Anda di halaman 1dari 5

1.

Analgesik, Antipiretik, Antirematik, Anti Pirai


2. Anastetik
 2.1 Anastetik local
 2.2 Anastetik Umum
3. Antialergi dan Obat untuk Anafilaksis
4. Antidot dan Obat lain Untuk Keracunan
 4.1 Khusus
 4.2 Umum
6. Antimikroba
 6.1 Antelmentik
 6.1.1 Antelmentik Intestinal
 6.1.2 Antifilaria
 6.2 Antibakteri
 6.2.1 Golongan Penisilin
 6.2.2 Golongan Aminoglikosida
 6.2.3 Golongan Kloramfenikol
 6.2.4 Golongan Kuinolon
 6.2.5 Golongan Makrolid
 6.2.6 Golongan Sefalosporin
 6.2.7 Golongan Tetrasiklin
 6.2.8 Golongan lain-lain
 6.5 Antifungi
 6.7 Antivirus
 6.8 Antiretroviral
8. Antineoplastik, Imunosupresan dan Obat Untuk terapi Pailatif
 8.1 Antihormon
 8.2 Imunosupresan
 8.3 Antineoplastik
10. Obat Yang mempengaruhi Darah
 10.1 Anti Anemia
 10.2 Antikoagulan, Antiplatelet & thrombolitik
 10.3 Hemistatik
 10.4 Hematopoetik
11. Produk Darah dan Pengganti Plasma
12. Diagnostik
13. Antiseptik dan Desinfektan
14. Obat untuk Gigi dan Mulut
15. Diuretik
16. Hormon, Endokrin Lain dan Kontrasepsi
16.2 Hormon Kelamin dan obat Yang Mempengaruhi Fertilitas
 16.2.1 GNRH Analog FSH/LH
 16.2.2 Estrogen
 16.2.3 Progesteron
 16.2.4 Kontraseptik
 16.2.5 Induktor
 16.3 Hormon Tiroid dan Antitiroid
 16.3.1 Anti Hipertiroidisme
 16.3.2 AntiHipotiroidisme
 16.4 Kortikosteroid dan Kortikotropin
 16.5 Hormon lain
 16.7 Obat mempengaruhi Tulang
 17. Obat Kardiovaskuler
 17.1 Antiangina
 17.2 Antidisritmia
 17.3 Antihipertensi
 17.3.1 Gol. ACE Inhibitor
 17.3.2 Gol.Beta Bloker
 17.3.3 Gol.Calcium Channel Blocker
 17.3.4 Gol.Alpha Bloker
 17.3.5 Gol.Angiotensin II Antagonis
 17.3.6 Gol lain-lain
 17.4 Glikosida Jantung
 17.5 Obat untuk syok
 17.5.1 Inotropik
 17.5.2 Vasokonstriktor
 17.6 Penurunan Kolesterol
 17.7 Vasodilator
18. Obat Topikal Untuk kulit
 18.1 Antiacne
 18.2 Antibakteri
 18.3 Antifungi
 18.4 Antivirus
 18.5 Antiinflamasi Dan Antipruritik
 18.5.1 Antieksem
 18.5.2 Antiradang topical
 18.5.3 Antipruritus dan Antihistamin topical
 18.6 Antiskabies
19. Larutan Dialisis
 20. Larutan Elektrolit, Nutrisi, dll
 20.1 Oral
 20.2 Parenteral
 21. Obat Untuk mata
 21.1 Sistemik
 21.2 Topikal
 21.2.1 Antimikroba
 21.2.2 Antiinflamasi
 21.2.3 Midriatik
 21.2.4 Miotik dan antiglaukoma
 25. Obat untuk Saluran cerna
 25.1 Antasida dan ulkus, Antibusa
 25.2 Antiemetik
 25.3 Antihemorrhoid
 25.4 Antispasmodik
 25.5 Obat Untuk Diare
 25.6 Laksatif
 26. Obat untuk Saluran Nafas
 26.1 Antiasma
 26.2 Antitusif
 26.3 Mukolitik dan Ekspektoran
 26.4 Dekongestan, Antiinfluenza,dll
 27. Obat yang Mempengaruhi Sistem Imun
 27.1 Serum dan immunoglobulin
 27.2 Vaksin
 28. Obat Untuk Telinga, Hidung, Tenggorokan
 29. Vitamin dan mineral
 29.1 vitamin A
 29.1.1 Vitamin A
 29.1.2 Vitamin A & Vit.D Kombinasi
 29.2 Vitamin B
 29.2.1 Vitamin B
 29.2.2 Vitamin B dengan Kombinasi
 29.3 Vitamin C
 29.3.1 Vitamin c
 29.3.2 Vitamin C & kalsium
 29.4 Vitamin D
 29.4.1 Vitamin D
 29.4.2 Vitamin D kombinasi
 29.5 vitamin E
 29.6 Multivitamin
 29.7 Vitamin Dengan Asam Amino
 29.8 Vitamin dengan mineral
 29.9 Vitamin, Mineral dan Asam Amino
 29.10 Tonikum
 29.11 Vitamin dengan Hormon Geriatrikum
 29.12 Mineral
 30. Obat yang Mempengaruhi saluran Kemih
 30.1 Alfa Bloker
 30.2 5 Alfa Reduktase Inhibitor
 30.3 Antiseptik
 30.4 Antimuskarinik
 30.5 Parasimpatomimetik
Penggolongan Obat Berdasarkan Golongan Kerja Obat

A. Anti Biotik
1. Penicillins

Tabel Interaksi Obat


No. Obat A Obat B Interaksi yang terjadi

Antibiotik bakteriostatik dan bakterisid tak boleh


Antibiotik Bakteriostatik dikombinasi karena antibiotik bakteriostatik misalnya
(Kloramfenikol, kloramfenikol dapat menginhibisi kerja bakterisid dari
1 Penisilin aritromisin, tetrasiklin) penicillin.

Probenesid menghambat sekresi antibiotik sehingga


2 Penisilin Probenesid meningkatkan efek atau toksisitasnya

Fenilbutazon menghambat sekresi antibiotik sehingga


3 Penisilin Fenilbutazon meningkatkan efek atau toksisitasnya

Menyebabkan maculopapular rashdapat


meningkatkan kadar ampisilin
dapat meningkatkan kadar ampisilin.

Makanan dapat menurunkan tingkat absorbsi


45 AmpisilinAmpisilin AlopurinolWarfarin ampisillin, sehingga kemungkinan akan menurunkan
6 AMpisilin Disulfiran kadar ampisillin.

7 Ampisilin Makanan

Menyebabkan mual dan muntah, dimana kejadian ini


8 Amoksisilin Asam Klavulinat sangat tergantung dari dosis asam klavulinat

Inaktivasi Penisilin
Penisilin G VitaminC Kelarutan penisilin G akan berkurang sehingga jumlah
Penisilin G Antasida absorbsinya berkurang

910

2. Sefalosporin (Cephalosporins)
3. Aminoglikosida (Aminoglycosides)
4. Makrolid (Macrolides)
5. Sulfonamida (Sulfonamides)
6. Fluoroquinolones
7. Tetrasiklin (Tetracyclines)
8. Polipeptida (Polypeptides)
B. Anti Inflamasi
1. Obat Anti-inflamasi Nonsteroid
2. Obat antiinflamasi Steroid

C. Anti Hipertensi
1. Obat diuretik
2. Obat Penghambat Adrenergik
3. Vasolidator
4. Penghambat Angiotensin-Converting Enzime (ACE-inhibitor) dan Antagonis
D. Anti konvulsan
E. Anti koagulasi
F. Anti Histamin
1. Antagonis H1
2. Antagonis H2
G. Psikotropika
1. Antipsikosis (major tranquilizer)
2. Antiansietas (minor tranquilizer)
3. Anti depresi
4. Anti mania (mood stabilizer)
H. Anti fungi