Anda di halaman 1dari 10

Modul Praktikum Efisiensi Energi

MOTOR LISTRIK

1. Tujuan
 Mahasiswa dapat mengetahui sistem motor
 Mahasiswa dapat memahami karateristik/parameter operasi motor
 Mahasiswa dapat menentukan parameter kinerja sistem motor
 Mahasiswa dapat mengidentifikakasi operasi efisien motor
 Mahasiswa dapat mengetahui dampak pengoperasian motor yang efisien

2. Dasar Teori
Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energy listrik menjadi
energy mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk memutar impeller pompa, fan atau blower,
menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dan lain-lain. Motor listrik digunakan juga di rumah
(mixer, borlistrik, fan angin) dan di industri.

3.1Jenis Motor Listrik

Motor Listrik

Motor Arus
Motor Arus
Bolak-Balik
Searah (DC)
(AC)

Separately Self
Sinkron Induksi
Excited Excited

Satu Fasa Tiga Fasa Seri Campuran Shunt

Gambar 1.KlasifikasiJenisMotor Listrik

Gambar 1 menjelaskan tentang jenis dari motor listrik. Motor listrik yang banyak digunakan di
industry yaitu motor induksi.

3.1.1 Motor Induksi


Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai peralatan
industri. Motor induksi dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama :

1. Motor induksi satu fase. Motor ini hanya memiliki satu gulungan, beroperasi dengan pasokan
daya satu fase, dan memerlukan sebuah alat untuk menghidupkan motornya. Motor ini
merupakan jenis motor yang paling umum digunakan dalam peralatan rumah tangga, seperti
fan angin, mesin cuci dan pengering pakaian.
2. Motor induksi tiga fase. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh pasokan tiga fase yang
seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan daya yang tinggi, dan penyalaan sendiri.
Sekitar 70% motor di industri menggunakan jenis ini, sebagai contoh pompa, kompresor, belt
conveyor, dan jaringan listrik.

3.2 Pengkajian Motor Listrik

1. Efisiensi Motor Listrik

Efisiensi motor dapat didefinisikan sebagai perbandingan keluaran daya motor yang
digunakan terhadap keluaran daya totalnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi adalah
usia motor, kecepatan motor, jenis motor, suhu motor, penggulungan ulang motor, dan beban
motor.

2. Beban Motor

Karena sulit untuk mengkaji efisiensi motor pada kondisi operasi yang normal, beban motor
dapat diukur sebagai indikator efisiensi motor. Dengan meningkatnya beban, faktor daya efisiensi
motor bertambah sampai nilai optimumnya pada sekitar beban penuh.

Persamaan berikut digunakan untuk menetukan beban:

𝑃×
𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 =
𝐻𝑃 × 0,7457

Dimana,

𝜂 = Efisiensi operasi motor dalam %

HP = Name plate untuk Hp (daya)

Beban = Data yng keluar sebagai % laju daya


P = Daya tiga fasa dalam kW

Survei beban motor dilakukan untuk mengukur beban operasi berbagai motor di seluruh
pabrik. Hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi motor yang terlalu kecil. US DOE
merekomendasikan untuk melakukan survei beban motor yang beroperasi lebih dari 1000 jam per
tahun.

Terdapat tiga metode untuk menetukan beban motor bagi motor yang beroperasi secara
individu:

 Pengukuran daya masuk. Metode ini menghitung beban sebagai perbandingan antara daya
masuk (diukur dengan alat analisis daya) dan nilai daya pada pembebanan 100%.

 Pengukur jalur arus. Beban ditentukan dengan membandingkan arus terukur (diukur dengan
alat analisis daya). Metode ini digunakan bila faktor daya tidak diketahui dan hanya nilai
arusyang tersedia. Metode ini direkomendasikan apabila persen pembebanan kurang dari
50%.

 Metode slip. Beban ditentukan dengan membandingkan slip yang terukur bila motor
beroperasi dengan slip untuk motor dengan beban penuh. Ketelitian metode ini terbatas
namun dapat dilakukan dengan hanya penggunaan tachometer (tidak diperlukan alat analisis
daya).

Karena pengukuran daya masuk merupakan metode yang paling umum digunakan, maka
hanya metode ini yang dijelaskan untuk motor tiga fase.

Berikut merupakan tahap – tahap pengukuran daya masuk.

Tahap 1. Menetukan daya masuk dengan menggunakan persamaan berikut:

𝑉 × 𝐼 × 𝑃𝐹 × √3
𝑃𝑖 =
1000

Di mana,

Pi = Daya tiga fase dalam kW

V = RMS (akar kuadrat rata-rata) tegangan


I = RMS arus

PF = faktor daya dalam desimal

Alat analisis daya dapat mengukur nilai daya secara langsung. Industri yang tidak memiliki
alat analisis daya dapat menggunakan multimeters atau tang-testers untuk mengukur tegangan,
arus dan faktor daya untuk menghitung daya yang masuk.

Tahap 2. Menentukan nilai daya dengan mengambil nilai pelat nama/name plate atau dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:

0,7457
𝑃𝑟 = 𝐻𝑃.
𝜂

Dimana,

Pr = Daya masuk pada beban penuh dalam kW

HP = Nilai HP pada name plate

𝜂 = Efisiensi pada beban penuh

Tahap 3.MenghitungPersenPembebanan

𝑃𝑖
𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 = × 100%
𝑃𝑟

Dimana:

Beban = Daya keluar ( %)

Pi = Daya tiga fase (kW)

Pr = Daya masuk (kW)

3. Alat Praktikum
 Amperemeter (2 buah)
 Voltmeter (2 buah)
 Wattmeter (1 buah)
 Tachometer(1 buah)
 Alat ukur rpm
4. Gambar Rangkaian

5. Prosedur Praktikum
1. Pahami gambar rangkaian praktikum
2. Hidupkan motor dengan menekan tombol ON
3. Amati semua parameter yang terbaca pada alat ukur
4. Berikan pembebanan pada motor secara bertahap
5. Catat semua parameter yang terukur
6. Turunkan beban secara bertahap hingga mencapai beban nol
7. Data dan Pengukuran

Name plate motor


Tabel 1 Hasil Pengukuran

Fasa R Fasa S Fasa T


Arus
N VL-N I P Co VL-N I P Co VL-N I P Co
Beba P P P
o (volt (amp (k s (volt (amp (k s (volt (amp (k s
n F F F
) ere) w) ɸ ) ere) w) ɸ ) ere) w) ɸ
0. 0. 0.
209. 0. 1 0. 213. 0. 2 0. 213. 0. 2 0.
1 0 2 3 1 3 14 6 6 3 6 27 3 5 3 4 24
0. 0.
208. 0. 0. 0. 212. 0. 2 0. 212. 0. 3 0.
2 1.8 8 3 3 4 45 2 5 3 8 29 1 5 4 4 35
0. 0. 0.
212. 0. 4 0. 0. 3 0. 215. 0. 4 0.
3 3.4 1 3 3 5 49 216 6 5 7 38 6 6 5 4 44
0. 0. 0.
211. 0. 5 0. 0. 4 0. 215. 0. 5 0.
4 5 7 4 4 9 65 216 6 6 3 43 6 6 7 5 55
0. 0. 0.
212. 0. 6 0. 216. 0. 5 0. 215. 0. 5 0.
5 6.4 4 4 5 3 68 8 7 8 5 55 8 6 7 8 59
0. 0. 0.
211. 0. 7 0. 215. 0. 5 0. 214. 0. 6 0.
6 7.8 7 4 7 3 77 6 7 9 9 59 3 6 9 4 65
0. 0. 0.
211. 0. 7 0. 215. 6 0. 214. 6 0.
7 9.2 6 5 8 9 83 1 7 1 5 65 5 7 1 8 68
0. 0. 0.
211. 0. 8 0. 215. 1. 6 0. 214. 1. 7 0.
8 10.6 1 5 9 3 86 3 8 1 8 68 6 7 1 3 73
0. 0. 0.
211. 0. 8 0. 215. 1. 6 0. 214. 1. 7 0.
9 10.8 1 5 9 6 88 7 8 1 7 67 8 7 2 5 76
0. 0.
1 209. 1. 0. 0. 214. 1. 7 0. 214. 1. 8 0.
0 13.8 7 6 1 9 9 4 9 4 4 74 3 9 5 3 83
0. 0. 0.
1 209. 1. 9 0. 214. 1. 8 0. 213. 1. 8 0.
1 18.2 5 8 6 4 94 1 10 8 3 83 2 10 9 7 87
Waktu Vm Im Cos θ Pm Vg Ig Beban
(Ampere) (Watt) (Volt)
(Volt) (Ampere)

0.7 220 0.034314


212.033 4.67 0.2167 0
211.033 4.33 0.3633 1 220 1.8 0.04902
214.567 5 0.4367 1.3 220 3.4 0.063725
214.433 5.33 0.5433 1.7 220 5 0.083333
215 5.67 0.6067 2 220 6.4 0.098039
213.867 5.67 0.67 2.5 220 7.8 0.122549
213.733 6.33 0.72 2.8 220 9.2 0.137255
213.667 6.67 0.7567 3.1 220 10.6 0.151961
213.867 6.67 0.77 3.2 220 10.8 0.156863
212.8 8 0.8233 4 220 13.8 0.196078
212.267 9.33 0.88 5.3 220 18.2 0.259804

Daya motor masuk = √3 V I cos ɸ

= √3 * 380 V* 12.3 A * 0.84


= 6800.3086 watt
𝑃𝑜𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡
Efisiensi operasi = 𝑃𝑖𝑛𝑝𝑢𝑡 × 100 %

5500 𝑤𝑎𝑡𝑡
=6800.3086 𝑤𝑎𝑡𝑡 × 100 %= 80.88%

0,7457
𝑃𝑟 = 𝐻𝑃.
𝜂
0,7457
𝑃𝑟 = 7,38
0.8088
𝑃𝑟 = 6.80 kw
Pi(kw) Pr(kw) Beban

0.7 6.8 0.102941


1 6.8 0.147059
1.3 6.8 0.191176
1.7 6.8 0.25
2 6.8 0.294118
2.5 6.8 0.367647
2.8 6.8 0.411765
3.1 6.8 0.455882
3.2 6.8 0.470588
4 6.8 0.588235
5.3 6.8 0.779412

Grafik Arus Beban terhadap Beban


0.9
0.779411765
0.8
0.7
Arus beban (amper)

0.588235294
0.6
0.470588235
0.455882353
0.5 0.411764706
0.367647059
0.4 0.294117647
0.25
0.3 0.191176471
0.2 0.147058824
0.102941176
0.1
0
0 5 10 15 20
Beban
8. Pertanyaan
1. tentukan karakteristik motor (class motor)!
2. buat profil data!
3. hitung konsumsi energy untuk setiap pengukuran!
4. hitung efisiensi motor!
5. buat relasi antara efisiensi dan pembebanan!
6. jelaskan fenomena energy efisiensi pada motor tersebut melalui pendekatan intrapolasi atau
ekstrapolasi efisiensi motor!