usaha yang
telah dilakukan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA
Tujuan Kriteria Evaluasi
Diagnosa
No. Jangka Jangka pendek Kriteria Standar Rencana Intervensi
Keperawatan
panjang
4. Resiko kebutuhan Setelah 1. Setelah pertemuan selama
nutrisi kurang pada tindakan 1x60 menit keluarga/
keluarga Bapak I keperawatan lansia mampu mengenal
khususnya ibu As 2x60 menit masalah maag/gastritis
berhubungan tidak terjadi 1.1. Menyebutkan arti Respon verbal Gastritis adalah peradangan pada 1.1.1. Diskusikan dengan keluarga
ketidakmampuan gangguan maag/gastritis lapisan dalam kantung nasi/dinding tentang pengertian
keluarga merawat nutrisi kurang lambung maag/gastritis
anggota keluarga dari kebutuhan 1.1.2. Beri kesempatan keluarga
dengan masalah untuk bertanya
gastritis 1.1.3. Evaluasi kembali penjelasan
yang sudah diberikan
1.1.4. Beri reinforcement positif
atas usaha keluarga
menjelaskan kembali.

1.2. Menyebutkan macam/ Respon verbal Jenis sakit maag ada 2 yaitu: 1.2.1. Diskusikan dengan keluarga
jenis maag/gastritis - Maag akut/mendadak: dapat tentang jenis gastritis
sembuh sendiri, karena iritasi 1.2.2. Beri kesempatan keluarga
lokal untuk bertanya
- Gastritis kronik/lama: menahun 1.2.3. Tanyakan kembali pada
pada lansia, penyebab tidak keluarga tentang jenis
diketahui gastritis
1.2.4. Beri renforcement positif

1.3. Menyebutkan Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 5 dari 1.3.1. Diskusikan dengan keluarga
penyebab maag/ 9 penyebab gastritis tentang penyebab gastritis
gastritis - Pola makan tidak teratur 1.3.2. Beri kesempatan keluarga
- Sering makan-makanan yang untuk bertanya
asama (nanas, kedodong, rujak, 1.3.3. Tanyakan kembali penyebab
asinan yang memakai cuka) gastritis kepada keluarga
- Suka makan-makanan yang 1.3.4. Beri reinforcement positif
pedas (sambal, cabe)
- Suka makan-makanan yang
mengandung gas (kubis, kol,

D/trisno/profesi/keluarga/2005
sawi, nangka)
- Suka minum kopi
- Suka minum alkohol
- Kebiasaan merokok
- Kuman helicobacter pylory

1.4. Menyebutkan tanda Respon verbal Keluarga menyebutkan 4 dari 8 1.4.1. Diskusikan dengan keluarga
dan gejala gastritis tanda gastritis: tentang tanda dan gejala dari
- Nyeri ulu hati gastritis
- Mual dan muntah 1.4.2. beri kesempatan pada
- Nafsu makan menurun keluarga untuk bertanya
- Tekanan darah menurun, pusing 1.4.3. Evaluasi kembali tentang
- Keringat dingin tanda dan gejala yang telah
- Nadi teraba cepat didiskusikan
- Perut terasa kembung 1.4.4. Beri reinforcement positif
- Kadang berat badan menurun atas jawaban yang benar

Menyebutkan anggota keluarga


1.5. Mampu Respon verbal yang mengalami gastritis seperti 1.5.1. Diskusikan dengan anggota
mengidentifikasi tanda dan gejala diatas keluarga yang mempunyai
anggota keluarga tanda dan gejala diatas.
yang mengalami 1.5.2. Motivasi keluarga untuk
gastritis memeriksakan penyakit
tersebut.
2. Memutuskan untuk
merawat anggota keluarga
yang mengalami gastritis Keluarga dapat menyebutkan 3 dari
2.1. Keluarga mampu Respon verbal 5 gastritis bila tidak diatasi 2.1.1. Diskusikan dengan dengan
menyebutkan akibat - Perdarahan saluran cerna keluarga tnetang akibat bila
maag bila tidak - Luka pada dinding lambung gastritis tidak diatasi
ditangani dengan baik - Kebocoran pada dinding 2.1.2. Beri kesempatan pada
lambung keluarga untuk bertanya bila
- Gangguan penyerapan makanan ada yang belum jelas
- Kanker lambung 2.1.3. Beri reinforcement positif
pada keluarga
Keputusan keluarga untuk merawat
2.2. Keluarga mampu Respon verbal dan mengatasi masalah gastritis 2.2.1. Motivasi keluarga untuk
mengambil keputusan mengatasi masalah yang
untuk mengatasi dihadapi
anggota keluarga 2.2.2. Beri reinforcement positif

D/trisno/profesi/keluarga/2005
yang mengalami atas keputusan yang diambil
gastritis keluarga
Keluarga dapat menyebutkan 3 dari
3. Keluarga mampu merawat Respon verbal 6 cara pencegahan gastritis: 3.1.1. Diskusikan dengan keluarga
anggota keluarga dengan - Makan teratur setiap 2-4 jam tentang cara pencegahan
gastritis - Mengurangi makan-makanan gastritis
3.1. Menyebutkan cara yang merangsang asam 3.1.2. Beri kesempatan keluarga
pencegahan lambung: makanan pedas, asam untuk bertanya
timbulnya gastritis dan bergas 3.1.3. Tanyakan kembali pada
- Menyediakan makanan ringan keluarga tantang cara
- Mengurangi stres dengan pencegahan gastritis
mendekatkan diri pada Allah 3.1.4. Beri reinforcement positif
pada keluarga
Keluarga dapat menyebutkan 3 dari
3.2. Keluarga mampu Respon Verbal 6 cara perawatan gastritis: Diskusikan dengan keluarga tentang
menyebutkan dan - Segera makan jika timbul perawatan gastritis
perawatan anggota keluhan Lakukan demontrasi untuk teknik
keluarga yang - Minum air hangat manis relaksasi nafas dalam
mengalami gastritis sebelum makan jika terasa mual Minta keluarga untuk redemonstrasi
- Makan-makanan yang agak dengan bimbingan perawat
lunak Beri kesempatan pada keluarga untuk
- Makan dengan porsi sedikit bertanya yang tidak
namun sering dimengerti
- Bila nyeri ulu hati: lakukan Tanyakan kembali apa yang telah
teknik relaksasi nafas dalam dijelaskan
dan berikan kompres air hangat Beri reinforcement positif atas
di daerah ulu hati dengan jawaban dan redemontrasi
menggunakan botol yang yang benar
dilapisi handuk
- Minum susu untuk menetralkan
asam lambung

Melakukan cara perawatan gastritis 3.3.1. Motivasi keluarga untuk


3.3. Keluarga mampu Respon sesuai dengan yang didiskusikan melakukan/
melakukan perawatan psikomotor mendemontrasikan cara yang
gastritis telah didiskusikan
3.3.2. Beri reinforcement positif

D/trisno/profesi/keluarga/2005
4. Keluarga mampu
memodifikasi lingkungan: Cara memodifikasi lingkungan 4.1.1. Diskusikan bersama keluarga
4.1. Menyebutkan cara- Respon verbal mengatasi masalah gastritis cara memodifikasi lingkungan
cara modifikasi - Makan bersama dan teratur 4.1.2. Beri kesempatan keluarga
lingkungan untuk setiap tiap hari untuk bertanya
mengatasi masalah - Menyiapkan makanan yang 4.1.3. Tanya kembali tentang cara
gasritis tidak merangsang asam modifikasi lingkungan
lambung 4.1.4. Beri reinforcement positif
- Membantu untuk memecahkan
masalah secara bersama-sama
untuk mengurangi beban
pikiran

Usaha keluarga untuk menciptakan 4.2.1. Lakukan kunjungan tak


4.2. Menciptakan Respon lingkungan yang nyaman untuk terencana
lingkungan yang psikomotor anggota keluarga dengan gastritis
yaman untuk anggota
keluarga yang
mengalami gastritis

5. Keluarga mampu
memanfaatkan pelayanan
kesehatan fasilitas
kesehatan yang ada untuk
mengatasi maag: Puskesmas, dokter praktik dan 5.1.1. Diskusikan dengan keluarga
5.1. Mampu menjelaskan Respon verbal rumah sakit tentang jenis fasilitas
jenis fasilitas pelayanan kesehatan yang
pelayanan kesehatan dapat dimanfaatkan sesuai
terdekat kemampuan keluarga
5.1.2. Beri kesempatan keluarga
untuk mengulangi dan beri
pujian atas jawaban yang
benar

Manfaat fasilitas kesehatan: sebagai 5.2.1 Diskusikan bersama keluarga


5.2. Mampu menyebutkan Respon verbal sarana untuk pemeriksaan, tentang manfaat fasilitas
manfaat fasilitas perawatan/pengobatan gastritis, kesehatan
pelayanan kesehatan sebagai sarana untuk mendapatkan 5.2.2 Beri kesempatan keluarga
informasi yang akurat dan tepat untuk mengulangi dan beri

D/trisno/profesi/keluarga/2005
untuk mengatasi masalah gastritis pujian atas jawaban yang
benar

Keluarga membawa anggota 5.3.3. Motivasi keluarga untuk


5.3. Keluarga mampu Respon keluarga yang sakit maag ke membawa anggota keluarga
membawa anggota psikomotor fasilitas pelayanan kesehatan: yang mengalami gastritis ke
keluarga yang sakit Puskesmas, dokter praktek, RS fasilitas pelayanan kesehatan
maag ke fasilitas 5.3.4. Beri reinforcement positif
kesehatan pada keluarga atas usaha yang
telah dilakukan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA
Tujuan Kriteria Evaluasi
Diagnosa
No. Jangka Jangka pendek Kriteria Standar Rencana Intervensi
Keperawatan
panjang
5. Resiko perubahan Setelah 1. Setelah pertemuan selama
perfusi jaringan tindakan 1x60 menit keluarga/
serebral pada keperawatan lansia mampu mengenal
keluarga bapak Is 2x60 menit masalah hipertensi
khususnya bapak Is tidak terjadi Menyebutkan arti hipertensi Respon verbal Tekanan darah tinggi adalah 1.1.1. Diskusikan dengan keluarga
berhubungan dengan gangguan gangguan pada sistem pembuluh tentang pengertian hipertensi
ketidakmampuan perfusi darah yang ditandai dengan 1.1.2. Beri kesempatan keluarga
keluarga merawat jaringan meningkatnya tekanan darah yang untuk bertanya
anggota keluarga serebral melebihi 140/90 mm Hg. 1.1.5. Beri reinforcement positif
dengan hipertensi atas usaha keluarga
ringan menjelaskan kembali.
Menyebutkan penyebab
hipertensi/ tekanan darah Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 1.2.1. Diskusikan dengan keluarga
tinggi hipertensi/ tekanan darah tinggi tentang penyebab hipertensi/
- Gaya hidup tidak sehat seperti: tekanan darah tinggi
konsumsi garam berlebihan, 1.2.2. Beri kesempatan keluarga
merokok, minum-minuman untuk bertanya
beralkohol, dan kurang olah 1.2.3. Tanyakan kembali penyebab
raga hipertensi/ tekanan darah
- Kegemukan tinggi kepada keluarga
- Stres/banyak pikiran 1.2.4. Beri reinforcement positif
Menyebutkan tanda dan gejala
hipertensi/ tekanan darah Respon verbal Keluarga menyebutkan 4 dari 7 1.3.1. Diskusikan dengan keluarga
tinggi tanda hipertensi/ tekanan darah tentang tanda dan gejala dari
tinggi hipertensi/ tekanan darah
- Sakit kepala tinggi
- Terasa berat/sakit ditengkuk 1.3.2. Beri kesempatan pada
Mudah marah keluarga untuk bertanya
- Telinga berdengung 1.3.3. Tanyakan kembali tentang
- Mata terasa berat atau tanda dan gejala yang telah
pandangan kabur didiskusikan
- Mudah lelah 1.3.4. Beri reinforcement positif
- Susah tidur atas jawaban yang benar

D/trisno/profesi/keluarga/2005
Mampu mengidentifikasi
anggota keluarga yang Respon verbal Menyebutkan anggota keluarga 1.4.1. Diskusikan dengan anggota
mengalami gastritis yang mengalami hipertensi/ tekanan keluarga yang mempunyai
darah tinggi seperti tanda dan gejala tanda dan gejala diatas.
2. Memutuskan untuk diatas 1.4.2. Motivasi keluarga untuk
merawat anggota keluarga memeriksakan penyakit
yang mengalami tersebut.
hipertensi/ tekanan darah
tinggi
Keluarga mampu menyebutkan
akibat lanjut dari hipertensi/
tekanan darah tinggi
Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 4 dari 2.1.1. Diskusikan dengan dengan
7 akibat lanjut hipertensi/ tekanan keluarga tentang akibat lanjut
darah tinggi hipertensi/ tekanan darah
- Penebalan dan pengerasan tinggi
pembuluh darah 2.1.2. Beri kesempatan pada
- Penyakit jantung keluarga untuk bertanya bila
- Serangan otak/stroke ada yang belum jelas
- Penglihatan menurun 2.1.3. Beri reinforcement positif
- Gangguan gerak dan pada keluarga
Keluarga mampu mengambil keseimbangan
keputusan untuk mengatasi - Kerusakan ginjal
anggota keluarga yang - kematian
mengalami hipertensi/ tekanan
darah tinggi Respon verbal Keputusan keluarga untuk merawat 2.2.1. Motivasi keluarga untuk
dan mengatasi masalah hipertensi/ mengatasi masalah yang
3. Keluarga mampu merawat tekanan darah tinggi dihadapi
anggota keluarga dengan 2.2.2. Beri reinforcement positif
hipertensi/ tekanan darah atas keputusan yang diambil
tinggi keluarga
3.4. Menyebutkan cara
pencegahan
hipertensi/ tekanan
darah tinggi

Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 3 dari 3.3.1. Diskusikan dengan keluarga
7 cara pencegahan hipertensi/ tentang cara pencegahan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
tekanan darah tinggi hipertensi/ tekanan darah
- Jaga berat badan ideal tinggi
- Kurangi konsumsi garam 3.3.2. Beri kesempatan keluarga
secara berlebihan dalam untuk bertanya
makanan seperti yang terdapat 3.3.3. Tanyakan kembali pada
dalam ikan asin keluarga tantang cara
- Batasi konsumsi makanan pencegahan hipertensi/
kolesterol tinggi seperti jeroan tekanan darah tinggi
- Jangan merokok 3.3.4. Beri reinforcement positif
- Banyak makan sayur dan buah pada keluarga
3.5. Keluarga mampu - Batasi minum kopi
menyebutkan cara - Jangan minum minuman yang
perawatan anggota beralkohol
keluarga yang - Olah raga secara teratur
mengalami hipertensi/ - Kurangi stres
tekanan darah tinggi
Respon Verbal Keluarga dapat menyebutkan 3 dari 3.4.1. Diskusikan dengan keluarga
5 cara perawatan hipertensi/ tekanan tentang perawatan hipertensi/
darah tinggi: tekanan darah tinggi
- Minum obat anti tekanan darah 3.4.2. Lakukan demontrasi untuk
tinggi sesuai dengan resep pembuatan rebusan daun
dokter salam/alpukat/mentimun
- Makan/minum setiap pagi dan 3.4.3. Minta keluarga untuk
sore dua buah mentimun, redemonstrasi dengan
diparut dan diperas dan diambil bimbingan perawat
airnya 3.4.4. Beri kesempatan pada
- Minum pagi dan sore rebusan keluarga untuk bertanya yang
10 daun salam dengan dua tidak dimengerti
gelas air sampai menjadi satu 3.4.5. Tanyakan kembali apa yang
gelas telah dijelaskan
- Minum pagi dan sore rebusan 3.4.6. Beri reinforcement positif
10 daun alpukat dengan dua atas jawaban dan
gelas air sampai menjadi satu redemontrasi yang benar
gelas
- Mengurangi konsumsi garam
dalam makanan: hipertensi
4. Keluarga mampu ringan ½ sendok teh, sedang ¼
memodifikasi lingkungan: sendok teh, dan berat tanpa
Menyebutkan cara-cara garam setiap hari
modifikasi lingkungan untuk

D/trisno/profesi/keluarga/2005
mengatasi masalah hipertensi/
tekanan darah tinggi

Respon verbal Cara memodifikasi lingkungan 4.1.1. Diskusikan bersama keluarga


mengatasi masalah hipertensi/ cara memodifikasi
5. Keluarga mampu tekanan darah tinggi lingkungan
memanfaatkan pelayanan - Suara tidak gaduh dan aman 4.1.2. Beri kesempatan keluarga
kesehatan fasilitas - Tidak menyiapkan garam diatas untuk bertanya
kesehatan yang ada untuk meja makan 4.1.3. Tanya kembali tentang cara
mengatasi hipertensi/ - Lingkungan tidak licin modifikasi lingkungan
tekanan darah tinggi - Pencahayaan cukup 4.1.4. Motivasi keluarga untuk
Mampu menjelaskan jenis melakukannya
fasilitas pelayanan kesehatan
terdekat

Respon verbal Puskesmas, dokter praktik dan 5.1.1. Diskusikan dengan keluarga
Mampu menyebutkan manfaat rumah sakit tentang jenis fasilitas
fasilitas pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan yang
dapat dimanfaatkan sesuai
kemampuan keluarga
5.1.2. Beri kesempatan keluarga
untuk mengulangi dan beri
pujian atas jawaban yang
benar
Keluarga mampu membawa
anggota keluarga yang sakit Respon verbal Manfaat fasilitas kesehatan: sebagai 5.2.1. Diskusikan bersama keluarga
hipertensi/ tekanan darah sarana untuk pemeriksaan, tentang manfaat fasilitas
tinggi ke fasilitas kesehatan perawatan/pengobatan hipertensi/ kesehatan
tekanan darah tinggi, sebagai sarana 5.2.2. Beri kesempatan keluarga
untuk mendapatkan informasi yang untuk mengulangi dan beri
akurat dan tepat untuk mengatasi pujian atas jawaban yang
masalah hipertensi/ tekanan darah benar
tinggi

Respon Keluarga membawa anggota 5.3.1. Motivasi keluarga untuk

D/trisno/profesi/keluarga/2005
Psikomotor keluarga yang sakit hipertensi/ membawa anggota keluarga
tekanan darah tinggi ke fasilitas yang mengalami hipertensi/
pelayanan kesehatan: Puskesmas, tekanan darah tinggi ke
dokter praktek, RS fasilitas pelayanan kesehatan
5.3.2. Beri reinforcement positif
pada keluarga atas usaha yang
telah dilakukan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA
Tujuan Kriteria Evaluasi
Diagnosa
No. Jangka Jangka pendek Kriteria Standar Rencana Intervensi
Keperawatan
panjang
6. Resiko terjadi Setelah 1. Setelah pertemuan selama
penyulit saat tindakan 1x45 menit keluarga/
melahirkan pada keperawatan lansia mampu mengenal
keluarga bapak Is 3x60 menit masalah kehamilan
khususnya ibu As penyulit saat trimester II
berhubungan dengan melahirkan 1.1. Menyebutkan Respon verbal Kehamilan adalah ibu yang tadinya 1.1.1 Diskusikan dengan keluarga
ketidakmampuan tidak terjadi pengertian kehamilan haid secara teratur kemudian tidak tentang pengertian kehamilan
keluarga merawat haid selama dua bulan berturut-turut 1.1.2. Motivasi keluarga untuk
anggota dengan dan pada pemeriksaan laboratorium menjelaskan kembali
kehamilan trimester posistif hamil 1.1.3. Beri reinforcement positif
kedua. atas usaha keluarga
menjelaskan kembali.

1.2. Menyebutkan tanda Respon verbal Menyebutkan 3 dari 5 tanda 1.2.1. Diskusikan dengan keluarga
dan gejala kehamilan kehamilan bulan kelima tanda kehamilan bulan kelima
trimester II - Kulit ibu mulai tegang 1.2.2. Tanyakan kembali tentang
- Denyut jantung bayi sudah tanda kehamilan pada bulan
terdengan kelima
- Gerakan janin mulai mudah 1.2.3. Beri renforcement positif
dirasakan ibu
- Janin sudah berambut, beralis
dan bulu mata sudah tumbuh
- Panjang janin sekitar 25 cm dan
berat sekitar 220 gr

2. Memutuskan untuk
merawat anggota keluarga
yang mengalami masalah
kehamilan
2.1. Keluarga mampu Respon verbal Keluarga menyebutkan 4 dari 8 1.3.1 Diskusikan dengan keluarga
menyebutkan gangguan kesehatan pada masa gangguan kesehatan pada

D/trisno/profesi/keluarga/2005
gangguan kesehatan hamil: masa hamil
saat hamil - Gangguan pada pagi hari yaitu 1.3.2 Tanyakan kembali gangguan
mual dan muntah kesehatan selama masa
- Sakit kepala dan pusing kehamilan
- Sakit lambung 1.3.3 Beri reinforcement positif
- Bengkak pada mata kaki
- Wasir
- Kejang pada kaki
- Rasa sakit diperut
- perdarahan

2.2. Keluarga mampu Respon verbal - Keputusan keluarga untuk 2.1.1 Motivasi keluarga untuk
mengambil keputusan merawat anggota keluarga yang merawat anggota keluarga
untuk mengatasi hamil yang sedang hamil
anggota keluarga
yang mengalami
masalah kehamilan

3. Keluarga mampu merawat


anggota keluarga dengan
kahamilan
3.1. Keluarga mampu Respon verbal 4 dari 8 cara yang perlu dilakukan 3.1.1 Diskusikan dengan keluarga
menyebutkan yang agar ibu dan bayi sehat yang peru diperhatikan
perlu dilakukan agar - Memeriksakan kehamilan selama hamil agar bayi dan
ibu dan bayinya tetap setiap bulan ibu sehat
sehat - Menimbang berat badan setiap 3.1.2 Beri kesempatan kepada
bulan dan berat badan keluarga untuk bertanya
bertammbah 7-12 kg 3.1.3 Beri pujian atas kemampuan
- Imunisasi TT lengkap keluarga
sebanyak 2 kali sebelum
kehamilan 8 bulan
- Makan-makanan yang bergizi
- Minum tablet penambah darah
- Menjaga kebersihan diri, sikat
gigi, mandi
- Merawat payudarah setiap hari
- Merencanakan persalinan
ditolong oleh bidan, dukun
terlatih, atau dokter

D/trisno/profesi/keluarga/2005
3.2. Keluarga mampu Respon verbal 4 dari 8 cara merawat kehamilan: 3.2.1 Diskusikan dengan keluarga
menyebutkan dan - Gerak badan saat pagi dan cara merawat kehamilan
perawatan anggota mengurangi pekerjaan yang 3.2.2 Beri kesempatan keluarga
keluarga yang berat untuk bertanya
mengalami kehamilan - Melakukan senam hamil 3.2.3 Beri reinforcement positif
- Tidak melakukan perjalanan pada keluarga jeruk nipis
jauh yang melelahkan dengan kecap dan madu.
- Makan-makanan yang cukup
dan bergizi
- Merawat gigi
- Merawat kebersihan badan
- Merawat payudara
- Memeriksakan diri ke dokter
praktek/puskesmas/bidan

3.3. Keluarga mampu Respon Verbal 4 dari 7 tanda bahaya kehamilan: 3.3.1. Diskusikan dengan keluarga
menyebutkan tanda- - Muntah terus menerus dan tanda bahaya kehamilan
tanda bahaya bagi ibu tidak bisa makan pada 3.3.2. Beri kesempatan keluarga
hamil kehamilan muda untuk bertanya
- Nyeri hebat diperut 3.3.3. Beri pujian atas usaha
- Keluar darah banyak atau air keluarga
ketuban dari kelamin ibu
sebelum tanda-tanda persalinan
- Demam
- Gerakan janin tidak ada atau
berkurang
- Kepala pusing, mata kabur,
kejang
- Kaki, lengan dan mata bengkak

3.4. Keluarga mampu Respon Verbal 4 dari 7 yang harus diwaspadai pada 3.4.1. Diskusikan dengan keluarga
menyebutkan keadaan ibu hamil hal yang perlu diwaspadai
ibu hamil yang perlu - Umur kurang dari 20 tahun saat kehamilan
diwaspadai atau lebih dari 35 tahun 3.4.2. Motivasi keluarga untuk
- Jarak persalinan terakhir mengenali dalam
dengan awal kehamilan kehamilannya
sekarang kurang dari 2 tahun 3.4.3. Beri kesempatan keluarga
- Jumlah anak lebih dari 4 orang untuk bertanya
- Terlalu gemuk atau kurus
- Pernah mengalami kesulitan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
pada kehamilan dan persalinan
yang lalu
- Perdarahan saat kehamilan

4. Keluarga mampu
memodifikasi lingkungan:
4.1. Menyebutkan cara- Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan 4 dari 4.1.1 Diskusikan bersama
cara modifikasi 6 lingkungan yang nyaman bagi ibu keluarga lingkungan yang
lingkungan untuk hamil: nyama bagi ibu hamil
mengatasi masalah - Lingkungan tenang tidak ribut 4.1.2 Beri kesempatan keluarga
kehamilan dan berisik. untuk bertanya
- Membagi pekerjaan bersama
- Memberikan perhatian dan
kasih sayang
- Lantai kamar mandi tidak licin
- Penerangan cukup
- Tidak memakai sepatu atau
sendal dengan tumit yang tinggi
- Menyediakan makanan yang
beraneka ragam

4.2. Menciptakan Respon Afektif Usaha keluarga untuk menciptakan 4.2.1. Lakukan kunjungan tak
lingkungan yang lingkungan yang nyaman bagi ibu berencana
nyaman dan tenang hamil
bagi ibu hamil

5. Keluarga mampu
memanfaatkan pelayanan
kesehatan fasilitas
kesehatan yang ada untuk
mengatasi kehamilan:
Mampu menyebutkan manfaat Respon verbal Manfaat fasilitas kesehatan: untuk 5.1.1 Diskusikan bersama
fasilitas pelayanan kesehatan memantau perkembangan dan keluarga tentang manfaat
kesehatan ibu dan janin fasilitas kesehatan
Keluarga mampu membawa
anggota keluarga yang sakit Respon Keluarga membawa anggota 5.2.1 Motivasi keluarga untuk
maag ke fasilitas kesehatan psikomotor keluarga yang sedang hamil ke membawa anggota keluarga
fasilitas pelayanan kesehatan: yang hamil ke fasilitas
Puskesmas, dokter praktek, RS pelayanan kesehatan
5.2.2 Beri reinforcement positif

D/trisno/profesi/keluarga/2005
pada keluarga atas usaha
yang telah dilakukan

D/trisno/profesi/keluarga/2005
CATATAN ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU/KELUARGA

Diagnosis Implementasi Evaluasi TT/Tgl


Keperawatan Waktu
Keterbatasan - Menjelaskan arti rematik S: Keluarga mengatakan: 24/06/05
pergerakan pada dengan menggunakan lembar - Arti rematik adalah sakit pada 09.30-
keluarga Bapak M balik lutut dan sudah lama dirasakan. 10.15
khususnya Ibu S - Menanyakan kembali arti - Tandanya: sregut-sregut di lutut, WIB
berhubungan rematik dan memberi meriang,lemas, ada bengkaknya
ketidakmampuan reinforcement positif atas dan kaku-kaku pada kaki sampai
keluarga merawat jawaban yang benar tidak bisa kerja
anggota keluarga - Mendiskusikan dengan - Penyebab adalah usia sudah tua,
dengan masalah keluarga tanda dan gejala jatuh, dan capek bekerja ngurus
rematik rematik melalui lembar balik cucu
- Menanyakan kembali tanda - Akibat bila rematik tidak diatasi
dan gejala rematik pada adalah: tidak bisa bekerja hanya
keluarga tiduran saja karena sakitnya
- Memberi reinforcement sregut-sregut, kurus badan dan
positif atas jawaban yang kurang darah (sering pusing)
benar
- Menjelaskan penyebab O: - Keluarga tidak tenang kadang-
rematik dengan kadang meminta ijin ke dapur
menggunakan lembar balik sebentar.
- Memotivasi keluarga untuk - Keluarga tampak kurang fokus.
mengulangi penjelasan - Keluarga tampak menyruh
mahasiswa cucunya main diluar
- Memberi reinforcement - Keluarga menunjukkan lutut
positif atas jawaban yang yang sering sakit
benar - Lutut tidak bengkak dan tidak
- Membantu keluarga ada kemerahan
mengenali adanya masalah - Tidak nyeri bila digerakkan
nyeri karena rematik pada - Berjalan lambat danhati-hati
anggota keluarga - Reflek patella +/+
- Menjelaskan akibat lanjut
dari rematik dengan A: - TUK 1-2 tercapai
menggunakan lembar balik Sutrisno
- Memotivasi keluarga untuk P: - Lanjutkan TUK 3
mengulangi dan memberi - Pertemuan berikutnya hari
reinforcemen positif atas Kamis, 30 Juni 2005 jam 13.00
jawaban yang benar WIB
- Memotivasi keluarga untuk
mengatasi masalah remtik
yang dihadapi
- Memberi reinforcement
positif atas keputusan yang
diambil

D/trisno/profesi/keluarga/2005
CATATAN ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU/KELUARGA

Diagnosis Implementasi Evaluasi TT/Tgl


Keperawatan Waktu
Keterbatasan Dengan menggunakan lembar S: Keluarga mengatakan: 30/06/05
pergerakan pada balik: - Rematiknya tidak kambuh 13.00 -
keluarga Bapak M - Menjelaskan kembali tentang - Cara mencegah rematik dengan 14.00
khususnya Ibu S arti, penyebab, gejala, dan tidak makan kangkung, istirahat, WIB
berhubungan akibat dari rematik yang dan tidak boleh terlalu capek,
ketidakmampuan tidak ditangani dan olah raga sambil berjemur
keluarga merawat - Menjelaskan cara mencegah setiap pagi
anggota keluarga agar rematik tidak kambuh - Cara merawat bila rematik
dengan masalah - Memberi kesempatan kambuh:
rematik keluarga untuk bertanya o Tidak makan kangkung,
terhadap apa yang belum melinjo, jeroan seperti usus,
dimengerti dan tape.
- Meminta keluarga untuk o mengompres pada lutut
mengulangi penjelasan yang dengan menggunakan
diberikan mahasiswa handuk, kalau tidak bengkak
- Memberi reinforcement atas dan merah dengan air hangat
jawaban yang benar dan kalau bengkak dengan
- Menjelaskan cara perawatan air dingin
rematik o harus istirahatnya cukup.
- Meminta keluarga untuk
mengulangi penjelasan yang O: - Keluarga memperhatikan
diberikan mahasiswa penjelasan dan demontrasi yang
- Mendemonstrasikan cara dilakukan mahasiswa
merawat rematik dengan - Keluarga sesekali
kompres dingin dan hangat memperhatikan cucunya yang
- Meminta keluarga untuk bermain
redemonstrasi cara merawat - Keluarga tampak
rematik dengan cara kompres meredemontrasikan cara
dingin/hangat melakukan kompres
- Memberi reinforcement dingin/hangat
postif atas kemampuan - Tidak ada bengkak dan
keluarga melakukan kemerahan pada lutut
redemontrasi - Tidak ada nyeri
- Reflek patella +/+
- Berjalan lambat dan hati-hati

A: - TUK 3 tercapai

P: - Lanjutkan TUK 4-5


- Pertemuan berikutnya hari
Jumat, 01 juli 2005 jam 10.00 Sutrisno

D/trisno/profesi/keluarga/2005
CATATAN ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU/KELUARGA

Diagnosis Implementasi Evaluasi TT/Tgl


Keperawatan Waktu
Keterbatasan Dengan menggunakan lembar S: Keluarga mengatakan: 30/06/05
pergerakan pada balik: - Rematiknya tidak kambuh 13.00 -
keluarga Bapak M - Menjelaskan kembali tentang - Cara mencegah rematik dengan 14.00
khususnya Ibu S arti, penyebab, gejala, dan tidak makan kangkung, istirahat, WIB
berhubungan akibat dari rematik yang dan tidak boleh terlalu capek,
ketidakmampuan tidak ditangani dan olah raga sambil berjemur
keluarga merawat - Menjelaskan cara mencegah setiap pagi
anggota keluarga agar rematik tidak kambuh - Cara merawat bila rematik
dengan masalah - Memberi kesempatan kambuh:
rematik keluarga untuk bertanya o Tidak makan kangkung,
terhadap apa yang belum melinjo, jeroan seperti usus,
dimengerti dan tape.
- Meminta keluarga untuk o mengompres pada lutut
mengulangi penjelasan yang dengan menggunakan
diberikan mahasiswa handuk, kalau tidak bengkak
- Memberi reinforcement atas dan merah dengan air hangat
jawaban yang benar dan kalau bengkak dengan
- Menjelaskan cara perawatan air dingin
rematik o harus istirahatnya cukup.
- Meminta keluarga untuk
mengulangi penjelasan yang O: - Keluarga memperhatikan
diberikan mahasiswa penjelasan dan demontrasi yang
Dengan menggunakan alat-alat dilakukan mahasiswa
seperti: baskom, handuk kecil, - Keluarga sesekali
air hangat dan dingin. memperhatikan cucunya yang
- Mendemonstrasikan cara bermain
merawat rematik dengan - Keluarga tampak
kompres dingin dan hangat meredemontrasikan cara
- Meminta keluarga untuk melakukan kompres
redemonstrasi cara merawat dingin/hangat
rematik dengan cara kompres - Tidak ada bengkak dan
dingin/hangat kemerahan pada lutut
- Memberi reinforcement - Tidak ada nyeri
postif atas kemampuan - Reflek patella +/+
keluarga melakukan - Berjalan lambat dan hati-hati
redemontrasi
A: - TUK 3 tercapai

P: - Lanjutkan TUK 4-5


- Pertemuan berikutnya hari
Jumat, 01 Juli 2005 jam 10.00 Sutrisno

D/trisno/profesi/keluarga/2005
CATATAN ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU/KELUARGA

Diagnosis Implementasi Evaluasi TT/Tgl


Keperawatan Waktu
Keterbatasan - Mendiskusikan dengan S: Keluarga mengatakan: 01/07/05
pergerakan pada keluarga tentang lingkungan - Alhamdulillah rematiknya tidak 10.00 -
keluarga Bapak M yang aman bagi lansia kambuh 10.40
khususnya Ibu S - Meminta keluarga untuk - Lingkungan yang aman: lampu WIB
berhubungan mengulangi penjelasan yang tidak gelap cukuplah
ketidakmampuan telah diberikan mahasiswa penerangannya, yang penting
keluarga merawat - Memberi reinforcement lantai tidak licin takut jatuh,
anggota keluarga positif atas kemampuan barang-barang diatur yang rapi,
dengan masalah keluarga menjelaskan selalu berpegangan kalau jalan
rematik kembali lingkungan yang - Fasilitas pelayanan kesehatan
aman bagi lansia yang terdekat adalah praktek
- Menjelaskan sarana dokter, kalau Puskesmas jauh
pelayanan kesehatan yang dan belum pernah berobat
ada di masyarakat, dan kesana, kalau masih di tinggal di
manfaat sarana pelayanan Jakarta suka berobat ke dokter
kesehatan. praktek, sekarang tidak pernah,
- Mendiskusikan bersama temaptnya juga tidak tahu
keluarga kapan harus pergi maklum juga biayanya harus
ke sarana pelayanan diantar dengan ojek karena tidak
kesehatan kuat jalan jauh lagi
- Kalau misalnya sakitnya
kambuh boleh berobat ke
Puskesmas ya

O: - Keluarga tampak antusias


mendengarkan dan bertanya
tentang penjelasan yang belum
dimengerti
- Berjalan lambat dan hati-hati
- Rumah bersih dan rapi
- Lantai tidak licin
- Penerangan cukup

A: - TUK 4-5 tercapai

P: - Lanjutkan Implementasi untuk


diagnosa ke dua
- Pertemuan berikutnya hari
Kamis, 07 Juli 2005 jam 13.00

Sutrisno

D/trisno/profesi/keluarga/2005
CATATAN ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU/KELUARGA

Diagnosis Implementasi Evaluasi TT/Tgl


Keperawatan Waktu
Resiko tidak - Menjelaskan kepada keluarga S: Keluarga mengatakan: 07/07/05
efektifnya jalan tentang pengertian, penyebab - Empat hari yang lalu sakit 13.00 -
nafas pada dan tanda dan gejala ISPA batuk, pilek dan demam 14.00
keluarga Bapak M - Meminta keluarga untuk - ISPA adalah sakit pada saluran WIB
khususnya Ibu S menjelaskan pengartian ISPA nafas seperti batuk pilek dan
berhubungan dan menyebutkan penyebab demam
dengan ketidak dan gejala dari ISPA - Penyebab ISPA adalah virus,
mampuan keluarga - Memberi reinforcement tertular orang lain dan kondisi
merawat anggota positif atas jawaban yang tubuh yang kurang sehat
keluarga dengan benar - Tandanya batuk pilek dan
ISPA - Menjelaskan ulang tentang demand an bila berat bisa
pengertian, penyebab dan sampai sesak, tetapi ibu tidak
gejala ISPA sekarang sudah sehat
- Menjelaskan akibat dari ISPA - Bila tidak ditangani bisa tambah
- Meminta keluarga untuk parah, jadi lemes, sampai sesak
menyebutkan kembali akibat nafas dan meninggal ya.
dari ISPA - Cara mengatasinya:
- Memberi reinforcement o Istirahat cukup, kompres
positif atas jawaban yang pada dahi dan ketiak
benar dengan air hangat, serta
- Menjelaskan kepada keluarga tidak boleh pake selimut
tentang cara mengatasi ISPA o Bila batuk dengan
- Meminta keluarga untuk campuran jeruk nifis dan
mengulangi penjelasan yang kecap, ibu biasa bikin kok
telah diberikan mahasiswa o Bila hidung tersumbat
- Memberi reinforcement dengan cara menghirup
positif atas jawaban yang asap dari baskom yang di
benar campur dengan minyak
- Menjelaskan kembali dengan kayu putih
melakukan demonstrasi cara o Makan yang teratur dengan
inhalasi dengan ikan dan sayur
menggunakan minyak kayu o Berobat ke Puskesmas bila
putih tidak sembuh-sembuh
- Meminta keluarga untuk - Agar sehat jendela selalu
meredomntrasikan kembali dibuka, rumah dan halaman
cara inhalasi dengan minyak bersih, sinar matahari bisa
kayu putih masuk kedalam rumah.
- Memberi reinforcement
positif atas kemampuan O: - Keluaraga memperhatikan dan
keluarga mendemontrasikan selalu bertanya bila tidak
ulang cara inhalasi dengan mengerti terhadap penjelasan
minyak kayu putih yang diberikan
- Mendiskusikan dengan - Keluarga mendemontrasikan
keluarga tentang lingkungan cara mengatasi hidung tersumbat
rumah yang sehat untuk
D/trisno/profesi/keluarga/2005
menghindari ISPA dengan inhalasi
- Memotivasi keluarga untuk - Keluarga menyebutkan obat
menciptakan lingkungan tradisonal yang biasa dipakai
yang sehat untuk bila batuk dengan jeruk nifis dan
menghindari ISPA kecap
- Memberi reinforcement - Jendela dibuka, halaman rumah
positif atas kemauan keluarga bersih, tidak ada debu.
menciptakan lingkungan - Belum pernah berobat ke
yang sehat Puskesmas karena jauh.
- Memotivasi keluarga untuk - Ibu S tidak demam, tidak batuk,
membawa keluarga yang tidak sesak nafas dan hidung
ISPA ke fasilitas kesehatan tidak tersumbat
terdekat (Puskesmas) - Tanda-tanda vital: TD. 130/80
mm HG, Suhu 36,5 0 C, Nadi 76
x/menit, RR 16 x/menit
A:
- TUK 1-5 tercapai
P:
- Lanjutkan Implementasi untuk
diagnosa ke dua
- Pertemuan berikutnya hari Sutrisno
Jumat, 08 Juli 2005 jam 10.00

D/trisno/profesi/keluarga/2005
CATATAN ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU/KELUARGA

Diagnosis Implementasi Evaluasi TT/Tgl


Keperawatan Waktu
Resiko kebutuhan Dengan menggunakan lembar S: Keluarga mengatakan: 08/07/05
nutrisi kurang balik - Sakit maag adalah sakit pada 10.00 -
pada keluarga - Menjelaskan kepada keluarga lambung. 10.45
Bapak M pengertian sakit maag - Penyebabnya adalah makan WIB
khususnya ibu S - Meminta keluarga untuk tidak teratur, makan asinan yang
berhubungan mengulang penjelasan yang memakai cuka, sambal, kol dan
ketidakmampuan diberikan mahasiswa sawi, serta pikiran.
keluarga merawat - Memberi reinforcement - Tanda sakit pada ulu hati, tidak
penyakit gastritis positif atas jawaban yang nafsu makan, kembung dan
benar kadang sampai keluar keringat
- Mendiskusikan dengan dingin
keluarga tentang penyebab - Sakit maag ibu sudah lama
dan tanda/gejala gastritis sudah sekitar 3 tahunan
- Meminta keluarga untuk - Bahayannya bisa terjadi muntah
mengulang penjelasan yang darah, atahu berak darah.
diberikan mahasiswa - Cara mencegahnya:
- Memberi reinforcement o Makan teratur, sedikit-
positif atas kemampuan sedikit dan sering
keluarga menjawab o Tidak makan sayur nangka,
- Menjelaskan ulang penyebab kol, sambel dan asinan
dan gejala gastritis yang menggunakan cuka
- Menjelaskan jenis-jenis sakit o Berzikir kalau lagi banyak
maag pikiran
- Meminta keluarga untuk - Cara merawatnya:
mengulang penjelasan yang o Segera minum teh manis
telah diberikan hangat
- Menjelaskan kembali jenis- o Segera makan bila mulai
jenis sakit maag terasa
- Mendiskusikan dengan o Biasanya dikompres
keluarga bahaya sakit maag dengan botol hangat
bila tidak ditangani o Minum susu
- Meminta keluarga untuk
o Dengan mengunakan
menyebutkan kembali bahaya
bila sakit maag tidak rebusan daun sirih dan
ditangani mengunyah kunyit.
- Memberi reinforcement O:
positif atas jawaban yang - Keluarga kooperatif dan
benar memperhatikan penjelasan yang
- Mendiskusikan dengan diberikan oleh mahasiswa
keluarga cara mencegah sakit - Keluarga mendemontrasikan
maag cara mengompres dengan
- Meminta keluarga untuk menggunakan botol hangat
menyebutkan kembali cara - Keluarga menyebutkan obat
mencegah sakit maag tradisonal yang biasa dipakai

D/trisno/profesi/keluarga/2005
- Memberi reinforcement adalah rebusan daun sirih.
positif atas jawaban yang - Keluarga belum pernah
benar membawa berobat ke palayanan
- Menjelaskan kembali cara kesehatan terdekat
mencegah sakit maag - Ibu S tidak ada keluhan nyeri
- Mendiskusikan dengan dan kembung
keluarga cara merawat sakit - Perut tidak kembung
maag A:
- Meminta keluarga untuk - TUK 1-5 tercapai
menyebutkan cara merawat P:
sakit maag - evaluasi dan terminasi
- Memberi reinforcement - Pertemuan berikutnya hari
positif atas jawaban yang Jumat, 15 Juli 2005 jam 10.00
benar
Dengan menggunakan alat-alat:
botol, air panas, handuk kecil
- Mendemontrasikan cara
kompres hangat dengan
menggunakan botol yang
diisi air panas dan dibungkus
dengan handuk kecil
- Meminta keluarga untuk
mengulangi demontrasi cara
kompres dengan
menggunakan botol
- Memberi reinforcement
positif atas kemampuan
melakukan kompres
- Mendemontrasikan cara/
teknik relaksasi dengan
nafas dalam
- Meminta keluarga untuk
meredemontrasikan
- Memberi reinforcement
positif atas kemampuan
melakukan teknik nafas
dalam
Dengan menggunakan lembar
balik
- Mendiskusikan dengan
keluarga obat tradisonal yang
dapat digunakan untuk
mengatasi maag
- Memotivasi untuk
menciptakan lingkungan
yang sehat untuk mencegah
maag: makan bersama,
menyediakan makanan yang
diperbolehkan dan
D/trisno/profesi/keluarga/2005
mengurangi/menghindari
makanan yang tidak
diperbolehkan
- Memotivasi keluarga untuk
datang ke Puskesamas untuk
memperoleh pengobatan. Sutrisno

D/trisno/profesi/keluarga/2005
D/trisno/profesi/keluarga/2005
FORMAT EVALUASI

No. Hasil
Tgl Respon Keluarga Modifikasi intervensi
Dx. Ya Tidak
14/7/05 1. 1. Mengenal masalah 1. Menjelaskan kembali dengan lembar balik
a. Keluarga mampu menyebutkan arti akibat lanjut bila rematik tidak atasi.
rematik yaitu sakit pada sendi lutut 
b. Keluarga mampu menyebutkan penyebab 2. Menjelaskan kembali manfaat fasilitas
rematik yaitu: kecapekan, usia ibu yang pelayanan kesehatan
tua, jatuh, badan kurang sehat. 
c. Keluarga mampu menyebutkan tanda dan 3. Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan
gejala rematik: sregut-sregut pada lutut, fasilitas kesehatan seperti puskesmas
kalau pertamanya sakit lutut bengkak tapi
sekarang tidak, tidak juga merah, biasanya
lemes, jalan jadi lambat dan harus
dituntun, dan kaku pada lutut. 

2. Memutuskan merawat
a. Keluarga mampu menyebutkan akibat
lanjut dari rematik: tidak bisa bekerja
karena sakit sampai sregut-sregut, dan
lemes saja 

3. Merawat
a. Keluarga mampu menyebutkan cara
mencegah rematik: tidak makan kangkung,
melinjo dan jeroan, istirahat yang cukup, 
tidak boleh terlalu capek bekerja
b. Cara perawatan rematik: sama dengan tadi
tidak makan kangkung dan jeroan, bila
nyeri dikompres dengan air hangat denga 
handuk kecil dan istirahat saja

D/trisno/profesi/keluarga/2005
4. Memodifikasi lingkungan 
a. Keluarga mampu menyebutkan
lingkungan yang aman untuk anggota
keluarga yang mengalami rematik:
penerangan cukup, lantai tidak licin, dan
rumah bersih dan perabotan rapi

5. Pemanfaatan fasilitas kesehatan


a. Keluarga mampu menyebutkan fasilitas
kesehatan yang terdekat: dokter praktik,
puskesmas jauh dan harus naik ojek 
b. Kelurga mampu menyebutkan
fungsi/manfaat fasilitas pelayanan
kesehatan: untuk berobat 
c. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas
kesehatan. 

D/trisno/profesi/keluarga/2005