Anda di halaman 1dari 20

PENGGUNAAN BUKU GURU DAN BUKU SISWA

8:33 AM DEWI RATNA

ANALISIS PENGGUNAAN
BUKU GURU DAN BUKU SISWA

A. KEDUDUKAN DAN FUNGSI BUKU SISWA DAN BUKU GURU


1. Kedudukan dan Fungsi Buku Siswa
Buku ini dipergunakan sebagai panduan aktivitas pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam
menguasai kompetensi tertentu. Buku ini juga digunakan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan
dalam proses pembelajaran (activities based learning) di mana isinya dirancang dan
dilengkapi dengan contoh-contoh lembar kegiatan agar siswa dapat mempelajari sesuatu yang
relevan dengan kehidupan yang dialaminya.

Buku siswa diarahkan agar siswa lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran melalui
kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, berdiskusi serta meningkatkan
kemampuan berkomunikasi baik antarteman maupun dengan gurunya. Guru dapat
mengembangkan atau memperkaya materi dan kegiatan lain yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan. Di bawah ini dijelaskan peran dan fungsi Buku Siswa yang
dapat dirinci sebagai berikut.

a. Panduan bagi Siswa dalam Melaksanakan Kegiatan-kegiatan Pembelajaran


Setiap subtema pada masing-masing buku memiliki beberapa pembelajaran sesuai dengan tema.
Berbagai kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya
- Kegiatan “Ayo Amati” pada buku siswa merupakan kegiatan dimana siswa dilatih
mencari/menggali informasi dari gambar, teks bacaan, teks percakapan atau data apapun yang
bisa digunakan sebagai sumber pembelajaran.
- Kegiatan “Ayo Bacalah” pada buku siswa merupakan kegiatan dimana siswa diberi kesempatan
untuk membaca teks informasi yang disajikan pada buku siswa. Kegiatan membaca ini biasanya
terkait dengan kegiatan menggali informasi dari bacaan, dimana siswa dilatih keterampilannya
dalam mencari ide-ide pokok dari bacaan.
- Kegiatan “Ayo Berlatih” pada buku siswa merupakan kegiatan dimana siswa diberi kesempatan
untuk menunjukkan pemahaman pengetahuannya mengaplikasikan keterampilannya. Kegiatan ini
bisa merupakan kegiatan mandiri ataupun kegiatan dengan bimbingan guru.
- Kegiatan “Ayo Lakukan” pada buku siswa merupakan kegiatan dimana siswa diberi kesempatan
untuk melakukan kegiatan pembelajaran melalui aktivitas kelompok maupun individu yang
biasanya juga merupakan kegiatan berbasis proyek.
- Kegiatan “Ayo Bertanya” dirancang untuk menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan
bertanya siswa, dimana bertanya bukan hanya tentang apa dan siapa tapi lebih kepada
pembentukan keterampilan bertanya yang kritis dan kreatif.
- Kegiatan “Ayo Berkerjasama” dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi siswa dengan siswa
lainnya dalam kelompok. Siswa dilatih untuk bekerjasama, saling menghormati, menghargai dan
berbagi tugas dengan anggota kelompok lainnya.

b. Penghubung antara Guru, sekolah, dan Orang Tua


Pada setiap akhir pembelajaran ada bagian yang membutuhkan keterlibatan orang tua untuk
membimbing anak dalam melakukan aktivitas pembelajaran di rumah. Bagian ini bisa dilihat
pada Buku Siswa dengan tulisan ”Kerjasama dengan Orang Tua”. Diharapkan orang tua
berperan aktif mendukung siswa dalam meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran yang
dilakukan di sekolah.

c. Lembar Kerja Siswa


Buku siswa dapat berfungsi sebagai lembar kerja siswa, misalnya pada Buku Siswa terdapat
kegiatan menulis maka siswa dapat mengerjakan langsung pada Buku Siswa.

d. Penilaian dan Portofolio


Di dalam buku siswa terdapat halaman-halaman berisi format yang dapat digunakan sebagai
lembar kerja untuk dihimpun sebagai bahan portofolio yang dapat dijadikan sumber penilaian
hasil pembelajaran.

e. Media Komunikasi antara Guru dan Siswa


Melalui proses pembelajaran dengan menggunakan Buku Siswa, guru dapat mengenal siswa lebih
baik melalui pengamatan terhadap hasil kerja siswa yang telah dirancang sedemikian rupa dalam
setiap pembelajaran. Guru dapat melihat perkembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap
siswa sesuai dengan kompetensi pembelajaran yang telah ditetapkan.

f. Sebagai kenang-kenangan Rekam Jejak Belajar Siswa


Semua hasil pekerjaan yang dilakukan siswa selama mengikuti proses pembelajaran akan
tertuang dalam Buku Siswa sehingga guru dan orang tua dapat melihat jejak belajar dan
perkembangan kompetensi selama mengikuti proses pembelajaran pada masing-masing jenjang.
Bagi siswa semua rekam jejak belajar tersebut berguna sebagai kenang-kenangan di kemudian
hari.

g. Sebagai ala/instrumen pembantu bagi siswa dalam melakukan kegiatan refleksi diri terhadap
kegiatan pembelajaran harian yang telah dilakukan.

2. Kedudukan dan Fungsi Buku Guru


Buku Guru adalah panduan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Berikut
penjelasan tentang fungsi buku guru.
a. Sebagai Petunjuk Penggunaan Buku Siswa
Guru harus mempelajari terlebih dahulu Buku Guru. Guru harus menemukan informasi sebagai
berikut.
1) Urutan acuan materi pelajaran yang dikembangkan dari Standar Kompetensi Lulusan,
Kompetensi Inti, dan Kompetensi Dasar dari masing-masing muatan pelajaran, yang kemudian
dipadukan dalam satu tema tertentu.
2) Jaringan tema dari masing-masing tema yang berisi kompetensi dasar dan indikator dari masing-
masing muatan pelajaran yang harus dicapai.
3) Pemilahan pembelajaran yang dikembangkan dari subtema dengan tujuan agar guru secara
bertahap dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar
yang harus dikuasai siswa.

a. Sebagai Acuan Kegiatan Pembelajaran di Kelas


Buku Guru menyajikan hal-hal sebagai berikut.
1) Menjelaskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai pada setiap pilahan pembelajaran dari
masing-masing subtema.
2) Menjelaskan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam menyelenggarakan proses
pembelajaran agar guru sudah menyiapkan media-media pembelajaran yang diperlukan.
3) Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan dalam menyelenggarakan proses
pembelajaran agar dapat membantu guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran,
dengan sistematis mengikuti langkah-langkah pembelajaran tersubut.
4) Menjelaskan tentang teknik dan instrumen penilaian yang dapat digunakan dalam setiap pilihan
pembelajaran yang mungkin memiliki karakteristik tertentu.
5) Menjelaskan jenis lembar kerja yang sesuai dengan pilahan pembelajaran yang ada dalam Buku
Siswa.

b. Penjelasan tentang Metode dan Teknik Pembelajaran yang Digunakan dalam Proses
Pembelajaran.
Buku Guru memuat informasi tentang metode dan teknik pembelajaran yang digunakan sebagai
acuan penyelenggaran proses pembelajaran.

B. STRUKTUR DAN HUBUNGAN FUNGSIONAL BUKU SISWA DAN BUKU GURU

1. Struktur Buku Guru


Uraian berikut dimaksudkan agar guru dapat mengenal dan memahami struktur isi Buku Guru
dengan baik. Struktur Buku Guru adalah sebagai berikut.
a. Kata pengantar
Bagian ini perlu dibaca guru agar guru memahami latar belakang penyusunan buku dan tujuan
yang ingin dicapai dari penyusunan buku tersebut.
b. Tentang Buku Guru
Memuat informasi cakupan buku guru dan cakupan aktivitas pembelajaran yang tertuang dalam
buku guru.
c. Bagaimana Menggunakan Buku Guru
Halaman ini merupakan bagian penting yang harus dibaca dan dipahami oleh guru, karena
memberikan informasi hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh guru dalam menggunakan
Buku Guru sebagai persiapan menggunakan Buku Siswa.
d. Standar Kompetensi Lulusan dan Kompetensi Inti
Halaman ini mengingatkan kepada guru mengenai standar kompetensi lulusan baik ranah sikap,
keterampilan, dan pengetahuan serta kompetensi inti setiap kelas, yang akan dicapai selama
proses pembelajaran.
e. Pemetaan Kompetensi Dasar KI 1 dan KI 2
Pemetaan Kompetensi Dasar KI 1 dan KI 2 merupakan Pemetaan Kompetensi Dasar
yang berasal dari KI 1 dan KI 2 yang terdapat dalam setiap subtema. Artinya, Kompetensi Dasar
itulah yang akan dicapai dalam proses pembelajaran selama satu minggu.
Pemetaan kompetensi dasar yang berasal dari Kompetensi Inti 1 dan 2 bukan untuk diajarkan
secara eksplisit sebagai materi pembelajaran (pembelajaran tidak langsung), namun memandu
guru untuk melakukan pembiasaan-pembiasaan kompetensi tersebut selama proses pembelajaran
berlangsung. Harapannya, melalui pengetahuan, keterampilan akan terasah dan sikap spiritual dan
sosialnya akan tumbuh pada diri siswa.
f. Pemetaan Kompetensi Dasar KI 3 dan KI 4
Pemetaan Kompetensi Dasar KI 3 dan KI 4 merupakan Pemetaan Kompetensi Dasar
yang berasal dari KI 3 dan KI 4. Halaman ini memuat informasi tentang kompetensi-kompetensi
yang berasal dari Pemetaan Kompetensi Inti 3 dan 4 yang harus dicapai dalam satu subtema
pembelajaran. Penetapan Kompetensi masih terbuka untuk penggantianatau penambahan sesuai
dengan kegiatan yang dirancang oleh guru. Sekali lagi guru harus memahami bahwa
pembelajaran tematik terpadu itu berbasis aktivitas sehingga aktivitas yang ditawarkan di dalam
buku guru bisa diganti atau dikembangkan sesuai dengan kreativitas guru.
g. Ruang Lingkup Pembelajaran
Halaman ini memberikan gambaran ringkas tentang kegiatan yanga akan dilaksanakan oleh guru
dan kemampuan yang akan dikembangkan dalam setiap pembelajaran. Kolom kegiatan
pembelajaran menjelaskan kegiatan yang dilakukan pada satu hari pembelajaran. Kolom
kemampuan yang dikembangkan menjelaskan tiga aspek kemampuan yang harus dicapai, yaitu
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
h. Halaman Pembelajaran
Setiap pembelajaran terdiri atas bagian-bagian yang menuntun guru dalam proses pembelajaran
yang disesuaikan dengan buku siswa. Jika mengacu pada Struktur Kurikulum 2013 jenjang SD,
jumlah jam pelajaran di kelas V adalah 36 jam pembelajaran/minggu. Pembagian 36 jam/minggu
dalam pembelajaran disesuaikan dengan kondisi sekolah. Pada buku siswa dan buku guru,
kegiatan pembelajaran dibagi menjadi 6 pembelajaran dalam seminggu. Artinya, pembagian itu
diasumsikan untuk 6 hari sekolah dalam seminggu. Sekolah yang menerapkan 5 hari sekolah,
kompetensi dasar pada pembelajaran 6 dapat disebar ke 5 pembelajaran yang lain. Uraian
pembelajaran diawali dengan judul pembelajaran sesuai nomor pembelajaran, misalnya
Pembelajaran 1, Pembelajaran 2, Pembelajaran 3, dan seterusnya.

Berikut ini adalah bagian-bagian dari uraian pembelajaran adalah sebagai berikut.
1) Jaringan Pembelajaran
Jaringan pembelajaran memuat kompetensi dasar dan indikator muatan pelajaran yang dipadukan
pada kegiatan pembelajaran. Kompetensi Dasar yang dimuat adalah Kompetensi Dasar dari
KI 3 dan KI 4.
2) Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran dirumuskan sesuai dengan indikator muatan pelajaran yang akan dibahas
pada pembelajaran. Guru dapat menambahkan tujuan pembelajaran atau mengoreksi tujuan
pembelajaran bila ada perubahan muatan pelajaran dan indikator pada jaringan pembelajaran
tersebut.
3) Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
Bagian ini memberikan informasi mengenai media dan alat pembelajaran yang dibutuhkan dalam
melaksanakan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah kegiatan yang direncanakan. Guru
harus memastikan bahwa media dan alat pembelajaran tersebut tersedia/disiapkan. Guru
diperkenankan untuk memperkaya media, alat, dan sumber pembelajaran agar pembelajaran lebih
menarik dan menyenangkan. Selain itu, guru dapat memanfaatkan media teknologi informasi (TI)
dalam pembelajaran.
4) Kegiatan Pembelajaran
Sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013, kegiatan pembelajaran tematik di kelas menerapkan
pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik dilakukan melalui proses kegiatan mengamati,
mananya, mengumpulkan informasi/eksperimen/mencoba, megasosiasi/mengolah
informasi/menalar, dan mengkomunikasikan. Pendekatan saintifik diimplementasikan
dalam pembelajaran bertujuan untuk melatih siswa berpikir tingkat tinggi (high order thinking).
Namun sangat dimungkinkan bagi guru untuk memperkaya langkah-langkah kegiatan yang
sudah ditawarkan di buku guru.
Kegiatan pembelajaran pada buku guru menjelaskan setiap kegiatan pada buku siswa. Misalnya,
pada buku siswa adalah “Ayo Manyanyi” dengan percaya diri, maka pada buku guru
dijelaskan langkah-langkah kegiatan yang ditempuh untuk membelajarkan kegiatan tersebut.
Pada buku guru juga terdapat penjelasan materi yang dapat digunakan oleh guru sebagai
tambahan referensi untuk memperkaya materi.
5) Pengayaan dan Remedial
Bagian ini menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk memberikan pengayaan bagi
siswa yang sudah mencapai kompetensi dan ingin lebih ditingkatkan kemampuannya. Selain itu,
juga menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh untuk memberikan remedial bagi siswa yang
belum mencapai kompetensi.
6) Penilaian
Sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013, penilaian pada pembelajaran tematik adalah penilaian
autentik. Oleh karena itu, pada buku guru dicantumkan teknik-teknik penilaian, yang meliputi
penilaian nontes dan tes. Sebagai panduan bagi guru, pada buku guru telah disediakan instrumen
penilaian dan rubrik penilaian sesuai dengan proses pembelajaran yang dilakukan. Guru
dimungkinkan untuk memperbaiki instrumen penilaian dan menambah instrumen penilaian
sesuai dengan indikator yang ditetapkan.

C. PENGGUNAAN BUKU GURU DAN BUKU SISWA


Pada uraian ini menjelaskan tentang teknis penggunaan Buku Siswa sesuai dengan arahan Buku
Guru, melalui uraian ini diharapkan guru dapat melakukan proses pembelajaran dari masing-
masing subtema yang ada pada masing-masing buku.

Cara Penggunaan Buku Guru dan Buku Siswa


Buku Guru berhubungan dengan Buku Siswa, karena Buku Guru memandu pembelajaran yang
sesuai dengan Buku Siswa. Penggunaan Buku Guru dan Buku Siswa tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut.
1. Bukalah Buku Guru tema tertentu
Cermatilah halaman yang berjudul Tentang Buku Guru dan Bagaimana Menggunakan Buku
Guru. Ikutilah petunjuk yang ada pada halaman tersebut.
2. Rancangan pembelajaran setiap Tema dibagi dalam rancangan subtema yang tampak pada
jaringan subtema atau Pemetaan Kompetensi Dasar pada Buku Guru. Guru diharap mencermati
jaringan subtema yang memuat Kompetensi Dasar Muatan Pelajaran yang akan dicapai pada satu
minggu, sesuai dengan judul subtema.
3. Jaringan subtema terdiri atas jaringan subtema untuk KD dari KI I dan II, serta jaringan subtema
untuk KD dari KI 3 dan 4.
4. Jaringan subtema KD dari KI 3 dan KI 4 dijabarkan lagi menjadi jaringan Kompetensi Dasar
dan Indikator setiap pembelajaran.
5. Cermatilah jaringan setiap pembelajaran Pemetaan Indikator pada Buku Guru yang memuat
Kompetensi Dasar yang akan dicapai berdasarkan rumusan indikatornya.
6. Setelah mencermati indikator yang akan dicapai pada setiap pembelajaran, cermatilah tujuan
pembelajaran yang terdapat di Buku Guru.
7. Perhatikan langkah-langkah kegiatan yang terdapat pada Buku Guru.
8. Hubungkanlah langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada Buku Guru dengan penjabaran
kegiatan pembelajaran yang ada di Buku Siswa.
9. Guru dapat memodifikasi rancangan pembelajaran di Buku Guru untuk disesuaikan dengan
kondisi kelas. Apabila rancangan berubah, maka guru harus membuat penyesuaian juga dalam
pembelajarannya.
10. Pada Buku Guru juga terdapat media, alat, dan sumber pembelajaran yang digunakan sesuai
dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Namun, guru juga dapat mengganti atau
menambahkan media, alat, dan sumber pembelajaran sesuai dengan kondisi kelas.
11. Cermatilah halaman Remedial dan pengayaan yang terdapat pada Buku Guru sebagai panduan
ketika guru akan melaksanakan kegiatan tersebut.
12. Di dalam Buku Guru terdapat contoh-contoh teknik penilaian, guru dapat membuka halaman
penilaian sebagai panduan manilai siswa.
Tiga aspek kompetensi yang ditumbuhkan dan dikembangkan disepanjang kegiatan
pembelajaran yang meliputi sikap, keterampilan dan pengetahuan. Ketiga aspek pokok ini
kemudian menjadi acuan bagi guru dalam mengampu kegiatan pembelajaran. Ketiga aspek ini
diambil dari tujuan pembelajaran pada hari yang pembelajaran yang bersangkutan.

Rangkaian kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk memfasilitasi tercapainya kompetensi


yang menjadi target pada hari yang bersangkutan. Kegiatan pembelajaran tersebut dirancang
untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap, keterampilan dan pemahaman terhadap
pengetahuan. Satuan pendidikan atau guru diperbolehkan untuk menyesuaikan kegiatan dengan
kondisi satuan pendidikan atau kelas dan memilih kegiatan yang lain, selama kegiatan tersebut
tetap bisa memfasilitasi ketercapaiaan kompetensi baik dari ranah pengetahuan, keterampilan
maupun sikap, dengan tetap memperhatikan keterpaduan pendekatan saintifik dan
penilaianautentik.

Langkah-langkah Kegiatan merupakan penjelasan yang diberikan untuk membantu guru dalam
mengampu kegiatan seperti pada buku siswa yang disajikan, dalam langkah-langkah kegiatan
tersebut diberikan keterangan tentang tahap pedekatan saintifik yang sedang berlangsung.

Gambar halaman buku siswa yang dibuku/digunakan oleh siswa pada kegiatan yang
pembelajaran.
Pada halaman buku guru dijelaskan hasil-hasil yang diharapkan muncul melalui proses
pembelajaran. Hasil-hasil tersebut mencakup tiga aspek yang menjadi target tujuan pembelajaran
(sikap, keterampilan dan pengetahuan).

D. PROSES ANALISIS BUKU GURU DAN BUKU SISWA


Buku Guru dan Buku Siswa saling berhubungan sehingga proses analisis dapat dilakukan secara
silmultan. Berikut akan dijelaskan mengenai proses analisis tersebut.
1. Pemetaan Kompetensi Dasar (KD) dari Kompetensi Inti (KI) 1 dan 2
Pada buku guru, pemetaan KD dari KI 1 dan 2 disiapkan setiap subtema. Namun dalam jaringan
KD harian (tiap PB) KD dari KI 1 dan 2 tidak dimunculkan karena ketercapaiannya diperoleh
dari pembelajaran tidak langsung (indirect learning). Harapannya guru bisa memilih aspek
spiritual (KI 1) maupun aspek sosial (KI 2) sesuai dengan aktivitas pembelajaran harian yang
sedang dilakukan.
2. Pemetaan kompetensi Dasar KI 3 dan 4
Pada buku guru pemetaan KD dari KI 3 dan 4 disediakan tiap subtema (mingguan). Pemetaan ini
masih akan dijabarkan lagi dalam pemetaan KD harian.
3. Pemetaan Kompetensi Dasar tiap PB (harian)
a. Pada buku guru sudah disiapkan pemetaan KD dan indikator pada masing-masing pembelajaran
(PB) untuk memudahkan guru mengajar harian. Berikut ini contoh tema 2 Peristiwa dalam
Kehidupan, subtema 1 Macam-macam Peristiwa dalam Kehidupan, Pembelajaran 1:
b. Meskipun telah disediakan pemetaan di setiap PB, guru hendaknya mengkaji apakah masih
masih diperlukan KD tambahan pada pembelajaran hari itu. Untuk kepentingan penyusun
RPP (harian), guru perlu menambahkan KD dari KI 1 dan 2 yakni sikap spiritual dan sikap
sosial. Penambahan KD bisa melihat pada pemetaan KD dari KI 1 dan 2 pada tiap subtema.
c. Guru hendaknya mencermati indikator setiap KD. Untuk pembelajaran harian, setiap KD
minimal dijabarkan dalam satu indikator karena KD tersebut kemungkinan dibelajarkan lagi pada
subtema yang lain. Meskipun sudah ada contoh indikator pada buku guru, guru perlu mengkaji
ulang indikator tersebut. Guru diperbolehkan untuk memperbaiki indikator yang tertera pada
buku guru. Dalam merumuskan indikator harus menggunakan kata kerja operasional yang
terukur.
4. Tujuan Pembelajaran
Pada buku guru telah diberika contoh pembelajaran sebagai paduan bagi guru apa yang akan
dicapai. Guru diperbolehkan untuk menambah atau merubah tujuan pembelajaran sesuai dengan
kondisi peserta didik dan lingkungan tempat belajar. Tujuan pembelajaran idealnya membuat A
(audience)yakni siswa; B (behavior) kemampuan yang akan dicapai (membedakan, menjelaskan,
dll), C (condition) yakni kondisi atau kegiatan yang akan dilakukan siswa (membaca teks,
mengamati gambar, diskusi, dll); D (degree) tingkatan (dengan benar, sesuati prosedur, dengan
santun, percaya diri, dll). Misal: dengan menggali informasi dari teks bacaan, peserta didik
mampu menjelaskan manfaat air bagi kehidupan menusia dengan teliti.

5. Media, alat bantu dan sumber belajar


Pada buku siswa ada media gambar yang telah disediakan, namun masih terbatas. Dengan
demikian guru diharapkan bisa menambah media yang sesuai tema yang sedang dibahas.

Pada tema 2 subtema 2 disajikan beberapa gambar ekspos tentang peristiwa-peristiwa penting,
guru diharapkan dapat memperkaya media yang disediakan dengan membawa berbagai macam
gambar atau foto peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan tujuan pembahasan. Guru
juga dapa meminta siswa untuk membawa gambar atau foto yang berkaitan dengan tujuan
kegiatan pembelajaran.

Demikian pula dengan sumber belajar, materi tidak terbatas pada buku siswa saja. Guru bisa
mengajak siswa mengamati lingkungan, membaca buku referensi lain, membaca berita Koran,
atau melihat tayangan tentang hewan di TV/video.

6. Kegiatan Pembelajaran
Pada kegiatan pembelajaran perlu diperhatika mengenai pendekatan saintifik dan high order
thinking.

Pendekatan Saintifik
Pelaksanaan pembelajaran pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik yang
memuat kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/eksperimen,
mengasosiasi/menalar dan mengkomunikasikan. Langkah-langkah pembelajaran tersebut telah
dituangkan dalam buku guru.

Pada tema 2 subtema 1 PB 1, aktivitas saintifik terlihat sebagai berikut:


Mengamati Siswa mencermati bacaan dan gambar yang disajikan pada buku siswa.
Menanya Guru manstimulus rasa ingin tahu siswa dengan memberikan beberapa
pertanyaan pancingan dan memberikan kesempatan pada siswa untuk
membuat dan merumuskan pertanyaan mereka sendiri.
Mengumpulakan Kegiatan pengumpulan informasi ini bisa dilakukan melalui berbagai
informasi/eksperimen macam kegiatan yang berbeda, salah satunya adalah dengan mencari
jawaban/informasi dari nara sumber/responden. Pada kegiatan yang
dicontohkan pada buku siswa, siswa diminta untuk melakukan sebuah
kegiatan yang berjudul “Reporter Cilik”
Mengasosiasi/menalar Pada tahap ini, siswa dibimbing dan dilatih untuk mampu mencari
hubungan antar pertanyaan yang mereka ajukan dengan
jawaban/informasi yang mereka peroleh melalui kegiatan wawancara.
Siswa dilatih untuk mampu mengolah informasi-informasi yang mereka
dapatkan menjadi sebuah kesimpulan.
Mengkomunikasikan Pada tahap ini, siswa diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan hasil
wawancara mereka didepan kelas melalui kegiatan presentasi laporan
reportasi.

High Order Thinking Skills


Salah satu kecakapan hidup (life skills) yang perlu dikembangkan selama proses pendidikan
adalah keterampilan berpikir. Keterampilan berpikir setiap orang akan terus berkembang dan
dapat dipelajari karena rasa ingin tahu manusia juga terus berkembang.

Secara umum, terdapat empat tingkat berpikir berikut ini.


a. Manghafal (recall thinking), merupakan tingkat berpikir lebih rendah yang terdiri atas
keterampilan hampir otomatisatau refleksi
b. Dasar (basic thingking), merupakan keterampilan dasar yang meliputi memahami konsep-konsep
seperti penjumlahan, perkalian, dan sebagainya termasuk aplikasinya dalam soal-soal.
c. Berpikir kritis (critical thingking), yaitu berpikir yang memeriksa, menghubungkan, dan
mengevaluasi semua aspek.
d. Berpikir kreatif (creative thingking), merupakan kegiatan menyatuka ide, mencipta ide baru, dan
mampu menentukan keefektifannya.
Menurut Bloom (Andreson dan Krathwohl, 2001) tingkat kemampuan berpikir dibedakan dengan
mengelompokkan berdasarkan dimensi pengetahuan dan proses. Dimensi pengetahuan mencakup
pengetahuan faktual, konseptual, procedural, dan pengetahuan metakognitif. Proses
pengelompokkan oleh Bloom ini dikenal dengan nama taksonomi Bloom.
Dari keenam proses kognitif dalam taksonomi Bloom, tingkat analisis, evaluasi, dan menciptakan
merupakan tingkat berpikir yang lebih tinggi dibandingkan dengan tiga proses lainnya.
Kemampuan berpikir tingkat tinggi (higner order thingking skills) termasuk didalamnya yaitu
berpikir kritis, logis, kreatif, reflektif, dan metakognitif (FJ King, Ludwilca, Faranak Rohani).

Menurut paul dan Elder (2006), berpikir kritis menunjukkan beberapa karakter berikut.
a. Skeptik (skeptical)
b. Aktif, tidak pasif. Selalu bertanya, menganalisis, dan mampu mengkomunikasikan argument.
c. Tidak egois, terbuka terhadap ide dan hal-hal baru, serta memiliki keinginan untuk saling adu
argument.
Menurut Coleman & Hammen (1974) berpikir kreatif merupakan cara berpikir yang
menghasilkan sesuatu yang baru dalam bentuk konsep, penemuan, atau karya seni. Salah satu
cara mengembangkan dan menguatkan kamampuan kita untuk berpikir kreatif adalah percaya
bahwa sesuatu itu dapat dilakukan. Dengan demikian akan muncul adanya suatu dorongan yang
dapat menggerakkan pikiran untuk mencari dan melaksanakan sesuatu yang diinginkan.

Menurut de Bono dan Perkins, ciri-ciri orang yang berpikir kreatif antara lain memiliki ide tau
gagasan-gagasan baru, berani tampil beda atau melawan arus, memunculkan pemikiran yang
tidak atau belum popular, optimistik, tidak takut untuk mencoba, tidak takut gagal, dan berani
menanggung resiko.

Kemampuan berpikir untuk menilai kemampuan sendiri disebut dengan metakognisi.


Metakognisi meliputi kesadaran proses berpikir seseorang, self-monitoring, serta penerapan
pengetahuan dan langkah-langkah untuk berpikir.

Bagaimana mengembangkan HOTS? Berikut beberapa strategi pembelajaran untuk


meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
a. Membuat peta konsep
b. Mengajukan pertanyaan
c. Menyusun buku harian/jurnal pembelajaran
d. Pembelajaran kolaboratif berbasis TI
e. Menggunakan analogi
f. Eksperimen berbasisi inkuiri
g. Metode proyek
h. Latihan-latihan membuat keputusan
i. Pemecahan masalah

Contoh-contoh kegiatan pada buku siswa yang dirancang untuk menumbuhkan dan
mengembangkan HOTS
a. Membuat peta konsep
Contoh kegiatan yang nenberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan cara berpikir kritis
dan kreatifnya dengan membuat peta konsep, salah satunya dapat ditemukan di buku siswa tema
2 subtema 2 PB 1. Pada kegiatan tersebut, siswa diberi kesempatan untuk menunjukkan
pemahamannya tentang teks bacaan yang berjudul Daur Air dalam bentuk peta pikiran.
b. Mengajukan pertanyaan
Mengajukan pertanyaan merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang menumbuhkan dan
mengembangkan HOTS. Siswa dilatih untuk mampu merumuskan pertanyaan yang kritis dan
kreatif yang didorong oleh rasa ingin tahunya. Kegiatan yang menstimulus keterampilan
mengajukan pertanyaan ini salah satunya dapat ditemukan pada buku siswa tema 2 subtema 2 PB
3. Pada kegiatan tersebut, siswa didorong rasa ingin tahunya dengan merumusakan pertanyaan-
pertanyaan tentang hal-hal yang ingin mereka ketahui tentang kondisi sungai yang mengering.
c. Menyusun buku harian/jurnal pembelajaran
Buku harian/jurnal pembelajaran bisa dijadikan sebagai salah satu saran untuk menumbuhkan
HOTS. Dengan membuat buku harian/catatan harian/jurnal siswa memiliki kesempatan untuk
merangkum semua kegiatan pembelajaran yang sudah ia lewati, mengaitkan pengalaman yang ia
miliki sebelumnya dengan pengalaman pembelajaran yang baru. Kegiatan catatan harianku salah
satunya bisa ditemukan di tema 2 subtema 1 PB 5.

d. Pembelajaran kolaboratif berbasis TI


Pada era ini Teknologi informasi merupakan hal yang sudah tidak asing lagi, bahkan bagi
siswa/siswi usia Pendidikan Dasar. Informasi pembelajaran sudah tidak lagi dibatasi dengan buku
teks. Siswa diperbolehkan untuk menca informasi dari sumber lain diluar buku teks. Kegiatan
pembelajaran kolaboratif barbasis TI dapat menumbuhkan HOTS. Kegiatan seperti ini salah
satunya dicontohkan di buku siswa tema 2 subtema 2 PB 1. Pada kegiatan ini siswa diberi
keleluasan untuk melengkapi pemahaman mereka dengan mencari informasi tambahan dari
sumber lainnya (salah satunya adalah sumber-sumber yang berasal dari internet).
e. Menggunakan analogi
Analogi digunakan untuk mempermudahkan penjelasan tentang sesuatu yang biasanya bersifat
abstrak. Kegiatan pembelajaran yang menggunakan analogi untuk menjelaskan sebuah konsep,
salah satunya bisa ditemukan di buku siswa tema 2 subtema PB 1.
f. Eksperimen berbasis inkuiri
Eksperimen berbasis inkuiri merupakan cara yang sangat menarik bagi siswa dalam
menumbuhkan dan mengembangkan HOTS. Dalam kegiatan ini siswa dilatih untuk berpikir
kritis, yaitu berpikir yang memeriksa, menghubungkan, dan mengevaluasi semua aspek. Kegiatan
eksperimen berbasis inkuiri, salah satunya dapat ditemukan di buku siswa tema 2 subtema 2 PB
2.
g. Metode proyek
Proyek/penugasan adalah salah satu alternatif kegiatan yang bisa dipilih untuk menumbuhkan dan
mengembangkan HOTS. Melalui proyek atau tugas, siswa dilatih untuk terampil berpikir kritis
dan kreatif. Kegiatan proyek ini salah satunya ditemukan di buku siswa tema 2 subtema 2 PB 5.
Pada kegiatan proyek ini, penggunaan air bersih, salah alat kampanye yang harus disiapkan
adalah lagu, siswa diminta mengganti lirik lagu “Bangun Tidur” dengan lirik yang mengandung
pesan penggunaan air secara bijaksana.
h. Latihan-latihan membuat keputusan
Membuat keputusan adalah sebuah keterampilan yang membutuhkan cara berpikir kritis dan
kreatif. Siswa perlu dilatih untuk memiliki keterampilan tersebut, salah satu caranya adalah
dengan menghadapkan mereka pada kasus-kasus atau permasalahan yang membutuhkan
penyelesaian. Pada buku siswa tma 2 subtema 1 apb 4 disajikan sebuah kegiatan Debat Cilik,
dimana siswa dihadapkan pada sua permasalahan yang berbeda, siswa dilatih cara berpikir
kritisnya dalam mencari informasi pendukung yang bisa mereka gunakan untuk mempertahankan
pendapatnya dalam berdebat.

7. Penilaian Pembeajaran
Penilaian autentik mencakup sikap, dan keterampilan. Pada buku guru telah diberikan beberapa
contoh penilaian.
Pada buku guru akan lebih banyak ditemukan contoh-contoh penilaian yang bersifat nontes.
Dengan dasar pemikiran bahwa guru dan satuan penilaian bisa menyusun dan mengembangkan
instrument tes secara mandiri yang disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan.
Buku guru memberikan alternatif-alternatif nontes yang bisa diadopsi langsung atau disesuaikan
dengan kondisi satuan pendidikan yang dilengkapi dengan instrumen rubrik penilaian. Rubrik
penilaian dirancang untuk memenuhi kebutuhan penilaian ketiga aspek, yaitu sikap, keterampilan
dan pengetahuan, oleh karena itu diusahakan pada setiap kegiatan ada ketiga aspek yang menjadi
bahan pengamatan dan penilaian bagi guru.

Pada akhir subtema, buku guru dilengkapi dengan lembar rekapitulasi yang bisa digunakan oleh
guru untuk memantau dan mencatat hasil pencapaian kompetensi siswa baik di ranah
pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Lembar rekapitulasi ini memiliki beberapa fungsi,
yaitu:
- Sebagai data pencapaian kompetensi siswa di tiga aspek yang nantinya bisa digunakan oleh guru
sebagai data penunjang dalam pengisisan rapor akademik semester.
- Sebagai bahan acuan bagi guru dalam memberikan bantuan remedial untuk siswa yang
membutuhkan.
- Sebagai bahan bagi guru untuk memberikan umpan balik baik bagi siswa maupun orang tua.
Berikut adalah contoh-contoh instrumen penilaian dan rekapitulasi persubtema yang bisa
ditemukan di buku guru.
Penilaian
Rubrik Lempar – Tangkap bola Basket
Kompetensi yang dinilai:
- Pengetahuan peserta didik dalam melempar dan mengoper bola basket yang tepat
- Keterampilan peserta didik dalam melempar dan mengoper bola basket
- Sikap tertib dan sportifitas peserta didik dalam berolah raga
kriteria Baik Sekali Baik Cukup Perlu Bimbingan
4 3 2 1
Ketepatan Mampu melempar Mampu Mampu Melempar bola
Melempar bola dengan teknik melempar bola melempar bola dengan teknik dan
Bola dan kontrol yang dengan teknik dengan teknik kontrol yang
baik pada setiap dan kontrol yang dan kontrol yang kurang baik pasa
lemparan dengan baik pada hampir cukup baik pada beberapa lemparan
tepat kepada teman setiap lemparan beberapa kepada teman satu
satu tim dengan tepat lemparan kepada tim
kepada teman teman satu tim
satu tim
Keterampilan Mampu mengoper Mampu Mampu Mampu mengoper
Mengoper bola dengan teknik mengoper bola mengoper bola bola dengan teknik
Bola dan kontrol yang dengan teknik dengan teknik dan kontrol yang
baik dalam setiap dan kontrol yang dan kontrol yang kurang baik dalam
lemparan dengan baik dalam cukup baik beberapa lemparan
tepat kepada teman hampir setiap dalam beberapa kepada teman satu
satu tim lemparan dengan lemparan kepada tim
tepat kepada teman satu tim
teman satu tim
Sikap / Bermain tertib Bermain tertib Bermain cukup Bermain
Sportifitas sesuai aturan dan sesuai aturan dan tertib sesuai kurang tertib dan
sportif selama sportif hampir aturan dan tidak sesuai aturan
permainan selama sportif dalam hampir sepanjang
berlangsung permainan beberapa menit permainan
berlangsung permainan berlangsung
berlangsung

ANALISIS SKL, KI, KD PADA TEMA, SUBTEMA DAN PEMBELAJARAN


PETUNJUK PENGISIAN LK 2.1 (BG)
1. Bukalah halaman pada buku guru yang memuat Jaringan Subtema (Jaringan Kompetensi Inti 1-2
dan Kompetensi Inti 3-4).
2. Cermatilah Jaringan tersebut, lakukan identifikasi adanya KI 1, KI 2, KI 3, dan KI 4 pada setiap
subtema.
3. Tuliskan KD yang terdapat pada jaringan subtema atau Pemetaan Kompetensi Dasar KI 1 dan KI
2 serta Pemetaan Kompetensi Dasar KI 3 dan KI 4 pada Kolom KD sesuai Muatan Pelajaran.

Kelas :…………………………………
Tema :…………………………………
Subtema :…………………………………
MUATAN KD PEMBELAJARAN KETERANGAN
MAPEL 1 2 3 4 5 6
PPKn
BHS
INDO
MAT
IPA
IPS
SBDP
PJOK

PETUNJUK PENGISIAN LK 2.1 (BS)

Buku Siswa
1. Bukalah halaman buku siswa. Cermati kegiatan pembelajaran di setiap subtema, identifikasikan
apakah kegiatan pembelajaran tersebut mengacu pada pencapaian kompetensi inti 1-4 (tanpa
memperhatikan muatan mapel).
2. Tuliskan pada halaman berapakah kegiatan tersebut ditemukan.
3. Apabila tidak ditemukan pada buku siswa, tuliskan saran pada kolom saran yang disediakan.

Tema….. Subtema……
PB 1 PB 2 PB 3 PB 4 PB 5 PB 6
KI 1
KI 2
KI 3
KI 4
Saran :

LEMBAR KERJA ANALISIS INDIKATOR, TUJUAN PEMBELAJARAN,


KEGIATAN PEMBELAJARAN, DAN PENILAIAN

PETUNJUK PENGISIAN LK 2.2a ANALISIS INDIKATOR


1. Bukalah halaman pada buku guru yang memuat jaringan KD-Indikator Pembelajaran. Halaman
ini terdapat pada halaman berjudul Pembelajaran 1, Pembelajaran 2, dan sterusnya.
2. Cermatilah kompetensi dasar yang terdapat pada buku guru. Salinlah kompetensi dasar setiap
muatan pelajaran pada lembar kerja kompetensi dasar.
3. Kompetensi dasar harus merupakan pasangan KD dari KI 3 dan KD dari KI 4. Ambillah
kompetensi dasar hasil analisis dari LK 3.1 Analisis KD.
4. Cermatilah indikator pada buku guru, salinlah pada indikator tersebut pada kolom indikator pada
Buku.
5. Periksalah apakah perumusan indikator sudah sesuai dengan kompetensi dasar dan kaidah yang
berlaku pada perumusan indikator. Penjelasan kaidah perumusan indikator dapat dilihat
dan handout.
6. Tuliskan indikator hasil analisis pada kolom indikator Hasil Analisis.
7. Kompetesi dasar yang belum terdapat pada buku guru, harus dirumuskan indikatornya. Tuliskan
indikator tersebut pada kolom Indikator Hasil Analisis.

KELAS :
TEMA :
SUTEMA :
PEMBELAJARAN :

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PADA BUKU INDIKATOR HASIL


ANALISIS

PETUNJUK PENGISIAN LK 2.2b TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Bukalah halaman pada buku guru yang memuat Tujuan Pembelajaran.


Tujuan Pembelajaran terdapat pada setiap judul Pembelajaran, misalnya Pembelajaran 1,
Pembelajaran 2, dan seterusnya.
2. Salinlah tujuan pembelajaran pada buku guru tersebut ke dalam tabel LK kolom Tujuan
Pembelajaran pada Buku.
3. Cermatilah tujuan pembelajaran pada buku tersebut. Sesuaikan dengan kaidah perumusan tujuan
pembelajaran. Kaidah perumusan tujuan pembelajaran dapat dilihat pada handout.
4. Tuliskan hasil analisis tujuan pembelajaran tersebut pada tabel LK kolom Tujuan pembelajaran
hasil analisis.

TUJUAN PEMBELAJARAN PADA BUKU TUJUAN PEMBELAJARAN HASIL


ANALISIS

PETUNJUK PENGISIAN LK 2.2c KEGIATAN PEMBELAJARAN

1. Bukalah halaman pada buku guru yang memuat kegiatan pembelajaran.


Halaman kegiatan pembelajaran tersebut terdapat pada setiap pembelajaran.
2. Cermatilah kegiatan pembelajaran yang terdapat pada buku guru.
3. Salinlah kegiatan pembelajaran tersebut pada tabel LK 2.2c pada kolom Kegiatan Pembelajaran
pada Buku.
4. Lakukan identifikasi penerapan pendekatan saintifik, penerapan model-model pembelajaran
(Project Based Learning, Discovery Learning), serta higher order thinking skills pada kegiatan
pembelajaran tersebut. Tuliskan ada atau tidak pada kolom yang tersedia. Bila ada, tuliskan
contohnya pada kolom yang tersedia. Bila tidak ada, tuliskan contohnya pada kolom tersedia.
Bila tidak ada, tuliskan saran pada kolom yang tersedia dengan memerhatikan tujuan
pembelajaran hasil analisis seperti tercantum pada tabel LK 2.2b.

Kegiatan Kegiatan Kegiatan Kegiatan Keterangan dan


Pembelajaran Pembelajaran Pembelajaran Pembelajaran Saran Kegiatan
pada Buku dengan dengan yang Pembelajaran
menerapkan Menerapkan Memunculkan
Pendekatan Model-model HOTS
Saintifik Pembelajaran (Higher Order
(Discovery Thinking
Learning, Skills)
Projek,
Problem Based
Learning)
Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak
Ada Ada Ada

PETUNJUK PENGISIAN LK 2.2d PENILAIAN

1. Bukalah halaman pada guru yang memuat tentang penilaian.


Penilaian terdapat pada setiap judul pembelajaran, misalnya Pembelajaran 1, Pembelajaran 2, dan
seterusnya.
2. Cermatilah penilaian yang ada pada buku, sesuaikan dengan tujuan pembelajaran hasil analisis
pada LK 2.2b
3. Tandailah dengan check list (V) pada kolom sesuai atau tidak sesuai.
4. Penilaian sikap dapat dilihat kesesuainnya dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
Sikap yang dikembangkan tercantum pada degree tujuan pembelajaran, misalnya percaya diri,
teliti, dan santun.
5. Penilaian keterampilan dapat dilihat kesesuaiannya dengan indikator yang dirumuskan dari KD
yang berasal dari KI 4. Misalnya, apakah akan dinilai unjuk kerja atau unjuk produk.
6. Penilaian pengetahuan dapat dilihat kesesuaiannya dengan indikator yang dirumuskan dari KD
yang berasal dari KI 3. Misalnya, tes pengetahuan yang terdapat pada buku siswa, yang terdiri
atas tes atau tes lisan.
7. Analisis penilaian pada buku siswa dan buku guru difokuskan pada kesesuaian dengan indikator
yang dirumuskan. Cara pembuatan instrumen penilaian secara lengkap dapat dilihat pada Materi
Pelatihan 3 tentang penilaian:

Penilaian Sesuai Tidak Sesuai Keterangan Saran


Sikap

Pengetahuan

keterampilan

LK ANALISIS KESESUAIAN MATERI

Petunjuk Pengisian LK 2.3a (BS)


1. Bukalah buku siswa, cermati setiap kegiatan pembelajaran harian.
2. Lakukan kegiatan analisis kesesuaian materi dilihat dari KD, Indikator, tujuan pembelajaran dan
kearifan local (kontektual)
3. Tuliskan hasil analisis tersebut pada kolom yang disediakan, berikan penjelasan dan
saran. Misalnya: kegiatan pembelajaran yang disajikan tidak sesuai dengan target indikator,
tuliskan hasil temuan tersebut pada kolom PBM yang bersangkutan. Berikan uraian penjelasan
kekurangan beserta saran untuk perbaikan.
Tema:……………………… Subtema:……………………
PBM Kesesuaian Materi Keterangan Saran
1
2
3
4
5
6

LK ANALISIS KECUKUPAN MATERI


Petunjuk Pengisian LK 2.3b (BS):
1. Bukalah buku siswa, cermati setiap kegiatan pembelajaran harian.
2. Lakukan analisis kecukupan materi dilihat dari keluasan dan kedalaman materi.
3. Tuliskan hasil analisis tersebut pada kolom yang disediakan, berikan penjelasan dan saran.
Misalnya : Materi yang disajikan dalam kegiatan pembelajaran tersebut cakupannya kurang,
jelaskan letak kekurangannya dan berikan saran perbaikan.

Tema:……………………… Subtema:……………………
PBM Kecukupan Materi Keterangan Saran
1
2
3
4
5
6

LK ANALISIS KEAKURATAN MATERI

Petunjuk Pengisian LK 2.3c (BS):


1. Bukalah buku siswa, cermati setiap kegiatan pembelajaran harian.
2. Lakukan analisis keakuratan materi dilihat dari kebenaran dan ketepatan materi
3. Tulislah hasil analisis tersebut pada kolom yang disediakan, berikan penjelasan dan saran.
Misalnya : Materi yang disajikan dalam kegiatan pembelajaran tersebut tidak akurat, jelaskan
letak kesalahannya dan berikan perbaikan.
Tema:……………… Subtema:……………….
PBM Keakuratan Materi keterangan Saran
1
2
3
4
5
6

Catatan untuk LK 2.2 dan LK 2.3


1. Hasil analisis yang terdapat pada LK 2.1 dan LK 2.2 merupakan kesatuan yang
berkesinambungan.
2. Hasil analisis tersebut dapat dituangkan pada format pembuatan RPP.
3. RPP dibuat dengan cara mengambil hasil analisis LK 2.1 dan LK 2.2.
4. Salinlah KD, Indikator, Tujuan Pembelajaran, dan kegiatan Pembelajaran pada format RPP yang
akan dibuat.
5. Khusus untuk Penilaian yang akan dicantumkan pada RPP, harus dilihat kaidah-kaidah penilaian
autentik yang terdapat pada materi pelatihan 3 tentang Penilaian Autentik.